P. 1
Belajar-Pembelajaran

Belajar-Pembelajaran

|Views: 5,009|Likes:
Published by Rochman Hadi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rochman Hadi on Jun 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

1. Tidak terlalu cepat dalam penyampaian informasi
1. Tidak terlalu cepat dalam penyampaian informasi

satu ke yang lain (kesempatan rehearsal, dan
satu ke yang lain (kesempatan rehearsal, dan

tidak terdesak informasi berikutnya)
tidak terdesak informasi berikutnya)

2. Tidak terlalu banyak ide dalam satu kali
2. Tidak terlalu banyak ide dalam satu kali

penyampaian, kecuali telah ada informasi pengait
penyampaian, kecuali telah ada informasi pengait

dalam memori jangka panjang
dalam memori jangka panjang

3. Memberikan waktu/kesempatan berfikir ketika
3. Memberikan waktu/kesempatan berfikir ketika

harus menjawab pertanyaan
harus menjawab pertanyaan

Memori jangka panjang
Memori jangka panjang

memori

Jangka panjang

Pengulangan

& pengkodean

recall

Lanjutan

1. Memori jangka panjang merupakan bagian
1. Memori jangka panjang merupakan bagian

dari sistem memori untuk meyimpan informasi
dari sistem memori untuk meyimpan informasi

dalam kurun waktu yang panjang dengan
dalam kurun waktu yang panjang dengan

kapasitas yang besar
kapasitas yang besar

2.
2.informasi yang telah tersimpan dalam memori
informasi yang telah tersimpan dalam memori

jangka panjang tidak pernah akan terlupakan.
jangka panjang tidak pernah akan terlupakan.

Kemungkinan yang terjadi adalah kehilangan
Kemungkinan yang terjadi adalah kehilangan

kemampuan untuk menemukan kembali
kemampuan untuk menemukan kembali

(recall)
(recall)

Mengapa lupa ?
Mengapa lupa ?

1. Persepsi tidak diproses lebih lanjut
1. Persepsi tidak diproses lebih lanjut

2. Informasi dalam memori jangka pendek tidak
2. Informasi dalam memori jangka pendek tidak

ditranfer ke dalam memori jangka panjang
ditranfer ke dalam memori jangka panjang

3. Distorsi recall
3. Distorsi recall

4. Interferensi ( tercampur atau terdesak oleh
4. Interferensi ( tercampur atau terdesak oleh

informasi lain)
informasi lain)

Mengapa ingat ?
Mengapa ingat ?

1. Efek pertama (perhatian masih penuh) dan
1. Efek pertama (perhatian masih penuh) dan

efek terakhir (tidak terinferensi informasi
efek terakhir (tidak terinferensi informasi

lain)
lain)

2. Belajar informasi baru lebih mudah bila
2. Belajar informasi baru lebih mudah bila

sebelumnya telah mempelajari hal serupa
sebelumnya telah mempelajari hal serupa

E. TEORI KONSTRUKTIVISTIK
E. TEORI KONSTRUKTIVISTIK

Dasar pandangan
Dasar pandangan

Perubahan kognitif hanya terjadi
Perubahan kognitif hanya terjadi

jika konsepsi
jika konsepsi--konsepsi yang
konsepsi yang

telah dimiliki sebelumnya
telah dimiliki sebelumnyadiolah melalui suatu
diolah melalui suatu

proses ketidakseimbangan dalam upaya
proses ketidakseimbangan dalam upaya

memahami informasi baru
memahami informasi baru

Konsep belajar
Konsep belajar

Menurut teori konstruktivistik belajar merupakan
Menurut teori konstruktivistik belajar merupakan

proses individu
proses individu menghubungkan dan
menghubungkan dan

mengasimilasikan
mengasimilasikan pen

pengetahuan/kecakapan/
getahuan/kecakapan/

pengalaman yang telah dimilikinya
pengalaman yang telah dimilikinya dengan

dengan

pengetahuan/kecakapan/pengalaman
pengetahuan/kecakapan/pengalaman

baru
barusehingga terjadi rubahan/perkem
sehingga terjadi rubahan/perkem--

bangan
bangan

Prinsip teori kostruktivistik
Prinsip teori kostruktivistik

1.
1. pembelajaran sosial
pembelajaran sosial, siswa belajar melalui interaksi
, siswa belajar melalui interaksi

dengan orang dewasa dan teman sebaya
dengan orang dewasa dan teman sebaya yang lebih
yang lebih

mampu
mampu

2.
2. zona perkembangan terdekat
zona perkembangan terdekat, siswa belajar
, siswa belajar

konsep
konsep

paling baik apa bila konsep itu berada
paling baik apa bila konsep itu berada pada zona
pada zona

perkembangan terdekat
perkembangan terdekatmereka
mereka

3.
3. pemagangan kognitif

pemagangan kognitif, siswa secara bertahap
, siswa secara bertahap

memperoleh keahlian melalui interaksinya dengan
memperoleh keahlian melalui interaksinya dengan

mereka yang telah menguasai bidangnya
mereka yang telah menguasai bidangnya

4.
4. scaffolding

scaffolding, siswa diberikan tugas
, siswa diberikan tugas--tugas kompleks, sulit
tugas kompleks, sulit

dan
dan realistik untuk kemudian diberikan bantuan
realistik untuk kemudian diberikan bantuan

secukupnya untuk menyelesaikan tugas
secukupnya untuk menyelesaikan tugas--tugas tersebut
tugas tersebut

IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN
IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

1.
1.

Dasar pembelajaran adalah bahwa dalam diri siswa
Dasar pembelajaran adalah bahwa dalam diri siswa
sudah ada pengetahuan, pemahaman, kecakapan,
sudah ada pengetahuan, pemahaman, kecakapan,
pengalaman tertentu
pengalaman tertentu

2.
2.

Melalui proses pembelajaran siswa
Melalui proses pembelajaran siswa menambah
menambah,

, merevisi
merevisi,
,

atau
atau memodivikasi

memodivikasipengetahuan, pemahaman,
pengetahuan, pemahaman,
kecakapan, pengalaman lama menjadi pengetauan,
kecakapan, pengalaman lama menjadi pengetauan,

pemahaman, kecakapan, pengalaman yang baru ( proses
pemahaman, kecakapan, pengalaman yang baru ( proses

konstruksi)
konstruksi)

3.
3.Guru berperan memvasilitasi terjadinya proses
Guru berperan memvasilitasi terjadinya proses
konstruksi
konstruksi

Siswa

dengan pengetahuan,

pemahaman,

kecakapan, pengalaman

Skema Pembelajaran Berdasar Teori
Skema Pembelajaran Berdasar Teori

Konstruktivistik
Konstruktivistik

..

struktur kognitif lama

Siswa menambah

merevisi, memodivikasi

pengetahuan, pemahaman,

kecakapan, pengalaman,

proses pembelajaran

proses konstruksi

struktur kognitif

baru

peran guru :

menvalitasi terjadinya

proses kontruksi siswa

MOTIVASI BELAJAR DAN
MOTIVASI BELAJAR DAN

IMPLIKASINYA DALAM
IMPLIKASINYA DALAM

PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN

KASUS
KASUS

11..Beberapa siswa tetap bersemangat mengikuti
Beberapa siswa tetap bersemangat mengikuti

pelajaran, sementara yang lain ingin pelajaran
pelajaran, sementara yang lain ingin pelajaran

segera berakhir
segera berakhir

2.
2.Sebagian siswa bekerja keras mengerjakan tugas,
Sebagian siswa bekerja keras mengerjakan tugas,

sementara yang lainnya asyik bermain
sementara yang lainnya asyik bermain

3.
3.Terdapat siswa tidak puas dengan nilai B
Terdapat siswa tidak puas dengan nilai B

sementara yang lainnya cukup puas dengan nilai C
sementara yang lainnya cukup puas dengan nilai C

Apa yang dimaksud motivasi belajar ?
Apa yang dimaksud motivasi belajar ?

Motivasi belajar merupakan proses internal
Motivasi belajar merupakan proses internal
yang mengaktifkan, membimbing, dan
yang mengaktifkan, membimbing, dan

mempertahankan
mempertahankanperilaku belajar dalam rentang
perilaku belajar dalam rentang

waktu tertentu
waktu tertentu

Motivasi belajar adalah kekuatan yang
Motivasi belajar adalah kekuatan yang
mendorong seseorang untuk melakukan
mendorong seseorang untuk melakukan
aktivitas belajar
aktivitas belajar

Motivasi :
Motivasi :

Apa yang ..............
Apa yang ..............

membuat orang
membuat orang berbuat

berbuat

membuat orang
membuat orang tetap

tetap berbuat
berbuat

menetukan arah
menetukan arahperbuatan
perbuatan

APA URGENSI MOTIVASI
APA URGENSI MOTIVASI

BAGI
BAGI KEPENTINGAN BELAJAR
KEPENTINGAN BELAJAR

??

1.
1. Motivasi menentukan arah tindakan
Motivasi menentukan arah tindakan

seseorang dalam belajar ( analogi
seseorang dalam belajar ( analogi

seperti kemodi mobil)
seperti kemodi mobil)

2.
2.Motivasi menentukan
Motivasi menentukan

intensitas/kadar tindakan seseorang
intensitas/kadar tindakan seseorang

dalam belajar
dalam belajar

( analogi seperti mesin mobil)
( analogi seperti mesin mobil)

Jenis
Jenismotivasi meliputi apa saja ?
motivasi meliputi apa saja ?

1.
1.Dari segi sifat
Dari segi sifat

a. motivasi dasar
a. motivasi dasar ( dorongan untuk memenuhi
( dorongan untuk memenuhi

kebutuhan dasar hidup manusia yang bersifat
kebutuhan dasar hidup manusia yang bersifat

biologis/jasmaniah
biologis/jasmaniah))

b. motivasi sosial
b. motivasi sosial ( dorongan untuk memenuhi
( dorongan untuk memenuhi

kebutuhan sosial manusia )
kebutuhan sosial manusia )

c. motivasi religius
c. motivasi religius ( dorongan untuk memenuhi
( dorongan untuk memenuhi

kebutuhan religi )
kebutuhan religi )

2.
2.Dari segi sumber
Dari segi sumber

a.
a. Motivasi internal,
Motivasi internal,berfungsinya
berfungsinya

motivasi
motivasi karena bersumber dari
karena bersumber dari

dalam diri individu
dalam diri individu

b.
b. Motivasi eksternal,
Motivasi eksternal,berfungsinya
berfungsinya

motivasi karena bersumber dari
motivasi karena bersumber dari

luar diri individu
luar diri individu

Faktor
Faktor--faktor apa saja yang
faktor apa saja yang

mempengaruhi motivasi belajar ?
mempengaruhi motivasi belajar ?

1.
1.Faktor internal
Faktor internal

a. kepribadian siswa
a. kepribadian siswa

b. kemampuan
b. kemampuan

2.
2.Faktor eksternal
Faktor eksternal

a. karakteristik tugas
a. karakteristik tugas

b. insentif
b. insentif

c. perilaku guru
c. perilaku guru

d. setting pembelajaran
d. setting pembelajaran

APA TUGAS GURU TERKAIT
APA TUGAS GURU TERKAIT

DENGAN MOTIVASI BELAJAR ?
DENGAN MOTIVASI BELAJAR ?

MEMBANGKITKAN
MEMBANGKITKAN

MENGEMBANGKAN
MENGEMBANGKAN

MEMELIHARA
MEMELIHARA

MENINGKATKAN
MENINGKATKAN

MOTIVASI BELAJAR
MOTIVASI BELAJAR

SISWA
SISWA

BAGAIMANA CARANYA ?
BAGAIMANA CARANYA ?

1.
1.mengemukakan arti pentingnya
mengemukakan arti pentingnya

hal yang dipelajari
hal yang dipelajari

2.
2.mengkaitkan materi dengan latar
mengkaitkan materi dengan latar

belakang kehidupan siswa
belakang kehidupan siswa

3.
3.menimbulkan perasaan ingin
menimbulkan perasaan ingin

tahu (penasaran)
tahu (penasaran)

4.
4.penggunaan multi metode/
penggunaan multi metode/

media
media

5.
5.mengemukakan tujuan ( jelas, penting,
mengemukakan tujuan ( jelas, penting,

memungkinkan untuk dicapai)
memungkinkan untuk dicapai)

PRINSIP BELAJAR DAN
PRINSIP BELAJAR DAN

IMPLIKASINYA DALAM
IMPLIKASINYA DALAM

PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN

Bitmap Image

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
PENDEKATAN PEMBELAJARAN

(CBSA, PKP, PENDEKATAN ³LIFE
(CBSA, PKP, PENDEKATAN ³LIFE

SKILL´)
SKILL´)

suatu pendekatan dari perspektif aktivitas
suatu pendekatan dari perspektif aktivitas

guru dan siswa dalam
guru dan siswa dalam

kegiatanpembelajaran
kegiatanpembelajaran

B. Sifat CBSA
B. Sifat CBSA

CBSA bersifat NON dikotomis
CBSA bersifat NON dikotomis

tetapi bersifat kontinum
tetapi bersifat kontinum

lanjutan sifat CBSA
lanjutan sifat CBSA

aktivitasguru

rendah

tinggi

tinggi

ak

ti

vi

tas

sis

wa

diskusi

ceramah

C. Rasional
C. Rasional

1.
1.Aktivitas dalam diri pelajar
Aktivitas dalam diri pelajar
merupakan salah satu unsur dari
merupakan salah satu unsur dari
hakekat belajar
hakekat belajar

2.
2.Ragam pengalaman memperkuat
Ragam pengalaman memperkuat
efektivitas belajar
efektivitas belajar

Lanjutan Rasional CBSA
Lanjutan Rasional CBSA

3.
3.Keterlibatan dalam persoalan
Keterlibatan dalam persoalan

yang dipelajari merupakan sumber
yang dipelajari merupakan sumber

motivasi belajar siswa
motivasi belajar siswa

4.
4.Mengkonkritkan konsep abstrak
Mengkonkritkan konsep abstrak

sehingga mempermudah untuk
sehingga mempermudah untuk

dipelajari
dipelajari

5.
5.Hasil belajar optimal memerlukan
Hasil belajar optimal memerlukan

pengalaman langsung dan motivasi
pengalaman langsung dan motivasi

internal
internal

D. Ciri
D. Ciri ±±ciri
ciri

1.
1.Pembelajaran lebih berpusat pada
Pembelajaran lebih berpusat pada

siswa
siswa

2.
2.Guru berperan sebagai pembimbing
Guru berperan sebagai pembimbing

dalam
dalam mewujudkan terjadinya
mewujudkan terjadinya

pengalaman belajar
pengalaman belajar siswa
siswa

3.
3. Guru aktif melakukan tindakan
Guru aktif melakukan tindakan

pembelajaran

pembelajaran

4.
4. Siswa aktif melakukan tindakan
Siswa aktif melakukan tindakan

belajar
belajar

E. Idikator Kadar CBSA
E. Idikator Kadar CBSA ( Mc.
( Mc.

Keachie)
Keachie)

1.
1.Keterlibatan siswa dalam menentukan
Keterlibatan siswa dalam menentukan

tujuan
tujuan belajar

belajar ±±pembelajaran
pembelajaran

2.
2.Kadar afektif dalam belajar
Kadar afektif dalam belajar ±±

pembelajaran
pembelajaran

3.
3.Partisipasi siswa dalam belajar
Partisipasi siswa dalam belajar ±±

pembelajaran
pembelajaran

4.
4. Kohesivitas kelas
Kohesivitas kelas

Lanjutan indikator cbsa
Lanjutan indikator cbsa

5.
5.Perbuatan siswa yang
Perbuatan siswa yang

salah/kurang
salah/kurang relevan
relevan

6.
6. Keterlibatan siswa dalam
Keterlibatan siswa dalam

pengambilan keputusan

pengambilan keputusan

7.
7. Jumlah waktu yang digunakan
Jumlah waktu yang digunakan

untuk menanggulangi masalah
untuk menanggulangi masalah

siswa
siswa

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->