P. 1
MAKALAH IPA NGEYEL

MAKALAH IPA NGEYEL

|Views: 535|Likes:
Published by Zuba Idah

More info:

Published by: Zuba Idah on May 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN ALAM

Disusun Oleh: 1.Hani Niswati 2.Niki Enita.S 3.Nur Fadila 4.Siti Naimah 5.Sri Wulandari

SMK MUHAMMADIYAH PURWOREJO TAHUN AJARAN 2009/2010

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN ALAM

Disusun Oleh: 1.Hani Niswati 2.Niki Enita.S 3.Nur Fadila 4.Siti Naimah 5.Sri Wulandari

SMK MUHAMMADIYAH PURWOREJO TAHUN AJARAN 2009/2010

i
KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr.wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt yang mana telah memberikan rahmat_Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah IPA ini. Makalah kewirausahaan ini kami buat untuk memenuhi amanah yang kami terima dari pembimbing mata pelajaran IPA. Semoga beliau dapat menerima hasil kami dengan senang dan semoga isi daripada makalah ini telah memenuhi dari apa yang beliau amanatkan kepada kami. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca. Akhirnya tegur sapa yang kami berikan sudah cukup. Semoga makalah ini sudah memenuhi kriteria.

Penulis

ii

. DAFTAR ISI Halaman Judul......................................................................................................i Kata Pengantar.......................................................................................................ii Daftar Isi.................................................................................................................iii Motto......................................................................................................................iv BAB I Pendahuluan...........................................................................................................1 BAB II Pembahasan: Frekuensi terjadinya gempa yang menyababkan tsunami................................ Penyebab peistiwa gempa dan tsunami............................................................ Tanda-tanda terjadinya gempa dan tsunami. .............................................. Langkah-langkah pengamanan dan penyelamatan ketika terjadi gempa dan tsunami.............................................. BAB III Penutupan: Kesimpulan....................................................................................................... Penutup............................................................................................................. Daftar Pustaka..................................................................................................

iii

MOTTO  Hidup harus bagaikan pelangi, yang indah karena banyak warna, jika hidup hanya satu warna, maka tidak akan indah seperti pelangi.  Hidup tidak aada kata istirahat, karena istirahat adalah perpindahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain  Banyak-banyaklah mencari pengalaman karena pengalaman adalah guru yang terbaik  Jadikanlah ilmu sebagai pengalaman dan iman sebagai penopang tiang mencari ilmu

iv
BAB I

PENDAHULUAN Bencana tsunami di Indonesia diakibatkan oleh gempa-gempa dangkal dan kuat yang terjadi di dalam laut. Gempa tersebut mempunyai kedalaman variasi antara 13-95 kilometer, magnitudo (kekuatan) 5,9-7,5 richter, intesitas gempa antara V11-1X dalam skala MMI (Modified marcelli Intesity), dan jenis pergeseran gempa yang dominan adalah sesar naik (Angkasa, ed. Maret 2005:28). Namun, gempa bumi di Aceh bisa menjadi demikian dahsyat, 9 skala Richter diakibatkan oleh tumbukan lempeng IndoAustralia dengan lempeng benua Eurasia Gempa hebat yang melanda dunia pada 26 Desember 2004 lalu diikuti tsunami. Peristiwa besar yang menewaskan 220 ribu jiwa yang menghuni sepanjang pesisir Samudera Hindia ini menimbulkan trauma dunia yang sangat dalam. Mengapa gempa berkekuatan 9,3 skala richter ini diikuti tsunami sedangkan gempa 12 September 2007 di Bengkulu kemarin tidak? Padahal pusat gempa sama-sama di laut dan kedalamannya dangkal. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan ketajaman tumbukan. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena seringkali diberitakan adanya suatu wilayah dilanda gempa bumi, baik yang ringan maupun yang sangat dahsyat, menelan banyak korban jiwa dan harta, meruntuhkan bangunan2 dan fasilitas umum lainnya. Gempa bumi disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Semakin besar energi yang dilepas semakin kuat gempa yang terjadi. Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba2 sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi. Klasifikasi gempa bumi secara umum berdasarkan sumber kejadian gempa

1

Setiap bencana alam selalu mengakibatkan penderitaan bagi masyarakat, korban jiwa dan harta benda kerap melanda masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana. Kejadian bencana alam tidak dapat dicegah dan ditentukan kapan dan dimana lokasinya, akan tetapi pencegahan jatuhnya korban akibat bencana ini dapat dilakukan bila terdapat cukup pengetahuan mengenai sifat-sifat bencana tersebut. Banyak ragamnya tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi tetapi untuk tips kali ini saya lebih menekankan mengenai “segitiga kehidupan” saat bangunan runtuh kebawah akan menimpa semua benda dibawahnya, kalau kita berlindung dibawah sesuatu, anggap saja sebuah meja…. maka kekuatan benda itu adalah tumpuan kehidupan kita, kalau benda yang menimpa meja tersebut masih mampu ditahan oleh meja itu maka kita akan selamat. Namun apabila meja tersebut tidak kuat menahan maka kita akan hancur remuk dibawahnya, banyak kasus terjadi seperti ini korban meninggal tertimpa reruntuhan.

2

BAB II PEMBAHASAN 1. Frekuensi terjadinya gempa yang menyababkan tsunami Bencana tsunami di Indonesia diakibatkan oleh gempa-gempa dangkal dan kuat yang terjadi di dalam laut. Gempa tersebut mempunyai kedalaman variasi antara 13-95 kilometer, magnitudo (kekuatan) 5,9-7,5 richter, intesitas gempa antara V11-1X dalam skala MMI (Modified marcelli Intesity), dan jenis pergeseran gempa yang dominan adalah sesar naik (Angkasa, ed. Maret 2005:28). Namun, gempa bumi di Aceh bisa menjadi demikian dahsyat, 9 skala Richter diakibatkan oleh tumbukan lempeng IndoAustralia dengan lempeng benua Eurasia. Gempa bumi dan tsunami aceh merupakan hasil dari patahan (sesar) naik (thrust fault) dan dimungkinkan bercampur gerakan bukaan atau rekaan lantai samudera (sea floor spreading) di Andaman yang kemudian berlanjut menjadi sesar datar di Sumatera. Berdasarkan reanalisis terhadap gempa bumi dan tsunami pleh BMG pada 27 desember 2004, gempa di Aceh dapat diketahui sebagai berikut. Waktu gempa pukul 07.58.50, 26 WIB, episenter 3.05 LU-94.85 BT, hiposentrum 20 kilometer, magnitudo momen 8,9 dalam skala Richter, dan magnitudo body 6,4 skala Richter. Sedangkan menurut sumber data dari USGS, waktu gempa terjadi pada pukul 07.58.53.00 WIB, episenter 3,26 LU95,82 BT, hiposentrum 30 kilometer, magnitudo momen 9,0 skala Richter, dan magnitudo body 6,4 skala Richter. Akibat yang Ditimbulkan Dengan kondisi gempa yang begitu dahsyat, hampir seluruh kota pesisir barat Propinsi Nangroe aceh Darussalam mengalami kerusakan yang sangat parah. Kota Meulaboh dan Calang merupakan kota yang terbilang telak terkena sapuan tsunami. Disini korban tewas sangat besar, dan infrastruktur dan suprastruktur kehidupan masyarakat hancur total. Di Calang, ibukota Kabupaten Aceh Jaya yang berpenduduk sekitar 89 ribu itu harus merelakan sekitar 60% warganya Total penduduk yang hilang dan tewas menurut Menkokesra Alwi Shihab mencapai 25.800 jiwa. Sementara itu, hampir seluruh bangunan

di Kota calang rata dengan tanah. Sedangkan di meulaboh, ibukota Kabupaten Aceh Barat, bahkan baru bisa dibuka dari isolasinya lima hari kemudian. Kawasan yang dulu dipuji karena keindahan pantainya sekarang hancur. Kota ini mengalami kerusakan 90% atas sarana infrastruktur dan suprastruktur yang ada. Meulaboh luluh lantak seperti tidak ada kehidupan. Hampir seluruh bangunan hancur. Mayat bertebaran di kanan-kiri jalan. Jalan raya tertutup kayu dan reruntuhan bangunan. Jumlah korban yang bisa ditemukan sampai bulan Februari 2005 sekitar 6.319 jiwa. Selain kedua kota diatas, Kota Banda Aceh juga mengalami hal yang sama. Menurut sensus penduduk pada tahun 2000 berpenduduk 220.377 jiwa itu kontan menjadi kota mati. Sarana dan prasarana transportasi, telekomunikasi, dan yang lainnya lumpuh total. Mati ! Jika dihitung sampai dengan sekarang, jumlah korban yang meninggal akibat gelombang tsunami secara keseluruhan di Indonesia sekitar 200 ribu jiwa. Sungguh merupakan angka yang menyesakkan. Gempa bumi berkekuatan 7,9 skala richter yang melanda Sumatra pada 12 September 2007 lalu menambah panjang daftar catatan gempa besar di Indonesia. Tercatat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Indonesia telah digoyang gempa besar sebanyak 7 kali. Satu yang paling hebat adalah gempa Aceh pada 26 Desember 2004. Sebenarnya apa sih penyebab gempa bumi itu? Ada beberapa penyebab gempa bumi. Pertama karena pergerakan magma dalam gunung berapi biasa disebut gempa vulkanik. Kedua karena pergeseran lempeng-lempeng bumi, (gempa tektonik). Ketiga karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam. Contoh kasusnya adalah Dam Karibia di Zambia, Afrika. Keempat karena injeksi atau akstraksi cairan dari dan ke dalam bumi. Contoh kasusnya biasanya terjadi pada beberapa pembangkit tenaga listrik panas bumi. Kelima, disebabkan oleh bahan peledak atau disebabkan oleh manusia (seismitas terinduksi). Umumnya di Indonesia gempa pada dua tipe pertamalah yang banyak terjadi. Pelepasan Tenaga Penyebab gempa bumi yang paling sering adalah karena pergeseran lempengan bumi (Tektonik). Gempa tektonik terjadi karena gerakan dari berbagai lempengan bumi baik besar maupun kecil yang membentuk kerak bumi. Lapisan kerak bumi yang keras

menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari “Tektonik Plate” menjelaskan, bumi terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hampir sebagian besar gempa tektonik terjadi di perbatasan antara lempengan-lempengan pembentuk kerak bumi tersebut, seperti di lingkaran Pasifik. Kegiatan zone subduksi atau area tumbukan lempeng memegang peranan hampir 50 persen dari peristiwa seismik yang terjadi. Kegiatan zone subduksi ini terkonsentrasi di daerah yang dinamakan lingkaran api (ring of fire), sebuah pita sempit yang panjangnya sekitar 38.600 km. Panjang pita ini membentang dari Selandia Baru-Indonesia-Jepang-hingga Amerika Selatan. Tsunami Gempa hebat yang melanda dunia pada 26 Desember 2004 lalu diikuti tsunami. Peristiwa besar yang menewaskan 220 ribu jiwa yang menghuni sepanjang pesisir Samudera Hindia ini menimbulkan trauma dunia yang sangat dalam. Mengapa gempa berkekuatan 9,3 skala richter ini diikuti tsunami sedangkan gempa 12 September 2007 di Bengkulu kemarin tidak? Padahal pusat gempa sama-sama di laut dan kedalamannya dangkal. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan ketajaman tumbukan. Pada gempa Bengkulu sudut penunjamannya landai. Jadi untuk menimbulkan tsunami butuh energi yang lebih besar. Titik pusatnya hanya 10 km di bawah permukaan laut, sehingga belum mencapai lantai samudera. Tsunami sendiri merupakan istilah dalam bahasa Jepang. Menyatakan suatu gelombang laut yang terjadi akibat gempa bumi tektonik di dasar laut. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 – 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempa bumi tektonik. Tsunami biasanya terjadi dalam rentang 3-60 menit setelah gempa. Ditandai dengan

surutnya air laut dan terbangnya puluhan bahkan mungkin ratusan burung-burung laut ke arah daratan. Selain itu juga akan tercium bau garam. Tak semua gempa tektonik di dasar laut menyebabkan tsunami. Banyak faktor yang jadi penyebab. Seperti kekuatan dan kedalaman pusat gempa. Karena itu bila dalam rentang waktu satu jam setelah gempa, kamu tak melihat tanda-tanda seperti di atas, yakinlah insya Allah tak ada tsunami Gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang wilayah Sumatera bagian Barat sekitar 18.10 WIB, 12 September lalu. BMG mencatat titik pusat gempa sekitar 4,67 Lintang Selatan (LS), 101.13 Bujur Timur (BT) atau 159 km Baratdaya Bengkulu di bawah laut pada kedalaman 10 km. Tidak hanya daerah-daerah di wilayah Sumatera, namun guncangan gempa juga dirasakan hingga wilayah Jakarta sekitarnya. Hingga 14 September siang BMG mencatat sudah 54 kali terjadi gempa susulan. ”Kekuatan gempa sudah mulai menurun dari hari pertama, sekitar lima skala richter,” ujar Suhardjono, Kepala Bidang Gempa Bumi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di Jakarta. BMG mencatat gempa susulan yang terjadi yaitu di Baratdaya Lais (Bengkulu), Baratdaya Painan (Sumatera Barat), Baratdaya Padang (Sumatera Barat), dan Baratdaya Sungai Penuh (Jambi). Kekuatan gempa yang terjadi di wilayah tersebut rata-rata sekitar, 5-5,9 skala richter.

2. Penyebab peristiwa gempa dan tsunami Gempa bumi Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena seringkali diberitakan adanya suatu wilayah dilanda gempa bumi, baik yang ringan maupun yang sangat dahsyat, menelan banyak korban jiwa dan harta, meruntuhkan bangunan2 dan fasilitas umum lainnya. Gempa bumi disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Semakin besar energi yang dilepas semakin kuat gempa yang terjadi. Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba2 sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi. Klasifikasi gempa bumi secara umum berdasarkan sumber kejadian gempa Setiap bencana alam selalu mengakibatkan penderitaan bagi masyarakat, korban jiwa dan harta benda kerap melanda masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana. Kejadian bencana alam tidak dapat dicegah dan ditentukan kapan dan dimana lokasinya, akan tetapi pencegahan jatuhnya korban akibat bencana ini dapat dilakukan bila terdapat cukup pengetahuan mengenai sifat-sifat bencana tersebut. * Gempa bumi runtuhan : Melalui runtuhan dari lubang-lubang interior bumi misalnya akibat runtuhnya tambang/batuan yang menimbulkan gempa * Gempa bumi vulkanik : Akibat aktivitas gunung api * Gempa bumi tektonik : Akibat lepasnya sejumlah energi pada saat bergeraknya Menurut Fowler, 1990 mengklasifikasikan gempa berdasarkan kedalaman fokus sebagai berikut: * Gempa dangkal : kurang dari 70 km * Gempa menengah : kurang dari 300 km * Gempa dalam : lebih dari 300 km (kadang-kadang > 450 km)

Parameter-Parameter Gempa bumi : a. Gelombang Gempa bumi Secara sederhana dapat diartikan sebagai merambatnya energi dari pusat gempa atau hiposentrum (fokus) ke tempat lain di bumi. Gelombang ini terdiri dari gelombang badan dan gelombang permukaan. Gelombang badan adalah gelombang gempa yang dapat merambat di lapisan bumi, sedangkan gelombang permukaan adalah gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi.

b. Ukuran besar Gempa bumi Magnitudo gempa merupakan karakteristik gempa yang berhubungan dengan jumlah energi total seismic yang dilepaskan sumber gempa. Magnitude ialah skala besaran gempa pada sumbernya. Jenis-magnitude/ besaran gempa bumi.

Magnitude gelombang badan, mb, ditentukan berdasarkan jumlah total energi gelombang elastis yang ditransfer dalam bentuk gelombang P dan S Magnitude gelombang permukaan: Ms ditentukan berdasarkan berdasarkan jumlah total energi gelombang love (L) dan gelombang Rayleigh (R) dengan asumsi hyposenter dangkal (30 km) dan amplitude maksimum terjadi pada periode 20 detik.

Moment gempa seismic moment : Mo merupakan skala yang menentukan magnitude suatu gempa bumi menurut momen gempa, sehingga dapat merupakan gambaran deformasi yang disebabkan oleh suatu gempa.

c. Intensitas Intensitas adalah besaran yang dipakai untuk mengukur suatu gempa selain dengan magnitude. Intensitas dapat didefenisikan sebagai suatu besarnya kerusakan disuatu tempat akibat gempa bumi yang diukur berdasarkan kerusakan yang terjadi.

Harga intensitas merupakan fungsi dari magnitude.jarak ke episenter, lama getaran, kedalaman gempa, kondisi tanah dan keadaan bangunan. Skala Intensitas Modifikasi Mercalli (MMI) merupakan skala intensitas yang lebih umum dipakai. Dibawah ini akan diuraikan pembagian intensitas serta efek yang diakibatkan oleh besarnya intensitas tersebut dan nilai intensitas dalam satuan skala richter. Zonasi Wilayah Gempa bumi Indonesia Berdasarkan sejarah kekuatan sumber gempa, aktifitas gempa bumi di Indonesia bisa dibagi dalam 6 daerah aktifitas :

Daerah sangat aktif, magnitude lebih dari 8 mungkin terjadi di daerah ini yaitu di Halmahera, pantai utara Irian. Daerah aktif, magnitude 8 mungkin terjadi dan magnitude 7 sering terjadi yaitu di lepas pantai barat Sumatra, kepulauan Sunda dan Sulawesi tengah. Daerah Lipatan dengan atau tanpa retakan, magnitude kurang dari tujuh bisa terjadi yaitu di Sumatra, kepulauan Sunda, Sulawesi tengah. Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan, magnitude kurang dari 7 mungkin terjadi, yaitu di pantai barat Sumatra, jawa bagian utara, Kalimantan bagian timur. Daerah gempa kecil, magnitude kurang dari 5 jarang terjadi, yaitu di daerah pantai timur Sumatra, Kalimantan tengah Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa, yaitu daerah pantai selatan Irian, Kalimantan bagian barat. Pengukuran Gempa bumi

Aktifitas kerak bumi dapat diukur dengan berbagai cara yaitu * Seismometer, pendeteksi getaran bumi * Scintilation Counter, pengukur gas radon yg aktif * Tiltmeter, pengukur pengangkatan atau penurunan permukaan bumi * Magnetometer, pengukur perubahan local medan magnit bumi

* Pengukuran geodesi, baik dengan penggunaan GPS maupun Theodolit yg digunakan untuk mengukur perubahan titik-titik triangulasi suatu patahan * Alat-alat laser, pengukur round trip travel time * Resistivity gauge, digunakan untuk mengungkapkan variasi konduktivitas batuan * Creep meter, alat untuk mengukur gerak horizontal semua patahan * Gravimeter, pengukur gaya berat bumi * St raimeter, pengukur ekspansi dan konstraksi kerak bumi. Prediksi Gempa bumi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a. Prediksi tradisional * Terdapat goyangan- goyangan halus terhadap bangunan-bangunan * Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal misalnya gelisah * Air sumur keruh dan berbau tidak enak b. Prediksi dengan peralatan dan metode ilmiah * Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah beresiko yang dipelajari lewat studi dampak historis dan lempeng tektonik * Memonitor aktifitas seismikdengan menggunakan seismogram dan instrument lain * Menggunakan observasi ilmiah * Memonitor tingkat seismic global.

3. Tanda-tanda Terjadinya Gempa dan Tsunami Ciri-ciri akan terjadi Gempa Bumi dan Tsunami

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:

Melihat ke langit, kalau di langit kelihatan ada awan yang bentuknya seperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang, bentuknya berdiri bisa dibilang itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi. Sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, makanya bentuk awannya jadi seperti tersedot kebawah. Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi belum tentu juga kalau ada awan seperti itu di langit berarti mau ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu

Medan/gelombang elektromagnetis di dalam rumah. contohnya : Terdengar suara brebet-brebet pada siaran TV seperti tidak biasanya, Lampu pada mesin fax blinking biarpun sedang tidak transmit data dan hasil kiriman fax nampak teks tulis berantakan, Matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun nggak ada arus listrik. Jika point tersebut terjadi , itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak bisa dirasakan manusia.

Perhatikan hewan-hewan. Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari, atau bertingkah laku aneh/gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. Jika tiga tanda-tanda itu ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah

bersiap-siap untuk evakuasi. Tiga tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan kalo memang mau ada gempa berkekuatan besar. Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu tetap tidak bisa memastikan kapan gempa terjadi. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi, sebisa mungkin langsung melakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk. Jika skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu waspada akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga cuma dua meter. Tapi biarpun cuma 2 meter, gelombangnya tidak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti tidak habis-habis) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram.

Beberapa tanda akan terjadi gelombang tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut dan burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan. Jika sudah demikian, langsung selamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Tapi kalau tidak sempat lari sementara tsunami sudah di depan mata, jangan berlindung di balik bangunan yang terbuat dari tembok/beton, karena bisa hancur dan malah membahayakan orang yang berlindung. Sebisa mungkin berlindung di balik daerah rimbunan (pohon, tanaman,

semak-semak, rawa). Karena kekuatan gelombang jadi terpecah dan tidak memusat kalau membentur semak.

4. Langkah-langkah Pengamanan atau Penyelamatan ketika terjadi Gempa dan Tsunami Tips Menyelamatkan Diri Saat Gempa Banyak ragamnya tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi tetapi untuk tips kali ini saya lebih menekankan mengenai “segitiga kehidupan” saat bangunan runtuh kebawah akan menimpa semua benda dibawahnya, kalau kita berlindung dibawah sesuatu, anggap saja sebuah meja…. maka kekuatan benda itu adalah tumpuan kehidupan kita, kalau benda yang menimpa meja tersebut masih mampu ditahan oleh meja itu maka kita akan selamat. Namun apabila meja tersebut tidak kuat menahan maka kita akan hancur remuk dibawahnya, banyak kasus terjadi seperti ini korban meninggal tertimpa reruntuhan. Apa itu yang disebut “segitiga kehidupan” ? Segitiga kehidupan itu hanyalah sebuah istilah sebagai tempat darurat yang paling aman untuk kita berlindung saat terjadi gempa bumi, ini berdasarkan fakta-fakta, pengalaman dan analisa dari beberapa orang yang berhasil selamat dari gempa bumi. Memang rumah/bangunan tahan gempa bisa menyelamatkan orang didalamnya namun apabila kekuatan gempa diatas kemampuan rumah/bangunan anti gempa tersebut cara yang paling strategis adalah mencari segitiga kehidupan terdekat. Dimana posisi segitiga kehidupan ini? Ada banyak… salah satunya adalah di sisi sebuah benda besar, di pertigaan tembok rumah/bangunan dan lainnya.

Seperti kita ketahui segitiga atau sudut rumah/bangunan kita adalah berisi sebuah tiang/besi yang cukup kuat untuk menahan patahan horizontal, tempat ini sangat strategis untuk berlindung dari runtuhan dinding atau atap. Selain itu segitiga kehidupan bisa kita temui di sisi sebelah obyek, bukan pada bawah obyek… Pada gambar diatas saya gambarkan sisi sebuah lemari yang merupakan tempat strategis untuk berlindung dari runtuhan atap bangunan. Segitiga kehidupan tidak menjamin kita akan selamat, namun disaat gempa terjadi posisi segitiga kehidupan dapat menyelamatkan nyawa kita walaupun menyisakan sebuah ruang kosong yang cukup sempit, dengan adanya segitiga kehidupan ini kemungkinan perbandingan kita untuk bertahan hidup adalah 70% banding 30%. Berikut ini adalah 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi Gempa Bumi oleh Doug Copp : 1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya. 2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. 3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa. 5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar. 6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil! 7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak. 8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup. 9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan ini yang ternyata terjadi pada lantailantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman

setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol. 10. Doug menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

BAB III PENUTUPAN 1. Kesimpulan Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena seringkali diberitakan adanya suatu wilayah dilanda gempa bumi, baik yang ringan maupun yang sangat dahsyat, menelan banyak korban jiwa dan harta, meruntuhkan bangunan2 dan fasilitas umum lainnya. Gempa bumi disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Semakin besar energi yang dilepas semakin kuat gempa yang terjadi. Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba2 sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi. Klasifikasi gempa bumi secara umum berdasarkan sumber kejadian gempa Setiap bencana alam selalu mengakibatkan penderitaan bagi masyarakat, korban jiwa dan harta benda kerap melanda masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana. Kejadian bencana alam tidak dapat dicegah dan ditentukan kapan dan dimana lokasinya, akan tetapi pencegahan jatuhnya korban akibat bencana ini dapat dilakukan bila terdapat cukup pengetahuan mengenai sifat-sifat bencana tersebut.

2. Penutup Demikianlah makalah ini kami buat,untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh pembimbing kami. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada guru pembing yang telah banyak membantu dalam penyusunan mkakalah ini, Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca. Walaupun makalah ini banyak memiliki kekurangan dan kelebihan. Kami mohon untuk saran dan kritiknya, karena kritik bersifat membangun , agar menjadi lebih baik. Terimakasih Wassalamualaikum wr. wb

3. Daftar Pustaka  www.google.co.id  Contoh-contoh makalah  5 September 2009 balista Tinggalkan komentar Go to comments  Wednesday, 7 October, 2009 Jam 15:44 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho Artikel dalam kategori Pribadi, Serius  R.Hoernes, 1878

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->