P. 1
Model Pembelajaran Matematika

Model Pembelajaran Matematika

|Views: 1,383|Likes:
Published by Maya Kusfitri Yana
Modul ini menyajikan bahan yang berjudul “Model Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Teori George Polya Dan Media LKS Dalam Aplikasinya Terhadap Materi Deret Aritmetika”. Didalamnya dibicarakan tentang bagaimana merumuskan dan menentukan jumlah n suku deret aritmetika. Serta dibicarakan pula bagaimana menjelaskan dan merumuskan masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika.
Modul ini menyajikan bahan yang berjudul “Model Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Teori George Polya Dan Media LKS Dalam Aplikasinya Terhadap Materi Deret Aritmetika”. Didalamnya dibicarakan tentang bagaimana merumuskan dan menentukan jumlah n suku deret aritmetika. Serta dibicarakan pula bagaimana menjelaskan dan merumuskan masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika.

More info:

Published by: Maya Kusfitri Yana on Jun 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TEORI GEORGE POLYA DAN MEDIA LKS
(APLIKASI PADA MATERI DERET ARITMETIKA KELAS XII SMA JURUSAN IPS)

NAMA NPM PRODI

: MAYA KUSFITRI YANA : 200813500424 : PENDIDIKAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
TAHUN AJARAN 2010 ± SEMESTER IV

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TEORI GEORGE POLYA DAN MEDIA LKS
(APLIKASI PADA MATERI DERET ARITMETIKA KELAS XII SMA JURUSAN IPS)

I. URAIAN MATERI
I.1 Pengantar
Modul ini menyajikan bahan yang berjudul Model Pembelajaran

Matematika Dengan Menggunakan Teori George Polya Dan Media LKS Dalam Aplikasinya Terhadap Materi Deret Aritmetika . Didalamnya dibicarakan tentang bagaimana merumuskan dan menentukan jumlah n suku deret aritmetika. Serta dibicarakan pula bagaimana menjelaskan dan merumuskan masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika. Materi diatas merupakan dasar dan syarat untuk mempelajari modul berikutnya. Perlu Anda ketahui bahwa konsep pemecahan masalah (Problem Solving) merupakan pendekatan yang digunakan dalam pembahasan modul deret aritmetika ini. Oleh karena itu, diharapkan agar pembahasan dalam modul ini benar-benar Anda kuasai. Materi dalam modul ini sangan berguna, baik untuk pengayaan dan penunjang cabang matematika lainnya, untuk kepentingan bidang ilmu lainnya, serta berguna untuk kepentingan kehidupan m asyarakat sehari-hari.

I.2 Tujuan Instruksional Umum
Dengan mempelajari modul ini, Anda diharapkan mampu memahami

konsep problem solving dan deret aritmetika.

I.3 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mempelajari modul ini Anda dapat : a. Merumuskan jumlah n suku deret aritmetika b. Menentukan jumlah n suku deret aritmetika c. Menjelaskan karakteristik masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika d. Merumuskan deret yang merupakan model matematika dari masalah. e. Menentukan penyelesaian dari model matematika f. Memberikan tafsiran terhadap hasil yang diperoleh

I.4 Kegiatan Belajar

DERET ARITMETIKA
Uraian dan Contoh Penjumlahan suku-suku dari suatu barisan aritmetika disebut deret aritmetika. Dengan demikian suku-suku yang membentuk deret aritmetika adalah suku-suku barisan aritmetika.

Misalkan U1, U 2, U3, U4, U5,

, U n =  adalah barisan aritmetika, maka deret + Un =
  Un = Sn,

aritmetikanya adalah U 1 + U2 + U 3 + U4 + U5 + dan dalam hal ini:

S1 = U1; S2 = U1 + U2 ; S3 = U1 + U2 + U3 ; S4 = U1 + U2 + U3 + U4 ; seterusnya.

. dan

Contoh : a. 3 + 6 + 9 + 12 + 15 + + 3n =
‹  

3i

b. 1 + 3 + 5 + 7 + 9

+ (2n-1) =
‹

  (2i

1)

Misalkan U1 + U2 + U3 + U4 + U5 +

+ Un adalah deret aritmetika, maka sesuai

dengan rumus suku ke-n, yaitu U n = a + (n-1)b maka deret aritmetika dapat ditulis menjadi : a + (a+b) + (a+2b) + (a+3b) + (a+4b) + + (a+(n-2)b) + (a+(n-1)b)

Jika penjumlahan n suku pertama dinotasikan dengan Sn maka diperoleh : Sn = a + (a+b) + (a+2b) + . + (a+(n-2)b) + (a+(n-1)b) +a

Sn = (a+(n-1)b) + (a+(n-2)b) + (a+(n-3)b) + . + (a+b) 2Sn = 2a+(n-1)b + 2a+(n-1)b + 2a+(n-1)b 2Sn = n Sn =
  „ „

+

+ . + 2a+(n-1)b + 2a+(n-1)b

Sn = Maka, jumlah n suku pertama deret aritmetika adalah:

Sn =
Contoh:



„ =

1. Diketahui suatu deret aritmetika. Jumlah 4 suku pertamanya = 17 dan jumlah 8 suku pertamanya = 66. Tentukan suku ke-7 nya. Jawab: S4 S8 = = 

17 = 4a + 6b

x2

8a + 12b = 34 8a + 28b = 66 -16b = -32 b =2 

66 = 8a + 28b x1

_ 

4a + 6b = 17  4a + 6(2) = 17  4a = 17
U7 = a + 6b = 1,25 + 6(2) = 1,25 +12 = 13,25

12  4a = 5  a =

= 1,25 

2. Tentukan nilai n supaya : Jawab :

=

1 + 2 + 3 + 4 + . + n merupakan deret aritmetika Sn = 1 + 3 + 5 + 7 + . + (2n-1) merupakan deret aritmetika Sn =

 

= (2n)  

=

  

 

= =
(dikalikan silang ) 

210n = 196 + 196n  14n = 196
n = 14

Didalam deret aritmetika pada umumnya dapat dirumuskan hubungan antara suku ke-n dengan jumlah suku ke-n, seperti berikut ini : S1 = U1; S2 = U1 + U2 S3 = U1 + U2 + U3 S4 = U1 + U2 + U3 + U 4 Sn = U1 + U2 + U3 + U4 + . + Un = Sn-1 + Un Sn-1 

S2 = S1 + U2  S3 = S2 + U3  S4 = S3 + U4  Sn = Sn-1 + U n 

U2 = S2 S1  U3 = S3 S2  U4 = S4 S3  Un = Sn

Un = Sn Sn-1
Contoh : 1. Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika dirumuskan dengan S n = 2n2 + n. Tentukan suku ke-5 dan rumus suku ke-n deret aritmetika tersebut. Jawab: Deret aritmetika : Sn = 2n2 + n U5 = S5 S4 = (2(5)2 + 5) Un = Sn Sn-1 = (2n2 + n) (2(n-1)2 + (n-1)) = 2n2 + n = 4n-1 2n2 + 4n 2 n +1 (2(4)2 4) = 50 + 5 32 4 = 19

2. Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika dirumuskan dengan S n = 3n2 1. Tentukan beda deret aritmetika tersebut. Jawab: Deret aritmetika : Sn = 3n2 1 U1 = S1 = 3(1)2 1 = 2 U2 = S2 S1 = (3(2)2 1) (3(1)2 1) = 12 
b = U2 U 1 = 9 2 = 7

1 3+1=9

PERUMUSAN DAN PENYELESAIAN MASALAH
Ada berbagai masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan sifatsifat deret aritmetika. Berikut akan diberikan beberapa contoh yang berkaitan dengan hal tersebut. Contoh: Sejumlah pipa berbentuk silinder disusun sedemikian sehingga pada baris pertama paling bawah terdapat 50 pipa, baris kedua 49 pipa, baris ketiga 48, demikian seterusnya hingga baris terakhir ada 40 pipa. Hitunglah banyak pipa seluruhnya. Jawab: Susunan pipa tersebut mengikuti pola deret aritmetika, yaitu: 50 + 49 + 48 + + 40 Suku pertama: a = 50, suku terakhir: Un = 40 dan beda: b = -1 Un = a + (n-1)b 40 = 50 + (n-1)(-1) 40 = 50 n +1 n = 51 40 n = 11 U11 = 40 Dengan demikian, banyak pipa seluruhnya = 495 Sn = S11 = S11 = S11 = 495

II. MEMAHAMI KONSEP MATEMATIKA
Berikut kegiatan pembelajaran dalam memahami konsep matematika : 1. Dengan tanya jawab, dibahas tentang bagaimana merumuskan jumlah n suku deret aritmetika. 2. Dengan tanya jawab dibahas tentang bagaimana menentukan jumlah n suku deret aritmetika. 3. Dengan tanya jawab dan diskusi, dijelaskan tentang karakteristik masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika. 4. Dengan tanya jawab, dibahas tentang bagaimana merumuskan deret yang merupakan model matematika dari masalah. 5. Dengan diskusi, dibahas bagaimana cara menentukan penyelesaian dari model matematika 6. Dengan tanya jawab dan diskusi, dibahas tentang bagaimana cara memberikan tafsiran terhadap hasil yang diperoleh.

III. MENGGUNAKAN PENALARAN
George Polya dalam Teori Pemecahan Masalah-nya (Problem Solving) berpendapat bahwa pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting dalam proses pembelajaran maupun

penyelesaiannya. Dalam teorinya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Melalui kegiatan ini, aspek-aspek kemampuan matematika menjadi penting, seperti penerapan aturan pada masalahmasalah yang tidak rutin, sehingga dapat dikembangkan secara lebih baik. Lalu, soal bagaimana yang merupakan masalah? Soal yang dikategorikan sebagai masalah dibagi menjadi dua, yakni soal yang bersifat rutin dan yang bersifat tidak rutin. Soal rutin biasanya mencakup aplikasi suatu prosedur matematika yang sama atau mirip dengan hal yang baru dipelajari. Sedangkan dalam masalah tidak rutin, untuk sampai pada prosedur yang benar diperlukan adanya pemikiran yang mendalam. Menurut Polya, ada 4 fase yang harus dilaksanakan dalam pemecahan masalah, yakni memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan

masalah sesuai rencana, dan melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan. Dalam penerapannya terhadap materi deret aritmetika, 4 fase tersebut dapat dilaksanakan. Misalnya, dalam penyelesaian masalah sehari-hari yang berkaitan dengan deret aritmetika. Tentunya untuk dapat menyelesaikan sebuah masalah, kita harus dapat memahami apa hal yang menjadi masalah. Contoh:

Ayah menyimpan uang dirumah. Setiap bulan, besar simpanannya dinaikkan secara tetap, dimulai dari bulan pertama Rp 50.000,00, bulan kedu a Rp55.000,00, bulan ketiga Rp60.000,00 dan seterusnya. Jumlah tabungan dalam 10 bulan adalah ??

Dari contoh soal diatas, kita harus bisa memahami bahwa soal tersebut merupakan soal yang berhubungan dengan deret aritmetika. Mengapa? Karena dari soal tersebut sudah digambarkan bahwa hal yang dijadikan masalah yakni jumlah tabungan ayah dalam 10 bulan, dengan tabungan pertama sebesar Rp50.000,00 dan kenaikan besar tabungan setiap bulan yakni sebesar Rp5000,00. Lalu fase ke-2 menurut Polya adalah merencanakan penyelesaian. Dari contoh soal diatas, kita dapat merencanakan penyelesaian, yakni merencanakan dengan menggambarkan penyelesaian soal menggunakan rumus deret aritmetika dengan 10 bulan sebagai masalah (yang ditanyakan) dan didapat dilambangkan dengan S10, lalu tabungan pertama sebagai a (suku pertama) dan kenaikan besar tabungan sebagai b (beda). Sehingga, pada fase ke-3 (menyelesaikan masalah sesuai rencana), soal tersebut dapat dikerjakan dengan menggunakan rumus deret aritmetika, yaitu: Sn =
 „

S10 S10 S10

= =5 =5 = 725.000

Setelah melakukan penyelesaian sesuai dengan rencana, lalu pada fase ke-4 dilakukan pengecekan terhadap masalah yang baru diselesaikan. Jika sudah yakin dan sesuai rencana, kita dapat membuat esimpulan dari jawaban masalah tadi yakni: Jadi, jumlah tabungan ayah selama 10 bu;an adalah Rp725.000,00 Dari penyelesaian berdasarkan teori pemecahan masalah diatas, ada 3 hal yang dapat dipikirkan yakni pembelajaran melalui pemecahan masalah, pembelajaran tentang pemecahan masalah dan pembelajaran untuk pemecahan masalah.

IV. MEMECAHKAN MASALAH
Untuk dapat memecahkan masalah kita harus memahami dan mengerti hal-hal yang terdapat pada indicator, antara lain: 1. Harus dapat merumuskan jumlah n suku deret aritmetika 2. Dapat menentukan jumlah n suku deret aritmetika 3. Dapat menjelaskan karakteristik masalah yang model matematikanya berbentuk deret aritmetika 4. Dapat merumuskan deret yang merupakan model matematika dari masalah 5. Dapat menentukan penyelesaian dari masalah 6. Dapat memberikan tafsiran terhadap hasil yang diperoleh

V. MENGOMUNIKASIKAN GAGASAN DENGAN MEDIA
Dalam penerapannya, ada beberapa media yang dapat digunakan dalam model pembelajaran deret aritmetika. Salah satu diantaranya ialah menggunakan media LKS (Lembar Kerja Siswa). Dengan media ini, diharapkan siswa mampu memahami dan mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan deret aritmetika. Karena, semakin banyak melatih kemampuan dalam penyelesaian soal, maka semakin bias dipahami dan dimengerti masalah yang dihadapi.

VI. MEMILIKI SIKAP DALAM MEMECAHKAN MASALAH
Untuk dapat memecahkan masalah dengan mudah, kita harus bisa mengambil sikap atau cara yang tepat. Untuk itu, harus terus dilatih kemampuan dalam memecahkan masalahnya. Berikut beberapa soal beserta pembahasannya.

1. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari 2 + 8 + 14 + 20 + Pembahasan: a=2 Sn = b = 8-2 = 6
 „

n = 20

S20 = = 10 = 10 = 1180 Jumlah 20 suku pertama dari 2 + 8 + 14 + 20 + adalah 1180

2. Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret aritmetika 7, 10, 13, 16, Pembahasan : a=7 Sn = b = 10-7 = 3
 „

n = 10

S10 = =5 = 275 adalah 275

Jumlah 10 suku pertama dari 7 + 10 + 13 + 16 +

3. Suku ke-3 suatu deret aritmetika adalah 12 dan suku ke-6 nya adalah 21. Tentukan jumlah 100 suku pertama deret tersebut. Pembahasan : U3 = 12  a + 2b = 12 U6 = 21  a + 5b = 21 -3b = -9 b= 3 a + 2b = 12

_

a + 2(3) = 12 a = 12 - 6 a =6

Sn

=



„

S100 = = 50 = 50 = 15450 Jadi, jumlah 100 suku deret pertama tersebut adalah 15450

4. Suku ke-5 suatu barisan aritmetika adalah 20 dan suku ke-9nya adalah 36. Tentukan jumlah 15 suku pertama barisan tersebut. . Pembahasan : U5 = 20  a + 4b = 20 U9 = 36  a + 8b = 36 -4b = -16 b= 4 a + 4b = 20

_

a + 4(4) = 20 a = 20 - 16 a =4

Sn

=



„

S15

=

=

= = 480 Jadi, jumlah 15 suku deret pertama tersebut adalah 480

5. Tentukan jumlah bilangan asli antara 100 dan 2500 yang habis dibagi 9. Pembahasan : Bilangan asli antara 100 dan 2500 yang habis dibagi 9 antara lain adalah 108, 117, 126, ., 2493. Maka : a = 108 Un = a + (n-1)b b=9 Sn =
 „

2493 = 108 + (n-1)9 2493 = 108 + 9n 9n n = 2493 = 99 = 266 9

S266 = = 133  = 133 = 345933

Jadi, jumlah bilangan asli antara 100 dan 2500 yang habis dibagi 9 adalah 345933

6. Tentukan banyak bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 5 tetapi tidak habis dibagi 15. Pembahasan : Bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 5 adalah 1005, 1010, 1015, 1995 a = 1005 b = 15 Un = 1995 1995 = a + (n-1)5 1995 = 1005 + (n -1)5 1995 = 1005 +5n 5n n = 995 = = 199 5

Banyak bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 5 adalah 199. Bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 15 adalah 1005, 1020, 1035, .., 1995. a = 1005 b = 15 Un = 1995 1995 = a + (n-1)15 1995 = 1005 + (n -1)15 1995 = 1005 +15n 15n = 1995 - 990 n = = 67 15

Banyak bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 15 adalah 67. 
Dengan demikian, banyak bilangan asli antara 1000 dan 2000 yang habis dibagi 5

dan tidak habis dibagi 15 adalah 199

67 = 132

7. Formasi barisan pemain marching band menempatkan 14 pemain pada baris pertama, 16 pemain pada baris kedua, 18 pemain pada baris ketiga, demikian seterusnya hingga 25 barisan. Banyak pemain seluruhnya adalah Pembahasan : Barisan aritmetikanya : 14, 16, 18, .. a = 14 b=2 n = 25

Sn S25 S25 S25 S25

= = = = =



„

Jadi, banyak pemain seluruhnya adalah 950 orang

8. Ani menabung uangnya dengan tabungan pertama sebesar RP200.000,00. Jika setiap bulan berikutnya Ani menabung Rp50.000,00 lebihnya dari bulan sebelumnya, berapakah jumlah tabungan Ani selama 1 tahun? Pembahasan : a = 200.000 Sn S12 S12 S12 S12 = = =6 =6 = 5.700.000


b = 50.000
„

n = 12

Jadi, besar jumlah tabungan Ani selama 1 tahun adalah Rp5.700.000,00

9. Pada suatu deret aritmetika, diketahui suku ke-5 adalah 5 dan jumlah 8 suku pertamanya adalah 32. Hitunglah nilai suku pertama dan bedanya, serta tentukan jumlah 18 suku pertamanya. Pembahasan : U5 = 5  a + 4b = 5 S8 = 32 32 = 32 = 4

8a + 28b = 32 a + 4b = 5 

8a + 28b = 32  8a + 32b = 40 _
-4b = -8 b = 2

a + 4b = 5 a + 4(2) = 5 a =5-8 a = -3

Jadi, jumlah suku pertamanya adalah -3, dan bedanya adalah 2 Sn =
 „

S18 = =9 =9 = 252

Jadi, jumlah 18 suku deret pertama tersebut adalah 252

10. Seorang pedagang kayu menumpuk balok kayunya sebagai berikut. Tumpukan paling bawah berisi 20 balok. Tumpukan kedua berisi 18 balok. Tupukan ke-3 berisi 16 balok. Demikian seterusnya, hingga tumpukan balok itu berbentuk piramida. Berapakah banyak balok kayu yang ditumpuk sehingga mencapai tumpukan yang ke-10? Pembahasan : a = 20 Sn = b =- 2
 „

n = 10

S10 = =9 =9 = 198

Jadi, jumlah 18 suku deret pertama tersebut adalah 198

VII. PENUTUP Dari pembahasan modul ini, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Pemecahan Masalah (Problem Solving) yang dikemukakan oleh George Polya, dapat diterapkan pada pembahasan materi deret aritmetika kelas XII SMA jurusan IPS dengan media pembelajarannya menggunakan LKS. Karena LKS sangat membantu melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Semakin banyak berlatih, diharapkan siswa akan semakin dapat memahami masalah yang dihadapi sehingga dapat direncanakan penyelesaian masalah, dilakukan penyelesaian masalah serta mengecek terhadap hasil penyelesaian yang diperoleh sesuai dengan prosedur pada pendekatan teori pemecahan masalah.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, Dkk.. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Frederick, Dkk.. 2004. Program Pemantapan Kemampuan Siswa Matematika Kelas 3 SMA dan MA Program Ilmu Sosial dan Bahasa . Jakarta : Gematama. Permadi, Dkk.. 2000. Matematika SMU Kelas 3 Program IPS Bahasa. Jakarta : Erlangga.

Subanji. 2007. Teori Belajar . Makalah. Disajikan dalam Seminar Desiminasi Matematika SD di Batu, 30 April 2 Mei 2007.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek . Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->