P. 1
Pesan Kami Kepada Umat Islam

Pesan Kami Kepada Umat Islam

|Views: 785|Likes:
Published by Ram Syist

More info:

Published by: Ram Syist on Jun 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

PESAN KAMI KEPADA UMMAT ISLAM NEGERI INI

OLEH:

Jama`atu Anshorus Sunnah li Ad-Da`wah wal Jihad

Ardhullah
Mei, 2010

2

“Pesan Kami Kepada Ummat Islam Negeri Ini”
Bismillahirrohmanirrohim Dari kami hamba Allah yang membutuhkan ampunan-Nya. Kepada kaum Muslimin dimana saja berada. Assalaamu `Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Alhamdulillahirobbil `Alamin Washsholatu Wassalaamu `ala Rasulillah wa `Ala Aalihi Wa Ashhabihi Ajma`in. Amma ba`du. Kaum Muslimin Rohimakumullah. Melihat dan menyaksikan segala rangkaian peristiwa-peristiwa dan berbagai macam bentuk musibah dan bencana yang datang silih berganti yang melanda negeri ini maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa semua ini merupakan `azab dan peringatan dari Allah bagi penduduk negeri ini yang suka berbuat kedurhakaan dan melampaui batas. Allah `Azza wa Jalla berfirman: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pagi hari ketika mereka sedang bermain? Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terdugaduga). Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi “ (QS Al-A`rof: 96-100). Maka jalan ke luar satu-satunya darinya adalah bertaubat, menghentikan segala kedurhakaan dan tindakan melampaui batas serta memperbaiki diri dari dosa dan kesalahan kita terhadap Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tujuannya adalah agar Dia mengampuni kita, mengangkat siksaNya yang pedih dan menurunkan rahmat dan keberkahan-Nya. 3

Allah Ta`ala berfirman:”Maka aku (Nuh `Alaihissalaam) berkata (kepada kaumnya yang berdosa): “Mohonlah ampun kepada Robb-mu (Tuhan-mu), Sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, Dan mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungaisungai untukmu. Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? (Qs Nuh: 10-13). Namun kalau kita masih tetap lalai dari peringatanperingatan dan pengajaran-Nya dan masih juga tetap tidak jerajera dalam melakukan segala kemaksiatan, maka sudah jelas & pasti akan menyusul lagi `azab yang lebih besar, lebih banyak dan lebih dahsyat lagi dari pada yang pernah terjadi di negeri ini. Itu adalah suatu kepastian sebagaimana yang menimpa ummatummat terdahulu dimana bekas-bekas puing keruntuhan dan kemusnahan mereka masih dapat dilihat dan dilalui. Dia berfirman: “Telah Nampak kerusakan (akibat `azab Allah) di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia (dosa). Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar/ bertaubat). Katakanlah (Muhammad): ”Bepergianlah (kalian) di muka bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orangorang terdahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang musyirik (orang-orang yang mempersekutukan Allah). Oleh karena itu hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (agama Tauhid/Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (kiamat) yang tidak dapat ditolak, Pada hari itu mereka terpisahpisah. Barang siapa kafir maka maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) dari kekafirannya itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan). Agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang kafir. ”(QS Ar-Rum: 41 s. d 45).

4

Wahai Insan yang telah mengaku sebagai Muslim, hentikanlah perbuatan-perbuatan durhaka yang sebagian di antara kalian telah atau tengah melakukannya seperti: 1. Kemusyirikan. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda secara ma`na: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu kaum dari ummatku mengikuti orang-orang musyirik dan beberapa kelompok dari ummatku menyembah berhala “(HR. Al-Barqoni dalam sahihnya). Apa yang beliau Nubuwwahkan telah nampak kenyataannya pada zaman kini seperti munculnya sebagian dari ummat ini yang menyembah Syaithon Nyai Roro Kidul dan yang sejenisnya, meminta kepada kuburan-kuburan keramat, membuat sesajen dan tumbal untuk membangun gedung dan ruwatan untuk hilangkan sial, minta kepada dukun hujan untuk menahan hujan agar pertunjukan band atau lainnya berjalan sukses, ziarah/bertapa di gunung kawi meminta keberuntungan, mendatangi gua-gua, pohon, sungai dan tempat pemujaan-pemujaan lainnya yang dikeramatkan untuk mendapatkan kekayaan dan jabatan duniawi mendatangi perdukunan untuk menggunakan jasa mereka. Padahal Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun dan dia mempercayai apa yang dikatakannya maka sungguh dia telah kafir (ingkar) dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Juga ayat ke 102 surat Al- Baqoroh yang memberitahukan tentang kafirnya orang yang melakukan perbuatan sihir, teluh/ santet. Bersabda beliau shallallahu `alaihi wasallam (diriwayatkan secara mauquf) dengan ma`nanya: “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal lehernya dengan pedang“ (HR. At-Tirmidzi). Kemudian pelet, dan penglarisan dengan media bendabenda seperti telur, beras dan lain-lain yang sudah dijampi, atau kertas yang berisi rajah yang bercampur antara potongan ayat Al-Qur`an dan huruf-huruf/angka Arab yang 5

tidak diketahui apa artinya, yang di gantung di atas toko atau disimpan di laci uang, pengasihan dengan susuk emas atau berlian. Juga termasuk perbuatan kemusyirikan adalah percaya kepada ramalan bintang (Horoscope) dan shio serta perhitungan mistik jawa, china (Fengshui dan Hongshui) dan Hindu untuk usaha, jodoh dan peruntungan. Mempelajari ilmu – ilmu kanuragan dan tenaga dalam kebatinan seperti ilmu kebal senjata, pukulan jarak jauh, melihat alam gaib dan pengobatan jarak jauh, ilmu gendam dan lain-lain yang semuanya itu adalah termasuk cabang ilmu sihir, kemusyirikan dan terlarang. Juga memburu jimat dan barangbarang bertuah seperti keris, tombak, pedang pusaka dan cincin merah delima, jenglot, besi kuning, pusaka batara karang, uang brazil, mani gajah & buluh perindu (untuk pelet & pengasihan) dan lain-lain yang diyakini punya kekuatan magis. Semuanya adalah syirik yang dapat merusak dan menghilangkan Iman - Islam para pelaku dan pemburunya alias murtad (Qs. Az-Zumar: 65; Qs. Al Maidah: 72). Termasuk aneka macam & bentuk perkataan/ perbuatan /keyakinan yang dapat mengurangi mencederai/merusak/menghilangkan Iman & Tauhid adalah: • Berdo`a kepada Allah melalui perantara wali-wali Allah yang sudah wafat. Mereka mengatakan di kuburan-kuburan mereka: “Ya Syeikh Fulan sampaikanlah hajat kami kepada Allah begini dan begitu!!” Bahkan tanpa segan dan takut mereka mengatakan ya Syeikh tolonglah kami yang sedang dalam kesulitan…. bahkan mereka menyembelih hewan untuk bernadzar kepada para penghuni kubur yang dianggap saleh dan berthowaf dikuburan tersebut untuk mendekatkan diri kepada wali Allah tersebut agar sang wali tersebut mau menyampaikan do`anya kepada Allah. Ini adalah perbuatan syirik Akbar, dapat memurtadkan pelakunya dan menghapus segala pahala `amal yang pernah dilakukan. Bacalah Surat AzZumar ayat: 3, Qs. Yunus: 18. 6

Padahal dalam surat Fathir: 13 dan 14, orang-orang yang dipersekutukan oleh para pemujanya didunia, maka di akhirat kelak mereka akan mengingkari para penyembahnya dan akan menjadi musuhnya. Baca juga jika menginginkan dalil yang lebih jelas lagi di Surat AlIsra` ayat 56, 57. Fenomena ziarah kubur yang banyak membuka jalan kepada pintu kesyirikan sungguh telah terjadi merata diseluruh Indonesia. Na`Udzubillah Min Dzalik. Membangun tempat ibadah (masjid) di kuburankuburan orang saleh dan beribadah di dalamnya dengan tujuan mengharapkan barokah shalat di dalam masjid yang ada kuburan mereka di dalamnya. Bahkan banyak masjid di zaman sekarang yang mengubur orang-orang saleh di arah kiblat di area masjid. Ini menjadikan jama`ah shalat secara tidak sadar telah menyerupai penyembah kubur ketika mereka sedang ruku` dan sujud. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`nanya: “Ketahuilah bahwa ummatummat sebelum kamu telah menjadikan kuburan NabiNabi mereka sebagai tempat ibadah, tapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburanku (kelak) sebagai tempat ibadah karena aku benar-benar melarang kamu dari perbuatan demikian“ (HR Muslim dari sahabat Jundab bin `Abdullah radhiallahu `anhu). Dalam hadis yang lain beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang ma`nanya: “Ya Allah janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah“. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah“ (Imam Malik dalam kitab AlMuwatha`nya). Allahu Akbar! Kuburan Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam selamat dari penyembahan sebagian ummatnya. Do`a beliau dikabulkan. Namun kuburan-kuburan orang saleh tidak selamat dari penyembahan sebagian ummatnya yang terjerumus kepada syirik jenis ini. Maka 7

wahai kaum Muslimin, bagi yang telah mengetahui dalil yang sangat terang ini maka tinggalkanlah peribadatan seperti ini. Bongkarlah kuburan-kuburan yang ada di dalam lingkungan masjid (apalagi di dalam masjid), lalu pindahkan ke tempat pemakaman Muslim. Jika kuburan tersebut diluar area masjid yang dipisahkan oleh pagar atau jalan umum maka tidak mengapa tetap disana. Yang terlarang/haram adalah jika kuburan tersebut bersatu dengan area masjid tanpa pembatas sama sekali apalagi di arah kiblat. Prinsipnya adalah area makam tidak boleh bersatu dengan masjid, harus terpisah, demi menghindari dan menutup pintu atau celah-celah kesyirikan. Jika Mereka berdalih bahwa makam Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam ada di dalam masjid Nabawi, maka jawabannya adalah: Kita harus melihat tarikh/ sejarah bahwa: a. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dimakamkan dirumah beliau yang berdampingan dengan masjid beliau, bukan dimakamkan di dalam masjid, dan masjid beliau sudah dibangun sejak beliau masih hidup (Bukan dibangun setelah beliau wafat; b. Selanjutnya, sepanjang zaman kekuasaan 4 khalifah Arrosyidin-saat perluasan bangunan masjid Nabawi maka kuburan beliau shallallahu `alaihi wa sallam tetap berada di luar masjid Nabawi dan dibatasi dengan tembok. Dan salah satu pintu masjid yang menuju rumah beliau shallallahu `alaihi wa sallam sudah ditutup. Baru pada masa pemerintahan dinasti Umayyah terjadilah relokasi rumah beliau shallallahu `alaihi wa sallam yang memasukkan rumah Aisyah dan makam beliau ke dalam masjid. Namun kejadian tersebut bukanlah berdasarkan kesepakatan para sahabat akan tetapi terjadi setelah mayoritas mereka wafat, yaitu sekitar tahun 94 H. Sebagian di antara mereka ada yang menentang hal itu. Di antara mereka adalah: Said bin Al-Musayyib dari kalangan Tabi`in. 8

• • •

Namun pada zaman kini kuburan beliau shallallahu `alaihi wa sallam berada di bilik tersendiri, terpisah dari masjid dan telah diberi 3 dinding berbentuk segitiga yang melenceng dari arah kiblat dan juga dijaga ketat oleh polisi agar tidak terjadi praktek kesyirikan oleh ummatnya yang hendak ziarah ke masjid Nabi shallallahu `alaihi wa sallam. Beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang ma`nanya adalah: “Janganlah kalian jadikan kuburanku (kelak) sebagai tempat perayaan (ied)” (Diriwayatkan dalam kitab AlMukhtaroh dari `Ali bin Husein). Maksudnya adalah agar umat beliau tidak mendatangi makam beliau pada waktu-waktu tertentu untuk melakukan ibadah disisi kubur beliau dan bertawassul kepada Allah dengan melalui perantaraan beliau shallallahu `alaihi wa sallam atau mengambil barokah dari kuburan beliau shallallahu `alaihi wa sallam. Seperti yang kita lihat hari ini pada kuburan-kuburan para wali di tanah Jawa, sunda, Sulawesi, Aceh dan tempattempat lain yang ramai dikunjungi penziaroh pada waktuwaktu tertentu untuk ngalap berkah atau tawasulan. Itulah ma`na “Ied” pada makam Rasulullah. Terjadilah apa yang Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri berlindung dari padanya. Memakai gelang, benang dan sebagainya untuk menangkal bala` dan penyakit. Menjampi orang atau sesuatu dengan ucapanucapan syirik. Menggantungkan kalung dileher untuk menangkal bala` (pada anak kecil /dewasa walaupun dengan ayat suci). Sahabat Ibnu Mas`ud -radhiallahu `anhumembenci segala kalung anti bala, baik dengan Ayat AlQuran apalagi bukan. Karena walau dengan ayat-ayat alQur an maka hal itu akan dapat membuka kepada pintupintu kesyirikan dan menghinakan ayat-ayat tersebut serta mempersulit diri pemakainya, misalnya ketika masuk WC 9

• •

atau mau bergaul dengan istri atau ketika bermain olahraga yang banyak mengeluarkan keringat yang akan mengenai ayat-ayat yang dikalungkan di leher. Mengharap berkah pada pohon, batu, Keris dan lain – lain. Minta perlindungan kepada setan atau penunggu suatu tempat (jalan yang sepi, sungai, gunung, lembah dan lain-lain. seperti perkataan mereka ketika melewati pohon atau tempat lainnya: ”Mbah, permisi, kami numpang lewat “. Menyembelih binatang untuk ritual sajen membangun gedung, jembatan atau menyingkirkan pohon besar ketika membuka hutan atau membuka area tambang. Ini adalah syirik besar, mengeluarkan pelakunya dari Islam alias kafir musyirik. Perbuatan ini masih banyak terjadi pada mayoritas pengusahapengusaha tambang, perkebunan, hutan, kontruksi dan gedung-gedung serta perumahan. Semua yang terlibat dalam ritual tersebut dan yang menyaksikan acara tersebut dihukumi musyirik dan bisa murtad. Menyembelih binatang ditempat dimana tempat tersebut biasa atau pernah digunakan sebagai tempat ritual kesyirikan walaupun dengan menyebut bismillah. Misalnya menyembelih ayam di tempat pertapaan orang-orang Hindu atau pemujaan setan. Walaupun niatnya bukan untuk pemujaan akan tetapi karena tempat penyembelihannya berada dilokasi tersebut maka dihukumi sama. Karena ada penyerupaan tempat yang dipakai oleh orang-orang musyirik. Istighotsah (minta tolong pada saat-saat yang genting/darurat) dan do`a kepada selain Allah (kepada wali-wali yang sudah meninggal dan orangorang saleh), seperti: “ya Syeikh `Abdul Qodir Jailani tolonglah kami yang sedang ditimpa musibah “. Ini adalah syirik akbar. Atau membuat bid`ah (mengadangada/membuat aturan/cara baru dalam peribadatan) jika 10

mengatakan: ”Ya Allah hamba mohon kepada Engkau dengan perantaraan karomah Syeikh `abdul Qodir Jailani, kabulkanlah do`a ku…. ” Bernadzar bukan kepada Allah. Contoh: ”Kalau saya dapat rezeki besar maka saya akan memberi korban (memotong sapi) untuk Nyai Roro Kidul, atau akan menyumbang ke gunung Kawi tempat saya dulu ngalap berkah disana. Thowaf dan dzikir dikuburan orang-orang saleh untuk mengagungkannya dan mengharapkan berkah darinya. Ini banyak dilakukan oleh para pelaku ziaroh kubur di makam orang-orang saleh, wali Allah dan guru-guru mereka (ulama) yang sudah wafat. Apalagi pada acara-acara haul (ulang tahun kematian/kelahiran) guru/ulama/tokoh Islam yang sudah wafat. Menyembuhkan penyakit sihir dengan cara sihir pula (mendatangi dukun sihir pula). Awas hati-hati sekarang ini dukun sihir memakai jubah dan serban serta tasbih dan dikenal sebagai guru ilmu hikmah padahal ketika mengobati mereka minta disediakan syarat apel Jin, madat, rokok menyan, kopi pahit dan menuliskan rajah yang tidak bisa dipahami oleh ahli bahasa Arab. Maka orang seperti ini adalah termasuk dukun sihir, apalagi mereka mengaku bisa terawang alam gaib, tahu tempat barang hilang, tahu masa lalu dan akan datang (meramal). Jika sedang mengobati maka membakar menyan atau dupa. Hati-hati dan jauhi mereka sejauhjauhnya. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam saja tidak tahu kegaiban/ilmu gaib kecuali dia diberi tahu Allah melalui wahyu. Karena kegaiban adalah kekhususan Allah. Maka barang siapa yang mengaku tahu kegaiban berarti dia telah menjadi sekutu Allah dalam hal itu, jadilah dia menjadi Taghut yang kafir. Allah berfirman secara ma`na: ”Katakanlah Muhammad, aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib, Dan aku tidak pula 11

mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku… (Qs. AlAn`am: 50). Allah juga berfirman: ” Dia mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang gaib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoiNya… (Qs. Al-Jinn: 26, 27). Merasa sial atau gembira (dapat rezeki / peruntungan) dengan munculnya tanda-tanda alam kepada manusia, seperti terdengarnya suara burung hantu pada malam hari, Adanya tokek di dalam rumah, masuknya kupu-kupu atau ular ke dalam rumah, mobil menabrak kucing, mendengar bunyi burung-burung tertentu pada malam hari yang dipelihara sebagian orang jawa, menempati kamar nomor 13 di hotel, letak rumah seperti tusuk sate atau menikah/mulai jalankan usaha atau mau berpergian pada hari /tanggal tertentu yang diyakini dapat merugikan atau mengundang sial) . Abu Dawud meriwayatkan secara marfu` dari Ibnu Mas`ud radhiallahu`anhu: ”Tiaroh (merasa sial karena sesuatu) adalah syirik, tiaroh adalah syirik. Tiada seorangpun di antara kita kecuali (terjadi dalam hatinya perasaan sial). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya. ” Belajar ilmu nujum (astrologi) untuk meramal nasib. Ibnu Abbas Raddhiallahu `anhu menuturkan, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: ”Barang siapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum (perbintangan/astrologi) , sungguh ia telah mempelajari sebagian ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)”. (HR. Abu Dawud dengan isnad yang sahih). Ramalan melalui bintang digemari dan banyak diminati oleh manusia termasuk kaum Muslimin. Mulai dari remaja sampai dewasa. Ada juga yang iseng ingin mengetahuinya sambil menebak-nebak apakah ramalan bintang tersebut tepat/cocok buat mereka pada hari atau 12

• •

minggu ini. Kalau tepat maka dia percaya, kalau tidak maka dia tidak percaya. Begitu diminatinya perbuatan syirik ini sehingga hampir setiap majalah remaja, Koran, tabloid, radio dan TV serta media internet memuat rubrik/acara/iklan ramalan bintang dan mengundang pakar Astrologi/Shio/Fengshui/Hongshui sebagai narasumber. Bagi mereka Rasanya ada yang kurang kalau mediamedia hiburan tersebut tidak memuat horoskop ini. Mereka tidak peduli apakah acara tersebut menjadikan rusak atau hancur tauhid dan iman mereka kepada Allah. Perbuatan kaum Muslimin yang menyukai dan percaya kepada ramalan bintang, shio, hongshui dan fengshui adalah termasuk perbuatan Syirik, bahkan dapat menjadikan pelakunya yang meyakininya menjadi kafir murtad karena telah mempercayai bintang dapat mempengaruhi taqdir manusia. Kepercayaan ini adalah berasal dari agama penyembah bintang dizaman Yunani kuno. Belajar ilmu hipnotis. Banyak manusia mengira bahwa hipnotis bukanlah ilmu sihir padahal dia adalah termasuk sihir. Walaupun tidak ada mantra di dalamnya tapi mereka tidak sadar bahwa syarat dalam menuntut ilmu ini adalah harus dapat berkonsentrasi penuh dalam menatap satu objek tertentu tanpa berkedip dan harus melatih nafas dan melatih sugesti. Inilah rahasia dimana syaithon masuk ketika fikiran mereka kosong dari dzikir kepada Allah. Sungguh banyak manusia tertipu dengan ulah tukang sihir hipnotis ini. Mengetahui akan datangnya hujan dari ilmu nujum (perbintangan). Riya dalam beramal. Apalagi beramal agama tapi untuk tujuan kepentingan dunia. Misalnya mengadakan tabligh akbar, seminarseminar Islam, Talk show agama, Dzikir berjama`ah, shalat dhuha berjama`ah, dzikir dan shalawatan berjama`ah, training-training masal tentang satu tema dalam Islam 13

seperti pencerahan Qalbu, menjadi kaya dengan infaq, zakat dan sedeqah, kecerdasan spiritual, wisata-wisata spiritual, melibat gandakan kemampuan spiritual, wibawa dan kekayaan dengan metoda yang digali dari Al-Qur`an, festifal Nasheed, seni suara, grup band yang melantunkan lagu bernafaskan Islam, juga yang menggunakan teknologi canggih, dan memukau tapi niat para pelakunya adalah untuk mencari harta dunia dan metode/cara mereka mengamalkan /berbicara itu tidak dengan cara syar`i seperti yang diteladankan para salaful ummah (bid`ah). Akhirnya kita melihat praktek-praktek tersebut bahkan menjadikan agama ini menjadi terpecah belah dan beraneka macam pemahaman dan pengamalannya. Allah berfirman secara ma`na: ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya akan kami berikan kepadanya balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan mereka didunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan“ (Qs. Hud: 15, 16). Memberi nama dengan asma Allah, tanpa disertai `Abdu. Contoh: Allah, Arrahman dll atau dengan `dengan abdu tapi kepada selain nama-nama Allah: `Abdusysyamsi (hamba matahari), `Abdu Mishr (hamba negri mesir) dll. Mencintai, takut dan tawakkal kepada makhluk yang lebih tinggi dari pada cinta, takut dan tawakal kepada Allah `Azza wa Jalla. Ini banyak dijumpai pada mayoritas umat Islam. Contohnya: Para pecinta bintang film/penyanyi/tokoh yang ngefans berat kepada mereka sehingga tergila-gila dengan mereka, jatuh cinta kepada mereka, mengoleksi barang-barang mereka, meniru gaya hidup mereka dan berteriak histeris jika telah melihat idolanya tampil didepan mereka. Dari kelompok lain adalah mayoritas pegawai negeri atau swasta yang hidup 14

dari gaji bulanan atau upah mingguan, Rasa tawakkal mereka berkurang kepada Allah dalam masalah rezki disebabkan rasa tawakkal mereka kepada Negara/perusahaan adalah lebih besar dari pada kepada Allah yang tidak terlihat oleh mata mereka. Berlainan dengan petani atau pedagang atau nelayan yang punya harapan dan cemas yang besar terhadap padi yang mereka tanam, apakah bisa tumbuh dan dapat dipanen /tidak, apakah rusak dimakan hama atau tidak, juga pedagang yang menunggu pembeli. Mereka umumnya mempunyai rasa tawakkal besar kepada Allah. Demikian juga adanya rasa takut manusia yang sering berlebihan kepada manusia atau jin. Kebanyakan ini terjadi kepada pegawai bawahan atau karyawan yang sangat takut kepada atasannya, takut jabatan/pekerjaannya diturunkan dan dipecat, sehingga ketika mereka melihat atasannya berbuat serong/menyimpang mereka tidak berani menegur, atau ketika mereka diajak menyimpang bersama atasannya tidak berani menolak karena takut. Allah berfirman yang ma`nanya: ”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah, Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. ” (Qs. AtTaubah: 24); “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyirik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman” (Qs. Ali `Imron: 175); ”Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang beriman” (Qs. Al-Maidah: 23). 15

• •

• •

Mengingkari sebagian atau seluruh nama-nama Allah. Bersumpah dengan nama selain Allah atau menggandengkan nama Allah dengan makhluknya walaupun ia mulia, maka ini terlarang. Contoh: Demi ka`bah, demi langit dan bumi, demi Allah dan Rasul-Nya. Yang terakhir ini sering diucapkan oleh sebagian besar masyarakat kita di Indonesia sampai sebagian ustadz pun masih banyak yang mengucapkan kata-kata “Demi Allah, demi Rasululullah” Ini adalah syirik kecil, namun dosanya besar. Memberi gelar dirinya dengan: hakimnya para hakim, rajanya para raja (King of the king), atau “bapaknya para hakim”. Para hakim, jaksa, pengacara (advokat) dan notaris serta para pekerja hukum mana saja yang mengurusi perkara hukum di antara manusia baik perdata maupun pidana- namun tidak berdasar undang-undang syariat Allah dan mereka meyakini bahwa hukum buatan manusia lebih baik, lebih adil dan lebih manusiawi dari pada hukum Allah, atau lebih sesuai dengan hak asasi manusia (HAM) atau zaman. Maka para hakim dan jaksa seperti ini adalah kafir menurut ijma` ulama. Bacalah Al Quran surat Al-Maidah: 44-50. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang ma`nanya: ”Dua hakim di neraka dan seorang hakim di surga. Seorang hakim yang mengetahui kebenaran (Hukum-hukum Allah) kemudian dengan kebenaran itu ia memutuskan hukum, maka dialah hakim yang masuk surga. Sedangkan hakim yang mengetahui kebenaran, tapi dengan sengaja ia menyimpang darinya atau hakim yang memutuskan hukum tanpa ilmu (syari`at) maka mereka berdua itulah yang masuk neraka“ (HR. Al-Hakim, Abu Dawud). Mudahmudahan para hakim dan jaksa serta advokat mau kembali kepada kebenaran. 16

Membenci salah satu syari`at Islam atau meyakini bahwa ada ajaran atau Ideologi lain yang lebih baik darinya. Seperti munculnya kelompok kafir, sesat & musyirik “jaringan Islam liberal” hari ini yang banyak sekali pemahaman-pemahaman mereka diikuti oleh mayoritas Muslim di negeri ini. Banyak di antara mereka menjadi dosen diperguruan tinggi seperti IAIN yang menggarap para mahasiswa-i mereka untuk menjadi agen sekularisme, liberalisme dan pluralisme. Mereka membenci dan menolak sebagian syari`at Islam seperti jilbab, poligami, hukum waris, Jihad dan kebenaran Islam sebagai satu-satunya ajaran yang paling benar. Sebagian Mereka membolehkan kawin beda agama dan menganggap semua agama adalah benar, semboyan mereka “satu Tuhan banyak Jalan”. Ketahuilah barang siapa yang membenci syari`at shalat atau jilbab, atau ibadah Qurban, atau jihad atau puasanya atau hukum zakat dan warisnya atau bagian lainnya dari syari`at Islam dan menganggap bahwa ada ajaran lain yang lebih baik darinya maka dia menjadi Murtad. Bacalah Al-Quran surat Muhammad ayat 8, 9, 28; Al-Maidah: 3; Qs. Ali `Imron: 19, 85. Mengatakan: “…Ini terjadi karena kehendak Allah dan kehendakmu. Tapi yang benar adalah…. atas kehendak Allah, kemudian kehendakmu. Demikian pula dikiaskan lafaz atau hiasan nama Allah yang disandingkan sejajar dengan nama Muhammad -shallallahu `alaihi wa sallam- di masjid-masjid dan di rumah. Yang seharusnya kalaupun hendak diletakkan maka nama Allah lebih tinggi dari nama Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ini adalah tauhid (pengagungan nama Nya lebih dari seluruh nama makhluk-Nya). Bersenda gurau /mempermainkan nama Allah, syari`at-Nya dan Rasul-Nya agar manusia menjadi tertawa karena lucu atau sebagai hiburan mengisi waktu luang. Ini sering dilakukan para pelawak dan 17

• • •

sebagian besar pemuda dan pelajar serta masyarakat umum. Mereka bisa terancam kekafiran tanpa sadar (Qs. At Taubah: 65, 66). Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: “Celakalah orang menceritakan sebuah perkataan untuk membuat tertawa orang lain hingga ia harus berbohong“ (HR. At-Tirmidzi). Mengucapkan Assalamu `alallah (memberi salam kepada Allah) adalah terlarang karena Allah sendiri adalah pemberi salam (keselamatan kepada makhlukNya). Berdo`a dengan tidak sungguh-sungguh. Contoh: Ya Allah ampunilah hamba jika Engkau menghendaki, terimalah amal hamba jika Engkau kehendaki! “. Memanggil pembantunya dengan wahai hambaku, wahai abdiku. Menolak permintaan orang yang terdesak dimana ia menyebut nama Allah dalam menyertakan permintaannya: Contoh: “Wahai Ahmad saya tertimpa musibah berat, Dengan nama Allah (billah) tolonglah saya, beri saya bantuan (makanan atau harta). Tapi kalau kita tidak punya harta/sedang sulit benar-benar maka tolaklah secara halus dan do`akan dia. Semoga ada jalan ke luar dari Allah Subhana wa Ta`ala terhadapnya “ Tidak boleh mengatakan kepada sesuatu yang telah terjadi kepada kita (keburukan) dengan ucapan: Seandainya begini atau begitu tentu tidak akan terjadi begini dan begitu. Ini adalah ucapan syirik juga. Tapi katakanlah “Qoddarallahu wa maa syaa-a fa`ala! “. Allah telah menaqdirkan (hal itu), apa saja yang Dia kehendaki pasti terjadi. Mencaci masa atau waktu. seperti sabda beliau shallallahu `alaihi wasallam secara ma`na: Allah berfirman: “ Manusia menyakiti Aku. Dia mencaci maki masa (waktu) padahal Aku adalah Pemilik dan Pengatur masa, Akulah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti” (HR. Al-Bukhori dan Muslim). Contoh sehari18

• •

hari adalah ketika seorang menunggu temannya yang tidak kunjung datang maka akhirnya timbul rasa kesal pada dirinya sehingga dia melampiaskan rasa jengkelnya dengan mengatakan: ‘Sialan lama benar sih gua nungguin dia. sudah malam lagi. Kenapa sih cepat benar malam ini. Atau ucapan pemilik perusahaan menjelang awal bulan: Ah lagi-lagi tanggal 1 (satu). Kenapa sih cepat benar! Keuntungan belum ada, sedangkan karyawan pada mau gajian lagi. Mencaci angin. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “Janganlah kamu mencaci maki angin…” (HR. At-Tirmidzi). Misalnya ketika seorang ibu melihat jemurannya jatuh diterbangkan angin maka dia mencaci maki angin: “dasar angin bikin susah orang, musti nyuci lagi deh..! Mencaci penyakit demam (panas tinggi). Bersabda Rasulullah shallahu `alaihi wa sallam: ”Janganlah kalian mencela demam karena karena ia menghapus kesalahankesalahan anak keturunan Adam, sebagaimana api menghilangkan karat besi. ” (HR. Muslim). Mencaci ayam jantan. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na:” Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sungguh ia membangunkan (orang) agar shalat. ” (HR. Abu Dawud) Mengeluhkan terlambatnya rezki. Bersabda Beliau shallallahu `alaihi wa sallam: ”Janganlah kalian mengeluhkan terlambatnya rezki, sebab seorang hamba tidak akan meninggal dunia sebelum mencapai akhir rezki yang menjadi haknya, Bertaqwalah kepada Allah dan berbuat baiklah dalam mencarinya, mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. ” (HR. Al-Hakim dan selainnya). Berprasangka buruk kepada Allah, bisa kepada TaqdirNya atau kepada hikmah dibalik taqdir Allah atau mengingkari bahwa agama Allah tidak akan 19

dimenangkanNya atas segala agama atau berprasangka buruk kepada Allah mengenai dirinya bahwa dia merasa Allah telah memperlakukan dirinya seperti begini atau begitu padahal tidak seperti itu (Qs. Ali Imron: 154; Qs. AlFath: 6). Mengingkari Taqdir Allah kepada para makhluk-Nya. Contohnya adalah perkataan dan keyakinan manusia bahwa Allah tidak “mencampuri” dalam urusan & kehendak manusia. Manusialah yang secara mutlak menentukan nasib dirinya. Kalau dia kaya maka hal itu adalah karena hasil usahanya yang ia kerjakan 100%, bukan dari Allah. Kalau dia pintar maka hal itu adalah hasil dari usaha dia belajar 100%. Bukan dari Allah. Bersabda beliau shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “Maka barang siapa yang tidak beriman kepada Qodar baik dan buruk, Allah pasti akan membakarnya dengan api neraka (diriwayatkan Ibnu Wahb)”. Para pembuat patung dan gambar-gambar yang menyerupai makhluk hidup. Yaitu para pembuat patung-patung berupa patung manusia atau hewan atau pelukis gambar hewan atau manusia. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang ma`nanya adalah: “Manusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang membuat penyerupaan dengan makhluk Allah” (HR. Al-Bukhori dan Muslim dari Aisyah radhiallahu `anha). Banyak bersumpah dengan nama Allah untuk melariskan dagangan atau untuk meyakinkan manusia. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “Sumpah itu dapat melariskan dagangan tapi dapat menghapuskan berkah usaha“ (HR. Al-Bukhori dan Muslim) . Membeli atau berlangganan majalah atau Koran atau tabloid yang berisi ilmu mistik dunia gaib (ilmu gaib). Maka ini termasuk ke dalam kesyirikan juga. Maka semua insan yang bekerja di majalah tersebut dihukumi 20

sama dengan isi dagangan mereka, yaitu musyirik dan dapat menjadi kafir. Karena Islam melarang untuk saling bekerja sama dalam dosa dan permusuhan. 1. Meninggalkan Syariat Islam, tidak mau mempelajari dan mengamalkannya. Fenomena ini banyak melanda sebagian besar kaum Muslimin. Mereka malas, tidak mau belajar aqidah tauhid dimana mereka harus tahu tentang inti Tauhid (Laa Ilaaha Illallah) , maknanya dan konsekwensinya serta pembatal-pembatal keimanan yang mana ilmu ini harus diketahui oleh seluruh kaum Muslimin. Tidak ada kata maaf jika tidak mengetahui inti tauhid ini. Dan juga mempelajari kewajiban-kewajiban pribadinya seperti shalat, shaum, zakat dan haji yang benar dan perkara-perkara lain yang harus diketahui yang berhubungan dengan mu`amalah dia dengan keluarga dan lingkungannya dan pekerjaannya. Namun karena kewajiban-kewajiban tersebut ditinggalkan dan merekapun sudah diperingatkan namun tetap tidak bermanfaat semua nasehat & peringatan tersebut maka mereka menjadi fasiq dan kafirlah mereka kecuali mereka mau bertaubat. Allah berfirman secara ma`nanya: ”Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Robb-Nya kemudian ia berpaling daripadanya. Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa“ (Qs. As-Sajdah: 22) . Dalam ayat yang lain Dia berfirman: ”Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka “ (Qs. Al-Ahqof: 3) . Demikianlah ciri-ciri orang kafir yang di antaranya adalah berpaling dari peringatan setelah peringatan tersebut disampaikan kepada mereka. Jika ada di antara manusia yang mengaku sebagai Muslim namun dia berperilaku seperti orang kafir di atas maka keadaan diapun akan sama pada akhirnya, yakni menjadi kafir. Na`udzubillah min dzalik.

21

2. Meninggalkan shalat fardhu & meremehkannya. Seperti yang banyak dilakukan remaja dan pemuda-pemudinya saat ini yang itu adalah merupakan perbuatan kufur. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “Perjanjian (batas) di antara kita dan mereka (kaum Musyirikin) adalah shalat, maka barang siapa yang meninggalkannya berarti dia telah kafir. ” (HR. Ahmad, AtTirmidzi) . Para ulama fiqh zaman klasik telah sepakat bahwa hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat karena malas atau mengingkari kewajibannya adalah dihukum mati/bunuh. Begitu kerasnya hukum dalam masalah ini karena begitu agung dan besarnya perintah/ kewajiban shalat ini bagi seorang hamba dan begitu berdosa dan hinanya orang yang meninggalkannya. Maka ketika anak masih belia (7 tahun) mereka sudah dilatih untuk shalat, kemudian setelah menginjak usia 10 tahun maka mereka dipukul jika meninggalkannya. Pendidikan ini bertujuan agar ketika anak tersebut menginjak akil baligh maka dia sudah terbiasa mengerjakan shalat fardhu. Segolongan ulama berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat maka dia telah kafir dan murtad. Dia disuruh untuk bertaubat dan masuk Islam kembali dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat. Kalau dia tidak mau bertaubat maka seandainya mati maka tidak boleh dimandikan, dikafani, disholatkan dan dikuburkan di pemakaman Muslimin, dan keluarganya yang Muslim tidak boleh menerima waris dari murtaddin ini. Kalo dia masih hidup maka istrinya harus minta cerai karena dia telah murtad. Namun pada zaman sekarang betapa banyak kaum Muslimin yang meremehkan kewajiban sholat ini, terutama oleh sebagian besar remaja dan dewasanya. Ini adalah musibah bagi ummat ini. Termasuk kekufuran adalah meninggalkan puasa ramadhan dengan sengaja tanpa suatu alasan yang dibenarkan; Juga meninggalkan zakat wajib dan ibadah haji bagi yang mampu karena meremehkan dan mengingkari 22

kewajibannya (Qs. Maryam: 59, Qs. At-Taubah: 34, 35; Qs. AlBaqoroh: 183; Qs. Al-Hajj: 27). 3. Meninggalkan Petunjuk (sunnah) Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dalam Aqidah dan Ibadah dan membuat bid`ah – bid `ah di dalam agama Islam. Salah satu syarat diterimanya `amal ibadah adalah bahwa `amal tersebut harus disertai dengan Iman, Ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi shallallahu `alaihi wa sallam “(Qs. Ali Imron: 31, 32). Jika tidak maka `amal tersebut akan batal. Bersabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “Barang siapa mengada – ada dalam urusan agama kami yang tidak ada syari`at (petunjuk untuk mengamalkannya dari Al Quran dan As-Sunnah) maka amalan tersebut tertolak “ (tidak diberi pahala, bahkan disiksa) , (HR Al-Bukhori dan Muslim). Bid`ah ini telah cepat menyebar di masyarakat, berurat dan berakar dan menjadi tradisi yang dianggap sebagai agama karena telah diamalkan turun temurun padahal dia bukan bagian dari agama Islam. Munculnya bid`ah ini disebabkan sebagian ajaran – ajaran yang menyimpang dari sebagian para kyai atau ajengan atau guru yang dipercaya oleh masyarakat sebagai panutan mereka. Sebagian mereka mengajarkan kitab-kitab yang memuat `amalan-amalan yang bersandar kepada hadis –hadis palsu dan lemah sehingga tersesatlah masyarakat karena mengikutinya. Sebagian lagi mengajarkan kitab Mujarobat dan ilmu hikmah yang tidak ada sumbernya dari Al-Quran atau hadis yang sahih. Bahkan banyak yang memuat sihir dan kesyirikan. Sehingga tersesatlah ummat yang mengikutinya. Sebagian lagi mengajarkan kitab-kitab aqidah Syi`ah, Murji`ah, Qodariah, Jabariah, Ahmadiyah dan mu`Tazilah sehingga tersesatlah mereka. Sebagian lagi mengajarkan Thoriqot atau Tasawuf ekstrim yang tidak bersandar kepada Aqidah dan pemahaman para ulama salaf dan tiada dijumpai sandaran ilmunya pada hadis-hadis yang sahih sehingga tersesatlah ummat ini karena mempelajari dan mengamalkannya. Sebagian lainnya 23

mengajarkan tafsir-tafsir yang di dalamnya berisi cerita-cerita Israiliyat dan hadis-hadis yang terdapat kelemahan dan kepalsuan di dalamnya. Maka tersebarlah cerita-cerita khurofat & dongeng yang merusak Aqidah ummat. Sebagian lainnya mengajarkan fiqih-fiqih dalam mazhab mereka yang berlandaskan pada hadis-hadis lemah dan palsu sehingga tersebarlah beraneka macam pengamalan ibadah pada ummat yang terkadang bertentangan satu sama lain. Kenapa sebagian `alim tersebut tidak mengerti/mengetahui kesalahan dalam kitab-kitab yang mereka ajarkan. Jawabannya adalah karena mereka bersikap taqlid buta (mengikuti pandangan tanpa meneliti; menelan pendapat secara bulat-bulat tanpa bersikap kritis) dan fanatik kepada kitab-kitab tersebut dan juga fanatik madzhab yang berlebihan. Maka mereka menganggap bahwa kitab mereka itu adalah karangan ulama mereka yang berkaliber internasional dan masyhur di dalam mazhab mereka. Dan mereka merasa yakin bahwa ulama mereka sudah sampai tingkatan mujtahid mutlak dan sebagainya sehingga tidak mungkin mereka salah. Dan dalam anggapan mereka para `alim setelah generasi mereka tidak akan ada lagi yang mampu berijtihad seperti mereka, maka dalam pandangan mereka..” saat ini kita hanya boleh bertaqlid saja menerima apa yang ada dalam kitab-kitab para ulama kita terdahulu tanpa boleh mengkritisi isinya... Akibatnya para `alim tersebut bersikap taqlid buta dan fanatik mazhab ketika mengajarkan kitab-kitab tersebut kepada murid-murid dan masyarakat Muslim, mereka tidak mau berpindah kepada kitab-kitab lain dari mahzab lain dan tidak mau memperhatikan pandangan-pandangan mazhab lainnya tersebut dan menganggap hanya mazhab dia sajalah yang paling benar, dan menerima apa adanya tanpa memeriksa lagi apa-apa yang ada di dalamnya. Demikian juga kaum Muslimin yang mengaji agama kepada mereka bersikap taqlid dan fanatik mazhab. Sikap yang salah ini dipelihara terus sampai kepada generasi-generasi berikutnya. Namun yang 24

seharusnya terjadi adalah para `alim/ustadz/ajengan/kyai mengembangkan sikap kritis dalam bermazhab dan bertaqlid. Yang sebenarnya adalah: Sikap taqlid dan bermazhab diperbolehkan dalam beragama untuk tingkatan tertentu dari masyarakat Muslim (sesuai dengan kemampuan mereka mempelajari dan menerima Ilmu syari`at). Bagi tingkatan Mujtahid mutlaq maka haram bagi mereka bertaqlid kepada pendapat ulama lainnya karena mereka sudah mampu dalam menggali semua hukum-hukum Islam dalam semua cabang ilmu syari`at. Bagi para penuntut ilmu yang telah mengetahui sebagian ilmu namun belum mampu berijtihad pada semua cabang ilmu maka bagi dia wajib meneliti pendapat yang dipakai para ulama yang berselisih dalam masalah furu`, mana di antara pendapat itu yang lebih lurus dan lebih mendekati kebenaran. Di atas itulah ia beramal. Tingkatan ke tiga adalah orang-orang awam yang tidak punya ilmu seperti yang dimiliki para Mujtahid dan para penuntut `ilmu di atas. Maka bagi mereka inilah dibolehkan bertaqlid kepada para ulama ahlussunnah (bukan ulama ahlu bid`ah) yang mereka percaya (keilmuan, kesalehan dan keteladanan mereka). Kemudian dikembangkan juga sikap toleran (tasamuh) di antara mereka yang berbeda pendapat dalam masalah-masalah furu`iyyah (cabang seperti masalah-masalah fiqh; Adapun tauhid tidak boleh berbeda kecuali sedikit sekali, yaitu dalam rincian tauhid). Sehingga dalam perbedaan-perbedaan yang terkenal dimasa lalu tentang masalah fiqh haruslah dikembangkan sikap toleran dan lapang dada serta tetap menjaga persatuan ummat sembari bagi para penuntut ilmunya berijtihad, mana yang paling mendekati kebenaran dari beberapa pendapat ulama mujtahid yang berbeda. Demikianlah dicontohkan oleh para pemuka-pemuka ulama dari masing-masing mazhab dizaman keemasan ilmu dimasa lalu. Sebagian Mereka dikatakan sebagai para imam mujtahid mazhab. Sebagian lainnya dikatakan sebagai mujtahid Mutlaq yang meletakkan kaidah-kaidah mazhabnya. Mereka berbeda dalam masalah25

masalah furu` namun tetap toleran dan bersatu. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi`i, Imam Ahmad bin Hambal dan imam-imam lainnya-Rahimahumullah- serta para murid mereka adalah panutan bagi ummat dan penuntut ilmu serta `ulama di zaman sekarang di dalam kegigihan mereka menuntut ilmu, berijitihad, saling menyayangi dan menghormati di antara mereka dan kekuatan ibadah dan keikhlasan mereka dalam menasehati ummat dan lapang dada mereka ketika berselisih. inilah yang sudah tidak ada atau sudah sangat jarang terjadi didunia ilmu pada hari ini. Namun begitulah akan senantiasa ada pada ummat ini orang yang berlebihan di dalam bermazhab dan bertaqlid. Mereka mengembangkan sikap berlebihan dalam mengikuti mazhabnya, menganggap mazhabnya yang paling benar, paling banyak pengikutnya dan memuji ulama-ulama mazhabnya sebagai manusia-manusia yang istimewa karena banyak ilmu dan karomahnya. Itu pula yang terjadi pada dunia tasawuf dan thoriqot. Sebagai akibatnya terjadilah perpecahan yang tajam dan sikap jumud/beku dalam memahami dan mengamalkan agama. Yang muncul kebanyakan adalah para muqollid buta yang tidak mau belajar lagi, hanya membacakan kitab-kitab ulama mazhab mereka, dan ummat disuruh menerima 100% seluruh isi kitab tersebut walaupun di dalamnya ada aqidah yang menyimpang, atau tafsir yang batil, atau hadis-hadis yang palsu dan lemah atau pendapat-pendapat fiqih yang keliru dan penulisan sejarah yang menyimpang. Inilah yang terjadi di masyakat kita hari ini. wal iyyazzu billah. Mereka juga tidak memberikan teladan hidup dan ibadah mereka kepada ummat. Mereka inilah yang dinamakan ulama Su` (ulama buruk). Para ulama tersebut menjadikan agama Islam menjadi berpecah belah. (Qs. Al- An`am: 159; Qs. Ar Rum: 31, 32). Ada ulama dari partai ini dan itu, dari organisasi keagamaan ini dan itu, dari Mazhab ini dan itu: dari Thoriqot ini dan itu yang mereka sudah berlebihan dalam membela 26

mahzab dan taqlid buta kepadanya, ada juga ulama penjilat para pengusa yang suka mengabdi kepada kepentingan mereka yang menyalahi Syari`at Allah. Sangat sedikit orang yang dapat selamat dari perpecahan taqlid dan bid`ah ini. Dan mereka juga telah banyak kehilangan ulama panutan yang dapat menuntun, membimbing dan menasehati mereka ke jalan yang benar, memperingati mereka dari bahaya Syirik, bid`ah dan ma`siat. Langka sekali ulama warosatul anbiya pada hari ini. Maka wahai insan yang telah dianggap sebagai ulama atau guru panutan, hendaklah kalian meneladani kembali para ulama-ulama besar kita dizaman salaf. Ikutilah perjalanan emas kehidupan mereka dalam menuntut `ilmu, mengamalkannya, kesabarannya dalam berda`wah dan mengajar serta menasehati manusia dan kegiatan penelitian ilmiah mereka terhadap dalil-dalil dan kehati-hatian mereka dalam berfatwa serta kehidupan mereka yang zuhud dan waro`. Ikuti pula mereka dalam adab dan akhlak mereka ketika berbeda pendapat dan berdebat dengan lawan-lawan mereka niscaya kalian akan mendapatkan butiran-butiran mutiara yang berharga dan cahaya indah yang memancar dari kepribadian mereka. 4. Sibuk berdagang dan bisnis serta lupa berzikir kepada Allah `Azza wa Jalla Allah Ta`ala berfirman secara ma`na: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi” (Qs. Al-Munafiqun: 9); ”…Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. . (Qs. An_nuur: 37); Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na:” Janganlah kalian sangat sibuk dengan perdagangan sehingga kalian sangat cinta kepada dunia” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Hakim). 5. Melalaikan pendidikan agama anak-anak. 27

Banyak sekali anak-anak kaum Muslimin yang tidak dididik agama yang benar sejak kecil. Orang tua mereka lalai, teledor dan ceroboh tentang hal yang sangat penting ini. Allah Ta`ala telah berfirman yang ma`nanya: ”Wahai orangorang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari apa neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ” (Qs. At-Tahrim: 6). Ayat ini memerintahkan semua kepala keluarga Islam untuk membentengi semua anggota keluarganya dan yang di bawah kekuasaannya dengan benteng agama agar jangan sampai mereka terjerumus kepada perbuatan, perkataan dan keyakinan yang mengundang kemarahan dan kemurkaan Allah sehingga mereka terlempar ke dalam azab dan siksaNya yang pedih. Maka kewajiban orang tua adalah mendidik anak-anak mereka sejak kecil dengan agama yang benar, mengajarkannya, memerintahkan mereka untuk bertaqwa kepada Allah, memberikan teladan serta mengawasi keadaan Aqidah, Adab dan Akhlaq serta ibadah anak-anak mereka. Ini adalah suatu kewajiban paling utama sebelum mengajarkan ketrampilan lainnya untuk hidup berusaha secara mandiri. Namun kenyataannya, kebanyakan merekapara orang tua- disibukkan oleh pekerjaan dan karir (orang tua pada bekerja karena kebutuhan ekonomi yang mendesak atau mengejar karir). Mereka berfikir “adalah mudah mendidik, merawat dan membesarkan putra-putri mereka hanya dengan menyerahkan anak-anak mereka kepada sekolah, atau dimasukkan ke sekolah berasrama (boarding school) kemudian berfikir seperti bisnis atau dagang bahwa mereka membayar biaya yang mahal untuk masuk sekolah favorit dan menitipkan mereka disana untuk sebuah jasa pendidikan, Anggapan mereka–kelak- setelah selesai studi secara automaticely anak-anak mereka tersebut akan 28

menjadi lulus, pintar, berbudi luhur dan sukses dalam hidupnya. Jadi anggapan mereka sekolah adalah pabrik tempat mengolah manusia menjadi produk yang diinginkan, Nanti ternyata kalau anak tersebut tidak menjadi seperti yang ditawarkan sekolah (seperti janji pada iklan mereka ketika pertama menjaring siswa/i) maka para orang tua tersebut kecewa dan marah. Mereka menyalahkan gurunya karena merasa telah merasa membayar mahal untuk itu. Itulah yang dimaksud sekolah tempat jual beli jasa. Apalagi mereka menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri atau swasta yang minim dengan pendidikan agama, bahkan banyak diajarkan doktrin-doktrin yang dapat merusak aqidah tauhid dan agama anak-anak mereka. Diantara mereka -lebih celaka dan bodoh- yaitu menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah Katholik dan Protestan. Alasan mereka karena mutu pelajarannya bagus. Belum pernah saya bertemu dengan orang Islam yang paling bodoh kecuali mereka ini. Koq tegateganya membiarkan anaknya di murtadkan dengan mudahnya. Dengan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, mulai dari orang tua yang tidak mengenal agama sejak kecil, atau mereka sibuk bekerja, atau mereka yang hanya memikirkan masa depan karir anak-anak mereka saja namun tidak peduli dengan agama mereka, yang penting pintar dan sukses. Akibatnya terjadilah “bom waktu dekadensi moral”. Dengan membiarkan anak-anak mereka melihat dengan bebas tayangan-tayangan TV, parabola, siaran radio dan internet yang sangat merusak, membiarkan mereka ke luar rumah untuk tujuan yang tidak jelas, tidak mengetahui apa saja yang mereka baca, bergaul dengan siapa saja dan tidak memperhatikan/mengawasi perkembangan jiwa/kepribadian mereka, maka orang tua mereka secara tidak sadar telah merestui untuk menyerahkan anak-anak mereka dididik oleh iblis melalui semua jaringan propagandis 29

kesesatannya. Dan mereka inilah korban utama dari misi Zending atau misionaris Kristen sebagaimana perkataan pendeta Samuel Zweimer pada konferensi Misionaris di kota Quds 1935 M: ”Misi utama kita bukanlah menghancurkan kaum Muslimin, seorang kristen adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kekuasaan dan kepuasan hawa nafsu. ”Dan faktanya saat ini adalah sangat sesuai sekali dengan apa yang terjadi pada mayoritas kepribadian anak-anak Muslim. Lihat saja: Dari pagi sampai petang mereka dijejali suguhan acara-acara tv, sinetron-sinetron yang 99%konyol dan merusak: tentang perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, gaya hidup masyarakat barat yang kafir, kehidupan kaum jet set mereka yang penuh intrik atau cerita-cerita yang katanya Islami tapi terlalu mengada-mengada dengan menghidupkan cerita Wali Songo yang penuh dengan dongeng dan takhayul, atau kisah asmara bintang-bintang film/sinetron/publik figure /pemuda-pemudi Muslim yang merusak agama anak-anak, jilbab modis yang tidak Islami, wanita-wanita yang mengumbar aurat, dan hal-hal lainnya yang tidak sesuai syari`at; Ada juga sinetron-sinetron laga yang penuh mistik, ada lagi acara cek & ricek yang berisi kehidupan selebritis yang sangat rusak; Belum lagi iklan-iklan yang memamerkan aurat, rokok, gaya hidup remaja yang bersenang-senang dan dimanja dengan materi; film-film yang berisi kekerasan, adegan-adegan seks yang merangsang nafsu birahi. Ada eksploatasi terselubung tentang kehidupan mereka yang glamour dan kisah asmara serta kasus-kasus kekerasan dan skandal-skandal mereka yang disiarkan ke masyarakat luas, tujuannya –disamping- mendongkrak rating dan menaikkan pemasukan uang dari iklan, juga menjadikan mereka agen-agen salibis zionis (tanpa sadar) untuk merusak akhlak dan iman para remaja dan anak-anak kaum Muslimin. Pendek kata sang anak telah diracuni alam fikiran, hati & tubuhnya. Maka sang pendidik utama yaitu TV, Radio, 30

internet, para bola, majalah-majalah remaja yang merusak telah menjadi orang tua pendidik yang sesungguhnya, menjadi pembimbing yang sebenarnya. Maka jangan heran jika tiba-tiba suatu saat kelak anak-anak mereka menjadi besar dengan kepribadian pecah; Menjadi pembangkang, berideologi sekuler, liberal, melawan orang tua, bergaya hidup hedonis dan permivis; Sebagian lainnya menjadi ateis, komunis atau sosialis atau Pancasilais. Sebagian lainnya menjadi pecandu narkotik dan seks bebas, Dan sebagian lainnya menjadi pembunuh, gangster dan mucikari serta penipu. Mereka menjadi penentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka semua ini adalah para pengabdi Iblis & setan, anakanak muridnya yang tulus dan para propagandis mereka di dunia. Allah telah mengingatkan manusia akan bahaya rayuan Iblis dan setan. Allah berfirman -setelah Iblis dikutuk dan ia meminta kepada-Nya penangguhan waktu- yang ma`nanya;”… Benar, kamu (iblis) termasuk yang diberi penangguhan waktu. ” Iblis menjawab:” Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, ” Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (mengabdi tulus kepada Allah saja). ” (Qs. Al-A`rof: 15-17), ”Dalam firman yang lain secara ma`na:”Dan (dikatakan kepada orang-orang yang berdosa) Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini wahai orang-orang yang berdosa, Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata begimu, Dan hendaklah kamu menyembahku (saja), Inilah jalan yang lurus”Dan sungguh ia (setan) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti? Inilah neraka jahannam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu. Masuklah ke dalamnya pada 31

hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya. ” (Qs. Yasin: 5964). 6. Murtad. Telah terjadi pemurtadan di negeri ini yang dilakukan oleh kaum salibis, penyembah salib. Banyak korban telah berjatuhan mulai dari sabang sampai merauke. Alasan-alasan mereka murtad adalah, a. Alasan ekonomi/kemiskinan, b. benci dengan ajaran Islam atau sebagiannya sehingga mereka murtad, c. Terjebak bujuk rayu pacar yang berbeda agama sehingga murtad dan kawin dengan mereka, d. Diiming-imingi jabatan, popularitas dan harta dunia jika murtad dari Islam dan menjadi tokoh pada kaum salib tersebut, e. Tidak tahu/mengerti ajaran Islam yang sebenarnya sehingga mudah disesatkan setan seperti bermimpi bertemu dengan Nabi Isa atau lainnya yang menyuruhnya pindah agama dan akhirnya memilih pindah agama. Mereka-kaum Muslimin- yang murtad itu tidak akan pindah keyakinan kecuali karena salah satu sebab di atas. Padahal kalau mereka mau membandingkan ajaran agama Islam yang sebenarnya dengan seluruh ajaran agama lainnya didunia maka tidak ada satu agamapun yang sanggup menandingi keutamaan, keindahan, kesempurnaan, keadilan dan kebaikan-kebaikannya. Dan agama salib telah bangkrut di Eropa dan Amerika serta dunia barat sedangkan agama Islam telah tumbuh subur dan berkembang di dunia barat dan mencengangkan mereka, bahkan menjadi kekawatiran para gerejawan dan penguasa-penguasa Kristen di sana. Agama salib yang sudah tidak cocok dengan peradaban moderen saat ini tinggal menunggu saat keruntuhannya saja, sedangkan gereja-gereja mereka telah dijual dan sebagiannya dibeli oleh kaum Muslimin dan berubah menjadi masjid. Hanya saja kita harus berhati-hati dan 32

waspada karena para salibis ini bukan sekedar ingin memurtadkan kaum Muslimin saja tapi mereka juga punya niat yang busuk untuk memerangi ummat Islam di seluruh bumi Indonesia. Waspadalah wahai ummat Islam, jangan kalian terperdaya dengan diri kalian sendiri yang menganggap bahwa mereka adalah kaum minoritas yang baik, tidak suka mencari masalah, mereka adalah umat yang mengajarkan kasih dan suka membantu umat manusia. Padahal di bible mereka terdapat ajaran untuk menghadapi umat lain yaitu “Kita harus licik/cerdik seperti ular dan harus tulus seperti merpati”. Artinya jika mereka masih berjumlah minoritas maka mereka akan menempakkan ajaran kasih kepada manusia. Tapi kalau sudah menjadi besar maka mereka akan menjadi licik, buas dan kejam. Lihatlah kasus Ambon, Poso, Bosnia, Serbia & Timor-Timur yang lepas dari Indonesia. Dan yang paling besar adalah sejarah Spanyol yang menyimpan duka yang mendalam di hati kaum Muslimin. Bagaimana khilafah Islam yang berkuasa disana lebih dari 500 tahun dan menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan dunia, saat ini hanya menjadi cerita kenangan. Bagaimana dengan kejam dan liciknya mereka menghabisi seluruh ummat Islam di sana dan menghancurkan paradaban Islam yang besar dan Masjidmasjid di sana. Ketahuilah memang Allah menjamin bahwa agama Islam tetap eksis di muka bumi sampai menjelang hari kiamat tiba, namun Dia tidak menjamin bahwa agama Islam akan tetap ada di Indonesia, di Serbia, di Bosnia, Kashmir dan lain-lain. Karena keberadaannya tergantung pemeluknya yang memperjuangkannya. Kalau umat Islam sudah tidak perduli dengan agamanya dan lebih mencintai kehidupan dunia ini dan meninggalkan perintah Robb mereka, maka tunggu saja tanggal mainnya. Mereka tinggal minta mati dengan cara apa yang mereka inginkan; Apakah mau mati dengan cara 33

disembelih seperti di Spanyol di abad silam, atau mau mati dengan cara pelan-pelan seperti yang terjadi di Iraq dengan di-embargo makanan dan obat-obatan oleh amerika dan PBB sehingga jutaan bayi, anak kecil dan orang-orang tua yang sakit menjadi mati secara mengenaskan, Atau mereka tidak mati namun hidup menjadi murtaddin atau mengalami penindasan yang menghinakan. Semuanya ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Allah selalu mengingatkan umat Islam akan bahaya laten kristenisasi dan penghancuran umat Islam oleh kaum salibis ini. Walaupun jumlah mereka sedikit sekali pada saat ini -di Indonesia- namun mereka mempunyai kekuatan financial yang besar dalam menggarap umat Islam dan juga mereka didukung kekuatan para pengusaha-pengusaha Kristen yang menempati penguasaan ekonomi di negeri ini dan jabatanjabatan penting di pemerintahan atau BUMN atau perusahaan-perusahaan swasta. Belum lagi kerjasama mereka dengan membangun jaringan internasional dengan kekuatan-kekuatan politik & ekonomi luar negeri seperti Amerika, Eropa, Australia, Inggris, Jerman dan semua Negara kristen lainnya dan PBB. Apakah dengan bukti-bukti sejarah fakta-fakta di lapangan ini kalian masih ragu juga. Dan dengan kekuatan itulah mereka mampu membungkam para penguasa Muslim yang imannya tidak ada untuk tunduk kepada kemauannya. Maka jangan heran jika di Bekasi mereka akan mendirikan 1000 (seribu) gereja dan rumah-rumah ibadah mereka, baik itu di mall-mall atau di perumahan atau di hotel-hotel dan vila-vila di daerah Puncak. Mereka membeli tanah-tanah yang luas di daerah Cianjur 650 hektar untuk menjadi pusat pendidikan, pelatihan, pengkaderan dan kristenisasi jawa barat dan Indonesia, juga membeli tanah yang luas dan mendirikan gereja di Sukabumi. 34

Tanpa izin mereka mendirikan gereja dan pusat pendidikan dan pelatihan misionaris. Mereka melatih tenaga-tenaga minisionaris yang cerdas, cerdik dan berani. Mereka tidak dididik secara ilmu kristiani saja bahkan secara pisik dan militer mereka pun dilatih. Mereka juga dilatih secara pisik dan militer di hutan-hutan belantara dan di dalam negeri dan luar negeri. dilatih oleh para militer atau para desersi militer yang militan, tentu masalah biaya yang besar tidak ada masalah. Dan telah sah kabar bahwa saat tragedi Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi yang dibaptis oleh peserta karnafal dari golongan salibis, telah masuk -lebih kurang 2000 laskar kristus- dari luar kota ke kota Bekasi dan mereka berpencar dan menyebar ke seluruh gereja-gereja demi mengantisipasi menghadapi serangan kaum Muslimin. Sangat mungkin laskar ini adalah laskar yang terlatih secara pisik dan militer sehingga kaum Muslimin harus waspada menghadapinya. Namun bagaimana kondisi kita dalam menghadapi bahaya ini. Keadaan kita sungguh memprihatinkan, lemah, berpecah belah dan miskin. Kita lemah karena banyak merokok dan ma`siat, di antara kita masih banyak yang memakai jimat dan memelihara jin/khodam, serta berbuat bid`ah dan ma`siat. Dan kita tidak terlatih secara pisik dan militer, dan kita tidak punya imam/pimpinan yang ditaati. Lalu dengan apa kita akan melawan, apa hanya dengan takbir saja yang menggema di masjid saat acara tabligh akbar. Sungguh dengan keadaan seperti itu maka kita hanya seperti buih di laut, “Banyak dalam hitungan tapi tidak diperhitungkan”. Kalaupun maju ke Medan melawan mereka maka itu hanya akan mengantar nyawa saja, insya Allah Syahid, namun apakah ada jaminan kemenangan pada pertempuran dan perlawanan kita terhadap mereka. Janganlah salah. Dalam peperangan, maka tujuan kita adalah mencari kemenangan. Adapun Syahid adalah konsekwensi dari resiko yang ada ketika 35

bertempur menggapai kemenangan melawan musuhmusuh Allah. Bagaimana kita ingin menang sedangkan syarat-syarat kemenangannya tidaklah kita miliki. Kita akan berselisih dengan sesama sendiri. Wahai kaum Muslimin kita telah mempermainkan agama kita sendiri. Allah telah berfirman secara ma`na: ” …Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. ” (Qs. AlBaqoroh: 217). Firman-Nya yang lain yang ma`nanya: ”Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka…” (Qs. Al-Baqoroh: 120). ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpim bagi sebagian yang lainnya. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sungguh orang itu termasuk golongan mereka. ” (Qs. Al-Maidah: 51). Allah telah mengingatkan kita akan bahayanya orang-orang Yahudi dan Nasrani terhadap kita. Demikian juga terhadap kaum Munafik dari penguasa tirani yang bersekongkol dengan mereka dengan mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Mereka –tirani negeri ini- saling bekerja sama, saling menerima & memberi keuntungan untuk memerangi Islam yang hak dan kaum Muslimin mujahidin/du`at tauhid, sadar atau tidak sadar. Mereka sudah sering disuap untuk mengizinkan berdirinya gerejagereja besar dan pusat-pusat studi bible dan kegiatankegiatan pengkaderan. Mereka korbankan agama mereka (Islam) demi untuk harta dunia yang sedikit. Allah berfirman: ” Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengambil menjadi teman kepercayaan orang36

orang yang diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan/bahaya bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan hati mereka lebih besar lagi, Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat kami jika kamu memahaminya. ”(QsAli `Imron: 118). Maka mulai sekarang siapkanlah oleh kalian laskar muwahhid untuk membentengi Muslim dari pemurtadan dan juga mempersiapkan diri untuk berjihad sebagaimana yang diperintahkan dalam firman Allah surat At-Taubah: 29 (bacalah). Dan angkatlah imam kalian dan tinggalkan orang-orang menjadikan agama ini menjadi permainan dan senda gurau belaka dan tertipu oleh kehidupan dunia, (bacalah Qs. Al-An`am: 70, Qs. Al-Anfal: 60, Qs At-Taubah: 38, 39). Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang rapat dan kuat. Tidak ada jalan lain mengalahkan mereka kecuali dengan menegakkan jama`ah da`wah dan Jihad serta mematuhi amir yang diangkat oleh mereka serta melaksanakan ketaatan kepada komandonya dan berhijrah serta jihad melawan kaum munafikin dan salibis zionis. Jika tidak maka Allah akan mengancam kalian dengan firman-Nya secara ma`na:” Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, Jika kamuMuslimintidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (berjihad melawan musyirikin, yahudi, nasrani, munafikin dan taghut) niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. ” (Qs. Al-Anfal: 73). 7. Bergabung dengan mazhab-mazhab ideologis sekularis sehingga meninggalkan ajaran Islam yang prinsip dan pokok. Seperti mengikuti paham Liberalisme, kapitalisme, demokrasi atau sosialisme, komunisme, nazisme, nasionalisme, humanisme, pancasila, kebatinan dan lain-lain 37

yang tidak ada sumbernya dari Dinul Islam sehingga membuat jalan yang lurus menjadi bengkok dan berpecah belah. (Qs Al An`am 153). 8. Tinggal di negeri musyirikin tanpa ada uzur, bersahabat kental dengan kafir ahli kitab dan musyirikin penyembah berhala, mencintai mereka dan curhat kepada mereka, mengangkat mereka sebagai pemimpin dan loyal kepada mereka dan mengucapkan selamat natal dan hari-hari besar kepada mereka, dan menyerupai adat, tradisi dan agama mereka. Bacalah Al Qur`an surat Al Mujadilah: 22; Qs. AtTaubah 23 ; Qs. Al Maidah: 51, 52, 57, Qs. Ali `Imron: 28, 118, Qs. An Nisa: 89, Qs. Al Baqoroh: 109, 182, Al Mumtahanah: 1). Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “ Aku berlepas diri dari setiap Muslim yang tinggal ditengah – tengah kaum Musyirikin. ” (HR. Abu Daud dalam Al-Jihad) . Banyak kaum Muslimin yang merasa minder dengan keIslaman mereka dan merasa bangga dengan gaya hidup dan budaya barat yang kafir seperti ideologi liberalisme, kapitalisme dan demokrasi. Mereka, juga bangga mengikuti gaya hidup mereka mulai dari cara berpakaian, berbicara, makan dan minum serta pergaulan mereka. Mereka ini sering pergi tamasya ke negeri-negeri kafir. Beliau juga bersabda yang ma`nanya: “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia dari golongan mereka“ (HR. Ahmad). Kita banyak menyaksikan dewasa ini para pelajar, pemuda dan dewasa, laki-laki dan wanitanya sudah tidak bisa dibedakan lagi antara mereka dengan orang musyirik dan kafir. Bagi kaum Muslim pria maka jenggotnya dicukur habis, pakai anting-anting, gelang, lengan ditato, pakai kalung emas, lidah atau hidung mereka ditindik, pakai topi model artis film-film barat, bercelana pendek (di atas lutut) dan topi di putar ke belakang, sementara kaosnya bergambar bob Marley atau ce Guevara yang mati dalam kekafiran. Dan 38

mereka ini mengkoleksi lagu-lagu barat, Umumnya mereka tidak shalat atau shalatnya “bolong-bolong “. Sedangkan kaum wanitanya tidak memakai jilbab atau kalau pakai jilbab celananya masih celana panjang ketat, bahkan bercelana jins, rambut di cat pilog, memakai wig dengan aneka model dan warna, bulu alis mata di cukur habis dan dihiasi dengan penghitam dari pensil alis. Rok mereka di atas lutut dan pakaian atasnya/kaos oblongnya ketat sehingga bentuk tubuhnya terbayang dan nampak oleh kaum lelaki. Mereka memakai parfum yang menyolok baunya & memakai lipstick. Kukunya pakai kutek. Ada juga yang ditindik lidah atau hidungnya. Mereka pada umumnya jarang shalat dan hobi mendengarkan musik. Mereka sering terlibat pacaran atau pergaulan bebas. Sebagian lainnya menjadi anggota grup musik, geng punk rock dan bangga dengannya. Padahal geng tersebut berasal dari orang-orang kafir dari barat yang putus asa dalam hidupnya kemudian mengajak manusia seperti mereka. Mereka adalah generasi madesu (Masa depan Suram) . Bacalah surat Al An`am: 70. Semoga mereka menjadi ingat. 9. Menjadikan para penguasa dan ulama sebagai tuhantuhan disembah selain Allah. Ini bisa terjadi dan sudah sering terjadi di negeri Muslim mana saja ketika mereka mentaati fatwa-fatwa para ulama dan perintah-perintah para penguasa yang berlawanan, berseberangan dengan Perintah atau larangan Allah dan Rasul Nya. Bacalah surat At Taubah: 31: “Mereka menjadikan orang-orang `alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan juga mereka mempertuhankan Al Masih putra Maryam; Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Maha Esa: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dalam ayat ini kaum Yahudi dan Nasrani telah divonis Allah sebagai Musyirikin karena menjadikan ulama mereka sebagai tuhan selain Allah. Dan mereka telah menyembah 39

tuhan berupa ulama dan rahib. Padahal ketika ayat ini turun, mereka tidak merasa melakukan penyembahan kepada rahib dan pendeta mereka seperti itu (ruku` & sujud kepada para pendeta dan rahib) namun Allah tetap saja mengatakan bahwa mereka adalah musyirikin. Allah juga telah memfonis para ulama mereka sebagai tuhan selain Allah karena sebab mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan sebaliknya menghalalkan apa yang diharamkan Allah (bacalah asbabun Nuzul ayat tersebut di tafsir ibnu katsir). Inilah sebab utama mereka kenapa divonis Allah seperti itu. Demikian juga hal ini terulang kembali kepada umat Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam yang berperilaku seperti mereka, maka akibatnya akan menuai vonis seperti mereka juga. Ketika ulama bekerja mendukung ideologi penguasa RI yang telah mengganti Al-Quran dan Al-Hadis sebagai dasar Negara dan memakai undang-undang dasarnya bukan dari Syari`at Islam dan memaksa warga Negara Islam untuk mematuhi & mentaati undang-undang tersebut. Maka barang siapa yang taat dan ridho kepada undang-undang tersebut maka mereka divonis musyirik, dan dianggap menyembah ulama dan penguasa. Wal iyyadzubillah. 10.Para penguasa Muslim Saling bekerja sama & minta pertolongan kepada Kafir Musyirik Barat, mentaati hukum dan undang-undang kafir internasional dengan menjadi anggota Asean, PBB dll. yang merugikan agama dan Negara kaum Muslimin karena dipaksa mentaati aturan mereka, dan bekerja sama dalam dosa dan permusuhan dan tolong menolong dengan mereka dalam memerangi para mujahidin dan kaum Muslimin. Allah telah berfirman tentang mereka ini dalam banyak ayat seperti. Bacalah Al Qur`an surat Al Mujadilah: 22 ; Qs. Al Maidah: 51, 52, 57, Qs. Ali `Imron: 28, 118, Qs. An Nisa: 89, Qs. Al Baqoroh: 109, 182, Al-Mumtahanah: 1. Lebih khusus lagi dalam surat Al Maidah: 78-81. Keislaman seorang Muslim bisa hilang (murtad) jika mereka bekerjasama dan meminta pertolongan kepada kaum 40

musyirikin dan kafirin untuk memerangi kaum Muslimin. Fenomena pemurtadan tanpa sadar ini telah terjadi meluas di Negara-negara Muslim yang para pemimpinnya adalah orangorang yang loyal kepada taghut amerika dan sekutunya. Disamping mereka tidak berhukum dengan hukum Allah dalam memerintah kaum Muslimin, mereka juga memerangi para mujahidin dan para da`i yang berusaha menegakkan tauhid dan syari`t Islam di seluruh negeri Muslim. 11.Durhaka kepada orang tua, durhaka kepada suami (Qs. An-Nisa: 34) dan sebaliknya suami menelantarkan istrinya (Qs. An-Nisa: 3, 19, 20), memutuskan tali kekerabatan (silaturrahim) yang akan mengundang kutukan (Qs. Muhammad: 22, 23) dan melawan guru, yang sudah hampir merata terjadi di negeri ini, dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa-i ; Sombong dalam berjalan seperti berkendaraan melewati masyarakat yang dilakukan oleh geng-geng motor atau mobil yang berjalan dengan suara yang keras sehingga menakutkan orang-orang disekitarnya. Bahkan ada yang dilakukan oleh sekelompok jama`ah pengajian yang katanya cinta Rasul Shallallahu `alaihi wasallam namun mereka berlaku sombong dengan bersepeda motor secara konvoi yang mengganggu lalu lintas. Ini adalah termasuk kesombongan yang dilarang Allah (Qs. Al-Isroo: 37) . Dosa lainnya yang dilakukan sebagian Muslimin adalah melakukan perzinahan, pelacuran, minuman keras, dan obatobatan terlarang, homo seksual-lesbian, perjudian, perampokan, pembunuhan dan pencurian. Perzinahan telah dilokalisir dan di ambil pajak serta dilindungi backing yang kuat ; Minuman keras dibolehkan peredarannya dan tersedia di bar – bar, night club, diskotik, warung remang- remang dan mini /super market serta hotel (dari hotel melati sampai dengan hotel berbintang); Demikian pula kaum hombreng sudah lama eksis dan telah punya majalah interen mereka sendiri. Bahkan kini mereka sudah tidak malu lagi menampakkan jati dirinya kepada khalayak ramai baik melalui siaran TV, berita di Koran 41

dan internet. Bahkan ada makalah yang terbit di salah satu IAIN yang ditulis oleh salah satu mahasiswa mereka yang menggugat agama dimana mereka memberi judul makalahnya “indahnya nikah sejenis “. Semoga Allah mela`nat penulis makalah yang menggugat nabi Luth dan ayat-ayat yang berbicara tentang penyimpangan kaum homo seksual. Padahal Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda secara ma`na: “ Jika kalian menemukan seseorang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homo seks) maka bunuhlah pelaku dan pasangannya “ (HR. Abu Dawud). Barubaru ini mereka akan mengadakan seminar hombreng internasional. Tapi dapat digagalkan umat Islam. Alhamdulillah. Rupanya di Indonesia ini dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, semua orang bisa “hidup”, baik para penyembah berhala, para penganut kepercayaan, penyembah kayu salib, pohon, kuburan, gunung, komunis, liberalis, orang – orang yang tidak shalat atau puasa, pemuja khamr, pelacur, termasuk kaum Kafir hombreng ini. Na`udzubillah min Dzalik. Negeri ini pasti akan mengalami siksaan yang seumpama menimpa kaumnya nabi luth (Qs. Al-Isroo: 23, 24, 32, 33; AlMaidah: 38, 90; Qs. Al-Hijr: 51-77). 12.Melakukan praktek poligami yang menyalahi sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu `alaihi wa sallam. Akibat dari praktek poligami yang menyimpang adalah fitnah dan kerusakan yang terjadi pada pelaku dan keluarganya dan agama Islam yang mulia. Ketahuilah bahwa tujuan pemberlakuan pologami adalah sangat mulia, yaitu: a. Menghindari perzinahan pada diri lelaki karena syahwat yang kuat dan besar yang tak bisa terlayani oleh satu istri saja, atau sifat suami yang memang tidak cukup dengan istri satu karena ia menyukai wanita-wanita yang cantik dan baik, b. Menyelamatkan janda atau wanita perawan tua /gadis tua -dari kesendirian- sampai mereka beranjak tua, 42

c. memuliakan para keluarga wanita dengan menikahi mereka, d. Menyelamatkan mereka dari godaan syaithon -jika tidak mendapat suami/kemiskinan yang menderadari perzinahan, pelacuran, menjadi gundik simpanan, perselingkuhan dengan pria yang telah berkeluarga, dan menjadi lesbi. e. untuk tujuan mengikat dan memperluas tali kekerabatan dan menolong serta memuliakan kerabat dari keluarga istri (jika sang suami mempunyai kedudukan yang mulia dan terhormat di masyarakat dan lingkungan sosial yang lebih luas), f. Untuk kemaslahatan/kebaikan da`wah Islam jika dengan melakukannya akan membawa kebaikan yang banyak seperti yang dilakukan oleh Rasulullah shalalallahu `alaihi wa sallam. Jika ada salah satu tujuan pernikahan di atas maka tidak mengapa dilakukan. Namun problem atau masalah yang sering terjadi adalah: • Suami tidak punya harta/kemampuan ekonomi yang cukup untuk menikah lebih dari satu istri, akibatnya dia kerap menzalimi istri dan anak-anaknya. Mereka menikah karena ingin memuaskan nafsu sesaat saja atau ingin menghindari zina namun ekonomi “pas-pasan atau bahkan “Amburadul”. Disini lah yang sering terjadi kasus-kasus penyimpangan dari poligami. Mereka tidak bisa berbuat `adil dalam hal rumah/tempat tinggal, makan-minum, pakaian dan pendidikan kepada semua istrinya. • Suami jika punya harta yang cukup untuk itu, namun tidak berani untuk menikah karena takut dengan mertua, istri pertama dan anak-anak serta masyarakat; maka akhirnya dia menikah diam-diam atau punya simpanan. Yang terjadi selanjutnya adalah pernikahan yang tidak sehat dan harmonis yang menjadi tujuan dari pernikahan itu sendiri. Terjadilah permusuhan antara suami dengan istri dan anak-anaknya. Terjadi pula kebohongan-kebohongan yang dilakukan suami kepada istri dan anak-anaknya. Sehingga 43

ketika sang suami meninggal maka datanglah istri kedua atau kesekiannya yang ikut berkabung/belasungkawa dan menuntut hak waris dari suaminya yang telah meninggal. Ini Musibah namanya. Suami punya harta namun dia tidak punya agama yang baik, sehingga karena minimnya ilmu agamanya maka dia tidak mendidik istrinya/mentarbiyah mereka dengan baik. Maka yang terjadi adalah tidak ada kebaikan pada keluarga istri-istrinya. Mereka menjadi pencinta dunia, menghabiskan hidup mereka dengan hal-hal yang bersifat pemborosan, hidup mewah dan berbuat dosa. Sementara pendidikan agama anak-anak tidak diperhatikan. Suami punya harta namun tidak dapat berbuat `adil kepada istri-istrinya dalam nafkah lahir (sandang, pangan & papan) sehingga dia hanya mengutamakan istri pertama, sedangkan istri ke dua tidak diberikan seperti istri pertama. Yang pertama dapat rumah dan mobil dan belanja lebih, sedangkan yang kedua atau selanjutnya hanya dapat kontakan petak, tidak ada mobil dan belanja pas-pasan. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang ma`nanya: ” Barang siapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih cenderung kepada salah satu istrinya, maka pada hari kiamat kelak dia akan datang dengan sisi badan yang timpang sebelah (seperti orang yang menderita stroke). ” (HR. Abu Dawud) Suami punya harta berlebih, bisa `adil dalam nafkah lahir, Namun dalam kasih sayang dan nafkah bathin tidak. Dia terlalu sayang kepada madunya namun kepada yang pertama tidak ada lagi kasih sayang dan kemesraan. Dia membiarkannya terkatung-katung. Demikian juga dalam hubungan suami istri. Suami hanya melaksanakan kewajiban saja, tapi tidak ada kemesraan. Allah T`aala berfirman secara ma`na: ” …Janganlah kamu terlalu cenderung (kepada istri yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan istri yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari 44

kecurangan), maka sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ” (Qs. An-Nisa`: 129) Suami mempunyai wajah yang rupawan, popularitas dan menjadi publik figur seperti aktor film dan pemain sinetron atau penyanyi top. Tapi dia tidak punya akhlak dan adab atau agama yang baik, Maka karena keliaran nafsu yang bersarang di dalam jiwanya, ia memanfaatkan ketenaran dan ketampanannya untuk menjerat dan menjebak sebanyak mungkin wanita –wanita cantik namun lemah (mudah tergoda dengan ketampanan dan bujuk rayu). Maka kalian akan saksikan rumah tangga pria seperti ini akan selalu panas dan terguncang dengan kasus-kasus perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga mereka, seperti yang kita saksikan di TV baru-baru ini. Bagaimana seorang pria (pemain sinetron mantan pengedar narkoba yang baru lepas dari penjara telah menjadi pembicaraan luas di masyarakat dengan kelakuan dia yang mengawini wanita lain tapi tidak mau mengakui anaknya, lalu menghamili wanita lain dan berpacaran dengan wanita yang lainnya lagi. Sudah banyak korbankorban pria ganteng ini. Orang tuanya, dan orang tua perempuan yang ia permainkan tentu marah, murka dan malu besar. Namun mereka juga harus menyadari dirinya kenapa sampai dia bisa dipermalukan seperti itu. Tidak lain karena mereka sendiri tidak mendidik anaknya sejak dari kecil dengan pendidikan agama yang baik. Sehingga ketika dewasa mereka mudah digoda syaithon yang pandai menggoda. Kita tidak melihat pada wanita-wanita tersebut yang berjilbab. Salah satu indikasi wanita yang baik adalah berkerudung. Maka pantaslah mereka telah dihinakan oleh Allah akibat perbuatan mereka sendiri. Tokoh-tokoh masyarakat yang punya jabatan, kekuasaan dan wibawa namun mereka suka menzalimi masyarakat dan para wanitanya yang lemah. Mereka tidak peduli dengan hukum agama dengan mengawini para wanita 45

• •

atau menjadikan mereka simpanan. Mereka tidak membatasi jumlah istri mereka. Jumlahnya bisa sampai lebih dari empat istri. Kalau sudah puas maka istri tersebut dicerai –salah satunya- dan mereka mencari lagi yang lain. Ini banyak menimpa para politisi, pejabat, preman, para gangster dan jawara-jawara yang punya harta banyak dan kekuasaan. Maka akibat dari penyimpangan-penyimpangan inilah berdampak kepada opini publik yang salah dalam melihat syari`at poligami ini. Bahkan sampai banyak dari masyarakat Islam yang benci kepada syari`at Islam, terutama kaum wanitanya. Banyak yang tidak mau masuk Islam dan bahkan sebaliknya murtad karena benci dengan poligami. Sampai-sampai para pejabat wanita yang Muslim, karena begitu bencinya kepada poligami, maka mereka berusaha membuat peraturan atau undangundang nasional yang melarang poligami. Seandainya mereka tahu bahwa mereka bisa kafir dan murtad karena membenci salah satu saja dari syaria`t Islam tentu mereka akan mengurungkan niatnya untuk itu. Maka yang paling baik dan paling benar adalah: Siapa saja yang hendak melakukan poligami maka hendaklah dia: Mempelajari Syari`at ini (poligami), hukum-hukumnya, syarat-syarat dan kewajiban-kewajibannya dan konsekwensi dari poligami, keutamaan-keutamaannya dan ancaman-ancaman bagi pelakunya yang tidak dapat berbuat `adil. Mendidik/ menyiapkan kondisi keluarganya untuk berpoligami (pisik, mental, ekonomi dan agama) agar tidak terjadi kontra produktif sebagai akibat dari poligami ini. Memberikan keteladanan kepada keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan syari`at poligami/ta`addud agar mereka -masyarakat- mempunyai pandangan positif kepada agama Islam yang sempurna, adil dan baik. 46

1. Suka berdusta atau berbohong. Penyakit jiwa yang kronis ini telah menjangkiti mayoritas kaum Muslimin Indonesia. Ia menimpa anak-anak kecil, remaja, pemuda, dewasa, ibu-ibu, para pedagang dengan sumpah palsu mereka dan membohongi pembeli tentang barang dagangan mereka yang mereka katakan bagus ternyata cacat atau sudah busuk, atau diganti dengan barang berkualitas rendah tanpa sepengetahuan pembeli; Juga berbohongnya Para pelajar dan mahasiwa-i, pejabat, guru, bahkan para ustadznya. Rasanya kurang nyaman kalau tidak berbohong bahkan para pelawakpun tidak akan melawak kecuali harus berbohong dan menggunjing orang dalam lawakan mereka. Padahal berbohong adalah termasuk dosa yang sangat besar. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ”Maukah kalian kuberi tahu dosa besar yang paling besar? Berbuat Syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua dan berkata dusta “ (Muttafaq `Alaih, fathul Baari V / 261) . 2. Para da`i atau mubaligh atau ustdz yang tidak berhatihati dalam membawakan hadis-hadis Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dengan tidak memperhatikan apakah itu hadis palsu atau hadishadis yang lemah, apalagi dalam masalah aqidah dan `ibadah atau hukum. Akibatnya tersebarlah ratusan bahkan ribuan hadishadis palsu di tengah-tengah masyarakat yang menimbulkan kerusakan dalam Aqidah Islam dan ibadahnya kaum Muslimin. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengancam para pengutip hadis-hadis palsu atau lemah yang disandarkan kepada beliau shallallahu `alaihi wa sallam. Dia mengatakan telah bersabda Rasulullah, padahal rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidak pernah bersabda begini dan begitu. Sabdanya: ”Barang siapa sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah menempati tempat duduknya di neraka“ (HR. Al-Bukhori). Tidak semua kitab-kitab para ulama itu bisa dipertanggung jawabkan tentang status hadis-hadis yang ada 47

di dalamnya. Maka kewajiban para da`i atau mubaligh atau ustadz untuk memeriksa kembali apa yang mereka ingin kutip dari hadis-hadis beliau. Sekarang sudah ada koleksi kitab-kitab hadis yang sudah dibersihkan semua dari hadis-hadis palsu dan lemah. Ini telah memudahkan para da`i dan mubaligh untuk memanfaatkan kitab-kitab tersebut. Syaikh yang berjasa untuk meneliti itu tidaklah banyak, di antaranya adalah syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Banyak sekali kitab-kitab hasil penelitian beliau -tentang hadis- yang diwariskan kepada kita, menjadi mata air ilmu yang berlimpah. Ambillah manfaat dari warisan beliau. Semoga Allah merahmati dan mengampuni beliau karena jasa-jasa dan `amalnya bagi kemuliaan ilmu dan agama Islam. Aamiin. 3. Suap menyuap dalam hukum untuk memenangkan perkaranya, Ini sering terjadi di dalam peradilan di negeri ini, hingga hamper tidak ada lagi pengadilan yang bersih dari suap menyuap. Dengan kata lain “hukum bisa dibeli ”. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda secara ma`na: “La`nat Allah bagi orang yang menyuap dan disuap “ (HR. Ahmad), juga penipuan kualitas barang, Penimbunan barang, mempermainkan takaran dan timbangan oleh para pedagang (Qs. Al-Muthoffifin: 13) , korupsi dan pungutan-pungutan liar atau pemerasan di jalan-jalan, di pasar dan di kantor pelayanan masyarakat. Ini terjadi di pasar-pasar tradisional, di jalan-jalan raya, di kantor-kantor pelayanan masyarakat. Mau mengurus KTP & kartu keluarga saja harus ke luar ratusan ribu rupiah, belum lagi bikin SIM kendaraan atau urusan-urusan lainnya yang berhubungan dengan mereka Bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu? Tentu beban mereka lebih berat lagi. Juga mobil-mobil truk perdagangan, angkutan dan bis umum yang harus menyiapkan uang “jalan” untuk diberikan kepada para pemungut-pemungut liar di jalan baik yang memakai seragam ataupun preman, Alangkah sengsaranya mereka dan 48

alangkah kayanya orang-orang berseragam dan para preman itu. Bahkan kabarnya mereka berkolusi - antara preman dan orang-orang berseragam itu - baik di jalan raya maupun di pasar. 4. Demikian juga para penimbun barang yang sangat meresahkan masyarakat. Mereka menarik barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, menyimpannya sehingga barang tersebut menjadi langka di pasar. Setelah barang itu menjadi mahal maka mereka melepas (menjualnya) ke masyarakat; Mereka menjadi untung besar sedangkan masyarakat menjadi sangat menderita, Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ”Tidaklah seorang penimbun melainkan ia itu orang yang telah berbuat dosa “ (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah). Lihat Al-Quran surat Al-Isro: 35; Qs. Huud: 85; Qs Asy-Syu`aroo: 183. 5. Mendirikan bank-bank dan koperasi simpan pinjam / kredit dengan sistem riba (mengambil untung dari bunga) yang telah lama terjadi dan berkembang di negeri ini , banyak para penabung, peminjamnya dan yang bekerja disana. Mereka merasa bangga bisa menjadi insan pekerja bank yang punya kelas tersendiri dalam status sosial mereka di masyarakat atau bangga menjadi pengguna jasa bank-bank terkenal baik bank plat merah maupun swasta. Namun pada hakekatnya mereka sebenarnya sedang memikul dosa yang sangat besar, dan terancam kutukan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam. …”Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mela`nat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan ke dua saksinya. Beliau mengatakan: “Mereka itu sama saja “ (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin `Abdullah) . Sekali lagi Ketahuilah bahwa dosanya adalah sangat besar, termasuk dosa yang menghancurkan dan membinasakan serta perbuatan yang dikutuk walaupun mereka hanya mengambil keuntungan dari bunganya sebesar Rp 1000, - saja. Lihat juga di dalam Al Qur`an surat. Al-Baqoroh: 275, 276, 278-279. Bersabda 49

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: “Menjelang datangnya hari kiamat, riba merajalela” (HR. Thabrani dari Ibnu Mas`ud). Jika ummat sudah mengetahui betapa besarnya dosa akibat dari mengambil bunga bank ini maka tinggalkan dan jauhilah riba dan beralihlah ke bank-bank Syari`ah yang lebih selamat dan barokah, walaupun pendirian bank-bank syari`at tersebut belum sesempurna sebagaimana yang diinginkan oleh Syari`ah Islam, juga termasuk di dalamnya adalah Asuransi konvensional yang mempraktekkan Riba, ghoror dan maisir (unsur ketidak pastian dan gambling). Tinggalkanlah dan gunakan asuransi syari`ah; lebih selamat dan barokah di dalam harta kalian. 6. Judi berkedok “hadiah diundi” di toko/supermarket/iklan kuiz di tv /radio(via SMS) Banyak kaum Muslimin yang terjebak kepada perbuatan dosa judi yang tidak mereka sadari saat membeli barang-barang di toko/supermarket yang menjanjikan hadiah tapi di undi, demikian juga acara-acara kuiz yang menjanjikan hadiah namun diundi untuk mendapatkannya yang mereka untuk mengikuti undiannya tersebut harus membeli barang tersebut atau menelpon atau SMS yang mengharuskan mengeluarkan biaya. Seperti pada pertandingan sepak bola, balap mobil, tinju, basket ball dan lain-lain. Pada acara tersebut sering diselingi kuiz. Untuk menebak kuiz tersebut seseorang harus menelpon kepada presenter tv yang memandu acara tersebut, jika ia bisa menebak /menjawab maka ia dapat hadiah tapi jika tidak maka ia rugi (uang/pulsa hilang). Demikian berlaku pula pada barang-barang yang dijual di toko-toko yang menawarkan hadiah jika beruntung atau akan mendapat hadiah milyaran namun harus diundi. Ini dan semacamnya yang sangat populerdi masyarakat kita adalah termasuk judi karena ada unsur ketidak pastian di dalam mendapatkan barang tersebut, dan kita harus mengelurkan uang untuk membeli barang tersebut. Allah telah melarang 50

judi dan mengambil harta manusia dengan jalan batil. Di dalam Al-Qur`an, surat An-Nisa: 29, 30 Allah berfirman secara ma`na: ”Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…”Dan dalam ayat lainnya Allah berfirman secara ma`na:” Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan…”(Qs. Al-Maidah: 90, 91). Maka: 1)Dengan cara mengiming-imingi hadiah besar maka pembeli akan tergiur kepada hadiahnya, padahal ia tidak ingin membeli barang tersebut, hanya karena hadiah sajalah akhirnya ia terpaksa membeli barang yang tidak ia butuhkan; 2) para pembuat barang yang mencantumkan hadiah namun harus diundi maka dia telah menipu masyarakat untuk mendapatkan uang yang banyak dari cara mengiming-imingi hadiah. Ini yang dikatakan memakan harta manusia secara batil/ salah; 3) Toko yang menjual barang-barang dagangan dengan menjanjikan hadiah tersebut telah menzalimi toko lain yang tidak mengiming-imingi hadiah sehingga toko orang lain jadi bangkrut. Ini sama juga hukumnya bagi orang-orang yang mengirim SMS untuk mendapatkan hadiah besar namun harus diundi untuk mendapatkannya. Maka bertaubatlah wahai insan. 7. Tidak memakai jilbab/ busana Muslimah bagi para wanita Muslimah dan sebaliknya suka dan ridho memakai busana seperti wanita-wanita kafir di eropa dan amerika. Demikian juga Laki-laki yang menyerupai wanita dan sebaliknya. (perempuan tomboi dan laki-laki feminim ; termasuk laki-laki yang berbusana wanita (banci) dan perempuan yang berbusana laki-laki) . Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “ Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang 51

menyerupai wanita “ (HR. Ahmad) Dalam hadis yang lain secara ma`na: “ Allah melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan wanita yang mengenakan pakaian lakilaki (HR. Abu Dawud). “ Dua golongan manusia yang termasuk penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: …dan kaum wanita yang berpakaian tapi telanjang, menarik perhatian dan berlengak lenggok, seolaholah di atas kepalanya punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya “(HR. Muslim kitab Al-Libas) . Mereka yang enggan memakai busana Muslimah ini bukannya tidak mau memakainya dan tidak tahu dalil, Akan tetapi sebenarnya mereka telah berpaling dari peringatan dan pengajaran Robb mereka. Bagaimana tidak, sedangkan keteranganketerangan agama sudah disampaikan dimana-mana dan di dalam berbagai kesempatan, baik melalui pengajian mingguan, siaran TV, Radio, Internet, Tabligh akbar dan pelajaran-pelajaran di sekolah, Namun apa daya jika hati sudah tertutup dan tarikan rayuan dan godaan dunia begitu kuat kepada mereka. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Allah telah berfirman secara ma`na:” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat robb-Nya kemudian ia berpaling daripadanya. Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa “ (Qs. As-Sajdah: 22) . Lihat juga Al Quran surat Al-Ahzab: 59, 33 ; An-Nuur: 31. Juga kaum wanita yang ke luar dikeramaian dengan memakai minyak wangi / parfum yang tercium oleh kaum laki-laki maka itu adalah dosa besar. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: “ Wanita mana saja yang memakai minyak wangi kemudian berlalu di antara kerumunan orang agar mereka mendapati aromanya, maka dia adalah penzina “ (HR. Ahmad). Dalam sabdanya yang lain secara ma`na: “ Wanita manapun yang memakai minyak wangi kemudian ke luar menuju masjid agar aromanya tercium, maka tidak diterima sholatnya hingga ia mandi sebagaimana mandi janabat (HR. Ahmad) “. 52

8. Melihat film-film cabul dan gambar-gambar porno, membaca Koran, majalah dan melihat internet, Tv yang berisi kecabulan dan pemujaan syahwat seksual. Bacalah surat An-Nuur: 30, 31. Gerakan Salibis Zionis destruktif internasional dan nasional telah bermain dibelakang layar untuk merusak akhlaq dan masa depan para generasi muda Islam sehingga mereka tidak bisa berfikir normal dan jernih lagi, juga tidak dapat berkarya karena dalam fikiran dan hati mereka yang ada adalah syahwat dan khayalan-khayalan yang kotor saja, jauh dari hidayah iman. Kalau sudah seperti ini keadaannya maka jadilah mereka sebagai budak yang mudah diarahkan kemana saja mereka mau. Kalian lihat dengan mata kepala sendiri bahwa Koran “lampu merah dan lampu hijau” bertebaran dengan cepat dan massif di lampu-lampu merah dan kios-kios penjualannya. Mulai dari pelajar, pengangguran, preman di pasar dan pengamen jalanan, tukang becak sampai mahasiswa dan karyawan membeli dan membacanya. Belum lagi peredaran CD Porno yang murah meriah tersebar dengan cepat sampai ke desa-desa, Juga peredaran majalah Play boy, majalah porno dan buku-buku stensilan yang semuanya keberadaannya tidak ditutup-tutupi lagi dan mereka para pemujanya tidak malu-malu lagi membelinya dikeramaian. Tebaklah sendiri apa yang terjadi pada mereka semua itu jika telah membacanya selama bertahun-tahun maka bayangkanlah bahwa tingkat pergaulan bebas, kejahatan seksual dan aborsi sebagai akibatnya adalah sungguh sangat memprihatinkan. Pada akhirnya akan hilang satu generasi dari ummat Islam Indonesia yang saleh, tangguh dan militan dalam memperjuangkan agama dan membelanya. (Qs. AlIsroo: 32). 9. Pacaran dan pergaulan bebas (zina) antara muda-mudi dan membenci serta tidak mau segera menikah. Dan dosa orang tua yang membiarkan anggota keluarganya melakukan ma`siat. Bacalah Al Quran surat An Nuur: 30, 31 ; Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara 53

ma`na: Tidaklah seorang laki-laki bersepian dengan seorang wanita (yang bukan maHRomnya) kecuali setan yang menjadi ketiganya “ (HR. At-Tirmidzi dalam al Fitan) . Para orang tua mereka kenapa membiarkan anak-anak gadis mereka berpacaran dan membiarkan anak mereka dalam kemaksiatan. Dimana iman mereka tersebut? Allah telah mengharamkan mereka masuk ke dalam surga-Nya. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ” Tiga orang yang diharamkan Allah masuk surga: Pecandu Khamr, anak yang durhaka, Dayyuts yaitu yang merestui perbuatan nista pada anggota keluarganya (HR. Ahmad). Sungguh orang yang menganut paham pacaran sebenarnya adalah orang yang tidak bertanggung jawab, pengecut dan kerdil. Tapi seorang mukmin adalah mereka yang bertanggung jawab dan berbuat sebagai seorang lakilaki (gentle man). Mereka segera menikahi gadis Muslimah yang baik demi untuk menjaga kehormatan dan kesucian diri mereka karena Allah, bukannya seperti para pemuda pengecut tadi yang ingin mempermainkan anak gadis orang sehingga rusaklah masa depan gadis tersebut atau minimal ia telah tersentuh dan terjamah. Inilah kenyataan yang memprihatinkan (Qs. Al-Isroo: 32 ; Qs. An-Nuur: 32, 33). 10.Melihat dan mendengarkan nyanyian dan musik para artis biduan-biduanita yang mendendangkan lirik atau sya`ir yang umumnya berisi syahwat & cinta yang rendah serta memuja para penyanyi “Barat”. Para penggemar musik dan nyanyian banyak yang tidak tahu bahwa Islam telah mengharamkan lagu - kecuali Nasyid yang syar`i - dan mengharamkan nyanyian yang disertai alat-alat musik , Apalagi yang menyanyikannya kaum hawa. Akan ada bagi para biduan-nita tersebut perubahan wajah mereka menjadi kera dan babi serta pembenaman mereka ke dalam bumi akibat perbuatan mereka tersebut, sebagaimana telah sah khabar dari Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bahwa dia bersabda yang ma`nanya: “ Diakhir zaman akan terjadi pembenaman bumi, hujan batu dan pengubahan rupa (wajah) 54

. Beliau ditanya: ” kapan itu terjadi wahai Rasulullah, beliau bersabda. Apabila pemusik dan para penyanyi telah begitu marak“ (HR. Ibnu Mjah dan Tabrani) . Dalam hadis yang lain secara ma`na: “Sungguh akan ada sebagian ummatku yang akan menghalalkan perzinahan, sutra, khamar (minuman keras) dan musik. Sungguh akan ada orang-orang yang akan mendatangi para pembesar. Mereka datang kepada para pembesar itu sore hari dengan membawa binatang ternak, Mereka didatangi oleh orang miskin untuk suatu kebutuhan lantas mereka berkata: ” kembalilah kepada kami besok!. kemudian Allah menurunkan kepada mereka siksa pada malam hari, menghinakan para pembesar itu dan mengubah wajah-wajah orang lain menjadi kera dan babi hingga hari kiamat“. (HR Al-Bukhori). Ditempat lain, mereka kebanyakan tidak mengerti lirik berbahasa Inggris sehingga tidak memahami isi lirik-lirik lagu rock atau lagu barat tersebut. Yang penting enak didengar dan “happy“. Kalau mereka beriman & mengerti artinya maka tentu mereka akan menjauhinya karena isinya 99% adalah pemujaan kepada cinta yang kotor, keindahan Tubuh wanita, pergaulan bebas, keni`matan seks dan permusuhan terhadap Allah dan agama. Dan lagi-lagi ada gerakan destruktif ateis yang bermain dibelakang layar untuk merusak akhlak kaum Muslimin melalui Film, Musik & Fashion. (Qs. Luqman: 6 (tafsir dari ayat “lahwal hadits menurut kebanyakan ahli tafsir salaf adalah nyanyian) ; Qs. Asy-Syu`aroo: 221-224) . 11.Tuntutan kaum wanita Muslimah untuk bekerja diluar rumah seperti kaum laki-laki (emansipasi wanita). golongan mereka ini telah mengikuti hawa nafsu dan terpengaruh dengan gerakan “feminisme” dari barat, salah satu gerakan terselubung buatan zionis Israel untuk menghancurkan akhlak kaum wanita dan membuat kerusakan yang besar pada masyarakat Islam. yaitu: a. Dengan bekerjanya dikantor-kantor maka kaum laki-laki akan menjadi menganggur. Ini adalah fakta yang real. Akibatnya hal ini akan menghancurkan banyak rumah 55

tangga, terhinanya kaum laki-laki dan turunnya kehormatan mereka dimata istri dan anak serta orang lain karena menganggur, b. Terjadi kecemburuan dengan suami karena ada persaingan antara kaum laki-laki dan perempuan dimana gaji/jabatan istri kadang lebih besar atau sama dengan suaminya. Ini akan memancing pertengkaran dan keributan di antara mereka menyangkut persoalan harga diri suami c. banyak terjadinya kasus perselingkuhan dan pergaulan bebas akibat campur baurnya kaum lelaki dan wanita dalam satu ruangan (ikhtilat) kantor apalagi banyak wanita yang tidak berjilbab dan berpakaian seksi yang memakai minyak wangi mengundang nafsu birahi kaum pria untuk menggoda mereka atau berbuat mesum, d. Terjadi persaingan yang abnormal dan merusak antara laki-laki dan perempuan dimana mereka –kaum perempuan- ingin diakui kesamaan derajat mereka disemua profesi. Sehingga pada akhirnya terjadi kerusakan yang besar di dalam masyarakat. Mereka tidak mau menikah, mereka menggeser pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki dan mereka tampil menjadi presiden/mentri atau manager/direktur di perusahaanperusahaan. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ”Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan. ” (Fathul Baari VIII/126). Tempat mereka yang paling baik adalah dirumah, sebagai ratu, mengelola rumah dan apa yang ada di dalamnya dengan baik, membesarkan dan merawat, mendidik anak-anak mereka dijalan Allah. Adapun jika bekerja dengan profesi yang sesuai dengan kewanitaan mereka seperti guru bagi kaum wanita (tanpa bercampur dengan laki-laki) atau dokter untuk kaum wanita, atau bidan atau lainnya yang tidak bercampur dengan kaum lelaki 56

dan tidak mengorbankan pekerjaan rumah tangga mereka yang utama maka tidak mengapa. Namun yang paling baik adalah dirumah. Karena itu lebih mulia dan lebih suci bagi mereka. Lihat Al Quran surat Al-Ahzab: 59, 33; An-Nuur: 31. 12.Banyaknya kaum Muslimin laki-laki yang memotong bersih jenggotnya dan membiarkan kumisnya tumbuh panjang tidak terawat atau mencukur bersih janggut dan kumisnya. Mereka ini menyerupai kaum Musyirikin sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam: “Selisihilah orang-orang Musyirik, potonglah kumis dan sempurnakan jenggot “(biarkanlah tumbuh lebat), (HR. Bukhori, kitab Al-liBas). Al-`Allamah Ibnu Hazm mengatakan: “Para ulama telah sepakat bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot tumbuh adalah adalah fardu (wajib). Banyak sekali kaum Muslimin yang membenci sunnah ini bahkan menghinanya. Mereka merasa lebih nyaman dan suka meniru kebudayaan barat dan gaya hidup mereka yang di antaranya adalah mencukur jenggot dan kumis atau membiarkan kumis dan memotong jenggot mereka. Dan mereka menjadi malu, kurang percaya diri dan minder jika tampil dengan jenggot mereka yang lebat dihadapan manusia. Bahkan banyak perusahaan yang melarang karyawannya untuk memelihara jenggot. Apalagi ABRI dan Kepolisian yang mewajibkan mereka memotong jenggot. Ini adalah musibah agama yang menimpa umat Islam. Ini adalah perlawanan terhadap syari`at Allah. Mereka yang melarang kaum Muslimin untuk memelihara jenggot dan benci kepada sunnah tersebut bisa menjadi kafir, jika mereka telah mengetahui dalil namun masih mengingkarinya. 13.Banyaknya kaum laki-laki yang melakukan “isbal” dalam memakai celana panjang (memanjangkan kain atau celananya melebihi mata kaki mereka). Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Setiap bagian sarung (kain) yang berada di bawah mata kaki maka 57

nerakalah tempatnya” (HR. An-Nasa-i). Hal itu berlaku untuk laki-laki yang melakukannya dengan disertai kesombongan atau tidak. Namun kalau dia menyertakan kesombongan padanya maka dosanya lebih berat lagi sebagaimana sabdanya yang ma`nanya: ” Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat kelak, tidak dipandang (dengan pandangan rahmat), tidak disucikan Dan bagi mereka `azab yang pedih: Orang yang menjulurkan sarungnya (kainnya hingga melebihi mata kaki)…. . ” (HR. Muslim, syarah an-Nawawi). Adapun untuk wanita maka sebaliknya harus isbal namun tidak sampai berlebihan (sampai menyeret ke tanah). 14.Banyak kaum Muslimin laki-laki yang memakai cincin emas, cincin besi dan pakaian sutera atau menggunakan bejana (gelas atau piring) dari emas atau perak untuk makan/minum mereka (lakilaki/perempuan). Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ”Sesungguhnya orang yang mengenakan sutera di dunia hanyalah orang yang tidak memiliki bagian di akhirat kelak “ (HR. Al-Bukhori dan Muslim); “ Dihalalkan bagi ummatku yang perempuan sutera dan emas dan diharamkan keduanya bagi umatku yang laki-laki. ”(HR. Ahmad) ; “ Sesungguhnya orang yang makan atau minum dari bejana emas dan perak adalah orang yang menyalakan Neraka jahannam di dalam perutnya “ (HR. Muslim) . Bersabda juga beliau shallallahu `alaihi wa sallam: ”…(memakai cincin besi) adalah perbuatan buruk, ini adalah perhiasan penduduk neraka. ”(HR. Ahmad dalam Musnadnya). Adapun cincin perak diperbolehkan bagi lakilaki. 15.Banyak rumah-rumah kaum Muslimin yang masih dipenuhi pajangan gambar-gambar (lukisan) manusia atau hewan atau patung-patung makhluk hidup atau mereka memelihara anjing di dalam rumah mereka. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda yang artinya adalah: ”Malaikat (rahmat) Tidak akan masuk ke dalam 58

rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar (lukisan makhkuk hidup) “(HR. Bukhori & Muslim). Dalam riwayat yang lain beliau bersabda secara ma`na: ”Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk…” (HR. Muslim dalam Al-Jana-iz). Beliau bersabda juga: ” Barang siapa memelihara anjing, selain anjing penjaga tanaman, penjaga kambing, atau anjing buruan, maka berkuranglah pahalanya setiap hari sebanyak 1 qiroth (seukuran gunung). “ (HR. Muslim) . Disini tidak ada disebutkan anjing penjaga rumah. Sebaiknya untuk penjaga rumah dipekerjakan satpam atau siskamling, Lebih bermanfaat. 16.Berprofesi sebagai pelukis atau pembuat patung makhluk hidup. Ini termasuk profesi yang dilarang karena -tanpa disadari atau tidak- mereka telah divonis Allah sebagai penanding ciptaan Allah. Maka dosanya termasuk dosa yang sangat besar. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ”Orang yang paling besar siksanya pada hari kiamat adalah para pembuat gambar “ (pelukis makhluk bernyawa)(Muttafaq `alaih). Allah berfirman dalam hadis Qudsi: ”Dan siapa yang lebih sesat dari pada orang yang menciptakan makhluk seperti makhluk ciptaanku “ (HR. Bukhoridalam At-Tauhid). Maka kalau mau hendaklah mereka hanya melukis pemandangan alam atau selain yang dilarang Allah saja (rumah /mobil/pesawat dll) atau membuat patung tapi tidak sempurna bentuknya (cacat). 17.Bermain Catur, dadu dan permainan yang serupa dengan itu. Banyak ummat Islam yang tidak mengetahui bahwa permainan dadu atau catur adalah haram hukumnya. Apalagi jika disertai taruhan. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ” Barang siapa bermain dadu, maka ia seolah mencelupkan tangannya ke dalam daging dan darah babi “ (HR. Muslim). Catur disamakan dengan dadu. Madhorot/bahaya bagi orang yang bermain catur atau dadu ini adalah sering lupa 59

dengan kewajiban shalat, sering lupa waktu sampai bergadang tengah malam. Dan permainan ini banyak diwarnai permusuhan dan judi. Bahkan banyak yang sampai gila atau stress karena permainan ini. Maka tinggalkanlah wahai insan. 18.Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh kaum Muslimin, remaja dan dewasanya. Apakah mereka tidak mengerti bahayanya akibat merokok. Seluruh dokter yang kafir ataupun beriman sepakat rokok adalah buruk/jahat buat kesehatan, ada lebih dari 300 racun berbahaya di dalamnya. Maka tidak usah pakai dalil agamapun maka orang yang waras akalnya tidak akan berani membiarkan paru-paru dan jantungnuya dirusak oleh rokok. Mereka tidak akan membiarkan hidupnya yang begitu berarti dihancurkan oleh rokok. Apalagi bagi para ulama yang menjadi teladan dan panutan bagi masyarakat Islam. Apa yang mubah buat orang awam akan menjadi sesuatu yang makruh buat mereka. Dan apa yang makruh buat orang awam maka akan menjadi haram buat mereka. Dan apa yang haram buat orang yang awam maka akan menjadi lebih haram lagi buat mereka. Karena apa. Karena ulama /ajengan/kyai adalah panutan dan teladan bagi selain mereka. Maka dosa yang dilakukan mereka tidak sama tingkatannya dengan dosa yang dilakukan orang awam. Apalagi pemilik perusahaan-perusahaan besar dari rokok tersebut adalah orang-orang kafir dan musyirikin yang sebagian dari keuntungannya adalah mereka dermakan untuk gereja-gereja mereka dan juga untuk membiayai proyek kristenisasi dan memerangi ummat Islam. Allah Ta`ala berfirman: ”Mereka menanyakan kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik” (Qs. Almaidah: 4). Demikian juga firman-Nya: ”…Menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. ”(Qs. Al-A`rof: 157). Firman-Nya yang lain: ” Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. ” (Qs. Al-Baqoroh: 195). Juga sabda Nabi 60

Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam: ”Tidak boleh (menimbulkan) bahaya (bagi diri sendiri) dan juga tidak boleh membahayakan (orang lain). ” (HR. Ibnu Majah kitab AlAhkam). Dan Rokok lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya (Sudah banyak penelitian tentang angka kematian yang tinggi yang disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok. Maka kesimpulannya dia adalah haram, apalagi sekarang telah diketahui bahwa sarjana peneliti barat (belanda) menemukan dari penelitiannya bahwa filter yang ada pada rokok mengandung unsur Haemoglobin hewan babi. Ini berlaku pada semua filter yang beredar di seluruh dunia. Setelah keterangan-keterangan ini disampaikan apakah mereka tidak mau berhenti juga. Kalau begitu takutlah pada firman Allah: ”Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan ilmu-Nya. Dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. ” (Qs. AlJaatsiyah: 23). 19.Gaya hidup hedonisme (liar), permisivisme (serba boleh dan bebas) sebagian pengusaha kaya, bintang film, aktor dan artis, para selebriti dan foto model, peragawan-wati yang ditiru oleh para pemuda, remaja Islam. Mereka, sadar atau tidak, telah meracuni para remaja dan pemudanya ke dalam gaya hidup mereka -yang pada umumnya- serba boleh dan bebas. Sebagian dari mereka tanpa sadar telah menjadi agen salibis zionis barat untuk merusak akhlaq dan Aqidah generasi muda Islam. Bagaimana seorang foto model dan artis film/sinetron dalam kehidupan seharinya memilih gaya hidup mewah, pergaulan bebas, gonta ganti pasangan dan berpakaian modis tapi memperlihatkan lekuk tubuh dan seksi, mengundang birahi para pemuda dan lelaki untuk berkhayal & berbuat mesum, juga gaya rambut yang berganti-ganti model, Dan selebriti 61

yang lainnya memamerkan gaya hidup mewah, menikah dengan biaya milyaran rupiah namun cinta mereka kemudian redup dalam seumur jagung. Banyak terjadi kasus perceraian dan selingkuh serta cinta lokasi yang diekspos di koran, tabloid dan majalah. Sebagian kaum lainnya penuh dengan pesta hampir setiap minggu atau harinya, sebagian mereka terlibat cinta sejenis. Dan yang lainnya terlibat perdagangan narkotik, skandal penipuan & penggelapan uang, kekerasan dan jadi istri simpanan atau pelacur kelas kakap. Dan sebagian pengusaha kaya memilih kolektor barang antik yang anehaneh dan sangat mahal seperti motor dan mobil yang mewah, juga masuk menjadi anggota klub-klub mewah. Dan kehidupan mereka ini diliput oleh Koran, tv, radio, tabloid dan internet dengan luar biasa. Mereka telah menanggung dosa besar karena sebab perbuatan mereka tersebut terhadap rusaknya akhlak masyarakat Islam terutama generasi mudanya. Mereka juga tidak sadar bahwa mereka telah dibodohi oleh orang-orang salibis zionis yang menggiring dan menggarap mereka jadi umpan untuk menghancurkan generasi muda Islam. Allah telah berfirman yang secara ma`na: ”Tidak akan rela kepada engkau (Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam) orangorang Yahudi dan Nasrani sehingga engkau mengikuti agama (aturan hidup) mereka. Katakanlah: ” Petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) . Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah `ilmu (kebenaran) sampai kepadamu tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. ” (Al-Baqoroh: 120); Dalam ayat yang lain: “Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeruTuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah lalai dari mengingat kami serta menuruti hawa 62

nafsunya (keinginannya) dan keadaannya sudah melampaui batas “. (Qs. Al-Kahf: 28) . 20.Para wartawan, penulis buku/puisi/lirik lagu, pemikir, filosof, penerbit, percetakan dan pekerja media cetak dan elektronik yang ikut menyetujui atau mendukung atau menyebarkan atau berperan utama sebagai agen propaganda ideologi sekularisme, demokrasi, liberalisme, komunisme, sosialisme, nasionalisme, pancasilaisme, humanisme, permisivisme (paham hidup serba boleh), kemusyirikan dan paham-paham lainnya yang melawan atau bertentangan dengan syari`at Islam apalagi berusaha melemahkan, membengkokkan atau membenci atau mendiskreditkan/menghina sebagian atau seluruh ajaran Islam yang hanif atau menghina, melecehkan /mengejek para da`i dan mujahidin yang menda`wahkan tauhid dan penegakan syari`ah di negeri ini sebagai teroris, kaum radikalis /fundamentalis/khawarij/takfiri/ahlubid`ah dan lainlain. Dosa mereka sangat besar dengan menyebarkan tulisan-tulisan /ucapan-ucapan mereka melalui Koran, majalah, Tabloid, TV, Radio, internet dan lain-lain. Status hukum mereka bisa menjadi Musyirikin atau kafir atau berdosa besar jika ikut menyebarkan paham-paham tersebut sehingga menguntungkan taghut dan gerakan salibis zionis internasional/nasional melalui tulisan/ucapan mereka untuk menentang syari`at Islam atau melawan Mujahidin dan da`ida`i tauhid. Allah berfirman: ”Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. ” (Qs. Al-Maidah: 2). Acara-acara atau berita atau tulisan-tulisan mereka banyak berisi ajakan untuk mengikuti paham-paham di atas tersebut sehingga ummat pada akhirnya berpaling dari agama mereka walaupun masih mengaku dan ber KTP sebagai Muslim, namun fikiran, hati dan ucapannya sudah bukan mencerminkan seorang Muslim sejati lagi. Dan 63

ternyata tidak sedikit orang-orang yang berada di balik pemilik saham media –media cetak/elektronik tersebut adalah agen propaganda salibis zionis Nasional/internasional. Waspadalah wahai Ummat, bersikap kritislah, berhati-hatilah dengan mereka, Aqidah kalian akan tergilas, sadar atau tidak. Waspada…. waspadalah!!! 21.Para pemimpin yang tidak amanah dalam mengurusi rakyat, menipu mereka dan menzalimi mereka. Sudah diketahui oleh rakyat bahwa banyak para pemimpin yang tidak amanah dalam memegang jabatan mereka. Mereka bukannya mengurusi rakyatnya, malah sibuk dengan urusan mereka, keluarga mereka dan kroni-kroni mereka sendiri. Mereka telah memperkaya diri dan keluarga mereka, juga kroni-kroni mereka sejak berdirinya republik ini. Sangat sedikit sekali yang selamat dari terkaman godaan Kekuasaan ini. Bersabda beliau shalallahu `alaihi wa sallam: “Tunaikanlah amanat orang yang memberimu amanat dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu. ”(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi). Maka yang tertinggal dari kekayaan alam Indonesia tinggallah sangat sedikit sekali, namun rakyat Muslim kebanyakan tetap dalam kemiskinan dan penderitaan mereka. (Qs. Asy-Syuroo: 42) . Bersabda Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam: “ Kezaliman adalah kegelapankegelapan di hari kiamat “ (HR. Al Bukhori & Muslim, Fathul baari V / 100) Beliau juga bersabda: “ Pemimpin mana saja yang berbuat curang terhadap rakyatnya maka ia kelak berada di neraka “ (HR. Ibnu Asakir, Sahih Al-Jami`u ashshaghir no. 2713) . Maka takutlah kalian wahai para pemimpin dan pengurus ummat ini kepada Allah dengan ancaman siksa-Nya yang pedih. 22.Mempermainkan hukum oleh para penguasa atau pejabat. Banyak sekali di Indonesia, kasus pejabat yang anakanak atau keluarga mereka terlibat suatu kejahatan namun setelah sampai di pengadilan maka anggota keluarga mereka yang bersalah tidak bisa dihukum atau dibebaskan. Mereka 64

menanggung paling sedikit dua kesalahan: Kesalahan berhukum dengan selain hukum Allah dan kesalahan mempermainkan hukum. Dan bertambah jika ada kasus suapatau mafia hukum di dalamnya. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ” Wahai manusia sekalian sesungguhnya yang membinasakan kaum sebelum kalian adalah dikarenakan jika yang mencuri orang terhormat, mereka membiarkannya, Akan tetapi apabila yang mencuri orang rendahan, mereka menerapkan hukum padanya. Demi Allah seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya. ” (HR. Muslim). 23.Pembunuhan Mujahidin yang dilakukan rezim Munafiq Taghut saat menangkap mereka atau saat mengeksekusi mati mereka. Juga menyiksa mereka saat di penjara/interogasi. Perbuatan mereka ini hanya mengikuti peraturan/undang-undang hukum berhala pancasila dan undang-undang turunannya, bukan atas dasar hukum dan syari`at Allah. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “Orang yang paling dibenci Allah ada tiga: Orang yang melanggar agama ditanah Haram, orang yang ingin menerapkan tradisi jahiliyyah di dalam Islam dan orang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang benar hanya untuk menumpahkan darah (nyawa)nya. “ (Fathul Baari XII/210). Berarti para taghut yang memerintahkan eksekutor untuk menembak mati para mujahidin atau da`i yang memperjuangkan tegaknya syari`ah dan Tauhid di bumi Allah ini telah melanggar hukum Allah dan mengikuti hukum jahiliyyah buatan berhala pancasila. Perbuatan ini ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang murtad, kafir dan musyirik. Walaupun mereka itu shalat, puasa, haji dan mengaku Muslim, tapi dikarenakan mereka memerangi dan membunuh para ulama, da`i dan mujahidin yang hanya ingin menegakkan syari`at Allah di bumi ini dan ingin Negara dan 65

Muslimin Indonesia mempraktekkan semua hukum Allah dari yang besar sampai yang terkecil dan itu memang diperintahkan Allah, maka amalan mereka sia-sia dan pahala mereka terhapus. Dan perbuatan mereka ini juga menunjukkan bahwa mereka sebenarnya –sadar/tanpa sadartelah membenci syari`at Allah. Kalau mereka mencintai Syariat Allah tentu tidak akan memerangi para da`i dan mujahidin tersebut. Maka dengan kebencian itulah maka mereka memerangi Islam dan pembelanya. Dengan demikian status hukum mereka adalah menjadi murtad dari Islam, hapus `amal-amal mereka. Dalil kemurtadan mereka adalah pada surat Muhammad ayat 25-28 yang ma`nanya: “Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran/murtad) setelah petunjuk (keterangan Al-Qur`an) jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah” Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan” Tetapi Allah mengetahui rahasia mereka. Maka bagaimana (nasib) mereka apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridoan-Nya, Sebab itu Allah menghapus segala `amal mereka. ” Mengapa aparat kepolisian /densus 88 antiteror dan ABRI yang mayoritas mengaku Muslim itu memusuhi mereka dan mencap mereka sebagai teroris. Kenapa mereka membunuh orang-orang Islam yang hanya mengatakan Robb kami adalah Allah, dan hanya mau patuh serta tunduk kepada hukum dan syariat Allah saja, tidak mau tunduk kepada syariat Jahiliyyah (hukum kafir-musyirik) buatan manusia. Allah berfirman: ”Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah yang perkasa, maha terpuji. “(Qs. Al-Buruuj: 8); “Sungguh orang-orang yang 66

mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat `azab jahannam dan mereka akan mendapat `azab (neraka) yang membakar. “ (Qs. Al-buruuj: 10). Para mujahidin dan da`i-da`i Tauhid sangat meyakini firman Allah: “Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang tidak diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir “ (Qs. Al-Maaidah: 44), Dan mereka beriman kepada ayat: “ Apakah hukum Jahiliyyah yang mereka kehendaki, (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (Qs. Al-Maidah: 50), Dan mereka menjauhi ciri kemunafikan: “Dan apabila dikatakan kepada mereka (munafikin):” Marilah patuh kepada apa yang diturunkan Allah dan patuh kepada Rasul (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi keras darimu. ” (Qs. An-Nisa`: 61), Dan mereka percaya kepada ayat: “Maka demi Robb-mu Mereka tidak dianggap beriman sedikitpun sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs. An-Nisa`: 65). [Ayat ini menunjukkan dengan tegas bahwa iman seorang hamba tidak berarti apa-apa dihadapan Allah sebelum ia 1) tunduk kepada syari`at dan hukum Allah seluruhnya dan 2) tidak ada rasa keberatan di dalam hatinya kepada semua hukum Allah & Rasul-Nya tersebut dan 3) mereka juga harus menerima dengan sepenuh hati kepada keputusan hukum yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya] ; Dan mereka beriman kepada ayat: ”Dan hendaklah engkau (Muhammad) memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan Janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah 67

diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang-orang fasiq (pendurhaka)” (Qs. Al_maidah: 49). [Ayat ini memberi pelajaran kepada semua penguasa Islam agar memerintah dan menghukum manusia harus dengan hukum Allah, tidak boleh dan terlarang menggunakan hukum-hukum jahiliyyah/hukum buatan manusia. Jika mereka berpaling dari hukum Allah tersebut maka Dia akan menurunkan musibah dan bencana/ azab kepada mereka. Dan inilah yang terjadi kepada bangsa ini selama hampir setengah abad lebih -negeri Indonesia- selalu digoncang dengan bala`bencana dan musibah serta azab. Salah satu Penyebabnya adalah karena penguasanya dan mayoritas rakyatnya yang tidak mau menggunakan syari`at Islam untuk mengatur hidup mereka. Mereka lebih senang diperintah dan diatur oleh hukum jahiliyyah yang kafir, fasik dan zalim, yang tidak dapat dan mampu memberikan keadilan dan kebaikan kepada mereka. Maka bertaubatlah kalian wahai para penguasa dan rakyatnya sebelum siksa yang lebih dahsyat lagi menimpa kalian. Perhatikan dan renungkanlah ayat ini, semoga kalian sadar dan mau tunduk kepada hukum Allah dan Rasul-Nya]. Dengan demikian status pancasila beserta UUD `45, GBHN dan TAPTAP MPR, dan semua undang-undang yang dibuat dan ditetapkan mereka adalah undang-undang Jahiliyyah yang kafir, Musyirik dan zalim karena mereka meninggalkan AlQur`an dan As-Sunnah An-Nabawiyah yang suci dan tidak menjadikan ke duanya sebagai dasar Negara dan syari`at yang berlaku di Indonesia. Menurut ayat-ayat tadi maka siapapun yang telah mengaku sebagai Muslim maka mereka akan terikat dengan keIslaman dan keimanan mereka kepada hukum dan Syari`at Allah, maka konsekwensi iman mereka adalah mereka harus tunduk dengan sepenuhnya serta rela 68

dengan berhukum dengan syari`at Allah. Namun jika mereka membenci dan tidak mau menjadikannya sebagai dasar hukum bernegara, berbangsa dan bermasyarakat (bermu`amalah) dan hukum bagi perkara pribadi dan keluarga mereka maka mereka menjadi murtad dan munafik, mereka menjadi musyirikin seperti yang diisyaratkan dalam surat At-Taubah: 31 (bacalah arti dari ayat tersebut), maka semakin jelaslah status hukum para taghut pembuat undangundang, pemerintahnya, pengadilannya, advokasinya, jaksanya, aparat kepolisian, lebih khusus densus 88 anti teror dan ABRI yang menjaga dan mengamankan berhala pancasila dan segala undang-undang dan syariat jahiliyyah kafir dan musyirik di bawahnya, maka mereka semua sama, dihukumi sebagai kaum munafikin besar (kafir), musyirikin dan kafirin, hapus segala `amal mereka dan mereka terancam dengan neraka jahannam dan disiksa malaikat pada saat sakaratul maut mereka tiba. Karena apa? Karena mereka ragu kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada syari`atnya, Mereka membencinya dan meninggalkannya. Bukti yang tegas bahwa mereka adalah para munafik yang murtad adalah Firman Allah dalam surat An-Nisa: 60, 61:”Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada taghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk kafir/mengingkari taghut itu, Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya, ” Dan apabila dikatakan kepada mereka: “marilah patuh kepada apa yang diturunkan kepada mereka dan (patuh) kepada Rasul (niscaya), maka engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. ”Jadi Mereka (kaum munafikin) hanya beriman kepada sebagian isi Al-Qur`an , namun kafir kepada sebagian isinya yang lain. Sia-sia segala `amal `ibadah mereka. Siapa saja dari orang-orang yang 69

mengaku Islam dan mukmin namun telah menyatakan sumpah setianya kepada Pancasila dan UUD `45, dan mereka ridho hidup di bawah Pancasila dan UUD taghut itu maka mereka telah menjadi musyirikin, menjadi penyembah berhala Pancasila, murtad dan juga menjadi munafik besar alias kafir. Bertaubatlah wahai para hamba Allah, tinggalkanlah penyembahan kalian kepadanya, Janganlah tertipu dengan sebagian undang-undang Islam yang ada dalam sebagian kecil undang-undang RI atau di GBHN walaupun dalam sebagian undang-undang tersebut memuat hukum Islam seperti nikah, talaq dan rujuk, wakaf dan waris, namun itu tiada artinya jika masih di bawah undang-undang berhala pancasila dan UUD 45`. Bagaimana mungkin hukum Allah yang tertinggi masih bisa berada di bawah hukum pancasila. Ini adalah pelecehan kepada Allah dan Syari`at-Nya. Al-Imam Ibnu katsir mengatakan dalam kitabnya “Al-Bidayah wan-Nihayah: 13/119 yang artinya: ” Barang siapa yang meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu `Abdillah penutup para Nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus (Taurat/injil), maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada (hukum) Ilyasa/yasiq dan dia mendahulukannya dari pada ajaran Allah maka dia kafir dengan ijma` kaum Muslimin. ”Ilyasa adalah kitab hukum yang dibikin oleh jengis khan, raja tartar. Kitab undang-undang ini merupakan kumpulan hukum yang disadur dari berbagai kitab suci dan buah fikiran dia sendiri. Maka dalam kitab hukum dia terdapat hukum-hukum dari syariat yahudi bercampur dengan nasrani dan Islam, Juga hukum buatan jengis khan sendiri. Dan penguasa Muslimin di negeri Syam pada waktu adalah bangsa tartar yang telah memeluk Islam. Namun mereka ini dikafirkan para ulama syam lantaran membuat hukum yang bukan dari hukum Allah (ilyasa). Kondisi hukum di negara mereka-pada masa lalu70

sama dengan yang terjadi di negeri-negeri Muslim saat ini, teristimewa di Indonesia dimana penguasa taghut yang munafik di negeri ini membuat KUHP yang diambil dari hukum belanda, perancis, eropa, amerika, hukum adat dan sebagian dari Islam (wakaf, waris, nikah, talaq, rujuk). Jadilah hukum gado-gado yang harus ditaati oleh semua pemeluk agama yang tinggal di bumi Indonesia ini. Maka tidak syak lagi para pembuat hukum ini (hukum positif nasional ini) adalah kafir dan murtad. Allah berfirman: ” Barang siapa yang tidak memutuskan hukum dengan apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir. ” (Qs. Al-Maidah: 44). Kalau mereka menyatakan bahwa pancasila adalah buatan negarawan Muslim maka dijawab, bahwa ia hanyalah buatan manusia belaka (buatan Ir. Soekano, Mr. Muhammad Yamin dan lain-lainnya) yang mengalami keterbatasan pada kekuatan akal dan intelegensia mereka, Walaupun pancasila dibuat oleh negarawan Muslim namun pada kenyataannya isi dan turunannya (UUD `45, GBHN, TAP MPR/DPR dan sebagian besar undang-undang di bawahnya tidak berdasarkan hukum Islam). Jadi ia bukan datang dari Allah Rabbul `alamin, Dzat yang maha `Alim, Mengetahui, Maha Sempurna `Ilmu-Nya, Maha Sempurna Hidup, Kekuatan dan Kekuasaan-Nya. Siapa saja yang membenci dan menentang hukum Allah dan SyariatNya maka mereka akan dihinakan didunia apalagi di akhirat. Yang harus diketahui adalah bahwa hukum dan UU tertinggi adalah syari`at Allah. Tidak ada yang lebih tinggi darinya. Maka dengan demikian Pancasila adalah berhala karena merupakan tandingan Allah dalam Syari`at dan hukum-Nya. Padahal Allah berfirman yang ma`nanya: “Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah “ (Qs. Asy-Syuuro: 21), “… Dan apa yang kalian perselisihkan di dalamnya tentang sesuatu maka hukumnya (diserahkan) 71

kepada Allah (Qs. Asy-Syuro: 10), ” …Kemudian bila kalian berselisih tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir” (Qs. An-Nisa: 59), “…Dan Dia tidak menyertakan seorangpun dalam hukum-Nya” (Qs. Al-Kahfi: 26), ”Keputusan hukum hanyalah milik Allah saja, Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, Itulah agama yang lurus, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui “ (Qs. Yusuf: 40). Lihatlah dalam ayat yang tegas ini (Qs. Yusuf: 40) Allah menyandarkan kalimat “penyembahan” dengan ma`na ketaatan kepada hukum Allah. Jadi Ma`na penyembahan tidak selalu diartikan ibadah ritual, namun saat hamba berhukum dengan hukum Allah -bukan berhukum dengan hukum Jahiliyyah (selain hukum Allah/hukum buatan manusia)- maka hamba tersebut dikatakan bahwa ia sedang menyembah Allah juga. Sebaliknya ketika seorang hamba berhukum dengan hukum jahiliah maka hamba tadi dikatakan sebagai menyembah kepada selain-Nya (baca kembali surat An-Nisa`: 60) maka akan semakin jelas ma`na ibadah. Nah ibadah dengan ma`na taat untuk berhukum dengan hukum Allah inilah yang tidak banyak diketahui oleh manusia. Hanya sedikit saja yang tahu. Itulah yang dikatakan Allah pada ayat ke 40, surat Yusuf: …Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ” Maka kalian akan mengetahui kenapa Nabi Yusuf dilarang Allah untuk menghukumi saudaranya dengan undang-undang raja mesir saat itu (undang-undang jahiliyyah mesir), Allah berfirman:” …Dia (Yusuf) tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja (dinul malik) kecuali Allah menghendakinya…”. Karena itu adalah kesyirikan besar, bukan ibadah kepada Allah di dalam hukum-Nya. Sekali lagi, maka pancasila dan undang-undang turunannya pada hakikatnya adalah berhala. Itu adalah berhala ciptaan Taghut negeri ini untuk mengikat dan memaksa manusia, menjadikan mereka harus taat kepada berhala tersebut, baik 72

mereka adalah Muslim, Kristen, hindu, budha, ateis, konghuchu, sinto, penganut kepercayaan, liberalis dan lainlain harus menyatakan kesetiaannya kepada berhala tersebut. Jika mereka telah setia kepadanya maka mereka boleh hidup di Indonesia dan menikmati segala fasilitasnya. Kalau mereka melanggar hukumnya maka mereka akan dipenjara; bisa dihukum mati Namun jika mereka bertaubat kepada hukum jahiliyyah pancasila maka mereka akan mendapat remisi atau abolusi atau rehabilitasi. Jadi tuhan mereka yang batil itu punya hak untuk mematikan atau menghidupkan seseorang dengan undang-undangnya. Berarti semua hukumnya adalah agama (dien). Maka menurut ayat 76 surat Yusuf maka kita dilarang mengikuti agama raja atau undang-undang raja (dinul malik), kecuali agama penguasa (undang-undang yang berlaku di Negara tersebut) adalah Syari`at Allah. Begitulah Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam diperintahkan berhukum dengan hukum Allah dan menjauhi hukum jahiliyyah (baca kembali surat Al-Maidah ayat 49 agar lebih paham). Di negeri ini agama raja ialah Agama/dien pancasila dan UUD 45 dan segala aturan di bawahnya harus mengikat para warga negaranya. Maka janganlah kalian taat kepadanya karena kalian akan menjadi musyirikin, jika demikian. Dengan demikian ummat Islam yang setia kepadanya maka mereka divonis sebagai Musyirikin karena punya sekutu disamping Allah dalam hukum yaitu berhala pancasila (mereka taat kepada sebagian hukum Allah, Namun taat pula kepada hukum Pancasila dan UUD 45 yang melawan hukum Allah. Allah memperingatkan Muslimin jangan meniru kaum Yahudi dizaman lampau yang berbuat seperti itu. Berfirman Allah Ta`ala: ” Dan ingatlah ketika kami mengambil janji darimu dan kami angkat gunung Sinai di atasmu seraya berfirman: ” Pegang teguhlah apa yang kami berikan kepadamu dan dengarkanlah! Mereka menjawab: ” Kami mendengarkan tapi kami tidak mentaati” Dan diresapkan kepada hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. 73

Katakanlah:” Sangat buruk apa yang diperintahkan oeh imanmu (kepercayaan) kepadamu jika kamu orang yang beriman. ”(Qs. Al-Baqoroh: 93). Perhatikan dan renungilah ayat yang mulia ini, Pada zaman lampau kaum Yahudi telah menyembah -disamping Allah- berhala patung anak sapi dari emas. Maksudnya disamping mereka menyembah Allah, merekapun menyembah patung sapi. Pada zaman kini sebagian ummat Islam pun mengikuti jejak mereka dengan menyembah disamping Allah patung berhala burung garuda pancasila. Burung yang di sucikan oleh penyembahnya, diyakini mempunyai tuah dan keramat bagi para penyembahnya Persis seperti kisah dizaman lampau. “Diresapkan kecintaan ke dalam hati mereka (kecintaan menyembah patung) burung garuda karena kekafiran mereka. Mereka tidak sadar telah menyekutukan Allah dengan berhala burung garuda pancasila. Begitulah kenyatannya. Mereka begitu mencintainya, rela berkorban untuknya, bekerja dan mengabdi untuknya. Jiwa raga mereka dipersembahkan untuknya. Lihatlah lagu ritual mereka: ”Garuda Pancasila akulah pendukungmu, Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu…! Perhatikan firman Allah: ” Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah” (Qs. Al-Baqoroh: 165). Dengan demikian orang-orang yang mengabdi kepada undang-undang turunan dari pancasila ini, mereka sebenarnya adalah telah menjadikannya sebagai tandingan Allah dalam kecintaan, ketaatan dan pengorbanan. Berarti tidak ragu lagi mereka telah menjadikan berhala burung garuda pancasila itu sebagai sekutu/tandingan Allah, mau tidak mau, suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar mereka (ummat Islam yang taat dan setia padanya) adalah menjadi Musyirikin. Camkan ini wahai manusia yang punya aqal. Gunakan akal kalian, gunakan pendengaran kalian, gunakan hati kalian. Bukankah para penduduk neraka terlempar kesana 74

karena mereka tidak menggunakan akalnya, pendengarannya dan hatinya (Qs. Al-A`rof: 179; Qs. Al-Mulk: 10, 11). Maka kalian melihat di negeri berhala pancasila ini: Orang-orang Islam yang melakukan kemurtadan tidak dihukum oleh aturan berhala pancasila; orang yang tidak shalat 5 waktu tidak dihukum oleh mereka; Orang yang membunuh tidak dihukum Qisos; Orang yang melakukan syirik akbar dengan menyembah nyai roro kidul atau dewi sri tidak dihukum bunuh oleh mereka ; orang yang berzina tidak dihukum rajam/cambuk ; orang yang mendirikan bank riba tidak dihukum. Karena apa? Karena menurut undang-undang berhala tersebut, hukuman tersebut tidak diatur berhala mereka, maka tidak ada masalah. Namun bagi aturan hukum berhala mereka, yang harus dihukum adalah orang yang melanggar undang-undang mereka; Maka orang yang tidak bayar pajak pasti dihukum, orang yang tidak bayar bunga bank juga dihukum. Tapi yang paling besar dan paling berat hukumannya adalah orang yang berusaha menegakkan Tauhid dan syariat Islam, Itulah orang-orang paling berat dihukum, dan paling besar permusuhan para taghut dan para pembelanya (ABRI, Polisi, Densus anti Mujahidin) terhadap Da`i-da`i Tauhid. Kenapa mereka sangat keras memusuhi dan memerangi para du`at Tauhid padahal mereka itu (taghut dan aparataparatnya) adalah orang-orang yang mengaku Islam (mereka shalat, puasa, dan berhaji ke tanah suci Mekah). Kenapa begitu besar permusuhan mereka terhadap saudara mereka yang hanya mengucapkan Robb kami adalah Allah, “Kami ingin Tauhid dan hukum Allah tegak di bumi ini! kenapa mereka-yang mengaku Muslim ini- juga memusuhi orangorang yang berjihad/ memerangi kafir amerika dan salibis zionis yang jelas-jelas memerangi kaum Muslimin di seluruh dunia dan merampok kekayaan mereka? Kenapa mereka membela berhala pancasila dan membunuh saudara mereka yang mu`min; Kenapa mereka fanatik sekali kepada 75

berhala tersebut, Maka kita akan bertanya sedikit saja yang mereka pasti tidak mampu menjawabnya; Sampai sekarang mana hasil dari pengamalan agama berhala pancasila buatan manusia ini?, adakah kemakmuran dan kesejahteraan, keamanan lahir dan batin yang dirasakan mayoritas manusia di negeri ini?. Jawabannya sudah samasama kita ketahui. Nol Besar, kecuali segelintir saja yang meni`matinya dari para taghut dan kroni-kroninya. Apakah sejak merdeka keadaan bangsa ini –dari segi kesejahteraan dan keamanan- semakin kesini semakin baik? Jawabannya adalah nol besar kecuali segelintir saja yang meni`matinya. Apakah semakin kesini semakin banyak orang-orang saleh atau sebaliknya. Jawabannya adalah semakin banyak para penjahat dan pendosa ulung. Lalu kalau agama berhala ini tidak bisa membuktikan kehebatan dan tuahnya maka kenapa mereka harus membelanya mati-matian. Ini tidak lain karena mereka sudah membuang aqal, pendengaran dan hati mereka dan tidak mau menggunakannya untuk berfikir dan merenungi kebenaran yang datang kepada mereka. Dan mereka telah menyembah taghut besar amerika dan salibis zionis demi untuk mendapatkan pujian mereka karena berhasil membunuh dan menghancurkan mujahidin. Apakah agama/dien pancasila mempunyai ritual-ritual juga? Ya Agama berhala ini juga mempunyai ritual-ritual dan hari raya mereka seperti upacara bendera 17 agustusan, upacara memperingati hari-hari besar mereka, Disana ada ritual mengheningkan cipta, menyanyikan lagu padamu negeri dan garuda pancasila yang menjadi ucapan kesetiaan dan pengorbanan mereka. Mereka bisa menjadi Syirik dan murtad jika menyanyikan lagu tersebut, Kemudian pengucapan ritual sumpah jabatan ketika diangkat sebagai pejabat / pegawai negeri dimana mereka harus taat dan setia kepada pancasila, UUD 45 dan segala peraturan yang berlaku di Indonesia. Juga ada penghargaan bintang jasa dan pemberian materi lainnya bagi para pengabdi yang berjasa kepada pancasila, ketika 76

mereka hidup atau sesudah mereka mati (dikubur di taman makam pahlawan dan lain-lain). Rupanya mereka punya surga dan neraka juga. Surga dunia mereka adalah balasan-balasan dunia bagi pengabdi yang baik dan neraka dunia mereka adalah siksaan penjara dan pengucilan mereka. Kemudian ada juga sumpah pemuda, penghormatan bendera dengan sikap pengagungan, dan menyanyikan lagu “padamu negeri”… Padamu negeri kami kami berjanji, padamu negri kami berbakti, padamu negri kami mengabdi. Bagimu negri Jiwa raga kami. Jelas-jelas bait terakhir lagu ini menjadikan penyanyinya menjadi musyirikin dan murtad karena melawan tauhid yang ada di AlQur`an …” Katakanlah (Muhammad), ” Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang Musyirik. ” Katakanlah (Muhammad), ”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama Muslim (berserah diri). ” (Qs. Al-An`am: 161-163). diwajibkan pula bagi mereka ketika mereka sekolah belajar PPKN sebagai penjabaran syari`at agama berhala mereka. Ini adalah dalil/bukti yang tegas bahwa pancasila adalah berhala taghut, merupakan buah nasionalisme sekuler. Dan dia adalah agama dimana semua manusia harus menyembah (dengan pengertian taat dan patuh kepada aturan/UUD/undang-undang yang dibuat oleh lembaga MPR dan DPR). Mereka semua ini adalah kaum Musyirikin karena telah membuat tuhan disamping Allah, membuat hukum yang tidak Allah izinkan, mencampakkan, menghinakan hukum-hukum Allah. Mereka bersama kaum Musyirikin dari agama-agama paganis lainnya merancang dan membuat hukum di MPR dan DPR. Bayangkan, betapa Musyiriknya mereka itu. Allahulmusta`an. Bukankah Allah Ta`ala telah berfirman: ” Tidakkah engkau Muhammad 77

memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (AlQur`an) dan kepada apa yang diturunkan sebelummu (Taurat)? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Taghut. Padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari taghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauhjauhnya. ”(Qs. An-Nisa: 60). Taghut adalah Segala sesuatu yang disembah, ditaati dan diikuti selain Allah. Maka dia menjadi sekutu atau lawan atau tandingan bagi Allah dalam kekhususan-Nya (di antara kekhususan-Nya yang tidak boleh disamai adalah dalam penetapan/pembuatan hukum ; dalam tujuan peribadatan ; dalam ilmu gaib) . Maka yang termasuk gembong taghut adalah 1) Syaithon, 2)Penguasa yang merubah-rubah hukum Allah, 3)Hakim yang memutuskan hukum bukan dengan hukum Allah, 4) Dukun, 5) Orang yang rela diibadahi manusia seperti fir`aun, kaisar Hirohito, sai baba di India dan lain-lain. Ada juga taghut ” mati” seperti matahari, bulan, batu, pohon dan benda-benda alam lain yang disembah. Ada juga taghut lainnya adalah berupa ideologi-ideologi kafir bikinan manusia atau filsafat yang mempengaruhi sistem keyakinan, politik, ekonomi, budaya, hukum dan sosial seperti komunisme, liberalisme, demokrasi, sosialisme, nazisme, fasisme, humanism dan pancasila yang sedang kita bicarakan ini. Masing-masing ideology atau filsafat atau ajaran-ajaran fenomenal ini pernah hidup, berkuasa dan disembah manusia. Sebagiannya sudah runtuh dan sebagian lainnya tengah sekarat, tidak bisa menjawab tantangan zaman dan masalah yang timbul di dalam masyarakat pemujanya. Di antara yang tengah sekarat adalah taghut Liberalisme dan Pancasila. Mereka tengah sekarat karena tidak bisa membawa pemujanya kepada kebaikan dan kemakmuran lahir dan batin. Yang ada sebaliknya: Kemiskinan, pengangguran, kebodohan, perampokan kekayaan alam oleh Negara-negara kapitalis dan buruknya kesehatan serta menanggung hutang yang sangat 78

besar -1000 trilyun lebih- kepada Negara-negara salibis zionis. Tapi kita telah melihat kebaikan dan keadilan dari Tauhid dan Syari`at Islam ini yang telah mengukir sejarah dunia. Ia mampu bertahan selama seribu tahun lebih, memberikan kebaikan kepada para pemeluknya di seluruh dunia, bahkan kepada minoritas yang berada dalam kekuasaan Islam. Ini adalah fakta sejarah. Tidak bisa didustakan siapapun juga, tertulis dalam kitab-kitab sejarah Islam dan dunia. Namun kenapa manusia suka mengingkari Allah.?!!! Tidak mau mengakui Kekuasaan Allah, tidak Mau mengakui Kebesaran dan kesempurnaan Syari`at-Nya. Maka wahai kaum Muslimin, cukuplah penderitaan dan kehinaan kita hanya sampai disini saja, berhentilah dari memuja pancasila yang ternyata lemah, selemah sarang-sarang laba-laba, Yang telah menguras hampir seluruh kekayaan bumi dan lautnya namun kekayaan itu bukan ditujukan untuk sebesar-besar kemakmuran rayat, tapi untuk segelintir para penguasa dan kroni-kroninya serta dirampok oleh Negara salibis zionis. Sudah saatnya kita kembali kepada Aqidah dan Syari`at Islam yang penuh keadilan dan kasih sayang. Apa yang telah diperbuat oleh densus 88 dan para taghut kepada para da`i dan Mujahidin adalah perbuatan yang salah. mereka memerangi Mujahidin tersebut adalah di jalan Taghut (berhala pancasila), sedangkan para Mujahidin, mereka berperang di jalan Allah. Walaupun jumlah Mujahidin itu sedikit dan lemah persenjataannya, namun mereka tidaklah pernah bisa dikalahkan selama mereka istiqomah/konsisten dengan Tauhid. Jasad dan tubuh mereka mungkin musnah di tembus peluru tapi mereka kembali keharibaan Allah dengan membawa Iman dan Tauhid. Itulah sebaik-baik bekal yang mereka bawa pulang. Itulah kemenangan yang hakiki. Merekalah yang mewarisi surga Firdaus, Insya Allah, Sedangkan para pembela taghut tadi mereka bisa jadi saat ini menang, bertabur harta dunia, pujian dan popularitas. Akan tetapi mereka pada hakikatnya adalah umpan-umpan jahannam. Kemenangan mereka bukanlah berarti 79

menunjukkan kebenaran ajaran berhala mereka tapi itu adalah Istidraj (siksa Allah yang ditangguhkan, bacalah Qs. AlHaqqoh: 44, 45). Allah berfirman: ” Dan jangan sekali-kali orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah, dan mereka akan mendapat `azab yang menghinakan”, Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaanmu sekarang ini sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik (yang beriman dari yang munafik). ” (Qs. Ali Imron: 178). Mereka akan mengalami kekalahan sebenarnya. Mereka akan kembali kepada kemurkaan Allah karena memerangi wali-wali-Nya. Mereka-pembela taghutadalah orang-orang yang telah murtad dan menjadi kafir. Siasia amalan mereka kecuali mereka bertaubat dan memperbaiki diri mereka. Allah Ta`ala berfirman yang ma`nanya: ”Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa hak, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat `adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu `azab yang pedih “Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. ” (Qs. Ali `Imron: 21, 22) ; Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang kafir: ” Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal. ” (Qs. Ali `Imron: 12); “ Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpinpemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orangorang yang tidak dapat dipegang janjinya. Mudah-mudahan mereka berhenti. ” (Qs. At-Taubah: 12); “Orang-orang yang beriman mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang dijalan taghut. Maka perangilah kawankawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. ” (Qs. An-Nisa`: 76). ”Dan Janganlah kamu 80

mengatakan orang-orang yang terbunuh dijalan Allah (mereka telah mati), Sebenarnya mereka hidup tetapi kamu tidak menyadarinya. ” (Qs. Al-Baqoroh: 154) ; “ Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang ma`nanya: “ Sesungguhnya Allah berfirman: “ Barang siapa menyakiti seorang wali-Ku maka kunyatakan perang dengan-Nya. ” (HR. Al-Bukhori). Maka hendaklah kaum Musyirikin itu berhenti dari keyakinan mereka yang keliru. Bertaubatlah. Sungguh Allah maha Penerima taubat, Berhentilah dari kekafiran kalian (kafir karena beriman kepada ajaran pancasila disamping beriman kepada Allah); berimanlah kepada ajaran Islam seluruhnya; jangan beriman kepada sebagian ajaran Allah saja, tapi mengingkari sebagian syariat dan undang-undang Islam lainnya. Allah berfirman ketika memperingatkan kelakuan orang-orang Yahudi: ” …Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain) serta bermaksud mengambil jalan tengah, Mereka itulah orang-orang yang kafir sebenarnya. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir itu `azab yang menghinakan. ”(Qs. An-Nisa`: 150, 151). Allah berfirman yang ma`nanya: “ Katakanlah kepada orangorang yang kafir itu: ” Jika mereka berhenti (dari kekafirannya) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Dan jika mereka kembali lagi, sungguh berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang terdahulu (dibinasakan). ”(Qs. Al-Anfal: 38). 24.Para anggota lembaga-lembaga tinggi Negara yang tidak konsekwen dengan pengakuan mereka sebagai Muslim dimana mereka menolak & tidak mau menjadikan hukum-hukum Allah & aturan-aturan-Nya sebagai “dasar, nafas dan pandangan hidup serta panglima” dalam menjalankan pemerintahan & kenegaraan dan menjadikannya sebagai kitab Undangundang mereka dalam menyelesaikan perselisihan di antara mereka, baik pidana maupun perdata. Penolakan mereka adalah suatu perbuatan kufur. Apalagi jika mereka menolaknya dengan disertai suatu anggapan bahwa undang81

undang atau syari`at Allah tersebut adalah terbelakang, kejam dan tidak sesuai dengan zaman lagi, maka ini adalah suatu kekafiran disisi Allah yang akan mengeluarkan mereka dari agama Islam (murtad). Kalau mau bacalah Al Qur`an surat Al Maidah ayat 44 - 50. 25.Para anggota parlemen dan partai-partai politik yang mana mereka membuat partai-partai politik dan terjun ke dalam dunia parlemen & demokrasi yang prinsipprinsip ajarannya tidak pernah ada di dalam Syariat Islam yang agung. Bahkan pendiriannya oleh sebagian ummat Islam yang menempuh cara perjuangan seperti ini (demokrasi, parlemen & pemilu) adalah menyelisihi ayat Allah yang memerintahkan kita untuk mengamalkan Syari`at-Nya secara kaffah (totalitas), tidak boleh mengikuti jalan hidup / ideologi selainnya (Qs. Al A`rof: 3) , memerintahkan persatuan, menegakkan agama Islam ini, dan dilarang berpecah belah di dalam agama ini (Qs. Asy-Syuuro: 13) . Maka dengan demikian perbuatan mereka ini adalah menyelisihi syariat, merupakan ma`siat, bid`ah (mengadakan tambahan syariat baru dalam agama yang hal itu terlarang) , menyerupai cara beragamanya orang-orang musyirikin dan kekufuran. Hasilnya secara pasti adalah memecah belah kesatuan dan kekuatan kaum Muslimin, melemahkan, mengalahkan dan merugikan mereka serta mengundang kemurkaan Allah (Qs. Al-Anfal: 46 ; Qs. Ar-Ruum: 31, 32 ; Qs. Ali Imron: 105). Sebenarnya ajaran demokrasi dan parlemen tersebut adalah berasal dari kaum Musyirikin Yunani kuno, bukan dari Syari`at Allah yang suci dan penuh rahmat. Dengan demikian maka mereka –para penggiat partai dan demokrasi serta aktifis parlemen tersebut - mendirikannya dan betah berjuang di dalamnya pada hakekatnya- hanyalah untuk mencari dunia (Qs. An-Nahl: 104 s/d 107). Mereka telah jatuh ke dalam kesesatan disana kecuali bila mereka bertaubat dan memperbaiki diri dan 82

meninggalkan partai dan dunia parlemen serta kembali kepada Tauhid dan Syari`at Islam yang kaffah. Sudah hampir 1 (satu) abad perjuangan mereka (di Indonesia) dengan cara kepartaian dan pemilu untuk menguasai parlemen, demi tegaknya Syari`ah Islam (kata mereka). Tapi sampai hari ini sejengkal pun dari kekuasaan Islam belum tegak di Indonesia dan bahkan Negara ini bukannya menjadi sejahtera dan Islami malah semakin sekuler dan rusak hampir dalam semua sisi kehidupan masyarakat dan negaranya dengan diterapkannya sistem demokrasi Parlemen di negeri ini. Bahkan semakin bertambah-tambah kerusakannya dengan datangnya berbagai bencana alam, musibah, kemiskinan dan pengangguran. Sementara Masyarakat semakin muak dengan diperlihatkannya tingkah polah mereka di TV, Koran serta media-media masa & elektronik lainnya yang memberitakan kasus-kasus korupsi dan perselingkuhan atau lainnya yang membuat akal dan hati menjadi bingung dan prihatin. Padahal mereka telah disumpah dengan Al-Qur`an. Dan masyarakat Islam Indonesia -dengan keadaan dan peristiwa yang berulang-ulang terjadi di negeri ini - tidak mau mengambil pelajaran juga dari peringatan dan azab Allah ini kepada mereka. Maka sistem ini adalah Haram tanpa keraguan lagi dan terlarang memilih mereka semuanya karena tiada maslahatnya (kebaikannya), kecuali sangat sedikit sekali yang dapat diambil manfaatnya dari keberadaan mereka. Dan sebagai gantinya maka jalan yang harus ditempuh kaum Muslimin adalah menyerukan kepada para Negarawan, anggota-anggota parlemen, para birokrat dan Masyarakat Muslim semuanya untuk menjalankan Syari`at Islam serta tunduk Patuh kepadanya secara konsekwen serta meninggalkan sistem demokrasi parlementer yang kufur dan rusak tersebut. (Lihat QS Ali Imron: 103, 105 ; Qs. Al-Anbiya`: 92, 93 ; Qs. Ar-Rum: 31, 32) . 26.Meninggalkan, menjauhi dan membenci Syari`at Jihad yang penuh berkah melawan kekuatan kafir dan zalim 83

yang pada hari ini adalah para “kafir harbi” amerika dan para sekutunya - yang saat ini telah menguasai negeri-negeri Muslim seperti yang kita telah ketahui bersama sehingga menimbulkan kehinaan, kekalahan, penderitaan, perampasan harta dan kekayaan alam mereka serta penindasan terhadap harga diri dan martabat kaum Muslimin. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ”Jika kalian telah berjual beli secara `inah (salah satu macam riba), dan mengikuti ekor sapi (kiasan mulai terpesona dengan usaha peternakan) , dan senang dengan pertanian-sawah ladang serta meninggalkan Jihad maka Allah akan menguasakan kepada kalian kehinaan. Tidak akan dicabut kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama kalian (kembali kepada sebab-sebab yang mengantarkan kepada kejayaan yaitu Zuhud & Jihad) “ (HR. Ahmad dari sahabat ibnu Umar). Ketahuilah bahwa Eksistensi Islam dan ummatnya di zaman lampau adalah karena adanya jihad dan tauhid yang ditegakkan oleh ummat Islam. Adanya Jihad inilah yang paling ditakuti oleh para agresor kuffar “Barat” saat ini jika kaum Muslimin sadar & bangkit melawan mereka. Hilangnya `izzah (kemuliaan & harga diri) kaum Muslimin dan lemahnya mereka adalah disebabkan hilangnya Jihad dan Tauhid. Penyebab utamanya adalah kecintaan mereka yang sangat besar terhadap kehidupan dunia dan kemegahannya. (Qs. At Taubah: 24) sehingga meninggalkan perintah Allah yang agung ini. Jika kaum Muslimin mau sadar dari tidur mereka yang panjang dan bangkit kembali untuk mengamalkan agama Tauhid dan Jihad mereka secara tulus dan konsekwen maka dunia akan dipenuhi kembali oleh keadilan dan kasih sayang seperti yang pernah terjadi dimasa kejayaannya dahulu. Bahkan rahmat dan keadilannya itu juga telah dirasakan oleh kaum minoritas yang hidup di zaman kekuasaan Islam. Demikianlah sejarah telah mencatat dengan tinta emas akan buah Tauhid dan Jihad yang diamalkan 84

dengan benar dimasa lalu (Qs. Al-Baqoroh: 193 ; Qs. Al-Anfal: 74 ; Qs. An-Nisa: 75 ; Qs. At-Taubah: 14, 15, 16, 29). 27.Para penguasa negeri ini yang telah Menghalangi kaum Muslimin untuk mengetahui Syariat Islam yang sebenarnya dimana Syariat memerintahkan insan untuk menegakkan Tauhid dan membelanya serta melarang Syirik dan memusuhi & memerangi para pemujanya (Qs. Al-Isroo`: 22, 23 ; Qs. At-Taubah: 5). Dan Syariat memerintahkan perkara-perkara ma`ruf lainnya dan melarang perkara-perkara mungkar yang sebagian hikmahnya adalah demi untuk menjaga Aqidah, aqal, Jiwa, harta benda, kehormatan dan keturunan. Akan tetapi para pemuja Nyai roro kidul dan penyembah kuburan keramat dibiarkan, bahkan dijadikan objek wisata (Qs. At-Taubah: 5) ; Para pelaku Zina tidak dihukum rajam atau cambuk ; bahkan zina dilokalisir, Para pelaku Pembunuhan tidak dihukum Qisos ; Para pelaku pencurian tidak dihukum potong tangan; Orang-orang yang meninggalkan shalat tidak dihukum karena dosa besar mereka lantaran meninggalkan shalat. Wanita-wanita yang tiada memakai jilbab tiada dihukum agar mereka jera ; bankbank riba bukannya ditutup, bahkan diperbanyak. Orang– orang yang tidak membayar zakat juga tiada dihukum karena keingkaran mereka dan peremehan mereka terhadap kewajiban zakat bagi yang mampu. Juga orang-orang yang tiada berpuasa dan berhaji tiada di hukum agar jera. Kaum Muslimin juga tidak tahu bahwa wajib hukumnya bagi penguasa Muslim/pemerintahnya untuk mengamalkan Hukum-hukum, undang-undang dan peraturan dari Syari`ah Islam dalam menjalankan pemerintahan. Kalau tidak, maka para penguasa dan kaum Muslimin yang ridho pada hukum Jahiliyyah (hukum buatan Manusia) akan berdosa besar, bahkan lembaga-lembaga yang membuat UU kufur, yang menjalankannya dan yang mengadili, juga aparat tentara dan kepolisiannya yang menjaga UU dan hukum mereka tersebut 85

bisa menjadi Munafik dan Murtad, ke luar dari Islam (Qs. AnNisa: 60-63 ; Qs. Al-Maidah: 47, 48, 49, 50) . Mereka -kaum Muslimin- juga tidak tahu tentang kewajiban Jihad bagi mereka, apalagi pada hari ini jihad telah berubah hukumnya dari fardu kifayah menjadi fardhu `ain karena banyak negerinegeri Islam yang harus dibebaskan oleh kaum Muslimin karena telah dikuasai oleh Negara “kafir harbi” seperti Chechnya, Afghanistan, Bosnia, Moro, Pattani, Kasmir, Uighur dan banyak negeri-negeri Islam lainnya. Padahal kewajiban pemerintah Islam adalah menjaga agama dan dunia kaum Muslimin. Pengertian Menjaga agama Islam & kaum Muslimin adalah menjaga agar mereka tidak tertimpa syirik akbar dan ashghor (sirik kecil) dalam `amal-`amal mereka dan terjerumus kepada bid`ah dan ma`siat, Sedangkan pengertian menjaga urusan dunia kaum Muslimin adalah menjaga agar kaum Muslimin dapat berusaha dengan baik tanpa terjerumus kepada kezaliman, penipuan, pemerasan, riba dan perkara-perkara mu`amalah yang diharamkan Syari`at. Allah Ta`ala telah berfirman: “ Orang-orang yang jika Kami beri kedudukan (kekuasaan) di muka bumi (maka) mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan menyuruh (manusia) berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan kepada Allah-lah kembalinya segala urusan. ” (Qs. Al-Hajj: 41); Juga menghidupkan dan memerintahkan Jihad untuk menda`wahkan Islam kepada bangsa-bangsa barat Luar negeri dan membebaskan neegrinegeri Muslim yang dijajah kaum Kafir Harbi (Orang – orang kafir yang harus diperangi) dan membebaskan tawanan yaitu Mujahidin dari penjara-penjara di negeri kafir harbi tersebut. Inilah seharusnya kewajiban penguasa dalam memerintah kaum Muslimin. Namun kenyataannya Masyarakat tidak mengerti apa yang seharusnya mereka ketahui dari perkaraperkara agama mereka yang besar dan penting ini sehingga mereka sering terjerumus dalam kebodohan (jahil) dalam Syari`at dan melakukan ma`siat tanpa mereka sadari. Dan ini 86

berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama , bahkan sampai lahir generasi berikutnya kejahilan dan ma`siat ini malah dianggap sebagai “ tidak ada masalah”. Karena mereka melihat para kyai dan ustadz panutan mereka seperti itu. Padahal panutan mereka itu telah menjadi penghianat dan penjilat sejak lama. Dan agama Islam yang ada hari ini adalah agama yang sudah bercampur dengan karat-karat dan kotoran adat dan tradisi kemusyirikan dan budaya-budaya lokal maupun nasional, juga telah bercampur dengan ideologiideologi kufur ciptaan manusia, hukum-hukum barat (belanda, inggris) dan adat. Juga telah bercampur dengan khurofat (dongeng) dan Takhayul (kepercayaan animisme). Juga telah bercampur dan bersenyawa dengan hadis-hadis palsu dan lemah serta tafsir-tafsir kebatinan yang dipenuhi cerita israiliyat dan khurofat. Maka keaslian dan keindahan, kebaikan keadilannya, kemudahan dan keluwesannya serta kekuatan dan kemuliaannya dari agama Islam yang haq ini telah sirna dan berubah menjadi agama tradisi yang dipenuhi nilai-nilai kebalikannya: Sulit dan membingungkan, Berat dilakukan dan gambaran yang negatif tentangnya. Tentu para penguasa dan ulamanyalah yang paling bertanggung jawab terhadap kebodohan dan penyimpanganpenyimpangan dalam praktek Beragama yang terjadi pada masyarakat Islam hari ini. Apakah Allah memang mengajarkan agama Islam yang membingungkan tersebut? Tentu tidak. Akan tetapi mereka secara mayoritas telah terjerumus di dalam kesesatan akibat ulah para penguasa dan ulamanya. Dan salah satu penyebab penguasa melakukan hal seperti ini adalah karena mereka mendapat tekanan dan ancaman Negara-negara Kafir ZionisSalibis Internasional yang sangat benci dan takut jika Agama Islam yang sebenarnya diketahui oleh Muslimin, dipelajari dan diamalkan oleh mereka, dan kaum Muslimin yang saleh dan para Mujahidinnya dan demikian juga para Waliyullahnya bangkit melawan mereka. Maka selama masih ada kekuatan militer dan harta yang banyak dan kuat maka kaum salibis 87

zionis tersebut akan menghadapi ummat Islam dengan segala cara, di antaranya tidak boleh diajarkan Tauhid, syariat & Jihad yang sebenarnya kepada kaum Muslimin di sekolahsekolah umum dan pesantren. Kalaupun diajarkan maka di simpangkanlah makna dan artinya. Hal Lainnya adalah tidak boleh membicarakan Syari`at yang haq dan utuh serta bercita-cita mendirikan negara dengan Dasar negaranya adalah Al-Quran, As-Sunnah. Karena mereka –kaum salibis zionis tahu sekali bahwa 4 faktor kekuatan internal ummat Islam inilah yang membuat mereka terhina selama 1000 tahun lebih lamanya, yaitu kekuatan Tauhid, Syari`at dan Jihad serta Khilafah Islamiah/Daulah Islamiah (Qs. AnNur: 55, Qs. Al-Hajj: 41 ;An Nahl:88; Qs. Yusuf:37-40). 28.Pejabat atau pemimpin yang mendapat hadiah -baik dengan imbalan janji atau tidak dengan janji- karena menolong menyelesaikan urusan seseorang dengan menggunakan kekuasaannya atau pertolongannya kepada orang yang berkepentingan dengannya. Hukum dalam masalah ini adalah tidak boleh, haram dan termasuk dosa besar. Perbuatan Ini banyak dilakukan oleh mayoritas pejabat atau pimpinan hampir disemua instansi atau kantor atau sekolah dan lain-lain. Misalnya seorang datang kepada manager minta dimudahkan membuat paspor dan visa bekerja di Saudi Arabia. Kemudiaan dia mendatangi pejabat di kantor Imigrasi. Pejabat ini punya akses untuk mengurus itu. Maka dia antarkan seseorang tersebut ke prosedur yang harus ditempuh. Dan semua itu ia lakukan karena memang sudah menjadi pekerjaan dia. Maka setelah selesai urusan orang tersebut maka dia –kemudian- memberi hadiah kepada pejabat tersebut. Maka hadiah inilah yang status hukumnya adalah haram. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ” Barang siapa memberi Syafaat (pertolongan) kepada saudaranya, lalu ia diberi hadiah, dan ia menerimanya, maka ia telah mendatangi sebuah pintu besar di antara pintu-pintu riba. ” (HR. Ahmad pada kitab sahih Al-Jami-ush shaghir). Tapi kalau ia (pejabat tersebut menggunakan syafa`atnya untuk 88

menolong kaum Muslimin dalam mendapatkan haknya (memudahkan mereka untuk mendapatkan haknya) tanpa minta imbalan dan menolak imbalan jika ia diberi, maka hal itu dianjurkan. Sebagaimana sabdanya secara ma`na: ” Berilah syafaat niscaya kalian mendapat pahala. “ (HR. AlBukhori dan yang lain). Lihat juga Al_Qur`an surat An-Nisa: 85). 29.Salon-salon kecantikan yang menyediakan jasa menyambung rambut (sanggul), atau minta disambungkan rambutnya atau menato atau minta ditato, mencabut bulu alis atau minta dicabut bulu alisnya atau merenggangkan gigi agar tampak cantik. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: ” Allah melaknat para wanita pentato, mencabut rambut wajahnya, dan merenggangkan gigi agar tampak cantik. Mereka semua adalah para wanita yang merubah ciptaan Allah. ” (HR. AlBukhori, Muslim). Ini berlaku juga bagi laki-laki. 30.Menyemir rambut dengan warna hitam oleh orangorang yang sudah beruban (orang tua/kakek/nenek). Ini banyak kita saksikan zaman sekarang. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ” Di akhir zaman, akan ada segolongan orang yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam layaknya tembolok burung dara. Mereka ini tidak dapat mencium aroma surga. ” (HR. An-Nasai Dan Abu Dawud). Keharamannya adalah karena mereka menipu orang dengan penampilan mereka yang nampak muda, padahal umur mereka sudah tua. Namun kalau disemir dengan warna selain hitam tidak mengapa, seperti disemir dengan Inai untuk membedakan dengan orang yahudi yang membiarkan rambutnya-sampai tua- memutih. 31.Hobi sebagian orang-orang kaya yang membeli mobil/motor mewah untuk berbangga diri dihadapan orang lain. Ini sangat terlarang karena membuat orang lain cemburu dan menunjukkan kesombongan. Apalagi mereka mempunyai klub-klub motor atau mobil tersebut dan berjalan melewati manusia dengan angkuh dan sombong. Rasulullah 89

shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: ”Kuda dimiliki tiga (orang): Milik orang yang dengannya ia mendapat pahala, milik orang yang menjadikannya sebagai penutup dan milik orang yang dengannya ia mendapat dosa…Orang yang mengikatnya untuk menyombongkan diri dan riya, maka ia mendapat dosa” (HR. Al-Bukhori). Zaman dulu kendaraan yang paling mahal adalah kuda atau onta. Pada zaman kini adalah mobil dan motor yang mewah. 32.Perbuatan Jahiliyyah yang masih sering dilakukan ummat Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam, yaitu berbangga diri dengan kemuliaan leluhur. Ini masih sering dijumpai di masyarakat kita dengan adanya orangorang yang masih suka membanggakan kemuliaan leluhurnya ; Seperti mengaku keturunan prabu siliwangi. Padahal dia itu raja hindu, kafir musyirik, Kenapa mereka berbangga dengannya yang mati dalam kekafiran, atau mengaku keturunan raja brawijaya, padahal ia kafir, atau mengaku keturunan nyai roro kidul, wah lebih goblok lagi. Atau mengaku keturunan warok dari ponorogo yang mana mereka itu adalah kaum Musyirikin dimana -dimasa lalu- mereka melakukan homo seks untuk mengasah & mempertahankan ilmu mereka. Ada juga pendirian-pendirian paguyuban-paguyuban untuk memelihara kebesaran nama nenek moyangnya yang terkenal, Atau kepada kebesaran nama suku-suku. Ini semua adalah kesombongan jahiliyyah (Jahiliyyah adalah lawan dari Islam). Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: ”Ada empat macam perbuatan Jahiliyyah yang masih belum ditinggalkan ummatku: Menyombongkan diri dengan kemuliaan leluhur, mencela nasab (keturunan), meminta hujan kepada bintang-bintang, dan meratapi mayat. ” (Sahih Muslim) . 33.Berobat dengan sesuatu yang diharamkan. Masih banyak kaum Muslimin ketika berobat masih menggunakan cara-cara pengobatan yang diharamkan seperti mendatangi dukun atau paranormal yang menggunakan ritual dan syarat90

syarat magis. Atau minum dan makan obat yang berasal dari sesuatu yang diharamkan seperti minum obat batuk yang mengandung alkohol (walaupun Cuma berkadar 1%, atau turunannya maka tetap haram seperti etil alkohol dan lainlain) , atau minum anggur obat yang masih mengandung alkohol seperti anggur cap orang tua dan lain-lain yang biasa ada pada toko-toko jamu; Minum darah ular, daging anjing, macan, daging babi. Bahkan cairan insulin yang digunakan untuk mengobati penyakit gula/Diabetes –pada umumnyaadalah mengandung unsur babi. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obat maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram” (HR At-Thabrani). Maka berhati-hatilah dalam berobat. 34. Ghibah/menggunjing yang menimpa mayoritas kaum Muslimin baik dari lapisan atas sampai rakyat jelata mereka. Bahkan ada acara-acara khusus di radio dan televisi, Koran, tabloid yang memuat acara gunjing special yang dibalut dengan bahasa infoteimen, seperti gosip, cek & ricek, kabar-kabari dan lain-lain. Semuanya adalah termasuk menggunjing dan dosa besar. Berfirman Allah Ta`ala secara ma`na: ” Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lainnya. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. ” (Qs. AlHujuraat: 12). 35.Dosa para `alim ulama dan para da`i. Kebanyakan mereka telah mengkhianati amanah yang diberikan kepada mereka untuk menyampaikan ilmu kepada manusia baik kepada para penguasa, orang kayanya, para cerdik cendekia, pedagang dan orang-orang awam dan miskin mereka menurut kadar kemampuan mereka dalam menerimanya. Karena mereka takut kepada manusia dan mengharapkan harta dunia maka mereka telah menyembunyikan sebagian ilmu yang harus diketahui oleh penguasa dan rakyatnya. Akibatnya manusia tidak 91

mengetahui kebenaran yang hakiki. Sebagian dari Ulama tersebut juga telah menjadikan ilmunya sebagai alat mencari kelezatan harta dunia dan tangga memburu kekuasaan. Kebanyakan mereka tidak melarang manusia dari perbuatan keji dan mungkar dan makan dari harta yang batil. Bahkan Kebanyakan dari mereka “berdiri” disamping para penguasa dan menjadi alat mereka untuk meng- amini Undang-Undang & kebijakan yang berseberangan dengan Syari`ah Allah `Azza wa Jalla. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “ …Barang siapa mendatangi pintu-pintu penguasa, terfitnahlah dia. Tidaklah salah seorang di antara kalian bertambah dekat dengan penguasa melainkan bertambah jauh dari Allah. ” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu `Adi). Kecuali bagi ulama yang teguh yang mendatangi mereka untuk memberi nasehat, meluruskan kesalahan mereka dan mengingatkan hak-hak kaum Muslimin yang harus mereka tunaikan. ” Para `alim saat ini –mayoritas mereka- mirip seperti ulama Yahudi. Berfirman Allah `Azza wa Jalla: ”Sungguh orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa-keterangan-keterangan dan petunjuk setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab (Al-Quran) mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat “(Qs. Al-Baqoroh: 159 – 160) . Kelakuan sebagian besar ummat ini dan ulama mereka juga mirip sebagian ummat Yahudi dan ulama mereka. lihatlah Al-Quran surat Al- Maidah 62, 63: ”Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat. Mengapa para ulama dan pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat “. Sedangkan para ulama dan da`i-da`i yang masih teguh memegang Amanah dari Allah `Azza wa Jalla maka mereka pada umumnya mengalami tekanan dan ancaman yang berat dan 92

dipersulit ruang gerak dan kehidupan mereka. Mereka dicap sebagai ekstrimis, radikalis, fundamentalis dan teroris. 36.Dosa-dosa Orang-orang kaya yang mereka kebanyakan telah mengikuti hawa nafsu dalam mencari harta dunia yang hina dengan menempuh jalan yang diharamkan, seperti menyogok, menyuap, merayu, menipu dan menjebak. Hasil dari kekayaan mereka ini, sebagiannya digunakan untuk berfoya-foya, memuaskan nafsu syahwatnya dengan membeli rumah, mobil serta perhiasan-perhiasan mewah, pesiar ketempat-tempat maksiat di luar negeri. Tentu mereka tidak akan membayar zakat harta mereka dan membantu mengatasi masalah dan problem kaum Muslimin. Mereka juga sudah tentu berkolusi dengan penguasa untuk melicinkan jalan menuju ambisi mereka. Lebih parah lagi anak-anak dan istri mereka ikut menikmati hasilnya. Maka kalian akan melihat akibat perbuatan mereka ini. Di dunia mereka telah disiksa akibat perbuatan mereka tersebut dengan datangnya penyakit berat yang menimpa mereka sehingga uang yang dike luarkan untuk biaya pengobatannya tersebut sangat besar, kemudian kedurhakaan anak-anak mereka kepada orang tua mereka ; Munculnya kekerasan & Kenakalan anak-anak mereka di dalam dan diluar rumah. Perselingkuhan di antara mereka, dan masalah-masalah mereka yang berakhir dengan perceraian, `aib keluarga, kematian karena OD, kehamilan diluar pernikahan yang menimpa anak-anak putri mereka, pembunuhan dan penjara yang sesak dengan kelakuan bapak-bapak mereka yang bejat. Mereka muncul di berita-berita kriminal karena korupsi dan perselingkuhan (Qs. Asy-Syuroo: 30) . Sebagian kaum Muslimin yang kaya lainnya enggan dan bakhil untuk membayar zakat, infaq atau sedekah, Juga berat untuk membantu proyek-proyek memuliakan agama dan Ummat Islam seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan tekhnologi. Kelak di akhirat maka harta benda mereka ini akan berubah menjadi api neraka yang akan membakar 93

mereka (Qs. At Taubah: 35 ; Qs. Ali `Imron: 180 ; Qs AsySyuro: 31). 37.Meninggalkan amar ma`ruf dan nahi mungkar (Menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari pada perbuatan mungkar) . Kewajiban yang agung ini telah banyak ditinggalkan oleh kaum Muslimin baik oleh para penguasanya, ulama dan mereka yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk mengamalkannya. Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “ Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, kalian melaksanakan amar ma`ruf nahi mungkar atau Allah akan menurunkan hukuman untuk kalian sehingga jika kalian berdo`a kepada-Nya niscaya Dia tidak akan mengabulkan do`a kalian“ (HR. At-Tirmidzi). Banyak sekali perbuatan-perbuatan ma`siat yang terjadi di masyarakat kita, bahkan dihadapan kita namun kita diam membisu, tak kuasa menghentikan perbuatan ma`siat tersebut padahal banyak dari kita yang mampu untuk melakukan. Namun kita menganggap perbuatan mereka adalah bukan urusan kita. Bukan hanya di luar rumah kita, juga didapati di perkantoran, di sekolah dan di pasar, dimana para direktur atau manager, kepala sekolah dan kepala pasar atau pemimpin di dalam wilayah mereka tidak mau beramar ma`ruf dan mencegah kemungkaran ketika melihat ma`siat dan penyimpangan yang terjadi di sekitar mereka ; Melihat siswa-i berpacaran tidak ditegur, Melihat wanita Muslimah tidak berjilbab maka dibiarkan, melihat pegawainya main judi, baca Koran porno dibiarkan, atau para karyawan yang tidak shalat tidak ditegur. Melihat orang mabuk di pasar atau sedang memalak juga dibiarkan. Demikian juga ketika malam tiba maka kita lihat para penjaja cinta di lampu merah atau dipinggir jalan raya tidak ada yang berani menegur dan memperingati mereka. Juga melihat praktek-praktek perdukunan yang meluas di masyarakat tidak kuasa untuk dicegah oleh masyarakat. Keadaan ini telah merata terjadi di dalam masyarakat kita. 94

Maka tidak heran jika inilah penyebab mengapa `azab sering menimpa kita dan do`a-do`a kita sering tumpul, tidak mustajab. Inilah beberapa fenomena perilaku ma`siat yang dilakukan sebagian besar kaum Muslimin. Masih banyak lagi perbuatan ma`siat ini yang terjadi pada sebagian masyarakat Islam di negeri ini yang banyak terjadi di dunia pemerintahan, lembaga-lembaga Negara, MPR-DPR, aparat negara, LSM-LSM, ABRI dan Kepolisian, dunia bisnis, pergaulan, da`wah dan ibadah serta rumah tangga dan pribadi. Namun apa yang kami lihat, dengar, perhatikan serta membaca dari berbagai sumber, itulah yang kami tuliskan di dalam pesan kami ini. Tidak ada maksud kami untuk mensucikan diri kami dan menyudutkan berbagai pihak yang tersebut di dalam tulisan kami. Akan tetapi kebenaran patut diungkap dan diperhatikan, agar mengingatkan yang lupa dan menegur yang salah. Bagaimana Jalan ke luar dari prahara dan nestapa ini wahai Insan? Maka jalan ke luarnya adalah: 1. Bertaubat dan kembali tunduk patuh mengamalkan Syari`at Islam secara murni dan konsekwen. Pelajarilah ilmu syari`at yang suci dan mulia ini. Reguklah isinya dan amalkan amanat-amanat Allah yang maha Agung. Maka Insya Allah Dia akan mengampuni kita dan mengangkat `azab dan siksanya dari kita. Dan menolong kita untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan kita yang kedua kalinya. Aamiin. 2. Mempelajari agama ini dari para ulama, masyayikh atau ustadz yang masih berpegang teguh kepada AlQur`an dan As-Sunnah An-Nabawiyah dan mereka suka meneladani perjalanan hidup salafussaleh dan menjadikan Jihad sebagai jalan hidup mereka atau mereka ini giat menyeru ummat untuk berjihad di jalan Allah. Bagaimana mencari ulama “Warotsatul Anbiya` (ulama pewaris ilmu para Nabi) pada hari ini?. Apa saja ciri95

cirinya agar kita tidak salah mencari dan menemukan mereka. Insya Allah, Ciri-ciri ulama warosatul anbiya adalah: a. Mereka dalam membicarakan Agama selalu berdasarkan kepada Firman Allah dan Hadis – hadis Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang sahih dan perkataan para ulama – ulama sahabat , tabi`in dan tabi`uttabi`in serta pendapat para imam- imam yang mengikuti jejak salafussaleh. para `alim ini suka berkata tentang perkara agama mereka dengan …” Allah Ta`ala telah berfirman begini…, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda begitu dan Salaf telah Ijma`……begini dan begitu…”. Mereka tidak suka fanatik kepada pendapat – pendapat manusia dan mahzab kecuali yang sesuai dengan Al Qur`an, dalil –dalil yang sahih dan sesuai dengan ijma ` sahabat atau ijma` ulama. b. Mereka tidak suka berdalil dengan hadis – hadis yang palsu dan lemah atau tafsiran–tafsiran Al Qur an yang berdasarkan akal dan hawa nafsu. c. Hidup mereka Zuhud (sederhana), waro`(menjaga diri dari hal yang haram dan syubhat) dan Qona`ah (puas dengan pemberian Allah walau sedikit). d. Mereka berani mengatakan kebenaran dan membela serta mempertahankan kebenaran tersebut. e. Mereka jauh dari pintu-pintu dan rumah penguasa. f. Mereka juga ahli ibadah. Semoga Allah merahmati mereka ini. Jumlah mereka dan murid – murid mereka sangat sedikit sekali pada hari ini. g. Mereka adalah Ahlul Qur`an dan hadis serta fiqih. h. Lebih istimewa lagi mereka adalah lulusan dari madrasah madrasah Jihad di Afghanistan, Bosnia, Checnya, Moro, Kashmir dan Palestina, iraq serta negeri – negeri lainnya. i. Ciri-ciri lain mereka pada hari ini secara umum adalah suka disebut – sebut sebagai kaum Wahabi 96

(pengikut da`wah syaikh Al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahhab rahimahullah) . Itu adalah sebutan ejekan dari musuh mereka, para pengekor bid`ah. Ketahuilah wahai Muslimin bahwa pada hari ini banyak sekali kelompok – kelompok da`wah yang mengklaim bahwa merekalah yang pantas disebut ahlussunnah wal Jama`ah atau para pengikut pengikut generasi As-Salafussaleh. Namun pengakuan – pengakuan mereka itu akan luntur dan sirna dengan sendirinya ketika diuji dengan dua hal: apakah aqidah dan manhaj (metode/cara beragama) mereka sesuai dengan pemahaman Assalafus saleh ; Dan apakah mereka berjihad melawan kaum Musyirikin kafir dan Munafikin? Maka kalian akan melihat pada ayat Al Quran surat Al Maidah: 54 dan At- Taubah: 24 adalah menjadi batu ujian bagi para pengaku – pengaku pemegang bendera Ahlussunnah. Allah telah berfirman secara ma`na: “ Hai orang–orang yang telah beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya , yang bersikap lemah lembut terhadap orang – orang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang – orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui “. Sebutan orang yang murtad disini adalah bagi orang – orang yang berpaling / meninggalkan kewajiban – kawajiban agama yang diperintahkan kepada mereka. Untuk lebih jelas konteks ungkapan “murtad” maka hendaklah melihat kepada Al Quran surat At Taubah ayat 38 dan 39: “ Hai orang–orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “ Berangkatlah untuk berperang pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat. 97

j.

Padahal keni`matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan akhirat) hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu “. Dalam surat yang sama (ayat 16) Allah berfirman secara ma`na: “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang – orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang – orang yang beriman. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “, Dari ayat yang terang ini dapat diketahui bahwa hanya orang-orang yang berjihadlah yang pantas disebut sebagai orang yang keimanannya benar dan lurus, karena mereka telah lulus ujian Allah dan mereka telah berani berkorban meninggalkan keni`matan dunia untuk pergi memenuhi panggilan Allah dan undangan-Nya yang mulia menuju kepada surga yang seluas langit dan bumi dan pahala mati Syahid yang luar biasa besar dan ni`matnya. Kemudian berdasarkan hadis Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam: “ Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran dan mereka senantiasa eksis hingga hari kiamat “ (HR. Muslim) . Dalam hadis yang lain: “ Akan senantiasa ada di antara umatku sekelompok orang yang berperang membela perintah/agama Allah. Mereka akan memukul mundur musuh dan tidak membahayakan mereka orangorang yang menyelisihi mereka, hingga datang kepada mereka hari kiamat sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian. (HR. Muslim). 11) Dari hadis-hadis ini –juga- memberitahukan kepada kita bahwa kaum Mujahidin ini akan senantiasa muncul/eksis di 98

setiap zaman. Hanya tempatnya bisa berbeda. Yang jelas mata rantainya tidak akan terputus sampai hari kiamat. Maka siapakah mereka pada hari ini, pasti kita akan mengakui secara kenyataan baik terpaksa atau tidak bahwa tiada kaum yang berjihad pada hari ini melawan Taghut musyirik dan kafir salibis zionis Amerika dan sekutu serta kaki tangan mereka kecuali para Mujahidin Afghanistan ketika melawan rusia, Mujahidin Chechnya ketika melawan rusia di Chechnya sampai sekarang, Mujahidin Thaliban melawan pemerintah boneka amerika munafik pimpinan hamid Karzai, Mujahidin Al Qaida dan jaringannya di seluruh dunia melawan Taghut Salibis zionis dan para sekutu dan kaki tangan mereka, Mujahidin Hammas melawan Yahudi Israel, Mujahidin Moro melawan salibis Filipina, Mujahidin Iraq melawan pemerintahan boneka syi`ah dan munafik bentukan amerika, Mujahidin Kashmir, Somalia dan lain-lain diseluruh dunia. Mereka Eksis didunia. Dunia mengetahui berita-berita peperangan mereka. Mereka bahkan sukses memukul mundur rusia di afghan, amerika di Iraq dan nato di Afghan. Maka kami nasehatkan kepada mereka yang masih mempunyai hati nurani dan akal fikiran agar mau berhenti mencaci mereka sebagai teroris dan sebutan-sebutan miring lainnya kepada para Mujahidin. Allah sendiri melalui lisan RasulNya yang membersihkan mereka dari tuduhan keji dan eksistensi mereka melalui AlQur`an dan hadits-hadits Nabi. Benarlah sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bahwa para Mujahidin itu selalu Eksis. k. Petunjuk keselamatan lainnya untuk meyakinkan kita bahwa para mujahidinlah pada hari ini sebagai para pemegang bendera kebenaran dan sebagai Thoifah manshuroh (kelompok yang ditolong Allah `Azza wa Jalla) yang harus diikuti dan diteladani manusia adalah Nasehat Al-Imam Sufyan bin Uyainah rohimahulloh. Sufyan bin `Uyainah adalah salah seorang penghulu ulama 99

Tabi`in, salah satu guru Al Imam Asy-Syafi`I. Dia berkata “ Jika kalian menyaksikan manusia telah berselisih maka ikutilah (pendapat) Mujahidin dan Ahlutstsughur karena sesungguhnya Allah berfirman –yang ma`nanya – “ Dan orang-orang yang berjihad di jalan kami pasti akan kami beri petunjuk (hidayah) kepada jalan-jalan kami “ (Qs. Al-Ankabut: 69 ; Tafsir Al-Qurthubi, Al-Jami` li ahkamil Qur`an XIII/365). Ahlutstsughur adalah orang yang berada di medan jihad, di benteng-benteng pertahanan atau bersiaga di garis depan. Dengan keterangan-keterangan ilmiyah yang sudah dipaparkan secara ringkas di atas maka saksikanlah oleh kalian wahai kaum Muslimin ketika kita sedang dilanda kebingungan oleh propaganda salibis zionis dan kaki tangan mereka tentang sepak terjang para mujahidin, kaum thaliban, Al-Qoida, Hammas dan lain-lain apakah mereka berada dalam kebenaran ; baik para ulamanya atau mujahidinnya. Begitu simpang siurnya fatwa-fatwa yang beredar dari para ulama dunia yang sangat membingungkan ummat. Maka wahai kaum yang mempunyai `akal dan hati ambilah pendapat Al Imam Sufyan bin `Uyainah rohimahullah ketika terjadi fitnah & kebingungan seperti ini. karena apa alasannya? karena fatwa beliau sangat relefan sekali dengan keadaan hari ini. Fatwa beliau sangat dibutuhkan ummat pada hari ini, sebab akan menjernihkan masalah dan meredakan fitnah, dan agar kalian menjadi tahu, selamat dan tidak tersesat. Maka saksikanlah juga bahwa hanya mereka inilah yang berjihad pada hari ini, baik ulama maupun para penuntut `ilmu dan mujahidin awamnya. Sementara para ulama lainnya yang berfatwa menentang mereka kebanyakan adalah ulama penguasa, yang telah hidup dengan nyaman, masyhur, dan dikelilingi popularitas, hidup mereka dipenuhi suasana confortable, sedikit tantangan dan tekanan. Kebanyakan mereka belum pernah terjun ke medan jihad. Mereka juga suka menjilat 100

penguasa zalim atau sebagian mereka takut kepada kebengisan dan kekejaman penguasa taghut sehingga mereka terpaksa mengamini kemauan penguasa tersebut yang menentang hukum Allah. Ulama dan Mujahidin ahlutstsughur inilah yang justru dijuluki sebagai kaum fundamentalis, khawarij, teroris, radikalis dan ekstrimis dan seabrek gelar–gelar atau cap miring lainnya. Padahal yang sebenarnya adalah sebaliknya. Merekalah para penegak kebenaran dan para pejuang yang hakiki. Mereka bukan teroris. Adapun teroris yang hakiki adalah para Negara Salibis-zionis Amerika dan para sekutunya dari barat & timur dan dan kaum munafikin yang telah memerangi kaum Mujahidin demi kepentingan tuan – tuan dan majikan mereka. Mereka dengan antek anteknya ini justru telah mempertontonkan kebiadaban mereka -dihadapan dunia– terhadap kaum Muslimin di Palestina, Afghanistan, Bosnia, Chechnya, Iraq, Libia, Moro, Pattani, Kashmir. Siapakah yang menghadapi mereka secara langsung ketika ummat Islam dibantai, sedangkan kaum Muslimin pada waktu itu terdiam tidak bisa berbuat apa–apa, termasuk pemerintah mereka? Tiada lain kecuali para mujahidinlah yang menghadapinya. Para Mujahidin inilah yang menjadi batu sandungan dan kawat berduri yang menyekat tenggorokan para Negara salibis – Zionis untuk medapatkan segala sumber kekayaan alam milik umat Islam. Namun amat sedikitlah pujian ummat kepada para mujahidin ini. Justru mereka dihina dan dicaci maki. Umat ini tidak mau berterima kasih kepada mereka. Ketahuilah bahwa perlawanan Mujahidin terhadap Pasukan Salibis-zionis dan para sekutu mereka dari kaum kafirin dan munafikin dengan aksi–aksi pemboman– pemboman terhadap gedung–gedung dan tempat–tempat dimana mereka dan para munafikin itu berada juga serangan terhadap hotel- hotel, café dan tempat–tempat ma`siat lain yang dimiliki oleh para donatur dan 101

penyokong mereka yang berasal dari pengusaha, bankir – bankir dan tokoh – tokoh politik zionis Internasional yang ada di negeri mereka atau dinegeri para munafikin itu adalah merupakan akibat atau reaksi saja yaitu reaksi pembalasan (Qishos) dari tindakan perusakan dan penghancuran yang dilakukan mereka di negeri – negeri Islam. Tindakan mereka ini telah diizinkan Syari`at (Qs. AlBaqoroh: 190, 191, 194, Qs. An-Nahl: 126) . Tindakan pembalasan mereka yang seolah – olah tidak berperikemanusiaan ini sebenarnya bukanlah sifat hakiki dan watak Mujahidin yang sebenarnya. Mereka menyerang karena diserang duluan. Adapun pelaku aksi teroris yang sebenarnya adalah para teroris sejati Amerika dan para sekutu mereka. Merekalah yang memulai menyerang untuk mengusai dan menjajah dunia Islam, sedangkan Mujahidin tampil untuk menahan serangan mereka terhadap kaum Muslimin. Tidak ada peperangan yang dilancarkan para Mujahidin dan ulamanya kecuali terhadap gembong salibis Zionis dan para kaki tangan mereka dan para taghut munafikin pendukung mereka di seluruh dunia , dimana ada kepentingan politik mereka untuk memerangi ummat Islam dan para mujahidin serta ulama mereka yang berjuang menegakkan Tauhid, syari`ah dan Daulah Islamiah di negeri-negeri mereka. Dan juga melawan kepentingan mereka –salibis zionis- untuk merampok dan menguasai kekayaan negeri-negeri Islam. Siapa saja yang mempunyai kepentingan seperti itu maka mereka akan berhadapan dengan tentara Allah yang terlihat maupun tidak, yaitu para Mujahidin beserta Malaikat. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahi hamd. Allah telah berfirman tentang kemuliaan para mujahidin yang peduli kepada ummat Islam yang tertindas: ” Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdo`a: 102

l.

“ya Tuhan kami, ke luarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu “ (Qs. An-nisa: 75). Maka, wahai kaum Muslimin, pahamilah kakikat masalahnya. Dan jangan tertipu dengan propaganda – propaganda palsu dan murahan mereka. Yang harus diperangi bukanlah Mujahidin. Mereka bukanlah teroris. Wallahi. Tapi para salibis zionis dan para taghut munafikin serta sekutu–sekutu mereka itulah yang sebenarnya harus diperangi karena mereka menghalang-halangi manusia dari jalan yang lurus dan menjadikan jalan yang lurus itu menjadi bengkok (Qs. Muhammad: 1-4, 7-9) . Dan siapapun yang dizalimi maka ia pasti akan membalas dengan sekuat kemampuannya. Itu dijumpai pada dunia manusia dan hewan yaitu jika mereka disakiti maka pasti mereka akan membalas dengan semampu mereka. Perumpamaan mereka adalah seperti semut merah atau lebah tawon yang melawan para aggressor raksasa yang zalim yang terlebih dahulu menyakiti Islam dan ummatnya, maka mereka tampil digaris paling depan dalam membela Islam dan ummatnya yang terzalimi (Qs. An Nisa: 75 ; Qs. At-Taubah: 14, 15) . Mereka hanya mengharapkan ridho Allah semata bukan ridho manusia. Mereka tidak takut kepada celaan, hinaan dan cacian orang-orang yang suka mencaci sebagaimana isi surat AlMaidah ayat 54. Ketika manusia menjadi bingung dengan keadaan mereka apakah mereka ini teroris atau bukan, mujahidin atau bukan maka Jawabannya adalah disamping berita-berita mereka di Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa sallam di atas tentang keberadaan mereka yang eksis terus disetiap zaman, maka lihatlah juga kepada karomah-karomah yang Allah tampakkan saat gugurnya mereka. Maka dunia akan terperanjat dengan karomah-karomah yang menghiasi kematian mereka saat 103

mereka gugur didepan regu tembak para taghut atau saat mereka bertempur melawan Agresor barat kafir atau para anteknya dari kaum munafikin. (Qs. At Taubah: 73) . Karomah mereka disaksikan manusia banyak, baik disaksikan langsung oleh yang melihatnya secara mutawatir atau diketahui melalui majalah-majalah Islam, media internet dan lain-lainnya yang meliput peristiwa/kejadian penting tersebut. Seperti keringat yang muncul terus di dahi dan kening mereka walaupun jasad sudah 5 hari atau tubuh mereka yang hangat dan lentur (tidak kaku) walau sudah beberapa hari gugur, atau darah yang tetap mengalir dari lubang bekas peluru yang mengenai tubuh mereka walau sudah beberapa hari dan yang masyhur adalah aroma wangi yang ke luar dari tubuh atau darah mereka padahal mereka tidak dipakaikan minyak wangi. Karomah-karomah ini tidak bisa didustakan. Dan itu adalah penghiburan Allah kepada wali – wali-Nya dengan benarnya keyakinan yang mereka pegang sampai mati walaupun seluruh manusia membenci mereka, sekaligus bukti kepada orang –orang yang masih ragu dan memusuhi kebenaran da`wah serta seruan mereka. Adanya karomah yang muncul pada jasad mereka adalah untuk menambah keyakinan orang yang telah yakin akan kebenaran da`wah dan perjuangan mereka dan menjadikan percaya bagi orang yang masih ragu atau sebaliknya akan menjadikan orang yang tidak beriman semakin benci kepada para mujahidin. Carilah mereka ini wahai kaum! Ambilah ilmu dari mereka! Teladanilah kehidupan mereka. Mereka inilah para waliyullah yang Nampak bersinar di bumi ini dan disaksikan manusia. . . Insya Allah. 1. Amar ma`ruf nahi mungkar & Jihad fi Sabilillah menegakkan Tauhid, melawan kezaliman dan membela kaum Muslimin yang tertindas di muka bumi. Allah telah berfirman dalam surat Ali `Imron ayat 110 yang ma`nanya adalah: “Kamu (ummat Islam) adalah umat terbaik yang 104

dilahirkan untuk manusia. (Karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab itu beriman, tentulah itu baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman. Namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ”Dalam ayat lain Allah berfirman secara m`na: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi janganlah melampaui batas, Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang suka melampaui batas. Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu dan fitnah itu bahaya kemusyirikan) lebih kejam (bahayanya) dari pada pembunuhan…” Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah(kemusyirikan). Dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (Taubat dan masuk Islam) maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orangorang zalim. ” (Qs Al-Baqoroh: 190, 191, 193). Umat yang terbaik adalah umat yang beriman (bertauhid) dan menegakkan amar ma`ruf dan melarang serta mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar serta berjihad di jalan Allah. Kejayaan generasi As-Salafussaleh adalah karena keimanan dan amar ma`ruf-nahi mungkar serta berjihad di jalan Allah menegakkan Tauhid “Laa ilaaha Illallah” (Tiada sesembahan yang berhak diibadati dengan sebenarnya melainkan Allah) , maka dengan itulah Allah memberikan kekuasaan kepada mereka untuk menaklukkan dunia dan menyebarkan keadilan serta kebaikan kepada ummat manusia. Apakah pernah ada bandingan untuk mereka ini?! Maka tidak ada jalan bagi kita jika ingin mengambil teladan kecuali harus mengikuti jejak mereka. Berkata imam Malik Rohimahullah: ” Tidak akan menjadi baik urusan (agama) dari ummat (Islam) akhir ini kecuali mereka mengikuti apa yang menjadi baik pada generasi awalnya. ” 2. Persatuan kaum Muslimin yang hakiki (hati & jasadnya) dalam Aqidah, `amal, da`wah, dan Jihad menegakkan Tauhid dan jihad melawan Tirani Taghut 105

(gembong penyebar kemusyirikan & angkara murka). Bersatulah wahai para pemimpin da`wah Islam Indonesia untuk menghadapi Tirani Taghut negeri ini, menurunkan mereka dari singgasana kekuasaan mereka karena mereka telah menjadi musyirik dan murtad. Ini adalah suatu yang sudah disepakati oleh seluruh para ulama bahwa mereka disebut Taghut karena divonis Allah sebagai tuhan selain Allah, telah menjadikan diri mereka -tanpa sadar- sebagai sekutu-Nya dalam hak membuat dan memutuskan hukum. Di antara kekhususan Allah `Azza wa Jalla adalah dalam membuat syariat dan menetapkan hukum. Maka hak ini tidak boleh ditandingi makhluk (Qs. Asy-Syuro: 21) . Maka jika mereka menghukumi dan memerintah manusia dengan hukum dan syariat selain syari`at Allah maka mereka telah menjadi sekutu-Nya di dalam hukum. Dengan demikian sadar atau tidak sadar mereka telah menjadi tuhan disamping Allah, telah menjadi sekutu Allah dalam pembuatan hukum dan syari`at. Mereka telah menjadi berhala yang disembah sebagaimana para ulama yahudi dan nasrani yang telah divonis Allah sebagai Arbaban mindunillah (tuhan-tuhan selain Allah) karena perbuatan mereka menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah dan sebaliknya. Mereka adalah serupa dengan Fir`aun. Tidak boleh atau haram hukumnya kaum Muslimin diperintah oleh para taghut ini. sahabat Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam, Ubadah bin Shamit radhiallahu `anhu berkata: ” Kami dipanggil Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam lalu kami berbaiat kepada beliau. Maka beliau meminta kami agar berbaiat kepada beliau shallallahu `alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat disaat kami suka atau benci, sulit maupun mudah, atau kami diperlakukan tidak adil. Dan agar kami tidak merampas kekuasaan dari ahlinya (penguasa yang sah). Beliau berkata: ”Kecuali bila engkau melihat ada kekufuran yang nyata, yang engkau memiliki bukti dari Allah tentangnya “ (Muttafaq `alaih). Al-Imam AnNawawi berkata: ” Qodhi `Iyadh berkata: “ Ulama telah sepakat bahwa jabatan imam (khalifah) tidak boleh 106

diserahkan kepada orang kafir. Dan bila muncul kekafiran pada imam/khalifah, maka ia mesti dicopot sampai pada perkataannya: ” Maka sekiranya muncul kekafiran dari dirinya atau ia mengubah syari`at atau ia berbuat kebid`ahan berarti ia telah ke luar dari hukum wilayah (jabatan imamah) dan gugurlah kewajiban taat kepada dirinya. Dan ummat Islam wajib berjihad melawannya, menggulingkannya dari kekuasaan dan mengangkat imam yang adil bila hal itu memungkinkan mereka. Jika hal itu hanya dimampui oleh sekelompok orang maka mereka wajib menggulingkan penguasa kafir tersebut. Dan hal itu tidak wajib (menggulingkan) penguasa ahlu bid`ah tersebut kecuali jika mereka menganggap ada kemampuan untuk itu. Namun bila mereka lemah dan tidak mampu melakukannya maka hal itu tidak wajib. Dan agar setiap Muslim Hijrah dari tempat tinggalnya menuju tempat lain serta berlari dengan ketaatan terhadap agamanya (sahih Muslim dengan syarah An-Nawawi 12/229). Dan penguasa negeri ini berdasarkan hukum dan Ijma` sudah dihukumi sebagai penguasa murtad atau kafir. Sebabnya adalah karena mereka tidak mau menjalankan hukum dan syari`at Allah dalam memerintah manusia dan tidak mau tunduk kepada hukum Allah. Mereka tidak mau menggunakan Al-Qur`an dan As-Sunnah An-Nabawiyah dalam menjalankan pemerintahan dan menghukumi manusia dalam persengketaan yang terjadi di antara mereka baik pidana maupun perdata. Ini sangat jelas sekali. Bukti lainnya adalah bahwa mereka menangkap, memenjarakan dan menyiksa para da`i dan mubaligh yang menda`wahkan Tauhid dan syari`at Islam kepada manusia dan menyeru negara agar wajib mentaati semua hukum Allah. Berkata syaikhul Islam Ibnu Taimiah rohimahullah secara ma`na: ” Seseorang dikala menghalalkan keharaman yang sudah diijma`kan (disepakati ulama) atau mengharamkan kehalalan yang sudah diijma`kan, maka dia kafir murtad dengan kesepakatan Fuqoha (ahli fiqh)” (Majmu` fatawa 107

3/267). Apakah penguasa RI menghalalkan lokalisasi pelacuran yang telah Allah haramkan? jawabnya: YA ; Apakah Penguasa kita menghalalkan penjualan minuman keras yang telah diharamkan Allah? Jawabnya: YA ; Apakah penguasa kita telah menghalalkan beroperasinya bank-bank Riba yang telah diharamkan Allah? Jawabnya: YA ; Apakah para penguasa kita telah menghalalkan acara wisata dan budaya syirik ritual “pesta laut” di pantai Pangandaran dan Pelabuhan Ratu dimana di sana ada pemujaan dan dan pemberian sajen kepada syaithon Nyai Roro Kidul yang Allah telah haramkan karena syirik Akbar? Jawabnya: YA? Sebaliknya, Apakah penguasa RI mengharamkan hukum potong tangan bagi para pencuri, hukum rajam bagi penzina muhshon (yang pernah menikah) dan menghukum mati orang Islam yang murtad yang semua itu disyari`atkan? Jawabnya: YA. Berarti para penguasa RI ini telah menghalalkan apa yang diharamkam keharamannya berdasarkan Ijma` dan sebaliknya. Berkata juga syaikh `Abdul `Aziz bin ibnu Baz rohimahullah (mantan mufti kerajaan Saudi `Arabia) : ” Dan setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk kepada hukum Allah, maka dia adalah Negara jahiliyah, kafir, zalim lagi fasiq dengan penegasan ayat-ayat yang muhkam. Wajib bagi setiap Muslim membenci Negara itu, dan memusuhinya karena Allah, serta haram atas mereka mencintai dan loyal kepadanya sehingga ia beriman kepada Allah saja dan menerapkan syari`at-Nya “ (Naqdul Qoumiyah AlArobiyyah: 51) . Apakah Penguasa RI berhukum dengan hukum Allah? jawabannya adalah TIDAK ; Apakah penguasa RI tunduk kepada hukum Allah?. Jawabannya adalah TIDAK. Berkata pula syaikh `Abdurrohman Ibnu Hasan rohimahulloh (ulama Tauhid dari nejed Saudi `Arabia, cucu al-Imam syaikh Muhammad ibn `Abdul Wahhab, secara ma`na: ” Siapa yang menyelisihi apa yang Allah telah perintahkan kepada Rasul-Nya shallallahu `alaihi wa sallam dengan cara ia memutuskan di antara manusia dengan selain apa 108

yang Allah turunkan atau ia meminta hal itu (minta diberi keputusan hukum dengan selain hukum Allah) demi mengikuti apa yang ia sukai dan dia inginkan maka dia telah melepas ikatan Islam dan Iman dari lehernya (murtad), meskipun dia mengaku sebagai mukmin “ (Fathul Majid: 270). Berkata syeikh Muhammad Alamin Asy-Syinqiti rahimahullah ketika menjelaskan QS surat Al-An`am: 121 & Qs At-Taubah: 31, mengatakan: ” Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan , hukum dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari`atkan lewat lisan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, maka dia musyirik terhadap Allah, kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (tuhan). ” (Adhwaa-ul Bayan, tafsir surat Qs. At-Taubah: 31). Berkata syeikh Muhammad Hamid Al-Faqy pada ta`liq fathul Majid: 373, …” Siapa yang menjadikan perkataan orangorang barat sebagai undang-undang yang dijadikan rujukan di dalam masalah darah, kemaluan, dan harta dan dia mendahulukannya terhadap apa yang sudah diketahui dan jelas baginya dari apa yang terdapat dalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya maka dia itu tanpa diragukan lagi adalah kafir murtad bila terus bersikeras di atasnya dan tidak kembali berhukum dengan apa yang diturunkan Allah dan tidak bermanfaat baginya nama apapun yang dengannya menamai dirinya-klaim Muslim- dan (tidak bermanfaat juga baginya) amalan –amalan apa saja dari `amalan zohir baik shalat, shaum, haji dan yang lainnya” ; Berkata pula syeikh Ahmad Syakir: “ Sesungguhnya vonis bagi undang-undang buatan manusia (qowaanin Wadh`iyyah) adalah sangat jelas seterang matahari, yaitu kufrun Bawwah (kufur akbar), tidak ada kesamaran, tidak perlu debat, dan tidak ada alasan (udzur) bagi orang yang menisbatkan dirinya ke dalam Islam, siapapun orangnya, yang mengamalkannya, tunduk kepadanya atau mengakuinya. Hendaklah 109

setiap orang berhati-hati akan dirinya, karena setiap orang bertanggung jawab atas dirinya. ” (Umdatut tafsir: 4/174), …”Berkata Al-Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya “ Albidayah wan-Nihayah”: “ Barang siapa yang meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu `Abdillah penutup para Nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus (Taurat/injil), maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada (hukum) Ilyasa/yasiq dan dia mendahulukannya dari pada ajaran Allah maka dia kafir dengan ijma` kaum Muslimin. ” Wahai kaum Muslimin lihatlah perkataan ulamaulama robbany kalian yang berbicara masalah yang sangat inti, yaitu salah satu sebab pembatal keIslaman dan keimanan seseorang yaitu tindakan/sikap penguasa yang merubah-rubah hukum Allah atau tidak mau tunduk kepada hukum Allah, Maka bukti mereka menjadi musyirik, kafir dan murtad adalah menjadikan pancasila & UUD `45 sebagai hukum mereka yang utama dan paling utama dan mencampakkan Al-Qur`an & As-Sunnah kebelakang punggung mereka dan penghalalan/pembolehan penerbitan/pembuatan peraturan/undang-undang mereka yang melegalisir kema`siatan-kema`siatan besar yang dilarang Allah Subhana wa Ta`ala dan melarang penerbitan undangundang yang berisi hukum-hukum Allah serta tindakan mereka yang nyata-nyata memerangi para da`i tauhid dan pejuang-pejuang penegakan syari`ah Islamiyah di Indonesia. . Dengan demikian tidak usah mencari-cari alasan lain dengan mengudzur/memaafkan kekafiran/kemurtadan mereka ini. Ada sebagian kelompok Islam(kelompok salafi dan yang berpendapat serupa) yang beranggapan bahwa penguasa negeri Indonesia saat ini bukanlah orang kafir murtad walaupun perbuatan mereka adalah perbuatan kekafiran; Namun orang perorang dari 110

penguasa negeri ini tidak boleh divonis kafir karena mereka mendapat udzur yaitu: Bisa jadi para penguasa tersebut melakukan perbuatan kekafiran karena ketidak tahuan (jahil), atau mereka melakukannya karena ijtihad atau ta`wil, atau melakukan kesalahan yang tidak disengaja (khoto`) maka ke tiga hal itu adalah pengudzuran terhadap perbuatan syirik mereka. Apakah anggapan mereka itu benar? mereka –kelompok salafi dan teman-teman mereka- juga berpendapat bahwa para penguasa yang melakukan kekafiran akbar tidak dapat divonis kafir sebelum tegak hujjah dan hilang penghalangpenghalang kekafiran. Maka mereka tetap menganggap mereka Muslim dan sebagai ulil amri yang wajib ditaati. Apa pendapat kami? Pendapat kami adalah jawaban dari ulama-ulama ulama mereka yang juga kami ambil pendapat mereka yang haq seperti apa yang diulas di atas secara ringkas. Dan pembatal syahadat yang disebabkan menohok Tauhid seperti syirik akbar dan berhukum bukan dengan hukum Allah adalah tidak diudzur oleh sebab Jahil atau ijtihad atau ta`wil, namun di udzur karena dipaksa atau perbuatan yang tidak disengaja (khoto`) dan tidak ada pemisahan antara takfir muthlaq (mengkafirkan perbuatan orang secara umum) dengan mengkafirkan orang perorang dalam syirik akbar yang menohok Tauhid Laa ilaaha illallah. Berkata Syeikhul Islam Muhammad Ibnu `Abdil Wahhab:” Apakah ada seorang sejak zaman sahabat hingga zaman Mansur Al_Bahuti (ulama sezaman dengan syeikh Attamimi) yang mengatakan bahwa mereka (pelaku syirik akbar) itu dikafirkan nau`nya saja tidak muayyannya. ” (Tarikh Nejd, risalah kepada Ahmad ibnu `abdil karim). Jadi pendapat/paham/anggapan mereka itu adalah bid`ah. Berkata syeikh Ishaq Ibnu `Abdirrahman ibnu Hassan: ” Kemudian bid`ah dan syubhat mereka itu (pemisahan takfir mu`ayyan dan takfir mutlaq) merebak hingga laris dikalangan ikhwan-ikhwan khusus ” (hukmu takfir Mu`ayyan). Apalagi kalau mereka mau berfikir bahwapara taghut ini sudah 111

melakukan berbagai macam ma`siat kekufuran yang besar, dan penghalalan yang haram dan sebaliknya serta memerangi para du`at Tauhid dan pejuang syari`at Islamiyah sejak lama. Alangkah sesatnya anggapan mereka ini. Bagaimana mungkin taghut yang telah berkuasa sejak 1945 dan berhukum dengan hukum jahiliyyah dan memerangi para da`i tauhid dan membunuh serta memenjarakan mereka yang berjuang untuk menegakkan syari`ah Islamiyah, membolehkan kesyirikan, perzinahan, minum khamer, pendirian bank-bank riba dan pembolehan melakukan ritualritual bid`ah mukaffiroh masih dianggap ulil amri yang harus ditaati?! Dan para ulama ahlussunnah seperti syeikh bin Bazz, syeikh Muhammad Al-Amin Asy-syingqiti, syeikh Ahmad Syakir dan saudaranya Syeikh Mahmud Syakir dan ulama generasi sebelumnya dari pembela tauhid di Nejed Saudi `Arabia (Syeikh Muhammad Ibn `Abdul Wahhab dan ulama dari para murid dan anak cucunya) serta ulama-ulama ahlussunnah generasi awal dan pertengahan telah memberi fatwa akan kafir dan murtadnya para penguasa zalim yang merubah-rubah syari`at. Tidak ada udzur dari perkataan mereka sedikitpun bagi para taghut itu, namun mereka yang mengaku sebagai salafi dan orang-orang yang serupa dengan mereka itu telah berkata lancang, sesat dan kurang ajar, menyalahi perkataan guru dan ulama mereka dalam masalah yang sangat penting dan prinsip ini (Tauhid). Maka Janganlah kalian tertipu dan ragu dengan ucapan-ucapan salafiyun maz`um (mengakungaku salafiy padahal murji`ah) yang menyalahi Aqidah dan manhaj salaf yang haq, Janganlah kalian tertipu dan ragu untuk mengkafirkan dan memurtadkan para penguasa RI yang telah menolak dan merubah-rubah hukum Allah dan ridho dengan hukum buatan mereka. Ini bukanlah fitnah takfiri, fitnah khawarij dan bid`ah, tapi ini adalah Aqidah dan pondasi Tauhid serta asas agama Islam itu sendiri. dan janganlah kalian bingung dengan banyaknya ibadah yang mereka lakukan dan ucapan mereka bahwa mereka adalah 112

Muslim. Karena berapa banyak manusia di kolong langit ini yang mengucapkan dan mengklaim sebagai Muslim namun mereka adalah tetap divonis musyirikin karena mereka telah murtad tanpa disadari. Penyebabnya adalah karena mereka telah melakukan pembatal-pembatal keimanan dan keIslaman lantaran perkataan dan perbuatan mereka. Dalam masalah syirik akbar yang menohok langsung kepada inti tauhid -laa ilaaha illallah- seperti merubah-rubah hukum Allah dan menyembah nyai roro kidul/dewi sri atau berdo`a` kepada selain Allah maka para pelakunya adalah tidak diudzur/dimaafkan kecuali mereka dipaksa atau melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Maka jika ada seorang penguasa yang telah merubah syariah, jika bukti & faktanya ada -tentang perbuatan kekafiran mereka-, demikian juga adanya dalil yang menunjukkan kepada bukti kekafiran perbuatan/perkataan mereka maka mereka harus dikafirkan, tidak usah menunggu para hakim mahkamah syari`ah memanggil mereka untuk ditanya karena hal itu tidak ada sunnahnya dalam perbuatan kekafiran yang menohok tauhid (berbeda dengan kasus kekafiran yang disebabkan oleh masalah selain Aqidah Tauhid seperti masalah Syariat, Contohnya: meninggalkan shalat fardu dengan sengaja atau malas, mengawini ibu tiri/kandung, menghalalkan minum khamr maka mereka ini pada umumnya dipanggil oleh pengadilan jika mereka tinggal di wilayah Negara Islam dan mereka mampu untuk dipanggil, agar mereka ditanyai oleh hakim apakah benar mereka melakukan atau mengucapkan perkataan kekafiran. Kalau terbukti -dengan pengumpulan sejumlah kesaksian dari orang-orang yang melihatnya - maka mereka disuruh bertaubat. Jika mereka bertaubat maka mereka dibebaskan, tapi jika tidak maka dibunuh. Tapi jika para murtaddin tersebut mempunyai kekuatan dan tinggal di dalam/luar negeri maka mereka tidak perlu di tegakkan hujjah lagi atau tabayyun, Cukup berdasarkan kesaksian yang kuat maka mereka dikafirkan dan diperangi. 113

Nah penguasa tirani di negeri ini sudah jelas mempunyai kekuatan yang besar dan mereka tidak mungkin dipanggil hakim, apa ada hakim yang mampu memanggil mereka -sedangkan semua hakim di negeri ini tunduk di bawah kekuasaan dan hukum mereka- maka cukup berdasarkan bukti lahir dari ucapan, perbuatan dan hukumhukum yang mereka buat dan mereka bela serta tindakantindakan mereka memenjara, menyiksa, membunuh dan memerangi da`i–da`i tauhid dan para mujahidinnya, apalagi mereka mempunyai kekuatan ekonomi, militer dan masa pembelanya. Maka bagaimana mungkin akan melakukan tabayyun dan mengadili mereka. Maka cukup ada keterangan seorang `alim ahlussunnah yang memberi fatwa tentang kekafiran mereka, maka umatpun harus mengkafirkan dan membenci mereka serta berusaha melawan jika mampu. Ini bukanlah sikap ekstrim. Ini adalah tauhid dan pondasi Agama Islam yang seseorang tidak dikatakan bertauhid sebelum ia mengkafirkan taghut dan beriman kepada Allah saja. Dan di antara gembong taghut yang harus dikafirkan, dimusuhi dan dilawan adalah penguasa yang zalim yang merubah hukum Allah atau membuat bid`ah kekafiran atau ke luar dari Islam. Maka berdasarkan fatwa para ulama maka para taghut ini harus dan wajib di copot dari jabatan dan kekuasaannya. Karena apa? Karena kerusakan yang mereka timbulkan –dengan berkuasanya mereka- adalah sangat besar; Mereka merusak agama dan dunia kaum Muslimin dengan kerusakan yang sehebat-hebatnya. Mereka memperkaya diri mereka dan kroni-kroni mereka, sementara kaum Muslimin adalah menjadi orang yang paling miskin, menderita dan terzalimi oleh mereka, Mereka memerangi Syari`at dan para pembela dan pejuangnya dan mereka berkasih sayang terhadap kaum musyirikin, kafirin dari salibis dan zionis serta mengangkat mereka sebagai pemimpin mereka. Mereka juga membodoh-bodohkan kaum Muslimin sehingga mereka banyak yang tidak paham agama Islam yang sebenarnya, Mereka juga menyebarkan kesyirikan besar 114

dengan membolehkan demokrasi dan parlemen serta berusaha mnghidupkan ajaran demokrasi yang syirik itu dan melindunginya, menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan sebaliknya. Kalau mereka menolak turun dari kekuasaan mereka maka mereka boleh diperangi sesuai dengan kemampuan. Namun apa yang terjadi di negeri ini? Banyak kaum Muslimin yang tidak tahu hukum Islam yang prinsip ini. Bahkan mereka tetap menganggap para penguasa RI tersebut masih menjadi ulil amri yang harus ditaati, padahal mereka sudah lama murtad karena melakukan pembatal keimanan. Dan para pemimpin ummat, parpol-parpol Islam dan ormas-ormas nyapun berpecah belah dan berselisih tentang perkara yang sudah ijma` ini. Sebagian dari mereka pada masa orde baru beramai-ramai menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin rezim orde tersebut untuk berkuasa lagi. Juga menyatakan kesetiaan mereka kepada berhala pancasila. Kepada Allah lah kita mengadu dan memohon pertolongan dari apa yang mereka lakukan di negeri ini. Kelemahan ini juga bertambah parah dengan berpecah belahnya para pemimpin jama`ah da`wah Islam ke dalam partai-partai politik yang bermacam-macam aliran ideologisnya, berbeda mahzabnya dan dan aliran thoriqotnya serta cara perjuangannya. Ini adalah suatu penyakit hizbiyyah yang parah, kelemahan dan kerusakan; Tiada akan melahirkan kekuatan dan kejayaan. Tiada obatnya yang paten kecuali kembali dan ruju` kepada Kitab Allah, Sunnah Nabi Nya shallallahu `alaihi wa sallam dan ijma` salaf. jika ada perbedaan dalam furu` yang mu`tabar maka bersikap toleranlah tapi jika sudah ada ijma` para salaf dan ulama maka bersatulah kita dalam Aqidah dan Manhaj yang sahih. sifat dan sikap Hizbiyyah dan tafarruq (berpecah belah) tidak akan pernah melahirkan kekuatan. Sampai kelelawar belekanpun tidak akan pernah. Lihatlah ancaman Allah kepada orang-orang yang suka berpecah belah dalam urusan agama mereka. Mereka tidak akan pernah ditolong untuk mendapatkan kejayaan. Perhatikan surat Ali `Imron ayat 103, 115

105 ; surat Al-An`am ayat 153, Al-Anfal ayat 46 dan surat ArRum ayat 31-32. Semua ayat ini mencela perpecahan, permusuhan dan bantah membantah. Sebaliknya Allah mencintai mukmin yang bersatu dalam shaff yang rapat seperti dalam surat Ash-Shaff ayat 4. Maka tiada jalan lain bagi gerakan da`wah Islam untuk menggapai kemenangan kecuali agar mereka kembali kepada Aqidah dan manhaj salaf dalam beragama dan berjuang menegakkan syari`at dari yang besar sampai kepada yang kecil. Buang jauh-jauh ashobiyyah, popularitas, ta`jub kepada pendapat dan kekuatan kelompoknya dan jasa-jasanya terhadap perkembangan da`wah Islam di negri ini. Bersatulah kalian dalam hal yang prinsip dan ijma` (tegakkan Tauhid dan tumbangkan Syirik) dan toleranlah dalam masalah-masalah furu` yang mu`tabar, rapatkan barisan, dan pilihlah pemimpin kalian yang ditaati. Ketahuilah bahwa prinsip Islam yang paling inti adalah kalimat “ Laa ilaaha illallah “ yang ma`na asasinya adalah kafir kepada segala bentuk dan jenis taghut serta hanya beriman kepada Allah saja. Maka salah satu jenis taghut yang harus di tumbangkan adalah penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak memerintah manusia dengan hukum Allah tersebut dan tidak mau tunduk kepada hukum/syari`at Allah (Qs. AnNisa: 60, 61). Ini adalah kekafiran yang harus kita tolak dan dienyahkan dari muka bumi ini. Tidak ada uzur bagi kita untuk membiarkannya bercokol terus, beranak pinak sampai berurat akar sehingga telah melahirkan gelombang kerusakan yang sangat besar kepada ummat Islam di negeri ini dalam perkara agama dan dunia mereka sampai beberapa generasi lamanya. Maka telah jelas bahwa aqidah seseorang tidak akan bernilai apa-apa di sisi Allah walau dia shalat zakat dan haji serta mengerjakan berbagai macam bentuk ibadah sebelum dia kafir kepada taghut. Maka iman seorang hamba akan diakui Allah jika ia komitmen kepada Tauhid dan juga pada saat yang sama dia kafir kepada segala macam taghut. 116

karena ayat Al Baqoroh: 256 memerintahkan ma`na: ” Barang siapa yang kafir kepada Taghut dan beriman kepada Allah saja maka sungguh dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat dan tidak akan terputus “. Wahai kaum Muslimin sehubungan dengan keharusan adanya satu jama`ah da`wah dan jihad yang memayungi seluruh ummat pergerakan Islam Indonesia sebagaimana kita telah ketahui dalil-dalilnya, dan keharusan adanya satu pimpinan jama`ah yang harus ditaati untuk mencapai tujuan da`wah itu sendiri, yaitu: tegaknya Tauhid dan mengenyahkan syirik dan memerangi para taghut dan para pembelanya. Maka Jadikanlah ustadz Abu Bakar Ba`asyir sebagai amir jama`ah kalian. Tidak usah ragu dengan ilmu, aqidah dan Akhlaq serta pengorbanan beliau dalam membela dan menda`wahkan tauhid dan syari`ah`. Kemudian angkatlah juga ustadz Aman `Abdurrahman sebagai ulama kalian. Tidak diragukan lagi tentang ilmu, kezuhudan, kewaro`annya dan kesabarannya dalam menahan siksa para anshor taghut dan dahsyatnya penjara. Kini dia di tahan lagi bersama para mujahidin lainnya dengan tuduhan terorisme. Dalam masalah `ilmu maka dia hapal Al-Qur`an 30Juz, hapal penuh matan Al-kitab Bulughul Marom, Hapal juga sebagian kitab Bukhori dan Muslim, hapal penuh matan kitab alfiah ibnu malik dan beberapa kitab lainnya, Ke luaran terbaik dari perguruan Syari`ah terbaik (mumtaz) di Asia Tenggara LIPIA, Pernah menjadi Imam rawatib di masjid Ash-Shofwa Lenteng Agung, Depok, banyak menterjemahkan kitab-kitab dan mengisi ta`lim dan pernah mendapat undangan khusus berhaji dari pemerintah Saudi Arabia dan lebih istimewa lagi diundang khusus oleh syaikh Muhammad saleh al-Utsaimin rohimahullah, ulama besar negeri Saudi Arabia yang terkenal di seluruh dunia, untuk duduk satu majlis dengan dia, dalam membahas `tafsir Al-Quran. Belum pernah sedikitpun ia jadi caleg partai atau anggota MPR/DPR RI. Dia juga anti demokrasi yang penuh dengan kesyirikan. Tawadhu` kepada kaum mukminin tapi namanya ditakuti oleh International 117

crysis group (ICG) dan para taghut barat. Pilihlah dua serangkai mujahid da`wah tauhid ini ; Syaikh Abu Bakar Ba`asyir & ustadz Aman `Abdurrahman untuk memimpin kalian menegakkan Tauhid dan syari`at di negeri ini dan memimpin jihad melawan salibis Zionis dan kaki tangan mereka yang telah bercokol lama, dan membodohkan ummat dan menjerumuskan mereka kepada kehidupan jahiliyyah dan kemusyirikan serta ma`siat di negeri yang kita cintai ini. Sebab tidak bisa memenangkan agama ini dalam keadaan tanpa pimpinan, lemah dan bercerai-berai. Itu adalah termasuk pengajaran agama yang prinsip sebagaimana Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda secara ma`na: “Aku memerintahkan kepada kalian 5 perkara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadaku dengan hal itu (5 perkara tersebut) : ” Jama`ah, Mendengar, Tho`at, Hijrah dan Jihad fi sabilillah …” (HR Ahmad dari Haris Al Asy`ari) . Cukup sudah pengalaman kita berorganisasi, berda`wah dan berjuang hampir satu abad sejak pergerakan syarikat Islam sampai kepada Masyumi dan apa yang kita saksikan pada hari ini. Apa yang kita dapatkan selama rentang waktu yang lama itu dari perjuangan kita dengan secara kepartaian dan ormas-ormas dan yayasan-yayasan Islam yang berbilang? Kita tidak mendapatkan apa-apa kecuali K e l e m a h a n & K e h i n a a n. Maka belajarlah dari sejarah kalian sendiri wahai orang-orang yang mempunyai `akal dan hati. Kaum Muslimin sekalian, semua bencana dan siksa yang kita saksikan ini adalah sebagai akibat pelanggaran terhadap syariat. Dan telah kita lihat dan rasakan juga siksaan dan `azab yang datang beruntun dan silih berganti. Apakah kita akan mengulangi terus kesalahankesalahan kita ini tanpa mau berfikir dan merenungi hikmah dibalik bencana-bencana ini. Jangan – jangan hati kita telah menjadi keras. Apakah kita ini akan menjadi seperti kaum Yahudi dan Nasrani yang telah di la`nat. Sebagaimana sabda 118

Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam secara ma`na: “ Sungguh kalian akan mengikuti tradisi – tradisi ummat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah yang lainnya sampai kalaupun mereka masuk ke liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula. Para sahabat bertanya: “ Orang – orang Yahudi dan Nasranikah? Beliau menjawab, Lalu siapa lagi?! “ (HR. Al-Bukhori dan Muslim). Maka cukuplah teguran Allah Tabaaroka wa Ta`aala kepada kita secara halus dengan firman-Nya secara ma`na: “ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka, mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) , dan janganlah mereka seperti orang–orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq “ (Qs. Al hadiid: 16) . ” Dan sungguh, kami telah mengutus (Rasul-Rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati. Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan kami datang kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang mereka selalu kerjakan. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka, Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. ” (Qs. Al-An`am: 42-44). Maka telah teranglah bahwa dikarenakan pelanggaran-pelanggaran terhadap larangan 119

Allah `Azza wa Jalla dan meninggalkan perintah-Nya maka kita menjadi fasiq. Tidak hanya demikian cap yang Allah berikan, bahkan hati pun menjadi semakin keras, lebih keras dari batu (Qs. AlBaqoroh: 74) . Namun Allah masih membuka pintu maaf dan ampunan-Nya bagi hamba-Nya yang mau kembali kepadaNya dengan hati yang merendah setelah mereka digoncang dengan kemelaratan dan kesengsaraan. Itulah sebagian dari hikmah Allah ketika Dia mengirim duka dan nestapa. Namun sedikit sekali hamba yang mau kembali, maka berlakulah sunatullah kepada manusia yang durhaka dan memiliki hati yang keras serta menjadikan perbuatan durjana mereka terasa indah, benar dan ni`mat; Maka turunlah kepada mereka siksa dan `azab sehingga mereka tidak bisa menghindar darinya. Kami memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat buruk dan hati yang keras dan kami pun memohon kepada-Nya agar diberikan Taufik untuk bertaubat dan diberikan hati yang lembut dalam menerima kebenaran , mengamalkannya dan istiqomah di atasnya, aamiin. Kami menghimbau kepada kaum Muslimin yang masih peduli kepada penegakan Aqidah Tauhid dan Syari`ah serta Akhlaq Islamiyah pada Ummat ini agar sudi memperbanyak pesan ini, baik dengan difoto kopi bolak-balik dan dibagikan secara Cuma-Cuma Agar mereka merenunginya dan sebagian lainnya menjadi insaf. Juga lebih baik lagi jika disalin ulang dan disebar melalui jaringan face book dan E-Mail dan fasilitas jaringan internet lainnya. Atau dibahas dalam forum–forum kajian Islam remaja dan dewasa. Semakin cepat tersebar semakin baik. Tidak usah takut untuk menyuarakan kebenaran ini. laa haula wa laa Quwwata illa billah. Dan kami menulis ini adalah untuk memenuhi firman Allah di dalam Al-Qur-an surat Al A`rof: 164165: ”Dan Ingatlah ketika suatu umat di antara mereka berkata: ”mengapa kamu menasehati suatu kaum yang akan dibinasakan atau akan di `azab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab: ” 120

agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu dan agar mereka bertaqwa ”. Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang berbuat jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasiq. ” Dan sebagai pemenuhan anjuran Allah pada surat Ali Imron: 104 ”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada Kebajikan, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. ” Serta khawatir dan takut akan ancaman dari Allah melalui lisan Rasul-Nya yang mulia Muhammad shallallahu `alaihi wasallam: secara ma`na: ”Demi Yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Hendaklah kalian menyuruh kapada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau Allah nyaris menimpakan siksa kepada kalian dari sisi-Nya, Lalu kamu berdo`a kepada-Nya dan tidak dikabulkan bagi kalian (HR Ahmad dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu `anhu) . Goresan pena ini adalah untuk mengingatkan ummat terhadap sebagian kewajiban yang mereka lalaikan, baik kepada para pemimpin, ulama, para cerdik cendekianya dan para awamnya, yang kaya dan kaum miskinnya dan juga untuk mengenang para ulama dan mujahidin yang telah gugur dalam mengikuti dan membela kebenaran Tauhid dan Jihad di atas kalimat tersebut, dan sebagai salah satu bentuk jihad kami -dalam mengatakan kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya- kepada tirani Taghut dan manusia yang tengah menyimpang dan dibakar oleh hawa nafsu dan kesesatan yang datangnya dari Syaiton la`natulloh `alaihi. Semoga Allah yang Maha Perkasa menolong hamba-hambaNya yang ikhlas yang peduli dengan agama-Nya dan mengorbankan dirinya dan harta-Nya untuk kemuliaan agama Allah. Dan kepada mereka yang masih menunggu janji Allah Tabaaroka wa Taala dengan penuh harap dan cemas , baik 121

mereka yang masih berada di penjara-penjara taghut atau di medan-medan peperangan, agar kita mau meneladani mereka, membantu mereka, peduli dengan janda-janda mereka serta anak-anak yatim mereka yang terlantar, dan mau berpropaganda untuk berjihad membela agama Islam dan menjaga kaum Muslimin dan tanah air mereka dari serangan para salibis zionis. Allah Ta`ala berfirman: “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orangorang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. ” (Qs. Al_Baqoroh: 218). ”Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; Sebenarnya mereka itu hidup disisi Tuhan-nya, mendapat rezki, Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia dari Allah, Dan sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orangorang yang beriman. ” (Qs. Ali `Imron: 169-171). Seluruh hadits-hadits yang terdapat dalam tulisan ini insya Allah berderajat sahih atau minimal hasan dan bisa dipertanggung jawabkan secara disiplin ilmu hadits. Dan sumber pengambilan kitab dalam penulisan ini adalah dari Kitab Suci Al-Qur`an & terjemahannya versi Depag RI, terbitan Darus Sunnah, Jakarta; Buku Ensiklopedi Larangan dalam Syari`at Islam (penulis: Muhammad Basyir Ath-Thahlawi, penerbit Media Tarbiyah, Bogor) dan Fatwa-fatwa para ulama Saudi `Arabia dan Kitab Tauhid karangan Al-Imam Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahhab rohimahullah. Semoga Allah `Azza wa Jalla merahmati Para ulama, Mujahidin dan hambahamba Allah yang saleh dari umat Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dan kami. Aamiin. Semoga Dia meridhoi setiap usaha kita yang baik dan ikhlas dan mengumpulkan 122

kita bersama para Nabi & Rasul, Siddiqin, Syuhada dan sholihin. Mereka itulah sebaik-baik teman. Semoga sholawat dan salam terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad –shallallahu `alaihi wa sallam- beserta keluarga dan seluruh sahabatnya, aamiin, Wabillahittaufiq wal hidayah, wassalaamu `alaikum warohmatullah wabarokatuh. Kami, hamba Allah

123

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->