P. 1
MODUL PAI SMA KELAS XII

MODUL PAI SMA KELAS XII

4.7

|Views: 68,595|Likes:
Published by Abdurrahman,S.Ag
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU

More info:

Published by: Abdurrahman,S.Ag on Jun 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2015

pdf

text

original

Mawaris adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara pembagian harta
waris. Mawaris disebut juga faraid karena mempelajari bagian-bagian penerimaan yang sudah
ditentukan sehingga ahli waris tidak boleh mengambil harta waris melebihi ketentuan.
Adapun hukum mempelajarinya adalah fardu kifayalr. Setiap muslim atau muslimah
diperintahkan oleh agama untuk mempelajari ilmu faraid dan mengaj*arkannya kepada orang
lain. Rasulullah J . bersabda sebagai berikut yang artinya "Pelajarilah ilmu faraid dan ajarkanlah
dia kepada manusia karena faraid itu separuh ilmu, ia akan dilupakan orang kelak dan ia pulalah yang
mula-mula akan dicabut dari umatku."
(HR. Ibnu Majah dan Daruqutni)

Ilmu faraid, sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan Islam, bersumber kepada
AlQur’an dan hadis. Tujuan diturunkannya ilmu faraid adalah agar pembagian warisan
dilakukan secara adil, tidak ada ahli waris yang merasa dirugikan sehingga tidak akan terjadi
persclisihan atau perpecahan di antara ahli waris karena pembagian warisan.
Sebab-sebab seseorang dapat menerima harta warisan menurut Islam adalah

sebagai berikut :

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

141

1. Adanya pertalian darah dengan yang meninggal (mayat), baik pertalian ke bawah, ke atas
dan ke bawah, serta ke atas dan ke samping.
2. Adanya hubungan pernikahan, yaitu suami atau istri.
3. Adanya pertalian agama. Contoh, jika seorang hidup sebatang kara lalu meninggal, harta
warisnya masuk baitulmal.
4. Karena memerdekakan budak (wala').
Sebab-sebab seseorang tidak mendapat harta warisan sebagai berikut :
a. Hamba (budak), sebagaimana firman yang artinya " membuat perempamaan dengan
seorang budak sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun."

(QS. An-Nahl: 75)
b. Pembunuh, orang yang membunuh tidak dapat mewarisi harta dari yang dibunuh.
Sabda Rasulullah J :

"Yang membunuh tidak dapat mewarisi sesuatu dari yang dibunuhnya." (HR. Nasa'i)
c. Murtad dan kafir (orang yang keluar dari Islam), yaitu antara pewaris atau yang mati,
murtad salah satunya.
Rukun waris adalah sesuatu yang harus ada dalam pewarisan. Jika salah satu tidak ada,
tidak terjadi pewarisan. Rukun warisan ada tiga, yaitu sebagai berikut :
1) Adanya yang meninggal dunia, baik secara hakiki atau hukmi.
2) Adanya harta waris.
3) Adanya ahli waris, maksudnya ketika yang mewariskan meninggal dunia pada saat itu ahli
waris hidup, baik hakiki maupun hukmi.
Pemindahan hak dengan jalan waris-mewarisi bisa terjadi atau berlangsung jika
memenuhi syarat-syarat seperti berikut ini :
a. Matinya mawaris, orang yang akan mewariskan sudah benar-benar mati, baik mati hakiki,
hukmi, maupun takdiri.
b. Hidupnya waris, ahli waris masih benar-benar hidup pada saat mawaris meninggal.
c. Tidak ada penghalang untuk menerima harta waris. Apabila ada dari empat penghalang
sebagaimana disebutkan di atas, waris-mewarisi tidak akan terjadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->