P. 1
Makalah Global System for Mobile (Gsm)

Makalah Global System for Mobile (Gsm)

|Views: 3,766|Likes:
Published by rusdi ariawan
Makalah Global System for Mobile (Gsm)
Makalah Global System for Mobile (Gsm)

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jun 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM

)

DASAR SISTEM KOMUNIKASI

OLEH :
PUTU RUSDI ARIAWAN 0804405050

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA JIMBARAN 2009

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

KATA PENGANTAR
OM SWASTYASTU
Puji dan syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmatNya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Global System for Mobile Communications (GSM)”, karena adanya tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Dasar Sistem Komunikasi. Makalah ini merupakan salah satu sarana mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Telekomunikasi. Sehingga pembaca dapat mengetahui, mengerti, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari makalah ini dalam kehidupannya sehari-hari Penyajian materi dalam ringkasan ini saya sesuaikan dan usahakan tidak jauh menyimpang, sebagaimana yang tertulis dalam referensi- referensi yang kami gunakan, sehingga nantinya melalui makalah ini para membaca dapat lebih mudah memahami isi makalah ini dalam pembelajaran Dasar Sistem Komunikasi. Penulis menyadari bahwa makalah yang penulis buat ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan referensi yang penulis miliki. Untuk itulah kritik dan saran dari pembaca yang baik dan budiman sangat kami harapkan “Tan Hana Wang Swetha Nulus”, tidak ada manusia yang sempurna hanya Tuhan yang sempurna. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

OM SANTHI, SANTHI, SANTHI, OM

Denpasar , 30 Juli 2009

Penulis

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

2

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

DAFTAR ISI

KATA PENGGANTAR DAFTAR ISI ABSTRAK

2 3

4

BAB 1 PENDAHULUAN 5

BAB II ISI 2.1 Sejarah GSM 2.2 Pengertian GSM 2.3 Perkembangan GSM 2.4 Jaringan GSM 2.5 Sistem Operasi GSM 6 9 10 11 22

BAB III Penutup Kesimpulan 33

DAFTAR PUSTAKA

34

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

3

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

ABSTRAK
Global System for Mobile Communications Paper ini membahas tentang sejarah, pengertian, perkembangan, jaringan serta sistem pengoperasian GSM (Global System for Mobile Communications). GSM adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan "persetujuan roaming" antar operator telepon genggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for Mobile communication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. GSM adalah nama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982 untuk menciptakan sebuah standar bersama telpon bergerak selular di Eropa yang beroperasi pada daerah frekuensi 900 MHz. GSM saat ini banyak digunakan di negara-negara di dunia. Dari sudut pandang konsumen, keuntungan kunci dari sistem GSM adalah kualitas suara digital yang lebih tinggi dan alternatif biaya rendah untuk menelpon dan juga pesan teks. Keuntungan bagi operator jaringan adalah kemampuannya menerapkan peralatan dari "vendor" yang berbeda karena standar terbuka membuat inter-operasi menjadi mudah. Juga, standar ini telah mengizinkan operator jaringan untuk menawarkan jasa roaming yang berarti pengguna dapat menggunakan telepon mereka di seluruh dunia.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

4

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Industri Mobile Telecommunication sedang mengalami peningkatan yang pesat dengan bertambahnya jumlah services yang ditawarkan oleh sejumlah network operator dan service provider, yang menyebabkan bertambahnya jumlah pengguna telepon cellular.

Sejumlah teknologi baru bermunculan, dari CDMA hingga GSM. Pada makalah ini akan dibahas mengenai GSM itu sendiri dan system operasi yang digunakan pada GSM..

1.2.

Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, kami mendapatkan beberapa masalah yakni

a. Bagaimana definisi dari Global System for Mobile Communications (GSM). b. Bagaimana perkembangan dari Global System for Mobile Communications (GSM). c. Bagaimana komponen-komponen Global System for Mobile Communications (GSM). d. System operasi dari Global System for Mobile Communications (GSM).

1.3.

Tujuan Pembuatan Penulisan paper ini bertujuan agar para pembaca mengetahui lebih jauh

mengenai Global System for Mobile Communications (GSM).

1.4.

Manfaat Pembuatan Manfaat dari penulisan makalah ini adalah diharapkan para pembaca

dapat menambah pengetahuannya mengenai Global System for Mobile Communications (GSM), serta mengerti, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari makalah ini dalam kehidupannya sehari-hari.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

5

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Sejarah GSM Beberapa tahun terakhir ini, pertelekomunikasian di Indonesia dimarakkan

oleh hadirnya telepon genggam atau selular digital GSM (Global System for Mobile Communications.) Sebelum GSM, di Indonesia telah ada 2 jenis telepon selular analog, yaitu AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Jenis telepon selular digital lainnya yang akan segera dioperasikan di Indonesia adalah DAMPS (Digital AMPS). Tulisan ini mengupas latar belakang, teknologi dan perkembangan GSM. STKB selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belanda dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS. Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan mobilitas masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan. Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi interest yang berbeda bagi masing-masing pengelola, yakni PTT. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetap diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

6

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pemakai selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut dan tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka Perancis (France Telecom) dan Jerman (Bundespost) sepakat untuk memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM, dengan didukung oleh industri telekomunikasi di kedua negara tersebut. Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network. Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS). Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Conference) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekwensi 860 Mhz - 960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi selular di kemudian hari. Dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khusus disiapkan untuk sistem selular digital. Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Perancis, maka CEPT (Conference Europeance d'Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital selular untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

7

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

GSM. Tahun 1987 di tanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. Target pembangunan GSM :  Tahun 1991 adalah permulaan pengoperasian jaringan GSM  Tahun 1993 meliputi semua kota besar  Tahun 1995 mencapai semua jalan raya antar kota. Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. Situasi ini menunjukkan bahwa GSM merupakan teknologi yang sangat kompleks dan memerlukan pengkajian cukup lama untuk mencapai kesepakatan standar. Disamping itu GSM menjadi ajang perebutan pengaruh dan kompetisi baik dari masing-masing operator di tiap negara, maupun industri telekomunikasi yang memproduksi GSM. Keuntungan bisnis yang besar akan diperoleh pihak yang berhasil memasukkan usulan standarnya. Tidak heran apabila standar type approval untuk hand phone baru dapat disepakati pada September 1992, karena harus mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi sistem GSM. Walaupun standarisasi GSM baru saja terselesaikan dan

pengoperasiannya baru saja dimulai, bahkan belum merata ke seluruh Eropa, namun dengan mengantisipasi perkembangan GSM yang sangat pesat serta tingkat kepadatan pelayanan per area yang tinggi, maka arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS 1800, yakni Digital Celular System pada alokasi frekwensi 1.800 MHz. Dengan frekwensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Di samping itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar hand phone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala, sebagaimana dikhawatirkan pada akhir-akhir ini, akan dapat dieliminasi.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

8

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.2

Pengertian GSM GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile

Communications, GSM) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan "persetujuan roaming" antar operator telepon genggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for Mobile communication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. GSM adalah nama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982 untuk menciptakan sebuah standar bersama

telpon bergerak selular di Eropa yang beroperasi pada daerah frekuensi 900 MHz. GSM saat ini banyak digunakan di negara-negara di dunia.

GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan "channel" pembicaraan adalah digital, yang berarti ia dipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

9

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Dari sudut pandang konsumen, keuntungan kunci dari sistem GSM adalah kualitas suara digital yang lebih tinggi dan alternatif biaya rendah untuk menelpon dan juga pesan teks. Keuntungan bagi operator jaringan adalah kemampuannya menerapkan peralatan dari "vendor" yang berbeda karena standar terbuka membuat inter-operasi menjadi mudah. Juga, standar ini telah mengizinkan operator jaringan untuk menawarkan jasa roaming yang berarti pengguna dapat menggunakan telepon mereka di seluruh dunia. GSM terus mendapat kompatibilitas dengan generasi sebelumnya, selagi standar GSM ini terus berkembang, contohnya kemampuan paket data ditambahkan ke versi Release '97 dari standar ini, dengan cara GPRS. Data transmisi kecepatan tinggi juga telah diperkenalkan dengan EDGE dalam versi Release 99 dari standar ini.

2.3

Perkembangan GSM Perkembangan GSM dimulai pada tahun 1982 ketika diadakan European

Conference of Posts & Telecomunications Administration (ECPT) yang menghasilkan 2 keputusan penting. Pertama, membentuk suatu tim yang bernama Groupe Speciale Mobile untuk merancang suatu standar jaringan yang akan diterapkan di kawasan Eropa pada masa yang akan datang. Kedua merekomendasikan alokasi frekuensi 900 MHz untuk sistem seluler, dalam hal ini STBS GSM yaitu 890-915 Mhz untuk downlink yang merupakan frekuensi pancaran yang dipakai Mobile Station (MS) dan 935-960 MHz untuk uplink yang merupakan frekuensi pancaran yang dipakai oleh Base Station (BS)

Para ahli memperkirakan bahwa menjelang tahun 2000 kapasitas sistem analog semakin jenuh sehingga perlu dicari pilihan lain sebagai pengganti sistem yang sudah ada, dengan alasan pemikiran tersebut STBS GSM sebagai sistem digital menjadi pilihan untuk dikembangkan lebih lanjut. STBS GSM memiliki beberapa keuntungan, yaitu:

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

10

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Jumlah kanal lebih banyak karena menggunakan metode akses TDMA; Mampu melakukan komunikasi dengan jaringan komunikasi lain, misalnya dengan ISDN dan PSTN. PSTN adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap (dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat oleh ITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163/E.164 (secara umum dikenal dengan nomor telepon).

ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem
telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan

ke dalam suatu jaringan. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.
Kerahasiaan lebih terjamin karena adanya fasilitas penyandian informasi;

2.4

Jaringan GSM Sebuah jaringan GSM seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.1, terdiri

atas tiga bagian utama, yaitu : unit telepon bergerak (Mobile Station / MS), pusat sel (Base Station System / BSS) dan sentral telepon bergerak (Switching Subsystem / SSS). MS dengan BSS dihubungkan dengan radio interface atau Um interface. Antara BSS dengan SSS dihubungkan dengan A interface.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

11

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Pusat Pelayanan

OMC

(SMSC, VMS)


MS (SIM)

BTS
BSC/ TRAU

MSC lainnya

BTS

MSC

Jaringan lain


MS (SIM)

BTS
BSC/ TRAU

BTS

VLR

HLR

Radio Interface

EIR

AC

Gambar 2.1 Arsitektur jaringan GSM (dikutip dari Siemens D900/D1800)

Alokasi frekwensi : Transmitter : 935 MHz - 960 MHz Receiver : 890 MHz - 915 MHz

Modulasi : TDMA (Time Division Multiple Access) Caarier spacing : 200 KHz untuk 8 kanal Jaringan GSM selular, terdiri atas : MSC (Mobile Switching Center), sebagai switching system BSS (Base Station Subsystem), sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dan ke pelanggan OS (Out Station), sebagai terminal pelanggan yang bersifat bergerak.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

12

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Keistimewaan dari GSM yang tidak terdapat pada sistem analog maupun pada American Digital Cellular (ADC) adalah adanya standardisasi interface antar masing-masing sub sistem. Dengan demikian, GSM menjanjikan suatu sistem yang tidak harus dimonopoli oleh satu merek. Dalam arti bahwa Switching, Base Station, dan Out Station dapat berasal dari merek/pemasok yang berbeda. Kondisi ini jelas sangat menguntungkan pihak operator, karena tidak ada ketergantungan sama sekali terhadap satu supplier. Ketidaktergantungan kepada satu pemasok tersebut memungkinkan karena adanya standardisasi yang jelas :

A Interface, antara MSC dengan BSS A Bis Interface, antara BSC dengan BTS Um Interface, antara BSS dengan Out Station. Standardisasi A-bis Interface belum sepenuhnya terselesaikan, sehingga sampai saat ini BSS secara lengkap pada umumnya dipasok dari satu merek.

Standardisasi A Interface dan Um Interface terbukti telah berhasil dengan baik. Jaringan D1 / Detecon merupakan kombinasi dari MSC dari Siemens dan BSS dari Philips, D2 / Mannesman merupakan kombinasi dari MSC SEL dan BSS dari Alcatel (Walaupun sekarang SEL dalam group Alcatel, namun subsistem MSC dan subsistem BSS berasal dari industri yang berbeda). Karena fungsinya yang sangat kompleks, maka MSC dilengkapi dengan :

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

13

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari semua pelanggan. Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data pelanggan yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat pelanggan berada. Authentication Register (AuC) untuk keperluan pemeriksaan validasi pelanggan. Equipment Identity Register (EIR) untuk menyimpan nomer identitas pelanggan.

2.4.1

Mobile Station (MS) MS merupakan peralatan komunikasi bergerak yang dipakai oleh

pelanggan agar dapat mengakses jaringan GSM. MS terdiri dari 2 bagian, yaitu : peralatan (Mobile Equipment / ME) dan kartu Subscriber Identity Module (SIM).

MS =

+

ME

SIM

a. Mobile Equipment (ME)

ME adalah bagian yang mudah untuk dikenali yang dapat berupa peralatan seperti handset (yang lebih dikenal dengan nama handphone), portable terminal, dan vehicle-mounted (pada kendaraan). Untuk mengidentifikasi ME digunakan kode yang disebut International Mobile Equipment Number (IMEI). Pada gambar 2.2 dapat dilihat bagaimana prosedur pengecekan IMEI.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

14

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

EIR

3

2
MSC

4

OMC

1
BSS

2

omcc 1 2
Radio Interface


Keterangan gambar 2.2:

MS

Gambar 2.2 Prosedur pengecekan IMEI (dikutip dari Siemens D900/D1800)

1. MSC meminta IMEI dari MS selama call setup. 2. MSC lalu mengirim IMEI yang diterima dari MS ke EIR dengan meminta mengecek IMEI. 3. EIR mengirim hasil dari pengecekan (katagori putih atau abu-abu atau hitam) kembali ke MSC. 4. Tergantung hasil pengujian, call setup (MOC, MTC) dilanjutkan atau dibatalkan. Pada saat katagori abu-abu atau hitam operator

menginformasikan hasil pengecekan pada saat yang sama.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

15

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

b. Subscriber Identity Module (SIM)

SIM adalah kartu identitas pelanggan dan sebagai kunci pelanggan untuk dapat mengakses jaringan GSM. SIM ini hanya boleh dikeluarkan oleh operatornya. Bentuk SIM dapat berupa kartu plastik dengan ukuran seperti kartu kredit atau berupa plug-in ukuran 15 x 25 mm. Untuk keperluan keamanan bagi pemakai, kartu SIM dilengkapi dengan mekanisme Personal Identification Number (PIN).

Selain untuk menyimpan informasi pelanggan yang bersangkutan, SIM dapat melakukan proses komputasi seperti authentication (pengecekan

keabsahan pelanggan). Authentication ini dilakukan terutama saat location update. Sedangkan ubtuk kerahasiaan pembicaraan atau data yang dikirim melalui radio interface dilakukan dengan chipering, proses chipering ini hanya antara MS dan BTS saja. Prosedur authentication dapat dilihat pada gambar 2.3

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

16

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

7
VLR

3
HLR

3

AC

4

2 6
MSC

1

4

6
BSS

1

4

6

1

Radio Interface


5

MS

Gambar 2.3 Prosedur authentication (dikutip dari Siemens D900/D1800) Keterangan gambar 2.3: 1. MS meminta sambungan dari MSC / VLR. VLR memulai authenticatioan. 2. Jika data pelanggan tidak diketahui oleh VLR, VLR meminta triple dari HLR dengan datanya. 3. HLR sendiri meminta triple tersebut dari AC dan mengirim datanya ke VLR. 4. VLR memulai pengiriman nomer acak RAND dari triple melalui MSC dan BSS ke MS. 5. MS menghitung nilainya untuk memberikan tanda jawaban (Signed Respond / SRES) dari RAND dengan bantuan nilai algoritma A3 dan authentication pelanggan individu kunci Ki disimpan di chip card (SIM). MS juga menghitung nilai angka rahasia kunci Kc menggunakan RAND, A8, dan Ki. 6. MS mengirim SRES ke VLR. 7. VLR membandingkan SRES dengan SRES yang diterima dari MS dengan menggunakan komputer.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

17

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.4.2

Base Station Subsystem (BSS)

Base station subsystem terdiri dari dua bagian yaitu: a. The base Transceiver Station ( BTS ) b. The base station controller ( BSC )

c. Transcoding and Rate Adaption Unit (TRAU) a. Base Transceiver Station (BTS) BTS berfungsi sebagai interkoneksi antara infra struktur sistem selular

dengan Out Station. BTS harus selalu memonitor Out Station yang masuk ataupun yang keluar dari sel BTS tersebut. Luas jangkauan dari BTS sangat dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain topografi dan gedung tinggi. BTS sanga berperan dalam menjaga kualitas GSM, terutamaa dalam hal frekwensi hoping dan antena diversity. b. Base Station Controller (BSC) Pada umumnya setiap BSS terdiri atas beberapa Base Transceiver Station,

dengan masing-masing BTS mempunyai area yang berbeda. Namun demikian selalu ada area yang over lapping, sehingga kontinuitas komunikasi Out Station dengan infrastruktur selular tetap terjaga. BSC sangat diperlukan untuk mengatur perpindahan Out Station dari satu BTS ke BTS lainnya. Perpindahan area ditentukan dari beda kekuatan sinyal antara 2 (dua) BTS Over Lapping. Fungsi BSC :
o o o o o o o o

Interfacing antara BSC-MSC, BSC-BTS dan BSC-OMC Alokasi kanal BSC-BTS Indikasi channel blocking antara BSC-MSC Pengaturan frekwensi hoping Pengaturan konfigurasi kanal Pengaturan enkripsi Proses Handover Pengaturan broadcasting channel

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

18

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

c. Transcoding and Rate Adaption Unit (TRAU) Fungsi TRAU adalah untuk menyesuaikan kecepatan transmisi yang berbeda antara BSS dan MSC di dalam masing-masing kanal signal yang didefinisikan ke dalam standar GSM. Suara dan data pada bagian radionya disesuaikan ke standar jaringan 64 kbit/s dari Switching Subsystem (SSS). Meskipun TRAU adalah bagian dari BSS, TRAU biasanya berada pada lokasi yang sama dengan MSC agar menjadi lebih baik penggunaan kapasitas transmisi pada jalurnya untuk kecepatan data rendah masing-masing 16 kbit/s kanal traffic antara BSC dan TRAU. 2.4.3 Operation and Maintenance Subsystem (OMS) OMS berhubungan dengan struktur manajemen jaringan telekomunikasi. Elemen jaringan OMS dalam bentuk Operation and Maintenance Center (OMC). Disini OMC-S untuk elemen jaringan SSS dan OMC-B untuk elemen jaringan BSS. OMC-S terdiri dari O&M Processor (OMP) dan O&M Terminal (OMT) dimana berhubungan dengan OMP melalui Local Area Network (LAN). a. O&M Processor (OMP-S untuk SSS dan OMP-B untuk BSS) OMP adalah komputer komersil. Disamping fungsi O&M (pusat

manajemen dari elemen jaringan BSS dan SSS) juga menangani komunikasi dengan elemen jaringan BSS dan SSS melalui Public Switched Data Network (PSDN) b. O&M Terminal (OMT-S untuk SSS dan OMT-B untuk BSS) OMT menyediakan man-machine interface antara operator dan OMP, begitu juga dengan elemen jaringan dari BSS dan SSS. Komputer laptop dapat disambungkan dengan elemen jaringan BSS (TRAU, BSC, BTS) dengan segera sebagai Local Maintenance Terminal (LMT) dengan kemampuan konfigurasi penuh. c. Rute LAN Rute LAN mengizinkan hubungan yang dioperasikan LAN jarak jauh dimana OMT yang lain dan komputer cadangan dioperasikan. Rute LAN pada saat yang menggantikan kapasitas komputer dari OMP.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

19

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.4.4

Switching Subsystem (SSS) SSS berfungsi untuk mengatur komunikasi antar pelanggan GSM atau

antara pelanggan GSM dengan jaringan lain. SSS terdiri dari 5 elemen jaringan, yaitu : Mobile Switching Center (MSC), Visitor Location Register (VLR), Home Location Register (HLR), Authentication Center (AC) dan Equipment Identity Register (EIR).

a. Mobile Switching Center (MSC) MSC merupakan inti dari jaringan selular, dimana MSC berperan untuk inter koneksi hubungan pembicaraan, baik antar pelanggan selularr maupun antar selular dengan jaringan telepon kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data. MSC memberikan pelayanan kepada pelanggan meliputi : *Bearer Services :
o o o o

3,1 KHz telephony Synchronous data 0,3 Kbit/s - 2,4 Kbit/s PAD Services Alternated speech/data

*Teleservices : Telephony Emergency calls Telefax Short message services *Supplementary services : Call forwading Charging services Call bearing services Closed user group b. Visitor Location Register (VLR) VLR adalah database utama dengan informasi tentang semua pelanggan yang masih aktif di area pelayanan. VLR adalah peralatan bersama dengan MSC di dalam jaringan fisiknya. Jika pelanggan mengecek ke dalam area pelayanan VLR, informasi ini melewati Home Location Register (HLR). Ini merupakan

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

20

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

prosedur authentication. HLR mengirim informasi ke VLR tentang pelanggan tersebut. Selama call setup VLR menghasilkan Mobile Subscriber Roaming

Number (MSRN), segera setelah ini diminta untuk Mobile Terminsted Call (MTC) oleh Gateway MSC (GMSC) melalui HLR. Nomer ini di gunakan untuk mengadakan hubungan dari GMSC ke MSC/VLR. Lokasi pelayanan VLR meliputi satu atau lebih lokasi. c. Home Location Register (HLR) HLR adalah database utama tentang data pelanggan yang terdaftar pada suatu area yang dikontrolnya. Berdasarkan sifat perubahan datanya, database dibagi menjadi 2 bagian yaitu data yang bersifat semipermanen dan data yang bersifat transient. Data yang bersifat transient adalah data yang berubah karena roaming pelanggan yang bersangkutan. Data yang bersifat semipermanen adalah data yang berubah tidak karena roaming pelanggan, tetapi sebab lain misalnya perubahan layanan yang diminta, perubahan identitas pelanggan, perubahan nomer dan lain-lainnya. Database yang dimasukkan dapat dibuat, dihapus atau dibaca oleh operator, dihasilkan dari Operation Maintenance Subsystem (OMC) oleh Personalization Center for SIM (PCS) menggunakan

OMS atau OMT lokal. Datanya tersebut juga termasuk informasi tentang area pelayanan VLR yang mana pelanggan berada sekarang ini. Informasi ini diperlukan oleh MTC untuk call setup. HLR adalah peralatan bersama dengan Authentication Center (AC) dalam jaringan fisiknya. d. Authentication Center (AC) AC dilengkapi dengan kotak angka sekuriti dimana disimpan kode authentication dan algoritma dari pelanggan yang dibutuhkan untuk membuat parameter authentication. Parameter authentication digunakan oleh VLR untuk pengecekan authentication agar dapat menentukan apakah pelanggan dapat mengakses jaringan dan membuat panggilan. Untuk mengecek, kumpulan parameter authentication dikirim ke VLR dan kumpulan parameter yang baru dihasilkan untuk mengisi database AC. Algoritma yang digunakan untuk menghasilkan parameter harus disediakan oleh operator, juga identik dengan yang ada di dalam AC dan chip card SIM.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

21

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

e. Equipment Identity Register (EIR) EIR adalah database dengan informasi tentang tipe peralatan dan

identitas peralatan untuk semua Mobile Equipment (ME) di dalam area pelayanannya. Fungsi EIR termasuk memulai identifikasi peralatan. EIR dapat mengorganisasi area pada jaringan, misalnya satu atau lebih MSC. EIR dapat mengedifikasi siapa yang berhak dari ME jika diminta dari MSC.

EIR memuat data-data peralatan pelanggan yang dibagi atas 3 (tiga) kategori, yakni : Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun. Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ketujuan yang terbatas. Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi.

2.5

Sistem Operasi GSM Hubungan dari pelanggan GSM dapat dilakukan dengan pelanggan

jaringan tetap dalam PSTN/ISDN, atau pelanggan GSM lainnya. Pelayanan telekomunikasi utama menetapkan apakah hubungan dibangun sebagai pelayanan suara atau data. Proses panggilan dibedakan menjadi 4, yaitu : Mobile Originated Call (MOC), Mobile Terminated Call (MTC), Mobile to Mobile Call (MMC) dan Mobile Internal Call (MIC). 2.5.1 Mobile Originated Call (MOC) MOC adalah proses panggilan dari telepon bergerak (MS) ke telepon tetap. Dalam call setup , hubungan sesuai dengan digit yang di-dial. Call setup dari MS ke telepon tetap adalah sama dengan ke pelanggan jaringan GSM, dengan pengecualian dalam hal ini bahwa MSC yang memulai hubungan tidak melakukan pemeriksaan data penentuan rute pada HLR. Gambar 2.5 memperlihatkan proses panggilan MOC.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

22

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

(MS)


1
Jaringan Tetap

BSS

BTS/BSC/TRAU

1
SSS VLR

2

MSC

3
GSM

Gambar 2.5 Proses panggilan MOC (dikutip dari Siemens D900/D1800) Keterangan gambar 2.5: 1 Regristrasi lokasi dan authentication harus dilakukan pada saat memulai MOC. MS mengirim informansi call setup yang di-dial oleh pelanggan GSM ke MSC. 2 MSC meminta informasi hubungan dari VLR melalui identifikasi pelanggan GSM dengan menggunakan IMSI. 3 Setelah pembagian kanal traffic, MSC membangun hubungan ke exchange terdekat (GMSC) dan dari sana ke pelanggan dalam jaringan tetap. 2.5.2 Mobile terminated call (MTC) MTC adalah proses panggilan dari telepon tetap ke telepon bergerak (MS). Pelanggan yang memanggil pada jaringan tetap tidak perlu mengetahui lokasi pelanggan GSM sedang berada.. Pelayanan GSM dapat dicapai dimana saja di alam jaringan GSM oleh dialing nomer petunjuk (MSISDN) mengenai

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

23

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

pelanggan dalam PSTN. MTC mempunyai fungsi khusus manajemen mobilitas, yaitu : a. Pemeriksaan Pemeriksaan ikut berperan dalam hal MTC. Jika panggilan berasal jaringan GSM yang sama, prosedur pemeriksaan dimulai oleh MSC. Sebaliknya (panggilan berasal dari jaringan tetap) oleh Gateway MSC (GMSC). Sedangkan pemeriksaan internasional dilakukan oleh GMSC. b. Paging Paging digunakan hanya dengan MTC. Hal tersebut dilakukan untuk menetapkan sel yang mana pelanggan GSM sedang beradadengan bantuan kode area lokasi. c. Pencarian Pencarian dilakukan untuk MTC ketika sel dimana pelanggan GSM sedang berada telah ditentukan tanpa kode area lokasi yang tersedia.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

24

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

(MS)


9

BSS

7 8

BTS/BSC/TRAU

BTS/BSC/TRAU

7 8
SSS

9

VLR

6

MSC

Jaringan Tetap 4
HLR

3

2 4

5
GMSC

1

GSM
Gambar 2.6 Proses panggilan MTC (dikutip dari Siemens D900/D1800) Gambar 2.6 memperlihatkan proses panggilan MTC. Keterangan gambar 2.6: 1. Panggilan untuk pelanggan GSM sampai pada GMSC. 2. Dengan bantuan informasi dialing (MSISDN), GMSC menentukan HLR dan membangun hubungan pensinyalan. 3. HLR mengirim permintaan ke VLR dimana area lokasi pelanggan GSM yang dipanggil sedang berada. 4. VLR mengirim MSRN yang dikehendaki kembali ke HLR, HLR melewatkan MSRN ke GMSC. 5. GMSC membangun panggilan ke MSC dimana pelanggan GSM berada pada waktu itu. 6. MSC meminta informasi pelanggan GSM dari VLR untuk call setup. 7. MS sekarang dipanggil oleh paging pada semua lokasi BTS / BSC. 8. Informasi dilewatkan kembali ke MSC dalam paging response. 9. Akhirnya panggilan ke MS telah dibangun.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

25

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.5.3

Mobile Internal Call (MIC) MIC adalah proses panggilan antar telepon bergerak (MS) dalam satu

MSC. Gambar 2.7 memperlihatkan proses panggilan MIC.


1

(MS1)

(MS2)


7 8 9
BTS/BSC/TRAU

BTS/BSC/TRAU

BTS/BSC/TRAU

BSS

1

7

8

9

MSC

2
SSS

6
VLR

5

3

4
HLR

5

GSM

Gambar 2.7 Proses panggilan MIC (dikutip dari Siemens D900/D1800) Keterangan gambar 2.7: 1. MS1 mengirim informasi call setup (MSISDN) yang di-dial oleh pelanggan ke MSC. 2. MSC meminta informasi yang berhubungan dengan panggilan pelanggan dari VLR. 3. MSC akhirnya mengetahui HLR dari informasi dialing (MSISDN) dan membentuk pensinyalan hubungan. 4. HLR mengirim permintaan ke VLR dimana pelanggan sedang berada pada waktu itu.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

26

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

5. VLR mengirim MSRN yang diminta kembali ke HLR. HLR melanjutkan MSRN ke MSC. 6. MSC meminta informasi pelanggan GSM dari VLR untuk call setup. 7. MS sekarang dipanggil oleh paging pada semua lokasi BTS / BSC. 8. Informasi dilaewatkan kembali ke MSC dalam paging response. 9. Akhirnya panggilan ke MS2 telah dibangun. 2.5.4 Mobile to Mobile Call (MMC) MMC adalah proses panggilan antar telepon bergerak (MS) dari satu MSC ke MSC lainnya. Gambar 2.8 memperlihatkan proses panggilan MMC.

(MS1)


BSS BTS/BSC/TRAU

(MS2)


8 9 10

1
BTS/BSC/TRAU

BTS/BSC/TRAU

1
SSS VLR1

8

9

10

2

MSC1

VLR2

MSC2

7 3 5 6
HLR GSM

4

5

Gambar 2.8 Proses panggilan MMC (dikutip dari Siemens D900/D1800)

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

27

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Keterangan gambar 2.8: 1. MS1 mengirim informasi call setup (MSISDN) yang di-dial oleh pelanggan ke MSC1. 2 MSC1 meminta informasi yang berhubungan dengan panggilan pelanggan dari VLR1. 3 MSC1 akhirnya mengetahui HLR dari informasi dialing (MSISDN) dan membentuk pensinyalan hubungan. 4 HLR mengirim permintaan ke VLR dimana pelanggan sedang berada pada waktu itu. 5 VLR2 mengirim MSRN yang diminta kembali ke HLR. HLR melanjutkan MSRN ke MSC1. 6 MSC1 membangun hubungan ke MSC2 dimana pelanggan yang dipanggil sedang berada pada waktu itu. 7 8 9 2.6 MSC2 meminta informasi pelanggan GSM dari VLR2 untuk call setup. MS2 sekarang dipanggil oleh paging pada semua lokasi BTS / BSC. Informasi dilewatkan kembali ke MSC2 dalam paging response. Teknik Modulasi dan Bandwidth Teknik modulasi yang digunakan pada GSM adalah GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying). Teknik ini bekerja dengan melewatkan data yang akan dimodulasikan melalui Filter Gaussian. Filter ini menghilangkan sinyal-sinyal harmonik dari gelombang pulsa data dan menghasilkan bentuk yang lebih bulat pada ujung-ujungnya. Jika hasil ini diaplikasikan pada modulator fasa, hasil yang didapat adalah bentuk envelope yang termodifikasi (ada sinyal pembawa). Bandwidth envelope ini lebih sempit dibandingkan dengan data yang tidak dilewatkan pada filter gaussian.

Bandwidth yang dialokasikan untuk tiap frekuensi pembawa pada GSM adalah sebesar 200kHz. Pada kenyataannya, bandwidth sinyal tersebut lebih besar dari 200kHz, bahkan setelah dilakukan pemfilteran gaussian pun hal itu tetap terjadi. Akibatnya sinyal akan memasuki kanal-kanal di sebelahnya. Jika pada satu sel (akan dijelaskan kemudian) terdapat BTS dengan frekuensi pembawa yang sama atau bersebelahan kanal, maka akan terjadi interferensi

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

28

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

akibat overlapping tersebut. Begitu juga jika sel-sel yang bersebelahan memiliki frekuensi pembawa sama atau berdekatan. Alasan inilah yang menyebabkan mengapa dalam satu sel atau antara sel-sel yang berdekatan tidak boleh menggunakan kanal yang sama atau berdekatan.

2.7

Frequency Hopping Frequency hopping merupakan fitur yang diterapkan pada interface

udara, yakni lintasan radio ke MS. Teknik ini dapat mengurangi redaman akibat efek multipath fading. GSM hanya merekomendasikan satu jenis frequency hopping, yakni baseband hopping. Namun beberapa vendor, seperti Motorola, menyediakan tipe frequency hopping yang lain, yang disebut Synthesizer Hopping.

Baseband Hopping digunakan jika base station memiliki beberapa DRCU/TCU tersedia. Aliran data secara sederhana dilalukan pada frekuensi dasar ke berbagai macam DRCU/TCU. Setiap data beroperasi pada frekuensi yang tetap, mengacu pada urutan hopping yang ditentukan. DRCU/TCU yang berbeda akan menerima sebuah timeslot yang spesifik pada setiap frame TDMA, berisi informasi yang ditujukan kepada MS-MS yang berbeda.

Synthesizer Hopping menggunakan kelincahan ferkuensi dari DRCU/TCU untuk mengubah frekuensi-frekuensi pada sebuah basis timeslot untuk transmisi maupun menerima. SCB pada DRCU serta sistem kontrol dan pemrosesan digital pada TCU akan menghitung dan menentukan frekuensi selanjutnya, dan memprogram sebuah pasangan synthesizer Tx dan Rx untuk menuju ke frekuensi yang telah dihitung.

Teknik synthesizer hopping ini sangat baik untuk diterapkan pada sel-sel dengan jumlah carrier yang sedikit. Untuk sel-sel dengan jumlah carrier yang banyak, teknik baseband hopping merupakan teknik yang paling baik. Dan kedua teknik ini tidak bisa diterapkan sekaligus pada sebuah site BTS.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

29

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.8

Trend Kedepan GSM Global System for Mobile telecommunication (GSM) 1800 merupakan

teknologi komunikasi bergerak terbaru saat ini. GSM 1800 merupakan nama lain dari Digital Cellular System ( DCS ) 1800, sebuah sistem komunikasi personal ( Personal Communication Network - PCN ) dari Eropa. Seperti halnya sebuah jaringan komunikasi digital, GSM 1800 memiliki prinsip kerja standar yang sama dengan GSM lain, tetapi teknologi ini menggunakan frekuensi yang lebih tinggi. GSM 900 yang ada saat ini bekerja pada frekuensi 900 MHz sementara GSM 1800 menggunakan frekuensi 1800 MHz (1,8 GHz). Teknologi GSM 1800 memiliki sejumlah keunggulan seperti kualitas suara yang tinggi serta grade of services yang lebih baik sebagai konsekuensi kecilnya probabilitas panggilan yang terputus. Sistem digital ini juga memiliki kemampuan yang baik untuk mendukung aplikasi baru seperti data dan fax. Tingkat frekuensi yang lebih tinggi pada GSM 1800 memiliki pengaruh yang positif dari aspek layanan. Untuk satu area layanan yang sama, GSM 1800 mampu memberikan kapasitas sambungan yang lebih besar, hampir tiga kali lipat, dibandingkan GSM biasa. Meskipun demikian, untuk area layanan yang sama GSM 1800 membutuhkan BTS ( Base Transceiver Station ) yang lebih banyak dibandingkan GSM biasa. Selain itu, untuk beberapa kasus, GSM 1800 memiliki sedikit kendala komunikasi untuk beberapa jenis bangunan tinggi. 2.8.1 Karakteristik Teknis GSM 1800 Parameter Frekuensi Metoda akses Spasi f carrier Metoda modulasi Kecepatan transmisi Daya keluaran transmisi Pengkodean suara Jumlah kanal f pembawa Radius sel Nilai 1780 - 1880 MHz TDMA 200 KHz GMSK 270,83 knps 100 - 250 mW 22,8 kbps RELP 8 time slot 0,2 - 8 Km

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

30

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

2.8.2

Kompatibilitas Handset untuk GSM 1800 GSM 1800 hanya bisa beroperasi pada pesawat seluler bertipe Dual

Band. Saat ini, sebagian besar merek terkemuka seperti Ericsson, Nokia, Siemens, Samsung maupun Motorola sudah mengeluarkan sejumlah tipe handset berkemampuan Dual Band. Berikut ini adalah Daftar Handset Dual Band yang sudah ada di Indonesia. 2.8.3 Layanan Berbasis GSM 1800 Layaknya sebuah teknologi komunikasi bergerak, GSM 1800 mampu mendukung berbagai aplikasi layanan bergerak, termasuk layanan - layanan yang sudah ada pada GSM 900. Teknologi GSM 1800 menyediakan layanan komunikasi bergerak dasar dengan kualitas yang lebih tinggi dari pada GSM versi sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah suara yang lebih jernih, sehingga terkadang kita tidak bisa membedakanny dengan hubungan

telekomunikasi tetap seperti PSTN. Selain itu, GSM 1800 mampu mengurangi panggilan gagal (drop calls) dan kegagalan koneksi akibat sibuknya jaringan (network busy), hal - hal yang sering terjadi pada jaringan komunikasi seluler saat ini. GSM 1800 mulai dilihat sebagai platform tekologi seluler pilihan, menggantikan GSM 900, seiring dengan perkembangan layanan - layanan komunikasi bergerak derivatif yang begitu pesat. Saat ini, sejumlah layanan bergerak bernilai telah dikembangkan, yang merupakan peningkatan dari layanan dasar yang telah ada. Saat ini, pengembangan dan operasionalisasi layanan - layanan bernilai telah ditangani secara intensif oleh sebuah unit bisnis tersendiri, yaitu Unit Bisnis Value Added Services (VAS). Salah satunya adalah layanan pesan singkat atau SMS, yang sangat populer saat ini. Layanan SMS ini berkembang sedemikian jauh sehingga mampu mendukung layanan informasi. Orang dapat mengakses berbagai informasi berharga seperti berita, panduan perjalanan, hiburan dan lain sebagainya.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

31

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

Aplikasi layanan lain yang lebih kompleks adalah Mobile Commerce. Melalui layanan ini, orang mampu melakukan berbagai transaksi bisnis, seperti memesan barang, memeriksa rekening Bank, membayar berbagai tagihan dan sebagainya. Salah satu konsep layanan bernilai baru yang berkembang saat ini adalah Layanan berbasis Lokasi (Location-based Services). Layanan ini muncul seiring dengan tuntutan agar orang bisa mendapatkan informasi lokal terdekat yang sangat dibutuhkannya. 2.8.4 Perkembangan GSM 1800 GSM 1800 merupakan teknologi komunikasi seluler digital generasi kedua (2G) setelah GSM 900. Meskipun GSM 1800 belum sepenuhnya dioperasikan di seluruh dunia, berbagai upaya terus dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan teknologi tersebut, khususnya untuk mendukung aplikasi layanan berbasis multimedia. Untuk tujuan itulah, saat ini sedang dikembangkan sebuah sistem yang dinamakan GPRS (Global Packet Radio Service) Dan saat ini, tatkala sebagian besar operator seluler sedang berupaya mengoperasionalkan GSM 1800, dunia dikejutkan dengan kehadiran teknologi komunikasi seluler generasi ketiga atau dikenal dengan 3G. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi platform yang sangat handal untuk mendukung layanan dasar dan layanan bernilai yang ada saat ini.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

32

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan a. Global System for Mobile Communications (GSM) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. b. Jaringan GSM selular, terdiri atas :

  

MSC (Mobile Switching Center), sebagai switching system BSS (Base Station Subsystem), sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dan ke pelanggan OS (Out Station), sebagai terminal pelanggan yang bersifat bergerak.

c. Dalam satu sel atau antara sel-sel yang berdekatan tidak boleh menggunakan kanal yang sama karena sinyal akan memasuki kanalkanal di sebelahnya sehingga akan menyebabkan terjadi interferensi akibat overlapping tersebut.

d. Sistem operasi (proses panggilan) pada GSM dibedakan menjadi 4, yaitu :

Mobile Originated Call (MOC) MOC adalah proses panggilan dari telepon bergerak (MS) ke telepon tetap.

Mobile Terminated Call (MTC) MTC adalah proses panggilan dari telepon tetap ke telepon bergerak (MS).

Mobile to Mobile Call (MMC) MIC adalah proses panggilan antar telepon bergerak (MS) dalam satu MSC.

Mobile Internal Call (MIC) MMC adalah proses panggilan antar telepon bergerak (MS) dari satu MSC ke MSC lainnya.

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

33

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

DAFTAR PUSTAKA

     

www.wikipedia.com www.kompas.com www.penulislepas.com www.electroniclab.com www.trendigital.com www.lippotel.com

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

34

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)

BIODATA PENULIS

Nama TTL

: Putu Rusdi Ariawan : Denpasar. 19 April 1990

Alamat Rumah : Jln. Dukuh Sari Gg. Kaliasem No. 5a, DenpasarBali Agama : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana Email : turusdi.info@gmail.com www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN ©2009

35

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->