P. 1
Analisis Bakteri Escherichia Coli Pada Danging Ikan

Analisis Bakteri Escherichia Coli Pada Danging Ikan

|Views: 3,477|Likes:
dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Untuk melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986).
dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Untuk melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986).

More info:

Published by: Putra Harapan Bangsa on Jun 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Penanganan Paska Panen yang berjudul “Analisis Bakteri Escherichia coli pada Danging Ikan” ini tepat pada waktunya. Dalam penyusunan Laporan ini penulis mendapatkan materi dan bahannya dari berbagai referensi seperti dari buku dan beberapa fasilitas lainnya seperti dari internet. Penyusunan Laporan ini bertujuan sebagai salah satu syarat tugas mata Kuliah Biologi Perikanan. Penyusunan Laporan ini tidak lepas dari bantuan temanteman dan dorongan orang tua serta bimbingan dari Dosen mata kuliah Penanganan Paska Panen. Penulis menyadari bahwa Lapooran ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan Laporan ini. Besar harapan penulis semoga Laporan ini dapat

bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya maupun pembaca umumnya.

Jember, Juni 2010 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. ...i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… ii BAB 1. PENDAHULUAN ………………………………………………………. .1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………………….. ..1 1.2 Tujuan …………………………………………………………………... ..1 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................2 2.1 Bakteri ...........................................................................................................2 2.2 Prinsip Pertumbuhan Bakteri .......................................................................2 2.3 Kurva Pertumbuhan Bakteri..........................................................................3 2.4 Escherichia coli.............................................................................................5 2.5 Infeksi E.coli .................................................................................................6 BAB 3. METODOLOGI ……………………………………………………...... ...7 3.1 Waktu dan Tempat ………………………………………………………… 7 3.2 Alat dan Bahan ...…………………………………………………………... 7 3.3 Langkah Kerja ...………………………………………………………….... 7 BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………………... 10 4.1 Hasil ……………………………………………………………………. ..10 4.2 Pembahasan………………………………………………………………..10 BAB 5. PENUTUP ………………………………………………………………... 14 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………... ...15

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Untuk melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986). Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas, dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan.

Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri.

1.2 Tujuan  Mahasiswa diharapkan dapat menghitung jumah bakteri Escherichia Coli pada media PAC  Mahasiswa dihaapkan dapat menginterprestasikan hasil perhitungan bakteri Escherichia Coli

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bakteri Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka. Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674 dengan menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον yang memiliki arti "small stick". Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.

2.2 Prinsip Pertumbuhan Bakteri Istilah pertumbuhan bakteri lebih mengacu kepada pertambahan jumlah sel bukan mengacu kepada perkembangan individu organisme sel. Bakteri memiliki kemampuan untuk menggandakan diri secara eksponensial dikarenakan sistem

reproduksinya adalah pembelahan biner melintang, dimana tidap sel membelah diri menjadi dua sel. Selang waktiu yang dibutuhkan sel untuk membelah diri disebut dengan waktu generasi. Tiap spesies bakteri memiliki waktu generasi yang berbeda-beda, seperti Escherichia coli, bakteri umum yang dijumpai di saluran pencernaan dan di tempat lain, memiliki waktu generasi 15-20 menit. Hal ini artinya bakteri E. coli dalam waktu 15-20 menit mampu menggandakan selnya menjadi dua kali lipat. Misalnya pada suatu tempat terdapat satu sel bakteri E. coli, maka ilustrasinya dapat berlangsung sebagai berikut

Tabel 2.2.1 Contoh Pembelahan biner Bakteri tiap 15 menit 0’ 15’ 30’ 4 sel 22 45’ 8 sel 23 60’ 16 sel 24 75’ 32 sel 25 90’ 64 sel 26 105’ 120’ 135’

1 sel 2 sel 20 21

128 sel 256 sel 512 sel 27 28 29

Hal ini menunjukkan hubungan antara pertambahan sel dengan waktu adalah berbentuk geometrik eksponensial dengan rumus 2n. Jadi, bakteri E. coli dalam waktu 10 jam berkembang dari satu sel menjadi 1,09×1012 sel atau lebih dari 1 triliun sel.

2.3 Kurva Pertumbuhan Bakteri Apabila satu bakteri tunggal (seperti E. coli di atas) diinokulasikan pada suatu medium dan memperbanyak diri dengan laju yang konstan/tetap, maka pada suatu waktu pertumbuhannya akan berhenti dikarenakan sokongan nutrisi pada lingkungan sudah tidak memadai lagi, sehingga akhirnya terjadi kemerosotan jumlah sel akibat banyak sel yang sudah tidak mendapatkan nutrisi lagi. Hingga akhirnya pada titik ekstrim menyebabkan terjadinya kematian total bakteri. Kejadian di atas apabila digambarkan dalam bentuk kurva adalah sebagaimana di bawah.

Gambar 2.3.1 Kurva Pertumbuhan Bakteri

Kurva di atas disebut sebagai kurva pertumbuhan bakteri. Ada empat fase pada pertumbuhan bakteri sebagaimana tampak pada kurva, yaitu :

Tabel 2.3.1 Ciri dan Fase pada Kurva Pertumbuhan Fase Pertumbuhan Lag (lambat) Ciri Tidak ada pertumbuhan populasi karena sel mengalami perubahan komposisi kimiawi dan ukuran serta bertambahnya substansi intraseluler sehingga siap untuk membelah diri. Sel membela diri dengan laju yang konstan, massa menjadi dua kali lipat, keadaan pertumbuhan seimbang. Terjadinya penumpukan racun akibat metabolisme sel dan kandungan nutrien mulai habis, akibatnya terjadi kompetisi nutrisi sehingga beberapa sel mati dan lainnya tetap tumbuh. Jumlah sel menjadi konstan. Sel menjadi mati akibat penumpukan racun dan habisnya nutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehingga mengalami penurunan jumlah sel secara eksponensial.

Logaritma atau eksponensial

Stationary (stasioner/tetap)

Death (kematian)

Pengetahuan akan kurva pertumbuhan bakteri sangat penting untuk menggambarkan karakteristik pertumbuhan bakteri, sehingga akan mempermudah di dalam kultivasi (menumbuhkan) bakteri ke dalam suatu media, penyimpanan kultivasi dan penggantian media. 2.4 Escherichia coli Menurut Kenneath tahun (2008), Escherichia coli termasuk dalam family Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. E. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia, yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. Akan tetapi pada strain baru dari E.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air, indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. (Mikrolibrary, 2008). Dalam ilmu taksonomi bakteri E. coli dapat Klasifikasikan sebagai berikut. Kingdom Filum Kelas Order Famili Genus Spesies : Bakteria : Proteobacteria : Gamma Proteobacteria : Enterobacteriales : Enterobacteriaceae : Escheriachia : E. coli

Escherichia coli biasanya hidup di dalam intestinum pada manusia ataupun hewan,memiliki gram negative, dan fakultatif anaerob. Merupakan makhluk prokariot. Pada kondisi tertentu bisa menjadi pathogen atau dapat menyebabkan penyakit. Dan bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan, dan yang paling sering adalah dapat menyebabkan diare serta beberapa penyakit yang sejenis (Anonim, 2008).

Escherichia coli memproduksi racun yang berbahaya di lapisan intestinum. Bila terjadi desakan pada intestinum maka akan menghasilkan racun tersebut untuk menkontaminasi daging dan susu. Escherichia coli merupakan mikroorganisme normal yang berasal dari kotoran hewan atau manusia baik dalam kondisi sehat maupun sakit.

Oleh karena itu, dikenal juga dengan istilah koli tinja. Morfologi sel bakteri Escherechia coli berupa batang pendek (0,5-1,0 X 1,0-3,0 μm), serta motil (sel-selnya peritrikus, yaitu flagela secara merata tersebar diseluruh permukaan sel) dan ada juga yang non motil. Ciriciri biokimiawinya adalah banyak sekali terjadi perubahan pada substrat. Keterangan ini memberikan cara-cara dasar untuk membedakannya dengan yang lain. Habitatnya pada lingkungan aquatik, tanah, makanan, air seni dan tinja (Pelczar, 1986). 2.5 Infeksi E.coli E. coli adalah nama sebuah kuman, atau bakteri, yang tinggal di tracts pencernaan manusia dan hewan. Ada beberapa jenis E. coli, dan kebanyakan dari mereka yang tidak berbahaya. Tetapi ada dapat menyebabkan diare berdarah. Ini disebut enterohemorrhagic E. coli (EHEC). Satu jenis disebut E. coli O157: H7. Dalam beberapa orang, jenis E. coli juga bisa menyebabkan anemia berat atau gagal ginjal, yang dapat mengakibatkan kematian. E. coli dapat menjadi daging selama pemrosesan. Jika daging yang terinfeksi tidak dimasak ke 160 ° F (71 ° C), bakteri dapat bertahan dan menulari Anda ketika Anda makan daging. Ini adalah cara paling umum orang di Amerika Serikat menjadi terinfeksi E. coli. Setiap makanan yang telah bersentuhan dengan daging mentah juga dapat menjadi terinfeksi. Makanan lainnya yang dapat terinfeksi E. coli termasuk: Susu mentah atau produk susu. Bakteri dapat menyebar dari sapi dari udders nya susu. Periksa label pada produk susu untuk memastikan mereka berisi

kata "pasteurized." Ini berarti makanan yang telah dipanaskan untuk menghancurkan bakteri. Bakteri juga dapat menyebar dari satu orang lain, biasanya ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan-nya dengan baik setelah gerakan usus. E. coli dapat menyebar dari orang yang terinfeksi ke tangan orang lain atau benda.

BAB 3. METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum “Analisis Bakteri Escherichia coli pada Danging Ikan ” adalah pada hari Kamis hingga Minggu 20-23 Mei 2010 bertempat di laboratorium analisis Politeknik Negeri Jember. 3.2 Alat dan Bahan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Alat Pisau Telanan Timbangan Erlenmeyer Tabung reaksi dan raknya Pipet ukur Pipet ball Lampu bunsen Aluminium foil Hot plate Sendok plastic Inkubator Sprayer Peralatan penunjang lainnya Bahan Ikan Laut: Ikan Tongkol dan Udang Ikan Tawar: Ikan Nila dan Ikan Gurame

3.3 Prosedur Pelaksanaan 3.3.1 Prosedur Pengujian Total Bakteri Pada Ikan Segar  Siapkan alat dan bahan  Ambil sebagian sample daging ikan  Cincang halus daging ikan tersebut  Timbang 10 gram cincang daging  Masukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 90 ml larutan NaCl 0,85%  Kocok erlenmeyer sampai larutan di dalamnya homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-1.

 Siapkan 6 buah tabung reaksi dan letakkan pada rak.  Isi tabung reaksi masing-masing dengan menggunakan larutan NaCl 0,85% sebanyak 9 ml.  Ambil 1 ml larutan dari erlenmeyer kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi pertama dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-2.  Ambil 1 ml larutan tabung reaksi pertama kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi kedua dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-3.  Ambil 2 ml larutan tabung reaksi kedua kemudian masukkan ke dalam 2 buah petri disk masing-masing 1 ml.  Tambahkan PCA ke dalam masing-masing petridisk sebanyak 12,5 ml  Ambil 1 ml larutan tabung reaksi kedua kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi ketiga dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-4.  Ambil 1 ml larutan tabung reaksi ketiga kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi keempat dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-5.  Ambil 2 ml larutan tabung reaksi keempat kemudian masukkan ke dalam 2 buah petri disk masing-masing 1 ml.  Tambahkan PCA ke dalam masing-masing petridisk sebanyak 12,5 ml  Ambil 1 ml larutan tabung reaksi keempat kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi kelima dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-6.  Ambil 1 ml larutan tabung reaksi kelima kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi keenam dan kocok sampai homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-7.  Ambil 2 ml larutan tabung reaksi keenam kemudian masukkan ke dalam 2 buah petri disk masing-masing 1 ml.

 Tambahkan PCA ke dalam masing-masing petridisk sebanyak 12,5 ml  Biarkan PCA dalam petri disk memadat  Setelah memadat balik petridisk kemudian bungkus menggunakan kertas buram  Simpan di dalam inkubator pada suhu 35-37oC selama 2 kali 24 jam.  Hitung koloni mikroorganisme yang terdapat pada media PCA 3.3.2 Prosedur pengambilan E. colli dari daging ikan  Siapkan alat dan bahan  Ambil sebagian sample daging ikan  Cincang halus daging ikan tersebut  Timbang 10 gram cincang daging  Masukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 90 ml larutan NaCl 0,85%  Kocok erlenmeyer sampai larutan di dalamnya homogen untuk membuat larutan pengenceran 10-1.  Ambil 2 ml larutan dalam erlenmeyer kemudian masukkan ke dalam 2 buah petri disk masing-masing 1 ml sebagai inokulum untuk menumbuhkan E. colli.  Tambahkan VRBA ke dalam masing-masing petridisk sebanyak 12,5 ml  Biarkan VRBA dalam petri disk memadat  Setelah memadat balik petridisk kemudian bungkus menggunakan kertas buram  Simpan di dalam inkubator pada suhu 30-32oC selama 2 kali 24 jam.  Amati apakah media agar VRBA mengandung koloni E. colli atau tidak.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Tabel 4.1.1 Tabel Hasil Pengamatan Bakteri Total dan Bakteri E. coli No. 1. 2. 3. 4. Jenis Ikan Ikan Nila Ikan Gurame Ikan Tongkol Udang Jumlah Koloni Bakteri Total 7,4 x 104 6,2 x 104 7,7 x 104 3,0 x 105 Bakteri E. coli + + + +

4.2 Pembahasan Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Sebagai contoh, sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air, maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadi spsies yang berbeda- beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi selyang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986). Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, suubstrat yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapng dan sebagainya. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang

telah resisten terhadap suatu antibiotik. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz, 1992). Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990). Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama- sama dengan bakteri saprob (Dwidjoseputro, 1990). Dalam teknik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana memperoleh suatu biakan yang murni, tetapi juga bagaimana memelihara serta mencegah pencemaran dari luar. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan mikroorganisme yang disebut dengan teknik inokulasi biakan (Dwijoseputro, 1998). Teknik inokulasi merupakan suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Dengan demikian akan diperoleh biakan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi. Pada praktikum ini akan dilakukan teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril untuk mempelajari mikrobiologi dengan satu kultur murni saja. Perhitungan jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat dan uji pelengkap. Waktu, mutu

sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Bakteri koliform dapat dihitung dengan menggunakan metode cawan petri (metode perhitungan secara tidak langsung yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat pada sampel) seperti yang dilakukan pada percobaan ini (Penn, 1991). Beratus-ratus spesies dapat menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit (Pelczar & Chan, 1986). Koliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan dan produkproduk susu. Bakteri koliform dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu koliform fekal (Escherchia coli) dan koliform non fekal (Enterobacter aerogenes) (Fardiaz, 1996). E. coli adalah bakteri koliform yang ada pada ikan, maka E. coli sering disebut sebagai koliform fekal. Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk berbagai macam penelaahan mikrobiologis. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menghitung jumlah mikroorganisme, akan tetapi secara mendasar, ada dua cara yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung (counting chamber). Sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa cara yaitu : perhitungan pada cawan petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui pengenceran, perhitungan jumlah terkecil atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter (cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, 1991). Jumlah masing-masing cawan diamati setelah inkubasi, cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni ialah yang mengandung antara 30 sampai 300 koloni, karena jumlah mikroorganisme dalam sampel tidak diketahui sebelumnya, maka

untuk memperoleh sekurang-kurangnya satu cawan yang mengandung koloni dalam jumlah yang memenuhi syarat tersebut maka harus dilakukan sederetan pengenceran dan pencawanan. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel asal ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan yang bersangkutan (Penn, 1991). Identifikasi biakan mikroorganisme seringkali memerlukan pemindahan ke biakan segar tanpa terjadi pencemaran. Pemindahan mikroorganisme ini dilakukan dengan teknik aseptik untuk mempertahankan kemurnian biakan selama pemindahan berulangkali. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dalam biakan cair atau padat. Kekeruhan dalam media agar menunjukkan terjadinya pertumbuhan mikroorganisme. Bila mikroorganisme menumpuk pada dasar tabung maka akan membentuk sedimen, sedangkan pada permukaan media agar pertumbuhannya terlihat sebagai pelikel (Lay, 1998). Pertumbuhan mikroorganisme dalam media agar seringkali menggambarkan aktivitas metabolismenya. Mikroba aerob obligat berkembang biak pada lapisan permukaan karena pada bagian ini kandungan oksigen tinggi. Selain dalam media cair, mikroorganisme juga memperlihatkan pertumbuhan dengan ciri tertentu dalam biakan padat. Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi (Dwijoseputro, 1998).

BAB 5. PENUTUP

Jumlah masing-masing cawan diamati setelah inkubasi, cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni ialah yang mengandung antara 30 sampai 300 koloni, karena jumlah mikroorganisme dalam sampel tidak diketahui sebelumnya, maka untuk memperoleh sekurang-kurangnya satu cawan yang mengandung koloni dalam jumlah yang memenuhi syarat tersebut maka harus dilakukan sederetan pengenceran dan pencawanan. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel asal ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan yang bersangkutan. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa teknik inokulasi merupakan teknik pemindahan bakteri ke dalam media dengan perlakuan khusus untuk mempertahankan kemurnian biakan bakteri. Teknik inokulasi dapat dilakukan dengan metode tuang pada agar datar (streak plate method) dan metode tuang pada agar miring (streak plate method). Proses inokulasi harus benar-benar aseptic atau steril supaya tidak terjadi kontaminasi oleh mikroorganisme lain. Pada hasil pengamatan metode tuang agar miring terlihat adanya titik-titik putih menyebar yang menandakan koloni bakteri E.coli biakan tumbuh.

DAFTAR PUSTAKA

Buckle,K.A., J.A. Davey, M.J. Eyles, A.D. Hocking, K.G. Newton, and E.J. Stuttard.1989. Foodborne Microorganisms of Public Health Significance. 4ed.. AIFST(NSW Branch).Australia. Cappuccino, J.G and N.Sherman. 1983. Microbiology: a Laboratory Manual. Adison-Wesley Publishing company: California Dwidjoseputro, S., 1992, Mikrobiologi Pangan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Dwidjoseputro, D. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan : Malang. Ferdias, S., 1992, Mikrobiologi Pangan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Pelczar, M.1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi I. Erlangga : Jakarta. Rohimat, I. 2002. Teknik Inokulasi Mycorrhizae arbuscular pada Bibit Jambu Mente. Buletin Teknik Pertanian Vol.7 Nomor 2. Hal : 80-83. Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum. MM Press: Malang. Winarni, D. 1997. Diktat Teknik Fermentasi. Program Studi D3 Teknik Kimia FTIITS : Surabaya. Widiyanti, Ni Luh Putu Manik, Ni Putu Ristianti. Analisis Kualitatif Bakteri Koliform Pada Depo Air Minum Isi Ulang Di Kota Singaraja Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 3 No 1, April 2004 : 64 - 73

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->