P. 1
abstrak2008

abstrak2008

|Views: 1,179|Likes:
Published by Sri Marwah Syahrir

More info:

Published by: Sri Marwah Syahrir on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

ABSTRAK 101

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

Potret Penyelenggaraan Ujian Berbasis Komputer(UBK)di UPBJJ-UT Jakarta Masa Ujian 2008.1 AMALIA SAPRIATI (Email: lia@mail.ut.ac.id) Jurusan PMIPA-FKIP

W

iperlukan adanya informasi tentang pelaksanaan dan hasil UBK. Tujuan studi untuk mengetahui gambaran dan masalah UBK. Data dikumpulkan pada bulan Mei 2008 di UPBJJ-UT Jakarta, menggunakan angket dan pedoman wawancara, serta bulan Juli 2008 di UT Pusat, menggunakan data UBK dan studi dokumentasi.UBK dilaksanakan di kantor UPBJJ-UT, pada ruang tersendiri yang berkondisi baik.. Tersedia 15 komputer yang diatur baik. Waktu untuk penyiapan UBK cukup.Kecepatan koneksi internet baik.Responden melaporkan dapat mengoperasikan komputer. Umumnya mereka (75% - 90%) menyatakan: informasi ujian, pendaftaran dan ujian, sarana ujian, bantuan teknis, naskah dan waktu ujian memiliki kualitas yang lebih dari cukup. UBK dipandang mendukung pengaturan jadwal ujian.Hasil UBK menunjukkan (1) 35% peserta menempuh ujian 3 mata kuliah, rentang jumlah mata kuliah 1 -8 mata kuliah, (2) jumlah peserta per mata kuliah 1 – 4 orang, sekitar 54% mata kuliah ditempuh oleh 1 orang, (3) ada 50 mata kuliah yang ditempuh seluruh responden, (4) tidak semua responden mengikuti UAS, TTM, dan Tuton, (5) rerata skor UBK > UAS dan Tuton, namun < TTM, (6) rentang skor UBK > UAS, namun < TTM dan Tuton, (7) ada korelasi positif yang singifikan pada level 0,01 antara skor UBK dan UAS, skor UBK berkontribusi terhadap UAS atau sebaliknya sebesar 0,139 (14%), (8) perlu adanya perbaikan untuk: pengumuman, jumlah komputer, mata kuliah yang diujikan, pendaftaran, kuota peserta ujian, konfirmasi ujian, persetujuan, frekuensi ujian per semester, dan sesi ujian per hari.Kesimpulan studi adalah penyelenggaraan ujian telah cukup baik walaupun ada aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi dari studi adalah perlu dilakukan kajian kembali terhadap sistem UBK, termasuk

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

mekanisme pengumuman, pendaftaran, dan pelaksanaan ujian agar UT dapat peningkatan pelayanan dalam bidang pengujian. Kata kunci: Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Jarak Jauh, Tes Berbantuan Komputer, Tes Online.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

102

Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kelulusan Mata Kuliah (Studi Kasus: 10 Mata Kuliah pada Program Studi Statistika). Isfarudi, Irlan Solaeman, Harmi Sugiarti, dan Deddy A Suhardi (FMIPA – UT)

f

tudi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kelulusan mata kuliah pada program studi Statistika. Dari rata-rata hasil ujian empat semester terakhir, menunjukkan bahwa tingkat kelulusan mata kuliah hanya sekitar 38% saja. Studi ini bertujuan untuk menggali faktorfaktor yang dapat mempengaruhi atau menyebabkan ketidaklulusan mahasiswa dalam menempuh suatu mata kuliah. Untuk tahap awal ini, diambil 10 mata kuliah yang tertinggi tingkat ketidaklulusannya selama empat semester terakhir.Sumber informasi yang digunakan dalam studi ini adalah studi terhadap dokumentasi, kajian literatur, dan berbagai hasil penelitian relevan yang pernah dilakukan, untu mendapatkan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kelulusan mata kuliah. Data empiris juga diambil dengan kuesioner dan wawancara untuk mengkonfirmasikan faktor-faktor yang diperoleh dari kajian literatur. Proses konfirmasinya digunakan analisis faktor.Hasil studi awal menunjukkan bahwa tingkat kelulusan suatu mata kuliah ditentukan oleh tiga faktor besar, yaitu faktor (lingkungan) mahasiswa, dan faktor institusi, yang meliputi faktor layanan akademik, dan faktor layanan administratif.Faktor lingkungan mahasiswa yang dominan menentukan kelulusan mata kuliah adalah: 1) faktor tempat bekerja (20%), 2) faktor dukungan keluarga (35%), 3) faktor situasi belajar di tempat bekerja dan eluarga (50%), dan 4) faktor pengaturan waktu untuk belajar (61%).Faktor layanan akademik yang mempengaruhi ketidaklulusan suatu mata kuliah adalah ditentukan oleh 6 faktor utama, yaitu: 1) faktor pejelasan uraian dalam modul (14%), 2) faktor kemanfaatan materi modul (27%), 3) faktor kesesuaian soal

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

uas dengan materi modul (39%), 4) faktor jumlah contoh soal dan latihan soal pada modul (48%), 5) faktor kemudahan mendapatkan bahan ajar modul (56%), dan 6) faktor kondisi waktu ujian (63%).Sedangkan, faktor layanan administrasi yang mempengaruhi ketidaklulusan suatu mata kuliah adalah ditentukan oleh 5 faktor utama, yaitu: 1) faktor besar biaya yang dikeluarkan (16%), 2) Faktor kejelasan informasi ujian (32%), 3) faktor layanan registrasi (47%), 4) faktor petugas UPBJJ (61%), dan 5) faktor akses ke UPBJJ (69%) Dengan demikian, secara umum diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor penyebab ketidaklulusan yang berasal dari mahasiswa adalah faktor tempat bekerja, dukungan keluarga, situasi belajar di tempat bekerja dan keluarga, dan pengaturan waktu untuk belajar. Faktor-faktor penyebab ketidaklulusan yang berasal dari pengelolaan institusional adalah faktor besar biaya yang dikeluarkan, kejelasan informasi ujian, layanan registrasi, pelayanan petugas UPBJJ, dan akses ke UPBJJ. Sedangkan faktor yang bersifat akademik adalah faktor kejelasan uraian dalam modul, kemanfaatan materi modul, kesesuaian soal uas dengan materi modul, jumlah contoh soal dan latihan soal pada modul, kemudahan mendapatkan bahan ajar modul, dan kecocokan waktu ujian.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

103

Pengembangan model klaster untuk meningkatan peran “Imah Tasik” Kota Tasikmalaya untuk menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Priangan Timur tahun 201.2. Bambang Prasetyo, Haryanto, Boedhi Oetojo (FISIP)

^

ota Tasikmalaya adalah kota perdagangan dan industri kecil/rumah tangga dengan unggulan bordir,alas kaki, pakaian jadi, kerajinan bambu, pengolahan kayu, industri mendong, kerjinan kulit, batik, payung geulis, penyamaan kulit, kerajinan pandan, dll. Produk kerajinan ini untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan di ekspo ke banyak negara Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Saat ini Kota Tasikmalaya mempunyai program revitalisasi LIK bernama ”Imah Tasik”. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kemungkinan pengembangan model klaster untuk meningkatkan daya saing ”Imah Tasik” kota Tasikmalaya menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Priangan Timur Tahun 201.2.Klaster pada hakikatnya adalah upaya untuk mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan, baik industri pendukung, industri kecil, jasa penunjang, serta lembaga terkait. Klaster juga merupakan cara untuk mengatur beberapa aktivitas pengembangan ekonomi. Klaster didefinisikan sebagai hubungan antara perusahaan yang juga menyediakan berbagai complementary service.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisa dskriptif. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam. Analisa komprehensif digunakan untuk merekam berbagai informasi dari responden. Setelah data primer dan data sekunder terkumpul, langkah selanjutnya adalah analisa data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:1.Masyarakat telah mengenal model klaster sejak tahun 2006 ketikaDepartemen Perindustrian melakukan studi tentang klaster industri kecil

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

di kota Tasikmalaya. 2.Peningkatan peran LIK Imah Tasik sebagai klaster industri kerajinan sulit dikembangkan karena lokasinya kurang strategis, sempit, sepi, dan kurang promosi. 3.Masyarakat siap mendukung kota Tasik sebagai klaster pusat perdagangan dan industri termaju di Priangan Timur 2012 tetapi lokasinya tidak di Imah Tasik sekarang. 4.Pembinaan pemda a.l. adalah pelatihan manajemen produksi, keuangan, pemberian peralatan, tempat pameran, modal kerja terbatas, mendirikan SMK Kerajinan, menginformasikan, mengajak, menugaskan pengrajin mengikuti pameran: 1. Faktor pendukung yang dimiliki adalah kualitas dan kuantitas SDM, bahan baku, proses, desain, dan produk untuk pasar dalam negeri sudah bagus. 2. Faktor kendalanya adalah lokasi Imah Tasik kurang strategis, sempit, sepi, kurang promosi sehingga kurang mendukung pengembangan bisnis kerajinan. Kendala lain adalah promosi dan penawaran produk untuk luar negeri masih minim. Ekspor produk terkendala modal, info pasar, permintaan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat, kurang kontinyu, dan peralatan yang masih sederhana. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas dan kuantitas produk kerajinan Tasikmalaya sudah memadai, masyarakat sudah siap mendukung Tasikmalaya menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Priangan Timur 2012 tetapi lokasinya bukan di Imah Tasik sekarang, tetapi pindah lokasi.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

104

Kualitas Buku Materi Pokok (BMP) Teori Belajar Bahasa (PISA4234) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FIKP – UT Teguh Prakoso, S.Pd.M.Hum, Dra. Ratu Badriyah, M.Pd.(FKIP)

c

enelitian tentang Kualitas Buku Materi Pokok (BMP) Teori Belajar Bahasa (PISA4234) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FIKP – UT ini merupakan implikasi dari fenomena pentingnya peningkatan kualitas bahan ajar sebagai salah satu penentu kualitas pembelajaran di perguruan tinggi yang menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh. Fenomena ini memiliki konsekuensi terhadap pentingnya kegiatan evaluasi bahan ajar yang digunakan demi terus terjaganya mutu dan kualitas pembelajaran yang dilakukan mahasiswa. Atas dasar ini, UT merespon perkembangan ini dengan memberikan kesempatan seluasluasnya kepada para dosen untuk senantiasa ”merawat” bahan ajar yang menjadi ampuannya. Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti kebijakan UT tersebut, melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya mengkaji kembali kualitas bahan ajar mata kuliah PISA4234 yang digunakan oleh mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Bahasa Indonersia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas BMP PISA4234 guna menentukan kekinian materi yang masih dianggap relevan dengan perkembangan pemerolehan bahasa pertama dan kedua di masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah mengambil mata kuliah PISA4234. Penarikan sampel penelitian dilakukan dengan memperhatikan jumlah responden yang ditetapkan atas dasar keterjangkauan wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusatenggara Barat yang terdiri atas mahasiswa dari UPBJJ UT Bogor, Bandung, Semarang, Purwokerto, Surakarta, Yogyakarta, Jember, Denpasar dan Mataram Selain mahasiswa, terdapat dua orang pakar pemerolehan bahasa

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

yang menjadi narasumber, yakni dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan instrumen pengumpulan datanya berupa kuesioner.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

105

Pengaruh pemberian kombinasi pupuk majemuk NPK dan Growmore terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Susi Sulistiana dan Yuni Tri Hewindati.

anaman kamboja Jepang (Adenium obesum) merupakan salah satu tanaman hias populer dan favorit yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Untuk menghasilkan produksi yang tinggi diperlukan teknik pembudidayaan yang tepat dan optimum.Salah satunya adalah melakukan pemupukan secara rutin dengan dosis yang tepat pula. Untuk itu telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi pupuk majemuk NPK dan Growmore terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kamboja Jepang (Adenium obesum). Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk majemuk NPK (25:7:7) dan Growmore biru(10:55:10) terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kamboja Jepang. Juga untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi pupuk majemuk NPK (25:7:7) dan Growmore biru (10:55:10) yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kamboja Jepang. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4x4 dengan 3x ulangan. Faktor I, dosis pupuk NPK (25:7:7) dengan 4 taraf : 0 g/l; 0,5 g/l; 1 g/l; 1,5 g/l. Faktor II, dosis pupuk Growmore biru (10:55:10) dengan 4 taraf : 0 g/l; 0,5 g/l; 1 g/l; 1,5 g/l. Sehingga jumlah total tanaman yang diamati adalah 48 tanaman. Perlakuan pemupukan kombinasi jenis pupuk NPK dan Growmore diberikan secara bergantian 1 minggu sekali sebanyak 50 ml/tanaman dengan cara menyemprotkan ke seluruh media tanam. Parameter yang diamati dan diukur adalah tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun, jumlah daun, serta diameter batang. Pengukuran dilakukan 4 kali, pertama pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA) dan selanjutnya pada setiap interval 4 minggu.Data hasil penelitian diuji dengan analisis variansi (ANAVA) untuk

g

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diukur. Sedang untuk beda nyata di antara rerata perlakuan dengan uji beda nyata DMRT dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk majemuk NPK(25:7:7) dan Growmore biru(10:55:10) dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kamboja Jepang, kecuali pada perlakuan kombinasi pupuk NPK (0 g/l) dengan Growmore biru (0,5 g/l). Perlakuan kombinasi pupuk NPK (1,5 g/l) dengan Growmore biru (1,5 g/l) menunjukkan hasil yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kamboja Jepang. Kata kunci : Kamboja Jepang, kombinasi pupuk,NPK, Growmore, dan vegetatif tanaman.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

106

Studi Analisis Struktur Dan Komposisi Vegetasi di Kawasan Kebun Propinsi Puspiptek, Serpong-Tangerang (Ekologi Tumbuhan/BIOL4411) Inggit Winarni, Susi Sulistiana, Budi Prasetyo, dan E.Novi.K.

U

erdasarkan hasil kajian terhadap bahan ajar mata kuliah Ekologi Tumbuhan (BIOL 4411) ditemukan pada materi analisis vegetasi tidak adanya contoh-contoh hasil studi yang disertai langkah-langkah penggunaan rumus/penghitungan cara pengambilan data dengan metode petak dan transek Untuk melengkapi kekurangan hal tersebut telah dilakukan studi tentang pengayaan terhadap bahan ajar tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur dan komposisi vegetasi, keragaman jenis tumbuhan, dan dominansi suatu jenis vegetasi tertentu di kebun propinsi Puspiptek, Serpong-Tangerang. Hasil dari studi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberi masukan kepada Program Studi S-1 Biologi FMIPA-UT, khususnya bagi penulis bahan ajar untuk mata kuliah Ekologi Tumbuhan dalam melakukan revisi bahan ajar. Data yang digunakan dalam studi pengayaan bahan ajar adalah data primer, yaitu data studi vegetasi dan wawancara langsung dengan instansi terkait, serta data sekunder yang berupa data iklim, jenis tanah, dan data-data lain dari instansi terkait tentang pengelolaan kebun propinsi Puspiptek. Parameter yang diamati adalah jenis tumbuhan, jumlah individu, diameter pohon, dan tinggi bebas cabang. Data dianalisis dengan formulasi metode transek garis berpetak untuk menghitung kerapatan, frekuensi dan dominasi, indeks nilai penting, serta indeks keragaman dengan indeks Shannon-Wienner. Hasil pengolahan data dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa kerapatan jenis tumbuhan yang tertinggi adalah maja 19,40 %, diikuti meranti dan kedawung masing-masing 8,96 % .Sedang pada

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

tingkat semai yang tertinggi adalah rumput gajah dengan 37,63 %. Untuk data frekuensi/penyebaran jenis yang tertinggi adalah matoa, kola,dan maja, dengan masingmasing 6,90 %. Sedang data frekuensi pada tingkat semai yang tertinggi adalah rumput gajah, rumput teki, alangalang, katumpang, rolandra, dan gletak, masing-masing 10,71 %. Dominasi jenis tumbuhan yang tertinggi meliputi maja 10,80 %, meranti 15,85 %, dan cemara Irian 13,74 %. Nilai Penting Jenis (INP) yang tertinggi adalah maja 37,09 %, meranti 28,26 %, dan kedawung 24,10 %. Sedang INP pada tingkat semai yang tertinggi adalah rumput gajah 48,35 %. Untuk indeks keragaman pada tingkat pohon adalah 3,02 (kategori sedang), dan tingkat semai adalah 2,21(kategori sedang). Kesimpulan yang diperoleh dari hasil studi adalah pada kebun propinsi Puspiptek berdasarkan data hasil analisis vegetasi ditemukan 37 jenis tumbuhan yang terdiri dari 26 jenis pohon dan 11 jenis herba/semak.Sedang berdasarkan data sekunder ditemukan 108 jenis pohon dan semai dengan jumlah jenis tertinggi adalah tumbuhan matoa (pohon) sejumlah 40 individu dan hanjuang (semai) sejumlah 590 individu. Juga berdasarkan data hasil analisis vegetasi, jenis tumbuhan meranti, cemara Irian, dan maja mendominasi komunitas tumbuhan di kawasan tersebut. Indeks keragaman jenis tumbuhan, baik tingkat pohon (3,02) maupun semai (2,21) cukup tinggi atau masuk dalam kategori sedang di kawasan kebun propinsi Puspiptek . Kata kunci: Analis vegetasi, kebun propinsi, kerapatan, frekuensi,dominasi, indeks nilai penting, dan indeks keragaman.

ABSTRAK 107

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

Pengembangan Model Pembelajaran Problem Based Instruction pada Pembelajaran Fisika di SMA. Tuti Purwoningsih FKIP

c

enelitian ini bertujuan merancang model pembelajaran Problem Based Instruction dan penerapannya pada pembelajaran Fisika di kelas XI SMA. Penelitian dilakukan di dua kelas jurusan IPA yaitu kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2. kelas IPA1 diterapkan pembelajaran model PBI sedangkan kelas XI IPA2 pembelajaran Fisika secara biasa yang dilakukan guru. Peneliti bersama guru fisika merancang model pembelajaran Problem Based Instruction pada mata pelajaran Fisika di SMA. Setelah itu guru dapat membuat model pembelajaran PBI untuk mata pelajaran fisika di kelasnya. Berdasarkan hasil pengamatan pertama kali awal pembelajaran, guru masih terlihat agak canggung dan kurang percaya diri, namun setelah beberapa menit berlalu guru sudah dapat menerapkan model PBI dengan baik dan lancar. Siswa nampak bersemangat dalam mengikuti pelajaran fisika. Pelaksanaan penerapan model PBI dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dilakukan ulangan hasil yang diperoleh siswa cukup baik dibandingkan dengan siswa kelas XI IPA2. Dari hasil pretes diperoleh nilai rata-rata siswa terendah 3,25 dan tertinggi sebesar 4,25. Saat pembelajaran terlihat siswa aktif melakukan percobaan dan menjawab LKS yang diberikan guru, maka nilai rata-rata postes terendah yang diperoleh siswa adalah 7,25 dan tertinggi 9,75. Untuk kelas XI IPA 2 nilai rata-rata siswa pada pretes terendah 3,00 dan tertinggi 4,5 sedangkan nilai postes rata-rata terendah adalah 7,00 dan tertinggi 9,00. hal tersebut membuktikan model pemebalajaran PBI dalam mata pelajaran fisika dapat meningkat hasil belajar siswa dan model PBI dapat menjadi alternatif model pembelajaran bagi guru dalam mengajar di kelas. Kata kunci : Pembelajaran, PBI, Fisik

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

108

Pengembangan Kreativitas Siswa Melalui Pembelajaran Seni Rupa Di Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Evan Sukardi, Nanang Ebi Warsono (FKIP)

endidikan Kesenian (seni rupa) dalam Mata Pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kurikulum 2004) tergabung dan terjadi perubahan bidang studi Pendidikan Kesenian menjadi Kerajinan Tangan dan Kesenian (KTK). Berdasarkan hal tersebut peneliti merumuskan masalah untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pengembangan kreativitas pembelajaran seni rupa dengan pokok bahasan menggambar/melukis, dalam pemilihan jenis materi, tema, metode, media, dan teknik berkarya yang merangsang siswa agar fungsi-fungsi jiwanya dapat berkembang secara wajar.Tujuan Penelitian memperoleh gambaran: materi, tema, metode, media, dan teknik berkarya yang dapat digunakan siswa sehingga dapat mengembangkan kreativitas siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Populasi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta yang berada di Kecamatan Wilayah Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Sampel Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terdiri dari 8 Kelurahan: Sukmajaya, Cikupa, Kali Baru, Sukamaju, Cisalak, Mekarjaya, Abadi Jaya dan Sugu Tamu. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data hasil observasi diklarifikasikan berdasarkan kelas, guna menguji kebenaran diadakan cross check dengan data hasil dokumentasi karya siswa dan dibahas berdasarkan kajian teori.Kesimpulan: (1) Materi pembelajaran seni rupa di sekolah dasar yang sesuai pengembangan kreativitas anak yaitu Seni Lukis. (2) Tema menggambar/melukis yang mampu memberikan stimulasi anak untuk berkarya kreatif yaitu tema-tema lingkungan

c

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

siswa, karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ekspresi anak untuk tingkat sekolah dasar tidak mudah direkayasa dengan tema yang siswa ciptakan atau pesanan pembimbing. (3) Metode pembelajaran seni rupa pokok bahasan menggambar/melukis membangkitkan siswa berekspresi kreatif didominasi metode demonstrasi. (4) Media yang memberikan alternatif siswa sekolah masih konvensional, berupa: cat air, krayon pastel, spidol minyak, dan spidol air. (5) Teknik yang banyak digunakan oleh siswa sekolah dasar teknik konvensional, walaupun sebagian kecil menggunakan teknik inkonvensional.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

109

Penggunaan Metode SQ3R (Survey,Question,Read,Recite, Review) serta Scanning dan Skimming untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Hasanuddin, Widyasari, Djoko Rahardjo dan Yudi Efendi (FISIP –UT)

he aim of this research is to anlyze whether thare are differences in students’s achievement besed on materials used in learning activities in reading course. This research was conducted in the beginning of 2008.1 term with students of Diploma III Translation as the samples. In order to know student’s performances, we asses them with pre and post test. We also interview samples in collecting data in concerning with the value of the pre and pos test according to student’s perception. The result of the interview was used to figure out the value of pre and posttest in collecting data on students’ improvement in understanding learning activities using SQ3R methode. T test shows that there is a satisfacally significant difference between pre- and posttest scores with score of pretest is lower than those of posttest. The T test also shows that student’s achievement in experiment group is higher than those in control group. Keywords: SQ3R methode, reading course

g

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

110

EFEKTIVITAS PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PENINGKATAN TINGKAT PARTISIPASI PEREMPUAN PENGOLAH IKAN DALAM KELOMPOK USAHA BERSAMA. (Kasus: KUB Tenggiri Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi)
Idha Farida (idha@mail.ut.ac.id) Ernik Yuliana (enik@mail.ut.ac.id)

c

engolahan ikan yang banyak dilakukan oleh para perempuan, merupakan aktivitas penting dalam kegiatan bisnis perikanan. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan perempuan pengolah ikan dapat diperoleh melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB). Berdasarkan hasil penelitian, partisipasi perempuan pengolah ikan dalam KUB masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan partisipasi perempuan pengolah ikan dalam KUB. Tempat penelitian adalah KUB Tenggiri di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penerapan metode PRA (participatory rural appraisal). Informan terdiri atas pengurus dan anggota KUB. Data yang dikumpulkan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel deskriptif dan uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketua KUB sangat mendominasi proses pelaksanaan PRA terutama dalam penelusuran sejarah KUB. Permasalahan KUB yang berhasil diidentifikasi adalah permasalahan kelembagaan, penurunan pemasaran abon ikan, permodalan, dan peralatan. Hubungan KUB dengan pihak luar sangat kurang. Program yang berhasil disusun untuk mengatasi permasalahan KUB adalah tujuh program, tetapi yang berhasil dilaksanakan hanya empat program. Setelah penerapan metode PRA, tingkat kehadiran anggota KUB dalam rapat dan instensitas pelatihan yang diikuti oleh anggota KUB mengalami peningkatan. Sementara itu, intensitas anggota KUB dalam menyimpan uang semakin

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

menurun, begitu juga dengan kesediaan anggota KUB untuk menjadi pengurus juga mengalami penurunan. Kata kunci: pendekatan partisipatif, perempuan pengolah ikan, KUB

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

111

PENGEMBANGAN MODEL TUTORIAL ONLINE (TUTON) UNTUK JURUSAN MATEMATIKA FMIPA-UT Tutisiana Silawati, Warsito, Atun Ismarwati

FMIPA-UT
ebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), Universitas Terbuka (UT) berkewajiban untuk memberi bantuan belajar kepada mahasiswanya. Salah satu bantuan belajar yang diberikan UT adalah Tutorial Online (Tuton). Jurusan Matematika FMIPA-UT pada Masa Registrasi 2007, menyediakan tuton untuk 24 matakuliah. Untuk pengembangan model tuton maka perlu diketahui apakah pengembangan tuton oleh tutor selama ini telah sesuai dengan harapan mahasiwa, untuk itu telah dilaksanakan penelitian mengenai item -item apa saja yang diharapkan mahasiswa pada masa registrasi 2007.2 dan 2008.1. Data diperoleh dari mahasiswa melalui kuesioner. Pada masa registrasi 2007.2 dikirimkan 65 kuesioner dan kembali 15 kuesioner (23,08%) dan masa registrasi 2008.1 dikirimkan 83 kuesioner, yang kembali 22 kuesioner (26,50%). Ada lima item yang diharapkan oleh mahasiswa terdapat dalam tuton yaitu: 1) membahas konsep dasar yang harus dipahami mahasiswa, 2) memotivasi mahasiswa untuk belajar melalui latihan, 3) membantu mahasiswa memahami materi yang sulit - dilihat dari nilai hasil evaluasi belajar, 4) menjelaskan latihan soal dan tes formatif secara sistematik, dan 5) memberikan rangkuman materi. Selain itu ditemukan pula bahwa mahasiswa belum memanfaatkan secara optimal Forum Komunitas dalam Tuton, disamping itu mahasiswa juga mengharapkan agar tutor membahas soalsoal yang pernah diujikan dan memberikan nomor yang dapat dihubungi, ditemukan pula bahwa mahasiswa mengharapkan agar disediakan tutorial tatap muka. Diharapkan temuan ini dapat berguna bagi institusi

f

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

penyelenggara PTJJ dalam penyelenggaraan tuton sebagai bantuan belajar. Kata kunci: bantuan belajar, item yang diharapkan mahasiswa.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

112

Pendayagunaan Staf UPBJJ-UT Serang sebagai Upaya untuk membudayakan Pelayanan Prima bagi Mahasiswa(Studi kasus UPBJJ-UT Serang)

Supandi, Is Eka Herawati

enelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana UPBJJ-UT Serang mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh dan efektif. Upaya yang dilakukan adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa, tutor, pengelola dan pengguna lainnya. Layanan yang diberikan meliputi kurikulum, bahan ajar, bantuan belajar, registrasi, dan evaluasi hasil belajar. Data tersebut diperoleh seluruh staf dan pimpinan UPBJJ-UT Serang dari mahasiswa dan tutor. Sebagai pihak yang menerima layanan tersebut diperoleh dari mahasiswa dan tutor. Penilaian mahasiswa tentang layanan yang diberikan oleh UPBJJ-UT dengan rentangan penilaian 1 sampai dengan 5 adalah sebagai berikut. Penilaian yang diberikan mahasiswa rata-rata untuk layanan registrasi adalah sebesar 2,877 untuk bahan ajar sebesar 3,047. kurikulum sebesar 2,822. bantuan belajar sebesar 2,829 dan evaluasi hasil belajar 2,818. Selain itu mahasiswa juga memberikan penilaian terhadap kinerja tutor.Di samping itu upaya yang dilakukan staf dan pimpinan UPBJJ-UT Serang adalah dengan memberikan layanan yang terbaik kepada mahasiswa, tutor, dan pengelola. Seperti memberikan informasi yang dibutuhkan mahasiswa dengan tepat dan cepat, membantu menyelesaikan kasus-kasus mahasiswa, dan bersikap ramah serta berusaha menjawab semua pertanyaan atau keluhan mahasiswa. Bagi pengelola upaya yang diberikan adalah dengan menjalin komunikasi yang baik dengan pengelola, setiap ada perubahan kebijakan akan segera diinformasikan dan membantu pengelola mengurus kasus-kasus mahasiswa dengan sebaik-baiknya. Kinerja seluruh staf dan koordinator sangat ditentukan oleh beban kerja yang diberikan pimpinan, tetapi secara keseluruhan semuanya mendukung dan selalu

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

berupaya memebrikan pelayanan prima kepada semua pihak. Kata kunci : Kinerja, layanan prima

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

113

ANALISIS PEMANFAATAN VIDEO BUKU MATERI POKOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH (KASUS: MAHASISWA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PERIKANAN) Agnes P. Sudarmo (agnes@mail.ut.ac.id) Ernik Yuliana (ernik@mail.ut.ac.id)

ujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kebermanfaatan video BMP bagi mahasiswa Program Magister Manajemen Perikanan (MMP). Populasi penelitian adalah semua mahasiswa program MMP pada masa registrasi 2008.1 sebanyak 36 orang, dan jumlah sampelnya adalah semua jumlah populasinya yaitu 36 orang. Video BMP yang menjadi objek penelitian adalah mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir dan laut (MMPI5104) dan Manajemen Sumber Daya Perikanan (MMPI5102). Pengumpulan data menggunakan metode survei, dan analisis datanya menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa MMP mempunyai umur pada rentang dewasa tengah sebanyak 52,8%. Latar belakang pendidikan mahasiswa MMP sebanyak 80,6% adalah bidang perikanan. Tingkat pendapatan responden paling banyak adalah rendah 44%. Untuk mata kuliah MMPI5104 Umur mahasiswa (X1) berkorelasi secara signifikan dengan persespsi mahasiswa terhadap kualitas teknis video BMP (Y1) pada α = 0,05. Semua variabel persepsi mahasiswa terhadap video BMP (Y) berkorelasi positif dengan signifikan terhadap tingkat kebermanfaatan video BMP bagi mahasiswa (Z) pada α = 0,01. Untuk mata kuliah MMPI5102 umur mahasiswa (X1) berkorelasi secara signifikan dengan persespsi mahasiswa terhadap kualtias teknis video BMP (Y1) α = 0,05. Semua variabel persepsi mahasiswa terhadap video BMP berkorelasi positif dengan sangat signifikan terhadap tingkat kebermanfaatan video

g

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

BMP bagi mahasiswa (Z) α = 0,05, kecuali variabel X1 dan Y1 yang korelasinya tidak signifikan.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

114

Suatu Tijauan Sosiologi Tentang Kesadaran Hukum Pada Masyarakat Kabupaten Bogor (Studi Kasus Di Desa Jabon Mekar) Parwitaningsih, Rosa Tosaini, Agus Santosa

esadaran hukum masyarakat merupakan hal yang sangat pokok dalam menuju ketertiban dan keadilan masyarakat merupakan landasan dalam pembangunan nasional. Peningkatan kesadaran hukum akan meningkatkan kesanggupan dalam memahami hukum dan kemampuan untuk menilainya. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Kesadaran hukum menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Bahkan menurut Soerjono Soekanto ketatan hukum berkaitan pula dengan apakah kepentingan para warga masyarakat terjamin atau tidaknya oleh wadah hukum yang ada. Berangkat dari hal ini maka penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana kesadaran hukum masyarakat. Jenis penelitian adalah kualitatif yang bersifat studi kasus dengan menggunakan masyarakat Desa Jabon Mekar sebagai unit analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada beberapa masyarakat Desa Jabon Mekar dan aparat Kantor Desa Jabon Mekar dan melalui penelusuran dokumen. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa masyarakat desa Jabon Mekar telah memiliki kesadaran hukum hal ini terlihat dari adanya sebagian besar masyarakat mengetahui dan telah memiliki beberapa produk hukum yang dianggap penting, meskipun demikian sebagaian kecil dari masyarakat belum menyadari pentingnya untuk memiliki produk hukum tersebut (akte kelahiran, akte kepemilikan tanah). Kondisi tersebut didukung pula oleh kurangnya sosialisasi maupun penyuluhan dari aparat desa maupun instansi terkait tentang pentingnya memiliki produk-produk hukum. Kata kunci : kesadaran hukum, produk hukum

^

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

115

STRATEGI PENGEMBANGAN BMP MANAJEMEN PEMASARAN (EKMA 5206) BERDASARKAN FAKTOR PENENTU KUALITAS Ginta Ginting dan Muzamil

ebagai institusi yang menawarkan pendidikan jarak jauh, bahan ajar baik cetak maupun non cetak menjadi pendukung utama untuk meningkatkan kualitas proses belajar. Manajemen Pemasaran (EKMA 5206) sebagai salah satu matakuliah dalam kurikulum program Magister Manajemen seyogyanya didukung oleh bahan ajar cetak yang berkualitas. Bahan ajar ini ditujukan untuk membekali mahasiswa kemampuan memahami konsepkonsep penting yang diperlukan untuk menganalisis kasus.Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan kualitas BMP Manajemen Pemasaran dan faktor kualitas yang dianggap penting oleh mahasiswa sebagai informasi dalam mengembangkan BMP. Penelitian ini dimulai bulan April sampai November 2008. Metodologi dalam penelitian ini adalah Factor Analysis, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor dari sejumlah indikator atau variabel yang menentukan kualitas BMP Manajemen Pemasaran. Faktor penentu kualitas dari BMP Manajemen Pemasaran yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 (empat) faktor yaitu: isi materi, penyajian materi, bahasa dan perwajahan/pengemasan.Dari ke 4 faktor dikembangkan lagi menjadi 13 variabel yaitu kemutakhiran materi, kebenaran materi, relevansi materi,kedalaman materi, penggunaan teori dan konsep, kesesuaian materi dan kompetensi umum/khusu, penyajian, memiliki ilustrasi/contoh, sistimatika pengujian, mudah dipelajari, penggunaan bahasa berdasar EYD, penggunaan gaya bahasa dan tampilan fisik BMP.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis faktor melalui enam tahapan analisis yaitu: merumuskan masalah, membuat materik korelasi, menentukan ketepatan model, menentukan jumlah faktor, menentukan rotasi faktor dan melakukan

f

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

interpretasi faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kemuthakiran materi dan kebenaran materi memiliki eigen value tertinggi yaitu 8,073 dan disusul dengan relevansi materi 1,044. Jika dilihat dari loading factor kedalaman materi merupakan faktor paling menentukan kualitas BMP. Selain kemutahiran materi penyajian materi yang menarik juga menjadi faktor penentu kualitas dengan eigen value 0,447. Sedangkan jika dilihat dari loading factor sistimatika penyajian yang runut dan utuh menjadi faktor penentu kualitas penting yaitu 0,607. Hasil identifikasi faktor penentu kualitas ini akan digunakan sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas BMP Manajemen Pemasaran dengan menekakan pada aspek kemutakhiran dan kedalaman materi. Hal penting yang harus dilakukan adalah memberikan masukan kepada ahli instruksional dan ahli materi. Selain itu pengembang bahan ajar juga berkepentingan dalam meningkatkan kualitas BMP Manajemen pemasaran dengan mengevaluasi kembali analisis instruksional, GBPP, TIK dan tes formatif. Kata-kata kunci: Kualitas BMP, Factor Analysis, BMP Manajemen Pemasaran

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

116

Persepsi Mahasiswa Terhadap Bahan Ajar Mata Kuliah Translation 1 (BING 3317) Alfriani, Siti Era Mardiani

ntuk dapat memahami materi ajar dengan baik, bahan ajar perlu dirancang seefektif mungkin karena bahan ajar sangat dominan peranannya dalam sistem pendidikan jarak jauh (PJJ). Bahan ajar diibaratkan sebagai dosen di perguruan tinggi dengan sistem jarak jauh. Pada sistem PJJ, siswa diharapkan dapat belajar mandiri dengan memanfaatkan bahan ajar yang disediakan. Bahan ajar dikatakan efektif bila bahan ajar tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan siswa mempelajari bahan ajar tersebut. Seberapa jauh kebutuhan dan tujuan mahasiswa UT yang mengambil mata kuliah Translation 1 (BING3317) sudah dapat terakomodasi dalam bahan ajar Translation 1 ini merupakan pertanyaan yang dicoba untuk dicari jawabannya dalam penelitian ini nanti. Untuk alasan inilah mengapa judul “Persepsi mahasiswa terhadap bahan ajar mata kuliah Translation 1 (BING 3317)” dipilih. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi siswa terhadap materi bahan ajar matakuliah Translation 1 (BING3317) ditinjau dari segi keakuratan, kemutakhiran isi, keterbacaan dan bahasa, serta bentuk fisik buku materi pokok (BMP) mata kuliah Translation 1.Penelitian ini nantinya diharapkan dapat: (1) memberikan informasi mengenai bagian-bagian yang tidak akurat, tidak mutakhir, tidak terbaca, dan bahasa yang tidak dipahami siswa, (2) membantu siswa dalam mempelajari materi, serta (3) dapat memudahkan revisi bahan ajar Translation 1 (BING3317) agar nantinya menjadi bahan ajar yang tepat guna dan tepat sasaran. Pengambilan data dilakukan pada periode 2008.1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 36 responden sebagian besar yakni sebanyak 85,1 persen menyatakan bahwa materi yang digunakan pada modul Translation 1 (BING3317) sudah akurat, dengan beberapa alasan antara lain:(1) Materi modul

h

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

sudah akurat karena sudah sesuai dengan topik atau tema bahasan.(2) Materi modul sudah akurat karena sudah sesuai dengan kondisi saat ini. Hal ini juga diperkuat oleh analisa pakar bahwa materi modul secara umum sudah akurat, hanya perlu penjelasan lebih terperinci. Sisanya hanya 13,9 persen yang menyatakan bahwa materi tidak akurat dengan alasan bahwa materi tidak dibahas dengan penjelasan yang lebih mendalam sehingga mahasiswa agak sulit memahami materi yang disajikan di modul. 50 persen responden menyatakan setuju bahwa materi bahan ajar translation 1 sudah mutakhir, dengan beberapa alasan antara lain (1)Materi modul sudah bagus dan bahasannya cukup luas. (2) Materi modul sudah sesuai dengan perkembangan zaman. Dan 25 persen responden tidak setuju bahwa materi modul sudah mutakhir dengan beberapa alasan antara lain: (1)Materi modul belum membahas beberapa bidang ilmu yang lain.(2)Materi modul masih menggunakan teks lama. (3)Materi modul kurang mengikuti zaman.(4)Materi modul masih sedikit perlu ditambah dengan tema yang lain. Sedangkan menurut pakar, khususnya untuk mata kuliah Translation, sebenarnya tidak ada sebuah teks yang bisa dikatakan mutakhir karena isi dari teks tidak terikat waktu jadi bisa digunakan sepanjang waktu. Pada waktu penulisan sebuah modul translation yang harus dipentingkan adalah bukan kemutakhiran isi teksnya tapi penjelasan terhadap hasil terjemahannya. 50 persen responden menyatakan setuju bahwa tingkat keterbacaan bahan ajar Translation 1 sudah tinggi, dengan beberapa alasan antara lain:(1)Materi modul sudah bagus dan bahasannya cukup luas. (2) Materi modul sudah sesuai dengan perkembangan zaman.Dan 25 persen responden tidak setuju dengan beberapa alasan antara lain (1) Materi modul belum membahas beberapa bidang ilmu yang lain.(2) Materi modul masih menggunakan teks lama. (3) Materi modul kurang mengikuti zaman. (4)Materi modul masih sedikit perlu ditambah dengan tema yang lain.Sebagian besar responden menyatakan bahwa tampilan fisik bahan ajar Translation 1 (BING3317) sudah bagus dengan beberapa alasan antara lain:

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

(1)Tampilan sudah cukup memadai.(2) Modul bisa langsung dijadikan catatan. (3) Modul sederhana. (4) Tampilan warna cover bagus. (5) Cover menarik dengan gambar yang bagus (6).Enak dilihat dan dibawa. (7) Modul kecil lebih menarik. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa materi BMP mata kuliah Translation 1 (BING 3317) sudah akurat, dan hal ini juga diperkuat oleh pendapat pakar yang juga menyatakan bahwa materi modul secara umum sudah akurat, hanya perlu penjelasan lebih terperinci. Sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa materi bahan ajar translation 1 sudah mutakhir, dan sebagian kecil responden tidak setuju bahwa materi modul sudah mutakhir. Menurut pakar, khususnya untuk mata kuliah Translation, sebenarnya tidak ada sebuah teks yang bisa dikatakan mutakhir karena isi dari teks tidak terikat waktu jadi bisa digunakan sepanjang waktu. Secara umum modul Translation 1 (BING3317) jelas terbaca oleh mahasiswa dan bahasa penyajian yang digunakan sudah bisa dimengerti. Beberapa responden menyatakan tidak setuju. Serta, sebagian besar responden menyatakan bahwa tampilan fisik bahan ajar Translation 1 (BING3317) sudah bagus. Dan cuma sebagian kecil responden menyatakan bahwa tampilan fisik modul tidak menarik.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

117

KAJIAN TERHADAP KUALITAS BAHAN AJAR NON CETAK PROGRAM S1 PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF SPJJ Ucu Rahayu : ucu@mail.ut.ac.id Mestika Sekarwinahyu : tika@mail.ut.ac.id

c

roses belajar mengajar yang bersifat interaktif semakin dituntut dan menjadi prasyarat dalam sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ). Bahan ajar utama yang digunakan oleh Universitas Terbuka (UT), sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan SPJJ adalah bahan ajar cetak yang bersifat moduler, sehingga perubahan dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami bahan ajar utama tersebut, UT telah menyiapkan berbagai bantuan belajar dalam bentuk bahan ajar non cetak sebagai bahan ajar suplemen seperti program Audio, program Pembelajaran Berbantuan Komputer (CAI), dan Video. Bentuk interaksi antara peserta didik dengan bahan ajar yang dapat dihadirkan dalam proses pembelajaran pada SPJJ adalah menggunakan media yang memang memiliki kemampuan interaktif. Makalah ini menggambarkan hasil kajian tentang kualitas bahan ajar non cetak yang digunakan oleh mahasiswa program S1 Pendidikan Biologi FKIP-UT, dalam hal ini program Audio BMP untuk mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia, Audio Grafis untuk mata kuliah Biometri, dan CAI untuk mata kuliah Biokimia, sebagai bahan ajar suplemen yang sesuai dengan karakteristik SPJJ serta pengaruh penggunaan bahan ajar non cetak tersebut terhadap pemahamaman mahasiswa pada konsep-konsep dari mata kuliah yang sedang dipelajarinya.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

118

Efektivitas Variabel Mediator Berdasarkan Kontribusinya dalam Model Mediasi Sederhana.
Deddy A. Suhardi dan Isfarudi.

nalisis model yang mendalam tidak saja menyangkut struktur hubungan variabel-variabel dalam model, tetapi juga tatanan variabel-variabel dalam model yang menggambarkan proses pendistribusian pengaruh melalui jalur-jalur hubungan. Model yang terdiri atas jalur-jalur hubungan biasanya mempunyai satu atau beberapa variabel yang berperan sebagai variabel mediator dalam menghantarkan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Peranan suatu variabel mediator dalam penelitian ini dikaji dalam suatu model mediasi sederhana, yaitu suatu model yang hanya terdiri atas masing-masing satu variabel bebas, variabel respon dan variabel mediator. Efektivitas variabel mediator dalam model hubungan mediasi sederhana dikaji sehubungan dengan kontribusinya dalam model. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data simulasi atau data hipotetik. Tingkat kontribusi variabel mediator (K) dihitung melalui analisis regresi sekuensial, sedangkan efektivitas mediator (Z) dihitung sebagai statistik Sobel Test, dan rancangan model Z = f (K). Analisis terhadap data simulasi dengan iterasi sebanyak 500 kali menunjukkan pengaruh kontribusi variabel mediator konsisten dengan pengaruh mediasinya. Semakin besar kontribusinya, semakin besar pengaruh mediasinya atau efektifitas variabel mediator dalam model mediasi sederhana ditentukan oleh tingkat kontribusinya. Hasil penelitian ini secara struktural bahwa efektivitas variabel mediator dipengaruhi kontribusinya, tidak dapat memprediksi atau menentukan berapa nilai spesifik kontribusi tersebut agar pengaruh mediasinya efektif. dengan data empirik. Kata kunci: mediasi sederhana, variabel mediator, Sobel Test, extra sums of square, path model, simulasi.

T

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

119

Penerapan Teori Antrian Pada Bank BRI Unit Univ. Terbuka. Meirani Harsasi, Minrohayati (FEKON)

c

ermasalahan mengenai antrian merupakan salah satu permasalahan yang cukup penting dalam industri jasa maupun manufaktur. Permasalahan yang dapat diamati secara langsung di BRI Unit UT adalah seringkali terjadi antrian yang cukup panjang pada saat-saat tertentu. Penelitian ini menganalisis kinerja antrian pada Bank BRI Unit UT yang selama ini memiliki kebijakan hanya menggunakan dua teller atau dua titik pelayanan. Metode penelitian yang dilakukan adalah melalui studi deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh berdasarkan observasi di lapangan untuk mengetahui tingkat pelayanan dan tingkat kedatangan pelanggan.Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan kinerja antrian apabila menggunakan 3 teller. Hal ini dapat diketahui dengan semakin sedikitnya waktu yang diperlukan nasabah ketika antri. Ukuran lainnya adalah semakin berkurangnya nasabah yang mengantri apabila menggunakan 3 teller. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa kelemahan yang dapat dijadikan sebagai saran perbaikan penelitian berikutnya. Salah satu saran yang dapat disampaikan adalah penelitian berikutnya adalah sebaiknya menggunakan penyedia jasa yang murni melayani umum, sehingga dapat diperoleh distribusi antrian yang lebih merata. Selain itu penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menganalisis biaya apabila menambah titik pelayanan dengan mempertimbangkan trade off antara biaya penambahan satu kasir dengan biaya apabila pelanggan menunggu terlalu lama yang kemungkinan akan berpindah ke penyedia jasa lainnya. Kata kunci: teori antrian, tingkat kedatangan pelanggan, tingkat pelayanan.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

120

PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KUALITAS PROGRAM C A I MATA KULIAH RISET OPERASI Meirani Harsasi (rani@mail.ut.ac.id) M. Muzammil (muzamil@mail.ut.ac.id)

istem pendidikan di UT menggunakan sistem belajar jarak jauh dengan memanfaatkan media pembelajaran. Oleh karena itu, UT menyediakan bahan ajar yang didesain khusus untuk dipelajari secara mandiri. Bahan ajar berbantuan komputer merupakan salah satu bahan ajar yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran di UT. Salah satu bentuk yang dapat digunakan adalah CAI (computer-assisted instruction). Mata kuliah Riset Operasi merupakan mata kuliah yang dilengkapi dengan CAI. Untuk meningkatkan kualitas bahan ajar tersebut, maka perlu dilakukan penilaian dari pengguna terhadap keterbacaan media tersebut. Penilaian pengguna berupa penilaian apakah program CAI tersebut benar-benar sesuai dengan yang diharapkan, sehingga mampu membantu pemahaman materi yang dibahas ataukah belum. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan 41 kuesioner kepada mahasiswa UT di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah Riset Operasi. Kuesioner yang berhasil diolah sebanyak 30 kuesioner. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat beberapa perbedaan antara harapan dan persepsi mahasiswa terhadap kualitas program CAI Riset Operasi. Selain mahasiswa UT, penelitian ini juga menggali informasi dari responden non mahasiswa UT meliputi ahli materi, pengampu, penulis soal, dan mahasiswa non UT. Informasi dari responden non UT menunjukkan bahwa terdapat beebrapa bagian yang perlu diperbaiki misalnya warna, tidak menggunakan huruf berkait, perlu ada pretest, serta audio yang lebih bervariasi. Kata Kunci: persepsi, harapan, kualitas, CAI.

f

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

121

Penerapan Matakuliah Biologi Sel UT Dalam Meningkatkan Profisional Guru Biologi Pada Kurikulum SMP/SMA Sukiniarti, Krisna Iryanti

enelitian ini mengkaji hasil evaluasi terhadap bahan ajar Biologi Sel (BIOL 4115) edisi 1 apakah dapat meningkatkan profesionalisme guru SMP maupun SMA sebagai pengguna matakuliah tersebut. Penelitian dilakukan dari bulan April sampai dengan September 2008. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan kepada ahli materi (pengampu matakuliah) dan mahasiswa, serta wawancara tentang keberadaan matakuliah Biologi Sel kepada para pengampu matakuliah. Data diolah secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas substansi matakuliah Biologi Sel pengampu matakuliah maupun mahasiswa menyatakan cukup jelas (47,18% dan 50,00 % ), sementara penjelasan istilah pada matakuliah Biologi Sel baik pengampu matakuliah maupun mahasiswa menyatakan jelas (56,25% dan 53,45%) Kemutakhiran materi beserta contoh-contoh menunjukan bahwa pengampu matakuliah dan mahasiswa menyatakan baik dan jelas (81, 25% dan 47,71%). Sementara validitas konsep materi matakuliah Biologi Sel menunjukkan bahwa pengampu matakuliah maupun mahasiswa menganggap valid (93,75% dan 41,38%). Relevansi dan kesesuaian konsep materi matakuliah Biologi Sel dengan kompetensi yang diharapkan oleh guru SMP/SMA menunjukkan bahwa pengampu matakuliah maupun mahasiswa menyatakan sesuai (43,96%, dan 57,11% ). Kesesuaian konsep materi matakuliah Biologi Sel dengan kurikulum SMP/SMA menunjukkan bahwa pengampu matakuliah maupun mahasiswa menyatakan sesuai (34,91%, dan 52,58%). Kata kunci: matakuliah Biologi Sel, profesionalisme guru Biologi

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

122

Efektivitas Penggunaan JKOP JJ03 (Prosedur Penanganan Layanan dan Keluhan) di 11 UPBJJ-UT setelah Perolehan ISO 9001:2000 (Quality Management System)

Sri Yuniati Putri Koes Hardini, Etty Susanti
enelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan prosedur penanganan layanan dan keluhan (JKOP JJ03). Populasi penelitian ini adalah seluruh UPBJJ-UT. Sedangkan sampel diambil hanya 11 UPBJJ-UT yang telah mendapat sertifikasi ISO 9001:2000 yaitu UPBJJ Padang, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Pontianak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa wawancara dengan Kasubbag TU serta data sekunder yang diperoleh dari rekaman yang ada di 11 UPBJJ-UT. Data disusun dalam bentuk tabulasi dan dianalisis secara deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 UPBJJ-UT yang sudah menerapkan prosedur JKOP JJ03 dengan konsisten ada 8 UPBJJ-UT sedangkan 3 UPBJJ (Padang, Yogyakarta dan Purwokerto) masih perlu ditingkatkan. Secara umum penanganan layanan dan keluhan mahasiswa untuk ke 11 UPBJJ-UT telah mengikuti prosedur JKOP JJ03 yakni untuk layanan tidak lebih dari 1 (satu) hari sedangkan untuk penyelesaian keluhan maksimal 2 (dua) bulan. Bila dilihat dari jumlah keluhan mahasiswa di 11 UPBJJ-UT yang masuk disimpulkan bahwa jumlah keluhan terbanyak dan berulangulang adalah nilai tidak keluar. Sedangkan naik – turun jumlah keluhan mahasiswa dari periode ke periode menunjukkan bahwa proses Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (PTPP) belum berjalan seperti yang diharapkan. Hasil penelitian juga menemukan bahwa unit yang menjadi menjadi titik kritis keluhan adalah Pusjian, Registrasi dan Pelma.

c

Kata kunci : layanan, keluhan, UPBJJ-UT

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

123

PROFIL KUALITAS SOAL UJIAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN MASA UJIAN 20072 Irmawaty

h

jian adalah salah satu indikator dalam menilai keberhasilan belajar mahasiswa. Mengukur keberhasilan belajar mahasiswa dilakukan melalui sebuah alat pengukuran yang terdiri dari butir soal ujian. Soal-soal yang tersedia pada bank soal pusat pengujian yang sudah digunakan sebagai bahan ujian perlu dilakukan pengkajian kualitas secara kuantitatif, berdasarkan data empiris dari hasil ujian mahasiswa. Hal tersebut dilakukan untuk memilih butir soal yang sudah baik agar tetap disimpan pada database bank soal serta merevisi dan mengganti butir soal yang kurang dan tidak baik agar layak disimpan sebagai koleksi database bank soal yang berkualitas. Mengetahui profil kualitas soal dipandang perlu untuk mengkaji dan melaporkannya, karena profil kualitas butir soal ini dapat dijadikan data acuan untuk memperbaiki butir-butir soal ujian yang kurang berkualitas atau memiliki nilai dibawah standar. Sampel profil analisis kualitas butir soal dipilih secara acak sebanyak 15 mata kuliah dari 25 mata kuliah yang terdiri dari 695 butir soal ujian pada program studi manajemen Fekon UT. Hasil profil analisis kualitas butir soal diketahui 180 soal (25.9%) dapat dijawab mahasiswa sedangkan 515 soal (74.1%) sukar sehingga tidak mampu dijawab mahasiswa. Dari segi kualitas soal, 137 soal (19.7%) soal diterima baik, 189 soal (27%) soal diterima tetapi perlu diperbaiki, 193 soal (28%) soal diperbaiki, dan 176 soal (25,3%) soal tidak dipakai atau dibuang dan diganti dengan soal yang baru. Soal-soal pada Fakultas Ekonomi untuk masa ujian 2007.2 adalah soal-soal yang sukar untuk dipahami mahasiswa sehingga tidak mampu dijawab dengan benar. Dari 695 soal, hanya 180 soal yang diterima baik sehingga perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap soal-soal tersebut.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

124

OPTIMALISASI PENERIMAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUAN (BPHTB) (Studi Kasus di Kabupaten Purworejo) Suryarama, Purwaningdyah M.W

ntuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak, pemerintah berupaya menggali potensi penerimaan negara berupa pajak. Salah satu jenis pajak adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kabupaten Purworejo merupakan lokasi yang dipilih untuk penelitian karena penerimaan pajak dari BPHTB pada tahun 2007 masih sangat kecil. Hal ini terlihat dari penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dibandingkan dengan BPHTB berbanding 99,94% : 0,06%. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif yang dilakukan melalui validasi dan Focus Group Discussion (FGD). Adapun yang dijadikan populasi dan sample adalah wajib pajak, Kepala bidang Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder, sementara analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan BPHTB tahun 2007 di Kabupaten Purworejo masih rendah karena baru mencapai 63,03%. Hal tersebut disebabkan karena peralihan hak atas tanah dan/ bangunan dilakukan di bawah tangan, hal ini untuk menghindari pembayaran BPHTB. Perbandingan wajib pajak yang taat yang membayar pajak baru mencapai 50,34%. Sementara itu wajib pajak yang melakukan peralihan hak atas tanah dan/bangunan di bawah tangan (tanpa melalui pejabat yang berwenang dan tidak membayar BPHTB) berjumlah 49,66%. Kesimpulan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat kabupeten Purworejo sebagian besar (….%) tidak mengetahui adanya pembayaran BPHTB bila melakukan transaksi peralihan hak atas tanah dan/ bangunan. Selain itu sosialisasi tentang pentingnya

h

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

pembayaran BPHTB jarang dilakukan karena terbatasnya sumber daya manusia. Rekomendasi yang dapat dikemukakan adalah bahwa untuk meningkatkan penerimaan BPHTB perlu dilakukan intensifikasi pajak untuk jangka pendek maupun jangka menengah. Sosialisasi terhadap wajib pajak dilakukan secara terus menerus sampai seluruh pelosok desa dan diupayakan berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

125

Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit - Studi Kasus Kebun PT Tabung Haji Indopalm Plantion di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau Nurmala Pangaribuan, Endang Nugraheni

c

enelitian ini mendeskripsikan kondisi lahan gambut Kebun PT Tabung Haji Indopalm Plantion di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang dikelola untuk perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai strategi pengelolaan tanah gambut untuk lahan kelapa sawit yang berkelanjutan. Data primer didapatkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan ditunjang dengan data sekunder berupa laporan Amdal, data dari pengelola, data curah hujan dan kondisi iklim. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan lahan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit adalah pengelolaan tata air menggunakan sistem kanal (terdiri dari 4 jenis kanal), di tambah adanya gorong-gorong mengatur keluar masuknya air, yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Dengan perlakuan tersebut kondisi keasaman tanah (pH) dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Kondisi ekosistem secara umum tidak mengalami kerusakan karena dilakukan pengelolaan limbah secara baik. Pada lingkungan perairan masih ditemukan beberapa jenis ikan dan reptil. Hasil pemanfaatan gambut sebagai lahan untuk kelapa sawit juga berhasil baik yang mana tanaman sudah mulai berproduksi pada umur 4 tahun dan produksi kelapa sawit pada kebun ini mencapai 25-30 ton/ha/tahun. Temuan ini memberi gambaran bahwa gambut yang tergolong sebagai lahan pertanian marjinal apabila dikelola dengan baik akan memberikan manfaat besar secara ekonomis dengan tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: kelapa sawit, pemanfaatan gambut

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

126

Upaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Meningkatkan Penerimaan Pajak (Studi Kasus di Kabupaten Purworejo) Puwaningdiah Enceng

ermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya mengoptimalkan pemungutan PBB, hambatanhambatan dalam mengoptimalkan penerimaan PBB, dan upaya untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat dalam melaporkan objek pajak PBB. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya untuk mengoptimalkan penerimaan PBB, dan upaya untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat dalam melaporkan objek pajak PBB pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari sejumlah variabel melalui kuesioner yang dibagikan dan wawancara langsung dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disediakan. Hasil pengumpulan data ini merupakan data primer. Data sekunder diperoleh melalui penelusuran berbagai kepustakaan dan dokumen. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu menghubungkan kenyataan empiris dengan dasar pemikiran teoritik. Teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah dengan melakukan check, recheck dan cross check terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PBB pada tahun anggaran 2007 tidak memenuhi target yang ditentukan. Upaya optimalisasi penerimaan PBB dilakukan dengan cara intensifikasi pemungutan PBB dengan melakukan koordinasi dengan Kades/Lurah, Camat, KPP Pratama dan Badan Keuangan Daerah, memberikan reward
pemungutan PBB, hambatan-hambatan dalam mengoptimalkan

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

kepada desa/kelurahan yang lebih awal melunasi PBB dan melakukan penagihan terhadap tunggakan-tunggakan. Hambatannya adalah data tentang bumi dan bangunan belum akurat, petugas pemungut/perangkat desa menyalahgunakan uang PBB.Upaya untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak adalah sosialisasi tentang PBB ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa/kelurahan, dan gerakan tabungan melalui dasa wisma PKK. Kata kunci: optimalisasi, penerimaan, pajak bumi bangunan

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

127

Kemampuan Mahasiswa Dalam Menerapkan Bentuk Waktu SimplePast Pada Matakuliah Writing 2 (Bing 3304) Massa Ujian 2007.1 Yudi Efendi

Kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dengan baik adalah suatu kemampuan yang harus dikuasai dan dipahami oleh setiap mahasiswa program studi D III Penerjemahan. Salah satu syarat kemampuan tersebut adalah penguasaan dan pemahaman bentuk-bentuk waktu atau tensis yang ada dalam bahasa Inggris. Bentuk waktu yang harus dikuasai dan dipahami dengan baik, salah satunya, adalah bentuk waktu simple past. Bentuk simple past adalah bentuk waktu yang mengungkapkan suatu kejadian atau peristiwa yang telah dilakukan dan selesai dikerjakan di waktu atau masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan mahasiswa program studi D III Penerjemahan dalam menerapkan bentuk waktu simple past pada ujian matakuliah Writing 2 periode 2007.1. Metode yang digunakan adalah metode content-analysis yaitu dengan melihat hasil ujian mahasiswa khusunya Question 3 dan menganalisis jawaban yang ada. Dari 51 sample BJU mahasiswa yang dianalisis, 18 BJU digolongkan ke dalam kategori sangat baik (exellent) dengan hanya 0 – 3 kesalahan, 11 BJU di kategori baik (good) dengan hanya 4 – 7 kesalahan, 14 BJU di kategori cukup (fair), dengan hanya 8 – 11 kesalahan dan 13 BJU di kategori kurang (weak) lebih dari 11 kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% mahasiswa program studi D III Penerjemahan mampu menerapkan bentuk waktu simple past dengan baik, 27% mahasiswa cukup baik, dan hanya 16% mahasiswa masih kurang dalam menerapkan bentuk simple past. Kata kunci: Kemampuan; simple past; menerapkan.

^

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

128

Reorganisasi Lembaga Perangkat Daerah Pemerintah Daerah Kota Bandung Menurut Peraturan Pemerintah Nomor: 41 Tahun 2007. Enceng, Made Yudi, Setiani, Siti Aisyah

ermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana profil organisasi perangkat daerah pada pemerintah daerah Kota Bandung dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil organisasi perangkat daerah pada pemerintah daerah Kota Bandung dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah dengan melakukan check, recheck dan cross check terhadap data yang diperoleh. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses reorganisasi kurang melibatkan stakeholders. Penataan organisasi perangkat daerah kota Bandung berkonsekuensi pada perubahan besaran organisasi perangkat daerah. Besaran organisasi perangkat daerah Kota Bandung mengalami perampingan dari 41 menjadi 33 Satuan Kerja Perangkat Daerah. Di samping itu terjadi perubahan struktur jabatan serta penempatan SDM. Kendala dalam reorganisasi organisasi perangkat daerah Kota Bandung adalah perumpunan dinas yang telah dibentuk ada yang tidak sesuai dengan peraturan karena pemerintah pusat terlambat mengeluarkan peraturan pemerintah. Kendala yang lain adalah menurunnya semangat kerja pegawai untuk sementara waktu, karena adanya isu penurunan jabatan.

c

Kata kunci : reorganisasi, besaran organisasi, perangkat daerah

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

129

Pengembangan Model Bahan Ajar berbasis multimedia untuk Mendukung Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Terbuka Menghadapi Tugas Akhir Program ADPU4500. Meita Istianda Darmanto

U

ahan ajar berbasis multimedia merupakan bahan ajar yang layak dikembangkan untuk memfasilitasi belajar mahasiswa pendidikan jarak jauh. Berdasarkan penelitian De Porter bahan ajar multimedia merupakan bahan ajar yang cukup efektif dalam mentransfer informasi atau pengetahuan, sebab manusia dapat menyerap suatu materi sebanyak 50% dari apa yang didengar dan dilihat (audio visual). Salah satu bahan ajar pada Program Studi Administrasi Negara yang layak dikembangkan adalah TAP ADPU4500. Bagi mahasiswa matakuliah ini merupakan matakuliah yang memerlukan perhatian khusus, karena bentuk ujiannya yang berbeda dengan bentuk ujian yang pernah mereka kerjakan sebelumnya. TAP ADPU4500 ujiannya berbentuk soal uraian. Dari beberapa bentuk layanan belajar yang tersedia dalam matakuliah ini, seperti tutorial tatap muka, tutorial telepon, dan tutorial on line, tidak sepenuhnya layanan belajar yang tersedia dapat diakses oleh mahasiswa. Melalui pengembangan model bahan ajar berbasis multimedia diharapkan tersedia layanan belajar yang dapat dijangkau oleh seluruh mahasiswa. Bentuk multimedia yang dikembangkan adalah video interaktif. Pengembangan multimedia dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, pemilihan teknologi, strategi pengembangan dan proses, serta desain intruksional. Kata kunci: multimedia, TAP ADPU4500

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

130

Pengembangan Model Bimbingan Akademik Online Bagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Terbuka Yulia Budiwati: yulia@mail.ut.ac.id M.Husni Arifin: mhusni@mail.ut.ac.id Daryono: daryono@mail.ut.ac.id

ugas dosen di perguruan tinggi adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Pada tugas pendidikan dan pengajaran termasuk di dalanya adalah memberikan bimbingan akademik kepada mahasiswa. Karakteristik perguruan tinggi jarak jauh menyebabkan intensitas tatap muka antara dosen dan mahasiswa rendah, bahkan dapat dikatakan tidak ada. Oleh karenanya harus ada media yang dapat digunakan mahasiswa dan dosen untuk saling berinteraksi. Dalam pembelajaran jarak jauh, media tersebut adalah interaksi online. Terkait dengan tugas dosen sebagai pembimbing akademik, maka bimbingan akademik pada pendidikan jarak jauh sangat tepat dilakukan secara online. Penelitian ini mencoba untuk menawarkan satu model bimbingan akademik online yang dapat digunakan oleh dosen UT untuk melaksanakan bimbingan akademik. Dari kajian dokumen dan literatur, survei, dan wawancara maka penelitian ini mencoba menggambarkan beberapa alasan mengapa bimbingan akademik online perlu dikembangkan. Penawaran untuk mengembangkan model bimbingan akademik online ini terutama dilatarbelakangi oleh (1) kenyataan bahwa mahasiswa memang membutuhkan bimbingan dan (2) mahasiswa mulai terbiasa menggunakan forum online. Model bimbingan akademik online yang ditawarkan merupakan adopsi dari beberapa forum online yang ada dengan beberapa modifikasi. Pengembangan model bimbingan akademik online ini mencakup antara lain disain, pengelolaan, dan sosialisasi.

g

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

131

Pengaruh Penerapan Total Quality Manajement(TQM) Tarhadap Kinerja Inovasi: Studi pada perushaan Manufaktur di Jawa Barat Devi Ayuni, Meirani Harsasi

otal Quality Management (TQM) merupakan topik yang banyak diteliti dalam bidang manajemen operasi yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda, beberapa penelitian menunjukkan hasil adanya pengaruh antara penerapan TQM terhadap kinerja, namun tidak sedikit pula yang menunjukkan hasil sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan TQM terhadap kinerja inovasi perusahaan manufaktur di Jawa Barat. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari responden melalui survey menggunakan kuesioner. Dari 1.374 eksemplar kuesioner yang didistribusikan, sebanyak 155 kuesioner kembali dan dapat digunakan. Seluruh perusahaan manufaktur yang telah berpartisipasi dan diambil sebagai sampel dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur berskala besar dengan kriteria memiliki tenaga kerja minimal 100 orang. Uji statistik data yang terkumpul dilakukan secara bertahap, yaitu melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan uji regresi linier berganda. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa terdapat tiga item pertanyaan yang harus dibuang dari analisis berikutnya karena tidak mengelompok pada faktor yang seharusnya. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan hasil bahwa semua variabel bersifat reliabel. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan regresi linier berganda menunjukkan hasil bahwa secara bersama-sama semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan seluruh variabel independen (kepemimpinan, perencanaan strategik, fokus pelanggan,

g

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

informasi dan analisis, manajemen tenaga kerja, dan manajemen proses) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen pada level α ≤ 0,05. Kata kunci: TQM, kinerja inovasi, perusahaan manufaktur.

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

132

KESIAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MENGKUTI UJIAN PEBI 4500 TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP) Nurhasanah, Leonard.RH, Tri Wahyuningsih

enguasaan kulminatif atas pelbagai kompetensi bagi calon sarjana FKIP-UT dinilai diantaranya melalui Tugas Akir Program (TAP). TAP merupakan evaluasi akhir program yang harus ditempuh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi tertentu. Melalui ujian TAP mahasiswa yang telah menjadi guru dilatih dan sekaligus diuji untuk menginternalisasi dan menghubungkan berbagai konsep yang telah dipelajari dengan pengalaman dan situasi nyata dilapangan serta dapat memecahkan masalah dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini berjudul ” Kesiapan Mahasiswa Menghadapi UAS Tugas Akhir Program (TAP) PEBI4500”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian Tugas Akhir Program (TAP) Pendidikan Biologi PABI4500 secara administrasi dan akademik serta proses pembimbingan tutorial TAP oleh tutor. Metodologi yang digunakan adalah metode pengisian kuesioner secara langsung dan melalui pengiriman kuesioner pada peserta ujian TAP PEBI4500 masa ujian 2008.1.dengan menggunakan kuesioner yang meliputi indikator persiapan secara administrasi untuk mengikuti ujian TAP, persiapan secara akademik untuk pelaksanaa ujian TAP, dan indikator pelaksanaan pembimbingan TAP oleh tutor, sampel data diperoleh dari 4 UPBJJ-UT jakarta, Bogor, Serang dan Bandung; selanjutnya data diolah dan dianalisis melaui metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari ketiga indikator adalah 1) Sebagian besar (86,79%) mahasiswa memahami bahwa registrasi dilakukan jika persyaratan administrasi telah terpenuhi dan 95,45% tidak mengalami kesulitan/kendala untuk memenuhi persyaratan tersebut,45,28% dapat ditempuh selama 3- 4 semester. 2)

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

Pada umumnya mahasiswa(33,96%) telah mengetahui persiapan bahan untuk TAP dan menghadapi TAP serta(62,26%) mempelajari buku pendukung TAP dan memiliki soal TAP dari teman,ujian sebelumnya dan dari tutor.3)88,04% mahasiswa menyatakan bahwa pembingan tutorial dilakukan sesuai dengan tahap-tahap sebagaimana tertera dalam panduan proses pembimbinganTAP. Kesimpulan dari hasil penelitian ini diantaranya mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi syarat administrasi, tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratannya, untuk menghadapi UAS TAP ditempuh selama 3-4 semester,belajar melalui buku panduan, buku pendukung , soal-soal TAP dari panduan dan teman dan tutor.Saran yang dapat dikemukakan diantaranya : Bagi mahasiswa lebih meningkatkan minat baca, mencari informasi tambahan dalam menghadapi UAS TAP, program studi menghimbau mahasiswa untuk ikut serta pada tutorial tatap muka dan tuton, dan UPBJJ dapat mensosialisasikan cara mengakses tuton TAP.Kata kunci : Kesiapan mahasiswa menghadapi UAS, TAP PEBI4500

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

133

PENGENALAN PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI PENGGANTI OBAT KIMIAWI (UNTUK REVISI BUKU MATERI POKOK, KIMIA FARMASI/PEKI4421) Afnidar, Hartinawati, Amril Latif

X

valuasi Bahan Ajar matakuliah BMP Farmasi /PEKI4211 untuk mendapatkan masukan perbaikan kualitas BMP Kimia Farmasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Farmasi yang berkembang sekarang. Kajian ini dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang dikirim kepada mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Terbuka. Responden adalah mahasiswa yang telah meregistrasi matakuliah Kimia Farmasi, pada masa 2006.1 s/d 2007.2. Berdasarkan kuesioner yang diterima, diantara responden tersebut yang lulus mata kuliah Farmasi sebanyak 75,7% dan yang tidak lulus 24,3%. Dimana sebagian besar adalah wanita (63,6%) sedangkan laki-laki hanya 36,4%. Pendidikan terakhir D3 tamatan tahun 1985 sampai tahun 2006, diketahui pula usia mahasiswa tertua 47 tahun dan termuda adalah 23 tahun. Jumlah mahasiswa terbanyak terdapat pada usia 29-46 tahun 82%. Perlunya pendapat mahasiswa tentang isi modul berkaitan dengan table/gambar/bagan, latihan, formatif, materi dapat membantu pengajaran di sekolah, kesesuaian pilihan topik dalam modul turut ditanyakan, untuk mendapatkan informasi pada BMP karena sudah 7 tahun dan harus direvisi dan ditinjau ulang. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan maka diperoleh data bahwa perlu ditambahkan materi tentang tanaman pengganti obat kimiawi agar nantinya turut dibahas pada modul revisi mendatang, diperoleh data, bahwa dari 7 jenis tanaman diperoleh dua tertinggi kunyit putih 89% dan jahe merah 88%. Kesesuaian topik yang ada dalam modul saat ini, terdapat skor terendah pada Modul 3 dan 6, masing-masing 78%. Uji korelasi Spearman yang dilakukan terhadap pendapat seluruh mahasiswa dengan semua modul

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

dengan tingkat pendidikan, jenis kelamin, lama mengajar, tidak terdapat hubungan tetapi, pada mahasiswa sudah lulus dan belum lulus ada hubungan terhadap pendapat seluruh mahasiswa pada modul 1-6 terdapat hubungan negatif dimana r = 411 dengan tingkat signifikan 0,05. Kata kunci : Bahan Ajar, Farmasi, Tanaman Obat

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

134

Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Akademik Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Meilani Hamdani, Imas Maesaroh

c

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan jenis pemberian motivasi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja staf edukatif Fekon UT. Populasi penelitian ini adalah Staf Edukatif pada FEKON Universitas Terbuka yang berjumlah 43 orang. Staf Edukatif FEKON terdiri dari 2 (dua) jurusan yaitu Ekonomi Studi Pembangunan (ESP) dan Manajemen (MANA). Penentuan sampel dilakukan secara cluster sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah motivasi dan produktivitas kerja. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dikemangkan dari instrumen dengan menggunakan skala likert. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi motivasi yakni kebutuhan fisilogis, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri responden merasa sudah puas dengan ketentuan yang telah ditetapkan di UT. Namun untuk kebutuhan rasa aman, responden merasa kurang puas dengan ketentuan yang diselenggarakan UT diantaranya jaminan keselamatan dan jaminan hari tua.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

135

PEMANFAATAN UMBI TALAS LAMPUNG (Colocasia esculanta (L) Schoot) SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES YANG DISUPLEMENTASI DENGAN KACANG HIJAU. Welli Yuliatmoko (welli@mail.ut.ac.id) Dian Indrayani Satyatama (dian@indrayani.com) Institut Pertanian Bogor

epung talas lampung bisa dijadikan sebagai bahan subtitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies, meskipun kualitasnya masih relatif rendah terutama dari segi rasa dan komposisi gizinya. Salah satu alternatif untuk memperbaiki komposisi gizinya agar kualitas semakin baik adalah dengan melakukan suplementasi dengan kacang hijau yang merupakan sumber protein yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi cookies hasil subtitusi tepung talas lampung terhadap tepung terigu dan suplementasi dengan kacang hijau. Pada cookies dilakukan ujiorganoleptik dengan skala hedonik meliputi warna, aroma, rasa , tekstur dan penampilan umum dan analisis karakteristik kimia formula cookies yang masih diterima panelis. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan program SPSS 11.0 for windows menggunakan univariate analysis of variance dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies dengan kandungan tepung talas lampung 30%, 50%, dan 60% mendapat respon terbaik dari panelis. Dari sudut gizinya dapat dikatakan cookies tersebut masih memenuhi nilai gizi yang ditetapkan oleh SNI 1992 kecuali nilai protein yang masih di bawah standar. Suplementasi kacang hijau 10% belum mampu meningkatkan nilai gizi protein cookies. Kata kunci: cookies, Talas lampung, subtitusi tepung terigu, suplementasi kacang hijau

g

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

136

Model Ekonomimikro Penawaran dan Permintaan Tenaga Kerja di Propinsi DKI Jakarta (Suatu Pendekatan Persamaan Simultan) Albert Gamot Malau, Sigit Supriadi, Yan Hotman

c

rovinsi DKI Jakarta masih merupakan primadona bagi para pencari kerja, hal ini terlihat dari jumlah yang mencari kerja di Provinsi Jakarta mengalami peningkatan sebesar 1.2 % dan laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Jakarta juga meningkat sebesar 1.5 %. Sedangkan kesempatan kerja mengalami penurunan sebasar 3.5 %, untuk itu penenlitian ini bertujuan untuk melihat model ekonomimikro penawaran dan permintaan tenaga kerja di Provinsi DKI Jakarta (suatu pendekatan persamaan simultan). Model ekonomimikro penawaran dan permintaan tenaga kerja di Provinsi DKI Jakarta merupakan persamaan simultan, yang menggunakan metode 2 SLS (Two Stage Least Squares) dan pengelolahan data menggunakan program computer SAS versi 6.12. Simulasi model digunakan untuk melihat kebijakan yang digunakan dalam model ekonomimikro penawaran dan permintaan tenaga kerja di Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penawaran tenaga kerja di Provinsi DKI Jakarta dipengaruhi oleh jumlah penduduk, upah minimum regional. Permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh upah minimum regional, pdrb provinsi DKI Jakarta, investasi. Upah minimum regional dipengaruhi oleh investasi sedangkan investasi dipengaruhi oleh Sertifikat Bank Indonesia, pajak daerah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Produk Domestik Regional Bruto dipengaruhi oleh permintaan tenaga kerja, investasi dan pengeluaran pemerintah provinsi DKI Jakarta. Kebijakan pemerintah DKI Jakarta dan perubahan factor ekonomi berpengaruh terhadap investasi dan pendapatan daerah provinsi DKI Jakarta. Kebijakan Pemerintak DKI Jakarta untuk meningkatkan penawaran tenaga kerja, permintaan

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

tenaga kerja, upah minimum regional, investasi dengan menurunkan migrasi masuk, pajak daerah dan meningkatkan pengeluaran pemerintah. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Mikroekonomi, Pengeluaran Pemerintah

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

137

Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Layanan Puskesmas Kota Depok, Provinsi Jawa Barat Darmanto, Tiesnawati, Meita istianda

c

enelitian ini membahas Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Layanan yang Diberikan Oleh Puskesmas Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini secara umum adalah mengetahui persepsi masyarakat tentang kualitas layanan yang diberikan oleh puskesmas Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Adapun variabel yang akan diteliti mencakup kualitas layanan yang ditunjukkan dengan dimensi: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna layanan Puskesmas di kota depok. Adapun sampel diambil secara acak untuk masing-masing Kecamatan diambil sampel sebanyak 25 orang, sebanyak 6 Kecamatan yang ada di Kota Depok. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan angket kepada para responden, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan dokumentasi yang terkait dengan layanan Puskesmas. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah serta dilakukan analisis secara deskriptif dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi guna melihat kecenderungan yang ada dalam data. Analisis terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Puskesmas Kota Depok pada umumnya dianggap baik (81,0%). Yang dianggap paling baik adalah Puskesmas Sawangan (95,6%) dan yang dianggap kurang baik adalah Puskesmas Cimanggis (69,3%). Walaupun pada umumnya layanan Puskesmas depok dianggap baik namun perlu diperhatikan menyangkut Responsiveness(daya tanggap). Selain itu aspek tangible/fisik puskesmas juga perlu ditingkatkan untuk lebih meningkatkan layanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Layanan Puskesmas

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

138

Evaluasi Pemanfaatan Fasilitas Komputer dan Periferalnya Di Lingkungan Universitas Terbuka Adhi Susilo, Dwi Astuti Aprijani

ewasa ini, teknologi komputer benar-benar telah mengubah lingkungan bisnis secara mendasar dan bahkan mengubah pola industri secara keseluruhan. Bagi perguruan tinggi yang tidak ingin ditinggalkan oleh lingkungannya (mahasiswa), teknologi komputer merupakan kebutuhan mendasar untuk mencapai keunggulan kompetitif. Peran komputer di berbagai bidang kehidupan memang tidak diragukan lagi. Pengguna merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan penerapan suatu teknologi. Banyak penelitian membuktikan bahwa faktor individu (keahlian, kenyamanan) dan faktor organisasional (training dan dukungan organisasional) sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pengadopsian teknologi informasi/ komputer.Bagi perusahaan yang akan mengimplementasikan atau mengembangkan teknologi/system informasi berbantuan komputer, aspek manusia ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena keberhasilan penerapan teknologi informasi (komputer) akan sangat tergantung pada faktor manusia yang berhadapan langsung dengan teknologi tersebut. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah faktor motivasional yang terdiri dari kegunaan yang dirasakan, kenyamanan yang dirasakan, dan norma sosial dan faktor anteseden yang terdiri dari skill, dukungan organisasional, pemanfaatan organisasional. Kompleksitas yang dirasakan menjadi variabel penghubung antara faktor anteseden dan faktor motivasional. Di lingkungan UT, paperless office bukan lagi impian kosong. Jaringan kampus telah terpasang menghubungkan komputer-komputer yang digunakan para penghuni di gedung-gedung utama di seluruh kawasan kampus. Lokasi-lokasi di luar gedung utama bisa mendapatkan koneksi jaringan melalui kabel telpon ataupun dengan teknologi jaringan komputer tanpa kabel. Memang

W

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

beberapa jenis dokumen yang punya nilai hukum seperti kontrak kerja belum bisa digantikan sepenuhnya dengan bentuk elektronis. Namun demikian, produksi naskah tercetak dikertas untuk keperluan komunikasi sehari-hari sudah mulai bisa kita hilangkan. Mungkin paperless office tidak bisa diwujudkan penuh 100% namun sekarang kita bisa memulainya dengan membangun budaya less paper office. Kata Kunci: Blog, jaringan, faktor anteseden, faktor motivasional, paperless office

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

139

Pengaruh Pemberian Mengkudu (Morindra citrifolia) terhadap Kandungan Kolesterol Telur Ayam Tuty Maria Wardiny dan T. Eduard Azwar Sinar (tuty@mail.ut.ac.id) dan (eduard@mail.ut.ac.id)

engkudu (Morindra citrifolia) bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan tanaman yang tidak asing lagi karena telah digunakan sebagai sayuran dan berkhasiat sebagai obat yang secara turun temurun telah digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari mengkudu (Morindra citrifolia) dalam ransum ayam terhadap kualitas telur ayam. Rancangan Acak Lengkap(RAL)digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini. Seratus lima ekor ayam petelur strain ISA Brown dibagi menjadi 7 (tujuh) perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari 5 (lima) ekor ayam petelur. Ransum perlakuan adalah ransum kontrol (R0), 3% tepung daun mengkudu (R1), 6% tepung daun mengkudu (R2), 9% tepung daun mengkudu (R3), 3% sari buah mengkudu (R4), 6% sari buah mengkudu (R5), dan 9% sari buah mengkudu (R6). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum, warna kuning telur dan kandungan kolesterol kuning telur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa produksi telur, konversi ransum dan kandungan kolesterol kuning telur nyata (p<0.05) dipengaruhi oleh ransum perlakuan. Konsumsi ransum tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9% tepung daun mengkudu (R3) dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan dan kualitas telur dibandingkan dengan perlakuan ransum lainnya, karena tingginya produksi telur , warna kuning telur, dan rendahnya kandungan kolesterol kuning telur . Kata kunci : telur, Morindra citrifolia, kolesterol

`

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

  140

Evaluasi Prosedur JKAK AJ01-03 Pengembangan Bahan Ajar Cetak Sesudah Perolehan ISO 9001-2000 Sri Yuniati PKH, Meilani Hamdani

c

enlitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan prosedur pengembangan bahan ajar cetak sesudah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000. Populasi dan sampel penelitian ini adalah unit yang melaksanakan prosedur pada JKAK AJ01-03, yaitu 4 Fakultas (FKIP, FEKON, FISIP dan FMIPA) dan PPs. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa untuk pencapaian target waktu, tahun 2007, hanya FEKON dan PPs yang mencapai target penulisan. Sedangkan untuk fakultas lain, FKIP, FISIP dan FMIPA tidak mencapai target. Untuk FKIP, sampai dengan Juni 2008 masih ada 3 BMP yang belum selesai, yaitu English For Business And Office (PBIS4427), Statistika Pendidikan (PEMA4210) dan Komputer dan Media Pembelajaran (IDIK4010). FISIP, sampai dengan Juni 2008 masih ada 3 BMP yang belum selesai, yaitu Pelestarian Bahan Pustaka (PUST2137), Manajemen Proyek (ADPU4338) dan Sistem Ekonomi Indonesia (ISIP4310). Dan untuk FMIPA, sampai Juni 2008 masih ada 1 BMP yang belum selesai penulisannya, yaitu Pengantar Matematika (MATA4101). Hasil penelitian juga menunjukkan, pada tahun 2008, untuk pencapaian target waktu per Juni 2008, yang merupakan telah masuk termin 1, seluruh Fakultas/PPs tidak mencapai target. Keterlambatan penulisan di sebabkan kesibukan para penulis. Dalam menangani keterlambatan, seluruh Fakultas/PPs mengatasi dengan mengadakan workshop percepatan penulisan BMP dengan koordinasi PR I. Dalam pelaksanaan pengembangan penulisan BAC, secara umum sudah sesuai dan konsisten dengan prosedur JKAK AJ01 – 03, walaupun masih ditemukannya ketidaksesuaian kecil dalam hal dokumentasi. Kata kunci : BAC, BMP

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

141

Penerapan Akuntansi Untuk Financial Lease Pada PT. Makro Di Jakarta Sesuai Dengan Standar Khusus Akuntansi Sewa Guna Usaha Ditinjau Dari Sudut Lessee
Ami Pujiwati, Lely Fera Triani, Olivia Idrus

c

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi untuk Financial Lease pada PT. Makro di Jakarta dan kesesuaiannya dengan standar khusus akuntansi sewa guna usaha. Dari hasil studi pada penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi perusahaan yang melakukan transaksi financial lease di Indonesia. Bagi peneliti sendiri, studi ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang penerapan akutansi financial lease dalam praktik di perusahaan serta pengayaan bagi Buku Materi Pokok (BMP) Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (EKSI4205). Data yang digunakan adalah data yang bersumber dari perusahaan meliputi data-data mengenai pembiayaan barang modal perusahaan periode tahun 2007 berupa kendaraan roda empat/mobil, tingkat suku bunga leasing, jangka waktu pinjaman, harga perolehan barang modal, total pinjaman, uang muka, umur ekonomis barang, tarif pajak dan initial cost seperti beban administrasi dan notaris. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian yang didapat adalah pada pembiayaan sewa guna usaha diperoleh nilai sekarang pengeluaran kas sebesar Rp6.491.953.051,00, dari analisis kualitatif pembiayaan capital lease, akan diperoleh keuntungan-keuntungan antara lain dapat terhindar dari resiko keusangan, efisiensi dalam administrasi, perjanjian yang bersifat fleksibel serta dapat terhindar dari laju inflasi dan transaksi sewa guna usaha yang dilakukan oleh PT. Makro adalah merupakan capital lease karena adanya hak opsi untuk membeli barang modal tersebut, pembayaran berkala ditambah nilai sisa yang dapat

ABSTRAK

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

menutupi biaya perolehan dan bunganya serta jangka waktu leasing selama 3 tahun.

ABSTRAK

142

ANALISIS MATERI MODUL UNTUK PENGEMBANGAN BUKU MATERI POKOK KALKULUS I
Pramono Sidi

^

alkulus adalah bagian dari rumpun analisis yang melingkupi studi tentang konsep-konsep limit, turunan, integral, dan deret tak hingga. Kalkulus mempunyai aplikasi yang luas dalam ilmu pengetahuan dan rekayasa serta digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalahmasalah yang pelik dan rumit untuk membantu bersamasama Aljabar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan rekayasa..

Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengayaan terhadap model penyampaian materi bahan ajar BMP Kalkulus I dengan memperkaya penjelasan-penjelasan terhadap definisi, dan teorema-teorema yang ada, disertai dengan gambar-gambar yang dapat memvisualkan penjelasan tersebut.

ABSTRAK

143

Analisis Kausalitas Pengeluaran Pemerintah dan Produk Domestik Bruto dengan menggunakan Metode Granger”.
Arif Rahman Susila (FEKON)

enelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kausalitas antara variabel pengeluaran pemerintah dan produk domestik bruto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Granger untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel pengeluaran pemerintah dan produk domestik bruto. Disamping itu, untuk mendapatkan estimasi, dilakukan dengan pengujian stasionaritas, kointegrasi, dan granger. Hasil estimasi menunjukkan bahwa uji stasionaritas tidak stasioner, sehingga dilakukan uji akar unit (Unit Root Test)dan dihasilkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah dan produk domestik bruto tidak stasioner. Untuk merubah variabel agar stasioner, maka dilakukan test pada tingkat differensiasi pertama. Karena dalam pengolahan data sudah stasioner maka dilanjutkan ke uji kointegrasi pengeluaran pemerintah dan produk domestik bruto untuk mengetahui hubungan dalam jangka panjang. Dalam uji kausalitas granger variabel pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi diperoleh nilai probabilitas sebesar 0.08669 dengan hipotesis nol < α = 0,01 sehingga dikatakan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi pengeluaran pemerintah. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi stasioner, terdapat hubungan kausalitas satu arah, yaitu pertumbuhan ekonomi mempengaruhi pengeluaran pemerintah. Kata kunci : Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi, Stasionaritas, Kointegrasi, Granger

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

144

Pendayagunaan Staf dan Distribusi Beban Kerja Sehubungan dengan Karakteristik Kepemimpinan Kepala Unit serta Implikasinya terhadap Keberhasilan Unit.
Zainur Hidayah, Deddy A.S., Kartono, Husni Arifin

^

ini, perubahan dituntut untuk tidak lagi dipandang sebagai ancaman melainkan sebagai peluang ke arah tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi. Peranan pemimpin menjadi sangat penting dan sentral bagi organisasi. Sebagai organisasi yang besar dan ingin terus maju ditengah perubahan lingkungan eksternal, kepemimpinan di UT perlu dipelajari karakteritiknya sesuai dengan tuntutan keberhasilan UT. Kotter dalam Robins (1996; 39) menyatakan suatu organisasi dapat memperoleh atau mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dengan lebih memfokuskan dalam pengembangan kepemimpinan dalam organisasi. Kajian kepemimpinan dalam penelitian ini difokuskan pada bahasan gambaran hubungan karakteristik kepemimpinan unit-unit UT dengan keberhasilan unit-unit tersebut melalui pendayagunaan staf dan distribusi beban kerjanya. Kajian ini menggunakan suatu model analisis jalur (path analytical model) yang diharapkan dapat memberi gambaran empirik tentang salah satu kondisi nyata kepemimpinan di lingkungan Universitas Terbuka. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang dominan dari kepemimpinan unit di UT sehubungan dengan distribusi dan pendayagunaan staf adalah: pertama 28% menggambarkan kepemimpinan dengan orientasi yang kuat terhadap tingkat pencapaian kerja unit yang dipimpinnya, visi/misi, perlakuan yang sama dalam pengembangan SDM, dan pelaksanaan tugas-tugas. Kedua 14% menggambarkan

ABSTRAK keterkaitan yang kuat dalam hal kepemimpinan instruksional dengan melakukan sosialisasi program dan penyedian prosedure kerja dan beban kerja serta perlunya peningkatan penyediaan sarana prasarana. Ketiga 11% menggambarkan persepsi pemimpin yang rendah terhadap kemampuan karyawan dan upaya untuk meningkatnya melalui sosialisasi procedure kerja dan pelatihan. dan Keempat 10 % kepemimpinan dengan motivasi dan kepercayaan yang tinggi pada karyawan dengan didukung pendistribusian kerja dan penyedian sarana kerja yang baik. Kelima 8% menggambarkan pencapaian target tahunan yang didukung oleh efektivitas tingkat pemahaman sistem dan procedure kerja. Dan, keenam 7% menggambarkan pengetahuan dan control pimpinan terhadap beban kerja karyawan. Kata kunci: Karakteristik, kepemimpinan, pendayagunaan dan beban kerja

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

145

Pola Aplikasi Pedoman Simintas di UPBJJ (Studi mengenai penerapan dan hambatan pelaksanaan pedoman simintas di UPBJJ Semarang dan Serang)
Hascaryo Pramudibyanto & Prayekti

f

ebagai perguruan tinggi jarak jauh yang memiliki jaringan kerja luas, Universitas Terbuka (UT) senantiasa melakukan perbaikan pola kerja menuju ke arah yang lebih baik dan lebih mudah diterapkan oleh seluruh jaringan kerjanya. Untuk memfasilitasinya, UT menerapkan sebuah pola kerja yang terurai dalam sistem jaminan kualitas (simintas). Simintas UT merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh dan sistematik. Sistem dan prosedur yang dikembangkan oleh unit Pusat Jaminan Kualitas (Pusmintas) UT adalah untuk menjamin bahwa staf UT secara terus menerus mempertanyakan dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Terkait dengan paparan tersebut, staf yang masuk dalam kategori ini seluruh komponen UT yang secara aktif bekerja dan bertindak untuk mencapai cita-cita tersebut, termasuk para Kepala UPBJJ UT di seluruh Indonesia. Sebagai kepala unit yang mengkoordinir aktivitas pendidikan jarak jauh di wilayah yang ditunjuk, para Kepala UPBJJ UT pun bekerja dan bertindak atas dasar aturan main perguruan tinggi yang tertuang dalam pedoman simintas yang sudah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, tidak semua Kepala UPBJJ UT dapat menjalankan butir-butir pedoman simintas dengan baik, lancar, dan memuaskan. Sebagai sebuah studi untuk mengkaji strategi penerapan dan pemecahan masalah dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pedoman simintas. UPBJJ-UT yang menjadi sampel adalah UPBJJ-UT yang sudah menerima dan yang belum menerima ISO. Fokus kajian adalah butir-butir

ABSTRAK pedoman simintas yang terkait dengan layanan yang diberikan kepada pengguna UT. Hasil yang diperoleh tidak dapat diindentifikasi butir-butir pedoman simintas yang dirasakan berat oleh UPBJJ-UT namun secara umum kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik. Alurkerja yang dianggap sulit sejak ada ISO. solusi untuk mengatasinya disesuaikan dengan simintas. Jika ada masalah dikonsultasikan kepada koordinator dan kepala. UPBJJ-UT yang telah menerima Iso melakukan inovasi pada aspek peningkatan kualitas SDM dalam bidang Penelitian dan karya ilmiah sedangkan UPBJJ-UT yang belum menerima ISO seluruh staf selalu berupaya dengan memberikan pelayanan prima kepada semua pengguna UT. Kata kunci: Pelayanan Prima, ISO, Simintas

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

146

Pengembangan Panduan Self-Assessment Mata Kuliah Writing III untuk Meningkatkan Kompetensi Menulis Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Terbuka
Sunu Dwi Antoro Lidwina Sri Ardiasih

istem pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan belajar mandiri tentu penilaian proses yang seharusnya dilakukan dosen perlu diganti dengan adanya instrumen penilaian proses mandiri. Matakuliah Writing III merupakan mata kuliah inti dalam kurikulum program S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Terbuka. Hasil yang dicapai oleh mahasiswa program S1 masih belum menggembirakan, ketercapaian matakuliah ini sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat penilaian proses belajar mandiri dalam bentuk panduan selfassessment mata kuliah Writing III. Dengan adanya alat evaluasi proses mandiri, mahasiswa dapat melakukan pengukuran kompetensi keterampilan menulis secara mandiri dalam setiap modul mata kuliah Writing III. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Rancangan Sistem Pembelajaran (Instructional System Design), dikembangkan oleh Leshin, Pollck dan Reigeluth. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk menjaring persepsi mahasiswa terhadap buku panduan selfassessment. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa dan tutor program S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa dan seni, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka masa registrasi 2008.1. Hasil penelitian berupa Buku Panduan Self-assessment Writing III yang dikembangkan melalui proses telaah modul,

f

ABSTRAK pengembangan kisi – kisi Panduan self-assessment Writing III, menentukan tujuan Panduan self-assessment Writing III, mengembangkan petunjuk penggunaan Panduan Selfassessment Writing III, mengembangkan isi panduan, berupa soal-soal latihan, dan rambu-rambu jawaban. Untuk mengetahui kualitas buku panduan yang telah dikembangkan dilakukan penjaringan persepsi mahasiswa. Fokus persepsi yang dijaring dari responden tersebut dikelompokkan menjadi 7 kategori: format, tampilan, bahasa, kemudahan penggunaan, manfaat, inovasi, dan isi. Hasil penjaringan menunjukkan bahwa Buku Panduan Self-assessment Writing III tersebut telah memenuhi persyaratan kriteria kualitas yang telah ditentukan.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

147

KUALITAS BAHAN AJAR BUKU MATERI POKOK PENANGANAN DAN PENGOLAHAN HASIL PETERNAKAN (PANG4313)
Eko Yuliastuti E.S., Welli Yuliatmoko

h

ntuk memperoleh bahan perbaikan dalam rangka revisi pada Buku Materi Pokok (BMP) Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan (PANG4313), perlu dilakukan kajian mendalam pada kualitas BMP tersebut. Kajian kualitas tersebut terutama dari segi kompetensi, kekinian substansi bahan ajar, keterbacaan dan bahasa, serta bentuk fisiknya. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, analisis isi, wawancara dengan 6 orang pakar di bidang penanganan dan pengolahan hasil peternakan dari Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Andalas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan kajian GBPP mata kuliah yang setara dari ketiga universitas tersebut diketahui bahwa tingkat kompetensi umum bahan ajar (BMP) dari UT memiliki kompetensi yang setara dengan UNDIP demikian juga untuk tingkat kompetensi khusus. Kualitas materi bahan ajar (BMP) UT berdasarkan hasil penilaian para pakar adalah mulai cukup baik sampai sangat baik dan perlu penambahan di bagian-bagian tertentu. Kekinian substansi bahan ajar (BMP) berdasarkan penilaian para pakar adalah kurang 50% - kurang lebih75% substansi bahan ajar sudah tercantum pada BMP Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan (PANG4313). Keterbacaan dan bahasa berdasarkan penilaian para pakar adalah cukup jelas sampai sangat jelas. Huruf yang digunakan cukup mudah hingga sangat mudah. Format BMP UT berdasarkan penilaian para pakar cukup membantu sampai sangat membantu. Sedangkan bentuk fisik BMP Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan (PANG4313) berdasarkan penilaian para pakar untuk kaver adalah mulai dari tidak menarik sampai

ABSTRAK menarik, kualitas penjilidan dinilai kuat sampai sangat kuat, kualitas kertas dinilai kurang baik sampai baik, dan ukuran buku dinilai cukup baik sampai baik. Berdasarkan kajian para pakar tersebut dapat disimpulkan bahwa materi bahan ajar pada BMP Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan perlu penambahan termasuk materi terkini yang belum terdapat pada BMP tersebut, kaver perlu diperbaiki, juga kualitas kertas. Kata kunci: kompetensi, kekinian substansi bahan ajar, keterbacaan dan bahasa, bentuk fisik.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

148

Studi Tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Kasus Flu Burung di Kompleks Perumahan dan Perkampungan Suburban Daerah Selatan Jakarta Ismed Sawir, Edi Rusdiyanto

f

ebagian besar penduduk di Perumahan suburban selatan Jakarta sudah mengetahui dan mengerti cukup baik tentang flu burung, dan sebaliknya dengan penduduk perkampungannya, dimana sebagian besar dari mereka mengetahui tetapi tidak lengkap tentang FB. Bahkan, sebagian masyarakat perkampungan tidak mengetahui sama sekali tentang FB, walaupun mereka pernah mendengar orang-orang membicarakan tentang FB tersebut. Umumnya, penduduk penghuni perumahan (yang dianggap kelas menengah dan atas) mengetahui dengan baik penyebab FB yaitu virus yang ditularkan melalui berbagai jenis unggas, tetapi secara umum penduduk perkampungan menyatakan bahwa penyebab FB adalah ayam, bebek, dan burung. Walaupun tingkat kewaspadaan masyarakat perumahan terhadap FB cukup tinggi tetapi sebagian dari mereka malah masih memelihara berbagai jenis burung dan ayam hias di pekarangan rumahnya untuk tujuan keindahan dan kepercayaan tertentu. Memelihara burung sudah merupakan hobby yang sudah membudaya bagi masyarakat etnis tertentu dan telah bersifat turun temurun. Sebagian penduduk di perkampungan juga memelihara berbagai jenis burung karena hobby dan keindahan. Di samping itu, memelihara unggas produksi seperti ayam, bebek dan burung merpati dijadikan andalan oleh sebagian penduduk perkampungan sebagai sumber perekonomian. Umumnya penduduk penghuni perumahan mengetahui segala dampak negatif dari kasus FB termasuk dalam bentuk ancaman terhadap jiwa mereka, dan sebaliknya dengan penduduk

ABSTRAK perkampungan. Keseriusan pemerintah masih harus ditingkatkan dalam penanganan kasus FB. Iklan saja tentang pemberantasan FB tidak cukup tanpa pengelolaan yang baik yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pendekatan kelembagaan merupakan strategi yang mungkin harus diperhatikan oleh pemerintah. Kata kunci: Flu burung, persepsi, kesehatan lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan, kompleks perumahan, perkampungan, suburban, hobby dan kepercayaan, selatan Jakarta, pendekatan kelembagaan

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

149

MENGAKOMODASI PARADIGMA BARU PENYULUHAN PERTANIAN untuk PENJAMINAN KUALITAS MATERI BMP DASAR-DASAR PENYULUHAN PERTANIAN L.E. Setijorini dan Sri Harijati

c

ergeseran konten dan konteks pertanian dan penyuluhan, perkembangan IPTEK, dan kebutuhan pasar/masyarakat/mahasiswa akan mempengaruhi arah pengembangan penyuluhan. Penyuluh pertanian sebagai salah satu pemangku kepentingan di bidang pertanian perlu memahami dasar berpikir pergeseran tersebut sehingga tercermin dalam kegiatan penyuluhannya. Buku Materi Pokok Dasar-Dasar Penyuluhan Petanian (BMP D2PP) yang merupakan BMP dasar bagi penyuluh pertanian yang menempuh pendidikan S1 di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian FMIPA-UT (PS PKP FMIPA-UT). Oleh karena itu, pengayaan BMP D2PP dengan materi-materi paradigma baru penyuluhan, kompetensi penyuluh yang dibutuhkan saat ini, dan implementasi paradigma baru dalam Sistem Penyuluhan perlu dilakukan.

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas materi BMP D2PP, agar sesuai dengan perkembangan pertanian dan penyuluhan saat ini serta kebutuhan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Sejumlah tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi dan menganalisis cakupan dan kualitas materi BMP saat ini; (2) mengumpulkan informasi tentang perkembangan materi dari sejumlah sumber, yaitu: jurnal/buku sejenis, pakar dan praktisi pertanian dan penyuluhan, penulis BMP D2PP; (3) mengidentifikasi peran dan kompetensi penyuluh pertanian saat ini; dan (4) merumuskan bahan-bahan untuk revisi BMP D2PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi BMP D2PP masih perlu diperkaya; yaitu (1) Modul 1 diperkaya dengan materi

ABSTRAK tentang perkembangan penyuluhan s/d tahun 2008, praktekpraktek penyuluhan di era global, dan proses persiapan menuju pengesahan UU RI nomer 16 tahun 2006 tentang Sisluh; (2) Modul 6 diperkaya dengan materi tentang konsep kompetensi penyuluh, indikator kompetensi penyuluh agar penyuluh mampu berperan secara efektif; dan (3) Modul 9 diperkaya dengan materi tentang pendekatan baru penyuluhan dan implementasinya sejauh ini. Pengayaan materi BMP D2PP ini bisa menjadi masukan dalam kegiatan revisi BMP. Penambahan materi tersebut menjadi nilai tambah dalam upaya peningkatan kompetensi penyuluh melalui pendidikan S1 pada PS PKP FMIPA-UT, agar lulusan memiliki acuan atau standar kerja, serta mampu melakukan kegiatan penyuluhan secara efektif. Kata Kunci: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian, Kualitas BMP, Kompetensi Penyuluh Pertanian, Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

150

MENYIKAPI UU RI NOMOR 16 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN KE DALAM PENGAYAAN BMP PROGRAMA DAN EVALUASI PENYULUHAN PERTANIAN (LUHT 4429) Sri Harijati, L.E. Setijorini

U

uku Materi Pokok Programa dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian (BMP PEPP) disusun tahun 2005, yaitu sebelum disahkannya UU RI Nomor 16 pada 18 Oktober 2006. UU RI Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan mengatur penyelenggaraan penyuluhan sesuai dengan arah perkembangan paradigma penyuluhan saat ini. Idealnya, BMP PEPP berisi konsep-konsep dasar dalam penyusunan programa, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan penyuluhan secara tepat sasaran. Oleh karena itu, BMP PEPP juga perlu mengacu kepada perkembangan paradigma penyuluhan saat ini, seperti sesuai dengan UU RI Nomor 16 tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas materi BMP PEPP, agar memiliki kualitas materi sesuai dengan perkembangan konten dan konteks pertanian saat ini serta kebutuhan kegiatan penyuluhan pertanian. Sejumlah tahapan dilakukan dalam penelitian ini: (1) mengidentifikasi dan menganalisis kondisi awal tentang cakupan dan kualitas materi; (2) mengumpulkan informasi tentang perkembangan materi dari sejumlah sumber, yaitu: jurnal/buku sejenis, pakar dan praktisi pertanian dan penyuluhan, dan penulis BMP; dan (3)merumuskan bahan-bahan untuk revisi BMP Programa dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian; Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara materi BMP PEPP perlu diperbanyak dengan konsep-konsep yang melatarbelakangi suatu perencanaan program, pelaksanaan,

ABSTRAK dan evaluasi program. Konsep tersebut juga dikaitkan dengan arah paradigma penyuluhan yang lebih berorientasi kepada kebutuhan petani. Pengayaan BMP PEPP akan menjadi bekal alumni S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dalam upaya peningkatan kompetensi petani sesuai kebutuhan petani di wilayah kerjanya. Kata Kunci: Programa dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian, Paradigma Baru Penyuluhan, Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, UU RI Nomor 16 tahun 2006.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

151

ANALISIS KUALITAS BAHAN AJAR MATAKULIAH ADVANCED WRITING/PRIS4333 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Suratinah, Sunu Dwi Antoro, Juhana

c

roses pembelajaran dalam pembelajaran sistem jarak jauh dipandang sebagai proses untuk mengubah tingkahlaku mahasiswa, oleh karena itu peran proses pembelajaran menjadi sangat penting. Komponen proses pembelajaran meliputi materi, metode pembelajaran dan penilaian. Sistem pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan belajar mandiri tentu menuntut bahan ajar mandiri yang berkualitas. Proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan dan difasilitasi oleh dosen perlu diganti dengan adanya bahan ajar yang self instructional, self content, self explanatory power. dan self assessment. Matakuliah Writing III/PBIS4313 merupakan salah satu matakuliah keterampilan berbahasa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris. Pembelajaran keterampilan menulis berbahasa Inggris lebih menuntut praktik sehingga bahan ajar ini harus menuntut mahasiswa untuk melakukan latihan menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara terbaik penyajian bahan ajar Advanced Writing/PRIS4333 apakah sudah tergolong bahan ajar jarak jauh yang telah memiliki karakteristik self content, self instructional, self explanatory power untuk memandu mahasiswa mampu belajar mandiri secara maksimal dan memiliki self essessment yang dapat memandu mahasiswa melakukan penilaian diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan responden mahasiswa pendidikan bahasa Inggris FKIP UT yang telah mengambil matakuliah writing III

ABSTRAK masa ujian 2007.1. dengan asumsi bahwa mahasiswa telah memiliki dan telah membaca dan memahami materi bahan ajar writing III tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi mahasiswa tentang penyajian bahan ajar PRIS4333/Advanced Writing menunjukkan bahwa bahan ajar ini telah mencapai karakteristik Self content, Self instructional, Self explanatory power dan Self assessment Kata Kunci: Bahan ajar, Self instructional, Self content, Self explanatory power, dan Self assessment.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

152

PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA JANGKA PANJANG Nadia S Damayanti, I Nengah Baskara

f

aat ini telah banyak bukti bahwa kapital manusia merupakan determinan kunci untuk pertumbuhan ekonomi dan mengindikasikan munculnya manfaat non ekonomi seperti kesehatan dan kemakmuran yang lebih baik, investasi pada kapital manusia, dan implikasinya adalah menjadikan pendidikan sebagai inti untuk perkembangan ekonomi, menambah kesempatan kerja dan manfaat sosial (Unesco, 2002). Bagi individu, pendidikan merupakan sarana untuk keberhasilan seseorang dimasa depan tetapi secara nasional merupakan aset bangsa masa depan. Memasukkan faktor kapital manusia kedalam model pertumbuhan tidaklah mudah karena dimensi kapital manusia sangat luas. Mankiw, Romer and Weil (MRW, 1992) merintis model yang mengakomodasi pendidikan pekerja kedalam model pertumbuhan Solow. Kualitas kapital manusia Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tenaga kerja yang tidak sekolah, tidak lulus SD dan lulusan SD proporsinya secara kontinyu menurun. Tenaga kerja lulusan SMP keatas cenderung meningkat. GDP cenderung meningkat meski ada penurunan pada tahun 1988-2000 karena adanya krisis moneter. Hasil analisis menunjukkan bahwa elastisitas tenaga kerja pendiidkan rendah lebih rendah dari elastisitas tenaga kerja pendidikan menengah. Tenaga kerja yang berpendidikan tinggi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap GDP, mungkin hal ini disebabkan oleh jumlah tenaga kerja dan sumbangannya yang masih relatif kecil. Dapat disimpulkan bahwa dalam usaha meningkatkan GDP yang paling efektif adalah meningkatkan jumlah tenaga kerja berpendidikan menengah.

ABSTRAK

153

PENGARUH EKSPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERIODE 1985-2005 Adrian Sutawijaya, Zulfahmi

embangunan ekonomi dalam perspektif yang luas dapat dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, institusiinstitusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan distribusi pendapatan serta pengentasan kemiskinan (Todaro, 1997). Salah satu indikator kemajuan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Indikator ini pada dasarnya mengukur kemampuan suatu negara untuk memperbesar outputnya dalam laju yang lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan penduduknya Pertumbuhan ekspor dan investasi memegang peran penting dalam perekonomian suatu negara yang terbuka. Ekspor akan menghasilkan devisa, devisa akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses produksi yang akan membentuk nilai tambah bagi perekonomian. Agregasi nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi dalam perekonomian merupakan Produk Domestik Bruto. Sedangkan investasi atau penanaman modal adalah komponen pembentuk nilai tambah nasional, yang merupakan pembelian barang modal dan pelengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah pertumbuhan investasi pemerintah, pertumbuhan investasi swasta, pertumbuhan exspor migas, pertumbuhan ekspor nonmigas, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

ekonomi Indonesia. Faktor pertumbuhan investasi pemerintah akan memberi pengaruh positif sebesar 0,074 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Faktor pertumbuhan investasi swasta akan memberi pengaruh positif sebesar 0,116 persen jika pertumbuhan investasi swasta bertambah 1 persen. Pertumbuhan exspor migas akan memberi pengaruh positif sebesar 4,44 persen bila pertumbuhan exspor migas tersebut bertambah 1 persen. Pertumbuhan exspor nonmigas akan memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,000114 persen. Kata kunci: pertumbuhan investasi pemerintah, pertumbuhan investasi swasta, pertumbuhan exspor migas, pertumbuhan ekspor nonmigas, pertumbuhan ekonomi Indonesia

ABSTRAK

154

Kajian Sistem Manajemen Kearsipan Universitas Terbuka
Siti Syamsiah, Enceng, Yudith A. Frans

f

ebuah organisasi sangat memerlukan pengelolaan informasi. Informasi merupakan data yang sudah mengalami kodifikasi. Organisasi memerlukan data internal eksternal . Data internal merupakan data yang dihasilkan oleh organisasi itu sendiri dan data eksternal merupakan data yang diperoleh dari luar organisasi. Data internal dihasilkan dari setiap transaksi kegiatan yang berlangsung pada organisasi tersebut atau disebut arsip. Universitas Terbuka (UT) sebagai PTJJ sangat memerlukan kehadiran sebuah sistem pengelolaan data yang tersistematis. Adanya sistem tersebut akan mempermudah bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengakses data dan mendapatkannya dengan cepat dan akurat. Sebagai sebuah organisasi UT setiap hari menghasilkan sejumlah data sebagai bukti transaksi kegiatan. Adapun data yang memiliki nilai guna inilah disebut dengan arsip. Arsip di UT dikelola oleh unit pengolah yang terdapat di setiap unit kerja di UT. Saat ini kondisi pengelolaan arsip di UT beragam. Pengelolaan terdiri dari sistem tanggal, subjek. Sistem yang beragam di tiap unit akan menyulitkan temukembali arsip yang disimpan, keterkaitan dengan arsip lain. Untuk menyeragamkan pengelolaan arsip di UT perlu dilakukan Kajian Sistem Manajemen Kearsipan Universitas Terbuka sebagai upaya menstandarisasi pengelolaan arsip. Untuk mengkaji standarisasi arsip di UT telah dilakukan penelitian dengan metode deskriptif yang melibatkan 10 (sepuluh) unit pengolah di UT. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan bantuan kuesioner, observasi, inventarisasi dan studi dokumen.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

Hasil penelitian menujukkan terjadinya keterlambatan pengelolaan temu kembali arsip, volume penyimpanan arsip yang sangat tinggi tanpa klasifikasi seragam menyulitkan pengelolaan arsip. Faktor hambatan lainnya keterbatasan tempat penyimpanan sehingga arsip dinamis, arsip inaktif dan arsip statis tidak terpisah. Untuk menyediakan arsip yang cepat dan akurat serta penyimpanan yang sistematis diperlukan sistem klasifikasi arsip yang berlaku di seluruh unit pengolah di UT. Dan perlu pemantauan secara terus menerus oleh pengelola arsip.

ABSTRAK

155

KAJIAN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA (STUDI PENDAHULUAN)
Hartinawati, Sandra SA, dan Sri Hamda

enelitian bertujuan mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan serta tantangan yang dihadapi program studi pendidikan kimia dalam menyelenggarakan program pembelajaran di FKIP-UT.. Studi ini mengkaji seluruh kegiatan yang berlangsung di program studi pendidikan kimia yang meliputi penyiapan bahan ajar cetak maupun non cetak, bahan ujian, praktikum serta kegiatan akademik lain seperti kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat. Studi ini dilakukan di program studi P. Kimia FKIP-UT dan data diperoleh dari analisis dokumen baik yang berada di fakultas maupun di universita. Data di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa perencanaan pengembangan bahan ajar cetak pada tahun 2008 dari 33 modul ketercapaiannya 90,9%, dan untuk bahan ajar non cetak dari 5 topik yang dikembangkan tercapai 80%. Untuk pengembangan bahan ujian pada tahun 2008, Latihan Mandiri (LM) 16 set terdiri dari 11 matakuliah ketercapaiannya 81,81% dan 55 set Ujian Akhir Semester (UAS) terdiri dari 12 matakuliah ketercapaiannya 78,18%. Bantuan belajar melalui tutorial on line dari 29 matakuliah yang ditawarkan 19 matakuliah sudah disediakan bimbingan belajar melalui tutorial on line sekitar 65,52%. Sebanyak 7 Karya ilmiah/jurnal dan artikel yang dikembangkan oleh dosen program studi pendidikan kimia dan diseminarkan pada tingkat nasional dan internasional serta 2 judul penelitian.

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

Kekuatan yang ada di program studi P. Kimia adalah ketersediaan sumberdaya dosen yang memadai, pembelajaran kimia dibutuhkan ditingkat sekolah menengah pertama dan atas, tersedianya mahasiswa setiap semester sejak tahun 1985, tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa, tersedianya layanan bantuan belajar bagi mahasiswa, tersedianya soal ujian, tersedianya sejumlah tenaga pengajar dari luar yang menjadi mitra UT, tersedianya infrastuktur penyelenggaraan program. Adapun kelemahan program studi kimia adalah jumlah mahasiswa yang tidak stabil dalam meregistrasi matakuliah, pada masa registrasi 20078.1 terdapat 89 mahasiswa yang meregristrasi matakuliah dan pada masa registrasi 20078.2 terdapat 124 mahasiswa. Kesulitan mahasiswa menjangkau terselenggaranya kegiatan praktikum. Kata kunci: penyelenggaraan program, pendidikan kimia

ABSTRAK

156

Pengaruh Pemberian Mengkudu (Morindra citrifolia) terhadap Kandungan Kolesterol Telur Ayam
Tuty Maria Wardiny dan T. Eduard Azwar Sinar

engkudu (Morindra citrifolia) bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan tanaman yang tidak asing lagi karena telah digunakan sebagai sayuran dan berkhasiat sebagai obat yang secara turun temurun telah digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari mengkudu (Morindra citrifolia) dalam ransum ayam terhadap kualitas telur ayam. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini. Seratus lima ekor ayam petelur strain ISA Brown dibagi menjadi 7 (tujuh) perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan dan masingmasing ulangan terdiri dari 5 (lima) ekor ayam petelur. Ransum perlakuan adalah ransum kontrol (R0), 3% tepung daun mengkudu (R1), 6% tepung daun mengkudu (R2), 9% tepung daun mengkudu (R3), 3% sari buah mengkudu (R4), 6% sari buah mengkudu (R5), dan 9% sari buah mengkudu (R6). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum, warna kuning telur dan kandungan kolesterol kuning telur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa produksi telur, konversi ransum dan kandungan kolesterol kuning telur nyata (p<0.05) dipengaruhi oleh ransum perlakuan. Konsumsi ransum tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9% tepung daun mengkudu (R3) dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan dan kualitas telur dibandingkan

`

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

dengan perlakuan ransum lainnya, karena tingginya produksi telur , warna kuning telur, dan rendahnya kandungan kolesterol kuning telur . Kata kunci: telur, Morindra citrifolia, kolesterol

ABSTRAK

157

Analisis Pengaruh Profitabilitas terhadap Dividen Payout Ratio pada Perusahaan Manufactur di Indonesia
Rini Dwiyani H, Lelly Fera T.

ndustri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun pertumbuhan industri manufaktur dan nonmigas masih relatif rendah. Kemunduran industri selama tahun 2006 disebabkan oleh 3 (tiga) hambatan terbesar yaitu ketidakstabilan makroekonomi, ketidakpastian kebijakan dan korupsi. Kondisi ini tercermin juga dari jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dari tahun 2001 hingga 2006 menurun sehingga berdampak pada pembayaran dividen, menurunnya laba dan meningkatnya jumlah hutang yang harus dibayarkan membuat banyak perusahaan menjadi tidak lancar dalam membagikan dividen pada para pemegang sahamnya, bahkan tidak sama sekali membayarkan dividen selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor-faktor Cash Ratio, Net Profit Margin (NPM), dan Return on Investment (ROI) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembayaran Dividend Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan faktor apa yang paling dominan. Teori yang mendukung penelitian ini adalah analisis rasio keuangan dan teori kebijakan dividen yang berkenaan dengan rasio pembayaran dividen Data yang digunakan data sekunder yaitu laporan keuangan tahunan dari 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ selama tahun 2001 hingga 2006. Pendekatan penelitian ini adalah desktriptif kuantitatif dengan metode explanatory research. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode

\

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS ver 12.0. Pengujian hipotesis yang dilakukan adalah uji pengaruh secara serempak (Uji F) dan uji pengaruh secara parsial (Uji t) pada tingkat kepercayaan (confident interval) 95% atau α = 5%. Uji F menunjukkan bahwa semua variabel bebas yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan secara serempak terhadap Dividend Payout Ratio. Pada Determinasi (R2) menunjukkan variabel bebas yang diteliti mampu menjelaskan variasi variabel terikat sebesar 78,8% dan sisanya sebesar 21,2% dijelaskan oleh variabel lain yang belum diteliti. Namun uji secara parsial (Uji t) hanya ROI dan Tax Rate yang berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Adapun faktor yang paling dominan mempunyai pengaruh terhadap Dividend Payout Ratio adalah ROI. Kata kunci : Dividend Payout Ratio, Return on Investment

ABSTRAK

158

Strategi Bauran Pemasaran dan Penciptaan Nilai berdasar Analisis Kepuasan Mahasiswa Program Pascasarjana UT
Maya Maria, Kurnia Endah Riana, Muzammil

erkembangan dunia pendidikan yang begitu kompetitif, menuntut perguruan tinggi mampu menyelenggarakan pendidikan secara profesional sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar kerja begitu juga Program Pasca Sarjana-UT. Berkembangnya institusi yang menawarkan jasa pendidikan tinggi setingkat S2 merupakan respon terhadap tingginya permintaan untuk jasa tersebut. Tingginya tingkat persaingan mendorong institusi pendidikan sebagai service provider untuk terus mengembangkan keunggulan kompetitif melalui pemenuhan kepuasan konsumen. Pemenuhan kepuasan pelanggan yang delight merupakan input penting dalam pengembangan strategi bauran pemasaran yang efektif dan penciptaan nilai pelanggan. Kedua strategi pemasaran tersebut penting untuk mempertahankan survival institusi. Oleh sebab itu dilakukan penelitian yang berjudul “Strategi Bauran Pemasaran Dan Penciptaan Nilai Berdasar Analisis Kepuasan Mahasiswa Program Pasca Sarjana-UT”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Program Pasaca Sarjana-UT. Disamping itu untuk mengetahui variable-variabel mana yang memberikan kepuasan kepada mahasiswa serta implikasi strategis hasil penelitian guna peningkatan kepuasan mahasiswa di masa datang. Pada penelitian ini terdapat sebanyak 69 orang mahasiswa Program Pasca Sarjana-UT yang mengisi dan mengembalikan kuesioner. Teknik sampling yang dipilih untuk menyeleksi populasi menjadi sampel adalah simple random sampling pada populasi yang terdiri dari Program Magister Manajemen-UT, Program Magister Adminsitrasi Publik-UT, dan Program Magister Manajemen Perikanan-UT.

c

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah melalui pemberian kuesioner kepada mahasiwa Program Pasca Sarjana-UT. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah teknik Analisis kepentingan-kinerja (Importance-Performance Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa Program pasca Sarjana-UT secara keseluruhan harapan mahasiswa belum terpenuhi. Hal ini tercermin dari hasil analisis kesesuaian antara kinerja dengan tingkat kepentingan mahasiswa dimana rata-rata harapan (4,6873) adalah lebih besar dari rata-rata kinerja (3,86). Dari 33 variabel yang dianalisis dikelompokkan ke dalam Diagram Kartesius, berdasar nilai rata-rata dari elemen kepuasan dan kinerja, menunjukkan atribut-atribut yang berada di kuadran mana dari empat kuadaran yang ada. Diagram tersebut dapat memberikan Implikasi strategis bagi Program Pasca Sarjana-UT guna meningkatkan kepuasan mahasiswa dengan memberikan prioritas kepada variabelvariabel yang menurut mahasiswa memiliki tingkat kepentingan tinggi (diatas rata-rata harapan) namun kinerjanya di bawah rata-rata (kuadran I). Dimensi-dimensi tersebut adalah pemberian informasi kepada Program Pasca Sarjana-UT (PPs-UT) oleh petugas pelayanan mahasiswa yang profesional, kecepatan menanggapi keluhan atau masalah registrasi cepat, pengelolaan tutorial tatap muka yang profesional (jadwal, tata ruang, tata tertib), kualitas tutor pada tutorial online, ketepatan dan kecepatan penerimaan bahan ajar (jumlah, judul), ketersediaan bahan ajar dan bahan pendukung pada saat mahasiswa memerlukan, kualitas fisik bahan ajar (cetakan, jilid, kelengkapan halaman), pelaksanaan jadwal tutorial on line yang tepat waktu, kemudahan akses pada tutorial on line, kemudahan mendapatkan informasi mengenai bahan ajar dan bahan pendukung lainnya perlu mendapat prioritas utama/konsentrasi lebih. Kata kunci: bauran pemasaran, nilai, harapan-kinerja, kepuasan pelanggan.

ABSTRAK

159

Profil Taman Penitipan Anak (TPA) dalam Pengasuhan Anak Usia Dini (Survey pada TPA di Jakarta dan Tangerang)
Mukti Amini, Sri Tatminingsih Della Raymena Jovanka

g

PA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untu jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain Usia anak yang dititipkan di TPA biasanya berkisar antara 0-3 tahun. Namun ada juga TPA yang menyediakan layanan sampai anak usia 5 tahun. Kemunculan berbagai jenis TPA ini selain patut disyukuri, juga perlu diadakan kajian karena informasi tentang keberadaan berbagai TPA tersebut belum memadai dan belum merata. Selain itu, perlu dilakukan kajian tentang kontribusi adanya TPA tersebut bagi pengasuhan anak usia dini yang dititipkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil TPA berdasarkan standar pelayanan minimal dan mengetahui kontribusi TPA bagi pengasuhan anak usia dini di Jakarta dan Tangerang Penelitian dilakukan di 5 TPA yang berada di Jakarta dan Tangerang, baik TPA yang berada di bawah pembinaan pemerintah maupun TPA yang diprakarsai oleh swasta. Metode yang digunakan adalah metode survey. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari: pertanyaan tertutup 59 butir tentang interaksi pengasuh dengan anak, 30 butir tentang program layanan TPA, 6 butir tentang kondisi sarana, 25 butir tentang kelengkapan sarana utama, 23 butir tentang penataan sarana prasarana, 9 butir tentang administrasi TPA dan 2 butir tentang sumber daya manusia. Selain itu juga dilakukan observasi di lapangan sebagai upaya triangulasi data yang telah terkumpul dari kuesioner. Data yang telah

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

terkumpul dianalisis secara deskriptif, dan dilakukan kuantifikasi secara sederhana untuk lebih mudah memaparkan hasil penelitian. Penelitian menyimpulkan bahwa secara umum kualitas interaksi antara pengasuh dengan anak di beberapa tersebut 66% sudah baik. Sementara untuk program layanan TPA, baru 65% yang biasanya dilaksanakan di TPA tersebut. Untuk bidang kondisi sarana prasanar sudah 80% dalam kondisi baik. Untuk kelengkapan sarana utama sudah 70% tersedia. Namun tentang penataan sarana prasarana, baru 59% yang sudah tertata dengan baik. Untuk bidang administrasi, sudah 62% baik. Untuk bidang sumber daya manusia, baru 23% yang sudah menempuh S1 berbagai bidang. Pada jenis kelengkapan tenaga tertentu yaitu petugas TU, pekerja sosial dan dater/paramedis sebagian besar belum disediakan oleh TPA atau dirangkap oleh tenaga yang lain. Saran yang dapat diberikan berdasarkan temuan tersebut adalah perlu ditingkatkan kualitas TPA terutama dalam hal jenjang pendidikan tenaga/sumber daya manusia, penataan sarana prasarana, kelengkapan administrasi dan interaksi pengasuh dengan anak. Kata kunci: Taman Pendidikan Anak, Profil, Anak Usia Dini.

ABSTRAK

160

KESIAPAN MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA PADA PELAKSANAAN PRAKTEK KEAKSARAAN FUNGSIONAL Mery Noviyanti, Ngadi Marsinah , T. Pratisto

ata hasil Susenas 2006 menunjukkan jumlah penduduk buta aksara sebesar 13.182.492 orang (8,36%) yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mendukung Keberhasilan Program Buta Aksara, Program PGSD khususnya Program studi S1 PGSD menyediakan satu mata kuliah yang berhubungan dengan pelaksanaan buta aksara tersebut. Mata kuliah yang dikembangkan untuk Program PBA adalah PDGK 4306 Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan dengan Praktek Keaksaraan Fungsional. Penelitian ini akan mengkaji sejauh mana kesiapan mahasiswa UT sebagai tutor pada pelaksanaan praktek pembelajaran keaksaraan fungsional termasuk kendala apa saja yang dialami mahasiswa tersebut pada saat pelaksanaan praktek pembelajaran keaksaraan fungsional. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 10 Mahasiswa S1 PGSD FKIP – UT yang sedang mengambil mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan pada semester 7, dan 10 mahasiswa yang sudah melaksanakan praktek keaksaraan fungsional pada semester 8 di tiga wilayah yaitu Tangerang, Bogor dan Jakarta. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan pengelola di tiga daerah tersebut. Sebanyak 42% pernah mengikuti orientasi tutor dan telah melakukan persiapan sebelum melaksanakan praktek keaksaraan fungsional sesuai dengan prosedur. 98% mahasiswa mencari sendiri Warga Buta Aksara (WB) tanpa bantuan. Sebanyak 89% mahasiswa sudah melaksanakan pembelajaran dan praktik bimbingan sesuai prosedur dan hanya 3% mahasiswa sudah dapat meluluskan WB. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan praktek keaksaraan fungsional tersebut adalah sulitnya mencari warga buta

W

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

aksara, proses mendapatkan Surat keterangan Melek Aksara (SUKMA) yang sangat berbelit, dana yang terbatas, selain itu mahasiswa juga mempunyai beban yang tinggi karena selain harus meluluskan 5 WB, mahasiswa juga harus lulus UAS mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan.

ABSTRAK

161

Analisis Pemanfaatan Video Buku Materi Pokok sebagai Media Pembelajaran dalan Pendidikan Jarak Jauh (Studi Kasus: Mahasiswa Program Magister Manajemen Perikanan) Adi Winata, Ernik

g

ujuan penelitian adalah mengetahui tingkat partisipasi mahasiswa dalam tuton. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa program MMP yang menjadi peserta tuton masa registrasi 2008.1 di UPBJJ Jakarta dan Ternate. Data diolah dan dianalisis menggunakan statistika nonparametrik Rank Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur mahasiswa yang dominan di UPBJJ Jakarta adalah dewasa awal, di UPBJJ Ternate adalah dewasa tengah. Latar belakang pendidikan mahasiswa kebanyakan bidang perikanan. Mahasiswa di UPBJJ Jakarta mempunyai tingkat pendapatan kategori rendah, sedangkan di UPBJJ Ternate kebanyakan berkategori sedang. Kemampuan mahasiswa UPBJJ Jakarta dalam menggunakan internet kebayakan pada tingkat sedang, di UPBJJ Ternate kemampuan internetnya rendah. Motivasi mahasiswa mengikuti tuton di UPBJJ Jakarta kebanyakan adalah untuk belajar internet, sedangkan di UPBJJ Ternate adalah untuk mendapatkan nilai bagus. Untuk mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut, persepsi mahasiswa terhadap materi inisiasi, pertanyaan, dan tugas tuton tergolong baik. Kemampuan mahasiswa menggunakan internet (X4) berkorelasi signifikan dengan tingkat partisipasi mahasiswa dalam membaca materi inisiasi (Z1), dan menjawab pertnyaan tuton (Z2). Motivasi mahasiswa mengikuti tuton (X5) berkorelasi signifikan dengan partisipasi mahasiswa dalam menjawab pertanyaan tuton (Z2). Untuk mata kuliah Ekologi, persepsi mahasiswa terhadap materi inisiasi dan tugas tuton baik, sedangkan persepsi mahasiswa terhadap pertanyaan tuton kurang baik (di bawah 50%).

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

Tingkat partisipasi mahasiswa dalam tutuon di UPBJJ Jakarta lebih baik daripada UPBJJ Ternate. Persepsi mahasiswa terhadap pertanyaan tuton (Y2) mempunyai korelasi signifikan dan sangat erat dengan tingkat partisipasi mahasiswa dalam menjawab pertanyaan tuton (Z2).

ABSTRAK

162

PENGARUH TUTORIAL ONLINE (TUTON) TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA UT STUDI KASUS: MATA KULIAH KALKULUS II/MATA4111
Atun Ismarwati, Warsito, Tutisiana Silawati FMIPA-UT

elah dilakukan penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Terbuka, yang mengambil mata kuliah Kalkulus II / MATA 4111, pada enam masa ujian yaitu, 2005.1, 2005.2, 2006.1, 2006.2, 2007.1, dan 2007.2. Kelompok pertama adalah mahasiwa yang mengikuti bantuan belajar berupa tutorial online (Tuton) dan kelompok kedua adalah mahasiswa yang tidak mengikuti Tuton. Dari kedua kelompok mahasiwa tersebut dilihat pengaruh Tuton terhadap pemahaman materi (kelulusan) mata kuliah Kakulus II / MATA4111 dengan metode ChiSquare Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam tuton belum berdampak terhadap kelulusan matakuliah Kalkulus II/MATA4111.

g

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

163

PENYEMPURNAAN MATERI BAHAN AJAR (Studi Kasus terhadap BMP Analisis II/MATA4320) Sugimin, Dwi Astuti Aprijani Jurusan Matematika FMIPA UT

enelitian ini bertujuan melakukan perbaikan redaksional dan konsep materi bahan ajar Buku Materi Pokok (BMP) Analisis II (MATA4320). Fokus penelitian mengevaluasi kualitas BMP Analisis II. Penelitian dilakukan di UT Pusat dengan sampel mahasiswa dari UPBJJ Jakarta yang sedang menempuh matakuliah Analisis II. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan analisis data adalah analisis dokumen, analisis isi, dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya kesalahan redaksional, ditemukannya konsep materi yang perlu perbaikan, dan diperoleh fakta bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami pemaparan konsep materi dalam BMP Analisis II. Sebagai tindak lanjut, diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan kualitas BMP Analisis II.

c

ABSTRAK

164

KUALITAS DAN EFEKTIFITAS PENYAJIAN MATERI FAKTOR INTEGRASI PADA BMP PERSAMAAN DIFERENSIAL (MATA4323) UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Djamus W, Kartono, Tarhadi

c

enelitian Evaluasi Bahan Ajar Cetak mata kuliah Persamaan Diferensial bertujuan untuk mencari masukan yang akan disampaikan kepada perevisi bahan ajar Persamaan Diferensial (MATA4323). Fokus penelitian ini pada materi Faktor Integrasi yang merupakan bagian penting dari Persamaan Diferensial. Berdasarkan masukan dari mahasiswa yang menggunakan bahan ajar ini dan para pengampu mata kuliah dapat disimpulkan bahwa materi faktor integrasi yang terdapat pada bahan ajar mata kuliah Persamaan Diferensial yang digunakan oleh FKIP Universitas Terbuka secara substansi sudah sesuai standar materi faktor integrasi untuk mahasiswa tingkat sarjana. Namun demikian agar materi tersebut mudah dicerna oleh mahasiswa , perlu ditambahkan contoh-contoh yang realistik, latihan-latihan soal mulai dari yang mudah sampai yang sukar dengan disertai petunjuk jawabannya yang lengkap.

Seminar Hasil Penelitian tahun 2008

ABSTRAK

165

SISTEM JATS SEBAGAI SOLUSI WANPRESTASI BAGI PELAKU PASAR MODAL MENURUT UU No. 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL
Sukiyono

c

eneliti, meneliti tentang sistem JAT sebagai solusi wanprestasi di pasar modal menurut UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Ada tiga masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan transaksi efek dan kapan terjadinya settlement saham, akibat hukumnya jika setelah terjadi transaksi, salah satu pihak melakukan wanprestasi dan solusi serta pelaksanaan itikad baik dalam praktek sistem perdagangan efek. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan penelitian empiris. dimana peraturan perundang-undangan yang berlaku, dihubungkan dengan kenyataan yang ada di lapangan, kemudian dianalisis dengan membandingkan antara tuntutan nilai-nilai ideal yang ada dalam peraturan perundangundangan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dalam pengumpulan data digunakan wawancara yang berstruktur dan wawancara tidak berstruktur atau menggunakan kombinasi keduanya. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan pelaksanaan transaksi efek dibedakan antara transaksi efek di pasar perdana dan pasar sekunder. Terjadinya settlement saham adalah pada T+5 atau lima hari sejak terjadi transaksi. Akibat hukumnya jika setelah terjadi transaksi, salah satu pihak melakukan wanprestasi dan penyelesaiannya adalah pihak yang menimbulkan kerugian wajib mengganti kerugian tersebut sesuai dengan kaidah Hukum Perdata. Pelaksanaan itikad baik dalam praktek sistem perdagangan efek terwujud dalam premis yang mengatakan kata-kataku adalah jaminanku (my word is my bond). Kata kunci: Sistem JAT, solusi wanprestasi di pasar modal, Pasar modal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->