P. 1
Fikih Ramadhan

Fikih Ramadhan

|Views: 1,203|Likes:
Source: http://www.ustsarwat.com/web/buku.php
Source: http://www.ustsarwat.com/web/buku.php

More info:

Published by: Diklatpimempat Angkatanlimabelas on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2011

pdf

text

original

Assalamualaikum...wr.wb pak ustadz, saya mau
bertanya : 1. Bolehkah kita berpuasa sunah senin-kamis atau
puasa nya nabi Daud di hari tasrik, kalau kita tetap
menjalaninya apakah kita berdosa ? 2. pada tgl 11, 12, 13
dzulhijjah masih bolehkah kita meniatkan untuk memotong
hewan korban wassalamu`alaikum Wr.Wb
Agus Hendra
2004-02-03 16:09:16 : 2

Assalamu

`alaikum

Wr.

Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d

Puasa sunnah Senin-Kamis dan juga puasa Daud yang
berselang-seling tiap hari itu bila jatuh pada hari tasyrik,
maka hukumnya haram dikerjakan. Sebab tingkat
larangannya jauh lebih kuat dan universal ketimbang nilai
kesunnahannya. Maksudnya, keharaman puasa pada hari
Iedul Adh-ha dan hari-hari tasyrik itu memang mutlak.
Sehingga jenis puasa apapun termasuk yang sudah bernilai
wajib seperti nazar, juga haram untuk dilakukan.
Gambarannya adalah seorang yang bernazar bahwa bila
pada hari itu dinyatakan lulus test dan mendapat pekerjaan,
dia akan langsung berpuasa 4 hari berturut-turut keesokan
harinya. Nah, kebetulan dia dinyatakan lulus pada tanggal 9
Zulhijjah. Sebenarnya karena sudah nazar, dia wajib
berpuasa pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Tapi
karena 4 hari itu adalah hari yang mutlak haram berpuasa,
maka bila dia tetap puasa dengan dalih telah nazar, maka dia

29

berdosa. Sebab nazarnya berhadapan dengan sesuatu yang
haram secara mutlak, meski tidak sengaja. Karena itu dia
wajib menunda nazarnya setelah tanggal 14 Zulhijjah. Nah,
kalau puasa nazar yang wajib pun haram dilakukan, apalagi
puasa sunnah seperti Senin dan Kamis atau puasa sunah
nabi Daud. Tentu jauh lebih haram lagi, bukan ? Dalil yang
mengharamkan puasa pada hari tasyrik ini adalah hadits
Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairah ra bahwa mengutus
Abdullah bin Huzaifah keliling
Mina,”Janganlah kamu puasa pada hari-
hari ini (tasyrik), sebab ini adalah hari-
hari makan dan minum serta hari zikir
kepada Allah SWT (HR. Ahmad dengan
isnad jayyid)

Dari Ibnu Abbas ra bahwa mengutus
seseorang

untuk
mengumumkan,”Janganlah kamu puasa
pada hari-hari ini (tasyrik), sebab ini
adalah hari-hari makan dan hari-hari
jima’ (hubungan suami istri) (HR.
Ahmad dengan isnad jayyid)

Namun di dalam kitab Fiqih Sunnah karya As-Sayyid Sabiq,
disebutkan bahwa sebagian pengikut Asy-Syafi’iyah
membolehkan puasa di hari tasyrik bila ada sebab
sebelumnya, seperti nazar, bayar kaffarah atau qadha’.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->