P. 1
Kebisingan

Kebisingan

|Views: 1,980|Likes:
Kebisingan diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dan sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. (JIS Z 8106,IEC60050-801 kosa kata elektro-teknik Internasional Bab 801:Akustikal dan elektroakustikal). Kebisingan yaitu bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMenLH No.48 Tahun 1996) atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (KepMenNaker No.51 Tahun 1999). Untuk mendownload silahkan kunjungi alamat URL berikut http://bit.ly/asvviM
Kebisingan diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dan sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. (JIS Z 8106,IEC60050-801 kosa kata elektro-teknik Internasional Bab 801:Akustikal dan elektroakustikal). Kebisingan yaitu bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMenLH No.48 Tahun 1996) atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (KepMenNaker No.51 Tahun 1999). Untuk mendownload silahkan kunjungi alamat URL berikut http://bit.ly/asvviM

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: iyandri tiluk wahyono on May 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

PENGUKURAN KEBISINGAN

A WAKTU PELAKSANAAN Hari Tanggal Tempat B : Senin : 26 Oktober 2009 : Ruang Perpustakaan

TUJUAN Mahasiswa dapat melakukan pengukuran dan menghitung tingkat kebisingan lingkungan dan tempat kerja

C

DASAR TEORI Kebisingan diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dan sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. (JIS Z 8106,IEC60050-801 kosa kata elektro-teknik Internasional Bab 801:Akustikal dan elektroakustikal). Kebisingan yaitu bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMenLH No.48 Tahun 1996) atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (KepMenNaker No.51 Tahun 1999). Diantara pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran atau polusi kebisingan dianggap istimewa dalam hal : (1) penilaian pribadi dan subjektif sangat menentukan untuk mengenali suara sebagai pencemaran kebisingan atau tidak, (2) kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran udara dan pencemaran air dan bising pesawat merupakan pengecualian.

Kebisingan

dapat

diklasifikasikan

menurut

spektrum

frekuensinya, yaitu spektrum kontinu, spektrum garis dan spektrum kompleks. Berdasarkan waktunya, ada kebisingan mantap: fluktuasi tingkat tekanan suaranya kecil sehingga dapat diabaikan; kebisingan tak mantap: fluktuasinya besar selama pengamatan; kebisingan impulsif, terdiri atas satu atau lebih letupan energi dengan durasi kurang dari satu detik. Beberapa sumber bising ialah: 1. Lalu lintas. Terjadi di kota-kota besar dan didominasi oleh kendaraan seperti truk, dump truck sampah, bis, sepeda motor, generator dan vibrasi kendaraan. 2. Industri. Awalnya, pengaruh kebisingan ini lebih banyak menyangkut lingkungan di dalam industri. Tetapi akhirnya dirasakan juga oleh penduduk di sekitarnya. Inilah yang menghantui warga di sekitar calon PLTSa. 3. Permukiman Penyebab utamanya: kegiatan rumah tangga, fan, hair dryer, mixer, gergaji mesin, mesin pemotong rumput, vacum cleaner dan peralatan domestik lainnya. 4. Konstruksi Pembangunan PLTSa, jalan, gedung, dll yang menggunakan alatalat berat dapat menimbulkan bising. Secara garis besar tingkat tekanan suaranya dapat dilihat di tabel ini dan semuanya jauh di atas 60 dBA. Decibel (dB) adalah ukuran energi bunyi atau kuantitas yang dipergunakan sebagai unit-unit tingkat tekanan suara berbobot A. Yang dilakukan untuk mensederhanakan plot-plot multipel seperti pada gambar dan untuk secara kira-kira menyebandingkan kuantitas logaritmik dari stimulus untuk stimulus akustik yang diterima telinga

manusia dari luar. Untuk menilai kebisingan diperlukan untuk menghitung tambahnya atau kurangnya tingkat tekanan suara berbobot A rata-ratanya dan sebagainya. Pengukuran Kebisingan 1. Dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran dengan NAB yang ditetapkan 2. Pengukuran untuk pengendalian dilakukan di tempat kerja pada pagi,siang dan sore 3. Pengukuran untuk mengetahu efek kebisingan dilakukan secara intenif selama jam kerja, bila pekerja berpindah maka pengukuran mengikuti perpindahan 4. Alat yang dipergunakan adalah Sound Level Metel Pengendalian Kebisingan =>Dalam ruangan 1. Pengendalian sumber (simpul I ) : Meredam getaran,mengurangi luas perm getaran,mengatur waktu operasional 2. Pengendalian Media (Simpul II) : memasang peredam, memperbesar jarak. 3. Pengendalian Penerima (Simpul III & IV ) : APD, Diklat kerja, Perbaikan perilaku kerja, Perawatan Penderita. =>Pengendalian di Lingkungan Bebas 1. Penanaman pohon sepanjang jalan 2. Perencanaan lokasi Industri 3. Pengaturan lalu lintas

D ALAT dan BAHAN
1. 2. 3. Sound Level Meter Formulir Pencatat Waktu

E PERSIAPAN ALAT 1. 2. Periksa kondisi baterrey Kalibrasi alat

F CARA PENGUKURAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Tentukan titik sampling yang baik, jarak dari dinding pemantul 2 – 3 meter Letakan/pegang sound level meter pada ketinggian 1,00 – 1,20 meter Arahkan mikrofon ke sumber suara Hidupkan SLM dengan menggeser tombol swicht On/Of Setel respon F (fast) Dan ilter A pada intensitas yang kontinue atau slow pada intensitas impulsive. Geser range suara Catat angka yang muncul pada display setiap 5 detik pada formulir Bis 1 Lakukan pengukuran selama 12 – 15 menit Kelompokan hasil pengukuran dengan Formulir Bis – 2 Hitung tingkat kebisingan dengan rumus sebagai berikut P1 X = L1 + ( -------------------------------- ) C P1 + P2 Keterangan : X L1 P1 P2 C : Tingkat Kebisingan : Batas bawah kelas yang mengandung modus : Beda frekuensi klas modus dengan klas dibawahnya : Beda frekuensi klas modus dengan klas di atasnya : Lebar Klas

G

DATA HASIL PENGUKURAN

1.

Lokasi Yogyakarta

:

Perpustakaan

Terpadu

Poltekkes

Depkes

FORMULIR BIS – 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 48 48 58 62 48 58 62 62 48 2 56 61 53 53 61 53 48 56 56 55 62 53 3 48 62 49 54 62 49 54 62 53 53 53 62 4 48 49 56 55 49 56 55 53 49 50 62 53 5 49 54 62 53 51 49 51 57 56 55 53 56 6 56 55 53 62 49 55 58 62 48 58 62 48 7 49 60 62 53 62 62 53 53 59 48 49 61 8 55 61 53 62 53 48 49 54 62 49 54 62 9 56 51 53 53 54 62 60 55 53 56 55 53 10 50 49 55 53 55 49 54 56 62 56 55 53

10 54 11 62 12 62

FORMULIR BIS –2 KLAS INTERVAL 30 – 34 35 –39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 85 – 89 90 – 94 95 – 99 100 – 104 105 – 109 110 – 114 JUMLAH PROSEN JUMLAH PROSEN KOMULATIF KOMULATIF

25 36 30 29

20,8 30 25 24,2

25 61 91 120

20,8 50.83 75,83 100

PENGHITUNGAN
Tingkat Kebisingan (X) Diketahui: L1 P1 P2 = 49,5 =6 =9

C Ditanyakan:

=5

Tingkat kebisingan (X) Jawab: P1 X = L1 + ( -------------------------------- ) C P1 + P2 6 = 49,5 + ( --------------------------- ) 5 6 +9 = 67,5 dB H. KESIMPULAN 1. Pengukuran kebisngan dilakukan minimal 3 meter dari dinding pemantul. 2. Pencatatn pengukuran dilakukan setiap 5 detik sekali dalam jangka waktu 10 menit setiap jamnya. 3. Diruang perpustakaan angka kebisingan adalah 67,5 dB

PENGUKURAN PENCAHAYAAN
A TUJUAN Mahasiswa dapat melakukan pengkuran pencahayaan suatu ruang Dan menghitung tingkat pencahayaan B DASAR TEORI

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Cahaya pun dapat didefinisikan sebagai paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Sinar atau cahaya dapat diukur dengan alat pengukur cahaya atau lux meter. Meskipun demikian alat ini biasanya harganya sangat mahal sehingga hanya para professional yang sering menggunakannya. Alternatif lain untuk mengukur cahaya adalah dengan menggunakan light meter yang digunakan dalam fotografi, atau anda bisa menggunakan kamera foto anda sebagai alat pengukur sinar di akuarium anda. Adapun ukuran – ukuran dalam pencahayaan adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Candle / candela ( cd ) => I : Luminous Intensity, jumlah Lumen ( lm ) : luminous flux, jumlah cahaya yang Foot candle ( Fc ) => E : illumination, flux cahaya yang cahaya yang dipancarkan persatuan sudut. dipancarkan per detik. diterima oleh satuan area tertentu.

C ALAT DAN BAHAN 1. 2. Lux meter ATK ( alat tulis kertas )

D PERSIAPAN 1. Chech baterrey 2. Kalibrasi alat

E CARA KERJA 1. 2. 1,2 meter 3. 4. 5. 6. 7. Mengarahkan receptor pada sumber cahaya Menghidupkan dengan menggeser tombol On/Of Mengatur range sesuai dengan kuat cahaya Mencatat angka yang muncul pada display Mengulangi 3 kali pada setiap titik. Tentukan titik pengambilan sample, jarak dari dinding pemantul minimal 1 meter Meletakkan/memegang alat dengan ketinggian 1 –

F DATA HASIL PENGUKURAN 1. Lokasi : Ruang Hiperkes Poltekkes Depkes Yogyakarta Titik 1 : 13 lux Titik 2 : 34,16 lux Titik 3 : 74,31 lux 2. Lokasi : Ruang Perpustakaan Terpadu Poltekkes Depkes Yogyakarta Titik 1 : 28 lux Titik 2 : 9,36 lux Titik 3 : 2,44 lux 3. Lokasi : Ruang Auditorium Poltekkes Depkes Yogyakarta Titik 1 : 19 lux Titik 2 : 56,37 lux Titik 3 : 58,43 lux Titik 4 : 2,21 lux Titik 5 : 55,45 lux Titik 4 : 3,25 lux Titik 5 : 3,67 lux Titik 4 : 72,30 lux Titik 5 : 11,32 lux

G ANALISIS DATA Rata – rata hasil pengukuran pencahayaan di tiap lokasi adalah sebagai berikut : 1. Ruang Hiperkes

= 2.

41 lux Ruang Perpustakaan Terpadu

= 3.

9,34 lux Ruang Auditorium

= H 1. 2. 3. sebesar 41

38,29 lux

KESIMPULAN Cara pengukuran menggunakan cahaya lokal, yaitu pengukuran intensitas ruang pada titik tertentu sebanyak 5 titik. Pengukuran dilakukan dengan jarak 1 meter dari dinding pemantul. Hasil pengukuran pencahayaan di ruang Hyperkes lux; di ruang Perpustakaan Poltekkes Depkes Yogyakarta sebesar 9,34 lux dan di ruang Auditorium Poltekkes Depkes Yogyakarta sebesar 38,29 lux.

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN KEBISINGAN DAN PENGUKURAN PENCAHAYAAN
Disusun untuk Mememuhi Tugas Mata Kuliah Penyehatan Udara Semester III

Disusun Oleh : Reguler Kelompok B ( 8021 – 8040 ) Semester III

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2009

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->