P. 1
Kelas11 Ipa Ips Aktif Dan Kreatif Berbahasa Indonesia Adi

Kelas11 Ipa Ips Aktif Dan Kreatif Berbahasa Indonesia Adi

5.0

|Views: 21,229|Likes:
Published by dwi_n10tangsel

More info:

Published by: dwi_n10tangsel on Jun 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

Asrul Sani ialah sastrawan besar
yang hadir dalam jagat sastra
Indonesia.

Sumber: www.tokohindonesia.com

27

Pendidikan

(novel Yukio Mishima, 1978), Pintu Tertutup (drama Jean Paul
Sartre, 1979), Julius Caesar (drama William Shakespeare, 1979),
Sang Anak (karya Rabindranath Tagore, 1979), Catatan dari Bawah
Tanah (novel Fyodor Dostoyeski, 1979), Keindahan dan Kepiluan
(novel Yasunari Kawabata, 1980), dan Inspektur Jenderal (drama
Nicolai Gogol, 1986).

Film yang disutradarainya: "Pagar Kawat Berduri" (1963),
"Apa yang Kau Cari, Palupi" (1970), "Salah Asuhan" (1974),
"Bulan di Atas Kuburan" (1976), "Kemelut Hidup" (1978), "Di
Bawah Lindungan Kaabah" (1978), dan lain-lain. Tahun 2000 Asrul
menerima penghargaan Bintang Mahaputra dari Pemerintah RI.

Sumber: www.tokohindonesia.com

1. Membaca adalah aktivitas yang kompleks, terutama datang
dari faktor luar pembaca dan dalam pembaca sendiri. Untuk
memperlancar proses membaca, seorang pembaca harus
memiliki modal pengetahuan dan pengalaman; kemampuan
memahami bahasa; kemampuan teknik membaca; serta tahu
tujuan membaca. Sebetulnya, kegiatan membaca identik dengan
rasa kritis dan juga mengingat.
2. Kegiatan membaca akan lebih terasah dengan mengungkapkan
secara lisan hal-hal apa saja yang ada dalam bacaan. Hal ini
menyangkut keahlian menangkap pokok-pokok pikiran dalam
bacaan.
3. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak
pada awal paragraf.
4. Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada
di bagian akhir. Biasanya, kalimat utama paragraf induktif
menggunakan konjungsi penyimpul antarkalimat, seperti jadi,
maka, dengan demikian, akhirnya, oleh karena itu.
5. Daftar pustaka dikenal juga sebagai referensi, bibliograf, sumber
acuan, atau sumber rujukan. Daftar pustaka adalah susunan
sumber informasi yang umumnya berasal dari sumber tertulis
berupa buku-buku, makalah, karangan di surat kabar, majalah,
dan sejenisnya.
6. Daftar pustaka ditempatkan pada bagian akhir karangan dan ditulis
pada halaman tersendiri. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan
abjad nama penulis (alfabetis) dan tidak menggunakan nomor urut.
7. Walaupun suatu catatan kaki dapat saja menambahi komentar dan
penjelasan, haruslah diingat benar-benar bahwa fungsi utamanya
adalah memberikan informasi mengenai suatu sumber.
8. Kegiatan memerankan drama berhubungan dengan latihan dasar,
yaitu pelatihan:
a. potensi tubuh e. potensi imajinasi
b. potensi ceria f. potensi vokal
c. potensi akal g. potensi jiwa
d. potensi hati

Rangkuman

28

Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI Program IPA dan IPS

Kegiatan mengemukakan uraian topik dalam suatu bacaan
akan membuat Anda terlatih berbicara dalam mengungkapkan
hal-hal apa saja yang terdapat dalam teks bacaan. Selain itu,
sekaligus juga Anda akan terbiasa melakukan diskusi dengan
orang lain. Adapun menulis paragraf deduktif dan induktif
akan berguna dalam kreativitas menulis. Anda akan mahir
menempatkan pokok pikiran dan pikiran penjelas dalam
suatu karangan. Kegiatan mengarang atau menulis ini akan
lebih terasah dengan mencantumkan referensi dalam bentuk
daftar pustaka atau catatan kaki. Dengan demikian, hasil
tulisan Anda akan dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah. Adapun kegiatan memerankan drama akan melatih
Anda menghayati peran tokoh.

KKegiiattanmengemk

ukk

akanuri

aianttoi

pikkddallammssut

atubbaca

caan
an

Refeksi Pelajaran

Kerjakanlah soal berikut.

Untuk soal nomor 1.s.d. 3, bacalah teks berikut.

Untuk mengubah suatu bahan alam yang
mengaku berkhasiat menjadi obat, perlu proses
pengujian yang panjang. Tidak ubahnya dengan proses
membuat suatu temuan obat baru. Ongkos untuk itu
juga setinggi ongkos membuat sebuah obat baru. Oleh
karena itu, pengakuan bahwa jamu, obat tradisional,
ramuan, atau apa pun yang bukan tergolong obat,
mampu menyembuhkan penyakit, jangan mudah
menerimanya. Apa pun bahan berkhasiatnya, belum
memenuhi persyaratan sebagai obat.

1. Apakah paragraf ke-1 termasuk paragraf induktif atau deduktif?
Berikan alasan atas jawaban Anda tersebut.
2. Tuliskanlah pikiran pokok yang ada dalam paragraf ke-2.
3. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan isi teks.
a. Mengapa diperlukan pengujian panjang dalam membuat
suatu bahan menjadi obat?
b. Bagaimanakah suatu zat dikatakan berkhasiat?
c. Apakah persamaan jamu dengan obat?
4. Buatlah sumber berikut menjadi susunan daftar pustaka yang
benar.

1. Fonetik

2. Parmin, Kumpulan
Cerita Pendek
3. Morfologi Suatu Tinjauan
Deskriptif

1999

2002

2001

Gadjah Mada
University Press
Penerbit Kompas

CV Karyono

Yogyakarta

Jakarta

Yogyakarta

K. Marsono

Jujur Prananto

M. Ramlan

Penerbit

Kota Penerbit

Pengarang

Tahun

Judul Buku

Suatu zat berkhasiat dalam obat sudah teruji
khasiatnya. Artinya, untuk diagnosis penyakit yang
sama, jika diberikan suatu obat dengan dosis yang
sama, semua penyakitnya akan sembuh. Bukan
hanya itu, efek sampingnya sudah dikenali pula dan
keamanannya pun sudah terbukti. Tidak demikian
halnya apabila diberikan bahan berkhasiat.

Sumber: www. indosiar.com

Kjklh

lbikt

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->