P. 1
MODUL PAI SMA KELAS XII

MODUL PAI SMA KELAS XII

4.7

|Views: 68,425|Likes:
Published by Abdurrahman,S.Ag
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU
KUNCI MENDAPATKAN ILMU ADALAH DENGAN CINTA ILMU
CINTA GURU
CINTA BUKU

More info:

Published by: Abdurrahman,S.Ag on Jun 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2015

pdf

text

original

Umat Islam Indonesia yang menjadi penduduk mayoritas, yaitu 90%, dari seluruh
bangsanya, memiliki arti penting dalam menentukan maju mundurnya kehidupan bangsa ini.
Maka, setelah Indonesia merdeka, tugas terpenting adalah mengisi kemerdekaan itu dengan
kerja keras untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia.
Dari tugas yang harus dihadapi, maka syarat penting yang tidak bisa diabaikan adalah
persatuan umat dalam membangun bangsanya. Usaha-usaha yang dilakukan oleh umat Islam
bersama pemerintahnya dapat kita lihat dari hal-hal sebagai berikut :

1. Umat Islam Mempunyai Peranan Penting dalam Usaha Mempersatukan Bangsa

a. Pada tahun 1960, berusaha menccgah gagasan nasakom dan pada tahun 1965
mengusulkan pembubaran PKI untuk menyelamatkan Pancasila dan kesatuan
bangsa.

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

82

b. Memelopori pembentukan "Front Pancasila" yang kemudian diteruskan dengan
pemberantasan G30S PKI sebagai landasan lahirnya Orde Baru.
c. Majelis Ulama Indonesia (MUI) didirikan sehubungan dengan tugasnya yang utama,
yaitu memberikan pertimbangan mengenai kehidupan beragama kepada pemerintah
dan menjadi penghubung antara pemerintah dengan ulama.
d. Untuk memperkuat ideologi Pancasila, umat Islam memajukan pendidikan umum
dan pendidikan agama dalam mencerdaskan bangsa dan kesadaran bernegara serta
memperkokoh persatuan dan kesatuan.

2. Pembentukan Lembaga untuk Kesatuan dan Kemajuan

Untuk mencapai kesatuan dan kemajuan, umat Islam membentuk lembaga-lembaga baik
berupa organisasi sosial maupun lembaga-lembaga pendidikan, seperti berikut.

a. Majelis Ulama Indonesia (MUI)

MUI didirikan pada tanggal 26 Juli 1975, pertama kali diketuai oleh Prof. Dr. Hamka,
hingga tahun 1981, kemudian diketuai oleh K.H. Syukri Ghozali, setelah beliau wafat maka
diganti oleh K.H. Hasan Basri, dan kini dipimpin oleh K.H. Umar Sihab.
Tujuan utama dari Majelis Ulama Indonesia adalah "menjadi penerjemah serta
menyampaikan pikiran-pikiran dan kegiatan pembangunan nasional dan daerah kepada
masyarakat".

b. Nahdlatul Ulama (NU)

Organisasi Nahdlatul Ulama ini bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah, terutama
dalam pembinaan pesantren-pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

c. Muhammadiyah

Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan, mendirikan
sekolah-sekolah umum dan sekolah-sekolah agama di berbagai tempat dan banyak
mendirikan panti asuhan serta rumah sakit.

d. Organisasi Mahasiswa Islam

Organisasi Mahasiswa Islam berkembang sesuai dengan semakin majunya dunia
perguruan tinggi dan semakin banyaknya generasi muda Islam dari golongan terpelajar.
Mereka menghimpun diri dalam wadah organisasi mahasiswa, di antaranya sebagai berikut:
1. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
2. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
3. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

e. Organisasi Pelajar Islam

1. PII (Pelajar Islam Indonesia)
2. IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
3. IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)
4. IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)

f. Organisasi Islam yang Lain

1. GUPPI (Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam)
2. MDI (Majelis Dakwah Islamiyah)
3. MMI (Majelis Muslimin Indonesia)
4. GP. Anshar, IPM, Pemuda Muslimin
5. HSBT (Himpunan Seni Budaya Islam), Remaja Masjid, dan sebagainya.
Dalam sejarah Indonesia umat Islam mempunyai peranan penting, baik dalam
mempertahankan negara Republik Indonesia maupun dalam membangun negara Republik
Indonesia.

Selama lebih kurang tiga setengah abad, Indonesia meringkuk dalam cengkeraman
penjajah. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah itu semuanya mengalir ke tangan

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

83

penjajah. Kemudian penjajah itu bukan saja menjajah ekonomi dan politik bangsa, tetapi juga
menjajah hak asasi bangsa Indonesia yang paling dasar bagi umat Islam, yaitu menjajah
paham-paham agama Islam untuk ditukar dengan paham Komunisme, Liberalisme, dan
agama lain.

Sejak semula, api kepahlawanan berkobar menentang penjajah. Ini merupakan ciri
semangat jihad umat Islam yang sama sekali bertentangan dengan ide-ide penjajah maupun
tekanan-tekanan yang menimpa kepada umat Islam. Perlawanan umat Islam terhadap
penjajah itu sudah dimulai sejak bangsa-bangsa asing tersebut mencengkeram bangsa
pribumi. Dalam abad ke-17 sampai 19 perlawanan umat Islam sudah nyata digerakkan dan
dipelopori oleh tokoh-tokoh pahlawan Islam, seperti Sultan Agung (Mataram), Sultan Ageng
Tirtayasa dan Kyai Tapa (Banten), Sultan Hasanudin (Makassar), Teuku Cik Ditiro (Aceh),
Teuku Imam Bonjol (Minangkabau), dan para kyai di seluruh pondok pesantren, terutama di
kalangan santri-santri di Pulau Jawa.
Di waktu bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945,
musuh-musuh RI masih berusaha menggagalkan arti dari proklamasi kemerdekaan tersebut.
Untuk mempertahankan proklamasi, Rois Akbar NU, K.H. Hasyim Asy'ari, menyerukan
resolusi jihad. Dengan dicetuskannya resolusi jihad, semangat umat Islam membela
kemerdekaan berkobar di seluruh tanah air. Pemuda-pemuda Islam menggabungkan diri ke
dalam pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh Zainal Arifin, orang Islam dari kalangan awam
bergabung di dalam barisan "Sabilillah" di bawah pimpinan K.H. Masykur. Para kyai
bergabung dalam barisan Mujahidin di bawah pimpinan K.H. Wahab Hasbullah.
Dalam kancah revolusi Indonesia 1945-1949, mereka menjadi pengawal revolusi dengan
merebut persenjataan Jepang untuk melawan agresi sekutu, terutama pada pertempuran 10
Nopember 1945 di Surabaya. Kemudian mereka terbentuk dalam Badan Keamanan Rakyat
(BKR), akhirnya menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada waktu Belanda menyerbu Yogyakarta tanggal 19 Desember 1948, menurut
perhitungan politik Bung Karno, Syahrir, H. Agus Salim, Muhammad Roem, As-Saat, dan
pemimpin lainnya membiarkan diri untuk ditangkap Belanda dan diasingkan ke Prapat dan
Bangka. Sedangkan Panglima Soedirman harus keluar kota memimpin perang gerilya, dan
Mr. Syarifuddin Prawiranegara menjalankan mandat memimpin pemerintah darurat Republik
Indonesia di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Dalam proklamasi kemerdekaan RI, secara jelas dapat digariskan peranan umat Islam

sebagai berikut :
1. Sumber proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
Piagam tersebut kemudian menjadi pembukaan UUD 1945 dengan perubahan beberapa
kata. Sedangkan mengenai sumbangan isi dan penandatanganan Piagam Jakarta itu,
tokoh-tokoh Islam mempunyai peranan penting atas penandatanganannya tersebut.
2. Pada saat kemerdckaan Indonesia diproklamirkan juga dihadiri oleh tokoh-tokoh umat

Islam.

3. Masih dalam suasana Proklamasi, pada tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI memilih
Bung Karno sebagai Presiden RI dan Bung Hana sebagai wakil presiden. Dalam sidang
tersebut juga membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan Mr.
Kasman Singodimejo sebagai ketuanya. Jadi, umat Islam mempunyai peranan besar
dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

3. Peran dalam Pembangunan

Sejarah Islam Indonesia sejak abad ke-16 telah mencatat perkembangan Islam Indonesia
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menanamkan jiwa-jiwa keagamaan dan nilai-nilai

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

84

persatuan. Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas bangsa ini adalah corak baru yang
memberi semangat hidup untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia.
Bukti nyata dari kemajuan tersebut adalah adanya kerajaan-kerajaan Islam yang menjadi
pusat pengembangan masyarakat baru Indonesia dengan Islam sebagai ajaran kehidupan
yang mengeram dalam jiwa bangsa Indonesia. Hingga pada saat bangsa ini dijajah, ternyata
dengan semangat Islam bangsa ini maju terus, pantang menyerah untuk merebut
kemerdekaannya.

Pada saat kemerdekaan tiba, umat Islam secara bersama-sama atas nama bangsa ini,
menyusun Undang-Undang Dasar 1945 beserta pembukaannya maupun Piagam Jakarta 22
Juni 1945 yang ditandatangani oleh sembilan orang pemimpin bangsa Indonesia.
Pada tahun 1969 bangsa Indonesia memulai Pembangunan Lima Tahun Pertama (1969-
1973) untuk mengisi kemerdekaan yang telah ditegakkan atas dasar Pancasila. Umat Islam
secara konsekuen melaksanakan dan berpartisipasi secara aktif menyukseskan pembangunan
bersama-sama pemerintah.
Peran umat Islam yang paling tampak justru di bidang pembangunan mental bangsa
Indonesia. Lembaga-lembaga swadaya yang bergerak di bidang pembangunan ini banyak
didirikan oleh umat Islam terutama para kyai, seperti didirikannya pondok-pondok pesantren
dan sebagainya.

4. Peran dalam Ketahanan dan Kesatuan

Umat Islam mempunyai peran dalam memperkokoh ketahanan dan kesatuan bangsa
Indonesia. Peran itu terdapat dalam usaha-usaha sebagai – berikut:
a. Dalam pemerintahan Soekarno tahun 1960, umat Islam mencegah terlaksananya
gagasan Nasakom.
b. Setelah meletusnya G30/SPKI tanggal 5 Oktober 1965, umat Islam pertama kali
mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar PKI dibubarkan guna menyelamatkan
Pancasila.

c. Umat Islam memelopori terbentuknya Front Pancasila, kemudian diteruskan dengan
lahirnya kesatuan-kesatuan aksi penghapusan G30S/ PKI sebagai landasan lahirnya
Orde Baru atau orde pembangunan.
d. Untuk memperkuat ketahanan nasional dan kesatuan bangsa, semua partai Islam
Indonesia berfusi ke dalam satu wadah dengan nama "Partai Persatuan
Pembangunan" tahun 1973.
e. Majelis Ulama Indonesia berperan sehubungan dengan tugas-tugasnya, yaitu
1) memberikan bahan pertimbangan mengenai kehidupan beragama kepada
pemerintah;
2) menjadi penghubung antara pemerintah (umara) dengan tokoh-tokoh agama

(ulama).
f. Umat Islam secara intensif memberikan pendidikan agama kepada rakyat melalui
sckolah-sekolah negeri dan swasta, ceramah atau pengajian, pondok pesantren,
lembaga-lembaga penelitian masyarakat, dan lembaga penclitian ekonomi. Hal itu
merupakan suatu usaha memperkuat ideologi Pancasila dan memperkuat pendidikan
serta ckonomi bangsa, yang berarti membentengi Pancasila dan memperkokoh
ketahanari dan kesatuan bangsa.

5. Peranan Umat Islam dalam Persatuan bagi Kepentingan Dunia Islam

Persatuan umat Islam Indonesia menjadi sangat penting dilihat dari segi kepentingan
dunia Islam pada umumnya. Hal tersebut di atas dapat diamati dari berbagai segi
kepentingan dunia dewasa ini.

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

85

a. Kepentingan Kebangkitan Dunia Islam

Dalam kepentingan kebangkitan dunia Islam, suatu hal yang nyata telah terbukti, tetapi
bukti-bukti kebangkitan yang telah diproklamirkan oleh umat Islam scluruh dunia itu
menjadi terhambat ketika umat Islam mengalami krisis kesatuan.
Dunia Islam menjadi kecut ketika terjadi perang saudara di antara dua negara Islam, yaitu
Iran-Irak sejak tahun 1979, kemudian disusul lagi perang saudara antara umat Islam di
Lebanon. Kebangkitan untuk menghadapi tantangan dan kekuatan dari luar akan hilang dan
lumpuh dalam waktu yang cepat bila umat Islam selalu terpecah-pecah, baik dalam negeri
seperti terjadi di Lebanon maupun antara sesama negara Islam seperti Iran-Irak.

b. Kepentingan Ekonomi, Sosial, dan Politik

Kepentingan ekonomi dan sosial merupakan dambaan masyarakat Islam terutama di
negara-negara miskin, baik di Asia maupun di Afrika. Bila kemiskinan tidak dapat diatasi,
akan mengakibatkan kelemahan ekonomi bangsa. Bila ekonomi bangsa lemah dan rawan,
yang terjadi adalah bangsa itu akan dikuasai oleh bangsa-bangsa lain, seperti halnya pada
abad ke-17 sampai akhir abad 19, negeri-negeri Islam terjajah oleh negara-ncgara Barat yang
mempunyai kekuatan ekonomi.
Persatuan dalam kepentingan dunia Islam yang berhubungan dengan kekuatan ekonomi
negara-negara Islam telah terbentuk, namun negaranegara Islam sclama ini masih berdiri
sebagai konsumen dari negara-negara industri Barat. Oleh karena itu, suatu tatanan ekonomi
menuju ekonomi mandiri dalam mengelola industri dalam negeri Islam adalah amat penting
untuk melepaskan diri dari ketergantungan negara-negara industri Barat, terutama sangat
ketergantungannya pada negara super power, yaitu Amcrika Serikat.
Negara-negara Islam perlu menggalakkan perekonomian rakyatnya, terutama dalam
mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya haruslah dikelola oleh
tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang bekerja secara profesional. Pekerja-pekerja profesional kita
masih sangat terbatas, ahli-ahli teknik banyak didatangkan dari luar sehingga negara-negara
Islam harus membayar upah pada ahli dari luar itu dengan harga sangat mahal.
Dewasa ini perkembangan umat Islam di Indonesia amat menggembirakan, perbedaan
paham antara pemerintah dengan agama sudah tidak ada. Umat Islam telah sejalan dan telah
kuat untuk bersama-sama seluruti lapisan masyarakat Indonesia menuju tinggal landas dalam
pembangunan bangsa. Umat Islam Indonesia telah memahami kepentingannya dalam
memajukan hidup bermasyarakat, bernegara, dan beragama. Perbedaanperbedaan paham
antara sesama penganut umat Islam semakin hilang. Masalah-masalah khilafah menjadi tidak
menarik dibicarakan, sebab hanya akan menghabiskan energi umat yang seharusnya
dipergunakan untuk membahas masalah yang menjadi tantangan serius dunia dewasa ini.
Gagasan tokoh-tokoh Islam dari kalangan intelektual yang berpendidikan universitas,
semakin tampak dipahami oleh kalangan umat. Begitu pula gagasan para ulama semakin
diperhatikan oleh pemerintah maupun oleh umat Islam pada umumnya. Dengan demikian,
terjadi hubungan yang harmonis antara umat dengan pemerintahnya, antara umat dengan
ulamanya, dan antara ulama dengan umara.
Dewasa ini di Indonesia banyak dilakukan pengembangan pendidikan Islam, seperti
univcrsitas-universitas Islam, pesantren-pesantren modern, pengiriman sarjana-sarjana,
mahasiswa, dan pelajar Islam Indonesia ke luar negeri, semata-mata untuk kepentingan umat
Islam.

@bdurrahman,S.Ag SMA Kelas XII

86

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->