MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

Makalah

Untuk memenuhi tugas matakuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi II Yang dibina oleh Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D dan Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd

Oleh: Nurkhairo Hidayati Moch. Haikal Sulthon Taqdir Alfirdaus 109661521362 109661527719 109661527733

UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI September 2010

0

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi,

menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak langsung pada berbagai bidang kehidupan, tanpa kecuali bidang pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai bagian dari sistem kehidupan telah berupaya mengembangkan struktur kurikulum, sistem pendidikan, dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan sumber daya yang berkualitas (Sudjatmiko, 2003). Untuk menghadapi perubahan tersebut dibutuhkan pendidikan yang memberikan kecakapan hidup (life skill), yaitu memberikan ketrampilan dan keahlian dengan kompetensi tinggi. Dengan dimilikinya life skill diharapkan nantinya peserta didik dapat bertahan dalam suasana yang selalu akan berubah dan berkembang. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dapat ditengarai bahwa aspek proses dan hasil pembelajaran merupakan salah satu penyebab perlunya ditingkatkan mutu pendidikan. Kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang rendah menunjukkan bahwa interaksi antara siswa dengan sumber belajar seperti dengan guru dan linkungan, tidak berjalan efektif sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal (Purwanti, 2004). Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diupayakan agar lingkungan belajar dapat mendukung berlangsungnya pembelajaran efektif dan berpusat pada siswa. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati pendidikan yang diiplementasikan dalam proses pembelajaran.

Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada tempat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan dalam artian bahwa potensi dan karakteristik wilayah/daerah akan digali dan dimanfaatkan siswa sebagai sarana pembelajaran, dan selanjutnya akan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik untuk berkreasi berfikir. Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan sekitar,

pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep 1

dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dimana telah diketahui potensi dari wilayah/daerah utntuk dikembangkan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang ada pada lingkungan dan untuk menanamkan sikap pada diri anak didik. Model dan metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakanoleh guru agar materi pelajaran dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Metode mengajar yang digunakan hendaknya metode yang dapat memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun tujuan untuk agar siswa mmpu berfikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri dalam menhadapi masalah. Model dan metode yang dikembangkantidak terlepas dari kurikulum nasional yang berlaku dalam hal ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa pendidikan yang diselenggarakan harus: (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni, (4) relefan dengan kebutuhan pendidikan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah (BSNP 2006). Berdasarkan tujuh prinsip pengembangan KTSP di atas maka pendidikan yang diselenggarakan dan dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan daerah untuk membangun yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman kehidupan sehari-hari, dimana pengembangan kurikulumnya (perangkat pembelajaran) dilakukan dengan melibatkan 2

memangku kepentingan atau (stakeholders) untuk menjamin relefansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan pribadi, ketrampilan berfikir, ketrampilan sosial, ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional perlu ditingkatkan. Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM), adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan (proses belajar) yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenagkan dan efektif. PP No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa “Proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,

inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.” Hal tersebut merupakan dasar bahwa guru perlu menyelenggarakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Dari uraian singkat tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM), dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan harus diwujudkan di kelas karena dasar hukumnya sudah jelas yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permasalahannya adalah bagaimana kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana kelas agar siswa belajar, yang pada dasarnya belajar adalah memproduksi gagasan atau membangun makna baru dari pengetahuan awal yang sudah dimiliki siswa. Siswa sebagai subjek belajar tidak mengkonsumsi gagasan tetapi memproduksi gagasan dalam proses pembelajaran yang difasilitasi oleh guru. Guru sebagai fasilitator hendaknya dapat memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Dengan adanya latar belakang di atas, maka perlu sebuah pembahasan secara mendalam dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam mengatasi permasalahan pembelajaran biologi yang terjadi di sekolah-sekolah pada umumnya.

3

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang diajukan dalam

makalah ini adalah 1. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran PAIKEM? 2. Bagaimanakah pemahaman proses belajar mengajar dengan memakai model pembelajaran PAIKEM? 3. Bagaimana amplikasi model pembelajaran PAIKEM dalam proses belajar mengajar?

C.

Tujuan Masalah

Tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran PAIKEM 2. Untuk mengetahui pemahaman proses belajar mengajar dengan memakai model pembelajaran PAIKEM 3. Untuk mengetahui aplikasi model pembelajaran PAIKEM dalam proses belajar mengajar

4

BAB II PEMBAHASAN

A. Teori Pembelajaran PAIKEM Menurut Tarmizi (2009) PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakandan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran yang inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan

perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Siswa yang terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 5

2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa. 3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan “pojok baca”. 4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. 5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang berkesesuaian.

B.

Pemahaman Proses Model Pembelajaran PAIKEM Aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan salah satu

model pembelajaran yang ideal. Dengan metode Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM), siswa dapat mendapatkan ide-ide sendiri dalam pembelajaran berlangsung dengan pendekatan lingkungan sekitar. Begitu pula guru dengan berbagai ide segar dan menarik yang dilengkapi dengan contoh praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pemahaman mengenai PAIKEM ini diharapkan dapat membantu guru memfasilitasi pembelajaran siswa dengan lebih bermakna. Meskipun yang diharapkan pertama dan utama adalah keaktifan dan kekreatifitasan peserta didik, namun sebenarnya guru pun dituntut untuk aktif dan kreatif. Agar pembelajaran model ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sudah tentu guru harus merancang pembelajaran yang baik, melaksanakannya dan akhirnya menilai hasilnya. Student centered mengandung pengertian pembelajaran menerapkan strategi pedagogi mengorientasikan siswa/mahasiswa kepada situasi yang bermakna, kontekstual, dunia nyata dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi 6

pebelajar ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pelajaran yang dipelajarinya sekaligus ketrampilan memecahkan masalah. Paradigma yang

menempatkan guru/dosen sebagai pusat pembelajaran (teaching) dan siswa sebagai objek, seharusnya diubah dengan menempatkan siswa sebagai subjek yang belajar secara aktif membangun pemahamannya (learning) dengan jalan merangkai pengalaman yang telah dimiliki dengan pengalaman baru yang dijumpai. Pengalaman nyata dari lingkungan sekitar menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang sains meningkat secara drastis pada saat: mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau kuasai. Pembelajaran hendaknya dimulai dari masalah-masalah aktual, otentik, relevan dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran yang berbasis subjek seringkali tidak relevan dan tidak bermakna bagi siswa sehingga tidak menarik perhatian siswa. Pembelajaran yang dibangun berdasarkan subjek seringkali terlepas dari kejadian aktual di masyarakat. Akibatnya siswa/mahasiswa tidak dapat menerapkan konsep/teori yang dipelajarinya di dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dengan pembelajaran yang dimulai dari masalah maka siswa/mahasiswa belajar suatu konsep atau teori dan prinsip sekaligus memecahkan masalah. Dengan demikian sekurangkurangnya ada dua hasil belajar yang dicapai, yaitu jawaban terhadap masalah (Produk) dan cara cara memecahkan masalah (Proses). Kemampuan tentang pemecahan masalah lebih dari sekedar akumulasi pengetahuan dan hukum/teori, tetapi merupakan perkembangan kemampuan fleksibilitas, strategi kognitif yang membantu mereka menganalisasi situasi tak terduga dan mampu menghasilkan solusi yang bermakna. Sesuai dengan huruf yang menyusun namanya, pembelajaran PAIKEM adalah salah satu contoh pembelajaran inovatif yang memiliki karakteristik aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 1. Aktif Pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif merangkai pengalaman untuk memperoleh pemahaman baru. Siswa aktif terlibat didalam proses belajar mengkonstruksi sendiri pemahamannya. Teori belajar konstruktivisme merupakan titik berangkat pembelajaran ini. Atas dasar itu pembelajaran ini secara sengaja dirancang agar mengaktifkan anak.

7

Di dalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau strategi –strategi yang memotivasi siswa berperan secara aktif di dalam proses pembelajaran. Mengapa pembelajaran harus mengaktifkan siswa? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kita belajar 10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar, 30% dari yang kita lihat, 50% dari yang kita lihat dan dengar, 70% dari yang kita ucapkan, dan 90% dari yang kita ucapakan dan kerjakan serta 95% dari apa yang kita ajarkan kepada orang lain, artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh inidividu tersebut.

2. Inovatif Pembelajaran PAIKEM bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.

3. Kreatif Pembelajaran PAKEM juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas. Pengajar haruslah memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas serta kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semua bentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap orang akan mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciri seorang pebelajar yang mandiri adalah: (a) mampu secara cermat mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu yang sedang dihadapinya, (b) mampu memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajarnya, (c) memonitor keefektifan strategi tersebut, dan (d) termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar sampai masalahnya terselesaikan. 8

4. Efektif Menyiratkan bahwa pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai hasil belajar yang dirumuskan. Karena hasil belajar itu beragam, karakteristik efektif dari pembelajaran ini mengacu pada penggunaan berbagai strategi pembelajaran yang relevan dengan hasil belajarnya. Banyak yang beranggapan bahwa berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk PAKEM seringkali tidak efisien (memakan waktu) lebih lama dibandingkan pembelajaran tradisional/konvensional. Hal tersebut mudah dipahami, dalam pembelajaran PAKEM banyak hasil belajar yang dicapai sehingga memerlukan waktu yang lama, sementara pada pembelajaran tradisional hasil belajar yang dicapai hanya pada tataran kognitif saja.

5. Menyenangkan Pembelajaran yang dilaksanakan haruslah dilakukan dengan tetap

memperhatikan suasana belajar yang menyenangkan. Mengapa pembelajaran harus menyenangkan? Belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak diikuti suasana tegang sangat baik untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Anak-anak menjadi berminat untuk belajar jika topik yang dibahas sedapat mungkin dihubungkan dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwa pokok bahasannya dikaitkan dengan siswa sehari-hari dan disesuaikan dengan dunia mereka dan bukan dunia guru sebagai orang dewasa. Apalagi jika disesuaikan dengan kebiasaan mereka belajar. Ciri yang terakhir ini merupakan ciri pembelajaran kontekstual. Dengan demikian pembelajaran PAKEM sebenarnya juga pembelajaran konstekstual. PAIKEM merupakan pembelajaran yang tidak hanya terpaku menggunakan satu pendekatan saja, tetapi dengan menggunakan berbagai pendekatan dan model. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.

9

C. Aplikasi Model Pembelajaran PAIKEM dalam Proses Belajar Mengajar 1. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya model PAIKEM yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu di lingkungannya. Seandainya direnungkan empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri), learning to do (belajar untuk mengerjakan), dan learning to live together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru, agar supaya pembelajaran tersebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dari keempat pilar pendidikan dan kelima komponen prinsip PAIKEM (Mengalami, Pembaruan, Berinteraksi, Komunikasi, Berekspresi, dan Melakukan Refleksi), komponen Mengalami, Pembaruan, dan Berekspresi berkaitan dengan bagaimana guru mengolah bahan/materi pelajaran. Artinya, bagaimana guru mengolah materi pelajaran sehingga siswa mengalami dan mengekspresikan gagasannya. Untuk komponen Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi berkaitan dengan bagaimana guru mengelola kelas. Artinya, bagaimana siswa harus dikelola (kerja kelompok, berpasangan, ataukah individual) agar mereka berinteraksi berinteraksi satu sama lain untuk mengembangkan kemampuan bekerjasama dan pada saat yang sama berkembang pula kemampuan individualnya. Cara mengolah materi sehingga tercipta komponen Mengalami dan Ekspresi untuk tiap-tiap mata pelajaran akan berbeda satu sama lain sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Misalnya dalam IPA dikenal rumus POE (Predict, Observe, and Explain). Suatu cara mengolah materi IPA di mana guru merumuskan pertanyaan untuk siswa sehingga siswa melakukan prediksi (atas jawaban pertanyaan tersebut), melakukan pengamatan/percobaan untuk menjawab pertanyaan tersebut, kemudian menjelaskan hasil pengamatan/percobaan terkait dengan prediksi yang mereka buat sebelumnya. Nuansa materi PAIKEM dalam pembelajaran diolah sedemikian rupa sehingga siswa diarahkan untuk melakuka penyelidikan, penemuan, dan/atau pemecahan masalah.

10

2. Pembelajaran IPA Menurut Depdiknas (2006) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA (sains) diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan sains diarahkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam atau lingkungan sekitar. Beberapa ilmuwan memberikan definisi sains sesuai dengan pengamatan dan pemahamannya. Sains adalah kegiatan berupa pertanyaan dan penyelidikan alam semesta dan penemuan dan pengungkapan serangkaian rahasia alam. Sains mengandung makna pengajuan pertanyaan, pencarian jawaban, pemahaman jawaban, penyempurnaan jawaban baik tentang gejala maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis. Belajar sains tidak sekedar belajar informasi sains tentang fakta, konsep, prinsip, hokum dalam wujud pengetahuan deklaratif, akan tetapi belajar sains juga belajar tentang cara memperoleh informasi sains, cara sains, dan teknologi bekerja dalam bentuk pengetahuan procedural, termasuk kebiasaan bekerja ilmiah dengan metode ilmiah dan sikap ilmiah. Berdasar pada definisi yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa sains selain sebagai produk juga sebagai proses idak dapat dipisahkan satu sama lain. Pernyataan di atas menyatakan bahwa sains sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hokum, dan teori sains. Fakta merupakan kegiatan empiris di mana sains, konsep, prinsip, hukum, dan teori merupakan kegiatan analisis dalam sains. Sebagai proses, sains dianggap sebagai kerja atau sesuatu yang harus dilakukan atau diteliti yang dikenal dengan proses ilmiah atau metode ilmiah. Hal ini dilakukan melalui keterampilan menemukan seperti mengamati,

mengklasifikasi, mengukur, menggunakan ketrampilan spasial, mengkomunikasikan, memprediksi, menduga, mendefinisikan secara operasional, merumuskan hipotesis, menginterpretasikan data, mengontrol variabel, dan melakukan eksperimen. Sebagai sikap, sains dipandang sebagai sikap ilmiah yang mencakup rasa ingin tahu, berusaha 11

untuk membuktikan menjadi skeptis, menerima perbedaan, bersikap kooperatif, menerima kegagalan sebagai suatu hal yang positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada hakekatnya sains terdiri atas tiga komponen, yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah. Jadi tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau fakta yang dihafal, namun juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam. IPA (sains) diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat

diidentifikasikan. Penerapan sains perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian. Tingkatan SMP/MTs membutuhkan penekanan pembelajaran SALINGTEMAS (sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Mata pelajaran IPA di SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Mahaesa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya. 2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep, dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. 4. Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi. 5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumberdaya alam. 6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. 7. Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Dengan demikian proses pembelajaran IPA harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Proses pembelajaran yang baik telah ditegaskan oleh BSNP (2007) yang menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan 12

secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberi keteladanan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam hal ini guru tertantang dan harus mampu untuk dapat memberlangsungkan Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif sekaligus Menyenangkan (PAIKEM).

13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang disajikan maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. 1. Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan (proses belajar) yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahaman berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyeenangkan, dan efektif. 2. Aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan merupakan salah satu model pembelajaran yang ideal. Metode pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) membantu siswa mendapatkan ide-ide sendiri dalam pembelajaran yang berlangsung dengan pendekatan lingkungan sekitar. 3. Dampak positif diterapkannya model PAIKEM yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yaitu yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri), learning to do (belajar untuk mengerjakan), dan learning to live together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru, agar supaya pembelajaran tersebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuan pembelajaran.

B. Saran Dari hasil pemikiran di atas maka dapat disarankan bahwa dalam rangka memberdayakan kemampuan bernalar siswa, para guru dapat mempertimbangkan untuk menerapkan model PAIKEM dan membuat variasi dalam pelaksanaan sesuai kebutuhan.

14

DAFTAR RUJUKAN

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas. BSNP. 2007. Standar Nasional Pendidikan Indonesia untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas. Purwanti. 2004. Pengantar Interaksi Belajar dan Mengajar dan Metodologi Pengajaran. Bandung: Tarsito. Sudjatmiko. 2003. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Tarmizi. 2009. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. (Online) (http://tarmizi.wordpress.com, diakses 3 Februari 2009)

15

Lampiran SKENARIO PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester Alokasi Waktu

: Biologi : SMA : X/1 : 1 x 50 menit

A. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan ciri-ciri bakteri dan peranannya dalam kehidupan. B. Materi Ajar a. Materi Pokok : Ciri-ciri bakteri dan peranannya dalam kehidupan b. Submateri pokok : • • • • Ciri dan struktur bakteri Cara reproduksi bakteri Perbedaan prokariota dan eukariota Peranan bakteri dalam kehidupan manusia

C. Indikator 1. Siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri dan struktur bakteri 2. Siswa mampu membandingkan antara organisme prokariot dan eukariot 3. Siswa mampu menjelaskan reproduksi pada bakteri

D. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu : 1. Mendeskripsikan ciri-ciri dan struktur bakteri 2. Membandingkan antara organisme prokariot dan eukariot 3. Menjelaskan reproduksi pada bakteri 4. Menjelaskan peranan bakteri yang menguntungkan bagi manusia

E. Strategi Pembelajaran Model Metode : kooperatif Jigsaw : ceramah, tanya jawab, diskusi

F. Langkah-Langkah Pembelajaran No Guru 1. Kegiatan Siswa Waktu

10 menit Kegiatan Awal a. Apersepsi : guru menyampaikan Siswa menjawab salam dan temansalam, mengabsen siswa teman yang tidak hadir b. Motivasi : siswa diberikan beberapa pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal siswa, misalnya dengan pertanyaan sebagai berikut: • Apakah makhluk hidup yang ada di sekitar kita semuanya dapat dilihat dengan mata telanjang? • Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang bakteri!

Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab ‘tidak’)

c. Guru menyampaikan pembelajaran 2.

Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing yang mereka miliki) tujuan Siswa memperhatikan

Kegiatan Inti a. Membagi siswa menjadi 3 Siswa duduk dalam kelompok kelompok (kelompok asal). Setiap kelompok terdiri atas 3 atau 4 siswa yang heterogen (kemampuan akademis dan jenis kelamin). b. Guru membagi topik menjadi 4 Siswa memperhatikan pengarahan subtopik, yaitu: guru Bentuk-bentuk bakteri I Struktur Eubacteria I Struktur Eubacteria II Cara reproduksi Eubacteria c. Guru membagikan Lembar Siswa (LS) pada masing-masing kelompok Siswa menerima lemaran LS

35 menit

d. Guru memberi siswa tanggung Siswa membaca LS jawab untuk mempelajari satu subtopik dan diberi waktu untuk membaca subtopik bagiannya

sehingga siswa paham tentang apa yang akan dipelajarinya. e. Guru meminta siswa yang Melaksanakan diskusi tentang dan mempunyai subtopik yang sama mengerjakan Lembar Siswa (LS) membentuk kelompok ahli untuk kelompok ahli sesuai dengan mendiskusikan subtopiknya subtopik yang dipelajarinya. f. Guru meminta siswa kembali ke Siswa menyampaikan hasil kelompok asalnya diskusinya dari kelompok ahli dan anggota kelompok asal boleh bertanya sehingga siswa menguasai semua topik yang dibahas, kemudian siswa mengerjakan Lembar Siswa (LS) kelompok asal. g. Guru mengobservasi proses Siswa berdiskusi dalam setiap kelompok dan memberikan arahan jika ada kelompok yang mengalami kesulitan. h. Guru meminta salah satu Siswa mengajukan pertanyaan jika kelompok asal mempresentasikan ada yang tidak dipahami hasil diskusinya di depan kelas. i. Guru Mmmberi penguatan hasil Memahami penguatan hasil diskusi presentasi (contoh dalam diskusi dari guru memberikan penguatan pada konsep-konsep penting, dapat dilihat pada materi essensial)

3.

Kegiatan akhir/tindak lanjut a. Membimbing siswa menyusun kesimpulan b. Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap siswa terhadap materi yang baru saja dipelajari c. Guru menyampaikan arahan kepada siswa terkait dengan protista

5 menit Menyusun kesimpulan dan mencatat kesimpulan Mengerjakan tes

Melaksanakan arahan guru

G. Evaluasi 1. Tes tulis/kuis. 2. Observasi keaktifan siswa selama proses pembelajaran.

Soal Post Tes

1. Tuliskan 2 bentuk bakteri beserta contohnya! 2. Apakah fungsi flagel? 3. Tuliskan 2 perbedaan eukariot dan prokariot! 4. Jelaskan cara reproduksi transduksi! 5. Tuliskan 2 peranan bakteri!

LEMBAR SISWA KELOMPOK AHLI BENTUK BAKTERI A. Tujuan Siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri dan struktur bakteri B. Alat dan Bahan Alat tulis menulis dan buku teks SMA kelas X C. Ringkasan Materi Bakteri merupakan organisme yang kosmopolitan, dapat ditemukan di berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Bakteri yang terdapat dalam koloni dapat kasat mata karena ukurannya yang cukup besar. Koloni bakteri merupakan kumpulan bakteri yang sejenis. Biasanya koloni bakteri berbentuk lendir, seperti percikan susu atau percikan mentega. Ukuran tiap sel bakteri sangat kecil sehingga untuk mengamatinya harus menggunakan mikroskop dengan perbesaran kuat. Bentuk dan ukuran bakteri sangat bervariasi. Selain itu bakteri memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. D. Diskusi 1. Apa yang kamu ketahui tentang bakteri? Deskripsikan dengan bahasamu sendiri! .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... 2. Isilah tabel berikut! No Gambar 1. Bentuk Contoh

2.

3.

4.

5.

3. Selain bentuk-bentuk bakteri seperti dalam tabel di atas, gambarkan 2 bentukbentuk bakteri yang lain, sertai dengan contoh! .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... 4. Sebagian bakteri bergerak dengan menggunakan flagela. Berdasarkan letak flagela, bakteri dikelompokkan sebagai berikut: No Gambar Nama Keterangan 1

2 3

Amfitrik Flagella berjumlah banyak dan terletak di salah satu sisi sel

4

5. Bagaimanakah cara bakteri yang memiliki flagela dapat bergerak? .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... ..........................................................................................................................

LEMBAR SISWA KELOMPOK AHLI STRUKTUR BAKTERI A. Tujuan Siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri dan struktur bakteri. B. Alat dan Bahan Alat tulis menulis dan buku teks SMA kelas X C. Ringkasan Materi Bakteri merupakan organisme yang kosmopolitan, dapat ditemukan di berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Bentuk dan ukuran bakteri sangat bervariasi. Selain itu bakteri memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Sel bakteri tersusun atas bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi masing-masing dalam menyokong kehidupan sel tersebut. Bagian penyusun sel bakteri antara lain dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, dan lain sebagainya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penyusun sel bakteri terdiri atas dinding sel dan isi sel. D. Diskusi 1. Perhatikan gambar berikut!

Berilah keterangan untuk masing nomor pada gambar di atas dan jelaskan fungsi masing-masing bagian tersebut! 1. 2. 3. 4. 5. 2. Berdasarkan letak peptidoglikannya, sel bakteri pada gambar di atas tergolong bakteri apa? Kemukakan alasanmu! 3. Salmonella typhosa merupakan bakteri patogen penyebab penyakit typhus. Kekhususan struktur apakah yang dimiliki oleh bakteri tersebut? Jelaskan pendapatmu! 4. Dalam hidupnya, bakteri berhubungan langsung dengan lingkungan luar, tetapi tidak semua zat yang terdapat di lingkungan dapat masuk ke dalam sel. Mengapa demikian? 5. Bakteri dapat membentuk endospora untuk mempertahankan diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan. Apakah endospora itu?

LEMBAR SISWA KELOMPOK AHLI STRUKTUR BAKTERI A. Tujuan 1. Siswa mampu membandingkan antara organisme prokariot dan eukariot. 2. Siswa mampu menjelaskan struktur penyusun sel bakteri. B. Alat dan Bahan Alat tulis menulis dan buku teks SMA kelas X C. Ringkasan Materi Bakteri merupakan organisme yang kosmopolitan, dapat ditemukan di berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Bentuk dan ukuran bakteri sangat bervariasi. Selain itu bakteri memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Sel bakteri tersusun atas bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi masing-masing dalam menyokong kehidupan sel tersebut. Bagian penyusun sel bakteri antara lain dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, dan lain sebagainya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penyusun sel bakteri terdiri atas dinding sel dan isi sel. D. Diskusi 1. Jelaskan perbedaan antara organisme prokariot dengan eukariot! 2. Perhatikan gambar berikut!

Berilah keterangan untuk masing nomor pada gambar di atas dan jelaskan fungsi masing-masing bagian tersebut! 1. 2. 3. 4. 3. Bakteri merupakan organisme yang tidak memiliki inti sel. Benarkah demikian? Kemukakan pendapatmu! 4. Apakah yang dimaksud dengan plasmid? Pada bakteri yang memiliki plasmid biasanya resisten terhadap zat antibiotik tertentu. Jelaskan mengapa demikian! Kode genetik 5. Apa yang dimaksud dengan mesosom?

LEMBAR SISWA KELOMPOK AHLI REPRODUKSI BAKTERI A. Tujuan Siswa mampu menjelaskan cara reproduksi pada sel bakteri. B. Alat dan Bahan Alat tulis menulis dan buku teks SMA kelas X C. Ringkasan Materi Bakteri merupakan organisme yang kosmopolitan, dapat ditemukan di berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Bentuk dan ukuran bakteri sangat bervariasi. Selain itu bakteri memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Sel bakteri tersusun atas bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi masing-masing dalam menyokong kehidupan sel tersebut. Bakteri memiliki berbagai cara reproduksi, dengan tujuan yang sama yaitu memperbanyak jumlah individu dalam suatu koloni. D. Diskusi 1. Perhatikan gambar berikut!

2.

3.

4.

5.

Reproduksi apakah yang dilakukan oleh bakteri tersebut? Jelaskan mekanismenya! .................................................................................................................... .................................................................................................................... .................................................................................................................... Pada bakteri yang melakukan reproduksi secara aseksual, apakah dapat diidentifikasikan sel induknya dalam suatu koloni? .................................................................................................................... .................................................................................................................... .................................................................................................................... Setiap 20 menit, satu sel bakteri E. Coli membelah menjadi 2, dalam satu jam sel sudah menjadi 8. Berapa sel yang terbentuk dalam satu minggu? .................................................................................................................... .................................................................................................................... Jelaskan tentang mekanisme reproduksi bakteri dengan cara konjugasi! Apakah semua bakteri dapat melakukan reproduksi dengan cara konjugasi? Mengapa demikian? .................................................................................................................... .................................................................................................................... Jelaskan 4 peranan bakteri! .................................................................................................................... .................................................................................................................... ....................................................................................................................

Lembar Materi

A. Pengertian Bakteri Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil). Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di manamana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim. Kebanyakan bakteri mempunyai warna yang keputih-putihan, kelabu, kekuning-kuningan atau hampir bening, akan tetapi ada juga beberapa species yang mempunyai pigmen menampilkan warna yang lebih tegas. Adanya warna itu dipengaruhi juga olerh faktor-faktor luar seperti temperatur, pH, dan oksigen bebas. Koloni mempunyai sifat-sifat spesifik dalam hal: bentuk, tepian, elevasi, ukuran, warna, tekstur, serta baunya dan kebeningannya. Ciri-Ciri Bakteri : a. Umumnya tidak berklorofil b. Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen c. Bentuknya beraneka ragam d. Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron e. Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot f. Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel) g. Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan B. Struktur Tubuh Bakteri Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: a. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan b. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

Struktur dasar bakteri : a. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). b. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. c. Sitoplasma adalah cairan sel. d. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA. e. Granula penyimpanan, menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan. f. Mesosom berfungsi sebagai tempat pemisahan dua molekul DNA dan berperan dalam pembentukan dinding sel baru antara kedua sel anak tersebut. Struktur tambahan bakteri : a. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. b. Flagel(cambukgetar) Berfungsi untuk bergerak, flagel melekat pada membran luar di dinding sel. Berdasarkan letak dan jumlah flagel yang dimiliki maka bakteri dibedakan menjadi: Monotrik yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel pada satu ujungnya. Lopotrik : bakteri yang pada satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel Amfitrik : bakteri yang pada kedua ujungnya hanya terdapat satu flagel. Peritrik yaitu bakteri yang memiliki flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

c. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. d. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru. C. Reproduksi Bakteri Bakteri berkembang biak dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri. Rekombinasi genetik adalah pemindahan secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua sel bakteri melalui proses berikut:

a. Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain.

b. Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus.

c. Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik.

d. Pembelahan diri secara biner (langsung) Sifat sel anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel induknya.

D. Manfaat Bakteri Adapun pemanfaatan bakteri adalah sebagai berikut: a) Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju dan minuman nata decoco dari air kelapa b) Streptococcus lactis dan S. Cremoris digunakan dalam pembuatan keju Lactobacillus citrovorum untuk memberi aroma pada mentega dan keju. c) Bacilluus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin, Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin, Bacilus polymixa menghasilkan polimixin. d) Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter dan Acetobacter chroocum berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah (membentuk humus). Acetobacter penting dalam pembuatan asam gula dan nata de coco.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful