P. 1
Tesis

Tesis

1.0

|Views: 2,847|Likes:
Published by tresna permana
oke..
oke..

More info:

Published by: tresna permana on May 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Inovasi menurut Sherwood (2005) adalah “menemukan (membawa) sesuatu

gagasan yang baru”. “ Proses inovasi memerlukan tahapan yaitu pengajuan gagasan,

evaluasi dan implementasi. Sementara menurut Timpe (1993) mengatakan bhwa

inovasi adalah “metode-metode kerja, produk proses, atau jasa-jasa baru yang lebih

baik dari sebelumnya.

Menurut Winardi (2000) inovasi senantiasa perlu dimasukkan ke dalam fungsi

manajemen. Lebih lanjut menurut Winardi inovasi terdiri dari tindakan tindakan

mengembangkan cara baru yang lebih baik untuk melaksanakan pekerjaan.

Dari defenisi di atas dapat dikatakan bahwa sikap inovatif sebagai kemampuan

menemukan atau membawa gagasan baru, sikap yang kreatif akan mempengaruhi

pelaksanaan pekerjaan atau dapat meningkatkan prestasi kerja seseorang.

Sikap inovatif adalah suatu kecenderungan seseorang yang sangat berhubungan

dengan psikologis untuk bertindak atau berkreasi terhadap perubahan yang terjadi

dilingkungannya. Seseorang yang menginginkan inovasi ia harus berorientasi pada

metode metode baru, mempunyai minat menyesuaikan diri dengan perubahan, kreatif,

memiliki keterampilan dan menggunakan teknologi.

37

Sikap inovatif para guru dalam penelitian ini didefenisikan sebagai suatu

kecenderungan mental guru untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan berbagai

perubahan baru. Guru harus selalu siap menyikapi perubahan sehingga tidak akan

pernah tertinggal oleh perubahan. Sebab segala sesuatu yang ada selalu berubah. Oleh

karena itu, bila guru tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia

akan tergilas oleh perubahan tersebut, akibatnya dapat mempengaruhi prestasi kerja

yang menurun.

Untuk itu guru perlu mengembangkan kemampuan kreatif melalui banyak

membaca dan menulis, sebab dengan banyak membaca dan menulis akan

mengetahui banyak informasi baru sehingga menambah wawasan. Adanya wawasan

yang luas akan meningkatkan prestasi kerja. Adanya keinginan guru untuk berdiskusi

dan bertanya kepada teman kerja tentang disiplin keilmuan untuk mendapatkan

masukan juga dapat mengembangkan kemampuan guru. Sikap guru yang imajinatif,

banyak merenung, banyak berbuat dan mencoba cara baru dalam pengajaran akan

meningkatkan prestasi kerja guru hal itu memberi kekuatan dalam mengantisipasi

berbagai situasi.

Guru sebagai unsur penting dalam sekolah perlu menyikapi setiap perubahan

karena tidak semua perubahan dapat diterima, melainkan harus disesuaikan dengan

budaya sekolah dan lingkungan sekolah.

Respon dapat mempengaruhi terhadap prestasi kerja. Respon guru yang positif

terhadap inovasi akan meningkakan kreativitas guru dalam pelaksanaan tugas. Guru

akan selalu memperbaharui materi pelajarannya berdasarkan informasi yang

diperoleh, guru memperbaharui metode mengajar sesuai dengan perkembangan

38

teknologi, guru mempersiapkan skrenario pembelajaran setiap mengajar, guru

mempersiapkan media pembelajaran, guru memiliki keterampilan dalam

menggunakan teknologi dan lain-lain.

Sikap inovatif guru diwujudkan dalam perilaku guru yang terbuka terhadap

pengalaman baru, memberikan pelayanan baru terhadap peserta didik. Semua

perilaku ini tentu tidak terlepas dari prestasi kerja guru. Kemauan untuk menerima

perubahan baru juga tidak terlepas dari prestasi kerja guru. Berdasarkan uraian diatas

diduga bahwa ada pengaruh sikap inovatif terhadap prestasi kerja.

Hasil penelitian Irawati (2003) yang mengkaji sikap inovasi sebagai faktor

pendukung kinerja pustakawan di Padang. Populasi penelitian adalah para

pustakawan perguruan tinggi berjumlah 72 orang. Berdasarkan penelitian terdapat

korelasi yang signifikan antara sikap inovasi dengan kinerja pustakawan.

Lubis (2005) meneliti pengaruh budaya kerja dan sikap inovatif terhadap kinerja

guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di kota Medan dengan hasil bahwa terdapat

pengaruh signifikan sikap inovatif terhadap kinerja guru.

Penelitian Harahap (2007) tentang hubungan integritas dosen dan sikap inovatif

dengan kinerja dosen fakultas ekonomi Universitas Negeri Medan (UNIMED)

dengan hasil analisis terdapat hubungan positif yang berarti antara sikap inovatif

dengan kinerja dosen.

39

2. Pengaruh Motif Berprestasi Terhadap Prestasi Kerja Guru.

Umstot (1984) berpendapat bahwa “untuk dapat berkinenerja dengan baik,

individu harus memiliki kemampuan untuk bekerja, motivasi dan juga kapasitas atau

kecakapan (capacity) untuk berkinerja”.

Menurut Mitrani, Dalziel, dan Fitt (1992) terdapat empat faktor yang

mempengaruhi prestasi kerja yaitu: (1) sumber motivasi individual, (2) penetapan

pekerjaan, (3) gaya manajemen dan (4) iklim organisasi. Sementara Gannon (1979)

menyatakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi prestasi kerja yaitu: (1)

motivasi pekerja, (2) kemampuan dan keterampilan pekerja, (3) kejelasan dalam

penerimaan tugas, dan (4) kesempatan untuk berkinerja.

Davis (1991) mendefenisikan motivasi berprestasi ialah kekuatan tersembuni di

dalam diri seseorang, yang mendorong seseorang untuk berkelakuan dan bertindak

dengan cara yang khas. Kadang kekuatan itu berpangkal pada naluri, kadang pula

berpangkal pada suatu keputusan rasional tetapi lebih sering lagi hal itu merupakan

perpaduan dari kedua proses tersebut

Ames dan Ames dalam Irawan, dkk (1997) menjelaskan motivasi dari pandangan

kognitif. Menurut pandangan ini motif berprestasi didefenisikan sebagai prespektif

yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri. Seorang yang percaya bahwa

dirinya memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas, akan

termotivasi untuk melakukan tugas tersebut.

Berdasarkan beberapa defenisi di atas dapat dikatakan bahwa motif berprestasi

mempengaruhi prestasi kerja individu yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

40

Motif berprestasi adalah keinginan atau hasrat untuk mencapai sukses dengan

tujuan untuk berhasil dalam kompetisi berdasarkan keunggulan. Ukuran keunggulan

dapat dilihat dari keberhasilan melaksanakan tugas, keberhasilan diri sendiri dan

keberhasilan yang berhubungan dengan orang lain.

Motif berprestasi berhubungan dengan pekerjaan dan mengarahkan tingkah laku

pada usaha untuk mencapai prestasi. Prestasi kerja tidak terlepas dari adanya

keinginan dan kemauan untuk berhasil, ada keinginan untuk memperlihatkan hasil

kerja yang optimal, memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, memiliki sikap yang

lebih berorientasi ke depan, sangat berhati-hati memilih teman kerja dan bertanggung

jawab terhadap prestasi yang diperoleh.

Guru yang ingin memperlihatkan hasil kerja yang optimal adalah guru yang

mempunyai prestasi kerja yang tinggi, sebab keinginan yang kuat itu berasal dari

dalam diri guru untuk mencapai kesuksesan. Keinginan yang kuat untuk mencapai

suskses juga mendorong semangat kerja guru. Adanya semangat kerja akan

meningkatkan prestasi kerja. Jika dari dalam diri guru tidak ada keinginan untuk

mencapai hasil kerja yang optimal, dan jika tidak ada semangat kerja maka prestasi

kerja guru akan menurun.

Motif berprestasi juga tidak terlepas dari sikap guru yang memanfaatkan waktu

semaksimal mungkin. Guru yang memiliki prestasi kerja tidak akan pernah

menyia- nyiakan waktu sangat berharga dalam pekerjaannya. Sikap memandang jauh

kedepan adalah keinginan untuk mencapai prestasi sehingga dalam setiap

pekerjaannya guru tersebut mempersiapkan diri sebaik mungkin terhadap apa yang

ingin dicapai pada masa mendatang. Sikap memandang jauh kedepan akan

41

meningkatkan prestasi kerja guru, sebaliknya jika guru tidak ada keinginan untuk

berhasil maka prestasi kerja akan menurun.

Minat atau keinginan berprestasi berkaitan dengan sikap memilih teman kerja

guru yang punya prestasi kerja tinggi akan memilih teman kerja yang berkwalitas

karena hal itu akan mendukung prestasi kerjanya. Bila guru memilih teman kerja

yang tidak berkwalitas maka prestasi kerjanya akan menurun. Berdasarkan uraian di

atas diduga ada pengaruh motif berprestasi terhadap prestasi kerja guru.

Sibuea (2003) meneliti hubungan keterampilan manajerial dan motif berprestasi

dengan efektifitas kinerja kepala SMK di kota Medan. Berdasarkan analisis terdapat

hubungan yang signifikan antara keterampilan manajerial dan motif berprestasi

dengan efektifitas kinerja kepala SMK di kota Medan.

Hasil penelitian Zulkifli (2004) menjelaskan terdapat hubungan positif antara

motif berprestasi dengan kinerja guru matematika SMP Negeri kabupaten langkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->