P. 1
SISTEM PERNAPASAN

SISTEM PERNAPASAN

|Views: 819|Likes:
Published by Rusyana Anay

More info:

Published by: Rusyana Anay on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

SISTEM PERNAPASAN

(MAKALAH)
Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia Dosen TITA JUITA, Dra. MPd. MKes.

1. 2. 3. 4.

Disusun oleh : Muhammad Romzi Rusyana Nunu Tating Susila

NPM. 2119060054 NPM. 2119060080 NPM. 2119060066 NPM. 2119060089

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS GALUH CIAMIS TAHUN 2008

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjtkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik serta hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan sebuah makalah yang berjudul “Sistem Pernapasan”. Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Selain itu, untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas berkenaan dengan judul makalah yang kami susun. Dalam penyusunan makalah ini kami menemukan beberapa kendala, namun berkat partisifasi dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Yth. Tita Juita Dra. MPd. MKes. selaku Dosen Mata Kuliah An. Fis. Tubuh Manusia 2. Semua rekan-rekan mahasiswa atas segala partisipasi yang telah diberikan. 3. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya. Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi kita semua. Amien.

Ciamis, Nopember 2008 Penyusun

ii

DAFTAR ISI
halaman i ii iii 1 1 1 1 2 2 5 6 7 10 10 11 12

Halaman Jilid......................................................................................................... Kata Pengantar....................................................................................................... Daftar Isi................................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1.1. Latar belakang.............................................................................. 1.2. Rumusan masalah......................................................................... 1.3. Tujuan penulisan.......................................................................... BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2.1. Ventilasi Paru............................................................................... 2.2 Respirasi Ekternal......................................................................... 2.3. Respirasi Internal.......................................................................... 2.4. Kendali Respirasi.......................................................................... BAB III SIMPULAN DAN SARAN................................................................... 3.1. Simpulan....................................................................................... 3.2. Saran............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA............................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Pada saat kita bernapas akanterasa udara keluar masuk. Keluar masuknya udara itlah yang menyebabkan rongga dada bergerak. Secara sederhana, proses pernapasan merupakan proses keluar masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena hal tersebut di atas, untuk mengetahui lebih banyak tentang pernapasan, maka kami kan mencoba menggali, mengkaji, dan memaparkan tentang pernapasan yang akan kami susun dalam sebuah makalah yang berjudul “Sistem Pernapasan” 1.2. Rumusan masalah a. Tahukah kamu tentang ventilasi paru ? b. Tahukah kamu tentang respirasi ekternal ? c. Tahukah kamu tentang respirasi internal ? d. Tahukan kamu tentang kendali respirasi ? 1.3. Tujuan a. Mengetahu tentang ventilasi paru ? b. Mengetahui tentang respirasi ekternal ? c. Mengetahui tentang respirasi internal ? d. Mengetahui dan memahami tentang kendali respirasi ?

1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Ventilasi Paru Ventilasi paru atau alat pertukaran udara pada paru-paru. Paru-paru ada dua, merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga dada, terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastum. Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apex (puncak) di atas dan muncul sedikit lebih tinggi dari klavikula di dalam dasar leher. Pangkal paru-paru duduk di atas landai rongga torax, di atas diafragma. Paru-paru mempunyai permukaan luar yang menyentuh iga-iga, permukaan dalam yang memuat tampuk paru-paru- sisi belakang yang menyentuh tulang belakang dan sisi depan yang menutupi sebagian sisi depan jantung. Lobus paru-paru (belahan paru-paru). Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paruparu kiri dua lobus. Setiap lobus tersusun atar lobula. Sebuah pipa bronkhial kecil masuk ke dalam setiap lobula dan semakin ia bercabang, semakin menjadi tipis dan akhirnya berakhir menjadi kantong kecil-kecil, yang merupakan kantong-kantong udara paru-paru. Jaringan paru-paru adalah elastik, berpori dan seperti spon. Di dalam air paru-paru mengapung karena udara yang ada di dalamnya.

Bronkhus pulmonaris. Trakhea terbelah menjadi dua bronkhus utama; bronkhus ini bercabang lagi sebelum masuk paru-paru. Dalam perjalanannya menjelajahi paru-paru bronkhus-bronkhus pulmonaris bercabang dan beranting lai

2

banyak sekali. Saluran yang besar mempertahankan struktur serupa dengan yang dari trakhea, mempunyai dinding fibrusa berotot yang mengandung bahan tulang rawan dan dilapisi epitelium bersilia. Makin kecil salurannya, makin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrusa berotot dan lapisan silia.

Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut vestibula, dan di sini membran pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisa epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Dari vestibula berjalan beberapa infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal epitelium pipih, dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara – suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. Pembuluh darah dalam paru-paru. Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru; cabng-cabangnya menyentuh saluran-saluran bronkhial, bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi arteriola halus; arteriola itu membelah-belah dan membentuk jaringan kapiler dan kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara. Kapiler halus itu hanya dapat memuat sedikit, maka praktis dapat dikatakan sel-sel darah merah membuat baris tunggal. Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis, maka pertukaran gas berlangsung dengan difusi, yang merupakan fungsi pernapasan. Kapiler paru-paru bersatu dan bersatu lagi sampai menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonaris meninggalkan setiap paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aorta.

3

Pembuluh darah yang dilukiskan sebagai arteria bronkhialis membawa darah berisi oksigen langsung dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makan dan mengantarkan oksigen ke dalam jaringan paru-paru sendiri. Cabang akhir arteriarteri ini membentukplexus kapiler yang tampak jelas dan terpisah dari yang terbentuk oleh cabang akhir arteri pulmonaris, tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu ke dalam vena pulmonaris dan darah itu kemudian dibawa masuk ke dalam vena pulmonaris. Sisa darah itu diantarkan dari setiap paru-paru oleh vena bronkhialis dan ada yang dapat mencapai vena kava superior. Maka dengan demikian paru-paru mempunyai persediaan darah ganda. Hilus (tampak) paru-paru dibentuk oleh struktur berikut : Arteri pulmonalis, yang mengembalikan darah tanpa oksigen ke dalam paru-paru untuk diisi oksigen.d Vena pulmonalis, yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru-paru ke jantung. Bronkhus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkhial, merupakan jalan udara utama. Arteri bronkhialis, keluar dari aorta dan mengantarkan darah arteri ke jaringan paruparu. Vena bronkhialis, mengembalikan sebagian darah dari paru-paru ke vena kava superior. Pembuluh limfe, yang masuk keluar paru-paru, sangat banyak. Pernapasan. Paru-paru mendapat pelayanan dari saraf vagus dan saraf simpati. Kelenjar limfe. Semua pembuluh limfe yang menjelajahi struktur paru-paru dapat menyalurkan ke dalam kelenjar yang ada di tampuk paru-paru. Pleura. Setiap paru-paru dilapisi oleh membran serosa rangkap dua, yaitu pleura. Pleura viseralis erat melapisi paru-paru, masuk ke dalam fisura dan dengan demikian memisahkan labus satu dari yang lain. Membaran ini kemudian dilipat kembali di sebelah tampuk paru-paru dan membentuk pleura parietalis, dan melapisi bagian dalam dinding dada. Pleura yang melapisi iga-iga adalah pleura kostalis, bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika, dan bagian yang teretak di leher ialah pleura servikalis. Pleura ini diperkuat oleh membran yang kuat bernama membaran suprapleuralis (fasia Sibson) dan di atas memberan ini terletak arteri subklavia.

4

Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat sedikit exsudat untuk meminyaki permukaannya dan menghidarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang sewaktu bernapas bergerak. Dalamkeadaan sehat kedua lapisan itu satu dengan yang lain erat bersentuhan. Ruang atau rongga pleura itu hanyalah ruang yang tidak nyata; tetapi dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.

2.2. Respirasi Eksternal Fungsi paru-paru ialah pertukaran gas dan karbon dioksida. Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan externa, oksigen dipungut melalui hidung dan mulut, pada waktu bernapas; oksigen masuk melalui trakhea dan pipa bronkhial ke alveoli, dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler pulmonaris. Hanya satu lapis membran alveoli kapiler, memisahkan oksigen dari darah. oksigen menembus membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa di dalam arterike semua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg dan pada tingkat ini hemoglobinnya 95 persen jenis oksigen. Di dalam paru-paru, karbon dioksida, salah satu hasil buangan metabolisme, menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkhial dan trakhea, dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan externa : a. Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. b. Arus darah melalui paru-paru c. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh. d. Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi daripada oksigen Semua proses ini diatur sedemikian rupa sehingga darah yang meninggalkan paru-parumenerima jumlah tepat CO2 dan O2. Pada waktu gerak badan lebih banyak

5

darah datang di paru-paru membawa terlalu banyak CO2 dan terlampau sedikit O2; jumlah CO2 itu tidak dapat dikeluarkan, maka konsentrasinya dalam darah arteri bertambah. Hal ini merangsang pusat pernapasan dalam otak untuk memperbesar kecepatan dan dalamnya pernapasan. Penambahan ventilasi yang dengan demikian terjadi mengeluarkan CO2 dan memungut lebih banyak CO2.

2.3. Respirasi Internal Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen (oxihemoglobin), mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, di mana darah bergerak sangat lambat. Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin untuk memungkinkanoksigen berlangsung, dan darah menerima, sebagai gantinya, hasil buangan oksidasi, yaitukarbon dioksida.

Perubahan-perubahan berikut terjadi dalam komposisi udara dalam alveoli, yang disebabkan pernapasan externa dan pernapasan jaringan. Udara (atmosfer) yang dihirup : Nitrogen 79%, oksigen 20%, karbon dioksida 0-04%. Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembaban atmosfer. Udara yang dihembuskan : Nitrogen 79%, oksigen 16%, karbondioksida 4-0,4%. Udara yang dihembuskan jenuh dengan uap air dan mempunyai suhu yang sama dengan badan (20% panas badan hilang untuk pernapasan udara yang dikeluarkan). Daya muat udara oleh paru-paru. Besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4.500 ml sampai 5.000 ml atau 4,5 sampai 5 liter udara. Hanya sebagian kecil dari udara ini,kira-kira sepersepuluhnya atau 500ml adalah udara pasang-surut (tidal

6

air), yaitu yang dihirup masuk dan dihembuskan keluar pada pernapasan biasa dengan tenang. Kapasitas vital. Volume udara yang dapat dicapai masuk dan keluar paruparu pada penarikan napas dan pengeluaran napas paling kuat, disebut kapasitas vital paru-paru. Diukurnya dengan alat spirometer. Pada seorang laki, normal 4-5 liter dan pada seorang perempuan, 3-4 liter. Kapasitas itu berkurang pada penyakit paru-paru, pada penyakit jantung (yang menimbulkan kongesti paru-paru) dan pada kelemahan otot pernapasan.

2.4. Kendali Respirasi Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama, kimiawi, dan pengendalian oleh saraf. Beberapa faktor tertentu merangsang pusat pernapasan yang terletak di dalam medula oblongata, dan kalau dirangsang maka pusat itu mengeluarkan impuls yang disalurkan oleh saraf spinalis ke otot pernapasan – yaitu otot diafragma dan otot interkostalis. Pengendalian oleh saraf. Pusat pernapasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan. Melalui beberapa radix saraf servikalis impuls ini diantarkan ke diafragma oleh saraf frenikus; Dan di bagian yang lebih rendah pada sumsum belakang, impulsnya berjalan dari daerah torax melalui saraf interkostalis untuk merangsang otot diafragma dan interkostal yang kecepatan kira-kira 15 kali setiap menit. Impuls eferen yang dirangsang oleh pemekaran gelembung udara, diantarkan oleh saraf vagus ke pusat pernapasan di dalam medula. Pengendalian secara kimiawi. Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan. Pusat pernapasan di dalamsumsum sangat peka pada rekasi; kadar alkali darah harus dipertahankan. Karbon dioksida adalah produk asam dari metabolisme, dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan. Kedua pengendalian, melalui saraf dan secara kimiawi, adalah penting. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernapas terus. Dalam paralisa otot pernapasan (interkostal, dan diafragma), digunakan ventilasi paru-paru atau satu alat pernapasan

7

buatan lainnya untuk melanjutkan pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru. Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan dalamnya pernapasan.. gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot untuk memberi energi yang diperlukan untuk pekerjaan, akan menimbulkan kenaikan pada jumlah karbon dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesaran ventilasi paru-paru. Emosi, rasa sakit dan takut misalnya, menyebabkan impuls yang merangsang pusat pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat. Impuls eferen dari kulit menghasilkan efek serupa – bila badan dicelup dalam air dingin atau menerima guyuran air dingin, maka penarikan napas kuat menyusul. Pengendalian saraf sadar atas gerakan pernapasan mungkin, tetapi tidak dapat dijalankan lama, oleh sebab gerakannya adalah otomatik. Suatu usaha untuk menahan napas untuk waktu lama akan gagal karena pertambahan karbon dioksida yang melebihi normal di dalam darah akan menimbulkan rasa tak enak. Kecapatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Kalau bernapas secara normasl maka ekspirasi akan menyusul inspirasi, dan kemudian dada istirahat sebentar. Inspirasi-ekspirasip-istirahat. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirsi-istirahat-ekspirasi. Hal ini disebut pernapasan terbalik. Kecepatan normal setiap menit : bayi baru lahir 30-40. Dua belas bulan 30. Dari dua sampai lima tahun 24. orang dewasa 10-20. Gerakan pernapasa. Dua saat sewaktu pernapasa, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi atau menarik napas adalah proses aktif yang diselenggarakan oleh kerja otot. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas samapai ke bawah, yaitu vertikal. Penaikan iga-iga dan sternum, yang ditimbulkan oleh kontraksi otot interkostalis, meluaskan rongga dada ke kedua sisi dandari belakang ke depan. Paru-paru yang bersipat elastik mengembang untuk mengisi ruang yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. Otot interkostal externa diberi peran sebagai otot tambahan, hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar. Pada ekspirasi, udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-paru kempes kembali, disebakan sifat elastik paru-paru itu. Gerakan ini adalah proses pasif. 8

Ketika pernapasan sangat kuat, gerakan dada bertambah. Otot leher dan bahu membantu menarik-iga-iga dan sternum ke atas. Otot sebelah belakang dan abdomen juga dibawa bergerak dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang-kempis). Kebutuhan tubuh akan oksigen. Dalam banyak keadaan, termasuk yang telah disebut, oksigen dapat diatur menurut keperluan. Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya; kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. Keadaan genting timbul bila misalnya seorang anak menudungi kepala dan mukanya dengan kantong plastik dan menjadi mati lemas. Tetapi bila penyediaan oksigen hanya berkurang, maka pasien menjadi kacau pikiran – ia menderita anoxia serebralis. Hal ini tejadi pada orang yang bekerja dalam ruangan sempit tertutup seperti dalam ruangan kapal, di dalam tank dan ruang ketel uap; oksigen yang ada, merek habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk pernapasan atau tidak dipindahkan ke udara yang normal, maka mereka akan meninggal karena anoxemia atau disingkat anoxia. Istilah lainnya ialah hipoxemia, atau hipoxia. Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi maka warna merahnya hilang dan menjadi kebiru-biruan, bibir, telinga, lengan dan kaki pasien menjadi kebirubiruan dan ia disebut menderita sianosis. Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas, bukan saja terkena anoxia tetapi ia juga mengirup karbon monoksida yang bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel merah, menyingkirkan isi normal oksigen. Dalam hal ini bibir tidak kebiru-biruan, melainkan merah ceri yang khas. Pengobatan yang diperlukan ialah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfer atau lima atmosfer.

9

BAB III SIMPULAN DAN SARAN

3.1

Simpulan Setelah kami gali, kaji, dan paparkan maka kami dapat memberikan kesimpulan bahwa : 1. Ventilasi paru ataualat pernapasan paru-paru teridiri dari Lobus paru-paru (belahan paru-paru), bronkhus pulmonaris, pembuluh darah dalam paru-paru, hilus (tampuk) paru-paru, dan pleura. 2. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan externa : (a) Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar; (b)Arus darah melalui paru-paru; (c) Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh, dan (e) Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi daripada oksigen. 3. Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen (oxihemoglobin), mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, di mana darah bergerak sangat lambat. Perubahan-perubahan berikut terjadi dalam komposisi udara dalam alveoli, yang disebabkan pernapasan externa dan pernapasan jaringan. Udara (atmosfer) yang dihirup : Nitrogen 79%, oksigen 20%, karbon dioksida 0-04%. Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembaban atmosfer. Udara yang dihembuskan : Nitrogen 79%, oksigen 16%, karbondioksida 4-0,4%. Udara yang dihembuskan jenuh dengan uap air dan mempunyai suhu yang sama dengan badan (20% panas badan hilang untuk pernapasan udara yang dikeluarkan). 4. Pengendalian oleh saraf. Pusat pernapasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan. Pengendalian secara kimiawi. Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan. Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat peka pada rekasi; kadar alkali darah harus dipertahankan. Kedua pengendalian, melalui saraf dan secara kimiawi, adalah penting. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernapas terus.

10

Dalam paralisa otot pernapasan (interkostal, dan diafragma), digunakan ventilasi paru-paru atau satu alat pernapasan buatan lainnya untuk melanjutkan pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru.

3.2

Saran Setelah kami gali, kaji, paparkan dan simpulkan maka kami dapat memberikan saran, bahaw kiat sangat penting memelihara dengan memperhatikan kesehatan alat aau organ pernafasan terutama paru-paru, karena hidup kita tergantung keadaan oksigen dalam tubuh kita. Jika tubuh kita oksigennya tidak ada atau berkurang maka akan verdampak negatif bagka menimbulkan kematian. Demikian makalah ini. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

11

DAFTAR PUSTAKA

Kimball, John W, et. All. 1990. Biologi 2. Jakarta : Erlangga Pearce, Evelyn C. 2000. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT. Gramedia Sa’adah, Sumiati. 2005. Biologi SMP dan MTs Berdasarkan KBK Kelas VIII. Bandung : Angkasa

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->