P. 1
Jenis-jenis Buaya

Jenis-jenis Buaya

|Views: 5,317|Likes:
Published by Jakop hutapea

More info:

Published by: Jakop hutapea on Jun 03, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air.

Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya ikan (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku. Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, terkadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus. Dikenal pula beberapa nama daerah untuk menyebut buaya, seperti misalnya buhaya (Sd.); buhaya (bjn); baya atau bajul (Jw.; bicokok (Btw.), bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk; senyulong, buaya jolong-jolong (Mly.), atau buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya yang berwarna kehijauan; buaya tembaga, buaya yang berwarna kuning kecoklatan; dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris buaya dikenal sebagai crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka menyebutnya ‘cacing bebatuan’ karena mengamati kebiasaan buaya berjemur di tepian sungai yang berbatu-batu.

Biologi dan perilaku
Di luar bentuknya yang purba, buaya sesungguhnya merupakan hewan melata yang kompleks. Tak seperti lazimnya reptil, buaya memiliki jantung beruang empat, sekat rongga badan (diafragma) dan cerebral cortex. Pada sisi lain, morfologi luarnya memperlihatkan dengan jelas cara hidup pemangsa akuatik. Tubuhnya yang "streamline" memungkinkannya untuk berenang cepat. Buaya melipat kakinya ke belakang melekat pada tubuhnya, untuk mengurangi hambatan air dan memungkinkannya mempertinggi kecepatan pada saat berenang. Jari-jari kaki belakangnya berselaput renang, yang meskipun tak digunakan sebagai pendorong ketika berenang cepat, selaput ini amat berguna tatkala ia harus mendadak berbalik atau melakukan gerakan tiba-tiba di air, atau untuk memulai berenang. Kaki berselaput juga merupakan keuntungan manakala buaya perlu bergerak atau berjalan di air dangkal. Buaya dapat bergerak dengan sangat cepat pada jarak pendek, bahkan juga di luar air. Binatang ini memiliki rahang yang sangat kuat, yang dapat menggigit dengan kekuatan luar biasa, menjadikannya sebagai hewan dengan kekuatan gigitan yang paling besar. Tekanan gigitan buaya ini tak kurang dari 5.000 psi (pounds per square inch; setara dengan 315 kg/cm²)[1]; bandingkan dengan kekuatan gigitan anjing rottweiler yang cuma 335 psi, hiu putih raksasa

sebesar 400 psi, atau dubuk (hyena) sekitar 800 – 1.000 psi. Gigi-gigi buaya runcing dan tajam, amat berguna untuk memegangi mangsanya. Buaya menyerang mangsanya dengan cara menerkam sekaligus menggigit mangsanya itu, kemudian menariknya dengan kuat dan tiba-tiba ke air. Oleh sebab itu otot-otot di sekitar rahangnya berkembang sedemikian baik sehingga dapat mengatup dengan amat kuat. Mulut yang telah mengatup demikian juga amat sukar dibuka, serupa dengan gigitan tokek. Akan tetapi sebaliknya, otot-otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya amat lemah. Para peneliti buaya cukup melilitkan pita perekat besar (lakban) beberapa kali atau mengikatkan tali karet ban dalam di ujung moncong yang menutup, untuk menjaganya agar mulut itu tetap mengatup sementara dilakukan pengamatan dan pengukuran, atau manakala ingin mengangkut binatang itu dengan aman. Cakar dan kuku buaya pun kuat dan tajam, akan tetapi lehernya amat kaku sehingga buaya tidak begitu mudah menyerang ke samping atau ke belakang. Buaya memangsa ikan, burung, mamalia, dan kadang-kadang juga buaya lain yang lebih kecil. Reptil ini merupakan pemangsa penyergap; ia menunggu mangsanya hewan darat atau ikan mendekat, lalu menerkamnya dengan tiba-tiba. Sebagai hewan yang berdarah dingin, predator ini dapat bertahan cukup lama tanpa makanan, dan jarang benar-benar perlu bergerak untuk memburu mangsanya. Meskipun nampaknya lamban, buaya merupakan pemangsa puncak di lingkungannya, dan beberapa jenisnya teramati pernah menyerang dan membunuh ikan hiu.[2] Perkecualiannya adalah burung cerek Mesir, yang dikenal memiliki hubungan simbiotik dengan buaya. Konon, burung cerek ini biasa memakan hewan-hewan parasit yang berdiam di mulut buaya, dan untuk itu sang raja sungai membuka mulutnya lebar-lebar serta membiarkan si cerek masuk membersihkannya.

Pada musim kawin dan bertelur buaya dapat menjadi sangat agresif dan mudah menyerang manusia atau hewan lain yang mendekat. Di musim bertelur buaya amat buas menjaga sarang dan telur-telurnya. Induk buaya betina umumnya menyimpan telur-telurnya dengan dibenamkan di bawah gundukan tanah atau pasir bercampur dengan serasah dedaunan. Induk tersebut kemudian menungguinya dari jarak sekitar 2 meter. Embrio buaya tak memiliki kromosom seksual, yakni kromosom yang menentukan jenis kelamin anak yang akan ditetaskan. Jadi tak sebagaimana manusia, jenis kelamin buaya tak ditentukan secara genetik. Alih-alih, jenis kelamin ini ditentukan oleh suhu pengeraman atau suhu sarang tempat telur ditetaskan. Pada buaya muara, suhu sekitar 31,6°C akan menghasilkan hewan jantan, sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dari angka itu akan menghasilkan buaya betina. Masa pengeraman telur adalah sekitar 80 hari, tergantung pada suhu rata-rata sarang.[3] Buaya ditengarai memiliki insting untuk kembali ke tempat tinggalnya semula (homing instinct). [4] [5] Tiga ekor buaya yang ganas di Australia Utara telah dipindahkan ke lokasinya yang baru, sejauh 400 km, dengan menggunakan helikopter. Akan tetapi dalam tiga minggu hewan-hewan ini diketahui telah tiba kembali di tempat asalnya. Kejadian ini terpantau melalui alat pelacak yang dipasang pada tubuh reptil tersebut.

Menurut pengetahuan sekarang, buaya memiliki kekerabatan yang lebih erat dengan burung dan dinosaurus, dibandingkan dengan kebanyakan reptil umumnya. Tiga kelompok yang pertama itu, ditambah dengan kelompok pterosaurus, digolongkan menjadi grup besar Archosauria (='reptil yang menguasai'[6]).[7]

Umur
Tidak ada cara yang meyakinkan untuk menghitung umur buaya, selain dengan mengetahui waktu penetasannya dahulu, meskipun ada beberapa teknik yang telah dikembangkan. Metode yang paling umum digunakan untuk menaksir umur hewan ini ialah dengan menghitung lingkaran tumbuh pada tulang dan gigi. Tiap-tiap lapis lingkaran menggambarkan adanya perubahan pada laju pertumbuhan, yang mungkin disebabkan oleh perubahan musim kemarau dan hujan yang berulang setiap tahun. [3] Dengan tetap mengingat peluang ketidaktepatan metode ini, buaya yang tertua kemungkinan adalah spesies yang terbesar. Buaya muara (C. porosus) diperkirakan dapat hidup rata-rata hingga 70 tahun, dengan sedikit individu yang terbukti dapat melebihi umur 100 tahun. Salah satu buaya tertua yang tercatat, mati di kebun binatang Rusia pada usia sekitar 115 tahun.[3] Seekor buaya air tawar jantan yang dipelihara di Kebun Binatang Australia diperkirakan berumur 130 tahun. Hewan ini diselamatkan Bob Irwin dan Steve Irwin dari alam liar setelah ditembak dua kali oleh pemburu. Akibat tembakan senjata itu, buaya tersebut (yang kini dijuluki sebagai "Mr. Freshy") kehilangan mata kanannya.[8]

Ukuran
Ukuran tubuh buaya sangat bervariasi dari jenis ke jenis, mulai dari buaya kerdil hingga buaya muara raksasa. Spesies bertubuh besar dapat tumbuh lebih panjang dari 5 m dan memiliki berat melebihi 1.200 kg. Walaupun demikian, bayi-bayi buaya hanya berukuran sekitar 20 cm tatkala menetas dari telur. Spesies buaya terbesar adalah buaya muara, yang hidup di wilayah Asia Tenggara hingga ke Australia utara. Ukuran terbesar buaya muara hingga kini masih diperdebatkan. Buaya terbesar yang pernah tercatat adalah seekor buaya muara raksasa sepanjang 8,6 m, yang tertembak oleh seorang guru sekolah di Australia.[2] Sedangkan buaya terbesar yang masih hidup adalah seekor buaya muara sepanjang 7,1 m di Suaka Margasatwa Bhitarkanika, Orissa, India. Pada bulan Juni 2006, rekornya dicatat pada The Guinness Book of World Records.[9] Dua catatan lain yang terpercaya mengenai ukuran buaya terbesar adalah rekor dua ekor buaya sepanjang 6,2 m. Buaya yang pertama ditembak di Sungai Mary, Northern Territory, Australia pada 1974 oleh seorang pemburu gelap, yang kemudian diukur oleh seorang petugas kehutanan. Sedangkan buaya yang kedua dibunuh di Sungai Fly, Papua Nugini. Ukuran buaya kedua ini sebetulnya diperoleh dari kulit, yang diukur oleh Jerome Montague, seorang peneliti margasatwa. Dan karena ukuran kulit selalu lebih kecil (menyusut) dari ukuran hewan aslinya, dipercaya bahwa buaya kedua ini sedikitnya berukuran 10 cm lebih panjang ketika hidup.

Buaya Irian

Sistematika
Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Mamalia Ordo : Crocodilia Famili : Crocodylidae Genus : Crocodylus Spesies : Crocodylus novaeguineae

Deskripsi : • • • • • Spesies yang sering disebut sebagai Buaya Irian ini dibedakan dengan buaya yang lain berdasrkan ukuran sisiknya yang lebih besar, terutama sisik ventralnya Sisik belakang kepalanya berjumlah 4-7 buah. Sisik D.C.W (Double Crest Whorl) sejumlah 17-20 pasang, sedangkan Sisik berjumlah 18-21 buah. Jumlah sisik ventral terdiri atas 23-28 baris dari depan ke belakang. Ukuran maksimum dapat mencapai 3350 mm untuk jantan dan 2650 mm untuk betina Pada waktu akan bertelur, betina akan membuat sarang dan bertelur pada awal musim kemarau, hal ini berlawanan dengan Crocodylus porosus. Telur – telur ini dijaga oleh induk sampai mereka dapat mencari makanan sendiri. Buaya-buaya ini menempati habitat yang sama dengan buaya air tawar di Indonesia Barat dan dijumpai sampai ke pedalaman dengan persebaran meliputi Irian sebelah utara, mulai dari daerah DAS Memberamo, sampai semenanjung selatan Papua Nugini

Buaya Muara Sistematika
Kingdom : Animalia Filum : Chordata

Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Mamalia : Crocodilia : Crocodylidae : Crocodylus : Crocodylus porosus

Deskripsi : • • • • • • Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia dan dapat mencapai panjang tujuh meter. Buaya ini dibedakan dengan buaya yang lain berdasarkan sisik belakang kepalanya yang kecil ataupun tidak ada, sisik dorsalnya berlunas pendek berjumlah 16-17 baris dari depan ke belakang biasanya 6-8 baris. Tubuhnya berwarna abu-abu atau hijau tua terutama pada yang dewasa pada sedangkan yang muda berwarna lebih kehijauan dengan bercak hitam, dan pada ekornya terdapat belang hitam dari bercak- bercak berwarna hitam Saat bertelur, betina akan membuat sarang dari sampah tumbuhan, dan dedaunan. Buaya ini bertelur pada awal musim penghujan. Telur – telur ini akan terus dijaga oleh induk sampai menetas dan mereka dapat mencari makanan sendiri Buaya jenis ini menempati habitat muara sungai. Kadang dijumpai di laut lepas. Makanan utamanya adalah ikan walaupun sering menyerang manusia dan babi hutan yang mendekati sungai untuk minum. Persebaran buaya ini hampir di seluruh perairan Indonesia

Buaya Air Tawar Sistematika
Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Mamalia

Ordo Famili Genus Spesies

: : : :

Crocodilia Crocodylidae Crocodylus Crocodylus siamensis

Deskripsi : • • • • • • • • Dibedakan dengan buaya yang lain berdasarkan sisik post occipital-nya yang berjumlah 2-4 buah. Moncongnya tidak berlunas tetapi terdapat lunas yang jelas di antara kedua matanya.. Panjang moncongnya satu setengah sampai satu tiga perempat kali lebarnya. Umumnya memiliki 3-4 buah sisik belakang kepala. Tubuhnya kecil dan hanya dapat mencapai panjang sekitar satu meter, berwarna hijau tua kecoklatan dan anakan berwarna lebih muda dengan bercak- bercak pada punggung dan ekor. Belang hitam pada ekor umumnya tidak utuh. Buaya Air Tawar betina bertelur pada awal musim penghujan (Iskandar, 2000). Buaya ini hidup pada pedalaman dengan air yang tawar, sungai atau rawa-rawa. Makanan utamanya adalah ikan. Jenis ini juga dikenal sebagai buaya siam. Persebarannya meliputi Kalimantan Timur,dan Jawa

Buaya Senyulong Sistematika
Kingdom : Animalia Filum : Chordata

Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Mamalia : Crocodilia : Crocodylidae : Crocodylus : Crocodylus Schlegelii

Deskripsi : • • • • • • • Buaya ini dapat dibedakan dengan buaya yang lain berdasarkan moncongnya yang sangat sempit dengan ukuran tubuh yang mencapai 5,6m. Jari kakinya memiliki selaput, dan sisi kakinya berlunas. Matanya memiliki iris yang tegak. Betinanya bertelur pada awal musim penghujan. Telurnya diletakkan dalam tanah dan ditimbun dengan sampah tetumbuhan Habitat yang menjadi favorit buaya ini adalah lubuk-lubuk yang relatif dalam, rawa-rawa, hingga ke pedalaman. Makanan utama adalah ikan, udang dan juga monyet. Persebaran buaya ini meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Jawa

Crocodylus acutus (American crocodile)

Kingdom Phylum Subphylum Class Order Family Subfamily Genus Species •

: Animalia : Chordata : Vertebrata : Reptilia : Crocodilia : Crocodylidae : Crocodylinae : Crocodylus : Crocodylus acutus

• • • • • •

Buaya Amerika tinggal di sepanjang kedua pantai Atlantik dan Pasifik, dari Amerika Tengah melalui Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia. Mereka juga dapat ditemukan di sepanjang pantai tenggara Florida. Lake Worth dan Cape Sable adalah batas paling utara dari spesies. Mereka lebih umum ditemukan di dataran rendah Florida, dan garamair rawa di seluruh Amerika Tengah dan Selatan Buaya dapat membuat liang yang cukup besar untuk gerakan atau mereka mungkin sebagai dangkal karena hanya dua meter di bawah tanah. Pintu masuk liang dibangun setidaknya sebagian tenggelam, jika tidak sepenuhnya terendam air. Buaya Amerika memilih kawasan berdasarkan keandalan sumber makanan. Selama ada adalah sejumlah berkelanjutan makanan, mereka tidak meninggalkan daerah itu, dengan pengecualian musim kawin. (Britton, 2009; Guggisberg, 1972) Hewan ini ditemukan di habitat jenis berikut: tropis; air tawar. Buaya Amerika buaya berukuran sedang, walaupun beberapa individu dapat tumbuh lebih panjang dari 4 panjang. Ada laporan yang belum dikonfirmasi individu 7 m panjang jantan cenderung lebih besar daripada betina. Buaya dewasa memiliki warna coklat zaitun, sedangkan buaya warna cokelat muda lebih ringan. Mereka memiliki kepala yang sempit dan moncong panjang (yang membedakan mereka dari buaya). Mereka tajam, bergerigi gigi saling satu sama lain. Mereka memiliki 28-32 gigi di rahang bawah dan 3-40 di rahang atas. Mereka juga memiliki kelopak mata pelindung yang memungkinkan mereka untuk melihat bawah air dan desain iris visi mereka memberikan malam yang baik. buaya Amerika berbeda dari spesies buaya lain dalam mengurangi jumlah mereka bersisik baja. ekor mereka sangat panjang dan kuat, dan digunakan untuk berenang. ("American Buaya", 2009; Britton, 2009; Ditmars, 1936) Buaya ini menetaskan telur mereka untuk tetap hangat. Jenis kelamin anak ditentukan oleh suhu di mana telur ditetaskan.

Crocodylus moreletii

SISTEMATIKA Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Subphylum : Vertebrata Class : Reptilia Ordo : Crocodilia Family : Crocodylidae Subfamily : Crocodylinae Genus : Crocodylus Species : Crocodylus moreletii

Morelet's buaya ditemukan di dataran pesisir timur Meksiko, di sebagian besar semenanjung Yucatan, dan seluruh bagian utara Belize dan Guatemala. jangkauan mereka juga tumpang-tindih bahwa dari buaya Amerika, tapi hubungan antara kedua tidak diketahui. buaya Beberapa Morelet telah melarikan diri dari daerah penangkaran di Meksiko di luar rentang normal. Buaya Morelet tinggal terutama di daerah air tawar seperti rawa-rawa dan juga dapat ditemukan di habitat hutan riparian. Baru-baru ini, C. moreletii bahkan telah ditemukan air payau yang berada di pesisir. Ciri pembeda utama adalah Crocodylus moreletii moncong, yang seperti biasanya tumpul untuk buaya. moncong memiliki lubang hidung berpusat pada akhirnya. Mata yang terletak di belakang moncong dan telinga di belakang mata. Lokasi semua reseptor sensorik berada di pesawat yang sama (bagian atas kepala) yang memungkinkan mereka bisa sepenuhnya terendam dalam air dan masih memiliki kemampuan untuk mendengar, melihat, dan bau. Mata mereka, yang keperakan-cokelat, memiliki kelopak mata khusus dengan nictitating membran yang meliputi mereka, sehingga memungkinkan untuk penglihatan bawah air. buaya Morelet's umumnya memiliki 66-68 gigi, dengan karakteristik yang membedakan Crocodylus murni memiliki mereka dalam keselarasan sempurna. Penampilan mereka dan warna mirip dengan Amerika buaya, tapi buaya Morelet yang cenderung menjadi lebih gelap kelabu-cokelat. Dewasa memiliki band gelap dan bintikbintik sebelum ekor, sementara remaja adalah kuning cerah dengan pita hitam. buaya Morelet's kurangnya piring kurus (osteoderums ventral) di bawah kulit. Mereka memiliki kaki yang kuat dengan kaki berselaput mencakar, dan ekor besar yang memungkinkan mereka untuk berenang dengan menyodorkan kuat. Mereka adalah buaya

berukuran sedang, rata-rata 3 m dan mencapai maksimum 4,7 m. Pengembangan buaya Morelet yang bervariasi dalam diet sesuai dengan umur mereka dan ukuran. • Buaya muda makan invertebrata kecil dan ikan. Sub dewasa memakan siput air, ikan, burung kecil, dan mamalia. Dewasa makan mangsa yang lebih besar, termasuk burung, ikan, kadal, kura-kura, dan hewan peliharaan seperti anjing

Crocodylus palustris (mugger)

Sistematika Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Subphylum : Vertebrata Class : Reptilia Order : Crocodilia Family : Crocodylidae Subfamily : Crocodylinae Genus : Crocodylus Species : Crocodylus palustris • Identifikasi : Spesies ini tidak hanya ditemukan di danau air tawar, kolam, dan rawa-rawa, tetapi telah beradaptasi dengan baik untuk reserviors, saluran irigasi, kolam buatan manusia, dan bahkan baru-baru ini di laguna pesisir laut. perampok yang suka air yang relatif dangkal, tidak lebih dari 5m, dan menghindari sungai berarus deras. perampok ini juga dikenal untuk mengubur dirinya ke dalam lumpur untuk menghindari panas yang membakar India selama musim kering. • Seperti semua buaya, mereka memiliki memanjang, tengkorak yang kuat dan otot rahang. Mereka memiliki moncong luas dari anggota hidup Crocodylus.

Spesies ini adalah spesies buaya lubang-bersarang. Setelah betina menemukan situs yang cocok untuk menggali lubang untuk bersarang,, biasanya digunakan untuk sebagian besar atau seluruh tahun pembibitan nya

Betina mencapai kematangan seksual pada sekitar 6 tahun, 1,7-2 meter. Laki-laki mencapai kematangan seksual pada sekitar 10 tahun, ketika mereka telah mencapai panjang 2,6 meter.

Buaya ini kebanyakan karnivora dengan diet yang terutama terdiri dari ikan, katak, krustasea, burung, mamalia, dan kadang-kadang berbagai monyet dan tupai.

Crocodylus rhombifer (Cuban crocodile)

Kingdom Phylum Subphylum Class Order Family Subfamily Genu Species

Animalia Chordata Vertebrata Reptilia Crocodilia Crocodylidae Crocodylinae : Crocodylus Crocodylus rhombifer

Identifikasi : • • • Buaya Kuba (Crocodylus rhombifer) memiliki kisaran terkecil buaya apapun. Hal ini dapat ditemukan hanya di Kuba di Rawa Zapata di barat laut, dan di Rawa Lanier di Isla de Juventud. Buaya rawa-rawa air tawar atau rawa mirip dengan Everglades. Mereka jarang berenang di laut. Buaya Kuba dewasa umumnya tidak melebihi 3,5 meter (10,5 kaki) panjang, dengan laki-laki yang lebih besar dari betina. 5 meter (15 kaki) individu telah ditemukan di masa lalu, tapi jarang.

• •

Buaya Kuba ini memiliki kepala, pendek lebar dengan tulang punggung bukit yang terletak di belakang mata. skala besar dari perisai punggung memperpanjang ke bagian belakang leher. Sisik pada kaki lebih besar dari biasanya dan sangat keeled pada dua kaki belakang. Warna lebih gelap pada bagian atas dari tubuh, yang terdiri dari pola speckles hitam dan kuning. Perut dari Buaya Kuba pucat tanpa tanda khas. Ekornya ditandai dengan bercak hitam dan / atau band. Buaya Kuba memiliki total 66-68 gigi besar, terutama disesuaikan untuk menghancurkan cangkang kura-kura. Kaki dengan bantuan anyaman mengurangi Buaya Kuba di darat, memungkinkan mereka untuk bergerak dengan kelincahan meningkat dan kekuasaan. Kuba Buaya baik menggali lubang sarang atau membuat lubang sarang. Musim kawin biasanya dimulai pada bulan Mei dan berlangsung selama tiga sampai empat bulan. Jumlah telur yang dihasilkan tergantung pada ukuran dan umur ibu. 30-40 telur biasanya diproduksi, meskipun sebanyak 60 adalah mungkin. Sejumlah besar telur diproduksi untuk mengimbangi kenyataan bahwa sebanyak 99% dari tukik tidak bertahan hidup. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, terutama predasi, pada kedua telur dan buaya tukik oleh berbagai mamalia, reptil, dan burung. Kanibalisme muda dengan Buaya Kuba lebih dewasa juga telah dilaporkan. Buaya Kuba adalah perenang yang kuat dan juga mahir dalam berjalan dan melompat. Hal ini membuat mereka sama-sama di rumah dalam air atau di darat

Gavialis gangeticus (Indian gharial)

Sistematika Kingdom Animalia Phylum: Chordata Subphylum: Vertebrata Class: Reptilia Order: Crocodilia Family: Crocodylidae Subfamily: Gavialinae Genus: Gavialis Species: Gavialis gangeticus

Gavialis gangeticus bagian utara India. Hal ini secara historis sistem sungai mendiami empat: Indus (Pakistan), Sungai Gangga (India dan Nepal), yang Mahanadi (India) dan Brahmaputra (Bangladesh, India, dan Bhutan), tetapi juga mungkin terjadi di Sungai Ayeyarwaddy di Burma

Gharials India hidup di sungai air tawar yang jelas dengan cepat mengalir arus. Mereka berkumpul di tikungan sungai dan bagian lain dari sungai dimana air yang dalam dan arus listrik berkurang.

Karena gharials India tidak baik diadaptasi untuk gerakan di darat, mereka biasanya meninggalkan air hanya untuk berjemur dan sarang. Mereka lebih suka pasir di tengah sungai untuk kedua kegiatan ini. Muda dapat mencari backwaters sungai yang tenang atau lebih kecil.

Hewan ini ditemukan di habitat jenis berikut: tropis; air tawar. Grials India adalah salah satu crocodilians terbesar di dunia. Jantan tumbuh menjadi antara 5 dan 6 meter, dengan yang lebih besar mendekat 6,5 meter. Betina lebih kecil, tetapi mencapai lebih dari 4 meter.

Mncong yang panjang dan ramping, khusus untuk menangkap ikan. Bentuk moncong perubahan sepanjang masa, biasanya menjadi lebih lama dan lebih tipis sebagai individu semakin tua. Ada antara 106 dan 110 pisau tajam gigi di rahang; 5 pra-maksilaris, 23-24 maksilaris, dan 25-26 gigi mandibula.

Jantan memiliki pertumbuhan bulat di ujung moncong mereka disebut ghara "." Berfungsi selama pacaran sebagai rangsangan visual bagi perempuan dan membantu untuk menghasilkan gelembung saat kawin.

Alligator mississippiensis (American alligator)

Kingdom Phylum Subphylum Class Order Family Subfamily Genus Species

Animalia Chordata Vertebrata Reptilia Crocodilia Crocodylidae Alligatorinae Alligator Alligator mississippiensis

Identifikasi : • Amerika buaya ditemukan dari perbatasan Virginia-North Carolina selatan, di sepanjang pantai Atlantik ke Florida dan sepanjang Teluk Meksiko ke barat hingga Rio Grande di Texas • Habitat buaya Amerika biasanya ditemukan di rawa-rawa air tawar, rawa-rawa, sungai, danau, dan kadang-kadang, tubuh lebih kecil dari air. Hal ini diyakini bahwa preferensi ini untuk air yang tenang ada hubungannya dengan berenang dan bernapas. Di daerah air yang dilindungi, seorang buaya Amerika hanya untuk menjaga disk hidung nya di atas air untuk napas, sedangkan dalam air kasar moncong harus berada di sudut curam, sehingga lebih sulit untuk berenang. Mereka juga dapat mentolerir salinitas jumlah yang wajar, tetapi hanya untuk jumlah waktu yang singkat karena kurangnya kelenjar bukal. • Amerika buaya juga dikenal untuk memodifikasi enivironment mereka dengan membuat liang. Ini dibuat menggunakan kedua moncong dan ekor dan digunakan untuk tempat tinggal dan hibernasi selama suhu titik beku.

Ukuran rata-rata untuk seorang perempuan dewasa adalah di bawah 3 meter (9.8 kaki), sedangkan laki-laki dewasa biasanya jatuh antara 4 dan 4,5 meter (13-14,7 kaki). buaya Amerika panjang mencapai 5-6 meter (16-20 kaki)

Alligator sinensis (Chinese alligator)

Sistematika Kingdom Animalia Phylum Chordata Subphylum Vertebrata Class Reptilia Order Crocodilia Family Crocodylidae Subfamily Alligatorinae Genus Alligator Species Alligator sinensis Identifikasi : • Buaya Cina beradadi dalam lembah Sungai Yangtze rendah, terletak di sepanjang pantai Pasifik tengah Cina. • Secara historis, ketika populasi yang lebih banyak, mereka tersebar di daerah yang jauh lebih besar. Sastra mengutip spesies ini pada awal abad ketiga Masehi, termasuk referensi yang tinggal di daerah lain bahkan mungkin Cina dan Korea. Diperkirakan pada tahun 1998 bahwa rentang geografis buaya Cina mengalami penurunan sebesar lebih dari sembilan puluh persen dalam dua puluh tahun terakhir. Mereka tinggal di lahan basah dan rawa, kolam, danau, serta sungai dan sungai air tawar. (Mertz, 2003) • Buaya cina berwarna abu-abu kekuningan dengan bercak hitam dicapkan dari rahang bawah. Mereka memiliki empat pendek berujung cakar kaki dengan jari kaki lima sebagian berselaput pada setiap anggota tubuh. Mereka yang panjang, ekor tebal memberikan kekuatan lokomotif utama di dalam air. • Memiliki osteoderms, tulang dermal berbaring di atas epidermis digunakan sebagai perisai, yang meliputi baik bagian belakang dan bawah tubuh. Tidak seperti buaya, gigi

keempat mereka mandibula di rahang bawah terletak pada soket di rahang atas, dan tidak terpapar ketika rahang ditutup. Juga karakteristik dari jenis ini adalah moncong terbalik. Serupa dengan Caiman, tetapi tidak seperti kerabat terdekat mereka, buaya Amerika (Alligator mississippiensis), buaya Cina memiliki piring kurus di kelopak mata atas. Buaya muda terlihat sangat mirip dengan buaya dewasa kecuali yang memiliki band kuning muda yang khas di sepanjang tubuh mereka. Mereka memiliki rata-rata lima band di tubuh mereka, dan delapan di ekor mereka.

Paleosuchus palpebrosus (Cuvier's dwarf caiman)
Sistematika Kingdom Phylum Subphylum Class Order Family Subfamily Genus Species Animalia Chordata Vertebrata Reptilia Crocodilia Crocodylidae Alligatorinae Paleosuchus Paleosuchus palpebrosus

Identifikasi : • Cuvier's dwarf caiman, yang paling sering ditemukan pada lahan basah di Brasil, Guyana Perancis, Suriname, Guyana, dan Venezuela. • Tersebar luas di seluruh cekungan Orinoco dan Amazon, palpebrosus P. mendiami daerah yang membentang dari Kolombia, Venezuela, dan Guianas selatan ke Sao Paulo dan Rio atas Paraguay di Brazil selatan dan barat ke Pastaza Rio di Ekuador.

Spesies ini dapat ditemukan di dekat sungai dan menenggelamkan daerah savana termasuk sungai Orinoco dan Amazon, maupun yang di Paraguay timur.

Spesies ini lebih memilih bersih, jelas, cepat bergerak sungai atau sungai-sungai di kawasan hutan yang mengandung air terjun dan jeram. palpebrosus Paleosuchus mendiami sebagian besar air tawar yg dpt diarungi, menghindari asin, air asin. Ini suka air dingin dibandingkan dengan Caiman lainnya.

Di seluruh wilayah yang dihuni, palpebrosus P. telah dikenal untuk menempati aliran berbagai ukuran, di mana mereka melihat beristirahat di dekat garis pantai. Spesies ini juga darat, dan telah terlihat bersantai di tumpukan batu-batu kecil dan tinggal dekat pohon membusuk.

Spesies ini adalah yang terkecil dari keluarga buaya. Jantan tumbuh menjadi sekitar 1,31,5 meter, sedangkan betina tumbuh sampai 1,2 meter.

BIAWAK Klasifikasi
Kingdom Fium Kelas Ordo Famili : Animalia : Chordata : Sauropsida : Squamata : Varanidae

Genus Spesies

: Varanus : Varanus salvator

Ciri-ciri : • Biawak adalah sebangsa reptil yang masuk ke dalam golongan kadal besar, suku biawakbiawakan (Varanidae) • •

berkembang biak dengan bertelur Sebelum mengawini betinanya, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan penguasaannya Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur di tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Panas dari sinar matahari dan proses pembusukan serasah akan menghangatkan telur, sehingga menetas Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, berbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut Biawak pandai memanjat pohon

Varanus brevicauda (short-tailed monitor)

Klasifikasi Kingdom Animalia Phylum Chordata Subphylum Vertebrata

Class Order Suborder Family Genus Species

Reptilia Squamata Autarchoglossa Varanidae Varanus Varanus brevicauda

Identifikasi : • Habitat yang disukai monitor ekor pendek-daerah kering didominasi oleh spinifex. Spinifex adalah rumput tahunan yang membentuk gumpalan padat, hingga beberapa meter di diameter, terdiri dari padat karya yang kompleks pusat-kisi dan banyak duri seperti jarum diarahkan luar • Monitor berekor pendek adalah yang terkecil dari kadal Varanid, mencapai panjang dewasa maksimum hanya 8 inci. monitor ekor pendek baru menetas terlihat seperti orang dewasa, tapi beratnya sekitar 1 hingga 2 gram dan hanya 1 sampai 2 inci di panjang total • . Seperti semua monitor ekor pendek memiliki leher panjang, kaki berkembang baik dengan lima jari pada kedua kaki depan dan belakang, cakar kuat, dan ekor kuat yang tidak dapat menjalani autotomy • . Warna tubuh biasanya adalah zaitun membosankan untuk warna coklat dengan ocelli ringan di bagasi. Hal ini hampir tidak mungkin untuk menentukan jenis kelamin monitor paling oleh penampilan luar mereka dan monitor ekor pendek tidak terkecuali, seperti yang monomorfik

Varanus exanthematicus (Bosc's monitor)

Sistematika Kingdom Animalia Phylum Chordata Subphylum: Vertebrata Class Reptilia Order Squamata Suborder Autarchoglossa

Family Genus: Species

Varanidae Varanus Varanus exanthematicus

Identifikasi : • Varanus exanthematicus atau monitor savana, ditemukan di sebagian besar wilayah Afrika selatan Sahara Hal ini ditemukan di barat dan bagian tengah dan selatan Afrika menuju Zaire • Varanus exanthematicus menempati berbagai habitat di Afrika. habitat pilihan adalah padang rumput, tetapi mereka telah beradaptasi dengan habitat lain. Para kadal telah beradaptasi dengan habitat seperti area jenis dessert berbatu, hutan terbuka dan hutan. Mereka tidak ditemukan di hutan hujan atau padang pasir • exanthematicus Varanus merupakan memantau tebal, stockily proporsional. Memiliki kepala lebar, leher pendek dan ekor. Ekornya taper dan memiliki puncak bergigi ganda. Savannah monitor dapat mencapai panjang hingga 1,5 meter • . Sumber-sumber lain mengatakan mereka dapat mencapai ukuran hingga 2 meter (Rogner 1997). sub-sama skala kecil mencakup wilayah kranial hewan. Jumlah baris sisik perut antara 60 dan 110. Timbangan ekor dari exanthematicus V. adalah keeled.

exanthematicus Varanus abu-abu untuk warna coklat. Ada barisan lingkaran, bermata gelap bintik kuning di punggung hewan. ekor telah bolak cincin coklat dan kekuningan. Di bawah tubuh dan bagian dalam kaki adalah warna kekuning-kuningan. Lidah exanthematicus V. adalah seperti ular dan berwarna biru

Pria V. exanthematicus sangat teritorial dan akan mempertahankan wilayah mereka yang sangat agresif. Jika dua laki-laki menemukan satu sama lain mereka akan mencoba untuk mengintimidasi satu sama lain dengan membuat ancaman.

Varanus komodoensis (Komodo Island monitor)

Sistematika Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Subphylum: Vertebrata Class: Reptilia Order: Squamata Suborder: Autarchoglossa Family: Varanidae Genus: Varanus Species: Varanus komodoensis Identifikasi : • Varanus komodoensis hanya ditemukan di wilayah Sunda lebih rendah antara kepulauan Indonesia, termasuk pulau Komodo, Flores, Rinca, dan Padar. • Komodo dewasa hidup terutama di hutan sabana tropis. Mereka lebih suka daerah dataran rendah terbuka dengan rumput tinggi dan semak-semak, tetapi juga ditemukan di habitat lain, seperti pantai, punggungan puncak, dan sungai kering. • Komodo muda adalah arboreal dan hidup di daerah hutan sampai delapan bulan. Komodo adalah kadal terbesar, mencapai 165 kg dan lebih dari tiga meter. Muda berwarna hijau dengan pita kuning dan hitam. • Dewasa membosankan dan seragam dalam warna, dari coklat sampai merah keabuabuan. tubuh mereka kuat secara seragam ditutupi oleh sisik kasar. Mereka memiliki kaki kuat dan ekor, kuat berotot. Kepala Komodo memiliki moncong bulat dan bukaan telinga. tengkorak mereka fleksibel dan tajam, gigi bergerigi. Meskipun laki-laki cenderung untuk tumbuh lebih besar, tidak ada perbedaan morfologi yang jelas antara kedua jenis kelamin. • Varanus komodoensis menetas dari telur. Young komodo hidup di pepohonan untuk menghindari mangsa jatuh kepada anggota yang lebih tua dari spesies. Mereka juga jauh lebih kecil dan lebih cerdik daripada orang dewasa, yang memungkinkan mereka untuk hidup di pepohonan. Pada 8 bulan, mereka tumbuh terlalu besar untuk arboreal, mengubah diet mereka, dan menjadi daratanReproduksi • Varanus komodoensis breeds sekali tahunan, tapi perempuan sering akan kawin lebih dari sekali untuk memastikan bahwa telur mereka dibuahi.

Laki-laki terlibat dalam memerangi ritual untuk kawin dengan perempuan. Mereka bergulat dalam posisi tegak untuk mencoba pecundang membuang ke tanah, sering menggambar darah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->