P. 1
I

I

|Views: 1,975|Likes:
Published by agam sukmana

More info:

Published by: agam sukmana on May 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

Sesuai denga Kontrak Kerja diatas, masa pelaksanaan pekerjaan 270 ( dua
ratus tujuh puluh ) hari kalender, masa pemeliharaan 90 ( sembilan Puluh ) hari
kalender, sehingga total masa kontrak proyek Rehab Pelebaran dan Pengaspalan
Laston jalan Jenderal Sudirman kota Prabumulih adalah selama 360 ( tiga ratus
enam puluh ) hari kalender terhitung sejak tanggal 01 September 2004
berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum kota
Prabumulih Nomor : 620/403.B/DPU/APBD/2004
. Sebelum pelaksanaan
pekerjaan dilaksanakan, dilakukan field Survey bersama oleh pelaksana dan
pengguna jasa dalam hal ini Dinas Pekerjaan umum kota Prabumulih. Guna
meninjau ulang tahapan pekerjaan yang yang akan dilaksanakan.
Adapun Uraian Pekerjaan yang dilaksanakan pada proyek Rehab Pelebaran
dan Pengaspalan Laston jalan Jenderal Sudirman kota Prabumulih adalah sebagai
berikut :

1)Pekerjaan Umum

Pada tahap pengerjaan ini dilakukan mobilisasi proyek yang bersifat

umum seperti :

a)Mempersiapkan tenaga kerja professional yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan di lapangan
b)Pelaksanaan pengukuran, pemasangan rambu – ranbu lalu lintas
sementara.
c)Menyediakan fasilitas – fasilitas yang di perlukan, baik berupa
fasilitas kontraktor, seperti base camp, kantor, barak, bengkel, gudang
dan sebagai nya . Maupun fasilitas laboratorium agar proyek dapat

28

berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan waktu yang telah
direncanakan.
d)Menyediakan alat – alat berat yang di perkirakan dapat membantu
untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan proyek.
e)Mempersiapkan dan mengangkut bahan – bahan material yang
diperlukan dalam pekerjaan perkerasan jalan dan pembuatan siring
dinding penahan.
Pada fase pekerjaan umum direncanakan selama 4 minggu dengan alokasi
3 minggu pada awal pelaksanaan dan 1 minggu diakhir pelaksanaa, tetapi
dalam pelaksanaan terjadi percepatan pelaksanaan dengan volume tetap,
menjadi 3 minggu, dengan alokasi waktu 2 minggu diawal dan 1 minggu
diakhir pelaksanaan pekerjaan.

2)Pekerjaan Tanah

Pekerjaan tanah merupakan pekerjaan galian dan timbunan pada ruas
jalan yang akan diperbaiki maupun dilebarkan, dengan tujuan meratakan
lokasi pekerjaan guna mendapatkan kondisi permukaan yang ideal dalam
pelaksanaan pekerjaan perkerasan dan mengupayakan peningkatan daya
dukung tanah dasar dalam menanggung beban – beban yang didistribusikan
lapisan – lapisan diatasnya.

Gambar 4.1 Penggalian tanah

29

Serta dilaksanakan juga penggalian terhadap lapisan yang sudah ada guna
perbaikan. Pada proses penimbunan dialksanakan secara berlapis dengan
ketebalan lapisan 30 cm setiap proses pemadatan sampai tercapai ketebalan
yang diinginkan. Adapun alat yang digunakan pada pekerjaan tanah adalah
Excavator, Dump truck, compressor, Jack Hammer,Wheel Loader, Motor
Grader, Vibro Roller, dan Water Tanker. Adapun pekerjaan tanah tersebut
mengalami perubahan volume pekerjaan seperti terlihat pada table berikut.

Tabel4.1Perubahan Volume Pekerjaan Tanah
Pekerjaan

Perubahan Volume ( M3

)Keterangan

Galian Biasa

9,285.720

Penambahan

Galian Perkerasan tanpa CMM

228.290

Pengurangan

Timbunan Biasa

250.000

Pengurangan

Timbunan Pilihan

2,729.620

Penambahan

Penyiapan Badan Jalan

6,246.360

Penambahan

Perubahan ini terjadi dikarenakan
-tekstur tanah pada lokasi proyek termasuk dalam kategori tanah
humus, sehingga kedalaman penggalian guna mendapatkan tanah
dasar ideal mengalami perubahan dari perencanaan semula, hal ini
dapat dilihat pada table diatas. Penambahan volume pekerjaan galian
biasa mengalami kenaikan 16 kali dari perencanaan semula.

Gambar 4.2 Penimbunan tanah dasar

30

-Timbunan pilihan dan penyiapan badan jalan juga mengalami
perubahan volume dikarenakan luasnya volume area yang harus di
timbunan.

-Tekstur tanah yang tidak mendukung apabila dilakukan penimbunan
dengan tanah biasa sehingga untuk pekerjaan ini ditiadakan, begitu
juga galian perkerasan mengalami pengurangan volume pekerjaan,
karena lebih mengutamakan perbaikan perkerasan yang benar-benar
harus dilaksanakan. Guna pengalihan anggaran untuk menutupi
perubahan volume pekerjaan lainya.

Untuk waktu pelaksanaan terjadi penambahan waktu pelaksanaan
menjadi 8 minggu dari 4 minggu waktu rencana.( dapat dilihat pada
Barchart Realisasi )

3)Perkerasan Berbutir

Pada pekerjaan perkerasan berbutir dibagi menjadi 2 ( dua ) tahap

pekerjaan yaitu :
a)Lapisan Pondasi Bawah ( Sub Base )
Pada lapisan pondasi ini material yang di gunakan adalah agregat kelas B,
dengan perbandingan agregat kasar dan halus 70:30. Pekerjaan
dilaksanakan dengan menghamparkan agregat kelas B, kemudian
diratakan dengan menggunakan grader, lalu dipadatkan dengan
menggunakan Vibrator loader, setelah itu dilakukan test guna
mendapatkan CBR minimum 80%, jangan sampai terjadi lendutan karena
akan dapat menyebabkan perkerasan mengalami penurunan ataupun
retak-retak. Pada pekerjaan ini juga mengalami penambahan volume
pekerjaan. Sebanyak 263,330 M3

dari volume rencana 1.403,33 M3
.

Begitu juga dengan masa pelaksanaan pekerjaan mengalami penambahan
waktu menjadi 13 minggu dari 10 minggu yang direncanakan.

31

Gambar 4.3 Agregat kelas B

b)Lapisan Pondasi Atas ( Base )
Pada lapisan pondasi ini digunakan material agregat kelas A. dengan
perbandingan agregat kasar dan halus 60:40. Pekerjaan dilaksanakan
dengan menghamparkan agregat kelas A, kemudian diratakan dengan
menggunakan grader, lalu dipadatkan dengan menggunakan Vibrator
loader, setelah itu dilakukan test guna mendapatkan CBR minimum 35%,
jangan sampai terjadi lendutan karena akan dapat menyebabkan
perkerasan mengalami penurunan ataupun retak-retak. Pada pekerjaan ini
juga mengalami penambahan volume pekerjaan. Sebanyak 59,450 M3
dari volume rencana 3.892,37 M3

. Begitu juga dengan masa pelaksanaan
pekerjaan mengalami penambahan waktu menjadi 25 minggu dari 22
minggu yang direncanakan.

Gambar 4.4 Agregat Kelas A

32

4)Perkerasan Beraspal

Pada pekerjaan beraspal terdiri dari 4 lapisan yaitu sebagai berikut :
a)Lapisan Resap Pengikat ( Prime Coat )
Lapisan prime coat merupakan pencampuran antara aspal dan kerosene
dengan perbandingan 60:40. Dengan takaran 0,6 – 0,8 liter per M2
.

tujuan dari penggunaan prime coat sebagai pengikat antara agregat pada
lapisan pondasi dengan lapisan diatasnya. Pada pelaksanaannya lapisan
agregat sebelumnya dibersihkan dengan compressor, kemudian baru
dilaksanakan penyemprotan prime coat dengan menggunakan asphalt
sprayer, ditunggu sampai meresap dan kering. Pada pelaksanaan proyek
ini terjadi penambahan volume pekerjaan sebesar 1.170,65 M3

dari

22,569,950 M3

yang di rencanakan. Untuk masa pelaksanaan mengalami
penambahan masa pelaksanaan menjadi 12 minggu dari 10 minggu yang
direncanakan.

b)Lapisan Sub Surface
Untuk lapisan sub surface di gunakan lapisan pondasi aspal beton
( AC-BC ). Dengan tebal perkerasan 4 cm. pada pengerjaan lapisan ini,
lapisan agregat sebelumnya yang telah disemprot dengan prime coat
dibiarkan kering dan meresap terlebih dahulu. Kemudian AC-BC
dicampurkan terlebih dahulu dengan menggunakan asphalt mixing
machine lalu dihamparkan dengan menggunakan asphalt finisher,
dipadatkan dengan tandem roller, dipadatkan kembali dengan
menggunakan tyre roller. Kemudian dilakukan penyiraman air secara
merata guna mempercepat proses pendinginan lapisan aspal. Pada
pekerjaan ini mengalami pengurangan volume pekerjaan sebesar 47,59
M3

dari 1.301,27 M3

. Untuk masa pelaksanaan juga mengalami
penambahan waktu pelaksanaan menjadi 12 minggu dari 10 minggu yang
direncanakan.

33

c)Lapisan Perekat ( Tack Coat )
Lapisan Tack coat merupakan pencampuran antara aspal dan kerosene
dengan perbandingan 70:30. Dengan takaran 0,6 – 0,8 liter per M2
.

tujuan dari penggunaan tack coat sebagai perekat antara lapisan pondasi
perkerasan dengan lapisan diatasnya. Pada pelaksanaannya lapisan
sebelumnya dibersihkan dengan compressor, kemudian baru dilaksanakan
penyemprotan tack coat dengan menggunakan asphalt sprayer, ditunggu
sampai meresap dan kering. Pada pelaksanaan proyek ini terjadi
pengurangan volume pekerjaan sebesar 2.584,13 M3

dari 15.226,13 M3
yang di rencanakan. Untuk masa pelaksanaan mengalami penambahan
masa pelaksanaan menjadi 19 minggu dari 7 minggu yang direncanakan.

Gambar 4.5 Lapisan perekat

d)Lapisan Surface
Untuk lapisan sub surface di gunakan lapisan aus aspal beton ( AC-BC ).
Dengan tebal perkerasan 3 cm. pada pengerjaan lapisan ini, lapisan
agregat sebelumnya yang telah disemprot dengan tack coat dibiarkan
kering dan meresap terlebih dahulu. Kemudian AC-WC dicampurkan
terlebih dahulu dengan menggunakan asphalt mixing machine lalu
dihamparkan dengan menggunakan asphalt finisher, dipadatkan dengan
tandem roller, dipadatkan kembali dengan menggunakan tyre roller.
Kemudian dilakukan penyiraman air secara merata guna mempercepat

34

proses pendinginan lapisan aspal. Pada pekerjaan ini mengalami
pengurangan volume pekerjaan sebesar 6.433,7 M3

dari 33.104.00 M3
.

Untuk masa pelaksanaan juga mengalami penambahan waktu
pelaksanaan menjadi 9 minggu dari 7 minggu yang direncanakan.

Gambar 4.6 Lapisan Aus Aspal Beton ( ACWC )

5)Pekerjaan Drainase

Pada pekerjaan ini terjadi dilakukan penggalian tanah untuk saluran
drainasedengan menggunakan alat : excavator, dumptruck dan alat Bantu
lainya. Yang kemudian dilakukan pemasasangan batu dengan mortar dengan
bahan : pasir, semen, dan batu dengan menggunakan alat bantu manual. Dan
juga di beberapa tempat di buat saluran penghubung berupa gorong-gorong.
Pada pekerjaan ini juga mengalami perubahan volume pekerjaan, seperti
terlihat pada table 4.2.

Tabel4.2. Perubahan Volume Pekerjaan Drainase
Pekerjaan

Perubahan Volume ( M3

)Keterangan

Galian drainase dan saluran air

811,52

Pengurangan

Pasangan batu dengan mortar

71,32

Penambahan

Gorong – gorong pipa beton

9,00

Pengurangan

Untuk perubahan masa pelaksanaan dapat dilihat pada barchart rencana

dan realisasi.

35

Gambar 4.7 Saluran air

6)Pekerjaan Struktur
Untuk pekerjaan struktur seperti pembuatan Box Culvert pada drainase,
dibutuhkan beton K-275 dan K-125 dengan penulangan baja U24 polos.
dengan bahan seperti pasir, semen, agregat kasar. Terlebih dahulu dibuat
cetakan dari kayu perancah dan paku. Proses pembuatannya menggunakan
Concrete Mixer, Water Tanker, concrete Vibrator dan alat Bantu lainya.
Perbedaan pembuatan beton K-250 dan K-125 pada perbandingan komposisi
bahan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pada pekerjaan struktur juga
mengalami pengurangan volume pekerjaan. Dikarenakan perlunya
pengendalian terhadap biaya dan waktu.

Gambar 4.8 Pembuatan Box Culvert

7)Pekerjaan Pengembalian Kondisi

Pada pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor hanya proses
pengerjaan kerb pracetak dengan menggunakan agregat kasar dan agregat

36

halus dengan menggunakan wheel loader, dump truck,pedestrian roller, water
tanker,dan alat Bantu lainya. Pada pekerjaan ini juga mengalami
pengurangan volume pekerjaan sebesar 144,0 buah, dari 1.156 buah yang
direncanakan. Untuk masa pekerjaan tetap dilaksanakan selama 2 minggu
tetapi dilaksanakan pada masa addendum kontrak 01.

Dari semua hasil diatas dapat dilihat bahwa penampang melintang lapisan
jalan pada proyek Rehab Pelebaran dan Pengaspalan Laston jalan Jenderal
Sudirman kota Prabumulih, secara garis besar adalah sebagai berikut:

Keterangan :

Sub Grade

: Tanah Dasar/Tanah pilihan

Sub Base

: Agregat Kelas B

Base

: Agregat Kelas A

Sub Surface

: Lapisan Pondasi Aspal Beton ( AC-BC )

Surface

: Lapisan Aus Aspal Beton ( AC-WC )

Gambar 4.9 Potongan lapisan jalan
Secara keseluruhan pada tahap pelaksanaan pekerjaan banyak sekali
mengalami perubahan, baik dalam hal volume pekerjaan maupun waktu
pelaksanaan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table berikut ini.

Tabel 4.3.Perubahan Volume Pekerjaan.

No

Uraian Pekerjaan

Pekerjaan Tambah

Pekerjaan Kurang

Volume

Bobot

Volume

Bobot

1

UMUM

1.1Mobilisasi Alat

-

-

2

DRAINASE

2.1Galian utk drainase & sal. air

811.520

0,231

2.2Pasangan batu dengan mortar

71.320

0,504

2.3Gorong-gorong pipa beton

9.000

0,126

3

PEKERJAAN TANAH

3.1Galian biasa

9,285.720

3,593

3.2Gal perk. beraspal tanpa CMM

228.290

0,266

3.3Timbunan biasa

250.000

0,207

3.4Timbunan pilihan

2,729.620

3,15

37

3.5Peny. badan jalan pd gal.biasa

6,246.360

0,232

4

PERKERASAN BERBUTIR

4.1Lap. pondasi agregat kelas A

59.450

0,348

4.2Lap. pondasi agregat kelas B

263.330

1,462

5

PERKERASAN BERASPAL

5.1Lapisan Resap Pengikat

1,170.650

0,092

5.2Lapisan perekat

2,584.130

0,232

5.3Lap. aus aspal beton (AC-WC)

6,433.700

5,273

5.4Lap. Pond.aspal beton (AC-BC)

47.590

1,02

6

STRUKTUR

6.1Beton K275

41.940

0,523

6.2Beton K125

5.740

0,045

6.3Baja tulangan U24 polos

4,440.550

0,981

6.4Pasangan batu

47.710

0,403

7

PEKERJAAN
PENGEMBALIAN KONDISI

7.1Kerb Pracetak

144.0

0,097

Dari table diatas diketahui bahwa yang tidak mengalami perubahan hanya pada
pekerjaan umum. Begitu juga dengan masa pelaksanaan , dapat dilihat jelas pada
barchart rencana dan realisasi. Hal ini disebabkan karena kondisi lapangan yang berbeda
dengan perencanaan sebelumnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->