P. 1
Metode Belajar Bhs Arab Di PT

Metode Belajar Bhs Arab Di PT

|Views: 948|Likes:

More info:

Published by: Dr. Munirul Abidin, M.Ag on May 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN METODE SAM’IYAH-SYAFAWIYAH Oleh : Munirul Abidin, M.Ag A.

Muqaddimah Menurut kebanyakan orang Indonesia, belajar bahasa Arab lebih sulit daripada belajar bahasa asing lainnya, seperti bahasa Inggris, Jerman, bahkan Madura sekalipun. Bahkan banyak di antara mahasiswa yang menganggap bahasa Arab sebagai momok yang menakutkan, sehingga ketika mendengar kata “bahasa Arab” mereka langsung merinding. Demikian itu karena bahasa Arab memiliki struktur bahasa yang lebih rumit dan bervariatif dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya. Perubahan kalimatnya juga lebih banyak daripada bahasa-bahasa asing lainnya, sehingga dianggap sulit oleh para pemula, apalagi yang .memiliki semangat belajar rendah dan kurang termotivasi Pada dasarnya, setiap anak manusia mempunyai kemampuan untuk menguasai setiap bahasa, termasuk bahasa Arab, walaupun dalam kadar dan dorongan yang berbeda. Adapun diantara perbedaan-perbedaan tersebut adalah tujuan-tujuan pengajaran yang ingin dicapai, kemampuan dasar yang dimiliki, motivasi yang ada di dalam diri dan minat serta ketekunannya. Karena itu, problem pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi yang mewajibkan kepada seluruh mahasiswanya untuk belajar bahasa Arab adalah adanya motivasi belajar yang bervariatif dari mahasiswa. Sebagian di antara mereka ada yang memiliki motivasi kuat untuk belajar, sebagian ada yang setengah-setengah dan sebagian lain ada yang tidak memiliki motivasi sama sekali karena terpaksa atau dipaksa. Maka dari itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh para pengajar bahasa Arab sebelum memulai pembelajaran adalah membangkitkan motivasi belajar mahasiswa agar mereka tertarik dengan bahasa Arab. Setiap pengajar harus bisa meyakinkan kepada mahasiswanya bahwa bahasa Arab itu penting, belajar bahasa Arab itu mudah, menyenangkan dan mengasyikkan. Hal tersebut menuntut para pengajar bahasa Arab untuk selalu kreatif dalam menciptakan strategi-strategi baru dalam pembelajaran bahasa Arab, agar mahasiswa tertarik dan selalu .termotivasi untuk belajar (B.Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa Arab (asing Belajar bahasa asing, termasuk bahasa Arab, berbeda dengan belajar bahasa Ibu. Menurut Ahmad (1979) ada dua hal yang membedakan antara belajar bahasa asing dan belajar bahasa ibu: (1) Pengajaran Belajar bahasa ibu memiliki tujuan yang hidup, yaitu sebagai alat komunikasi untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dalam hidupnya, oleh karena itu motivasi untuk belajarnya sangat tinggi. Sementara itu belajar bahasa asing, seperti bahasa Arab (bagi non Arab), pada umunya mempunyai tujuan sebagai alat

komunikasi dan ilmu pengetahuan (kebudayaan). Namun bahasa asing tidak dijadikan sebagai bahasa hidup sehari-hari, oleh karena itu motivasi belajar Bahasa Arab lebih rendah daripada bahasa ibu. Padahal besar kecilnya motivasi belajar Bahasa Arab mempengaruhi hasil yang akan dicapai. (2) Ketika seorang anak kecil belajar bahasa ibu, otaknya masih bersih dan belum mendapat pengaruh bahasa-bahasa lain, oleh karena itu ia cenderung dapat berhasil dengan cepat. Sementara ketika orang non-Arab belajar Bahasa Arab, ia telah lebih dahulu menguasai bahasa ibunya, baik lisan, tulis, maupun bahasa berpikirnya. Karena itu ketika belajar bahasa Arab mengalami kesulitan, karena ia harus menyesuaikan sistem bahasa ibu kedalam sistem bahasa Arab, baik sistem bunyi, struktur kata, struktur kalimat maupun sistem bahasa berpikirnya. Karena itu, ada beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalam .pengajaran bahasa asing Menurut As-Sya’labi (1983) ada lima prinsip dasar dalam pengajaran bahasa asing, yaitu prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap, .prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi Prinsip Prioritas.1 Prinsip prioritas, merupakan hal-hal harus diprioritaskan dalam pembelajaran bahasa asing, sebelum hal-hal lainnya. Dalam pembelajaran Bahasa Arab misalnya, ada prinsip-prinsip prioritas dalam penyampaian materi pengajaran, yaitu; pertama, mengajarkan, mendengarkan, dan bercakap sebelum menulis. Kedua, mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata. Ketiga, menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan kehidupan seharihari sebelum mengajarkan bahasa sesuai dengan penutur Bahasa .Arab Mendengar dan berbicara sebelum menulis. Prinsip ini berangkat.a dari asumsi bahwa pengajaran bahasa yang baik adalah pengajaran yang sesuai dengan perkembangan bahasa yang alami pada manusia, yaitu setiap anak akan mengawali perkembangan bahasanya dari mendengar dan memperhatikan kemudian menirukan. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan mendengar/menyimak harus lebih dulu dibina, kemudian kemampuan menirukan ucapan, lalu aspek lainnya seperti .membaca dan menulis Mengajarkan kalimat sebelum mengajarkan bahasa.b Dalam mengajarkan struktur kalimat, sebaiknya mendahulukan mengajarkan struktur kalimat/nahwu, baru kemudian masalah struktur kata/sharaf. Dalam mengajarkan kalimat/jumlah sebaiknya seorang guru memberikan hafalan teks/bacaan yang .mengandung kalimat sederhana dan susunannya benar Menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan keidupan.c sehari-hari sebelum mengajarkan kata-kata yang jauh dari jangkauan pelajar. Berdasarkan prinsip ini, maka sebaiknya

seorang guru bahasa Arab dapat memilih kata dan kalimat yang isinya mudah dimengerti oleh peserta didik dan mengandung .kalimat inti saja, bukan kalimat yang panjang dan bertele-tele (‫ )الدقة‬Prinsip Korektisitas.1 Prinsip koreksitas adalah prinsip yang mengharuskan guru untuk melakukan koreksi terhadap pencapaian bahasa pelajar. Seorang guru bahasa Arab hendaknya jangan hanya bisa menyalahkan pada peserta didik, tetapi ia juga harus mampu melakukan pembetulan dan membiasakan pada peserta didik untuk :kritis pada hal-hal berikut Korektisitas dalam pengajaran fonetik. Pengajaran aspek.a keterampilan ini melalui latihan pendengaran dan ucapan. Jika peserta didik masih sering melafalkan bahasa ibu, maka guru harus menekankan latihan melafalkan dan menyimak bunyi huruf Arab yang sebenarnya secara terus-menerus dan fokus .pada kesalahan peserta didik Korektisitas dalam pengajaran sintaksis. Struktur kalimat dalam.b bahasa satu dengan yang lainnya pada umumnya terdapat banyak perbedaan. Karena itu, korektisitas ditekankan dalam hal ini, supaya pengaruh struktur bahasa ibu terhadap Bahasa Arab diketahui perbedaan dan persamaannya. Misalnya, dalam bahasa Indonesia kalimat akan selalu diawali dengan kata benda (subyek), tetapi dalam bahasa Arab kalimat bisa diawali dengan .( ‫ ) فعل‬kata kerja Korektisitas dalam pengajaran semiotik. Dalam bahasa.c Indonesia pada umumnya setiap kata dasar mempunyai satu makna ketika sudah dimasukan dalam satu kalimat. Tetapi, dalam bahasa Arab, hampir semua kata mempunyai arti lebih dari satu, yang lebih dikenal dengan istilah mustarak (satu kata banyak arti) dan mutaradif (berbeda kata sama arti). Oleh karena itu, guru bahasa Arab harus menaruh perhatian yang besar terhadap masalah tersebut. Ia harus mampu memberikan solusi yang tepat dalam mengajarkan makna dari sebuah .ungkapan karena kejelasan petunjuk (‫ ) التدرج‬Prinsip Berjenjang.3 Prinsip berjenjang adalah prinsip yang mengharuskan pengajaran bahasa Arab dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Jika dilihat dari sifatnya, ada 3 kategori prinsip berjenjang. Pertama, pergeseran dari yang konkrit ke yang abstrak, dari yang global ke yang detail, dari yang sudah diketahui ke yang belum diketahui. Kedua, ada kesinambungan antara apa yang telah diberikan sebelumnya dengan apa yang akan ia ajarkan selanjutnya. Ketiga, ada peningkatan bobot pengajaran terdahulu dengan yang selanjutnya, baik jumlah jam maupun .materinya .Jenjang Pengajaran mufrodat.a

Tahap pertama yang harus dilakukan pengajar bahasa Arab adalah mengajarkan mufrodat atau kosa kata. Pengajaran kosa kata hendaknya mempertimbangkan dari aspek penggunaannya bagi peserta didik, yaitu diawali dengan memberikan materi kosa kata yang banyak digunakan dalam keseharian dan berupa kata dasar. Selanjutnya memberikan materi kata sambung. Hal ini dilakukan agar peserta didik dapat menyusun kalimat sempurna sehingga .terus bertambah dan berkembang kemampuannya .(Jenjang Pengajaran Qowaid (Morfem.b Dalam pengajaran Qowaid, baik Nahwu maupun Sharaf juga harus mempertimbangkan kegunaannya dalam percakapan/keseharian. Dalam pengajaran Qawaid Nahwu misalnya, harus diawali dengan materi tentang kalimat sempurna (Jumlah Mufiidah), namun rincian materi penyajian harus dengan cara .mengajarkan tentang isim, fi’il, dan huruf (‫ ) دللة المعانى‬Tahapan pengajaran makna.c Dalam mengajarkan makna kalimat atau kata-kata, seorang guru bahasa Arab hendaknya memulainya dengan memilih katakata/kalimat yang paling banyak digunakan/ditemui dalam keseharian meraka. Selanjutnya makna kalimat lugas sebelum .makna kalimat yang mengandung arti idiomatic C. Metode Pengajaran Bahasa Arab Salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah metode pembelajaran. Dalam pepatah arab dikatakan: metode lebih penting daripada materi, dan guru lebih penting daripada metode. Pernyataan ini menggambarkan bahwa metode yang baik dapat mengantarkan keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Arab. Bahkan jika materinya kurang bagus, tetapi disampaikan dengan cara yang baik akan lebih bagus hasilnya daripada materi yang bagus tetapi disampaikan dengan metode yang kurang bagus. Karena itu, penerapan metode pembelajaran yang baik dalam pembelajaran merupakan suatu keharusan dan setiap guru diwajibkan untuk mampu menerapkan berbagai macam metode pembelajaran dalam .pengajaran bahasa Arab Penerapan metode pengajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien sebagai media pengantar materi pengajaran bila penerapannya tanpa didasari dengan pengetahuan yang memadai tentang metode itu. Sehingga metode bisa saja akan menjadi penghambat jalannya proses pengajaran, bukan komponen yang menunjang pencapaian tujuan, jika tidak tepat aplikasinya. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami dengan baik dan benar .tentang karakteristik suatu metode Secara umum metode pengajaran bahasa Arab dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu: metode tradisional/klasikal dan metode modern. Metode pengajaran bahasa Arab tradisional

adalah metode pengajaran bahasa Arab yang terfokus pada “bahasa sebagai budaya ilmu” sehingga belajar bahasa Arab berarti belajar secara mendalam tentang seluk-beluk ilmu bahasa Arab, baik aspek gramatika/sintaksis (Qowaid nahwu), morfem/morfologi (Qowaid as-sharf) ataupun sastra (adab). Metode pengajaran bahasa Arab modern adalah metode pengajaran yang berorientasi pada tujuan bahasa sebagai alat. Artinya, bahasa Arab dipandang sebagai alat komunikasi dalam kehidupan modern, sehingga inti belajar bahasa Arab adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut secara aktif dan mampu memahami ucapan/ungkapan dalam bahasa Arab. Metode yang lazim digunakan dalam pengajarannya adalah metode langsung (tariiqah al - mubasysyarah). Munculnya metode ini didasari pada asumsi bahwa bahasa adalah sesuatu yang hidup, oleh karena itu harus dikomunikasikan dan dilatih terus sebagaimana anak kecil belajar .bahasa Metode Qowa’id dan tarjamah (Tariiqatul al Qowaid Wa.1 (Tarjamah Metode ini sering juga disebut metode klasik/tradisional. Penerapan metode ini lebih cocok jika tujuan pengajaran bahasa Arab adalah sebagai kebudayaan, yaitu untuk mengetahui nilai sastra yang tinggi dan untuk memiliki kemampuan kognitif yang terlatih dalam menghafal teks-teks serta memahami apa yang terkandung di dalam tulisan-tulisan atau buku-buku teks, terutama :buku Arab klasik. Ciri-ciri metode ini adalah Peserta didik diajarkan membaca secara detail dan mendalam.a tentang teks-teks atau naskah pemikiran yang ditulis oleh para tokoh dan pakar dalam berbagai bidang ilmu pada masa lalu baik berupa sya’ir, naskah (prosa), kata mutiara .((alhikam), maupun kiasan-kiasan (amtsal Penghayatan yang mendalam dan rinci terhadap bacaan.b sehingga peserta didik memiliki perasaan koneksitas terhadap nilai sastra yang terkandung di dalam bacaan. (bahasa Arab .(bahasa ibu Menitikberatkan perhatian pada kaidah gramatika (Qowa’id.c .Nahwu/Sharaf) untuk menghafal dan memahami isi bacaan Memberikan perhatian besar terhadap kata-kata kunci dalam.d menerjemah, seperti bentuk kata kiasan, sinonim, dan meminta peserta didik menganalisis dengan kaidah gramatikal yang sudah diajarkannya (mampu menerjemah (bahasa ibu ke dalam Bahasa Arab Peserta tidak diajarkan menulis karangan dengan gaya.e bahasa yang serupa / mirip, dengan gaya bahasa yang dipakai para pakar seperti pada bacaan yang telah dipelajarinya, terutama mengenai penggunaan model gaya bahasa, al – itnab at Tasbi’ al Istiarah yang merupakan tren / gaya bahasa .masa klasik

Adapun aplikasi dari Metode Qowa’id dan tarjamah dalam proses :pembelajaran adalah sebagai berikut Guru mulai mendengarkan sederetan kalimat yang panjang.a yang telah dibebankan kepada peserta didik untuk menghafalkan pada kesempatan sebelumnya dan telah .dijelaskan juga tentang makna dari kalimat-kalimat itu Guru memberikan kosa kata baru dan menjelaskan maknanya.b ke dalam bahasa local/bahasa ibu sebagai persiapan materi .pengajaran baru Selanjutnya guru meminta salah satu peserta didik untuk.c membaca buku bacaan dengan suara yang kuat (Qiroah jahriah) terutama menyangkut hal-hal yang biasanya peserta didik mengalami kesalahan dan kesulitan dan tugas guru .kemudian adalah membenarkan Kegiatan membaca teks ini diteruskan hingga sekuruh peserta.d didik mendapat giliran. e.Setelah itu siswa yang dianggap paling bisa untuk menterjemahkan, kemudian selanjutnya .diarahkan pada pemahaman struktur gramatikanya12 (Metode langsung (al Thariiqatu al Mubaasyarah.1 Penekanan pada metode ini adalah pada latihan percakapan terus-menerus antara guru dan peserta didik dengan menggunakan bahasa Arab tanpa sedikitpun menggunakan bahasa ibu, baik dalam menjelaskan makna kosa kata maupun menerjemah, (dalam hal ini dibutuhkan sebuah media). Perlu menjadi bahan revisi disini adalah bahwa dalam metode langsung, bahasa Arab menjadi bahasa pengantar dalam pengajaran dengan menekankan pada aspek .(penuturan yang benar ( al - Nutqu al – Shahiih Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam :penerapan metode langsung ini Pada tahap awal materi pengajaran ditekankan pada latihan oral.a ((syafawiyah Materi dilanjutkan dengan latihan menuturkan kata-kata.b sederhana, baik kata benda ( isim) atau kata kerja ( fi’il) yang .sering didengar oleh peserta didik Materi dilanjutkan dengan latihan penuturan kalimat sederhana.c dengan menggunakan kalimat yang merupakan aktifitas peserta .didik sehari-hari Peserta didik diberikan kesempatan untuk berlatih dengan cara.d .Tanya jawab dengan guru/sesamanya Materi Qiro’ah harus disertai diskusi dengan bahasa Arab, baik.e dalam menjelaskan makna yang terkandung di dalam bahan .bacaan ataupun jabatan setiap kata dalam kalimat Materi gramatika diajarkan di sela-sela pengajaran,namun tidak.f .secara mendetail

Materi menulis diajarkan dengan latihan menulis kalimat.g .sederhana yang telah dikenal/diajarkan pada peserta didik Selama proses pengajaran hendaknya dibantu dengan alat.h peraga/media yang memadai. Penutup Sebagai penutup, bahwa alur makalah ini lebih menekankan tentang pentingnya: Seorang guru (pendidik) sebaiknya memahami prinsip - prinsip dasar pengajaran bahasa Arab diatas sebagai bahasa asing dengan menggunakan metode yang memudahkan peserta didik dan tidak banyak memaksakan peserta didik ke arah kemandegan berbahasa. Adapun bagi bagi seorang siswa, bahwasanya belajar bahasa apapun, semuanya membutuhkan proses, banyak .latihan dan banyak mencoba D. Strategi Pembelajaran Sam’iyah Syafawiyah Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab melalui metode sam’iyyah syafawiyah agar pembelajaran di dalam kelas lebih bersemangat dan :bervariatif. Di antaranya adalah Mendengar, mengulang dan melatih: istifhamat, mufrodat.1 yaumiyah, dhamair, hitungan, jam, hari dan sebagainya. (bias .(dengan tape recorder atau langsung dari pengajar :Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Berikan beberapa kosa kata baru kepada mahasiswa dengan.a cara diucapkan secara langsung dengan suara keras satu .persatu hingga mahasiswa faham dan hapal Beri pertanyaan kepada siswa tentang kosa kata baru itu.b .secara berulang-ulang Berikan variasi pertanyaan dengan beberapa kata istifham.c .yang berbeda-beda .Ulangi pertanyaan itu hingga beberapa kali.d Suruhlah beberapa mahasiswa untuk maju ke depan secara.e bergantian, agar bertanya kepada teman-temannya, tentang .mufradat yang baru diajarkan Gabungkan beberapa pertanyaan dengan pelajaran yang.f .telah diajarkan sebelumnya

.(’Mendengar dan menulis (imla.1 :Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut .Suruhlah mahasiswa untuk menyiapkan buku tulis.a .’Berikan arahan (aturan) tentang pelaksanaan imla.b Bacalah teks yang diimlakkan (didektekan) dengan suara.c .keras Berilah hitungan pada masing-masing penggal kata yang.d .dibaca. Misalnya, saya baca sekali atau dua kali Setelah semua kata dibaca, ulangilah sekali lagi dari awal.e .hingga akhir Mendengar dan menceritakan ulang, baik secara lisan maupun.1 .tulis :Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Ceritakan secara lisan suatu kisah pendek dengan bahasa.a .yang sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa Ulangilah kisah itu hingga mahasiswa faham dengan apa.b .yang anda ceritakan Suruhlah mahasiswa untuk menceritakan ulang kisah yang.c telah anda ceritakan itu dalam bentuk tulis, dengan bahasa .sesuai kemampuan mereka sendiri Suruhlah mahasiswa maju satu persatu secara bergantian,.d untuk membaca atau menceritakan ulang kisah tersebut .dengan atau tanpa teks Mendengar dan melihat, lalu menceritakan ulang dalam bentuk.1 .tulis dan lisan

:Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sampaikan kepada mahasiswa tentang tujuan pembelajaran.a .yang akan dicapai (Setelkan kaset atau video tentang suatu cerita (film.b Setelah selesai, suruhlah mahasiswa untuk menceritakan.c .ulang film yang mereka lihat dalam bentuk tulis Suruhlah beberapa mahasiswa secara bergantian maju ke.d depan untuk menceritakan ulang apa yang mereka lihat, baik .dengan cara membaca atau tanpa teks .Mendengar, melihat dan menjawab pertanyaan.1 :Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sampaikan kepada mahasiswa tentang tujuan pembelajaran.a .yang akan dicapai Berilah beberapa pertanyaan kepada mahasiswa tentang isi.b cerita yang akan diperdengarkan atau pertontonkan dalam bentuk tulis. Pertanyaan bias berupa multiple choice atau .easy Setelkan kaset atau video tentang cerita yang pertanyaannya.c .telah diberikan Setelah kaset atau video selesai diputar, berilah kesempatan.d .kepada mahasiswa untuk melengkapi jawaban Bahaslah pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan satu.e .persatu dengan mahasiswa

Daftar Pustaka Abdurrahman al – Qadir Ahmad, Thuruqu Ta’alim al – Lughah al –.1 .‘Arabiyah, Maktabah al – Nahdah, al – Mishriyah, Kaira ; 1979

Ahmad al – Sya’alabi, Tarikh al – Tarbiyah al – Islamiyah, Cet. 11,.2 .Kaira: tnp., 1961 Ahmad Syalaby, Ta’lim al – Lughah al ‘Arabiyah lighairi al – ‘Arab,.3 .Maktabah al – Nahdhah al – Mishriyah, Kairo ; 1983 Anis Farihah, Nazhriyaat Hal Lughah, dar al – Kitab al – Ubnany,.4 .Beirut, dar al – Kitab al – Ubnany, 1973 Ibrahim Muhammad ‘Atha, Thuruqu Tadris al – Lughah al –.5 ‘Arabiyah Wa al – Tarbiyah al – Diniyah, Maktabah al – Nahdhah al – .Mishriyah, Kairo 1996 M / 1416 H Jassem Ali Jassem, Thuruqu Ta’lim al – Lughah al – ‘arabiyah Li al –.6 .(Ajanib, (Kuala Lumpur : A.S Noorden, 1996 Kamal Ibrahim Badri dan Mahmud Nuruddin, Nadzkarah Asas al –.7 Ta’lim al – Lughah al – ajnubiyah, LIPIA, Jakarta, 1406 H Muhammad Jawwad Ridla, Tiga Aliran Utama Teori Pendidikan.8 Islam (perspektif sosiologi-filosofis). P.T Tiara Wacana, Yogyakarta: .2002 Munir, Nizhamu Ta’lim al – Lughah al – ‘Arabiyah fi al – Ma’had al –.9 .Islamiyah, Darul Huda, Skripsi, 1996 Munir M.Ag., Pengajaran Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing,.10 yang terkumpul dalam buku yang berjudul Rekonstruksi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam. Global Pustaka Utama, .Yogyakarta: 2005 Munir, M.Ag., dkk, Rekonstruksi dan Modernisasi Pendidikan.11 ,Islam, Global Pustaka Utama, Yogyakarta, 2005

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->