P. 1
IDKM_LK_TW_I_Maret_2009

IDKM_LK_TW_I_Maret_2009

|Views: 98|Likes:
Published by urbanholic

More info:

Published by: urbanholic on Jun 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2011

pdf

text

original

INDOSIAR

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal31 Maret 2009 dan 2008 (Mata Uang Indonesia)

INDOSIAR

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk.

SURA T PERNYATAAN DIREKSI TENTANG

TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM (Periode : 31 Maret 2009)

PT INDOSIAR KARYA MEDIA TBK.

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama

Alamat Kantor

Alamat Domisili 1 sesuai KTP atau kartu identitas lain Nomor Telepon

Jabatan

2. Nama

Alamat Kantor

Alamat Domisili 1 sesuai KTP atau kartu identitas lain Nomor Telepon

Jabatan

menyatakan bahwa :

Handoko

J1. Damai No. 11, Daan Mogot, Jakarta Barat (11510) J1. Sekolah Kencana IIDll, RT003/015, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

5672222

Direktur Utama

Phiong Phillipus Darma

J1. Damai No. 11, Daan Mogot, Jakarta Barat (11510) Kemang V B No. 30, RT 005/005, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

5672222

Direktur

1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi perusahaan;

2. Laporan keuangan konsolidasi perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum;

3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan telah dimuat secara lengkap dan henar;

b. Laporan keuangan konsolidasi perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan.

Demikian pemyataan ini dibuat dengan sebenamya.

Jakarta, 17 April 2009

H-PPI/slrg

Phiong Phillipus Darma ~

Direktur _

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2009 2008
AKTIVA
AKTIV A LANCAR
Kas dan setara kas 2c,2p,3 31.291.826.025 13.418.685.040
Piutang
Usaha - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp4.633.369.560 pada
tahun 2009 dan 2008 2e,4,8,12,13 191.913.902.551 202.512.074.972
Lain-lain 520.590.170 602.678.214
Persediaan 2f,6,8,12,13 270.285.425.033 323.636.037.466
Pajak dibayar di muka 2q,11 2.451.306.228 138.993.978
Uang muka pembelian film dan lain-lain 11.675.252.005 8.619.085.551
Siaya dibayar di muka 2g,20d 13.521.863.145 9.569.149.247
Jumlah Aktiva Lancar 521.660.165.157 558.496.704.468
-.---"--.--.-----, .. --~-------- .. _------
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan - bersih 2q,11 212.153.413.472 211.038.275.187
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
. Rp669.894.655.471 pada tahun
2009 dan Rp609.015.275.624
pad a tahun 2008 2i,7,8,12,13 350.626.689.959 379.537.214.280
Uang muka pembelian aset tetap 8.638.263.266 8.040.519.728
T agihan pajak penghasilan 2q,11 10.637.984.287 8.441.527.171
Seban tangguhan hak atas tanah -
setelah dikurangi akumulasi amortisasi
sebesar Rp1.71 0.466.408 pada
tahun 2009 dan Rp1.335.562.116
pada tahun 2008 2j 7.004.354.749 7.058.921.041
Aktiva tidak lancar lainnya 2d,2g,5a,5b,20d 35.886.026.377 42.098.139.634
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 624.946.732.110 656.214.597.041
JUMLAH AKTIVA 1.146.606.897.267 1.214.711.301.509
.::;;"'~:::.:o::..."",::-===--====== Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI (Ianjutan)

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2009 2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
KEWAJIBAN LAN CAR
Hutang bank jangka pendek 8 23.656.168.587 23.080.917.817
Hutang 2p
Usaha 9 143.904.427.683 119.894.803.594
Lain-lain 10 235.430.047.086 21.601.856.236
Hutang pajak 2q,11 9.306.051.942 20.366.075.771
Beban masih harus dibayar 19.956.881.899 18.467.363.647
Hutang bank jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 12 100.000.000.000
Jumlah Kewajiban Lancar 532.253.577.197 203.411.017.065
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bag ian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 12 350.000.000.000
Hutang obligasi - bersih 21,13 682.923.711.991
Hutang tidak lancar-Iain-Iain 2n,9,21 3.088.692.022 49.561.907.796
---_ ..... ".-,--------_._-_ .... __ ._.---_--
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 353.088.692.022 732.485.619.787
Jumlah Kewajiban 885.342.269.219 935.896.636.852
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN
YANG DIKONSOLIDASI 2b 25.279.348 27.244.183
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp250 per saham
Modal dasar - 7.956.652.412 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
2.025.613.819 saham pada tahun 2009 dan
2.025.613.651 saham pada tahun 2008 14 506.403.454.750 506.403.412.750
T ambahan modal disetor - bersih 2k,15 201.252.710.784 201.252.647.784
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 2h,16 67.387.705.202 67.387.705.202
Opsi pemilikan saham karyawan 20,22 8.496.265.438 8.496.265.438
Saldo laba (defisit)
Ditentukan untuk dana cadangan 5.000.000.000 5.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya (527.300.787.474) (509.752.610.700)
Ekuitas - Bersih 261.239.348.700 278.787.420.474
_-------
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.146.606.897.267 1.214.711.301.509
- ---:-:==-:-:"'-.~==-=.-"-=-=-,"= Catalan lerlampir merupakan bag ian yang tidak lerpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

2

PT INDOSIAR KARY A MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI

Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2009 2008
PENDAPATAN BERSIH 2m,18,24 169.103.014.334 187.527.945.746
BEBAN USAHA 2m,2n,19
Program dan penyiaran 20c 105.078.194.400 75.453.974.495
Umum dan administrasi 7,20d,21 54.598.962.655 57.860.484.272
Jumlah Seban Usaha 159.677.157.055 133.314.458.767
LAB A USAHA 9.425.857.279 54.213.486.979
BEBAN (PENGHASILAN) LAIN-LAIN
Seban bunga 8,10,12,13 32.221.426.718 31.431.154.731
Rugi (Iaba) selisih kurs - bersih 2p 4.234.556.347 (557.027.629)
Lain-lain - bersih 21,7,11 1.003.353.054 (1.524.635.144)
Seban Lain-lain - Sersih 37.459.336.119 29.349.491.958
LAB A (RUGI) SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN (28.033.478.840) 24.863.995.021
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2q,11
Tangguhan 7.424.263.142 (8.356.929.551 )
LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS
RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN
YANG DlKONSOLIDASI (20.609.215.698) 16.507.065.470
HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b 1.942.144 (1.408.529)
LAB A (RUG I) BERSIH (20.607.273.554) 16.505.656.941
LAB A (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR 2r,23 (10,17) 8,15 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

3

Saldo 1 Januari 2008

Laba beraih penode 2008 (tlga bulan)

Saldo 31 Marel 2008

Pelaksanaan waran seri I

Laba bersrh periode 2008 (sembilan bulan)

Saldo 31 Deeerroer 2008

Rugi bersih period. 2009 (Iiga bulan)

Selda 31 Maret 2009

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI

Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

sellsih Nilai
Transaksl
Modal Sa ham Tambahan Reslrukturisasi
Dilempatkan dan Modal Diselor • Entilas Opsl Pemllikan
Catatan Diselor Penuh Bersih sepengendali Sa ham Karyawan
----
506.403.412.750 201.252.647.784 67.387.705.202 8.496.265.438 saldo Laba (Delisil)

506.403.412.750

201.252.647.784

67.387.705.202

8.498.265.438

42.000

63.000

506.403.454.750

201.252.710.784

67.387.705.202

8.496.265.438

506.403.454.750

201.252.710.784

67.387.705.202

8.498.265.438

Dllenlukan unluk Dana Cadangan

5.000.000.000

5.000.000.000

5.000.000.000

5.000.000.000

4

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

Belum Dilentukan Ekuilas·
Penggunaannya Bersih
(526.258.267.641 ) 262.281.763.533
16.505.656.941 16.505.656.941
(509.752.610.700) 278.787.420.474
105.000
3.059.096.780 3.059.096.780
(506.693.513.920) 281.846.622.254
(20.607.273.554) (20.607.273.554 )
(527.300.787.474) 261.239.348.700 PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

ARUS KAS DARI AKTIVIT AS OPERASI Penerimaan kas dari:

Pelanggan Penghasilan bunga Lain-lain

Pembayaran kas untuk:

Pembelian film dan swa produksi Gaji, kesejahteraan karyawan dan beban usaha lainnya Beban bunga

Pajak penghasilan dan pajak lainnya

Kas Bersih Diperoleh dari

(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi

ARUS KAS DARI AKTIVIT AS INVEST ASI Hasil penjualan aset tetap

Pembelian aset tetap

Kas Bersih Diperoleh dari

(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi

ARUS KAS DARI AKTIVIT AS PENDANAAN Penggunaan dana:

Pembayaran hutang bank jangka panjang Penurunan saldo pinjaman rekening koran Lain-lain

Jumlah Penggunaan Dana

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE

KAS DAN SET ARA KAS AKHIR PERIODE

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas:

Reklasifikasi dari akun uang muka pembelian aset tetap ke akun aset tetap

2009

221.499.533.345 428.678.317

(93.167.587.596) (50.327.009.937) (34.999.647.980) (18.781.802.445)

24.652.163.704

7

25.900.000 (16.940.850.673)

2008

169.506.204.968 139.293.295 12.555.131.788

(96.117.395.809) (76.764.520.115) (22.975.311.824) (18.318.264.659)

(31.974.862.356)

59.420.000.000 (4.420.240.201 )

54.999.759.799

(2.235.322.330) (42.607.000.000)

(44.842.322.330) (44.842.322.330)

(21.817.424.887)

35.236.109.927

52.326.337.922

13.418.685.040

1.092.490.107

5

Catatan terlampir merupakan bag ian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

(16.914.950.673)

(25.000.000.000) (3.771.724.928)

(28.771.724.928) (28.771.724.928)

(21.034.511.897)

3

31.291.826.025

7

2.115.406.024

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum

PT Indosiar Karya Media Tbk ("Perusahaan") didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Indovisual Citra Persada pada tanggal 19 Juli 1991 berdasarkan akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 166. Akta pend irian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-20522 HT.01.01.TH.2003 tanggal 29 Agustus 2003 serta diumumkan dalam Tambahan No. 233 dari Berita Negara Republik Indonesia No.2 tanggal 6 Januari 2004. Berdasarkan akta Notaris Popie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., No. 61 tang gal 26 April 2003, nama Perusahaan PT Indovisual Citra Persada diubah menjadi PT Indosiar Karya Media. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 37 tang gal 12 Agustus 2008 mengenai perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan antara lain penyesuaian dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-60329.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 9 September 2008.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak, termasuk tetapi tidak terbatas pad a kegiatan di bidang jasa penyediaan dan pemanfaatan multimedia serta kegiatan usaha terkait, jasa di bidang media massa serta kegiatan usaha terkait, jasa konsultasi, manajemen dan administrasi. Perusahaan juga menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan umum termasuk tetapi tidak terbatas pada perdagangan alat teknik, mesin-mesin dan suku cadang/alat elektronik atau alat elektrikal atau alat-alat penyiaran serta perdagangan ekspor impor internasional dan lokal, baik hasil produksi sendiri maupun hasil produksi pihak lain yang dipasarkan oleh Perusahaan, bertindak sebagai leverensir/ supplier serta kegiatan usaha terkait, bertindak sebagai distributor, agen dan sebagai perwakilan dari pada perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri.

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Damai No. 11, Daan Mogot, Jakarta.

Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1997.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan tanggal 30 Juni 2003, para pemegang saham PT Indosiar Visual Mandiri, Anak perusahaan, telah menyetujui usulan rencana restrukturisasi Anak perusahaan, dimana Anak perusahaan bermaksud untuk mendirikan induk perusahaan, yaitu PT Indosiar Karya Media (Perusahaan). Anak perusahaan akan melakukan restrukturisasi dengan cara shares swap antara para pemegang saham Anak perusahaan dengan Perusahaan dengan rasio shares swap 1:1, pemegang saham Anak perusahaan akan menjadi pemegang saham Perusahaan, kemudian Perusahaan akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek dan menjadi perusahaan terbuka, dan Anak perusahaan akan menarik pencatatan sahamnya (delisting) di Bursa Efek. Pada tanggal 23 Januari 2004, Perusahaan telah membeli saham Anak perusahaan yang dimiliki oleh PT Prima Visualindo, pemegang saham, sejumlah 551.708.684 saham dengan persentase kepemilikan sebesar 27,74%.

6

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuaJi dinyatakan lain)

1. UMUM (Ianjutan)

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum (Ianjutan)

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 29 Juli 2004, pemegang saham Anak perusahaan menyetujui, antara lain:

1) Penghapusan pencatatan saham (delisting) Anak perusahaan dan menjadi perusahaan tertutup (go private).

2) Penukaran (inbreng) saham yang dimiliki oleh pemegang saham Anak perusahaan dengan saham baru yang akan dikeluarkan oleh Perusahaan melalui prosedur penawaran umum hanya kepada pemegang saham Anak perusahaan.

3) Pengalihan program Opsi Pemilikan Saham Karyawan (ESOP) Anak perusahaan ke Perusahaan sebagai bag ian dari restrukturisasi (Catatan 22).

4) Terminasi waran seri II Anak perusahaan dan penukaran waran seri II Anak perusahaan dengan waran seri I yang akan dikeluarkan oleh Perusahaan (Catatan 13).

5) Menyetujui perubahan anggaran dasar Anak perusahaan menjadi anggaran dasar perusahaan tertutup dalam rangka restrukturisasi tersebut, apabila jumlah pemegang saham Anak perusahaan (termasuk akibat konversi Waran Seri II) kurang dari 50 pemegang saham.

6) Pengesahan atas penunjukan penilai independen yang melakukan penilaian harga wajar saham dan pendapat kewajaran transaksi.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 Aqustus 20Q4, pemegang saham Perusahaan menyetujui, antara lain:

1) Perubahan status Perusahaan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka,

2) Penawaran urn urn sebanyak 1.437.454.419 saham hanya kepada para pemegang saham Anak perusahaan dan kepada PT Prima Visualindo (PV) selaku pembeli siaga. Penyetoran saham tersebut dilakukan dengan cara penukaran dengan saham Anak perusahaan (inbreng) dan/atau dengan uang tunai oleh PV dengan harga Rp551 per saham.

3) Penerbitan Waran Seri I Perusahaan sebanyak-banyaknya 521.160.706 waran untuk menggantikan Waran Seri II Anak perusahaan yang diterbitkan kepada pemegang Waran Seri II Anak perusahaan dengan harga, syarat dan kondisi yang sarna dengan Waran Seri II Anak perusahaan (Catatan 13).

4) Penerbitan Employee Stock Option Plan (ESOP) sebanyak-banyaknya 99.458.000 saham kepada karyawan Perusahaan yang berasal dari karyawan Anak perusahaan yang berhak atas opsi dan kepada karyawan Anak perusahaan yang berhak, dengan harga, syarat dan kondisi yang sarna dengan ESOP yang dikeluarkan oleh Anak perusahaan (Catatan 22).

5) Perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan, antara lain, meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp500.000.000.000 menjadi Rp551.712.684.000 yang terbagi atas 2.206.850.736 saham dengan nilai nominal Rp250 per saham.

7

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pad a Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Ianjutan)

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum (Ianjutan)

Pada tanggal 13 Agustus 2004, Perusahaan mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), sekarang Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), dalam rangka penawaran umum hanya kepada pemegang saham Anak perusahaan. Berdasarkan Surat BAPEPAM No. S-3017/PM/2004 tang gal 24 September 2004, pernyataan pendaftaran penawaran umum menjadi efektif. Perusahaan menawarkan hanya kepada pemegang saham Anak perusahaan sejumlah 1.437.454.419 Saham Biasa Atas Nama yang terdiri dari 1.437.450.419 saham baru yang dikeluarkan dari portepel serta 4.000 saham lama milik Handoko dengan nilai nominal Rp250 setiap saham. Pembayaran dilakukan dengan pertukaran (inbreng) 1.437.454.419 saham Anak perusahaan dengan rasio 1:1 dan/atau dengan uang tunai oleh Pembeli Siaga dengan harga Rp551 per saham atas sisa saham dalam penawaran umum.

Jumlah saham Perusahaan yang ditukarkan oleh pemegang saham Anak perusahaan sebanyak 1.423.031.919 saham, sisanya sejumlah 14.41B.500 saham dibeli oleh pembeli siaga.

Sehubungan dengan transaksi pertukaran (inbreng) saham, selisih lebih nilai buku atas biaya perolehan ketika Perusahaan mengakuisisi Anak perusahaan melalui pertukaran saham dan pembelian saham dari pihak ketiga sebesar Rp47.543.120.835 dialokasi secara proporsional untuk mengurangi aktiva non-moneter Anak perusahaan.

Pada tanggal 4 Oktober 2004, Perusahaan telah melakukan pencatatan saham, waran seri I Perusahaan dan prelisting saham dari ESOP di Bursa Efek Jakarta (BEJ), sekarang Bursa Efek Indonesia, dan Bursa Efek Surabaya (BES), sekarang Bursa Efek Indonesia, dan pad a tanggal yang sama, Anak perusahaan telah melakukan penghapusan pencatatan saham dan waran seri II Anak perusahaan di BEJ dan BES.

b. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi

Susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris (Independen) Komisaris (Independen) Komisaris

Komisaris

: Benny Setiawan Santo so : Amir Effendi Siregar

: Teuku Iskandar

: Mohamad Jusuf Hamka : Andru B. Subowo

Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur

Direktur Tidak Terafiliasi

: Handoko

: Phiong P. Darma : Harry Pramono

: Santoso Tandio

: Soejatna Soenoesoebrata

Jumlah kompensasi yang diterima dewan komisaris dan direksi Perusahaan dan Anak perusahaan berjumlah Rp3.45B.B74.000 pad a periode 2009 dan Rp2.873.840.000 pada periode 200B.

Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, Anak perusahaan memiliki masing-masing 1.519 karyawan dan 1.560 karyawan dan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, Perusahaan tidak memiliki karyawan (tidak diaudit).

8

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan serta Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM untuk perusahaan publik. Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasi untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, yaitu sebagai berikut:

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan konsolidasi, dinyatakan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dan diukur dengan konsep biaya historis, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan investasi tertentu yang dinyatakan berdasarkan nilai wajar.

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi, yang disusun sejak Perusahaan memperoleh pengendalian atas Anak perusahaan, meliputi laporan keuangan Perusahaan dan PT Indosiar Visual Mandiri, Anak perusahaan yang dimiliki dengan persentase kepemilikan sebesar 99,99%. Anak perusahaan berusaha dalam bidang jasa penyiaran televisi sebagai Lembaga Penyiaran Swasta (Catatan 1 a).

Pada tang gal-tang gal 31 Maret 2009 dan 2008, jumlah aktiva Anak perusahaan masing-masing sebesar Rp1.170 rniliar dan Rp1.247 miliar. Kantor pusat Anak perusahaan berlokasi di Jalan Damai No. 11, Daan Mogot, Jakarta. Anak perusahaan memulai keqiatan operasi komersialnya pad a bulan Januari 1995.

Selisih lebih nilai buku atas biaya perolehan ketika Perusahaan mengakuisisi Anak perusahaan melalui pertukaran saham dan pembelian saham dari pihak ketiga dialokasi secara proporsional untuk mengurangi aktiva non-moneter Anak perusahaan. Efek paiak tangguhan yang timbul dari akuisisi tersebut disajikan sebagai bagian dari akun "Aktiva Pajak Tangguhan" pada neraca konsolidasi.

Proporsi bagian pemilikan pemegang sa ham minoritas atas ekuitas Anak perusahaan yang dikonsolidasi disajikan dalam akun "Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak perusahaan yang Dikonsolidasi" pada neraca konsolidasi, sedangkan proporsi bagian pemilikan pemegang saham minoritas atas rugi (Iaba) bersih Anak perusahaan yang dikonsolidasi disajikan dalam akun "Hak Minoritas atas Rugi (Laba) Bersih Anak perusahaan yang Dikonsolidasi" pada laporan laba rugi konsolidasi.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.

c. Setara Kas

Setara kas meliputi semua investasi yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tang gal penempatan hingga jatuh tempo serta tidak digunakan sebagai jaminan.

9

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Ianjutan)

d. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam PSAK No.7, "Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa".

Seluruh transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Perusahaan dan Anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pad a akhir tahun.

f. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan persediaan program ditentukan dengan metode identifikasi khusus (specific identification method), sedangkan biaya perolehan persediaan lainnya ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang bulanan (monthly weighted-average method).

Persediaan program diamortisasi sebanyak-banyaknya dua kali dengan komposisi 75% dan 25% dari biaya perolehan, masing-masing untuk penayanqan pertama dan kedua atau dibebankan seluruhnya pad a penayangan pertama.

Penghapusan persediaan program dilakukan berdasarkan penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun dan dibebankan pada operasi tahun berjalan.

g. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya.

h. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Pad a tahun 2004, Perusahaan membeli saham PT Indosiar Visual Mandiri (Anak perusahaan) dari PT Prima Visual indo (PV) dengan persentase kepemilikan sebesar 27,74% yang merupakan transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali yang perlakuan akuntansinya diatur dalam PSAK No. 38, "Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali". Berdasarkan PSAK tersebut, penyertaan pada saham Anak perusahaan dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest) dan selisih antara biaya perolehan dengan nilai buku dicatat pada akun "Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali" yang disajikan sebagai bag ian dari Ekuitas pada neraca konsolidasi.

i. Aset Tetap

PSAK 16 (revisi 2007) "Aset tetap" mulai berlaku untuk laporan keuangan dengan periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Perusahaan dan Anak perusahaan telah memilih model biaya. Manajemen berpendapat bahwa dampak dari revisi PSAK di at as tidak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi, dan karenanya tidak diperlukan penyesuaian secara retrospektif.

10

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Ianjutan) i. Aset Tetap (Ianjutan)

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan kantor, studio dan transmisi Peralatan bangunan dan studio Peralatan kantor dan perlengkapan Kendaraan

20 5- 20 5 5

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan ini akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan aset dalam penyelesaian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset sesuai dengan PSAK No. 26 (Revisi 1997).

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.

Nilai aset ditelaah kembali atas kemungkinan penurunan nilai wajarnya yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan nilai tercatatnya rnunqkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai ini diakui sebagai beban pada tahun berjalan.

j. Beban Tangguhan Hak atas Tanah

Biaya-biaya pengurusan legal hak atas tanah, sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis aktiva tanah, yang mana lebih pendek.

k. Beban Emisi Saham

Sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, seluruh beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran sa ham Perusahaan kepada masyarakat dicatat sebagai pengurang "Tambahan Modal Disetor - Bersih" yang merupakan komponen Ekuitas.

I. Beban Emisi Obligasi dan Diskonto Obligasi

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi, yaitu 5 tahun. Diskonto obligasi diamortisasi dengan menggunakan metode tarif bunga efektif selama jangka waktu obligasi, yaitu 5 tahun. Saldo biaya ernisi obligasi ditangguhkan dan diskonto obligasi dikurangkan langsung dengan nilai nominal obligasi dan jumlah bersihnya disajikan dalam hutang obligasi.

11

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Ianjutan)

m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan iklan diakui pada saat iklan ditayangkan. Pembayaran iklan di muka yang diterima Anak perusahaan dicatat dalam akun "Pendapatan Diterima di Muka". Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

n. Imbalan Kerja

Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), "Imbalan Kerja" ("PSAK 24 Revisi") untuk mengakui penyisihan imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja NO.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 mengenai "Ketenagakerjaan" ("Undang-Undang"). Sesuai PSAK 24 Revisi, beban imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial "Projected Unit Credit". Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aktiva program pada tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Lebih lanjut, biaya jasa lalu yang terjadi ketika memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah imbalan terhutang pada program imbalan pasti yang ada, diamortisasi selama periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.

Anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang rriernenuhi syarat dan memiliki kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai menurut Undangundang. luran pensiun ditanggung oleh Anak perusahaan dan karyawan masing-masing sebesar 5% dan 3% dari gaji pokok karyawan. Penyisihan menurut Undang-undang dihitung dengan rnernbandinqkan irnbalan yang akan diterima oleh karyawan pada usia pensiun normal melalui program pensiuh dengan imbalan yang dihitung berdasarkan Undang-undang setelah dikurangi akumulasi iuran karyawan dan hasil pengembangannya. Jika bagian iuran yang didanai Anak perusahaan melalui program pensiun kurang dari imbalan yang diwajibkan menurut Undangundang, Anak perusahaan akan melakukan penyisihan atas kekurangannya.

o. Kompensasi Berbasis Saham

Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 53, "Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham" yang mengatur perlakuan akuntansi untuk nilai wajar opsi pemilikan saham yang diberikan kepada karyawan dan instrumen ekuitas sejenis lainnya. Beban kompensasi diakui selama periode pengakuan hak kompensasi (vesting period) berdasarkan nilai wajar seluruh opsi saham pad a tanggal pemberian kompensasi (grant date). Nilai wajar opsi yang diberikan ditentukan dengan menggunakan metode penentuan harga opsi "Black-Scholes".

p. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pad a saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada tanggal tersebut seperti ditetapkan oleh Bank Indonesia. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pad a operasi periode berjalan.

12

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTlSAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Ianjutan)

p. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (Ianjutan)

Kurs yang digunakan masing-masing adalah:

Poundsterling Euro

Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura

31 Maret 2009 16.559 15.327 11.575

7.617

31 Maret 2008

18.391 14.559 9.217 6.683

q. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan ken a pajak periode berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas bed a temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan perpajakan pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pad a periode ketika aktiva direalisasi atau ketika kewajiban diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal neraca.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak ("SKP") diterima atau, jika Perusahaan atau Anak perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

r. Laba (Rugi) Bersih per Saham

Laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih periode berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama periode berjalan. Laba (rugi) bersih per saham dilusian dihitung dengan membaqiIaba (rugi) bersih periode berjalan yang telah disesuaikan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode berjalan setelah melakukan penyesuaian atas pengaruh dari efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

Pada periode 2009, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi dilusi terhadap saham biasa. Pengaruh dari konversi waran pada periode 2008 berpotensi saham biasa bersifat anti-dilutit, oleh karena itu laba (rugi) bersih per saham dilusian tidak diperhitungkan dan disajikan pada laporan laba rugi konsolidasi.

s. Informasi Segmen

Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2000), "Pelaporan Segmen", segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain,

13

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Ianjutan)

t. Penggunaan Estimasi

Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa yang akan datang mungkin berdasarkan jumlah yang berbeda dengan estimasi tersebut.

3. KAS DAN SET ARA KAS

Akun ini terdiri dari:

2009

2008

Kas Bank Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dolar Amerika Serikat

PT Bank Central Asia Tbk (US$5.087 pada tahun 2009 dan US$2.1 07 pada tahun 2008)

Jurnlah bank

1.714.967.694

1.802.874.654

15.822.498.210 4.111.714.701 2.367.793.420 2.127.527.893

68.500.000

4.271.619.626

2.414.516.797

58.878.552

19.421.141

24.556.912.776

6.705.557.564

Setara kas Deposito berjangka Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank Victoria International Tbk

2.576.524.260

2.018.179.623

Dolar Amerika Serikat

PT Bank Central Asia Tbk (US$259.332 pada tahun 2009 dan US$253.198 pada tahun 2008)

Jumlah setara kas

Jumlah

3.001.765.932

2.333.728.562

5.019.945.555 31.291.826.025

4.910.252.822 13.418.685.040

Suku bunga tahunan untuk deposito berjangka dalam Rupiah berkisar antara 8,5% sampai dengan 12,75% pada periode 2009 dan berkisar antara 6% sampai dengan 6,25% pada periode 2008. Suku bunga tahunan untuk deposito berjangka dalam dolar Amerika Serikat berkisar antara 2,75% sampai dengan 3,5% pada periode 2009 dan sebesar 3,5% pada periode 2008.

14

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. PIUT ANG USAHA

Akun ini merupakan piutang usaha dari pihak ketiga sebagai berikut:

PT Wira Pamungkas Pariwara PT Asia Media Network

PT Dwi Sapta Pratama Advertising PT Bintang Mediathama Indonesia PT International Matari Advertising PT Dian Mentari Pratama

PT Armananta Eka Putra

PT Tempo Promosi

PT Optima Media Dinamika PT Advatama Niaga

PT Fajar Cahaya Buana

PT Star Reachers Indonesia PT Komunika Cergas IIhami

PT Dentsu Indonesia Inter Admark PT Perada Swara Production

PT Inter Pariwara Global (dahulu PT Initiatif Media Indonesia) PT Indonesia Media Exchange

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp3 miliar)

Jumlah

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Bersih

2009 2008
50.588.907.634 30.674.198.687
30.251.199.727 10.033.623.200
13.576.153.252 24.540.406.129
13.006.796.000 16.194.642.750
12.691.393.600 15.578.099.776
6.559.335.200 4.146.937.300
5.424.563.892 8.323.352.858
5.227.239.160 7.416.017.166
4.708.176.000 6.213.438.200
4.492.576.000 3.184.720.000
4.254.562.400 2.644.532.617
3.651.401.600 8.748.056.400
3.360.916.364 3.828.653.712
2.616.195.596 19.038.319.520
2.399.639.595 3.401.235.076
1.363.661.600 3.452.852.000
536.822.000 7.749.467.000
31.837.732.491 31.976.892.141
196.547.272.111 207.145.444.532
(4.633.369.560) (4.633.369.560)
191.913.902.551 202.512.074.972 Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo: 1 - 30 hari

31 - 60 hari

61 - 180 hari

> 180 hari

Jumlah

2009 . 111.756.914.358

2008

---

125.278.892.064

29.906.814.588 23.881.136.179 23.378.156.602

7.624.250.384

45.935.643.939 17.895.036.551 12.125.591.798

5.910.280.180

196.547.272.111

207.145.444.532

Manajemen Anak perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup.

Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank pad a tahun 2009 (Catatan 8 dan 12) dan hutang obligasi pada tahun 2008 (Catatan 13).

Seluruh saldo piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah dalam mata uang Rupiah.

15

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sifat hubungan Perusahaan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pemegang saham, perusahaan afiliasi dan karyawan kunci.

a. Anak perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan Anak perusahaan yang akan dilunasi melalui pemotongan gaji setiap bulan dengan jangka waktu maksimal 60 bulan. Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, saldo piutang karyawan tersebut masing-masing sebesar Rp1.613.494.419 atau 0,14% dan Rp4.628.941.012 atau 0,38% dari jumlah aktiva, disajikan sebagai bag ian dari "Aktiva Tidak Lancar Lainnya" pada neraca konsolidasi.

b. Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, saldo uang muka investasi Anak perusahaan pad a PT Studio Cafe Internasional masing-masing sebesar Rp3.869.527.874 atau 0,34% dan 0,32% dari jumlah aktiva. Uang muka ini disajikan sebagai bagian dari "Aktiva Tidak Lancar Lainnya" pad a neraca konsolidasi.

6. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari:

2009

2008

Program Pembelian film Swa produksi Lain-lain

Jumlah

199.631.627.480 54.181.784.472 16.472.013.081

270.285.425.033

245.784.432.900 60.048.289.592 17.803.314.974

323.636.037.466

Persediaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank pada tahun 2009 (Catatan 8 dan 12) dan tiutang obligasi pad a tahun 2008 (Catatan 13).

Pembelian persediaan program dari pemasok yang melebihi 10% dari jumlah pembelian adalah pembelian dari PT Soraya Intercine Films, PT Gentabuana Paramita dan PT MD Media, masingmasing sebesar 53,11%,25,90% dan 14,71% dari jumlah pembelian pada periode 2009, serta dari PT Gentabuana Paramita dan PT Soraya Intercine Films, masing-masing sebesar 53,23% dan 11,21 % dari jumlah pembelian pad a periode 2008.

Persediaan tidak diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran atau pencurian karena bila terjadi kebakaran atau pencurian atas persediaan program dalam bentuk hak siar dan persediaan program yang dibeli, Anak perusahaan dapat meminta copy film yang baru dari distributor yang bersangkutan. Namun demikian, manajemen Anak perusahaan telah melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi risiko kerugian atas persediaan, antara lain dengan menempatkan persediaan program pada lokasi yang berbeda dengan sistem keamanan yang baik.

16

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. ASET TET AP

Aset tetap terdiri dari:

2009

Saldo Awal

Penambahanl Reklasifikasi

Penguranganl Reklasifikasi

Saldo Akhir

Nilai Tereatat Tanah

Bangunan kantor, studio dan transmisi Peralatan bangunan dan studio Peralatan kantor dan perlengkapan Kendaraan

Sub-jumlah

69.602.116.741 84.417.668.967 750.228.744.379 73.970.086.549 31.967.963.017

1.010.186.579.653

6.242.166.650 353.078.390 30.000.000

6.625.245.040

852.129.931 6.456.664 28.200.000

886.786.595

69.602.116.741 84.417.668.967 755.618.781.098 74.316.708.275 31.969.763.017

1.015.925.038.098

Aset dalam penyelesaian

4.596.307.332 1.014.782.886.985

4.596.307.332

Jumlah Nilai Tereatat

6.625.245.040

886.786.595

1 .020.521.345.430

Akumulasi Penyusutan

Bangunan kantor, studio dan transmisi Peralatan bangunan dan studio Peralatan kantor dan perlengkapan Kendaraan

48.361.620.922 510.691.184.314 67.909.830.981 29.803.368.706

963.095.198 11.812.789.447 876.927.972 342.897.021

832.402.426 6.456.664 28.200.000

49.324.716.120 521 .671.571.335 68.780.302.289 30.118.065.727

Jumlah Akumulasi Penyusutan

656.766.004.923

13.995.709.638

867.059.090

669.894.655.471

Nilai Buku

358.016.882.062

350,626.689.959

2008
Penambahanl Penguranganl
SaldoAwal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhlr
- --_.- ._.-------
Nilai T ereatat
Tanah 69.602.116.741 69.602.116.741
Bangunan kantor, studio dan transmisi 82.781.364.024 82.781.364.024
Peralatan bangunan dan studio 789.023.282.933 5.543.955.877 66.395.161.514 728.172.077.296
Peralatan kantor dan perlengkapan 71.415.224.201 643.034.111 72.058.258.312
Kendaraan 31.219.081.199 121.200.000 31.340.281.199
--------
Sub-jumlah 1.044.041.069098 6.308.189.988 66.395.161.514 983.954.097.572
Aset dalam penyelesaian 4.598.392.332 4.598.392.332
--------- -~-~----
Jumlah Nilai Tereatat 1.048.639.461.430 6.308.189.988 66.395.161.514 988.552.489.904
Akumulasi Penyusutan
Bangunan kantor, studio dan transmisi 44.696.688.988 938.638.811 45.635.327.799
Peralatan bangunan dan studio 458.098.382.161 16072.386.191 4.402.492.760 469.768.275.592
Peralatan kantor dan perlengkapan 63.863.900.642 1.157.655.023 65021.555.665
Kendaraan 28.077.833.614 512.282.954 28.590.116.568
Jumlah Akumulasi Penyusutan 594.736.805.405 18.680.962.979 4.402.492.760 609.015.275.624
Nilai Buku 453.902.656.025 379.537,214.280 Penambahan nilai tercatat aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian aset tetap masing-masing sebesar Rp2.115.406.024 dan Rp1.092.490.1 07 pada tahun 2009 dan 2008.

17

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. ASET TETAP (Ianjutan)

Pembebanan penyusutan adalah sebagai berikut:

2009

Beban program dan penyiaran

Beban usaha - umum dan administrasi (Catatan 19)

Jumlah

2.031.976.632 11.963.733.006

13.995.709.638

2008

3.139.572.964 15.541.390.015

18.680.962.979

Aset tetap Anak perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (Catatan 8 dan 12) pada tahun 2009 dan atas hutang obligasi (Catatan 13) serta fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (Catatan 8) pad a tahun 2008.

Tanah, yang terletak di beberapa kota di Indonesia, seluas sekitar 274.670 meter persegi berupa Hak Guna Bangunan (HGB) masing-masing pada tahun 2009 dan 2008. HGB tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2010 sampai dengan 2034. Manajemen Anak perusahaan berkeyakinan bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

Laba (rugi) penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

Hasil penjualan Nilai buku

Laba (rugi) penjualan aset tetap

2009 25.900.000 19.727.506

6.172.494

Rincian aset dalarn penyelesaian adalah sebagai berikut:

2009

Peralatan bangunan dan studio Bangunan kantor, studio dan transmisi

Jumlah

4.113.749.196 482.558.136

4.596.307.332

2008

59.420.000.000 61.992.668.754

(2.572.668.754)

2008

4.115.834.196 482.558.136

4.598.392.332

Pada tanggal 31 Maret 2009, estimasi persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian sebesar 5% dari jumlah biaya yang dianggarkan.

Nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap Anak perusahaan, kecuali peralatan kantor dan perlengkapan, kendaraan tertentu dan aset dalam penyelesaian, pada tanggal 31 Desember 2008, yang dinyatakan dalam laporan penilaian dari penilai independen, PT Ujatek Baru, pada tang gal 6 Maret 2009 adalah sebesar Rp713.332.134.000, yang dinilai dengan menggunakan metode kalkulasi biaya (cost approach), kecuali tanah yang menggunakan metode perbandingan data pasar (market data approach).

Manajemen Anak perusahaan berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Anak perusahaan dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tetap tersebut.

18

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. ASET TETAP (Ianjutan)

Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kerugian karena kebakaran dan lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp86.851.156.500 dan US$107.543.409 pad a tanggal 31 Maret 2009. Manajemen Anak perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan lainnya. Manajemen Anak perusahaan menelaah nilai pertanggungan tersebut setiap tahun.

8. HUTANG BANK JANGKA PENDEK

Hutang bank jangka pendek terdiri dari:

2009

2008

Time Loan Revolving Pinjaman rekening koran

Jumlah

20.000.000.000 3.656.168.587

20.000.000.000 3.080.917.817

23.656.168.587

23.080.917.817

Anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit Time Loan Revolving dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan jumlah rnaksimurn sebesar Rp20.000.000.000 yang dipergunakan untuk tambahan modal kerja Anak perusahaan dalam rangka penyiaran kembali program acara sehubungan dengan selesainya pembangunan menara pemancar di Jakarta. Fasilitas Time Loan Revolving dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3% di atas suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka waktu satu bulan. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, saldo pinjaman ini masing-masing adalah sebesar Rp20.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 3 Agustus·2009.

Anak perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari BCA dengan jumlah maksimum sebesar Rp20.000.000.000. Pinjaman rekening koran dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3% di atas suku bunga SBI jangka waktu satu bulan. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, saldo pinjaman ini masing-masing adalah sebesar Rp3.656.168.5B7 dan Rp3.080.917.B17. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 3 Aqustus 2009.

Kedua fasilitas pinjaman jangka pendek ini dijamin secara pari passu dan pro-rata dengan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia Tbk, BCA dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (Catatan 12) pada tahun 2009 dan dijamin dengan tanah dan bangunan (Catatan 7) pada tahun 200B.

Anak perusahaan diharuskan, antara lain menjaga, memelihara dan mempertahankan rasio keuangan tertentu Anak perusahaan setiap saat.

Beban bunga atas hutang bank masing-masing sejumlah Rp680.512.332 dan Rp691.936.224 untuk periode 2009 dan 2008 dan disajikan sebagai bagian dari "Beban (Penghasilan) Lain-lain - Beban Bunga" pad a laporan laba rugi konsolidasi.

19

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. HUT ANG USAHA

Akun ini merupakan hutang pembelian program acara kepada pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:

2009

PT Tripar Multivision Plus PT Soraya Intercine Film PT MD Media

PT Gentabuana Paramita

Buena Vista International Inc., Amerika Serikat (US$376.643 pada tahun 2009 dan 2008) Warner Bros International, Amerika Serikat (US$262.820 pada tahun 2009 dan US$386.716 pada tahun 2008)

PT Rapi Film

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp3 miliar) (US$562.611 dan Rp3.268.444.469

pada tahun 2009 dan US$522.431 dan Rp6.234.843.027 pada tahun 2008)

Jumlah

59.868.714.762 38.940.000.000 20.935.663.870

5.467.600.000

4.359.639.831

3.042.141.500 1.510.000.000

9.780.667.720

143.904.427.683

Dikurangi: bag ian yang jatuh tempo lebih dari satu tahun

Bersih

143.904.427.683

10. HUTANG LAIN-LAIN

2008

109.557.688.560 16.910.100.000 11.676.576.800 2.055.000.000

3.471.516.227

3.564.363.676 9.125.000.000

11.050.090.291 167.410.335.554

(47.515.531.960) 119.894.803.594

Padatahun 2009, akun ini sejumlah Rp150.000.000.000 dan US$5.000.000 merupakan piniarnan jangka pendek Perusahaan kepada pihak ketiga dalam rangka pelunasan hutang pokok obligasi Anak perusahaan. Pada tahun 2009, beban bunga atas pinjaman tersebut sejumlah Rp14.881.911.11 0 dan disajikan sebagai bagian dari "Beban (Penghasilan) Lain-lain - Beban Bunga" pada laporan laba rugi konsolidasi.

11. PERPAJAKAN

Hutang pajak terdiri dari:

2009 2008

Pajak penghasilan Pasal21 Pasal23 Pasal26 Pasal 4 ayat 2

Pajak pertambahan nilai

Jumlah

1.001.704.964 958.289.950 521.284.741 31.159.508 6.793.612.779

9.306.051.942

20

1.517.801.237 72.982.983 442.817.568 2.770,080.488 15.562.393.495

20.366.075.771

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11, PERPAJAKAN (Ianjutan)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran rugi fiskal untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menu rut laporan laba rugi konsolidasi

Rugi (Iaba) Anak perusahaan sebelum

manfaat (beban) pajak penghasilan

Transaksi eliminasi

Laba (rugi) Perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan

Koreksi fiskal

Bagian atas rugi (laba) bersih Anak perusahaan Penghasilan bunga

Gaji dan kesejahteraan karyawan

Tambahan pembayaran pajak dan denda pajak

T aksiran rugi fiskal

Pajak penghasilan dibayar di muka - Perusahaan

Anak perusahaan

Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka periode berjalan

Tagihan pajak penghasilan - Perusahaan

Anak perusahaan

Jumlah

2009

(28.033.478.840)

29.212.160.832 (21.896.147.104)

(20.717.465.112) 19.657.825.398 (44.039.064) 70.275.876 554.309.171

(479.093.731 )

2.271.926.470 l.OOO.OOO

2.272.926.470.

2.271.926.470 1.000.000

2.272.926.470

2008

24.863.995.021

(23.255.167.068) 16.066.387.196

17.675.215.149

(18.310.795.377) (34.608.672) 79.899.900

(590.289.000)

2.036.701.674

2.036.701.674

2.036.701.674

2.036.701.674

Tagihan pajak penghasilan tersebut di atas masing-masing sejumlah Rp2.272.926.470 dan Rp2.036.701.674 pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, disajikan sebagai bagian dari "Tagihan Pajak Penghasilan" pada neraca konsolidasi.

Menurut peraturan perpajakan di Indonesia, rugi fiskal dapat dikompensasi maksimum selama lima tahun.

Pada tanggal 19 Maret 2008, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Penghasilan (PPh) pasal 23 untuk tahun pajak 2006 sejumlah Rp25.328.892 dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2006 sejumlah Rp7.830.000 kepada Perusahaan.

Pada tanggal 13 Agustus 2008, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) PPh pasal 21 untuk tahun pajak 2007 sejumlah Rp18.935.556 kepada Perusahaan.

21

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pad a Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. PERPAJAKAN (Ianjutan)

Pada tang gal 20 Februari 2009, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan SKPLB untuk PPh Badan 2007 sejumlah Rp880.700 serta SKPKB untuk PPh pasal 21 sejumlah Rp297.862.513 dan PPh pasal 23 sejumlah Rp256.446.658 untuk tahun pajak 2007. Perusahaan akan mengajukan keberatan atas SKPKB PPh pasal 21 dan 23 untuk tahun pajak 2007 tersebut.

Pad a tanggal 17 April 2007, Anak perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB untuk PPh pasal 26 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak (BKP) Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean serta STP PPN terkait yang diterbitkan untuk tahun pajak 2005.

Pad a tanggal 14 Desember 2007, keberatan STP PPN atas Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean untuk tahun pajak 2005 Anak perusahaan sebesar Rp68.563.736 telah diterima.

Pada tanggal 18 Desember 2007, Anak perusahaan menerima surat Penolakan atas Keberatan SKPKB PPN atas Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean untuk tahun pajak 2005 sejumlah Rp430.750.255, dan pada tanggal 11 Maret 2008, Anak perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak.

Pada tanggal 14 Maret 2008, Anak perusahaan menerima surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak yang menetapkan menerima sebagian dari keberatan SKPKB PPh pasal 26 untuk tahun pajak 2005 sejumlah Rp185.403.780 dan pada tanggal 3 Juni 2008, Anak perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan yang belum diterima sejumlah Rp430.750.254.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasi, belum ada hasil atas pengajuan

kedua banding tersebut di atas. .

Pada tanggal 24. April 2008, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan SKPLB untuk PPh Badan tahun 2006 sejumlah Rp991.856.383 kepada Anak perusahaan. Pada tanggal yang sama, Direktur Jenderal Pajak juga menerbitkan SKPKB untuk PPh pasal 21 , 23, 26, PPh final pasal 4 ayat (2) dan PPN serta STP PPN untuk tahun pajak 2006 sejumlah Rp611.678.385 kepada Anak perusahaan.

Pada tahun 2005, Anak perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB dan STP tahun pajak 2002 dan 2003, dengan rincian sebagai berikut:

Pajak
Pertambahan
PPh pasal23 PPh pasal26 Nilai Jumlah
Tahun Fiskal
2003 393.156.014 3.552.725.126 2.497.951.972 6.443.833.112
2002 146.258.573 1.234.377.058 800.746.788 2.181.382.419
Jumlah 539.414.587 4.787.102.184 3.298.698.760 8.625.215.531 Jumlah yang diajukan keberatan sebesar Rp8.625.215.531 telah dibayar oleh Anak perusahaan pad a tahun 2005. Pada tahun 2006 keberatan tersebut ditolak dan Anak perusahaan telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak sejumlah Rp8.483.229.587 dan berdasarkan Putusan Pengadilan Pajak pada tanggal 14 Desember 2007 permohonan banding diterima seluruhnya. STP PPN Barang dan Jasa tahun pajak 2002 dan 2003 Anak perusahaan sejumlah Rp141.985.944 telah dihapuskan oleh Direktur Jenderal Pajak secara jabatan pada akhir Maret 2008.

22

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. PERPAJAKAN (Ianjutan)

Perusahaan akan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh Badan untuk tahun buku 2008 ke Kantor Pajak. Anak perusahaan telah melaporkan SPT PPh Badan untuk tahun buku 2008 ke Kantor Pajak.

Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan adalah sebagai berikut:

2009

Pengaruh beda temporer pada tarif pajak maksimum (23 % untuk tahun 2009 dan 30% untuk tahun 2008)

Rugi (Iaba) fiskal

Penyusutan dan rugi atas penjualan aset tetap

Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan

8.214.409.862 (790.146.720)

7.424.263.142

2008

(5.969.389.824) (2.387.539.727)

(8.356.929.551 )

Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum manfaat (be ban) pajak penghasilan, dengan jumlah manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

2009

Laba (rugi) Perusahaan sebelum

manfaat (beban) pajak penghasilan

Manfaat (beban) pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku

Pengaruh pajak atas bed a tetap:

Penghasilan bunga

Bagian atas laba (rugi) bersih Anak perusahaan Gaji dan kesejahteraan karyawan

Tambahan pembayaran pajak dan denda pajak

Manfaat (beban) pajak penghasilan -

Perusahaan

Anak perusahaan

Beda temporer karena akuisisi

Manfaat (beban) pajak penghasilan - bersih

(20.7~ 7 .465.112)

4.765.016.976

10.128.985 (4.521.299.843) (16.163.451 ) (127.491.109)

110.191.558 7.985.568.096 (671.496.512)

7.424.263.142

2008

17.675.215.149

(5.302.564.545)

10.382.602 5.493.238.613 (23.969.970)

177.086.700 (7.860.693.797) (673.322.454)

8.356.929.551

2009

Pengaruh pajak atas beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal adalah sebagai berikut:

2008

Aktiva pajak tangguhan Rugi fiskal

Aset tetap

Piutang usaha

Imbalan kerja - aktuaria

Jumlah aktiva pajak tangguhan

194.883.335.498 24.288.284.416 1.390.010.869 926.607.607

221.488.238.390

23

196.389.382.427 23.011.173.502 1.390.010.869 613.912.751

221.404.479.549

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. PERPAJAKAN (Ianjutan)

2009

2008

Kewajiban pajak tangguhan Persediaan

Jumlah kewajiban pajak tangguhan

9.334.824.918

10.366.204.362 10.366.204.362

9.334.824.918

Aktiva pajak tangguhan - bersih

212.153.413.472

211.038.275.187

Manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berpendapat bahwa aktiva pajak tangguhan yang timbul dari rugi fiskal dan bed a temporer dapat direalisasikan pada periode-periode mendatang.

12. HUTANG BANK JANGKA PANJANG

Hutang bank jangka panjang terdiri dari:

2009

2008

PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

Jumlah

225.000.000.000 135.000.000.000 90.000.000.000

450.000.000.000

Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

(100.000.000.000)

Hutang bank jangka panjang-setelah dikurangi

bag ian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

350.000.000.000

Anak perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank Niaga) dengan jumlah pokok maksimum masing-masing sebesar Rp250.000.000.000, Rp150.000.000.000, dan Rp100.000.000.000 berdasarkan perjanjian kredit dengan masing-masing bank pada tanggal 6 Agustus 2008, yang dipergunakan untuk pelunasan hutang pokok Obligasi I Indosiar Tahun 2003 dengan Tingkat Bunga Tetap yang jatuh tempo pada tanggal8 Agustus 2008 (Catatan 13).

Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan yang bervariasi untuk masing-masing bank berkisar antara 11 ,29% sampai dengan 16% untuk periode 2009. Pembayaran bunga dilakukan setiap bulan sedangkan pembayaran pokok dilakukan setiap tiga bulan. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 6 Agustus 2013.

Fasilitas pinjaman ini secara bersama-sama dijamin dengan piutang usaha (Catatan 4), persediaan program (Catatan 6), aset tetap (Catatan 7) dan gadai sebagian saham milik Perusahaan yang diberikan secara pari passu dan pro rata.

24

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

Tanpa persetujuan tertulis dari masing-masing bank, Anak perusahaan tidak diperbolehkan, antara lain:

1. Mengikatkan diri sebagai penanggung/penjamin dan/atau mengagunkan harta kekayaan Anak perusahaan kepada pihak lain;

2. Meminjamkan uang dengan jumlah lebih dari Rp5.000.000.000 atau nilai ekuivalennya dalam mata uang lain dalam satu tahun buku kecuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari;

3. Menjual atau melepaskan harta tidak bergerak atau harta kekayaan utama dalam menjalankan usahanya dengan jumlah yang melebihi Rp50.000.000.000 atau nilai ekuivalennya dalam mata uang lainnya per transaksi, keeuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari;

4. Melakukan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham kecuali memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Membagikan dividen 5% sampai 10% dari total lab a bersih, jika perolehan laba bersih lebih keeil dari Rp100.000.000.000;

b. Membagikan dividen sebesar 11 % sampai 15% dari total laba bersih, jika perolehan laba bersih lebih besar atau sama dengan Rp100.000.000.000.

Selain itu, Anak perusahaan diharuskan, antara lain menjaga, memelihara dan mempertahankan rasio keuangan tertentu Anak perusahaan setiap saat.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Anak perusahaan tanggal 18 Maret 2009, pemegang saham Anak perusahaan menyetujui, antara lain, menyetujui terlebih dahulu secara bersyarat atas pengalihan hak atas sebagian saham Anak perusahaan, dalam bentuk dan tindakan apapun, yang akan terjadi dan merupakan sebagai akibat yang timbul sehubungan dengan telah dilakukannya gadai 800.000.000 saham, dengan nilai nominal sebesar Rp200.000.000.000 milik Perusahaan dalam Anak perusahaan guna menjamin pemenuhan ·kewajiban-kewajiban Anak perusahaan berdasarkan fasilitas-fasilitas kredit yang telah maupun yang akan diperoleh baik dari BeA, Bank Panin, Bank Niaga, maupun dari lembaga-Iembaga perbankan dan/atau keuangan dan/atau pihak-pihak ketiga lainnya, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

Beban bunga atas hutang bank yang dibebankan adalah sebesar Rp16.650.736.805 untuk periode 2009 dan disajikan sebagai bag ian dari "Beban (Penghasilan) Lain-lain - Beban Bunga" pada laporan laba rugi konsolidasi.

13. HUTANG OBLIGASI

Hutang obligasi terdiri dari:

2009 2008

Nilai nominal 696.207.050.000

Dikurangi:

Diskonto obligasi - setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi sebesar Rp109.035.971.162

pad a tahun 2008 (12.800.262.588)

Biaya emisi obligasi ditangguhkan - setelah

dikurangi dengan akurnulasi amortisasi

sebesar Rp6.763.055.711 pada tahun 2008 (483.075.421)

Bersih 682.923.711.991

25

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuall dinyatakan lain)

13. HUTANG OBLIGASI (Ianjutan)

Pada tanggal 8 Agustus 2003, Anak perusahaan menerbitkan obligasi yang diberi nama Obligasi I Indosiar Tahun 2003 dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi) dengan nilai pokok sebesar Rp696.207.050.000 dan disertai pula dengan penerbitan waran seri II sebanyak 521.160.706 waran yang diberikan secara cuma-cuma. Satu satuan Obligasi yang bernilai nominal Rp175.000 ditawarkan sebesar 82,50% dari nilai pokoknya atau Rp144.375. Hasil penerbitan Obligasi adalah sebesar Rp574.370.816.250 dengan diskonto obligasi sebesar Rp121.836.233.750 dan biaya emisi Obligasi sebesar Rp7.246.131.132. Obligasi berjangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 8 Agustus 2008. Obligasi dikenakan suku bunga tetap sebesar 12,80% per tahun, yang akan dibayar secara triwulanan.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 Agustus 2004, pemegang saham Perusahaan menyetujui, antara lain, penerbitan Waran Seri I Perusahaan sebanyak-banyaknya 521.160.706 waran untuk menggantikan Waran Seri II Anak perusahaan yang diterbitkan kepada pemegang Waran Seri II Anak perusahaan dengan harga, syarat dan kondisi yang sama dengan Waran Seri II Anak perusahaan (Catatan 1a).

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan No. 37 tanggal 29 September 2005, satuan pemindahbukuan obligasi berubah dari Rp175.000 menjadi Rp1,00 sehubungan dengan perubahan satuan pemindahbukuan obligasi di Bursa Efek Surabaya.

Penerbitan Obligasi dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 93 tanggal 26 Mei 2003 antara Anak perusahaan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang bertindak selaku wali amanat. Akta Perjanjian Perwaliamanatan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 11 tanggal 18 Oktober 2006, menqenai perubahan perbandingan antara pendapatan bersih sebelurn beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi terhadap beban bunga dan perubahan nilai jaminan.

Hasil penerbitan Obligasi tersebut setelah dikurangi biaya emisi obligasi, akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit investasi yang diperoleh dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp296.000.000.000 dan sisanya akan digunakan untuk membiayai rencana ekspansi dan pengembangan usaha dan modal kerja Anak perusahaan. Sedangkan dana yang akan diperoleh dari hasil konversi waran seri II, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Anak perusahaan.

Pada tahun 2008, Obligasi dijamin dengan piutang usaha (Catatan 4), persediaan (Catatan 6), serta peralatan dan perlengkapan studio (Catatan 7), dengan nilai jaminan tidak kurang dari 100% dari pokok obligasi yang terhutang.

Selama belum dilunasinya seluruh pokok hutang obligasi dan bunganya, tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Anak perusahaan (IVM) tidak diperbolehkan, antara lain:

a. Membayar dividen melebihi ketentuan dalam kebijakan dividen kas yang tercantum dalam prospektus IVM tanggal 12 Maret 2001, dim ana dividen kas akan dibagikan berkisar antara 5% sampai dengan 10% dari laba bersih IVM apabila laba bersih IVM di bawah Rp100 rniliar dan berkisar antara 11 % sampai dengan 15% dari laba bersih IVM apabila laba bersih IVM sama atau di atas Rp100 miliar;

b. Memberikan pinjaman, kecuali pinjaman yang diberikan kepada karyawan dan koperasi karyawan IVM, pinjaman yang sudah ada sebelum perjanjian perwaliamanatan ditandatangani, pinjaman dalam rangka kegiatan us aha, dan pinjaman kepada anak perusahaan yang kepemilikan saham IVM dalam anak perusahaan tersebut tidak kurang dari 51% dan anak perusahaan memiliki kegiatan usaha yang terkait dengan kegiatan usaha IVM, dan sepanjang pinjaman tersebut diberikan dengan syarat dan ketentuan yang tidak merugikan IVM dan dilakukan berdasarkan harga pasar yang wajar;

26

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. HUTANG OBLIGASI (Ianjutan)

c. Bertindak sebagai penanggung atas kewajiban pihak lain kecuali kepada anak perusahaan;

d. Menjual atau mengalihkan seluruh atau sebagian sebesar 50% atau lebih dari harta kekayaan IVM;

e. Melakukan penggabungan, konsolidasi dan peleburan, kecuali dengan anak perusahaan atau afiliasinya atau dengan perusahaan lain sepanjang tidak mengurangi kemampuan IVM untuk memenuhi kewajibannya terhadap pemegang obligasi;

f. Melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan dalam Anggaran Dasar IVM pada saat ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan.

Selain itu, Anak perusahaan diharuskan, antara lain pada setiap saat keadaan keuangan Anak perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Anak perusahaan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran yang terakhir yang diserahkan kepada wali amanat, harus memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain, memelihara rasio jumlah pinjaman bersih terhadap ekuitas tidak lebih dari 200% dan perbandingan antara pendapatan bersih sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi dengan beban bunga tidak kurang dari 200%.

Pada tanggal 9 Agustus 2006, Anak perusahaan mengadakan RUPO dan para pemegang obligasi telah menyetujui, antara lain:

a. mengesampingkan tidak tercapainya rasio keuangan perbandingan antara pendapatan bersih sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi dengan beban bunga tidak kurang dari 200% sejak periode Desember 2005 sampai dengan B Agustus 200B, dengan kompensasi berupa denda;

b. mengubah perbandingan antara pendapatan bersih sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi dengan beban bunga tidak kurang dari 200% menjadi perbandingan antara laba usaha sebelum amortisasi dan depresiasi dengan beban bunga tidak kurang dari 150%. Amortisasi termasuk amortisasi program yang ditayangkan namun tidak mempengaruhi arus kas di tahun berjalan. Akibat perubahan rasio ini, nilai jaminan akan ditambah dari 75% menjadi 100% dari pokok obligasi yang terhutarig.

Pada bulan Mei 200B, Anak perusahaan telah membayarkan kompensasi denda sejumlah Rp2.436.724.675 atau 0,35% dari nilai nominal obligasi terhutang atas tidak tercapainya perbandingan antara laba usaha sebelum amortisasi dan depresiasi terhadap beban bunga untuk periode Juli sampai dengan Desember 2007.

Sampai dengan tang gal pelunasan hutang obligasi, Anak perusahaan memiliki rasio jumlah pinjaman bersih terhadap ekuitas tidak lebih dari 200% serta perbandingan antara laba usaha ditambah depresiasi dan amortisasi (termasuk amortisasi program yang ditayangkan namun tidak mempengaruhi arus kas di tahun berjalan) terhadap beban bunga tidak kurang dari 150%.

Beban bunga obligasi sejumlah Rp30.739.21B.507 untuk periode 200B, disajikan sebagai bag ian dari "Behan (Penghasilan) Lain-lain - Beban Bunga" pada laporan laba rugi konsolidasi.

Pada tanggal 8 Agustus 200B, Anak perusahaan telah melakukan pembayaran untuk pelunasan hutang pokok obligasi, termasuk kewajiban bunganya.

27

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. MODAL SAHAM

Para pemegang saham dan pemilikan sahamnya pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

2009

Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh

Persentase Pemilikan

PT Prima Visual indo Citibank Singapore

PT Dinamika Usaha Jaya Masyarakat

(masing-masing di bawah5%)

Jumlah

551.708.684 172.165.871 103.073.000

27,2366% 8,4994% 5,0885%

1 .198.666.264 2.025.613.819

59,1755%

100,0000%

2008

Jumlah

137.927.171.000 43.041.467.750 25.768.250.000

299.666.566.000 506.403.454.750

Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh

Persentase Pemilikan

PT Prima Visualindo Citibank Singapore Masyarakat

(masing-masing di bawah 5%)

Jumlah

551.708.684 172.165.871

27,2366% 8,4994%

1.301.739.096 2.025.613.651

64,2640%

100,0000%

Jumlah

137.927.171.000 43.041.467.750

325.434.774.000 506.403.412.750

Selama tahun 2008, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh bertambah sejumlah 168 saham yang merupakan hasil pelaksanaan waran seri I. Pada tanggal 7 Agustus 2008, waran seri I Perusahaan sejumlah 521.160.490 waran tidak berlaku lagi (kadaluarsa) (Catatan 13).

15. T AMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

Akun ini merupakan selisih antara jumlah harga jual dengan jumlah nilai nominal saham yang ditawarkan kepada masyarakat setelah dikurangi dengan seluruh beban yang berhubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan, dan selisih antara jumlah harga pelaksanaan waran dengan jumlah nilai nominal saham serta selisih antara jumlah nilai wajar pelaksanaan opsi saham dengan jumlah nilai nominal saharn. Rinciannya adalah sebagai berikut:

2009

Agio saham atas:

Penawaran umum perdana Pelaksanaan waran seri I (Catatan 1 a dan 13) Pelaksanaan opsi pemilikan saham karyawan (Catatan 22)

Seban emisi saham

Bersih

188.398.049.564

81.000

14.448.978.200 (1.594.397.980)

201.252.710.784

28

2008

188.398.049.564

18.000

14.448.978.200 (1.594.397.980)

201.252.647.784

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI

Pada tanggal 23 Januari 2004, Perusahaan membeli saham Anak perusahaan yang dimiliki oleh PT Prima Visualindo (PV), sejumlah Rp137.927.171.000 yang terdiri atas 551.708.684 saham dengan nilai nominal Rp250 dengan persentase kepemilikan sebesar 27,74%. Transaksi ini merupakan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dimana PV juga merupakan pemegang saham Perusahaan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.

Selisih antara biaya perolehan dan nilai buku Anak perusahaan pada saat perolehan sebesar Rp67.387.705.202 dan dicatat sebagai "Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali" yang disajikan sebagai akun Ekuitas sesuai PSAK 38.

Pada bulan Oktober 2004, sehubungan dengan transaksi pertukaran (inbreng) saham Anak perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham Anak perusahaan dengan saham baru yang dikeluarkan oleh Perusahaan melalui prosedur penawaran umum hanya kepada pemegang saham Anak perusahaan (Catatan 1a), kepemilikan saham PV di Perusahaan terdilusi dari 99,99% menjadi 27,74%, sebagai akibat transaksi pertukaran saharn Anak perusahaan seperti yang dijelaskan di atas, namun terdapat kondisi-kondisi yang menyebabkan Perusahaan dan PV masih merupakan entitas sepengendali.

Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, persentase kepemilikan saham PV di Perusahaan masing-masing adalah sebesar 27,24%.

17. DIVIDEN KAS

Dalam rapat umum tahunan pemegang saham Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 23 Mei 2008, para pemegang saham menyetujui antara lain tidakada pembagian dividen kas untuk tahun buku 2007 karena Perusahaan mengalami kerugian.

18. PENDAPATAN BERSIH

. .

pendapatan bersih Anak perusahaan terutama merupakan pendapatan iklan dari air time dan non air time (Catatan 24).

Pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan bersih adalah pendapatan yang diperoleh dari PT Wira Pamungkas Pariwara, pihak ketiga, sebesar 28% dari jumlah pendapatan bersih pada periode 2009 dan dari PT Wira Pamungkas Pariwara dan PT Dwi Sapta Pratama Advertising, pihak ketiga, masing-masing sebesar 20% dan 11 % dari jumlah pendapatan bersih pad a periode 2008.

19. BEBAN USAHA

Akun ini terdiri dari:

2009

2008

Program dan penyiaran:

Amortisasi dan beban langsung persediaan program Sewa transponder (Catatan 20c)

Jumlah

103.962.100.650 1 .116.093.750

105.078.194.400

74.589.693.245 864.281.250

75.453.974.495

29

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN USAHA (Ianjutan)

2009

Umum dan administrasi:

Gaji dan kesejahteraan karyawan (Catatan 21 ) Penyusutan (Catatan 7)

Utilitas

Perbaikan dan pemeliharaan Sewa

Promosi

Lain-lain

Jumlah

Jumlah Beban Usaha

25.762.029.467 11.963.733.006 4.961.931.601 2.166.735.032 2.442.456.590 1.153.847.875 6.148.229.084

54.598.962.655 159.677.157.055

20. I KAT AN DAN KONTIJENSI

2008

25.103.668.152 15.541.390.015 4.714.949.712 3.091.069.229 1.282.632.907 2.220.934.938 5.905.839.319

57.860.484.272 133.314.458.767

Anak perusahaan mengadakan perjanjian-perjanjian penting dengan pihak-pihak sebagai berikut: a. Perjanjian dengan Condor Entertainment B.V., Belanda (CONDOR)

Mulai 1 Januari 1995, CONDOR memberikan izin kepada Anak perusahaan untuk memasukkan dan menggunakan merek dagangnya sebagai bagian dari logo Anak perusahaan dan menggunakannya semata-mata untuk pemberian jasa dalam wilayah Indonesia (termasuk alat tulis, barang promosi dan material lainnya) sampai tanggal 28 Februari 2027. Sebagai imbalan,

Anak perusahaan membayar sejumlah US$675.000 (Rp1.557,9 juta) yang dicatat dalam akun aktiva tidak berwujud. Sejak tahun 2002, aktiva tidak berwujud ini telah diamortisasi seluruhnya.

b. Perjanjian dengan Yayasan Televisi Republik Indonesia

Berdasarkan Perjanjian Penunjukan Pelaksana Siaran Televisi Swasta Urnum antara Anak perusahaan dengan Yayasan Televisi Republik Indonesia (Yayasan TVRI) tanggal 7 Desember 1994 (Perjanjian), Anak perusahaan menerima penunjukan untuk melaksanakan siaran televisi. Perjanjian tersebut berlaku untuk 20 tahun terhitung sejak tanggal Perjanjian sampai dengan 6 Desember 2014 atau selama Yayasan TVRI tidak menyelenggarakan siaran niaga, yang mana yang tercapai lebih dahulu, Anak perusahaan bersedia memberikan penghasilan sebesar 12,5% atas penerimaan dari hasil siaran niaga, setelah dikurangi biaya komisi dan/atau diskon dan pajak serta penjualan materi siaran dan keuntungan penjualan buku-buku program setelah dikurangi pajak-pajak (Penghasilan) kepada Yayasan TVRI.

Pada tanggal 19 Oktober 2001, Perusahaan Jawatan Televisi Republik Indonesia (Perjan TVRI) (yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 (PP No. 36/2000) tanggal 7 Juni 2000) mengadakan pertemuan dengan lima direksi stasiun televisi swasta (termasuk direksi Anak perusahaan). Hasil dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengakhiri kesepakatan yang tertuang dalam Perjanjian beserta perubahannya antara TVRI dan Anak perusahaan serta Stasiun Penyiaran Televisi Swasta lainnya.

2. Kesepakatan "cut off date" pembayaran dan pembagian penghasilan setelah Desember 1999 akan dibicarakan lebih lanjut antara TVRI dengan masing-masing/bersama Stasiun Televisi Swasta.

30

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. IKATAN DAN KONTIJENSI (lanjutan)

b. Perjanjian dengan Yayasan Televisi Republik Indonesia (Ianjutan)

Pada tahun 2002, Perjan TVRI yang diwakili penasehat hukumnya mengajukan dua somasi kepada Anak perusahaan. Somasi kedua tanggal 10 Januari 2002 antara lain menyatakan bahwa terhitung hingga tanggal 19 Oktober 2001, jumlah kewajiban Anak perusahaan adalah Rp98.844.099.017, yang berhubung dengan adanya cicilan pembayaran dari Anak perusahaan pada bulan Desember 2001 sebesar Rp2.620.128.736 menjadi Rp96.223.970.281. Karena tidak sependapat dengan somasi tersebut, manajemen Anak perusahaan tidak memenuhi kewajiban yang diajukan.

Pada tanggal 14 Februari 2002, Perjan TVRI menggugat Anak perusahaan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bahwa Anak perusahaan tidak melakukan kewajibannya sesuai dengan Perjanjian. Namun, pada tang gal 6 Maret 2002, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan perkara tersebut di atas dicabut berdasarkan surat pemohonan pencabutan gugatan oleh Perjan TVRI melalui penasehat hukumnya pada tanggal yang sama.

Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002 tanggal 17 April 2002 menetapkan pengalihan bentuk Perjan TVRI menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Manajemen dan penasehat hukum Anak perusahaan berpendapat bahwa Anak perusahaan tidak mempunyai kewajiban hukum apapun terhadap Perjan TVRI/Persero karena Yayasan TVRI telah melakukan siaran niaga. Selain itu berdasarkan PP No. 36/2000 tentang Pendirian Perjan TVRI, Yayasan TVRI secara yuridis tidak mempunyai kewenangan lagi untuk menyelenggarakan kegiatan penyiaran TVRI, termasuk menerima pembayaran pembagian penghasilan hasil siaran niaga dari stasiun televisi swasta, khususnya Anak perusahaan. Lebih lanjut berdasarkan Perjanjian beserta perubahan-perubahannya terbukti secara yuridis Perjanjian tersebut disepakati dan ditandatangani oleh Anak perusahaan dengan Yayasan TVRI, bukan dengan Perjan TVRI/Persero. Dalam hal ini, pengalihan kepada pihak ketiga juga harus disetujui secara tertulis oleh Anak perusahaan dan Yayasan TVRI, sebagaimana yang disyaratkan dalam pasal 22 Perjanjian. Anak perusahaan tidak pernah memberikan persetujuan dalam bentuk apapun kepada Yayasan TVRI untuk mengalihkan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh Yayasan TVRI dalam Perjanjian besertaperubahan-perubahannya kepada pihak manapun, termasuk kepada Perjan TVRI/Persero.

Pada tanggal 10 Juli 2002, Anak perusahaan melakukan pembayaran alas pembagian penghasilan untuk Yayasan TVRI sejumlah Rp21.4S0.333.387 unluk periode 1 Januari 2000 sampai dengan 6 Juni 2000 (tanggal terakhir sebelum pendirian Perjan TVRI). Pada tahun 2003, Anak perusahaan juga telah melakukan pembayaran alas denda pembagian penghasilan unluk Yayasan TVRI sejumlah Rp14.369.933.7S4. Atas pembayaran denda tersebut, Perjan TVRI telah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa Anak perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan Perjanjian, oleh karena itu Anak perusahaan tidak mencatat beban masih harus dibayar atas pembagian penghasilan, selain yang sudah dibayarkan pada tahun 2003 dan 2002.

Berdasarkan surat PT Televisi Republik Indonesia (Persero) (TVRI) No. TVRI/1.1/372/V/2004 yang bertanggal 12 Mei 2004, kepada Kepala Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara Jakarta V, manajemen TVRI telah mengalihkan penagihan piutangnya terhadap Anak perusahaan sejumlah Rp78.066.128.129, terdiri at as hutang pokok sejumlah Rp44.864.262.926 dan hutang denda sejumlah Rp~3.201.86S.203, kepada Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara Jakarta V.

31

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pad a Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. IKATAN DAN KONTIJENSI (Ianjutan)

b. Perjanjian dengan Yayasan Televisi Republik Indonesia (lanjutan)

Pada tang gal 7 September 2006, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia menggugat Anak Perusahaan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa Anak perusahaan tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan Perjanjian sejumlah Rp7B.066.12B.12B. Akan tetapi pada tanggal 23 April 2007, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam sidangnya yang terbuka untuk umum, telah memutuskan bahwa gugatan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia terhadap Anak perusahaan ditolak seluruhnya oleh hakim.

Terhadap putusan Pengadilan Negeri di atas, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia telah mengajukan banding atas perkara tersebut. Pada tanggal 7 Juli 200B, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Relaas Pemberitahuan lsi Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tanggal 2 Juni 200B yang inti amarnya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 23 April 2007 di atas.

Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia telah mengajukan Memori Kasasi ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dan selanjutnya Anak perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori Kasasi yang diterima PN Jakarta Pusat pada tanggal 26 Agustus 200B. Sampai dengan tang gal laporan keuangan konsolidasi, Anak perusahaan masih dalam proses menunggu hasil putusan dari Mahkamah Agung.

Pada tanggal 31 Maret 2009, Anak perusahaan tidak melakukan pencadangan atas kemungkinan kerugian terhadap gugatan l.ernbaqa Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia, karena berdasarkan pendapat manajemen dan penasehat hukum Anak perusahaan, Anak perusahaan dalam posisi hukum yang kuat.

c. Perjanjian dengan PT Indosat Tbk (dahulu PT Satelit Palapa Indonesia)

Pada tanggal 21 Agustus 1996, Anak perusahaan mengadakan perjanjian sewa seperempat transponder Satelit Palapa C NO.9 dengan PT Satelit Palapa Indonesia, sekarang PT Indosat Tbk (Indosat), yang kemudian diperbaharui dengan perjanjian tanggal 13 Desember 2005, mengenai perpanjangan sewa sampai dengan tanggal 17 Maret 2010. Biaya sewa tahunan yang dibebankan oleh Indosat adalah sebesar US$375.000. Sewa transponder yang dibebankan pada operasi adalah sebesar Rp1.116.093.750 untuk periode 2009 dan RpB64.2B1.250 untuk periode 200B (Catatan 19).

d. Perjanjian dengan PT Eishinta Jakarta Televisi

Pada tanggal 6 Maret 200B, Anak perusahaan mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan PT Eishinta Jakarta Televisi dengan jangka waktu sewa selama 4 (empat) tahun. Biaya sewa tahunan yang dibebankan adalah sebesar Rp7.000.000.000. Biaya sewa yang dibebankan pada operasi adalah sebesar Rp1.750.000.000 dan Rp5B3.333.333, masing-masing pada periode 2009 dan 200B.

e. Perjanjian dengan PT Bank Central Asia Tbk

Pada tanggal 6 Agustus 200B, Perusahaan mengadakan perjanjian gadai saham dengan PT Bank Central Asia Tbk selaku Agen Jaminan mewakili SCA, Bank Niaga dan Sank Panin sebagaimana telah diperbaharui pada tanggal 23 Maret 2009, untuk menjamin pemenuhan kewajiban Anak perusahaan dalam rangka perolehan fasilitas pinjaman yang dipergunakan untuk pelunasan hutang pokok Obligasi yang diterbitkan oleh Anak perusahaan. Perusahaan menggadaikan sebagian saham Anak perusahaan yang dimilikinya.

32

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. 1M BALAN KERJA

Anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang memenuhi syarat. Program dana pensiun Anak perusahaan dikelola secara terpisah oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Indolife Pensiontama (IP), yang pendiriannya telah disetujui oleh Menteri Keuangan berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-083/KM.17/2000 tanggal 28 Februari 2000.

luran pensiun kepada IP yang dibebankan pada "Beban Umum dan Administrasi - Gaji dan Kesejahteraan Karyawan" sebesar Rp795.627.389 dan Rp794.861.284 masing-masing pad a periode 2009 dan 2008.

Pada tanggal 31 Desember 2008, Anak perusahaan menghitung penyisihan imbalan pasca-kerja sesuai dengan PSAK 24 Revisi. Penyisihan tersebut berdasarkan perhitungan aktuaris yang dilakukan oleh PT Binaputera Jaga Hikmah, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 6 Maret 2009 dengan menggunakan metode "Projected-Unit-Credit" dengan mempertimbangkan beberapa asumsi, antara lain sebagai berikut:

31 Desember 2008

Tingkat diskonto : 11,5% per tahun

Tingkat kenaikan gaji tahunan : 7,0% per tahun

Tingkat mortalitas : Tabel Mortalita Indonesia 1999 (TMI-II)-1999

Usia pensiun : 55 tahun

Komponen kewajiban imbalan kerja karyawan serta be ban imbalan kerja karyawan, adalah sebagai . berikut:

31 Desember 2008

Nilai kini kewajiban imbalan kerja Nilai wajar aktiva program

Posisi pendanaan .

Biaya jasa lalu yang belum diakui - yang belum menjadi hak Keuntungan aktuarial yang belum diakui

Nilai bersih kewajiban imbalan kerja

(40.636.145.495) 42.120.735.231

1.484.589.736 4.258.505.876 (8.831.787.634)

(3.088.692.022)

Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut:

31 Desember 2008

Saldo awal tahun Beban imbalan kerja Pembayaran manfaat

Saldo akhir tahun

(2.046.375.836) (3.872.104.285) 2.829.788.099

(3.088.692.022)

33

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. 1M BALAN KERJA (Ianjutan)

Jumlah beban imbalan kerja adalah sebagai berikut:

31 Desember 2008

Beban jasa kini Beban bunga

Hasil aktiva program yang diharapkan

Amortisasi biaya jasa lalu - yang belum menjadi hak

Jumlah beban imbalan kerja

3.347.648.123 3.899.965.588 (3.665.023.231 )

289.513.805

3.872.104.285

Pada tanggal 31 Maret 2009, Anak perusahaan mencatat nilai bersih kewajiban imbalan kerja sebesar Rp3.088.692.022 yang disajikan sebagai " Hutang Tidak Lancar - Lain-lain" pad a neraca konsolidasi tahun 2009.

22. OPSI PEMILIKAN SAHAM KARYAWAN

Pada tanggal 12 Maret 2004, ESOP Anak perusahaan telah berlaku secara efektif. Jumlah hak opsi saham karyawan yang diberikan sejumlah 99.458.000 hak opsi dim ana setiap 1 hak opsi memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Anak perusahaan dengan harga pelaksanaan Rp500. Karyawan dapat melaksanakan hak opsinya pad a tanggal 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2006. Namun apabila ada hak opsi saham karyawan yang tidak dilaksanakan dan dikembalikan maka hak opsi tersebut akan ditampung dalam cadangan ESOP. Cadangan ESOP tersebut akan dibagikan pad a bulan Januari 2007 dengan batas waktu pelaksanaan hak opsi sampai

. denqan tanggal31 Desember 2007.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa tang gal 29 Juli 2004, pemegang saham Anak perusahaan menyetujui, antara lain untuk mengalihkan program ESOP Anak perusahaan ke Perusahaan (Catatan 1 a).

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 Agustus 2004, pemeqanq saham Perusahaan menyetujui, antara lain untuk menerbitkan ESOP sebanyak-banyaknya 99.458.000 saham kepada karyawan Perusahaan yang berasal dari karyawan Anak perusahaan yang berhak atas opsi dan kepada karyawan Anak perusahaan yang berhak, dengan harga, syarat dan kondisi yang sama dengan ESOP yang dikeluarkan oleh Anak perusahaan (Catatan 1 a).

Beban kompensasi sebesar Rp13.832.618.638 ditentukan berdasarkan nilai wajar pada tanggal pemberian opsi. Nilai wajar setiap opsi yang diberikan ditentukan dengan menggunakan metode penentuan harga opsi "Black-Scholes".

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2007, karyawan Anak perusahaan telah melaksanakan 36.450.500 opsi saham. Pada tanggal 31 Desember 2007, sejumlah 63.007.500 opsi saham tidak berlaku lagi (kadaluarsa).

34

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM

Perhitungan laba (rugi) bersih per saham adalah sebagai berikut:

2009

2008

Laba (rugi) bersih untuk tujuan perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar dan laba (rugi) bersih per saham dilusian

Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar

(20.607.273.554 )

16.505.656.941

2.025.613.819

2.025.613.651

Laba (rugi) bersih per saham dasar

(10,17)

8,15

Pad a periode 2009, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi dilusi terhadap saham biasa. Pada periode 2008, harga pasar rata-rata saham Perusahaan lebih rendah atau sama dengan harga pelaksanaan waran, oleh karena itu efek berpotensi saham tersebut tidak diperhitungkan untuk tujuan perhitungan laba (rugi) bersih per saham dilusian (anti-dilutif).

24. INFORMASI SEGMEN USAHA

Anak perusahaan hanya mempunyai satu segmen usaha, yaitu jasa peri klan an televisi yang berlokasi di Jakarta, yang dipertimbangkan sebagai segmen primer Anak perusahaan. Seluruh pendapatan tersebut berasal dari wilayah Jakarta sehingga tidak disajikan 5egmen geografis.

Pendapatan iklan bersih terdiri dari:

2009

2008

Air time Non airtime

162.266.049.197 6.836.965.137

169.103.014.334

178.530.808.962 8.997.136.784

Jumlah

187.527.945.746

25. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Maret 2009, aktiva dan kewajiban moneter Anak perusahaan dalam mala uang asing adalah sebagai berikut:

Mata Uang Asing

Ekuivalen Rupiah

Aktiva

Dolar Amerika Serikat Euro

Dolar Singapura

Jumlah Aktiva

US$ EUR S$

278.107 12.089 3.315

3.219.083.085 185.286.469 25.254.380

3.429.623.934

35

PT INDOSIAR KARYA MEDIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal

31 Maret 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuaJi dinyatakan lain)

25. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING (Ianjutan)

Mata Uang Asing

Ekuivalen Rupiah

Kewajiban

Dolar Amerika Serikat Poundsterling

Dolar Singapura

Jumlah Kewajiban

US$ GBP S$

7.192.681 31.500 36.011

83.255.280.144 521.615.115 274.310.552

84.051.205.811

Kewajiban - Bersih

80.621.581.877

Jika posisi kewajiban bersih dalam mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2009 disajikan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 17 April 2009 (Rp1 0.700 untuk US$1, Rp14.051 untuk EUR1, Rp15.936 untuk GBP1 dan Rp7.144 untuk S$1), kewajiban bersih tersebut akan turun sebesar Rp6,1 miliar.

26. KONDISI EKONOMI

Operasi Perusahaan dan Anak perusahaan telah dan mungkin terus terkena dampak oleh kondisi ekonomi di Indonesia. Kondisi ini telah mempengaruhi usaha Perusahaan dan Anak perusahaan. Untuk tiga bulan yang berakhirpada tanggal 31 Maret 2009, Perusahaan dan Anak perusahaan mengalami laba usaha sebesar Rp9,4 miliar dan rugi bersih sebesar Rp20,6 miliar. Untuk periode 2008, Perusahaan dan Anak perusahaan mencatat laba usaha sebesar Rp54,2 miliar dan laba bersih sebesar Rp16,5 miliar. Perbaikan dan pemulihan kondisi ekonomi tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang diambil oleh Pemerintah dan faktor lainnya, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan dan Anak perusahaan.

27. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan konsolidasi ini yang diselesaikan pada tanggal 17 April 2009.

36

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->