P. 1
SEJARAH HUKUM

SEJARAH HUKUM

|Views: 15,118|Likes:
Published by fajarnonoman
Ringkasan Sejarah Hukum dari Buku Karya John Gillesen dan First Gorle
Ringkasan Sejarah Hukum dari Buku Karya John Gillesen dan First Gorle

More info:

Published by: fajarnonoman on Jun 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

HUKUM CINA

I.

Pendahuluan

Hukum Cina tradisional bukan merupakan tatanan hukum
keagamaan yang ketat; hal ini nampaknya lebih merupakan suatu tatanan
hukum yang terintegrasi ke dalam ajaran filsafat yakni konfusionisme.
Diantara ciri-ciri khas terpenting hukum Cina perlu disebutkan disini adalah
pembagian masyarakat dalam kelas-kelas, dengan aturan-aturan hidup
moral dan yuridis sendiri-sendiri. Kelas-kelas yang mempunyai hak
pengutamaan (privilege), ini tidak menyukai aturan-aturan hukum yang
sederhana dan hidup menurut kewajiban-kewajiaban ritual ‘li’ sedangkan
kelas rakyat tunduk pada tatanan hukum pidana ‘fa’ yang ketat.

II.

Sketsa Sejarah

Sejarah Cina membentang ke belakang sampai 30 abad SM,
manakala suku-suku bangsa Cina, yang berasal dari Mongolia, bermukim di
wilayah sungai Kuning serta pada sat itu mereka telah mencapai taraf
peradaan suku bangsa. Sekitar abad XII SM di Cina berkembang tatanan
feodal, yang didalamnya kelas yang memperoleh hak utama terdiri dari
ksatria dan kaum pelajar. Pada kahir tatanan feodal, yaitu abad VI sampai IV
SM, hidulah orang-orang besar yang paling mempengaruhi cara berpikir
filosofis dan agama Cina : Lau-Tse, Konfusius dan Mensius.
Pada abad III mulai berkembang negara Kekasiaran Kuno : Cina
menjadi sebuah negara besar dan luas dengan sistem pemerintah yang
sentralistis, berkat dinaati Tsj’in. Kendatipun dinasti hanya berkuasa 40
tahun (256-107 SM), betapapun juga ia telah mempengaruhi sejarah dan
hukum di Cina secara langgeng-lestari. Peranannya telah dilanjutkan oleh
Dinasti Han, yang selama empat abad berkuasa ( abad II SM – abad II M).
Pada tahun 618-907, Cina kembali tumbuh sebagai negara yang kuat dan
penuh percaya diri di bawah kekuasan Dinasti T’ang. Namun setelahnya,

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

39

Cina kembali mengalami kejatuhan. Kesatuan poltik negara kembali
dipulihkan oleh Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Mansyu dari Tsing
(1644-1912); kekaisaran ambruk pada tahun 1912.

III.

Tatanan Agama dan Filsafat

Struktur kemasyarakatan Cina dari dahulu bertumpu pada sebuah
etika, yang terdiri atas unsure-unsur dari setidaknya tiga buah aliran pikiran :
(1) Konfusianisme ini didirikan oleh K’ong Fu-Tze, yang hidup sekitar 551-
479 SM. Tatanan filsafatnya ini dijabarkan dari pandangan-pandangan
keagamaan, yang diungkapkan dalam kitab-kitab suci kuno, king. Dan ini
merupakan sebuah animisme yang berikhtiar kearah monoteisme; (2)
Taoisme, tumbuh dari ajaran “Guru Zaman Dulu” Lau Tze, teman sezaman
Konfusius yang lebih tua. Naskah terpenting dari ajaran ini adalah kitab yang
berasal dari abad III SM, Tau Te-tsying atau jalan menuju kebaikan. Tau
adalah jalan yang memasuki segala sesuatu, rasio yang mengendalikan
dunia, gerakan alam; dan (3) Budhisme, yang berasal dari India selama
abad-abad III dan II SM, bahkan pengaruhnya berkembang cepat sejak
abad V Masehi.

IV.

Li Konfuisme

Li adalah kata kunci yang paling dekat pada pengertian “hukum”
negara-negara barat; kadang diterjemahkan pula dengan ritual, moral,
etiket, kepantasan. Li merupakan seperangat aturan-aturan kepatutan dan
kesopanan yang harus diindahkan oleh manusia jujur, hal-hal tersebut
merupakan suatu kodeks etika bentuk-bentuk pergaulan. Secara prinsip Li
ini nampaknya cukup untuk mempertahankan ketertiban; ini adalah
“pemerintahan oleh manusia-manusia”.

V.

‘Fa’ Kaum Ahli-ahli Hukum

Pada zaman Dinasti Tsying (256-207 SM), konfusionisme terutama
ajaran Li diserang habis-habisan oleh ahli-ahli hukum dan para legis,yang
mengedepankan pandangan bahwa ‘fa’, artinya undang-undang, terutama
undang-undang hukum pidana sangat diperlukan bagi rakyat. Apa yang
dikenal fa-cia (madzhab undang-undang, madzhab kaum legis) berkembang

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

40

pesat, terutama pada pemerintahan Kaisar Ch’in Shih Huang-Ti, yang pada
tahun 221 SM mewujudkan persatuan dan kesatuan wilayah Cina.

VI.

‘Li’ dan ‘Fa’ Bersama-sama

Pandanagan legalitas fa-cia tampaknya tidak dapat dipaksakan.
Malahan sejak era Dinaati Han (abad II SM) telah dapat dipastikan suatu
“knfusianisasi” undang-undang, dengan kata lain terdapat rekonsiliasi antara
li dan fa dengan mengakui adanya kelas-kelas sosial yang beragam.
Tatanan ini selama dua ribu tahun tetap bertahan. Sekalipun demikian,
legisme ini masih pula tetap berpengaruh dan telah terjadi suatu tradisi
perundang-undangan kekaisaran, terutama dalam bidang hukum pidana dan
dan hukum tata usaha negara sebagai akibatnya. Adapun perundangan-
undangan hukum privat hampir tidak tersentuh.

VII.

Kitab-kitab Undang-undang Cina

Sedikitnya dijumpai delapan belas kitab-kitab undang-undang Cina.
Kitab tertua berasal dari abad IV SM, setelah itu hampir setiap dinasti telah
mengeluarkan sebuah kitab undang-undang baru, yang biasanya diambil
alih begitu saja dengan atau tampa tambahan-tambahan. Beberapa kitab
undang-undang mempunyai lebih dari 1500 pasal, dengan menyebut
berturut-turut lebih dari 2000 kejahatan dan pelanggaran, yakni kodeks
Ts’in-Liu (tahun 268 SM). Salah satu kejahatan-kejahatan adalah
pemberontakan anak laki-laki terhadap ayahnya.

VIII.

Cina dan Tatanan-tatanan Erofa dalam Abad XIX dan XX

Pergaulan dengan orang-orang Erofa melalui perdagangan dan
industri, pemuka-pemuka Cina mengalami pengaruh tatanan-tatanan hukum
Barat. Cina berupaya mencegah proses eropanisasi hukum dengan jalan
menyesuaikan tatanan hukum mereka sendiri. Kodeks Tsying ditijau kembali
pada tahun 1910, terutama dalam materi-materi yang pada bangsa Erofa
tergolong hukum perdata, hukuman-hukuman ditiadakan. Pada tahun 1912
Kekaisaran jatuh dan terjadi pembentukan republik telah menyuburkan
perembesan tatanan-tatanan hukum Barat. Betapapun demikian,
eropanisasi ini pada hakikatnya sangat dangkal : undang-undang baru yang
dibentuk tidak dikenal oleh penduduk. Malahan kodek-kodeks ini

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

41

memperkokoh tradisi Cina dengan adanya perwalian keluarga dan
kekuasaan negara untuk kerugian individu

IX.

Hukum Republik Rakyat Cina

Rezim baru Republik Rakyat Cina telah menghapus semua undang-
undang yang ada untuk melenyapkan pengaruh feodalisme dan kaum kelas
menengah. Tatanan hukum baru berbasiskan undang-undang yang
sekaligus merupakan penerapan paham Marxisme-Leninisme; undang-
undang yang ketat dan keras ini diberlakukan untuk menegakan
komunisme. Dari tahun 1950 sampai dengan 1958 telah dikeluarkan
undang-undang dalam jumlah yang besar.
Sejak tahun 1958 terjadilah suatu reaksi terhadap hegemoni
perundang-undangan; pemerintah Cina menentang pengaruh Rusia dan
kembali ke cara pendekatan tradisional Cina. Dominasi kedaulatan hukum
dihapus. Jadi, terbentuklah sebuah li baru, sesuai dengan pandangan-
pandangan politik partai komunis yang diturunkan dari gagasan Mao Tse
Tung yang dijilid menjadi satu kesatuan yang dikenal dengan “buku merah”.
Li diterapkan atas orang-orang komunis, sedangkan yang kejam (undang-
undang hukum pidana) tetap dipertahankan dan diberlakukan bagi orang-
orang “kontra-revolusioner” dan bagi orang-orang bukan Cina.
Didalam bidang hukum privat, hukum juga memainkan peranan yang
subordinatif dan fragmentaris. Begirulah struktur hak milik marxisme,
dengan tekanan hak milik negara sosialis dan kolektif diberlakukan di Cina,
bukan mellui tatanan perundang-undangan, melainkan oleh tindakan-
tindakan sporadis. Suatu kekecualian dalam bidang hukum privat adalah
hukum perkawinan. Di dalam kebanyakan bidang hukum ini diupayakan
penyelesaian perselisihan secara damai melalui jasa-jasa perantara. Untuk
maksud tersebut dibentukalah Komisi Perantaraan Masyarakat., yang pada
hakikatnya mengesampingan peranan peradilan.
Sekarang ini hukum perundang-undangan Cina bersumber dari dua
badan pembuat undang-undang : badan legislatif negara dan badan
kekuasaan partai. Partai menetapkan isinya, Negara menentukan bentuk
undang-undang. Begitulah sejak tahun 1979 telah diterbitkan ratusan

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

42

undang-undang, terutama yang berhubungan dengan institusi-institusi
negara dan khususnya yang menyangkut hukum ekonomi.

BAB IV

HUKUM JEPANG

I.Pendahuluan

Sejarah hukum Jepang dapat dibagi dalam tiga periode pokok.
Selama periode pertama, dari tahun 650 sampai tahun 850 M, jepang
mengambil alih hukum Cina; selama periode kedua, yang banyak
memperhatikan kesamaan dengan tatanan feodal Erofa, namun yang
menyangkut hukum, nampaknya hukum Cina tetap berpengaruh; dan
periode ketiga sejak tahun 1868, hukum Jepang mengalami reformasi yang
berlangsung sangat cepat kearah pola tatanan hukum Erofa Barat.

II.Pengaruh Cina

Budhisme masuk Jepang dalam abad VI-VII M, oleh karena itu
pengaruh Cina sangat besar disini. Kitab undang-undang Jepang yang
mengikuti pola Cina adalah ritsu-ryo, yang terutama mengandung hukum
pidana (ritsu) namun juga hukum perdata dan hukum tata usaha negara
(ryo)., meletakan kepada setiap orang kewajiban-kewajiban.

III.Tatanan Feodal

Sejak abad IX tatanan legalistik dan egaliter relatif telah diganti oleh
sebuah sistem feodal (sho) yang sangat menyerupai tatanan feodal yang
ada di Erofa Barat untuk periode yang sama. Wilayah tuan-tuan tanah
menikmati-menikmati privilise-privilise dalam bidang perpajakan dan
peradilan.

IV.Hukum Jepang Saat Ini

Sejak tahun 1868 pengaruh-pengaruh Barat tidak dapat dielakan.
Kitab undang-undang menurut pola Barat, terutama model Jerman dibentuk;
sebuah kitab undang-undang hukum acara perdata pada tahun 1899 dan
sebuah kitab undang-undang hukum pidana pada tahun 1907. Namun,
hukum keluarga dan waris untuk sebagian tetap diwarnai unsure-unsur
tradisional.

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

43

Dengan berakhirnya Perang Dunia II, pendudukan Amerika
memberlakukan sebuah tatanan monarkhi konstitusional pola Inggris.
Sedangkan hukum acara pidana disesuaikan dengan sistem Anglo-Amerika,
begitu pula tatanan hukum dagang, hukum korporasi dan kartel sesuai
dengan hukum bisnis Amerika Serikat. Namun kekuasaan yudikatif
nampaknya mengandung elemen-elemen, baik menurut tatanan hukum
Erofa Kontinental maupun fragmen-fragmen common law. Walupun
demikian peradilan Juri tidak diresepsi. Jadi, para hakim diberi tugas
melakukan pengawasan terhadap jalannya administrasi pemerintahan dan
bahkan berwenang menjalankan hak menguji undang-undang atas undang-
undang dasar.

Kendatipun para hakim memiliki kemandirian penuh di dalam
menjalankan kekuasaan kehakiman, namun mereka tidak diangkat untuk
seumur hidup dalam memangku jabatannya, melainkan hanya untuk suatu
masa bakti selama 10 tahun. Putusan-putusan para hakim ini hanya berlaku
terhadap kasus kongkrit yang diajukan untuk dan diputuskan di Pengadilan.
Betapapun juga dalam praktek, arrest-arrest Mahkamah Agung nampaknya
berpengaruh besar atas peradilan pada pengadilan negeri dan pengadilan
tinggi.

Sejarah Hukum by John

Gillisen & Frist Gorle

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->