P. 1
Hakekat Pendidikan

Hakekat Pendidikan

|Views: 2,620|Likes:
Published by Yasheive saadi
Pendidikan
Pendidikan

More info:

Published by: Yasheive saadi on Jun 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

BAB II HEKEKAT PENDIDIKAN DAN PENGERTIAN PENDIDIKAN

A. PENGANTAR 1. LATAR BELAKANG Bahwa seorang pendidik hanya dapat melaksanakan tugas dengan baik jika memahami dengan jelas dan benar tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan hakekat pendidikan dan apa pendidikan itu. 2. TUHUAN PEMBAHASAN Adapun tujuannya adalah :
a. Agar guru/calon guru memiliki pemahaman tentang hakekat pendidik sebagai titik

awal dari penjelajahan materi-materi pendidikan teoritis maupun terapan.
b. Agar guru/calon guru memiliki pemahaman tentang pendidikan yang didalamnya

terkandung banyak sub-sub pokok bahasan untuk di kaji dan di pahami pula
c. Agar guru/calon guru memiliki pemahaman awal dan pemahaman abstrak/verbal

tentang pendidikan dengan pengetrapannya di sekolah maupun pada proses belajar mengajar. Hal ini sangat di tunggu bagi peserta didik. 1. BAHAN YANG DIBAHAS Untuk pembahasan materi ini disusun berurutan sebagai berikut:
a. Hakekat pendidikan sebagai rumpun dari ilmu pengetahuan, untuk ditinjau lebih

lanjut
b. Pengertian pendidikan dengan cangkupan dari para ahli dan unsure-unsurnya

yang terkandung didalmnya.
c. Pendidikan itu disamping sebagai sub system juga dapat disebut sebagai system d. Proses pendidikan itu terjadi disekolah dalam bentuk penyekolahan dan

pengajaran. A. HAKEKAT PENDIDIKAN
1. Hakekat Pendidikan sebagai Ilmu Pengetahuan a. Bidang Keilmuan : Karena Ilmu Pendidikan memiliki objek

material, yaitu

“manusia dan alam semesta”
b. Bidang Perangkat Pengetahuan : Karena Ilmu Pendidikan memilki susunan yang

systematis dan objektifitas.

c. Bidang Metode 1. Konsep dan Hakekat Pendidikan

Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Meskipun pendidikan merupakan kegiatan yang universal atau umum, dalam kehidupan manusia di masyarakat, namun adnaya perbedaan pandangan hidup atau filsafah yang dianut oleh tiap-tiap bangsa masyarakat. A. PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN UNSUR-UNSURNYA
1. Batasan tentang Pendidikan

Pendidikan karena sasarannya adalah manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya yang sangat komplek. Berikut ini adalah beberapa batasan pendidikan dengan bertitik tolak dari beberapa aspek:
a. Berdasarkan Fungsinya 1) Pendidikan sebagai Proses Tranpormasi Budaya 2) Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi 3) Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara 4) Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja 5) Pengertian pendidikan menurut UU No. 20 Th. 2003 a. Pengertian Pendidikan ditinjau dari arti kata(Etimologi) 1) Daari Bahasa Indonesia 2) Dari Bahasa Jawa 3) Bahasa Belanda 4) Bahasa Romawi 5) Bahasa Inggris 6) Bahasa Jerman a. Pengertian Pendidikan Menurut Para Tokoh/Ahli 1) Prof. M.J. Langeveld

“Mendidik adalah memberikan pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seseorang anak(yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju kearah kedewasaan dalam arti dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab susila atas segala tindakan-tindakannya menurut pilihannya sendiri” 2) John Dewey (1859-1952)

John Dewey adalah tokoh pendidikan yang wawasannya mempunyai pengaruh luas, dan sekaligus mewakili aliran filsafat modern(progressivisme).
3) Ki Hajar Dewantoro(1889-1959)

“Pendidikan yaitu menunutn segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mendapat keslamatan dna kebahagiaan yang setinggi-tingginya”
1. Unsur-unsur (komponen-komponen) Pendidikan a. Tujuan Pendidikan 1) Tujuan Umum

Tujuan umum adalah tujuan
2) Pengkhususan tujuan umum

pendidikan yang bersifat universal dan

dirumuskan berdasarkan hakekat manusia. Pengkhususan tujuan umum yaitu tujuan pendidikan yang dirumuskan berdasarkan filsafah bangsa atau kebudayaan serta kepentingan bangsa sehingga tercipta tujuan pendidikan nasional suatu bangsa
3) Tujuan tak lengkap

Tujuan tak lengkap adalah tujuan yang berhubungan dengan suatu aspek kepribadian tertentu seperti halnya tujuan pendidikan agama, tujuan pendidikan social.
4) Tujuan sementara

Tujuan sementara adalah tujuan pendidikan yang sementara dicapai untuk mencapai tujuan yang lebih tinngi
5) Tujuan Isidental

Tujuan Isidentil adalah tujuan yang terjadi secara kebetulan. Contohnya ketika orang tua yang melihat seorang anak yang mengganggu anak lainnya maka ia menasihatinya.
6) Tujuan Intermediair

Tujuan intermediair adalah tujuan yang merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih bagus.
A. PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM 1. Pengerjaan Sistem

a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang komplek atau terorganisir, suatu

himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh (Tatang M. Amirin, 1992;10)
b. System merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-

sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan (Tatang M. Amirin, 1992;10)
c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsitem yang terorganisir dan

berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai tuijuan tertentu (Tatang M. Amirin, 1992;10)
1. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan

Toffler(1970) menganalogikan sekolah dengan sebuah pabrik. Memang sebenarya usaha pendidikan itu tidak dapat disamakan dengan pabrik. Tapi jika dilihat dari segi proses mekanismenya, ada persamaan antra keduanya. Misalnya sebuah pabrik gula yang bertujuan didirikannya dalah untuk memproduksi gula. Pabrik tersebut memerluakn bahan mentah (raw input) berupa tebu atau bahan lainnya. Untuk memproses tebu menjadi gula sebagai keluaran (out put) diperlukan mesin-mesin penggilingan beserta perangkat peralatan lainnya(sarana dan prasarana) yang ditangani dan dikelola oleh pekerja, kepala bagian sampai pimpinan pabrik. Komponen yang menunjang system pabrik meliputi :
a. Masukan mentah (raw input) b. Masukan instrumental (instrumental input) c. Masukan Lingkaran (environmental input) 1. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan Kedudukan dari

Sistem Di bagian terdulu digambarkan factor ekonomi, politik, social budaya sebagai komponen masukan lingkungan (environmental input) dari system pendidikan. Pada bagian ini komponen-komponen tersebut dilihat sebagai system yang berdiri sendiri, sederajat dengan system pendidikan.
2. Saling Hubungan Antar Komponen a. Hubungan sisstem dan Komponen

Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu system yang baik. Tetapi komponen yang tidak baik saja belum menjamin tercapainya tujuan

system secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhubungan secara fungsional dengan komponen yang lain.
b. Hubungan system dengan suprasistem

Telah dijelaskan bahwa didalam suatu system, komponen-komponen saling berhubungan. Dalam ruang lingkup yang besar (ruang lingkup makro) terlihat pula system yang satu saling berhubungan dengan system yang lain. Hal ini wajar, oleh karena aspek dari kehidupan. Sedangkan segenap segi kehidupan itu kita butuh kan sehingga semuanya memberikan pembinaan dan pengembangan.
c. Proses dan Tujuan Sistem Pendidikan

Pada bagian terdahulu dijelaskan bahwa system pendidikan memproses masukan mentah dengan menggunakan masukan instrumental sehingga menjadi keluaran. Bagaimana wujud keluaran yang dikehendaki menjadi tujuan dari sitem Pendidikan. A. KETERKAITAN ANTARA PENDIDIKAN, PENGAJARAN DAN PENYEKOLAHAN Kegiatan pendidikan, pengajaran dan penyekolahan sangat erat kaitannya satu sama lain. Ketiga kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan dan merupakan kegiatan terpadu dalam kehidupan manusia, dengan fungsi usaha manusia untuk memanusiakan manusia artinya manusia tinggi peradabannya, yang maju yang selalu mengantisipasi masa depannya. Disamping itu sifat penyekolahan yang tradisional sepertinya terpisah dari kehidupan masyarakat nyata sehari-hari karena kurang memperhatikan kemanfaatan sumber-sumber belajar yang berupa : perpustakaan, museum, kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan, dan sumber sumber lain yang banyak terdapat di masyarakat luas

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->