P. 1
Dokumen Standar Kompetensi Grafika

Dokumen Standar Kompetensi Grafika

|Views: 2,087|Likes:
Published by Radhitya Wirawan
Penjelasan tentang standard kompetensi pada bidang grafika di wilayah indonesia
Penjelasan tentang standard kompetensi pada bidang grafika di wilayah indonesia

More info:

Published by: Radhitya Wirawan on Jun 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

Dokumen Standar Kompetensi Grafika

_______________________________________________

A. Deskripsi Konsep.
1. Standar Kompetensi dalam Bidang Grafika. Berdasarkan pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang juga berfungsi sebagai TOR ( Term of Refferences ) , maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pekerjaan yang ditu-gaskan oleh Dit. Dikmenjur Bagian Pengembangan Sistem dan Standarisasi Kompetensi suatu bidang keahlian ini, adalah kegiatan jasa konsultasi yang merupakan suatu kegiatan menyusun/ menyempurnakan Standar Kompetensi dalam Bidang Grafika yang telah digariskan kebijakannya oleh KBK MPKN; dan mengusahakan Standar Kompetensi Grafika tsb., kelak dapat menjadi Standar Kompetensi Grafika Nasional. Dewasa ini, Teknologi dan Industri Grafika berkembang sangat signifikan; dilihat dari aspek teknologi dan volume kegiatan produksinya. Penggunaan bahan baku untuk Produk Cetakan diatas plastik, kain, gelas, logam, dll; sudah banyak dibuat. Untuk melaksanakan produksi berbagai produk cetakan ini, tentunya membutuhkan kompetensi yang spesifik, walaupun secara prinsip proses pencetakan dan teknologi yang digunakan sama . Selama ini, yang dimaksud dengan Bidang Grafika adalah kegiatan cetak-mencetak yang berbasis dan dominan menggunakan bahan utama kertas. Standar Kompetensi Grafika yang akan disusun ini bertolak dan difokuskan, terutama pada kebutuhan Industri CetakMencetak yang disebut Industri Grafika, yang menggunakan proses, bahan utama kertas dan peralatan/ mesin cetaknya yang sesuai untuk keperluan tsb. Kegiatan cetak-mencetak yang disebut Bidang Grafika ini di tanah air, terkonsentrasikan kedalam 3 bidang ke-giatan utama; yaitu kegiatan/ usaha yang berkaitan dengan : a. Industri Penerbitan yang memproduksi buku-buku. b. Industri Percetakan Pers yang memproduksi suratkabar dan majalah. c. Industri Percetakan Umum yang memproduksi berbagai jenis barang cetakan. Dengan mengacu realitas dan pemahaman terhadap substansi bidang kegiatan atau usaha yang disebut Grafika ini; maka dibuat rancangan Standar Kompetensi untuk bidang keahlian Grafika ini. Untuk lebih memperjelas pemahaman terhadap apa yang dimaksud de-

1

ngan Standar Kompetensi, maka pada bagian berikut dijelaskan perihal yang berkaitan dengan Pengertian, Struktur, Model dan Format Standar Kompetensi yang banyak digunakan dan berlaku umum. 2. Pengertian Standar Kompetensi. Arti/ makna istilah Kompetensi adalah kemampuan individual atau orang perorangan untuk mengerjakan suatu tugas/ pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sesuai dengan unjuk kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tsb. dengan baik dan benar. Standar Kompetensi merupakan rumusan atau pernyataan mengenai pelaksanaan tugas/ pekerjaan di tempat kerja, yang dapat digambarkan dalam bentuk hasil keluaran sbb : • • • Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh pekerja Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari pekerja. Bagaimana menilai bahwa kemampuan pekerja telah berada pada tingkat yang diharapkan. Berdasarkan pengertian tsb., maka Standar Kompetensi dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan didukung sikap kerja serta penerapannya di tempat kerja yang mengacu pada unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar Kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain Standar Kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung, seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Standar Kompetensi merupakan rumusan tentang kemam-puan yang harus dimiliki seseorang/orang perorangan untuk melakukan suatu tugas/ pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan didukung sikap kerja, serta penerapannya sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Dengan dikuasainya Standar Kompetensi tersebut oleh seseorang/ orang-perorangan, maka yang bersangkutan akan memahami: • • Bagaimana mengerjakan suatu tugas/ pekerjaan. Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan.

2

• •

Apa yang harus dilakukan, bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula. Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/ pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.

Pengembangan Standar Kompetensi bidang Grafika disusun dengan mengacu pada Sistem Standar Kompetensi yang berlaku di manca negara ; yaitu Regional Model of Competency Standards, dan juga berpedoman pada Kerangaka Acuan Kerja serta meka -nisme/

kebijakan penyusunan Standar Kompetensi yang telah digariskan Majelis Pendi-dikan Kejuruan Nasional (MPKN). Tahap pertama dari pekerjaan penyusunan Standar Kompetensi Grafika ini, adalah melakukan penelaahan mendalam dan mengidentifikasikan bidang kegiatan Grafika secara umum; dan khususnya perkembangan kegiatan bidang Grafika di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan Perundang-Undangan, Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri atau Program Pengembangan dari Direktorat Jenderal Grafika/ Pusgrafin serta Litbang terkait, seperti Kantor MNRT, BPPT, DRN dan LIPI. Secara garis besar di Indonesia, kegiatan atau pekerjaan bidang Grafika; dilihat dari jenis dan volume pekerjaaan cetak-mencetak berbasis bahan baku utama kertas, terkonsentrasikan kedalam Industri Penerbitan Buku, Industri Pers/ Suratkabar/ Majalah dan Industri Cetakan Umum. Pada dasarnya, secara prinsip ke 3 bidang kegiatan utama tsb. , menggunakan Teknologi dan Peralatan Mesin Cetak berserta peralatan pendukung lainya serta proses kerja produksi cetak yang sama. Perbedaan yang mencolok adalah pada penggunaan jenis mesin cetaknya. Sedangkan untuk peralatan dan teknologi Pracetak serta Purnacetak untuk ke 3 bidang tsb. mengandung sistem dan prinsip kerja yang serupa, yang dapat dikategorikan sebagai peralatan untuk persiapan dan finishing pro-duct cetakan. Rancangan Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini, disusun dengan pertimbangan dan pemahaman terhadap substansi kegiatan bidang Grafika yang disebutkan di atas, teknologi yang digunakan, proses produksi ( mencetak ) dan pekerjaan yang terkandung didalamnya. Dilihat dari aspek proses produksi yang mengandung jenis-jenis pekerjaan atau kompetensi yang diperlukan untuk menjalankan kerja di bidang Grafika ini, maka dapat dikelompokkan Standar Kompetensi Utama bidang Grafika ini menjadi 3, yaitu

3

Kompetensi bagian Pracetak, Cetak dan Purnacetak; disamping kompetensi generik untuk bidang ini yang berkaitan dengan pekerjaan Managerial dan Kesehatan & Keselamatan Kerja. 3. Struktur Standar Kompetensi. Standar Kompetensi model Regional Model of Competencies Standards yang dipakai dimanca negara dewasa ini dalam bidang Grafika, seperti model ANTA ( Australia ), model UK ( Inggeris ) atau model yang digunakan US ( Amerika Serikat ) pada dasarnya mengandung struktur dasar yang sama., karena aplikasi dan perkembangan teknologi serta proses produksi dalam bidang Grafika dimanapun secara prinsip sama. Pada setiap jenis Standar Kompetensi minimal memuat unsur-unsur sebagai berikut : Kode Unit, Judul Unit, Uraian Unit, Sub Kompetensi/ Elemen, Kriteria Unjuk Kerja, Persyaratan/ Kondisi Unjuk Kerja, dan Acuan Penilaian. Pada rumusan Unit Standar Kompetensi juga dimasukkan pernyataan : Level Unit dan Level terhadap Kompetensi Kunci. Penjelasan lebih rinci mengenai unsur-unsur struktur suatu Unit Standar Kompetensi ini, dapat digambarkan sebagai berikut : Kode Unit : Kode Unit dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengelolaannya. Kode Unit ini terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh Anggota tim perumus Standar Kompetensi dan atau Usaha/ Industri Terkait Judul Unit : Judul Unit memberikan penjelasan umum tentang pekerjaan yang harus dilakukan di tempat kerja atau menjelaskan suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Judul ditulis dengan mengarah pada hasil yang ingin dicapai dan harus ditulis singkat, jelas dan menggunakan kata kerja aktif. Uraian Unit : Uraian memberikan penjelasan singkat kegunaan kompetensi tersebut dan kemungkinan berhubungan dengan Unit kompetensi lain ( bila ada ). Sub Kompetensi/ Elemen : Sub Kompetensi/ Elemen merupakan dasar pembentukan bangunan Unit Kompetensi. atau merupakan unsur/ aspek utama yang dibutuhkan untuk tercapainya Unit Kompetensi tersebut.

4

Kriteria Unjuk Kerja : Pernyataan yang mengidentifikasikan hasil akhir yang perlu dinilai, bila Unit Kompetensi tersebut telah dicapai. Kriteria Unjuk Kerja menunjukan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengertian, dan dituangkan dalam kalimat pasif yang mengarah pada pembendaan ( kata benda ). Kriteria Unjuk Kerja ini merupakan standar unjuk kerja untuk setiap elemen/ sub kompetensi. Acuan Penilaian : Acuan penilaian/ Indikator Kompetensi berhubungan dengan Unit Kompetensi secara terpadu dan memberikan panduan tentang interpretasi standar dan penilaian terhadap standar kompetensi. Indikator Kompetensi dapat memberikan : - Aspek dari kompetensi yang perlu diberikan tekanan pada saat penilaian. - Penilaian apa yang perlu dilakukan bersamaan. - Pengetahuan yang diperlukan terkait dan mendukung tercapainya kompetensi - Menjelaskan tentang metoda penilaian, dan - Kompetensi kunci. Level Kompetensi : Level kompetensi dimaksudkan sebagai pengelompokan tingkat kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas/ pekerjaan berdasar pada tingkat kesulitan dan atau kompleksitas pekerjaan. Pengelompokan tingkat kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan, berdasarkan tingkat kesulitan dan atau kompleksitas pekerjaan dapat dibagi 3 (tiga) tingkatan / level, yakni : Level 1 : Mengerjakan tugas rutin menurut cara yang telah ditentukan, bersifat sederhana dan merupakan pengulangan, serta sewaktu-waktu sering diperiksa perkembangannya. Maka Unjuk kerja Level 1 adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk menjelaskan pekerjaan yang sederhana berulang-ulang, secara efisien dan memuaskan berdasar pada kriteria atau prosedur yang telah ditetapkan dengan kemampuan mandiri. Untuk itu, pada level 1 ini harus mampu : - Melakukan proses yang sederhana dan telah ditentukan. - Menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Level 2 : Mengerjakan tugas yang lebih luas dan lebih rumit/ kompleks yang ditandai dengan peningkatan otonomi pribadi terhadap pekerjaannya sendiri dan pekerjaan tersebut kemudian diperiksa oleh atasan setelah pekerjaan selesai. Maka Unjuk kerja Level 2 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas/ pekerjaan yang menentukan pilihan, aplikasi dan integrasi dari sejumlah elemen atau data/ informasi untuk membuat penilaian atas kesulitan proses dan hasil. 5

Untuk itu, pada Level 2 ini harus mampu : - Mengelola atau menyelesaikan suatu proses pekerjaan, dan - Menentukan kriteria penilaian atau kerja evaluasi terhadap suatu proses. Level 3 : Mengerjakan kegiatan rumit/ kompleks dan tidak rutin, yang dikerjakan sendiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain. Maka unjuk kerja level 3 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi dan merancang kembali proses, menetapkan dan menggunakan prinsip-prinsip/ norma dalam rangka menen tukan cara yang terbaik dan tepat untuk pendekatan kegiatan serta menetapkan kriteria untuk penilaian kualitas proses atau hasil. Untuk itu, pada level 3 ini harus mampu : - Menentukan prinsip dasar dan proses, - Mengevaluasi dan mengubah bentuk proses atau membentuk ulang proses, - Menentukan kriteria untuk mengevaluasi dan atau penilaian proses. Kompetensi Kunci : Kompetensi Kunci adalah kemampuan dasar atau generik yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas/ pekerjaan di suatu industri/ bidang usaha. Persyaratan/ Kriteria Kompetensi Kunci adalah : 1. Kompetensi kunci harus merupakan perihal penting untuk mendapatkan pekerjaan dan pendidikan lanjutan, serta untuk kehidupan orang dewasa. 2. Kompetensi kunci harus dapat dialihkan, artinya kompetensi kunci tidak bo -leh bersifat spesifik bidang pekerjaan. 3.Kompetensi kunci harus terarah pada integrasi Pengetahuan dan Keterampilan 4. Kompetensi kunci terdiri dari hal yang dapat dikembangkan melalui pela tihan. 5. Kompetensi kunci juga harus dapat dinilai. 6. Kompetensi kunci harus dapat bebas dari nilai-nilai budaya. Kompetensi Kunci pada dasarnya mengandung/ meliputi kemampuan : 1. Bahasa dan Komunikasi, 2. Matematika, 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 4. Pemecahan masalah, 5. Pengertian kultural, 6. Pribadi dan antar pribadi, 7. Merencanakan dan mengorganisasikan. 6

Pada lingkup Industri/ Perusahaan Kompetensi kunci umumnya meliputi: A. Mengumpulkan, menganalisa dan mengatur/ mengorganisasikan informasi, B. Mengkomunikasikan ide dan informasi. C. Merencanakan dan mengatur kegiatan. D. Bekerja sama dengan orang lain dan di dalam kelompok E. Menggunakan konsep dan teknis matematika. F. Memecahkan persoalan/ masalah G. Menggunakan Teknologi. 4. Model Standar Kompetensi. Model yang diterapkan pada pengembangan Standar Kompetensi ini adalah Regional Mo del of Competencies Standards (RMCS) yang dikembangkan melalui program APEC HRD Working Group dari Negara-Negara Asia Pacific. Standar Kompetensi model ini di kembangkan dengan pendekatan “ multi skills ” dengan mengembangkan kompetensikompetensi yang ada dalam bidang pekerjaan di industri. Model Standar Kompetensi RMCS ini, bersifat fleksibel dan mampu mengantisipasi kemungkinan perubahan-perubahan mendatang yang ada di industri / perusahaan, baik perubahan yang berkaitan dengan penggunaan teknologinya, maupun perubahan/ perkembangan dalam proses managerial dan organisasi bidang kegiatannya. Untuk lebih memahami Model Standar Kompetensi RMCS ini, diagram di bawah ini memperlihatkan perbedaan konsep antara : SKK (Standar Ketrampilan Kerja), MOSS (Model Occupational Skill Standard) dan RMCS (Regional Model of Competencies Stan dards).
SKK MOSS RMCS

TARGET

Based on the particular job Single Skill

Based on the particular job Single Skill

Based on the industry Need (broader ) Multi Skill ♦ Task skill ♦ Task Management Skills ♦ Contingency Management Skill ♦ Role Environment Skill Industry based on competency units Introduced to Asia Pasific Countries by ILO / APSDEP

Skill

Based On Source of Origin

Occupational

Occupational

Derived from KJI by MOM, sponsored by World Bank Initiated by MOM

Introduced by ILO / APSDEP

Development Country * ) Study on SQS, QS and CS by: Ir. Saroli Halawala MA.

Malaysia has been appointed as a leader

Internationally compatible and has been introduced in some countries such as the UK, Australia and New Zealand

7

5. Format Unit Kompetensi. Model standar kompetensi RMCS ini diwujudkan/ dirumuskan dalam suatu bentuk penulisan atau Format tertentu, yang melukiskan uraian dan sistematika yang jelas dan ringkas dari suatu Unit Standar Kompetensi bidang keahlian. Format penulisan yang digambarkan dibawah ini adalah format yang umum digunakan dan digunakan untuk penyusunan Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini. Dalam bentuk tabel Format tsb dapat dilihat sebagai berikut : Format Unit Standar Kompetensi.
Kode Unit : • Terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh para pengembang dan Industri/ Usaha terkait dengan tujuan untuk mempermudah dalam pengelolaan. Judul Unit : • Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dengan mengarah pada hasil yang hendak dicapai, dituliskan ringkas, jelas dan menggunakan kata kerja aktif. Uraian Unit : • Penjelasan singkat lingkup pekerjaan dan kegunaan kompetensi tersebut dan kemungkinan berhubungan dengan kompetensi lain (bila ada) Elemen / Sub Kompetensi : Kriteria Unjuk Kerja : • Bagian dari suatu pekerjaan yang ha• Kriteria unjuk kerja untuk setiap sub rus dilakukan yang merupakan kegikompetensi, yaitu pernyataan/ idenatan dasar dari pekerjaan tsb, termatifikasi hasil akhir yang perlu dinilai suk pencegahan timbulnya resiko dari bila pekerjaan tersebut telah dicapai, kegiatan tersebut. sehingga kriteria ini merupakan alat penilai. • Sub Kompetensi ini umumnya terdiri dari 4 – 6 sub kompetensi yang merupakan pembentuk kompetensi. Persyaratan / Kondisi Unjuk Kerja : Merupakan kondisi unjuk kerja, termasuk aspek keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja. Acuan Penilaian : • Unjuk kompetensi yang dibutuhkan/persyaratan kelayakan dan kepastian dari industri/ usaha. • Pembuktian harus dapat menunjukan pengertian dari pekerjaan yang berhubungan dengan keberhasilan pekerjaan yang dilakukan di tempat kerja. • Merupakan butir-butir untuk mengukur hasil kerja. • Menjelaskan prosedur dan metoda penilaian yang harus dilakukan.

• •

Menunjukan sejumlah fungsi yang berbeda.


Informasi tentang Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan, terkait dan mendukung tercapainya kompetensi tersebut.
Aspek-aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut. A B C D E F G

Kompetensi Kunci Level

8

Deskripsi Level Performen ( Performance ) Kompetensi Kunci dan Leveling.
Kompetensi Kunci Performen level 1 Melakukan pekerjaan Mengakses dan merekam dari satu sumber Performen level 2 Mengorganisasi kegiatan Mengakses,memilih dan merekam dari lebih dari satu sumber Performen level 3 Mengevaluasi dan memodifikasi proses Mengakses, mengevaluasi dan mengorganisasikan dari berbagai sumber Mengakses, mengevaluasi dan mengorganisasik an dari berbagai sumber Inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan yang kompleks Berkolaborasi dalam aktifitas yang kompleks Berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas yang kompleks Problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya Merancang, menyatukan atau memodifikasi produk atau jasa.

A

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

B

Mengkomunikasikan ide dan informasi

Sederhana dan pengaturan yang telah familier

Berisi hal yang kompleks

C

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

Dibawah pengawasan atau supervisi

Dengan panduan

D

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide serta teknik matematika

Kegiatan atau aktifitas rutin

Membantu merumuskan tujuan

E

Sederhana dan telah ditetapkan

Memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang kompleks

F

Memecahkan Masalah.

Rutin dan dibawah pengawasan.

Rutin dan dilakukan sendiri berdasar pada panduan.

G

Menggunakan teknologi.

Yang berulang pa- Untuk membangun dan da tingkat dasar. mengorganisisr atau me –ngoperasikan produk a -tau jasa

6. Strategi Penyusunan Standar Kompetensi Bidang Grafika : Pada dasarnya orang atau pihak yang paling tepat dalam pengembangan standar kompetensi adalah orang-orang yang memiliki kompetensi dibidangnya secara “mastery” dan

9

memiliki kemampuan untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Berdasar pada data empiris diasumsikan bahwa orang-orang yang selama ini telah bekerja dibidang masingmasing selama jangka waktu tertentu dan telah terbukti dalam melakukan pekerjaan, menunjukan unjuk kerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan dapat dianggap tepat untuk menyusun standar kompetensi tersebut. Dengan pertimbangan tsb., maka usaha penyusunan/ pengembangan Standar Kompetensi Bidang Grafika ini; selain mengacu pada Sistem Standarisasi yang berlaku Regional ( Regional Model of Competency Standards ), juga melibatkan para pakar/ praktisi dalam bidang Grafika yang berpengalaman, institusi asosiasi dan industri Grafika dan lembaga pendidikan terkait. Untuk merumuskan kompetensi/ kualifikasi SDM bidang Grafika yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bidang Grafika saat ini, diperlukan kajian dan pengamatan yang teliti; mengingat kondisi perkembangan kegiatan usaha dan penggunaan teknologi dalam bidang Grafika ini sudah memasuki era digital/ komputerisasi. Sebagai contoh, pengerjaan proses awal suatu kegiatan produksi Grafika yang lazim disebutkan Pracetak, dewasa ini sangat tergantung dengan peralatan/ teknologi digital/ komputer. Komputerisasi dalam proses kerja produksi Grafika sudah tidak dapat dihindari lagi dan komunitas Grafika di Indonesia hanya merupakan pengguna teknologi tsb.; yang dikembangkan negara maju. Dilihat dari keperluan penyusunan Standar Kompetensi Bi-dang Grafika, maka situasi ini merupakan persoalan yang dilematis. Disatu sisi sebagai pengguna saja, disisi lain laju perkembangan dalam teknologi Grafika ini tidak bisa dihindari. Selama ini, pendidikan tenaga kerja Grafika dan pengembangan teknologi Grafika di tanah air, belum dapat memenuhi target kebutuhan sesuai dengan tuntutan perkembangan kegiatan bidang ini. Dengan memahami situasi dan perkembangan dalam bidang Grafika saat ini, maka untuk menyusunan Standar Kompetensi Grafika yang optimal, telah melakukan pendekatan terhadap :

-

Lembaga Asosiasi dan individu pakar/ praktisi Grafika, seperti FGD ( Forum Grafika Digital ), IKAGI ( Ikatan Ahli Grafika Indonesia ), PPGI ( Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia ), IKAPI ( Ikatan Penerbit Indonesia ).

-

Lembaga Industri Grafika , seperti Penerbit Mizan, Gramedia, dan Granesia.

10

-

Lembaga Pendidikan, seperti PUSGRAFIN, DKV – ITB, SMKSN, UNIKOM, DKVITHB, STISI, Prodi Diploma Grafika Universitas Widyatama, dan lembaga-lembaga kursus/ pelatihan lainya.

-

Perusahaan Repro dan Percetakan, seperti PERUM PERURI, PT. ZENTECH, PT. ALAM INDAH REPRO, PT. 567, PT. DIRGAHAYU OFFSET, PT. LINK & MATCH, PT. PAPERINA DWIJAYA, PT, JASINDO PRINTECH, HEILDERBERG INDONESIA,dan PT CITRA GRAFIKA SEJAHTERA.

-

Lembaga Pemerintah, seperti DEKRANAS ( Dewan KADIN JABAR .

Kerajinan Nasional ) dan

Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan industri Grafika yang berkembang sangat pesat saat ini dan berkaitan dengan kepentingan menyusun standar kompetensinya, data/ informasi dan masukan serta keterlibataan unusur-unsur utama dari komunitas Grafika dan pembuat kebijakan dalam bidang Grafika ini tsb. sangat diperlukan; untuk meng hasilkan rumusan Standar Kompetensi yang optimal, sesuai dengan kebutuhan. Data, informasi, dan masukan dari pihak-pihak terlibat tsb di atas; serta benchmarking Standar Kompetensi Grafika dari manca negara, digunakan sebagai landasan dalam penyusunan/ penyempurnaan Standar Kompetensi Grafika ini. Standar Kompetensi Grafika yang disusun ini; didiskusikan, divalidasi dan disosialisasikan serta didiskusikan se cara nasional, yang pada ahirnya disepakati suatu Rancangan Standar Kompetensi Nasional bidang keahlian Grafika. 6.1. Konsentrasi Bidang Grafika. Langkah awal yang dilakukan untuk menyusunan/ mengembangan Unit Standar Kompetensi dalam bidang Grafika adalah melakukan klarifikasi dan mengidentifikasikan apa yang dimaksud dengan bidang kegiatan/ usaha yang disebut Bidang Grafika ini. Seperti diketahui, bahwa kegiatan cetak-mencetak ( printing ) mencakup berbagai kegiatan/ usaha mencetak dengan teknik dan bahan yang bervariasi. Hal ini menimbulkan diversifikasi bidang kegiatan/ usaha atau keahlian cetak-mencetak, seperti mencetak kain ( textile printing ), Pad Printing atau mencetak produk ( moulding ). Istilah Graphic Printing yang umum dipakai di dunia International, untuk bidang kegiatan/ keahlian cetak-mencetak yang berbasis bahan utama ( substrate ) kertas, seperti mencetak

11

buku, suratkabar dan barang cetakan ( printed matter ) lainnya; adalah yang dimaksudkan dengan bidang Grafika di Indonesia. Istilah Grafika dengan pengertian tsb. , hanya dipergunakan di Indonesia. Istilah Graphic Printing untuk bidang ini lebih umum dipakai di dunia International. Bedasarkan klarifikasi dan identifikasi tersebut, maka pengembangan Unit Standar Kompetensi Grafika ini terfokuskan dan mengacu pada proses atau pekerjaan produksi cetak yang berbasis bahan utama kertas, yang umumnya terkonsentrasikan dalam kegiatan usaha/ industri penerbitan, industri pers/ suratkabar dan industri barang cetakan; seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini adalah Unit Standar Kompetensi yang diperlukakan; terutama untuk menjalankan pekerjaan atau proses produksi cetak dari ber bagai konsentrasi kegiatan bidang Industri Grafika ini; disamping Unit Standar Kompetensi Pendukungnya, seperti Standar Kompetensi Generik atau Unit Kompetensi yang berkaitan dengan Kesehatan & Keselamatan Kerja dalam bidang Grafika. Melalui kajian dan proses yang dilandasi dengan pedoman kerangka acuan kerja yang telah ditentukan, maka dirumuskan Unit Standar Kompetensi Grafika ini, melalui kajian mendalam terhadap proses dan kerja produksi Grafika serta kompentensi SDMnya; yang berkaitan dengan pemahaman/ penguasaan teknologi, ketrampilan dan perilaku yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tsb. Kompetensi SDM ini berkaitan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki.

6.2. Perumusan dan Pengelompokan Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika. Unit Standar Kompetensi Grafika ini di rumuskan dan dikelompokkan berdasarkan studi, analisis dan pengamatan terhadap teknologi dan proses produksi Grafika, serta kompe tensi operator/ teknisi yang dipersyaratkan. Situasi dan perkembangan yang aktual dalam bidang Grafika di tanah air, juga diperhitungkan dalam merumuskan Standar Kompetensi Grafika ini. Rumusan hasil studi terhadap teknologi dan proses produksi Grafika serta analisis terhadap pekerjaan utama jang terkandung didalamnya, dapat dilihat pada diagram proses dan kajian terhadap proses dan kerja dalam bidang Grafika terlampir.

12

Diagram Teknologi dan Proses Produksi Grafika.

13

Diagram Analisis Proses dan Kerja Bidang Grafika.

Bagian Persiapan/ Pracetak

Bagian Produksi/ Pencetakan

Bagian Finishing/ Punacetak

Bagian Pendukung/ Suport Unit Grafika.
Kesehatan & Keselamatan Kerja. Perencanaan Pemasaran dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Cetak.

Menyiapkan gambar kerja ( Artwokk ) Membuat Film ( Film Making ). Membuat Acuan Cetak (Plate Making). Ujicoba Acuan Cetak (Proof Plate ). Mengoptimasi konsep desain (design brief). Menyusun Huruf (typesetting) Mengerjakan Scanning. Mengerjakan reprografi Menggabungkan image secara manual Menggabungkan image secara elektronik. Me layout (artwork) ready to film dan to plate. Membuat output image. Membuat proof image. Membuat plate relief/ letterpress. Membuat plate offset/ lithografi Membuat plate photopolymer mesin flexografi Membuat plate ganda untuk beberapa image Membuat silinder gravure secara manual Membuat siliner gravure secara elektronik

Menyiapakan dan Penjilidan dan mengoperasikan Finishing Products Mesin Cetak.( (Binding & Finishing ) Letterpress, Offset lithography, Flexography, Intaglio/ Rotogravure, Screen Printing, dll.

Hasil pengamatan terhadap proses dan kerja Grafika. Mengaplikasikan Menyiapkan dan Melakukan pelipatan secara manual prinsip mengoperasikan Melakukan pelipatan keselamatan & mesin cetak tinggi dengan mesin kesehatan kerja (letterpress)
Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak intaglio Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak rotogravure Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak flexografi Menyiapkan dan mengoperasikan mesin pad printing Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet) Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak offset gulungan (web) Menyiapkan dan mengoperasikan mesin cetak digital Menyiapkan dan mengoperasikan penyablonan/ screen printing Menyusun gabung secara manual Menyusun gabung dengan mesin Melaminasi Memvernis Memotong kertas secara manual

Mengaplikasikan standar kualitas Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Melakukan komunikasi di Memotong kertas tempat kerja dengan mesin Mengurus administrasi dan otomatis Menjilid secara manual kesekretariatan Menjilid dengan mesin pemasaran Melaksanakan jilid lem panas internal pekerjaan Menjilid dengan jahit pemasaran kawat Melaksanakan Menjilid dengan jahit pekerjaan benang Membuat pisau pon/ ril/ penjualan Merencanakan dan embossing cetak. mengendalikan Mengepon hasil cetak produksi dan hasil embos. Mengemas hasil Mengelem hasil dari cetak pon (kemasan lipat) Mengirimkan hasil secara manual. cetak Mengelem hasil dari Mengoperasikan pon (kemasan lipat) komputer dengan mesin.

14

Pekerjaan atau Proses Produksi Grafika secara umum dapat dipilah menjadi 3 bagian, yaitu Pekerjaan/ Proses Pracetak, Pencetakan ( di mesin ) dan Purnacetak ( binding & finishing ). Berdasarkan pemilahan pekerjaan/ proses tersebut, maka hasil perumusan dan pengelompokan Standar Kompetensi Grafika ini, disusun sebagai berikut : 6.2.1. Kelompok Unit Standar Kompetensi Pracetak. Standar Kompetensi Pracetak mengandung pekerjaan dan kompetensi : Mengerjakan Gambar Kerja ( Final Artwork ), yang mencakup kerja penyusunan huruf, scan image dan penyusunan tataletak, yang ready to camera. Mengerjakan Reprografi ( Film Making ), black & white, color separation, maupun film halftone. Mengerjakan plat cetak ( Plate Making ) untuk berbagai teknik dan mesin cetak, seperti teknik/ mesin offset, flexo, letter press, intaglio, cetak saring, dll. Mengerjakan ujicuba plat cetak ( dimesin cetak proof ).

Unit-Unit Standar Kompetensi Pracetak yang telah dirumuskan adalah : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Judul Unit Menindaklanjuti/ optimasi instruksi desain (design brief ). Menyusun huruf ( typesetting ). Mengerjakan scanning image/ gambar. Mengerjakan pekerjaan Reprografi ( film making ). Menggabungkan/ menata image secara manual (paste up ) Menggabungkan/ menata image secara elektronik. Memproses gambar kerja/ F. Artwork ( ready to camera ). Membuat output image ( file/ film ready to plate ) Mengerjakan ujicoba (proof) image/ gambar. Membuat dan ujicoba plat cetak relief/ letterpress Membuat dan ujicoba plat cetak offset/ lithografi. Membuat dan ujicoba plat photopolymer flexography. Membuat dan ujicoba plat photopolymer pad printing. Membuat plat ganda untuk image kompleks. Membuat acuan cetak silinder gravure secara manual. Membuat acuan cetak silinder gravure secara elektronik. Kode Unit GRA:PRA: 001 (A) GRA:PRA: 002 (A) GRA:PRA: 003 (A) GRA:PRA: 004 (A) GRA:PRA: 005 (A) GRA:PRA: 006 (A) GRA:PRA: 007 (A) GRA:PRA: 008 (A) GRA:PRA: 009 (A) GRA:PRA: 010 (A) GRA:PRA: 011 (A) GRA:PRA: 012 (A) GRA:PRA: 013 (A) GRA:PRA: 014 (A) GRA:PRA: 015 (A) GRA:PRA: 016 (A)

6.2.2. Kelompok Unit Standar Kompetensi Cetak. Standar Kompetensi Cetak mengandung pekerjaan dan kompetensi : mengoperasikan mesin cetak, dimulai dari mempersiapkan mesin cetak. Memasang plat/ acuan cetak dan mengatur tinta dan kertas. Menghidupkan, menjalankan mesin dan mengerjakan ujicoba cetak ( proof print ). Mengerjakan produksi pencetakan, mengawasi kwalitas dan akurasi pengerjaan pencetakan. Merawat dan memperbaiki/ mengganti suku cadang mesin cetak yang sederhana.

15

Unit-Unit Standar Kompetensi Cetak yang dirumuskan adalah sebagai berikut : No 17 18 19 20 21 22 23 24. 25 Judul Unit Mengoperasikan mesin cetak tinggi (letter press) Mengoperasikan mesin cetak intaglio Mengoperasikan mesin cetak rotogravure Mengoperasikan mesin cetak flexography Mengoperasikan mesin pad printing Mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet) Mengoperasikan mesin cetak offset gulungan (web) Mengoperasikan mesin cetak digital Memproduksi cetakan dengan cetak saring /sablon Kode Unit GRA :CTK : 001(A) GRA :CTK : 002(A) GRA :CTK : 003(A) GRA :CTK : 004(A) GRA :CTK : 005(A) GRA :CTK : 006(A) GRA :CTK : 007(A) GRA :CTK : 008(A) GRA :CTK : 009(A)

6.2.3. Kelompok Unit Standar Kompetensi Purnacetak. Kelompok Unit Standar Purnacetak mengandung pekerjaan dan kompetensi pengerjaan akhir produk cetakan yang lazim disebut Binding & Finishing: - Mengerjakan pemotongan ( cutting ) atau penyisiran ( trimming ) cetakan. - Mengerjakan susun gabung ( collatting ), penjilidan atau pengeleman cetakan. - Mengerjakan finishing berupa varnishing, calendering, embossing,dll; sesuai dengan desain yang dibuat. Unit-Unit Standar Kompetensi Purnacetak yang dirumuskan adalah sebagai berikut : No 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Judul Unit Mengerjakan pelipatan lembar cetakan secara manual. Mengerjakan pelipatan lembar cetakan dengan mesin. Menyusun-gabung lembar cetakan secara manual Menyusun-gabung lembar cetakan dengan mesin. Mengerjakan laminating. Memvernis. Memotong kertas secara manual. Memotong kertas dengan mesin otomatis. Menjilid secara manual. Menjilid dengan mesin jilid lem panas Menjilid dengan mesin jilid jahit kawat. Menjilid dengan mesin jilid jahit benang. Membuat pisau pon/ ril/ embossing cetak. Mengepon hasil cetak dan hasil embos. Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) secara manual. Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) dengan mesin. Kode Unit GRA :PUR : 001(A) GRA :PUR : 002(A) GRA :PUR : 003(A) GRA :PUR : 004(A) GRA :PUR : 005(A) GRA :PUR : 006(A) GRA :PUR : 007(A) GRA :PUR : 008(A) GRA :PUR : 009(A) GRA :PUR : 010(A) GRA :PUR : 011(A) GRA :PUR : 012(A) GRA :PUR : 013(A) GRA :PUR : 014(A) GRA :PUR : 015(A) GRA :PUR : 016(A)

6.2.4. Kelompok Unit Pendukung Grafika ( Support Units ). Kelompok Unit Pendukung Grafika yang bersifat generik atau umum untuk mendukung Standar Kompetensi suatu bidang atau pekerjaan :

16

- Membuat rencana dan menghitung biaya produksi cetakan serta memasarkannya. - Menguasai penggunaan peralatan komputer untuk aplikasi dalam bidang manjemen dan produksi Grafika. - Membuat rencana dan melaksanakan Kesehatan & Keselamatan Kerja dalam bidang kegiatan produksi Grafika.

Unit Standar Kompetensi Pendukung Grafika yang dirumuskan adalah sbb : No 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Judul Unit Mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan kerja Mengaplikasikan standar kualitas Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Melakukan komunikasi di tempat kerja Mengurus administrasi dan kesekretariatan pemasaran Melaksanakan internal pekerjaan pemasaran Melaksanakan pekerjaan penjualan Merencanakan dan mengendalikan produksi Mengemas hasil cetak Mengirimkan hasil cetak Mengoperasikan komputer Kode Unit GRA :SUP : 001(A) GRA :SUP : 002(A) GRA :SUP : 003(A) GRA :SUP : 004(A) GRA :SUP : 005(A) GRA :SUP : 006(A) GRA :SUP : 007(A) GRA :SUP : 008(A) GRA :SUP : 009(A) GRA :SUP : 010(A) GRA :SUP : 011(A)

Setiap Kelompok Unit Standar Kompetensi Grafika tersebut di atasi, terdiri dari sub-sub proses/ bagian yang menggambarkan pekerjaan-pekerjaan yang perlu ditangani oleh tenaga kerja yang harus memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang memadai. Tena ga kejuruan dalam bidang Grafika yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal, seperti SMK Grafika, secara kuantitas, maupun kualitas; masih belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada dilapangan saat ini. Pada umumnya, kebutuhan tenaga kerja trampil dalam bidang Grafika dipenuhi melalui program pelatihan khusus yang diadakan atau program pemagangan di Industri Grafika. 6.3. Kode dan Penomoran Standar Kompetensi Grafika. Berdasarkan pada pengelompokkan Unit Standar Kompetensi Grafika tsb, dan dengan mengacu pada Sistem pengkodean/ penomoran yang berlaku umum untuk suatu sistem standarisasi kompetensi, maka dibuat Sistem Kode dan Penomoran untuk Unit Standar

Kompentensi Grafika ini, sebagai berikut : AAA.BBB.NNN.NS.(VR).

17

AAA :

Kode Standar Kompetensi Bidang Grafika, terdiri dari 3 huruf = GRA .

BBB : Kode Bagian/ Kelompok Bidang Grafika; terdiri dari 4 bagian/ kelompok. NNN : NS Kode Penomoran Unit Standar Kompetensi, terdiri dari 3 digit ( 001 s/d 999 ).

: Kode Penomoran Sub Unit Kompetensi, terdiri dari 2 digit, 01 s/d 99. Versi Unit Standar Kompetensi, terdiri huruf A = baru , B = lama .

VR :

Sistem Kode dan Penomoran Bidang Grafika.

Kode Bidang Grafika GRA GRA GRA GRA

Kode Bagian/ Kelompok Bidang Grafika. PRA ( pracetak ) CTK ( cetak ) PUR ( purnacetak ) SUP ( support unit )

Nomor Bagian/ Kelompok Unit Kompetensi. 001 s/d 016 001 s/d 009 001 s/d 016 001 s/d 011

Nomor Sub Unit-Unit Kompetensi. 01 ( max. 99 ) 01 ( max. 99 ) 01 ( max. 99 ) 01 ( max. 99 )

Versi A = baru B = lama (A) (A) (A) (B)

Keteragan Sistem Kodifikasi Unit Standar Kompetensi untuk Bidang Grafika :

BIDANG

SUB. BIDANG HURUF 3 Karakter

NOMOR

NOMOR

VERSI

HURUF 3 Karakter

ANGKA 3 Digit

ANGKA 2 Digit

HURUF 1 Karakter

GRA GRAfika Bidang Grafika

PRA PRA -cetak

001 Nomor 001

01 Step ke 01 Step 1

A Versi A Versi A

Sub Bidang Pra-cetak

Nomor 1

18

Contoh penulisan

No

Kode Unit Kompetensi.
GRA:PRA: 001 (A) - Menindaklanjuti / optimasi thd konsep desain ( design brief ) GRA:CTK: 001 (A) - mengoperasikan mesin cetak tinggi/ letter press.

Kode Sub Unit Kompetensi
GRA:PRA: 001.01 GRA:PRA: 001.02 GRA:PRA: 001.03

Keterangan Isi Sub Unit Kompetensi.
Menindaklanjuti konsep desain dasar Menindaklanjuti konsep desain detail. Mengerjakan desain brief kompleks.

1

2

GRA:CTK: 001.01 GRA:CTK: 001.02 GRA:CTK: 001.03 GRA:CTK: 001.04 GRA:CTK: 001.05 GRA:CTK: 001.06

Membaca/ memahami perintah kerja. Melakukan persiapan mesin. Melakukan persiapan cetak. Mengerjakan pencetakan/ running/ Menganalisa hasil produksi cetakan. Membersihkan mesin cetak.

6.4. Pemaketan Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika kedalam Kelompok Level Kualifikasi pekerjaan dan Kualifikasi Pendidikan Kejuruan/ Profesi. Saat ini, Industri dan Teknologi Cetak berkembang sangat pesat; baik secara kuantitas, maupun kualitas. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah dan aplikasi teknologi komputer/ digital yang dipergunakan di perusahaan-perusahaan percetakan yang semakin maju dan besar. Secara umum, perusahaan-perusahaan percetakan ini berorientasi pada kegiatan Industri Percetakan Umum, Industri Penerbitan Buku, dan Industri Surat Kabar. Volume dan intensitas kegiatan dari ketiga bidang industri ini terlihat meningkat secara signifikan, terutama dalam Penerbitan Buku dan Surat Kabar (pers) saat ini. Dilihat dari aspek teknik, maka kemajuan teknologi Grafika ini perlu diantisipasi dengan penyediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan. Selama ini, tenaga kerja terdidik dalam bidang ini yang dihasilkan, baik melalui jalur pen didikan formal ( SMK ), maupun informal ( kursus/ pelatihan ), belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada. SDM yang ada sekarang ini, umumnya dihasilkan melalui suatu proses pendidikan yang khusus diadakan, seperti kursus-kursus atau pemagangan. Lembaga pendidikan formal yang ada, seperti SMK Grafika masih menghadapi banyak kendala untuk dapat menghasilkan lulusannya yang siap kerja. Faktor tenaga pengajar / instruktur dan

19

sarana pendidikan biasanya yang menjadi penghambat, selain faktor perkembangan teknologi yang cepat dalam bidang Grafika dewasa ini. Untuk mengantisipasi keadaan sekarang ini, dibutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi yang sesuai. Perusahaan Percetakaan membutuhkan SDM menengah ( kejuruan/ profesi ) yang selain trampil, juga memiliki pengetahuan dasar yang berkaitan dengan teknologi digital atau komputerisasi dalam bidang Grafika ini. Untuk menjawab perihal ini, dirumuskan Pemaketan Level Kualifikasi Pekerjaan dan Kualifikasi Pendidikan Kejuruan/ Profesi dari rancangan Standar Kompetensi Grafika ini; yang dikembangkan melalui pendekatan terhadap proses dan lingkup pekerjaan serta studi/ pengamatan terhadap perkembangan Industri, Teknologi dan Pendidikan dalam bi-dang Grafika dewasa ini, dengan dasar pertimbangan sebagai berikut :

Leveling Pekerjaan dan Pendidikan untuk menguasai Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika disusun/ dibuat dengan prioritas pentahapan dari level 1 sampai dengan level 3; sesuai dengan konsep dan target yang tertera dalam kerangka acuan kerja yang sudah ditentukan. Untuk Standar Kompetensi Bidang Grafika ini, pemaketan Level Kompetensi dibuat berdasarkan atas/ pada pemikiran dan perhitungan, sebagai berikut :

- Tingkat kesulitan dan penguasaan Unit Standar Kompetensi, yang terutama berkaitan dengan kemampuan ketrampilan (skill) dan sikap (attitude) yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tsb. - Kualifikasi dasar pendidikan formal dari tenaga kerja; yang diperlukan untuk dasar penguasaan dan pemahaman aplikasi teknologi ( pengetahuan ) dalam proses kerja produksi; serta berkaitan dengan kemampuan berpikir tenaga kerja yang diperlukan .

Atas dasar pemikiran tsb di atas, dan tuntutan kebutuhan atau prasyarat minimal pekerja an dalam bidang Grafika ini; yang memerlukan tenaga kerja kejuruan/ profesi atau operator trampil, maka Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika ini diklasifikasikan berdasarkan leveling pekerjaan dan persyaratan pendidikan formal sebagai berikut : 1. Juru Pelaksana Mula ( tingkat pertama ) yang harus mampu : - Melakukan proses yang sederhana dan telah ditentukan. 20

- Menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. 2. Juru Pelaksana Madya ( tingkat kedua ) yang harus mampu : - Mengelola atau menyelesaikan suatu proses pekerjaan, dan - Menentukan kriteria penilaian/ kerja evaluasi terhadap suatu proses pekerjaan. 3. Juru Pengawas Pelaksana Unit ( tingkat ketiga ) yang harus mampu : - Menentukan prinsip dasar dan proses, - Mengevaluasi dan mengubah bentuk proses atau membentuk ulang proses, - Menentukan kriteria untuk mengevaluasi dan atau penilaian proses.

Ketiga tingkat juru pelaksana pekerjaan dalam bidang Grafika ini, berada dibawah koordinasi Kepala-Kepala Bagian; yang membawahi kelompok/ pekerjaan : Bagian Prace tak, Pencetakan, Purnacetak dan Bagian Unit Pendukung ( Support Unit Grafika ). Kepala-Kepala Bagian berada dibawah koordinasi Tim Manajer yang terdiri dari : Manajer Produksi, Manajer Teknik, dan Manajer Pemasaran; yang dipimpin oleh seorang Manajer Utama.

Berdasarkan leveling pekerjaan dan kualifikasi pendidikan formal, maka seorang tenaga kerja lulusan SMK Grafika dapat ditempatkan pada awalnya sebagai Juru Pelaksana Muda. Setelah mendapat pengalaman kerja satu atau dua tahun, dapat meningkat menjadi Juru Pelaksana Madya; dan bila memiliki kemampuan untuk berkembang lebih lanjut, dapat meningkat menjadi Juru Pengawas Pelaksana Unit. Tingkatan Kepala Bagian dan Manajer dalam bidang Grafika, sebaiknya memiliki basis pendidikan formal setingkat Program D3 atau S1; sesuai tuntutan/ prasyaratan Manajemen dan Teknologi Grafika yang berupa teknologi digital/ komputer; yang harus dikua-sai dengan baik. Pemaketan Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika ini dapat dilihat pada bagian D dalam dukumen ini.

B. Daftar Unit-Unit Kompetensi Grafika.
Rancangan Unit Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini, telah mendapat dukungan/ pengesahan dari anggota PRG dan komunitas Grafika lainnya ; yang terlibat dalam kerja penyusunannya; melalui proses kerja dan forum workshop yang diadakan untuk hal ini. Standar Kompetensi Bidang Grafika yang terdiri dari 52 Unit Standar Kompetensi dengan sub-sub kompetensinya ini; dapat dilihat dalam bentuk daftar, sebagai berikut :

21

Daftar Unit Standar Kompetensi Grafika dan Sub-Sub Unitnya.
KELOMPOK UNIT KOMPETENSI PRACETAK NO UNIT KOMPETENSI KODE

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Menindaklanjuti konsep desain/ optimasi desain brief Menindaklanjuti konsep desain dasar Menindak-lanjuti konsep desain detail Mengerjakan desain brief kompleks Menyusun huruf / type setting Memilih dan menggunakan huruf Menyusun huruf (type image) Memeriksa dan mengoreksi hasil susun huruf. Mengerjakan scanning image Mengerjakan scanning Image garis Mengerjakan scanning Image halftone Mengerjakan scanning Image kompleks Mengerjakan Reprografi image Mengerjakan reprografi image garis Mengerjakan reprografi image halftone (Raster) Menggabungkan image secara manual Menggabungkan image warna spot dengan image 4 warna dasar secara manual. Menggabungkan image 4 warna kompleks secara manual. Menggabungkan Image secara elektronik Menggabungkan data untuk pra cetak secara elektronik Menggabungkan image kompleks secara elektronik. Menyiapkan layout untuk siap ke film/plate Menyiapkan lay out untuk proses cetak. Menyiapkan lay out yang kompleks. Membuat output image Memproses image ke film dan kertas Memproses image kompleks ke film Memproses image langsung ke plate atau mesin cetak Membuat proof image Membuat proof image dengan proses kimiawi (manual) Mengerjakan proof untuk warna spesial dan proof dengan proses digital. Membuat dan mencetak-coba plate relief/letterpress Membuat plate relief dengan peralatan pembuat plate relief Melakukan proof plate (cetak-coba) Membuat plate offset lithografi Memilih dan menyiapkan plate Mengerjakan plate dengan alat pembuat plate offset lithografi Membuat plate photopolymer mesin flexography Memilih dan tahapan proses plate plate Membuat plate

GRA :PRA : 001(A) GRA :PRA : 001.01 GRA :PRA : 001.02 GRA :PRA : 001.03 GRA :PRA : 002(A) GRA :PRA : 002.01 GRA :PRA : 002.02 GRA :PRA : 002.03 GRA :PRA : 003(A) GRA :PRA : 003.01 GRA :PRA : 003.02 GRA :PRA : 003.03 GRA :PRA : 004(A) GRA :PRA : 004.01 GRA :PRA : 004.02 GRA :PRA : 005(A) GRA :PRA : 005.01 GRA :PRA : 005.02 GRA :PRA : 006(A) GRA :PRA : 006.01 GRA :PRA : 006.02 GRA :PRA : 007(A) GRA :PRA : 007.01 GRA :PRA : 007.02 GRA :PRA : 008(A) GRA :PRA : 008.01 GRA :PRA : 008.02 GRA :PRA : 008.03 GRA :PRA : 009(A) GRA :PRA : 009.01 GRA :PRA : 009.02 GRA :PRA : 010(A) GRA :PRA : 010.01 GRA :PRA : 010.02 GRA :PRA : 011(A) GRA :PRA : 011.01 GRA :PRA : 011.02 GRA :PRA : 012(A) GRA :PRA : 012.01 GRA :PRA : 012.02

22

13

14

15

16

Membuat plate photopolymer mesin pad printing Memilih dan tahapan proses plate plate Membuat plate Membuat plate ganda untuk beberapa image Membuat tahapan dan lay out yang berulang. Menyiapkan tahapan dan mesin pengulang plate. Membuat silinder gravure secara manual Memilih silinder Melapisi (coat) dan menyinari silinder Mengembangkan dan mengetsa silinder Membuat silinder gravure secara elektronik Memilih silinder Membuat gravure pada silinder secara elektronik
UNIT STANDAR KOMPETENSI CETAK

GRA :PRA : 013(A) GRA :PRA : 013.01 GRA :PRA : 013.02 GRA :PRA : 014(A) GRA :PRA : 014.01 GRA :PRA : 014.02 GRA :PRA : 015(A) GRA :PRA : 015.01 GRA :PRA : 015.02 GRA :PRA : 015.03 GRA :PRA : 016(A) GRA :PRA : 016.01 GRA :PRA : 016.02

17

18

19

20

21

22

Mengoperasikan mesin cetak tinggi (letter press) Membaca perintah kerja Melakukan persiapan mesin Melakukan persiapan cetak/ make ready Mencetak/ running Melakukan analisa hasil produksi setelah selesai cetak. Membersihkan mesin. Mengoperasikan mesin cetak intaglio Membaca perintah kerja Melakukan persiapan mesin Mencetak/ running Melakukan Perawatan Mengoperasikan mesin cetak rotogravure Membaca perintah kerja Melakukan persiapan mesin Melakukan persiapan cetak (make ready) Mencetak/ running Melakukan perawatan mesin Mengoperasikan mesin cetak flexography Memasang dan mem proof plate flexography Menyiapkan pencetakan flexography. Membuat produk cetakan dengan teknik flexografi Mengoperasikan mesin pad printing Mempersiapkan pencetakan dengan metode pad printing Memproduksi cetakan dengan metode pad printing. Mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet) Membaca perintah kerja Melakukan persiapan mesin Melakukan persiapan cetak Mencetak / Produksi (running) Melakukan analisa hasil produksi dan perawatan

GRA :CTK : 001(A) GRA :CTK : 001.01 GRA :CTK : 001.02 GRA :CTK : 001.03 GRA :CTK : 001.04 GRA :CTK : 001.05 GRA :CTK : 001.06 GRA :CTK : 002(A) GRA :CTK : 002.01 GRA :CTK : 002.02 GRA :CTK : 002.03 GRA :CTK : 002.04 GRA :CTK : 003(A) GRA :CTK : 003.01 GRA :CTK : 003.02 GRA :CTK : 003.03 GRA :CTK : 003.04 GRA :CTK : 003.05 GRA :CTK : 004(A) GRA :CTK : 004.01 GRA :CTK : 004.02 GRA :CTK : 004.03 GRA :CTK : 005(A) GRA :CTK : 005.01 GRA :CTK : 005.02 GRA :CTK : 006(A) GRA :CTK : 006.01 GRA :CTK : 006.02 GRA :CTK : 006.03 GRA :CTK : 006.04 GRA :CTK : 006.05

23

setelah selesai cetak. 23 Mengoperasikan mesin cetak offset gulungan (web) Membaca perintah kerja Melakukan persiapan mesin Melakukan persiapan cetak/ make ready Mencetak / Produksi (running) Melakukan analisa hasil produksi dan perawatan setelah selesai cetak. 24. Mengoperasikan mesin cetak digital Menyiapkan pencetakan dengan digital printing Membuat produk cetak dengan teknik digital 25 Memproduksi cetakan dengan cetak saring /sablon Membaca perintah kerja Mempersiapkan peralatan Melakukan cetak coba Mencetak produksi/ running Merapikan dan menghitung hasil produksi

GRA :CTK : 007(A) GRA :CTK : 007.01 GRA :CTK : 007.02 GRA :CTK : 007.03 GRA :CTK : 007.05 GRA :CTK : 007.06 GRA :CTK : 008(A) GRA :CTK : 008.01 GRA :CTK : 008.02 GRA :CTK : 009(A) GRA :CTK : 009.01 GRA :CTK : 009.02 GRA :CTK : 009.03 GRA :CTK : 009.04 GRA :CTK : 009.05

UNIT STANDAR KOMPETENSI PURNACETAK

26

27

28

29

30

Mengerjakan pelipatan lembar cetakan secara manual. Mempersiapkan pekerjaan pelipatan. Melakukan pekerjaan pelipatan. Mengerjakan pelipatan lembar cetakan dengan mesin. Melakukan persiapan pengoperasian mesin lipat. Melakukan pelipatan. Menghentikan pengoperasian mesin lipat. Merawat mesin lipat. Mengganti atau memasang suku cadang mesin lipat. Menyusun-gabung lembar cetakan secara manual Melakukan persiapan susun gabung. Melakukan pekerjaan susun gabung. Menyusun-gabung lembar cetakan dengan mesin. Melakukan persiapan pengoperasian mesin susun gabung. Melakukan pekerjaan susun gabung masinal. Menghentikan pengoperasian mesin susun gabung. Merawat mesin susun gabung. Mengganti atau memasang suku cadang mesin susun gabung. Mengerjakan Laminating. Melakukan persiapan pengoperasian mesin laminating. Melakukan pelaminasian. Menghentikan pengoperasian mesin laminating. Merawat mesin laminating. Mengganti atau memasang suku cadang mesin laminating.

GRA :PUR : 001(A) GRA :PUR : 001.01 GRA :PUR : 001.02 GRA :PUR : 002(A) GRA :PUR : 002.01 GRA :PUR : 002.02 GRA :PUR : 002.03 GRA :PUR : 002.04 GRA :PUR : 002.05 GRA :PUR : 003(A) GRA :PUR : 003.01 GRA :PUR : 003.02 GRA :PUR : 004(A) GRA :PUR : 004.01 GRA :PUR : 004.02 GRA :PUR : 004.03 GRA :PUR : 004.04 GRA :PUR : 004.05 GRA :PUR : 005(A) GRA :PUR : 005.01 GRA :PUR : 005.02 GRA :PUR : 005.03 GRA :PUR : 005.04 GRA :PUR : 005.05

24

31

32

33

34

35

36

37

38

Memvernis. Melakukan persiapan pengoperasian mesin vernis. Melakukan pemvernisan. Menghentikan pengoperasian mesin vernis. Mengganti atau memasang suku cadang mesin vernis Memotong kertas secara manual. Merencanakan gambar acuan. Menyusun lembar kertas potong. Melakukan pemotongan. Menyimpan hasil pemotongan. Memotong kertas dengan mesin otomatis. Mempersiapkan pengoperasian mesin potong otomatis. Melakukan pemotongan dengan mesin potong kertas otomatis. Menghentikan pengoperasian mesin potong kertas otomatis. Merawat mesin potong kertas otomatis. Mengganti atau memasang suku cadang mesin potong kertas otomatis. Menjilid secara manual. Melakukan persiapan penjilidan manual. Melakukan penjilidan manual. Merawat peralatan dan ruang kerja. Menjilid dengan mesin jilid lem panas Melakukan persiapan pengoperasaian mesin jilid lem panas. Melakukan penjilidan dengan mesin jilid lem panas. Menghentikan pengoperasian mesin jilid lem panas. Merawat mesin jilid lem panas. Mengganti atau memasang suku cadang mesin jilid lem panas. Menjilid dengan mesin jilid jahit kawat. Melakukan persiapan pengoperasian mesin jilid kawat. Melakukan penjilidan dengan mesin jilid kawat. Menghentikan pengoperasian mesin jilid kawat. Merawat mesin jilid kawat. Mengganti atau memasang suku cadang mesin jilid kawat. Menjilid dengan mesin jilid jahit benang. Melakukan persiapan pengoperasian mesin jilid benang. Melakukan penjilidan dengan mesin jilid benang. Menghentikan pengoperasian mesin jilid benang. Merawat mesin jilid benang. Mengganti atau memasang suku cadang mesin jilid benang. Membuat pisau pon/ ril/ embossing cetak. Mempersiapkan pembuatan pisau pon dan embosing Membuat pisau pon

GRA :PUR : 006(A) GRA :PUR : 006.01 GRA :PUR : 006.02 GRA :PUR : 006.03 GRA :PUR : 006.04 GRA :PUR : 007(A) GRA :PUR : 007.01 GRA :PUR : 007.02 GRA :PUR : 007.03 GRA :PUR : 007.04 GRA :PUR : 008(A) GRA :PUR : 008.01 GRA :PUR : 008.02 GRA :PUR : 008.03 GRA :PUR : 008.04 GRA :PUR : 008.05 GRA :PUR : 009(A) GRA :PUR : 009.01 GRA :PUR : 009.02 GRA :PUR : 009.03 GRA :PUR : 010(A) GRA :PUR : 010.01 GRA :PUR : 010.02 GRA :PUR : 010.03 GRA :PUR : 010.04 GRA :PUR : 010.05 GRA :PUR : 011(A) GRA :PUR : 011.01 GRA :PUR : 011.02 GRA :PUR : 011.03 GRA :PUR : 011.04 GRA :PUR : 011.05 GRA :PUR : 012(A) GRA :PUR : 012.01 GRA :PUR : 012.02 GRA :PUR : 012.03 GRA :PUR : 012.04 GRA :PUR : 012.05 GRA :PUR : 013(A) GRA :PUR : 013.01 GRA :PUR : 013.02 25

39

40

Melakukan uji coba Mengepon hasil cetak dan hasil embos. Melakukan persiapan pengoperasian mesin Melakukan pengeponan Menghentikan pengoperasian mesin Merawat mesin pon Mengganti atau memasang suku cadang mesin pon Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) secara manual. Mempersiapkan pekerjaan pengeleman
Melakukan pengeleman manual Merawat peralatan dan ruang kerja Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) dengan mesin. Melakukan persiapan pengoperasian mesin pengeleman Melakukan pengeleman dengan mesin Menghentikan pengoperasian mesin Merawat mesin pengeleman Mengganti atau memasang suku cadang mesin pengeleman

GRA :PUR : 013.03 GRA :PUR : 014(A) GRA :PUR : 014.01 GRA :PUR : 014.02 GRA :PUR : 014.03 GRA :PUR : 014.04 GRA :PUR : 014.05 GRA :PUR : 015(A) GRA :PUR : 015.01
GRA :PUR : 015.02 GRA :PUR : 015.03 GRA :PUR : 016(A) GRA :PUR : 016.01 GRA :PUR : 016.02 GRA :PUR : 016.03 GRA :PUR : 016.04 GRA :PUR : 016.05

41

UNIT STANDAR KOMPETENSI SUPPORT CETAK

42

43

44

45

46

Mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan kerja Mengikuti peraturan keselamatan kerja di tempat kerja Membuat laporan tetang kemungkinan adanya resiko bahaya di tempat kerja Mengikuti prosedur keadaan darurat dan tindak lanjutnya. Menerapkan nilai-nilai standar ergonomi. Menggunakan alat pelindung diri (APD) Mengaplikasikan standar kualitas Menetapkan standar kualitas Mengevaluasi standar kualitas. Melaksanakan peningkatan kualitas Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Melakukan persiapan ruangan atau tempat kerja. Mempersiapkan peralatan pendukung produksi. Menerapkan manajemen tata graha Melakukan komunikasi di tempat kerja Mengumpulkan, mencatat, dan menyampaikan informasi yang bersifat rutin dengan menggunakan peralatan yang memadai. Memberikan dan mengikuti instruksi rutin atau prosedur operasi standar. Melakukan partisipasi dalam kelompok kerja secara informal. Melakukan interaksi dengan unit terkait. Mengurus administrasi dan kesekretariatan pemasaran

GRA :SUP : 001(A) GRA :SUP : 001.01 GRA :SUP : 001.02 GRA :SUP : 001.03 GRA :SUP : 001.04 GRA :SUP : 001.05 GRA :SUP : 002(A) GRA :SUP : 002.01 GRA :SUP : 002.02 GRA :SUP : 002.03 GRA :SUP : 003(A) GRA :SUP : 003.01 GRA :SUP : 003.02 GRA :SUP : 003.03 GRA :SUP : 004(A) GRA :SUP : 004.01

GRA :SUP : 004.02 GRA :SUP : 004.03 GRA :SUP : 004.04 GRA :SUP : 005(A)

26

47

48

49

50

51

52

Melakukan kerjasama Melakukan komunikasi dengan pihak luar dan internal Melaksanakan kegiatan administrasi Menginventarisasi pekerjaan Melakukan pengembangan bisnis Melaksanakan internal pekerjaan pemasaran Membuat spesifikasi pesanan pekerjaan Memonitor dan menginventarisasi pekerjaan yang sedang berjalan. Melakukan komunikasi dengan bagian lain yang berkaitan. Menyatakan “job order” selesai. Melaksanakan pekerjaan penjualan Meyakinkan pelanggan Mempertahankan pelanggan Mendapatkan pelanggan baru Menguasai pengetahuan kegrafikaan Menentukan harga jual Memelihara kredibilitas perusahaan Mengenal perilaku pelanggan Merencanakan dan mengendalikan produksi Memeriksa materi pekerjaan Mengadministrasikan materi pekerjaan Membuat jadwal produksi Memilih dan menggunakan bahan baku Membagikan materi pekerjaan Melakukan komunikasi dengan partner Memantau, memeriksa dan mengevaluasi tahapan proses produksi Melaporkan hasil pelaksanaan produksi dan menyatakan produksi selesai. Mengemas hasil cetak Mempersiapkan pengemasan Melakukan pengemasan Menyimpan hasil pengemasan Mengirimkan hasil cetak Memeriksa dokumen pengeluaran barang Menyerahkan barang Membukukan barang keluar Mengoperasikan Komputer Menggunakan komputer dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja Menjelaskan bagian-bagian dari komputer, masingmasing fungsi serta integrasi satu dengan yang lainnya Menggunakan prosedur dan ketrampilan dasar pengetikan untuk mengoperasikan komputer

GRA :SUP : 005.01 GRA :SUP : 005.02 GRA :SUP : 005.03 GRA :SUP : 005.04 GRA :SUP : 005.05 GRA :SUP : 006(A) GRA :SUP : 006.01 GRA :SUP : 006.02 GRA :SUP : 006.03 GRA :SUP : 006.04 GRA :SUP : 007(A) GRA :SUP : 007.01 GRA :SUP : 007.02 GRA :SUP : 007.03 GRA :SUP : 007.04 GRA :SUP : 007.05 GRA :SUP : 007.06 GRA :SUP : 007.07 GRA :SUP : 008(A) GRA :SUP : 008.01 GRA :SUP : 008.02 GRA :SUP : 008.03 GRA :SUP : 008.04 GRA :SUP : 008.05 GRA :SUP : 008.06 GRA :SUP : 008.07 GRA :SUP : 008.08 GRA :SUP : 009(A) GRA :SUP : 009.01 GRA :SUP : 009.02 GRA :SUP : 009.03 GRA :SUP : 010(A) GRA :SUP : 010.01 GRA :SUP : 010.02 GRA :SUP : 010.03 GRA :SUP : 011(A) GRA :SUP : 011.01 GRA :SUP : 011.02 GRA :SUP : 011.03

27

C. Format dan Uraian Isi : Unit-Unit Kompetensi Bidang Grafika.
Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini, disajikan dalam format dan sis-tem penulisan yang berdasarkan pada Sistem Standarisasi Kompetensi bidang keahlian

Grafika yang berlaku di manca negara; adalah sebagai berikut :

1. Unit Standar Kompetensi Bidang Grafika: Bagian/ Kelompok Pracetak. No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Judul Unit

Kode Unit

Menindaklanjuti/ optimasi instruksi desain (design brief ). GRA:PRA: 001 (A) Menyusun huruf ( typesetting ). Mengerjakan scanning image/ gambar. Mengerjakan pekerjaan Reprografi ( film making ). GRA:PRA: 002 (A) GRA:PRA: 003 (A) GRA:PRA: 004 (A)

Menggabungkan/ menata image secara manual (paste up ) GRA:PRA: 005 (A) Menggabungkan/ menata image secara elektronik. Memproses gambar kerja/ F. Artwork ( ready to camera ). Membuat output image ( file/ film ready to plate ) Mengerjakan ujicoba (proof) image/ gambar. Membuat dan ujicoba plat cetak relief/ letterpress Membuat dan ujicoba plat cetak offset/ lithografi. Membuat dan ujicoba plat photopolymer flexography. Membuat dan ujicoba plat photopolymer pad printing. Membuat plat ganda untuk image kompleks. Membuat acuan cetak silinder gravure secara manual. Membuat acuan cetak silinder gravure secara elektronik. GRA:PRA: 006 (A) GRA:PRA: 007 (A) GRA:PRA: 008 (A) GRA:PRA: 009 (A) GRA:PRA: 010 (A) GRA:PRA: 011 (A) GRA:PRA: 012 (A) GRA:PRA: 013 (A) GRA:PRA: 014 (A) GRA:PRA: 015 (A) GRA:PRA: 016 (A)

28

UNIT STANDAR KOMPETENSI PRACETAK Kode Unit Judul Unit Uraian Unit GRA : PRA : 001 ( A ) Menindak-lanjuti konsep desain/ optimasi desain brief Memahami dan mengerjakan brief konsep desain, sehingga menjadi artwork yang siap di proses kamera ( ready to camera ). Sub-Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1. Menindak-lanjuti konsep desain dasar

1.1. Desain brief dioptimasi Layout& materi cetak diolah, ilustrasi/logo ditangani sesuai permintaan desain brief 1.2. Desain grafis sederhana dibuat secara manual atau elektronik untuk di sesuaikan dengan desain brief 1.1. Artwork yang siap proses dibuat 1.2. Layout artwork diperiksa ulang untuk menghindari kelalaian dan kesalahan.

2.

Menindaklanjuti konsep desain detail

2.1. Spesifikasi desain brief ditentukan untuk menentukan kegiatan selanjutnya. 2.2. Desain grafis lengkap dibuat dengan posisi dan ukuran sesuai permintaan desain brief dari klien. 2.3. Dummy dibuat untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap akan bentuk desain. 2.4. Artwork yang kompleks dan lengkap, dibuat dan diedit. 2.5. Artwork diperiksa ulang untuk menghindari kelalaian dan kesalahan.

3.

Mengerjakan desain brief kompleks

3.1. Suatu kontrak desain yang kompleks, yang menyangkut lingkup kerja, prosedur, bahan, biaya dan upah dirundingkan. 3.2. Tahapan pekerjaan desain dan produksi dengan jadwal, direncanakan untuk di bagikan kepada anggota team. 3.3. Desain grafis yang kompleks, baik secara manual maupun elektronik, dibuat dengan spesifikasi untuk proses pencetakan dan penggunaan bahan baku.

29

3.4. Desain tersebut dapat diproduksi, dengan analisa warna, raster, kompleksitas foto serta bahan baku. 3.5. Problem teknis dipecahkan, dicarikan solusi teknisnya. 3.6. Hasil pekerjaan/ cetakan selalu dapat ditingkatkan mutunya .

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini, yaitu komputer, meja kerja, meja layout; harus direncanakan dengan benar. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Artwork harus dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan desain brief 3. Pengetahuan tentang korelasi artwork dan proses produksi; harus dimiliki/ dikuasai 4. Dapat merencanakan dan mengatur pekerjaan dalam team. 5. Pengetahuan/ kemampuan estimasi ttg efisiensi/ biaya produksi harus dimiliki.

Kompetensi Kunci Level

A 3

B 2

C 3

D 3

E 2

F 2

G 3

30

Kode Unit Judul Unit

GRA : PRA : 002 ( A ) Menyusun huruf / type setting (menyusun dan memilih huruf untuk keperluan mencetak)

Uraian Unit

Menyusun dan memilih huruf menjadi susunan tulisan/ naskah (type setting) yang sesuai dengan permintaan/rencana dan meme-riksa kesalahan atau kekurangan dari hasil susunan tersebut.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih dan menggunakan huruf

1.1. Fonts, dari font management diidentiikasikan sesuai permintaan klien. 1.2. Huruf dipilih dan disesuaikan untuk konsep brief dasar. 1.3. Hasil pilihan huruf diperiksa ulang disesuaikan dengan spesifikasi permintaan klien.

2. Menyusun huruf (type image)

2.1. Jenis dan ukuran huruf dipilih, digunakan yang sesuai dengan permintaan/ instruksi yang diberikan 2.2. Huruf/ tulisan disusun sesuai dengan rencana/desain tataletak yang sudah ditentukan. 2.3. Layout teks disusun dalam materi cetak seperti paragraf, leading, kerning. 2.4. Alat/ mesin penyusun huruf, seperti compugraphic atau computer digunakan.

3. Memeriksa dan mengoreksi hasil susun huruf.

3.1. Hasil susun huruf dibaca ulang, diperiksa tatabahasa, tanda baca, kerapihan, sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. 3.2. Hasil susun huruf disimpan dalam bentuk data dan dapat di pergunakan kembali bila diperlukan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi.

31

3. Peralatan dan sarana yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini, yaitu komputer, compugraphic, meja kerja; harus disediakan. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Susunan huruf harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai desain tataletaknya 3. Berbagai jenis dan ukuran huruf, alat penyusun huruf (konvensional atau komputerisasi) beserta perangkat lunaknya; harus diketahui dan dikenali. 4. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakan bahan/ alat untuk menyusun huruf, terutama komputer; harus dimiliki dan dipahami serta dikuasai. 5. Sensivitas terhadap bentuk/ susunan huruf dan kelancaran mengoperasikan alat penyusun huruf; harus dimiliki dan dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 2

C 2

D 1 1

E

F 2

G 2

32

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 003 ( A ) Mengerjakan scanning/ scanning images Memindahkan image garis, halftone, ataupun kompleks dengan mengkonversikannya ke image data komputer untuk dapat diproses selanjutnya secara elektronik.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Scanning Image garis.

1.1. Image garis disiapkan untuk di scan, di skala, di susun dengan rapih dan bersih. 1.2. Scanner, disiapkan untuk scan image garis, menggunakan software yang sesuai. 1.3. Image garis di scan, dan kemudian hasilnya diperiksa apakah sudah sesuai dengan kebutuhan job order serta proses cetak, disimpan dengan tipe file yang sesuai.

2. Scanning Image Halftone

2.1. Image halftone disiapkan untuk di scan, di skala, disususn dengan rapih dan bersih. 2.2. Scanner, disiapkan untuk scan image halftone, menggunakan software yang sesuai. 2.3. Image halftone di scan, dan kemudian hasilnya diperiksa apakah sudah sesuai dengan kebutuhan job order serta proses cetak, disimpan dengan tipe file yang sesuai.

3. Scanning Image Kompleks

3.1. Image kompleks disiapkan dan disusun dengan rapih dan bersih, sesuai spesifikasi artwork dan spesifikasi pekerjaan 3.2. Scanner disiapkan dan diatur kecerahan, kontras, hihglight & shadow, kesesuaian warna, kerapatan titik(d.p.i), masking, sesuai dengan kebutuhan spesifikasi pekerjaan. 3.3. Image kompleks di scan menggunakan software yang sesuai, hasilnya disimpan denagn tipe file yang sesuai kebutuhan.

33

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Peralatan yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. 3. Dalam melakukan pekerjaan ini harus memperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Scanning harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar, sesuai spesifikasi pekerjaan 3. Ketrampilan menggunakan komputer dan berbagai jenis scanner, flatbed maupun drum; harus dikuasai dengan lancar. 4. Pengetahuan tentang hasil scanning , scan ratio, line art dan vector yang dikaitkan dengan kebutuhan tampilan dan/ atau pencetakan; harus diketahui dan dipahami. 5. Sensitivitas terhadap hasil scanning ( bagus atau tidak ), harus dimiliki.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 1

E 1

F 2

G 2

34

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 004 (A ) Mengerjakan Reprografi ( membuat film ) Meng-copy/ memindahkan image garis/ halftone (raster) ke film/ orthofilm

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Reprografi Image Garis

1.1.Kamera disiapkan, diatur jarak, fokus serta setting untuk reprografi image garis. 1.2.Prosesor (pengembang film/ ortho film) disiapkan, bahan kimia dan temperaturnya diperiksa. 1.3.Kamera dioperasikan dengan setting yang benar dan hasilnya sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

2. Reprografi Image Halftone (Raster)

2.1.Image yang akan di repro dievaluasi, diskala, dipilih raster yang sesuai, jika warna dikonversikan ke grayscale. 2.2.Persiapan Reprografi, kamera dan lampu-lampu, diatur/ ditata. 2.3.Proses dan evaluasi hasil reprografi, sesuai dengan spesifikasi kerja. 2.4.Masalah teknis reprografi dipecahkan dan diselesaikan disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Peralatan yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 3. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Reprografi harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar, sesuai spesifikasi pekerjaan

35

3. Ketrampilan menggunakan berbagai peralatan reprogarfi harus dimiliki/ dikuasai 4. Pengetahuan tentang hasil reprografi yang dikaitkan dengan kebutuhan proses produksi/ pencetakan harus dimiliki dan dikuasai. 5. Sensitivitas terhadap hasil reprografi ( film yang baik ) harus dimiliki.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 2

E 1

F 2

G 1

36

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit Sub-Kompetensi

GRA : PRA : 005 ( A ) Menggabungkan image secara manual Melakukan layout secara manual sehingga hasilnya ready to film Kriteria Unjuk Kerja

1. Menggabungkan image warna spot dengan image 4 warna dasar secara manual.

1.1. Image dievaluasi untuk perencanaan penggabungan 1.2. Reprografi dengan cara kontak film. 1.3. Film digabungkan secara manual, disempurnakan, di retouch. 1.4. Elemen paste-up digabungkan secara manual. 1.5. Register dan gabungan image dikontrol. 1.6. Film dan artwork disiapkan.

2. Menggabungkan image 4 warna kompleks secara manual.

2.1. Tahapan penggabungan dan persiapan kerja disusun, prosentase raster yang digunakan, masking, screen ruling. 2.2. Film digabungkan : spreads, chokes, warna di separasi dengan benar. 2.3. Film diregister dengan tepat, register marks, lubang punch, trim, dihitung secara akurat. 2.4. Foto kontak diaplikasikan dengan benar.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

37

Acuan Penilaian: 1. Penggabungan image harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai spesifikasi pekerjaan 3. Berbagai jenis film, spreads, chokes, diketahui dan dikenal. 4. Pengetahuan dan ketrampilan memperhitungkan register, punch, trim secara tepat harus dimiliki dan dikuasai. 5. Sensitivitas terhadap warna, gabungan warna dasar dan perhitungan hasil cetakan harus dimiliki dam dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 2

E 1

F 2

G 2

38

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 006 ( A ) Menggabungkan image secara elektronik Melakukan layout dengan peralatan elektronik (komputer) sehingga outputnya ready to film atau ready to plate.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Menggabungkan 1.1. Tahapan penggabungan dan persiapan kerja direncanakan: data untuk pra cetak secara elektronik komputer, software yang sesuai, sistem dan kapasitas harddisk. 1.2. Data digabungkan : membuat page layout, mengaplikasikan spread dan chokes (electronic trapping) 1.3. Image ganda dibuat sesuai kebutuhan spesifikasi pekerjaan.

2. Menggabungkan 2.1. Spesifikasi pekerjaan image kompleks dikaji untuk kerja image kompleks secara elektronik. penggabungan. 2.2. Image kompleks diedit, di tusir, dikoreksi warna, disempurnakan sesuai spesifikasi pekerjaan. 2.3. Masalah teknis penyusunan halaman yang timbul pada pekerjaan penggabungan/ binding dipecahkan. 2.4. Hasil penggabungan disimpan dengan tipe file yang sesuai dan dipastikan dapat beroperasi dengan baik.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1.Penggabungan image harus dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan.

39

2.Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai spesifikasi pekerjaan 3.Media elektronik, scanning, fotografi digital diketahui dan dikenal dengan baik. 4.Pengetahuan dan ketrampilan memperhitungkan register, punch, trim secara tepat; dipahami dan dikuasai. 5.Pengetahuan tentang sistem operasi penggabungan image kompleks dan teori warna dipahami dan dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 1

C 2

D 1

E 2

F 2

G 3

40

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 007 ( A ) Menyiapkan lay out untuk siap ke film atau ke plate. Menggabungkan tulisan/naskah dengan gambar kedalam suatu sistem tata muka (layout) sesuai permintaan dalam spesifikasi pekerjaan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Menyiapkan lay out untuk proses cetak.

1.1. Sarana lay out, ukuran, sistem jilid, finishing, disiapkan. 1.2. Halaman dirancang dan komponen tata-rupa digabungkan sesuai dengan area cetak.

2. Menyiapkan lay out yang kompleks

2.1. Image secara elektronik diolah, disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan. 2.2.Masalah teknis pengolahan image diselesaikan, sesuai dengan permintaan/ spesifikasi pekerjaan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus diadakan. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penyiapan lay out harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai spesifikasi pekerjaan 3. Berbagai jenis film dan plate serta penggunaannya; harus dikenal dan dipahami. 4. Pengetahuan tentang kalkulasi dan numerasi proses cetak, ukuran kertas,

41

film dan plate beserta proses dan peruntukannya; harus dikuasai. 5. Pengetahuan tentang peralatan proses cetak dan peralatannya, material layout dan bahan-bahan, imposition dan penggabungan halaman, binding dan finishing; harus diketahui dan dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 2

F 2

G 2

42

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 008 ( A ) Membuat output image Memproses image / gambar sesuai spesifikasi pekerjaan kemudian outputnya dipindahkan ke film atau langsung ke plate.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memproses image ke film dan kertas

1.1. Peralatan , prosessor dan media disiapkan 1.2. Sistem untuk membuat output(film/kertas) diaktifkan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. 1.3. Hasilnya dievaluasi untuk tahapan selanjutnya

2. Memproses image kompleks ke film

2.1. Peralatan disiapkan, dikalibrasi. 2.2. Secara elektronik image disesuaikan dan disempurnakan. 2.3. Memproses image menjadi film sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. 2.4. Hasilnya dievaluasi, dot size, screen angles, film density. 2.5. Problem teknis diselesaikan. 2.6. Hasil pekerjaan disiapkan untuk proses selanjutnya

3. Memproses image langsung ke plate atau mesin cetak

3.1. Peralatan disiapkan, dikalibrasi. 3.2. Secara elektronik.image disesuaikan dan disempurnakan 3.3. Image diproses ke plate sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. 3.4. Hasilnya dievaluasi, dot size, screen angles, film density. 3.5. Problem teknis diselesaikan 3.6. Plate di bersihkan dan disiapkan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi,

43

3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan output image harus dikerjakan sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai desain tataletaknya 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakann komputer terutama untuk pengolahan image, dapat dipraktekkan dan dikuasai. 4. Pengetahuan tentang prosedur kalibrasi, proses data fotografi dapat dikuasai. 5. Hasil pengolahan image dapat dievaluasi dengan benar, disesuaikan dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 1

C 3

D 1

E 1

F 2

G 2

44

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 009 ( A ) Membuat proof image Melakukan pencetakan image dengan peralatan proof, untuk mengecek kualitas warna sehingga sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membuat proof image dengan proses kimiawi (manual).

1.1. Peralatan proof di set up, dibersihkan, dan disiapkan bahanbahan kimianya. 1.2. Proof diproses, diukur dengan densitometer, disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan.

2. Mengerjakan proof untuk warna spesial dan proof dengan proses digital.

2.1. Proof warna spesial di proses kemudian di cek menggunakan densitometer atau spectrophotometer. 2.2. Proof dari data digital dibuat, mesin dikalibrasi, setelah dibuat hasil dicek dengan densitometer hingga sesuai dengan spesifikasi pekerjaan

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan proof image harus dikerjakan sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakann peralatan proof, harus dimiliki.

45

4. Pengetahuan tentang proses cetak, prosedur kalibrasi, teori warna, harus dikuasai. 5. Hasil proof dapat dievaluasi dengan benar, disesuaikan dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 2

F 2

G 1

46

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 010 ( A ) Membuat dan mencetak-coba plate relief. Membuat plate dan melakukan pengecekan dengan menggunakan mesin proof untuk plate relief – printing agar hasilnya sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membuat plate relief dengan peralatan pembuat plate relief

1.1. Alat pembuat plate disiapkan dan di periksa : pengontrol pencahayaan, vacuum, prosesor dan bahan-bahan kimianya. 1.2. Plate dibuat sesuai dengan spesifikasi pekerjaan menggunakan alat yang telah disiapkan.

2. Plate di proof (cetak-coba)

2.1. Plate di proof dan di periksa sesuai spesifikasi pekerjaan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Unit inidi berlakukan pada industri/ usaha grafika yang telah menggunakan pembuatan plate relief. 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan plate harus dikejakan sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakan peralatan pembuat plate harus dimiliki

47

4. Pengetahuan tentang proses cetak dan proses kimia pembuatan plate harus dikuasai 5. Hasil cetak-coba plate dapat dievaluasi dengar benar, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 1

G 2

48

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 011 ( A ) Membuat plate offset lithography Membuat Plate cetak offset lithografi dari film atau plate (vynil acetate), termasuk persiapan dari permukaan plate, penyinaran, proses kimiawi dan finishing.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih dan menyiapkan plate

1.1. Spesifikasi pekerjaan dimengerti 1.2. Plate dipilih sesuai kebutuhan spesifikasi pekerjaan 1.3. Plate disiapkan sesuai spesifikasi mesin cetak yang akan digunakan.

2. Mengerjakan plate dengan alat pembuat plate offset lithography

2.1. Plate disinari, tempat dibersihkan, film posisikan tepat, vacuum, penyinaran secara tepat dan benar. 2.2. Plate setelah disinari diproses. 2.3. Plate diperiksa kualitasnya, disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan. 2.4. Plate dilindungi dan di siapkan untuk proses selanjutnya.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang membuat plate offset lithography 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan plate offset harus dikerjakan sesuai dengan instruksi/ permintaan.

49

2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakan peralatan pembuat plate harus dimiliki 4. Pengetahuan tentang proses cetak dan proses pembuatan plate offset harus dikuasai 5. Memiliki kemampuan untuk mengevaluasi hasil pembuatan plate disesuaikan dengan kebutuhan klien / pesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 1

G 1

50

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 012 ( A ) Membuat plate photopolymer untuk mesin flexography Membuat Plate photopolymer untuk mesin cetak flexography, dari film atau plate (vynil acetate), termasuk persiapan dari permukaan plate, penyinaran, proses kimiawi dan finishing.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih dan tahapan proses plate plate

1.1. Plate photopolymer untuk mesin cetak flexography dipilih sesuai dengan spesifiksi pekerjaan. 1.2. Tahapan proses, film negatif diperiksa dan diujicoba untuk mendapatkan masking yang tepat.

2. Membuat plate

2.1. Penyinaran menggunakan vacuum dan pengukur untuk memdapatkan hasil sesuai spesifikasi pekerjaan. 2.2. Plate diproses dengan bahan kimia yang sesuai, dan terdaftar 2.3. Plate dikeringkan menggunakan oven pengering dengan suhu dan waktu yang sesuai.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan berlaku pada industri/ usaha grafika yang membuat plate photopolymer flexography. 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Plate photopolymer flexography dibuat harus sesuai dengan

51

instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan menggunakan peralatan pembuat plate. 4. Memiliki Pengetahuan tentang proses cetak dan proses pembuatan plate photopolymer flexography; harus dimiliki dan dikuasai. 5. Hasil pembuatan plate dapat dievaluasi dengan benar, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

52

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 013 (A ) Membuat plate photopolymer untuk pad printing Membuat plate photopolymer untuk mesin pad printing, dari film atau flat (vynil acetate), termasuk persiapan dari permukaan plate, penyinaran, proses kimiawi dan finishing.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih dan tahapan proses plate plate

1.1. Plate photopolymer untuk mesin cetak flexography dipilih sesuai dengan spesifiksi pekerjaan. 1.2. Tahapan proses, film positif diperiksa kerapatannya, hindari udara yang terjebak, vacuum frame diperiksa. 1.3. Alat penyinaran dipanaskan elemen UVnya.

2. Membuat plate

2.1. Untuk Penyinaran digunakan Vacum , pengukur dan screen film positif untuk mendapatkan hasil sesuai spesifikasi pekerjaan. 2.2. Plate diproses dengan bahan kimia yang sesuai, dan terdaftar. 2.3. Plate dikeringkan dengan ditiup udara panas, kemudian menggunakan oven pengering dengan suhu dan waktu yang sesuai.

Persyaratan Unjuk Kerja :

Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang membuat plate photopolymer pad printing 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

53

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan photopolymer untuk pad printing harus dikerjakan sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakan peralatan pembuat plate harus dikuasai 4. Pengetahuan tentang proses cetak dan proses pembuatan plate photopolymer untuk pad printing harus dipahami dan dikuasai. 5. Hasil pembuatan plate dapat dievaluasi dengan benar, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

54

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 014 ( A ) Membuat plate ganda untuk beberapa image Menyiapkan plate untuk persiapan mencetak dalam jumlah yang banyak, sehingga plate dibuat lebih dari satu.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membuat tahapan dan lay out yang berulang.

1.1. Informasi permintaan klien dimengerti untuk dibuat tahapan dan layout yang berulang. 1.2. Hasil layout disimpan sebagai data untuk digunakan bila diperlukan kemudian. 1.3. Persediaan bahan baku plate diperiksa.

2. Menyiapkan tahapan dan mesin pengulang plate

2.1. Film dipasang secara tepat 2.2. Mask, mounting foils dipasang secara tepat 2.3. Film atau plate di punch, di load dan disinari sesuai spesifikasi pekerjaan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang membuat plate ganda 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku di perusahaan, harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan plate harus dikerjakan sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Pengetahuan dan ketrampilan menggunakan peralatan pembuat plate harus dimiliki

55

4. Pengetahuan tentang proses cetak dan proses pembuatan plate harus dikuasai. 5. Hasil pembuatan plate dapat dievaluasi dengan benar, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

56

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 015 ( A ) Membuat silinder gravure secara manual Membuat acuan cetak berupa silinder untuk mesin cetak gravure, dikerjakan secara manual, dengan tahapan di coating, di sinari, kemudian diproses etsa kimiawi.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih silinder

1.1. Job order/spesifikasi pekerjaan dipahami. 1.2. Silinder dipilih sesuai spesifikasi pekerjaan

2.

Melapisi (coat) dan menyinari silinder

2.1. Peralatan coating dan peralatan penyinaran diperiksa 2.2. Penyinaran dikontrol menggunakan pengukur dan densitometer 2.3. Silinder dilapisi kemudian disinari, diperiksa autotrons, tracker lines ditempatkan sesuai job order.

3. Mengembangkan 3.1. Silinder diproses di tangki pengembang, sesuai spesifikasi dan mengetsa silinder pekerjaan. 3.2. Silinder dietsa dalam bak etsa, dikerjakan sesuai spesifikasi pekerjaan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang membuat silinder gravure secara manual 5. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

57

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan silinder gravure harus disesuaikan dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Ketrampilan menggunakan peralatan pembuat silinder gravure harus dikuasai. 4. Pengetahuan dan ketrampilan tentang proses cetak dan proses pembuatan silinder gravure harus dimiliki dan dikuasai. 5. Hasil pembuatan silinder gravure dapat dievaluasi dengan kemampuan yang memadai, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 1

E 1

F 2

G 2

58

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PRA : 016 ( A ) Membuat silinder gravure secara elektronik Membuat acuan cetak berupa silinder untuk mesin cetak gravure, dikerjakan secara elektronik, dengan tahapan di coating dengan opel, kemudian di engrave secara elektronik.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih silinder 1.1. Job order/ spesifikasi pekerjaan dipahami 1.2. Silinder dipilih sesuai spesifikasi pekerjaan

2. Membuat gravure pada silinder secara elektronik

2.1. Opel diperiksa dan dianalisa, kemudian di lapiskan secara manual 2.2. Silinder di engrave secara elektronik sesuai spesifikasi pekerjaan 2.3. Silinder diproses untuk finishing.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang membuat silinder gravure secara elektronik 5. Dalam proses pembuatan ini harus memperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pembuatan silinder gravure harus dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar. 3. Ketrampilan menggunakan peralatan pembuat silinder gravure harus dikuasai.

59

4. Pengetahuan dan ketrampilan tentang proses cetak dan proses pembuatan silinder gravure harus dipahami dan dikuasai. 5. Hasil pembuatan silinder gravure dapat di evaluasi, dengan kemampuan yang baik, sesuai dengan kebutuhan klien / spesifikasi pekerjaan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

60

2. Unit Standar Kompetensi Grafika : Bagian/ Kelompok Cetak.
No 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kode Unit GRA :CTK : 001 (A) GRA :CTK : 002 (A) GRA :CTK : 003 (A) GRA :CTK : 004 (A) GRA :CTK : 005 (A) GRA :CTK : 006 (A) GRA :CTK : 007 (A) GRA :CTK : 008 (A) GRA :CTK : 009 (A)

Judul Unit Mengoperasikan mesin cetak tinggi (letter press) Mengoperasikan mesin cetak intaglio Mengoperasikan mesin cetak rotogravure Mengoperasikan mesin cetak flexography Mengoperasikan mesin pad printing Mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet) Mengoperasikan mesin cetak offset gulungan (web) Mengoperasikan mesin cetak digital Memproduksi cetakan dengan cetak saring /sablon

61

UNIT STANDAR KOMPETENSI CETAK Kode Unit Judul Unit Uraian Unit GRA : CTK : 001 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak tinggi(letter press) Proses cetak tinggi/ letterpress/ relief printing dimana acuan cetak terdiri dari dua ketinggian yang berbeda, untuk membuat impresi, image yang lebih tinggi ditintai yang kemudian dialihkan dengan menaruh kertas diatasnya dan di tekan. Sub-Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1.

Membaca perintah kerja.

1.1. Perintah kerja dibaca, dimengerti dan dilaksanakan sesuai perintah kerja 1.2. Diuraikan dengan membuat Lembar Perintah Kerja (LPK). 1.3. Acuan cetak dipersiapkan sesuai dengan LPK

2.

Melakukan persiapan mesin

2.1. Mesin dipersiapkan sesuai prosedur yang berlaku 2.2. Kelengkapan alat-alat cetak & chemical serta aditif lainnya diperiksa. 2.3. Mesin dinyalakan. 2.4. Perlengkapan peralatan diperiksa dari kemungkinan gangguan 2.5. Lampu-lampu indikator diperiksa

3.

Melakukan persiapan cetak/ make ready

3.1. Persiapan cetak dilakukan 3.2. Acuan cetak dipersiapkan dan dipasang pada posisi yang tepat dengan prosedur sesuai dengan format yang akan dicetak. 3.3. Bantalan cetak & Underlay/ legger dipasang, diatur ketebalannya sesuai kebutuhan. 3.4. Rol-rol tinta disesuaikan sesuai dengan ketentuan 3.5. Tinta disiapkan dan dimasukkan pada bak tinta. 3.6. Supply tinta diatur sesuai kebutuhan 3.7. Kertas disiapkan dan disusun pada meja pengumpan 3.8. Tekanan cetak. & format / anleg diatur 3.9. Cetak coba (proofing) dilakukan.

62

4.

Mencetak/ running

4.1. Dilakukan pencetakan/ running 4.2. Kualitas cetak dijaga sesuai contoh 4.3. Kestabilan warna dijaga 4.4. Format & tekanan cetak diperiksa 4.5. Kualitas cetak diperiksa 4.6. Mesin dimatikan

5.

Melakukan analisa hasil

5.1. Hasil produksi dianalisa setelah selesai cetak. 5.2. Kualitas hasil cetak dievaluasi sesuai contoh

produksi setelah 5.3. Hasil produksi di catat dan didata menggunakan format yang selesai cetak telah ditetapkan 5.4. Dibuat laporan cetak yang mencakup waktu kerja, pemakaian tinta, maupun chemical yang dipakai. 5.5. Hasil cetak ditempatkan pada tempat yang telah ditentukan.

6. Membersihkan mesin.

6.1. Mesin dibersihkan 6.2. Acuan cetak dicuci dengan bahan pencucian yang tepat. 6.3. Kotoran tinta di mesin dibersihkan 6.4. Rol-rol tinta dicuci 6.5. Mesin dibersihkan dan dirawat sesuai prosedur untuk pemakaian selanjutnya. 6.6. Listrik dimatikan.

Persyaratan Unjuk Kerja : Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin dengan kecepatan tinggi.

63

5. Unit ini diberlakukan juga pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin numerota. 6. Dalam proses pembuatan ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya-jawab. 2. Pengetahuan/ informasi yang relevan dengan pekerjaan ini dikuasai. 3. Pengetahuan matematika terpakai untuk mengetahui penggunaan bahan dan peralatan dipelajari dan dikuasai. 4. Pengetahuan teknologi mekanik untuk mengetahui dan mengatasi gangguan pada mesin dipelajari dan dikuasai. 5. Pengetahuan tentang bahan kebutuhan cetak 6. Buku panduan (operation manual) mesin cetak dipelajari dan digunakan. 7. Faktor kondisi lingkungan yang mempengaruhi karekteristik bahan, dipahami.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 2

E 2

F 2

G 1

64

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 002 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak intaglio Metode cetak menggunakan proses cetak ceruk atau intaglio. Cerukceruk ini berfungsi sebagai penahan tinta dan membentuk image ketika kertas melewati pelat ini.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membaca perintah kerja

1.1. Ketentuan kerja dibaca dan diinterpretasikan berdasarkan dokumen kerja atau sistem kontrol produksi.

2. Melakukan persiapan mesin

2.1. Mesin dihidupkan. 2.2. Mesin dan perlengkapan yang akan digunakan dicek. 2.3. Pelat cetak diperiksa secara cermat, kemudian dipasang 2.4. Landasan cetak dan impression rubber cloth 2.5. Pelat dan impression disesuaikan 2.6. Tinta dipasang pada tempatnya dan disesuaikan 2.7. Wiping cylinder dipasang dan disesuaikan. 2.8. Larutan penyapu dihidupkan dan dialirkan 2.9. Penyapuan disesuaikan 2.10.Lembar kertas disusun pada feeder 2.11.Pencetakan dicoba / proof 2.12.Hasil cetak diperiksa/ diamati.

3. Mencetak/ running

3.1. Pencetakan dilakukan/ running 3.2. Hasil cetak/ sampling diperiksa secara teratur setiap saat 3.3. Posisi anleg, tinta dan wiping cylinder diperiksa dan diperbaiki 3.4. Mesin dihentikan 3.5. Hasil cetak ditampung dan disimpan/ pengeringan 3.6. Hasil produksi cetak dianalisa.

4. Melakukan Perawatan

4.1. Mesin dan peralatannya dibersihkan 4.2. Dikembalikan pada posisi netral.

65

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. 2. 3. 4. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. Unit ini, diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin dengan kecepatan tinggi 5. Unit ini, diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin intaglio. 6. Dalam mempersiapkan mesin ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan ilmu dan bahan grafika; harus dikuasai dan dipahami. 3. Pengetahuan teknologi mekanik untuk mengetahui dan mengatasi jika ada gangguan pada mesin; harus dimiliki. 4. Pengetahuan standar operasi manual mesin cetak intaglio; harus dikuasai. 5. Pengetahuan tentang bahan kebutuhan cetak, tinta, kertas; harus dipahami. 6. Pengetahuan masalah larutan yang relevan dengan pencetakan intaglio, dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 2

66

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 003 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak Rotogravure Metode cetak menggunakan silinder metal yang dietsa menjadi jutaan ceruk yang menahan tinta dan membentuk image ketika kertas melewati silinder ini.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Membaca perintah kerja

1.1. Ketentuan kerja dibaca dan diinterpretasikanberdasarkan dokumen kerja atau sistem kontrol produksi.

2.

Melakukan persiapan mesin

2.1. Persiapan mesin dilakukan 2.2. Mesin dan peralatan disiapkan sesuai prosedur hingga siap pakai 2.3. Mesin dicoba jalan / test jalan 2.4. Peralatan dan bahan yang diperlukan dipersiapkan.

3.

Melakukan persiapan cetak (make ready)

3.1. Persiapan cetak (make ready) dilakukan 3.2. Tinta cetak dituangkan pada bak tinta dan diukur keencerannya (viskositas) 3.3. Pisau tinta (rakel) dipasang, diatur sudutnya sesuai SOP 3.4. Bahan cetak dipasang pada unit pemasukan (paster) 3.5. Bahan cetak diatur sesuai dengan lintasannya (webbing) 3.6. Folder disesuaikan sesuai dengan format (untuk cetakan majalah) 3.7. Penggulung (rewinder) diatur sesuai SOP. 3.8. Alat-alat pengamanan disesuaikan dan diaktifkan 3.9. Pengering (dryer) diaktifkan menurut prosedur 3.10. Mesin pengkasar (treatment) diaktifkan, bila untuk mencetak diatas foil 3.11. Mesin dijalankan 3.12. Cetak coba (proof) dilakukan 3.13. Pengatur register dihidupkan sesuai SOP

67

3.14. Alat-alat pengamanan disesuaikan.

4.

Mencetak/ running

4.1. Melakukan pencetakan/ running 4.2. Pengering diatur 4.3. Posisi pisau rakel disesuaikan sesuai kebutuhan 4.4. Hasil cetak diperiksa secara sampling (acak) 4.5. Hasil cetak disesuaikan dengan model 4.6. Mesin dihentikan 4.7. Hasil cetak ditampung, disimpan/ pengeringan 4.8. Hasil produksi cetak dianalisa dan dilakukan pendataan

5.

Melakukan perawatan mesin

5.1. Perawatan mesin dilakukan. 5.2. Mesin dan peralatannya dibersihkan untuk pemakaian berikutnya

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin Rotogravure. 5. OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan matematika terpakai untuk menghitung bahan harus dikuasai. 3. Pengetahuan teknologi mekanik untuk mengetahui dan mengatasi jika ada gangguan pada mesin.

68

4. Pengetahuan tentang bahan kebutuhan cetak, tinta, kertas, dipelajari/ dipahami. 5. Pengetahuan tentang standar kepekatan (Density) tinta, Standar Register dan Standar ketepatan posisi cetak, dipelajari dan dipahami. 6. Buku panduan (Operation Manual ) mesin cetak yang dipakai, dipelajari. 7. Faktor kondisi lingkungan yang mempengaruhi karakteristik bahan, diketahui.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 1

E 1

F 2

G 2

69

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 004 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak flexography Metoda cetak pada web press menggunakan plate karet atau plastik dengan image yang ditonjolkan. Metoda ini disebut juga cetakan aniline karena tinta flexography awalnya menggunakan pewarna aniline. Sebuah rotary letterpress memproses cetakan dari karet atau plate yang fleksibel dengan mengunakan tinta yang cepat kering. Metode ini terutama digunakan untuk mencetak pembungkus.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membaca perintah kerja

1.1. Ketentuan kerja dibaca dan diinterpretasikan berdasarkan dokumen kerja atau sistem kontrol produksi.

2. Memasang dan mem proof plate flexography.

2.1. Plate flexography dipasang 2.2. Plate flexography disiapkan plate silinder disiapkan. 2.3. Plate flexography dipasang dan diproof pada mesin proof.

3. Menyiapkan pencetakan flexography.

3.1. Pencetakan flexography disiapkan 3.2. Ketentuan kerja dari dokumen kerja atau sistem kontrol produksi dibaca dan dinterpretasikan. 3.3. Transportasi reel dan sistem delivery dipasang. 3.4. Tinta dan solvents.dipilih dan disiapkan 3.5. Mesin disiapkan untuk pencetakan flexography. 3.6. Unit in-line dipasang untuk proses dasar. 3.7. Proof run dilakukan 3.8. Pemeriksaan proof dan pengujian dilakukan. 3.9. Setting disesuaikan dengan laju produksi.

4. Membuat produk cetakan dengan 70

4.1. Ketentuan kerja dari dokumen kerja atau sistem kontrol produksi dibaca dan diinterpretasikan.

Teknik flexography

4.2. Dilakukan pengawasan terhadap berjalannya sistem transportasi reel pada mesin web-fed. 4.3. Dilakukan pengawasan terhadap berjalannya sistem reel delivery pada mesin web-fed. 4.4. Dilakukan pengawasan terhadap berjalannya proses pencetakan. 4.5. Dilakukan pengawasan terhadap proses in-line dan proses produksi. 4.6. Hasil cetakan dikonsultasikan apakah sudah sesuai dengan joborder. 4.7. Masalah-masalah operasional pada mesin flexography diidentifikasi dan diinvestigasi. 4.8. Proses produksi dihentikan dan mesin dimatikan. 4.9. Mesin cetak dibersihkan dan dicuci. 4.10.Laporan pada job-order diisi.

Persyaratan Unjuk Kerja :

1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang menggunakan peralatan mesin flexography. 5. Dalam mempersiapkan mesin ini, harus dipatuhi OH & S yang berlaku di perusahaan.

Acuan Penilaian:

1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan penggunaan kontrol yang terkomputerisasi, harus dimiliki.

71

3. Pengetahuan tentang rotografi, pemasangan silinder, sleeve, in line, unit cetak dan unit pengeringan; harus dimiliki dan dikuasai. 4. Pengetahuan reel dan kontrol web; harus dikuasai. 5. Pengetahuan tentang tinta dan zat-zat aditif lainnya; harus dimiliki. 6. Sumber-sumber informasi yang relevan, dapat dicari dan dimanfaatkan.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 2

E 1

F 2

G 1

72

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 005 ( A ) Mengoperasikan mesin pad printing Metode pad printing adalah metoda untuk mencetak diatas permukaan benda-benda yang tidak datar.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Persiapan untuk pencetakan dengan metode pad printing

1.1. Printing plates(cliches) dipasang pada plate holders. 1.2. Tampons (printing pads) dipasang ke mesin. 1.3. Peralatan disesuaikan pada alas mesin atau conveyor 1.4. Tinta dan aditif dipilih dan disiapkan. 1.5. Mesin disiapkan untuk produksi. 1.6. Pre dan Post treatment proses in-line disiapkan. 1.7. Dilakukan proof run. 1.8. Hasil proof dan pencobaan diperiksa. 1.9. Setelan mesin disesuaikan ulang.

2.

Memproduksi cetakan dengan metode pad printing.

2.1.Produksi cetak pad printing dijalankan. 2.2.Jalannya proses pencetakan pad printing diawasi. 2.3.Jalannya sistem in-line diawasi. 2.4.Proses produksi diawasi 2.5.Problem mesin pad printing diidentifikasi dan diinvestigasi 2.6.Kesalahan-kesalahan kecil pada mesin dibetulkan 2.7.Hasil cetakan dikonsultasikan apakah sudah sesuai dengan job-order. 2.8.Proses produksi dihentikan dan mesin dimatikan 2.9.Setelah proses cetak berhenti mesin dibersihkan dan dicuci. 2.10. Laporan pada job-order diisi.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaanharus dipatuhi.

73

3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri grafika yang menggunakan mesin pad printing. 5. Dalam proses produksi dengan mesin ini OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan penggunaan kontrol yang terkomputerisasi, harus dikuasai. 3. Pengetahuan tentang mode perputaran mesin yang berbeda, harus dimiliki. 4. Pengetahuan tentang pads, persyaratan pre dan post treatment, harus dikuasai. 5. Pengetahuan tentang tinta untuk pad printing dan zat-zat aditif lainnya dimiliki. 6. Sumber-sumber informasi yang relevan dapat dicari dan dimanfaatkan

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

74

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 006 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet fed offset) Metode offset adalah metoda cetak tak langsung, dimana image pada press plate yang telah ditinta dipindahkan ke blanket karet dahulu, kemudian baru dipindahkan (offset) ke kertas. Pada sheet fed offset bahan baku cetak menggunakan kertas lembaran.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membaca perintah kerja

1.2. Ketentuan kerja dibaca dan diinterpretasikan berdasarkan dokumen kerja atau sistem kontrol produksi.

2. Melakukan persiapan mesin

2.1. Persiapan mesin dilakukan sesuai keperluan spesifik 2.2. Mesin dan perlengkapan yang akan digunakan dicek. 2.3. Alat pengaman operator diperiksa 2.4. Fungsi tombol-tombol indikator diperiksa

3. Melakukan persiapan cetak

3.1. Kertas disiapkan dan disusun pada unit pemasukan 3.2. Alat deteksi kertas rangkap (double sheet detector) dan alat penanganan lainnya disesuaikan sesuai dengan kebutuhan spesifik 3.3. Pelat cetak dipasang dan disesuaikan sesuai prosedur 3.4. Tinta cetak dipasang dan air pembasah (untuk offset basah) dipersiapkan sesuai SOP 3.5. Cetak paper run / cetak coba, register dan kerataan tinta dilakukan sesuai SOP. 3.6. Hasil cetak-coba diperiksa sebaik-baiknya. 3.7. Contact line antar rol-rol diperiksa sesuai ketentuan 3.8. Evaluasi dilakukan terhadap permasalahan hasil cetak untuk peningkatan kualitas hasil cetak.

75

4. Mencetak / Produksi (running)

4.1. Pencetakan / produksi (running) dilakukan. 4.2. Kualitas cetak sesuai contoh dikontrol secara periodik. 4.3. Kestabilan warna dijaga dengan alat bantu. 4.4. Mesin dimatikan secara prosedural setelah selesai produksi

5. Melakukan analisa hasil produksi dan perawatan setelah selesai cetak.

5.1. Melakukan analisa hasil produksi dan perawatan setelah selesai cetak. 5.2. Penilaian kualitas hasil cetak 5.3. Pendataan hasil produksi dilakukan sesuai SOP 5.4. Mesin dan peralatan dibersihkan dan dirawat untuk pemakaian berikutnya.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang telah menggunakan peralatan mesin offset dengan kecepatan tinggi (high speed). 5. Dalam mempersiapkan mesin ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan matematika terpakai untuk menghitung bahan, harus dimiliki. 3. Pengetahuan teknologi mekanik untuk mengetahui dan mengatasi jika ada gangguan pada mesin, harus dikenali. 4. Pengetahuan tentang bahan kebutuhan cetak yang harus dimiliki.

76

5. Pengetahuan tentang standar kepekatan (Density) tinta, Standar Register dan Standar ketepatan posisi cetak. 6. Buku panduan (Operation Manual ) mesin cetak yang dipakai 7. Karakteristik bahan yang dipengaruhi faktor kondisi lingkungan; harus dipahami.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 3

D 2

E 2

F 2

G 2

77

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 007 ( A ) Mengoperasikan mesin Cetak Offset Gulungan (Web fed offset) Metode offset adalah metoda cetak tak langsung, dimana image pada press plate yang telah ditinta dipindahkan ke blanket karet dahulu, kemudian baru dipindahkan (offset) ke kertas. Pada Web fed offset bahan baku cetak menggunakan kertas gulungan.

Sub-Kompetensi 1. Membaca perintah kerja

Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami 1.2. Ketentuan kerja dibaca dan diinterpretasikan berdasarkan sistem kontrol produksi.

2.

Melakukan persiapan mesin

2.1. Persiapan mesin dilakukan sesuai keperluan spesifik 2.2. Mesin dan perlengkapan yang akan digunakan dicek 2.3. Fungsi-fungsi kontrol dan pengamanan mesin diperiksa

3.

Melakukan persiapan cetak/ make ready

3.1. Persiapan cetak/ make ready dilakukan 3.2. Kertas, plat dan chemical dan bahan additive lainnya disiapkan 3.3. Unit pernasukan kertas dan tension kertas dan unit pengeluaran kertas (Format folder) disesuaikan. 3.4. Plat cetak dipasang pada posisi yang tepat. 3.5. Tinta cetak dipasang dan air pembasah (untuk offset basah) dipersiapkan sesuai SOP 3.6. Kertas rol pada unit pernasukan (Paster) dipasang dan disiapkan 3.7. Kertas dipasang pada lintasannya (Webbing) sampai unit pelipat. Alat-alat pengaman dan pengikat hasil cetakan disesuaikan. 3.8. Alat-alat impression, pendingin (Chiller) atau pengering

78

(Dryer) disesuaikan dengan kebutuhan, 3.9. Cetak coba dilakukan, sekaligus disesuaikan register, kerataan tinta, warna dan ketepatan pelipatan pada folder dilakukan sesuai SOP, 3.10. Hasil cetak-coba diperiksa dengan cermat. 3.11. Contact line antar rol-rol diperiksa sesuai ketentuan 3.12. Dilakukan evaluasi terhadap permasalahan hasil cetak untuk peningkatan kualitas hasil cetak.

4.

Mencetak / Produksi (running)

4.1. Kualitas cetak dikontrol sesuai contoh dan standar yang ada secara periodik. 4.2. Kestabilan cetak dan tegangan kertas dijaga 4.3. Mesin dimatikan secara prosedural setelah selesai produksi

5.

Melakukan analisa hasil produksi dan perawatan setelah selesai cetak.

5.1. Dilakukan analisa hasil produksi dan perawatan setelah selesai cetak 5.2. Dilakukan penilaian kualitas hasil cetak 5.3. Hasil produksi dilakukan pendataan sesuai Standard Operation Procedure 5.4. Mesin dan peralatan dibersihkan dan dirawat untuk pemakaian berikutnya.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan unit harus disediakan.

79

4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang telah menggunakan peralatan mesin offset gulungan (Web offset) dengan kecepatan tinggi (High speed). Dalam mempersiapkan mesin ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, 5. OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan matematika terpakai untuk menghitung bahan harus dikuasai. 3. Pengetahuan teknologi mekanik untuk mengetahui dan mengatasi jika ada gangguan pada mesin; harus dimikili dan dikuasai. 4. Pengetahuan tentang bahan kebutuhan cetak ; harus dikuasai/ dipahami. 5. Pengetahuan tentang standar kepekatan (Density) tinta, Standar Register dan Standar ketepatan posisi cetak harus diketahui dan dipahami. 6. Buku panduan (Operation Manual ) mesin cetak yang dipakai 7. Faktor lingkungan yang mempengaruhi karakteristik bahan, harus dipahami.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 3

D 2

E 2

F 2

G 2

80

K ode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : CTK : 008 ( A ) Mengoperasikan mesin cetak digital. Proses pencetakan digital mengkombinasikan imaging laser atau LEDs dengan plate drums dan tinta. Pencetakan Digital mulai dari offset designs sampai ke laser printer berkecepatan tinggi menawarkan berbagai keunggulan dan kualitas cetak. Pencetakan dengan Digital printing tidak hanya mencetak image dokumen secara langsung tetapi juga mengotomatisasi mengaturan dokumen dan menjadi langsung cetak dengan menghilangkan proses film, plate dan tinta berbasis air. Cara pencetakan ini membawa pencetakan professional lebih dekat ke desktop, sehingga lebih menghemat proses dan biaya.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Menyiapkan pencetakan dengan digital printing.

1.1. Ketentuan pekerjaan dari dokumen kerja atau sistem kontrol produksi dibaca dan dinterpretasikan 1.2. Sistem penintaaan/ catridge pada mesin diseleksi dan dipasang 1.3. Sistem reel transportation pada mesin web-fed disiapkan 1.4. Sistem sheet transportation pada mesin sheet-fed. disiapkan 1.5. Reel delivery system disiapkan pada mesin web-fed 1.6. Sheet delivery system disiapkan pada mesin sheet-fed. 1.7. Data diasess 1.8. Unit in-line untuk proses dasar disiapkan 1.9. Proof atau off-line proof dijalankan 1.10.Inspeksi proof dan/atau pengujian dilakukan 1.11.Penyesuaian dilakukan 1.12.Kerja Reel transportation system pada mesin web-fed diawasi .

2.Membuat produk 2.3. cetak dengan teknik 2.4. digital 2.5.

Kerja Sheet transportation system mesin sheet-fed diawasi Reel delivery system pada mesin web-fed diawasi jalannya Sheet delivery system pada mesin sheet-fed diawasi jalannya

81

2.6. 2.7. 2.8. 2.9.

Sistem cetak non impact diawasi beroperasinya Proses basic in-line diawasi Proses produksi diawasi Hasil cetakan dikonsultasikan; sesuaikah dengan job-order?

2.10. masalah opersional mesin diidentifikasi dan diinvestigasi 2.11. Kesalahan-kesalahan kecil pada mesin dibetulkan Persyaratan Unjuk Kerja :. 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang telah menggunakan peralatan mesin cetak digital. 5. Dalam mempersiapkan mesin ini harus diperhatikan Standard Operation Procedure yang berlaku ditempat kerja, OH & S yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi. Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya jawab. 2. Pengetahuan tentang proses cetak : sistem penintaan dan imaging, transportasi sheet atau web delivery, proses in line; harus dikuasai. 3. Pengetahuan dan ketrampilan teknologi komputer, penggunaan kontrol yang terkomputerisasi; harus dikuasai. 4. Informasi yang relevan dengan pekerjaan dicari dan dimanfaatkan.

5. Buku Panduan (Operation Manual ) mesin cetak dapat dipahami/ digunakan untuk menyelesaikan masalah yang timbul pada proses pencetakan. Kompetensi Kunci Level A 2 B 2 C 3 D 2 E 2 F 2 G 2

82

Kode Unit Judul Unit

GRA : CTK : 009 ( A ) Memproduksi catakan dengan cetak saring(sceen printing)/ sablon

Uraian Unit

Metode cetak menggunakan proses cetak screen printing , yaitu pencetakan dengan menggunakan rakel untuk menekan tinta menembus lubang-lubang saringan yang terbuat dari barang tenunan atau stencil.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Membaca perintah kerja

1.1. Perintah (job order)kerja dibaca dan dipahami 1.2. Ketentuan kerja dinterpretasikan berdasarkan dokumen kerja atau sistem kontrol produksi.

2.

Mempersiapkan peralatan

2.1. Bingkai dan screen disiapkan sesuai dengan kebutuhan. 2.2. Bahan peka cahaya disiapkan beserta film/kalkir/model untuk di afdruk. 2.3. Bahan pembersih/pencuci (M3, M4 atau soda api) disiapkan. 2.4. Meja sablon, rakel ditempatkan pada tempatnya. 2.5. Tinta disiapkan.

3.

Melakukan cetak coba

3.1. Proses pernindahan gambar/afdruk dilakukan dengan cahaya matahari atau lampu TL sesuai dengan kebutuhan dan langsung dicuci. 3.2. Bingkai dan screen dipasang pada meja kerja sekaligus memasang anleg nya. 3.3. Tinta dituangkan pada screen secukupnya dan diratakan dengan rakel guna melihat hasil uji coba cetak diatas bahan kertas, plastik, dll.

83

3.4. Hasil uji cetak diteliti warna dan ketepatannya sesuai contoh.

4.

Mencetak produksi/ running

4.1. Produksi dilaksanakan/ dijalankan. (Running) 4.2. Warna tinta dijaga kestabilannya . 4.3. Kualitas, hasil cetak dijaga kestabilannya.

5.

Merapikan dan menghitung hasil produksi

5.1. Hasil produksi dirapikan dan dihitung 5.2. Perangkat alat screen printing dibersihkan dan dirapikan, guna pemakaian selanjutnya. 5.3. Hasil screen printing dilaporkan

Persyaratan Unjuk Kerja :. 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Dalam mempersiapkan proses kerja ini harus diperhatikan standard operation procedure yang berlaku ditempat kerja dan harus di patuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian/ pengujian dapat dilakukan ditempat kerja dengan metode observasi dan tanya 84

jawab. Dikuasai ketrampilan mengganti tiga buah screen dengan variasi tingkat mesh dan tipe tinta menggunakan peralatan otomatis dan disesuaikan dengan standar tempat kerja, berdasarkan daftar kriteria unjuk kerja. 2. Dimiliki kompetensi menyiapkan screen, fixed, atau microchase dan mengatur mesh dengan tepat. Dimiliki kompetensi mencari dan memanfaatkan informasi yang relevan dari berbagai sumber. 3. Dimiliki kompetensi membuat cetakan multiwarna, menggunakan teknik manual yang disesuaikan dengan standar tempat kerja dan daftar kriteria, unjuk kerja. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 1 F 2 G 1

85

3. Unit Standar KompetensiGrafika : Bagian/ Kelompok Purnacetak.
No. 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Judul Unit Mengerjakan pelipatan lembar cetakan secara manual. Mengerjakan pelipatan lembar cetakan dengan mesin. Menyusun-gabung lembar cetakan secara manual Menyusun-gabung lembar cetakan dengan mesin. Mengerjakan laminating. Memvernis. Memotong kertas secara manual. Memotong kertas dengan mesin otomatis. Menjilid secara manual. Menjilid dengan mesin jilid lem panas Menjilid dengan mesin jilid jahit kawat. Menjilid dengan mesin jilid jahit benang. Membuat pisau pon/ ril/ embossing cetak. Mengepon hasil cetak dan hasil embos. Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) secara manual. Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) dengan mesin. Kode Unit GRA :PUR : 001(A) GRA :PUR : 002(A) GRA :PUR : 003(A) GRA :PUR : 004(A) GRA :PUR : 005(A) GRA :PUR : 006(A) GRA :PUR : 007(A) GRA :PUR : 008(A) GRA :PUR : 009(A) GRA :PUR : 010(A) GRA :PUR : 011(A) GRA :PUR : 012(A) GRA :PUR : 013(A) GRA :PUR : 014(A) GRA :PUR : 015(A) GRA :PUR : 016(A)

86

UNIT KOMPETENSI PURNA CETAK Kode Unit Judul Unit Uraian Unit GRA : PUR : 001 ( A ) Mengerjakan pelipatan lembaran hasil cetakan secara manual Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam pekerjaan susun-gabung lembar kertas / hasil cetakan secara manual. Sub-Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1. Mempersiapkan pekerjaan pelipatan

1.1. Perlengkapan dan keselamatan dan kesehatan diperiksa sesuai peraturan yang berlaku. 1.2. Peralatan kerja pelipatan disiapkan 1.3. Pengatur suhu dan kelembaban udara di ruang kerja diaktifkan sesuai dengan prosedur yang berlaku 1.4. Area kerja dibersihkan dari kotoran dan sampah. 1.5. Lampu penerangan dihidupkan

2. Melakukan pekerjaan pelipatan

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2. Pekerjaan pelipatan contoh dilakukan sesuai perintah kerja. 2.3. Hasil pekerjaan pelipatan diperiksa. 2.4. Pekerjaan pelipatan contoh dimintakan persetujuan kepada pemberi kerja atau pihak yang berwenang. 2.5. Pekerjaan pelipatan massal dilakukan 2.6. Hasil pekerjaan pelipatan disusun 2.7. Hasil pekerjaan pelipatan disimpan pada tempat yang telah disediakan. 2.8. Laporan hasil pekerjaan disusun

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.

87

4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang melakukan pelipatan hasil cetakan secara manual. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pekerjaan pelipatan harus dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai perintah kerja 3. Berbagai jenis dan ukuran huruf, alat penyusun huruf (konvensional atau komputerisasi) beserta perangkat lunaknya dikenal dan diketahui dengan baik. 4. Dimiliki/ dikuasai pengetahuan dan ketrampilan tentang pekerjaan pelipatan. 5. Kemampuan melakukan pekerjaan pelipatan massal; harus dikuasai/ dimiliki.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 1

G 1

88

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 002 ( A ) Mengerjakan pelipatan kertas / hasil cetakan dengan mesin Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin lipat, pelaksanaan pelipatan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan pelipatan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin lipat

1.1. Perlengkapan kerja sesuai SOP yang berlaku diperiksa. 1.2. Penutup mesin dibuka, debu dan sampah di atas mesin serta ruangan kerja dibersihkan. 1.3. Peralatan kerja dan mesin lipat dipersiapkan. 1.4. Mesin pelipat dihidupkan. 1.5. Unjuk kerja mesin lipat dan peralatan lainnya, diperiksa.

2.

Mengoperasikan mesin lipat

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami dengan seksama. 2.2. Tempat untuk hasil lipat disiapkan. 2.3. Bahan/ susunan lembar/ cetakan yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta, disiapkan. 2.4. Mesin diaktifkan. 2.5. Tombol pengatur, unit hisap dan unit lainnya, diaktifkan. 2.6. Bahan diletakkan pada meja pengumpan. 2.7. Lipatan contoh dilakukan dan hasil lipatan diperiksa di keempat sudutnya dan kerapihannya. 2.8. Dimintakan persetujuan atas hasil lipatan contoh (approval) 2.9. Pelipatan massal dilakukan dan hasil lipatan disimpan. 2.10.Mesin dimatikan sesuai prosedur. 2.11.Pengumpulkan, Pemeriksaan dan Penyimpanan peralatan sesuai ketentuan yang diberlakukan.

89

3.

Merawat dan memperbaiki mesin lipat.

3.1. Peralatan kerja dan perlengkapan keselamatan dipersiapkan. 3.2. Minyak dan gemuk pelumas disiapkan/ disediakan. 3.3. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki, bila ada yang rusak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3.4. Semua bagian peralatan diperiksa secara teliti (overhaul). 3.5. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran. 3.6. Agen/ montir dihubungi, jika mesin tidak bekerja, sesuai prosedur perusahaan 3.7. Suku cadang diganti atau dipasang, bila rusak/ diperlukan. 3.8. Peralatan kerja dan suku cadang mesin lipat yang mudah aus disiapkan. 3.9. Suku cadang yang rusak diganti dengan suku cadang yang baru dan dicatat.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin pelipat. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan S.O.P yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Pelipatan dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan 3. Berbagai jenis cara pelipatan dengan menggunakan mesin, diketahui dan dikenal. 90

4. Dimiliki/ dikuasai pengetahuan dan ketrampilan menggunakan mesin pelipat kertas; dengan memperhitungkan pengamanan sesuai standar operasi mesin. 5. Kecermatan dan Ketelitian dalam melakukan pekerjaan pelipatan, harus dimiliki.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

91

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 003 ( A ) Mengerjakan susun-gabung lembar cetakan secara manual Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pekerjaan susun-gabung dan melakukan pekerjaan susun-gabung.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan

1.1.Perlengkapan keselamatan kerja diperiksa dan disiapkan sesuai prosedur yang berlaku.

pekerjaan susun- 1.2.Peralatan kerja dipersiapkan. gabung 1.3.Perintah kerja dibaca dan dipahami 1.4.Tempat untuk hasil susun-gabung disiapkan 1.5.Bahan/ susunan lembar disiapkan sesuai spesifiksi yang diminta.

2.

Melakukan

2.1.Pekerjaan susun-gabung contoh dilakukan

pekerjaan susun- 2.2.Urutan hasil susun-gabung contoh diperiksa gabung 2.3.Dimintakan persetujuan untuk hasil susun-gabung contoh. 2.4.Pekerjaan susun-gabung massal dilakukan 2.5.Hasil pekerjaan susun-gabung disimpan pada tempat yang telah disediakan. Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Dimiliki/ dikuasai kemampuan/ketrampilan melakukan pelipatan dengan mesin. 2. Instruksi yang diberikan, dapat dilaksanakan dengan benar. 3. Diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin pelipat.

4. Dalam melakukan pekerjaan ini; S.O.P yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan, harus diperhatikan dan dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Susun-gabung dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 92

2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan 3. Berbagai jenis cara susun-gabung diketahui/ dikenal. 4. Pengetahuan dan ketrampilan menyusun-gabung; dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP; harus dimiliki dan dikuasai. 5. Kecermatan/ ketelitian harus dimilki; untuk melakukan pekerjaan susun-gabung.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

93

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 004 ( A ) Mengerjakan susun-gabung dengan menggunakan mesin. Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin susun-gabung, pelaksanaan susun-gabung, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Melakukan persiapan pengoperasian mesin susungabung.

1.1. Peralatan kerja dan peralatan mesin lipat disiapkan 1.2. Mesin susun gabung dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk.

2. Melakukan pekerjaan susungabung.

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami 2.2. Tempat untuk hasil susun-gabung disiapkan 2.3. Bahan/susunan lembar disiapkan sesuai dengan spec. pekerjaan. 2.4. Mesin diaktifkan. 2.5. Kecepatan, ukuran disesuaikan dengan jumlah masukan. 2.6. Lembar cetakan disusun pada bak umpan 2.7. Pekerjaan susun-gabung contoh dilakukan 2.8. Urutan hasil susun-gabung diperiksa 2.9. Dimintakan persetujuan untuk hasil susun-gabung contoh 2.10.Pekerjaan susun-gabung massal dilakukan 2.11.Mesin dimatikan sesuai prosedur. 2.12.Hasil pekerjaan susun-gabung disimpan pada tempatnya. 2.13.Peralatan dan perlengkapan dikumpulkan, diperiksa dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. 94

Merawat mesin

3.1. Peralatan kerja disiapkan

susun-gabung

3.2. Minyak/ gemuk pelumas disiapkan 3.3. Sistem pelumasan dan semua bagian diperiksa secara teliti 3.4. Kerusakan kecil diperbaiki 3.5. Semua bagian mesin dibersihkan 3.6. Apabila ada kerusakan besar dilaporkan ke bagian perbaikan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan untuk industri/ usaha grafika yang menyusun-gabung dengan menggunakan mesin. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan prosedur standar operasi yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang diberlakukan diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Susun-gabung dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 2. Dikerjakan dengan cermat, rapih dan benar sesuai perintah kerja 3. Berbagai jenis cara susun-gabung harus diketahui/ dikenal dengan baik. 4. Pengetahuan dan ketrampilan mengoperasikan mesin susun-gabung, harus dimiliki dan dikuasai; dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 1 F 1 G 2

95

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 005 ( A ) Mengerjakan laminating Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin laminating, pelaksanaan laminating, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin laminating

1.1. Peralatan kerja dan peralatan mesin laminating disiapkan. 1.2. Mesin laminating dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk.

2.

Melakukan pelaminasian

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2. Tempat untuk hasil laminating disiapkan 2.3. Perlengkapan kerja disiapkan : unit keluaran, unit pemanas, unit pembuangan potongan dan pembuangan hawa 2.4. Foil disiapkan sesuai kebutuhan 2.5. Mesin diaktifkan 2.6. Foil panas diletakkan ke bak unit pemanas 2.7. Kedudukan bahan dan foil disesuaikan 2.8. Unit penggulung disiapkan bila hasil laminating harus dalam bentuk gulungan. 2.9. Unit pemotong disiapkan bila bahan dalam bentuk gulungan dan hasil dalam bentuk potongan. 2.10.Pelaminasian contoh dilakukan 2.11.Dimintakan persetujuan untuk hasil contoh pelaminasian 2.12.Pelaminasian massal dilakukan 2.13.Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur

96

2.14.Peralatan dan perlengkapan dikumpulkan, diperiksa dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku.

3.

Merawat mesin dan mengganti sukucadang

3.1. Peralatan kerja, minyak pelumas disiapkan 3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki bila ada yang rusak. 3.3. Semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mesin diaktifkan 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan dicatat. 3.8. Ujicoba pelaminasian dilakukan 3.9. Mutu kerataan, kerapihan laminating dan ketepatan dudukannya diperiksa 3.10.Penggantian suku cadang dan hasilnya dibuat laporannya.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang berlaku di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan. 4. Unit ini berlaku pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin laminating. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus memperhatikan S.O.P. yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Pelaminasian dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai perintah kerja 4. Kemampuan kalkulasi luas bidang dan perhitungan pengaruh kondisi lingkungan terhadap bahan kertas; harus dimiliki dan dikuasai dengan baik.

97

5. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan daya rekat foil, mutu pisau garit dan ketrampilan mengoperasikan mesin laminating dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP; harus dimiliki dan dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 2

C 2

D 2

E 2

F 2

G 2

98

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 006 ( A ) Memvernis Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin vernis, pelaksanaan pemvernisan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan pemvernisan

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pemvernisan

1.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 1.2. Peralatan kerja dan peralatan mesin vernis disiapkan 1.3. Mesin vernis dihidupkan 1.4. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk.

2.

Melakukan pemvernisan

2.1. Tempat untuk hasil pemvernisan disiapkan 2.2. Papan palet disiapkan sesuai kebutuhan 2.3. Vernis, perekat dan pengencer disiapkan 2.4. Klise untuk pemvernisan bagian tertentu disiapkan 2.5. Klise dan pemindah cairan vernis disesuaikan 2.6. Unit pengering dan penerima disiapkan 2.7. Pemvernisan contoh dibuat sesuai perintah kerja. 2.8. Ketepatan dan kerapihan contoh hasil pemvernisan diperiksa 2.9. Dimintakan persetujuan untuk contoh hasil pemvernisan 2.10.Pemvernisan massal dilakukan. 2.11.Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur 2.12.Hasil pemvernisan disimpan pada tempat yang telah disediakan

3.

Merawat mesin dan mengganti

3.1. Peralatan kerja, minyak pelumas disiapkan. 3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan bila ada kerusakan diperbaiki.

99

sukucadang

3.3. Semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mesin diaktifkan 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan dicatat 3.8. Ujicoba pemvernisan dilakukan 3.9. Mutu kerataan, kerapihan pemvernisan dan ketepatan dudukannya diperiksa. 3.10.Penggantian suku cadang dan hasilnya dilaporkan.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang berlaku di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan proses vernis 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi. Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Pemvernisan dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan 4. Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan pengaruh kondisi lingkungan terhadap bahan kertas; harus dikuasai dengan benar. 5. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan karakteristik vernis, perekat, pengencer dan ketrampilan mengoperasikan mesin vernis dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP; harus dimiliki dan dikuasai dengan benar. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 2 F 2 G 1

100

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 007 ( A ) Memotong kertas secara manual Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam merencanakan gambar acuan, mengukur pemotongan, menyusun lembaran kertas potong, melakukan pemotongan, dan menyimpan hasil pemotongan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Merencanakan gambar acuan

1.1. Acuan gambar (master) dibuat sesuai ukuran kertas yang akan dipotong, memotong master skala 1:1 untuk pola pengukuran pemotongan 1.2. Pola pemotongan dibuat dengan mengukur master pada lembar potong, 1.3. Jumlah hasil potong per lembar kertas yang akan dipotong ditentukan.

2.

Menyiapkan pemotongan

2.1. Jumlah kertas yang akan dipotong ditentukan sesuai perhitungan hasil potong per lembar 2.2. Alas potong dibersihkan 2.3. Kertas yang akan dipotong disusun sesuai jumlah, yang ketebalannya disesuaikan dengan kemampuan pisau potong 2.4. Alas potong ditempatkan pada susunan kertas paling bawah 2.5. Susunan kertas yang akan dipotong ditempatkan dengan memperhatikan tingkat kerataan pada keempat sisinya.

3.

Melakukan pemotongan

3.1. Ketajaman pisau potong diperiksa 3.2. Titik potong ditentukan sesuai “pass-cross” 3.3. Jarak pisau disesuaikan dengan ukuran kertas yang akan dipotong. 3.4. Pemotongan contoh dilakukan

101

3.5. Dimintakan persetujuan hasil contoh pemotongan 3.6. Melakukan pemotongan massal dilakukan 3.7. Bila diperlukan hasil potong disusun untuk pemotongan pada sisi lainnya 3.8. Kertas hasil potong disimpan pada tempat yang aman 3.9. Hasil pemotongan dilaporkan menyangkut : jumlah, kualitas, kelebihan potong dan lainnya.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin potong manual 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus benar-benar dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Pemotongan kertas dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar 4. Pengetahuan tentang berbagai cara pemotongan kertas dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP, harus dimiliki dan dikuasai. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 2 F 2 G 1

102

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 008 ( A ) Memotong kertas dengan mesin otomatis Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam mempersiapkan pengoperasian mesin potong kertas otomais, melakukan pemotongan, menghentikan pengoperasian mesin, merawat mesin, dan mengganti suku cadang mesin potong kertas otomatis.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Mempersiapkan pengoperasian mesin

1.1. Peralatan kerja dan mesin potong kertas disiapkan 1.2. Mesin pemotong kertas dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk.

2.

Melakukan pemotongan

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2. Tempat untuk hasil pemotongan dan sisa pemotongan disiapkan 2.3. Papan palet disiapkan sesuai kebutuhan 2.4. Perlengkapan kerja disiapkan 2.5. Bahan disiapkan sesuai spesifikasi yang berlaku. 2.6. Komputer diprogram 2.7. Bantalan udara difungsikan dan lampu penyelamat dinyalakan 2.8. Bahan ditempatkan pada meja potong sesuai dengan prosedur 2.9. Pemotongan contoh dilakukan, dan hasilnya diperiksa. 2.10. Dimintakan persetujuan contoh hasil pemotongan 2.11. Pemotongan massal dilakukan. 2.12. Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur 2.13. Hasil pemotongan disimpan di tempat yang telah disediakan 2.14. Tempat kerja dibersihkan.

3.

Merawat dan

3.1. Peralatan kerja dan perlengkapan keselamatan disiapkan.

103

mengganti suku cadang yang mudah aus.

3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan bila ada yang rusak diperbaiki sesuai ketentuan yang berlaku. 3.3. Ketajaman pisau dan semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran. 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mengaktifkan mesin 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan mencatatnya. 3.8. Ujicoba pemotongan dilakukan 3.9. Mutu kerataan, kerapihan dan ketepatan contoh diperiksa 3.10.Penggantian suku cadang dan hasilnya dilaporkan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin potong otomatis 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus benar-benar dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Pemotongan kertas dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 3. Dikerjakan dengan akurat, rapih dan benar 4. Kemampuan merawat mesin potong harus dimiliki. 5. Pengamanan sesuai SOP harus diketahui dan dipahamii/ diperhitungkan. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 2 F 2 G 1

104

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 009 ( A ) Menjilid secara manual Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan penjilidan, pelaksanaan penjilidan, pemeliharaan peralatan untuk pekerjaan penjilidan.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan penjilidan manual.

1.1. Peralatan kerja dan peralatan penjilidan disiapkan 1.2. Peralatan penunjang kerja penjilidan manual diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk.

2.

Melakukan penjilidan manual

2.1. Tumpukan kuras diletakkan pada alat pres. 2.2. Rata dan tegaknya punggung tumpukan kuras diperiksa 2.3. Lem dioleskan pada punggung tumpukan kuras kemudian dikeringkan dengan alat pengering 2.4. Lem dioleskan lagi ke punggung tumpukan kuras, kemudian ditempelkan sampul luar pada tumpukan kuras. 2.5. Ketepatan dan kerapihan contoh hasil penjilidan diperiksa 2.6. Hasil pengeleman terakhir diperiksa. 2.7. Hasil pengeleman disimpan pada tempat yang telah ditentukan

3.

Merawat peralatan dan ruang kerja

3.1. Peralatan kerja dibersihkan 3.2. Peralatan diperiksa dan diganti bila ada yang rusak. 3.3. Area ruang kerja dibersihkan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan.

105

4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang mengerjakan penjilidan secara manual. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang diberlakukan di tempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penjilidan dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 2. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar 3. Berbagai jenis cara penjilidan diketahui dan dikuasai. 4. Pengetahuan dan ketrampilan menjilid dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP; harus dimiliki dan dipahami.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

106

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 010 ( A ) Menjilid dengan mesin jilid lem panas Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin, pelaksanaan penjilidan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan penjilidan dengan mesin jilid lem panas.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin laminating Melakukan pengeleman

1.1. Peralatan kerja dan peralatan mesin penjilidan disiapkan 1.2. Mesin penjilidan dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan. 2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami 2.2. Perlengkapan kerja disiapkan : unit keluaran, unit pemanas, unit pembuangan hawa 2.3. Butir lem panas disiapkan 2.4. Mesin diaktifkan 2.5. Butir lem panas disimpan pada bak unit pemanas 2.6. Kedudukan unit penerima disesuaikan 2.7. Penjilidan contoh dibuat sesuai perintah kerja 2.8. Ketepatan dan kerapihan contoh hasil penjilidan diperiksa 2.9. Dimintakan persetujuan hasil contoh penjilidan 2.10. Penjilidan massal dilakukan 2.11. Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur 2.12. Hasil penjilidan diserahkan ke bagian lain sesuai perintah kerja 2.13. peralatan dan perlengkapan dikumpulkan, diperiksa dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku.

2.

107

3.

Merawat mesin dan mengganti sukucadang

3.1. Peralatan kerja, minyak pelumas disiapkan 3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki bila ada yang rusak. 3.3. Semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari kotoran. 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mesin diaktifkan 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan mencatatnya. 3.8. Ujicoba penjilidan dilakukan 3.9. Mutu kerataan, kerapihan dan ketepatan dudukannya diperiksa. 3.10. Penggantian suku cadang dan hasilnya dilaporkan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. 2. 3. 4. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin penjilidan dengan lem panas 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang diberlakukan ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. Penjilidan dibuat sesuai dengan perintah kerja Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan pengaruh kondisi lingkungan terhadap bahan kertas dan penanganannya; harus dimiliki/ dikuasai. 5. Pengetahuan tentang ketebalan buku, kuras, katern cetakan dan karakteristik kemampuan mekanis mesin jilid lem panas, harus dimiliki/ dikuasai dengan baik. 6. Kompetensi Kunci A B C D E F G Level 1 1 2 1 1 2 1 1. 2. 3. 4.

108

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 011 ( A ) Menjilid dengan mesin jilid jahit kawat Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin, pelaksanaan penjilidan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan penjilidan dengan mesin jilid jahit kawat.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Melakukan persiapan pengoperasian mesin jilid kawat

1.1. Peralatan kerja dan peralatan mesin penjilidan disiapkan 1.2. Mesin penjilidan dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan.

2. Melakukan penjilidan dengan mesin jilid jahit kawat

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2. Kawat jahit dipasang dan disesuaikan 2.3. Dudukan katem disesuaikan 2.4. Bahan ditempatkan pada meja jahit kawat. 2.5. Mesin diaktifkan 2.6. Penjilidan jahit kawat contoh dilakukan sesuai perintah kerja 2.7. Contoh hasil penjilidan diperiksa ketepatan dan kerapihannya 2.8. Dimintakan persetujuan hasil contoh jilid jahit kawat 2.9. Penjilidan massal dilakukan 2.10. Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur 2.11. Hasil penjilidan diserahkan ke bagian lain sesuai perintah kerja 2.12. Peralatan dan perlengkapan disimpan serta tempat kerja dibersihkan sesuai ketentuan yang berlaku

3. Merawat mesin

3.1. Peralatan kerja, minyak pelumas disiapkan.

109

dan mengganti sukucadang

3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan bila ada yang rusak diperbaiki 3.3. Semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari kotoran 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mengaktifkan mesin 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan dicatat. 3.8. Ujicoba penjahitan dilakukan 3.9. Kerataan, kerapihan dan ketepatannya jahitannya diperiksa. 3.10. Penggantian suku cadang dan hasilnya dilaporkan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalani. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin penjilidan jahit kawat 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi. Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Penjilidan dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan 4. Pengetahuan tentang sandi/ kode tanda jahit, mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan pengaruh kondisi lingkungan terhadap bahan kertas dan penanganannya, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik. 5. Pengetahuan tentang ketebalan buku, kuras, katern cetakan, model/ bentuk jahitan dan karakteristik kemampuan mekanis mesin jahit jilid kawat, harus dikuasai . Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 1 E 1 F 2 G 1

110

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 012 ( A ) Menjilid dengan mesin jilid jahit benang Mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin, pelaksanaan penjilidan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan penjilidan dengan mesin jilid jahit benang.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin jahit benang

1.1. Peralatan kerja dan peralatan mesin penjilidan disiapkan 1.2. Mesin penjilidan dihidupkan 1.3. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan.

2.

Melakukan penjilidan dengan mesin jahit benang

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2. Benang jahit dipasang dan disesuaikan 2.3. Dudukan katem disesuaikan, bahan ditempatkan pada meja jahit. 2.4. Mesin diaktifkan 2.5. Penjilidan jahit benang contoh dibuat sesuai perintah kerja 2.6. Ketepatan dan kerapihan contoh hasil penjilidan diperiksa 2.7. Dimintakan persetujuan hasil contoh jilid jahit benang 2.8. Penjilidan massal dilakukan. 2.9. Setelah selesai mesin dimatikan sesuai prosedur 2.10. Hasil penjilidan diserahkan ke bagian lain sesuai perintah kerja 2.11. Peralatan dan perlengkapan disimpan serta tempat kerja

111

dibersihkan sesuai ketentuan yang berlaku

3.

Merawat mesin dan mengganti suku cadang

3.1. Peralatan kerja, minyak pelumas disiapkan. 3.2. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki bila ada yang rusak. 3.3. Semua bagian diperiksa secara teliti. 3.4. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran 3.5. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan 3.6. Mesin diaktifkan 3.7. Suku cadang yang rusak diganti dengan yang baru dan mencatatnya. 3.8. Ujicoba penjahitan dilakukan 3.9. Kerataan, kerapihan dan ketepatan jahitannya diperiksa. 3.10. Dibuat laporan penggantian suku cadang dan dicatat hasilnya.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalankan. 2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus dipatuhi. 3. Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan, harus disediakan.. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan mesin penjilidan jahit benang 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Penjilidan dibuat sesuai dengan instruksi/ permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan. 112

4. Pengetahuan tentang sandi/ kode tanda jahit, mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan pengaruh kondisi lingkungan terhadap bahan kertas dan penanganannya, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik. 5. Pengetahuan tentang ketebalan buku, kuras, katern cetakan, model dan bentuk jahitan serta karakteristik kemampuan mekanis mesin jahit jilid kawat, harus dikenal dan dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

113

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 013 ( A ) Membuat pisau pon/ ril / embossing cetak Pisau pon digunakan untuk memotong tepian cetakan dengan pola khusus, ril dan embossing untuk memberikan permukaan timbul pada kertas.

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Mempersiapkan pembuatan pisau pon.

1.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami 1.2. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan diperiksa sesuai peraturan yang berlaku 1.3. Gambar atau tulisan acuan cetak buta timbul dibuat

2.

Membuat pisau pon

2.1. Proses penimbulan timah dibuat sesuai bentuk yang diinginkan 2.2. Keakuratan dan kerapihan pisau pon diperiksa sehingga layak untuk digunakan 2.3. Dibuat mal untuk pemasangan pisau baik manual maupun digital laser 2.4. Pisau, ril dan matres embossed dipasang ke papan penekan

2.

Melakukan uji coba pon

3.1. Pengembosan contoh dilakukan 3.2. Dimintakan persetujuan terhadap hasil pengembosan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. SOP yang diberlakukan di perusahaan harus dijalankan dengan benar.

114

2. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan harus ditaati. 3. Peralatan dan sarana yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini disiapkan. 4. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan pembuatan pisau pond an embossing. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan prosedur standar operasi yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 2. Pisau pon, ril dan embossing dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. 3. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan 4. Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan kemampuan potong terhadap ketebalan kertas, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik. 5. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan karakteristik pisau pon, ril dan embossing dan ketrampilan mengoperasikan mesin embossing dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP, harus dimiliki dan dikenal dengan benar.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 2

F 2

G 1

115

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 014 ( A ) Mengepon hasil cetak dan hasil embos Kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin, pelaksanaan pengeponan, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan pengeponan

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin

1.1. Perlengkapan dan keselamatan dan kesehatan diperiksa sesuai peraturan yang berlaku 1.2. Penutup mesin dibuka dan dibersihkan dari debu dan sampah. 1.3. Peralatan kerja dan mesin pon disiapkan 1.4. Pengatur suhu dan kelembaban udara di ruang kerja diaktifkan esuai dengan prosedur yang berlaku 1.5. Mesin pengeponan dihidupkan 1.6. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk

2.

Melakukan pengeponan

2.1. Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku 2.2. Unit penekan, unit pemanas dan unit penerima tekanan diperiksa 2.3. Pengeponan contoh dibuat sesuai perintah kerja 2.4. Ketepatan dan kerapihan contoh hasil pengeponan diperiksa 2.5. Format persetujuan pelaksanaan kerja diisi dengan dilampiri contoh hasil pengeponan 2.6. Lembar contoh pengeponan dimintakan persetujuan kepada pihak yang berwenang 2.7. Pengeponan massal dilakukan

116

2.8. Hasil pengeponan disimpan pada tempat yang telah disediakan 2.9. Hasil pengeponan diserahkan ke bagian lain sesuai perintah kerja 2.10. Format penyerahan hasil pengeponan yang telah ditandatangani diisi dan disampaikan ke pihak yang berwenang sebagai laporan 2.11. Format penyerahan disimpan sebagai arsip 2.12. Tempat kerja dibersihkan dan menata kembali sesuai peruntukannya

3.1. Mesin dinonaktifkan sesuai ketentuan buku petunjuk 3. Menghentikan pengoperasian mesin 3.2. Mesin ditutup kain pelindung 3.3. peralatan dan perlengkapan keselamatan dikumpulkan, diperiksa, dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku 3.4. Pengatur suhu dan kelembaban udara di non aktifkan sesuai ketentuan yang berlaku 4. Merawat mesin pon 4.1. Peralatan kerja dan perlengkapan keselamatan disiapkan 4.2. Minyak dan gemuk pelumas disiapkan 4.3. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki bila ada yang rusak sesuai ketentuan yang berlaku 4.4. Semua bagian diperiksa secara teliti (overhaul) 4.5. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran 5. Mengganti atau memasang suku cadang mesin pon 5.1. Peralatan kerja dan suku cadang mesin pon yang mudah aus disiapkan 5.2. Mesin diaktifkan 5.3. Suku cadang yang rusak diganti yang baru dan dicatat. 5.4. Dilakukan uji coba pengeponan 5.5. Kerataan, kerapihan pengeponan dan ketepatannya diperiksa 5.6. Penggantian suku cadang dicatat dan dilaporkan.

117

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. 2. 3. 4. SOP yang diberlakukan di perusahaan dimengerti dengan baik. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan dipatuhi dan dijalankan. Peralatan dan sarana yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan pengeponan hasil cetak dan emboss. 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja dan peraturan keselamatan kerja yang diberlakukan diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. 2. 3. 4. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. Pengeponan hasil cetak dan embossing dibuat sesuai dengan instruksi/permintaan. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan pengeponan hasil cetak dan embossing ; harus dimiliki dan dikuasai dengan baik. 5. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan karakteristik Pengeponan hasil cetak dan embossing dan ketrampilan mengoperasikan mesin pengeponan dan embossing dengan memperhitungkan pengamanan sesuai S.O.P., harus dimiliki dan dikuasai dengan benar.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

118

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 015 ( A ) Mengelem hasil pon secara manual Kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam pengeleman hasil pon secara manual

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Mempersiapkan pekerjaan pengeleman

1.1.Perlengkapan dan keselamatan dan kesehatan diperiksa sesuai peraturan yang berlaku 1.2.Peralatan kerja disiapkan 1.3.Pengatur suhu dan kelembaban udara di ruang kerja diaktifkan sesuai dengan prosedur yang berlaku

2.

Melakukan pengeleman manual

2.1.Perintah kerja dibaca dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. 2.2.Tumpukan kuras dilsusun 2.3.Punggung tumpukan kuras diperiksa rata dan tegaknya 2.4.Bagian yang akan dilem diolesi dengan bahan perekat / lem 2.5.Hasil pengeleman dikeringkan dengan alat pengering 2.6.Hasil pengeleman diperiksa 2.7.Hasil pengeleman terakhir, diperiksa kemudian disimpan di tempat yang telah ditentukan

3.

Merawat peralatan dan ruang kerja

3.1.Peralatan kerja dibersihkan 3.2.Peralatan diperiksa, dan bila ada yang rusak diganti 3.3.Area ruang kerja dibersihkan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. 2. 3. SOP yang diberlakukan di perusahaan; harus dijalani. Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan; harus dipatuhi. Peralatan dan sarana yang terkait untu pelaksanaan, harus disediakan.

119

4.

Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan proses pengeleman hasil pon (kemasan lipat) secara manual

5.

Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. 2. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. Pengeleman secara manual hasil pon (kemasan lipat) dikerjakan sesuai dengan instruksi/ permintaan. 3. 4. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, memperhitungkan kemampuan potong terhadap ketebalan kertas, harus dimiliki dan dikuasai bengan baik. 5. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan karakteristik pengeleman dan ketrampilan secara manual hasil pon (kemasan lipat) dengan memperhitungkan pengamanan sesuai SOP., harus dimiliki dan dikenal dengan benar. 6. pengetahuan tentang kemampuan adaptasi terhadap teknologi alat, faktor kondisi lingkungan yang mempengaruhi bahan kertas dan penanganannya, harus diketahui dan dikuasai dengan benar. 7. Pengetahuan tentang akurasi dalam melakukan pengeleman, pengamanan saat proses pengeleman, posisi kertas saat pengeleman, memelihara kebersihan area kerja, serta penyimpanan kertas hasil pengeleman; harus diketahui dan dikuasai dengan benar.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

120

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : PUR : 016 ( A ) Mengelem hasil pon dengan mesin Kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam persiapan pengoperasian mesin, pelaksanaan pengeleman, penghentian operasi, pemeliharaan mesin selama dan setelah pengoperasian, dan penggantian suku cadang mesin untuk pekerjaan pengeleman dengan mesin

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan persiapan pengoperasian mesin pengeleman

1.1. Perlengkapan, keselamatan dan kesehatan diperiksa sesuai peraturan yang berlaku 1.2. Penutup mesin dibuka, dibersihkan dari debu dan sampah dibersihkan dari ruang kerja. 1.3. Peralatan kerja dan mesin lem disiapkan 1.4. Pengatur suhu dan kelembaban udara di ruang kerja disiapkan sesuai dengan prosedur yang berlaku 1.5. Mesin pengeleman dihidupkan 1.6. Unjuk kerja mesin dan peralatan lainnya diperiksa sesuai ketentuan buku petunjuk

2.

Melakukan pengeleman dengan mesin

2.1.Perintah kerja dibaca/ dipahami sesuai aturan yang berlaku . 2.2.Bahan ditempatkan pada meja lem 2.3.Jahitan contoh dibuat sesuai perintah kerja 2.4.Ketepatan dan kerapihan contoh hasil pengeleman diperiksa 2.5.Format persetujuan pelaksanaan kerja diisi sesuai ketentuan yang berlaku dengan dilampiri contoh hasil pengeleman 2.6.Lembar contoh jahitan dimintakan persetujuan kepada pihak yang berwenang 2.7.Pengeleman massal dilakukan 2.8.Hasil pengeleman disimpan di tempat yang telah disediakan

121

2.8.Hasil pengeleman diserahkan ke bagian lain sesuai perintah kerja 2.9.Format penyerahan hasil pengeleman yang telah ditandatangani diisi dan disampaikan ke pihak yang berwenang sebagai laporan 2.10.Format penyerahan disimpan sebagai arsip 2.11.Tempat kerja dibersihkan dan ditata kembali sesuai peruntukannya

3.

Menghentikan pengoperasian mesin lem

3.1. Mesin dinonaktifkan sesuai ketentuan buku petunjuk 3.2. Mesin ditutup kain pelindung 3.3. peralatan dan perlengkapan keselamatan dikumpulkan, diperiksa, dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku 3.4. Pengatur suhu dan kelembaban udara dinonaktifkan sesuai ketentuan yang berlaku

4.

Merawat mesin pengeleman

4.1. Peralatan kerja dan perlengkapan keselamatan disiapkan 4.2. Minyak dan gemuk pelumas disiapkan 4.3. Sistem pelumasan diperiksa dan diperbaiki bila ada yang rusak sesuai ketentuan yang berlaku 4.4. Semua bagian diperiksa secara teliti (overhaul) 4.5. Semua bagian mesin dibersihkan dari debu dan kotoran

5.

Mengganti atau memasang suku cadang mesin pengeleman

5.1. Peralatan kerja dan suku cadang yang mudah aus disiapkan. 5.2. Mesin diaktifkan 5.3. Suku cadang yang rusak diganti dengan suku cadang yang baru dan dicatat 5.4. Dilakukan uji coba pengeleman 5.5. Kerataan, kerapihan pengeleman dan ketepatannya diperiksa. 5.6. Penggantian suku cadang dicatat dan dilaporkan hasilnya.

122

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. 2. 3. 4. SOP yang dberlakukan di perusahaan Kebijakan yang diberlakukan di perusahaan Peralatan dan sarana yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Unit ini diberlakukan pada industri/ usaha grafika yang menggunakan proses pengeleman hasil pon (kemasan lipat) dengan mesin 5. Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan standar operasi prosedur yang berlaku di tempat kerja dan peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi dan pertanyaan. 1. 2. 3. Pengeleman dengan mesin dikerjakan sesuai dengan instruksi/permintaan. Dikerjakan dengan teliti, rapih dan benar sesuai permintaan pekerjaan Kemampuan mengkalkulasi luas bidang, dan memperhitungkan kemampuan potong terhadap ketebalan kertas, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik. 4. Pengetahuan tentang jenis, mutu dan karakteristik pengeleman dan ketrampilan mengoperasikan mesin pengeleman dengan mesin serta memperhitungkan pengamanan sesuai SOP., harus diketahui dan dipahami dengan baik. 5. Pengetahuan tentang kemampuan adaptasi terhadap teknologi alat, faktor / kondisi lingkungan yang mempengaruhi bahan kertas dan penanganannya, harus dimiliki. 6. Pengetahuan tentang akurasi dalam melakukan pengeleman, pengamanan saat proses pengeleman, posisi kertas saat pengeleman, memelihara kebersihan area kerja, serta penyimpanan kertas hasil pengeleman; harus dikuasai dengan baik. Kompetensi Kunci Level A 1 B 1 C 2 D 2 E 1 F 2 G 1

123

4. Unit Standar Kompetensi Grafika : Bagian/ Kelompok Pendukung
No. 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Judul Unit Mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan kerja Mengaplikasikan standar kualitas Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Melakukan komunikasi di tempat kerja Mengurus administrasi dan kesekretariatan pemasaran Melaksanakan internal pekerjaan pemasaran Melaksanakan pekerjaan penjualan Merencanakan dan mengendalikan produksi Mengemas hasil cetak Mengirimkan hasil cetak Mengoperasikan komputer Kode Unit GRA :SUP : 001(A) GRA :SUP : 002(A) GRA :SUP : 003(A) GRA :SUP : 004(A) GRA :SUP : 005(A) GRA :SUP : 006(A) GRA :SUP : 007(A) GRA :SUP : 008(A) GRA :SUP : 009(A) GRA :SUP : 010(A) GRA :SUP : 011(A)

124

UNIT KOMPETENSI PENDUKUNG/ SUPPORT UNIT. Kode Unit Judul Unit Uraian Unit GRA : SUP : 001 ( A ) Mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan kerja Unit Keselamatan kerja dan kesehatan ini berlaku umum di seluruh unit pada industri Grafika Sub-Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1. Mengikuti peraturan keselamatan kerja di tempat kierja

1.1. Pekerjaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan kerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan, serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku secara nasional. 1.2. Pekerjaan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan 1.3. Tatanan dan struktur organisasi perusahaan yang menyangkut tugas, tanggung jawab dari kewajiban harus ditaati 1.4. Perlengkapan pelindung bagi karyawan harus dikenakan dan ditempatkan pada tempat yang telah ditentukan 1.5. Hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja diidentifikasikan, dituangkan dalam bentuk simbol-simbol untuk dipahami dan dipatuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 1.6. Seluruh petunjuk penanganan peralatan dan mesin harus dilakukan berdasar pada peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku secara nasional 1.7. Peralatan dan perlengkapan untuk keadaan darurat (emergency) diidentifikasi, dipahami cara penggunaannya dan dipakai secara benar.

2. Membuat laporan tetang

2.1

Kemungkinan adanya resiko bahaya di tempat kerja diidentifikasi dan dilaporkan secara tertulis kepada pihak yang

125

kemungkinan adanya resiko bahaya di tempat kerja

berwewenang, sesuai dengan prosedur standar operasi (SOP).

3. Mengikuti prosedur keadaan darurat dan tindak lanjutnya.

3.1. Pada keadaan darurat dilakukan kontak kepada personal yang bertanggung jawab 3.2. Prosedur penyelamatan pada keadaan darurat dipahami dan dilakukan bila diperlukan 3.3. Prosedur penyelamatan yang ditetapkan oleh perusahaan dipatuhi pada saat terjadi keadaan darurat

4. Menerapkan nilai-nilai standar ergonomi.

4.1.Peralatan diatur agar mudah dijangkau ketika sedang bekerja 4.2.Ukuran sarana kerja sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi dipahami dan diterapkan.

5.1. 5. Menggunakan alat pelindung diri (APD) 5.2.

SOP yang berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) dibaca dan dipahami. Alat-alat pelindung diri digunakan, sesuai dengan SOP.

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan untuk keselamatan kerja yang diaplikasikan di seluruh bidang keahlian grafika dan dilakukan berkaitan dengan bidang keahlian yang ditanganinya. 2. Prosedur keadaan darurat dapat diberlakukan untuk bahaya sengatan listrik, mekanikal, hidrolik, pneumatik, kimia, udara bertekanan dan suplai air bersih. 3. Unit ini tidak diberlakukan untuk penanganan keadaan darurat, seperti kebakaran dan PPPK. Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan metode observasi pada saat yang 126

bersangkutan di tempat kerja dan dipadukan dengan metode pemberian pernyataan dan tes objektif 2. Pengetahuan yang meliputi: Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berlaku secara nasional, asuransi jaminan keselamatan kerja, Ergonomi, Panduan kerja yang aman, Penanganan material, Perlengkapan pelindung bahan, Penerangan ruangan, Pengaturan sirkulasi udara, harus diketahui dan dipahami. 3. Pengetahuan tentang resiko bahaya yang meliputi: bahaya yang berasal dari bahan kimian dan asap, bahaya yang berasal dari radiasi sinar ultra violet dan radiasi lainnya, bahaya yang berasal dari kebakaran, ledakan dan kecelakaan lainnya, bahaya sengatan aliran listrik, bahaya dari bagian tertentu mesin, peralatan, dan perlengkapan produksi; harus diketahui dan dikuasai. Kompetensi Kunci Level A 2 B 2 C 3 D 3 E 2 F 2 G 2

127

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : SUP : 002 ( A ) Mengaplikasikan standar kualitas Unit aplikasi standar kerja ini berlaku umum di seluruh unit pada industri Grafika

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Menetapkan standar kualitas

1.1. Instruksi atau tugas yang ditetapkan oleh perusahaan tentang sistem standar kualitas harus diikuti 1.2. Pengecekan suatu proses terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan harus ditepati.

2. Mengevaluasi standar kualitas

2.1. Kerusakan atau cacat produksi yang terjadi harus dideteksi dan dilaporkan sesuai dengan prosedur standar operasi. 2.2. Unjuk kerja suatu pengerjaan atau kualitas produk dan jasa harus dicek sesuai dengan prosedur standar operasi

3. Melaksanakan peningkatan kualitas.

3.1. Prosedur proses peningkatan kualitas diikuti sesuai dengan prosedur standar operasi. 3.2. Program peningkatan dan pengembangan kualitas, baik internal atau eksternal harus diikuti.

Persyaratan Unjuk Kerja : • Unit ini berlaku untuk proses peningkatan kualitas yang diaplikasikan di bidang keahlian grafika dan dilakukan berkaitan dengan tiap-tiap bidang keahlian yang ditanganinya.

128

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan metode observasi pada saat yang bersangkutan di tempat kerja dan dipadukan dengan metode pemberian pernyataan dan tes objektif.

2. Pengetahuan yang mendukung kompetensi ini yakni: standard operation procedure (SOP) yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kualitas yang ditetapkan oleh badan standarisasi tertentu atau oleh perusahaan, serta spesifikasi kualitas produksi yang telah ditetapkan, harus diketahui dan dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 2

C 3

D 2

E 2

F 1

G 2

129

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA : SUP : 003 ( A ) Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Unit persiapan dan memelihara ruang kerja ini berlaku umum di seluruh unit pada industri Grafika

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Melakukan persiapan ruangan atau tempat kerja

1.1. Prosedur standar operasi tentang persiapan ruangan atau tempat kerja dibaca dan dipahami 1.2. Kondisi ruang kerja dan tata letak peralatan diperiksa dan disesuaikan dengan tata letak standar yang telah ditentukan oleh perusahaan 1.3. Fungsi kerja panel listrik diperiksa sesuai dengan prosedur standar operasinya. 1.4. Kondisi penerangan ruangan kerja diperiksa tingkat iluminasinya dan bila diperlukan dilakukan pengaturan ulang sesuai prosedur standar operasinya 1.5. Sirkulasi udara diperiksa kondisinya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan 1.6. Kondisi lantai diperiksa kebersihannya dan dilakukan pembersihan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan.

2. Mempersiapkan peralatan pendukung produksi

2.1. Daftar inventarisasi peralatan pendukung dalam ruang kerja diperiksa dan dicocokkan dengan peralatan yang tersedia 2.2. Peralatan pendukung produksi diperiksa kondisinya dan dilakukan pembenahan/perbaikan bila dibutuhkan 2.3. Seluruh peralatan pendukung produksi ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan tata letak semula.

3. Menerapkan 130

3.1. Kondisi ruang kerja dijaga dan dipelihara sesuai dengan

manajemen tata graha

manajemen tata graha yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 3.2. Hal penting yang berkaitan dengan pemeliharaan ruang kerja yang memiliki kemungkinan akan mengganggu proses produksi dikonsultasikan dengan atasan sesuai prosedur yang berlaku

Persyaratan Unjuk Kerja : • Unit ini berlaku untuk penyiapan ruang kerja yang diaplikasikan di bidang keahlian grafika dan dilakukan berkaitan dengan masing-masing keahlian yang ditanganinya.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan metode observasi pada saat yang bersangkutan di tempat kerja dan dipadukan dengan metode pemberian pernyataan dan tes objektif.

2. Pengetahuan pendukung yang harus dikuasai, meliputi: pengetahuan tentang bahan pembersih, pngetahuan tentang tata cara penggunaan bahan & peralatan “house keepping”, serta pengetahuan tentang tata ruang, penerangan, dan sirkulasi udara.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 2

E 1

F 2

G 1

131

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit Sub-Kompetensi

GRA:SUP: 004 ( A ) Melakukan komunikasi di tempat kerja Unit ini berlaku umum di seluruh unit pada industri Grafika Kriteria Unjuk Kerja

1. Mengumpulkan, mencatat, dan menyampaikan informasi yang bersifat rutin dengan menggunakan peralatan yang memadai 2. Memberikan dan mengikuti instruksi rutin atau prosedur operasi standar

1.1. Komunikasi dengan orang lain dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan 1.2. Permintaan penjelasan dilakukan dengan singkat dan jelas 1.3. Penyimpanan informasi yang berkaitan dengan sistem informasi dilakukan dengan prosedur yang benar 1.4. Penanganan dokumen informasi dilakukan dengan jelas dan tepat serta dalam waktu yang ditetapkan oleh perusahaan 1.5. Waktu untuk berkomunikasi harus digunakan secara efektif dan efisien 2.1. Pemberian instruksi dilakukan dengan mengikuti prosedur yang berlaku diperusahaan 2.2. Instruksi yang konsisten diberikan secara komprehensif, singkat, jelas, dan sesuai dengan tingkat kemampuan penerima 2.3. Pengiriman instruksi dilakukan dengan metode yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan penerima 2.1. Instruksi harus disampaikan dengan efektif dan efisien serta ditindaklanjuti dengan informasi lain yang dibutuhkan 2.2. Instruksi dan tindak-lanjutnya diberikan dengan urutan yang tepat.

3.

Melakukan partisipasi dalam kelompok kerja secara

3.1. Komunikasi dengan orang lain di dalam kelompok dilakukan secara efektif, efisien, persuasif, dan dengan perilaku yang baik 3.2. Disiplin dengan kelompok diikuti dengan baik

132

informal

3.3. Kontribusi dalam diskusi dilakukan dengan cara yang benar serta sesuai dengan tujuan

4.

Melakukan interaksi dengan unit terkait

4.1. Informasi tentang perusahaan disampaikan kepada pelanggan dengan positif yang mengarah pada kebutuhan pelanggan 4.2. Komunikasi dengan telepon harus dilakukan dengan menggunakan bahasa sapaan yang benar, sopan, singkat, dan jelas 4.3. Kebutuhan informasi dari pelanggan dicatat dan diklarifikasi dengan tetap 4.4. Sambungan telepon dari luar dihubungkan dengan bagian yang dituju sesuai dengan permintaan 4.5. Informasi yang diklarifikasikan dengan rahasia harus dijaga dengan benar

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi di tempat kerja, di bidang grafika. Prosedur standar operasi yang ditetapkan oleh perusahaan, khususnya dalam divisi komunikasi ditempat kerja harus dipatuhi. 2. Peralatan dan perlengkapan yang mendukung unit ini perlu disediakan, misalnya pesawat telepon, fax, komputer, internet, dll.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja atau dengan simulasi ditempat-tempat lain. 2. Pengetahuan tentang penggunaan alat-alat komunikasi harus dikuasai. 3. Penguasaan bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris perlu dipenuhi baik lisan maupun tulisan Kompetensi Kunci Level A 3 B 3 C 2 D 2 E 1 F 3 G 2

133

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 005 ( A ) Mengurus administrasi dan kesekretariatan pemasaran Unit ini menerima, mengadministrasikan dan mendistribusikan informasi ke bagian-bagian terkait dalam industri grafika

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1.

Melakukan kerjasama

1.1. Kerjasama dilakukan antar rekan kerja maupun dengan pelanggan. 1.2. Motivasi dan saling membantu diperlukan untuk memecahkan persoalan bagi pelanggan dan mitra kerja. 1.3. Diperlukan motivasi dan saling bantu untuk memecahkan masalah dalam penyelesaian pekerjaan.

2. Melakukan komunikasi dengan pihak eksternal dan internal

2.1. Komunikasi dengan pelanggan dilakukan sesuai etika bisnis (prosedur kegrafikaan dan kemampuan berbahasa dengan baik) 2.2. Hubungan/interaksi yang baik dilakukan dengan pelanggan maupun teman sekerja sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan grafika maupun perolehan pekerjaan grafika

3. Melaksanakan kegiatan administrasi

3.1. Dapat mendukung/menjamin terlaksananya administrasi pemasaran dengan baik 3.2. Surat serta pencatatan pesan-pesan pekerjaan grafika dibuat dan diarsipkan

4. Menginventarisa si pekerjaan

4.1. Dilakukan pengecekan ulang prosedur pekerjaan-pekerjaan yang telah ditetapkan dan tindak lanjut perbaikan kinerja dalam rangka melayani pelanggan maupun calon pelanggan untuk memperoleh pesanan pekerjaan

134

4.2. Dilakukan inventarisasi dengan jelas tentang kegiatan pemasaran

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini berlaku pada perusahaan grafika yang telah menggunakan peralatan komputer dengan sistem pengendalian mutu terpadu. 2. Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan perusahaan harus ditaati/ dijalani.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung kompetensi ini, yang meliputi: pengetahuan tentang administrasi perusahaan, kesekretariatan, pengetahuan teknis tentang grafika, serta pengetahuan tentang bahan dan peralatan grafika; harus dimiliki/ dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 2

C 2

D 2

E 1

F 2

G 1

135

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 006 ( A ) Melaksanakan internal pekerjaan pemasaran Unit ini membuat pesanan pekerjaan, mendistribusikan pesanan pekerjaan, memonitor pekerjaan, serta menyatakan bahwa pekerjaan telah diselesaikan

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Membuat spesifikasi pesanan pekerjaan

1.1. Ditetapkan spesifikasi pesanan pekerjaan dengan jelas dan mudah dilaksanakan secara teknis ke dalam formulir pekerjaan

2. Memonitor dan menginventarisasi pekerjaan yang sedang berjalan

2.1. Didapatkan hasil monitoring/pengawasan dan inventarisasi jalannya pekerjaan serta catatan-catatan perbaikan kinerja dalam rangka melayani keinginan pelanggan

3. Melakukan komunikasi dengan bagian lain yang berkaitan

3.1. Hubungan yang harmonis dengan teman sekerja dilakukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan pelayanan keinginan pelanggan

4. Menyatakan perintah kerja selesai

4.1. Dimasukkan data tentang sudah selesainya pekerjaan dalam formulir yang ditetapkan perusahaan dengan cepat, benar, dan baik

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan pada perusahaan grafika yang telah menggunakan peralatan komputer dengan sistem pengendalian mutu terpadu. 2. Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan

136

perusahaan harus ditaati/ dijalani.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung, yang meliputi: pengetahuan tentang pemasaran, Administrasi, kesekretariatan, grafika, bahan dan peralatan grafika, hubungan masyarakat, administrasi produksi, serta kapasitas produksi; harus dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 3

C 2

D 3

E 2

F 2

G 2

137

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 007 ( A ) Melaksanakan pekerjaan penjualan Unit ini menawarkan dan menjual jasa dan produk cetak, menarik dan mempertahankan pelanggan

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Meyakinkan pelanggan

1.1. Dapat diberikan informasi tentang jasa grafika yang dibutuhkan oleh pelanggan 1.2. Dibentuk tanggapan positif tentang pelayanan perusahaan dari para calon pelanggan maupun calon pelanggan

2. Mempertahankan 2.1. Dijaga agar pelanggan tetap percaya untuk memberikan pelanggan pekerjaannya kepada perusahaan 2.2. Dijaga kontinuitas pekerjaan dari pelanggan kepada perusahaan

3. Mendapatkan pelanggan baru

3.1. Calon pelanggan diyakinkan menjadi pelanggan 3.2. Diperolehnya surat-surat permintaan informasi dari calon pelanggan 3.3. Diperolehnya pekerjaan-pekerjaan dari pelanggan baru

4. Menguasai pengetahuan kegrafikaan

4.1. Ditetapkan jenis pekerjaan yang diperoleh terhadap kemampuan teknis produksi perusahaan 4.2. Ditiadakan terjadinya kesalahan penggunaan bahan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi pekerjaan

5. Menentukan harga jual

5.1. Kalkulasi jasa grafika yang dijualnya dibuat 5.2. Dibuat penawaran harga kepada pelanggan 5.3. Dibuat persetujuan harga baik dari pimpinan maupun pelanggan

138

6. Memelihara kredibilitas perusahaan

6.1. Kerahasiaan informasi tentang perusahaan dijaga 6.2. Keluhan/penolakan dari pelanggan dapat diatasi 6.3. Didapatkan kontinuitas perolehan pekerjaan baik dari calon pelanggan maupun pelanggan

7. Mengenal perilaku pelanggan

7.1. Dikenali karakteristik pelanggan dengan menggunakan datadata dari hubungan eksternalnya 7.2. Karakteristik pelanggan diidentifikasi

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan pada perusahaan grafika yang telah menggunakan peralatan komputer dengan sistem pengendalian mutu terpadu. 2. Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan perusahaan yang diberlakukan harus dipatuhi.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dan pengujian dapat dilakukan di tempat kerja dengan metoda statistik, pertanyaan-pertanyaan dan observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung, yang meliputi: pengetahuan tentang matematik untuk kalkulasi, teknik grafika, bahan-bahan grafika harus dimiliki dan dikuasai. 3. Kemampuan teori dan praktek pemasaran dan hubungan masyarakat, serta bisnis grafika; harus dimiliki dan dikuasai. Kompetensi Kunci Level A 3 B 3 C 3 D 3 E 2 F 3 G 2

139

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 008 ( A ) Merencanakan dan mengendalikan produksi Kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam perencanaan dan pengendalian produksi

Sub-Kompetensi 1. Memeriksa materi pekerjaan

Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Perlengkapan dan peralatan kerja disiapkan 1.2. Materi pekerjaan diperiksa dengan spesifikasi pesanan sesuai dengan kaidah yang berlaku di industri grafika 1.3. Kelengkapan pekerjaan ditindak-lanjuti

2.

Mengadministra sikan materi pekerjaan

2.1. Materi pekerjaan diadministrasikan 2.2. Dummy/contoh/model diproses sesuai prosedur yang berlaku

3.

Membuat jadwal 3.1. Jadwal produksi yang sedang berlangsung diperiksa dan produksi dievaluasi 3.2. Materi pekerjaan (yang baru) dikoordinasikan dengan bagian terkait 3.3. Jadwal produksi (lanjutan) dibuat

4.

Memilih dan menggunakan bahan baku

4.1. Format permintaan bahan diisi 4.2. Format permintaan bahan diserahkan kepada bagian terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku 5.1. Format materi pekerjaan diisi sesuai spesifikasi pesanan yang telah dikonfirmasikan 5.2. Format materi pekerjaan diserahkan kepada pihak yang terkait sesuai prosedur yang berlaku

5.

Membagikan materi pekerjaan

6.

Memantau, memeriksa, dan mengevaluasi tahapan proses produksi

6.1. Kemajuan/ kemacetan tahapan produksi di setiap bagian produksi dipantau, diperiksa, dan dievaluasi 6.2. Membuat keputusan, tindakan, perubahan, jadwal, serta penggunaan mesin untuk mengantisipasi bila terjadi kesalahan pada setiap proses produksi 6.3. Pengarahkan dan inisiatif diperlukan untuk pelaksanaan renca -na produksi yang sesuai dengan mutu yang telah ditentukan

140

6.4. Pelaksanaan keputusan atas hasil pemeriksaan terhadap mutu yang dihasilkan dikoordinasikan dengan bagian terkait 6.5. Format laporan kemajuan diisi dan dinformulasikan ke bagian terkait sesuai prosedur yang berlaku 7. Melaporkan hasil pelaksanaan produksi dan menyatakan produksi selesai 7.1. Format laporan hasil produksi dari setiap pesanan pekerjaan dilaporkan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan pada perusahaan grafika skala menengah dan besar. 2. Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan perusahaan harus dijalani/ ditaati.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dan pengujian dapat dilakukan di tempat kerja dengan pertanyaanpertanyaan dan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung untuk ini, yang meliputi: pengetahuan teknis tentang grafika, administrasi, bahan-bahan grafika, harus dimiliki dan dikuasai. 3. Perencanaan dan pengelolaan produksi, pengawasan mutu produksi grafika, serta pengetahuan tentang pembuatan jadwal, harus dimiliki dan dikuasai.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 2

C 3

D 3

E 3

F 3

G 3

141

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 009 ( A ) Mengemas hasil cetak Unit kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam pengemasan hasil cetak

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Mempersiapkan pengemasan

1.1. Bahan kemasan diperiksa 1.2. Bahan dasar kemasan dilipat menjadi bahan terpakai 1.3. Peralatan yang diperlukan dipersiapkan 1.4. Barang yang akan dikemas disusun 1.5. Kemasan bagian dalam dilapisi dengan plastik

2. Melakukan pengemasan

2.1. Luas bidang kemasan diukur 2.2. Barang yang akan dikemas diukur 2.3. Dilakukan uji pengemasan menyangkut posisi barang dan jumlah barang dalam kemasan 2.4. Dilakukan pengamanan di sekeliling kemasan

3. Menyimpan hasil 3.1. Hasil kemasan disusun berdasarkan spesifikasi teknisnya pengemasan 3.2. Hasil pengemasan disimpan di tempat yang aman 3.3. Dibuat laporan hasil pengemasan kepada pihak yang berwenang

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan pada perusahaan grafika menengah dan besar. 2. Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan perusahaan harus ditaati/ dijalani.

142

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dan pengujian dapat dilakukan di tempat kerja dengan pertanyaanpertanyaan dan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung kompetensi ini meliputi: pengetahuan teknis tentang bahan kemasan, matematika sederhana, teknis lipatan, perencanaan dan pengelolaan produksi, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 2

E 2

F 2

G 1

143

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 010 ( A ) Mengirimkan hasil cetak Unit kompetensi ini mencakup ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan dalam pengiriman hasil cetak

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Memeriksa dokumen pengeluaran barang

1.1. Bon pengiriman barang, surat pengiriman barang dan faktur diperiksa. 1.2. Dokumen pengeluaran barang dicocokkan dengan kartu persediaan barang

2. Menyerahkan barang

2.1. Barang dari gudang dikeluarkan sesuai isi dokumen pengeluaran barang 2.2. Jumlah, nama, dan merk barang diperiksa sesuai isi dokumen 2.3. Barang diserahkan ke bagian ekspedisi 2.4. Peralatan bongkar-muat disimpan

3. Membukukan barang keluar

3.1. Laporan / catatan pengeluaran barang dibuat 3.2. Dokumen pengeluaran barang disimpan sebagai arsip perusahaan

Persyaratan Unjuk Kerja : 1. Unit ini diberlakukan pada perusahaan grafika menengah dan besar. 2. Untuk melaksanakan Tugas-tugas di atas harus dilaksanakan sesuai prosedur standar operasi dan peraturan perusahaan harus dijalankan ditaati.

144

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dan pengujian dapat dilakukan di tempat kerja dengan pertanyaanpertanyaan dan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung kompetensi ini, yang meliputi: pengetahuan tentang pengawasan mutu produksi grafika, penggunaan peralatan pemeriksaan mutu produksi grafika, struktur dan organisasi perusahaan grafika, serta pembuatan jadwal, harus dimiliki dan dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 1

B 1

C 2

D 1

E 1

F 2

G 1

145

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

GRA:SUP: 011 ( A ) Mengoperasikan komputer Unit kompetensi ini berlaku sacara umum untuk penggunaan komputer di industri grafika

Sub-Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

1. Menggunakan komputer dengan mempertimbang kan faktor keselamatan dan kesehatan kerja

1.1. Aspek ergonomis dijadikan dasar pada aktifitas kerja dalam menggunakan komputer 1.2. “over use syndrom” yang berkaitan dengan penggunaan teknologi komputer diperkecil pengaruhnya sesuai dengan prosedur yang baku 1.3. Persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja yang berkaitan dengan bahaya listrik , kebakaran dan radiasi dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku

2. Menjelaskan bagian-bagian dari komputer, masing-masing fungsinya serta integrasi satu dengan yang lainnya

2.1. Jenis-jenis komputer di temu-kenali dan dibedakan sesuai dengan spesifikasi dan masing-masing fungsi utamanya 2.2. Fungsi operasi komputer untuk “input, processing, storage and transfer” diidentifikasi. 2.3. Komponen perangkat keras dari komputer yang berkaitan dengan sistem komputer untuk persiapan cetak diidentifikasi 2.4. Jenis perangkat keras untuk penyimpanan data tetap bagi “graphic arts image” dipahami dan digunakan. Pengertian tentang sistem binari (bytes, kilobytes,megabytes, gigabytes) dipahami 2.5. Komponen utama dari sistem komputer diidentifikasi masingmasing fungsinya

3. Menggunakan prosedur dan ketrampilan 146

3.1. Komputer dihidupkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan (baik oleh persyaratan dari software itu sendiri maupun prosedur standar operasi yang telah ditentukan oleh

dasar pengetikan untuk mengoperasikan komputer

perusahaan) 3.2. Program pendeteksi virus diaktifkan untuk mencegah terkontaminasi sistem komputer oleh virus 3.3. Drive dan disk ditangani dengan cara yang benar 3.4. Pemformatan floppy disk dilakukan sesuai prosedur 3.5. Data dapat di’entry’kan dengan menggunakan ‘keyboard’ atau piranti input lainnya

Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Penggunaan software dan hardware komputer untuk pekerjaan di bidang grafika dibutuhkan pada unit pendukung ini. 2. Peralatan dan perlengkapan yang mendukung unit ini perlu disediakan, antara lain: komputer, printer, desktop scaner, software fo graphic art, data base, multimedia, image dan text bank, pesawat telepon, fax, internet, dlsb 3. SOP yang disiapkan oleh perusahaan harus disusun.

Acuan Penilaian: 1. Penilaian dan pengujian dapat dilakukan di tempat kerja dengan pertanyaanpertanyaan dan metoda observasi. 2. Pengetahuan yang mendukung kompetensi ini, yang meliputi: pengetahuan tentang penggunaan alat komputerisasi, interface komputer, peralatan penyimpanan data, modem, disk format dan mentransfer file; harus dimiliki dan dikuasai dengan baik.

Kompetensi Kunci Level

A 2

B 2

C 2

D 2

E 2

F 2

G 2

147

D. Pemaketan Unit Kompetensi Grafika berdasarkan Kualifikasi Jenjang dan Jabatan Unit/ Pekerjaan serta Basis Pendidikan Formal.
Berdasarkan konsep dan pemikiran Pemaketan Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika yang telah dijelaskan pada dalam point 6.4 di atas, maka pada bagian ini disampaikan paket-paket dari Unit-Unit Standar Kompetensi Grafika yang dibuat ini; dalam bentuk tabel yang disusun berdasarkan kelompok unitnya dan kualifikasi jenjang unit/ pekerjaan.

ΛΕςΕΛ No 9 10 11 12 13 14 15 16

1. Juru Pelaksana Muda, memiliki kompetensi :
Untuk Bagian/ Kelompok Pracetak Judul Unit Membuat proof image Membuat dan mencetak-coba plate relief/letterpress Membuat plate offset lithografi Membuat plate photopolymer mesin flexography Membuat plate photopolymer mesin pad printing Membuat plate ganda untuk beberapa image Membuat silinder gravure secara manual Membuat silinder gravure secara elektronik Kode Unit GRA :PRA : 009(A) GRA :PRA : 010(A) GRA :PRA : 011(A) GRA :PRA : 012(A) GRA :PRA : 013(A) GRA :PRA : 014(A) GRA :PRA : 015(A) GRA :PRA : 016(A)

Untuk Bagian/ Kelompok Purna Cetak No Judul Unit 26 Mengerjakan pelipatan lembar cetakan secara manual. 28 Menyusun-gabung lembar cetakan secara manual 32 Memotong kertas secara manual. 34 Menjilid secara manual. Untuk Bagian/ Kelompok Pendukun / Support Unit No Judul Unit 44 Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja 45 Melakukan komunikasi di tempat kerja 46 Administrasi dan kesekretariatan pemasaran 50 Mengemas hasil cetak 51 Mengirimkan hasil cetak

Kode Unit GRA :PUR : 001(A) GRA :PUR : 003(A) GRA :PUR : 007(A) GRA :PUR : 009(A)

Kode Unit GRA :SUP : 003(A) GRA :SUP : 004(A) GRA :SUP : 005(A) GRA :SUP : 009(A) GRA :SUP : 010(A)

148

2. Juru Pelaksana Madya, memiliki kompetensi :
Untuk Bagian/ Kelompok Pracetak No. Judul Unit 2 Menyusun huruf / type setting 3 Mengerjakan scanning 4 Mengerjakan reprografi 5 Menggabungkan image secara manual 6 Menggabungkan image secara elektronik 7 Menyiapkan layout untuk siap ke film/plate 8 Membuat output image Untuk Bagian/ Kelompok Cetak No. Judul Unit 17 Mengopersikan mesin cetak tinggi (letter press) 18 Mengopersikan mesin cetak intaglio 19 Mengopersikan mesin cetak rotogravure 20 Mengopersikan mesin cetak flexography 21 Mengopersikan mesin pad printing 22 Mengoperasikan mesin cetak offset lembaran (sheet) 23 Mengoperasikan mesin cetak offset gulungan (web) 24. Mengoperasikan mesin cetak digital 25 Memproduksi cetakan dengan cetak saring /sablon Untuk Bagian/ Kelompok Purna Cetak No. Judul Unit 27 Mengerjakan pelipatan lembar cetakan dengan mesin. 29 Menyusun-gabung lembar cetakan dengan mesin. 30 Mengerjakan laminating. 31 Memvernis. 33 Memotong kertas dengan mesin otomatis. 35 Menjilid dengan mesin jilid lem panas 36 Menjilid dengan mesin jilid jahit kawat. 37 Menjilid dengan mesin jilid jahit benang. 38 Membuat pisau pon/ ril/ embossing cetak. 39 Mengepon hasil cetak dan hasil embos. 40 Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) secara manual. 41 Mengelem hasil dari pon (kemasan lipat) dengan mesin. Untuk Bagian/Kelompok Pendukung/ Support Unit Judul Unit Melakukan persiapan dan pemeliharaan ruang kerja Melakukan komunikasi di tempat kerja Mengurus administrasi dan kesekretariatan pemasaran Mengoperasikan komputer Kode Unit GRA :PRA : 002(A) GRA :PRA : 003(A) GRA :PRA : 004(A) GRA :PRA : 005(A) GRA :PRA : 006(A) GRA :PRA : 007(A) GRA :PRA : 008(A)

Kode Unit GRA :CTK : 001(A) GRA :CTK : 002(A) GRA :CTK : 003(A) GRA :CTK : 004(A) GRA :CTK : 005(A) GRA :CTK : 006(A) GRA :CTK : 007(A) GRA :CTK : 008(A) GRA :CTK : 009(A)

Kode Unit GRA :PUR : 002(A) GRA :PUR : 004(A) GRA :PUR : 005(A) GRA :PUR : 006(A) GRA :PUR : 008(A) GRA :PUR : 010(A) GRA :PUR : 011(A) GRA :PUR : 012(A) GRA :PUR : 013(A) GRA :PUR : 014(A) GRA :PUR : 015(A) GRA :PUR : 016(A)

No. 44 45 46 52

Kode Unit GRA :SUP : 003(A) GRA :SUP : 004(A) GRA :SUP : 005(A) GRA :SUP : 011(A)

149

3. Juru Pengawas Pelaksana, memiliki kompetensi :
Untuk Bagian/ Kelompok Pracetak No Judul Unit 1 Menindaklanjuti konsep desain/ optimasi desain brief

Kode Unit GRA :PRA : 001(A)

Untuk Bagian/ Kelompok Pendukung/ Support Unit No. Judul Unit 42 Mengaplikasikan prinsip keselamatan & kesehatan kerja 43 Mengaplikasikan standar kualitas 47 Melaksanakan internal pekerjaan pemasaran 48 Melaksanakan pekerjaan penjualan 49 Merencanakan dan mengendalikan produksi

Kode Unit GRA :SUP : 001(A) GRA :SUP : 002(A) GRA :SUP : 006(A) GRA :SUP : 007(A) GRA :SUP : 008(A)

150

E. Pedoman Umum Pengujian dan Sertifikasi Standar Kompetensi.
Pedoman ini merupakan acuan dalam pelaksanaan pengujian dan sertifikasi kompetensi oleh Lembaga/ Unit Sertifikasi Kompetensi Personel/ Profesi, agar dalam melaksanakan pengujian selalu mengikuti prinsip-prinsip dasar pengujian, taat azas dan absah serta dapat dipertanggung jawabkan. 1. Standar Kompetensi. Kompetensi adalah kemampuan individual/ orang perorangan untuk mengerjakan suatu tugas / pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai unjuk kerja yang dipersyaratkan. Dalam perkembangan teori belajar Benyamin Bloom’s dikembangkan lebih lanjut bersama para pakar psikologi pendidikan, yang kemudian menghasilkan suatu konsep awal Standar Kompetensi. Standar kompetensi adalah pernyataan-pernyataan mengenai pelaksanaan tugas/ pekerjaan di tempat kerja yang digambarkan dalam bentuk hasil keluaran (output) sebagai berikut : Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh pekerja. Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari pekerja. Bagaimana menilai bahwa kemampuan pekerja telah berada pada tingkat yang diharapkan. Standar Kompetensi dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan didukung sikap kerja serta penerapannya ditempat ker -ja yang mengacu pada unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar Kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang/ orang perorangan untuk melakukan suatu tugas/ pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan didukung sikap, serta penerapannya sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar Kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung, seperti pengetahuan dan kemam-

151

puan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang/ orang perorangan, maka yang bersangkutan akan mampu : Bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan. Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan. Apa yang harus dilakukan, bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula. Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda. Standar Kompetensi dapat dimanfaatkan pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, Perusahaan dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Personel. Pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan : Standar Kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan Kurikulum dan pengembangan pengajaran, serta sekaligus mendorong konsistensi dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, dan penetapan Kualifikasi Pendidikan dan atau Pelatihan. Pada Dunia Usaha/ Perusahaan : Standar Kompetensi dimanfaatkan sebagai alat mana -jemen, terutama dalam : • • • • Menentukan organisasi kerja dan perancangan jabatan. Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya. Membantu dalam rekrutmen Mengembangkan program Pelatihan yang khas/spesifik sesuai kebutuhan Perusahaan. Pada Lembaga Sertifikasi Kompetensi Personel : Standar Kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan: • Klasifikasi dan Kualifikasi • Kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.

152

2. Gambaran Umum Sistem Pengujian. Hasil akhir suatu pelaksanaan pengujian sebagai bagian dari penilaian/ pengujian sertifikasi adalah untuk konfirmasi atau jaminan bahwa seseorang dapat melaksanakan suatu tugas di tempat kerja sesuai dengan standar yang dinyatakan dalam Standar Kompetensi sektor industri/ usaha yang relevan. Peran sistem pengujian adalah sebagai acuan prinsip-prinsip, metode pengujian, dan aturan-aturan pelaksanaan penilaian/ pengujian sertifikasi yang dibutuhkan, agar proses penilaian/ pengujian dapat dijamin berdasarkan Standar Kompetensi, dilaksanakan secara adil, valid, dan konsisten. 3. Prinsip Dasar Pengujian Kompetensi. 3.1. Prinsip-prinsip Pengujian Dalam melaksanakan pengujian harus memenuhi prinsip-prinsip: dapat dipercaya, fleksibel, adil, dan valid , agar supaya : - dapat dipercaya, maka metode dan prosedur pengujian harus meyakinkan, sehingga Standar Kompetensi dapat dilaksanakan secara konsisten. - fleksibel, maka pengujian harus dapat dilaksanakan di tempat kerja, di kelas, atau perpaduan dari keduanya, serta memberikan keleluasaan tentang: bagaimana, di mana, dan kapan kompetensi tersebut dicapai/diperoleh. - adil, maka pengujian tidak boleh ada pembedaan perlakuan antara satu peserta dengan lainnya. - valid, pengujian harus menguji apa yang seharusnya ditetapkan untuk diuji. Bukti-bukti yang berkaitan dengan standar yang diujikan harus dikumpulkan secara seksama. Beberapa prinsip pengujian berikut ini yang perlu diikuti bila menyelenggarakan pengu jian dan akan menjadi acuan dalam mengkaji ulang sistem pengujian itu sendiri, adalah : Proses yang transparan: Penguji dan peserta ujian harus sama-sama mengetahui dan menyadari apa yang akan diujikan, serta proses dan prosedur pelaksanaannya. Peserta

153

ujian juga harus menyadari bahwa yang bersangkutan memiliki hak sanggah, bila merasa tidak diperlakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Memiliki validitas: Pengujian dapat dianggap valid apabila mereka menguji apa yang seharusnya diujikan. Penguji harus sepenuhnya menyadari bahwa apa yang harus diujikan, di mana secara jelas dan rinci dapat mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan se -bagai dasar untuk mempertimbangkan bahwa yang bersangkutan telah mencapai kompetensi yang dimaksud. Dapat dipercaya: pengujian dilakukan secara konsisten, di mana formulasi metode dan prosedur yang digunakan dapat mengukur kompetensi seseorang dengan berbagai konteks pekerjaan dengan perlakuan yang sama. Fleksibel: pengujian yang dilakukan harus memiliki keleluasaan dalam penerapannya, serta dapat dilaksanakan dengan berbagai kondisi serta situasi sepanjang masih dalam batas yang dituntut oleh standar dimaksud. Berkeadilan: pengujian dapat dikatakan adil bila dalam penyelenggaraannya memberikan perlakuan yang sama terhadap semua peserta. Setiap individu harus secara jelas memahami apa yang diujikan dan proses untuk pengujiannya. Pengujian harus didasarkan pada bukti-bukti yang dikumpulkannya dan tidak berdasar pada faktor subjektif kemampuan individu seseorang. Praktis: pengujian yang dilaksanakan tidak berarti harus mahal dan menyita waktu, terutama bagi peserta ujian atau pihak lain yang terkait dalam proses. Pengujian harus praktis untuk peserta ujian dan penyelenggara pengujian. 3.2. Metode Pengujian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan bukti-bukti harus tepat dalam konteks dengan penguji dan yang diuji. Metode-metode tersebut meliputi : • • Pemberian pertanyaan mengenai pekerjaan berdasarkan Instruksi Kerja/ SOP ( Stan dard Operation Procedure) atau W.I. (Work Instruction) Menggunakan Portofolio.

154

Penugasan untuk mengungkap penugasan dalam : - Mengumpulkan dan mengolah informasi. - Menyampaikan informasi - Merencanakan dan mengatur kegiatan - Bekerjasama dalam tim - Menggunakan ide, teknik dan teknologi yang relevan - Memecahkan masalah.

• •

Observasi (wajib) Wawancara (wajib)

3.3. Bahan Acuan untuk Pengujian. Bahan acuan untuk pengujian kompetensi adalah standar kompetensi yang ditetapkan dan diberlakukan oleh instansi/institusi yang berwenang. Standar kompetensi tersebut memberikan uraian secara rinci tentang kompetensi berdasarkan pada tingkat kesulitan dan cakupan pekerjaan yang dapat ditanganinya, serta kemungkinan pelaksanaannya di dalam atau di luar tempat kerja [ on atau off the job ] 3.4. Kualifikasi Penguji. Pengujian atau penilaian terhadap angkatan kerja dan atau tenaga kerja dilakukan oleh tim penilai/ asessor, yang diangkat dan diberi tugas oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Personel.Penilai/ Asessor yang ditunjuk harus memenuhi persyaratan kualifikasi minimal, antara lain: • • • • Menguasai kualifikasi dan unit-unit kompetensi yang akan diujikan. Memiliki pengetahuan tentang kebijakan dan program serta kegiatan dibidang industri; dimana unit kompetensi tersebut diterapkan Memiliki pengetahuan kerja dan kebijakan yang berlaku di industri yang bersangkutan. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pengujian/ penilaian meliputi, perencanaan, penyelenggaraan dan pengkajian pengujian.

155

3.5. Panduan Penyelenggaraan Pengujian. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menyelenggarakan pengujian yaitu : • • • Identifikasi Standar Kompetensi Bidang Teknologi Informatika yang akan diujikan. Bila dianggap perlu, identifikasi standar khusus yang dirancang untuk keperluan tertentu yang akan diujikan. Memformulasikan Standar Kompetensi ke dalam instrumen pengujian sesuai dengan format dan metode yang disepakati. Di dalam melaksanakan pengujian perlu diperhatikan hal-hal berikut : - Perlu ada Tata cara dan Prosedur penilaian serta kriteria yang objektif dalam penilaian. Dan Penilaian harus efektif dan efisien • • • • Semua pemohon harus mendapatkan pelayanan yang sama dan tidak memihak/ berbeda pelayanan. Penilai harus mempunyai kompetensi sebagai penilai dan dalam keadaan sehat jasmni dan rochani. Harus ada kriteria objektif dalam Penilaian. Harus mempunyai pemahaman yang sama tentang kualitas dari yang dinilai.

- Harus mempunyai Prosedur dan Petunjuk tata cara pengambilan dan pengumpulan bukti-bukti tentang Kompetensi • • • Kapan dilakukan pengumpulan bukti-bukti Dimana dilakukan pengumpulan bukti-bukti. Siapa yang mengumpulkan

- Menentukan Standar : ada 3 standar penting, yaitu kuantitas, kualitas dan tingkat kesalahan; ada 2 tahap penilaian, yaitu Pengumpulan bukti-bukti dan Penilaian. Penialain Kompetensi meliputi : • • • • 156 Pengembangan kriteria pelaksanaan Pengembangan kriteria penilaian Pengumpulan bukti-bukti Penilaian

- Keabsahan dan Pertanggung jawaban Penilaian : Keabsahan ; - Apakah intrumen penilaian itu benar mengukur kompetensi tertentu. - Prosedur Penilaian harus valid dan tidak ada kesalahan. - Membuat sertifikat, membuat prakiraan keadaan masa mendatang yang mempunyai pengertian, bahwa Lembaga Sertifikasi/ Penilai mengizinkan siapapun untuk melihat/ memeriksa sertifikat, untuk membuat suatu gambaran tentang penampilan kerja seseorang yang memegang sertifikat tersebut di masa mendatang. - Penilaian dalam arti teknis harus valid dan Sertifikat harus mempunyai batas waktu masa berlaku. (pemegang sertifikat bila tidak menggunakan keterampil-annya/ berhenti dari pekerjaan tsb, pindah posisi jabatan yang kompetensinya berbeda dll., maka hasil unjuk kerjanya akan menurun). Untuk memperpanjang bisa dengan memberikan laporan masih melakukan pekerjaan sesuai kompetensi dan unjuk kerjanya, artinya menunjukkan kom-petensinya terpelihara. - Dalam melakukan pengujian tertulis tentang Teori pada beberapa situasi mungkin ada gunanya, tetapi bila tidak berhati-hati, maka laporan yang dibuat berdasarkan/ merupakan kemampuan dalam mengerjakan ujian tertulis dan bukannya berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan bagi pemohon/peserta ujian. Pertanggung jawaban : - Apa yang dapat dikatakan penilaian yang dapat dipercaya dalam konteks penilaian kompetensi. - Pertanggungjawaban dapat berarti pula adanya kesamaan hasil penilaian yang dilakukan penilai yang satu dengan penilai yang lain atau bila penilaian dibuat oleh penilai yang sama pada hari yang lain ( berikutnya ). - Menjaga kerahasiaan tentang orang yang dinilai adalah hal yang perlu dipertanggung jawabkan oleh Penilai. - Untuk meningkatkan pertanggung jawaban, maka perlu : - Pembentukan kriteria yang disetujui. - Pengukuran ulang. - Banyak pelatihan dan kegiatan penilaian bagi Penilai. - Pembentukan Kriteria yang objektif adalah hal yang sangat penting .

157

Efektivitas biaya : Untuk meningkatkan pertanggung jawaban penilaian, umumnya melibatkan banyak orang dalam proses pengujian dan penilaian dan sering terjadi pengulangan pengujian/penelaahan berkali-kali untuk mendapatkan data yang akurat,tetapi manfaat ini menyebabkan biaya meningkat. Untuk itu perlu meningkatkan pertanggung jawaban, tanpa pengeluaran biaya yang tidak perlu, dengan tetap memperhatikan efektivitas biaya. Metode Penilaian : Penilaian harus berhubungan erat dengan penampilan kerja dalam pekerjaan (memang ini memerlukan waktu dan latihan bagi Penilai) Hal ini harus menjadi pernyataan-pernyataan yang objektif dan kriteria penilaian yang membuat per-nyataan objektif tersebut dapat diukur. Melaporkan dan menyimpan data : Sistem manajemen informasi yang digunakan untuk menyimpan informasi me-ngenai berbagai kegiatan penerapan standar kompetensi. Selama tahap pengem-bangan dapat digunakan untuk menyimpan data-data peserta dan mencatat hasil masing-masing peserta ujian serta memantau yang telah diberi sertifikat, se-hingga mempunyai gambaran menyeluruh mengenai unjuk kerja Unit sertifikasi kompetensi personel dan sekaligus untuk melakukan evaluasi dan perencanaan program berikutnya. Laporan antara lain memuat : • • • • Melaporkan pelaksanaan Program Pengujian. Melaporkan jumlah dan kompetensi apa saja yang telah diujikan. Melaporkan tingkat kualifikasi kompetensi yang telah dilaksanakan dan hasil yang diperlihatkan para peserta uji. Melaporkan kriteria dan instrumen uji dengan materi interpretatif yang cocok.

Pemeliharaan Standar : Standar-standar yang dipakai dijaga/ dipelihara bukan berarti statis, tetapi dinamis sesuai dengan perkembangan/ perubahan yang terjadi.

158

4. Tata Cara Penilaian. 4.1. Metoda Penilaian : Metoda penilaian yang umum mencakup : • • • • • Pengamatan ditempat kerja Pada sistem kerja tiruan ( Simulator ) Pada alat latihan-latihan praktis Penilaian lisan dan tulisan (penilaian ini sebatas untuk mengetahui latar belakang) Portofolio.

Menerapkan suatu pendekatan terpadu terhadap penilaian Kompetensi sebagai kemampuan yang dapat diambil serta paduan berbagai macam Pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk dipakai/ diterapkan di tempat kerja.Tugas tugas kemudian dinilai, demikian pula kemampuan dalam : • • • • • • • Menangani sejumlah tugas Berhadapan dengan situasi beragam. Mengkoordinasi dan mengorganisasi pekerjaan. Berhadapan dengan berbagai kemungkinan, seperti gangguan dll. Bergaul dengan kelompok-kelompok dan pribadi-pribadi. Mengikuti sayarat-syarat pekerja,kesehatan , keamanan dan keselamatan. Berkomunikasi secara efektif

4.2. Keterampilan Perusahaan : Keterampilan perusahaan umumnya meliputi : • • • • • • Mendapatkan akses dalam menuju dan menggunakan informasi. Menyesuaikan diri dengan perubahan dan mengelola perubahan. Berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan Mengelola waktu Memakai strategi-strategi belajar Mengatasi permasalahan

159

Bekerja sebagai bagian dari sebuah Tim. ( masing-masing dibagi kedalam 4 kemampuan )

4.3. Jenis-Jenis Keterampilan: • • • • Keterampilan dalam melakukan tugas Keterampilan mengelola tugas Ketempilan mengelola gangguan atau hal-hal yang kebetulan. Keterampilan dalam lingkungan pekerjaan.

4.4. Kriteria Prestasi : Penilaian akan efektif bila seluruh penilai memahami dengan benar dan konsisten tentang kriteria prestasi.

160

F. Lampiran : Daftar Pustaka.

1. Rustamsjah, DR, Kebutuhan Litbang dalam Bidang Teknologi Grafika, Puslitbang Teknologi Terapan – LIPI, Peneliti LIPI ( APU ), 1996. 2. Gitosardjono, Sukamdani S., DR, Pengamatan Prospek Industri Cetak di Indonesia, Makalah Simposium Nasional : Teknologi Cetak, ITB, 1996. 3. Sitanggang F, Drs,Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Teknologi Grafika di Indonesia, Makalah Simposium Nasional : Teknologi Cetak , ITB,1996 4. Lesilolo F.G, Ir.,SE, Kebutuhan Riset dan Pengembangan dalam Teknologi Grafika, Makalah Simposium Nasional : Teknologi CetaK, ITB, 1996. 5. Karttunen,Simo, The Future Trends of Graphics and Printing Technology, VTT Information Technology ESPOO, Finland, 1996. 6. Suparman,BSc, Perkembangan Teknologi Grafika, Perum Peuri, Jakarta, 1996. 7. Aribowo, Tungky, Ir, Prospek Desain dan Teknologi Cetak dalam Pengembangan Produk Industri dan Perdagangan, Makalah Pengarahan Men-perindag/ Simposium Nasional : Teknologi Cetak, ITB, 1996. 8. Triwiharto,Ir., Aplikasi Teknologi Cetak dalam Berbagai Industri, PT. Indoprima, Jakarta, 1996. 9. Durant,W.R., Printing : A guide to systems and their uses, Butler & Tenner Ltd, Frome & London, 1989. 10. Scheder, George, Perihal Cetak Mencetak, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1978. 11. Scheder, George, Matematika Cetak Mencetak, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1978. 12. Craig, James, Production for the graphic designer, Watson – Guptill Publications, New York, 1986. 13. -----------, Dokumen Simposium Teknologi Cetak : Kini dan Masa Depan, ITB & Perum Peruri, Bandung, 1996. 14. Competency Standards – ANTA ( Australian National Training Authority ): Printing and Graphic Arts, http://www.anta.gov.au/auxilary.asp?qsID=179

161

15. Graphic Arts Information Network ( GAIN ) : National Counci for Skill Standards in Graphic Communications, Print Wire, Heilderberg USA, http://www.gain.net/training_meetings/about_ness.hmtl 16. The Secretary of State for Education and Employments Skills Task Force, UK, Employers Skill Survey : Case Study Skill Standards in Graphic Printing 17. Skill for each of the six levels of Bloom’s Taxonomy, Councelling Services – University of Victoria, [ www.coun.uvic.ca/learn/program/hndouts/bloom.hmtl ] 18. Bloom at al’s Taxonomy of the Cognitive Domain ( BillHuitt ) : [ www.valdosta.peachnet.edu/~whuitt/psy702/cogsys/bloom.hmtl ] 19. Bloom’s Taxonomy [ DLRN Technology Resource, Chapter 4, http:/www.wested.org/tie/dlrn/blooms.hmtl ] 20. Krathwohl,David R.,Benjamin S.Bloom, and Bertram B. Masia, Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goal. Handbook II: Affective Domain. New York: David Mckay Co., Inc., 1964. 21. The National Skill Standards Board ( NSSB ), USA : Information Technology & the Labour’s Graphic Printing Skill Standard Project. 22. William, Hall and Mark, C.W. Werner : Key Competencies. 23. US Department of Labours : The Skill Standards for Operators and Technicions of Graphic Printing. 24. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional ( Depdiknas/ Ditmenjur ) : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ), 1993.

162

163

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->