P. 1
Anatomi Dan DeSain KuRikuLum

Anatomi Dan DeSain KuRikuLum

|Views: 2,751|Likes:
Published by Faiz Bakhladiev

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Faiz Bakhladiev on May 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

BAB I PENDAHULUAN
Kurikulum, mungkin kata yang satu ini bukan lagi menjadi bahasa asing bagi kita semua khususnya para mahasiswa jurusan tarbiyah sebagai calon pendidik profrsional. Sempit pemahaman kita sering kali mengartikan Kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Akan tetapi, dapat juga kita artikan secara luas yaitu bahwa Kurikulum aalah meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena ada pengaruh atau bimbingan dan tanggung jawab rencana atau program pendidikan (written curriculum), dan juga pelaksana daripada rencana tersebut (actual curriculum). Kurikulum seperti pengertiannya, dapat juga dalam ruang lingkupnya mencakup lingkup sempit maupun lingkup luas. Kurikulum dalam cakupan luas yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan, dan dalam cakupan yang sempit yaitu seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. Akan tetapi keudian pertanyan yang muncul, apakah dalam lingkup yang luas ataupun yang sempit kurikulum dapat membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi daripada komponen – komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya? Dari hal tersebut di atas, dalam hal analisis dan desain kurikulum akan sangat diperlukan sekali pemahaman kita akan pentingya komponen – komponen kurikulum sendiri yang harus berjalan scara hierarkis dan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Komponen – komponen kurikulum tersebut kemudian bukan hanya menjadi wacana yang hanya kita pelajari secara teoritis akan tetapi harus di aplikasikan dalam dunia sesungguhnya sehingga komponen tersebut dapat membentuk suatu gambaran akan bentuk ideal sebuah kurikulum.

-1-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

BAB II PEMBAHASAN ANTOMI DAN DESAIN KURIKULUM
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) atau kemudian akan lebih tepat dalam pokok bahasan ini kita sebut atau kita artikan dengan menggunakan arti struktur atau susunan atau juga bagian atau komponen. Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata. Dalam kaitannya hal ini di artikan sebagai proses daripada pelaksanaan atau penerapan model kurkulum dalam dunia pendidikan. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

-2-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

A. Komponen-Komponen Kurikulum 1. Tujuan kurikulum Tujuan dirumuskan berdasarkan perkembangan tuntutan,

kebutuhan dan kondisi masyarakat serta didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falsafah negara. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut:  Tujuan Pendidikan Nasional, tujuan jangka panjang, tujuan ideal pendidikan Bangsa Indonesia.  Tujuan Institusional, sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan.  Tujuan Kurikuler, tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi.  Tujuan Instruksional, target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran.   Umum, jangka panjang. Khusus, jangka pendek.

Mengajar dalam kelas lebih menekanakn tujuan khusus, sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret dan menekankan pada perilaku siswa, sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak, pencapaiannya memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. 2. Bahan Ajar

Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan (lingkungan orangorang, alat-alat dan ide-ide), untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Cara untuk menyusun sekuens bahan ajar: o Sekuens Kronologis, untuk menyusun bahan ajar yang

mengandung urutan waktu.

-3-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

o

Sekuens Kausal, siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa

atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. o o  Sekuens Struktural, bagian-bagian bahan ajar suatu bidang Sekuens Logis dan Psikologis Sekuens Logis, bahan ajar dimulai dari bagian menuju Sekuens Psikologis, dari keseluruhan kepada bagian, dari yang studi telah mempunyai struktur tertentu.

keseluruhan, dari sederhana kepada yang kompleks.  kompleks kepada yang sederhana. o o o Sekuens Spiral, bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok Rangkaian ke Belakang, mengajar dimulai dengan langkah Sekuens berdasarkan Heirarki Belajar, prosedur model ini

bahan tertentu. terakhir dan mundur ke belakang. adalah: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis, kemudian dicari suatu heirarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 3.   Strategi Mengajar Reception/Exposition Learning - Discovery Learning Exposition atau Reception Learning, keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi, baik secara lisan maupun tulisan.  Discovery Learning, bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk siswa dituntut informasi, untuk melakukan berbagai kegiatan membandingkan, mengkategorikan, akhir,

menghimpun

menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.   Rote Learning - Meaningful Learning Rote Learning, bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau makna bagi siswa.

-4-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

Meaningfull Learning, penyampaian bahan mengutamakan Group Learning – Individual Learning

maknanya bagi siswa.  Pelaksanaan Discovery Learning aan sangat menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam bentuk kelompok – kelompok kecil. Hal ini akan banyak menimbulkan masalah diantaranya adalah karena kemampuan setiap anak tidak merata atau tidak sama, maka kegiatan Discovery Learning hanya akan banyak didominasi oleh anak – anak pandai sementara yang lainnya akan berpotensi menjadi pengganggu kelas. Atau pun sebaliknya. Anak – anak yang kurang akan sangat menderita motivasi belajarnya. 4.  Media Mengajar Pengelompokkan media mengajar menurut

Rowntree (1974: 104-113) adalah:  orang atau lebih.  Realita, insani berkomunikasi dengan orangorang, sedangkandala realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamtan, objek studi siswa.  Pictorial, menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol, bergerak atau tidak, dibuat diatas kertas, film, kaset, disket dan media lainnya.  Simbol Tertulis, media penyajian informasi yang Rekaman Suara, bentuk informasi dapat paling umum, ttetapi tetap efektif.  disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Interaksi Insani, komunikasi langsung antara dua

5.

Evaluasi Pengajaran

Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.

-5-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

a)

Evaluasi

Hasil

Belajar-Mengajar

;

Dalam

evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara valuasi formatif dan evaluasi sumatif. b) Evaluasi Pelaksanaan Mengajar ; Untuk

mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar buka hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes, seperti observasi, studi dokumenter, analisis hasil pekerjaan, angket dan cheklist. 6. Penyempurnaan Pengajaran

Hasil-hasil evaluasi, baik evaluasi hasil belajar, meupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan, merupakan umpan balik bagi penyempurnaanpenyempurnaan lebih lanjut. Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi, pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurnakan, bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. B. Desain Kurikulum 1. Subject Centered Design a. b. c. Kurikulum yang dipusatkan pada isi atau meteri yang akan diajarkan Kurikulum tersusun atas jumlah mata pelajaran dan mata pelajaran Berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekanakn

tersebut diajarkan secara terpisah-pisah pengetahuan dan warisan pendidikan masa lalu, dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. Kelebihan   Mudah disusun, dilaksanakan, dievaluasi dan disempurnakan Para pengajarnya tidak dipersiapkan secara khusus, asal

menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan serinmg dipandang sudah dapat menyampaikannya Kekurangan

-6-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Karena pengetahuan diberikan secara terpisah, hal itu bertentangan dengan kenyataan, sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan  Karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif  Pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu, dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis

a.

The Subject Design  Materi pelajaran disajikan secara terpisah-pisah dalam bentuk mata-mata pelajaran  Isi pelajaran diambil dari pengetahuan dan nilai-nilai yang telah Siswa dituntut menguasai semua pengetahuan yang diberikan ditemukan oleh ahli-ahli sebelumnya 

Kelebihan  Karena mata pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun sistematis logis, maka penyusunannya cukup mudah  Bentuk ini sudah lama dikenal, sehingga mudah untuk dilaksanakan  Bentuk ini memudahkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, karena pada perguruan tinggi umumnya digunakan bentuk ini  Bentuk ini dapat dilaksanakn secara efisien  Bentuk ini sangat ampuh untuk melesatarikan budaya masa lalu Kekurangan  Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah, satu terlepas dari yang lainnya  Out of date  Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya  Kurang memperhatikan cara penyampaian b. The Disciplines Design  Menekankan pada isi atau materi kurikulum  Kriteria (tentang apa yang disebut subject/ilmu) telah tegas  Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu

-7-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin, memahami konsep-konsep, ide-ide dan prinsip-prinsip penting, juga didorong utuk memahami cara mencari dan menemukan  Proses belajar menggunakan pendekatan inkuiri dan discovery

Kelebihan  Kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia  Peserta didik tidak hanya menguasai serentakan fakta, prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep, hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa Kekurangan  Belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi  Belum dapat mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan  Belum mampu bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik  Susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunannya  Meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetpi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit c. The Broad Fields Design Dalam model ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi. Tujuan pengembangan kurikuum ini adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesiaistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Kelebihan  Karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan secara sistematis dan teratur  Karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal Kekurangan

-8-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Kemapuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mempu manguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yag lebih tinggi, apalagi di pergurua tinggi sukar sekali  Karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetail, yang diajarkannya hanya permukaannya saja  Pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar  Meskipun kadarnya lebih redah dibandingkan dengan subject design tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan yang sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi

2. Learned Centered Design Learned Centered Design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarka atas minat, kebutuhan, dan tujuan peserta didik. Ciri utama yang membedakan desain model ini dengan subject centered: a. b. Learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak Learner centered design bersifat non-preplanned (kurikulum tidak dari peserta didik dan buka dari isi. diorganisasikan sebelumnya) tetpi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Ada beberapa variasi model ini, diantaranya yaitu The Activity atau Experience Design. Ciri-ciri The Activity atau Experience Design: a) b) c) Kelebihan  dari luar Struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik Kurikulum dapat disusun sebelumnya Desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah Motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang

-9-

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 

Pengajaran memperhatikan perbedaan individual Kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal

kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapu kehidipan diluar sekolah Kekurangan  Penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didikbelum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan  Kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum.  Sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan.  Kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa 3. Problem Centered Design Problem Centered Design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia. Model ini menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan dan pengembang model ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makluk social selalu hidup bersama.  The areas of living desain Model ini menekankan prosedur belajar melalui pemcahan masalah ciri lain model ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka jalan dalam mempelajari bidang-bidang kehidupan. Desain ini menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam bermasyarakat. Kelebihan  Model ini merupakan the subject matter desain tetapi dalam bentuk yang terintegrasi  Model ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah  Menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan dan fungsional  Motivasi belajar datang dari dalam peserta didik Kekurangan  Penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial sangat sukar  Lemahnya atau kekurangannya integritas dan kontinuitas organisasi kurikulum

- 10 -

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Mengabaikan warisan budaya  Kecenderungan untuk mengindoktrinisasi peserta didik dengan kondisi yang ada  Guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan dengan model tersebut  The core desain Terdapat banyak vasiasi pandangan tentang the core desain. Mayoritas memadang the core kurikulum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. The core kurikulum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas, bukan spesialis. Variasi the core kurikulum: 1. The sparate subjects core 2. The correlated core 3. The fused core 4. The activity core 5. The areas of living core 6. The social problems core

BAB III PENUTUP KESIMPULAN
Wacana yang berjudul Anatomi dan Desain Kurikulum ini mendeskripsikan secara terperinci tentang komponen yang harus ada pada setiap kurikulum serta desain kurikulum yang dapat digunankan untuk proses pembelajaran. Wacana tersebut menyebutkan bahwa dalam kurikulum itu terdapat beberapa komponen, diantaranya adalah tujuan kurikulum, bahan ajar atau materi atau isi dari kurikulum tersebut, strategi mengajar atau metode mengajar, media mengajar dan evaluasi pengajaran serta penyempurnaan pengajaran. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Setiap komponen mempunyai isi yang sangat penting sekali bagi kelangsungan kurikulum.

- 11 -

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

Desain kurikulum merupakan rencana pembelajran yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Desain kurikulum yang dapat digunakan diantaranya adalah subject centered design, learned centered design, problem centered design. Setiap design kurikukum memberikan teknik atau cara yang efektif dalam proses pembelajaran agar berjalan dengan efektif dan efisien. Tetapi tidak setian design kurikulum dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam melakukan proses pembelajaran. Jadi setiap design kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanannya.

Sumber Bacaan : Ahmadi, Abu., Drs., H., Ilmu Pendidikan, 2001, PT. RIENEKA CIPTA, Jakarta. Akhmad Sudrajat, Komponen-Komponen Kurikulum, http://akhmadsudrajat.wordpress.com/ bahan-ajar/komponen-komponen-kurikulum/, diakses tanggal 17 Januari 2008. Poerwadinata,WJS., Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1984, Balai Pustaka, Jakarta. Suherman, Aris.,Drs., M.Pd., dkk., Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 2008, Pangger Press, Cirebon. Sukmadinata, Nana Syaodih., Prof., DR., Pengembangan Kurikulum ; Teori Dan Praktek, 2009, PT. REMAJA ROSDAKARYA, Bandung. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung, Citra Umbara, 2003. http://faizhijauhitam.blogspot.com http://wikipedia.com/anatomi_design_kurikulum

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah rabbul ‘izzati Sang Penguasa Langit dan Bumi. Berkat rahmat dan hidayat-Nya lah kita semua senantiasa selalu berada dalam lingkaran suci penuh ridho akan janji kemenangan nanti. Shalawat dan salam selalu kami panjatkan keharibaan Sang Armada Masa Depan Rasulullah SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua mendapatkan syafa’anya di hari penantian nanti. Akhirnya dengan penuh niat ikhlas, rampung juga makalah ini sebagai pemenuhan tugas terstruktur kami sebagai kelompok II dalam mata kuliah Analisis dan Pengembangan Kurikulum di semester III ini.

- 12 -

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

Makalah ini akan kami dedikasikan sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjalankan amanah pendidikan tentunya serta upaya kami dalam memberants kebodohan di negeri ini. tentunya makalah ini bukan yang terbaik tapai kami berharap dan kami yakin akan menjadi baik tentunya dengan bantuan kawan – kawan pembaca semua. Kritik dan saran akan membangun semangat perjuangan kami akan mimpi kesempurnaan. Ucapan terima kasihpun tak pelak kami sampaikan kepada segenap pihak yang telah membantu kami serta memberikan perhatiannya kepada kami. Akhirnya kami hanya bisa mengucapkan Jazakallau Ahsanal Jaza. Wallahu ‘Alam Bishshawab Cirebon, Oktober 2009 Hormat Kami,

Pemakalah

i

- 13 -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->