P. 1
Short Wave Diathermy Refrat Saraf

Short Wave Diathermy Refrat Saraf

|Views: 2,919|Likes:
Published by Pinter Hartono

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Pinter Hartono on Jun 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Perkembangan teknologi kedokteran menyebabkan meningkatnya sarana baik untuk diagnosis maupun terapi penunjang. Salah satu alat yang digunakan sebagai terapi penunjang adalah Diatermi baik yang Short Wave Diathemi maupun yang Microwave Diatermi.1 Diatermi merupakan suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang dalam pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Osilasi dari frekuensi tinggi medan magnet dan medan listris menghasilkan pergerakan dari partikel yang menghasilkan panas. Frekuensi yang diperbolehkan digunakan oleh The Federal Comunication Commision untuk terapi adalah dengan frekuensi 13,56 Mhz, 27,12 Mhz, dan 40,68 Mhz. Yang paling sering digunakan adalah frekuensi 27,12 Mhz.2 Kegunaan diatermi dipercaya dapat di gunakan pada beberapa terapi seperti inflamasi sendi baik lutut maupun bahu, degenerasi sendi leher, lutut, keseleo pada lutut, sakit pinggul, peradangan fasies, sinusitis.2 Hal ini menuntut segala informasi mengenai alat yang digunakan. Pada makalah ini penulis mencoba untuk memberi informasi mengenai Short Wave Diathermi, diharapkan dapat menambah wawasan sehingga dalam penggunaan akan tepat pada sasaran.

B. Tujuan Penulisan
1

I. II.

Sebagai syarat mengikuti ujian di bagian Ilmu Penyakit Saraf Mengetahui informasi mengenai alat Short Wave Diatermi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2

I.DEFISINISI Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang dalam pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Osilasi dari frekuensi tinggi medan magnet dan medan listrik menghasilkan pergerakan dari partikel yang menghasilkan pergerakan panas. Frekuensi yang diperbolehkan digunakan oleh The Federal Comunication Commision untuk terapi adalah dengan frekuensi 13,56 Mhz, 27,12 Mhz, dan 40,68 Mhz. Yang paling sering digunakan adalah frekuensi 27,12 Mhz.2 Short Wave Diathermi dapat berkerja sebagai induksi atau kapasitas. Pada penggunaan induksi dengan meletakan pasien pada medan magnet, yang menerima temperature tinggi pada jaringan yang kaya cairan . Penggunaan Kapasitasi ditujukan untuk jaringan yang memiliki kandungan cairan yang sedikit seperti tulang dan lemak. Nyeri digunakan sebagai monitor untuk mengetahui intensitas dari terapi. Handuk digunakan sebagai pembatas dan untuk menyerap keringat pada penggunaan konduktif yang tinggi yang dihasilkan dari pemanasan fokal yang berat. Kedalaman dari jaringan subkutan pasien akan mempengaruhi hasil dari penyebaran panas.1 Terapi umumnya diberikan selama 20-30 menit.1 Short Wave Diathermi dapat digunakan pada berbagai kondisi neuromuskuloskeletal.1 Perhatian ditujukan pada penggunaan panas umumnya, tidak boleh terdapat metal pada lokasi terapi.1

3

II. PRINSIP KERJA Gelombang radio dilemahkan saat melewati jaringan, tetapi sesungguhnya dapat menembus jaringan sampai dalam tergantung dari jaringan yang dilewati, frekuensi dan karakteristik dari aplikator. Aplikator induktif meningkatkan pusaran medan magnet di jaringan, dan sebagai pengatur dan penghasil temperature tinggi di jaringan yang kaya akan cairan, menginduksi dengan tinggi jaringan seperti otot. Kapasitator melengkapi aplikator yang meningkatkan panas dari medan listrik. Temperatur maksimal cenderung muncul pada jaringan yang kurang kandungan cairan seperti lemak, dan dapat memungkinkan untuk membakarnya. SWD dapat meningkatkan suhu lemak subkutan sampai 15oC dan pada kedalaman kedalaman 45 cm dengan panas 4oC- 6oC.2 Mesin SWD dapat menghasilkan pulsa sama baiknya dengan Continous Wave output. CW SWD digunakan apabila tujuan dari terapi adalah untuk memanaskan.2 Tehnik Mesin SWD pada dasarnya adalah sebuah radio transmitter yang dioperasikan seperti radio transmiter lainya. Pasien diletakan mesin dan dilindungi dari luka dengan mengoperasikan sirkuit dengan rangsangan maksimum, seperti mesin automatis pada mesin SWD yang modern. Sekali rangkaian maksimal dikerjakan, pergerakan mesin dapat mengurangi panas.1 Ada beberapa jenis aplikator inductive. Drum aplikator terdapat pada container yang kaku, yang mana beberapa diantaranya terhubung dengan penggantung untuk dilalui mengelilingi region seperti bahu. Pada aplikator umumnya sudah tersedia, keset kaki semi fleksibel mengandung coil yang terhubung dengan sebuah mesin swd. Pad dapat berdimensi 0.5x0.75 m dan sering digunakan pada low back pain. Kabel aplikator mengandung kabel yang
4

terbungkus karet yang digunakan dengan mengelilingi sekitar ekstremitas dan mengelilingi seluruh tubuh. Untuk keamanan dari kabel dapat diganti dengan drums dan pads.1 Pada kebanyakan pengaturan kapasitas, pasien diletakan diantara dua elektroda. Aplikator rectal dan vagina digunakan sebagai probe untuk pemanasan pelvis. Probe diletakan dengan hati-hati, vaginal probe diletakan dibelakang servix pada fornix posterior dan eksternal pad digunakan untuk melengkapi sirkuit. Probe yang di tahan oleh pasien dan sekarang jarang digunakan meskipun dulu digunakan untuk penyakit pelvic inflamatori disease, cronic prostatitis, dan mialgia dinding pelvis.1

III. BAGIAN-BAGIAN DIATERMI Penghasil Short Wave Diatermi. Gelombang radio pada pita gelombang pendek

berfrekuensi antara 10 Mhz sampai 100 Mhz. Gelombang yang digunakan pada sort wave diatermi untuk fisioterapi pada frekuensi 27,12 Mhz, dengan panjang gelombang lebih dari 11 m. Ada 2 sirkuit utama yang digunakan: a. intensitasnya.
b.

Sirkuit mesin, bertugas menghasilkan arus frekuensi tinggi dan meningkatkan

Sirkuit pasien, dihubungkan dengan sirkuit mesin dengan inductor dan

mengalirkan energi listrik ke pasien dalam bentuk medan elektrostatik ataupun elektromegnetik.1 Medan Elektrostatik. Pada metode medan kondensor, medan elektrostatik di buat dengan memasukan jaringan pasien pada sirkuit pasien sebagai bagian dari condenser. Dua electrode digunakan, dengan jarak antara elektrode dan kulit.1
5

Peningkatan arus dengan frekuensi tinggi digunakan pada elektrode. Medan listrik, yang timbul didekat objek yang sedang di terapi akan terkonsentrasi diantara dua elektroda. Pada jaringan pasien yang terdapat antara dua elektroda, medan akan terkonsentrasi antara di jaringan.1 Medan Elektromagnet. Pada metode induktotermi, electrode yang digunakan kabel tipis tertutup yang dilengkapi dengan sirkuit dari mesin. Kabel dirangkai tertutup berhubungan dengan jaringan dipisahkan oleh jarak.1 Sebagai arus dengan frekuensi tinggi yang teradapat di kabel suatu medan elektromagnet dipasang mengelilingi pusat dari kabel, yang mana ketika medan elektrostatik dipasang diantara ujungnya. Karena didekat jaringan pasien, dua medan akan terkonsentrasi di jaringan. 1

IV. EFEK BIOFISIKA DAN BIOKIMIA DARI SWD Prinsip dasar yang bekerja pada penggunaan SWD dijaringan adalah adanya medan listrik pada partikel jaringan. Efek dari medan Elektrostatik. Ion bebas pada cairan jaringan bergerak maju maupun mundur sepanjang jalur kekuatan medan magnet sebagai muatan yang ditempatkan pada plate kondenser.. Sebagai hasil dari pergetaran, pergeseran terjadi antar ion dan hasil dari pergeseran dari ion akan menghasilkan panas di jaringan.1 Molekul-molekul non-polar di jaringan seperti lemak akan mengalami distorsi dari electron. Pada medanya ditempatkan segera elektron maju dan mundur. Pergesaran dan

pergerakan molekul terjadi minimal sehingga menghasilkan panas yang tidak begitu tinggi.1
6

Efek dari Medam Elektromagnetik. Medan elektromagnetik menghasilkan pusaran arus, yang merupakan arus sirkular pada sudut yang tepat ke jalur dari puncak kekuatan. Medan magnet cenderung terkonsentrasi dekat dengan permukaan konduktor terutama pada permukaan jaringan. Pergerakan dari partikel jaringan dihasilkan oleh arus dan berhubungan dengan medan elektrostatik dan menghasilkan panas.1 Produksi Panas. Bukti nyata efek yang biasa dirasakan dari SWD adalah panas. Panas dihasilkan dari medan elektrostatik maupun medan elektromagnetik yang diberikan pada jaringan. Panas akan dihasilkan di semua jaringan yang dipengaruhi oleh medan, tetapi dapat terkonsentrasi pada jaringan dengan tahanan lemah (low resistant), seperti pada jaringan yang mengandung cairan yang tinggi seperti darah dan otot. Pada jaringan yang memeiliki tahanan yang tinggi seperti lemak dan tulang akan menghasilkan panas yang sangat kecil. Panas juga akan dikonduksikan pada area perbatasan dengan temperature rendah.1 Respon Fisiologis dari penggunaan short wave diatermi tergantung pada reaksi jaringan terhadap peningkatan temperature. Pengaturan temperature adalah sebuah fungsi dari pengendali terhadap fungsi kardiovaskular, hormonal dan saraf.1 Penggunaan panas pada kulit dengan tahanan yang tinggi akan menghasilkan

peningkatan aliran darah di kulit yang akan membantu untuk mendistribusikan panas ke daerah lainya. Peningkatan dari sirkulasi darah akan diikuti dengan vasodilatasi dari pembuluh darah. Mekanisme inilah yang digunakan pada short wave diatermi.1 Panas akan menghasilkan penurunan dari tonus otot. Hal ini dipercaya peningkatan aliran darah di otot termasuk mekanisme terapi, bersamaan dengan usaha untuk mengghilangkan trigger dari iritasi. Spasme otot mungkin disebabkan oleh mekanisme peningkatan dari reflek
7

propioseptor, dan serabut otot memiliki reseptor end-organ pada reflek ini. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya peningkatan suhu apabila pada serabut otot akan mengalami penurunan, dan pada beberapa kasus akan dihambat, pemanasan pada serabut otot juga akan memiliki kontribusi pada penurunan spasme otot.1 Pada saat panas terdapat di saraf atau jaringan subkutan dengan proporsi serabut saraf kulit yang tinggi , stimulasi saraf akan dihasilkan pada berberapa reaksi, dan tekanan darah dan respon pembuluh darah akan terlihat. Panas yang rendah akan menghasilkan efek analgetik pada jaringan yang diterapi, walaupun mekanisme dari efek tersebut belum diketahui.1

V. EFEK PANAS DARI DIATERMI Kemampuan dari sebuah alat diatermi untuk menghasilkan panas di jaringan tergantung dari besarnya energi yang dihasilkan dari panas. Untuk alat SWD yang berkerja kontinyu energy panas yang dihasilkan berkisar anatara 55-500 W. Energi yang dihasilkan dari diatermi sangat adekuat, karena kebanyakan SWD digunakan untuk meningkatkan suhu dijaringan dengan terapi range yang ekfektif berkisar antara 40oC -44oC, energy yang deperlukan berkisar antara 80-120 W. Meskipun range dari puncak arus energy yang dihasilkan dari alat short wave diatermi berkisar antara 100-1000W, potensi dari menghasilkan efek panas pada alat ini tergantung dari energy utama yang disalurkan ke jaringan dengan secara berturut-turut. Seperti telah disebutkan diawal, energy utama tertinggi yang dapat disalurkan pada pulsasi SWD (80W) lebih rendah
8

dibandingkan dengan energy yang dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan untuk pengobatan.2

kontinyu SWD secara

Efek dari pemanasan SWD terhadap arus darah kulit pada manusia telah dipelajari di Millard, yang menunjukan pembuangan dari sodium radioaktif meningkat sekitar 150 % setelah pemaparan, yang dihasilkan dari rata-rata peningkatan suhu sekitar 5.3oC. Pada penelitian yang sama rasio muscle –clearence meningkat sebesar 36%, dengan peningkatan suhu otot sekitar 5.2oC. Pada penggunaan 2450 Mhz microwave diatermi menghasilkan peningkatan aliran darah otot vastus lateralis sebesar 400%. Ini semua akan muncul setelah pemaparan selama 8 menit dengan energi yang dihasilkan disesuaikan pada tingkat kenyamanan pasien.2 Efek dari penggunaan SWD pada sirkulasi lutut meningkat sebesar 100 %, sesuai penelitian Harris mengenai clearance radio-sodium dari sendi lutut. Sama seperti penggunaan SWD untuk pengobatan kronik rheumatoid di lutut menunjukan peningkatan sirkulasi sekitar 60%, yang mana pada kebanyakan pengobatan akut rheumatoid lutut didapatkan penurunan dari sirkulasi. Penurunan ini di bandingkan dengan penurunan sirkulasi pada pengobatan dengan hidrokortison. Haris mengatakan SWD dapat digunakan secara rasional pada pemanasan ringan terapi di rematoid arthritis dengan inflamasi akut dari sendi.2 Pada umumnya, energy dari medan elektromagnetik alat wave diatermi diikuti oleh penigkatan panas pada organ dalam dibandingkan dengan penggunaan pada alat pemanasan yang superficial. Logikanya pada pemilihan SWD atau MWD akan tepat ketika keinginan hasil pengobatan untuk menigkatkan kelenturan jaringan kolagen yang dalam, penurunan kekakuan sendi, menghilangkan nyeri yang dalam dan kekakuan otot, peningkatan aliran darah dan diikuti dengan resulusi inflamasi.2
9

VI. INSTRUMENTASI DAN METODE PENGGUNAAN Beberapa alat ShortWaveDiatermi dubuat hanya untuk berkelanjutan atau hanya pulsasi, radiasi gelombang pendek elektromagnetik, yang mana yang lainya diikuti dengan pilihan dari operator pada penggunaan yang kontinyu atau yang pulsasi.2 Dua jenis dari medan berhubungan dengan alat terapi shortwave atau microwave yang disebut dengan medan elektrik maupun medan magnetic. Beberapa jenis dari aplikator digunakan untuk mengantarkan energy ke tubuh yang berhubungan dengan medan ini. Kebanyakan dari aplikator dapat mengantarkan kedua medan secara simultan , tapi pada beberapa aplikator hanya dapat mengantarkan salah satu energy, baik energy listrik maupun energy magnet. Aplikator yang didisain untuk mengantarkan lebih banyak energy medan

magnet disebut elektrik-field atau kapasitativ applicator. Pada jenis ini aplikator memiliki 2 plate metal dengan variasi diameter antara 7.5 -17.5 cm, yang menempel pada ujung dari gagang pengendali . Pada saat kapasitive aplikator digunakan untuk pemanasan jaringan pasien, plate ditambah dengan penghambat udara dan jaringan pasien ditempatkan diantara palete dari sebuah kapasitor.2 Dengan demikian plate ruang udara dengan medan magnet frekuensi tinggi akan berosilasi dari satu plate ke plate lainya dengan intervensi bagian tubuh pasien yang bekerja sebagai bagian intergral dari sebuah system.2 Dengan plate ruang udara, sebuah plate kaca atau plastic mengendalikan sekitar plate untuk mencegah kontak antara plate dengan kulit pasien. Kejadian luka bakar akibat listrik dapat muncul jika antara alat terapi dengan kulit pasien berhubungan dengan plate metal yang
10

telanjang dengan alat diatermi pada operasi. Untuk mencegah penumpukan medan listrik pada daerah yang lembab hasil dari akumulasi penguapan di kulit, sebuah handuk tipis harus diletakan antara pengarah plate dan kulit pasien untuk menyerap kelembabpan. Kebanyakan plate digerakan secara manual melewati jarak sekitar 3 cm dari penjaga. Pada model yang lain, plate tidak digerakan, tetapi pengaman plate dapat disesuaikan secara manual untuk jarak kulit antara 2-3 cm. Untuk pemanasan yang optimal, pengaman harus sangat dekat dengan handuk di kulit, sedangkan kulit harus jauh dari plate yang dilalui pengaman plate. Penempatan dari plate dan pengaman dengan petunjuk dari kulit disediakan untuk peningkatan peningkatan panas relative dari jaringan yang menyerap energi. Pada kenyataanya apabila digunakan secara benar dan untuk pasien dengan jaringan subkutan dengan permukaan lemak yang ketebalanya kurang dari 1cm, tehnik menghantarkan medan dan kemampuan dari penghantaran energy ke jaringan yang dalam yang cocok dengan pemanasan yang dalam dengan aplikator induksi. Saat ini telah diterima penggunaan alat shortwave dengan sirkuit yang efisien untuk medan yang dalam yang secara automatis meninggkatan pengeluaran energy pada jarak antara plate dan kulit yang meningkat, dan penurunan keluaran saat jarak antara plate dan kulit menurun. Pada penerapanya ,kebanyakan alat SWD menjaga keluaran energi yang konstan dengan merubah jarak antara palte dan kulit. Dengan demikian energy akan meningkat ketika jarak antara kulit meningkat dan plate kecil yang mungkin akan selektiv dan menyesuaikan pemanasan dari kulit dan jaringan lemak subkutan. Plate ruang udara akan selalu diposisikan sehingga jarak antara setiap bagian dari dua bagian plate akan sesuai dengan diameter plate.2 Medan magnet ataupun aplikator inductor dari swd tersedia dalam dua jenis, untuk yang lebih luas dan secara teratur menggunakan drum dan kabel. Drum yang disediakan dapat tunggal maupun multiple. Pad drum yang tunggal hanya digunakan khusus untuk mengobati permukaan.
11

Suatu versi kecil dari drum tunggal yang disebut “minode” dan yang berukuran besar disebut “monode” didalamnya terdapat sebuah koil induksi yang mengatur antara monoplanar atau multiplanar yang didalamnya terdapat isolator yang kaku. Aplikator yang digunakan untuk mengantarkan medan magnet hanya dari permukaan aplikator dari penggobatan, yang mana ditempatkan berhubungan dengan sebuah permukaan yang tunggal dari handuk pada kulit pasien. Permukaan pengobatan dari tempat aplikator menyediakan fungsi yang sama dengan plate petunjuk pada apliaktor ruang udara untuk memberi jarak koil induksi dari kulit.2 Drum dengan multiple unit yang disebut diplode, dapat mengobati permukaan tubuh satu atau dua bagian secara stimultan. Diplode terdiri dari sebuah persegi empat yang disusun dari koil induksi mengandung sebuah tempat isolator, yang juga menyediakan jarak koil dengan kulit pasien. Karena koil terlalu dekat dengan permukaan pengobatan dengan diplode, harus menggunakan handuk dengan ketebalan kira-kira 1 cm untuk memisahkan aplikator dari kulit pasien untuk mencegah pemanasan yang berlebihan.2 Kabel electrode memiliki berbagai panjang dari 2-5 meter dan dapat terluka pada sebuah pembungkus monopolar atau helical disekitar bagian tubuh. Oleh sebab itu, kabel electrode dapat digunakan untuk mengobati satu atau lebih permukaan secara stimultan, meskipun ini lebih fleksibel dibandingkan alat yang menggunakan drum untuk menempati posisi kabel dalam sebuah pengobatan. Karena tidak ada tempat yang kaku, yang didalamnya teradapat drum, setiap pengguna harus menambahkan sebuah material dielektrik seperti handuk antara kabel isolasi dan kulit pasien. Sebuah dielektrik diperlukan untuk menyerap hasil dari penguapan, yang akan dapat menyebabkan terbakarnya permukaan kulit. Untuk penghantaran energi yang ideal ke pasien, material dielektrik harus dengan ketebalan 1-2 cm, kecuali ketika berat badan tubuh bersandar pada kulit yang memerlukan dielektrik dengan ketebalan 2-3 cm. Radiasi energi dapat berjalan
12

dari koil kekoil sepanjang permukaan kulit. Ketika kabel yang dipasang dengan bagian kurang dari 3 cm, memerlukan peningkatan energy yang berubah menyesuaikan perubahan dari koil. Ini menyebabkan ketidak efisienan dan penurunan suhu jaringan yang dalam karena sebuah energi yang lepas dari pemasanagan kabel.2 Semua alat shortwave memiliki kabel eksternal yang menghubungkan aplikator dengan konsol dan mengirimkan energy elektromagnetik dari sirkuit oscilating dengan frekuensi tinggi ke aplikator. Karena biasanya kabel dibungkus dengan pelindung dari karet dan dapat memancarkan radiasi pada semua petunjuk ketika aplikator diaktifkan dan harus hati-hati untuk mecegah kontak langsung dengan pasien atau sebuah besi atau material sintetik.2

Pulsed Shortwave( PEMFs) Alat shorwave yang didesain untuk menghantarkan PEMFs paling sering menghantarkan gelombang dengan drum untuk tipe aplikator. Pada pembungkus luar dari aplikator biasanya dibungkus sebuah koil dari besi dalam bentuk sebuah spiral datar. Frekuensi tinggi gelombang elektromagnetik secara pulsasi dibangkitkan dari alat yang dibuat untuk mengaliri sekitar koil, yang kemudian radiasi energy elektromagnetik akan melalui udara ke pasien. Pengguaan shortwave yang secara pulsasi di tubuh akan menghasilkan pemanasan yang kecil karena

periode yang digunakan adalah waktu yang pendek.2 Shortwave unit yang sesuai untuk terapi continuous dan pulsed, dimana emisi continuous diterapkan untuk efek thermal dan pemanasan sedangkan emisi pulsed digunakan untuk penghantaran energi dan pengaktifan molekuler tanpa gangguan thermal. Dilengkapi dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:
13

Digital timer 30 menit
 Perlindungan terhadap pengalihan mode yang tidak diinginkan dari pulsed ke continuous  Indikasi daya (power) pada continuous dan pulsed mode

 Rangka metal yang tertumpu pada kaki-kaki penyangga putar
 Pulse time 0,4 msec.  HF power 400 W max  Frequency

27,12 MHz

 Consumed power 700 VA max  Main supply 230V – 50Hz  Standard accessories 2 HF cables

2 supple rubber electrodes 12x18 cm 2 felts 12x18 cm 1 fixation strap 1 power cable  Optional accessories (diluar standar, berdasar permintaan) adjustable HF arms schliephake electrodes ∅130 mm schliephake electrodes ∅85 mm monode - eddy current electrode (kode : 11180) diplode - large field electrode (kode : 11190

14

Diatermic-02 excellens class I type BF

VII. DOSIS YANG DISARANKAN PADA PENGGUNAAN SWD

15

Pada praktek penggunaan SWD, energi elektromegnetik yang dialirkan dari alat SWD harus diatur sedemikian rupa kepada jaringan yang menerimanya tanpa terjadi temperature yang akan menginvasive, seorang ahli terapi harus memperhatikan respon panas dari pasien sebagai petunjuk untuk dosis yang digunakan. Masalah yang paling sering muncul apabila mendapatkan pasien yang memiliki sensasi panas yang tidak normal atau lebih rendah sehingga sulit untuk mengetahui apakah dosis sudah sesuai untuk pasien, karena respon yang diberikan kadang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Setiap orang yang akan dilakukan terapi harus dilakukan test untuk sensasi nyeri dan panas sebelum memulai terapi untuk mengetahui apakah ada deficit dari saraf sensoris kulit.2 Pada evaluasi pasien, seorang ahli tepari harus menentukan tingkat dari kondisi pasien yang sedang diterapi apakah dalam fase akut, subakut atau kronik. Dengan mengetahui tahapan dari kondisi pasien kita harus mengetahui efek jangka panjang yang terjadi. Setelah mengetahui kondisi pasien akan diikuti dengan pemilihan alat yang cocok SWD atau MWD dengan aplikator yang sesuai untuk mengantarkan energy yang dihasilkan baik nontermal yang mempengaruhi jaringan.2 Evaluasi harus selalu dilakukan ketika didapatkanya tulang yang mencolok, implant besi, atau permukaan besi pada daerah yang diobati. Pada penggunaan SWD secara terus menerus pada daerah yang terdapat tulang yang menonjol atau besi akan menyebabkan kerusakan dari jaringan. Selama dilakukan evaluasi, pasien harus ditempatkan keadaan yang paling menyenangkan selama pengobatan. Pakaian dan celana serta ikat pinggang harus dilepas dari permukaan tubuh yang akan di obati.2 perubahan termal maupun

16

Ketika menggunakan SWD atau MWD secara kontinyu , seorang ahli terpi harus selalu memikirkan reaksi biologic yang dihasilkan yang tergantung dari peningkatan suhu jaringan pada akhir pengobatan. Pada saat rentangan suhu untuk meningkatkan suhu jaringan sekitar 40oC-44oC ,sangat penting bagi seorang terapis mengetahui bagaimana intensitasnya, berapa lama dan bagaimana frekuensi dari pengobatan yang harus digunakan, tergantung dari tingkat dari kondisi pasien. Menurut Thom, dosis rendah dari SWD yang berkelanjutan yang diberikan dalam jangka panjang lebih evektif daripada penggobatan yang intensive yang diberikan dalam jangka waktu yang pendek.2 Dosis panas ataupun jumlah dari energi yang dihantarkan ke jaringan per unit waktu sangat penting ketika hasil pengobatan yang spesifik diinginkan. Dosis yang sering digunakan pada penggunaan SWD ataupun SWD yang pulsasi adalah:

DOSIS I. Paling Rendah: dibawah titik dari setiap sensasi panas (Proses Inflamasi akut) DOSIS II Sensasi Panas Rendah-Sedang :baru terjadi (subakut, proses penyembuhan dari inflamasi) DOSIS III Sensasi Panas Sedang sampai Berat, tetapi masih menyenangkan diberikan untuk terapi proses sub akut dan penyembuhan dari inflamasi DOSIS IV
17

Pemanasan Tinggi yang menghasilkan sensasi yang dapat ditoleransi dengan baik untuk proses yang kronis. Ambang nyeri harus ditemukan sehingga panas yang digunakan harus lebih rendah dari toleransi panas yang maksimal.2

VIII. INDIKASI PENGOBATAN Indikasi penggunaan SWD hampir sama dengan indikasi pengobatan menggunakan thermoterapi yang lainya. Pada serabut otot ataupun kontraktur dari selaput sendi, pemanasan jangka pendek dapat memperbaiki kelenturan dari jaringan kolagen dan lebih baik lagi apabila diikuti pemanasan secara manual dengan alat penggerah passive yang kontinyu atau dengan alat stimulasi listrik untuk saraf maupun otot. Salah satu diantara SWD maupun MWD dapat digunakan untuk pemanasan yang superficial samapai pemanasan otot yang dalam. Apabila jaringan yang kontraktur terlalu dalam untuk permukaan tipis dari jaringan yang lunak, microwave tidak signifikan untuk pemanasan oragan target.2 Kekakuan dan nyeri otot yang terjadi akibat dari kerusakan dari tendon dan jaringan sendi, degenerasi jaringan sendi, peradangan sendi, sacroiliac strains dan ankylosing spondilitis dapat diperbaiki dengan menggunakan SWD atau MWD secara kontinyu untuk kekakuan sendi.2 Pada jaringan sendi harus tepat dalam proses pemanasan menggunakan SWD yang kontinyu ketika sendi dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan lunak seperti pada organ siku. Pemanasan yang berlebihan pada sebuah jaringan synovial sendi hanya dapat dilakukan pada keadaan yang kronis seperti pada kontraktur pada proses degenerasi alnjut dari panyakit rheumatoid arthritis.2

18

Tujuan dari pengobatan ini untuk memperbaiki range of motion dari sendi dengan mengurangi kekakuan dan menambah kelenturan jaringan lunak. Pada fase subakut dari traumatic atritis penggunaan kontinyu SWD pada dosis dengan level II atau SWD yang pulsasi pada level III atau IV dapat memberi manfaat pada pembungkus tipis jaringan lunak untuk memperbaiki aliran darah dan juga mengurangi edema dan perdarahan. Konsep ini juga digunakan untuk keadaan akut maupun subakut dari epicondylitis dengan pemanasan ringan dari SWD kontinyu maupun SW pulsasi dapat membantu penyerapan dari exudat inflamsi.2 Pemanasan yang sangat rendah, pada dosis dengan level I dari SWD yang kontinyu dapat digunakan pada pengobatan inflamasi untuk memperbaiki aliran darah dan mefasilitasi difusi dari oksigen dan pembuangan produk metabolism. Lehman menyarankan penggunaan SWD yang berkelanjutan untuk menciptakan pemanasan yang ringan, yang akan menghasilkan respon phisiologis yang ringan, pada tahap akhir dari traumatic arthritis, penyakit inflamasi dari pelvis, epicondilitis, penyakit degenerative dari sendi, ankilosing spondilitis dan berbagai kondisi artritis yang kronis.2 Reflek atau efek yang diberikan sebagai respon tubuh terhadap pemanasan digunakan pada pemanasan dari bagian proksimal tubuh menuju ke bagian yang terdapat penyumbatan pembuluh darah. Apabila pendekatan ini digunakan untuk pengobatan arteri perifer, harus dihindari pada penggunaan yang berpotensi untuk menyebabkan pemanasan yang berlebihan pada daerah yang memiliki sedikit pembuluh darah.2 Tehnik pengobatan dengan Shorwave yang kontinyu dapat digunakan untuk terapi organ pelvis yang menderita penyakit inflamasi panggul kronik. Menurut Lehman, pengobatan ini

19

akan menghasilkan peningkatan yang signifikan dari pembuluh darah dan aliran darah, yang menyebabkan cardiac output akan meningkat pada wanita.2 Allbery dan Barnett telah melaporkan hasil yang memuaskan dari penggunaan SWD secara kontinyu untuk mengeringkan luka akibat herpes zoster dan menghilangkan nyerinya. Pengobatan sebaiknya dilakukan seawal mungkin dari onset rush yang terbentuk atau apabila memungkinkan sejak hari pertama. Treatmen diberikan selama 20 menit perhari pada dorsal root ganglia sampai nyeri berkurang bahkan menghilang.2 Passila dan rekan membandingkan 2 alat pulsasi SWD( 1 jam per hari selama 3 hari) dengan placebo pada pengobatan 300 keeram otot dan lutut terdapat sedikit perbedaan yang signifikan dari kekuatan, gerakan sendi, pembengkakan, gannguan fungsi.2 Wilson mengatakan penggunaan SW secara pulsasi dapat mengurangi rasa nyeri dan ketidak mampuan pada beberapa kekauan sendi yang akut dibandingkan dengan penggunaan SWD yang kontinyu.2 Efek terapi dari diatermi dapat digunakan untuk pengobatan organ dalam maupun luar. Ukuran dari lesi mempengaruhi pemilihan dari alat diatermi yang tepat.1 • Nyeri: Penghilang nyeri menggunakan ShortWave diatermi berguna pada

pengobatan traumatic dan kondisi rematik yang mempengaruhi bagian permukaan dari otot, ligament dan sendi kecil bagian permukaan. Penghilang nyeri juga dipengaruhi oleh hilangnya kekakuan otot. • Keram Otot: Dapat di kurangi secara langsung menggunakan SWD atau dapat

berkurang karena hilangnya nyeri.
20

Penyembuhan Luka: Untuk memicu penyembuhan luka dari luka terbuka, dan

meningkatkan dari sirkulasi pembuluh darah kulit. Apabila ateriol ataupun capiler tidak dapat meningkat secara signifikan maka pemanasan dapat diberikan pada bagian proximal luka yang masih baik aliran darahnya. • Infeksi : Pengobatan SWD dapat digunakan untuk membantu mempercepat

penyembuhan akibat infeksi dengan meningkatkan aliran darah pada daerah yang terkena infeksi. Ini akan meningkatkan sel darah putih dan antibody untuk melawan organism infeksi

Fibrosis :Pemanasan telah terbukti dapat memperbaiki kelenturan jaringan yang

mengalami fibrosis, seperti pada tendon, kapsul sendi, dan scar.1

IX.DOSIS Untuk pengobatan yang optimal SWD diberikan selama 20 menit, sehingga temperature jaringan akan mencapai keadaan yang menyenangkan, peningkatan sirkulasi darah akan sangat maksimum. Intensitas pengobatan tergantung dari sensasi panas yang dirasakan oleh pasien. Walaupun energy yang dihasilkan dapat di kendalikan dari mesin, tapi ketepatan dari panas yang dihasilkan hanya dapat disesuaikan dengan menanyakan kepada pasien. Frekuensi pengobatan dapat diberikan setiap hari atau selang seling sesuai indikasinya. Faktor yang menentukan intensitas pengobatan adalah respon pengobatan dan kemampuan pasien terhadap pengobatan. Sebaiknya diberikan 1-2 kali perhari.1

21

X. INDIKASI Penggunaan shortwave diatermi dapat dilakukan pada pengobatan stuktur superficial maupun struktur yang dalam.1 Adapun pada system musculoskeletal yang dapat diberikan pada kondisi: Sprain Strain Keram otot dan tendon Lesi kapsul Penyakit degeneatif sendi Kronik Rematoid Artritis Kekakuan sendi

Hematom

Kondisi Infeksi atau inflamasi kronik Tenosynovitis Bursitis Synovitis Incisi pembedahan yang infeksi Karbunkel Abses Sinusitis dysmenorhea

XI. KONTRA INDIKASI : Neoplasma : Dapat meningkatkan aliran darah ke organ neoplasma sehingga mempercepat proses pertumbuhan dan metastasi dari neoplasma. Jaringan Yang Iskemik : pada organ dengan perfusi oksigen yang kurang dapat menyebabkan terjadinya luka bakar. Pada sirkulasi yang tidak adaekuat pemanasan akan meningkatkan kebutuhan akan oksigen sehingga dapat menyebabkan ganggren.
22

-

Udem yang berat. Pakaian yang basah Implan Besi. Dapat menumpuk panas dan dapat menyebabkan luka bakar pada jaringan disekitarnya.

-

Peacemaker, SWD dengan frekuensi tinggi dapat mempengaruhi kerja dari peacemaker

-

.Daerah Hemoragik. SWD dapat memperberat perdarahan. Tuberkolosis Sendi Gangguan sensasi Panas1

XII. PROSEDUR PENGGUNAAN DIATERMIC-02 Persiapan pasien: Area yang akan diterapi harus bersih, kemudian oleskan gel yang cukup untuk fasilitasi kontak electrode (gunakan gel khusus untuk thermal therapy) Letakkan return electrode (bisa yang berbentuk plate lempengan/ metal bar) pada area yang dekat dengan area yang diterapi) Persiapan alat dan operasionalnya: Pasang dahulu kabel head (pilih sesuai area yang akan diterapi) dan return electrode pada alat Diatermic-02

23

-

Nyalakan tombol power mesin, LCD akan menyala dan terdengar bunyi beep sebentar, warning system akan berbunyi bila kabel head dan return electrode belum terpasang sempurna

-

Pilih mode emosi, pulse atau continous Pulse digunakan untuk daerah sensitive, kondisi sub akut, area kecil dan menggunakan elektroda kecil Continous digunakan untuk daerah yang lebih besar dan menggunakan elektrodaa besar Atur waktu, untuk area kecil 15 menit, unuk area besar maksimal

30 menit Pilih indicator autput power dari angka 1 sampai dengan 9,

tergantung derajat panasnya. Grade 1 merupakan ambang batas panas (tidak terlalu panas, untuk penyesuaian panas bagi pasien). Grade 2, panas sedikit dan nyaman (untuk kondisi sub akut) Grade 3, lebih panas dan nyaman Grade 4, sangat intensif panasnya Kecuali kondisi sub akut, disarankan untuk menggunakan grade 3 untuk memulai terapi, apabila menginginkan panas yang lebih bisa

menggunakan grade 4 sampai dengan 9. Selama terapi, grade bisa diturunkan/dinaikkan sesuai panas yang diinginkan.

24

-

Bila semua program sudah dipilih, letakkan head electrode pada

area yang diterapi dengan digerak-gerakkan, lalu tekan tombol START/STOP. Selama terapi, head electrode harus terus digerakkan pelan dan rotasi, jangan berhenti di satu area atau diangkat. Apabila akan berpindah area di bagian lain, maka tekan START/STOP dan head electrode bisa diangkat dan dipindah ke area lain, setelah itu jangan lupa menekan lagi tombol START/STOP. Apabila waktu sudah selesai, maka akan terdengar bunyi beep dan

lampu START/STOP akan mati, maka head electrode bisa diangkat dan dibersihkan dengan tissue, setelah itu bersihkan gel yang ada pada pasien. Saran terapi: Untuk kondisi sub akut sebaiknya dilakukan setiap hari sampai

keluhan berkurang.
-

Untuk kondisi kronis dilakukan 2x seminggu.3

XIII. EFEK SAMPING PENGGUNAAN SWD Beberapa pasien mungkin mengalami luka bakar dangkal. Karena terapi melibatkan panas, maka penggunaannya perlu hati-hati untuk menghindari luka bakar, khususnya pada pasien yang cedera dan telah terjadi penurunan sensitivitas terhadap panas. Selain itu, diatermi dapat mempengaruhi fungsi alat pacu jantung dan pasien wanita yang menerima perawatan di punggung bawah atau daerah panggul dapat mengalami peningkatan aliran menstruasi.4

25

XIV.SWD PADA NEUROPATI DIABETIC Terapi gelombang pendek merupakan bentuk terapi yang telah digunakan selama beberapa dekade dan secara bulat dianggap tidak berbahaya bila diterapkan dengan benar. Kemungkinan terjadi cedera bakar dikenal, namun hampir tidak ada kasus yang telah dilaporkan. Dalam kasus yang ditinjau, diabetes, setelah perawatan singkat, menderita luka bakar yang sangat parah yang pada akhirnya menyebabkan amputasi tiga jari kaki. Klinis dan analisis histopathological mendirikan kehadiran mediasclerosis dari arteri kaki besar serta

microangiopathy dan neuropati perifer. Temuan ini menjelaskan mengapa, meskipun aplikasi yang tepat dari terapi gelombang pendek, timbul komplikasi parah yang sejauh ini tidak diamati. Temuan ini dibahas dari medicolegal dan histopathological melihat, dengan indikasi jenis khusus trauma fisik.5 Kasus yang dilaporkan di sini melibatkan luka bakar di bagian bawah yang mengarah ke amputasi ekstremitas diikuti oleh infeksi MRSA selanjutnya infark miokard dan kematian pada pasien dengan diabetes pada ambulatory peritoneal dialysis kronis. Luka bakar diproduksi dengan menggunakan pemanasan bantal yang mengandung batu-batu alam (biji anggur) dipanaskan dengan gelombang mikro. Ini mewakili potensi bahaya yang serius cedera yang berkaitan dengan microwave.6

26

BAB III KESIMPULAN

Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang dalam jaringan dengan merubah energi electromagnet menjadi energy panas. Kegunaan diatermi dipercaya dapat di gunakan pada beberapa terapi seperti inflamasi sendi baik lutut maupun bahu, degenerasi sendi leher, lutut, Keseleo pada lutut, sakit pinggul, peradangan fasies, sinusitis. Gelombang radio dilemahkan saat melewati jaringan, tetapi sesungguhnya dapat menembus jaringan sampai dalam tergantung dari jaringan yang dilewati, frekuensi dan karakteristik dari aplikator.
27

SWD dapat meningkatkan suhu lemak subkutan dengan 15oC dan kedalaman 4-5 cm dengan panas 4oC- 6oC. Penghasil Short Wave Diatermi. Gelombang radio pada pita gelombang pendek berfrekuensi antara 10 Mhz sampai 100 Mhz. Gelombang yang digunakan pada sort wave diatermi untuk fisioterapi pada frekuensi 27,12 Mhz, dengan panjang gelombang lebih dari 11 m.

DAFTAR PUSTAKA
1

Graham,Daniel J.2004. The Long Term Effects Of Short-wave Diathermy And Longduration Static Stretch On Hamstring Flexibility.German:Department of Exercise Sciences Brigham Young University.
2

Michlovitz, Susan L.1990.Thermal Agent in Rehabilitation-Second Edition. Philadelphia:f.A.davis Company.
3

---.Diatermic-02 Excellens.Sorisa Electroestetica ---.2010.Diathermy. http://www.healthline.com/galecontent/diathermy

4

Bauer G, Jantsch H.1985.Short wave therapy in diabetic prodromata.German:PubMed. http://www.ncbi. nlm.nih. gov/pubmed/ 3832692.
6

Frey FJ.2004. Microwave-induced heating injury.German:PubMed. http://www.ncbi. nlm.nih.gov/pubmed/15651163?itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed. Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum&ordinalpos=1
28

29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->