P. 1
Impulse Noise Dalam Komunikasi Data

Impulse Noise Dalam Komunikasi Data

|Views: 2,574|Likes:
Published by rusdi ariawan
mengenai impulse noise dalam komunikasi data
mengenai impulse noise dalam komunikasi data

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jun 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

IMPULSE NOISE

TUGAS KE : 3 DASAR SISTEM KOMUNIKASI KELAS B

NAMA : PUTU RUSDI ARIAWAN NIM : 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA 2008

Masalah-masalah dalam komunikasi data

Delay Selisih waktu kirim dan terima. Dipengaruhi oleh jenis media transmisi, jenis gelombang dan lalulintas data

Atenuasi Pelemahan sinyal. Ditanggulangi dengan penggunaan repeater.

Masalah-masalah dalam komunikasi data

Noise ( gangguan ) White Noise : oleh alam dan lingkungan Black Noise : oleh kesengajaan manusia

Macam-macam White Noise

Thermal Noise Thermal noise ini terdapat di semua media transmisi dan pada semua peralatan komunikasi. Disebabkan oleh panas elektron dalam konduktor (agitasi termal elektron), sehingga tidak dapat dihapus / dilenyapkan. Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian). Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima. Thermal noise tidak terlalu berpengaruh untuk transmiasi voice, tetapi akan sangat berpengaruh pada komunikasi data. Dalam komunikasi data impuls noise dapat membuat cacat sinyal yang diterima,sehingga data atau informasi yang dibawa dapat berubah artinya. Thermal noise dapat didekati oleh suatu white noise yang memiliki rapat spektral daya yang uniform pada spektrum frekuensi. Semua peralatan dan media transmisi mempunyai saham dalam timbulnya thermal noise jika temperaturnya di atas 0o (derajat Kelvin). Harga thermal noise dalam decibel : No = k.T

Impulse Noise

1

Dengan : No = kerapatan tenaga noise (watt/Hz) k = konts Boltzman = 1,3803 x 10–23 J/0K T = temperatur (0K) Harga thermal noise dalam watt pada bandwidth W Hz adalah : N = k.T.W Dan dalam desibel watt : N = 10 log k + 10 log T + 10 log W = - 228,6 dBW + 10 log T + 10 log W

Cara untuk mereduksi thermal noise antara lain adalah: 1) Persempit bandwidth 2) Kurangi jumlah resistive element 3) Kurangi temperatur komponen elektron 4) Jauhkan media transmisi dari sumber noise 5) Memberi jacket pada kabel

Cross Talk Ditimbulkan oleh kopel elektrik antara kabel yang diletakkan berdekatan, misalnya antara twisted pair / kabel coaxial yang membawa multiple sinyal,yang merupakan penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan. Bicara Silang (Cross Talk) akan semakin jelas atau bertambah apabila jarak yang ditempuh semakin jauh, sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar atau semakin besar frekuensinya. Misalnya pada percakapan telepon mendengar suara lainnya, sinyal pemancar yang ditangkap antena. Ada 3 (tiga) hal penting yang menyebabkan timbulnya crosstalk. Hal tersebut adalah :

Impulse Noise

2

1. Electrical coupling diantara media transmisi, misalnya antara pasanganpasangan kawat pada sistem komunikasi yang menggunakan kabel sebagai media transmisinya. 2. Pengendalian yang kurang baik dari frekuensi respons misalnya design filter yang kurang baik. 3. Non linearity pada analog multiplex system (FDM). Ada dua tipe crosstalk: 1. Intelligible crosstalk Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata yang dapat didengar (dari sumber yang tidak diinginkan) selama percakapan 7 detik 2. Unintelligible crosstalk Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya Penyebab crosstalk antara lain: – – – Gandengan elektris antar media Pengendalian respon frekuensi yang buruk Ketidaklinieran mux analog Melihat dari namanya maka crosstalk ini adalah suatu pembicaraan silang, akan tetapi yang sebenarnya crosstalk ini tidak saja hanya terbatas pada pembicaraan saja. Crosstalk ini dalam pengertian luas adalah merupakan suatu ketidak seimbangan sehingga suatu sinyal akan masuk ke dalam saluran sinyal yang lainnya, sehingga akan mempengaruhi sinyal asli yang dikirimkan. Jika crosstalk ini terdapat pada suatu hubungan komunikasi suara, maka gangguan ini dapat mengganggu pembicaraan yang sedang berlangsung. Akan tetapi jika crosstalk ini terdapat pada suatu hubungan komunikasi yang lainnya di luar suara, maka ini akan mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga akan merusak sinyal yang diterima sedemikian rupa sampai merubah arti dari informasi yang dimaksudkan sebenarnya. Penanggulangan: 1. Beri jarak antar kabel 2. Pergunakan kabel terisolasi
Impulse Noise

3

Intermodulation Noise Apabila sinyal-sinyal dengan frequency berbeda bersamaan memakai medium transmisi yang sama, sehingga menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari dua frekuensi asalnya. Sebagai contoh sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 dan f2, hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter, receiver atau sistim transmisi. Intermodulation noise biasanya muncul akibat gejala intermodulasi.Bila kita melewatkan dua sinyal masing-masing dengan frekuensi misalkan f1 danf2 melalui suatu medium atau perangkat non-linier, maka akan dihasilkan frekuensi-frekuensi spurious yang berasal dari frekuensi harmonisa sinyal.Frekuensi-frekuensi spurious ini bisa terletak di dalam atau di luar pita frekuensi kerja yang diinginkan. Intermodulasi ini dapat terbentuk dari frekuensi harmonisa suatu sinyal. Untuk contoh di atas maka intermodulasi yang terjadi akan mempunyai frekuensifrekuensi sebagai berikut ini : - harmonic yang pertama : F1 ± F2 - harmonic yang kedua : 2 F1 ± FR ; F1 ± 2 F2 ; dst - harmonic yang ketiga : 2 F1 ± 2 F2 ; 3 F1 ± F2 ; dst Intermodulation Noise dapat timbul karena berbagai macam hal, antara lain: – – – Level input terlalu tinggi sehingga perangkat berkerja daerah non-linier Kesalahan penalaan perangkat sehingga perangkat bekerja secara non-linier. Level setting yang tidak baik. Jika level dari input dari suatu peralatan terlalu tinggi, maka peralatan akan bekerja pada suatu daerah kerja yang non linier. Hal ini yang disebut sebagai over drive. – Penempatan komponen yang kurang benar yang menyebabkan peralatan bekerja pada daerah kerja yang non linier – Non linear envelope delay.

Ketidaklineran sistem atau perangkat komunikasi yang menyebabkan terjadinya intermodulation noise dapat disebabkan karena: – Ketidaktepatanpengaturanlevel

Impulse Noise

4

– – –

Ketidaktepatan pengaturan titik kerja perangkat Non linier envelope delay Kerusakanperangkat

Meskipun penyebab dari intermodulation noise ini berbeda dengan penyebab dari thermal noise, akan tetapi dampak serta bentuknya sama. Salah satu cara untuk menanggulangi intermodulation noise ini adalah dengan pengaturan penggunaan frekuensi. Penanggulangan: Pengaturan penggunaan frekuensi

Impulse Noise Sebab: Medan Listrik mengenai media transmisi Penanggulangan: 1. Menjauhkan media transmisi dari medan listrik 2. Menaikkan SNR 3. Memasang Surge Protector 4. Menggunakan Kabel Terisolasi

Gangguan terhadap Saluran Transmisi

Gangguan pada saluran transmisi dikenal dua golongan besar :

a. Random Derau Panas (thermal noise) Gangguan yang disebabkan oleh pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian. Derau Impuls (impuls noise) Gangguan yang disebabkan oleh tegangan listrik yang tingginya lebih dibandingkan tegangan rata – ratanya.

Bicara Silang (cross talk)

Impulse Noise

5

Gangguan yang disebabkan oleh masuknya signal dari kanal lain yang letaknya berdekatan

Gema (echo) Gangguan yang disebabkan oleh signal yang dipantulkan kembali sebagai akibat dari perubahan impedansi dalam sebuah rangkaian listrik.

Perubahan Phasa (Phase changer) Gangguan yang disebabkan oleh phase signal yang kadang-kadang berubah sebagai akibat dari impulse noise.

Derau Intermodulasi (intermodulation noise) Gangguan yang disebabkan oleh dua signal dari saluran berbeda (intermodulation) membentuk signal baru yang menduduki frekuensi signal lain.

Phase Jitter Gangguan yang disebabkan oleh jitter yang timbul oleh sistem pembawa yang dimultipleks dan menghasilkan perubahan frekuensi.

Fading Gangguan yang disebabkan oleh signal yang disalurkan mencapai penerima melalui berbagai jalur akibat dari kondisi atmosfir.

b. Tak Random Redaman Gangguan yang disebabkan oleh tegangan suatu signal berkurang ketika melalui saluran transmisi sebagai akibat daya yang diserap oleh saluran transmisi yang tergantung frekuensi dam media transmisinya.

Tundaan Gangguan yang disebabkan oleh signal dengan masing masing frekuensi yang tidak berjalan dengan dengan kecepatan yang sama hingga tiba dipenerima pada waktu yang berlainan.

Impulse Noise

6

Model - Model Noise Noise dalam image dapat terjadi karena faktor-faktor seperti lingkungan dan channel pengiriman data. Noise pada bahasan disini adalah noise yang terjadi karena karakteristik dari derajat keabu-abuan (gray-level) atau dikarenakan adanya variabel acak yang terjadi karena karakteristik Fungsi Probabilitas Kepadatan (Probability Density Function (PDF)). Beberapa noise yang terjadi karena PDF antara lain, 1. Gaussian Noise 2. Rayleigh Noise 3. Erlang (Gamma) Noise 4. Exponential Noise 5. Uniform Noise 6. Impulse (Salt-and-Pepper) Noise Jika terdapat kasus sebuah gambar diberi 6 tipe Noise diatas, maka yang dapat dibedakan secara kasat mata hanyalah Impulse Noise. Tetapi secara histogram, sebuah image yang telah diberi noise dapat dibedakan tipenya. Periodic Noise Tipe-tipe noise pada contoh diatas adalah noise yang bersifat spatial independent. Sedangkan pada bab ini juga dibahas noise yang bersifat spatial dependent, yaitu Periodic Noise. Noise tipe ini dapat terjadi (misalnya) karena adanya interferensi gelombang sinus saat pengambilan gambar. Noise tipe ini dapat dikurangi dengan menggunakan Frequency Domain Filtering. Perkiraan Parameter Noise Parameter pada periodic noise biasanya didasarkan pada Fourier Spectrum. Perkiraan parameter ini dapat dilakukan dengan menghitung interferensi yang terjadi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil bagian pada gambar m x n. Selanjutnya dilakukan penghitungan untuk melihat nilai gray-level yang dibutuhkan untuk perhitungan mean dan variance.

Impulse Noise

7

Setelah mean dan variance diketahui, kita dapat melakukan perhitungan lanjut untuk menentukan jenis noise nya. Jika tipenya adalah Gaussian maka kita tidak membutuhkan data yang lain. Jika tipenya adalah salt-and-pepper, yang dibutuhkan adalah seringnya kemunculan dari warna hitam dan putih.

IMPULSE NOISE

Impulse noise ini merupakan noise yang tidak kontinyu, noise ini berupa lonjakan sinyal dalam durasi yang pendek, tetapi memiliki amplitudo yang besar. Noise ini disebabkan oleh berbagai mekanisme, diantaranya gangguan

elektromagnetik dri luar, seperti sambaran kilat, serta ketidak sempurnaan pada sistem komunikasi. Impulse noise tidak terlalu mempengaruhi data analog, namun menjadi faktor pengganggu yang sangat besar untuk data digital Derau Impuls, merupakan derau tidak kontinyu, terdiri dari pulsa tidak teratur atau noise ”spike” yang mempunyai durasi singkat, rapat spektral yang lebar dan amplitudo relatif tinggi. Derau impuls menurunkan telephony biasanya hanya secara marginal, tetapi menurunkan secara serius pada kinerja transmisi data atau gelombang digital lainnya. Impulse noise ini biasanya dihasilkan oleh kilat, dan kesalahan dan cacat dalam sistim komunikasi. Noise ini merupakan sumber utama error dalam komunikasi data digital dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog Impulse noise atau disebut juga dengan Spikes, yaitu tegangan yang tingginya lebih besar dibandingkan dengan tegangan derau rata-rata (Steady State). Beberap sumbernya antara lain yaitu : · Perubahan tegangan pada saluran listrik yangberdekatan dengan saluran komunikasi data. · Perubahan tegangan pada motor. · Switch untuk penerangan, dll.

Impulse Noise

8

Penanggulangan Impulse Noise 1. Menjauhkan media transmisi dari medan listrik 2. Menggunakan Kabel Terisolasi 3. Menaikkan SNR 4. Memasang Surge Protektor Sistem Proteksi Menara Transmisi dari Sambaran Petir Langsung dengan sistem Pertahanan. Sistem Perlindungan Petir Pada Saluran dan Transmisi. Benda yang tinggi akan mempunyai potensi lebih besar tersambar petir dibandingkan dengan benda yang rendah. Saluran dan transmisi di darat dianggap lebih efektif menggunakan saluran udara dengan mempertimbangkan faktor teknis dan ekonomisnya. Tentu saja saluran udara ini akan menjadi sasaran sambaran petir langsung. Apalagi saluran udara yang melewati perbukitan sehingga memiliki jarak yang lebih dekat dengan awan dan mempunyai peluang yang besar untuk disambar petir. Tegangan Lebih Petir Sambaran petir dapat menyebabkan timbulnya tegangan lebih. Tegangan lebih merupakan tegangan yang hanya dapat ditahan untuk waktu terbatas, sehingga jika tegangan lebih ini terjadi dalam waktu melebihi batas kemampuan peralatan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada peralatan yang mendapat tegangan lebih tersebut. Gambar Proses Terjadinya Petir

Impulse Noise

9

Gambar

a. Downward Lightning b. Upward Lightnin

Gambar Mekanisme Terjadinya Petir

Jenis-Jenis Sambaran Petir

Impulse Noise

10

Bentuk dan Spesifikasi Gelombang Berjalan

Usaha Untuk Meningkatkan Performa Perlindungan Usaha-usaha lainnya di antaranya : • Memasang couplingwire di bawah kawat fasa (konduktor yang disertakan di bawah saluran transmisi dan dihubungkan dengan sistem pentanahan menara listrik). • • • Mengurangi resistansi pentanahan menara listrik dengan menggunakan elektroda pentanahan yang sesuai. Menggunakan counterpoise . Menggunakan cairan kimia pada kaki menara transmisi untuk mendapatkan tahanan kaki transmisi yang rendah dengan menggunakan cairan kimia bentonet. Untuk mendapatkan proteksi yang baik dari pemasangan kawat tanah harus memenuhi beberapa persyaratan berikut (5) : • • • • Jarak kawat tanah diatas kawat fasa diatur sedemikian rupa agar dapat mencegah sambaran langsung pada kawat fasa. Tahanan kaki menara transmisi harus rendah untuk membatasi tegangan pada isolator agar tidak terjadi loncatan api. Tahanan kaki menara harus 10 Ohm. Sudut proteksi dari kawat tanah harus 180 derajat.

Impulse Noise

11

Gambar Pondasi Menara Transmisi Medan – Berastagi.

Impulse Noise

12

DAFTAR PUSTAKA

Panji. 2008. Sistem Proteksi Menara Transmisi dari Sambaran Petir Langsung dengan sistem Pertahanan, (online), (http://dijualdong.blogspot.com/2008/11/sistem-proteksimenara-transmisi-dari.html, diakses 24 November 2008).

Nursidik, Yahya. 2008. Teori Dasar Komunikasi Data , (online), (http://apadefinisinya.blogspot.com/2008_05_18_archive.html, diakses 23 November 2008).

Amicom,

Ervi.

2008.

Masalah-masalah

Dalam

Komunikasi diakses

Data, 23

(online), November

(http://prima0429.blogspot.com/2008_06_01_archive.html, 2008).

Impulse Noise

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->