P. 1
Ruang Waktu Dan Tauhid (3)

Ruang Waktu Dan Tauhid (3)

5.0

|Views: 174|Likes:
Published by Rajendra Kartawiria
merupakan bagian ketiga dari seri Ruang Waktu dan Tauhid. Menggambarkan kesimpulan penelusuran ruang dan waktu yang mengarah pada keesaan Tuhan dimana seluruh makhluk beribadah
merupakan bagian ketiga dari seri Ruang Waktu dan Tauhid. Menggambarkan kesimpulan penelusuran ruang dan waktu yang mengarah pada keesaan Tuhan dimana seluruh makhluk beribadah

More info:

Published by: Rajendra Kartawiria on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

MENGAKUI KEMAHAESAAN SANG PENCIPTA

277



Sejenak suasana hening. Kami semua larut dalam kisah kehidupan semesta ini. Membayangkan diri berawal dari ketiadaan. Dan akan kembali kepada ketiadaan. Bergetar hati kami mengakui, bahwa kehidupan ini pada hakekatnya adalah adanya Allah. Semua ini milik Nya. Dalam panorama gelap langit, bintang masih berkelap kelip. Sesekali mengajak kami bercanda, main petak umpet tertutup semburat awan yang berlalu. Kunang-kunangpun tak mau kalah berkelap kelip, sesekali menghilang di rimbunnya pepohonan. Angin menimbulkan suara derit daun dan batang yang bergesekan, bagai alun seruling dan decak rebana. Semua seakan berlomba untuk menghibur, menghalau kegundahan hati kami. ”Ting ting” Denting penjual bajigur mengusik keheningan kami. Dinginnya malam membuat kami tergiur membayangkan kehangatan bajigur dan ubi rebusnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu kami sepakat melakukan bajigur break dulu. ”Bajigurr euyy ...”



278

Siapa Gerangan Pencipta Semua ini?

“Kita seperti sedang melakukan napak tilas”, suara seseorang memecah tegukan bajigur. “Maksudnya?”, yang lain bertanya. “Seperti Nabi Ibrahim yang membandingkan bintang, bulan dan matahari dengan Tuhan yang sedang dicarinya. Seperti Nabi Muhammad melakukan mi’raj hingga ke langit ketujuh. Kita berpetualang mengeksplorasi Bola Semesta” ujarnya. “Betul, sejak tadi sore kita telah berpetualang ke berbagai negeri di bumi ini, melihat perbedaan kehendak dan keyakinan yang timbul diantara manusia dan bangsa-bangsa. Kita juga telah terbang menjumpai benda-benda raksasa di alam galaksi. Kita menyelam menyisir benda-benda ke alam atom dan quark. Kita menembus lorong waktu ke masa lalu, melihat asal-usul manusia, bumi, dan asal-usul alam semesta. Kita melompat ke masa depan melihat kejadian kiamat yang merupakan akhir dari dunia galaksi. Jauh ke depan lagi menyaksikan penciptaan surga dan neraka. Dan jauh kedepan lagi saat semua dikembalikan kepada Sang Pencipta”. “Setelah kita melanglang buana kesimpulan apa yang kita peroleh?”, aku memancing pertanyaan kepada para anak muda itu.

279

“Dibandingkan Bola Semesta, dari sudut ukuran, energi dan waktu, planet Bumi ini kecil. Apalagi manusia, enam milyar manusia ini tak ada apa-apanya di jagad ini, termasuk diri kita”, sahut seseorang “Kalau dilihat proses Bola Semesta dari awal sampai akhir, maka semua kejadian dan gerakan semesta ini hanyalah satu skenario. Tidak ada skenario lain, arah ke depannya sudah jelas”, celetuk yang lain. “Aneka benda dan makhluk hidup yang ada di bumi dan langit, dari dulu hingga nanti, semua adalah bagian dari Bola Semesta. Semuanya sama sebagai makhluk ciptaan”, yang lainnya lagi menimpali. “Yang pasti Penciptanya hebat, Maha Pintar, Maha Kuat, Maha Detail. Pokoknya Maha segala-galanya”, suara berat turut menyumbang pendapat. “Pencipta semua ini Satu, tak ada pertentangan didalam ciptaan Nya”, seolah menyimpulkan pendapat-pendapat lain.

“Kalau begitu siapa gerangan Pencipta semua?” tanyaku. “Allah, Tuhan semesta alam”, jawab mereka beramai-ramai.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi

280

Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS 31:25)

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (QS 43:9)

Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". (QS 13:16)

281

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri. (QS 39:38)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?, (QS 43: 87)

282

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?" Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?" Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?". Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orangorang yang berdusta. (QS 23:84-90)

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan
283

di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (QS 6:12)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). (QS 29: 6163)

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari
284

langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (QS 34:24)

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (QS 10:31)

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS 40:16)

285

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?". Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, (QS 36:78-79)

Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". (QS 6:19)

Ayat-ayat ini berisi pertanyaan yang mengajak kita untuk berpikir kembali mengenai Sang Pencipta alam semesta ini. Pertanyaan ini

286

sebenarnya bukanlah pertanyaan yang rumit untuk dijawab. Hati kecil kita yang jujur tak bisa mengelak untuk menjawab bahwa hanya Allah lah pencipta dan pemilik dari bumi dan langit. Di dalam otak kita ada suatu areal sel-sel otak yang disebut God Spot. Disebut God Spot karena bagian otak ini suatu kerjaannya berpikir tentang ke Mahaan dan Keesaan Allah. Ketika kita melihat ada teman di kelas yang pintar, dari tahun ke tahun selalu ranking satu, kita akan mendengar ada anak yang lebih pintar di kelas lain. Selanjutnya kita berpikir mungkin ada yang lebih pintar di sekolah lain, di propinsi lain atau di negara lain. Kita juga jadi ingat kepada Einstein yang mungkin menjadi orang yang paling pintar di abad ini. Diantara para ilmuwan manusia sepanjang masa ada yang paling pintar diantara mereka semua. Tetapi yang paling pintar itu ternyata tak ada apa-apanya dibanding kepintaran dzat yang merancang alam semesta ini. Seperti petualangan kita dari tadi sore, alam ini begitu sempurna yang hanya bisa di rancang oleh Dzat Yang Maha Pintar. Ketika kita melihat ada preman pasar atau preman kampus yang merasa sebagai orang kuat, kita mendengar ada petinju juara dunia yang lebih kuat. Kita juga mendengar ada atlet angkat berat yang memegang rekor dunia. Tetapi kekuatan mereka ternyata tak seberapa dibandingkan kekuatan yang menggerakkan gempa bumi dan tsunami, kekuatan yang menggerakkan bulan, bumi dan matahari, kekuatan yang menggerakkan alam semesta ini. Energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan semesta ini begitu dahsyat yang hanya bisa digerakkan oleh Dzat Yang Maha Kuat. Ketika ita melihat ada polisi atau tentara yang petantang petenteng merasa berkuasa, yang kehendaknya selalu terpenuhi, ternyata kita mendengar ada yang lebih berkuasa dari mereka. Ada panglima tentara yang berkuasa memerintah kekuatan militer di negeri ini. Ada presiden negeri yang berkuasa mengatur negeri ini. Atau di era sekarang ini kita teringat Presiden Amerika Serikat yang mungkin paling berkuasa di bumi. Tetapi kekuasaan dan kehendaknya belumlah apa-apa dibanding kekuasaan dan kehendak yang telah memerintahkan terbentuknya langit dan bumi. Yang telah mengarahkan kemana alam semesta ini berjalan. Dibutuhkan
287

kekuasaan yang sangat besar yang dapat menentukan arah segenap alam langit dan bumi menuju alam surga dan neraka. Kekuasaan yang hanya dimiliki oleh Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Dalam skala yang lebih kecil, diri sendiri, kita dapat merasakan dan berpikir siapa sebenarnya yang memiliki dan berkuasa atas diri ini. Alhamdulillah saat ini kalian telah lulus UAN (Ujian Akhir Nasional). Banyak siswa kelas tiga SMA yang tahun ini tidak lulus UAN. Dan Alhamdulillah kalian semua telah diterima dan akan meneruskan ke perguruan tinggi. Demikianlah rezeki, rahmat dan manfaat yang kalian rasakan dalam hidup. Tetapi siapa yang dapat memastikan bahwa bulan depan kalian semua telah ada di kampus. Bagaimana kalau tiba-tiba orang tua kalian mengalami musibah, katakanlah sawah ladangnya kebanjiran atau diserang hama, atau harta bendanya terbakar. Atau bagaimana bila kendaraan yang membawa kalian ke kota mengalami kecelakaan yang menyebabkan kalian harus dirawat berbulan-bulan. Siapa sebenarnya yang memberi rezeki kepada diri kita. Siapa yang berkuasa untuk memberikan mudarat atau cobaan kepada kita. Pikir punya pikir tak mungkin benda atau manusia berkuasa atas kehidupan kita. Yang berkuasa atas rahmat dan mudarat yang kita terima adalah juga yang menguasai rahmat dan mudarat atas manusia lainnya; yaitu Allah. Kehidupan kota tidak selamanya ramah. Saat nanti kalian pertama kali tiba di kota mungkin kalian akan dikerubuti oleh banyak orang yang menawarkan bantuan. Namun bisa jadi setelah membantu, orang tersebut meminta imbalan yang tinggi dan tidak masuk akal, alias kalian sebenarnya diperas. Jauh dari orang tua dan sanak saudara, ternyata ada polisi berjalan mendekat yang membuat para preman itu mengurungkan niatnya memeras kalian. Pada hakekatnya siapakah yang melindungi kalian, polisi itu atau Allah yang menggerakkan langkah polisi. Tentu kita akan berterima kasih kepada polisi dan bersyukur kepada Allah yang telah melindungi. Tak usah jauh-jauh. Saat ini kalian dengan jelas dapat mendengar apa yang Om katakan, dapat melihat bintang dilangit, dapat merasakan dinginnya udara malam, dan dapat merasakan hangat
288

dan nikmatnya bajigur. Apakah karena Om ngomong lalu kuping kalian bisa mendengar, apakah karena bintang berkelap kelip lalu mata kalian bisa melihat, apakah karena akang bajigur jualan lalu lidah kalian bisa merasa? Apakah bapak dan ibu terlebih dahulu mendesain semua ini sebelum melahirkan kita?. Siapa yang memberi semua ini. Tentu otak kita akan berpikir bahwa semua ini merupakan karunia dan kasih sayang Allah kepada kita. Demikianlah kira-kira pola berpikir God Spot di dalam otak kita. Oleh karena itu kita pasti akan menjawab Tuhan atau Allah ketika ditanya siapa Sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta, termasuk yang memiliki diri ini.

289

Lemah Tapi Sombong

“Sebenarnya kalau ditanya siapa Pencipta langit bumi, siapa tempat memohon, kita dan semua manusia tentu akan menjawab; Tuhan atau Allah. Tetapi kalau dilihat dinamika kehidupan manusia di muka bumi, mengapa masih ada orang yang mengingkari? Mengapa masih ada yang percaya pada kekuatan batu, mengkeramatkan tempat, mengkultuskan manusia, bahkan bergantung kepada jin dan sihir? Mereka sangat tergantung kepada benda dan makhluk itu, dibandingkan dengan Allah”, tanya seorang anak muda. “Itu adalah konsekuensi dari diciptakannya manusia dengan kemampuan otak manusia yang brilian. Manusia punya kemampuan analisa yang luas dengan rentang waktu yang panjang. Kalau binatang hanya berpikir untuk makan hari ini, dan itupun tergantung dari tanaman atau hewan yang dijumpai dan dapat dimakan. Sedangkan manusia, untuk makan hari ini saja sudah berpikir menu dan selera, bagaimana mendapatkan dan mengolah makanannya. Tetapi manusia juga sudah berpikir bagaimana untuk makan esok hari atau musim kering mendatang atau untuk anak cucu. Berbagai ilmu dan teknologi diupayakan manusia supaya dapat makan terus dan dengan menu yang lezat. Dibalik keunggulan kemampuan berpikir manusia, terdapat beberapa titik kelemahan. Pertama, karena tahu apa yang harus dilakukan dalam hidupnya, atau dalam mencapai suatu tujuan, maka belum apa-apa sebagian manusia melihat hidup ini sebagai beban. Sehingga kemanapun melangkah selalu terasa berat. Dia merasa

290

berat karena pagi-pagi buta harus berangkat ke kebun atau ke kantor. Dia merasa berat karena sawah yang harus digarap terasa terlalu luas, atau kerjaan di kantor makin hari makin menumpuk. Dia merasa berat karena harus membeli makanan bergizi untuk anaknya, harus membayar biaya pendidikan, harus mengadakan pesta untuk sunatan atau pernikahan. Dia merasa berat untuk menyisihkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat dan sedekah. Dia merasa berat karena harus shalat lima kali sehari. Semua aktivitas hidupnya dirasakan sebagai suatu beban yang harus dilakukan dengan susah payah.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS 90:4) Menerima kehidupan ini sebagai beban sangat bertentangan dengan bimbingan Allah yang mengajak untuk melihat kehidupan ini sebagai rahmat dan nikmat. Oleh karena itu dia tidak percaya pada bimbingan Allah, tidak memohon kepada Allah. Maka mulailah dia mencari sesuatu yang dapat meringankan bebannya, sesuatu kekuatan gaib yang dapat menyulap setiap masalah terselesaikan dalam sekejap. Berbagai bentuk ilmu pengasihan, azimat, jin hingga sihir dicari untuk menyelesaikan semua ini tanpa susah payah. Semakin lama tingkat ketergantungannya semakin kuat, dan secara perlahan kenyataan bahwa Allah Maha Pencipta dan Tempat Memohon Pertolongan, mulai terabaikan.

Konsekensi kedua dari kebrilianan otak manusia adalah bahwa otak manusia tahu apa yang diinginkannya, tetapi terkadang kenyataaan tidak sesuai dengan keinginan. Pada sebagian manusia, perbedaan ini, apalagi bila kenyataannya jauh dari yang diinginkan, akan muncul sebagai suatu keluhan. Ketemu teman, mengeluh karena kerjaan terlalu banyak tapi gaji kecil. Ketemu istri, mengeluh karena kebutuhan belanja rumah tangga tinggi tapi makanan dirumah
291

kurang sedap. Ketemu anak mengeluh karena anak kerjanya main melulu. Ketemu tetangga mengeluh, ketemu sopir bajaj mengeluh, ketemu penjual minyak mengeluh, semua isi kehidupan sehariharinya dipenuhi dengan keluhan. Keluhan demi keluhan ini akan mendorong ia berpikir dua kali untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Ia Mulai mengurangi uang belanja rumah tangga, mengurangi uang jajan anak, pelit dalam meminjamkan uang kepada teman atau tetangga yang membutuhkan. Apalagi memberikan hartanya begitu saja kepada fakir miskin dan anak yatim, dianggap buang-buang uang yang sudah dikumpulkan dengan keringatnya (keluhannya).

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (QS 70:19) Orang seperti ini matanya tertutup dari kenyataan bahwa ia hidup diantara banyak keinginan manusia. Ia hidup didalam keterbatasan kemampuan yang melekat pada dirinya. Bila tak bisa hidup dialam nyata, maka ia akan hidup di alam impian dan kenyataan sering tak seindah impian. Akhirnya ia akan mencari penolong yang berasal dari dunia impiannya. Apakah melalui korupsi dan tipu menipu, jin, sihir dan berhala-berhala lain. Ia jauh dari realita yang ada, bahwa semua kekayaannya milik Allah, dan semua bersumber dari Nya.

Konsekuensi ketiga dari kebrilianan otak manusia adalah kesadaran otak bahwa ada proses atau prosedur yang harus dilalui untuk mencapai hasil yang diinginkannya. Proses yang dibutuhkan kadangkala dirasakan terlalu lama sehingga dia menjadi tak sabar untuk segera menuai hasil. Kalau ingin memanen padi ya harus ditanam dulu, diairi dan beberapa bulan kemudian baru dipanen. Kalau ingin jadi sarjana, ya harus lulus UAN, lulus ujian masuk, lulus setiap mata kuliah yang diikuti, membuat skripsi, berhasil

292

dalam sidang kelulusan, dan tidak lupa semua biaya-biaya perkuliahan dan administrasi dilunasi. Kalau ingin jualannya untung ya harus efisien dalam membeli dan berproduksi, menawarkan jualan dengan baik, harga jual terjangkau tapi menguntungkan, pelayanan jual beli dengan baik, dan harus menunggu pembeli yang tertarik dalam jumlah yang banyak. Kalau ingin di ridhoi Allah, ya harus hidup lurus di setiap aspek kehidupan sesuai petunjuk dan peringatan Nya. Kepahaman tentang proses juga sering digunakan sebagai olok-olok untuk menantang orang lain agar menyegerakan hasilnya. Termasuk mengolok-olok orang yang yakin akan hari kiamat dan hari akhirat, agar membuktikan kejadian kiamat sekarang juga.

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab) -Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (QS 21:37) Seringkali manusia tidak sabar terhadap tahapan-tahapan proses yang harus dilalui. Manusia ingin potong kompas, bagaimana agar hasil cepat diperoleh. Hal ini sebenarnya mendorong inovasi positif, namun seringkali cara potong kompasnya tidak benar, merusak sistem. Padi belum kuning sudah dipanen. Kuliah jarang datang, cari bocoran atau nyontek saat ujian, bayar orang untuk nyusun skripsi, dan nyogok dosen dan pegawai administrasi untuk kelulusannya. Jualan dilakukan dengan membohongi pembeli, mulai dari mencuri barang untuk dijual, menjual barang rusak, atau menerapkan harga yang berlipat-lipat. Lebih jauh lagi, potong kompas dilakukan dengan menggunakan keyakinan akan kekuatan-kekuatan supra natural. Pake jampi-jampi, jimat dan lain-lain. Lupa deh kepada Allah yang menciptakan alam ini melalui suatu proses evolusi.

293

Kalau keingkaran-keingkaran di atas disebabkan oleh perasaan inferior (merasa rendah dan lemah), maka keingkaran dapat juga disebabkan oleh perasaan superior (merasa mampu dan kuat). Setelah berulangkali keinginannya tercapai, dan semua orang disekelilingnya bisa dipengaruhi atau dipaksa sesuai dengan apa yang diinginkan, maka timbullah rasa percaya diri yang berlebihan. Keberhasilan berjualan, keberhasilan berdakwah, keberhasilan memimpin perusahaan, keberhasilan memimpin negara, pada awalnya semua ditanggapi dengan penuh rasa syukur. Namun saat membandingkan diri yang berhasil dengan orang-orang lain, timbullah rasa takjub pada diri sendiri. Aku bisa dan orang lain tak bisa, aku tahu orang lain tak tahu, aku mau orang lain tak mau, aku mampu orang lain tak mampu, aku sukses orang lain gagal. Keberhasilan demi keberhasilan terus diraih, meninggalkan orangorang jauh belakang sehingga tampaklah perbedaan kekuatan dan kekuasaan atas orang-orang. Dalam kondisi seperti bila kontrol diri dan introspeksi tidak dilakukan, maka rasa percaya diri berlebihan ini akan mendorong timbulnya sifat sombong. Bermula dengan mencibir dan merendahkan orang, hingga berbuat sewenangwenang atas hak-hak orang. Negara yang militernya kuat akan menekan kehendak pada negara yang militernya lemah. Negara dengan kapital kuat dapat mempermainkan perekonomian negara-negara miskin. Pemerintah membodohi rakyatnya. Pengusaha memeras kering keringat para pekerjanya. Preman mengambil pungutan liar di perempatan jalan. Majikan menyiksa pembantunya. Dan terkadang, tanpa sadar kita sering menyuruh adik mengurus kebun sementara kita berleha-leha.

294

Adapun kaum Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS 41: 15) Kebanggaan diri dan kesombongan akan membutakan mata. Merasa berjasa dan dapat menentukan nasib kehidupan orang lain, membuat manusia haus untuk dihormati dan disembah. Manusia bisa terjerat menuhankan diri seperti kisah terkenal Firaun di Kerajaan Mesir Kuno. Manusia sombong tak mampu membawa pikiran untuk melihat realita bahwa apa yang dihasilkan dan apa yang dimiliki tidak berarti apa-apa dibandingkan alam semesta. Tidak berarti apaapa dibandingkan kekuatan, kekayaan dan ilmu Allah.

Kadang rasa percaya diri timbul berkaitan dengan ketaqwaan. Setelah mendalami ilmu, rajin beribadah bahkan menyebarkan ajaran agama kepada umat, timbul perasaan seolah-olah diri ini adalah manusia yang paling bertaqwa. Merasa diri yang paling dekat dengan Sang Pencipta, dan Sang Pencipta akan mengabulkan segala permintaannya. Perbuatan baik yang tidak disertai keikhlasan dapat menjebak kepada praduga-praduga yang salah tentang Allah. Bahwa Allah pasti akan selalu sayang padanya dan tidak akan menyiksanya. Allah akan memenuhi kemauannya. Lho koq jadi terbalik?. Manusia menuhankan dirinya dan menghambakan Allah. Masya Allah.

295

Arogansi ini membuatnya tidak merasa salah ketika melakukan perbuatan yang merusak, karena Allah pasti akan memaklumi dan mengampuni.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasihkekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (QS 5:18)

Kalian khan akan kuliah, dan kelak menjadi sarjana. Tentu kalian akan lebih pintar dari rata-rata warga desa ini yang tidak mengenyam bangku kuliah. Om juga mendoakan dengan bekal ilmu itu, kalian menjadi enterpreuner yang berhasil baik di bisnis, pemerintahan, seni dan olahraga atau bidang lainnya. Nah, saat-saat keberhasilan menghiasi hidupmu, janganlah timbul rasa bangga diri, apalagi tampil sombong didepan oranglain. Saat inipun kalian bisa bangga karena menjadi salah satu dari sedikit orang yang bisa meneruskan kejenjang pendidikan tinggi. Tapi janganlah hal ini menyebabkan engkau berjalan di desa ini dengan membusungkan dada dan wajah mendongak keatas dan bibir mencibir. Mirip kerbau yang sedang melenguh.
296

Agar terhindar kepercayaan diri yang berkembang kearah sombong dan bahkan menuhankan diri, sering-seringlah kalian untuk merenung dan introspeksi. Ingatlah pengembaraan virtual kita hari ini. Bagaimana kondisi ketidakberdayaan kita saat bayi. Betapa kita dulu hanya berasal dari air yang hina. Bahwa kita sebelumnya memang tidak ada. Maka tidak sepantasnya kita mengaku-ngaku semua yang melekat pada kita adalah milik kita. Semua ciptaan Allah dan milik Allah.

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS 36:77)

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). (QS 52:35-36)

Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali? (QS 19:67)

297

Malaikat dan Jin Tak Pantas Dituhankan

”Saat ini banyak tayangan di televisi yang membuat bulu kuduk merinding. Ada tayangan mengenai azab dunia bagi yang berbuat tidak baik. Ada penjelasan mengenai makhluk halus yang sering mengganggu. Ada tayangan para penangkap makhluk halus yang mengusir dan memenjarakan makhluk halus ke dalam botol. Ada juga tayangan hipnotis yang mampu membaca pikiran dan menyuruh orang lain melakukan perbuatan aneh. Ada yang memamerkan kemampuan sihir mereka dengan bungkus pertunjukan ilusi. Apakah itu termasuk syirik atau menuhankan makhluk?”, tanya anak muda menyelidik. ”Namanya juga makhluk halus. Kita tak bisa melihatnya, tak bisa mendengarnya, dan tak bisa merasakannya. Kalau dipikir-pikir kondisinya sama seperti udara atau gelombang radio. Namun dengan teknologi manusia bisa mengetahui bahwa ada udara atau gelombang elektromagnetik di sekitar kita. Tapi jin dan malaikat belum terdeteksi dengan kemajuan teknologi manusia saat ini. Oleh karena itu banyak manusia cenderung untuk membayangbayangkan sendiri bagaimana kehidupan jin dan malaikat. Karena Tuhan juga ’tak terlihat’, maka bayangan manusia tentang jin dan malaikat bisa dipelesetkan menjadi mirip-mirip dengan sifat Tuhan. Berbagai imajinasi manusia tentang malaikatpun bermunculan. Ada yang mengimajinasikan malaikat bersifat lemah lembut dan patuh mirip seperti wanita, sehingga muncullah isu bahwa malaikat
298

berjenis kelamin wanita. Lebih jauh imajinasi ini membawa pada pembenaran bahwa anak manusia yang wanita adalah malaikat, sehingga anak wanita perlu dikorbankan untuk dikembalikan dan melayani Tuhan. Sedangkan anak lelaki untuk membantu manusiamanusia terhormat.

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak lakilaki. (QS 43: 15-16)

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. (QS 43:19)

Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? (QS 37:150)

299

Sebagian lagi berimajinasi lain tentang malaikat. Dalam imajinasinya sifat-sifat malaikat sulit dibedakan dengan sifat-sifat Tuhan, sehingga menganggap bahwa malaikat dan Tuhan adalah satu keluarga. Kalau Tuhan yang paling kuat maka malaikat adalah anak Tuhan. Tentu saja prasangka ini dibantah oleh Allah.

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan besertaNya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS 23:91)

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS 39:4)

Sebagian manusia memuja-muja makhluk halus lainnya, bangsa jin. Karena lemah, manusia membutuhkan perlindungan dan bantuan dalam menyelesaikan banyak tugas. Dibandingkan malaikat, bangsa jin ini boleh dikata hidup ’berdampingan’ dengan manusia di bumi. Sehingga jin seringkali melibatkan diri dalam kesibukan manusia, memberikan saran dan pendapatnya. Sebagaimana teman-teman disekeliling kita, jin yang baik memberi saran positif sedangkan jin yang jahat akan memberi saran-saran negatif.

300

Bagi jin yang jahat, banyak saran yang bisa disampaikan, terutama bila dikaitkan dengan kelemahan manusia dan kebutuhan manusia. Manusia butuh uang, akan dicarikan oleh jin. Manusia butuh tenaga dalam, akan dibantu oleh jin. Manusia ingin terbang, akan digotong oleh jin. Dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Bantuan ini tentu tidak gratis, karena jin juga haus kekuasaan. Maka mulailah ada semacam ’perjanjian’. Manusia yang lemah dan pendek akal akan sangat mudah menerima pendapat jin yang menyimpang. Bila sudah termakan bualan jin, maka akan lebih mudah bagi jin untuk pamer kekuatan di hadapan manusia. Kalau sudah demikian maka bagi manusia yang buta, akan semakin tidak jelas mana kekuatan gaib dari jin dan mana kekuatan Allah. Pada akhirnya manusia akan memuja-muja jin seolah-olah jin adalah penguasa alam. Kalau sudah demikian, apapun yang diperintahkan jin akan diikuti secara membabi buta oleh manusia.

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (QS 6: 100-101)

301

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS 4:119)

Tanda-tanda sifat jin yang jahat terlihat ketika salah satu jin, yaitu iblis, enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud (mengakui kemampuan) Adam. Semata-mata karena merasa dirinya lebih baik, dan ia bangga akan kelebihannya itu, sehingga muncullah sifat sombong. Tak tertahan sifat sombong itu sampai-sampai berani ia tampilkan dihadapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Naudzubillah.

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS 7: 12)

302

Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". (QS 38: 75)

Iblis dan jin-jin pengikutnya tidak pantas sombong, karena sama seperti makhluk lain, mereka sebelumnya tidak ada.

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (QS 18:51)

Selain pemujaan terhadap malaikat dan jin, sebagian manusia juga memuja-muja kekuatan gaib berupa sihir. Kekuatan sihir memang menarik bagi manusia karena kekuatan ini bisa mewujudkan apa yang diinginkannya. Mau menghilang? Sim salabim!. Mau menghadirkan binatang buas? Abrakadabra!. Mau berganti rupa? Hocus Focus!. Apa saja bisa dengan sihir. Dalam Al Quran dikisahkan adanya malaikat yang didesak untuk mengajarkan sihir kepada manusia. Alasannya sih untuk berbuat kebaikan. Namun pada akhirnya kekuatan sihir itu digunakan untuk mencapai keinginan-keinginan pribadi. Termasuk keinginan untuk
303

berzina dengan istri orang. Dengan kekuatan sihirnya, manusia bisa mengubah wajahnya sehingga akan terlihat sebagai suami dari si wanita. Dengan wajah sang suami, sang penyihir dapat melakukan apa saja mulai dari menghasut, berbuat kasar hingga berzina. Tentu saja semua perbuatan sang penyihir disangkal oleh sang suami, dan mulailah terjadi keretakan dan kesaling tidakpercaya antara suami istri. Ujung-ujungnya bisa berakhir dengan perceraian diantara keduanya.

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka
304

dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS 2:102)

Ngomong-ngomong masalah yang berkaitan dengan makhluk gaib dan kekuatan gaib, maka jagoannya adalah Nabi Sulaiman. Beliau menguasai angin sehingga dapat pergi kemana saja dengan cepat. Beliau menguasai banyak jin dan bisa memerintahkan para jin itu untuk membuat apa saja, mulai dari piring hingga gedung tinggi. Beliau juga dibantu oleh ulama yang mampu memindahkan istana dalam waktu yang kurang dari sekejap mata. Beliau juga memahami percakapan binatang dan mampu berinteraksi dengan mereka.

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami
305

rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piringpiring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hambahamba Ku yang berterima kasih. (QS 34:12-13)

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orangorang yang berserah diri". Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS 27:38-40)

306

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata".Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; (QS 27:16-18)

Selain Nabi Daud dan Sulaiman, para Nabi lain juga dibekali dengan ilmu gaib. Nabi Ibrahim tahan terhadap air mendidih, Nabi Ayub dapat menyembuhkan penyakit dengan air, Nabi Yusuf dapat melihat masa depan melalui mimpi, Nabi Musa punya ’tongkat ajaib’, Nabi Isa bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan menghidupkan orang mati, dan banyak kemampuan luar biasa para nabi lain yang disebut mukjizat. Para nabi mempunyai kemampuan itu, karena memang hal itu berkembang dalam budaya masyarakat mereka. Melihat kemampuan para nabi, maka kita harus mengakui bahwa kekuatan dan ilmu gaib itu ada. Kita tahu dizaman ini ada yang menguasai ilmu gaib, sebagaimana yang ditunjukkan oleh para ahli
307

ilusi (magician), para ahli pemburu hantu, para ahli pawang satwa liar, pawang hujan, ahli nujum, pengobatan alternatif. Bagaimanapun kita tidak boleh takut kepada kekuatan-kekuatan gaib atau kepada orang-orang yang mempunyai kekuatan gaib itu. Bagaikan kita ketemu tentara yang membawa pistol, atau tukang jagal yang membawa golok, atau petani yang membawa arit . Pistol, golok dan arit memang berbahaya dan bisa digunakan untuk melukai manusia bila berada di tangan orang jahat. Jadi yang penting adalah bagaimana agar secara bersama-sama kita menjaga agar tentara, tukang jagal dan petani tidak menyalahgunakan alatnya. Sama juga kita berharap para pemegang kunci senjata nuklir tidak berkeinginan untuk meluncurkan rudal-rudal nuklirnya. Kalau mau, kita juga bisa mempelajari ilmu-ilmu gaib. Dan andaikan ilmu dan kekuatan itu sudah kita kuasai, sebaiknya kita bersikap seperti Nabi Sulaiman. Menyikapi semua kemampuan yang dimilikinya, Sulaiman berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Atau doa Sulaiman sesaat setelah mendengar percakapan semut yang takut terinjak pasukannya yang akan lewat.

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan

308

masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS 27:19)

309

Isa juga Manusia Seperti Adam

”Satu hal yang masih mengganggu pikiran kami. Kristen sangat yakin bahwa Nabi Isa (Yesus) itu Tuhan” Berbicara masalah keyakinan itu susah, karena hal itu telah terdoktrin dan terbentuk sejak manusia kecil, bahkan turun temurun. Milyaran orang percaya bahwa Yesus itu Tuhan, milyaran orang percaya bahwa Yesus itu hanya seorang Nabi. Milyaran orang lainnya tak peduli pada masalah ini, karena mereka punya keyakinan tersendiri masalah ketuhanan, yang tak ada kaitannya dengan Yesus. Masing-masing umat juga mempunyai orang yang dianggap orang suci, dijadikan panutan, dipuji dan didoakan pada kegiatan ritual mereka. Oleh karena itu Islam melarang, memberantas dan memerdekakan manusia dari sifat taqlid. Apapun keyakinan bapak-ibu, masyarakat dan nenek moyang, tidak boleh diikuti begitu saja. Pada saat akil baliq (dewasa) setiap insan disentuh hatinya, diajak untuk merenungkan keyakinan yang harus dipegang dan menjadi dasar dari aktivitas hidupnya. Bahwa pada akhirnya keyakinan itu sama dengan keyakinan nenek moyangnya, itu sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri, bukan tanggung jawab renteng (bersama). Al Quran sebagai panduan agama Islam juga tidak ingin dipercayai secara taqlid, Al Quran justru menantang pembacanya untuk meneliti setiap sudut alam dan melihat apa yang ada di dalam diri manusia itu sendiri. Manusia dituntut untuk memperhatikan bagaimana dinamika kehidupan alam serta bagaimana sikap dan
310

tindak tanduk manusia. Al Quran menjamin bahwa hasil kajian dan penelaahan ilmu manusia tidak akan bertentangan dengan apa yang ditulis dalam Al Quran. Bahkan Al Quran bisa dijadikan petunjuk atau hipotesa dari teori dan ilmu yang akan dikembangkan. Inilah cara membuktikan kebenaran keyakinan. Bila fakta-fakta (ilmu) alam ini dari Allah dan ayat-ayat suci pada Al Kitab juga dari Allah, maka seharusnya Al Kitab tidak bertentangan dengan fakta alam.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disetiap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS 41:53)

Itulah sebabnya Om bawa kalian ’berpetualang’ melihat Bola Semesta. Om tidak ingin kalian menjadi pembela suatu ajaran secara membabi buta. Jadi Om juga tidak ingin beradu argumen secara debat kusir. Pokoknya Islam benar, pokoknya Kristen benar, pokoknya masing-masing merasa benar. Mari kita lihat fakta-fakta alam yang telah terbukti, dan mari kita lihat apa kata Kitab dari masing-masing ajaran agama atau kepercayaan. Apapun hasilnya maka sebaiknya kita tidak saling menuduh salah, tetapi sebagai sesama manusia, saudara satu turunan Adam dan Hawa, mari kita beri kesempatan setiap insan untuk mencari dan mendapatkan kebenaran. Hasil pengamatan ilmu alam dan teori-teori yang mendukung. Maka apapun yang ada dan hidup dalam alam galaksi ini atau dalam teori Bola Semesta yang kita kembangkan, semua adalah makhluk ciptaan Allah. Galaksi, matahari, bumi, gunung, hewan dan manusia adalah makhluk. Allah berkuasa atas makhluk Nya. Dia mempunyai

311

kehendak untuk menciptakan atau memusnahkannya tanpa seorangpun dapat mencegah. Termasuk bila Dia berkehendak untuk memusnahkan Nabi Isa, ibunya dan seluruh manusia.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 5: 17) Dalam kajian logis kita, apapun yang diperoleh oleh makhluk di Bola semesta ini adalah semata-mata merupakan rahmat dan karunia Allah. Begitu juga rezeki dan kekuatan yang diperoleh oleh Nabi Isa, semua merupakan karunia Allah.

312

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhulkudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata." (QS 5:110)

313

Tidak ada sesuatu yang aneh dalam penciptaan Nabi Isa. Nabi Isa terlahir tanpa ayah, Siti Hawa terlahir tanpa ibu, Nabi Adam terlahir tanpa ibu dan ayah. Semua merupakan kejadian alam yang telah direncanakan sebelumnya. Semua dapat dijelaskan dengan pengetahuan tentang sulalat. Dan bagi Allah cukuplah Dia mengatakan ”jadilah”, maka alampun akan bergerak sesuai dengan kehendak Nya.

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (QS 3:47)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS 3: 59)

Yang jelas seperti Nabi Ibrahim, kita tidak mau menyembah tuhan yang lemah. Menurut Om, Nabi Isa lemah dan jauh dari sifat-sifat yang pantas dijadikan tuhan. Sejak dalam kandungan ia sudah tergantung dari makanan yang disuplai melalaui plasenta ibunya. Nabi Isa juga harus banyak belajar kepada ulama-ulama Yahudi di

314

masa kanak-kanak hingga remaja. Periode dakwahnya relatif sebentar, hanya beberapa tahun. Dan dari segi keberhasilan dakwahnya, jumlah pengikutnya belum banyak. Tuhan yang sebenarnya tidak akan selemah dia. Om kagum pada ketaqwaan Nabi Isa, tapi bagi Om ia bukanlah tuhan yang harus disembah. Penciptaannya tidak lebih sulit dari penciptaan Adam, mukjizatnya setara dengan mukzijat yang diberikan kepada Nabi atau orang pintar lain, jalan kehidupannya sama dengan manusia umumnya. Nabi Isa juga manusia. Bukan hanya Nabi Isa, orang-orang Yahudi juga menuhankan Uzair, rahib dan ulama.

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allahlah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS 9:30-31)

315

Satu hal yang ingin Om sampaikan adalah agar kalian berhati-hati dalam menafsirkan Al Quran. Seringkali bila kita hanya membaca sebagian, maka kita kehilangan penjelasannya yang berada pada ayat di bagian lain. Kalian ingat bahwa dalam Al Quran, selain ’Aku’ Allah sering menyebut diri Nya sebagai ’Kami’, yang berarti banyak. Namun makna banyak ini sering dikaitkan dengan sifat-sifatnya yang lebih dari satu. Kita mengenal asmaul husna yang jumlahnya sembilan puluh sembilan. Om wanti-wanti dalam hal ini karena kalau tidak hati-hati kita bisa terjebak seperti agama Yunani atau Romawi atau agama-agama lain yang menganut banyak tuhan. Penganut-penganutnya menterjemahkan setiap sifat atau setiap peran Tuhan, masing-masing sebagai satu Tuhan tersendiri. Sehingga akhirnya agama-agama itu mempunyai banyak tuhan. Karena banyak dan bertentangan dengan hukum kepemimpinan dalam suatu organisasi, akhirnya mereka akan menunjuk satu tuhan sebagai Tuhan Utama. Kitapun berpotensi untuk salah menterjemahkan, sehingga nanti agama Islam bisa mempunyai 99 Tuhan. Yaitu Tuhan Ar-Rahman, Tuhan Ar-Rahim, dan seterusnya, sampai Tuhan Ash-Shabur. Naudzubillah, jangan sampai dech”.

316

Yang Dicipta Pasti Bukan Pencipta

”Bagaimana agar kita tidak terjebak menuhankan sesuatu selain Allah?” ”Tuhan yang kita cari adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta. Artinya seluruh semesta alam ini adalah ciptaan Tuhan. Jadi tak ada satu makhlukpun yang merupakan bagian dari alam semesta ini layak menjadi Tuhan. Karena ia diciptakan maka ia bukanlah pencipta”.

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (QS 6:1)

Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" katakanlah: "Allah-lah yang
317

memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?" (QS 10:34)

Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutusekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepadaKu (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keteranganketerangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang lalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka". (QS 35:40)

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orangorang yang benar". (QS 46:4)

318

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS 22:73)

Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. (QS 25:3)

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-

319

berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. (QS 7:191)

Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (QS 16:20)

”Bagaimana kalau ada suara yang mengaku sebagai Tuhan, atau makhluk yang mengaku sebagai malaikat utusan Tuhan?” ”Kemungkinannya ada dua. Itu benar dari Allah atau itu hanyalah setan yang berwujud suara atau sosok makhluk lain. Allah dan malaikat tentu menginginkan kita meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kepada Nya. Sedangkan setan menginginkan sebaliknya. Apapun kemungkinannya, yang terbaik bagi kita adalah jangan panik dan segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Lalu kita membuka-buka kembali Al Quran, terutama mengkaji ayat-ayat tentang setan. Tujuannya adalah agar kita diingatkan kembali apa saja tipudaya setan. Kalau suara atau sosok itu mengingatkan untuk meninggalkan perbuatan setan, Alhamdulillah. Tapi kalau suara atau sosok itu mengajak untuk melakukan perbuatan setan seperti pada ayat-ayat Al Quran, maka tolaklah ia dan mohonlah bantuan Allah untuk mengusirnya. Insya Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang Maha Perkasa akan mengabulkan doa kita. Bagi kita, dengan atau tanpa suara gaib dan sosok halus, kita tetap bertekad menjadi manusia yang hanya menyembah Allah dan bertaqwa. Berbuat baik untuk orang lain dan diri sendiri, sebagai suatu ibadah dan semata-mata mencari ridho Allah. Toh nanti di surga kita juga akan ’menjumpai’ Allah dan bertemu dengan malaikat serta ’bidadari’. Dan bagi kita, dengan atau tanpa suara gaib, Allah ternyata selalu berada dekat dengan kita.
320

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS 2:186)

Untuk cross check, ini ada daftar ayat-ayat yang berkait dengan godaan setan. Bila mengalami kejadian atau situasi seperti di atas, prioritaskan untuk membaca ayat-ayat ini terlebih dahulu. Sehingga kita tentu akan menolak suara halus yang mengajak mabuk, judi, zina, riba, boros, dan semua yang termasuk dalam daftar bisikan setan di bawah ini. Godaan ketika baca Al Quran ( QS 22:52) Membantah tanpa ilmu (QS 22:3) Iming-iming Kekekalan (QS 20:120) Mengingkari hari kiamat (QS 43:62) Mengajarkan sihir untuk mudarat (QS 2;102) Bingung dalam beragama (QS 6:71) Mendorong riba (QS 2:275) Menjanjikan angan-angan dan tipuan (QS 4:120, 47:25) Takut perang (QS 3:155) Takut miskin (QS 2;268) Lupa terhadap niat baik (QS 6:68, 12:42, 18:63) Minum khamr, judi, berhala, undi nasib (QS 5:90-91) Riya (QS 4:38) Berdusta (QS 58:19, 26:221) Membuka aurat (QS 7:27) Mensifatkan Tuhan (QS 23:97)
321

Boros (QS 17:27) Menentang makanan halal dan haram (QS 6:142) Membanggakan kekuatan, harta, anak (QS 17:64) Menyembah matahari (QS 27:24), Menyembah Thaghut (QS 4:117, 4:60) Sombong, riya menghalangi dari jalan Allah (QS 8:47-48) Ingkar kepada Tuhan (QS 43:36) Membunuh karena sara (QS 28:15) Memecah belah umat (QS 12:100) Pembicaraan rahasia (QS 58:10) Sikap bermusuhan (QS 5:90) Memperolok-olok (QS 2:14, 6:68) Setan sebagai pemimpin (QS 16:99-100) Provokator, melalui si fulan (QS 25:29) Menakuti secara berkelompok (QS 3:175) Taqlid mengikuti nenek moyang (QS 31:21, 7:175) Berkeluh kesah atas kepayahan dan siksaan (QS 38:41) Hatinya sakit dan keras hati (QS 22:53) Merasa berilmu/punya pandangan (QS 29:38)

322

Semesta Diciptakan dengan HAK

”Terhanyut oleh kesibukan untuk berlomba, berkompetisi dan berjuang untuk kelangsungan hidup di dunia ini, manusia sering terlena. Seolah-olah hidup ini hanyalah prestasi dunia, setelah itu selesai. Kalau ada kehidupan baru di akhirat, berarti akan dimulai dari nol lagi. Apa yang ada pada diri manusia, apa yang ada pada di hamparan bumi, apa yang ada di langit, dianggap sebagai objek pelengkap.

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. (QS 21:16)

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (QS 38:27)

323

Padahal setelah kita kaji ternyata alam semesta ini sedang berjalan dari suatu asal menuju ke suatu tujuan. Kita sudah tahu dimana posisi alam semesta saat ini dan ke arah mana alam semesta bergerak. Dengan pengetahuan ini dan dengan keyakinan yang kuat, maka kita akan menetapkan posisi saat ini dan arah hidup, untuk selalu selaras dengan alam semesta. Yaitu menjalani kehidupan dunia dengan berserah diri, beriman, bertaqwa dan bersyukur, dan insya Allah kita telah siap menuju kehidupan akhirat.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin. (QS 29:44)

Dinamika alam saat ini bukanlah tanpa perhitungan. Pergerakan galaksi dan bintang, rotasi bumi hingga perputaran bulan, berjalan berdasar besaran dan interaksi energi yang menyertainya. Dalam skala waktu yang panjang terjadi dinamika energi yang mengubah interaksi energi semesta. Tetapi dalam ukuran periode kehidupan spesies manusia yang hanya sebentar, posisi matahari, bumi dan bulan, berada dalam keseimbangan yang stabil. Saat ini kita menikmati matahari yang selalu menepati janji untuk terbit di pagi hari dan bulan yang secara periodik tampil purnama, elok bulat menawan.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar (hak); Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan
324

siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS 39:5) Penciptaan manusia pada akhirnya disesuaikan dengan kondisi semesta, khususnya planet bumi di mana manusia hidup. Manusia dirancang sebagai makhluk siang, yang aktif disiang hari dan istirahat di malam hari. Hormon-hormon kita berubah dan berganti mengikuti perubahan cahaya, radiasi matahari dan suhu lingkungan yang terjadi sepanjang hari. Tubuh manusiapun dirancang untuk dapat berperan sebagai khalifah atau makhluk yang ’berkuasa’ dalam mengelola bumi. Disamping otak yang cerdas, manusia dibekali dengan keseimbangan tubuh yang mampu berdiri tegak, jari yang mampu mencipta berbagai kreasi teknologi, bibir yang mampu mengembangkan komunikasi bergenerasi. Betapa indahnya sosok manusia.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali (mu). (QS 64:3)

Skenario kesempurnaan diri manusia dan alam semesta ini adalah kehendak dan milik Allah. Adalah hal yang mudah bagi Allah untuk menciptakan skenario alam semesta yang lain. Sebuah skenario tanpa spesies manusia di dalamnya. Kita harus bersyukur bahwa skenario dengan kehadiran manusia dan diri kitalah yang saat ini merupakan kehendak Allah.

325

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti (mu) dengan makhluk yang baru, (QS 14:19)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan. (QS 16:3)

326

Tak ada alasan untuk menentang

Walau sudah mengetahui penciptaan alam ini, manusia seringkali terlupa dan terlena. Peran Allah terhadap kehidupan semesta, tertutup oleh kehidupan sehari-hari yang didominasi sepak terjang dan peran manusia di muka bumi. Dari waktu ke waktu manusia terus mengukir prestasi. Dari transport yang memanfaatkan hewan yang sudah dijinakkan, sepeda, kapal laut, mobil, kereta api hingga pesawat terbang. Dari komunikasi bahasa isyarat, buku, telepon, radio, koran, televisi, handphone hingga internet. Dari rumah di gua, rumah gubuk, hingga gedung pencakar langit. Dari obat tanaman, imunisasi, bedah cesar, suplemen, bayi tabung, hingga bedah laser. Dan banyak lagi kisah-kisah mengagumkan yang telah diukir sejarah manusia. Prestasi manusia ini disatu sisi menghasilkan kekaguman disisi lain memacu untuk membuat prestasi yang lebih maju lagi. Kekaguman dan keasyikan berprestasi inilah yang acapkali menutup siapa sebenarnya manusia di pentas jagad ini. Demi kemajuan peradaban, kesetaraan dan kebersamaan sesama manusia dan sesama makhluk terabaikan. Tanpa sadar sebagian manusia menimbulkan kerusakan, penaklukan dan penjajahan. Tanpa sadar sebagian manusia kurang memperhatikan manusia lain yang hidup tidak layak. Tanpa sadar manusia menentang kenyataan bahwa dirinya hanyalah satu makhluk yang harus tunduk pada aturan alam. Tabir yang menutupi hakekat keberadaan manusia ini harus disingkap. Kekaguman atas prestasi manusia seharusnya

327

disampaikan kepada pencipta manusia. Keasyikan berprestasi harusnya ditujukan agar tetap selaras dengan sunatullah, ketetapanketetapan yang berlaku di jagad raya termasuk bumi. Karena pada hakekatnya kreasi manusia disebabkan oleh penciptaan manusia yang sempurna. Manusia diciptakan untuk mampu memahami sunatullah, dan mempunyai daya kreatif memanfaatkan sunatullah. Dan pencipta manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah Allah.

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". (QS 37:96)

Dasar manusia. Dorongan untuk berkuasa dan terhormat selalu menggiurkan. Di tingkat mana saja, di keluarga, lingkungan warga, di kantor, di negeri bahkan di dunia. Setelah tahu nilai-nilai kebaikan dan tahu bahwa masyarakatpun mendukung nilai-nilai kebaikan, keinginan berkuasa ini tidak kendor. Bila harus melalui jalan yang kurang baik, maka terpaksa niatpun disembunyikan dibalik senyum dan aktivitas sosial. Kalian dan semua anak yang telah diterima di perguruan tinggi memang akan segera kuliah menimba ilmu. Tetapi dari ratusan ribu calon mahasiswa baru, bisa saja tujuan dan niatnya berbeda-beda. Ada yang kuliah karena ingin memperbaiki kualitas diri. Ada yang buat cari kerja. Ada yang buat modal melamar kembang desa. Ada yang karena mengikuti dimana teman akrabnya kuliah. Ada yang sekedar pelarian dari rutinitas sehari-hari di dalam kehidupan keluarganya. Ada yang direkrut oleh intel untuk memata-matai kehidupan kampus. Ada yang disisipkan untuk menyebarkan doktrin tertentu dikalangan muda terpelajar. Didalam kehidupan sehari-haripun, dalam berbagai aspek kehidupan, tidak semua niat terungkap dalam tindakan yang ditampilkan seseorang. ’No Free Lunch’, tidak ada makan siang

328

gratis. Menurut para pebisnis, bila ada orang menawarkan diri untuk mentraktir makan, pasti ada keinginan tertentu dibalik ajakan itu. Niat memang bisa disembunyikan, dan sebagian besar manusia tidak mempunyai kemampuan untuk membaca niat orang lain. Tapi itu bukan berarti kita boleh berniat buruk. Bagaimanapun berniat itu merupakan sebuah proses alam, dan setiap proses alam mempunyai jejak yang ditinggalkan. Niat kita juga mempunyai jejak dan jejak itu tercatat rapi. Manusia tak bisa menentang kenyataan, bahwa serapih apapun ia merahasiakan sesuatu, hal itu tetap akan terlihat jelas. Setiap niat yang timbul, sehalus apapun, setiap perbuatan yang disembunyikan, sekecil apapun, akan diketahui oleh Pencipta manusia.

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS 67:14)

Kehebatan sepak terjang manusia di bumi tidak menjadikan manusia spesial. Manusia tetaplah bagian dari dinamika semesta. Penciptaan manusia hanya bagian kecil dari penciptaan alam semesta. Penciptaan Adam, penciptaan Hawa, penciptaan Isa dan penciptaan diri kita bukanlah sesuatu yang rumit. Tak ada yang bisa dibanggakan dan disombongkan dari penciptaan manusia, meskipun manusia adalah khalifah fil ardh, pengelola bumi.

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, (QS 79:27)

329

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 40:57) Manusia juga tak bisa menentang arah kehidupannya. Bila Bola Semesta mengarah kepada pembentukan Surga dan Neraka setelah fase dunia ini, maka kesanalah manusia akan berjalan. Tak ada keraguan atasnya, karena Allah telah membuktikan kemampuan Nya menciptakan langit dan bumi, maka Allah mampu menciptakannya kembali dalam fase yang lain. , bahwa kita akan dihiudpkan sesudah mati

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang lalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran. (QS 17:99)

330

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orangorang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 46:33)

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru. (QS 50:15) Apapun arah evolusi Bola Semesta, itu telah menjadi kehendak dan pilihan Allah. Allah bisa saja mengganti kita dengan yang lain.

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS 28:68)

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). (QS 35:16)

331

Maka Sembahlah Tuhanmu

”Kalau begitu kita tidak punya pilihan untuk menentang skenario alam semesta ini. Pilihan kita hanyalah tunduk terhadap sunatullah”, anak muda menyimpulkan. ”Betul. Oleh karena itu sembahlah Allah. Menyembah dengan cara mengikuti aturan main, memohon kepada Nya dan bersyukur kepada Nya,” ujarku.

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 59:24)

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. (QS 7:181)

332

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS 6:102)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS 51:56)

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS 2:21)

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS 41:37)

333

Mengamati Alam Menuai Keesaan Allah

”Begitulah, mudah-mudahan dengan kajian ini kita semua bisa menjadi lebih yakin akan tujuan dan pedoman hidup. Malam ini memang malam yang membahagiakan bagi Om. Bahagia karena Om melihat kalian, insya Allah akan menjadi generasi yang lebih baik. Nanti diantara kesibukan kalian, luangkanlah waktu untuk bersamasama merenung. Atau sesekali bangunlah tengah malam untuk melakukan introspeksi diri dihadapan Penciptamu. Atau ajaklah teman-temanmu berkemah di gunung, di laut atau di hutan, lalu bersama-sama menjelajah jagad raya. Ingatlah bahwa malam ini kita pernah bersama-sama berpetualang menembus ruang dan waktu. Dan dari petualangan tak terlupakan ini, kita menuai keyakinan tentang Kemahaesaan Allah dan kesetaraan makhluk. Sebagai kesimpulan sekaligus bekal dan oleh-oleh atas apa yang telah kita kaji malam ini, dan untuk bahan renungan kelak, ada baiknya kalian membuka atau menghapalkan Surat An Naml (Semut) surat ke 27 ayat 60 sampai 65. Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang

334

lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). (QS 27:60)

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celahcelahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (QS 27:61)

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). (QS 27:62)

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-

335

Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (denganNya). (QS 27:63)

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (QS 27:64)

Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS 27:65)

Sebenarnya introspeksi diri tak harus mengkhususkan waktu dan tempat. Kapan saja, dimana saja, kalian akan melihat dan menjumpai alam ciptaan Allah. Pandang dan amatilah mereka, dan coba cari satu saja manfaat mereka bagi kita. Maka kita akan menemukan banyak manfaat mereka. Dan akhirnya rasa syukur jualah yang akan terlontar dari hati kita. Syukur kepada Pencipta alam semesta, Allah Rabbul Alamin.

336

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS 3:190-191)

337

Penutup

Pada akhirnya kualitas seorang manusia dilihat dari keluasan ilmunya dan bagaimana ia menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Semua butuh proses dan semua butuh waktu. Sebagaimana dinamika Bola Semesta yang terus berevolusi seiring waktu. Ilmu utama yang harus terus dikaji adalah mencari tahu dan meyakini ’Siapa’ yang patut kita sembah dan kita mintai pertolongan. Renungan terhadap kehidupan manusia dan alam semesta, akan mengerucut mengarah kepada Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Esa. Ilmu kedua yang harus dikaji adalah mencari tahu dan meyakini apakah ada kehidupan sesudah kematian. Eksplorasi mengenai hari akhirat bisa bersifat logika sederhana, seperti dahulu kita ’tidak ada’ maka tak kan aneh bila setelah mati kita akan ’ada’ lagi. Ekplorasi juga bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan modern, seperti bagaimana teori fisika menjelaskan arah pergerakan alam semesta ini. Ilmu ketiga yang harus dikaji adalah memilah dan memilih kegiatankegiatan yang bermanfaat bagi diri,orang lain dan lingkungan alam. Ilmu ini sangat luas, dan kita bisa memilih atau fokus pada salah satu atau beberapa diantaranya. Kita bisa jadi peneliti, petani, pengusaha, penghibur, pemerintah, pendakwah, penjaga keamanan, dan lainlain.

338

Walaupun akhirnya kita sibuk dan fokus pada satu kegiatan. Kita juga harus ikut andil dalam membentuk kondisi lingkungan. Yang menjaga agar dalam kegiatan-kegiatan masyarakat lain, nilai-nilai kebaikan umat tetap dijunjung tinggi. Tak ada yang sulit bila kita berniat dengan sungguh-sungguh. Allah tidak membebankan manusia di luar batas kemampuannya. Batas kemampuan manusia adalah Sabar atas segala yang kurang berkenan dan Syukur atas sekecil apapun nikmat yang dirasakan. Jadi kalau Sabar dan Syukur menjadi batas kemampuan manusia, dan karena Sabar dan Syukur tidak ada batasnya, maka sebenarnya kemampuan manusia itu tidak ada batasnya. Selama semua diniatkan dan dikembalikan kepada Sang Pencipta, Yang Maha, yang tanpa batas. Wallahu’alam.

339

Tentang Penulis

Dengan keyakinan bahwa Al Quran berasal dari Allah dan alam semesta ini adalah ciptaan Allah, maka tentu tak akan ada pertentangan antara Al Quran dan ilmu pengetahuan modern. Untuk itu perlu dilakukan kajian-kajian keselarasan Al Quran dengan ilmu modern agar mudah dipahami oleh masyarakat dunia yang modern. Sehingga mispersepsi (kesalahpahaman) terhadap ajaran Islam dapat dihindari. Pendekatan ini mewarnai buku-buku yang telah dihasilkan penulis. Beberapa yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Hikmah adalah Spiritualitas Bisnis (2004), Puasa itu Mengasyikkan (2004), dan 12 Langkah membentuk Manusia Cerdas (2004). Penulis dilahirkan di Tanjung Pinang, 26 September 1967. Saat ini menjadi Asisten Komisaris Utama di PT Garuda Indonesia.

340

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?". Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?". Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
(QS 28:71-73)

341

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->