P. 1
Makalah komunikasi organisasi Perusahaan

Makalah komunikasi organisasi Perusahaan

|Views: 5,248|Likes:
Published by Nurfah
Sebuah Makalah tentang Komunikasi Dalam Organisasi Perusahaan
Sebuah Makalah tentang Komunikasi Dalam Organisasi Perusahaan

More info:

Published by: Nurfah on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN http://skripsipsikologi.blogspot.

com

Irwin Pratajaya 200711035

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INDONESIA BANKING SCHOOL

2007

Pendahuluan
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Proses komunikasi dibagi menjadi 2 tahap yaitu : 1. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain , komunikasi adalah proses membuat pesan yang setala bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna). Sebagai contoh seperti yang diungkapkan oleh Sendjaja(1994:33)yakni : Si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan lebih mudah dan lancar apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan

dengan si B yang juga sama-sama mahasiswa. Seandainya si A tersebut membicarakan hal tersebut dengan si C, sorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikaasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan si A. Karena antara si A dan si C terdapat perbedaan yang menyangkut tingkat pengetahuan, pengalaman, budaya, orientasi dan mungkin juga kepentingannya. Contoh tersebut dapat memberikan gambaran bahwa proses komunikasiakan berjalan baik atau mudah apabila di antara pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, maka kita harsu mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. 2. Proses komunikasi sekunder Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasi karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, dsb.). Dalam kehidupan bermasyarakat komunikasi tidak selalu berjalan dengan baik, pasti ada perbedaan pendapat disetiap individu karena manusia diciptakan bermacam-macam. Perbedaan pendapat tersebut akan mengakibatkan perpecahan antar individu tersebut atau bahkan dalam kelompok. Perbedaan inilah disebut dengan konflik, konflik merupakan suatu situasi yang wajar, karena tidak ada satupun masyarakat yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Faktor penyebab terjadinya konflik ada beberapa macam, yaitu : 1. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda 2. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok 3. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat 4. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :

meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai. perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga, dll. kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

• •

• •

Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat menghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:

Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.

Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.

Pembahasan
Dalam suatu organisasi konflik juga ditemukan seperti dalam case study yang berjudul “komunikasi dalam organisasi perusahaan”. Dalam kasus ini terdapat konflik internal di suatu perusahaan dimana Maudy tidak mau berbicara lagi dengan Ali karena Maudy mempunyai kesan kurang baik terhadap Ali karena suatu kesalahpahaman. Awalnya, Maudy berusaha menjalin hubungan kerja yang baik dengan semua pihak di Bank tersebut. Untuk itu Maudy juga bermaksud menjalin hubungan kerja yang baik dengan Ali dan Maudy berhasil membina hubungan kerja dengan Ali yang sudah lama bekerja di Bank tersebut dan dihormati oleh semua orang termasuk anggota Dewan Direksi. Tetapi semua usaha Maudy gagal sewaktu ada pemilihan untuk promosi sebagai Direktur Pemasaran di anak perusahaan Bank Prapanca dimana Maudy merasa mempunyai kemampuan untuk posisi tersebut dan melihat salah satu kandidat bersama kandidat lainnya yang setingkat dengannya. Dalam pemilihan tersebut ternyata salah satu pesaing Maudy, Prasetya yang terpilih. Menurut Maudy prasetya adalah orang yang arogan dan angkuh, promosi tersebut dianggap hinaan bagi Maudy, untuk itu Maudy memikiran kariernya di tempat kerja lainnya. Maudy mendapatkan kabar dari saluran “grapevine” bahwa Ali merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam memberikan masukan kepada Dewan Direksi untuk mempromosikan Prasetya. Maudy mengambil sikap menarik diri dari Ali dan suasana kerja menjadi sangat tidak nyaman setelah kejadian tersebut. Ali bermaksud membangun kembali hubungan baik dengan Maudy tetapi Maudy tidak memberikan sikap positif, malahan mereka menjadi hubungan melalui intranet saja meskipun meja mereka tdak berjauhan atau melalui memo tertulis yang tidak ditandatangani. Akhirnya atasan mereka, Busono, melihat hal ini dan memanggil keduanya menghadap dan menengahi masalah mereka. Maudy yang tadinya tidak mau berkata apapun akhirnya mengatakan bahwa Ali lebih mendukung Prasetya dibandingkan dirinya, lalu Busono

berkata bahwa pernyataan Maudy salah karena Prasetya seolah-olah diangkat ke atas tetapi maksudnya di lempar ke anak perusahaan agar hubungan dan kerjasama di kantor ini jauh lebih baik.

Apabila dalam kasus ini Busono tidak turun tangan maka Maudy sudah dapat dipastikan akan pergi meninggalkan Bank Prapanca karena Maudy merasa diperlakukan tidak adil seolah-olah dia dihina dengan adanya promosi sebagai Direktur Pemasaran di anak perusahaan Bank Prapanca karena tidak terpilih, padahal criteria Maudy sudah sangat cukup tetapi Prasetya yang terpilih. Tindakan Busono sangat tepat karena untuk memecahkan suatu masalah harus ada komunikasi satu sama lain agar masalah yang dihadapi jelas dan dapat diselesaikan. Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :

meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai. perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga, dll. kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

• •

• •

Missunderstanding ini terjadi karena diantara kedua belah pihak, Maudy dan Ali kurang adanya komunikasi, jika seandainya Aly memberi tahu Maudy maka tidak akan terjadi kesalahpahaman seperti ini. Dalam kehidupan ini, kesalahpahaman adalah suatu hal yang wajar jika seseorang menyikapinya dengan baik maka masalah itu akan terselesaikan.

Kesimpulan
Faktor penyebab terjadinya konflik ada beberapa macam, yaitu : • • • • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan

Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat menghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:

Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->