P. 1
PKM

PKM

|Views: 302|Likes:
Published by latifah_yamin

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: latifah_yamin on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

SISTEM:Suatu kesatuan bisa berbentuk peristiwa, kejadian, atau benda yang memiliki bagian atau komponen yang

saling berkaitan dan berfungsi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu peristiwa dapat disebut sistem bila : 1.Dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. 2.Setiap bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri. 3.Seluruh bagian tersebut melakukan fungsi secara bersama. 4.Fungsi bersama yang dilakukannya mempunyai suatu tujuan tertentu. Ciri-Ciri Suatu Sistem Tujuan. Fungsi-fungsi. Komponen-komponen. Interaksi atau saling hubungan Penggabungan yang menimbulkan synergistic effect. Hukum Gestalt menyatakan, bahwa suatu keseluruhan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah bagian-bagiannya. Nilai lebih atau kemampuan lebih yang diperoleh melalui perpaduan yang kokoh dan serasi antara komponen-komponen yang saling menunjang dan saling menguatkan dalam suatu jalinan keterpaduan disebut “synergist effect”. PEMBELAJARAN:adalah upaya pembimbingan terhadap siswa agar siswa secara sadar dan terarah berkeinginan untuk belajar sebaik-baiknya, sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa yang bersangkutan. KOMPONEN SISTEM PEMBELAJARAN 1.Tujuan Pembelajaran 2.siswa 3.Guru 4.Materi pelajaran 5.Metode pembelajaran 6.Media pembelajaran 7.Evaluasi pembelajaran 8.Latar/ tempat

KOMPONEN SISTM PEMBELAJARAN:

Menurut Gagne (1979) Sistem pembelajaran adalah suatu set peristiwa yang mempengaruhi siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar. KURIKULUM SILABUS GBPP SAP RPP PSP SP

PENATAAN RUANGAN

MEDIA ELEKTRONIK

ALAT LISTRIK

METODE PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KOMPETENSI MENGAJAR AKAN MENGKAJI TENTANG KONSEP PEMBELAJARAN MIKRO (MICROTEACHING) DAN MEMBAHAS TENTANG BEBERAPA KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR, PROSEDUR ATAU LANGKAH – LANGKAH LATIHAN PRAKTEK PEMBELAJARAN MIKRO DAN MELAKSANAKAN PRAKTEK MENGAJAR DALAM BENTUK PEMBELAJARAN MIKRO DAN PEMBELAJARAN MAKRO MANFAAT PKM BAGI PESERTA CALON GURU: 1.MEMBERI PENGALAMAN MENGAJAR YANG NYATA DAN LATIHAN SEJUMLAH KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR SECARA TERPISAH 2.PESERTA DAPAT MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGAJARNYA SEBELUM MEREKA TERJUN KEKELAS SEBENARNYA. 3.MEMBERIKAN KEMUNGKINAN PESERTA UNTUK MENDAPATKAN BERMACAM-MACAM KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MANFAAT PKM BAGI PESERTA GURU: 1.MEMBERIKAN PENYEGARAN DALAM PROGRAM PEND. 2.MENDAPAT PENGALAMAN MENGAJAR BERSIFAT INDIVIDUAL UNTUK PENGEMBANGAN PROFESINYA 3.PENGEMBANGAN SIKAP TERBUKA 4.SITUASI LATIHAN LEBIH SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO (FEED BACK) 5.HASIL FEEDBACK DIDISKUSIKAN DAN DILAKUKAN LATIHAN ULANG MENGAJAR: 1.PERENCANAAN (SAP/RPP) 2.MEDIA PEMBELAJARAN 3.METODE PEMBELAJARAN 4.URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 5.PENGELOLAAN PEMBELAJARAN 6.PENGELOLAAN KELAS 7.MATERI / BAHAN AJAR 8.EVALUASI PEMBELAJARAN 9.WAKTU KEGIATAN/PEMBELAJARAN 10.TEMPAT Arti Sumber Belajar: Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar siswa (AECT. 1977)

SUMBER BELAJAR 1.PESAN / INFORMASI / MK 2.ORANG 3.BAHAN 4.ALAT 5.TEKNIK 6.LINGKUNGAN Sumber Belajar (Sudjarwo) Pesan= materi pelajaran Orang= guru Bahan=perangkat lunak (software) Alat=perangkat keras (hardware) Teknik=metode Latar= tempat (fisik dan non fisik) Merancang Sumber Belajar: 1.Presentasi yang menarik 2.Persuasif, jangan menganggap rendah atau tinggi pengetahuan siswa 3.Pilih sumber belajar yang paling tepat 4.Bentuk sajian singkat, padat, jelas, dan menyeluruh SISTEM PEMBELAJARAN: I.Pembelajaran Individual 1.Matang fisik dan mental 2.Mempunyai motivasi intrinksik 3.Belajar; dimana, kapan, dan dalam keadaan apapun 4.Waktu adalah Ilmu 5.Disiplin tinggi 6.Faham akan diri sendiri 7.Memiliki strategi yang tepat 8.Bersikap terbuka, luwes, aktif bertanya kepada siapapun 9.Aktif dalam belajar, mencari, memilih, memanfaatkan, aktif menilai setiap perkembangan hasil belajar. Peran Guru dalam pembelajaran individual 1.Sebagai konsultan 2.Memberikan stimulus 3.Pengelola sumber belajar 4.Pengarah, pembina, pembimbing, dan penerima hasil laporan Kelebihan Pembelajaran Individual: 1.Sistem pembelajaran berpusat pada siswa 2.Bakat dan kreatifitas dapat meningkat

3.Proses pembelajaran tidak kaku 4.Sumber belajar lebih banyak 5.Unit pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa 6.Kualitas sumber belajar jauh lebih baik 7.Sumber belajar dirancang sesuai tujuan pembelajaran dan pembelajaran individual 8.Bimbingan guru akan terarah dan bermanfaat 9.Memungkinkan untuk maju dengan cepat II.Pembelajaran Klasikal 1.Guru sebagai sunber belajar utama 2.Sumber belajar terbatas 3.Siswa fasip 4.Siswa tidak berani belajar diluar materi dari guru Indra Kita: Mata = 75 % Telinga = 13 % Sentuha/raba = 6 % (British Audio Association 1985) We Learn 10% of what we read 20% of what we hear 30% of what we see 50% of what we see and hear 70% of what we discuss with others 80% of what we experience personally 95% of what we teach someone else ISTILAH 1.MICROTEACHING ADALAH PEMBELAJARAN TERBATAS 2.MACROTEACHING ADALAH PEMBELAJARAN YANG LENGKAP (REAL TEACHING) 3.PEER TEACHING ADALAH PEMBELAJARAN TEMAN SEJAWAT MICROTEACHING Pembelajaran mikro adalah pola latihan penampilan yang dirancang secara jelas dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses mengajar, sehinggadosen (calondosen), dapat menguasai setiap komponen satu persatu dalam situasi mengajar yang disederhanakan (Launglin & Moulton,1975). Microteaching Secara harfiah micro itu berarti kecil. Dalam microteaching (pembelajaran mikro) berarti latihan mengajar dengan sekala kecil. Keterampilan -keterampilan mengajar atau teknik di atas sifatnya terbatas atau dibatasi dari latihan secara sederhana.

Macroteaching: Pembelajaran makro adalah suatu kegiatan pembelajaran yang memiliki komponen sama dengan pembelajaran sesungguhnya (realteaching) PEER TEACHING: PEMBELAJARAN TEMAN SEJAWAT/SENDIRI (BISA MICRO & MACRO) Dosen, mahasiswa, OBSERVER, MEDIA, SAP , FORMAT

PEMBELAJARAN MAKRO-MIKRO

PERBANDINGAN PEMBELAJARAN MAKRO DAN MIKRO KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 1.KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN 2.KETERAMPILAN MENJELASKAN 3.KETERAMPILAN BERTANYA 4.KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN 5.KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI 6.KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI 7.KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN Pengertian Membuka Pelajaran: Kegiatan dilakukan untuk menciptakan suasana “siap” baik fisik maupun mental dan untuk menumbuhkan perhatian siswa agar terpusat ke dalam proses pembelajaran. Menjelaskan tujuan pembelajaran Memberikan masalah-masalah pokok Menjelaskan tahap-tahap kegiatan serta tugas yang harus dilaksanakan siswa KOMPONEN - KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN 1.MENARIK PERHATIAN SISWA 2.MENUMBUHKAN MOTIVASI SISWA 3.MEMBUAT KAITAN (APERSEPSI) 4.MEMBERIKAN ACUAN

MENARIK PERHATIAN SISWA: Gaya mengajar Penggunaan media pembelajaran Pola interaksi yang bervariasi MENUMBUHKAN MOTIVASI SISWA: Kehangatan dan keantusiasan Menumbuhkan rasa ingin tahu Mengemukakan ide yang bertentangan Memperhatikan minat siswa MEMBUAT KAITAN: Menghubungkan antar aspek yang relevan Membandingkan, mempertentangkan, pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah diketahui MEMBERIKAN ACUAN: Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas Menyarankan langkah- langkah yang akan dilakukan Mengingat masalah pokok-pokok yang akan dibahas Mengajukan pertanyaan-pertanyaan KETERAMPILAN MENJELASKAN: Pengertian dan Rasional Suatu keterampilan untuk menyampaikan atau menyajikan informasi secara lisan tentang hubungan antara : >>sebab akibat >>apa yang diketahui dengan yang belum diketahui >>dalil/definisi/rumus dengan bukti atau contoh sehari-hari Tujuan: 1.Membimbing siswa memahami jawaban pertanyaan “mengapa”. 2.Membantu siswa memahami atau mendapatkan hukum, dalil rumus, prinsip-prinsip secara obyektif. 3.Melibatkan siswa dalam proses berfikir dalam memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan. 4.Sebagai balikan atas pemahaman mahasiswa. 5.Membantu siswa dalam proses penalaran dan pembuktian yang bersifat meragukan. PRINSIP PENGGUNAAN: 1.Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran. 2.Harus relevan dengan tujuan. 3.Diberikan ketika ada pertanyaan siswa, atau dipersiapkandosen. 4.Materi/isi pelajaran bermakna bagi siswa. 5.Sesuai dengan latar belakang tingkat pemahaman siswa.

Balikan: 1.Mengajukan pertanyaan kepada siswa 2.Memperhatikan tingkah laku dan mimik siswa selama penjelasan berlangsung, 3.Mengulang hal yang penting. 4.Berikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan/ mengemukakan contoh berdasarkan pengalaman siswa sendiri. KOMPONEN - KOMPONEN KETERAMPIALAN MENJELASKAN: >>KEJELASAN >>PENEKANAN >>BAHASA / KEMUNIKASI >>CONTOH – CONTOH >>MEDIA PEMBELAJARAN >>METODE PEMBELAJARAN Kejelasan: >>Dosen menyadari keterbatasan perbendaharaan kata-kata dan ungkapan yang dimiliki mahasiswa, dan tidak ada penggunaan kalimat yang berbelit-belit. >>Dosen menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan yang berlebihanlebihan. Penggunaan contoh dan ilustrasi: >>Dosen memberikan contoh yang cukup untuk menanamkan pengertian dalam penjelasannya. >>Dosen menggunakan contoh yang relevan dengan sifat penjelasan itu >>Contoh yang digunakan dosen sesuai dengan usia, pengetahuan dan latar belakang siswa. Pengorganisasian: >>Dosen menunjukkan dengan jelas pola atau struktur sajian, khususnya hubungan antara contoh-contoh dan generalisasi (hukum, rumus). >>Dosen memberikan ikhtisar butir-butir penting, baik selama pelajaran, dan bila perlu memberikan penjabaran tambahan. Penekanan: >>Dosen mengadakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal penting dalam penjelasannya. >>Butir-butir dalam penjelasan diberi tekanan dengan cara mengulanginya, mengatakan dalam kalimat lain, atau menyebutkan satu demi satu. >>Penekanan yang berbeda diberikan pula dengan mimik, isyarat ataupun gerakan selama pelajaran berlangsung. >>Pemberian tekanan juga diberikan dengan menggunakan gambar-gambar, demonstrasi atau benda-benda sebenarnya. KETERAMPILAN BERTANYA:

PENGERTIAN: >>Pertanyaan di dalam kehidupan sehari-hari bertujuan memperoleh informasi mengenai hal yang belum diketahui penanya. >>Dalam PBM pertanyaan diajukan dosen agar mahasiswa belajar, yaitu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. >>Pertanyaan berupa tanya atau suruhan yang menuntut respon siswa. Cara bertanyadosen berpengaruh dalam pencapaian hasil belajar dan peningkatan cara berpikir siswa. ALASAN PENGGUNAAN: 1.Kebiasaan dosen menggunakan metode ceramah yang menempatkandosen sebagai sumber informasi. 2.Latar belakang kehidupan anak (keluarga, masyarakat) yang kurang memberi kesempatan anak bertanya. 3.Penerapan gagasan cara belajar siswa aktif. 4.Menepis pandangan yang mengatakan bahwa pertanyaan hanya dipakai untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. PERTANYAAN (BLOOM): 1.Pertanyaan Ingatan (Knowledge) 2.Pertanyaan pemahaman (Comprehension), 3.Pertanyaan Penerapan (Application) 4.Pertanyaan Analisis (analysis) 5.Pertanyaan sintesis (synthesis) 6.Pertanyaan Evaluasi (evaluation) TUJUAN PENGGUNAAN KETERAMPILAN BERTANYA: a.Membangkitkan minat anak dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan b.Memusatkan perhatian siswa c.Mendiagnostik kesulitan siswa d.Mengembangkan cara belajar siswa aktif e.Memberi kesempatan siswa mengasimilasi informasi f.Mendorong siswa berani mengemukakan pandangan dalam diskusi g.Menguji dan mengukur hasil belajar siswa. YANG PERLU DIHINDARI!! a.Memberikan pertanyaan ganda b.Menunjuk nama siswa terlebih dahulu sebelun mengucapkan pertanyaan c.Memberikan giliran menjawab pertanyaan secara berurutan d.Sering mengulangi jawaban siswa yang sudah benar e.Pertanyaan yang memancing jawaban serempak dari siswa KOMPONEN KETERAMPILAN BERTANYA: a.Pengungkapan pertanyaan jelas dan singkat b.Pemberian acuan c.Pemusatan

d.Pemindah giliran e.Penyebaran f.Pemberian waktu berpikir g.Pemberian tuntunan PRINSIP PENGGUNAAN: a.Yang berlaku pada keterampilan bertanya dasar b.Pemberian waktu berpikir yang lama, c.Menilai pertanyaan pokok sesudah pelajaran KERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN: PENGERTIAN DAN RASIONAL: Dalam kehidupan sehari-hari penghargaan sering kita dapatkan apabila kita telah menghasilkan sesuatu yang dapat dinikmati baik diri sendiri maupun orang lain. Penghargaan itu berpengaruh besar/positif dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dalam kegiatan belajar mengajar. TUJUAN PENGGUNAAN: 1.Meningkatkan perhatian siswa 2.Membangkitkan/memelihara motivasi 3.Memudahkan siswa belajar 4.Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa yang kurang positif, serta 5.Mendorong munculkan tingkah laku produktif PRINSIP PENGGUNAAN: 1.Kehangatan dan keantusiasan 2.Kebermaknaan 3.Pemberian penguatan dengan segera 4.Variasi penggunaan KOMPONEN MEMBERI PENGUATAN: >>Penguatan verbal:bagus, tepat, benar, hebat, jawabanmu sangat tepat,dll >>Penguatan non verbal:Tepuk tangan, senyuman, piagam, piala, dll KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI: Rasional Kebosanan terjadi pada manusia umumnya terjadi akibat seseorang melihat, merasakan atau mengalami peristiwa yang sama secara berulang-ulang (rutin). Orang selalu ingin sesuatu yang baru. Untuk itu perlu ada perubahan, perbedaan dari yang telah ada, kita butuh variasi dalam kehidupan. BENTUK VARIASI 1.Variasi gaya mengajar, 2.Variasi penggunaan alat dan media pembelajaran, 3.Variasi pola interaksi, 4.Variasi metode pembelajaran

5.Variasi memberikan penguatan (reinforcement) PENGGUNAANNYA: 1.Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa. 2.Memberi kesempatan berkembangnya bakat keinginan mengetahui sesuatu yang baru melalui penyelidikan. 3.Memupuk tingkah laku positif terhadap guru dan sekolah. 4.Memberi kesempatan kepada siswa mendapatkan cara menerima pelajaran yang disenangi 5.Meningkatkan Cara Belajar siswa Aktif. KOMPONEN KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI: >>GAYA MENGAJAR GURU 1.Variasi suara 2.Pemusatan perhatian 3.Kesenyapan 4.Kontak pandang 5.Gerakan badan dan mimik 6.Posisi guru dalam kelas PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN: 1.Media yang dapat dilihat 2.Media yang dapat didengar 3.Media yang dapat diraba dan dimanipulasi POLA INTERAKSI & METODE PEMBELAJARAN: Kelompok kecil/diskusi 1.Demonstrasi 2.Eksperimen 3.Susunan bentuk kelas/tempat duduk PRINSIP PENGGUNAANNYA: a. Punya maksud tertentu, relevan dengan tujuan, sesuai dengan tingkat kemampuan anak, wajar dan beragam. b. Diberikan secara lancar dan berkesinambungan digunakan secara spontan, luwes dan fleksibel. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS: Rasional Kelas merupakan tempat belajar siswa. Kelas perlu dikondisikan agar siswa menjadi nyaman dan betah di kelas. Suasana kelas yang nyaman/ menyenangkan dapat membuat siswa senang belajar dan pada gilirannya tujuan pendidikan akan tercapai. Pengertian: Keterampilan dosen untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, bila terdapat gangguan

dalam proses belajar. PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAANNYA: 1.KEHANGATAN DAN KEANTUSIASAN 2.ADANYA TANTANGAN 3.ADANYA VARIASI DALAM MENGAJAR 4.KELUWESAN 5.PENEKANAN PADA HAL-HAL POSITIF 6.PENANAMAN DISIPLIN TUJUAN PENGGUNAAN UNTUK SISWA: 1.Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab terhadap tingkah lakunya serta sadar untuk mengendalikan diri. 2.Membantu siswa mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas 3.Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta bertingkah laku wajar sesuai dengan aktivitas-aktivitas kelas. TUJUAN PENGGUNAAN UNTUK DOSEN: Untuk melatih : 1.Mengembangkan pengertian dan keterampilan dalam memelihara kelancaran penyajian dan langkah-langkah pelajaran secara cepat dan baik. 2.Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensinya di dalam memberikan pengarahan yang jelas kepada siswa. 3.Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan-gangguan kecil atau ringan Praktek Microteacing: 1.RENCANA PEMBELAJARAN MICROTEACHING 2.MATERI PELAJARAN 3.MEDIA PEMBELAJARAN 4.FORMAT OBSERVASI 5.DOSEN PEMBIMBING 6.OBSERVER ( mahasiswa) 7.WAKTU : 5 – 10 menit 8.PER KETERAMPILAN MENGAJAR 9.TEMPAT Praktek Makroteaching: 1.RENCANA PEMBELAJARAN 2.MATERI PELAJARAN/ bahan ajar 3.MEDIA PEMBELAJARAN/ Sound system 4.FORMAT PENILAIAN 5.VIDEO SYSTEM & operator 6.instruktur PEMBIMBING 7.OBSERVER (peserta pelatihan) 8.WAKTU : 5 – 10 menit

9.Tempat Rencana Pembelajaran (RPP) 1.Mata Pelajaran 2.Pokok Bahasan 3.Kelas/Semester 4.Waktu 5.Hari/ Tgl. 6.Instruktur 7.Tujuan Pembelajaran Umum 8.Tujuan Pembelajaran Khusus 9.Materi Pelajaran 10.Strategi Pebelajaran a. mdeia pembelajaran b. metode pebelajaran c. urutan kegiatan d. waktu e. sumber belajar 11. Evaluasi/ Penilaian RENCANA PEMBELAJARAN: Mata Kuliah : Pengetahuan Sosial Materi : Pranata Sosial Kelas : A dan B Waktu : 2 X 45 Menit I. Tujuan Pembelajaran Umum Menentukan sikap terhadap keanekaragaman perilaku. II. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti pelajaan ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengembangkan sikap dan toleransi terhadap keanekaragaman perilaku dalam berinteraksi 2. Mengembangkan sikap kritis terhadap berbagai pilihan dalam menentukan keanggotaan kelompok. III. Materi Pokok Pranata Sosial IV. Strategi Pembelajaran/ Skenario Pendahuluan 1.Siswa diberikan pertanyaan tentang perilaku masyarakat/individu dilanjutkan menjelaskan secara singkat rencana kegiatan yaitu menentukan sikap terhadap keanekaragaman prilaku. Siswa dibagi dalam 10 kelompok sesuai dengan tempat duduk

Penyajian 1.Siswa dibagi soal untuk didiskusikan dan dosen memberi penjelasan tentang cara kerja dalam kolompok. 2.Selama 30 menit masing-masing kelompok mendiskusikan tentang : a. Sikap-sikap toleransi terhadap perilaku yang bermacam- macam dalam masyarakat. b. Sikap seseorang/kelompok untuk menentukan keanggotaan dalam suatu kelompok disertai alasan-alasannya. 3. Selama peserta berdiskusi guru sebagai fasilitator, mengamati perilaku peserta 4. Setelah kurang lebih 30 menit, diwakili oleh salah satu anggota, setiap kelompok menyampaikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain memberi tanggapan. Penutup Sebagai kegiatan akhir guru memberikan kesimpulan dari materi tersebut dan mengumumkan kelompok terbaik serta siswa diminta membuat catatan dari kesimpulan tersebut. Media, alat, bahan, dan Sumber Pelajaran Buku Paket / media cetak Papan Tulis OHP/OHT Komputer LCD Projector Penilaian : Data Kemajuan Belajar siswa didasarkan pada: 1. Partisipasi 2. Laporan hasil diskusi kelompok 3. Catatan yang dibuat siswa 4. Partisipasi siswa dalam memberi tanggapan Jakarta,.......,......., 20.. Mengetahui : Guru Mata Pelajaran (.................................) (................................ )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->