Tutorial

BELUT (Synbranchus)
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum, warohmatullohi wabarokatuh.
Bismilllahirrohmanirrohim,
Alhamdulillah dengan izin alloh swt akhirnya buku panduan budidaya belut ini dapat
diselesaikan.
Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam dunia perikanan khususnya
budidaya belut.
Buku ini di tulis dan disusun berdasarkan pengalaman, analisa dan percobaan – percobaan yang
sudah penulis lakukan. Dan penulis akan menyampaikan hal-hal apa saja yang boleh dan yang
tidak boleh dilakukan dalam budidaya belut ini.
Budidaya belut bisa dibilang mempunyai resiko kegagalan paling tinggi, karena selain
teknologinya yang belum tuntas juga sarana pendukungnya sangat sulit. Seperti media dan pakan
adalah dua hal yang sangat krusial dalam budidaya belut.
Dalam buku ini penulis akan berbagi tentang hal-hal tersebut menurut pengalaman yang sudah
diaplikasikan.
Benih belut..?? ini pula menjadi salah satu factor yang sangat penting untuk di perhatikan,
kebanyakan benih belut didapat dari hasil tangkapan alam, usahakan apabila benih dari
tangkapan alam bukan didapat dengan menggunakan setrum, karena belut dari hasil setruman
tidak akan tumbuh normal bahkan tidak akan berkembang secara wajar dan akhirnya ini akan
sangat merugikan peternak belut karena hasilnya tidak akan sesuai harapan.
Dengan adanya buku ini penulis berharap semoga para peternak belut selektif tidak cepat
terpengaruh dan terperdaya dengan segala iming-iming yang menjanjikan keuntungan besar
dalam budidaya belut, tetapi harus benar-benar dipelajari secara matang dan mendalam sebelum
memilih untuk budidaya belut.
Akhirnya harapan penulis semoga budidaya belut diindonesia ini dapat dapat berkembang maju
dalam segi keilmuan dan teknologi guna membuka peluang usaha yang menguntungkan bagi
peternak belut nusantara.
Dalam buku ini masih sangat banyak sekali kekurangannya.
Mohon dengan sangat kritik dan saran dari para pebaca untuk kemajuan budidaya belut
diindonesia, semoga kita dapat bahu mebahu bersama-sama dalam mengembangkan ilmu dan
teknologi dalam budidaya belut ini.
Harapan lain semoga pemerintah kita dapat mefasilitasi dalam teknologi, produksi dan
pemasaran sekaligus untuk memajukan perbelutan diindonesia. amiin
Wassalamu’alaikum, warohmatullohi wabarokaatuh.
Jakarta, Oktober 2009
Penulis
Cahya Mulyadi
SEKILAS BUDIDAYA BELUT

Budidaya belut di indonesia bergaung mulai tahun 1997 ketika krisis moneter melanda negeri ini,
masyarakat kita mulai banyak yang tertarik dengan budidaya belut karena beranggapan bahwa
bisnis budidaya belut ini sangat menguntungkan, pada perkembangannya banyaklah
bermunculan peternak belut yang lahir dari seminar dan pelatihan yang diadakan.
Tetapi kebanyakan para peternak belut banyak sekali yang gagal. Dari masalah media, pakan,
benih dan bahkan informasi cara-cara budidaya yang didapatnya itu menjadi factor utama
kegagalan tersebut.
Hingga saat ini pemain belut yang sukses masih bisa dihitung dengan jari mereka yang masih
tetap eksis bertahan adalah sebagai petani pemijahan belut, supplier belut, pengepul dan
pengrajin belut olahan.
Untuk petani pembesaran jarang sekali mereka yang bisa bertahan lama, biasanya karena
disebabkan factor kegagalan hingga menyerah tidak mau melangkah lagi dalam bisnis budidaya
belut.
Budidaya belut memang fenomenal seiring perkembangan informasi dan teknologi masyarakat
sudah mulai kritis dan dewasa menyikapi penomena ini. Banyak peternak belut yang merugi
biasanya mereka memulai budidaya belut dengan pembesaran, padahal secara analisa usaha
pembesaran kurang menguntungkan dari segi bisnis.
Kecuali pembesaran yang bisa berhasil dengan peningkatan angka minimal diatas 2 x lipat
selama jenjang waktu 4 bulan.
Ini terjadi karena kost pakan terlalu besar nilainya sehingga tidak bisa menutupi penjualan hasil
panen.
Untuk menutupinya maka diwajibkan untuk ternak pakan.
Ternak pakan yang paling mudah adalah cacing ini menjadi salah satu pilihan budidaya belut
yang disarankan, dengan system integrasi ini mempunyai keuntungan ganda Selain menutupi
kost pengeluran pakan buat budidaya belut yang terlalu mahal dapat menjadi sumber penghasilan
sampingan juga dengan menjual pakannya itu.
URUTAN PERSIAPAN BUDIDAYA BELUT
A. PERSIAPAN PAKAN BELUT
Dalam budidaya belut pakan mempunyai urutan pertama dalam persiapan, karena untuk
mendapatkan pakan belut tak semudah seperti layaknya budidaya ikan mas atau lele karena
pakannya dapat dibeli di toko-toko. Untuk itu persiapan pakan belut menjadi kewajiban utama
Sebelum persiapan yang lainnya.

1. 1. Persiapan pakan belut
Sebelum mengawali ternak belut kita harus mempersiapkan pakan belutnya terlebih dahulu,
karena kebutuhan pakan dalam budidaya belut cukup besar.
Biasanya kebutuhan pakan belut berbanding lurus dengan hasil panen yang akan dihasilkan.

Perbandingannya adalah 1 kg bibit belut ukuran 100 ekor pakan yang dibutuhkan selama jenjang
waktu 4 bulan adalah 6 kg , itu artinya setiap bulan kebutuhan pakan belut adalah 1,5 kg atau
setiap hari nya kebutuhan pakan sebanyak 0,05 kg setiap hari untuk 1kg belut.

Pakan belut bisa didapatkan dengan mencari di tempat sekitar atau dengan cara ternak sendiri.
Apabila mencari di tempat sekitar maka carilah yang termudah dan termurah biasanya disetiap
daerah akan sangat berbeda.
Tetapi jalan terbaik adalah dengan memilih cara membudidayakan pula pakannya, sehingga
diharapkan pasokan pakan akan selalu cukup dan aman.
Disini penulis sengaja tidak akan membahas bagaimana cara-cara untuk mebudidayakan pakan
seperti cacing, kodok, bekicot ataupun belatung dikarenakan keterbatasan ruang.
Pembaca bisa mencari referensi dan informasi yang lengkap dibuku-buku agrobisnis ataupun
diinternet.
1. 2. Macam-macam pakan belut
Dibawah ini adalah nama-nama pakan belut diantaranya adalah, cacing, kodok, yuyu, bekicot,
ikan-ikan kecil, belalang, belatung dan lain-lain. Bangkai juga bisa menjadi pakan belut dengan
syarat tidak dijadikan pakan utama setiap hari, karena selain menimbulkan bau yang kurang enak
dapat menggangu juga perkembangan belut itu sendiri, Bangkai akan dimakan oleh belut setelah
lama tersimpan didalam Lumpur biasanya minimal setelah 1 minggu makanya jangan heran kalo
pakan utamanya bangkai maka perkembangan belut akan lamban. Kalaupun bangkai yang
menjadi pilihan variasi pakan buat belut gunakan bangkai ayam yang sudah di kubur sebelumnya
selama 3 hari, kemudian masukan kedalam Lumpur media belut. usahakan dibersihkan dahulu
bulu-bulunya.
Contoh salah satu cara Pemberian pakan
Apabila pakan yang akan diberikan adalah Cacing maka brikan lah pada kolam yang tepat pada
gundukan media yang dibuat sebelumnya ini untuk memungkinkan cacing berkembang biak.

Kemudian apabila pemberian pakan dengan keong mas / bekicot bisa dilakukan proses sebagai
berikut :
1. Sebelumnya rebus dulu keong mas agar matang, ini berfungsi untuk memudahkan
mengeluarkan daging dari cangkangnya.

2. Kemudian cincang kecil-keci untuk memudahkan dimakan oleh benih belut yang masih kecil.

3. Buat jamu penambah nafsu makan untuk belut, bisa menggunakan parutan temu lawak dan
kunyit, bila perlu berikan 3 hari sekali atau seminggu sekali.

4. Campurkan parutan temulawak dan kunyit pada pakan keong mas atau bekicot yang sudah di
cincang kecil-kecil

B. PERSIAPAN KOLAM
Setelah persiapan pakan baru kemudian kita mempersiapakan kolam untuk budidaya belut.
Sebelumnya tentukan dahulu lokasi untuk pembuatan kolam, pilihlah lokasi kolam yang teduh
tidak terik terkena sinar matahari langsung. Dan usahakan mudah dalam sistem pengairan.

1. 1. Macam-macam kolam belut
Secara struktur kolam belut dapat dibedakan menjadi dua macam:
1. a. Kolam permanen
Kolam permanen biasanya terbuat dari semen atau tembok, anda bisa memanfaatkan kolam
bekas budidaya ikan yang tidak produktif.

Kolam ini mempunyai keuntungan tahan lama dan kuat serta suhu air biasanya stabil
menggunakan kolam ini.
Sebelum anda investasi awal di kolam permanen ada baiknya menghitung dahulu untung ruginya
serta harus benar-benar mempersiapkan keilmuan Sumber Daya Manusianya secara matang agar
pilihan budidaya belut ini berhasil dengan baik. Apa lagi apabila berniat terjun besar-besaran
secara total di bisnis ini.
1. b. Kolam semi permanen
Apabila anda berencana untuk mencoba – coba dulu untuk budidaya belut ini, kolam semi
permanen bisa menjadi pilihan, biasanya kolam semi permanen ini dapat menggunakan




kolam plastik,

kolam fiber dan lain-lain.

kolam terpal,
kolam jaring,
kolam drum / kolam tong

Kolam ini selain murah juga cukup efisien digunakan di halaman yang tidak terlalu luas
walaupun mempunyai resiko sangat rentan dengan kebocoran tetapi dengan perlakuan hati-hati
kolam ini bisa awet dan tahan lama.

1. 2. Jenis-jenis kolam belut
Menurut jenisnya kolam budidaya belut terbagi atas 3 (tiga) bagian diantaranya adalah :
1. 1. Kolam untuk pemijahan/pendederan

Ukuran kolam pemijahan bisa disesuaikan menurut pilihan,

Apabila anda memilih untuk memijahkan belut sepasang, bisa dengan jumlah belut
x(T) 0,8 m x (L)1m menggunakan kolam ukuran (P)1m indukan 3 (tiga) ekor, yaitu
1(satu) ekor pejantan dan 2(dua) ekor betina.

Tetapi apabila pilihannya pemijahan secara masal bisa menggunakan kolam sesuai
ukuran belut indukan yang akan ditebar, idealnya kolam pemijahan 1 : 1 sama dengan
kolam untuk pembesaran, yaitu 1 (satu) m luas kolam bisa diisi dengan belut indukan 1
(satu) pasang. Dalam kolam pemijahan masal, 1 (satu) pasang belut indukan bisa
ditambahkan belut betinanya menjadi 3-4 ekor. Ini dilakukan agar dapat mempercepat
proses perkawinan dan supaya bisa memperbanyak telur yang akan dihasilkan nantinya.

1. 2. Kolam untuk pembesaran

Kolam pembesaran terbagi menjadi 2 (dua) tahapan,

pada tahap pertama kolam pembesaran dimaksudkan untuk pemeliharaan belut ukuran 58 cm, lama pemeliharaan 3 bulan hingga menghasilkan belut ukuran 15 – 20 cm.

tahap berikutnya kolam pembesaran untuk belut ukuran 15 – 20 cm pemeliharaan selama
3 bulan untuk menghasilkan belut ukuran 30 – 40 cm.

untuk 1 (satu) tahap sekaligus pemeliharaan bisa dilakukan langsung dari belut ukuran 5-8 cm
sampai menghasilkan belut ukuran 30 – 40 cm selama jenjang waktu 6 (enam) bulan, yang masa
panennya di lakukan 2 bulan sekali untuk mensortir ukuran belut yang kecil dan besar hal ini
dilakukan untuk mengurangi kanibalisme..
Bagi pemula yang ingin mencoba dalam pembesaran belut dapat memulai pemeliharaan dari
belut ukuran 15-20 cm sampai menghasilkan belut ukuran 40-60 cm dalam jenjang waktu 4
bulan (disarankan panen dilakukan 2 kali selama 2 bulan).
1. 3. Kolam untuk penampungan dan karantina
Kolam penampungan berfungsi sebagai sarana untuk menyimpan belut hasil panen dan dapat
digunakan pula sebagai tempat karantina belut sebelum ditebar kekolam. Karantina belut
mempunyai manfaat yang penting selain untuk menghindari penularan bibit penyakit juga untuk
mengurangi kematian di kolam pemeliharaan, sehingga diharapkan belut yang ditanam di kolam
pembesaran adalah belut yang benar-benar sehat dan lincah setelah diadakan seleksi di kolam
karantina.
Karantina cukup dilakukan maksimal selama sehari semalam dengan menggunakan air bersih
yang mengalir dan sirkulasi, walaupun pada dasarnya belut dapat bertahan lama di air bersih.
Selama karantina belut tetap harus di berikan pakan, ini agar belut yang lincah tidak menjadi
lemes dan yang lemas tidak menjadi mati.
Kapasitas daya tampung kolam yang ideal adalah 1:1 yaitu 1 (satu) m kolam belut diisi
dengan 1 (satu) kg belut, atau dengan rincian sebagai berikut:

.

untuk belut ukuran 1 – 5cm mempunyai daya tampung 500 ekor/m

.

Untuk belut ukuran 5-10cm mempunyai daya tampung 250 ekor/m

.

Untuk ukuran belut 15-20cm mempunyai daya tampung 50 ekor/m

dari jumlah belut per ekor diatas diasumsikan mempunyai berat 1 kg sesuai ukuran panjangnya
masing-masing.
C. PERSIAPAN MEDIA BELUT
Di habitat aslinya media hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja, tetapi memiliki peranan yang
sangat penting untuk kelangsungkan hidup belut selanjutnya. Jadi usahakan media harus benarbenar nyaman dan di buat sealami mungkin.
Hindari penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya untuk media belut, seperti penggunaan
pestisida.
1. 1. Bahan-bahan media belut untuk pembesaran
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain :
v

Tanah sawah / Lumpur.

Sebagai media utama yang harus disiapkan, berfungsi sebagai penahan suhu agar belut tidak
terkena panas akibat terik sinar matahari langsung.
Ketebalan media Lumpur sebaiknya tidak kurang dari 20 cm setelah dilakukan permentasi atau
sekitar 50% dari tinggi kolam. Karena biasanya media awal yang kita masukan pasti akan
mengalami susut hampir setengahnya dari ketinggian awal setelah dilakukan permentasi.
v Jerami, harus dipermentasikan (pembusukan) dahulu diluar kolam sebelum dimasukan
sebagai media tanam
v Gedebong pisang / kompos, harus dipermentasikan (pembusukan) dahulu diluar kolam
sebelum djadikan sebagai media tanam.

Pembusukan atau permentasi dapat menggunakan bantuan EM4 atau SO Kontan LQ untuk
mempercepat prosesnya.

caranya adalah sebagai berikut :
ü

masukan bahan media jerami dan gedebong pisang tadi kedalam kantong plastik,

ü
kemudian berikan larutan bahan EM4 atau SO Kontan LQ secukupnya sesuai dosis dan
petunjuk pemakainnya,
ü
selanjutnya tutup rapat kantong plastik tersebut dan diamkan selama 7 (tujuh) hari, hingga
bahan media tadi menjadi busuk dan terurai.
Setelah bahan jerami dan gedebong pisang busuk kemudian masukan kedalam kolam yang sudah
diisi dengan Lumpur atau tanah sawah, kemudian alirkan air secara merata dan penuh sehingga
semua media terendam semuanya. Diamkan selama 7 hari baru setelah 7 (tujuh) hari kemudian
air dibuang seluruhnya kemudian setelah itu isi kembali air hingga merata dengan permukaan
media.
Untuk kelebihan air usahakan tidak lebih dari 3 cm kalo bisa dipertahankan tidak lebih dari 3 cm.
Selanjutnya media bisa ditanami eceng gondok secukupnya, usahakan jangan terlalu penuh
apalagi menutupi permukaan media seluruhnya, hal ini untuk menjaga air tidak cepat kering.
Cara ini selain efektif berhasil ternyata sebagai solusi bagi yang tidak memiliki air untuk
sirkulasi. Hingga nantinya sirkulasi air dapat dilakukan selama 3 hari sekali.
1. 2. Tahapan dalam membuat media belut untuk pemijahan

Siapkan media tanah atau Lumpur setebal 80% dari tinggi kolam.

Masukan media kompos sebanyak 20% dari tinggi media yang telah dibuat sebelumnya
kedalam kolam, campur dengan Lumpur dan aduk hingga merata.

Masukan air secara perlahan dan buat media menjadi becek kemudian diamkan selama 7
(tujuh) hari.

Setelah media cukup matang dan sudah terlihat jentik-jentik , jasad renik, plankton dan
kutu air tumbuh tambahkan air kedalam kolam pertahankan ketinggian air usahakan tidak
lebih dari 3 cm dari permukaan media.

Selanjutnya media sudah siap di tebar belut untuk pemijahan.

Penebaran belut dilakukan pada pagi hari atau sore hari ketika matahari tidak terlalu terik
dan panas untuk menjaga belut agar tidak stress.

D. PEMILIHAN BELUT UNTUK BUDIDAYA
Salah satu factor keberhasilan budidaya belut juga adalah dalam pemilihan bibit belut yang
berkualitas dan unggul. Umumnya bibit belut didapat dari hasil tangkapan alam dan hasil
budidaya.
apabila akan menggunakan bibit belut dari hasil tangkapan usahakan dari hasil yang di bubu
jangan hasil setruman.
Lebih baik lagi dari hasil budidaya karena selain ukurannya yang rata, hasil dari budidaya sudah
bisa beradaptasi dengan media buatan sehingga tidak sulit lagi untuk dibudidayakan.

1. 1. Cara-cara pemilihan bibit belut untuk kolam pembesaran

Usahakan bibit belut ukurannya rata, agar tidak terlalu tinggi resiko kanibalismenya.
Sortir terlebih dahulu sesuai ukuran yang ada.

Perhatikan fisik belut, pilih yang mulus, sehat, lincah dan agresif.

Apabila sudah mengalami perjalanan yang jauh sebaiknya bibit belut dikarantina dahulu.

Masukan bibit belut secara perlahan dan hati-hati agar belut tidak luka dan stress.

Tidak disarankan membolak balik kan dan mengaduk-aduk media tanam setelah belut
ditebar kekolam, ini akan mengakibatkan belut stress dan harus adaptasi kembali dengan
media karena lubang yang sudah dibuat menjadi rusak.

1. 3. Cara – cara pemilihan belut untuk kolam pemijahan

Usahakan belut indukan didapat dari hasil budidaya atau dari tangkapan yang bukan hasil
setruman.

Fisik belut mulus, sehat, lincah dan agresif.

Pastikan belut indukan sepasang (ada jantan dan betina)

Cara mebedakan belut jantan dan betina

Belut jantan,
mempunyai ciri-ciri sbb :

panjang sekitar 35-40cm

warna permukaan kulit biasanya gelap/ abu-abu.

Bentuk kepala bulat dan tumpul

Usia biasanya diatas 9 bulan

Belut Betina
mempunyai ciri-ciri sbb :

Panjang sekitar dibawah 30cm

Warna permukaan kulit lebih cerah

Warna kulit perut kekuningan

Bentuk kepala lebih panjang dan runcing

Umur dibawah 9 bulan

Pilih yang sudah siap kawin dan matang untuk dibuahi.
MEMILIH PEMIJAHAN DALAM BUDIDAYA BELUT

Banyak peternak belut yang merugi akibat kegagalan, biasanya mereka memulai budidaya belut
dengan pembesaran, padahal secara analisa usaha pembesaran kurang menguntungkan dari segi
bisnis.
Kecuali pembesaran yang bisa berhasil dengan peningkatan angka minimal diatas 2 x lipat
selama jenjang waktu 4 bulan.
Ini terjadi karena kost pakan terlalu besar nilainya sehingga tidak bisa menutupi penjualan hasil
panen.
Untuk menutupinya maka diwajibkan untuk ternak pakan.

Belajar dari pengalaman dan kegagalan ini, penulis merekomendasikan untuk memulai bisnis
budidaya belut ini dari tahap pemijahan dalam skala kecil dulu.
Memulai usaha pemijahan belut memiliki tantangan tersendiri, karena dituntut untuk memahami
sifat dan karakter belut.
Dalam pemijahan bibit belut cukup sekali didapat hanya untuk indukan saja, selanjutnya jika
berhasil anda tinggal mengembangkannya.
Keuntungan lain, kebutuhan pakan tidak terlalu besar karena jumlah belut tidak sebanyak untuk
pembesaran dan tidak memakan tempat yang luas seperti halnya untuk pembesaran.
PEMIJAHAN DAN PENDEDERAN
Proses pemijahan belut pada umumnya berlangsung pada malam hari ketika waktu kawin tiba
biasanya belut jantan membuat lubang perkawinan berbentuk hurup U.
Didalam lubang tersebut belut jantan akan mengeluarkan gelembung-gelembung udara
berbentuk busa untuk menarik perhatian belut betina. Setelah masa perkawinan belut betina
mengeluarkan telur-telurnya disekitar lubang yang mangapung dipinggiran kolam diatas
permukaan air.
Telur yang sudah dibuahi lalu dimasukan ke mulut belut jantan untuk diamankan kedalam
lubang dan dierami. Setelah mengeluarkan telur biasanya belut betina diusir dari lubang
sebaiknya belut betina diambil.
Setelah 2-3 minggu telur akan menetas dan akan dijaga terus oleh pejantan didalam mulutnya
hingga anak belut usia sampai 10 hari.
Setelah usia 10 hari anak belut sudah harus dipisahkan ke kolam pendederan. Anak belut ini
sudah bisa mencari pakannya sendiri dengan memakan jasad renik, plankton dan kutu air yang
berada di kolam, usahakan pada kolam pendederan ini kandungan probiotiknya harus cukup
tinggi agar pakan belut buat anakannya dapat tercukupi.
Selama 2 (dua) bulan anak belut itu harus sudah diberi pakan yaitu cacing, ikan-ikan kecil dan
anak-anak kodok agar perkembangannya bisa maksimal.

Tekhnik Pemisahan Anak belut dengan indukan
Pada prinsipnya teknik pemijahan itu terletak pada teknik memisahkan anak dan indukannya,
karena pada proses perkawinan belut kita tidak mengatahuinya secara pasti, biarkan secara alami
saja.
Pemisahan anak belut dilakukan setelah 10 hari masa perkawinannya atau ketika terlihat ada
anakan didalam lubang belut indukannya, biasanya akan terlihat apabila media tanam tidak
menggunakan eceng gondok. Untuk itu pada media pemijahan eceng gondok, jerami dan
gedebong pisang tidak wajib digunakan.
Media yang mudah bisa menggunakan tanah Lumpur sawah 100% atau tanah Lumpur 80% dan
kompos 20%
Ada berbagai tekhnik dan cara memisahkan anakan belut didalam kolam pemijahan :
1. dengan cara dipancing pada malam hari ketika belut sedang mencari pakan, yaitu dengan

menggunakan pipa atau bambu yang dimasukan kedalam media tanam belut, berdekatan
dengan lubang belut pejantannya sebelum pipa dimasukan sebaiknya terlebih dahulu
sudah diberikan pakan berupa cacing sebagai pancingan. ujung sebelah pipa harus ditutup
menggunakan kain atau plastik. teknik ini dapat digunakan pada kolam pemijahan yang
ditanam hanya dengan sepasang indukan x 1m dengan kolam ukuran 1m saja.

Keuntungan menggunakan cara ini anakan belut dapat terangkat semuanya, tetapi harus sabar
menunggu dan terus mencobanya, karena cara ini tidak akan langsung dapat berhasil terlebih lagi
apabila tidak mengatahui sama sekali lubang-lubang belut indukannya, usahakan memsang pipa
dengan beberapa buah untuk mempercepat keberhasilannya.
1. Dengan memasang jaring ketika awal pembuatan media pemijahan, sebelum media

tanam dimasukan jaring terlebih dahulu dipasang. Tekhnik memisahkan indukan dan
anakannya dengan cara mengangkat jaring tersebut ketika setelah 10 hari masa
perkawinan selesai dilakukan atau ketika belut anakan sudah terlihat di lubang-lubang
belut indukan, pengangkatan jaring ini dilakukan malam hari ketika belut indukan sedang
mencari pakan.

Keuntungan cara ini lebih praktis karena mengangkat belut indukannya saja sedangkan belut
anakannya tetap tersimpan pada media pemijahan, tetapi apabila belut anakan masih diamankan
pada mulut belut pejantannya, maka anakannya akan terbawa.
Teknik ini bisa digunakan pada kolam belut ukuran 1 (satu) pasang.
1. mendesain kolam dengan membuat saringan kecil diatas pipa kelebihan air, pipa ini harus
ditutup ketika akan digunakan untuk memisahkan anakannya,
caranya ketika belut anakan akan dipisahlan kolam di isi air secara penuh hingga air luber dan
mengalir pada saringan yang dibuat itu, aliran air yang tumpah pada kolam pemijahan ini di
tampung pada kolam atau wadah yang lain agar anakan belut yang keluar tidak kabur.
Cara ini ideal dilakukan pada kolam pemijahan secara masal.
1. Dengan cara di dipanen secara berkala, setiap 2 (Dua) bulan sekali. teknik ini digunakan

pada kolam pemijahan masal yang indukannya lebih dari 1 (satu) pasang.
Cara – cara diatas dapat terus di kembangkan dengan penemuan-penemuan yang inovatif lagi
agar dapat lebih mudah dan lebih efektif.
Demikian uraian mengenai tekhnik budidaya belut pembesaran dan pemijahan, ini disampaikan.
semoga para pembaca yang ingin memulai ternak belut dapat memahami secara dalam dan dapat
memulainya dengan budidaya pemijahan dalam bisnis ini.
Salam sukses selalu Indonesiaku ayo maju dan berkembang bersama-sama.
Salam sukses,
Cahya Mulyadi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful