P. 1
Sistem Sekresi Dan Ekskresi Pada Manusia

Sistem Sekresi Dan Ekskresi Pada Manusia

|Views: 11,953|Likes:
Published by Maya Kusfitri Yana
Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Zat-zat makanan dalam tubuh makhluk hidup kemudian diubah menjadi energy. Dalam proses pencernaan, didalam tubuh makhluk hidup makanan tersebut tidak hanya menghasilkan sari makanan tetapi juga menghasilkan limbah.
Limbah yang dihasilkan ini berupa zat-zat sisa metabolism. Zat-zat sisa tersebut tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Oleh karena itu, zat tersebut harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Proses pembuangan zat-zat sisa metabolism disebut proses pengeluaran atau ekskresi.
Selain itu, adapula zat-zat yang dikeluarkan namun zat tersebut masih diperlukan oleh tubuh. Misalnya, zat berupa hormon atau enzim yang dikeluarkan oleh suatu kelenjar. Proses pengeluaran zat tersebut disebut dengan sekresi.
Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Zat-zat makanan dalam tubuh makhluk hidup kemudian diubah menjadi energy. Dalam proses pencernaan, didalam tubuh makhluk hidup makanan tersebut tidak hanya menghasilkan sari makanan tetapi juga menghasilkan limbah.
Limbah yang dihasilkan ini berupa zat-zat sisa metabolism. Zat-zat sisa tersebut tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Oleh karena itu, zat tersebut harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Proses pembuangan zat-zat sisa metabolism disebut proses pengeluaran atau ekskresi.
Selain itu, adapula zat-zat yang dikeluarkan namun zat tersebut masih diperlukan oleh tubuh. Misalnya, zat berupa hormon atau enzim yang dikeluarkan oleh suatu kelenjar. Proses pengeluaran zat tersebut disebut dengan sekresi.

More info:

Published by: Maya Kusfitri Yana on Jun 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan manusia

1

BAB II

PEMBAHASAN DEFINISI
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Sekresi adalah proses pengeluaran zat yang masih diperlukan tubuh oleh suatu kelenjar, misalnya hormone atau enzim. Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya karbon dioksida (CO2), air (H2O), ammonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Zat sisa tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat ekskresi dan sekresi pada manusia terdiri dari : 1. 2. 3. 4. Paru-paru Hati Kulit Ginjal

PARU-PARU Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri yang memiliki dua gelambir.

2

Fungsi paru-paru selain sebagai organ respirasi, juga sebagai organ ekskresi karena berfungsi untuk mengeluarkan gas karbon dioksida (CO2) dan H2o dalam bentuk uap air. Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbon dioksida. Proses pembuangan diawali dengan berdifusinya karbon dioksida dari selsel ke dalam darah, melalui cairan jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus, karbon dioksida akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan oleh hidung.

HATI Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan atas. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, bagian kanan dan kiri. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alcohol dari system peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama getah empedu. Fungsi hati antara lain : 1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah 2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit 3. Tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen 4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya seperti mengubah ammonia menjadi ureum 5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A 6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah Hati termasuk dalam organ ekskresi karena menghasilkan cairan empedu yang merupakan cairan hasil perompakan sel-sel darah merah yang sudah tua. Cairan ini tersusun atas air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid (lesitin), zat warne (pigmen) empedu (billirubin dan biliverdin) dan beberapa ion.

3

Sel-sel darah merah yang sudah tua akan diuraikan menjadi hemin (Kristal), zat besi, dan globin. Zat besi dan globin akan disimpan di dalam hati, kemudian dikirim ke sum-sum tulang merah untuk pembentukan antibody atau hemoglobin baru. Sedangkan hemin akan dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang merupakan zat warna bagi empedu dan mengandung warna hijau dan biru. Sebagian bilirubin terikat oleh albumin darah dan diekskresikan langsung melalui ginjal. Sebagian lagi diekskresikan oleh hati ke kantung empedu untuk dialirkan ke usus halus. Di dalam usus, zat warna tersebut akan mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feces dan urine manjadi kekuningan. Sebagian urobilin akan masuk ke peredaran darah dan sisanya akan keluar bersama feces dan urine.

BAB III PENUTUP
4

DAFTAR PUSTAKA

5

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->