P. 1
Jurnal Bahasa Indonesia

Jurnal Bahasa Indonesia

|Views: 529|Likes:
Published by adicepe

More info:

Published by: adicepe on Jun 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

PENGUASAAN TEORITIK DASAR ELEKTRONIKA MELALUI HASIL PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN TEORI DASAR ELEKTRONIKA DI SMKN 39 JAKARTA

Oleh : Ryzky Tiara Putra ABSTRACT The purpose of this research is to improve the quality of learning by achieving optimal learning outcomes in order to improve and enhance the quality of teaching and learning in the classroom.This study uses a quantitative approach to obtain data and analysis through reflective studies, parsitipatif and collaborative. Program's development was based on data and information from students, teachers and classes are naturally social settings through the four stages of classroom action research cycle to improve the student learning outcomes and activities carried Classroom Action Research (CAR) using the method of theoretical mastery of basic electronics through results practice. The study is targeted EI2 tenth grade students (one of two industrial electronics) SMK N 39 Jakarta, on odd semester 2009/2010 academic year. Keyword : Teori dasar Elektronika, Praktik Elektronika telah menerapkan program pemerintah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah suatu lembaga jawab pendidikan untuk yang dalam meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pemerintah (KTSP). telah Secara khusus struktur

bertanggung

mencetak

Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan keterampilan akademis khusus.Dengan sekaligus menguasai

merancang

kurikulum tersebut menjadi tiga komponen yang bersifat : Normatif ; berperan dalam pembentukan watak manusia Indonesia.

teori dan praktik, setiap lulusan SMK diharapkan industri. Salah satu Sekolah Menengah mampu bersaing didunia

Adaptif ; berperan dalam penamaan dasar dan pengembangan kemampuan profesi.

Kejuruan (SMK) yang ada di Indonesia, khususnya di Jakarta, yaitu SMKN 39, Jakarta Pusat. Sekolah tersebut adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang telah banyak menghasilkan tenaga kerja dan

Produktif ; berperan dalam pembekalan keterampilan produktif sesuai dengan

kebutuhan dunia kerja.

Keterampilan

praktik

elektronika

harus

dijawab

oleh

siswa

untuk

merupakan kemampuan yang harus dimiliki seseorang melalui proses belajar yang melibatkan kemampuan kognitif dan sikap yang diekspresikan dalam kegiatan praktek elektronika dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia. Oleh karena itu, untuk mencapai kemampuan praktek elektronika harus melibatkan koordinasi afektif kondisi antara dan fisik

mengembangkan kemampuan teori siswa. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perumusan masalah dapat disimpulkan yaitu: Apakah dengan

pendekatan praktik dapat meningkatkan penguasaan teori siswa tentang dasar elektronika? Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitiannya adalah 1. Ingin mengetahui kemampuan siswa

kemampuan psikomotorik

kognitif, dengan

lingkungan kerja secara interaktif. Berdasarkan pemasalahan yang

dalam

menguasai dapat

teori

dasar

telah dikemukakan, peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dalam penguasaan teoritik dasar elektronika melalui hasil praktik sehingga dalam kesempatan sekali praktik bisa mengembangkan teori seputar materi yang terkait. Guru memberikan dua JobSheet setiap praktik berlangsung, Job Sheet kedua dibuat untuk pengamatan mnggunakan alat ukur. Hal ini disebabkan karena fasilitas praktik yang kurang, dalam hal ini

elektronika

meningkatkan

berdasarkan berbagai pendekatan praktik? 2. Ingin mengetahui seberapa besar keaktifan siswa dalam berdiskusi secara kelompok melalui penugasan dalam Job Sheet? 3. Ingin mengetahui seberapa tinggi hasil belajar siswa dengan

penguasaan teori tentang dasar eletronika berdasrakan berbagai

penggunaan alat ukur AVO meter, sehingga bisa di gunakan secara bergantian.Didalam Job Sheet terdapat teori singkat, langkah kerja, pengisian tabel dan pertanyaan yang

pendekatan praktik? 4. Ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat kepuasan siswa dalam

kegiatan praktikum?

Bagi mahasiswa lain yang ingin meneliti suatu penelitian tindakan kelas diharapakan peneliti ini dapat menjadi bahan masukan dan referensi untuk penelitian sejenis. Pada memiliki dasarnya rasa dan setiap keinginan manusia untuk

Menurut Yuaelawati yang mengutip dari pernyataan Bloom mengatakan bahwa hasil belajar sebagai tujuan pendidikan yang hendak dicapai dapat diklasifikasikan

menjadi tiga bidang yaitu : 1. Kognitif, memperoleh tujuannya pengetahuan yaitu fakta

mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, dan selalu ingin mengetahui yang baru terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya.Dari situlah timbul suatu sikap dan keinginan untuk belajar dari

atau ingatan, pemahaman, aplikasi dan kemampuan berfikir analisis, sintesis dan evaluasi. 2. Afektif, tujuannya yaitu memperoleh sikap, apresiasi dan karakteristik. 3. Psikomotor, tujuannya yaitu

pengalaman selama hidupnya.Belajar pada umumnya dilakukan seseorang sejak

mereka lahir di dunia. Berdasarkan teori yang telah di kemukan oleh para ahli , belajar dapat disimpulkan sebagai proses usaha yang dilakukan oleh individu (manusia) untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, secara keseluruhan, secara sadar, sengaja, mempunyai tujuan, sebagai hasil

keterampilan fisik yang berkaitan dengan keterampilan gerak maupun ekspresi verbal maupun non-verbal. Penilaian autentik adalah

pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian

pembelajaran yang di lakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau

pengalaman induvidu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan nya. Hasil belajar merupakan indikator dari keberhasilan pencapaian tujuan

menunjukan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan

(kompetensi) telah benar-benar di kuasai dan di capai. Penilaian autentik merupakan penggunaan berbagai strategi penalarannya

pengajaran yang ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional.

yang akan merefleksikan hasil belajar sesungguhnya. Penilaian autentik berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, keterkaitan mengharuskan dan membangun dan

tingkat yang lebih tinggi saat mereka menganalisis, mengidentifikasi maslah, memadukan, menciptakan

solusi, dan menghubungkan sebab akibat, menerima tanggung jawab dan membuat pilihan, berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain dalam mengerjakan tes, Penelitian tindakan berasal dari istilah bahasa Action Research.Dari

kerjasama,

menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi.Pengujian standar (ujian nasional, ulangan umum) dan penilaian dalam bentuk angka bersifat ekslusif dan sempit, bersifat

namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilkakukan di kelas.

sementara inklusif.

penilaian

autentik

Penilaian

autentik

meningkatkan

Dengan pengertian

menggabungkan tiga kata inti,

batasan yaitu (1)

pembelajaran dalam banyak hal. Pengujian standar bersifat eksklusif dan sempit. Sementara penilaian autentik yang bersifat inklusif memberi keuntungan kepada siswa dengan memungkinkan mereka

penelitian, (2) tindakan dan (3) kelas, segera dapat tindakan disimpulkan kelas bahwa merupakan penelitian suatu

pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa. Penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya empat langkah penting,

mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka, mengungkapkan dan memperkuat

penguasaan kompetensi mereka seperti mengumpulkaninformasi, menggunakan

sumber daya, menangani teknologi, dan berfikir secara sistematis, menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri, dunia mereka, dan masyarakat luas, mempertajam keahlian berfikir dalam

pengembangan plan (perencanaan), act

(tindakan), observe (pengamatan), dan reflect (perenungan) atau disingkat PAOR yang dilakukan atas secara intensif dan yang

subjek penelitian dan telah dicatat dalam observasi. PTK merupakan penelitian yang dianjurkan untuk dilakukan guru. Dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 disebut kan sebagai salah satu kompetensi guru mata pelajaran dalam mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan

sistematis mengerjakan

seseorang

pekerjaan

sehari-harinya.

Keempat langkah penting tersebut dapat diuraikan secara singkat seperti berikut : Rencana Rencana merupakan serangkaian

tindakan

reflektif.

Berbeda

dengan

tindakan terencana untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Tindakan Langkah kedua yang perlu

penelitian lainnya, maka PTK bertujuan memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru di kelas.secara adamasalah

profesional.Tanpa

diperhatikan adalah langkah tindakan yang terkontrol secara seksama. Tindakan dalam penelitian tindakan harus hati-hati dan merupakan terencana. Observasi Observasi pada penelitian tindakan mempunyai fungsi mendokumentasi kegiatan praktis yang

pembelajaran yang nyata di kelasnya, maka tak perlu dilakukan PTK oleh guru. Karakteristik utama PTK adanya refleksi guru atas tindakan yang dilakukan setelah mengajar di kelasnya.Selain itu,

karakteristik PTK adalah kolaborasi dengan teman sejawat dalam mengamati

implikasi tindakan yang diberikan kepada subjek.

pelaksanaan pembelajaran guru.Tidak saja teman sejawat guru yang mengamati tindakan pembelajaran guru, tetapi

Reflektif Langkah reflektif merupakan sarana untuk melakukan pengkajian kembali

muridpun diminta masukannya sebagai subjek yang menerima tindakan guru

pembelajaran tersebut.Tentunya

harus menilai prestasi siswa, apakah KKM yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.

tindakan yang telah dilakukan terhadap

Metodelogi Penelitian Sasaran pembelajaran meningkatkan Meningkatkan guna mutu kualitas dan

penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut. memperbaiki proses

belajar

Tahap 1: Perencanaan Tindakan Dalam tahap ini peneliti membuat perencanakan tindakan meliputi

mengajar antara guru dengan siswa kelas X EI 2 melalui penugasan dalam Job Sheet agar siswa bisa berpikir secara

perencanaan tindakan umum dan tindakan khusus. Perencanaan umum merupakan perencanaan yang disusun untuk

konstruktivisme yaitu membangun struktur pengetahuannya sendiri. Suharsimi (2007) mengembangkan satu siklus terdiri dari perencanaan, dan

keseluruhan aspek, sedangkan perencanaan khusus disusun merupakan untuk perencanaan yang siklus. disusun

pelaksanaan,

pengamatan,

masing-masing perencanaan

refleksi.Setelah satu siklus dilalui, yakni setelah satu indikator tercapai, maka guru melakukan refleksidari hasil yang

Keseluruhan

berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan guru pamong sebagai kolabolator. Perencanaan berdasarkan umum disusun peneiti

diperolehnya.Program yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran Mata Pelajaran Menguasai Teori Dasar Elektronika di tingkat SMK direncanakan dalam empat kali pertemuan (empat siklus) untuk setiap indikator.Terdapat empat tahapan

permasalahan

sebagaimana dipaparkan pada BAB I, yakni terkait dengan penguasaan teoritik dasar elektronikamelalui hasil praktik di SMK Negeri 39 Jakarta. Pada tahapan ini peneliti merancang kegiatan belajar berdasarkan Silabus dan RPP yang telah dirancang menurut permasalahan yang ada dalam kelas tersebut. Silabus dalam penelitian

Penelitian Tindakan Kelas, yaitu tahap : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)

pengamatan, dan (4) refleksi. Namun perlu diketahui bahwa tahapan pelaksanaan dan pengamatan secara sesungguhnya dilakukan model dan

tindakan kelas ini dirancang berdasarkan matrik yang diambil dari acuan

bersamaan.Adapun

Permendiknas No. 41 tahun 2007. Silabus

akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan Pada langkah ini peneliti

mengumpulkan data dengan menggunakan lembar pengamatan tindakan guru, lembar pengamatan guru kolaborator, penugasan dalam Job Sheet dan laporan hasil praktik.

Tahap 4: Refleksi Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan evaluasi dengan cara

melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dengan menggunakan dua Job Sheet yang sudah dirancang oleh peneliti. Job Sheet satu digunakan secara manual dan Job Sheet dua digunakan dengan menggunakan alat ukur. Setiap kelompok dibagi menjadi kelompok kecil dengan dua sampai tiga orang pada masing-masing kelompok.

memproses data yang telah diperoleh, mendiskusikannya kolaborator, apakah dengan tindakan guru yang

dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, apa kelebihan dan apa kekurangan perencanaan serta tindakan yang telah dilakukan, serta bagaimana rata-rata hasil belajar Mata Pelajaran Menguasai Teori Dasar Elektronika siswa setelah diberikan tindakan pada siklus I. Tujuan adalah dilaksanakannya dan refleksi

Pelaksanaan tindakan direncanakan selama 4 siklus yang dilakukan dalam 4 pertemuan, setiap pertemuan dilakukan 4 jam pelajaran (180 menit) yang disesuaikan dengan waktu belajar sekolah. yang telah dijadwalkan pihak

mengingat

merenungkan

kembali suatu tindakan persis sama seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi yang sudah dilakukan berguna untuk siklus berikutnya, agar bisa menyusun

Tahap 3: Pengamatan Terhadap Tindakan Pada tahap ini dilaksanakan tahap pengamatan terhadap pelaksanaan

perencanaan tindakan dari kekurangan siklus yang sebelumnya. Siswa setelah 1 juga diberikan kuesioner untuk dalam

tindakan, Kegiatan pengamatan sekaligus melaksanakan tindakan. Peneliti

indikator kepuasan

selesai siswa

mengetahui

praktikum komponen dasar elektronika, dan pengamatan terhadap mengajar, bila hasil cara guru tidak

Analisis Data Analisis data penelitian dilakukan melihat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dan Job Sheethasil praktik belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika (MTDE)dengan penugasan yang ada dalan Job Sheet serta laporan praktik pada setiap siklusnya. Adapun untuk melihat signifikan kepuasaan dan ketertarikan hasil belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika maka,

koesioner

memuaskan maka guru harus merenungkan metode apa yang tepat untuk agar dapat digunakan pada siklus berikutnya. Dan jika ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari ketentuan KKM maka guru harus memberikan remedial diluar jam pelajaran yaitu berupa penugasan. D Data dan Cara Pengambilan Data Pengambilan Data merupakan suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk mendapatkan data. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : y Data aktivitas kelas diambil melalui observasi pada saat pelaksanaan tindakan berlangsung dengan

digunakan

kuesioneruntuk

mengetahui

kepuasan siswa dalam praktikum. Hal ini berarti bahwa dalam penelitian dianggap berhasil apabila terjadi kenaikan nilai ratarata dan kepuasan siswa dalam praktikum pada hasil belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika di SMK Negeri 39 Jakarta dibandingkan dengan yang terdahulu.

menggunakan lembar pengamatan. y Data hasil belajar siswa diambil ketika praktik siklus berlangsung. y Data tentang kepuasaan siswa Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus I Pada siklus ini guru masih belum terbiasa menghadapi situawsai dalam kelas sehingga dalam pembelajaran pada saat praktikum masih kurang merespon siswa-

dalam praktikum dan cara guru mengajar diambil melalui kuesioner setelah KBM berlangsung.

siswa

yang

bermasalah

dalam

Guru

sudah

terbiasa

dalam

pembelajaran. Dari hasil diskusi dengan guru kolaborator untuk merancang tindakan siklus II, hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain, merancang rencana program dan

mengahadapi situasi dalam kelas, sudah bisa melihat siswa-siswa yang mengalami kesliatan dalam pembelajaran, setiap

kelompok dapat berdikusi dengan baik dalam mengerjakan penugasan yang ada dalam jobshet. Dari hasil diskusi dengan guru kolaborator untuk merancang tindakan siklus II, hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain, merancang rencana program pembelajaran, agar siswa lebih tertarik pada pembelajaran dengan dunia yaitu kerja,

pembelajaran,

mempertimbangkan

menetapkan sikap dan keterampilan yang diharapkan dapat dikembangkan oleh siswa selama berlangsung nya pembelajaran, membiasakan siswa untuk belajar secara bersama-sama dalam kelompok untuk

menggali motivasi belajar siswa tentang materi dengan mengurangi bantuan guru, guru memberikan arahan kepada siswa yang kurang puas dalam kegiatan praktikum yang terlihat dalam kousioner, dan pada siklus II guru lebih memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari bahan ajar dan mencari sumber belajar yang ada, guru juga menjelaskan tujuan pembelajaran yang terkait dengan materi agar siswa tertarik setelah mengetahui manfaat dari apa yang di pelajari dengan mengembangkan

menghubungkan

mengumpulkanJob Sheet pertama yang telah dikerjakan oleh kelompok, Job Sheet

setelahselesai

barudiberikan

kedua sehingga tidak terjadi kecurangan lagi, menyampaikan materi dengan tenang dan tidak terlalu cepat, memperluas

kesempatan bagi siswa untuk aktif mencari informasi diluar tentang yang akan

dipelajari untuk siklus III

penalarannya. Siklus II

Siklus III

Dengan adanya aspresiasi maka siswa di uji tingkat kepahamannya

mengenai

materi

sebelumnya

dengan

berhasil karena terjadinya perbaikan nilai dan minat siswa untuk memperlajari

diberikan pengayaan didalamnya.Kegiatan praktikum dapatdilaksanakan dengan baik, karena tertarik masing-masing mengenai siswa praktik merasa yang

materi-materi yang telah diberikan pengajar dibandingkan dengan nilai pada semester sebelumnya. Guru menilai keberhasilan itu dari tercapainya kompetensi dasar dalam RPP. Jika dari semua siklus yang mengukur indicator telah tercapai, kompetensi dasar dapat disimpulkan berhasil. Akan tetapi nilai siswa akan kembali menurun jika guru tidak konsisten dalam menjalankan cara

dilakukan.Masing-masing kelompok dapat mengerjakan penguasaan yang ada dalam Job Sheet dengan berdiskusi. Dengan demikian untuk merancang siklus IV hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara lain, merancang rencana program pembelajaran, agar siswa mencari informasi untuk pelajaran yang berikutnya,

mengajar, guru kembali dengan cara lama yaitu dengan ceramah dan mencatat yang membuat para siswa menjadi bosan.

membiasakan siswa untuk belajar secara bersama-sama dalam kelompok untuk

menggali motivasi belajar siswa tentang materi dan guru hanya sebagai

Kesimpulan Pembelajaran metode dengan menggunakan teoritik dasar

memonitoring, dan mengawasi jalannya praktikum dengan baik sehingga

penguasaan

elektronika melalui hasil praktik dapat menghasilkan pengingkatan kemampuan akademika, kognitif dan meningkatkan psikomotorik kemampuan siswa dan

meminimalisasi tindak kecurangan siswa Siklus IV

Terjadinya

peningkatan

cara

menuntut siswa untuk dapat menguasai kompetensi yang akan dicapai. Dalam pembelajaran Menguasai Teori Dasar Elektronika dengan pendekatan

mengajar guru dari siklus I,II, III sampai IV. LPGK yang diamati oleh pengamat

mendapat nilai 96% untuk cara mengajar guru. Nilai dari hasil rata-rata kelas adalah 77 dengan tingkat kelulusan 87%.Hasil penelitian tindakan kelas ini di nyatakan

kontruktivisme dan belajar tuntas maka siswa dapat mencari berbagai informasi untuk meningkatkan kemampuan

teoritiknya, sedangkan dengan metode belajar tuntas maka bahan ajar diharapkan dapat sepenuhnya dikuasai oleh semua siswa secara tuntas dengan seluruh standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran. Penerapan penguasaan teoritik dasar

kelulusan industry. 2. Dalam

dan

tuntutan

dunia

proses

pembelajaran

menguasai teori dasar elektronika dengan pembelajaran teori dan praktik. Maka guru hendaknya

menggunakan metode penguasaan teoritik dasar elektronika melalui hasil praktik, karena siswa dapat memecahkan masalah dengan

elektronika melalui hasil praktik di kelas X EI 2 (satu elektronika industri dua) SMK Negeri 39 Jakarta selama pelaksanaan dari sikus I sampai siklus IV memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika.

mengembangkan teori berdasarkan hasil praktik. 3. Materi pengajaran teori hendaknya memebrikan dasar-dasar yang kuat

Saran Berdasarkan Kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas ini, sarang maka yang peneliti bertujuan

dan

dapat

diaplikasikan

sesuai

dengan perkembangan teknologi. Sedangkan media untuk praktik hendaknya diperbaharui mengikuti perkembangan teknoligi, sehingga pengalaman yang diperoleh up to date. 4. Guru harus member bimbingan menanamkan sikap dan nilai dalam bekerja kepada siswa pada saat praktik. Sekolah perlu menjalin kerja sama (institusi pasangan) dengan industry program yang sesuai dengan sehingga

menyampaikan

untuk meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Adapun saran-sarannya sebagai berikut : 1. Sebelum diadakan pembelajaran

harus diperhatikan dahulu silabus dan RPP karena guru dituntut untuk mengelola menjadi materi kegiatan pembelajaran pembelajaran

sesuai dengan standar kompetensi

keahliannya

mengetahui kebutuhan industri.

DAFTAR PUSTAKA Akhmad Sudrajat. 2008. Teori-teori Belajar , Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), http://akhmadsudrajat.wordpress.com (diakses 15 Agustus 2009). Bambang Dharmaputra, Penyusunan Silabus dalam KTSP SMK, Jurnal Pendidikan, vol.3, No.4, 1-10 (Jakarta, April 2008). Bobbi Deporter dan Mike Hernacri.(2005) Quantum Learning.Bandung: Kaifa PT. Mizan Pustaka. Ella Yulaelawati. (2004) Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Pakar Raya. Nana Sudjana.(2005) Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: Rosda Karya. Suharsimi Arikunto dkk (2007) Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Bumi Aksara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->