P. 1
BAB II Acc

BAB II Acc

|Views: 3,553|Likes:

More info:

Published by: Pipink 안녕하세요 on Jun 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

Pengertian Nifas

Periode pascapartum (Nifas) adalah masa enam minggu sejak bayi

lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal

sebelum hamil. Periode ini kadang-kadang di sebut puerperium atau

trimester keempat kehamilan ( Jensen, 2005 ).

Masa nifas ( puerperium ) dimulai setelah kelahiran plasenta dan

berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum

hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu

(Prawirohardjo, 2006).

Masa nifas (puerperium) dimulai segera setelah kelahiran plasenta

dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan

sebelum hamil. Kala puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42

hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan

pada keadaan yang normal (Saifuddin, 2006).

Masa puerperium atau masa nifas adalah mulai setelah partus

selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh

alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan sebelum

3 bulan (Sarwono, 2006).

Fisiologi Nifas

Genetalia interna dan eksterna

Perubahan alat-alat genetalia ini dalam keseluruhanya disebut

dengan involusi, setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira 1

jari di bawah pusat, segera seperti sedia kala umunya terjadi pada

hari ke 3 sampai ke 15 hari postpartum.

Laktasi

Perubahan yang terjadi pada mamae sebagai persiapan laktasi

yaitu ploriferasi jaringan, terutama klenjar-kelenjar alveolus

mammae dan lemak. Pada duktus laktiferus terdpat cairan dan

kadang-kadang dapat dikeluarkan ( colostrum ).

Hipervaskularisasi

Terdapat pada permukaan maupun bagian dalam mammae.

Setelah partus, laktogenic hormon akan dihasilkan mammae yang

akan dipersiapkan pada masa hamil terpengaruhi akibat kelenjar-

49

kelenjar berisi susu. Pengaruh oksitosin, mengakibatkan

mioepitelium kelenjar-kelenjar susu berkontraksi sehingga

pengeluaran ASI terlaksanakan. Kadar prolaktin akan meningkat

dengan rangsangan fisik pada mammae. Rangsangan fsikis

merupakan reflek dari mata ibu ke otak mengakibatken oksitosin

yang dihasilkan sehingga air susu dapat dikeluarkan dan dapat

memperbaiki involusi uterus.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu nifas

Uterus

Proses involusi

Proses kembalinya uterus ke keadaan sebelum hamil setelah

melahirkan di sebut involusi. Proses ini di mulai segera setelah

plasenta keluar akibat kontraksi otot-otot uterus. Pada akhir

tahap ke tiga persalinan, uterus berada di garis tengah, kira-

kira 2 cm di bawah umbilikus dengan bagian fundus bersandar

pada promontorium sakralis. Pada saat ini besar uterus kira-kira

sama dengan uterus sewaktu usia kehamilan 16 minggu yg

beratnya kira-kira 1000 gram. Dalam waktu 12 jam, tinggi

fundus mencapai kurang lebih 1 cm di atas umbilikus. Dalam

beberapa hari terjadi involusi, fundus turun kira-kira 2 cm

setiap 24 jam.

Uterus yang pada waktu hamil beratnya 11 kali beratnya

pada sebelum hamil, berinvolusi menjadi kira-kira 500 gram 1

minggu setelah melahirkan, 350 gram 2 minggu setelah lahir.

Pada minggu ke enam beratnya menjadi 50 sampai 60 gram.

Kontraksi

Intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna

segera setelah bayi lahir, di duga terjadi respon terhadap

penurunan volume intrauterin yang sangat besar. Hemostatis

pascapartum dicapai terutama akibat kompresi pembuluh darah

intramimetrium , bukan oleh agrogasi trombosit dan

pembentukan bekuan. Hormon oksigen yang dilepas dari

klenjar hipofisis memperkuat dan mengatur kontraksi uterus.

Selama 1 sampai 2 jam pertama pascapartum Intensitas

kontraksi uterus bisa berkurang dan menjadi tidak teratur. Ibu

yang mrencanakan menyusui bayinya, di anjurkan agar

membiarkan bayinya di payudara segera setelah bayi lahir.

Karena isapan bayi pada payudara merangsang pelepasan

oksitosin.

Afterpains

Pada primipara, tonus uterus meningkat sehingga fundus

umumnya tetap kencang. Relaksasi dan kontraksi yang periodik

sering di alami multipara dan bisa menimbulkan nyeri yang

bertahan sepanjang masa awal puerperium. Menyusui dan

oksitosin tambahan biasanya meningkatkan rasa nyeri ini

51

karena keduanya merangsang kontraksi uterus.

Tempat plasenta

Segera setelah plasenta dan ketuban dikeluarkan, kontraksi

vaskular dan trombosis menurunkan tempat plasenta kesuatu

area yang meninggi dan bernodul tidak teratur.

Lokia

Raba uterus yang sering keluar setelah bayi lahir kali

disebut lokia, mula-mula berwarna merah, kemudian berubah

menjadi merah tua atau merah coklat. Rabas ini dapat

mengandung bekuan darah kecil. Selama 2 jam pertama setelah

lahir, jumlah cairan yang keluar dari uterus tidak boleh lebih

dari jumlah maksimalyang keluar selama menstruasi.

Lokia rubra mengandung darah dan debris desidua serta

debris trofoblastik setelah 3 sampai 4 hari. Lokia serosa terdiri

darah lam, serum, leukosit dan debris jaringan setelah 10 hari

setelah lahir. Lokia alba mengandung leukosit, desidua, sel

epitel, mulkus, serum dan bakteria. Lokia rubra yang menetap

pada awal periode pascapartum, menunjukan perdarahan

berlanjut sebagai akibat fragmen plasenta atau membran yang

tertinggal ( Jensen. 2005).

Serviks

Seviks menjadi lunak segera setlah ibu melahirkan, 18 jam

pascapartum serviks memendek dan konsistensinya menjadi lebih

padat dan menjadi ke bentuk semula. Ektoserviks ( bagian serviks

yang menonjol ke vagina ) terlihat memar dan sedikit laserasi kecil

yang kondisi optimal untuk perkembangan infeksi. Muara serviks

yang bersilatasi 10 cm sewaktu melahirkan, menutup secara

bertahap.

Vagina dan Perineum

Estrogen pascapartum yang menurun berperan dalam penipisan

mukosa vagina dan hilangnya rugae. Vagina yang semulanya agak

meregang akan kembali secara bertahap ke ukuran sebelum hamil,

6 sampai 8 minggu setelah bayi lahir. Pada umunya rugae akan

memipih secara permanen. Penebalan mukosa vagina terjadi

seiring pemulihan fungsi ovarium.

Topangan Otot Panggul

Struktur penopangan uterus dan vagina bisa mengalami cedera

sewaktu melahirkan dan masalah genekologi dapat timbul di

kemudian hari. Istilah relaksasi panggul berhubungan dengan

pemanjangan dan melemahnya topangan permukaan struktur

panggul. Streuktur ini terdiri atas uterus, dinding vagina posterior

atas, uretra, kandung kemih dan rektum ( Jensen. 2005).

Penatalaksanaan pada masa nifas

Pemenuhan kebutuhan gizi

Makanan harus bermutu, bergizi dan cukup kalori, sebaiknya

makanan yang mengandung protein, mineral 3 liter/hari (anjurkan

53

ibu untuk minum setiap kali menyusui), sayur-sayuran, buah-

buahan, vitamin yang cukup.

Gizi ibu menyusui terdiri dari :

Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari.

Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral

dan vitamin yang cukup.

Minum sedikitnya 3 liter air/hari (anjurkan ibu untuk minum setiap

kali menyusui)

Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya

selama 40 hari pasca bersalin.

Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan

vitamin A kepada bayinya melalui ASI nya.

Kebersihan diri dan lingkungan

Personal hygiene dan kebersihan lingkungan

Anjurkan kebersihan seluruh tubuh

Bersihkan daerah alat kelamin dengan sabun dan air dari arah

depan kebelakang, baru kemudian bersihkan daerah sekitar

anus. Setiap selesai BAB dan BAK harus dibersihkan jaga

jangan sampai lembab.

Perawatan perineum, biasanya ada ibu yang takut perih pada

jahitan, juga merasa sakit sehingga perineum tidak dibersihkan

atau dicuci. Tetapi perineum harus selalu dibersihkan bisa

dengan sabun yang lembut dan air hangat, sabun khusus alat

kelamin. Minimal 1x sehari, dan tidak perlu dikasih kasa dan

betadine.

Ganti pembalut sesering mungkin atau setidaknya 2 x sehari.

Sarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air, sebelum dan

selesai membersihkan daerah alat kelaminnya.

Jika ibu mempunyai luka episiotomi/laserasi bisa melakukan sitz

bath 2 x sehari, suhu air rata-rata 27ºC-29ºC, setelah selesai

keringkan dengan lampu solux/lampu pijar (meja) 40 watt 15

detik dengan jarak 50 cm, sarankan ibu untuk menghindari

menyentuh daerah luka.

Jika ibu mempunyai haemorroid, perawatan dengan memberikan

kompres dingin atau es, bisa dengan air hangat (sitz bath)

dengan suhu 37ºC-39ºC selama 20 detik, diulang 4 jam sekali.

Perawatan payudara

Perawatan payudara sudah dimulai sejak ibu hamil supaya

putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk

menyusui bayinya, dalam masa nifas perawatan buah dada

dilakukan secara rutin :

Menjaga payudara tetap bersih dan kering

Menggunakan BH yang dapat menyokong payudara

Apabila putting susu lecet oleskan kolostrum/ASI yang keluar pada

sekitar putting susu setiap kali selesai menyusui. Menyusui

dimulai dari putting susu yang tidak lecet.

55

Apabila lecet sangat berat dapat di istirahatkan selama 24 jam. ASI

dikeluarkan dan diminumkan dengan sendok.

Untuk menghilangkan nyeri dapat minum parasetamol 1 tablet

setiap 4-5 jam.

Apabila payudara bengkak akibat pembendungan ASI lakukan:

(1) Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah

dan hangat selama 5 menit.

(2) Urut payudara dari arah pangkal menuju putting/gunakan

sisir untuk mengurut payudara dengan arah ‘I’ menuju

putting.

(3) Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara

sehingga putting susu menjadi lunak.

(4) Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali, apabila tidak dapat

menghisap seluruh ASI dikeluarkan dengan tangan.

(5) Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui

(6) Payudara keringkan

(7) Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara :

Pembalutan payudara sampai tertekan

Pemberian obat estrogen untuk supresi LH, seperti tablet

lynoral dan parlodel.

Eliminasi

Miksi

Miksi dikatakan normal bila dapat BAK secara spontan tiap

3-4 jam. Ibu diusahakan agar dapat BAK sendiri, bila tidak

dilakukan tindakan dengan : dirangsang dengan mengalirkan

air keran didekat klien, mengompres air hangat diatas simpisis,

sambil sitz bath pasien disuruh kencing.

Defekasi

Biasanya 2-3 hari postpartum masih dapat BAB karena

pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapatkan tekanan

yang menyebabkan colon menjadi kosong selain itu

mempengaruhi peristaltic usus, maka sebaiknya diberikan obat

laksan atau paraffin peroral atau perrektal (1-2 hari setelah

postpartum).

Istirahat

Kebahagian setelah melahirkan membuat susah istirahat.

Setelah melahirkan ibu hamil membutuhkan istirahat bukan semata

hanya dikamar bersalin, tetapi juga setelah pindah diruangan

perawatan nifas.

a) Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan

yang berlebihan apabila keadaan ibu normal, dalam 2 jam saja

cukup, biasanya sesudah pergerakan ringan, bangun, duduk

hanya terbatas ditempat tidur, mengadakan senam ringan

seperti bernapas panjang dan dalam, menggerakkan kaki dan

tangan. Setelah 2 jam persalinan bila keadaan ibu normal,

biasanya telah diperkenankan turun dari tempat tidur.

57

b) Sarankan ia untuk kembali ke kegiatan rumah tangga biasa

perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi

bayi tidur.

c) Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal :

Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi, memperlambat

proses involusi uterus dan memperbanyak proses involusi

uterus dan memperbanyak perdarahan, menyebabkan depresi

dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri

Exercise/latihan

Exercise dibagi dua bagian yaitu :

Ambulasi

Ambulasi adalah kebijaksanan untuk selekas mungkin agar

pasien keluar/turun dari tempat tidurnya dan membimbingnya

secepat mungkin berjalan, tetapi karena lelah sehabis bersalin,

ibu harus istirahat selama 2 jam postpartum, kemudian boleh

miring-miring kekanan/kekiri untuk mencegah terjadinya

trombosit dan tromboemboli.

Senam nifas

Senam nifas adalah senam yang dilakukan pada masa nifas

dengan tujuan untuk mengembalikan keadaan tubuh menjadi

indah dan langsing seperti semula.

Tujuan senam nifas adalah :

Mempercepat involusi rahim

Mengembalikan kekuatan otot perut dan perineum, mengurangi

rasa sakit pada otot-otot

Memperlancar peredaran darah

Mempercepat kemampuan BAK dan BAB

Memperlancar ASI

Perbaikan sikap

Pengembalian keindahan tubuh

Menghindarkan kelainan misalnya trombosit, emboli

Program senam dimulai dari yang sederhana sampai yang

sulit dimulai mengulang tiap 5 kali gerakan. Setiap hari harus

ditingkatkan sampai 10 kali. Waktu melakukan senam

nifas/mobilisasi mempunyai variasi, tergantung pada

komplikasi pada persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka.

Bisa melakukan latihan tertentu beberapa menit setiap hari

sangat membantu mengembalikan otot-otot perut dan pinggul

kembali normal. Ibu merasa lebih kuat dan ini menyebabkan

otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit

pada punggung, caranya seperti :

Pemeriksaan dan pengawasan postpartum, paling sedikit 4 kali

Dengan tidur terlentang dengan lengan disamping, menarik

otot-otot perut selagi nafas kedalam dan angkat dagu

kedada, tahan satu hitungan sampai 5, rilek dan ulangi

sampai 10 kali.

59

Untuk memperkuat tonus otot vagina (latihan kegel)

Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot,

pantat dan pinggul dan tahan sampai 5 hitungan, kendurkan

dan ulangi latihan sampai 5 kali. Mulai dengan

mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan, setiap

minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada

minggu ke-6 setelah persalianan ibu harus telah

mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.

Kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi

baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani

masalah-masalah yang terjadi.

Tujuan perawatan dan asuhan post partum adalah :

(1) Memulihkan kesehatan umum penderita

(2) Mendapatkan kesehatan emosi

(3) Mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi

(4) Memperlancar pembentukan ASI

(5) Penderita dapat melaksanakan perawatan sampai masa nifas

selesai dan dapat memelihara bayinya sendiri

b) Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :

Pemeriksaan umum : tekanan darah, nadi, pernafasan, dan suhu

Keadaan umum : kondisi fisik, keluhan dan selera makan

Payudara : ASI, puting susu

Dinding perut, perineum, kandung kemih, rektum

Sekret yang keluar (lokia, fluor albus)

Keadaan alat-alat kandungan.

Cuti hamil dan bersalin

Menurut Menkes/No 369/ SK/ 111/ 2007, bagi wanita pekerja

berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1

bulan sebelum persalinan dan 2 bulan setelah persalinan.

Hubungan perkawinan atau rumah tangga

Secara fisik aman untuk memulai berhubungan suami istri

begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan 1/2 jari

kedalam vagina tanpa rasa sakit. Begitu darah merah berhenti dan

ia merasakan rasa ketidaknyamanan, aman untuk melakukan rasa

ketidaknyamanan, aman untuk melakukan hubungan suami istri

kapanpun ibu siap. Ada tradisi menunda hubungan suami istri

sebelu 40 hari/6 minggu setelah bersalin tetapi semua keputusan

tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

Keluarga berencana

Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun

sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan

sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan

keluarganya. Namun, petugas kesehatan dapat membantu

61

merencanakan keluarganya, dengan membantu mereka cara

mencegah kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Biasanya wanita tidak dapat menghasilkan telur (ovulasi) sebelum

ia mendapatkan lagi haidnya selama meneteki, oleh karena itu

metode amenore laktasi (MAL) dapat dipakai sebelum haid

pertama kembali untuk mencegah kehamilan baru, resiko cara

ini adalah 2 % kehamilan.

Meskipun beberapa KB mengandung resiko, menggunakan

kontrasepsi tetap lebih aman terutama bila ibu sudah haid lagi.

Sebelum menggunakan metode KB, hal-hal berikut harus

dijelaskan terlebih dahulu kepada ibu : bagaimana metode ini

dapat mencegah kehamilan & efektifitasnya, keuntungan,

kerugian, efek samping, cara menggunakannya, kapan metode

KB dapat dimulai untuk wanita bersalin yang menyusui.

Jika seorang ibu/pasangan telah menentukan metode KB nya, ada

baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu untuk

mengetahui adakah yang ingin ditanyakan oleh ibu/pasangan

untuk melihat apakah metode tersebut dapat berjalan dengan

baik.

11) Rooming – inplan

Rencana perawatan ibu dan bayi bersama-sama dalam 1 kamar,

keuntungannya :

Fisik : menyusui anak akan lebih mudah, resiko cross infeksi

bayi-bayi lain dapat dikurangi.

Psikologi : bayi menerima kasih sayang ibu lebih besar,

menimbulkan kepuasan bagi ibu dan bayi karena hubungan

selalu terjalin, ibu dapat melihat bayinya setiap saat, bayi tidak

akan menangis terlalu lama karena lapar atau kurang perhatian,

dalam waktu berkunjung dapat berkumpul dalam satu kesatuan

keluarga.

Educational : ibu dapat mempelajari kebiasaan bayinya dan

menambah pengetahuan dan pengalaman merawat bayi, ibu

dapat mengamati tingkah laku anaknya ( Jensen, 2005 ).

e. Tanda-tanda bahaya pada nifas

Perdarahan banyak/keluar cairan berbau dari jalan lahir

Demam > 2 hari

Payudara bengkak, merah disertai rasa nyeri

Sakit kepala yang hebat

Edema seluruh tubuh (muka dan ekstremitas)

Nyeri perut yang hebat

Penglihatan kabur

Kejang

f.Tindakan lazim yang tidak bermanfaat, bahkan dapat membahayakan

Menghindari makanan berprotein seperti ikan atau telur

Rasional : Ibu menyusui membutuhkan tambahan kalori sebesar 500

Kalori/harinya.

63

Penggunaan bebat perut segera pada masa nifas 2-4 jam postpartum

Rasional : Selama 1 jam pertama, petugas perlu memeriksa fundus

setiap 15 menit dan melakukan masase jika kontaksi tidak kuat.

Selama 1 jam kedua masa nifas, petugas perlu memeriksa fundus

setiap 30 menit dan melakukan masase jika kontraksi tidak kuat.

Penggunaan pembebat perut, selama masa kritis membuat sulit bagi

petugas kesehatan untuk menilai tonus dan posisi uterus untuk

melakukan masase uterus jika diperlukan, dan memperkirakan banyak

darah yang keluar.

Penggunaaan kantong es untuk menjaga uterus berkontraksi Rasional:

Merupakan perawatan yang tidak efektif untuk atonia uteri

Memisahkan bayi dari ibunya untuk masa yang lama pada 1 jam pertama

setelah kelahiran

Rasional : Pada 1 jam pertama, merupakan masa transisi/masa kritis

untuk menjalin ikatan antara ibu dan bayi, bayi akan mulai menyusu

pada saat ini. Pada 2 jam pertama, merupakan masa paling siaga

karena pada saat ini biasanya bayi tertidur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->