P. 1
Aplikasi Kalkulus Pada Perhitungan pH, pOH, Dan pKw Dalam Asam-Basa

Aplikasi Kalkulus Pada Perhitungan pH, pOH, Dan pKw Dalam Asam-Basa

|Views: 3,943|Likes:
Published by Comics Holic

More info:

Published by: Comics Holic on May 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

Comics Holic

Remember December
Aplikasi
Kalkulus Pada
Perhitungan
pH,pOH,dan
pKw dalam
Asam-Basa
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Yang melatarbelakangi penyusun menyusun makalah ”Aplikasi Kalkulus
pada Perhitungan pH, pOH, dan pK
w
dalam Asam-Basa” ini antara lain
sebagai berikut :
1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah, khususnya Kalkulus.
2. Menambah serta mengasah wawasan dan pengetahuan mengenai kalkulus
bagi penyusun, khususnya, serta seluruh mahasiswa, pada umumnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan asam dan basa? Jelaskan asam-basa menurut
teori Arrhenius!
2. Jelaskan hubungan serta konsep pH, pOH, dan pK
w
pada kalkulus!
3. Bagaimana aplikasi logaritma dan eksponen dalam kalkulus ?
4. Bagaimana aplikasi kalkulus pada Perhitungan pH, pOH, dan pK
w
dalam
Asam-Basa ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini ialah:
1. Dapat mengetahui mengenai asam basa dan menjelaskan asam-basa menurut
Arrhenius
2. Dapat menjelaskan hubungan serta konsep pH, pOH, dan pK
w pada
kalkulus
3. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai aplikasi logaritma dan eksponen
pada kalkulus.
w
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini antara lain:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
4. Untuk mengetahui aplikasi kalkulus pada perhitungan pH, pOH, dan pK dalam
Asam-Basa.
2
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB II ISI
2.1 Asam dan Basa
2.1.1 Asam
2.1.2 Basa
2.1.3 Teori Asam-Basa Arrhenius
2.2 Konsep pH, pOH, dan pK
w
2.2.1 pH
2.2.2 pOH
2.2.3 Tetapan Kesimbangan Air (K
w
)
2.2.4 Hubungan H
+
dan OH
-
2.2.5 Hubungan pH dan pOH
2.3 Konsep Eksponen dan Logaritma dalam Kalkulus
2.3.1 Eksponen
2.3.2 Logaritma
2.4 Aplikasi Kalkulus pada perhitungan pH, pOH, dan pK
w
dalam Asam-
Basa
2.4.1 Eksponen
2.4.2 Logaritma
2.4.3 Aplikasi dalam Soal
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB II
APLIKASI KALKULUS PADA PERHITUNGAN
pH, pOH, dan pK
w
DALAM ASAM-BASA
2.1 Asam dan Basa
2.1.1 Asam
Istilah asam berasal dari bahasa latin yaitu ”acetum”yang berarti cuka. Larutan
asam memiliki rasa dan bau asam dan bersifat korosif (merusak logam, marmer, da
berbagai bahan lain).
2.1.2 Basa
Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Larutan basa
berasa agak pahit dan bersifat kaustik (merusak kulit dan licin, seperti sabun).
2.1.3 Teori Asam-Basa Arrhenius
Teori asam-basa Arrhenius mendasari peerhitungan kekuatan asam-basa. Teori
ini dikemukakan oleh ilmuwan Swiss, Svante Arrhenius pada tahun 1807. Menurut
Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air
menghasilkan ion H
+
. Dengan kata lain, pembawa sifat asam adalah ion H
+
. Asam
Arrhenius dapat dirumuskan sebagai H
x
Z dan dalam air mengalami ionisasi sebagai
berikut:
H
x
Z → xH
+
(aq) + Z
x -
(aq)
Sedangkan senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalm air
menghasilkan ion OH
+
. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam, dapat
dirumuskan sebagai M(OH)
x
, dan dalam air mengion sebagai berikut:
M(OH)
x
(aq) → M
x+
(aq) + xOH
-
(aq)
2.2 Konsep pH, pOH, dan pK
w
2.2.1 pH
Untuk mempermudah menyatakan konsentrasi ion hidrogen dari larutan asam,
basa, dan netral yang encer digunakan pH. Konsep pH ini diperkenalkan oleh ahli
kimia Denmark, Sorensen pada tahun 1909. Huruf p ini berasal dari potenz (Jerman),
puissance (Perancis), power (Inggris). pH didefinisikan sedemikian rupa sehingga
4
mengubah pangkat egatif (dari) sepuluh menjadi suatu bilangan positif yang kecil. pH
suatu larutan didefinisikan sebagai:
pH = -log [ H
+
] = log
] [
1
+
H
atau [ H
+
] = 10
-pH
Jika [ H
+
]= 1 x 10
-n
, maka pH = n
Jika [ H
+
]= x x 10
-n
, maka pH = n – log x
Sebaliknya, jika pH = n, maka [ H
+
]= 1 x 10
-n
Sejauh mana derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan, dinyatakan secara
lengkap dan ringkas oleh harga pH-nya:
Jika pH 7,0 ; larutan itu netral
Jika pH dibawah 7,0 ; larutan itu basa
Jika pH di atas 7,0 ; larutan itu basa
Makin kecil harga pH, maka makin asam larutan itu. Suatu pH sebesar 4,4
menyatakan larutan yang lebih asam daripada pH sebesar 4,5. Sebaliknya, harga pH
yang tinggi, berarti larutan yang lebih basa. Suatu pH sebesar 10,7 menyatakan
larutan lebih bersifat basa daripada suatu pH 10,6.
pOH
Analogi dengan pH (sebagai cara menyatakan konsentrasi ion H
+
), konsentrasi
ion OH
-
juga dapat dinyatakan dengan cara yang sama. Untuk konsentrasi ion OH
-
digunakan pOH, minus logaritma [OH
-
]. Diperoleh suatu hubungan
pH = -log [OH
-
]
Tetapan Kesimbangan Air (K
w
)
Air murni merupakan suatu elektrolit yang sangat lemah. Dengan menggunakan
alat amperemeter, yang sangat peka, hantaran arus listrik yang sangat lemah dapat
dideteksi. Air murni mengalami ionisasi menghasilkan ion H
+
dan ion OH
-
dalam
jumlah yang sangat kecil menurut ketetapan kesetimbangan sebagai berikut:
H
2
O H
+
(aq) + OH
-
(aq)
Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan ionisasi air adalah
] [
] ][ [
2
O H
OH H
K
c
÷ +
=
5
Oleh karena [H
2
O] dapat dianggap konstan, maka hasil perkalian K
c
dengan
[H
2
O]merupakan suatu konstanta yang disebut tetapan kesetimbangan air atau
tetapan autoprotolisis air (K
w
).
K
w
= [ H
+
] . [OH
-
]
Hubungan H
+
dan OH
-
Dalam air murni, konsentrasi ion [ H
+
] = [OH
-
] =
w
K
Pada suhu kamr (sekitar 25º C), K
w
= 1,00 x 10
-14
, maka
[ H
+
] = [OH
-
] =
14
10 1
÷
x
= 1 x 10
-7
mol L
-1
Dalam larutan berair : [ H
+
] x [OH
-
]= K
w
Dalam air murni (larutan netral) : [ H
+
] = [OH
-
]
Dalam larutan asam : [ H
+
] > [OH
-
]
Dalam larutan basa : [ H
+
] < [OH
-
]
Hubungan pH dan pOH
Hubungan antara pH dan pOH dapat diturunkan dari persamaan tetapan
keseimbangan air (K
w
). Karena pada suhu 25º C, K
w
= [ H
+
] . [OH
-
] = 1,00 x 10
-14
,
maka diperoleh:
-log [ H
+
] . -log [OH
-
] = -log K
w
pH + pOH = pK
w
pH + pOH =14,00
2.3 Konsep Eksponen dan Logaritma dalam Kalkulus
2.3.1 Eksponen
Bentuk a
n
adalah bentuk eksponensial atau perpangkatan, dengan a disebut basis
atau bilangan pokok dan n disebut eksponen. Persamaan eksponen adalah persamaan
yang didalamnya terdapat pangkat yang berbentuk fungsi dalam x (x sebagai
peubah).
xa axaxaxa a
n
.... =
n faktor
6
Sifat-Sifat Eksponen
1.
n m n m
a xa a
+
=
Contoh : Tentukan nilai dari (2x
2
.y
-3
) (-4x
-5
.y
6
)
Jawab : (2x
2
.y
-3
) (-4x
-5
.y
6
) = 2.(-4).x
2
.x
-5
.y
-3
.y
6
= -8. x
2-5
. y
-3+6
= -8.x
-3
.y
3
=
3
3
8
x
y ÷
2.
n m
n
m
a
a
a
÷
=
Contoh : Tentukan nilai dari x
3
1
: x
6
5
Jawab : x
3
1
: x
6
5
= x
6
5
3
1
÷
= x
6
5
6
2
÷
= x
6
3
÷
=
x
x
1 1
2
1
=
3. ( )
n m
n
m
a a
.
=
Contoh : Tentukan nilai dari
4
) ( x
Jawab :
4
) ( x =
2
4 .
2
1
4
2
1
x x x = =
|
|
.
|

\
|
4. ( )
p n p m
p
n m
a a a a
. .
. . =
Contoh : Tentukan nilai dari ( )
4
3 2
.y x
Jawab : ( )
12 8 4 . 3 4 . 2
4
3 2
. . . y x y x y x = =
5.
p n
p m
p
n
m
a
a
a
a
.
.
=
|
|
.
|

\
|
7
Contoh : Tentukan nilai dari
4
3
|
|
.
|

\
|
y
x
Jawab :
4
3
|
|
.
|

\
|
y
x
=
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
· 4
2
1
3
y
x
=
2
3 |
|
.
|

\
|
y
x
=
2 3
2 1
·
·
y
x
=
6
2
y
x
6.
n m
p
n m p m n p
a a a
.
.
= =
Contoh : Tentukan nilai dari
4 3 2
a
Jawab :
4 3 2
a =
3 4
2
·
a =
12 2
a =
12
2
a =
6
1
a =
6
a
Bentuk-Bentuk Persamaan Eksponen
A. a
f(x)
= a
g(x)
® f(x) = g(x)
® Samakan bilangan pokoknya sehingga pangkatnya dapat disamakan.
contoh :
2 suku ® suku di ruas kanan, 1 suku di ruas kiri
1. Ö(8
2x-3)
= (32
x+1
)
1/4
(2
3
)
(2x-3)1/2
= (2
5
)
(x+1)1/4
2
(6x-9)/2
= 2
(5x-5)/4
(6x-9)/2 = (5x-5)/4
24x-36 = 10x+10
14x = 46
x = 46/14 = 23/7
2. 3
x²-3x+2
+ 3
x²-3x
= 10
3².3
x²-3x
+3
x²-3x
= 10
8
9.
3x²-3x
+ 3
x²-3x
= 10
10. 3
x²-3x
= 10
3
x² - 3x
= 3
0
x² - 3x = 0
x(x-3) = 0
x1 = 0 ; x2 = 3
3 suku ® gunakan pemisalan
1. 2
2x + 2
- 2
x+2
+ 1 = 0
2
2
.2
2x
- 2
2
.2
x
+ 1 = 0
Misalkan : 2
x
= p
2
2x
= (2x)² = p²
4p² -4p + 1 = 0
(2p-1)² = 0
2p - 1 = 0
p =1/2
2
x
= 2
-1
x = -1
2. 3
x
+ 3
3-x
- 28 = 10
3x + 3
3
/3
x
- 28 = 10
misal : 3
x
= p
p + 27/p - 28 = 0
p² - 28p + 27 = 0
(p-1)(p-27) = 0
p1 = 1 ® 3
x
= 3
0
x1 = 0
p2 = 27 ® 3
x
= 3
3
x2 = 3
9
B. a
f(x)
= b
f(x)
® f(x) = 0
Bilangan pokok berbeda, pangkat sama. Pangkatnya = 0.
Contoh:
3
x²-x-2
= 7
x²-x-2
x² - x -2 = 0
(x-2)(x+1) = 0
x1 = 2 ; x2 = -1
C. a
f(x)
= b
f(x)
® f(x) log a = g(x) log b
Bilangan pokok berbeda, pangkat berbeda. Diselesaikan dengan menggunakan
logaritma.
Contoh:
4
x-1
= 3
x+1
(x-1)log4 = (x+1)log3
xlog4 - log4 = x log 3 + log 3
x log 4 - x log 3 = log 3 + log 4
x (log4 - log3) = log 12
x log 4/3 = log 12
x log 4/3 = log 12
x = log 12/ log 4/3 =
4/3
log 12
D. f(x)
g(x)
= f(x)
h(x)

® Bilangan pokok (dalam fungsi) sama, pangkat berbeda.Tinjau beberapa
kemungkinan.
1. Pangkat sama g(x) = h(x)
2. Bilangan pokok f(x) = 1 ket: 1
g(x)
= 1
h(x)
= 1
10
3. Bilangan pokok f(x) = -1
Dengan syarat, setelah nilai x didapat dari f(x)=-1 , maka nilai
pangkatnya yaitu g(x) dan h(x) kedua-duanya harus genap atau kedua-duanya
harus ganjil.
ket :
g(x) dan h(x) Genap : (-1)
g(x)
= (-1)
h(x)
= 1
g(x) dan h(x) Ganjil : (-1)
g(x)
= (-1)
h(x)
= -1
4. Bilangan pokok f(x) = 0
Dengan syarat, setelah nilai x didapat dari f(x) = 0, maka nilai pangkatnya
yaitu g(x) dan h(x) kedua-duanya harus positif.
ket : g(x) dan h(x) positif ® 0
g(x)
= 0
h(x)
= 0
Contoh:
(x² + 5x + 5)
3x-2
= (x² + 5x + 5)
2x+3
1. Pangkat sama
3x - 2 = 2x + 3 ® x1 = 5
2. Bilangan pokok = 1
x² + 5x + 5 = 1
x² + 5x + 4 = 0 ® (x-1)(x-4) = 0 ® x2 = 1 ; x3 = 4
3. Bilangan pokok = -1
x² - 5x + 5 = -1
x² - 5x + 6 = 0 ® (x-2)(x-3) = 0 ® x = 1 ; x = 4
g(2) = 4 ; h(2) = 7 ; x=2 tak memenuhi karena (-1)4 ¹ (-1)7
g(3) = 7 ; h(3) = 9 ; x4 = 3 memenuhi karena (-1)7 = (-1)9 = -1
4. Bilangan pokok = 0
x² - 5x + 5 = 0 ® x
5,6
= (5 ± Ö5)/2
kedua-duanya memenuhi syarat, karena :
g(2 1/2 ± 1/2 Ö5) > 0
h(2 1/2 ± 1/2 Ö5) > 0
Harga x yang memenuhi persamaan diatas adal
HP : { x | x = 5,1,4,3,2 1/2 ± 1/2
2.3.2 Logaritma
Bentuk perpangkatan dapat ditulis dalam bentuk logaritma
operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau
Misalnya :
3
2 = 8 ·
2
log 8 = 3
Secara umum dapat ditulis bahwa :
Penulisan logaritma
a
log c akan mempunyai arti atau terdefinisi apabila
dan c > 0. dalam hal ini, a
disebut nilai yang dilogaritmakan
tersebut umumnya tidak ditulis, misalnya
Perhatikan grafik di bawah ini
Jika a
b
= c dengan
duanya memenuhi syarat, karena :
Harga x yang memenuhi persamaan diatas adalah :
HP : { x | x = 5,1,4,3,2 1/2 ± 1/2 Ö5}
Bentuk perpangkatan dapat ditulis dalam bentuk logaritma. Logaritma merupakan
yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan
log 8 = 3
Secara umum dapat ditulis bahwa :
log c akan mempunyai arti atau terdefinisi apabila a > 0
a disebut basis atau bilangan pokok logaritma
dilogaritmakan. Bila basis logaritma adalah 10 maka basis
tersebut umumnya tidak ditulis, misalnya
10
log 5 = log 5.
Perhatikan grafik di bawah ini
dengan a > 0 dan a ≠ 1 maka
a
log c = b
11
merupakan
pemangkatan.
a > 0, a ≠ 1
bilangan pokok logaritma dan c
Bila basis logaritma adalah 10 maka basis
12
Grafik logaritma terhadap basis yang berbeda. merah adalah terhadap basis e, hijau
adalah terhadap basis 10, dan ungu adalah terhadap basis 1.7. Perhatikan bahwa grafik
logaritma terhadap basis yang berbeda selalu melewati titik (1,0)
Rumus dasar logaritma:
b
c
= a ditulis sebagai
b
log a = c (b disebut basis)
Beberapa orang menuliskan
b
log a = c sebagai log
b
a = c.
Rumus-Rumus Logaritma
1. 0 1 log =
a
Contoh : Tentukan nilai dari 1 log
2
Jawab : 1 log
2
=0
2. 1 log = a
a
Contoh : Tentukan nilai dari 2 log
2
Jawab : 1 2 log
2
=
3. 1 log
1
÷ =
a
a
Contoh : Tentukan nilai dari
2
1
2
log
Jawab :
2
1
2
log = -1
4. b a
b a
= log
Contoh : Tentukan nilai dari 4 log
2
1
13
Jawab : 4 log
2
1
= 2
2
1
log
2
2
1
÷ = |
.
|

\
|
÷
5. bc c b
a a a
log log log = +
Contoh : Tentukan nilai dari 20 log
Jawab : 20 log = log 2.10 = log 2 + log10 = log 2 + 1
6.
c
b
c b
a a a
log log log = ÷
Contoh : Tentukan nilai dari 5 log
Jawab : 5 log = 2 log 1 2 log 10 log
2
10
log ÷ = ÷ =
7. b a
b a
=
log
Contoh : Tentukan nilai dari
3 log 2
2
Jawab :
3 log 2
2 =3
8.
a
b
b
c
c
a
log
log
log =
Contoh : Tentukan nilai dari
8 log
2 log
a
a
Jawab :
8 log
2 log
a
a
= ( )
3
1
8 log ` 2 log 3
1
8 8
= =
9.
a
b
b
a
log
1
log =
Contoh : Tentukan nilai dari 2 log
8
14
Jawab : 2 log
8
=
3
1
8 log
2 log
2
2
=
10. 0 , log . log log = = = c b
c
d
b b
a
c
d
a d a
c
Contoh : Tentukan nilai dari 8 log
4
Jawab : 8 log
4
=
2
3
2 log 2 log
2
1
2 3 2
2
= =
Kegunaan logaritma
Logaritma sering digunakan untuk memecahkan persamaan yang pangkatnya
tidak diketahui. Turunannya mudah dicari dan karena itu logaritma sering digunakan
sebagai solusi dari integral. Dalam persamaan b
n
= x, b dapat dicari dengan
pengakaran, n dengan logaritma, dan x dengan fungsi eksponensial.
Sains dan teknik
Dalam sains, terdapat banyak besaran yang umumnya diekspresikan dengan
logaritma. Sebabnya, dan contoh-contoh yang lebih lengkap, dapat dilihat di skala
logaritmik.
- Negatif dari logaritma berbasis 10 digunakan dalam kimia untuk
mengekspresikan konsentrasi ion hidronium (pH). Contohnya, konsentrasi ion
hidronium pada air adalah 10
−7
pada suhu 25 °C, sehingga pH-nya 7.
- Satuan bel (dengan simbol B) adalah satuan pengukur perbandingan (rasio),
seperti perbandingan nilai daya dan tegangan. Kebanyakan digunakan dalam
bidang telekomunikasi, elektronik, dan akustik. Salah satu sebab digunakannya
logaritma adalah karena telinga manusia mempersepsikan suara yang terdengar
secara logaritmik. Satuan Bel dinamakan untuk mengenang jasa Alexander
Graham Bell, seorang penemu di bidang telekomunikasi. Satuan desibel (dB),
yang sama dengan 0.1 bel, lebih sering digunakan.
- Skala Richter mengukur intensitas
logaritma berbasis 10.
- Dalam astronomi, magnitudo
skala logaritmik, karena
Penghitungan yang lebih mudah
Logaritma memindahkan fokus penghitungan dari bilangan normal ke pangkat
pangkat (eksponen). Bila basis logaritmanya sama, maka beberapa jenis penghitungan
menjadi lebih mudah menggunakan logaritma::
Penghitungan dengan
angka
Penghitungan dengan
Sifat-sifat diatas membuat penghitungan dengan eksponen menjadi lebih mudah,
dan penggunaan logaritma sangat penting, terutama sebelum tersedianya
sebagai hasil perkembangan teknologi modern.
Untuk mengkali dua angka, yang diperlukan adalah melihat logaritma masing
masing angka dalam tabel, menjumlahkannya, dan melihat antilog jumlah tersebut
dalam tabel. Untuk mengitung pangkat atau akar
bilangan tersebut dapat dilihat di tabel, lalu hanya mengkali atau membagi dengan
radix pangkat atau akar tersebut.
Turunan fungsi logaritma adalah
mengukur intensitas gempa bumi dengan menggunakan skala
magnitudo yang mengukur terangnya bintang menggunakan
skala logaritmik, karena mata manusia mempersepsikan terang secara logaritmik.
Penghitungan yang lebih mudah
memindahkan fokus penghitungan dari bilangan normal ke pangkat
pangkat (eksponen). Bila basis logaritmanya sama, maka beberapa jenis penghitungan
menjadi lebih mudah menggunakan logaritma::
Penghitungan dengan
eksponen
Identitas Logaritma
sifat diatas membuat penghitungan dengan eksponen menjadi lebih mudah,
dan penggunaan logaritma sangat penting, terutama sebelum tersedianya kalkulator
sebagai hasil perkembangan teknologi modern.
Untuk mengkali dua angka, yang diperlukan adalah melihat logaritma masing
masing angka dalam tabel, menjumlahkannya, dan melihat antilog jumlah tersebut
dalam tabel. Untuk mengitung pangkat atau akar dari sebuah bilangan, logaritma
bilangan tersebut dapat dilihat di tabel, lalu hanya mengkali atau membagi dengan
pangkat atau akar tersebut.
fungsi logaritma adalah
15
dengan menggunakan skala
yang mengukur terangnya bintang menggunakan
manusia mempersepsikan terang secara logaritmik.
memindahkan fokus penghitungan dari bilangan normal ke pangkat-
pangkat (eksponen). Bila basis logaritmanya sama, maka beberapa jenis penghitungan
Logaritma
sifat diatas membuat penghitungan dengan eksponen menjadi lebih mudah,
kalkulator
Untuk mengkali dua angka, yang diperlukan adalah melihat logaritma masing-
masing angka dalam tabel, menjumlahkannya, dan melihat antilog jumlah tersebut
dari sebuah bilangan, logaritma
bilangan tersebut dapat dilihat di tabel, lalu hanya mengkali atau membagi dengan
dimana ln adalah logaritma natural, yaitu logaritma yang berbasis
rumus diatas dapat disederhanakan menjadi
Integral fungsi garitma adalah
Integral logaritma berbasis e adalah
Penghitungan nilai logaritma
Nilai logaritma dengan basis b dapat dihitung dengan rumus dibawah ini.
Sedangkan untuk logaritma berbasis e dan berbasis 2, terdapat prosedur
yang umum, yang hanya menggunakan penjumlahan, pengurangan,
pembagian.
dimana ln adalah logaritma natural, yaitu logaritma yang berbasis e. Jika b =
rumus diatas dapat disederhanakan menjadi
fungsi garitma adalah
e adalah
Penghitungan nilai logaritma
Nilai logaritma dengan basis b dapat dihitung dengan rumus dibawah ini.
Sedangkan untuk logaritma berbasis e dan berbasis 2, terdapat prosedur-prosedur
yang umum, yang hanya menggunakan penjumlahan, pengurangan, pengkalian, dan
16
= e, maka
prosedur
pengkalian, dan
17
2.4 Aplikasi Kalkulus dalam perhitungan pH, pOH, dan pK
w
dalam Asam-Basa
2.4.1 Eksponen
Notasi eksponen yaitu sebuah bilangan dinyatakan sebagai bagian desimal yang
dikalikan dengan 10 yang diberi pangkat yang tepat.
Contoh :
200 = 2 x 10 x 10 = 2 x 10
2
205000 = 2,,05 x 100000 = 2,05 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 2,05 x 10
5
Jika tanda desimal dipindahkan ke kiri maka eksponen pada 10 betranda positif,
sedangkan jika tanda desimal dipindahkan ke kanan eksponen pada 10 bertanda
negatif.
Contoh :
205000 = 2,05 x 10
5
0,000000315 = 3,15 x 10
-7
1. Perkalian pada eksponen
Pada perkalian, bagian desimal dari bilangan itu dikalikan, dan eksponen pada 10
ditambahkan secara aljabar.
Contoh :
(2,0 x 10
4
) x (3,0 x 10
3
) = (2,0 x 3,0) x 10
(4+3
= 6,0 x 10
7
(4,0 x 10
8
) x (-2,0 x 10
-5
) = [4,0 x (-2,0)] x 10
[8+(-5)}
= -8,0 x 10
3
2. Pembagian pada eksponen
Bagian desimal dibagi, dan eksponen pada 10 dalam penybut dikurangkan secara
aljabar dari eksponen pada 10 dalam pembilang.
Contoh :
3
7
10 0 , 4
10 0 , 8
×
×
= |
.
|

\
|
0 , 4
0 , 8
x 10
(7-3)
= 2,0 x 10
4
Dalam mengubah suatu bilangan dari suatu bentuk ke bentuk lain salah satu
bagian bilangan diperbesar, sedangkan bagian lainnya diperkecil.
Contoh :
8,25 x 10
6
|
.
|

\
|
100
100
= (8,25 x 100)
|
|
.
|

\
|
×
2
6
10
10
= 825 x 10
4
3. Penambahan dan penguran pada eksponen
18
Untuk melakukan penambahan dan pengurangan, mula-mula setiap kuantitas
harus dituliskan dengan pangkat yang sama dari 10 kemudian dilakukan pada bagian
desimalnya (pangkat dari 10 itu tetap sama).
Contoh :
(2,17 x 10
5
) + (3,0 x 10
4
) =
Jawab :

5
5
5
10 47 , 2
10 30 , 0
10 17 , 2
×
+ ×
×
atau
4
4
4
10 7 , 24
10 0 , 3
10 7 , 21
×
+ ×
×
2.4.2 Logaritma
Karena logaritma merupakan sebuah eksponen, maka ketika kita melakukan
operasi matematika, aturan yang berlaku pada eksponen juga berlaku pada logaritma.
Perkalian (tambahan eksponen, tambahan logaritma), pembagian (kurangkan
eksponen, kurangkan logaritma).
Contoh :
Untuk perkalian :
= 10
3+4
=
log (10
3
x 10
4
) = log (10
3
) + log (10
4
) = 3 + 4 = 7 = log (10
7
)
Untuk pembagian :
= 10
8-6
=
log
|
|
.
|

\
|
6
8
10
10
= log (10
8
) – log (10
6
) = 8 – 6 = 2 = log (10
2
)
Apa yang sudah dipelajari tentang logaritma dapat digunakan untuk
menyelesaikan soal-soal yang berkenaan dengan pH. pH larutan berarti didefinisikan
sebagai :
pH = - log [H
+
]
Dengan [H
+
] merupakan konsentrasi molar ion hidrogen di dalam larutan.
10
7
10
3
x 10
4
10
7
10
3
x 10
4
19
2.4.3 Aplikasi dalam Soal
1. Berapakah konsentrasi ion OH
-
dalam larutan jika konsentrasi ion H
+
= 2 x 10
-3
?
(diketahui K
w
= 1. 10
-14
)
Jawab:
Dalam larutan berair berlaku: [ H
+
] . [OH
-
] = 1. 10
-14
Jika [ H
+
] = 2 x 10
-3
, maka (2 x 10
-3
) [OH
-
] = 1. 10
-14
[OH
-
] =
12
3
14
10 5
10 2
10 1
÷
÷
÷
= x
x
x
2. Berapakah pH dari Ba(OH)
2
0,001 M ?
Jawab:
Ba(OH)
2
(aq) → Ba
2+
(aq) + 2OH
-
(aq)
[OH
-
] = 2 x [Ba(OH)
2
]
= 2 x 0,001 M
= 2 x 10
-3
pOH = -log 2 x 10
-3
= 3 – log 2
pH = 14 – pOH = 11 + log 2
3. Hitunglah pH larutan 0,050 M natrium hidroksida, NaOH!
Karena NaOH adalah basa kuat, dapatt diandaikan bahwa NaOH 0,050 M adaalah
0,050 atau 5,0 x 10
-2
M adalah ion OH
-
. Sebelum menghitung pH, mula-mula
dicari konsentrasi H
+
:
K
w
= [ H
+
] . [OH
-
]
1. 10
-14
= [ H
+
] (5,0 x 10
-2
)
[ H
+
] =
13
2
14
10 0 , 2
10 0 , 5
10 0 , 1
÷
÷
÷
= x
x
x
M
Kemudian pH dihitung dengan cara yang lazim:
pH = -log [ H
+
]
= -log (
13
10 0 , 2
÷
x ) = -log 2,0 – log 10
-13
= -log 2,0 – (-13) = 13 – log 2,0 = 13 – 0,30 = 12,70
20
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa logaritma dan eksponen
merupakan prosedur perhitungan dan pengaplikasian kalkulus untuk kimia dasar
khususnya pada perhitungan pH, pOH, dan pK
w
dalam asam-basa.
21
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Akhril. 1984. Mengerti Kimia 1. Bandung: Bumi Siliwangi Mengabdi (BSM).
Ahmad, Hiskia. 1990. Kimia Larutan. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Anshory, Irfan dan Hiskia Achmad. 2003. Kimia SMU Untuk Kelas 3.
Jakarta:Erlangga.
Brady, James E. 1999. Kimia Universitas. Jakarta : Binarupa Aksara.
Day, R.A dan Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.
http: // free. Vlsm.org./v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Matematika/0359
% 20 Mat % 202-16.htm
id. Wikipedia. Org/wiki/logaritma-31k
Keenan dkk. 1996. Kimia untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
Martin, Alfred dkk. 1993. Farmasi Fisik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Primagama. 1999. Modul Belajar Kimia. Yogyakarta: Primagama.
Purba, Michael. 1997. Ilmu Kimia. Jakarta: Erlangga.
Purba, Michael. 2002. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Purba, Michael. 2003. Kimia 2000. Jakarta: Erlangga
Respati. 1981. Dasar-dasar Ilmu Kimia. Jakarta: Prineka Cipta.
Simangunsong, Wilson. 1991. Matematika Dasar . Jakarta: Erlangga.
Sudarmo, Unggul. 2005. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Sutresna, Nana dan Dindin Solehudin. 2003. Kimia. Bandung: Grafindo Media
Pratama.
Sutresna, Nana. 2005. Kimia Untuk SMA Kelas XI Semester 2. Bandung: Grafindo
Media Pratama.
Tim Kimia. 1994. Kimia 2. Jakarta: Yudhistira.
Wahyudin. 1989. Matematika. Bandung: Epsilon Group.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->