P. 1
Garis Pengaruh

Garis Pengaruh

1.0

|Views: 4,485|Likes:
Published by Nelson Panjaitan

More info:

Published by: Nelson Panjaitan on Jun 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2015

pdf

text

original

Contoh no. 1. Sebuah KRB dengan bentuk dan bentang serta tinggi seperti

tercantum pada Gambar 1.3. dibawah ini.

Gambar 1.2.

P1 P2

P3

P4 P5

P6

MODUL 1 -4-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Ditanyakan : - Gambar grafik Garis pengaruh-garis pengaruh reaksi RA, RB.

- Grafik garis pengaruh gaya-gaya batang A2, B3, D3 dan V3

a).

I

A

B

h

I

II

III

IV

V

VI

VII

VII

I

IX

X

P

P

P

P

P

P

D3

B3

V3

V2

A2

I

P=1t

xm

e

GP.RA

GP.RB

GP.A2

GP.B3

GP.D3

GP.V3

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

(+)

(+)

(+)

(+)

(+)

(-)

(-)

h

4

3 P

h

2

3 P

E

sin

2

/
1

E

sin

3

/
1

Gambar 1.3

RA P

P

D3

B3

A2

X

P

A

I

I

II

MODUL 1 -5-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

b).

Gambar 1.4.

Penyelesaian :

Garis pengaruh reaksi perletakan di A (RA) dan di B (RB).

Garis pengaruh (G.p). RA.

Untuk mencari besarnya RA akibat beban P = 1t berjalan diatas bentang AB,

dimisalkan posisi P = 1t berjarak xm dari A dengan menggunakan 7MB = 0,

maka RA dapat ditentukan yang besarnya

l

x

R

;

(

)

x

(

P

RA

B =

l

x)

-

l

=

l

-

l

=

Disini terlihat bahwa besarnya RA tergantung dari besarnya harga x dan

berubah secara liniair.

x semakin besar, RA bertambah kecil

x semakin kecil, RA bertambah besar

untuk x = 0 RA = 1t

untuk x = l RA = 0t

Dari besaran-besaran RA pada posisi-posisi P = 1t tertentu, maka garis

pengaruh RA dapat digambar. Dengan jalan yang sama untuk gambar garis

pengaruh RB (Gambar 1.3.a dan 1.3.b).

Garis Pengaruh Gaya-Gaya Batang pada KRB

Untuk mencari besarnya gaya-gaya batang akibat beban P = 1t berjalan dapat

menggunakan salah satu dari beberapa metode antara lain : keseimbangan titik

simpul, potongan (Ritter), atau yang lainnya, pilihlah yang termudah

perhitungannya.

I

P

P

RA

D3

A

P

B

B3

X

P

I

A2

II

MODUL 1 -6-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Garis Pengaruh Gaya Batang A2

Beban P = 1t berjalan berjarak xm dari A

l

x

l

R

A =

Ditinjau potongan I-I centrum kekuatan batang Az berada di titik simpul II

dengan menggunakan 7MII = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I)

(Gambar 1.4.a) RA . 2 P - P (2P - x) + A2 . h = 0.

lh

lx

-

l

2

-

x

2

l

2

-

h

x)

-

2

(

2

l

x)

-

(l

-

h

)

x

-

2

(

P

2.

R

A

A

2

P

P

P

P

P

P

P

+

=

+

=

+

=

lh

x

4

-

lh

)x

2

-

(l

-

P

P

=

=

x berlalu mulai titik A s/d titik simpul II

Bila ditinjau sebelah kanan potongan I-I

7MII=0 . RB.4P + A2 h = 0

A2 = -

l.h

x

4

-

h

4.
RB

P

P

=

Dari dua peninjuan besarnya gaya batang A2 adalah sama yaitu : -

lh

x

4 P

, akan

tetapi cara yang terakhir perhitungannya lebih mudah dari pada cara yang

pertama. Jadi dapat disimpulkan : menentukan gaya batang dengan metode

potongan, perhitungannya lebih mudah :

- Bila P = 1t berada sebelah kiri potongan, maka perhitungannya ditinjau

sebelah kanan.

- Bila P = 1t berada sebelah kanan potongan, maka perhitungannya ditinjau

sebelah kiri.

Beban P = 1t berjarak xm dari A dan berada sebelah kanan potongan I-I.

7 MII = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I : Gambar 1.4.b)

RA . 2P + A2 . h = 0

A2 = -

lh

2

x)

-

(l

-

h

2.

R

A

P

P

=

MODUL 1 -7-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Persamaan GP . A2

)

liniear

meningkat

A

(

)

2

x

0(

lh

x

4

-

2

2

P

P

=

)

liniear

menurun

A

(

)

6

x

2

(

lh

2

)

x

-

(l

-

A

2

2

P

P

P

=

Dari 2 persamaan GP. A2 diatas menunjukkan bahwa A2 maximum terjadi pada

posisi P = 1t berjarak x = 2P dari A, yaitu pada titik simpul II (centrum

kekuatan batang A2). Jadi grafik GP. A2 berbentuk segitiga dengan puncak di

bawah centrumnya (Gambar 1.3.c).

A2 max = -

)

tekan

(

h

3

4

-

h.

6

.

z.
4

P

P

P

P

=

Garis Pengaruh Gaya Batang B3

Batang B3 mempunyai kondisi yang sama dengan batang A2 pada KRB

Gambar 1.3 sehingga bentuk grafik GP. B3 akan serupa dengan bentuk grafik

GP. A2 yaitu berbentuk segitiga dengan puncak dibawah centrum kekuatan

batang B3 (titik simpul III). Gaya batang B3 max terjadi pada posisi P = 1t

berada dibawah titik simpul III.

P = 1t di titik simpul III RA = ½ t

; RB = ½ t

Gambar 1.5.

Lihat Gambar 1.5, P = 1t terletak di sebelah kanan potongan I-I, maka untuk

mempermudah perhitungan gaya batang B3 ditinjau sebelah kiri potongan I-I :

7 MIII = 0. RA . 3P - B3 . h = 0

)

tarik

(

h

2

3

h

3

.

R

B

A

3

P

P

=

=

Grafik G.P. B3 lihat gambar 1.3.d.

3P

I

I

III

P=1t

RA

RB

D3

B3

A2

h

B

A

MODUL 1 -8-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Garis Pengaruh Gaya Batang D3

Batang D3 mempunyai kondisi yang tidak sama dengan batang-batang A2 dan

B3 (batang horizontal). Batang D3 merupakan batang diagonal. Gaya batang D3

akan lebih mudah ditentukan dengan menggunakan metode potongan memakai

7V = 0.

Dari perhitungan gaya-gaya batang A2 dan B3 ternyata gaya batang maximum

terdapat pada P = 1t terletak di titik-titik simpul terdekat dengan potongan I-I

sehingga hasil tersebut diatas dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan

gaya batang maximum D3. Ditinjau dari potongan I-I jelas bahwa gaya-gaya

batang maximum akan terletak pada P = 1t di titik simpul II dan III.

Gambar 1.6

P = 1t di titik simpul II RA =

t

3

1

R

;

t

3

2

=

Ditinjau sebelah kiri potongan I-I (Gb. 1.6)

7V = 0 . RA ± 1 +

D3 sin E = 0

D3 =

)

tarik

(

Sin

3

/
1

Sin

3

2

-

1

Sin

R

-

1

A

E

E

E

=

=

P = 1t dititik simpul III RA = RA = ½ t ; RB = ½ t

Ditinjau sebelah kiri potongan I ± I (Gb : 1.6).

7V = 0

RA + D3 sin E = 0 (P = 1t berada di kanan potongan I-I)

D3 = - =

E

Sin

R

A

-

E

Sin

2

/

1

(tekan)

Ternyata gaya batang D3 mempunyai 2 harga yang berbeda tandanya artinya,

akibat P =1t berjalan, gaya batang D3 dapat berupa batang tarik atau batang

tekan tergantung posisi beban P, sehingga terdapat satu titik perubahan gaya

batang D3, dari gaya batang tarik menjadi gaya batang tekan, titik perubahan

I

I

III

D3 Sin E

RA

RB

D3

B

A

P

E

P

II

MODUL 1 -9-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

tersebut terletak di daerah potongan I-I atau antara titik simpul II dan III. Jadi

grafik garis pengaruh gaya batang D3 merupakan 2 segitiga dengan puncak di

bawah titik-titik simpul II dan III (Gb. 1.3.e).

Garis Pengaruh Gaya Batang V3

Pada Gambar 1.3 batang V3 adalah batang vertical, dan bertemu tegak lurus

dengan batang-batang bawah yang horizontal di titik simpul III. Melihat posisi

batang V3 tersebut, metode yang paling mudah untuk menentukan gaya batang

V3 adalah metode keseimbangan titik simpul. Dengan keseimbangan titik

simpul III memakai 7V = 0, maka gaya batang V3 dapat ditentukan. Gaya

batang V3 mempunyai besaran bila di titik simpul III bekerja gaya vertical.

Agar ada gaya dititik simpul III, maka gaya harus bekerja di daerah antara titik

simpul II dan titik simpul IV. Apabila di daerah tersebut tidak ada gaya maka

besarnya gaya batang V3 = 0. Ditinjau P = 1t berjalan dari titik simpul II ke

titik simpul IV melalui titik simpul III (Gambar 1.7).

(b)

(a)

II

III

IV

P

P

B3

B4

V3

V3

B4
B4

B3

P = 1t

III

P=1t

P - x

III

II

PII

PIII

x

(c)

Gambar 1.7.

MODUL 1 -10-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Ditinjau P =1t sejarak xm dari titik simpul II, maka pada titik simpul II bekerja

gaya PII =

P

P x

-

dan pada titik simpul III bekerja gaya PIII bekerja gaya PIII =

P

x

, sehingga gaya batang V3 = PIII =

P

x

.

Untuk

x = 0 P = 1t di titik simpul II gaya batang V3 = 0

x = P P = 1t di titik simpul III gaya batang V3 = 1

Dengan cara yang sama, bila P = 1t berjalan diantara titik simpul III dan IV.

Jadi grafik garis pengaruh gaya batang V3 merupakan segitiga dengan puncak

dibawah titik simpul III dengan alas dibawah titik simpul II sampai dengan titik

simpul IV (Gambar : 1.3.f).

Garis Pengaruh Gaya Batang V2

Pada Gambar 1.3 batang V2 adalah batang vertical dan bertemu tegak lurus

dengan batang-batang atas yang horizontal di titik simpul IX. Batang V2 ini

kondisinya serupa dengan batang V3. Ditinjau P =1t berjalan di bentang

jembatan AB melalui titik-titik simpul I, II, III, IV dan V. Dan titik-titik simpul

VI, VII, VIII, IX, dan X tidak pernah dilalui oleh P = 1t.

Batang V2, ujung-ujungnya terletak pada titik-titik simpul II dan IX. Untuk

menentukan gaya batang V2 akan lebih mudah ditinjau pada titik simpul IX

dengan menggunakan 7V = 0. Oleh karena titik simpul IX tidak pernah dilalui

oleh beban P = 1t berjalan sepanjang gelagar AB, maka gaya batang Vz = 0

pada setiap posisi beban P = 1t pada gelagar AB.

Jadi gambar grafik garis pengaruh gaya batang V2 = 0 sepanjang gelagar AB

(Gambar : 1.3.g).

Contoh no. 2 Sebuah KRB dengan bentuk dan bentang serta tinggi seperti

tercantum pada Gambar 1.8 di bawah ini.

Ditanyakan : Gambar grafik garis pengaruh gaya batang A2, B3, dan D5.

MODUL 1 -11-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Gambar 1.8

Penyelesaian :

Garis Pengaruh Gaya Batang A2

Ditinjau dari bentuk KRB (Gambar 1.8), batang A2 mempunyai centrum

kekuatan batang di titik simpul II dimana P = 1t berjalan melalui titik simpul

tersebut. Jadi bentuk garis pengaruh gaya batang A2 merupakan segitiga

dengan puncak dibawah titik simpul II yang memberikan gaya batang A2

maximum. Menentukan gaya batang A2 maximum dengan menggunakan

metode potongan memakai 7MII = 0. Ditinjau potongan I-I yang memotong

batang A2 seperti pada Gambar 1.8.a.

Ditinjau P = 1t di titik simpul II RA =

t

4

1

R

;

t

3

2

B =

6 x 6 m

I

II

III

IV

V

Az

D5

B3

B

A

x

6 m

(-)

(+)

(+)

(-)

35

18

1

35

12

1

RA

A

I

II

III

B3

P=1t

D5

P=1t

I

I

A2 X

E

3

4

6

7

4

5

Gp.A2

Gp.B3

Gp.D5

a).

b).

c).

d).

MODUL 1 -12-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

7MII = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I) Gambar 1.8.a)

RA . 12 + A2 . 6 + P . 0 = 0

A2 . = -2 RA = -2 .

)

tekan

(

t

3

4

-

3

2

=

Gambar grafik garis pengaruh gaya batang A2 dapat dilihat pada Gambar 1.8.b.

Garis Pengaruh Gaya Batang B3

Ditinjau dari bentuk KRB (Gambar 1.8) batang B3 mempunyai centrum

kekuatan batang di titik simpul X. Pada waktu P = 1t berjalan berada tepat

dibawah titik simpul X, (P=1t berada diantara titik simpul II dan III), maka

untuk dapat menentukan gaya batang B3 dengan metode potongan, besaran P =

1t harus dibagi ke titik-titik simpul II dan III sebesar masing-masing ½ t.

Sehingga untuk menentukan gaya batang B3 maksimum, maka beban P =1t

berjalan harus diletakkan pada titik-titik simpul II dan III.

Ditinjau P = 1t simpul II RA =

t

3

1

R

;

t

3

2

B =

7Mx = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I Gambar 1.8.a)

RA . 15 - P.3 ± B3 . 6 = 0

B3 . =

)

tarik

(

t

6

7

6

1.3

-

15
.

3

2

6

3.
P

-

15
.

R

A

=

=

Ditinjau P = 1t di titik simpul III RA = ½ t ; RB = ½ t

7Mx = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I Gambar 1.8.a)

RA . 15 - B3 . 6 = 0

B3 . =

)

tarik

(

t

4

5

6

15
.

2

1

6

15
.

R

A

=

=

Jadi bentuk grafik garis pengaruh gaya batang B3 tidak lagi merupakan segitiga

dengan puncak di centrum kekuatan batangnya (titik simpul X) melainkan

sebuah grafik garis garis pengaruh yang berbentuk segitiga yang dipapar pada

bagian puncaknya (antara titik-titik simpul II-III), dapat dilihat pada Gambar

1.8.c.

MODUL 1 -13-

Garis Pengaruh Konstruksi Rangka Batang (KRB)

Garis Pengaruh Gaya Batang D5

Batang D5 adalah batang diagonal. Gaya batang D5 ditentukan dengan

menggunakan metode potong memakai 7 V = 0, P = 1t diletakkan pada titik-

titik simpul didekat kiri, kanan potongan.

Ditinjau P = 1t di titik simpul II RA =

t

3

1

R

;

t

3

2

¡

=

7 V = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I ; Gambar 1.8.a)

RA + D5 Sin E - P = 0

D5 =

)

tarik

(

t

18

35

35

6

.
3

1

Sin

3

1

Sin

3

2

-

1

Sin

R

-

P

A

+

=

+

=

+

=

=

E

E

E

Ditinjau P = 1t dititik simpul III RA = ½ t ; RB = ½ t

7 V = 0 (ditinjau sebelah kiri potongan I-I ; Gambar 1.8.a)

RA + D5 Sin E = 0

D5 =

)

tekan

(

t

35

12

1

-

35

6

2

1

-

Sin

R
-A

=

=

E

Gambar grafik garis pengaruh gaya batang D5 dapat dilihat pada Gambar 1.8.d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->