P. 1
MODUL PAI SMA KELAS XII

MODUL PAI SMA KELAS XII

4.7

|Views: 68,233|Likes:
Published by Abdurrahman,S.Ag
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU

More info:

Published by: Abdurrahman,S.Ag on Jun 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2015

pdf

text

original

Talak artinya melepaskan ikatan. Dalam hubungannya dengan ketentuan hukum
perkawinan. Talak berarti lepasnya ikatan pernikahan dengan ucapan talak atau lafal lain yang
maksudnya sama dengan talak. Talak adalah hak suami. Artinya, istri tidak bisa melepaskan
diri dari ikatan pernikahan kalau tidak dijatuhi talak oleh suaminya.
Talak itu menurut hukum asalnya adalah makruh. Demikian pendapat ulama Syafi'iah
dan Hanbaliah. Pendapat mereka berasal dari sabda Rasulullah J . tentang perbuatan halal
yang paling dibenci di atas.
Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa pada dasarnya talak adalah haram. Mereka
beralasan dengan sabda Rasulullah saw yang artinya " mengutuk orang yang kawin hanya
bermaksud mencicipi dan sering mencerai istri."

Di samping makruh sebagai hukum asalnya, talak dapat menjadi wajib, sunah, atau
haram, karena alasan-alasan tertentu.
1. Wajib jika antara suami istri sering terjadi pertengkaran dan sudah diatasi dengan hakim
atau wasit (juru damai) dari kedua belah pihak, namun proses perdamaian tidak berhasil
mendamaikannya lagi. Akhirnya dicapai kesepakatan mengambil jalan terakhir, yaitu
bercerai.

2. Sunah, jika suami tidak sanggup lag] memberikan nafkah atau istri tidak dapat menjaga
kehormatannya.
3. Haram jika talak atau perceraian itu akan membawa kerugian bagi kedua belah pihak.

1. Macam-Macam Talak Ditinjau dari Segi Jumlah

Suami berhak menjatuhkan talak terhadap istrinya sampai tiga kali dalam tiga periode.
Pada talak satu dan dua, suami berhak merujuk (kembali lagi) kepada istrinya sebelum habis
masa iddahnya, atau kawin dengan akad baru apabila masa iddahnya sudah habis. Setelah
talak tiga, suami tidak boleh merujuk dan tidak boleh nikah lagi sebelum bekas istrinya
menikah dengan orang lain dan sudah dicampuri serta sudah dicerai oleh suami kedua secara
normal.
Jadi, dari segi jumlah talak yang dijatuhkan, talak dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Talak satu, yaitu talak yang pertama kali dijatuhkan dan hanya dengan satu talak;

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

63

b. Talak dua, yaitu talak yang dijatuhkan untuk yang kedua kalinya atau untuk pertama kali,
tetapi dengan dua talak sekaligus;
c. Talak tiga, yaitu talak yang dijatuhkan untuk yang ketiga kalinya atau untuk pertama kali,
tetapi tiga talak sekaligus.
Para ulama sepakat bahwa talak dua atau talak tiga yang dijatuhkan dalam waktu yang
berbeda akan jatuh talak dua atau talak tiga, tetapi mereka berbeda pendapat, apakah talak
dua atau talak tiga yang dijatuhkan sekaligus jatuh talak dua atau talak tiga. Jatuh talak satu,
atau talaknya tidak sah.

Jumhur ulama berpendapat bahwa talak demikian jatuh talak dua atau talak tiga.
Sebagian ulama di antaranya Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayim, dan Asy-Syaukani, berpendapat
bahwa talak demikian mengakibatkan hanya jatuh talak satu. Ulama lain di antaranya ulama
Zahiriyah, herpendapat bahwa talak demikian tidak sah sehingga satu talak pun tidak jatuh.

2. Macam-Macam Talak Ditinjau dari Segi Keadaan Istri

Ditinjau dari segi keadaan istri ketika suami menjatuhkan talak kepadanya, talak terbagi
menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Talak sunah, yaitu talak yang dijatuhkan kepada istri yang pernah dicampuri ketika ia:
1) dalam keadaan suci dan pada waktu suci belum dicampuri, atau
2) dalam keadaan hamil dan sudah jelas hamilnya.
b. Talak bid'ah, yaitu talak yang dijatuhkan kepada istri yang sudah pernah dicampuri ketika:
1) Ia dalam keadaan haid, atau
2) Ia dalam keadaan suci, tetapi pada waktunya suci itu sudah dicampuri. Talak bid'ah
hukumnya haram.
c. Talak bukan sunah dan bukan bid'ah, yaitu talak yang dijatuhkan kepada istri yang:
1) belum pernah dicampuri, atau
2) tidak berdarah haid karena masih kecil atau sudah berhenti masa haidnya.
Sebagian ulama memasukkan talak yang ketiga ini ke dalam talak sunah, karena mereka
membagi talak hanya kepada talak bid'ah dan talak sunah saja. Mereka mengatakan bahwa
selain talak bid'ah adalah talak sunah. Talak bid'ah adalah yang dilarang tetapi talaknya sah.
Sedangkan talak sunah adalah talak yang dibolehkan.

3. Macam-Macam Talak Ditinjau dari Segi Kebolehannya Rujuk atau
Kawin Kembali

Ditinjau dari apakah suami boleh rujuk kembali dan apakah suami boleh kawin kembali
dengan istri yang telah ditalaknya, talak terbagi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Talak raj'i, yaitu talak yang boleh dirujuk kembali sebelum masa iddahnya berakhir. Talak
satu dan talak dua kepada istri yang sudah pernah dicampuri. berfirman dalam Al-
Qur’an yang artinya "Talak (yang dapat rujuk) adalah dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi
dengan cara baik-baik atau menceraikannya dengan cara yang baik-baik pula."
(QS. Al-Baqarah:
229)

b. Talak ba'in, yaitu talak yang menghalangi suami untuk rujuk kembali.

Talak ba'in ada dua macam, yaitu sebagai berikut :

1) Talak ba'in kubra, yaitu talak tiga. Pada talak ba'in kubra ini suami tidak boleh rujuk dan
tidak boleh menikah lagi sebelum istrinya yang tertalak itu nikah dengan suami lain dan
sudah dicampuri kemudian diceraikan oleh suami kedua. Firman dalam Al-Qur’an.

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

64

"Kemudian jika si suami menolaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal
lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu
menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin
kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum
....

(QS. Al-Baqarah: 230)
2) Talak Win sugra, yaitu talak yang tidak boleh dirujuk lagi, tetapi mantan istri itu boleh
dinikahi kembali dengan akad dan mas kawin baru dan perempuan itu tidak arus kawin
dengan suami lain.
Termasuk talak ba'in sugra adalah sebagai berikut :
a. Talak yang dijatuhkan kepada istri yang belum pernah dicampuri.
b. Talak satu dan dua dijatuhkan kepada istri yang pernah dicampuri, tetapi dengan
tebusan dari pihak istri (khulu') kepada yang ketiga termasuk ba'in kubra.
c. Talak satu dan dua yang jatuh karena terjadi persengketaan yang tidak dapat
didamaikan itu iddahnya sudah habis.
d. Talak satu dan dua yang jatuh karena ia (sumpah).
Di samping macam-macam talak seperti yang telah dijelaskan di atas, ada satu jenis
perceraian yang menghalangi suami untuk rujuk maupun kawin kembali dengan istri yang
telah dicerainya, yaitu perceraian karena Wanita dan karena timbul sebab-sebab yang
merusak akad nikah secara resmi, seperti akan diterangkan dalam pembicaraan mengenai
fasakh.

4. Macam-Macam Talak Ditinjau dari Segi Cara Menjatuhkannya

Ditinjau dari cara menjatuhkannya apakah langsung dijatuhkan atau diisyaratkan dengan
sesuatu, talak dapat dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut.
1) Talak ghairu mu'allaq, yaitu talak yang tidak dikaitkan dengan sesuatu yang lain, atau
misalnya kata-kata suami kepada istriya, "Engkau telah saya talak", "Engkau tertalak",
dan sebagainya. Setelah kata-kata itu diucapkan, maka sccara hukum talak telah jatuh.
2) Talak mu'allaq, yaitu talak yang dikaitkan dengan scsuatu syarat tertentu. Talak
Mu'allaq in] jatuh ketika syarat yang disehutkan itu terwujud. Misalnva, suami berkata
"Engkau tertalak apabila engkau meninggalkan shalat" atau "Engkau tertalak apabila
aku tidak memberimu uang belanja sebulan". Selanjutnya, talak itu jatuh pada saat
istrinya meninggalkan shalat, atau genap scbulan lamanya suami itu tidak memberi
uang belanja. Persyaratan yang dikaitkan dengan jatuhnya talak ini disebut ta'liq talak.
Sudah dijelaskan bahwa perceraian (talak) itu hukumnya mubah (boleh), tetapi bukan
merupakan Plan yang harus selalu ditempuh, perceraian adalah jalan terakhir apabila tidak
ada jalan lain untuk damai. Selama masih ada jalan lain yang bisa ditempuh, sebaiknya
perceraian tidak dilaksanakan. Sabda Rasulullah J .

"Perbuatan yang halal yang paling dibenci adalah talak." (HR. Abu Daud dan Hakim).
Hadis ini mengisyaratkan jika timbul masalah dalam hubungan suami istri, sebelum
ditempuh penyelesaian dengan perceraian, harus diusahakan pemecahan yang
memungkinkan rukun kembali hubungan mereka. Sebelum jatuh talak, harus dipikirkan

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

65

terlebih dahulu secara matang, semua aspek keuntungan dan aspek kerugiannya, sisi manfaat
serta sisi mudaratnya. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi penyesalan di kemudian
hari.

Itulah prinsip yang harus dipegang dalam penyelesaian masalah yang mengancam
kelangsungan atau keutuhan rumah tangga. Kadang-kadang terjadi pula, talak dijatuhkan
setelah mempertimbangkan untung ruginya serta positif dan negatifnya, tetapi setelah
bebcrapa waktu berlaku, timbul perkembangan baru yang membuat salah satu pihak
menyesali perbuatannya.

Jika terjadi keadaan demikian, langkah untuk kembali mcnyambung ikatan perkawinan
masih tersedia, yaitu rujuk, jika talaknya talak raj'i dan perempuan masih dalam masa iddah.

Dalam syariat tentang rujuk itu terkandung banyak manfaat, antara lain :

a. Rujuk akan Mewujudkan Islah

lslah adalah perdamaian setelah terjadi perpecahan atau perselisihan, jatuhnya talak dalam
suatu perkawinan berarti terjadinya perpecahan suami dan istri. Dengan rujuk perpecahan
dapat diperbaiki kembali. Seperti diketahui, agama Islam menganut prinsip bahwa
antarmukmin itu terjalin hubungan persaudaraan, termasuk suami dan istri. Jadi, tidaklah
layak jika di antara sesama saudara itu terjadi perpecahan. Andaikata karena suatu sebab
perpecahan itu tcrjadi juga, diusahakan kedua belah pihak melakukan islah atau perdamaian,
sebagaimana diperintahkan dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah kedua saudaramu, dan
bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."
(Al-Hujaraat: 10)

b. Rujuk akan Menghindari Pecahnya Hubungan Kerabat

Di antara akibat buruk yang ditimbulkan perceraian adalah pecahnya ikatan kekeluargaan
antarkeluarga dari pihak istri dan pihak suami. Dengan melakukan rujuk berarti terikat
kembali hubungan kekeluargaan yang sempat retak akibat perceraian itu sehingga tercipta
kembali untuk menciptakan persatuan dan persaudaraan di kalangan umat Islam.

c. Rujuk akan Menghindarkan Terbengkalainya Pendidikan Anak

Akibat buruk lain yang timbul karena perceraian adalah terbengkalainya
pendidikan anak. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak contoh pendidikan anak-anak yang
orang tuanya bercerai menjadi kurang terurus sebagaimana mestinya. Dengan rujuk kembali,
berarti akan terhindar dari akibat buruk yang pengaruhnya akan terus sampai menjadi
dewasa.

d. Rujuk akan Menghindarkan Gangguan Jiwa (Stres)

Perceraian walaupun dilakukan dengan pertimbangan matang, sedikit atau banyak pasti
akan mengganggu ketenangan jiwa, baik bagi suami, istri, maupun anak-anak yang jiwanya
tidak teratasi dengan baik akan membawa pengaruh terhadap diri yang bersangkutan.
Pengaruh itu, seperti stres (tekanan jiwa), kekecewaan, dan kesedihan. Dengan rujuk akan
terhindarlah kemungkinan timbulnya akibat buruk tersebut dan semua pihak yang
bersangkutan akan mendapatkan kembali ketenteraman jiwanya.

e. Rujuk dapat Menghindarkan Perbuatan Dosa

Sudah dijelaskan bahwa di antara macam-macam talak ada yang hukumnya haram, yaitu
talak bid'i, talak dijatuhkan ketika istrinya dalam keadaan haid atau dalam keadaan suci tapi
telah dicampuri. Dengan adanya syariat rujuk, maka suami yang terlanjur menceraikan
istrinya, dengan talak hid'i dapat merujuk kembali istrinya, kemudian menalaknya kembali
dengan talak sunni atau bahkan meneruskan perkawinan. Dengan demikian, suami telah
terhindar dari perbuatan dosa yang dilarang oleh agama.

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

66

f. Rujuk Memungkinkan Suami Menunaikan Kewajiban yang Ditinggalkan Karena
Perceraian

Suami yang beristri lebih dari satu orang mempunyai kewajiban untuk memberikan
giliran pada istri-istrinya dengan adil. Jika terjadi perceraian sebelum hak istrinya yang dicerai
itu dipenuhi, berarti suami telah melalaikan kewajibannya, dan kewajiban ini tidak dapat
ditunaikan lagi seandainya rujuk. Suami yang beristri lebih dari satu kemudian menalak salah
satunva sebelum hak gilirannya dipenuhi wajib merujuknya kembali kemudian memenuhi
kewajibannya memberikan giliran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->