P. 1
OBSERVASI Melati Bakery

OBSERVASI Melati Bakery

|Views: 3,901|Likes:
Published by ajisantosa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: ajisantosa on May 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

TUGAS OBSERVASI PERUSAHAAN Studi Kelayakan Bisnis Pendirian Perusahaan Roti Di Kebumen

Dosen : Ismani, Mp.d

Disusun Oleh 1. Fitriani Nur Khotimah
2. Sugiyati

08409131004 08409131005 08409131014 08409131038

3. Susi Estiyari
4. Suda Ima Arwati

JURUSAN D3 AKUNTANSI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Laporan ini merupakan tugas yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas observasi dari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis dalam menyelesaikan laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari semua pihak. Pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Ismani, MPd, selaku dosen mata kuliah praktik sistem akuntansi.

2. Bapak Haji Wakidi, selaku pemilik usaha perseorangan Melaty Kurnia aji. 3. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan dorongan moral, materi serta doanya. 4. Teman-teman jurusan Akuntansi D3 tahun 2008. 5. Semua pihak yang membantu selama penyusunan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Akhir kata semoga laporan tugas observasi dari mata kuliah Studi Kelayakan bisnis ini dapat bermanfaat dan amal kebaikan dari semua pihak mendapat imbalan dariNya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh karena itu masukan dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat diharapkan.

Wates, 2 Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................................. KATA PENGANTAR............................................................................................................ DAFTAR ISI.......................................................................................................................... HASIL OBSERVASI PERUSAHAAN MELATY KURNIA AJI
A. PROFIL PERUSAHAAN..........................................................................................

B. PENELITIAN TERHADAP DENGAN PERUSAHAAN :

ASPEK-ASPEK

YANG

BERHUBUNGAN

1. ASPEK HUKUM.................................................................................................

2. ASPEK PEMASARAN........................................................................................
3. ASPEK KEUANGAN.......................................................................................... 4. ASPEK TEKNIS PRODUKSI............................................................................. 5. ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA.................................................. 6. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN...................................................................

PENDIRIAN CV S2FI PENDAHULUAN.................................................................................................................. PENILAIAN DALAM BERBAGAI ASPEK-ASPEK:
1. ASPEK HUKUM.................................................................................................

2. ASPEK PEMASARAN........................................................................................
3. ASPEK KEUANGAN.......................................................................................... 4. ASPEK TEKNIS PRODUKSI............................................................................. 5. ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA.................................................. 6. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN...................................................................

PENUTUP..............................................................................................................................

PERUSAHAAN MELATY KURNIA AJI
A. Profil Singkat Perusahaan Perusahaan Melaty Kurnia Aji didirikan dan mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 1998 dengan bentuk usaha Perseorangan. Haji Wakidi, pemilik usaha ini mempergunakan rumah kontrakan yang beralamat di Desa Salam Rejo, Sentolo, Kulon Progo, sebagai kantor sekaligus pabrik. Setelah dua tahun beroperasi dan merasa lingkungan tidak mendukung terutama air yang tidak bersih Bapak Haji Wakidi pindah ke kediamannya di daerah Klumutan, Srikayangan, Sentolo, Kulon progo. Perusahaan ini beroperasi dalam bidang makanan khususnya roti. Roti yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis yaitu roti manis, roti tawar, dan bolu atau cake. Produknya diberi nama dan dipasarkan dengan nama Melaty Bakery. Seiring berjalannya waktu perusahaan ini mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka cabang di dua tempat yaitu cabang Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon Progo. Lokasi pemasaran saat ini mencakup Sleman, Klaten, Purworejo, Wates, Magelang, Wonosari, dan Yogyakarta. B. Penelitian perusahaan 1. Aspek Hukum Melaty Kurnia Aji telah memperoleh izin usaha dari wilayah dimana perusahaan berdiri, meliputi jenis usaha dan lokasi usahanya. Adapun produknya juga telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, yaitu produk yang aman dan boleh beredar di pasar. Berkaitan dengan kewajiban terhadap Negara, perusahaan juga telah memiliki NPWP. Izin-izin yang telah dimiliki meliputi: a. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) b. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
c. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

terhadap

berbagai

aspek-aspek

yang

berhubungan

dengan

d. Tanda Daftar Industri (TDI) e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) f. SP (sertifikat yang diberikan pada individu) g. PIRT h. Izin Gangguan (HO) diperbarui 4 tahun sekali i. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP) j. LP POM dari MUI diperiksa setiap 2 tahun sekali
k. Sertifikat Piagam Bintang Keamanan Pangan

2. Aspek Pemasaran
a.

Produk

Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji yaitu :
• Roti manis, roti dengan berbagai varian rasa yaitu rasa coklat pisang, kelapa,

coklat kacang, mocca, vanilla, semir meisess dan selai nanas
• Roti tawar, berbentuk open cup • Bolu atau cake, bentuk dan varian tergantung pesanan dari pelanggan, tetapi

sesuai dengan standar yang ada dalam perusahaan.
b.

Harga

Harga produk yang digunakan oleh Melaty Kurnia Aji adalah Strategi Harga Eceran Terakhir (HET). Harga juga diperhitungkan dari operasional perusahaan. Adapun harga produk untuk: • Roti Manis dengan HET Rp 500,- dan Rp 1.000,• Roti Tawar dengan HET Rp 2.500,• Bolu atau Cake dengan harga sesuai pesanan yang berkisar antara Rp 10.000,sampai dengan Rp 20.000,Kebijakan harga untuk produk pesanan dalam partai besar, dan harga khusus untuk pelanggan tetap.
c.

Lokasi

Lokasi perusahaan Melaty Kurnia Aji dinilai cukup memadai dalam aspek pemasaran, dimana lokasi yang strategis, bisa diakses dengan mudah, dan bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Selain itu, usaha ini juga berdiri di

daerah yang merupakan kawasan industri. Perusahaan ini telah memiliki cabang yaitu berlokasi di Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon Progo.
d.

Promosi

Promosi yang dilakukan oleh Melaty Kurnia Aji dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Strategi pemasaran menggunakan dua cara dalam penyaluran produk yaitu langsung mendistribusikan produk ke pengecer dan menggunakan sales atau agen sebagai distributor dengan kesepakatan sebagai berikut :
1) Sales menanggung barang sisa maka harga dari perusahaan rendah. 2) Sales tidak menanggung barang sisa tetapi perusahaan yang menanggung

barang sisa maka harga lebih tinggi.
e.

Pesaing

Awal berdirinya usaha ini belum banyak pesaing, lambat laun pesaingpun bermunculan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya. Dibawah ini adalah data penjualan produk perusahaan untuk menentukan ramalan penjualan tahun 2010 dan 2011 sebagai berikut : Peramalan Penjualan (Y) 1.728.000 1.785.600 1.843.200 1.900.800 1.958.400 2.016.000 2.073.600 2.131.200 2.217.600 2.304.000

Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

X -9 -7 -5 -3 -1 1 3 5 7 9

XY -15.552.000 -12.499.200 -9.216.000 -5.702.400 -1.958.400 2.016.000 6.220.800 10.656.000 15.523.200 20.736.000

X2 81 49 25 9 1 1 9 25 49 81

X2 Y 139.968.000 87.494.400 46.080.000 17.107.200 1.958.400 2.016.000 18.662.400 53.280.000 108.662.400 186.624.000

X4 6561 2401 625 81 1 1 81 625 2401 6561


I. II. III.

19.958.400

0

10.224.000

330

661.852.800

19.338

∑Y ∑X

= na + c ∑X = b∑X
2

2

∑XY
2

Y = a ∑X 2 + cX

4

I. 19.958.400 = 10a + 330c
II. 10.224.000 = 330b

 b = 30.981,82 (x33) 658.627.200 = 330a + 10.890c

III.661.852.800 = 330a + 19.338c 19.958.40 = 10a + 330

661.852.800 = 330a + 19.338c (x1) 661.852.800 = 330a + 19.338c -3.225.600 = -8.448c c = 381,82 Maka, 19.958.400 = 10a + 330 (381,82) 19.958.400 = 10a + 126.000,6 19.832.399,4 = 10a a = 1.983.239,94 Y’ = 1.983.239,94 + 30.981,82X + 381,82X2
Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Y 1.728.000 ,00 1.785.600 ,00 1.843.200 ,00 1.900.800 ,00 1.958.400 ,00 2.016.000 ,00 2.073.600 ,00 2.131.200 ,00 2.217.600 a 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, 94 1.983.239, bX 278.836,3 8 216.872,7 4 154.909,1 0 -92.945, 46 -30.981, 82 30.981,82 92.945,46 154.909, 10 216.872, cX 30.927, 42 18.709, 18 9.545,5 0 3.436,3 8 381,82 381,82 3.436,3 8 9.545,5 0 18.709, Y' 1.735.330 ,98 1.785.076 ,38 1.837.876 ,34 1.893.730 ,86 1.952.639 ,94 2.014.603 ,58 2.079.621 ,78 2.147.694 ,54 2.218.821 Y-Y' -7.330, 98 523,6 2 5.323,6 6 7.069,1 4 5.760,0 6 1.396,4 2 -6.021, 78 16.494,5 4 (Y-Y’)2 53.743.267 ,76 274.177 ,90 28.341.355 ,80 49.972.740 ,34 33.178.291 ,20 1.949.988 ,82 36.261.834 ,37 272.069.849 ,81 1.492.941

2009

,00 2.304.000 ,00

94 1.983.239, 94

74 278.836, 38 Total

18 30.927, 42

,86 2.293.003 ,74

1.221,86 10.996, 26

,86 120.917.733 ,99 598.202.181, 85

SKP =

∑(Y − Y ' )
n

2

=

598 .202 .181 ,85 = 7.734 ,35 10

Jadi ramalan penjualan tahun 2010 dan 2011 adalah sebagai berikut : Tahun 2010 Tahun 2011 : 1.983.239,94 + 30.981,82 (11) + 381,82 (121) = 2.370.240,18 : 1.983.239,94 + 30.981,82 (13) + 381,82 (169) = 2.450.531,18

3. Aspek Keuangan Berdasarkan hasil pengamatan kami dan keterangan dari pemilik, untuk aspek keuangan yang kami sajikan sebagai berikut : 1) Kebutuhan Modal untuk Investasi  Modal tetap: Tanah Gedung Peralatan Mesin Kendaraan langsung dan overhead Bahan baku berupa: Keterangan Terigu Telur Gula pasir Margarin Ragi basah Assen mocca Calsium Improver LPG Messes Coklat tepung Selai nanas Minyak tanah Harga Rp 60.400/sack Rp 7.400/kg Rp 116.250/sack Rp 47.000/dus Rp 66.000/kg Rp 90.000/kg Rp13.750/kg Rp 19.000/kg Rp 18.000/kg Rp 85.000/kg Rp 23.700/kg Rp 27.000/kg Rp 400/L Rp 68.000.000,Rp 190.000.000,Rp 7.500.000,Rp 15.500.000,Rp 15.000.000,-

 Modal kerja: biaya-biaya yang terkait dengan biaya bahan baku, tenaga kerja

Biaya tenaga kerja = @Rp 170.000,- / bulan Biaya overhead terdiri dari :
a. b.

Biaya listrik Rp 106.000/bulan Biaya telepon Rp 80.000/bulan

2) Perolehan Modal  Modal sendiri  Modal pinjaman: dari Bank dan dari modal pinjaman Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah dari pemerintah setempat.

4. Aspek Teknis/Operasi 1) Letak Perusahaan Melaty Kurnia Aji berada di lokasi strategis untuk memperoleh bahan baku. Daerah Srikayangan merupakan kawasan industri yang mendukung usaha ini. Letak perusahaan juga mudah diakses dengan kendaraan roda empat, sehingga memudahkan untuk saluran distrubusi, baik pemasaran maupun pemasok bahan baku, mudah mendapatkan konsumen. 2) Tata Letak Perusahaan(belum) Perusahaan merupakan rumah pribadi yang didesain sedemikian rupa sehingga bisa difungsikan sebagai pabrik dan kantor perusahaan. Adapun ruang-ruang yang ada di Melaty Kurnia Aji:  Rumah depan digunakan sebagai rumah pribadi  Gudang bahan baku digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan diolah  Dapur umum digunakan sebagai dapur pabrik dan dapur pribadi  Gudang bahan baku setengah jadi digunakan untuk menyimpan bahan baku setengah jadi, seperti pisang, coklat, kelapa dan lain- lain
 Ruang pembentukan roti digunakan untuk pembentukan roti  Ruang proving atau fermentasi digunakan untuk ruang pengembangan roti

 Ruang oven digunakan untuk pengovenan roti  Ruang finishing digunakan untuk pembelahan, pendinginan dan pembungkusan atau packing roti

 Ruang genset digunakan untuk menggerakkan mesin pembungkus atau packing
 Showroom sebagai tempat memamerkan produk yang dihasilkan dan menjual

produk  Ruang stock produk jadi digunakan sebagai tempat penyimpanan roti yang akan didistribusikan  Mushola digunakan untuk tempat beribadah 3) Peralatan yang Digunakan Melaty Kurnia Aji menggunakan mesin dan peralatan yang modern. Mesin yang digunakan merupakan hasil kombinasi yang dilakukan oleh pemiliknya karena kreatifitasannya. Peralatan yang ada meliputi mesin pengaduk, mesin packing, oven, dan sebagainya.
5. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Selain misi yang bernada profitable, Melaty Kurnia Aji juga memiliki misi sosial. Perusahaan memberikan masukan-masukan dan memberikan motivasi dengan menjelaskan profil perusahaan kepada para pengunjung yang melakukan survey. Dengan berdirinya perusahaan ini dapat menstimulan sektor ekonomi, yaitu tenaga kerja dan produksi bagi penduduk sekitar. Karyawan yang bekerja di perusahaan adalah penduduk sekitar. Lingkungan sekitar pabrik merupakan kawasan industri yang mendorong masyarakatnya berwirausaha. 6. AMDAL Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji adalah produk makanan dan jauh dari unsur kimia berbahaya, sehingga limbah yang dihasilkan pun sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, tidak ada permasalahan serius terkait dengan limbah.
A.

Kesimpulan (Penutup) Dari hasil penilaian kami, Melaty Kurnia Aji berpotensi memiliki prospektif usaha yang cerah, sehingga menjadi inspirator kami untuk penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis Sweet Bakery

Hanya saja, kami masih menjumpai adanya kekurangan optimalisasi dalam hal manajemen keuangan dan pemasaran. Di Melaty Kurnia Aji pengelolaan keuangan masih sederhana. Padahal menurut kami, perusahaan yang mempunyai level setingkat Melaty Kurnia Aji (harusnya) telah memiliki catatan akuntansi yang memadai untuk mengikuti laju perkembangan bisnisnya. Disamping itu, pemanfaatan pasar potensial belum begitu dioptimalkan. Kami menggaris bawahi untuk Melaty Bakery untuk obyek pengamatan kami, karena produk tersebut merupakan produk unggulan, dibanding produk-produk lain. Pertimbangan lain, Melaty Bakery mempunyai potensi pasar yang luas, bahkan bisa menembus pasar nasional.

PENDIRIAN CV S2FI
PENDAHULUAN Di dalam penyusunan Studi Kelayakan Bisnis CV S2FI, kami (penyusun) terinspirasi dari perusahaan Melaty Kurnia Aji, perusahaan perseorangan yang dimiliki dan dikelola oleh Bapak Haji Wakidi. Perusahaan Perseorangan ini mempunyai prospektif bisnis yang tinggi dan bisa dijadikan referensi kami, terkait dengan kemajuan dan kelancaran operasi perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami telah melakukan observasi langsung ke perusahaan dan juga wawancara dengan owner beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan hasil observasi yang telah kami laksanakan, akhirnya kami menjadi terinspirasi untuk merencanakan usaha yang sama seperti perusahaan Melaty Kurnia Aji. Usaha yang kami rencanakan dengan bentuk badan usaha yaitu CV yang akan kami beri nama CV S2FI dengan 4 orang pemilik. Didirikan di Jalan Daendels No. 28, Kebumen. Berikut ini akan kami sajikan aspek-aspek dalam pembuatan dan penilaian studi kelayakan bisnis Gula Semut. Ada beberapa aspek dimana masing-masing aspek saling berkaitan. Secara umum prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan adalah: 1. Aspek Hukum

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Aspek Pemasaran Aspek Keuangan Aspek Teknis/Operasi Aspek Manajemen/Organisasi Aspek Ekonomi Sosial Aspek Amdal

1.

ASPEK HUKUM Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki. Penelitian keabsahan dokumen dapat dilakukan sesuai dengan lembaga yang mengeluarkan dan mengesahkan dokumen yang bersangkutan. Dokumen yang perlu diteliti keabsahan, kesempurnaan dan keasliannya yaitu meliputi badan hukum, izin-izin yang dimiliki, sertifikat tanah atau dokumen lain yang mendukung usaha tersebut. Bentuk Badan Usaha Bentuk badan usaha adalah Perseroan Komanditer (CV) yang didirikan oleh 4 orang. Identitas Diri Pemilik Usaha 1. Susi Estiyari 2. Sugiyati 3. Suda Ima Arwati 4. Fitriyani Nur K Tanda Daftar Perusahaan Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur mengurus tanda daftar perusahaan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan pada saat pembuatan akte pendirian. Izin Usaha CV ini telah mendapatkan izin usaha dari departemen teknis yang bersangkutan. Izin usaha tersebut antara lain terdiri dari :
a. Surat izin perdagangan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. b. Surat izin usaha industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. c. Surat izin mendirikan bangunan. d. Surat izin domisili, dimana perusahaan / lokasi proyek berada dari Pemerintah

Daerah (Pemda). Keabsahan Dokumen Lainnya Status Hukum Tanah Keabsahan sertifikat tanah dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dimana status tanah ini adalah : a. Jenis Hak Tanah

Hak milik: yang merupakan hak milik bersama.

Hak guna bangunan. Hak guna usaha. Hak pakai.


b. Harga tanah sekarang dan prediksi dimasa yang akan datang Harga tanah sekarang kurang lebih Rp 100.000 / meter2 Prediksi di masa yang akan datang selama 5 tahun Rp 110.000 / meter2
2.

ASPEK PEMASARAN Tujuan dari aspek pemasaran adalah:
a. b. c. d. e.

Untuk meningkatkan penjualan dan laba Untuk menguasai pasar Untuk mengurangi saingan Untuk menaikkan prestise produk Untuk memuaskan konsumen

Segmentasi Pasar Pasar bagi produk Sweet Bakery adalah orang secara umum. Segmentasi pasarnya adalah selera mereka (konsumen). Bisa juga konsumen diklasifikasi berdasarkan karakter dan kondisi dimana mereka berada. Namun, segmentasi pasar bagi produk Sweet Bakery tidak begitu dipermasalahkan. Posisi Pasar Kecenderungan orang untuk mengkonsumsi makanan praktis adalah sasaran dari pasar Sweet Bakery. Karena gaya hidup konsumen yang praktis, maka bertebaranlah produsenprodusen makanan praktis. Roti praktis, bubur instan, nasi instan, mie instan merupakan produk yang marak beredar di pasaran. Namun, sebagian dari produsen produk tersebut menggunakan bahan kimia untuk mengejar kepraktisan rasa, aroma, atau warna produk agar sesuai dengan bahan yang disubtitusikan. Penggunaan bahan kimia dalam produk makanan atau minuman sangat membahayakan kesehatan, beredar. misalnya menyebabkan berbagai penyakit. Bagi konsumen yang berpengetahuan akan bahaya tersebut akan bersikap agresif terhadap produk yang

Strategi Marketing Mix 1. Produk Produk yang dihasilkan a. Logo dan motto Produk ini berlogo sederhana terkesan natural. Tulisan ”SWEET BAKERY” dengan font impact melambangkan merk produk ini. Terletak di depan obyek oval. Kesan yang ditonjolkan sebagai keunggulan kompetitif produk adalah kesan alami, tanpa penggunaan bahan kimia (pengawet), hal ini ditunjukkan dengan motto, ”Manis tanpa pengawet”.

G
b. Merek

U

L A

S

E M

U

T

Merek merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal produk yang ditawarkan. Merek ”SWEET BAKERY” dipilih karena merupakan merek yang unik dan mudah diingat, bisa jadi menimbulkan rasa penasaran. c. Kemasan Kemasan pembungkus produk adalah plastik tebal kedap udara, yang berfungsi melindungi produk agar tahan lama. Kemasan ini dimasukkan ke dalam kemasan luar. Kemasan produk luar dibuat dari kantong kertas drill tebal berwarna coklat tua, dimaksudkan untuk menekan biaya kemasan. Keterangan produk ditulis (label) dalam kemasan yang warnanya disesuaikan dengan varian rasa produk bersangkutan. Untuk menimbulkan kesan tradisional dan antik, sebagai aksesoris dipasang tali berbahan rami. Sehingga tampak seperti tas mungil cantik.

d.

Label

Label dicantumkan langsung di kemasan luar. Adapun materinya adalah spesifikasi produk, meliputi bahan baku, kegunaan (khasiat) dan netto. Dicantumkan pula tanggal kadaluarsa, nomor ijin dari Dinas Kesehatan, dan nama produsen dan kota asalnya.

Contoh label yang dicantumkan pada pada kemasan gula semut kunir: 2. Harga Harga merupakan aspek penting dalam strategi marketing mix. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk sweet bakery ini. Penentuan harga dimaksudkan untuk memaksimumkan laba, memperbesar market share, bertahan hidup dan menyangkut pesaing. Penetapan harga produk adalah market penetration pricing, yaitu menetapkan harga yang serendah-rendahnya (dengan catatan tetap menguntungkan), dengan tujuan untuk menguasai pasar. Adapun metode penetapannya menggunakan cost plus pricing dengan (mark up), yaitu: Harga dengan mark up= Harga pokok (unit)/(1-laba yang diinginkan) Adapun harga produk dapat dimodifikasi dangan metode tertentu,
a.

Menurut pelanggan, yaitu berdasar pelanggan tetap atau pembeli biasa Menurut wilayah pemasaran, jauh dekatnya, dan

b. Menurut spesifikasi produk c.

d. Menurut cara pembayaran (tunai/kredit).

3. Lokasi dan Distribusi Penentuan lokasi dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut: a. b. c. d. a. Dekat dengan lokasi pasar Pertimbangan sarana dan prasarana Jumlah pesaing dalam kawasan tersebut Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat Pembeli (faktor pasar)

Untuk saluran distribusinya adalah mempertimbangkan

b. c.
a.

Karakteristik produk Pengawasan dan keuangan Produsen – konsumen Produsen – pengecer – konsumen Produsen – pengecer – grosir – konsumen Produsen – pengecer – grosir – agen – konsumen

Sedangkan dasar saluran distribusinya adalah sebagai berikut: b. c. d.

4. Promosi Tujuan promosi adalah pengenalan produk pada konsumen, yaitu menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. Cara yang paling jitu untuk media promosi adalah iklan. a. b. c. d. e. Iklan yang berbentuk biilboard yang dipasang di lokasi-lokasi strategis. Pencetakan brosur Media cetak, koran dan majalah Media elektronik, TV dan radio Media internet berbentuk website untuk memperluas pemasaran hingga ke luar negeri. 5. Pesaing Pesaing dalam produk sweet bakery adalah mereka (produsen) pendatang baru yang mempunyai pandangan sama tentang prospektif bisnis ini. Dan pemasok yang memiliki kedudukan kuat. Maka analisis situasi yang dikenal dengan analisis SWOT perlu dilakukan.
a.

Kekuatan (strengh), atau kekuatan atau keunggulan yang dimiliki perusahaan. Adapun keunggulannya adalah kehigienis produk yang terjaga, tanpa bahan pengawet, dan harga yang relatif murah.

b. Kelemahan (weakness), kelemahan yang terjadi dalam perusahaan. Yaitu faktor

pemasaran yang kurang menjangkau seluruh aspek pasar.
c.

Peluang (opportunity), peluang produk makanan instan yang makin digemari masyarakat Ancaman (threat), yaitu munculnya pesaing-pesaing baru.

d. 3.

ASPEK KEUANGAN

a.

Menghitung kebutuhan investasi 1) Produksi setiap hari sebanyak 1500 unit. 2) Untuk memproduksi 1500 unit produk dibutuhkan : a) Biaya Bahan Baku No 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Tepung Terigu Telur Gula Pasir Margarin Ragi Basah Calsium Improver Per Kg 40 10 20 5 3 2 3 Harga per Kg Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 6.000 10.500 11.000 25.000 66.000 16.000 22.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah 240.000 105.000 220.000 125.000 198.000 32.000 66.000 986.000

Jadi Biaya Bahan Baku per unit yaitu Rp 657. b) Biaya Tenaga Kerja Langsung Jumlah Karyawan Gaji per orang Gaji per hari

4 Rp 15.000 Rp 60.000 Jadi Biaya Tenaga Kerja Langsung per unit yaitu Rp 40. c) Biaya Overhead Pabrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Bahan Pelengkap Biaya Listrik Biaya Air Biaya Telpon Biaya Depresiasi Gedung Biaya Depresiasi Peralatan Biaya Depresiasi Mesin Biaya Depresiasi Kendaraan Biaya Promosi Biaya per Bulan Rp 90.000 Rp 85.000 Rp 50.000 Biaya per Tahun Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.000.000 1.080.000 1.020.000 600.000 8.000.000 1.500.000 6.500.000 2.500.000 2.000.000

Rp 26.200.000 Jadi Biaya Overhead Pabrik per unit yaitu Rp 61. 3) Biaya administrasi dan umum sebesar Rp 150.000 / bulan. 4) Gaji staff a) Administrasi 2 orang @ Rp 600.000 setiap bulan. b) Pemasaran 1 orang @ Rp 500.000 setiap bulan. 5) Gaji pimpinan setiap bulan Rp 700.000. 6) Data penunjang sebagai berikut :

a) Proses produksi 1 hari. b) Bahan mentah di simpan di gudang 3 hari. c) Barang jadi di simpan di gudang 2 hari. d) Penjualan kredit 14 hari. e) Kas minimal untuk berjaga – jaga Rp 3.000.000. Perhitungan kebutuhan investasi :
a.

Modal kerja yang dibutuhkan :
1) Bahan baku : Rp 986.000 x 20 hari 2) BTKL : Rp 60.000 x 17 hari 3) BOP : 1500 x Rp 61 x 17 hari 4) Biaya Adm & Umum : Rp 150.000 / 24 hari x 17 hari Rp 5) Gaji administrasi : Rp 1.200.000 / 24 hari x 17 hari 6) Gaji umum : Rp 500.000 / 24 hari x 17 hari 7) Gaji pimpinan : Rp 700.000 / 24 hari x 17 hari 8) Kas minimal Kebutuhan modal kerja per periodik produk Rp Rp Rp 19.720.000 Rp 1.020.000 Rp 1.555.000 106.250 850.000 354.000 Rp Rp 3.000.000 Rp 27.101.750 496.000

b.

Modal tetap :
1) Tanah 1.000 m2 @ Rp 100.000

Rp 100.000.000 Rp 200.000.000 Rp 10.500.000 Rp 80.000.000 Rp 35.000.000 Rp 425.500.000 Rp 452.601.750

2) Gedung 3) Peralatan 4) Mesin 5) Kendaraan Total modal tetap Total Modal Kerja dan Modal Tetap
b.

Menetapkan sumber pemenuhan modal 1) Modal Susi Estiyari berupa uang tunai 2) Modal Sugiati berupa uang tunai Kendaraan 3) Modal Suda Ima Arwati berupa uang tunai Peralatan 4) Modal Fitriani Nur K berupa uang tunai Mesin 5) Pinjaman dari bank dengan bunga 20% per th Total Rp 79.719.500 Rp 30.106.250 Rp 35.000.000 Rp 40.000.000 Rp 10.500.000 Rp 47.276.000 Rp 30.000.000 Rp 180.000.000 Rp 452.601.750

c.

Arus kas seumur hidup 1) Asumsi Penjualan a) Asumsi yang digunakan untuk menaksir penjualan selama 5 tahun b) Asumsi Penjualan c) Penjualan naik 10 % setiap tahun

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

432.000 unit 475.200 unit 522.720 unit 574.992 unit 632.491 unit

x x x x x

Rp1.500 Rp1.500 Rp1.500 Rp1.500 Rp1.500

= = = = =

Rp 648.000.000 Rp 712.800.000 Rp 784.080.000 Rp 862.488.000 Rp 948.736.500

2) Asumsi Biaya Bahan Mentah a) Jumlah Bahan Mentah per unit produk Rp 657 b) Harga Bahan Mentah naik 5 % setiap tahun

BM Tahun 1 BM Tahun 2 BM Tahun 3 BM Tahun 4 BM Tahun 5

432.000 unit 475.200 unit 522.720 unit 574.992 unit 632.491 unit

x x x x x

Rp 657 Rp 690 Rp 724 Rp 761 Rp 799

= = = = =

Rp 283.824.000 Rp 327.816.720 Rp 378.628.312 Rp 437.315.700 Rp 505.099.474

3) Asumsi Biaya Tenaga Kerja Langsung a) BTKL naik 5% setiap tahun b) BTKL per unit produk sebesar Rp 40 432.00 BTKL Tahun 1 BTKL Tahun 2 BTKL Tahun 3 BTKL Tahun 4 BTKL Tahun 5 0 475.20 0 522.72 0 574.99 2 632.49 1 unit unit unit unit unit x x x x x Rp 40 Rp 42 Rp 44 Rp 46 Rp 49 = = = = = Rp 17.280.000 Rp 19.958.400 Rp 23.051.952 Rp 26.625.005 Rp 30.751.871

4) Asumsi Biaya Overhead Pabrik a) BOP naik 5 % setiap tahun b) Jumlah BOP per unit produk Rp 61

BOP Tahun 1 BOP Tahun 2 BOP Tahun 3 BOP Tahun 4 BOP Tahun 5

432.000 unit 475.200 unit 522.720 unit 574.992 unit 632.491 unit

x x x x x

Rp 61 Rp 64 Rp 67 Rp 71 Rp 74

= = = = =

Rp26.352.000 Rp30.436.560 Rp35.154.227 Rp40.603.132 Rp46.896.603

5) Asumsi Biaya Administrasi dan Umum
a) Biaya Administrasi dan Umum naik 5 % setiap tahun.

b) Biaya Administrasi dan Umum tahun 1 : Rp 150.000 x 12 c) Biaya gaji bagian Administrasi : Rp 1.200.0000 x 12 d) Biaya gaji bagian umum : Rp 500.000 x 12 e) Biaya gaji pimpinan : Rp 700.000 x 12

Rp Rp Rp Rp

1.800.000 4.400.000 6.000.000 8.400.000

Rp 30.600.000 Tahun 1 sebesar sebesar sebesar sebesar sebesar 6) Depresiasi modal tetap Depresiasi menggunakan metode garis lurus.
Keterangan 1. Tanah 1000 m @ Rp 100.000 2. Gedung 3. Peralatan 4. Mesin 5. Kendaraan Harga Perolehan Rp 100.000.000 Rp 200.000.000 Rp 10.500.000 Rp 80.000.000 Rp 35.000.000 Jumlah Depresiasi Nilai Sisa Rp 40.000.000 Rp 3.000.000 Rp 15.000.000 Rp 10.000.000 UE 20 5 10 10 Depresiasi Rp 8.000.000 Rp 1.500.000 Rp 6.500.000 Rp 2.500.000 Rp 18.500.000

Rp 30.600.000 Rp 32.130.000 Rp 33.736.500 Rp 35.423.325 Rp 37.194.491

7) Perhitungan Arus Kas Operasional (AKO) dan NPV
Penjualan Biaya : 1. BBB 2. BTKL 3. BOP 4. Biaya Adm & Umum 5. Depresiasi Total Biaya Laba Kotor Pajak 28% Laba Bersih Depresiasi AKO 1 2 Rp 648.000.000 Rp 712.800.000 Rp 283.824.000 Rp 327.816.720 Rp 17.280.000 Rp 19.958.400 Rp 26.352.000 Rp 30.436.560 Rp 30.600.000 Rp 32.130.000 Rp 18.500.000 Rp 18.500.000 Rp 376.556.000 Rp 428.841.680 Rp 271.444.000 Rp 283.958.320 Rp 76.004.320 Rp 79.508.330 Rp 195.439.680 Rp 204.449.990 Rp 18.500.000 Rp 18.500.000 Rp 213.939.680 Rp 222.949.990 3 4 Rp 784.080.000 Rp 862.488.000 Rp 378.628.312 Rp 437.315.700 Rp 23.051.952 Rp 26.625.005 Rp 35.154.227 Rp 40.603.132 Rp 33.736.500 Rp 35.423.325 Rp 18.500.000 Rp 18.500.000 Rp 489.070.990 Rp 558.467.161 Rp 295.009.010 Rp 304.020.839 Rp 82.602.523 Rp 85.125.835 Rp 212.406.487 Rp 218.895.004 Rp 18.500.000 Rp 18.500.000 Rp 230.906.487 Rp 237.395.004 5 Rp 948.736.500 Rp 505.099.474 Rp 30.751.871 Rp 46.896.603 Rp 37.194.491 Rp 18.500.000 Rp 638.442.438 Rp 310.294.062 Rp 86.882.337 Rp 223.411.725 Rp 18.500.000 Rp 241.911.725 Rp 347.101.750 Rp 589.013.475 0,4019

DF 20% PV Kas bersih

0,8333

0,6944

0,5787

0,4823

Rp 178.275.935 Rp 154.816.473

Rp 133.625.584 Rp 114.495.610 Rp 236.724.515

Keterangan : Aliran Kas Terminal a. Pengembalian Modal Kerja b. Taksiran Aktiva Tetap tahun ke 5 : - Tanah - Gedung - Peralatan - Mesin - Kendaraan Arus Kas Terminal

Rp

27.101.750

Rp 110.000.000 Rp 150.000.000 Rp 3.000.000 Rp 40.000.000 Rp 17.000.000 Rp 347.101.750

0 - Rp 452.601.750 Investasi awal

1 Rp 213.939.680 AKO I

2 Rp 222.949.990 AKO II

3 Rp 230.906.487 AKO III

4 Rp 237.395.004 AKO IV

5 Rp 241.911.725 AKO V Rp 347.101.750

Nilai Terminal Rp 589.013.475 Rp 213.939.680 x 0,8333 = Rp 178.275.935 20%

Rp 222.949.990 x 0,6944

=

Rp 154.816.473

20%

Rp 230.906.487 x 0,5787

=

Rp 133.625.584

20%

Rp 237.395.004 x 0,4823

=

Rp 114.495.610

20%

Rp 589.013.475 x 0,4019

=

Rp 236.724.515

20%

NPV

=

Rp 365.336.368

d.

Kelayakan investasi Setelah di taksir aliran kas ”seumur investasi”, maka langkah terakhir SKP Aspek Keuangan adalah menilai layak tidaknya investasi tersebut dengan :

1)

Discounted Payback Period Metode payback period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu poyek atau usaha. Perhitungan PP untuk usaha kami yaitu : Investasi Kas Bersih Tahun 1 Kas Bersih Tahun 2 Belum Cukup Kas Bersih Tahun 3 Kelebihan PP tahun 3 = Rp 5.712.050 Rp 230.906.487 Maka PP adalah 2 tahun 1 bulan. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 452.601.750 213.939.680 38.662.070 222.949.990 15.712.080 230.906.487 215.194.407 X 12 bulan = 0,82 atau 24 hari atau 1 bulan.

2)

Net Preset value (NPV)

Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi (capital outlays) selama umur investasi. Perhitungan NPV untuk usaha kami yaitu : Total PV kas bersih Total PV investasi NPV layak untuk dijalankan. 4. ASPEK TEKNIS/OPERASI Penilaian kelayakan terhadap aspek ini juga penting untuk dilakukan sebelum usaha dijalankan. Adapun tujuan dilakukannya analisis ini adalah: 1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat untuk usaha. 2. Agar perusahaan dapat menentukan lay-out yang sesuai dengan proses produksi yang dipilih, sehingga dapat memberikan efisiensi. 3. Agar perusahaan dapat menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksi. 4. Agar perusahaan dapar menentukan persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang ini. 5. Agar perusahaan dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan dimasa yang akan datang. Penentuan Lokasi Usaha Faktor-faktor yang mempengaruhi: a. Jarak dengan pasar. b. Bahan baku. c. Tersedianya tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang diinginkan d. Terdapat fasilitas pengangkutan, (paling tidak adanya jalan raya). e. Tersedianya sarana dan prasarana
f. Sikap masyarakat sekitar.

= Rp 817.938.118 = Rp 452.601.750 = Rp 365.336.368 (positif)

Berdasarkan penilaian dengan PP dan NPV tersebut, dapat disimpulkan usaha ini

Pertimbangan lainnya adalah, a. Biaya investasi. b. Prospek perkembangan harga. c. Kemungkinan untuk perluasan lokasi.

d. Terdapat fasilitas penunjang. e. Pajak dan peraturan daerah setempat. Sehingga dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dapat memberikan manfaat, baik manfaat finansial maupun non-finansial, antara lain: 1. Pelayanan kepada konsumen yang lebih memuaskan. 2. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan. 3. Kemudahan dalam memperoleh bahan baku. 4. Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha. 5. Memiliki nilai atau harga ekonomis di masa yang akan datang. 6. Meminimalkan terjadinya konflik, terutama dengan masyarakat dan pemerintahan setempat. Lay Out Lay-out merupakan suatu proses dalam penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi. Dengan lay-out akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: 1. Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktifitas dan pemeliharaan. 2. Pemakaian ruangan yang efisien. 3. Mengurangi biaya produksi maupun investasi. 4. Aliran material menjadi lancar. 5. Biaya pengangkutan material dan barang jadi yang rendah 6. Kebutuhan persediaan yang rendah 7. Memberikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang baik. Analisis untuk lay-out adalah process oriented, yaitu berdasarkan proses produksi.  Rumah depan digunakan sebagai rumah pribadi  Gudang bahan baku digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan diolah  Dapur umum digunakan sebagai dapur pabrik dan dapur pribadi  Gudang bahan baku setengah jadi digunakan untuk menyimpan bahan baku setengah jadi, seperti pisang, coklat, kelapa dan lain- lain  Ruang pembentukan roti digunakan untuk pembentukan roti  Ruang proving atau fermentasi digunakan untuk ruang pengembangan roti  Ruang oven digunakan untuk pengovenan roti

 Ruang finishing digunakan untuk pembelahan, pendinginan dan pembungkusan atau packing roti  Ruang genset digunakan untuk menggerakkan mesin pembungkus atau packing  Showroom sebagai tempat memamerkan produk yang dihasilkan dan menjual produk  Ruang stock produk jadi digunakan sebagai tempat penyimpanan roti yang akan didistribusikan  Mushola digunakan untuk tempat beribadah Teknologi yang Digunakan Yang menjadi perhatian untuk pemilihan teknologi adalah seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang dikerjakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 1. Ketepatan teknologi dengan bahan baku. 2. Keberhasilan teknologi di tempat lain. 3. Pertimbangan teknologi lanjutan. 4. Besarnya biaya investasi dan biaya pemeliharaan. 5. Kemampuan tenaga kerja dan kemungkinan pengembangan. 5. ASPEK MANAJEMEN / ORGANISASI Tujuan dari aspek ini adalah menetukan srtuktur organisasi yaitu dengan menetukan seluruh tugas, hubungan antar tugas, batas wewenang, dan tanggungjawab untuk menjalankan masing-masing tugas tersebut. Dalam bisnis sweet bakery hanya membutuhkan struktur organisasi yang sederhana karena perusahaan ini belum beroperasi dalam skala besar. Struktur sederhana tidak rumit, kompleksitas rendah, sedikit formalisasi dan mempunyai wewenang yang disentralisasi pada seseorang, cepat, fleksibel, dan membutuhkan sedikit biaya untuk pemeliharaannya. Lapisan struktur tidak rumit, pertanggungjawabannya mudah dan ketidakpastian minimum. 6. ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL Setiap usaha yang dijalankan, tentunya akan menginginkan dampak positif yaitu keuntungan atau laba yang tinggi. Dampak tersebut akan dirasakan oleh berbagai pihak, baik bagi pengusaha, pemerintah maupun masyarakat luas sekitarnya.

Dampak yang kemungkinan akan timbul tidak jauh berbeda dengan dampak yang telah terjadi pada Melaty Kurnia Aji karena usaha yang kami rencanakan memang usaha yang sejenis dengan Melaty Kurnia Aji

Dampak yang akan timbul antara lain : a. Ekonomi Dari aspek ekonomi untuk pemilik yaitu dapat meningkatkan pendapatan. Sedangkan untuk masyarakat luas yaitu:
 Dapat membuka kesempatan kerja sekaligus dapat mengurangi pengangguran,

sebab usaha yang baru didirikan pasti membutuhkan tenaga kerja.
 Dengan dibukanya usaha kami, akan memungkinkan untuk tersedianya sarana

dan prasarana bagi masyarakat seperti jalan raya.  Tersedianya jumlah dan ragam produk di masyarakat sehingga masyarakat banyak pilihan untuk produk yang diinginkan Selain itu juga dapat meningkatkan perekonomian pemerintah, dengan pembayaran pajak dari hasil usaha yang kami rencanakan. b. Sosial Dampak sosial yang mungkin terjadi karena adanya usaha kami, yaitu dapat memotivasi masyarakat sekitar untuk melakukan usaha. Baik dengan usaha yang sama maupun usaha-usaha lain sehingga masyarakat sekitar akan menjadi lebih kreatif dan tetap produktif. Hal ini akan membuat daerah sekitar akan menjadi berkembang dan lebih maju. 7. ASPEK AMDAL Dampak yang timbul dari suatu proses produksi dalam suatu kegiatan usaha sangat penting untuk diperhatikan sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Maka dalam usaha sweet bakery ini dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang akan timbul baik dampak sekarang maupun yang akan datang. Studi ini disamping untuk mengetahui dampak yang akan timbul juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Dengan adanya operasi dari bisnis sweet bakery maka komponen lingkungan hidup secara otomatis akan berubah meskipun hanya sedikit. Berikut ini dampak negatif yang mungkin akan timbul jika tidak dilakukan studi amdal secara baik dan benar: 1. Terhadap air

Salah satu limbah dari produksi sweet bakery adalah limbah cair yaitu air sisa pembuangan dari proses pencucian alat dan bahan penolong. Apabila dibuang secara sembarangan akan mengakibatkan air menjadi berubah warna, bau, dan berubah rasa. Penyelesaiannya antara lain dengan memasang filter / saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan sudah bersih dan sehat. Selain itu, dapat dibuat pula saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. 2. Terhadap manusia Dampak yang terjadi terhadap manusia adalah sebagai berikut:  Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat di sekitar lokasi  Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat Penyelesaiannya dengan cara menyaring budaya yang masuk dalam kawasan industri.

PENUTUP Dari hasil studi kelayakan bisnis yang telah kami lakukan, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa usaha yang kami rencanakan mempunyai prospek yang bagus untuk dilaksanakan. Dengan melihat hasil pengamatan pada Melaty Kurnia Aji dan membandingkan dengan usaha yang kami rencanakan, Melaty Kurnia Aji dapat menambah informasi bagi kami untuk mendirikan usaha yang kami rencanakan. Dengan berdasarkan perhitungan periode pengembalian, kami dapat mengetahui bahwa jika kami menjalankan usaha CV. S2FI, investasi kami akan kembali setelah 2 tahun, 1 bulan dan NPVnya menunjukkan nilai yang positif. Oleh karena itu, kami mengambil kesimpulan bahwa usaha yang kami rencanakan layak untuk dilaksanakan dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->