P. 1
rokok fix

rokok fix

|Views: 517|Likes:
Published by ika nur fajriyani

More info:

Published by: ika nur fajriyani on Jun 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

KONTROVERSI ROKOK DI INDONESIA BAB I PENDAHULUAN Rokok merupakan suatu masalah yang cukup controversial di Indonesia.

Negara dan beberapa aliran agama melarang adanya rokok. Sementara, masyarakat umum banyak juga yang menentang dilarangnya rokok di Indonesia. Karena mereka menganggap bahwa diri mereka membutuhkan rokok dan rokok juga memiliki segi positif. Tidak sedikit devisa negara yang dihasilkan rokok. Tidak sedikit juga tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan rokok. Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusanbungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi). Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

1

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah rokok Sejarah rokok dimulai saat warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian) mengisap tembakau pipa atau mengunyah tembakau sejak 1000 sebelum masehi. Tradisi membakar tembakau kemudian dimulai untuk menunjukkan persahabatan dan persaudaraan saat beberapa suku yang berbeda berkumpul, serta sebagai ritual pengobatan. Kru Columbus membawa tembakau beserta tradisi mengunyak dan membakar lewat pipa ini ke “peradaban” di Inggris. Namun demikian, seorang diplomat dan petualang perancis-lah yang justru paling berperan dalam menyebarkan popularitas rokok di seantero Eropa, orang ini adalah Jean Nicot, darimana istilah Nikotin (dari Nicot) berasal. Versi sejarah lain mengatakan, tradisi rokok dan merokok yang lebih tua berasal dari Turki semenjak periode dinasti Ottoman. Setelah permintaan tembakau meningkat di Eropa, budidaya tembakau mulai dipelajari dengan serius terutama tembakau Virginia yang ditanam di Amerika. John Rolfe adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dalam skala besar, yang kemudian diikuti oleh perdagangan dan pengiriman tembakau dari AS ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1855. Di Indonesia, Haji Jamahri dari Kudus adalah orang yang pertama kali meramu tembakau dengan cengkeh pada tahun 1880. Tujuan awal Jamahri adalah mencari obat penyakit asma yang dideritanya, namun pada akhirnya rokok racikan Jamahri menjadi terkenal. Istilah Kretek adalah sebutan khas untuk menamai rokok asal Indonesia, istilah ini berasal dari bunyi rokok saat disedot yang diakibatkan oleh letupan cengkeh (kretek..kretek..)

2

Dari anggapan sebagai obat penyembuh, lambang persahabatan dan persaudaraan, rokok kemudian berkembang menjadi simobol kejantanan pria. Hal ini ditandai sejak dijadikannya rokok sebagai ransum wajib setiap prajurit saat Perang Dunia Pertama.Karena fakta bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan belum terbukti, rokok pada jamannya pernah diiklankan dengan menggunakan beragam model, dari bayi hingga dokter. Cerita roller coaster bernama rokok dalam gambar, sebuah industri yang makin kontroversial didunia dan juga menjadi dilema bagi pemerintah Indonesia. Pernah berjaya dan sebentar lagi mungkin akan semakin tertekan karena efek yang ditimbulkannya. Simbol rokok sebagai kejantanan lelaki makin menguat sejak iklan Marlboro Man. Iklan ini juga menjadi simbol kebangkitan Philip Morris sebagai produsen rokok terbesar didunia dengan bendera Marlboro. Dengan iklan ini, Marlboro mengubah image dari rokoknya perempuan menjadi rokok laki-laki sejati Industri rokok mulai redup sejak 1964, persatuan dokter bedah Amerika mengeluarkan pernyataan rokok mengakibatkan kanker paru-paru. Iklan rokok di televisi mulai dilarang sejak 1965 (Inggris) dan 1970 (Amerika). Peringatan kesehatan dikemasan rokok mulai muncul sejak 1970, dan makin diperkuat dengan peringatan melalui gambar. Merokok ditempat umum mulai dilarang: 1987 – larangan merokok di penerbangan, 1993 – larangan merokok ditempat publik mulai dikenal di Amerika dan Iggris, 1994 – McDonald untuk seluruh jaringan restorannya, 2003 – new york, london & irlandia mulai memberlakukan larangan merokok disemua tempat tertutup. Tahun 1998 eksekutif perusahaan rokok terbesar di Amerika mengeluarkan pengakuan bahwa nikotin adalah candu, tuntutan legal terhadap perusahaan rokok mengakibatkan ganti rugi yang mencapai 250 triliun dollar amerika. Pada tahun 2003 larangan iklan rokok di televisi Indonesia berlaku sejak pukul 17.00 – 21.30. Tahun 2005 larangan merokok ditempat umum disahkan di jakarta. B. Jenis-jenis rokok

3

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
• • • •

Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung. Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren. Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.

Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.

Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.

Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak.
4

Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar. Rokok berdasarkan penggunaan filter.
• •

Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus. Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

C. Angka pengguna rokok Rokok secara Iuas telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Diduga hingga menjelang tahun 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang pertahunnya. Sejauh ini, wabah merokok telah terjadi di negara-negara maju. Dan pada tahun 2030 diperkirakan tidak kurang dari 70 persen kematian yang disebabkan oleh rokok akan terjadi di negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki tingkat konsumsi rokok dan produksi rokok yang tinggi. Variasi produk dan harga rokok di Indonesia teIah menyebabkan Indonesia menjadi salah satu produsen sekaiigus konsumen rokok terbesar di dunia. Menurut Bank Dunia, konsumsi rokok Indonesia sekitar 6,6 % dari seluruh konsumsi dunia. Hasil Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2001 menyebutkan bahwa: • 27 % penduduk berusia di atas 10 tahun menyatakan merokok dalam satu bulan terakhir. • 54,5% penduduk Iaki-laki merupakun perokok dan hanya 1,2% perempuan yang merokok. • Terdapat peningkatan sebesar 4% penduduk, umur diatas 10 tahun yang merokok dalam kurun waktu 6 tahun.

5

• 92,0% dari perokok menyatakan kebiasaannya merokok di dalam rumah, ketika bersama anggota rumah tangga lainnya, dengan demikian sebagian besar anggota rumah tangga merupakan perokok pasif. • 68,5% penduduk mulai merokok pada usia 20 tahun meningkat 8% dari Susenas 1995 yaitu 60,0%. • Peningkatan usia muda yang merokok, kelompok umur 25-29 tahun (75%) dan kelompok umur 20-24 tahun (84,0%) Factor yang mempengaruhi pengguana rokok anak usia dini 1. Pengaruh 0rangtua Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294). 2. Pengaruh teman. Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok. 3. Faktor Kepribadian. Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

6

4. Pengaruh Iklan. Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).
D. Alasan Orang Merokok

Banyak alasan orang tidak mau berhenti merokok walau mereka tahu bahwa merokok itu berbahaya dan sangat buruk bagi kesehatan. Namun, ada saja sejumlah alasan lain kenapa orang merokok. Mengenali alasan merokok ini pentingdilakukan sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok. Rokok mengandung nikotin yang sangat adiktif ,inilah salah satu kenapa orang yang mencoba merokok akan terus menjadi perokok. Jika Anda perokok, mungkin Anda sudah kecanduan nikotin. Ketergantungan itu yang membikin orang tak bisa berhenti, meskipun rokok membuat mereka sakit. Nikotin adalah stimulan yang meningkatkan detak jantung dan memengaruhi banyak bagian tubuh seperti otak dan tubuh. Gejala kecanduan nikotin meliputi ketagihan, mudah marah, cemas, sulit konsentrasi, gelisah, dan sulit tidur. Rokok dirancang untuk memberikan sensasi nikotin cepat. Hanya butuh waktu 10 detik bagi nikotin untuk mencapai otak, cukup dengan menghirup rokok. Iklan dan promosi rokok Separuh perokok meninggal karena penyakit yang diakibatkan rokok. Industri rokok butuh pelanggan baru untuk mengganti 114 ribu orang yang mati karena rokok setiap tahun. Stres dan rileksasi ,Banyak orang mengklaim bahwa rokok membantu mereka mengatasi stres. Faktanya, rokok adalah stimulan dan tak akan membantu Anda rileks. Perokok mungkin berpikir bahwa rokok membantu mereka merasa lebih baik. Sesungguhnya ketika Anda merokok, nikotin memenuhi kecanduan tubuh terhadap zat beracun itu. Alasan lain orang merokok 1. Menggunakan rokok sebagai dukungan ketika mengalami hal tak enak.

7

2. Menikmati rokok dengan orang lain sebagai aktivitas sosialisasi bersama. 3. Menggunakan rokok untuk memulai percakapan dan bertemu orang baru. 4. Merokok tak membuat bosan atau kesepian. 5. Merokok ketika butuh rehat atau ingin sendiri.
E. Kandungan dalam Rokok

1.

Zat kimia

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah). Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).
2.

Nikotin

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.
3.

Timah Hitam (Pb)

Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!
4.

Gas Karbonmonoksida (CO)

8

Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Berlipat-lipat!
5.

TAR

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg.

Gambar I. kandungan berbahaya rokok F. Reaksi Kimia Rokok Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO.

9

Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara. CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) (pada suhu 800oC) reaksi pembakaran rokok Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek. Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

10

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi. Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka. Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif. Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi

11

sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ.

G. Bahaya Merokok

1. Berbagai kandungan yang berbahaya Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet. 2. Ketagihan Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas. 3. Ekonomi pribadi dan keluarga Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa. 4. Ajakan kepada orang lain

12

Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker. 5. Spiritual Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini. 6. Jantung Koroner Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK. Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer. PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi. 7. Strook Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih

13

mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS. Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain. Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara. Penyakitpenyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah. 8. Kanker Karsinogen Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:
• • •

vinyl chloride benzo (a) pyrenes nitroso-nor-nicotine Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.

14

Gambar II. paru-paru yang dirusak oleh kanker

15

Gambar III. alveoli yang terkena kanker. Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis. Korelasi Dengan Rokok Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanay merupakan kebetulan. Namun grafik-grafik di bawah, dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.

Grafik I. hubungan antara merokok dengan kanker paru-paru

16

Gambar IV. Bahaya Rokok Bagi Tubuh H. Kebijakan Pemerintah Mengenai Rokok Menurut Menkessos, pertumbuhan yang sangat cepat ini membuat Indonesia diperkirakan akan mencapai rekor, terutama dengan berbagai masalah kesehatan yang cukup berat, di antaranya berkaitan dengan rokok. Sementara itu diakui Menkessos, larangan membatasi aktivitas merokok di tempat umum masih belum bisa dilakukan lebih tegas. Meski PP nomor 81/1999 yang diperbarui dengan PP 38/2000 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan sudah diberlakukan, tetapi diakui pula, law enforcement-nya belum ada sehingga belum memiliki kekuatan. Tingginya target penerimaan negara dari cukai rokok yang mencapai Rp 17 triliun pada anggaran 2001 dinilai telah menyebabkan pemerintah tidak konsisten menegakkan PP No.38/2000 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan. Komisi VII DPR mendesak untuk mengatur masalah rokok itu dibuat dalam bentuk UU, sehingga masyarakat akan mempunyai posisi tawar yang cukup kuat. Disamping itu, DPR akan dapat melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemerintah maupun industri rokok.
17

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan menindak tegas perusahaan rokok yang menayangkan iklan rokok di media elektronik di bawah pukul 21:30 waktu setempat. “Bila teguran ini tidak diindahkan, BPOM akan melakukan upaya hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Iklan rokok yang melanggar ketentuan PP No.81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan dan PP No.38 tahun 2000 tentang Perubahan Atas PP no 81 tahun 1999 akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100 juta. Penerimaan cukai rokok pada tahun 2000 mencapai Rp 10,27 triliun, sedangkan belanja kesehatan akibat merokok sesuai data dari Ditjen POM Depkes pada tahun yang sama mencapai Rp 11 triliun. I. Dilematis rokok, devisa negara, dan angka pengangguran 1. Devisa negara pada tahun anggaran 1990/1991, penerimaan cukai hanya sebesar Rp. 1,8 triliun atau memberikan kontribusi sekitar 4 persen dari penerimaan dalam negeri, pada tahun anggaran 1999/2000 jumlah tersebut telah meningkat menjadi Rp. 10,4 triliun atau menyumbang sebesar 7,3 persen dari penerimaan dalam negeri. Pada tahun anggaran 2003, penerimaan cukai ditetapkan sebesar Rp. 27,9 triliun atau sebesar 8,3 persen dari penerimaan dalam negeri. Hal ini berarti kontribusi penerimaan cukai terhadap penerimaan dalam negeri selama kurun waktu 1 dasawarsa, telah meningkat sekitar 100 persen. Dari penerimaan cukai tersebut, 95 persen berasal dari cukai hasil tembakau yang diperoleh dari jenis hasil tembakau (JHT) berupa rokok sigaret kretek mesin, rokok sigaret tangan dan rokok sigaret putih mesin, yang dihasilkan oleh industri rokok. Tabel I. Total Produksi dan Nilai Industri Rokok Total Produksi dan Nilai Volume Industri Rokok Tahun 1986 1987 1988 1989 (juta btg) 114.312 124.432 125.722 183.731 Nilai (Rp. juta ) 2.728.719 3.229.089 3.325.692 5.160.946

18

1990 172.006 1991 150.123 1992 156.400 1993 171.967 1994 195.038 1995 216.236 1996 232.663 1997 220.033 1998 269.848 1999 254.168 2000 241.920 2001 224.965 2002 *) 207.621 Sumber : Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS 2. Penyerapan tenaga kerja

5.147.018 5.081.566 6.634.392 7.552.242 9.509.571 11.344.870 13.279.731 14.908.541 22.087.077 30.321.613 33.019.811 54.768.481 51.901.026

Berdasarkan data Statistik Industri Besar dan Sedang (BPS), pada tahun 1981 industri rokok hanya dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu industri rokok kretek (31420) dan industri rokok putih (31430). Mulai tahun 1990, industri rokok kretek dirinci lebih spesifik lagi menjadi 2 bagian, yaitu industri rokok kretek (31420) yang terdiri dari Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta industri rokok lainnya (31440) yang terdiri dari rokok lembag menyan, rokok klobot, dan cerutu. Dari total industri rokok tersebut, sebesar 84,6 persen terdiri dari industri rokok kretek (31420), sebesar 4,1 persen merupakan industri rokok putih (31430), dan sebesar 11,3 persen dari industri rokok lainnya (31440). Dilihat dari pertumbuhan, secara total industri rokok tumbuh rata-rata 3,2 persen per tahun. Perusahaan rokok kretek (31420) tumbuh sebesar 4,64 persen per tahun, industri rokok putih (31430) tumbuh sebesar – 1,01 persen per tahun, serta industri rokok lainnya (31440) tumbuh sebesar – 1,98 per tahun.

Tabel II. Perkembangan Produksi Rokok Per JHT (dlm juta batang) Tahun 1981 SKM 17.909 SKT 39.545 SPM 26.421 KLB 1.057 KLM 342 TOTAL 85.274

19

1982 17.895 40.911 24.996 1983 18.443 45.136 26.454 1984 27.774 47.715 26.154 1985 37.076 57.011 23.971 1986 50.817 40.760 21.461 1987 61.384 42.555 19.621 1988 66.523 37.683 20.811 1989 103.577 57.217 22.067 1990 98.008 44.919 28.237 1991 80.678 37.990 30.647 1992 80.269 40.029 34.382 1993 85.958 50.659 34.757 1994 97.410 60.646 36.421 1995 109.529 67.313 38.768 1996 117.734 68.690 45.597 1997 133.917 58.273 27.204 1998 135.488 68.960 64.922 1999 128.823 65.106 59.602 2000 116.597 77.880 46.727 2001 111.224 65.024 48.103 2002 *) 102.649 60.010 44.394 Sumber: Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS

990 1.119 977 786 886 576 425 504 638 677 1.560 453 417 491 540 528 362 491 582 488 450

276 311 277 392 388 296 280 366 204 131 160 140 144 136 102 112 116 146 133 127 117

85.068 91.463 102.897 119.236 114.312 124.432 125.722 183.731 172.006 150.123 156.400 171.967 195.038 216.236 232.663 220.033 269.848 254.168 241.920 224.965 207.621

Tenaga kerja industri rokok sebagian besar merupakan tenaga kerja industri rokok kretek (31420) yang terdiri dari SKM dan SKT. Dilihat dari penyerapan tenaga kerja, industri rokok kretek menyerap 96,45 persen dari total tenaga kerja industri rokok. Urutan kedua adalah industri rokok putih (31430) yang merupakan penghasil rokok putih (SPM) sebesar 2,09 persen, dan industri rokok lainnya sebesar 1,46 persen. Dilihat dari pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, secara keseluruhan penyerapan tenaga kerja industri rokok tumbuh sebesar 2,69 persen per tahun. Untuk industri rokok kretek, rata-rata pertumbuhan tenaga kerja sebesar 2,77 persen per tahun. Industri rokok putih rata-rata pertumbuhan tenaga kerja sebesar 1,03 persen per tahun, dan industri rokok lainnya rata-rata pertumbuhan tenaga kerja per tahun sebesar 0,54 persen.

20

Tabel III. Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Industri Rokok Jumlah Penyerapan Tenaga Industri Kerja Rokok 31440 4.788 5.315 5.885 2.445 2.286 3.263 3.255 4.196 3.088 3.126 3.034 3.327 3.221 rokok per Total 142.362 147.045 151.977 150.149 166.667 175.264 183.084 181.305 196.820 205.460 208.207 218.683 221.058 perusahaan secara

Tahun 31420 31430 1990 133.391 4.183 1991 137.474 4.256 1992 141.831 4.261 1993 143.944 3.760 1994 159.246 5.135 1995 166.747 5.254 1996 174.660 5.169 1997 171.977 5.132 1998 188.711 5.021 1999 197.569 4.765 2000 200.821 4.352 2001 210.285 5.072 2002 *) 213.216 4.621 Rata-rata penyerapan tenaga kerja industri

keseluruhan adalah sebesar 765 orang per perusahaan. Industri rokok kretek (31420) yang terdiri dari SKM dan SKT mampu menyerap rata-rata sebesar 851 orang per perusahaan. Industri rokok putih (31430) yang merupakan penghasil rokok putih (SPM) rata-rata per perusahaan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 437 orang, dan industri rokok lainnya rata-rata per perusahaan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 126 orang. Apabila dilihat dari penyerapan tenaga kerja, pada kurun waktu 1997 sampai 2002 jumlah pekerja yang bergerak dalam industri ini menujukkan peningkatan yang cukup berarti. Rata-rata pertumbuhan pekerja industri rokok meningkat sebesar 4,08 persen per tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pertumbuhan terbesar terjadi pada tahun 1998. Dari perkerja sebanyak 181,3 ribu orang pada tahun 1997, meningkat

21

menjadi 196,8 ribu orang pada tahun 1997, atau meningkat sebesar 8,56 persen. Hal ini membuktikan bahwa industri rokok tahan tidak rentan diterpa badai krisis moneter. J. Solusi permasalahan rokok Berhenti merokok adalah solusi yang tepat mengenai kontrroversi rokok. Pada dsarnya berhenti merokok merupakan hal yang banyak didambkannya oleh para perokok yang ingin putus hubungan dengan rokok. Tetapi selalu saja kegagalan yang didapat. Satu hingga dua hari mungkin bisa tidak merokok, tetapi setelah itu kembali lagi merokok dan bahkan terkadang lebih banyak batang rokok yang dihisapnya. Cara untuk berhenti merokok adalah: 1. 2. Tekatkan diri untuk stop merokok. Mulailah dengan kebiasaan yang baik, setiap anda berkeinginan untuk merokok cobalah untuk makan permen, buah-buahan, ataupun menggigit cengkeh. 3. Tanamkan kesadaran pada diri untuk berhenti merokok.Sadarlah bahwa rokok itu racun yang kerjanya sangat lambat tetapi mematikan. Jangan tunggu jantung anda berhenti baru anda berhenti merokok. 4. 5. Buat keputusan total untuk berhenti merokok.Jika mau berhenti merokok putuskan secara total jangan setengah-setengah. Mulailah dengan pergaulan yang sehat. Bila anda ditawari rokok oleh teman katakan bahwa anda sudah berhenti merokok dan katakan itu dengan perasaan bangga. Daripada anda menjadi perokok pasif yang efeknya hampir sama dengan perokok aktif, maka jagalah jarak dengan teman-teman yang perokok (bukan berarti memutuskan hubungan). 6. Terapi Seft Metode baru untuk menghilangkan kecanduan rokok ini adalah Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). Dalam waktu 5 x 25 menit kecanduan rokok bisa hilang dengan cara mengetuk ringan dengan 2 ujung jari (tapping) di

22

bagian tubuh tertentu, dan cara ini bisa kita lakukan sendiri. Pertama para pecandu rokok diminta untuk mencium bau rokok yang dihisapnya. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negative dari mencium bau rokok itu. Kemudian terapi dilanjutkan dengan menekan dada bagian atas. Terapi dilanjutkan dengan melakukan tapping di bagian tubuh yang merupakan aliran energi kita untuk menetralisir gangguan emosi dan rasa sakit. Titik-titik tersebut adalah pada bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, di atas tulang samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan. Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Ternyata banyak yang bilang pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi. Penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengatakan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain.

23

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN 1. merokok merupakan suatu kegiatan yang tidak memiliki manfaat positif. Rokok mengandung zat-zat yang berbahaya yang dapat mematikan manusia itu sendiri karena rokok dapat mengakibatkan kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan, serangan jantung, hipertensi dan penyakit lain yang ditimbulkan oleh rokok itu sendiri serta dan mempunyai efek yang buruk pula bagi perokok pasif. 2. Solusi kontroversi mengenai merokok adalah dengan mengawali dari diri sendiri dengan berhenti merokok. B. SARAN Setelah anda membaca makalah ini, diharapkan anda memiliki pemikiran yang objektif akan rokok. Anda tahu efek samping dan bahaya merokok bagi diri anda dan orang yang berada disekitar perokok. Jika anda memiliki kesadaran yang tinggi akan hal itu, bagi perokok mulai sekaranglah anda berusaha sedikit demi sedikit mengurangi kebiasan itu demi kehidupan anda yang lebih baik. Dengan motivasi yang tinggi dan dukungan dari orang-orang terdekat anda sangat diperlukan untuk keberhasilan anda.

24

DAFTAR PUSTAKA --------, statistik industri sedang dan besar, BPS 2002 Akhyar.2009.Bahaya Merokok Bagi Kesehatan. wordpress.com. (diakses pada : 13 Januari 2010) Atkinson.1999. Pengantar Psikologi. Jakarta: penerbit erlangga. Suryaningsih,endingkoni. 2009. Mengenal Dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner Dan Stroke. Yogyakarta: Kirana Publisher Irma.2009.bahaya merokok .www.dechacare.com. (diakses pada: 8 Januari 2010) John,james.2009.Kawasan Tanpa Rokok Mencegah Ptm.

webmaster@promosikesehatan.com (diakses pada: 8 Januari 2010) Maulanusantara.2008.Rokok Untuk Devisa Negara.wordpress.com (diakses pada : 13 Januari 2010) Ngebul.2007. Bahaya Merokok. http://www.antirokok.or.id/product_index.htm (diakses pada: 8 Januari 2010) Rahman.2009. Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia - Akibat Sebatang Rokok Racun, Ketagihan, Candu, Buang Uang Dan Dosa.www.organisasi.org (diakses pada: 8 Januari 2010) WHO. 2000. The world conference On tobacco or health tobacco fact sheet: SCBP http://tobaccofreekids.org/campaign/global/docs/programs.pdf pada : 13 Januari 2010) Widianti, Efri.2008. Bahaya Merokok, Penyimpangan Seks Pada Remaja, Dan Bahaya Penyalahgunaan Minuman Keras/Narkoba. Bandung:Bandungpress (diakses

25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->