P. 1
Sistem Modulasi Analog Dan Digital

Sistem Modulasi Analog Dan Digital

|Views: 10,011|Likes:
Published by rusdi ariawan
Sistem Modulasi Analog Dan Digital
Sistem Modulasi Analog Dan Digital

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

Pada modulasi amplitudo dikenal adanya indeks modulasi, dimana
merupakan perbandingan antara amplitudo informasi dengan gelombang
pembawa dapat dirumuskan: (Roddy, D., Idris, K., Coolen,J.,1992).

m =

maks
Ec maks

Em

sehingga,

PUTU RUSDI ARIAWAN

8

e = Ecmaks (1 + m sin mt) sin ct

Spektrum menunjukkan amplitudo dan frekuensi dari gelombang-
gelombang sinus kosinus komponen yang bersama-sama membentuk sebuah
gelombang yang kompleks. Gelombang yang dimodulasi amplitudo adalah
kompleks seperti yang ditunjukkan pada persamaan berikut.(Roddy, D., Idris,
K.,Coolen, j.,1992).

e = (1 + m sin mt )sin ct
= sin ct + m sin mt sin ct
= sin ct + m/2[cos( c- m)t –cos( c+ m)t]
Transmisi gelombang Amplitudo Modulasi (AM) dapat dilakukan dalam
berbagai cara antara lain dengan hanya memancarkan gelombang upper atau
lower side band saja, yang disebut Single Side Band (SSB) dan dengan
mentransmisikan gelombang pembawa, upper side band dan lower side band
yang disebut Double Side Band (DSB), disamping itu pentransmisian gelombang
AM dapat dilakukan tanpa adanya gelombang pembawa (Suppress Carrier).

2. Double Side Band (DSB)
a.Double-Sideband -Suppressed Carrier (DSB –SC )

Dalam modulasi AM, amplitudo dari suatu sinyal carrier, dengan
frekuensi dan phase tetap, divariasikan oleh suatu sinyal lain (sinyal informasi).
Persamaan sinyal sinusoidal secara umum bisa dituliskan sbb.
(t) = a(t) cos (t)
dimana a(t)adalah amplitudo sinyal dan (t)adalah sudut phase. (t)

bisa ditulis dalam bentuk

(t) = c t+ (t) sehingga :

(t) =a(t) cos [ c t + (t) ]
a(t) adalah selubung (envelope) dari sinyal (t)
cadalah frekuensi gelombang carrier (rad/detik) = 2 fc (Hz)
(t) adalah modulasi phase dari (t).
Dalam modulasi AM, (t)dalam persamaan di atas adalah nol (konstan)
dan selubung a(t) dibuat proporsional terhadap suatu sinyal f(t).
(t) = f(t) cos c t

PUTU RUSDI ARIAWAN

9

cos c tdalam persamaan di atas disebut dengan sinyal carrier ; f(t)
adalah sinyal pemodulasi. Sinyal resultan (t)disebut dengan sinyal termodulasi
AM.
Kerapatan spektrum dari (t)diperoleh dengan transformasi Fourier.
( )= F( + c) + F( - c)
Persamaan ini berarti bahwa modulasi amplitudo menggeser spektrum
frekuensi sinyal sejauh c rad/detik tapi bentuk spektrum adalah tetap, seperti
yang ditujukkan pada gambar di bawah.
Tipe modulasi seperti ini disebut dengan modulasi suppressed carrier
karena dalam spektrum (t) tidak ada identitas carrier yang tampak walaupun
spektrum terpusat pada frekuensi carrier c. Rangkaian dan sinyal-sinyal dari
sistem ini ditunjukkan gambar di bawah.
Gambar (a) menunjukkan suatu rangkaian pembangkit sinyal AM.
Gambar (b) adalah sinyal pemodulasi (sinyal informasi). Gambar (c) adalah
sinyal carrier frekuensi tinggi. Dengan proses modulasi, amplitudo sinyal carrier
akan berubah sesuai dengan amplitudo sinyal informasi, dengan frekuensi tetap,
seperti pada (d). Transformasi Fourier digambarkan dalam domain frekuensi ( )
pada (e) dan (f).

Asumsikan bahwa sinyal informasi mempunyai lebar pita (bandwidth)
sebesar W. Dengan modulasi, sinyal bergeser sejauh c dan menempati
spektrum dengan lebar 2W; gambar (f). Ini berarti bahwa dengan metode
modulasi seperti ini bandwidth sinyal digandakan. Spektrum sinyal di atas
frekensi c disebut upper sideband (USB), sedangkan spektrum di bawah c
disebut lower sideband (LSB).

Karena itu modulasi ini juga disebut modulasi double-sideband,

suppressed carrier(DSB-SC).

1
2

1
2

PUTU RUSDI ARIAWAN

10

Penerimaan kembali sinyal DSB-SC (t)untuk memperoleh sinyal
informasi f(t)memerlukan translasi frekuensi lain untuk memindahkan spektrum
sinyal ke posisi aslinya. Proses ini disebut demodulasi atau deteksi dan dilakukan
dengan mengalikan sinyal (t)dengan sinyal carrier c.
(t) cos ct = f(t). cos2

c t

= f(t) + f(t)cos 2 c t
Bagian frekuensi tinggi 2 c dihilangkan dengan menggunakan Low
Pass Filter (LPF), sehingga yang tersisa hanya sinyal informasi f(t).

1
2

1
2

PUTU RUSDI ARIAWAN

11

Prinsip yang dijelaskan di atas berlaku untuk semua sinyal selama
frekuensi sinyal informasiW lebih kecil daripada frekuensi carrier c. Kesulitan
yang terjadi pada penerima adalah perlunya rangkaian yang bisa membangkitkan
carrier serta rangkaian untuk sinkronisasi phase.

b.Double Side Band-Large Carrier (AM)

Penggunaan metode modulasi suppressed carrier memerlukan peralatan
yang rumit pada bagian penerima, berkaitan dengan perlunya pembangkitan
carrier dan sinkronisasi phase. Jika sistem didisain untuk memperoleh penerima
yang relatif sederhana, maka beberapa kompromi harus dibuat walaupun harus
mengurangi efisiensi pemancar. Untuk itu identitas carrier dimasukkan ke dalam
sinyal yang ditransmisikan, dimana sinyal carrier dibuat lebih besar dari sinyal
yang lain. Karena itu sistem seperti ini disebut Double-Sideband Large Carrier
(DSB-LC) atau umumnya dikenal dengan istilah AM.
Bentuk gelombang sinyal AM bisa diperoleh dengan menambahkan
identitas carrier A cos ct pada sinyal DSB-SC.

PUTU RUSDI ARIAWAN

12

AM(t)= f(t)cos ct + A cos ct
Kerapatan spektrum dari sinyal AM adalah
AM( )= 1/2 F( + c) + 1/2 F( - c) + A ( + c )+ A ( - c )
Spektrum frekuensi dari sinyal AM adalah sama dengan sinyal DSB-SC
f(t)cos ct ;dengan tambahan impuls pada frekuensi c.Hal ini dijelaskan
pada gambar di bawah.

Spektrum frekuensidari sinyal AM

Sinyal termodulasi amplitudo bisa ditulis dalam bentuk :
AM(t)= [ A + f(t)] cos ct
Dengan demikian sinyal AM dapat dinyatakan sebagai sinyal dengan
frekuensi cdan amplitudo [ A + f(t)]. Jika amplitudo carrier cukup besar, maka
selubung dari sinyal termodulasi akan proporsional dengan f(t). Dalam kasus ini,
demodulasi akan sederhana yaitu dengan mendeteksi selubung dari sinyal
sinusoidal, tanpa tergantung dari frekuensi maupun phase. Tapi jika A tidak

PUTU RUSDI ARIAWAN

13

cukup besar, selubung dari AM(t)tidak akan selalu proporsional dengan sinyal
f(t).Amplitudo carrier A harus cukup besar sehingga :
[ A + f(t)] 0 ; untuk semua t

atau

A min { f(t)}
Jika kondisi di atas tidak dipenuhi akan muncul distorsi selubung karena over-
modulasi.

Tinjau sinyal frekuensi tunggal f(t)= E cos mtsebagai sinyal pemodulasi.
Sinyal termodulasi amplitudo akan berbentuk :
AM(t)= [ A + f(t)] cos ct
= [ A + E cos mt ] cos ct
Suatu faktor tanpa dimensi m didefinisikan sebagai indeks modulasi, yang
berguna untuk menentukan ratio dari sideband terhadap carrier.

AE

m

atau

Carrier

Puncak

Amplitudo

SC

DSB

Puncak

Amplitudo

m

_

_ _

_

Persamaan sinyal AM ditulis dalam menjadi :
AM(t) = A cos ct + mA cos mt .cos ct
AM(t) = A [ 1 + m cos mt ] cos ct
Bentuk sinyal AM untuk beberapa nilai m dapat dilihat pada gambar di bawah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->