P. 1
BOD DAN COD

BOD DAN COD

|Views: 3,439|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on May 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

(Moertinah dan Djarwanti, 2003).

Kedelai

Pencucian

Penggilingan

Pemasakan Bubur Kedelai

Perendaman

Penggumpalan

TAHU

Pengepresan

Penyaringan

Air limbah

Air limbah

Air limbah panas

Air limbah panas

Air

Air

Air

Air

Ampas tahu

Batu tahu
&
CH3COOH

18

Pada proses pembuatan tahu, perlu ditambahkan obat yaitu berupa

batu tahu dan asam cuka (CH3COOH) setelah penyaringan. Menurut Kafadi

(1990), tujuan penggunaan asam cuka dalam proses pembuatan tahu adalah:

1. Mengembangkan atau memperbesar sari pati

2. Mempersatukan sari pati

3. Membentuk gumpalan-gumpalan putih untuk siap cetak

4. Membuat tahu menjadi padat

Proses pembuatan tahu akan menghasilkan air limbah yang berasal

dari air bekas perendaman kedelai air hasil penirisan kedelai setelah

direndam, busa yang terjadi pada waktu pemasakan bubur kedelai, air sisa

penggumpalan susu kedelai, air hasil dari pencetakan dan air hasil

pengepresan (Hartati, 2003).

Buangan air limbah ini masih banyak mengandung zat organik,

seperti protein, karbohidrat, lemak, zat terlarut yang mengandung padatan

tersuspensi atau padatan terendap (Sola, 1994).

Adanya bahan organik yang cukup tinggi (ditunjukkan dengan nilai

BOD dan COD) menyebabkan mikroba menjadi aktif dan menguraikan

bahan organik tersebut secara biologis menjadi senyawa asam-asam organik.

Peruraian ini terjadi disepanjang saluran secara aerob dan anaerob. Timbul

gas CH4, NH3 dan H2S yang berbau busuk (Djarwanti dkk, 2000A).

Menurut Hartati dalam ProRistand Indag Surabaya Edisi II Juli tahun

2003, karakteristik limbah tahu meliputi: suhu, warna, bau, kekeruhan,

padatan tersuspensi, pH, BOD dan COD.

19

1. Suhu

Suhu air limbah yang dihasilkan biasanya lebih tinggi dari suhu air

pada saluran umum. Seperti diketahui kelarutan oksigen pada air panas

relatif kecil, sehingga dapat menurunkan kelarutan oksigen pada saluran

umum dimana air limbah tersebut dibuang. Akibatnya dapat

membahayakan kehidupan mikroba atau ikan yang ada pada saluran

tersebut.

2. Warna

Air limbah yang masih baru berwarna putih kekuningan. Lama

kelamaan warna air limbah akan berubah menjadi kehitam-hitaman dan

berbau busuk karena telah terjadi peruraian bahan organik yang

dikandungnya.

3. Bau

Bau dapat dijadikan suatu petunjuk apakah air limbah tersebut

masih baru atau sudah lama. Air limbah yang masih baru masih berbau

seperti tahu dan akan menjadi berbau asam setelah berumur lebih dari satu

hari, selanjutnya akan berbau busuk. Bau tersebut berasal dari bau

hidrogen sulfida dan amoniak yang berasal dari proses pembusukan

protein serta bahan organik lainya.

4. Kekeruhan

Kekeruhan yang terjadi karena adanya bahan organik (seperti

karbohidrat dan protein) yang mengalami peruraian serta bahan koloid

yang sukar mengendap.

20

5. Padatan tersuspensi

Adanya padatan tersuspensi pada air limbah akan mempengaruhi

kekeruhan. Apabila terjadi pengendapan dan pembusukan padatan ini di

saluran umum, maka dapat mengubah peruntukan perairan tersebut.

6. pH

Perubahan pH pada air limbah menunjukkan bahwa telah terjadi

aktifitas mikroba yang mengubah bahan organik mudah terurai menjadi

asam.

7. BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD merupakan parameter yang umum dipakai untuk menentukan

tingkat pencemaran bahan organik pada air limbah. BOD adalah

banyaknya oksigen yang dibutuhkan bakteri aerobik untuk menguraikan

bahan organik di dalam air melalui proses oksidasi biologis (biasanya

dihitung selama waktu 5 hari pada suhu 20 0

C). Semakin tinggi nilai BOD

di dalam air limbah, semakin tinggi pula tingkat pencemaran yang

ditimbulkan.

8. COD (Chemical Oxygen Demand)

COD juga merupakan parameter yang umum dipakai untuk

menentukan tingkat pencemaran bahan organik pada air limbah. COD

adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi secara

kimia bahan organik di dalam air. Uji COD dapat dilakukan lebih cepat

dari pada uji BOD, karena waktu yang diperlukan hanya sekitar 2 jam.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->