P. 1
Cara Memulai Usaha Sendiri (Teori Dan Contoh Kasus)

Cara Memulai Usaha Sendiri (Teori Dan Contoh Kasus)

3.0

|Views: 27,158|Likes:
Published by Almi Zarindi
i just want to share...
i just want to share...

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: Almi Zarindi on May 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

Uang tunai ibarat pelumas yang membuat mesin usha Anda dapat terus berjalan.
Beberapa pemilik usaha tidak dapat mengelola cash flow ke dalam dan keluar
dengan baik. Rencana cash flow menunjukkan berapa banyak uang yang akan
masuk ke dalam dan berapa banyak uang yang akan keluar dari perusahaan Anda
setiap bulannya. Rencana cash flow membantu Anda menjamin agar usaha Anda
tidak kehabisan uang pada saat manapun.

Dalam kebanyakan usaha, uang tunai diterima dan dikeluarkan tiap hari. Pemilik
usaha yang sukses membuat rencana cash floe dengan baik. Rencana cash flow
sering sulit untuk disusun karena hal-hal sebagai berikut :

Beberapa penjualan mungkin mengandalkan kredit dan uang tunai dari
penjualan itu baru akan masuk beberapa bulan kemudian. Oleh karena itu,
dalam menangani pemasaran Anda perlu menetapkan kebijakan kredit usaha
Anda.

Beberapa biaya mungkin dalam bentuk kredit yang akan dibayar pada beberapa
bulan berikutnya. Untuk usaha baru hal ini tidak umum.
Beberapa biaya ada dalam bentuk non-tunai, seperti biaya penyusutan
peralatan. Oleh karena itu, biaya penyusutan jangan dimasukkan ke dalam
rencana cash flow.

Untuk mengetahui kelancaran usaha, perlu dibuat rencana cashflow yang
akan memberikan gambaran berapa sebenarnya modal minimum yang
dibutuhkan, apakah jumlah pendapatan dan pengeluaran seimbang dan
yang penting dari cashflow adalah kita bisa melihat kemampuan bayar kita
untuk melakukan pengembangan usaha.

Table Asuransi Rencana Cashflow untuk Tahun Pertama
(angka dalam jutaan)

Jumlah
Produksi

400

800 1200 1600

1600 1600 2000 2000 2000 2000 2000 2000

Harga Jual

@ Rp.

HPP

@ Rp. 7.000,-

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Kas Awal
Periode

5

2.46 4.99 11.64 21.09 30.54 38.37 49.42 55.97 62.52 73.57 84.62

Pendapatan
Penjualan

6

12

18

24

24

30

30

30

30

30

30

30

PPN 10%

5.4

10.8 16.2

21.6

21.6

27

27

27

27

27

27

27

Pengeluaran
Investasi

4.5

1.5

0

0

0

4.5

0

0

4.5

0

0

0

Perabot

0.75 0.75

0

0

0

0.75

0

0

0.75

0

0

0

Komputer

3

0

0

0

0

3

0

0

3

0

0

0

Rak/ Almari 0.75 0.75

0

0

0

0.75

0

0

0.75

0

0

0

HPP

2.8

5.6

8.4

11.2

11.2

14

14

14

14

14

14

14

PPN 10%

(0.28) (0.56) (0.84) (1.12) (1.12)

(1.4) (1.4) (1.4) (1.4) (1.4) (1.4) (1.4)

2.53 5.04 7.56 10.08 10.08 12.6

12.6

12.6

12.6

12.6

12.6

12.6

Biaya Tetap

0.2

1.3

1.3

1.3

1.3

1.3

2.5

2.5

2.5

2.5

2.5

2.5

Gaji

0

1

1

1

1

1

2

2

2

2

2

2

Telpon

0.1

0.1

0.1

0.1

0.1

0.1

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

Listrik

0.05 0.05 0.05

0.05

0.05

0.1

0.1

0.1

0.1

0.1

0.1

0.1

Transportasi 0.05 0.05

0.1

0.1

0.1

0.1

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

Biaya
Variabel

0.53 0.61 0.69

0.77

0.77

0.85

0.85

0.85

0.85

0.85

0.85

0.85

Pemasaran

0.25 0.25 0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

0.25

Desain

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

0.2

Kemasan

0.08 0.16 0.42

0.32

0.32

0.32

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

Saldo Kas

2.64 5.29 4.99 21.09 30.54 38.37 49.42 55.97 62.52 73.57 84.62 95.67

Bersambung

Studi Kasus Dagadu Djogdja (25)

Menyusun Rencana Cash Flow

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->