P. 1
ANGKA INDEKS

ANGKA INDEKS

|Views: 3,109|Likes:
Published by Rizal Rahman

More info:

Published by: Rizal Rahman on Jun 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2015

pdf

text

original

ANGKA INDEKS

Pengertian Angka Indeks    

Angka Indeks adalah ukuran statistika yang menunjukkan perbandingan suatu kuantitas dengan yang lain. Perbandingan itu dinyatakan dalam persentase; dan biasanya tanda persennya tidak disebutkan. Perbedaan antara hal yang diperbandingkan biasanya terletak pada waktu terjadinya. Misalnya : Harga beras pada tahun 2002 dibandingkan dengan tahun 1998. Kadang-kadang perbedaan antara yang diperbandingkan itu bisa juga terletak pada macam, letak dan sebagainya.

Tujuan Angka Indeks
‡

Dengan mengetahui angka indeksnya maka akan lebih mudah dapat diketahui perbandingan data-data yang bersangkutan.

Tabel 6.1 Indeks Harga Beras Tahun 1997 s.d 2002 Tahun 1997 1998 1999 2000 2001 2002 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Harga barang X per Kg 60,00 65,00 72,00 75,00 81,00 90,00 Indeks 1997 = 100 100,00 108,33 120,00 125,00 135,00 150,00

Dari tabel tersebut jelas terlihat bahwa dengan membaca indeksnya akan lebih mudah untuk mengetahui tingkat perubahannya

Tujuan Angka Indeks 

Mengubah data ke indeks juga membuat kita semakin mudah memperkirakan tren dalam suatu deret yang tersusun atas bilangan-bilangan yang sangat besar. Misalnya : Total penjualan ritel di AS untuk bulan Juli 2005 adalah $357.013.000. Untuk Juli 2oo4, total penjualan ritelnya adalah $323.604.000. Kenaikan sebanyak $33.409.000 ini tampak signifikan. Jika pada bulan Juli 2005 penjualan ritel masih dinyatakan sebagai suatu indeks yang didasarkan pada bulan juli 2004, maka kenaikannya adalah 10,3 persen
357.013.00 0 Penjualan Ritel pada Juli 2005 x100 ! 110,3 x100 ! 323.604.00 0 Penjualan Ritel pada Juli 2004

Kesulitan-Kesulitan Yang Sering Dihadapi
Persoalan-persoalan yang biasanya dihadapi di dalam menyusun angka indeks antara lain adalah : 


Kesulitan memperoleh susunan data yang sesuai dengan kebutuhan. Kesulitan memperoleh data yang komparabel.

Pemilihan Tahun Dasar     

Tahun dasar adalah tahun yang digunakan sebagai dasar pembanding sehingga diberi indeks sebesar 100. Semua kuantitas pada tahun-tahun yang lain dibandingkan dengan kuantitas pada tahun dasar tersebut. Kalau kuantitas yang dibandingkan lebih besar dari kuantitas pada tahun dasar, maka indeksnya lebih dari 100 Kalau kuantitas yang dibandingkan sama dengan kuantitas pada tahun dasar, maka indeksnya sebesar 100 Kalau kuantitas yang dibandingkan lebih kecil daripada kuantitas pada tahun dasar, maka indeksnya lebih kecil dari 100

Pemilihan Tahun Dasar 

Untuk memilih tahun dasar pada dasarnya bebas, boleh memilih satu tahun yang lalu, lima tahun yang lalu dan sebagainya. Tetapi biasanya dibandingkan dua hal sebagai berikut : a. Dipilih tahun yang keadaan ekonominya stabil. b. Tahun dasar harus ³Up to date´

Beberapa Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Tahun Dasar 
 

Penggunan Beberapa Tahun sebagai Tahun Dasar Perubahan Tahun Dasar Penggunan Angka Indeks Untuk Deflating

Penggunan Beberapa Tahun sebagai Tahun Dasar   

Kadang-kadang dipakai 2 tahun atau 3 tahun sebagai tahun dasar. Apabila dipakai tahun dasar 2001 dan 2002 biasanya ditulis (2001-2002=100) sebagai keterangan Cara menghitungnya hanya harga pada kedua tahun itu dirata-rata. 

Misalnya : Hitung indeks/relatifnya dengan tahun dasar 1999 dan 2000

Tabel 6.8 Harga Beras Mulai 1999 sampai 2002 Tahun 1999 2000 2001 2002 Harga per kg (dalam Rp) Rp200,00 Rp225,00 Rp240,00 Rp250,00

Rata  rata harga '99 dan '00 !

Rp 200  Rp 225 ! Rp 212.5 2

Indeks dengan tahun dasar (1999-2000) :
1999 ! Rp 200,00 x100 ! 94,12 Rp 212,50 Rp 225,00 2000 ! x100 ! 105,88 Rp 212,50 Rp 240,00 2001 ! x100 ! 112,94 Rp 212,50 Rp 250,00 2001 ! x100 ! 117,65 Rp 212,50

Perubahan Tahun Dasar 
 

Karena suatu hal mungkin kita harus memindah tahun dasarnya. Misalnya dari tahun dasar 1997 menjadi 2000, akibatnya semua indeksnya akan berubah Indeks baru pada tahun dasar menjadi 100, sedang indeks pada tahun-tahun yang lain dapat dicari dengan rumus :

Dimana : I1 : Indeks lama I1b : Indeks lama pada tahun dasar baru Ib : Indeks baru

I1 Ib ! x100 I 1b

Sebagai contoh perubahan tahun dasar ini seperti terlihat pada tabel dibawah ini. Mula-mula tahun dasar 1997 akan tetapi akan dirubah menjadi tahun 2002
Tabel 6.11 Perubahan Tahun Dasar 1997 Menjadi 2000 Indeks 1997=100 Indeks 2000=100 100 ¨ 100 ¸ x100 ! 80
¹ © ª 125 º

Tahun 1997 1998

120

¨ 120 ¸ ¹ x100 ! 96 © ª 125 º

1999

130

¨ 130 ¸ © ¹ x100 ! 104 ª 125 º
¨ 125 ¸ ¹ x100 ! 100 © ª 125 º

2000

125

2001

130

¨ 130 ¸ © ¹ x100 ! 104 ª 125 º

2002

140

¨ 140 ¸ ¹ x100 ! 112 © ª 125 º

Penggunaan Angka Indeks Untuk Deflating   

Nilai uang setiap tahun selalu berubah-ubah, karena daya beli uang berubah maka harga dan indeks harga barang-barang pun akan berubah pula. Kalau kita akan membandingkan sesuatu misalnya tingkat upah, maka sering yang kita bandingkan upah riilnya. Berarti upah pada tahun-tahun yang bersangkutan dinilai berdasarkan keadaan pada suatu tahun. Kalau kita gunakan indeks untuk mengadakan penyesuaian maka disebut deflating berdasarkan keadaan pada tahun dasar.

upah nominal upah riil ! x100 indeks

Tahun 2008 2009

Take Home Pay 2.000 4.000

CPI (2008) 100 250

Real Income (2.000/100)(100) (4.000/250)(100) 2.000 1.600 

Dari tabel tersebut upah nominal naik tetapi upah riil turun. Hal ini disebabkan karena kenaikan harga-harga lebih tinggi daripada kenaikan upah yang diterima.

Cara-cara Menghitung Angka Indeks
Untuk menghitung angka indeks ada beberapa macam cara, tetapi pada dasarnya dapat dibagi dalam :
a.

b.

Indeks tidak tertimbang atau ³Unweighted index´ : adalah indeks yang menghitungnya tanpa mempertimbangkan weight atau timbangan yang merupakan ukuran penting atau tidaknya barang-barang yang diukur indeksnya itu. Indeks tertimbang atau ³Weighted index´ : adalah indeks yang dihitung dengan memperhatikan weight-nya

Indeks tidak tertimbang atau ³Unweighted index´
1. 2. 3.

Angka Relatif Metode Aggregatif Sederhana Metode Rata-rata dari Angka Relatif

Angka Relatif
Angka relatif biasanya digunakan untuk mengukur perbedaan atas satu macam nilai atau harga atau kuantitas saja, dalam waktu atau keadaan yang berbeda.

Misalnya : Relatif harga beras mulai 1997 sampai dengan 2002 dengan tahun dasar 1997 seperti tercantum pada tabel dibawah ini:
Tabel 6.2 Menghitung Relatif Harga Beras dengan Tahun Dasar 1997 Harga Beras/Kg Relatif Harga, 1975=100 Rp200,00 100 Rp220,00

Tahun 1997 1998

1999

Rp220,00

2000 2001 2002

Rp230,00 Rp250,00 Rp275,00

Metode Aggregative Sederhana 

Metode ini sangat sederhana, dilakukan hanya dengan membandingkan jumlah dari harga barang-barang per satuan tiap-tiap tahun.

I

§P §P

n

X 100

o

Dalam hal ini : I : Indeks ™Pn : Jumlah variabel yang dibandingkan (misalnya harga) pada tahun ke-n

™ Po

: Jumlah variabel yang dibandingkan pada tahun dasar

Misalnya kita akan menghitung indeks harga bahan makanan tahun 2002 dengan tahun dasar 2001, seperti terlihat pada tabel 6.3 Tabel 6.3
Harga 4 Bahan Makanan Tahun2001 dan 2002 Macam Barang Harga 2001 2002 Beras (1 Kg) Rp 250,00 Rp 275,00 Gula (1 Kg) Rp 350,00 Rp 500,00 Susu (1 Kaleng) Rp 1.500,00 Rp 1.850,00 Jagung (1 Kg) Rp 100,00 Rp 125,00 Jumlah Rp 2.200,00 Rp 2.750,00

Indeks harga tahun 2002 dengan tahun dasar 2001 (2001=100) adalah :
I

§P §P

n

X 100

Rp2.750,00 x100 ! 125,00 I! Rp2.200,00

o  

Kelebihan : Metode ini sederhana dan mudah menghitungnya Kelemahannya : Kalau satuan barangnya diubah maka indeksnya akan berbeda. Misalnya satuan beras kita ubah menjadi kuintal
Tabel 6.4 Harga 4 Bahan Makanan Tahun2001 dan 2002 Macam Barang Harga 2001 2002 Beras (1 Kg) Rp 25.000,00 Rp 27.500,00 Gula (1 Kg) Rp 350,00 Rp 500,00 Susu (1 Kaleng) Rp 1.500,00 Rp 1.850,00 Jagung (1 Kg) Rp 100,00 Rp 125,00 Jumlah Rp 26.950,00 Rp 29.975,00

Indeks harga 2002 dengan tahun dasar 2001:
I ! Rp 29 . 975 , 00 x100 ! 111 , 22 Rp 26 . 950 , 00

Metode Rata-rata dari Angka Relatif
Dalam metode ini pertama-tama dicari angka relatif dari masing-masing barang, kemudian relatif-relatif itu dirata-rata.

I
Dimana :

Pn §P o x100 k

: relatif, yaitu persentase harga pada tahun ke-n dari harga pada tahun dasar k : banyaknya macam barang

Pn x100 Po

Tabel 6.3 Harga 4 Bahan Makanan Tahun2001 dan 2002 Macam Barang Harga 2001 2002 Beras (1 Kg) Rp 250,00 Rp 275,00 Gula (1 Kg) Rp 350,00 Rp 500,00 Susu (1 Kaleng) Rp 1.500,00 Rp 1.850,00 Jagung (1 Kg) Rp 100,00 Rp 125,00 Jumlah Rp 2.200,00 Rp 2.750,00

Kalau dihitung indeks dari tabel 6.3 dengan tahun dasar 2001 Angka relatif :
Rp 275,00 100 ! 110,00 Rp 250,00 Rp500,00 Gula ! 100 ! 142,86 Rp350,00 Rp1.850,00 Susu ! 100 ! 123,33 Rp1.500,00 Rp125,00 Jagung ! 100 ! 125,00 Rp100,00 Jumlah - - - - - - - - 501,19 Beras !

Indeks tahun 2002 dengan metode ini (tahun dasar 2001):
I ! 501,19 ! 125,30 4

Untuk mencari rata-rata diatas digunakan rata-rata hitung, tetapi kadang-kadang bisa juga dipakai rata-rata ukur, median atau modus

Indeks Tertimbang atau ³Weighted Index´   

Didalam indeks tertimbang atau ³Weighted Index´ kita memasukkan unsur weight (timbangan) terhadap harga-harga yang dipakai untuk menghitung indeks, yang menunjukkan tingkat penting atau tidaknya barang-barang tersebut, Barang yang lebih penting weight-nya lebih tinggi dan yang kurang penting weight-nya rendah. Misalnya karena beras dianggap lebih penting daripada teh maka weight beras lebih tinggi daripada teh.

P . n W I ! x100 P . o W    

Persoalan : Bagaimana menentukan weight-nya. Mungkin dapat ditentukan sesuai dengan anggapan atau kesan penganalisis terhadap barang itu. Misalnya yang terpenting diberi weight 10 dan yang kurang penting semakin rendah. Tetapi hal ini sifatnya subyektif, anggapan seseorang biasanya berbeda dengan orang lain, sehingga weight-nya dan indeksnya akan berbeda kalau dihitung oleh orang yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya dipakai kuantitas barang itu sebagai weight. Untuk barang-barang konsumsi biasanya dipakai kuantitas konsumsi atas barang itu

Indeks Tertimbang atau ³Weighted Index´
1. 2. 3. 4.

Laspeyres Index Paasche Index Drobisch Index dan Irving Fisher Index Indeks Rata-rata Tertimbang dari Angka Relatif

Indeks Tertimbang atau ³Weighted Index´
Dalam hal ini ada dua pendapat :  Laspeyres menggunakan kuantitas pada tahun dasar (Qo)  Paasche memakai kuantitas pada tahun yang dicari indeksnya (tahun ke-n : Qn)

Laspeyres Index 

Adalah indeks yang dihitung dengan kuantitas pada tahun dasar sebagai weight.
Tabel 6.5 Harga dan Kuantitas Konsumsi Barang A, B, dan C Tahun 2001 dan 2002 untuk Menghitung Laspeyres Index Macam 2001 2002 Barang Harga Rp (Po) Kuantitas (Qo) Harga Rp (Pn) Kuantitas (Qn) A 10.00 10 15.00 5 B 15.00 15 17.00 10 C 20.00 5 22.00 4 Jumlah

Po.Qo 100 225 100 425

Pn.Qo 150 255 110 515

L

§ P .Q § P .Q
n o

o o

x100

515 L2002 ! x100 ! 121,18 425

Paasche Index 

Adalah indeks tertimbang dengan memakai weight kuantitas pada tahun yang dicari indeksnya (tahun ke-n).
Tabel 6.6 Harga pada Tahun 2001 (Po) dan 2002 (Pn) Dikalikan dengan Kuantitas pada Tahun 2002 (Qn) untuk Menghitung Paasche Index 2001 2002 Harga Rp (Po) Kuantitas (Qo) Harga Rp (Pn) Kuantitas (Qn) 10.00 10 15.00 5 15.00 15 17.00 10 20.00 5 22.00 4 Jumlah

Macam Barang A B C

Po.Qn 50 150 80 280

Pn.Qn 75 170 88 333

P

§ P .Q § P .Q
n o

n

x100

I 2002 !

333 x100 ! 118 ,93 280

n

Laspeyres
‡

‡

Keuanggulan : Data kuantitas yang diperlukan hanya dari periode acuan. Dengan demikian kita mendapatkan perbandingan yang lebih bermakna seiring dengan waktu. Perubahan pada indeks dapat dihubungkan dengan perubahan pada harga. Kelemahan : Tidak merefleksikan perubahan-perubahan pola pembelian seiring dengan waktu. Selain itu, indeks Laspeyres mungkin memberikan terlalu banyak bobot untuk barang-barang yang harganya meningkat.

Paasche  

Keunggulan : Karena menggunakan kuantitas dari periode sekarang, indeks ini merefleksikan perilaku pembelian di masa sekarang Kelemahan : Memerlukan data kuantitas dari tahun sekarang. Oleh karena kuantitas yang digunakan berbedabeda setiap tahunnya, tidaklah mungkin untuk menghubungkan perubahan pada indeks dengan perubahan pada harga saja. Indeks ini cenderung memberikan terlalu banyak bobot pada barang-barang yang harganya turun. Untuk indeks ini, harga-harga harus dihitung ulang setiap tahunnya.

Indeks Drobisch dan Indeks Irving Fisher 
 

Kedua indeks diatas (Laspeyres dan Paasche) mempunyai kebaikan dan kelemahannya masing-masing. Laspeyres index kadang-kadang lebih disenangi karena memakai weight pada tahun dasar sehingga weight-nya tetap saja. Tetapi untuk menghitung indeks harga ini bisa menyebabkan overestimate. Hal ini disebabkan karena kalau harga naik biasanya jumlah/kuantitas pembelian berkurang. Dengan Laspeyres index weight-nya (kuantitas pada tahun dasar) lebih besar daripada kenyataanya. Akibatnya terjadi angka indeks yang terlalu besar. Sebaliknya kalau harga turun, pembelian barang yang bersangkutan akan naik weight-nya (kuantitas pada tahun dasar) terlalu kecil untuk barang yang harganya turun, akibatnya indeksnya juga terlalu besar.   

Perbedaan antara Laspeyres dan Paasche index biasanya kecil. Tetapi kalau perbedaan diantara keduanya besar maka cara untuk mengatasinya dengan mengambil rata-rata dari kedua indeks itu atau rata-rata dari weight-nya. Di dalam merata-rata indeks dapat dilakukan dengan rata-rata hitung atau rata-rata ukur Rata-rata hitung dikemukakan oleh Drobisch sedang rata-rata ukur oleh Irving Fisher dan biasanya disebut ideal index

Drobisch Index :
. . . .

2

Ideal Index :
I ! LP

atau

I!

§ §

. .

Q Q

§ . §

. .

Q Q

 

¡

¡

¡

D

 

 

¡

 

LP 2

atau

¨ © © D!ª

¸ ¹ ¹ º

¨ © © ª

¸ ¹ ¹ º x100

x100

Untuk Laspeyres dan Paasche index yang telah dihitung di atas maka :
Drobisch Index 2002 ! Ideal Index 2002 121,18  118,93 ! 120,06 2 ! 121,18x118 ,93 ! 120,05

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->