P. 1
Teropong Vol. III No. 10 Agustus 2004

Teropong Vol. III No. 10 Agustus 2004

|Views: 211|Likes:
Published by MaPPIFHUI
Teropong Vol. III No. 10 Agustus 2004

http://www.pemantauperadilan.org/
Teropong Vol. III No. 10 Agustus 2004

http://www.pemantauperadilan.org/

More info:

Published by: MaPPIFHUI on Jun 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

KONSTITUSI,.

I

~

z p

~

a

-----------------.R,p,.1S.DOO~·-

SAT,U TA,HU"N

SANG PEN:JAGA KONSTITU:SI

, . MaPPI-FHUI

Ma'syand(I't Pemanfau Peradilan Indom!sia Falw.lta'S Hukum Universitas .Indonesia

OPlNl

PENGGUNAAN l,'E,'MBAGA PENINJAUAN KEMBALI DALAM PRAKTIK

P en 'g at U Ira n secara fotm a tten-

tail9 lem ba@<:l PK di Indonesia pada aw a I rlya ai doronq olen ksbutuhan prak:tt:ik h~J!ku m yafrb.l karem!l adanya kastls Sengkon dan Kada~, dii PengadT!(lI1l UIl€geri (PN) 'Bekal$i.

Oleilil:

Andj'a;r P a ,ch~"". W;lr"!I:I.a~

KeoerMaan lembaga Peninjauan Kemballi (PK), ba~k d~ r1egara~ ~ega'ra y.ang menganut ststem pelradUan bertingkat dua maepun letHfh.f seperti dl neqara k~ta, secera umum dimak:sudkaln sebagali upaya h ukum unrtl!.!l~. menguji ulang suetu kepurtusa Ii:I :hakim; d~rnana setelah keputussnbski m tersebut dijatuh IKa n, dttem uka n suatu "hal yang baru", Hal yalng barn tersebut jTka dik.e~mukaka n pada SCI(!It persida:nga:r;1 s;ebeJUI mnya f pastl aka n m enghasi Ikan ke putusa n yang. berbeda, bsbkan bertentengan dengan keputusan yang tel1ah drja.tuhkan; Karena itulah disebut seb~gia~ urpCly~ hukusn ~11IJ~r 06015a"',

Secara umum, ada beberapa isWah yang, digu.nakarll olen bebera pia neqara yaJ:1g me m punyai; sistern 'pengujia n: kembal I' ya n'g rnendeketllde yang ormaksud~an·dengan lemOOga. Penlnjauan i(embal~ (PK) d~ d(ll~am system peradHan kita, antara ~a:in reque$t~cDvTel, requete-eieviet; herziening; review, retrlel: rehearing.

PenQlaturarl secara fOir.malterilt:lng iemb6gla PK d~ Indonesia pada awa~nya clidiorong Qleh ke:butu han pra:ktLk. h.ukum ya,itu karena adlanya kasus Se:n:g:frJon da r:J Ka:rta~, dl P"engfadHi1il n N,egeri (PN)B:e'kas[. Se:ngkDn dan Karta oleh PIN Bekasi pada tanggal20 Olktoberl977dipuituskan be'rsaloih telah metalku~an DembUrluhan da n dihukum penja ra mas~ngmasl ng :1.2 dan 7 tah un, rH ti ngkat be ndl nq, putuse n in i d~klUatkan o~eh Pengadilm TInggi CPT) Bandung pada tanglg.a~ 23 iMei 1978. Untuk putusa r'l ba:ndiing lni, ke'd!!,lla terp1;dl21 na tldak mengajukan permohonan Kasas~ dan me:njal,anihukl!Jl rna n .. Pada ta nggall lS Oktober Jl980dan 13 Nap-ember ]980 (arny sekttar 2FS tahun S;eng~on dan Karta

'Oosen It:t~p fHIJI, Se~rail1iginl $edlang ltieIQkI,;lJ,':~1lJ penelitian mendalilim tenWlrlg PI!( cain Perad'il'an d~ Ind~nesla d·alam ~<lng'ka me:nyusun Disertasi untuk Pr'ogram Doktior .I~ml.l Hu,k!!Jm dT Universitas IndoneSia,.

~It+. Eddy Djlli'laooi,. "Pelldk5aflaa .. nPeninjauan Kembfl~i 0;;1:[:;1 Perm<'l$<l.I"h"r1!nydl~, Pu:slitJb<'lllgjCHkilaltt MA, BPHM, W Nopembe<r 1997, Ih •. 3 danl Hnat j~9a Soodiro, SHy p.e11~njiilllan KembaH d.alam Pe~kar~1 Pcrda:ta, AHi d1lnMakn~, At(;:!demika P'res:sirndio, ]a,karta,19So, n_ 2.

4

menja,lani hukumanpenja.ra), PN Bekalsi ternyata memeriksa dan memvonls orang :Ia~n (Gunel dan kawan-kawarmy.a) yang teiah meng'aku: bersa lalh me'f'ltg:erlai~erbuatan da n farda yang sama seperti yangd,itujuk.an dan diputuskan terhadap Sengkor~ dan Kerta, Oleh karena itu.r untuk k,epentgngan terpidana, Jaksa, Agung mengajukan permononan PK. Tfida·k lerna sete'a f'n itu, pada t<3.1199a ~ 3:1. Januari 1981 MA. memutuskan daiem PK, bahwa Senqkon dan Karta dibebaskan dari segaf.a tua uhan.

Deli1,g,2In melihat darl kasus Sengkon dan Kartal• keberadaan J'embaga PK inl dalarn system peradilan ad.alah sang at penting. Kemud~an ki'tJ3' semca paham bahwa Polilsi, Jaksa, Penqacera dan teruterna Iif-la kJrn ada lath manusla b.la1sa yang S~JHja h pasti di daJam memenksa dan memutus perkara tldak iuput dari 'k.ekhilafan dan kesalaban. TerclJa,pat kemlWlngkimHl bah~va pada saet suatu perkara telah dl putJuskan dlirem urka n b u ktl-bu ktu atau haJ-ha I va n9 ba ru diketal!'nd, yangapabflal dikerahui se!belumnya tentu vonis Ihakim akan berlainan de,ngan yaiiI:g telah diputuskan kepada ter'hukum. Dan terdapal[ pu~a kemung.k:inan hCl:kim :1<fi1ilaf dan safah dalam menerapkan hukum. Jikal Jlatl<sal Agung' saat itu dan pengacara tldak m:engajtilkan PIK, diapat kita balYangkan bagaimana!l<ah ndls]b Sengkon dan lI<artal?

Denqan adanva kasus Sengkol'l. dan Ka~, pada saat itt! belum ;,dlapeng,aturan te.lilltang PK dalram peraturen penmdang-undangan Indonesia, kalrena ill:u sebtdlan seteJ'ah t~l1I1bl!Jlh"llYa maseleh dalam ,kasus: ini, maka padal ta'ngg~liIll)€sember 1.9810, MA mengeluarkian Perawran MA. (Permal) No,. t Tahun 1980.. P,erma inilah kem.udi:an digunakan s;ebar9!ai dasar hukum untuk rnelakukan Pi'( reJ'ha,dap ,i<,asus Sengkon dan Karta· y03n'g~ dipuruska'1l ta nggal 31 Januari 1981.3 Permi3 inrla h yang I:::emudian dlituangkan ke dalam KUfiAP yang digunakan hingga sast ini.

sebenarrwa lem:baga Peninjauan Kembalil mendepet temp at berp.ijtak pada awahl:ya da!a m Pasal is U 1I No. 19 Tahun 1964 tentang l<etentuan-ketentlUan P'okok KekJUasaan Kenakima a, 4 UU li'rli dinya,taka:rl tidak berteku laQ'i oleh UU No.. 6 Tahun 1969 tel1:tang Pe~taai1 tidak berta ku nya .0 erbagtil i unda ng-und.a n9 da 11 peratu ran pemerl ntah pen9l9a fliti unda ng-unda ng, seh:i'ngga lernbaqa Peril inj;;lluan Kern ba I i inipun menjadi hilcmgl. Tetapi .h3mbaga ini mend!apat pen,giaturan lagi ar dalam UU No. 1.4 Tahun 1970 t~ntang Ketenttjan-ketentuaro POkok

.PutusallJ r'~O!h~li1l~h Ag un9 fU No •. 6 PK/Kr/ll9SQ, wl!'Iggal 31 Jarlll:,J¥i 198!. '\.embaran Nega,ta lahon 1904 iNo. lOt7, Tambahan BerRa Neglara No. 2:699 ..

Sebeoarnya [embag:a Peniinjaual1l Kem bailimelOdapat ternpat berpijak pada awallnya. dalam P3isa115 UU NO. 19 nhu n 1964 tentang Ket:ElnhHu"Iketentuan Pokok Kel<udiS(l!an Kehakiman.

VOL III, No.. H1~ Agustus 2004;

5

OPINI

Pel1injauGlIiI Kemb~li sebaqal upaya hukum dapat di pe!!"9una.kil,n lJg,j lot terhada p PUtUS3 i'l dalam perka ra pidana meupun datam perkara pardata,

Kekuasaan Kehaki'mans (PasaI21)6 yang merupakan pengganti dari UU sebeh,!JOiuiI,ya dan disempumaka,n ~agi dala.m UU No.. 4 Tahun 20M?

xarena belum adlanya undan9~und!ang yang mengatur meng;enai H lJk:um Acara Peninjauan Kemban sebag!C!irnana yang dliamarnatkan oleh rasal 21 UU N:o. 11 Tahun 1970 ters:e'but,. B maika pada tanggal1 Desember 1.980. dikeluarkanlah Perma No.1 Tahun 1980 itll" rnenqetur Peninjauan Kembali baik rnenqenel perkaea perdeta maupun perkara pidana.

Denqan berla kunya KU HAP' tanggal 30 Des:em ber 1981, Permal NO.1 Tahun 1980 tersebut, khusus ketentuan yang berkaltan d:engarn Perunjauan Kemba:li perkera pidana dinyatakan tldak berlaku ~a,gil karena Pen:i njauan Kern ba n untu k perka ra pi,d:a na ,diatur di! da tam K)lJHAP tersebut.9'

Sedang kan terhadap perkara perdata, Perma ini masi h temp berl(i,kuMhka:n disempuma:~an dlengaln Perrna No. JL Tahun 1982 yang kemuO'ian dimuat dalam tl'U N,o. 14 Thhun 19S5..,ro UU in! rnasih berlaku hingga sekera flIg seh i !'1Igga d ijadi'ka n d a sar pi ja kat1l U ntu k acera Peninjauan Ke:mb:al:i terhadep perkarB perdata,

Penin:jauan lKembali sebagai upaya hokum dapat dipergunakan b€.lik t:erhatdap p'lJItu:san dal:a m perkara pida na maup'Lm del am perkara perdata .. Peninjaluan Kembalidalam perkara piidana dlsebut dslem bahasa 13eilanda sebag,ai 'herz:iening',f sedanqkan delarn perkara perdsta disebut 'request ·cMle'.

~emhai'ail Neg<lra Tahun. 1910 No. 74; Thmbahan, l:emiba...,r1 Negara No .• 2.95l. 6?asal 21 UU Niomor 14 Thl'l.un 1'970 tJeribunyi; ":Apa'oilia oordlapat hatLi:1al atau J.t~aflr'"keadOla[l y<ling dite:ntlJkan den:gan~U, terlhadap pl.iltusan Pengadill.m, 'fi,'lng teiah ii'I"I.emp!50.leh ke1w..'3:tan itJukum yang tet.:lp dlg:pat diimTntakan PK kep.ada MA, d<!l\am pel"'.:;ara peroata dian pidanaoleh pib~k~pililak y<ll"lgbernepentil'l.gal:l.n D<lilam P,ef<'ijeiasarn pasal 21: "Pa:sal ini rAerilg;a:tur terI.tan:g PK tem~p putusan Perngooilan Val"!!;1 te!ah merrllperoleh kekuatan hiJfrum yang tei;ap. Permo,"omlni PK dalcmpevll:;ara perd~ .d~ij,uikal1l o~h pthak y~rlg,bertepentingal"l, teiflWlSuk di (lal:amnya jug'a. para, ahlf 'warls dan p'lhak· Iliihak yal1gi berpeli(ar<l dal'ld",lam petlalra. pl~na oletl ternukum at'llli ahli wansllya. ~r:<It-syarat PK aikan d~~iPl(;;jn dalam lHIukum Ac:ara.n

~Lembalraii'l Niega~ Tahulil ZQr» INCl. :8, liilmbanan Bell'lt'l Negara N.il. 4358. trerutama k-alrena aool'l'j!'a Kaws Serngkol1l dan Kart<l.

~p<i!Sar 263 ayat (l} KUHAr berbLmyi: ftTe;rhada;p putusan pel'lg'oonlan yang telah memper-oh~h, kekluatan, ihuil(umI tetJ,P',· kewaH pUl:L1Sil:n :beb.rJ;s atau lepas d<l'r~segaila tuntutan huilrum, tel1lidan'Q.auu aJ'l11 W'arisl'lya dapl'll: mengaJuikan permintaan Peninjauilin. l\embaiJi :kepada Mahl!::amaliJ Agung."

:!DlemOO:F.3'F1 N.egalia No.. 73; Tamb;th,m lembarclrl Neg:arra No_ 3316 TahlUrl 1985.

6

terep®ng

,O,PIN'I

Aialsan-alasan yangl dipakai sebags'i dasar untuk memohon P'en~njallj,ali, Kembaii dall'am perkara perdata lebth terpennci dan k(llrenanya leb]h terbates diband'ingkan deog,an Peninjauan Kemballi daj',a,m persa ra pidana,

Perrnohona Iil peninjauan kemba I'i putusan perkara perdata yang relah memperorehkekuatan hukurn tetap dapat diajukan hanya bel,'dlasarkan a~a'Sl!lIllmarasan sebaqal berlkut;"

c. apabila putlUsan drd.asarkali1l pacta suatu keboholliQ'an atau tipu mUlsl,ihat pi,hak .!'aw,an yaf1g'dil:::etahu~ ,setelan perkaranva dipurus (iltau didasarkanpada bukti-buktli yang kemudian oleh ba kim pida Ilia d rnyatakan pa Isu;

b. apabila setel'ah perkara diputus, ditemukan surat-surat bukti yaliilg be,rSifat menentukan y"img peda waktu perkara diperiksa ti1dak dapat dftem.ukan;

c. apalbiJa tela ~ dika bul kan suatu ba I ya ng tl dak d ttuntut ata LJI lebih dad pads yang drtuntut:

d. apa bila mengenai sesuatu bagia1n da ri tunMan be~ urn diputlus taopa dJpertimbalOgkan sebab-sebabnya;

e. apabila antara pihak-piha:k yan,g sama mengenai suatu soal yang ssma, atas dasar yang! sarna oteh PengadiJan y.ang sarna atau sama tj~gkatnya 1i:elah dinertkan putusan yang bertenranqen satu denqan yang lai n;

f. apCI,bila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan Haklm atau suatu kiekeli man yang nyat.ai.

Sedangkan permintaan PI< untuk perkara p~dana d'iJlakukan atas daSiO!i:l2

c. apabila terdspat keadaan baru yang rnenlmbulkan dljjga~m .f<UCllt, bahwa jika keadaen itu sudan diketahul pada waktu stdanq masiln- ber,l'angsl.l119, hasilnya akan berupa putusan bebas atau putusan lepa::; dari segala tuntutan hukum atau tuntutan penuntut umom tldak dapet dite!'rima atau terhadap perkara ltu dJteraip.kan ketentuan pidana yang lebjh ringan;

b. apebila dstam p·e.tbagai putusan terdepat pernvataen behwa sesuatu telah terbuktI, ekan tetapi haiateu keadaan sebagali dasar dan atasan putusan yang dinyatakan te:lah terbukti itu, ternvata teian bertentangan satu denqen yang lain;

c.apabdla putusan ltu deogan jelas mempenlhatkan suatu .ke.f<hHafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata.

uPaSOII ,67 uu No. 14 Tatll,l,n 1985 t~nt<mg MA

IZP~s,a11263 ayat {2.) I<UHAP. IUhat jWlg:a catatao dar! M<liftLman Prodjo,hamldjojio, SH. mlengenai hill ini dalam bu.kunY·ilI KOII'l:1<entar ata:s Kitab IJndang-undla.ng tiukum A~IF~ Pidian<l (KUHiAP), P.rOldoya Para,m,ita, Ja,k;a,rta, 1984,. 1'1. 178.

VOL Ill, No, 10$ Agustus 2fJ{}4

7

'OPINI

na~am Ik.a rnus n'ukum, dinyatakcln bahwa apa yang d l' ma, k s u d k a n d eng,a n Keiku a ta n ,HilJikum Tetap adata h suatu putlJsa P1 hal<im yang m.en.gikat paliia piil1aJk dala.m kalsus tersebut,

Setetah leblh darl 20 tahun s:ej:ak kasus Seng'kon dan Karta, baqalmana penqqunaan lernbaqa PKselama [ni dalarn system perad~lan kijt.a?

Penufis mencatat beberapa hal penting y,ang terkandung di daJlam kasus Sengkon dan Karta ini berkaitan denqanalasan-alasan dan hakekat PK itu seba,gai.berikut:

1. Secera ekspllslt datam kasus Sengkon dan Kcutar bahwa PK dUQunakan dalam suatu perkara y.:mg telah rnernperoleh putusan berkekuatan hukum tetsp. Da!am ha I ini, terl ihat ba hwa Sengkon dian Karta suda hi "rnenertma" dengan tela h rnenjal ani putusan hakimr lebili dari 2 tahun dan sebelumnya ndek pernah mengajukalil permohonan kasasl se:oag,i)6 upaya hukum ~1Q,Jiar biasa', KeadaaGl, ini dLkatakan bahwa putusan PT B,andurilgi sebaqat proses aklMiir kasus tin r tell a h. memHi ki kekuarnn hukl!.lm teta p;

[)a~am kamus hukum, dmyatakan bahwa apa vanq dimaksudkalil denga,l1 Kekuatan Hukum Tet.ap adalah suetu putusan h:ak~m yang mengikat para pihak dalam kasus tersebut, Penekana.r'I pada kate "mengikat" mOiksudnya ad-alan pih,ak.-pinak yang, bersenoketa mernstubl dan menjalen ka n~si putusan terseburt.13

Dalla m terrni nolog.y pera.di la rIJ di Indonesia, yang dimaksudkan deng.an Keku,atan Hukum 'Ietap inl terkandung di datam UU No. ::1..4 Ta,hun 1970 da,n UU No" 14 Tabun 1935.14

Da ri pasat-pasal dla ta m dual UU tersebut ted{a:ndiung makna dariapa yang dimaksudkan dengandefinisi "kekuatan hukum tetap"ters€but. Pal~ng ndak dap,at dlsimpulk:aln, bahwa yang dimaksudk~n dengan "kekuatan hukurn tetap" rtuada'lah apabila suatu perkara sucah d~jQltuhka:n putusen oleh hakim pada IJTngikat K~sasi di Mahkamah Aglung, etau apabila perkara tersebut sebelum

dJ;Henry Campbell Black, MA." BI<lck.~s ILaw Dic,niOmllY ,FLfth IEditiion.. West.

Pl,Jlblishing Co-. 51;. Pa:ul Mino., 1979,lh. 758, dalam~JUidgmell!t in RElfl'l"; ~II; is t¥inding upon aU person • __ M dal:am pe;rk{lra: Booth v; Copley 283ky. 23, 140 S.W. 2d662, 666; Hobb~ v. le!"IJon, 1'91 Ark.S09, 87 S.W: 2d:6, 1 L Stl:pelrtJi dlalam peogertiQiFil hukom Indonesia, putusa.n hal<:im yang nin-klraCht" mempunyai I<ekuat;lFl yang tetap' dll~a rn ('Irij tenah "ditefi:ma" oren piha k~p~hak y<lng berper,kClral.

AlOalam UUI N'omor 14 Tahul'l 1970 terltang'Ketet'ltuan-KeteFltJu<ln PokOik Kekiuas;aan Ke~l'alklman IThat di dalam P6ljeTasan Umum., Pasa! 21 cf.,an iP.ei'ljeJiasannya. Sed.mgkan dalem UU N:omor 14 TahlJrI 198:5 tenbl19 IMJahl!camah AgUlng,. lin<!lt dll

dalarn Pas;:!! 28, 'P{l~a:1 57, Pas~1 69 dan ip<li5a~ 76- -

8

OPiNI

sampai pada tllngJ"at Kasasi telah ditenima dan dilaksanakan olen para p.ihak yang' berperkara (te'I:;ah dleksekusl) .. is

2. Sec:arae:ksplis:~t dalarn kasus Sengkon dan Karta, behwa PK dimohonkan kare.na terdapet bukti bam (novum) yang' sangat j:elias dan berkaltan erat dencan kasus bersanpkutan, lDaialm ha~ inl terdapat p.ihak lain yang menqaku melekukan pemburruban dan setelah melalel pemenksaan diputuskan oleh hakim terbukti bersatah:

Bukti baru atauIrlOiV~.l'm sebagai rumussn yang ada dr b~da n9 hukurn di:defill1.isikan sebagai suatu alasali1!perisrIwa yang baru ctkemukakan ,atau baru munculkemuduan,.16'Baru muncul kernud ian' di Sl]ni artinya setelah suatu perkara sudah di putuska:n oleh haikim dan tel,aih memiliki kekuatan hukum tetap, baik karen a te~a h oi putuskan oleh na kT:m pada ti nglkat K!3s-:as;~ ata u sebehrm tlngkalt Kasasii' tetepi sudeh di1terima dan di'llaksan8kian oleh para piha k yang: berperka 1"(1,

Yahya Harahap m.enguraikan secara lebih rind aovurn in], sebaqarsuatu "keadaan baru"; yak.ni keadaan baru yang mempun:y,ai sifat dan kuahtas sebaqai "menimbulkan dUg'aan

kuat": I~ .

a. ji ka seandai nY1!l keadaan ba ru itu d~keta h uratau d ltemu karl dan dikemukakQln pada waktu persidanqan befilangsungt dapat rnenjadi faktor dan etasen kuat unWk ffienJatuhkan putusan bebasatau putusan .Iepas darl sega!la tuntutan: atau

b. keadaan baru ttu jika d;it:emukan dan dlketanui pada waktu persldanqan berlangsunlg', dapat menjadi a!as.an dan faktor untuk menjatubkan putusan yang menyetakan tuntutan penuntut umum tidak dapet ,diterirna; atau

c. da pat dij:adlka na tasen etau ffiktor untuk menjartuhkan puil:usan denqan menerapkan ketentuan pTdana yar1.g' lebth ringarn.

~Berdiasar,kaln! 'IJra"~1') M. Va h¥OI Harahap, SHi dialam .buku "y,a P'e~ml'l;;lha'Sal1l Perma5alah~m dan Penerap;;ln KUHAP; Perne;rfk$;;Iafl Sidailg IPengodil<lrl, Bandling, KaS';;Isi' dan Pen'il1ljau'lln Kem:bali, EodistlKe)[h.J'i.'J!, Si'ri1ar Gr<lfikll" Jakarta,. 2001, h. 586, - 587, dapat drc:;impuU{iJ,n bahwa SlJIi;lW putusan d!ap;;st dil<ltal<an teJan memllikiKelm:at(iln:

Hukum lietap ';Ipab'ilal temY<llta pera pihak telil,h me'nerimaisi putusen tanpal mel1\ta~k.ant':!endalk me1'l9'ajIJkai'l Balilding <1ltaiU KaISClSi. Sebaliknya" putusan belu'l'il di!katllkan seibagai telah memiliki kekuatan h ~kum tetep ;;Ip<:lb~l:a putusan tersebut diimonol1kan banding aeau ka$asii olch (par,a) pihak.

16]'C.T;, Simo:r;,;jng'kh:. ,dkk., iKam!!.lS Hukum. PT. S<!h.idl, Jakarta.,. 1972, h. 78. 11".,. Yahylil Harnhap, SIH, Ibid'., h, 598.

S,l,Ikti: haru

atau novum sebaqai rurnusan yang ada en bidamg huku m didlefiinisikil n setnagai suatu a la$an!.perhi~ tiwa y,i;llng: baru dikemukakan atau ba Ii'U mu ncul kemLidi<,m.

VOL III~ No. :1 0, Agust;u.$ 20M

9

OPINll

Hakim sebagal mal~u.isja biasa, tidak 111 put darl kekhi laian dan kakellruan, Kekhilaff'an cia iii 'kek,elirua iii itu bisa tel]'j3d~da~am sernua tingk:at pelilgQ,d ria n,

Secara terminol,ogy, darij kata-kata, kata novum atau buktl bam in] muncu] beberapa kall di daiam UU No. 14 Tahun 1970 dan UU No. 14 Ta~ll:In 1985.~1I,

ntsa m pi ngad a nya novu m sebag a i ala sa n pengaj,uan PK, suatu perkara pldana yang telah rnemperoteh ke'kuatan hukurn teta,pdla.patjUga diajukan PKapabuia calern putusan itu denqan je!as memperilnatkall suatu kekhilafan haksn etau suatu kekellruan va If'ligi nyaita:. 19 ~ekh ill afa Ii':I da,l2I m bahasa Indonesla did ef [II isi ka n sebaqal suatu kekeliruan atau kesalahan yang tidlak dtsenqeja •. dan merupakan salah satu s'ifat manusia.:!o

Hakim sebagai manusia biasa, t~dak luput darlkekhllafan dan kekeliruan.Kekhilafan dan kekellruan Itu bisa terjiadi dalarn semua bing'kat perngadHan. Keknllalfan yang diperbuat P,e.r1IgadHan lNegeri blsa berian~ll.lt pada! t~n,gkat band:il'llg" dan k:ekhiiafandi kedua tingkat pengadilen ltu bisa tiidak tampak dalam ting'~at kasasl di Mahkamahl A9'ung .. Padahal tujuan tingk~t banding dan kasast adala h untuk mel uruskan dan mem perbaiki serta rnern benar~a n ~embal:i kekellruen yang diperbuct pengadl lan yanglie:hili'l. rendah, 21

Kekhi lafan yang dlmaksudkan di dela m kaitennva dengan PenrnjauGln lKemi::H~~i depat dislmak kan,c'lungali":l ma'kmmya dalarn UU No. 14 Tahun 1985 tentanq MA.22 Tetapi rnernanq tiidakada

!~D~I'<lI[11i I!.HJI rr,kHn,Olr I·';, lfahlm :1970 te'l'lit'!'rllg Keterntu·a:rl-~etentlJa.n Pokoi1;; K:e!kuas:.ailli"li Kehakim~1!l lilhat di ,Cla'lam Penj.eliols~n IJrnum. Sedangi<,m da:lam UU 1'400, 14 Tahun 1985 tellttll'lg, Mahk.amch Agung liha,t di dalam Pasal 6'7'.

l~P~QlI 263 ayat (::!) KI(;I.HAIP

2'l.llDra.,. Sri: Suikesil Adiwlm~~I, d!k:k, KamusBdililasa I!ndonesia It P'usat Pem!bina<iln dan Peogemb,mg~m[l:ah,asa Depa,rte;menl Pendidikan dan Kebudalya~n J<lik~lrtc, J~k;;lrt~, 19:83, 1:'1.. 1057.

l·~iM. lfah'{<l H<ll"allap, SH, ilbid, h, 60 L p·adal i'J.O!JamOlln! yang sama, Yanya. m,en.(:onWhk~n bentulk keiklhilafan dan kekefiruan hakim, t'.ersebut daaat d1i:lihat pada putusan :Ma,hkamah Agung t.allgg"IIS M~rct 198,4 Reg. No . .20 PK/~d!1.983. iDim,ana nakim ting ka,t bandil"!9 dan kasasi teiall meng;i kUli k,ekhila~ n ctall kekeilifllan va rig dltlakuk.<ill'l oleh Mrdmd:i '~vI"19kat pertam;;l, y,alllg memutusli;;,1ni per~,ra pem;bu:nu'han (terdakwa M. Taslim) haoya berrlasalr~Oln palda petunjuk be:lakal, padalhar beroasaJrl.!:;:IlI PalSal lS8:aYiJlt (2) KUHAP, petl.ll'ijiuk sebagali' alat bui{ti h~lilya d~pal1t dotarik da,rJ <liperQleh d;;lri ketera'li"Igan saksi, <Ilait bukti surat dan keter,aog,,:m terdat;:.Na" Sedangkaln dari :sefllu,J@ [l;1JI tidak. 501I.tu pun yolng da;pat disimpulk,~n. menJadi ala! Ibu!kti ~tljnjuk wlilwa terdia&:wa rllE!fakuk.1l1'1 ~indalk pIdal'la.,Maj~i~ Hakim Agung Peninjauan Kemooli aklh.iimY·;;l, membatalk<lf'l putusaiil-putusalil sebelumnya dan ten:lakwa dibcbas.br::J, dengaln pertimbang,:lIl ;!;lahwa haltim-hakim sebelumoya tel.lh meiakukal"l k.ekhll<llf~n dan ke.ke:liru1ln 'lang nYillt<!.

~~Pd<s<ll 67: Permohom;1Fl ~K putusan perka,ra perdata ya:ng te~ah mernperoleh kelku:atan .hl,Jlkum tetep dlaPl!3rt diiajukan hanry<il berdasarken a:laiS<lrl"a:ia:san Si!W;gali Mrikut: (c) apabila dal'am suaeu p'utu~~n t~rdapat suatu keiKlhir,af2in Hakim ata,u s!,!131;1JI kelk:el~n~all Y<lllQ: nyata.

10

tefepeng

OPlNl

pembatasan tegars. baik mengenai defi.ri1 isl maupunkions,ekuensi dari kata khilaf dan ketlru tersebut.>

3. Sec:ara ekspl'isirt dati kasus Sengkon dan Karta.t PK dimohonkan oletl kuasa hukum terpldana dan Jaksa Agung ke Mahlkamah A.gUIl-gI. Tetapi. secera implidt te.rkandung hakekat, bahwa PK digll!.llna:ikan untuk memberilkan keadi~nyang betul-betUlI didasarkan pada keoeneren da Iil rnik:tal U Ii1tuk kepenti ngan te',rhuku!m.

Hall [nf ted ihat da~'am P'asal 263 ayat (1) KU HAP ya ng mlenyata:kan:

"Terhadap putusan pengadi'lan van'S! telah memperoleh kekuata n h uku m tetep, kecllJaU putusan bebas ata UI lepas dari sega~a tuntutanhukum, terpidana atau ahli' warisnya dapat menqeju ka iii per.m~ntaan pe.ninjau13n kemballJ ke,pada IMahkam;aih Agung.,"

Darl ketentuan pasal tersebut jelas sekali bahwa PK hanya d~tuju ka n untuk meringankan terpldana, buxa n untuk memoeretksn. ApabI:la tersa:ngka telah diputus bebas tidaklah dlapatjakSa menga1uka," PK sebaqalmana halnyOi dalam perto.ara M~chtar Pa.kpahan dcMl Tommy Soehalrtoj karena ha:nlya terpidana eta u a h Ii waris saja y,a ng da,pa:t meng'ajukan P',K.

m datarn kasus 5engko.n dan Kal.l"t(!Jl· YSirilg Iandasan hukumnya maslh menggunakan Perrna No,. 1 Ta h un 1980 (be:~um ada KUHAP),. Jaksa memane tegas,-tegas diberilkan hak untuk men.gajukan .PK~ separnjang itu untu k kepentinga n meri nganka Ii: terpldana, Terl'ihail: jelas dalern kasus in~ bahwa Sengkon dali:i KZi uta bebas karena PK yang justru telah diajukalll oleh Jaksa Agung.

Pe.li\qesgran P,engguna:aol PK

,Mengingat bahwa~st:ls Selfilgkon dan Kai1:a1 ini merupakan kasus yang mendoronq timbulnva peneaturan PK inl di datsm system peradjlan kita, hal-hal yang penults catet dalam kasus Sengk01i1 dan Karta di etas menurut penults wajub dijadikan torok ukur bagaima.na ha kekat PI( in i, Kasus Sengkon da n Karta da pat dijadika n a ~a:t untuk menganalisa petaksanaan pengglunaan PK selama ini karena kasus

23t-tenurul: penuHs, n<lJltelrSelti ut rnenjad~ dailih yang p.aida akhimyaak.<il'l beg;itu muclal"J !1igunal!:an ofeh bakiilm. AKi.mselialu menjadii peiIlben~raJIl karena tida1< limitatl{ny.;l maiko" dan unsur d81ri terminology khilaf dan kemlru teliSeburt.

Da r] kerentUG! n pasa I terse.but ] el:asseka II bah wa PK ha1nya' dit!J] ukan u ntuk mervl1iganki3ln terpldana, bukan untuk mernberat-

VOL ill, M:J'. 1(}, A,gUSf;u$ 20fJ4

11

lnl dlapat IOta: yakini rnurnl mengandurlg: nakekat sebenarnya darl keberadasn PK dalam system peradilan,

a, Apa.k~h sarna m,ot"VaiS~ permononan PK kasus Sengkon dan Karta deng,an motivasi permohonan-perrnohonan PK cewesa ili!li? Apa'kahdli da,lam perrmohonan PK dewasa lni, mem.ang benarbenar terdapato,ultti baru?

b., Apakah same motirv<lsi iPe~,gt'ljuan :piJ(o~eh Ja:k:sa. Agung pada kasus Senqkon dan I(arta dengan rnottvasr Jaksa Agung pade kasus Tommy Soeharto atau kasus Muchtar Pa.kpahan?

c. Paoa akhirnya, apakah PK benar-benar telah diguna'kan untuk mendapatka n keadi 113 n bercasarkan kebenara n dan fa kta?

PK terpidana Tommy soenarto dalsm kasus wiilSI(llg Bul:og2~ yangr ,a'i !anjutkan denga n ada nya putusan pemcebasao Tom my SOle harte secara rnurni oteh 'Mahkamah Agung dalam PK dan dibalas denqan penqajuan PK kembalt oleh kejaksaan merupakan satan satu YUrDsprudensi penting mer:J.genai PK.

Ha kj m Kasasi dikata ka n tela h kh i'l:af dian terde pat kek,eri ruan nyarta da la m putusannya karena tela h melakukan pemertksaan di ~lUar wewe'l'iIangnya. yaitu rnemenksa dan men.ilai penghar:ga,an pembuktialn terhadap "unser melawan hulkum" da~am TPK uUr No.3 Tahun 11971 yang d.idakwakan, sebag:a,i unsur yangd!inila]nya telah "terbuktl" padana~ un-sur tersebut t.elah di pertimbangkan sebaga i "tlda k terbukijN oleh PIN. Kekhilafa,n dan [Kek:el rruan nvata darl Ha ki m kasast ada lah

21Thhun 1995 Tommy ~h~t'I;O selak!1JKomIl>ariS Uta !"nO) dan/atatJ pemegarilg 80% saiham PI: Goro. Batar<i,Sakti ~rlandat311ganiMdU rvilsk!g tOlnah darn gooangi BLJlog di Kelap.1)1 Gadfr.g Jak.a.rtl t1t,na OO:ngon Beddlu Amang yang l<e~iika itl.J baru dlangkat s@oogaT KabQJlog~ did(tik'I,'1(1 tel:ah melakl.lkan kQ:ri,lpsi karena meng;gellaipkatnlmem<lniP\l~21~u 3S5:e;t nl.'!:g~r.l dil!ngan kertlgian ne;g,alf(ll sebesar sekitar 'Rp. 95,4 miL}r,;Il: H;:;lkim PN Jak2li1<1 sel~~i1 melalui pl.ltlJson No. 198 i'\jPid.B:/l'999fPN.JAK.$El ta.ngg,all 14 m:tober 1999 Iil€mutusf!an tidak ada peWU;rt.;llrl Tommy SOOhal1:o yang ~ra s.ah dialn meya~inkalFi dlapatdik<lltalall s.ew.~i perbuatan pidolllal korupsi sebag<l!imana dlid!ak\'/iJI~n olen Jaksa Penuntut Urnum. Tommy dit.ebaskaiIl dati semua dlalkwaan dan dipulihkan hak.-halmya.

Hakim 'Kasasi rnelihat bahwal perbual;l;!n-jperl:J;uatan yang didOlkvlr.:lkan ~ada Tommy Soetlarto dalam kas!;!S irli rerbukl:i sebagai perouat2ln kOruP5i dalam Pi!Jtusan Ka5d51 No. 1 KJPi(:Ij20ao tanggal22 !ieptt:mter 2OOD. H:a,kim Kasa~ meny~~an te:rda!kW<l Terbukti Secar<! San dan Meyakinlk.<inI Bers.aI<31h melak.u'kan: ~Tinddil':: Pioona KcIrllp$i lDilakuk'an Bersama"samal dan IBerilanjlUt'~ dierngan pfdana Penj;iJlr~ 1 tzhnn 6 bulan, Dcrlda Rp. 10 juta,. Mem'bayar Ganti RUgH Ikcp~do Negara sebesar iR;p. 30,,6 milyar dan seten.Jsny.]ll. Pul:us<ln PI< MOo. 73 PK/PNl1200n tangg'a:l 1 Oktober 20m m,emoot;.a;sKaI'l Tommy soenartc, Illtinya hakim melil'l·1!it bahwa Tommy soeharto bukarl Se!bag'au penanggllngl jawab teifj<ldjny~ ,kaSU5 ini, karena ia hOlnya ~eoo9ai Komisal'is M. (illS, bukan ia yang b,e,hak mewakil:i PT, GBS.O~eh k('llre.n.;;I itu fa tidak ,dapat dipertanggUrlgjawQibikanatas seglala perbuetan lDi:rektw.r Utama yang rne1a kukall'l perbuatM di dlalam kasus in!l. l"Iil~m F'K membe:MskO!rl Tommy Illi!mulihkan hal( dalalll k.emampLJan, keduO:urcan dan, haT,kat sei'Ul I1i'llQirtaJbatmy,a dan set'EmJSFlYolI •.

12

OPINI

bahwal Tommy dalam PT. GBS hanya sebagail Komisari.sl dan sej.ak September 1996 tej1ah berhenti, di9antlkan orang la~n. KO'i1sekuensi yuridisnyd,. segala perbuatan yang diduga meJawa n hu kum yang dila;kukan oleh Dill"ekl:ur Utama PT. GBS tersebet adalah trdak dapat dipertali1gguIil9jawabkan kepada Tommy sebaga[ Komisar'iS, sesual den~n:m IJU' No. 1 TahurJ 1995 tentang PT. Karelii3 tidal.< dapat ,dipertaliil9gungjawabkan kepadanva, maka rnenurut aukum tid.ak terb'ukti adalOya perbuatan melawan hukum y.angi d,i:l.akukan oleh Tommy, sehing1g(ll Tommy harus dibeb2llskan dari semua dakwaan. ,oe:mi1Idan bunyi pertlmban9lan hakim majens PK.

Pad'ahal, jelas-jelas di dal'am kasus inlT Tommy dapat dibuklika:n secara fakta bahwal ia te.lah menggunakan kekuasaan, kewenangaUl dan penglaruhnyal untuk. melaksanakan peirjanjiai1 (.NoU) denga'iJ'l pihak Bulogl (Neg'.ara). 'iidaik seja .kewenengan dan pengamh Seddu .Amang yang dtimcm.faatkannya', tetapl le!b.ih jii3uh ~ewenangan dan pe:ngaruh (l,.rang 1bUClnlyal (pfeSirdiern) telah digunak:an Ul'lbuk m:enl.lndukkan sernua pejabat terkait sehingga rencana ruilsb3:g yang merl'gakibatkan ke:rugian neqara tersebut teljad'i. 17erliha:t bahwa putusen dalam kasus ini sanga1t bertentanqan dengan nil(lil-nilali hukum, baik secara teori maupun praktik. Penulis jelas mel:fhat bahwa menang' ka ~a.Mya l"ommy di persida'ngan ini Je,bfh dirtentukan oleh p€nnainan dan pemutaibalikan kala. Dalam hal ini., karta kund yang mujara,o adalah MEWAKUJ PT. GBS. Benar sekaU bahwa sebaqai Komisari!$ Utama Tommy sang at trdalk berwen(ling dan bukanlah orai19 yang berhak Il.IntJu,k mewaklll PT .. GBS .. lDeng a 11: !Ulcus pada kewenangan mewa.ki]i perseroan and, rnaka sudah tentu Tommry blilkan orang yang bertatilggui"iJg jawob ternedap perfkatan perseroen. Sehingg.a da:l'am ruHs.!:a'9l ini buksn ta yang bertanglgung jawab, :ma~ain.kan Geia'el selaku Dirut yang pa'l:ing berwenang mewakiilii perseroan.

Hal ini telah memutaroaHkkan ~enyataan, perhatiian daTam l<asus ini d'iitujukalil: pada sapa yang berhak mewakilf perssroa fl. BUKAN pada siapa yang rnetakukan perbualtan pidana:, tertepas dad beniV.enang tfdaknya ia mewalki~i perseroan.

Tommy memanq buken Direktuli' Utama, hany.a pemegan9 saham dan Komisilris utema, tetapi TommYllah yang rnenyebabkan sernua fakta dalam kasus lni terjadL Tommylah yarlg d.1pandang oleh Beddu .Amang sebagai penyebab tindakannya. Tommylah yang menandatanganf M:oU denqen B€ddu Amang, terlepas .beMenang atau tidak: la mewakII'j perseroan. Tindakannya menandatan.gani MoU sudah rnerupakan ttndakan p:ribadi untuk kepentiIi"19;;;m PI. GBS miJikirrya. [a bukan bertindak sebagaJ wakil PT. G8S, tetapi bert~ndak secara prilbadi :untuk. kepentingal11 PT milikrwa. Kenyatalsr11 inl tidak dilihat oleh hektrn PN dan PK.

Padahalll, jelasjelas di da ram kasus ini, Tom.my dapat d i bu kt~ k.a n seca ra fakta bahwa' ia telah m en q q u n a k a n k e ku a s a a n , .kewenamgan dan pel1garuhnya lI'ntuk IT! e I a k s a n ak a 1'1 perjanjian (MoU) d'engan pitla,k Bulog (Neg~ra).

13

OPINiI

Adal'l.ya d.aHh yang rnenyatakan

bahwa, Tommy

!hanyai seb,ag;a,i

Komisaris dan Pemegang Sa ha m den'gan menggu nakan Uilil NO. 1 Ta,hun 1,995 tersebut sal'ilg.at mengada-ada.

J ika dipanda n 9 sebagal orang ya 11 9 berhsk mewa ki Ii PT. GBS I tentu saja ta bukan [)tre'ktur LJlt:ama, mesklpun sebagau Komisaris utarna iapun tida k berhak mewakili perse roan dan oleh karena itl.! bukanlah orang yang; bertanggung jawab. Apaiagu sebagai KomTsariis Uta m.a ta teleh berhentt,

letapi apakeh ta berhenti sebagai pemillk sanern mayoritas?

Apakah M,oU yarlg dlitam:l.atangaininya juga berhenti? Bukankah casar kasus ilili terjadi adatah karenaadanya MOU yang ditandatang(lninya tersehut? Lobby denganinas:il penandat:an.gan lang:sung MioLJ oleh Tommy tersebut lnltab yang hams dilihat seba.gai fakta., bukan stapa yang berha k mewak~1i PT. GBS.

Adanya dam'l ya r1g m.e:nyatakan ba nwa Tommy hanya sebaqa i Komi'sarls dan Pemeganq Saharn dengan mengg:unakan UU No.1 Tahun 1995 tersebut sangat meng:ada-ada .. Meskipuril dalam 'lJU terse but menvatakan demikian, tetapi pemegang saharn tetap' bertanggung ja:W(l,b secara pn bad~ apa bIlaua menyalahgunakan asset perseroan untuk k,epenbing!a.n y:ang bersifat merugikan perusahaan.

p.emegang. saham tetap dapat dipertangglJngj:iilwabkan secara priba'Cii apabila j:abaik secsra !,angsung mall pun tidak langsung dengan itikad buruk memanfaatkan persaroan semata-mata untuk kepentingan pnbadl; danj.atau ua terltbat dalam perbuaten rnelawan hukum yalng dUakukanOleh perseroan; danjatau la b<llk secara langsuogatallJ. tida'k !angsung seca ra. melawan huhrm menggu nakan kekayaan perseroan yang rnengak:ibatka,n kekayaan perseroen tidek cuku;p untuk melu i':has:~ huta ng pessernan. 25 'Pa I~ng tida~, hakl m seharusnya melihat bahwa setldak-tidaknyaTbmmy Soeharto adal!an or,ang yang terllbat, bail;;; itu sebag;3li pembanru, pen9anjur atau yang menvuruh mel a kukan tindak pndan<l Iko:rupsi.~t~ Karena ialah yang mendor,ong Beddu Almang dan Ge!ael sehingga kssus ini terjadl dan kerugian negara terjaLdi. 27

Pihakl<!eja:ksaan Agung yang nota bene' adalah selah satu institl.liSi tertingn penegak hukum di Indonesia juga tidak mau ketinggalan dalam "memanfaatkan" kelemahan ststern peradi]al1 tersebut.Be:rpijak pada

ZSP,asal3 ay~t (.2) UU No .. 1 Tatu.m1995 tentallg PT (tN No. 13 TatlUll 1995; RIll No. 3S:87).

Ol&Siml~k PlUla Pasal 55 - 57' KUHP.

PAnamsa oldll pen:umi;. Untuik ruuansa analisa yang liavn, b<lCOil Eks~minas;i P-erkara Tommv SQehartOc yang diseleoggar~kalil a,leh Koalisi Omop Pemantau Pe-radilan. Pa,dQ talilgg'al~ 29' Nopember 2UIU du Jak<lirtil", MlajeU$ Ei.k$.almil'l<lsi terdlnri ,dalr[ k<illall1g,an aJc:ademisi lMukl!Jm, man~an hakim. i:lgung, rnanten jakS;;l, praklisT hukum dan OIiKtivi:o; lS:M yang cflike:'tu<,d o'Jeh Tomi E1II5ttomi, SH:_

14

tefep®ng

OPINi

iPen9~lamankasus deo.g,:an D,r., Mucntar ,Pakpahanl2B piha:k Kejaksaan Agung i kut juga m:€'nga~ukan permohorren Pel:1r.n~aua:rl Kembari. Dalam hal ini bahkan Kejaksaa:nAgung mengajukan Pen.i1Iljau(l!ni JKemba'li atas :p'"rtu'san Peninjatll'oi1l Kembal~~9 yang telah dimeramgkan 'oleh 'Tommy Soeharto dalern kasus ruilslag Goro, tersebut,

Jaksa PenuntlJ:t urnern yang menangan~ perkara i'tu meng2i.takari bahwa permononan Peninjauan Kembain itu dia~ukaln karena putusan Penrrujau~n Kembali sebel'ulffiliil:ya didasari paca novern (bukti baru);W setelah dl1teliti secara seksarna temvata novum yang dimaksud temyarta tidal< ada, Selain j1tlus putusan IMA tersebut dinlla~ ttdak memenuhi rasa keadlil,an bagii masyarekat, J.l

Pi!Jtusa n me.n;a:ng artau ka I!ah kepada Kej:a ksaan Agu r"Ilg da ta m Peni:njauan Kemball'i tersebut sema-sama akan mernbawa etek negattf temada p dunr2i' pe:lZI:drla 111 d i Indonesla seca ra kesel uruhan. Ka.!au Kejaiksaalli'li Agung kalalh maka set~dalk.-tida.knyaf Kejaksa_an .Agul1ig telah berhasil "rnencoba" menciptakan aturan main hukum send[ri da:lam urusan Peni.~j:alUan Kemiba.~i inL 3~ Oi SIlsi lai'r!1 apabila Kejaksaan Ag'urtg' m:en,ang~. maka~akan terbukti betapa lemahnya ist putusaa Maje.lis

~Permolho.nan, PK dil'ak;uki,'l1l1 oJeh Kep'a~a K'ej'a!ksaa.n lNegeri M:OO;:ln/Jaksa Pem,.mW~ Umum tM99ial18 ;Maret 199'6., Oalam kasUiS ilni perm:otu;l!lan P'K y~ang diaju~l'l: o!ehl J!QJksa (jibenarlcan oletl hakiml dan dir;l'.uw'Ska~ m,ela~~i put:usan N'o. 55 PK/Plid/1995 yan9' iSil'lya memenallgkal'l jJih:ak ,kej;:lilr..salllll: dan mempJdana, MUlChtar yan.g· tei1aln d~pUll:llS nebas.

n,B~c<l Media Indonesia, Kej)akgung Lakukan PerlaYllQrnm. P·lJt:usan PK Tommy merry"dali:ii At~r,elll1, 4: Oklciber 2001. Pef\9<lju<I n PK olen Kej,akgllllllg, sebag'<l~m<lnal dikati3bl'l olehi KetU'<I lKA[)lN_ (Frans Hendral 'Winata) da,la'lll harlan ini, akan IffiIkin mmgOlC.U.il<a n Sistem nukutm Indonesia.. P'eftga'bul'aIMi ilK Tommy saj)al memJ!rutn'\fa stld!aln me'.[upakan bernlJl< kekacau:an hl;dwm, ap\i:!,la.gi dit.3m~h dengaJi'l pelilgajlllan PK oteh Keja kg tJIlng.. saea juga Ko.r.lln Tempo,. ~'MeJn.ola,k Pemlheb<l;s<arl T(HiI'l,my, Kejakgullg Ajukatl"l PK~, "If Oktober 200'1 at.au The Jakarta Po5t, "'Tommy's; case far from bepMig closed", 4 Ok!!loell' 2'001-

Jl)i'an.9d\imi3ksud~n dellgan blilctf, baru dalam pCflg!aljuan PK Tommy inli adala!h p<;i.hw.1 Tommy $~dah mu:ndur sebagali ttomisaris PT Goro Batara Saltti sElja k 9 Desember1996. IElaea Repliblika,. "ISa.gi.: Saya M!emalilami K.ekecewa,,m lMa.syarakat. MA. KabUilika,n PI( Tommt(', 2: Oktober 2:00'1.8aca, juga Karnp:as. ~PK Diter,[ma: MA. Tommy Sebffi", 2 Oktober 2001, KOIrOlIl Tempo, "''Mil. Bebask.an HlIt.arno M~:ndala, P·UleTa. Poijsi 1i"et.:lIP Me:rI1I:buru To,mmy"'. ,2, Oktober 2~JO 1 dan 'The )Q~rtl Post" ~Supreme C~urt, says Tornmyis not Guilty", 2: Okl;ober 20(11 serta Sua!";:! Kalrya1, '~T;;'!t Ada NO!j!'umd:i ,PK lOArllmy", 2.9 OktlOiber 21)'01.

)IPefll.llis· betpendapafr bahwiil'"ITasal kearlll';;! n bagr mflsy3rakar' yang dim,a~udkal'l ,di s<iY'l~ dOlpa't berartt ~tJas ~nkan ham!> drberI bataiS,m yarngl jelas, sehilngga l)idak memberik:afl tail'sfranyang ~ell.lar (Jarikonteiks hukum dalll prosedul yang beilaktJ.

)~P:K me.nurut UU MA Pasal 66 (l) hallY'! dapa!t cmaju:kan saW kali, tetapi IiIleinl;il1"iUt plhak. Kejak$a~:n m~reka jUgill, berlli121k saw kalil mengajukal:1. pemtohon;m :PK. Jikai salah sam pihal( sucah lp>emah mengajiUk<l1l'l PK. maka tfdaik boreh PI< ~agi. attii!"liY,., masi:ng~ masiflg piEla&;: pUniy;;l sam tali kesempatan untuk PK.

Put.usan menanq atau "'alah kepada Kej,aksaan Agung caram Peninjaua:.1i'I Kembarli b~li'seibut sama·~ma a ka n membawa efek. negam te:rhadalp dtm[:a peracWan ,di Indonesia secara k:esel'umhan.

VOL. II!, No. WE .AgustU$ 2004

1.5

OPINI

Ha:kim A,gungl pada Peninjauan Kernball sebelumnva: yang. mendasarkan kepada dalih "khj,tar dan salah", Padahal dalarn pertimbangan putusan Majrelts Hakim Agung PeninjZluanKembali yang memenangkan Tommy sebe!umnyajjlug!ia menyat£lkan bahwa Majelis Hakum A.gung. lKasasT telah melakukan "kekhUafan" dalam konslderan putusan ya ng mengihukum Tom my. 3J

renutJUQ

Di Hhat secera k.e:S€·~u ruhan jalarmya perkara Tommy SoeJh.ai rtn depat kita lihat bahwa M;ajelis. Hakim IPK telah menunjukkan "kelemahan" Majelis Hak:im Agung Kasa,si yang! khilaf sebelurnnve, kernudien M'a,jeHs Hakim Agung lPenunjauan Kembal! berikutnya juga a ken menu njiukka.n "kelemahan" M ajel is He ki m Agt.:l og Pen i ii1ja:uan Kembali sebelumrwa, denga:1il kata-kata 1telah "khil;aif'~. Hal ini memouat k]ta bertanya, bagaimalna hukum akan berjalan tega,k sebaqai pangiirnadaliam m.emberikan keadilan34 yang berdasarkan kebenaren; apablla hakim-hakim GJ·gung di negeri inl semu.anya adalah terdtn dan orang-,orang (hak]m~haki:m) yang sela lu "khi laf"']lS

Semua fakta-fakta d~ etas sangat rnenarik untuk diamat! menqinqat kejadian tersebut di lakukan oleh satu lnstltusi "beM1ibawa",ya,kni Mahl<·amah Agung R1 yan'g pelekurwa ·adal·ah para Ha kl m Ag ung yang .ada di MA. Bagai mana ke~ a oj utan nya, aka n kah

~~putusal'l PeninjalJcn, lKem'b~li No .• 78 PIK/:Pi'd/2000 ta!lgl9~1 1 Okliobe~ 200L ~'Baca lromerntar lLoobby ILoec:iman menge;nai Iteadi Ian dalam kaitannY;;Idengal'l kaws Tommy ini dalarn Kompas, ~So'a] Diibew,sk~nnya Tammy Sceharto. Putusan Aooliikan R.asa, Kezidi!allr~ 3 OMober 20m. LOebb"l L(t\eqlm~,n men91al'la:log'i:ka:n tinjaulal'l ke;;ldnl~1il ~sus Tommy in] dengoan ~Sus OJ Simpson,. Eerkait:<lo dei'lg~n ~d<l,nytQI dua bentuk keadiBlln: legal jius.tice dan 'soci;;ll justicei dialam kedua kasus uni loeihby mengatalKan kit.c halfUS menerima legal jusUce, sed<llflgk.an untuk social justice, <lpa uliau;a,n nya?

:lqlPutusOlO rnencrdm~ !"I<. Tom:mydnkatak_<!n olen ~~8:klm .AglLll1g Taufiq sela~uKehJa, Majelis PK perKa:ra lommy:".-- dikarell'lll~,m melm<l!ng: mereka (m<ljelis) men(1;mulq;m keklhilafan hukum. Ke1dllla~an i.tu aoolah pUMaI:'! majeliiS haklrn PM ]akSiel menyebutklln Tommy 'beMs. murni," PutuS;;I1l bebas murni sernestlnya tidal btsa dl:k<I<saS!i. Bac1l Kompas, npK Ditel"1irna .MA. Tommry BeooG~~2 Okt·ober 2001. Hakim Aglung Tal.lfiq mcng;;ltakQ;n,. bahwa Il'utusan Yo,ng: dikell,rarkarN'Iy<l ntu ad!alah p'lJtUS1l1'l yang ia Y'lkini. rOil ya:ki:n hahwa Tomlmy ttdak bersalah dan :i1l,5iap untuk mundu,r 5ika,d~:mil1ta: DPiR. Balca: M'edli<l: Indonesia:, ~S"Ydi Slap TUn,lIl ]ika Duminta: DP:R~, 2: O:kl\l)be:r 20n1 dia:riJ B.iSnis Indooesia., ~'T~ufik tak takut dihu~at karel'l.ill beibaSKan: Tommy~, 3 Okto!)er 2;00] atau Rlepublika,. ~'raum;:::· SaYiil' sadar allan comrove!!':si<ll~, 3 Oktober 200.1[.. KlhllSUS koment.iillr neg'<liti'f mengel'l<lli p·rotiil ketig;;ll maj'eli$ Ilakim agung IPK Tommy yang diketuai Haikim -Agung TalUfiq ini, baca Koran Tempo,. nPengetuk PaiL! ItllD, 3 Orttober 2'oCi1. M!ed~a In,do.nesi;;lJ, ~"'Ol'l!StTulCsi Hekum PK 'Jommy Keliru,. Ma'jelus H-akim Agung iI1d1ak. t"enguas;;Il IH ukuiIlII Pirlana~, 4' OkJ:-.ober 200'1.

16

OPlm

kasus Tommy ini akan menghasilkan Penjn12;UJan Ke.mball Tlnqkat tiga dan se:terUSJily.a? Jika demikian, tepatkah penUaian semua pengamat bahwa sistern P'e'liadil,an di Indonesia berantakan ?,36

KUHAP di Indonesia sebenarnya t.elaih mengattlli' sacera tegas:: dalam Pasal253 ayat (1)37 ba'hwa opaya hul(um Peniojauan I(embali (PK):rn dIberi:kan hanryal kepadal terprdana dian ahli warisnva, sehingga pinar< lain di luar terpidana dan a:hl'i waris,~yall termasuk keja:ksaan dan pinak laIn tidak dspat meng()ljukan pen~njo:uankemban (PK).

Akibat kaSIJIS Tommy saja, perkara-perkara akan semakm bertumpukli'di Mah.kamah Agung Rl.Perikarra Tommy soenartcaken m:enjadi preseden buruk: karena proses p'eiadlilan sekaranq seotaholah blsa menjadl lima tingkart, yaitu tingkat Pengadilan Negeri~ Tingkat Pengadilan TinggiF tingkat. Mahkamah Aglifng, permohonan P,enrnjauZ!n Kemballi dan permohonan Grast

SeldnjutnryOI deng,an kaSU5, tersebut peradilan di Jndonesiaakaa bertamoeh satu til"1!gikat lagi~r yalkni Penlinjaucli1Kembali yang d1ajukan oleh Kejaksaan,; sehingrg,a tingkat peradilan di lndonesra dapat menjadi 6 tingkalt (ba'hkan 7 ti'nigkart}.~o Padahal' PK hanya bor.eh diaju!<an satu

~lIca M'ediijl Indonesia, ~.PK Tommry. P,r;esed'en Bun.di; HuJmm IndonesiaN, :3 Olttober200,1, Koran Tempo, ~Kep[ltu5anMA Oinjial Mel'lgaC1llJkall HUl~UI'i'1!~'; Okto!:ter 20011.

31PaS:a11 263 .ayat (1) KUHAr berbtlnyj;~Terli:1.;1da:p iH:dus<l!l pel'lgadil,an Y3!l'Ig ~Iah mempeliolefl kekuai:<ll"l nukum tetap, kecuatlli p,uttllJQn bebas ~tI lep,at5 dart sega:I.;I1 tlJl'1Itutan hu,kom. t'erpidalJ'ila. <1It.au a'hli wansnyar d\a1Xl,t ol€:l'1Igajukan ll1ermrfrnta.;lln pelililljaiJlCIlll kem!:lali k:ep;.lda Maflkamall .Agung'."

~urju:m dalri ,P.;!Is:a1 ,263 ayat (.1) ini' berorientasi kepada pen9crti<l1'l ~Ilnwa terpidla~n~ djbelii kesempatalilr terakhJr I,mlt!lk meng,gU'nakan: hQiknya u:nt:uk men:gaju'Karn f'K. Ini diseb<lbkarJ'l karenat terrpidana seb'3gai pimak yalil9 diart<C;:lm perampa'Sdn atas kemieroElkaarlO:y<'l atau mlllahatl SlIJd.ah dirarmpas kemerdekaailllitya karel'la SU(l;;Jit'l mernji.'llani hl::li<:uma;n (eI<seiklJsi.), dapatt m€n:garjukafl keml::l2l1I per.k~ranya k,arena k.eacfca:;1IilI IU<lr bias.,l. PI( sLlawup3ya hlJlfmm iuar bJ<.'Isa yang oony<l d~erj~n .kep"Jdtl terpidOln:(lr kalau meme.nuhi S'lliir~ yang d['iftUf P<llS<l! 263 KUHAP tarsebut,

~~D'a,r btUkt,d lapOfarl t<lhlullarTI Mahkamah Agul'lg RIP.~riode Tabul'l 2Q02 - 2003 !halamai'll 38 - 40 diperofeh d;:lU)! ba~wa rhinggc bu[:an Jvni 20(lZ t:erdarpat 16.12.6 perk.ara,yan9 belum selesaf ~i' Mlllh~lmah Agung R!.. Ke-16_7Z6 perkaratBse'brut terdiri d\Q!ri 13.975 lDerkar.il Kasasr d'a,n sisanyal seb~nyak: .2.751 perkara P,elfl.fnjalu.m iKemoo[j. [)an Bu:k:u Cet.;l'.k; 8!iru Pemtbahal'iUan M'A FU yan.g dfter!Jitlkan ol~.h !'tA. Rl, 2:IW3" h, '185 .• d1r1!/·ataKaIr!i bcall'lw,a berdacs<lrk2in pene1irtian ryan!} teJal'l MA lakukan, fa,k,tolr penyeba D' t~~aidlinya penLUmp~,k,an perkar.a di MA R! SOo/Q,-ny:a <l'daIQih d~ka'r@n.a,kantid'~k adanyol p!'imblClltas-an peri::ar;;l.I{, Tin:gkat PeradHarn Im;!onesi<il: PN, PT, Ka!SlIsi, PK, PK J<.'I~., Surat: Sa,kij MA. dan Grasi .

• n7TingrkAlt lP:er?dil'an [nt;!.onesia: PN, PI;. Kilisasi, PK,. PK Ji.'lksil, Surat Sakbi MA oon Gral$i.

Ark~bat ka sus Tommy saja, perka ra-per,kara a ka n sHma·kI'n bertumpUlc3i d[ iMahkamah Agung RI.

VOL 1l1~ No. io, Agustus 20()4

1.7'

OPlNI

Sampai saa1t iini kasus-kasus yang diimohonka:n untuk Peninjia1uan Kem bali, c end e run g berdasa r:ka 11 pad a fak:tof' "ketiidakpliasan":.,

kali'l! dan dalam ke:adaan Iuer bIasa. Nyatanya sekaranq upaya hukum luar biasa i I'l i dibu ka se! uals-~ ua snya dan d iteri ma oleh M.A seh ingga m,enjadi upaya hukum biasa. Sernua kejad'ian lnl tenturwa me:njad rnuara terjadl:nya ketidakpasttan hukum (recht onzekerheld) dian mengaldbatka,1il pelaksaan keadilalli t,ertunda yang berern jugek:eadiian d'i(ilba,ikan (justi,oe: delayed and ju:stioe deni'oo) .42

Terbukti jlJQla bahwa etasan permcbonan PK dalem praktiknya tidal<: :saja karena (benar-benar teleh) ditemukanadanya bukti bam (nov-urn) yang scl:ngat. bertentanqan denqan fakta yang terjadl paoa saat pemeriksaan Kasasi, tetapl cukup denqan kata-kata yang menyebut Hakim Agung telah ;;k:hilaf" . .q~

sampai sam i rli kesus-kasus yang dlmohonkan untuk Peninjauan Kembalil ce:nderung berdasarkan paea fektor "ketid'lII<put:lsa:n'". Berii!wt ~n] conroh-concoh kasus yang di mohonke n PI( atau set1dak -nda Iknya telah SiBP' untuk dimohonkan: SamadckiLm Hartono (korupsl), Nator~ Abdul Jahl (PiKB), Ha'as-yir (teronsme), Sumiasih dan Sugeng (pem bunu haln) serta Ad i Pra.j iitno dan Ayaa hya Prasad C!'1 a ubey (narkQ:ba) setelah ditolak permohcnaa Grasinya dan teleh pernah satu kali rnernohon Peninjauan Kembal:i nemun dltolak, Bob Hasan (korupsi), PT., Barito' Pasific Timber Tbk (kepailitan). Tommy Soeharto (pembunehan), K.eja'k:saan .Agun.g {rUlslag Gam dan 'bank. 6a~Or Arif Ward~yanto (pers), Tjandra S1l9iono (hak clpta), Ahmad Suradji (dukun), Pemerintah Kota Surabaya (pengelolaan kolam renang KRBl, Iis Dah:l:ia (percerala n), "-4

41Pasall 66 (1) uu N~. 14 T~llI.1il 1985, tent<l1'l9M~hkamah Agul'lg menyatakan: ~Per,mohon(ln penGflj:ilUai'l kemba:li dapat dililjul';an hany.a 1. {satu) l<a~i.N

~~FrsHlIS H€ind@Win\)rtil ' ~Konl.rQ"ier.$i Peil'lun]aIJ<ln Kemoo!L (~K) Tammy Suharto'-:; httP':JI~\lWw.k.hn.oom!, 20 Septem,ber 2.00'3.

43Disamp"i.ng: itt! bergamung sepenuhny~ pada 'l';ep.andai,m iain'da,ri SleDIril.ng aOll"Ol(at, d:vl uar keponda~an aspek )I'ulridis, sepertl mjsa~:nya. kepilndail<'!o dOlII<lim memoorikan 'pressure' k.ep<lIda Ol~paf<lt peneqak hukum deng'an b£r~gai Cardj def'lgal"l cera hal us' para pen9~calra diapat lfIempeng:~rlJ:hi n<lkim cten.gail'l memcmfa,;,tkll!n titil( 'Iemahh(ll<im bersang'k.Ultilrl; d!eng~n cara kasar bahk.iiln daP4t klta saksikalnl pUIlt.ak:rrya Ciengan k.e:jOldia.n yang menimp.OI hakLm Syaefuddin,. 'hiog;g.a te<Jbum.lh:nly;;I, Mkim berXlJ'lgkut:ao dla~am: 1k~i1tannyal den~n~$US Tommy seeharto, Kodle Bik w'O"fesi ~ngacara sIUdai') ad1a: s.e:jak m.a5in.g·masilng asosiiasi atau Organisasi pern;impl,lnan peng.a-C~'Fa. ;;Idvok.ait atau konsuttan hul<i:Jffi terbentuk oi IndoneSia., namul'l keny'ataa'i'iI bahwa para :pengacara beupci'().n cesar d.alam buruknY<l siistem I'eradil!lIll di IndonesEa tidalk: dapat dll pu:ng kliri. A.pa yan;g ihenda,k; d~l(ltuk~n liTIelal~ui Ull No. 1.8 T(j)nlJllI 2,00'3 tentang Advokat (l1'J! nih un 200;3: N.o,.. 49; TUJ No. 4288) terlihat baru sebatas ta,hap pembenohal'i darn pengorg:a[lisasi~lfl atau pelembagaan profesi <.'IdvQk.at di Indonesia. Kek~atan UU ini seba.gai da:s<lr untuk memtiell;;lni m.ental para p~'J'Ig:ac-.a ra/advokait (Y.;llfl91 .sebelurn il1:i seibena>rn:ya mereka telah mem~m::i Ko;je E~ck:

Profesj dan jLlg!3 diiSump;Jlh sebaga,irnana juga diaw. piil.O;;l. P.]IISal 4 UU inO. tentu masih rnem,J:rl99U waktu .• p,alvril9ltid:ak 'd~ng<'lll dis;eratlkan sepe;nl,.llM'nya peng.angkata.n adv,obt melalui organis;;tSi ad'i,1ok.~t sendiiri (pasal 2) dan bukan oh~h P~ng<ldil31il

18

terepeng

OPI,NI

Sejauh ma na permohonan-permehona 11 Peni njauClI1 Kem ba I j tersebut dapat dibenarkan dan tepat secara huklljm, mengundang bal1'yak pertarwaan, me'lngingat Pentnjauen KembaH sudah mel'ljadr hal yang 'bi:as'a' dirmanfa·atk:a:n dan dipal<ai dl dalam sistem per-Cl:ciilan Indones:r.a. '£Masa' berdasarkan preseden-preseden yang terclpta selama inti dan ditambah deng!an mernantaatkan ke!emahan-kelem2!han k:Ui3'litas sumber darya' malnuSia dan slstem peradilan itu sendiri. 'Biasa' karena settdak-ttdaknva bagipem.ohonj dengan di,ajukannya permohona In! Peninj:a uan I-(embal i a k:an d.apat rnemberl ka n pemohen kesernoata Ii1I menguil ur--ull,l r waktu untJuik mela:ksanakarn eksekusl,

Penggunaan lernbaoa PI( dalarn kenvataan sekarang lni sudan bukal"l! lagi karena adanva hal istimewa yang sang-at djperlukan b1agi suatu peneqakan hukum; kebenaran dan ikeadihm sebag:aimana rnestmva, sebagaimana yang' d'iafami dan diperoleh Sengkon dan Karta, melatnken rnerupakan ajang pertemouran menanq-kaleh dengan o.E!rbagar aiasan: l,;J',al1!g, prestise, ke,banggaan dan KKN,.

Sejak permohona n PK terhsda p perkara Sengk-on de n !\a:rta dikabUtlkClnT MA seolah sanqat membukadirt untuk menerirna permohonan PK. Akibetnya [ustru da.lam perkemban1gannya; dalam kenvetaan, PK dapat dimohonikan cl,I:klUip denqan menentuka n alasan;: hanva ksrena adanva ketidakipu:asan dart salah sstu pihak.

Kalau dalam perka ra 5engkon dan Karta, perrnehonan PI( benarbenar dil~ik~kaln karana d~t.emU'kan nOVUimF sebalii'lmyal misall'nya di da:!am kasus Tommy Soehartn sanglalt jelas masrh dipertany,akan mengenai ada tldakrwa bukti baru tersebut. ll.kibatnyajustru Kejaksaan Agung meo:gajuk.an PK terhadep PK yarl9 telah diputus tersebut, D,emU(ian juga dalpart kila saksikan dan conton perkara Dr. MllI'chtar Paikpaharn~s yang teii,ah suksss mendptakansatlJ tlngkat

Tlli'l99i s.epe:rt[sela rna j.n~, I<ita berha rQiP profe.si ~d\"ok,at akan menern P<1lltl\:atQ 'lreho~I"I' dil teIi'I~Nllt ~n'Q lebih laY'lk; bllkan seb-a~iknya a~1'I mak.~n tid"k terk.QIi'l.1N~ karena mengatm dli'rinya sendJfi dan berSik.<'JJP amgan kep<lda apatartur penegak hukum ~arrmya;: tid.ak malah maLKil'l mClmbuat iril dian 'tertekan' para polisi,. jakSa, ,p,mfterada:n h:all::irn Y;;I,ng peng'hasHatnnya j<lll,lh. dib'<l,ndlng' para, a:dvo.~t. ,Ber~ai~lul dlcllgalil gaji haldmooiiltohllya OOpalt dibarn t~llisa;l1 Prof. Or. Clilarlies Him.awQlr:l, SH.,. dq haj'ia'n lKo.mpa5~ 2 I!)e.sember 199:6, yang berJiUd:ul~Gaji H1ardm Tentukan Pe:radt:lan &ebas KKW (fain tulisal'l IPr"Qf. Hikm<alhalMito JUf\IV~ini.'iI. 51'1'" U_.M'I Ph.D., .da~am Mledi\(! HULkum dil,n Kead'ili'lfl Teropang, Vol n No.4, Malppi-I!JI, ]aou'a,r~ 2003, h., 29< - 32, Y;;iIMig berjudutl~Pefl\iati,k;an I<esejahrlier,;tan Hakim!"

"Da~a semen tara ini diperoleh d~rj "'asil pcneiu5uran berbagai sitlJs lnternet ,Paid'a t;;lt1lgg,a!1 2.0 September 2:003, entara 1<I,il'l: I(QmpiilS,:Wm;.1iemll'Q.cQ.id; Lkph, umm .sc. id; Su,a 'Q:s!J@b,avaL .. od;; Faii,lt .. cp. iel, DewaMeh QH'Il<l!tarmwi .com; Asiiamaya.CQm; E-Ji .. COIlll!se!ebri~il.; R!!ldyramli.CQm; Med!iaiind'o.co.id.

~Pl1ll\llS;lI1') MA, No. SOS Pl</Piclj1996, talrlglgal 25 Ok,wocr 1996.

Sej,ak permohonan PI( ternadap perkara Senglkon da i:'Il Ka rta di ka bul!k:an, MA. seolah s:angat membu,l<a diM untuk menerima

permohonan PK.

VOL III, No. so. Agustu$ 2004

19

OPINI

ta mbahan dstam ststern peradi Ian dan telah tercatet dal amseja rah perkern bangan heku m di lndonesla secara kesetu ruhan,

Jika demikiall kenyataannya,apakah publik intemasilonal boleh mernpertenveken ,ada~bkilakkah kepastian hukum dlneqerl Tni? !Capan kepastla n ~ ukum dii lndonesia da pat tercapai? W'ak1i:u rata-rata y:a ng diperl tl IKa n untuk menvelesalkan perkara dari tl n 9kat perta rna sampai kasasi adaleh 7 - 12 tebun, § belum lagi ditambah waktu btla diajukarn PK, P:K Jaksal Su:rat Sakti daa Grasi .. Penc:arian keadilan memang terlalu mel'e:lalhk_an.

<lSYaruyal Harntrap, dalam Cetak airu Pemb~~l<m.ran MA RI, MIA IU.. 2003, 11. 161.

20

OPINI

SATU TAHUN MAHKAMIAHKONSTITU5.1.: lIE1A,K'~JE]A,K lUDICI,ALRE'VIEW

Q,lef!.

Rie:'lfly Ha"liin~

Pendahuluan

Pada 16 Agustus 2004 Mahkamah Konsti1busi Republiik: Indonesia (MK) berusia sabutahun. Semu~~a di kalangan hakim konstit!.!si t:el'jadi perbedaan pendapat menglena] harl jad] MK. Ketua MK. Jimly Asshiddi:qie, misatl'llya,. berpendspat bahwa MK !'ah]r pada 10 Agusrus 2002. Pada tan:g'g'cd tersebut diretap1<an P,erubahan Keempat UlJD 1945. P'asal III Aturan Peralihan darli Perubanan lIKeempat UlJO 194$ menyata,ikan ba.hwa .Mahkamah Konst:iltus:i dibentuk selambatiambatnya pada 17 AgustUis 2003 dclin sebetum dibe-nrtiaksegaJa ik:eweuadlgannyal dUalku.kanol·eb M.abkamah Agun,g. Secalidl liim MAo juga sudeh men,eliima 14 permohoean peng1uj:ian undang-tlllldiang. Ba9li J.imly~ secara kelembaga:an MK sudah ada pada 10 Ag'ustus 2002.

Tanggaf' lain yang perlu dicatat adaiah 9 November 2001. Pada tanggall itu ditetapkan Perubalmn Ketiga UUD 1.945. .. 5ala:h satu mdteti perubahen ~l:iu .ada~,ah P,Clisal 24 dan Pasal 24C yang men.gatl,l'r soal ]embaga negara baru salah sartupeir,aksana kekuasaan~ehekim<amm bernama Mahkamah Konstiitusi. Secar.a ¥Iurlidis MIK sudah ada pada t<u'l·gga I tersebut, Yang bel umada ada!'aih wUJud da rl lembaga tersebut, termasu k. kesembHan h.akim~:wa·.

MK akhimya menetapkan 16· Agust!Us 2003 se.bag,ai hali llalhir' lembaga. Pada tang9C:!'! tersebut sembuan ha:kim konstitli!:s:i dilalilitik olen Presiden Megawai:i di J:strma N~ga:l'a setel1ah sebelumnya dld.ahullui de.ngan dit:etapkannya UUi Nomot 24 Tati:un2!OO3 tentang Mahka.ma,h .KonStitulsi (U'U MK) pada 13 Agustus 2003. Sembil.aii hakim tersebut di'pil~h masing-mas:ingtJiga olrang oleh DPR. MAT dan Pres:1de!l'1I. Dari DPR terpilih Prof DR. Jim:l'y .Assi1iddiqie S.H -r (YZli1l'9 3:khirnya terpirih seba:ga:i' Ketua MK), Roestand'i S. iH., da n I Dewa Geda Palguna S. H., M.H .. ,; ddlri' MA terplllh Prof D.W' M .. Lalca Marzuki (terpili'h sebaqai Walkiil Ket:ua MK); Mlan.l!arar Siahaan S.H •. , dan Soed!a.sono S.H.y; dan dart Preslden terpilih Prof. HAS N.atabaya: S.H •. f lL.M., Plof. Mukthle Fadja.r S.H •• M.su., dan DR.. Harjcno S.H.; MeL.

'P'ifnl,lllns, adalahAsisten Hal<lt:r!,Kon:;;tib.Esi; iP.eneliti Pt:lsat Sl;ud,1 H'lJkum rata .NIegara tJFiliverrsil:as IndOl'lesial;' Oosen FalQlJltas Hullum Un,iversitas Jndonusa Esa Ungtg!1lL

seeara riil M'A juga sudah menanmal 1.4 permohonan peng'!,Iji.an u ndang ~ undang:.. Sagi Jimlly, secara kelemba9i;.'1an MK sudah ada pada 10 AguSM 20.02.

VOL III, No. 1 o, Agustus 20'0'4

21

OIPINl

satu tahun be:rrrliri, MK setidaknya telah rnamnu rnenuntaskan 273 p€~k:@lr1'l1 per.5ells:inan has [I pe mil' U pada Mei- Jiuni 2:004.

Darj ernpat ke.we:nangan dian setu kelll!'<3jiban konstitusional ya r'lg diberilkan UUD 1945 kepada MK., baru kewenanqan m€ngujli undangiJlildang terhadlap UUD 1945 serta memutuskan perselisihan Ihasil pemilu saja yang stldah dija'ankan MK. Dua kewenangan lainnya ·d a lam ha~ mem utus s:engkteta a nta r i€':im b,tjl'g a nega ral de! ri me rn utus pembu ba ran pa r-~i po I:n! k serta kewaj fban me m ber~ko n ce nca pat htlikllmatals dUg!aan pelang:garan o,leo Pre5~delil/Wakn Pres:iden be,l u m pernsh dlgunak,a,n karena memang belumada perkara yang rnasuk.

Satu tatu .. H"i berdlrl, :MK setidaknya telah marnpu menuntaskan 273 perkara perselisihan has~] perntlu pada Mei-Juf:'li 2004. Yang sekarflng ma's~h berlalogsu rl'Q adelah men UI ntaska r1I perka ra - perkara pengUlj~an undangHJndang terhadap !"IUD 1945 (j!!.ldidal review), Hingga saat lnl telah ada 39 perkare pengJ:Jjian undang-undan,gf 18 perkara di a nta:ranya sudah diselesei kan bark de rli'gan putusa n (13 perka raJ rnaupu In dengan pe:n etapan (5: perkara).

TU!Hs:an bertkut aken membanas .jejak.-jejak, perkara j!Jdicla~ rev~ew yang telah eli buat Mil( setarna satu talhun. Fok1l.lS tuHsan berkistJlr pada putusan-putusa ~ M K yang telah rnengundang opini p'iJiblik, sepertl putu:san atas e:ks-PKlr KP~iN, ,Abdurrahman WahklJ dan yang terali:;~ir perkara IBom BaiL

]ejak-j.ejak perkera peng:ujian undanQI-unaang terhedap UUD 194.5 (jud~cra~ review) Mahkamah KonstitlJsi dlmuial pada 15 Oktober 2003 ke1tika M K menerlma penyen;lhan 1.4 pelka ,a daru IMa h ka ma h Agung (MA). K€;-H unoaIil9-unda~g yang ,dim~ntakalO penglJj~an tersebutedelah

L U[JIIN!o .20/2(l02 te:ntang Ketelnagall~$trikan 2.. UIlJI No 22/200Jl ten:tan'Qi Mugas:

3.. UU' rNlo 24/2002 t€ntang Surat Utan,g Negara 4.. UU[N:o Hi 1985 tentanq Mia hkama In Agung

5.. UIlJ' ~!o 12.12002 tenta ng Penyla ra n

6... UU INo 30/2:002 tenltang Komisu 'PemberalilU'lsan Tlndak Pudl~n"

Kortlpsi

Z. U'U No 12/2003 tentang Pem II u

:8. UU No 31/2002 1t€ntang Partal Pol~tik

9. UU No 22/1999 tenta Iilg Pemeri nta ~,an iDaiera hi

10. UU No 11/1999 rentan91 Perub·ah:a:n aees UU No 53/1999

(ter:JtarllQ: re'Visi betas beberapa kabupaten du Riau)

u. U U No 12/2003 tenta ng Pemi l!u2

12. UU No 13j2{103 tentaflg Ke'lenaga kerjaan

13. lIU No, 16120.03 tentanq Penetapan Perpu No 2/2.002 (pembertakuan UUI Terorisme l:erhada:p petd$l;iwa born en Sa ~i)

22

OPliN,I

14. UU NQ 22j2003 tentang susunan dan Kedudukan MPR DPR dan D.P,RD.

SepertIsudah dising9un9, Pasal III. Aturan Peralil1an Perubahen Keempat UUD 1945 menyaltakan bahwa sebelum MK di.bentuk seqale k!ewe'nangannya d llakukan ole'n MA. Sebanyak 14 perkera penguj ian undang-undang tetah dnnononkan ,~e:pada~MA selsma Jebih darl satu tahen menjalankan. kewenangan iMK., Tetapi, MiA tida!k menyiidan9kan satu kasus pun sampa i ~E!m I!.ldia:1i ke-14 perkam tersebut dUfm pah ka iii ke IMIK pada lS Oktober 2003.3

P,aa.a har~ setasa, 4 November 2003, bertempat dl Ruar1lg Palri:purli1ia ]V G,e,dung MPRIOPR, S€li':iayan, MK menggelar sJidang oertama, Ada ti'gal undang-undang yan'9 saet itu di.s:i'dangkan, valtu UU No 20/200.2 tentang Ketena'galistrikan, UlJ' No 22/2001 terntang iV1inyak Migas; dan U UNo, 24/2004 tentang Su.rat Utang Neg,ara. Sld.an9 pertama ini di5Usui sidang pada halri beri~kubnya, Rabu hingga Jumat~ dengan menyidangkan sebelas perksra lainnryGii.

Pada tanmJal 30 Desernber 2003, MK telah mencstak sejarah dengan memoacakan tiga putusan sekaligus: untuk kal'j pertama, salah satu di antalralnya adalah perkera pen,gluj ~a n UU f:\J:o 14fl985 tentanq M'ahkamah Agung (UU MA). DUell perkara lainnya tf:dIak termasuk do la m yuri:sdiks:i M1Kkarena mernpersoelken putus(;ln peni,n~auan kembal'j oleh MAd:a 11 masa I:ah ver,ifikas~ pa rta! pol itik oleM Depkeh HAM.

Yang menarik dan spektakuler delarn putesan pertema perkara judicial revie:w ltu ada Jah di.kesampingkanny,a ketentuan Pas:ai 50 U U MK yang rnenvebutkan bahiwal undangwunoang yang dapat dimon:onkan untuk diujl;r adal'ah undang-uodang yang diundangkan setelah perubahan UUD 1945 (i9 Oktober 1999). sesuel dengan ketentuan Pasal SO VU MK, senarusnva UU MA sudah kedeluarsa untuk dilJj~, tetapi dalsm putusannya MK menyata!kan beMen(llog melilguji undangundan91 tersebut,

'P:asai 87 UU MK :be.rounYi: ~Pad~ saa'i: uMang-ul'ldang inf lberlaiktl, sejurul'l pcrmQf:)on<m danja~t.I gugatan y~mg c.!iterillla:Ma,hkamal'l Ag'l,;Jng ·dalr:l beturn dlputus b-er,dasa,rkllll k~te(ltuan P'asal HI A~u rail Peralihan llInda,ng,·Unda ng' D~sar Negera ReplJlblik Indo:tleSlia Tahun 1945, dialih~,n kep.a,da MahlkaR1:illh KOnLstituSi daiam W3,i<tu paling lambing 60 (eM1n"i puluh) har] keri!a s€;j~k Mlal'lkamah KOIi15titLiSi dibenwk." Hla~lfIl~hakim MK diRantik p~dal 16, Agustus· 2<103. l'tulah sebabnya lPe1imp<l1'l3li1' berkOi ra pel1::aral d:i~i1lkukal"l pada 15 Oktober (60 ha'ri sete~h M,K terbenttlJk.).

VOL Ill, No. 1 o, Agl)stus 2004

23

OPINI

8ag1 sebag;ian plhal\, pasalif"lT dLnilaJj berbeu Dolit~s; ya ittl ulltuk menqha ta fig i Jangan sarnpai IPLlbRik kemllJdian m:elilgaj.uikarl judlclal re II [ew terhada p sejumla hi undanqLinda ng yan,g da [;;lim proses pembentukamnya di raasa lalu memang kentroversial.

Setidak:nya ada tiga alasan menqapa Pasal 50akhlrnya diikesampl:ng:kan. Pertama, Pasal so berada pada materi hukurn acsra yangS€harusnya berisi ketenruan bagaimana hek-hek konstitusional warga neqara dipertahankan dl depaln sidang MK., Sangat tod,d;;: tepat b'ila pasel ttu me:ngartur tentanq kewenanqan MK,. lKe:duCJ, dalarn merurnuskan kewenanqan, MK berpetoksn kepada konstitusl, bukan undanq-undanq kerena MK adalah "'Mahkamah xonstltust" bukan "Mahkami:l,h U ndang-unda ng". M K berpe nd.angan rumusan wewenang yang terdapat dalam 'Paisa I 24c avat (1) Perubahan Ketigi(l 'UU[l 1945 bersifat liimTtal::if, ti da k bole to dltam ba tr, apa I a,g; di ku ra ngi. Keti.gol; seandainya MK ,dunya,takan ti dak berwenanq meng uji undang-u nda:ng sebelum perubahan pertarna lJIUD 1945, maka akan terjad: ke~MQT1gan huk.um ba:gi pernguJfan undang-undang sebelurn perubahan pertama.'

Sejak UU MK disahkan dan diundangkan pada 13 AgL:lstus 2:003, keberadaan Pasel SO i;ni~ sudan kontroversi(lll., Pernbuat undang-un:dang (DPR dan pemeri ntah) merna knai. keberadaen Pasal SO i ni t,erkesa n teknts saja, yaitl!.ll untuk rnernbatasl agar jangan. sampai sernua undanq-undanq dimintakan judicial review,Y'<Hl9 nannnva akan mem bust perka ra menumpu I< seperti d~all.am i MA. Pe'mbuart U U juga beralasan bahwa alat uji judictal review ada~ah UUD 1945 pascaperubahao, Scmgatlah tldek tepat spabna undang-l:lIl"ld,ang yang dTbentuk ,dala m p\'3iradigma ~onstitusj yang bell!.l rn beruban itu kernudia n ,dillji oteh konstrtuSi y,ang sudan dlamendemen .. 'Ierhadap undongundan9 sejen isvnr CI;J kup dis(I]ran k:a n ja ian II egislartive review.

Bagi sebagi.an pihakl pasa:lini diniIai berbau polItis, yaTtuI.Hltl!k m:enghalar;lgi jangan sampai pub1ik kernudian m.engajukan judicia! review terhadap sejumlarh undang-unaang yang dalem proses pembentukannva di rnasa la~u memang kontroversial. Sebut saja misall'lya undanq-undanq yang terkait deng'an kelornpck-kelompok tertentuentan mavontas atau rmnontas, Tidaik heran apabila Prof. 'DR. J E Sa.I:'le:tapy, Ketua kom iSJj H ukurn Nasi,ona:t (KH N) ya ng j IUlga anggota DPR darl Fraksi IPDIP1 dalam artikelnya di harlan Sinar Hara pa n edIsi 2 Septem ber 2003 menyataka n ba hwa ltu'ga:s pertarna MK adaiah me:li1g'uji: Ull MK, terutarna Pasa~ 50.

Saya plibadi termasuk yang tidaks:etuju ada pernbatasen, Justru undanq-undanq yang lahir sebelurn Perubehan Pertama UUD 1945., ata til se bel urnera reform-a sna h yang ha rus di uj[, yaitu apa ka h OOI"teJi11taIn.gan a:tau tid!ak denqsn UU[) 1945 has~1 amendemen, Undangl-

"lihat plJt1Jisan MK m!i:i'tgcnai pengujian IJU Nomor 14 TahuIIi 19135 Oi http:// lII'11!1'!o';',.mahk;:lm4in,io;:onsI:Ru5'i .godd.

24

OptNl

un dang itu diantar,anya dibuat dalamera peroerjntehen -rneminjarn istilah yang pernah dikemukakan Mlachfud MO dalam di5ertasJnyaotorlter (1959-1966) dan nondemokratts (1966-1998). De,ngan demikian, diperhadapkan den9a.n ukiim demokratis yang mula! bere m bus seja k era reform asi r unda ng'-u ndang ya ng di meksud seharusnva ba nyC! k va ng suda h tidak valid,

fenomena kedua yang menarik dalarn putusan MK pertama Itu adalah penerspan dissenting op.inion (peadaoat berneda) dari hekim konstltusl. A .. ca Uga half.dm yang berbeda pendapat rnenqenal peliilg'enyampingan Pasal 501 yaitu Prqt DR,. HM Laicca Marzuki S.H',., yang juga WakU I<etu:a IMl</ H Achmad Roestandi" S.H., dan Prof~ H:AS Natabaya, S. H .'1 lL M. Kieti'ga hakirn tersecut berpencapat ba hwa MK tldak berwenang me menksa perrnohonan pengujian UU MA sesuai ketentuan Piasa! SO UU MK. Seanda'inya Pasal SO dinilaii bermasateh, mekall10isme legislative review atau jUoCHdal review terS€ndiri yang akan mengujiny,a .. Permotronan pengujIan UU MA tldak memlntakan p,enguJ~an Pasal 50. oalem ha,ll ini, rnenurut mereka, hakim rnemutuskan apa yang dlmi'nta soja.

Oe:ng1an adanya di:ssenting opinion seperti itt; (yang d~muat secara jelas dalam putusan), peradilan Indonesia tetah memasukl era baru. Setelah sebeiurnnva dibeka dalam pilntu UU M'K, putusan dengan di'ssentin,g opInion bener-benar diprarde.kkan ,MK.~

Mengapa putusan denqan disse.ntrng opinion itu menjadl penting? Se'laima lnl praktek perad1ilanyang berpuncak di ,MA trdak menqenaladarwa putusan denqan dissentfng opfni,on.6 P'ljbli,k tldak mengetaihui perdebatan ateu perbeoaan pendepat y.ang terjadi dalarn ruenq ma!jeJis hakrm. Yang diumumkan ke publlkadalan pendapat seraqsm darr majelis hakim. Publiik tidal<. tahu pendirien dari rnaslnqrnaslnq tiJaikim..

f'>'lengeta h ui pend.~rian rnasl ng-masi,ng ,na kim perrti nq entuk pembe~ajarall1 (ksrena bukan tldak mun.gkil1 dissenting op~nion ltutah

~Puti.Is a n-putusen M:i< 5el~lljutflya h,amplr selalui dic:aJ)aidenglan aclanYlI pendapat berbeda, D.a;!am perkara pcngujian IJU No, .16{2003, mi.:;alnya, pLJ'\t$im di!:apa;i hanya diengllfl limil hakim se'tuj u d~n, arnoat bcrbeda peru;:lapat

~uu Nomor 5 Tahu n 201]4 teotdii1g Mahkam:ah Agung (MA) akhimya mengikllti jcj!~k UU MK, me:mOOlehk:{lln adal1ya d'issentillig opin ion d'il,ri para nt;lkim. Hakim Agung AbdulT.;.hman Saleh tel:"h mene'f;;)Jpk.a rI mek()l"Iisme tersebut ketika m:em utus perkar(lJ IKO!l"upsi: .I?ehral I)PR .Akbar iand,jullg.

Menga'pa putusan denqa rI dissenting optnjon ltu menjadl pentli'lg? Selam,a~ illi praktek peradllan yang berpuncak di MA tidal< meng'enal adanva putusan deng'an dissenting opinion

25

OPlNI

yang: dlrasa adil oh;,h rnasvarekat) dan juga bentuk kontt,ol publrk terhadep hakIm. PubHk menjadli tahu mana pendapet y.ang betul-betul bena r dan memen t.l hi rasa keadi'l;a n masyara kat dan mana pendapet yang munqkin sudah dlwarna' denqan prakt:ek k:o~utif lembaqa peradilan.

Dalam sejara,hnY,2!, MA pernah memlbolehkan dissenting opinion dari Hakm A.g ~n,g Artidjo AI kostar untukdi umumkan ike pub~ik ketika yang bersangkutan m,enangani perkara Joke Tjandra, terdakwa ~2!SUS Ban k; Bali ,. Dua hak'im lafnnya mem bebaskan JQkO TJa ndra, namun Ha k~ m Ag 1l;lIng Artidjo merulal bos Grup Mu ~Ta itu pa ntas diga njar denqan hruktiman 20 tahun peoiara (bukuman maksimal). Di meta pILI bl ik, pa'li ng tidak yang. tercerm.i n da ri pemberitaan pers, justru pendapat Ha'kim .Agung Artih:ljo itulah y.angd!id!ukungl. Sayangnyal putusan-nutusan benkutnva ttdak ,la9i diwarnai (jI,engan pendepet

D a I a; m berbeda, terutama dalam kasus-kasus korupsl,

sejaraihnya., MA

per n a h "'Membebaskan" eks-'PKl rnem bole n k a n

d~ssentin'9 opini.gri dad H[lIll{im .Agung Artidjo Atkostar Ui1'tuk diumurnkan Ike publ) k kettka ya og ,bel"s~n'9 kutan menanqani perkara Joko Tjandr,aI, terda kwa kasus Bank Bali.

Putusaa yang patJut dicata't juga arda lah me:rfi9!e:r:ta~. permohonen penqujian Pasal60g. UU No-1212003 tentanq Pemilihan Umli.lm (UU iPemil.u)~ Se!aS13, 2.4 Februari. Dala:m putusannva, MK rnenyataken P'asal 60g bertentanqan delf1l;glan hak-hak asasi maousra yang diatur dalam UUD 1.945 dan menyatakan pesal itut1dak memilik,~ kekuatan h uku rn meng i kat seja k dibacaken, P,asa I GOg berb unyi ':" (Ca~,on anggota DPR, [)PD, [)PRD provtnsi, dan DPRD kabupaten/kota hams memenuhl syarat): [g] bukan bekas anggota. crgat'1lisasi terlarang Partai: fl\Olmlll:nis Indonesia, termasuk orrgan~sa.si massa, atau bukan orang van'g: terlibart langsung ataUipuntak ~.a.ngsung dalam G30-S 1'1(1 atau org,anisasi tedarang la~nnya." Da~am amkel.eli Harian Kompas save menyebu:t: putasen tersebut denqa n tamsl I sang dewi keadilan (huku.m) rnenolaktunduk di kaki dewa kel:::oasaan (polil:ik).7

Alasan dikabulkannya: permohonan antara la,iilsebagai: berlkut, Pertamar UUD 1945 tidak membenarkan diskriminasi berdasarkan perbedaan agama, suku, ras, etrfik, kelompok, golongan status soslal, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik. Sedangikan Pasal GOg me:flarang sekef;ompok war:ga negClira' berda:sarkan keyakina n poli:bik yang pemah dianut. Ked 1.1 OJ' hak konstitusional Wc:lrga negiara untuk memmh dan dipilih (right to vote and right to be candidate) adalah hak yang di:jamin konstttusl. Pen:Yilmpanga:n, penladaan, d:an penghapusan hak itu merupakan pelan.ggaran tertradap hak asasi

26

OPINI

warga negara. Ketiga, pembatas(!,o hak untuk dipiUh dalem Pasa.! '60g sernata-mata berslfet pol itIs. Seda iilgkan ya ng: d.1bolehkan UU D 1945 Mala hi denqan maksud "semata-rnata uneu k menJa m i iii penqa kua I'll serta penghormaltan atas hale dan kebebasan orang lain, dan untuk memenuh:r tuotutsn yang adli.l sesust dengan pertimbangan moral; ni~ali'-nHai aqama, keamanen, dan ketertlban umum daram suatu masya rakat dernokratls/" Keempat, pela ra nga n terhadap eks-PKI mengandunQ nuansa huiwman politik. Padalhal, sebagai negara hl.lk!um, setiao pelarangaln yang mernpe ny,a i ka ~tali1l ~,angsung dengan ha k darn kebebasan wa rga neqa ,'Q' barus dldasa rlkan etas pe ngadi Ian ya nlg mempunyail kekuatan hukum tetap,

Hakim Ac:hrnad Roestandi menjadi satu-satunya hak:im yang meng,a'jukan pendapat berbeda terhadap putusan itu, Bag!:nya, J'a'ra ng a n eks- PKI me lija d.i ca ron leg,is,l~atif sa hi karen a bertstat sltuaslenal, ttdak permanen. Hal Rill dekartlkan dengan lntensitas peluang penyebaran kembali faham (id.eologi) ko:munisme/marxisme/ ,reniliilisme dan konsol~dasi PolK!. Pel11buat UU (OPR dan pemeriliitah). memiliki hak untuk rnembuat pertimbang!an. altas pembatasan ~tu.

M!enurut Roestandi, yang! secara jeJ:as-jelas: tidak. boleh dil<iurangi unsur HAM-raya ,dalam VUO 1945adaJah hak.-hak yangtercantlJrI1 dalam Pa<So:12S1 .ayat (1}, ya'itu entera .llad'n (1) hlak hldup, (Z) hek untuk ttdak dlsiksa, (,3) hak kemerdekaan pi,kiran deri hati nuranil (4) hak beralgama" (5) h:ak untuk tudak drperbudakr (6) hak drak.ui seba'g,ai pribadi di' hadepan hukum, dan (I) hek untuk tidak dituntut etas dasar huikum yang berlaku surut. Di Illar ~etujuh hak tersebut bisC31 dikurang'i. asel untuk sementara W~ ktu (nonpermanen).

PenuHs berpendapat, ketentuan Pasal 60g ttu memang sangalt tlda k: ad it .Dalam pasaf yang sema, misalnya!, ada ketentna 11 ba hwa eaton a nggotalegislatif hams tidak. sedang melil:ja~arl i pidana penjsra berdasarkan putusan pengadil'an yZUi'l~Jtellah memp'unyai hukum tetap karena melaku~an tindak p[dana. yang dnancam dengan pildana penjara lima tahun atau tebth. MelalUi penafslran terbalik bisa cUkatakan seoranq koruptor yang sudah dihukurn olen penqadilan neqeri dan pel'lgadii,1:In tinggir tetapi msslh meng'ajuik.an upava kasasl ke :MAl bisa diaj u kan seb'agai c.aleg kareea puWsannya beJum mem i.l iki kekuatan hukum tetap .. ,AtouL sudah mempuny:a,i kekuatan nukurn tetap, tetapl ancarnaa perbuatannya k.urang dari lima tahun, juga blsa dicalonkan. [Ii sini jej'as-jelas: ada aroma tidak adHnya.. Seo"ang anggota PIKE yarlJ1g secara jelals tid'ak tahu apa k.esal,ahannya (kecua!li, pernah cap jempol meojadi ang:gota .P.K!) ddara ng menjadicaleg" padahal la l:idak, pernah mencu wi uang negara.

Slina(, Pasal 28J ayat, ( 2) UU[) 1945.

H 081 kim Ach rn ad Roesta ndil menja,d~ satu:sartunya hakj m yang rrr e nq aj uka n pen d a p,a1t berbeda terh a d til ,p puru sa'n itlJ.,

VOL tu, No. 10, Agustus 2004

27'

OPINI

Diajukalnnrya j,ud~c:iall review U1!J KPK oleh KPKPN kar~ma undang~ undang tersebut 'te:lah rnenladakan ekslstenst KPKPNI sebagai i'embagl3 mandiri.

Paclal 310 Maret 2004 MK rnemoacskan putusan per!cara pengudlan UU No 30/2002 tentang~Oim~si Pembera rltasan Tlndak Pifdialila l(oH.llpsi (UtJI KPK) yangl dia~ukan Kom:isi Pemeriksa Kekayaan Penyel.enQ'g:ara Neglara fKPiKPN). D~aju'ka nnya j.udxcia! :lieVllew U U KPK. oleh K'PlKPN karena unda:n.gl-ulildang tersebut telah rnenladekan eksistensl KPKP'N seba9a i lem baqa rna l1d!iri.

Da'!am putusanllya :MI( menyatakan hal-hal .seilaglai berlkut, Pertam.a·r pesan dalam UUD 1945 ad:alah memnerentas l<:QIlUPS~, sedangkan CClJ3 untuk meneapal tujuan harus dtjaba.rk.aln 'l:ebiih 1:anjlLlt, yang merupalk:a:n wewenangpemerintah dan DPR. Ketika pernerlntah dan DPR rnemi ll hi uotuk melebur K:PKPN: ke dalarn IKomisi Pemberantasan 'Koru.pSi (KPK). hall itu djnnai IMK sebagai policy dan sarna sekan tldak bertentangan 'deng2iiil :UUD 1945.

Kedua.t anggapan bahwC! pelebur,anKPlKPNk:e dalam KPK akan membuat peilcegahan korupsi tldek efeltif, bag~ MiK, soa lefek1!;:]vitas suatn undang-undalilIQI jugai buk1lin rnerupakan wilayah yang harus dipemmbarngkan dalam sualu permohol1an peogujian undang-undang. Kendall:] begilu, tldak berern suatu efektivitas IlJU tidal< bisa diu1i., Pengllji:an dapat dilalkukan settep saat/tetarpi tidak dengan judkial review ol!eh M:K, melal nkalr:l DPR serldirUa h yang memgujinya melallui mekanfsme II~eg,islatjve review. KPKPN dalampermohonannya tidak da:pat menul1juk'kan pesal atau ,ayat dalam UUD 1945 yalig telah dihmggar die,n.gan meillebur KPKPiN: ke dalam K!PiK. Hak]m Soeoars:ono dian Hakim M!a:ruarar Sianaan -~edu(lcnya Ikebetl.llian hakimkonstitusi yang berasal da,ri MIA-menyampai,ka nI pendapat berbeda atas putusan tersebet,

Ada beberapa catata n penulis b,erkait:an derl'gicH'l penguji.an UU KPK. Pelrtarma, Clallam memajukan permohonan, KPKPN tldak hlt:mya mernbldik pasal yang berhubunqan denqeneksistensl mereka me~ ai nka iii juga berupaya memberang LIS U U KPK.. lKP KPN j ustru meli'lging]n~an 'lJIU I<PK dibat:l!~ka;n. Hal ini ter!b:uktidJengan permohonen uji formil UU KPiK.r yang b'ila dikabulkan aken berujung pada hanguslilya keseluruhan undan,gl-undang itu. Am nl'y-a, ~:emba9a KPK yang saat ini sudah terbentuk akan d;ibubai"kan. Padehsl, sejak awal KPKPiN ke:rap meng,elluhkan bahwCi! mereka tidal< mem.ilir<i wewer:Jalil9 penyehdikan dan penyldlkan untuk mentndaklanjuti duqaan korupsl para penyellenggara ne!gara. Kehadiran KPK justru rnenarnbal lubang m~lrl:g:anga, pem:berantasa:r:J k.orupsu di sektor penrye~idn<ajii)T ipenyidik:an, dian penentutan perkara korupsi.

KeduaF KPIKIPN' juga rnempersoalkan pasat-paset yang tidak berhubun9'an dengan eksistensi mereka: Pa,sa'140 yang menyataikan

28

OPlNI

bahwa I<PI( tidak bervvertang mengeJ'llJlarkan serat Perl.Iil1t:a1i"a Penghentilsn Penyldi,kan dan Penuntutan (SPJ); Pasa~ 12 ayat (1) huruf a yan9 mem li 1'19 kin kan KPK meta kukan penvadapa n dan rnerekam pembicaraan dalam menanganr per-tara .korupsi, dan; Pasal12 avat (1) huruf i yang menvatakan bahwa KPK dapat meminta banruan paJisil atau rnstansi terkait uatuk melakukan penangkapanl penahanan pe.nggeledahan, dan penyitaan, Pasal-pasal ini dinllai KPIKPN' bertentanqan dengan pasel-pasat HAM dar'am tJUD 1945.

MK menolak menqabulka» uji formH yang herujllJlng pada terberanqusnya ekststenst ULI J{PK karena taktanya tidak ada pasal delam UUD 1'945 yang dilanggar. M'Kjuga menolsk membataJkan pasalpasal yang dinHai KPKPN bertentangan dengan UUD 194'5 karena M'K berpendirian pasal Itu tida k bertenta n:gan denga n konstitusi. Justru keberadaan pasel itu untuk meneqakkan pesan konsnttrst: m1@mlberantalS korupsi.

Sejak aw.e!' menyimak kasustni, penuhs sernpet 'terqoda' untuk memperjuan,gkan agar KPKPN d,ipe.rtahankan. Argumer:rtaSi yang penulls banquo, korupsi bertentanqan dengan arnanat datam PembtJI,kaa:n UUD 19451 yaiuu memajukan I<esejahtera:an umurn, Upaya apa pun yang dilakukan untuk member'angus korupst ,adalah liIpaya ,konstitlusion:aL Dengan penafsiran terbal:ik, up~ untuk meng'l1.ambat perncerantasan korupsi ad03lah menentang UUD 1945.

Doiarn perj:alanaliJr1Iya KPKPN tel,an PeJ"buktf 'msrnpu' mengu,ak dugaalil konJ.p.sii beberapa pejabat negalra'. termasuk J~ks'a AgL!lng MA Rachrnan, Sungguh tindakan inkorrstitutlonal ella iembaga !,mI dibubarka:n. Namun, penafsiran ltu tertatu merebac tidak strai'ght to the pornt. Faktanya pemohon Siendi,i tldak blsa menunjukkan pasal atau ,ayat apa yang dilangg'a r d'e.nrgan rnelebur KPKPN Ice datarn KPK.,

Pada 19 Aprrl2.004 Abdurrahman Wahid (Gus Our) mengajukan uji materi UU No 2.3/2003 tentang Pemlllhan Presiden dan W·akfl Presiden. Pada 23 April 2004 MK sudah rnernutusken kasus itur menoh'lk u:ji materi terhadep Pasa.I6d.

Alasa n MK rnenolek ujl mater~ Paisa I 6d UU Pi:! pres dr da sa rka rt haH1al sebaqal bef,rkut. P:ertama1 materiyang drmohonkan yaitu Pasal Sci ("mampu secara rohant dan jasmani") hanY(lllan penguiaagan reeakslonal svarat capres/cawapres yang tereantum dalam Pasal 6 tJUD 194$ sehcngga tidak mungkJn d1ika:tal<an bertentanqan dengan konstitusl. Kedu,al syat.at marnpu secara jasmani dan rohanl harus

D 6 I a m p e r jalan an n v a KP,KPN te lah terouktj'mampu' meng uak d IJgaa n korupsi beberapa pejabat negara. terme S 1..1 k Ja kse

Agung' MA

Rac::nman.

VOL Ill;fI;(o. 1 O~ AgU:StU5 2004

29

OPINII

Banya &::. 'Jl"Hlg kettru menllal putusan MK., seoleholah IMK. rnernbenarkan tindakal1 KPU da n 'm engalahka n'

Gus Dur"

dipahami bahwas:anya capresdan cawapres harus dalam kondisi sehat secera r,ahani dan jasmani dalam rnelaksanekan tugasd,an k~vajil:Jan kene9araa n, Bag~ MK, ketentuan tentang persveratan in'i bukan ha nva tldak bertentanqan denqan lJVD '1945, rnelainkan juga tidak bertentanqan deng,a n prinsi p-prmsi p n uku mum urn yang d~ a Ikui ellen masva ra kat: i nternastonal,

D:alam permohonannva, pihak Gus Our rnenvatekan bahwa aturan tentang svarat capres ~tu d[skriminatifter:hadap orang denga,n disabilitas (disabled! people). Plha'k GillS Our merujuk pada [)ecl,aration on the RJghts of Disab,led Persons (1975) angka4 yang berbunyl, "Disabled persons have the same civil arid polltlcal riights: as other human bein.gs; paragraph 7 of the Declarafion on the Rights of Menta Ity Reta rded Persons a.pplies to ·a ny possible Ii mitation or suppression of those tights for menta.lly diSCI bled persons." (Ora rig-ora [1.g! dengan d~sabi~it.as memiWd hak sipiil dan: polHtIk yaC1g sama d'E!:I191an manusta latnnva: Pragraf 7 Declaration on the Rights of Mer:Jtally Retarded Persons; menerapkan sustu pernbatasan hek-hek tersebot bagi rnereka yang menua lami ketetbela ka n 9';3 ~ mental).

.

Majelis Hal<i m Mil( kemtldian mengutip Par,agraf 7 dimaksud yang berbunyl, c"Whenever mentally retarded persons are unable, because of the severity of the'ir handicap, to excersie aU their righits in a mean'inQ'ful way or it shoeld become necessary to restrict or deny some Or ,a'll of these rights, the procedure used for that restriction or denial' of rights must contain proper le9a~s:afe9ua,rd against€very form of abuse ... N (li<ietika mereka yang rnem nl i I-d keterbelakanqa r'I rnerttal tlda k da pat mengglHla kan seluru n ha k rnereka de n ga n ca ra yang benar; ateu bila di pandanq pe rlu rnembatasi atau menga beike n beberapa atau sernua hak rnereka, prcsedur yang digunakan bagi pembatasan ateu peogaba:ian hak-hak jtu harusllah berisi sebuah perlindungan hukum ternedap setiap bentuk penyimpangan .... ).

B,erdasalrkan pen glecua~ la n ya ng d i bo:1 eh kan in iJ M K belrpand1:!ng:an pem batasa n terhadap mereta ya 1'119 memi!iki disa bil itas1 sepa njan.g d ipandla 1:":19 p atl u ka rena a lasa n yang bersanq kutanti da k dapat mellalksanaka 11 h a knya, dapat d i ben a rka n da n tid a k dapat di pa ndlCl ng diskri m unatif. Konsi;ste:n de riga n putusa n tents ng: eks-Pkl (pengujian terbada po P asa I 60g WJ Pemi IIJ), M K berpe rid a pat ba hwa dliskriminasi yang tidalk dibelehken adelah yang bernubunqan diengan perbedaan ZI:gtama, suku, r,as,et:nlk, kelompok golongan status soslal, staws ekonorni, jenis kelamin, bahasa, dan keyakinan politlk,

Banyak yang ketlru rnenilai putusan MK, seotan-oran MK m em benarka [II ti nda k:an KPU da n 'me IfI galah ka n' Gus D I.!I r; PIe rlu dnurusican, penila~an MK itu didC1sarikan dalam ikorllteks Uji~ materl syara:t

300

OPINI

"rnarnpu secara rohani dan jasmani" dalarn UU Pllpres yang' sebenarnyal sudah tercantum datam UUD 1945. MK same sekah tidak menyetarakan "rna m pu" deng,an "sehat",

B~la kita merujuk pada PUOUS2I'O MI(~ [ustru diperoleh garnbaran ba hwa pembats sa n terhada p mereka va ng m em i,I i ki keterbatasen (di:sabiHtCls) dilaku.k,an sepanjang dlpandanq perlu denqan atasan mereka tldak dapat rnelaksanakan hak-halknya secara benar (in ell meani ngmu!1 way).

Pada 13 J'uli 2004 MK telah menqeluarkan putusan etas permohonan judidal review lJU No 31/2002 tentang Partal P'Olitik (UU PC! rpol) yang d iajukan ol:eh Ag'us. M iftach. MK pada pokoik:l1Iya me: nola k permchcnan Ketua Umum Partai Persatuan Rakyatlndones!i9 (PPRI) itu, D:ibi!ndingk:a:n dengan purtlLfSa,n1 menqenai eks-PKI yangl diucapkan pada 24 Feb,ma ri 2004i yang say-a n ~Ia~ sa ng~t progres;~f, putusa n ka I:i in~ terta I;u 'ko[lservatif'.

Terdspat empat ha ~ yang' di mahan ka n Ag IUS M iftach, yaitu (1.) uj i f~rmi I UU Parpo~, 'yang brio d i kabu lkan a ~a n meng a klbatka n keseluruhan undanq-undenq tersebut batal (tidal!;: mernpunvai kekuatan hukum rnengikat), (2) uji; rnaterjl Pa.sa~ 2 ayat (3) huruf b mEHlgena,j syarat munim,a~ kepen£!iurusan parpol; (l) uj~ mati!dU Pasal 3 ayat (2) mengena~ p'engesahan parpol sebaga;r badan hukum, dan (4) uji matent Pasal 23 huruf al sid f rnenqenat penqawasan parpol,

Pasal :2 avat (3) huruf b rnenvatakan bahwa parpol harus did.aftarkan ke Departemen Kehakirnan, ,dengan svarat rnernpunyal kepenqurusan se:kurang-kurangnya 50% dari jurnlah provtnsl, 50% d':;:ilfl jumlah kabupaten/kota pada setua.p provinsi yang ber.s;angkutan,. 25 % d a ri ju m la hi kecernaten pada setla p ka bupatenjkota yang bersanqkutan .. Sernentara P.asaf 3 avat (2) antara Ilain rnenvatakan ba hiwa penqesahan parpol sebagal bada n h I!.!I kum dHa kuka n oleh M,enrteri Keihaktmanan selambat-iamootnya 30 hat~ setelah penerlmaen pendartaran. Bagi pemohon (A9uS Miftach) ketentuan tersebut berteritanqan denqan Pasa! 28 UUD 1945 rnengenel jarnlnan kernerdekaan berserikat da n .b€rkumpu~.

IDallam putusannya' MK menyataikan bahwa soar syarat kepenglUru:sa!n iru tidak bertentanaan dengan lIUD 1945 karena dljmaksr.d<.arl untuk rnembancun P23'1PO,1 yang berkuattes, mandlrl, dan menqakar di mas.yarakat. Pengaturan itu, menurut may,ori,tas Ihakim MK, diperllukan bag r negara yang tengah berada dalarn proses p€matangan dernokrasi,

D a ~(lI m putu sa n nya M K menyataka i"I oahwa SOil! t sya rat kep,engl,llil,lsan itu tidak be r t e n La n g a 1"1 del1gan IJUiD 1945 karena dimaksudkan un tu k rnemba ngun parpot yallig berkua~tta!S, mandr!il dan mengakar df masvarekat,

VOL ut. No. 1 O~ AgusJus 2004

31

OPlNI

S~laio ltu, barus dl beda ka n a ntara persya rata i"I memben tu k pGI rpol dia n pe r sy arata n I)·a rpol untuk ikut dalam pem ilu,

Mengen,aii penqesehan parpol sebag.ai badan hukum oleh M,enteri Kehak'~manl MK berpandanqen hat itu justru rnerupaksn pelaksanaan Pasal28 UUO 1945. Pengaturanini dimaksudkan guna menjami;n agar peng:guna,an seseoranq atau sekelompok orang tidak men'g g,a ng gu li:;ebebasa n seseora ng ateu se kelorn p ok. orang lai n nva,

secara pul'tis putusen M K rnenq utlp kata bijalk dart Kong: Hlu Cu:

"Jika kita makan, tidur atau berbuat sesuka hati klta 'Siel1ldiro darn berketa-keta dengan menggunakan kata-karn. yang kita ber~arti sendiri bag:i kata -kata ltu, rna ka diunia ekan melnjadi teropat ya n 9 suHt ILl I1tiJ k dihuni". Oikubip p'U!1.a kata bijak dari Albert Camus: "Ketika kebebasan seseorenq berternu diengank.ebebasan orang lain, d~ sirlJl:ah hukurn d~ perluken" .

Pen ul n s tid a k sepakat d enga n pe r1 da pat rnavorlta s ha kim ~onstiftusi ka~i ir:J~. Pasal 2. ayat (3) huruf b UU Parpol menge:ll'lai syarat pendlrian parpol bertentanqan denga n Pa!sal 28 U U D 1945. Wa:l;;uJ pun Pasal 28 me'nyatakan kernerdekaan berserikat dan berkumpul ditetap:kan dengao unda ng'·1,J ndang, rnenueut hemat pen ~1~iSr unda nguutdang y.aili'l.g ada tl.dak boleh mengurangijrmenaadakalfl hak yang sedah dijami:n dalam konsntusl.

Selain itu" hares d~bedakan antara persvaratan membentuk psrpol dan persvaratan parpol untuk lkut dalam pemilu, Tidakloqts parpol yang bsru terbentuk dih.aruskan m,emiliki kepengurusarn hingga 50% d i ti ngkat: provlnsi. S.uia !<Jete ntuan i ni d ima ksud ka n membata si jumlah parpol, pembatasan itu cukuplah ketl ka parpol ya.ng bersangku:tan bermaksudikut serta dalam pemilu1 tidak keti:ka parpol dlbentuk, karenaakan me~anggar kebebasen warga neqara membentuk parpol.

Ketentua n tenta.ng ke:pengurusan menurut: saya juga redundant derl9a n at~ran yang sejeni s dalern Pas1:d 7 ayat (1) hmuf b dan cUU Nomor 12 Tahc.m 2003 tentang Perm[llu (UU Pemilu). "Ke'iTlUbaziran'~ it:u sudan terJadi keti'ka ada verifikalsi ganc!a menjelang Pemilu legii.slatif 2.004, yajtu verufikas~ y.cmg d Uakuka n iDepkeh HAN da til vertflkasl olen KPU. yang tentu sa:ja berkensekuensl pada memberngkaiknya penqqunaen uan9 neqara, Jelas ini bertentanqan denga n prinsi p good govema nee yang :meliil,ghenda ki efisiensi dida m setia pti ndakan penyel enggaraan neg2l ra,

Mengenai kewenanqan penqesahaan oleh MenterI lKehalk:imaln, yang kerap dibahasakan seb.agai tindaken administratif, saya berpenda pat halltu dapat m.engura rig iJmeni;M!akan m:akinQJ kebebasa III bersenkatdan berkumpuli yang dikandung Pasal28 IJUD 1945 . .Alasan lain, sesua'i ,dengan makna Paisa!; 24C co/at (1) UUD 1945, yang berhak

32

terepeng

OP'INI

meroeteskan pembuberen perpol adalah Mahkamah KonstitusiT bukan ""tenter~ Kehak~ma n, 5ekali pun !<arb '''d~sah'rM:In'' dan "d ~bUlbar'kan" tidak samar temp] konsekuensl yang terjadi' sarna saia, ya ltu m enjadi hilangnya eksistensl parpoli yang bersan:g!kutan dalam hal sustu parpo.1 tidak disabkan, Dengan dem~kian, w€wenang penqesshen suatu parpol di Oepkeh HA.M telah meianggall'" UUD 1.9-45.

PutJusan MK paling spekta:kuler adalah mengabuU:,an permohonen selah seorenq ter(j,akwa kasus Bam Bal[.r Masykur Abd u ~ Kadi r~ unruik: menglUji UU No 16l21003tentan.g Penetapsn Perpu N!omor 2/2002 tentang P;ernoerlakuan Perpu INo 1/2002 tentang Pemberantasarn, Tindak Pidanol Termisrne pada Perilstiwa Pel~ed.akan Born di Bali T~H19g,a[ 120ktobef 20QI2 Menry;Jdi. Urld'ang~Undang {UV NomoT 16/2:0;()3).

lima orangi haklrn MK(Jtmly As:s:hiddiqjef la~ca Marz.uki" Roes1t.andil Muk1thie- Padja:r, dan Hak'irn Soedairsono) m:en'YCltak:an UU No ][6/2:002 bertenta ligan denqa n U liD ]9'45, terutema P.as;:Ii 281 ayet (1) IJUD 1945. Pasalitu berbunyi, "Hal< untuk ih:idup, hak untuk tidak disH;;s2i, hak kernerdekaaa plklran dan haiti nurani, hak beraqama, ha,l<. untu Ik tlda k di perltluda:l<" hak Ilmtluk diakui seba,ga!i pri badf di hadapan huJ:o;.:um, dan hale untuk tidial!( ditu:n,tut atas dasae hukum yang bedaku15ufut adalah hak asasi manusia yang tidal: dapat dikurn 1"1>91i dal,am keadaan apa pun. ...

!Empat orang hakirn lainnya (HAS Natabaya, ~Maruarar Siahaan, Harjono, dan Hakim ][ Dewa Gede Pa~guna) menolak permohonan Pemohlon .. Me:rekal berangg.apa.n UU: No lL6/2002 tldak be rtentangaf1: dengao UUD 1.945. :Demilkian serunya"'pertemp'Uran" arqumen darl para ba ki m terll hatdari posi SI 5-4 yang dicapai. Ini lah ka Ii perm ma pUWS2In dlca plCl~ denqansua ra seruju dia n t~dak5ieibLJju yang tlpls,

Sa ha n pokok perdebacan sembUa n h.2i ki m f>.1 K ada!1 a h apaka h pemberla kuan ketentua n nukum secara retroa kttf (berl.a kusurer) terhadlap lP'erist]wa Bom Ba Ii dapat d ~benarkallil dan tldek bertentenqen dengan ko:nstit'Llsii. Mayorit.as haldm akhirnya berpendapat sebagar berikut.

Pertarna, pada dasarnya hukum bertaku k,e depan (prospectively) ... AdaJah tidal< fair seseoranc dihukurn karena perbuaten yang pada saat dHak,I!.dJ;an merupakan perbuetan yanQi sah, Juga tldak fair bi la pada diri seseore ng diperl:akukan ketentua PI hukum yang I~ebih berat terhadap suatu perbustan yao9 ketika dllakukan dianca m oleh ketentuen yang itebih I'iLngan.

PutusaloMK paling spektakuler adaleh mengabu~kan permohona n sa lat! seoranq t€:rd'Qlkwa kasus Born Bali, :r-lasykur Abdul Kadi run'l.u k. rnen 9 u jji U'U

:No 16}2.0Qo3 tent,ang Penet;;l:pan Perpu Nomor 2/ 2.002 tenta ng Pembe,lakuGlln Perpu No 1120002

VOL Ill, No. 10~ Agustus 2004

33

OPINI

Y a Fl 9

menartk, putusan

MK j!Jga raempersoa!1 ka n m,e n g:a 1P:r:I ada uru::Jang-l,Iodan 9 yang mengatur pe:ri.st:iw,Qr k,o'ni<ret:.

Kedua, asas retroektff leblh mengacll pada filosof permdanaan etas dasar pembalasan (represlt). Padahal, asas inT tidrak lagl merupakan acuan utama dad sistem pernidanaan dl Indonesia yan9 saat 'iinT msrujuk pada asas preventif dan edukatlf:

Ketiga, penge5almping:an asas nonr;etroaidif mebuka pe'llLlang :bagi rezl m pengua;sa tertentu u ntu k menggunakan huku m se bagali serana bales cendem (revenge) terhacap lawan-lawan polltlk sebelumnya,

Keem pat, saat ini tenga h berlang su ng peneqakken n Ii;! kum (rule of lawt termasuk penegakan peradllenvanq fair. Jaminan munimum balg u perad i lan yang fa i r adatah (1) ass s p rad L1,ga te k bersel a hi (presumption of innocence), (2) persamaan kesempatan bagi pihak yan'Q berperkara, (3) penqucapan putusan secara terbuka untuk urnurn, (4) asas ne bls ~n idem (Iar,angan mengadi!j seseoranc dua kah untuk kasus yang sama), {,S) pernberlakuan hukum yang leblh rlnqan bagi perbuatan yang tengan berproses (pendIng cases), dan (6) iaranqan pemberlakuan asas retroaktlf

Yang rnenenk, putusan M:K juga mernperscatken mel"lg:apa ada undang-unda,iiJQi yang men:gatu rper~stiwa. konkret Dengan men:gacu Stl.lfe'rli Th€ibrie des Recht dati Ha ns Kelse In, 1M K me nyataka n ba i'tW'a undanq-undang seharusnya berlsi kaldah-kaldah nukum ri1erngatur yan'Qi bersifatl.llmum dan abstrak, uu tldak memuat kaedah-kaedah ya ng bersifat. ~ ndiv~duail dan konkret sebaqa irma ria kaeda hi 1M u ku rn beruoa penetapan ,admini!itrOlltif oleh p.ejabat tata usaha neg<H·d~ atau produk hukum penga,dii~ar:il berupa putusan (vorus),

B,agri MK, pernberlakuen suatu undang-undal1g terhadap peristiwa konkret adalalh wewemmg penqad ilan. M r;;rnculnya 'U U Nomor 16/2003 bis~ dinLlai bertentanean denqan prlnslp pemisahan dan pem Ij,ag ian kekuasaa n ya I1:g dia nut dad a m U U n 1945. ria I tersebut juga di masa-masa ya ng aka 11 datang dapat menjadi preseden b IJ ru k, bahwa pembentuk 'Lmdang-undan'9 dapat membenakukan kaedah hukurn dalem und,ang-undiang secara ekspllslt terhedap peristiwa ken kret yan:g: telah terjad i sebelu m nya ha nya atas dasa r peruta ia f1I polltls (~i'o~iiLica ijudgeme:nt).

"Preseden semacam ini a:pabHal dibiarkan dapat merusek sendise n di n e'ga:ra hu ku rn, kaln~~ na me m bii a rka I'll pe rtlm ba ng a n pol iti k d~ja dikan sebagai pa rrlg lima yang' pa Ii f'Q menentuken berl a ku tidaknya sesuetu Ka€Oa h h uku m ,i';;E;!: dal a m sesuatu perrstlwa yang bersffat kon kret, " demikia n yang tertuiis dalern putusan r-:IK.

Saya berpendapat sangat tepeta pa yang di rum uska n lima dari sem bi ta n haki m konstltusl, M(llteri UU Nomor 15/2003 je~as

34

terepeng

OPINI

bertentanqan denqan Pasal 281 .aya!t (1.); terutarna denqan kafimait "hak untl!':J'k t:idak. diltunturt etas daser hurkum yang berlaku serut ada 10 h halk asast manusla yang ndak dapat dikurangi dalem keadaan apa pun" eta u yang dikenal ca iam asas no,n retroa kt:if yang juga d'iakuI dalam Pasal 1 aryat (1) KUHP ..

IILI'U ito juga menurutsava bertentanqan deng.alrl beberapa asas yangl dianut daiam U'UD 1945. M~sa ~n!ya esas nondfskrimatif yaing d~atur dal!am Pasal 281 avat (2), bahwasetisp orang berhak beoas dari perlak~an diskrijm~natJf atas daser apa pun. UU Nornor 16/2003 secera jelas telah berlaku diskri'minatif terhadap pera tersanqka dan terdakwa serta tie;rpklalila kasus Bam Bal~ karena UU im secare khusus hanya menjerat mereka .. NamunF b'ukan rnaksud seva semue terdakwa kasus born atau kasus terorisme la innya d'ijernt ptl~.a de.r1Igan unda n9- undang tersebut. Yang benol"l undanq-uncanq itu tidak boleh dlberlaku ka n su rut. apal'a,gli secera dislkru minatLf.

UU Nom:ar 16/2003 ]Ug\8 be,rtentangan deril·gan P'asal28D ayat (1) tenti3log kesetaraan di depan hukum (equality before the law), ba hwa setua.p ora n.g berha k atas penqekuen, jam unaril, perfind ungan, dan kepastian hukum yangadil serta perla,kuan yang same di hiadCllpan h ukum, Dalam hal inti! secara jelas para tersanglk.alteroakwajtierp\lidla lila ·lKasus Born Bali dIlperlakukan ti:dak. setara di hadapan hukum karena hany:a mereka yang terkenapem De!rla:klJ!tlr1l h ukum S€cara retroailctif~ sedanlgkan pelsku penqebornan lail"lnya tldalk ..

palam ke:giatan strateqlc plamili.Iii'g' .akhir tahun lalu M'K telah meruffiluski!lln seta h saw rnisi Ii matahurran, yait:u .menjladi pelaksana Ike:kuasa:an kehaikiman yal:19 teiperCa!ya. Makna"terpercaya.if :ini diil'arndasi ingatc!ln buruk rnasverakat terihadaipduni.a peradilan, terutama denqan adanya praktik-praktlk mafia peradaan, Sebagai lembaga negara yan'9' baru, :MK berupaya keluar dari IIngkaraliil persepsl buruk tersebut, sa ~ah satu nya dengan mem buat putusa 0- putesa n yang diharalplam dapet memenuhi rasa kead.iian masyarakat dan jau h dart praktik KIKN ,.

Apakah putusan-putusan judidall revlew yang teleh penuhs paparkan di altas memenuh harapan itu? Dari se9'i maten putusan, penults sershkan hal tersebut kepada penllaian pihak luar, Namun, satu yang perlu diga risbawahJ. sepanjang keterljbata n penu] is de:ngan lembag'8 M:K, putusan-putusan tersebut betul-betul di,bu.at karena .perdebatalll yang terjad[ d~ MK, jaliJh dari aroma KKN. Ungik:ungan sepertl lnllah yang perlu dijaga olehkita semua .. M!a'syanlkCit jangan

D 3 I a m keqlatan strategic pllaJl1ning' akhir talhun lalu MK tetan merum i.lskan sa la h satu misi Jlima tanunan, yaitu menjad i petaksa 11011 k e k U ~ S al a 11 kehaklman yang tarpercava.

VOL JIll No. 10f Agustus 2004

35

raig1J-n,'gu menJadi watchd,og MK seandamva lerrtbaqa ne9la,ra baru i r1 i mengu'langi penyaKit lembaga. perad i'l a n yang ada,

Wal<ru satu tahun ki:r(lnya. terlalu sir.gkat untuk memberikan peniia!an apakah iMK sudan meneju pada mlsinya, Naml..m, setideknva indiKelSt ke arah tersebut sudah dapat dicatat, Penults tentu tldak pMa posisi memberi'kan peni~afan. Biarlaih. masyarakat yang melakul<annya. Kom itmcn penultsden kole9a dl ~r-1Kadalah bag:~ima,na m,'!'!njaga agar ~MK tetap on the rig rat track, '* '*'*

36

te:repeng

OPtN]

DAFJAR PUSJAKA.

MatnkaITIah Konstiitu5r, Puwsan Perkara Nomor 004JPUU~I/2:fJ03 (PenQ'uji:an UU N'omor :1.4 lahun 1985 tenl:ang Mahkarnah Agung)/-http:l IViNI'W. mahlkamah!son5tirusLgoJd.

__ ~ -'.' Purus;aill' Perkara Nomor 011. - 017/PlJU-Jj20l)3

(Pel1gtljran UU Nomor 12 TahUin 2003 tentang r:emilu.), http:! lwww .mahk~mahkQsl1Utu6i.gQJ&!.

____ ~_--' Putl.lXln Perkara N,Qmo~ 006~PUIiH/2003 (p'eflgujr~n UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan linda f\ Pidana Korupsi },bttp: 11 www·mahkamahkon5!:itusi.gQ.id.

_ .......... __ ~ _ _. .. Putusan Perkara Nom.olt 008!PUU-ll/2QI)3 (Pe1191ujf;an tJu Nomor 23 Tahun 2.003 tentang Penililihan Umum Presrden oon Wakil.Presiden), hlIP;UV!J!W'W.ma_hlkamahmnstituSr.gOdQ.

____ ~~--' Putusan Perl<am Nomor020tplllJ-'I/2003 (Pengujla!i1 UU Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik),~. 'W'\i\!""'l.mahf(ama,hkQostitlJS!i .,92. to.

_~ ~...J Purusan P:erka:ra Nomor 013/PUU-:I/2003 (Pengujian

U'£J Nomor 16 Tahun 2003)1 hUp';li

m~hl(!ilmahkonstjjtu'SL,go.iQ.

Refl'y Harunr "Sarat Dew,i KeadiJan Men()Jak T ur:'iduk'fj, art~keJ di Harian Kompas, 26 Februari 2004.

___ -I "Putusan M'K, Bal,ada KPKPN", artikeI dt Harialn Kompas, 3 Apirri 2004.

___ -4 "Bialrkan Rakyat yangl Menilal Gus Dur", artik€1 ciT H'arian Kompas, 22 Mei 2.004.

____ , "Kebeoa.san Mermbenwk Partal PoHtik", artil<e~ di Harian Kompas, 16 Juli 2004.

VOL 111~ No. 1 (j~ A.gustus 20.04

37

OP]NI

MENGGAP'AI, KEB,ENARAN IKONS'TI'T'USI

'Cataltan Saltu Talhun Mahkamah K:onstit .... s~ Indonesi:a

'flliJiS('In iln~ merlooba mengela borasi IlebHh jauli'l bagellima(il('i pera:nan M K.

'Fi rma nsvah Arifin 1

Sejak IMahkamah Kon:st~tus~ (MK) [ndones~a terbentuk dan mulal menjalanl<an kewenangalil tiiyar praktTk ,ketataneg,araan teresa menjadi ~ebih dinerms. lDirllam~ka Ini te.rjadli karena mulai tumbuhnya kembafl kesad:alran untuk mlsnglg t.lnalkan etu ran-atura n kon:s·1j1tusi dan tegakn¥2l kcnsntnst dalarn kehtdupan berrteqara me~·aIIT.li MK. Tentunva duharapka IIiI dengan adanya k:esacta ran dan pra kti k bernegara seperti rni akan berpe:li:Jgaruh secara pos:itirf ba.gf perkembangan demokratisasi dan konstituslonallsme kede pill n, 'terutama ji ka di I~hat ketikal M K menja~alnk.all kewenan.gsnnya menvetesalken perkara penqujran unda 1i:19- und'a ng terhadap konstitLJ:Sl dan perse~ lsi han hasU pernl 11u.

Tl.llusan in~ mencoba mengelabora:s~ letJifil ja.uh bag'(3!imana peranan MK.. Dim!J,l:a~ denqen menggali haki kat keberadaa Ii1 M K dia iam ko,lf1lltel<s tran:sisl demok!ra:s:~ dlalil'dJnamik_a poHt~k yarng berkembang. Supaya ter~iha!t~ebih jelas, aka n ditl rlIjau pena ngana r;r: perkara dan putuse n yang di bust M K da flo sebera pa. bess r pe ng:an.Jhnya da lam transis~ diem,okrasi di Indonesia. Setanjumya akan cHberilkan catatcm ~kalig'!Js rekomendast yang diperluksn MK ke,depanl menvembut satu tehun terbentu knya MK.

Pembentu"-a n M tr( rnerupakan buah da ,ij t~ ntL!ltan tra riI s:is~ pol itik (reformasi) yang me.lilIlghendak~ perubahan FtJndamentai UUD 194'5. Atas dasar perubahan tersebut dikehendaki bah!wa sistem kekuasaan po~~ti k yang ororitarian ala n mer:rgi r:rg!kari HAM harus d'i u ba h meli1jadi ststern kekuasaan yang demokratts. $istem kekuasaan yall:1ig menur1ljukkan adarwa saling kont,ol ya ng setera dan seimbang antara caba.ng~ca:bang kekuasaan serta dapart melindungll HAMI. PembentuMn MIK juga didorong oleh muneulnva berbaqa ~ problernatika ket1l!taneg:3rali9 n ya IiiIg mengakibatkarlt seng.keta. atau kris~s kO'rlsb1tulsi: tan pa ada tata cara ya ng je~;a 5 bagai ma nat mekarusrne p€ri1yelesaJa fi'lnya secera konSl;utusionaF.

~ KehJ:OI SOldan PengunJiS K.o\ns.orsu~m Reformasi Huku m NaSiiQlfIa!l (KRHN)

z S~j:ar<lh dian P-eltband'irlg!.m .M<lilhk:a:m.ah: Kons,titLlsi,. KRHM (belom diterbttl<a1n)

38

OPINI

Pembentukan iMK dilakukan bersamaan deng'an terjadinva peru behan dal!am struktur dan rnekamsrne kelembaglaian nega'ra. Dalam halini prfnsip kedaulaltan rakyat telah dilieta:kkan dengan menempetkan M:PR, hu ka n satu-saturwa seba'gai Jtemba!ga pe~lalk:Sanakeda ulatan fa kyat, akan teta pi disera Ih kan dan di~aksanakan bersama denqa riI caba ng kekuasaa n ira ln ny<:l. Da n d~:sepakat;[ pula proses pe,m i ~~ han S€cara larlgsungoJ~ehrakya1t bagiangg'Ota MPHf DPR, DPD can DPRD (:!',ege:slatif) serta Presiden dan W;j ~i~ Pre~'den (eksekul:if)) Perubahan :Slstemik struktur dan meka nisme kenegar,aan ini rnerupekan capaian penting dalam transisi demekrasi,

Pengiaruh dan perubahan tersebot mernbuat posisi kekuasaan l:egesl1atif dan eksekutf rnenjadi lebih kuat dan Ileg iti mate, sehl ngga diperl u kan kekuetan D€nyetmbang yakni kekuasean yudikatif mcla~IUT .~embentu:kan MK, . .Melalui MK dimLlfl,gklinkian adanya kontro~ bag~ k.emungkinan pooyalangurilaan ~nan;g yang dm~ak.ukan olieh leges~atjf' dan eksekuijf alta u ked! ua nva secera bersama-sama. DengliSln terbentuknya MK bisa dTkatakan merupa ka n k:e'men,angan temadapctta-cita neg,at.a hlikum kerena pemrbentukaln M K merupakan penegasan terhadep prlnsip neqara hukum seoern yang tetah dijarn in. oleh konstitusr',

Pada halkil\CI,tnya funqsl utama MK adalah mengawal supava konstitusi dijalankan denga:n konsrsten (the guard:ialii of consbtution) dan. menafsiWll<an konstltusi (the interpreter of GOrlstbtutilon)_, Oleh konstitusi MK ali ben ke n kewen a ngan merrupakan satu-satu nya !ero:bCiga yang dapat mengluji produk bersama (UU) pem1erinrt"a:h dan IDPR terhedep konstitusl, rnemutuskan apa kah sebush lembaqa neqara bernenang secara konstitusioeel, memutuskan persel1gketaan nasi:1 pernuu, mernutuska n depet tlda knY21 sebuah parte i politik dibu ba rka n, Da n rnernutaskan apakah presiden-wakil presiden bersalah terhadap dugaan pela.ngg aran hukum yang diberlkan konstitusi.

Deng<an fungs:f dan wewenanq seperti ,itu, keberaoasn MK memiliki art~ pentlnq dan peranan strategiS bagi kebutuhan translsi dan kcnso I: i;d a si de mokrasi, Men tJ rut lLi nj da n Ste pa n r tra n si si dan konsotldasl die:mo"kr,asi mensya.attka1n adanya pemertntahan berdasarken hukum, pemermtahan yang tlUnduk pada hukum, Jika sel uruh n nstitu 51 negara dan pernerjntahan berfungsisesuat den'g a n priinsip hukum, akan semekin berkuabtas negar.a tersebut", Dalam

3 R!l.Im!.lS~,m penJ.bah3n diSiepa~ati dan d<iseWjl.li dalCl,m satu p\3li<;et P~rl,l'b<llh<311'1 KetJig!a UUD 1945

4 Iden\ P'e'nubahan Ke:tigClI UUID .194.5

s ]u;;m J. ILinj dan Alfred Ste,p<tn, "Mel"ld'efi!l1iSiikan dan Mem'bangun ~krasr daiall1il "nt'Cfi.(i;luhri Oenrrrol\;;FOIsi 1I00UIm1, pellj:ahaii:: belaj'ar darl kekcliru:.'l11! negar~il'IC9<rrr", l\jin"~ Htrar NI.i5a B'ha!kti &. Rita Sihbudi {ooit'G:r), Mi,zanrUPFFordi Foooo<!ltion, 2001, hal. 43-45

Pengan,lh dar! perueahsntersebut mem buat poslsi kekuasaen legesla.tif dan eksekutif menjadi lebi h kuat dan leg'itrmaw, sehingga diperlukal1l kekuat(lrn penyeimOO'i1g y(jkn~ I<ekuas:aan yrudika.tif mel~dui pernbentukan MK,

VOL In No. 10, Agustus 2.004

39

OPINI

Del'l9<ul dernikian sega!l.a ketentuan at6iu Ikebijakan yang d,ibllat penye:leng~ ga ra oe!ga ra d ~pat

diukur

tusienalttas atau tj;daknyal eleh M IK.

konteks kebutJIJ ha n ltu f 'M K j I:J g,a da pat berperan u nt~ k mengawal, menqontrot dan rnengimbangi prinslip-prinsip demokrasi, [)emokrasi yang serinq kalt hanya menqandalkan kekuaten pchttk dapat dikendalikan dan diimbang:i sesual dengan prinsi.p damokrast itu sendiri. dan prlnslp konsntustcnahsme atau neg,ara hukum (demokrasi !k,onstitusuonal).

Denqan demikIan sega!la ketentuan atau kebijakan yang dlbuat penyelenggar,a negl2!ra dapat diukur konstnustonehtas ateu tidak,nya oleh MK. SehTngga dalam setiap penyelenggaraan pemeriotahan, sel ahl: t,erbangu Ii'l dan ber1l a ndias.ka n paca p rln sip-pri rls:ip bu kum da n ket:entua In kOr1lStitust Seb21gaii"mph;~mentasunya, MIK telah rnenqoreksi (rnerevlew) beberapa ilmdang-undang y.ang djbuat oleh [)PR dan Pemerintah yang diangga,p melang:gar hak konstltusl, ri"11< ti:dak hanya sekedar men injau kern bai i sebag ~1;H"I etau selu ruhny.a prod u k leg rsllasl yang d~hasmG3in, tetap~ juga mernbonqka r alam pikiran yang mempenqaruhl proses ~agislasi ,d:ari kepentlnqan poltttk dan dlskrlrnmasi. politik Sesuatu yang jetas-jelas bertentanqan denqan pnnstp dan aturan kons:titlUsi sekali,gus menjadi ancernan proses dernokrattsast,

Implernentasi lainnya, MK berperan dalam penveleseian persellslhan hasil pernllu khususnya pemuu 20M. Untuk. pertarne kaltnyi.:l; dalern penYf;!len9'garaan pemiliu diisediiakan rnekanlsrne hukutm yang dapat menggugat hasll pern itung;C'!i'iI suara ya ng suda hi ditetepksn alien KPU .. Penempatan MK dalam persoa!anpemUu :i ili rnenendeken proses politik yaknl pemllu hams tunduk pada ketentuan konstltus], yang! berarti pemilu memerlukan keputusan hukum yang akan rnernpenqerubi 'kuaHtas pemilu dan proses demokrasi keseluruhan, Hal inl juga jlka dItunjang denga n profesionalij1l:as dannetraHtas MK dailam memenksa perka ra pem i lu, sekaligus seba gai uj la n bag i Ind ependensl dI a n l<rediNliitas MK Serta sejauh mana kepatu han sem t:J2I pi 1h,21 k terhada p putusan MK yang (lkan rnenente kan da pet tida klf'lya seseorano rnenjadi an.g:90t:a1IegesiiatiT dian atau preslden-waktl presiden,

Seba9ai lnstitusi peradllan, MKjuga tunduk pada prinslp-pnnslp dan ketentuan sebaqalmana layalcnya :Iembaga peraddan, IMK adalsh baQ~a mI darl kekuasaan kehaklman yang rnerdeka, memili ki kewenangZJinlr .1:1 ukum acara da n aturen f.ai n yanQl men:g'Clrur bekerjall':lya MK secara profeslona I. Seba gaii I embaga va 11'9 kh u SOU S me lila Iilga i perkara yang berkaitan denqan konstitusi, MK disebutjuga sebaqal peradila:n konstltusi. H!ngga kTni MK. telah m:enang.alili perkara yang menjadi :kewenangannya untuk :menguji undang~undang dan rnemotus

40

OPINI

perseHsihClin hasrl pe:miiu. :Namt:J'n, ada juga beberapa ka~angan masvsrakat yang juga mengajul<an persoalan etau perkara di,l'uar ikewena !i1gan MK

Sejak memuiai sidang perterna kali 4. Nopember 2003Ia~u, MK te!ah rnemenksa 30 -an permohonaa pengujij ill n unda ng-u nda ngr 14 dilantaranya rnerupekan 'impahan perkara dari Mahkamah Agung". ]J dan permobonan peng ujr,a~n und'ang,~urdan9i itu te~ah .mend!apat~n putusan, Dalam persellsihan hasH pemiJu il,egislaltif 20041 total perkara yan'9 diregistrasi dan diperlksa oleh MK sebanyak 273 yang diajU'kan o,.~eh :23 pemohon dar] pa rt:ai politik dan 21 darl ca ion cmggota DPD7. serta perkara perseusrhen pemilu presiden putaran pertarna yangl di(lijukan pasi:lngan calon p.residen:-wald! presiden Wlrafloo-Salahuddin Wa:hid.

Dil ihat darl J IJ m lah perkara tersebut, da pat: dikatakan M K prod uktlif memutus sekian baiOyak perkara yang ,diBlju,li;an kepadanya. Bahkan khusus, dalern perkara per.selI:s~han pemi lu, M IK rna mou menvelesaikan dalam tenggat waiktu yang teleh ditentuk:an undang-undlangs. Namun., drlsisi lain putusan MK dalam beberapa p€rkara pengujian undaaqu nda:ng mencapet sorotan p:ubJ'ik. M u rlOU~ pro-kontra ,d:an perdebatan menqomentari sepiear dan !QoniSek'wensi dan purusan yang dibuat MK.

uraen d]baw.a:h i'niakan mengeteng:ahkan bagiamana penanganal1 perkara di MK dan darnpak putusan yang teleh dihasilkan. Untuk perk:a,;al per:l,gluj ~an utildang-unoa nl9, pen tjlli s hal"ilY<ll aka !l1IITHil!n,giur,a i 3 putusalil MIK y.ang menorut pem.oris ttdak hanya menarjk dan mendapet sorotan pu til i k, .Akan teta pi jug:a bi sa: men Hal; seberapa besa r pengaruh putusan MK bagi perkernbangan poi~itik iketatanega:raan 'yang lebih demokratis .. "fentunya dengan perl<a:ra perselisihan pemilu dan permohonan tajn yang diajukan berkenaan dengan pernjlu 20fJ4.,

1. Perk:alral 'Pen'gujiian lIU N'o. 1.4 taihl!:lnl 198$

Perkarapenglljian UU No, 14/1985 ten!l:ar1lg MahkamahAgung ini diaju.kan oleh Machrii Hendra, SH seoran9 hakim pengadilan negerij Padaog. Da ~am pe rmo honannya mem ints agar M K menyatakan pas.al 7 ayat (1) sub .g U UNo. 14/1985 teliltal'lgSY;;III~at cslon Hakim Agung lIotuk dapat dil:angkat rnenjadi H(llknm Agung i:Jerpeng'alcunan

6 B;e<tiita ~"ah!kamah ~onst!ibusi (ri!~.K), fN'(!l. 04, AJpriH"iei 2004 .r hal 33

7 ~M'K Rilm:pungkan RatliS,i3il Sellgketa P'emilu legeslatifM~

WlNw.h:ukumooHne:,!n1!l.r 2.1}6j04

, Jal'lgl~ w.ak'Uu yang djbenk.an a:daJall1l paling ilijmbat 3'0 hll;r~ ut1ltuk pemi1u DPR_ ID.PRD dan OPOd<!ln 14 han unruk pemilu Pr'esi'den ,d~f1 waldl Presjden, p~S<l1 78 UU No. 23 tal'lun 2003 tenlQ·f191Mahk.arnah KonstitlJJ5i.

Di [i hat: dad Jurn 121 h perka ra tarsebut, d:a:pat dikartakall MK produ:ktif memutus sekIan ball'lya k perka ra ya rig diajukf31f1 kepadanya.

41

OPINI

Tero,bosan MIK tersebut tentu saj.¢! dapat meojao ~ preseden hu k.um 'lOlling ~osi.tif~ ~&::an=iflla 1M K talah mem tHI~ti kan mei1lja,di Dennel ii.bi'lgJ utame 10;011 ~titl.isi.

sekur,an'9i-lillrcmgnya 5 tabun :sebag,ai Ketua Pengadilan Tin99in Bandingl atau 10 tahun sebaqal Hakim Th1gkat!landing bertentanosn dJengan uun 1945.

Dalarn perkara ~,n;ir M K rnetakukan terobosan denqan menga,baikan atau mengesampin:gikan 'pembatasan yang diatlUf daiam'pasalSO 'tJiU MKr bahwa UU yang dapet dlmohonksn untuk diUiji adalan UU ya:ng di uncia rig kan setelah Amandemen Perta rna U UD 1945 pada 19 OktolHE'ji" 199'9., MK beratasanbabwa pasal 50 UU MK te~ah mereduksi kewenang:an MIK seleku lembagra yang, kewenanqannya dttentukan ol,eh UUD bukal1 oleh UU. MK bl.!lkanlah organ UU me~ail1kan organ dian pelaksana ~Oi1stitusi,. Hakim IronstItJU!Si depat menafsirkan 1 menq llji. dan men.g;esam pi Ii1 gka n hukumsie:hingga MK dapat menyaltakan tidal< terikat eleh ceraturan p,e'rundanQlundanganp:9.

Teronosen .MICtei"Sebut tentu seie depat me;njadi preseden hukum yang posttlt, karena M'K tela 111 membukttksn menjadu pelindung urtama kOli1stItlJsi. Puwsan MK~ni ibisa dlisamakan den:gan pendepet Joh n Marsha ll (KetUlCl M.A, AS)dalam kasus M:arbury vs Mad:Sol"1 yang me,njaditonggak pelaksanaan judicial review di AS. Langkaih M.K yang mengesamp~ ngikarll pasel 50 UU M K.f berarti tida k ada la9i pernbatasen bagi rnasvaraket yang hak konstitusi onal nya dirugikan aki:ba:t pemberlakuan UU yang duudangkan sebelum Amandemen UUD 1945 untuk memohon ju:didal review ke MK. Hal i ni tentJunyilll mlemii~ ki makna stlfategis ba gi per~emba"gan kebidupen konstibusi dan dernokrasl di Indonesia, Meskipun MK menenma permohonan te:rsebut untuk diuji, deng;;liIl pedl2llndingan 6 hakim menertma dan 3 menola.k10, pada akhirnya putusan haklm menyatak.an permohonan pemohon tidak da pat d iter] rna.

2. Perkata Peng ujian pasa'l 60 hUlruf '9 UU No. :1.2. ta Iii! un 2Jm)3 Perkara tni d~.ajuk.a n oleh Prof. DelIa r Noer, dkk sebaqa i: Pemohon I dan Sernaun tJ1Jomo, dkk sebaga] Pemchoa n ya n,g, me:mi rita M K untuk membataU~an paso:160 huruf 9 UU No. 12 tahUin 2003 tentangl Pemmharn Umum. Pasal ~ni menyatakan babwacalon anggota DPR, DPD, DPRD Propi nsi dan 'DPRD IKabu patenjKota ha rus rnemenu h ~ sya1rat; huruf (g) bukan bekas o,r.g:ani:sasi terlaranq PKI, termasus orqarusasi masanva, atau buken orang yang terllbat iangsung ataupun tak langsung data m G30SjPKI atau orga.nisasi terlaranq ~ainnya,.,

~ Putus:all MK :No. 004/PtllU-I/2003, 30 Des:ember 2003

]0 Ke(';I:1.;1lm haknn konstituSii yang' Ime:ne.riml<l p€'!n:gujT.m IJU No. 14 tahun 1985 ada,lah Ji.rnly Assh.iddliiqie, Harj.ol'l.o, ] De:v~aGede Palgun:<l, A. ;MuktieFadjiar, IMaruar Si."hlQiiilndoln Soedarsono .. s.ectalng:kan hakim y;3rl9 m:emillki pendapa<t I)erbedOl;'!d~llah La~i(a Marzulk;l, Achmlld Roestandi" dian .AS Nata~ya.

42

terep®ng

OPtNI

Mla:jeHs, haklrn r'>'1K datam putusarmva melngabua:an sebaqian pemohon ,dalam pemohon I, dan seluruh pemohon dalaml pernohon ]I keren a yang la im:rya diang9,QP tldak mem Hi ki leqa ~ standi ng sebagai pemohon, MK beran.g9aipClln bahwa pertama pasal60g bertenta Iiil.gan de:ngan HAM ya:li1g telah ditentukan UUD 1945 yang bda k membenarkanada liilya diskrim inasi berdasarkan perbedaan agama, suku, ras, jenis kelarnin g'olo'lilgan dan status sosial, bahasa dan keyaldnan politik., Kedua, hak konstituslcnal war,gi3 ne:garal untuk memilih dan dipilih (6ght to vote and right to be calndidate) adaiah hale yang dujamin konstitusl •

.Ketigar pernbatasan hak untJuk dipilih dsram pasal 60g sernatarnata berstfat politis, dan keernpat pelarangarreks PKI mengand ung n uansa h ukuma n pcntl k. Padia ha I sebagai neca ra huku'm" tlap pelaranqan yang berkaitsn langsung denqan hek dan kebebasa n warqa neg,a ral harus did1ilsa,rk;:i natas peng!(i dHa n + Seoranu hakirn konstltusl, Achrnad Roestandi menqajukan perbedaan pendapat (d.~ssentfng opin~oln)1 bahwa pelarancan itu i3lda,lah sah karena bersifat situaslonal, dan tidal<. perrnanen be~ka~tan denganintelfllsitas penvebsran paham komunls. Dan menurutnva, yang secsra ~as-j!elas tidak. bole.h ,dikurangi HAMnya adaleh hak-hak yang ten:antum ,dalam pasal2SJ UUO 194511•

Teli':JtlJl saja pllJtusan MK ka~j ~ni bany-ak yang !men¥ambut suka c~ta, rnesktpun ada jugi;.'!. yang rnerasa ka,get,. kecewa clan tidek setuju, Dua oliganus:alsi rnassa ter:besar NU' dan :Muhammadryah, menvatakan putusan MK ini merupakan terobosan untuk menghJl~.Iflgkan d~skr~minaS:1.12 Penghapusan paiSi:I~ diskriminasi ini.. menurut Sej,arawanAsvi Walrman Adam merupakan tonqqak peanusan sejarah b~ngsa yang selama 38 tahUin Cl:da sekelompok warqa neqara yang dtrarnpas ha.knya •. Dan hal inl telah rnenqem ba I ~ka rl. peren neqara seca ra proporslona I: Y;;llng seta m a illii peran tersebut telah diimonopoOli untuk mernarqtnatkan sekelQmpok wa r'ga ba rl9sa.].')

Putus'an MK kal i tela h menoren kan seja ra h M hwa senda knva mssnada i nstltusi pera di Ian yang bisa untu k rnemen uhI rasa keadillan, d~teli'l9ah pesimisme mlasyarakat terhadap peran lemb~'a peradilarn .. MK telah memtH.Jklikan dalarn putusannva dapat bertindak adil tidal< baniya rnenqabulkan perrnohonan, tapi jtl9(i1 membongkar atarn pik'iran Y,i:lI1Ig .bers.rfat diskriminatif. oaiarn hall

U Putusan, MK NO'. on-or i'IPUU-l/20D3,. 24 Pebii'llJan;i 2004 12 Kompas, 26, PebnI<lril2004

1:1 Kom,p~iS, 2. Maret 20004

Pengihapusa,., pasal diskrjmlnasi inn, menurut Sejarawal"l Asvd Wa rm,an Ada m rnerupakan w:nigg'ak pelurusan sejarah ballgsa yainlg s;(jdam~ 38 tan UII1 ada. sekelompok warga neg1ua yan~ dira m.pas haknva ..

VOL tu. No.. W, Agus£vs 2()04

43

OP]NI

Pengujian UUNo. 16 tahu iii 2.00.3 tentrangl Pe m be r a nta sa n Ielioli~sme dalarn Kasl,ls :BomBall.i diajuKamQleh rMasy:kur .AMu~ Kadiir, seoranq terp~ dana kasus hom 8aliL

in~ penuliiS: S'ependapat der1l9Clli1l putusa n M K, bahwa da lam li1lega ra hukum seua p pembatasan atau pela rangarr1l harus melallul: jala n per1lgadliant bukan c!idasalikan 'bukuman polltik', Tentu saji:ll 'pl:Ftll.lsan MiK~a.liint .al<a n msndoronq proses rek.onsiHaiS 1 yang di perl ukan bagf perja~la na n ba nlgsa ked~palt'l. Dan mernperkuet d'emolkratisasT yang rnensveratkan 21danya p~uralljsme da~a m seqala bentuk:nyaf termasuk keyakTnarn polil1ik. BlJJkan drdasarikanatas p~nadigma dan :perU.aku poUt]k Y2;H11g (Hs'krim~natif y.ang bertentangan d!engan :spi rit:: dan ke'tenibuan konstitulSiT.

3..Perkara Pengujia,R. UU No. :16 tahun 2003 tientang Pem'beranlasan1"ero.li~sm;e dalam KasUis 80m Bali

Pe.i1l 9 u j ia n U UNo. 16 teh un 2'003 ternan 9 Pe mbera nta san Tererlsme data m Kasl!.l:s Born Ba~ i d iajukan .olen Masykur Abdu ~ Kadir; S€orang terpioana k_OISl.I$ bam Ban. Dalamp€iFm.O!~O.lmanny.al drmlntai<.an kepada MK untuk. menenma perrnohonsn uj~ UU No. l5 tahun 2.003~ dan me:nyatakan UV tersebur be:rterltangan d,engan UUD 1945 serta men'caOllit dan menya:takan tl:dak ber!ak~]~. Permohonan~ni te!ah drajukan tahuJ] la'u yang sebelurn IiWa telah diim~ntalkan p€ngu]~a nnya ke M'A ..

Dalam pM:tusannya majeiis haki m M K seHs.~h sangat tipis yaitu 5 ha ki m yan 9 me n ga bu i ka n perrnohonen da n 4 ha ki m yang! mengajukafil. dI issenti I1i1g opi nio,n rnenolak pe'rmohonanlS .• Kenma haki m ya ng menerjma pembata len U U No. 15 tahun 2J)03 beralasa lilL bahwa peleda kan bom dii Sa H! 1tida k dCi pat di:kategor~sasikan sebagai k,ejahatan luar bf'i9sal yang da~t d~lk:ena1: prvnsip h ukurn retroaUITf, melai I11kan han'fE kejahatan btasa ya rig! kejam. Di!kare~·a:kali'll saat I ni bel UJm ada dell r'I lsl da n pemahama n yang unu'V€!I"sal tentanga pa yang dr sebult s@ibagar terorlsme,

Tlnda kClln jtll masih da:pat (jntatr:igka~ dengan ketell1tuanhukt;! m pidana yanQlada merujuk pada pasalll UU No. 39/1999 tentall'lg HAM 'lang ~anya me:ngkaltegorikan pe~anggaran HAM berat hanya kejah<!l1tan genosidedran kejahatan terhadap kemanUls:Taaln. Ke~ima ha ki m .juga meinHal bahwa pem berlakuan U UNo. 16/2003 untuk mennai perisfuwa I<!onkrit yang te:ljadu sebslum WJ tersebut dn:eta pkan, be rte nta nga!l denga n prl n si p pern isa~ n at ri1 d a fi1 pembag1ian kek.lIlasaan yan.gdianut tJlUD 1945. Pembentiu~ UU,

H Se,rilt~ M{llhk~Im<;l!ih KiDniSilltusi, IU Desember 200.3

I ~ HiQlkim yang melilgabU'lkiln permOlhollalii pem.batalan UU No. 1,6/2003 adalarl J imly A-$shiddiqi'e, MiuKt!ie Fa:djar, LaiC<lJ M<lrzuk~, Actlm~d Rust~r1d:ir d<.'lll Soed<lJSQno. Sec:lang~kafl haJ:Jim yang me1':lo.llak. adJaI,liIl HawjQrlo,. ] ~wa Gooe Palgu1na, Maru<lras.··

Siiahi(l;31l dan .fJ.S Natabaya ..

OlPiN!'

dh f Pe:mednta h- DPR telah meJakukarn sesuatu ya [1'9 merupakan kewena ng a n kekuasa an keha klma n dan i tu da pat menjadi preseden burul<l~.

Sedal1'9'kan empat haktm yarlg rnenetek pembatatan, beralasan bahwa meskl perlsnwa born di Bali buk:all keJahatan peran dan ttdan rnernenoh! definisi ytJridis kejahatan kernanusiaan, namun hal ttu tiidak serta rnerta meruadeken peristiwa dan akiba't hukum yaii19 d itl'm!btJ !ka n, apaJ,a gi rnernbebeskan pelakunya. seba b ji ka itu diJakukan ekan rnencederai asas rnendasar hukum pidana yaknJ setiap ,keja hatan ttda k bOI€:h di bia rken berta lu ta 11 ps hukuma 0.. Penda pat pa Ira haki mini rnenvareka n penera pan retroa ktif mewpak:Orll tuntutan keadtlan d'engan rnernperhatikan jUlm[ah korba n y,a ng sa E1 gat besar da n berrenta nqan deng,a n m ora I rnanusla.

Denqan menqarnbll contoh pen9adi1an Nuremourq, prinsip n onn;troaktif 1:11 dak bersifat m utlak dan dapat dibenarka n untuk dikes:am plngka.n. sepa njang tidal< meJ'a.ngga r dua ra ranqa [1J. Va utu r.arangan untuk melakukan upaya kiiminaltsasl terhadap suatu perbuaten yang dianggap seb.2111;J2l,j k~j,ahartal1l ketika penbuatZln rtu dilakuk':a:n., I(eduia,. rnerumuskan aturan hukum baru yang mernuat hukuma:n yang lebih berat dartpada hukuman yang diberJakukan pada saat SU'!3tu perbuara n plda na dilakukan berdasa rlkan rezirn hukum yang berlaku, U

Putusan MK leall ini sontal< mendapet serotan luas, baik, dan dalam rlegeri ma til pun masyarakat i nternasionat. Pro-kontra dan krftlk mUr1!au! bersa maa n del1gan perdebatan tel'ltang kom pi ikasi hokum akibat putusan MK tersebut. Reaksi dalrj Menkeli menyatakan, kepurussn ini akan menyulitkan pemerinteh dalalm menry@f"a:l: pelaku born Ball, karena j,ikal hanva menggunakan KUHP hany,a bisa menjerat a Uomya 1tapi adak ja ringa1llnya. Semenwra maSY,Q rakat Bali membuat petisl kepadaMA, DPR da:1i1 Presiden i.:mtuk rnencopot rima hakim yaiil9 menduknnq pencabutan UU No. 16/2003 dan rnemlnta peranan MK ditinjau kemball karena telah menj'adi lernbaqa seperbodv'",

Kompl'ikasi hukum yang muncut akibat putusan ini ada:I'ah menryallgkut nasi b dalri pa ra tersa ngka dan terhukum kasus born

i6 Kompas, 24 Juri 200:4 17 ,[dem, (Ida

18 Tempo,. Edisi 2-3: AguSQJ$, 20M, h~l, 2&-29

PlItus:an MK kaH inl sontak mendapat scrotan Iuas, baif( dad dalarn negeri mau.ilpun mil:syarakat inte:mCisiona I'.

45

OPINII

Me maharnl putuS.;l n MK ini, menunjukkan adanya perbeda;;m paharn atau (l·ln .,OJn dala m oenerapan hukum dO:lIri hakim kionstitusi.

Balil'~. Dengan putusan MK inn memungkinkain dapat dlbebaskannya, para tersanqka dan terhuk!Jm kasus born Bali .. Sekalipun pasal 508 UU MK menyatakan bahwa UU yang diuji tetap berlaku sarnpal ada pernbatatan oleh :MK, yang berartl putusan MK tldak berlaku 5U rut rnembatal kan proses h uku m ya ng tela n be rjal an. N:amu'l'l jJka berpljak pada pas,al 263 KUHAP, se:bag;ian kalanqan berpandanqen bahwa putusan ini btsa dlkateg:orikan sebalgai sebuah bu ktl bsru (novum) darl keadaan ba ru ya ng dapat melandasi diajuKannya peninjauan kemba,1i (PK). Sediarlgikan bagi rnereka yali'l9 hanya dijerat: denqan rnenqqunekan UU No. 16/ 2.003 dan belum memperoleh keknatan hukum tetap bshkan dii tingkat MA .. dapat ell nyataka:n hares bebas demo hukum, lOa n tida k bisa dis'~dang ka n kembalii kerens a kan mel a ngg,a r asas ne bts i III Idem ( seseorang tida!kbo~etl di,adHi kedua !kal inya dalarn perka ra yang sama )

MemaJ~am~ Pl,lt1.Jsan MIl< ini, meli1ul1'juk:kan adanya perbedaan peharn ata u aN ra n de lam penerapa n h ukum da vi .h a kl m konstltusl. Sebagian hakirn meng,gunakalil aliran kepastian hukum denqan prinslp non retroaktlt, sedariqkan sebaqian Iatnnva meng'edepankan rasa keadiilan dengan prinsip r,etmalctff dallam penqujlan perkara .. Dalam perkaraini, ali ran kepasdan hukumlialh y,a ngleb~h domi na n, :Putusa n .M K i Iii i s€~1 ayaknya dipetu hi d a 11 menjadf pelajar,ii} n ya ngl berarti khususnva bag i peme ii Iltahda n DPR untuk bersikap hatl~ha,ti dalam melii'1l:3t set.'i.ap perisl:lwa yang 1i:eljad'i. Sell:i ngg?l ttdia.k selal u m@:IilQgt..:lli1akan kekuasaa n pClltt~knya m.enjadikan i nstromen h ~k!l;i m sebagai alat untu k bertindak secara 'be;l'Ilelb,ihan'.

4. Perkara Perseliisiha.1i1 Hasi.l Pemil1ll12004

Dalarm menangani perkera pemjlu, UU' MKlO rnenentukan bahwa yang m@njadi wilayah kompetensi huiku m M K adal,ah perseJisihan halsi I pen'ghijtungan SIWli:! re ya ng tel aI h diteta pken secara nasion a I: alien KPU. Ke1tentuan ini berlalku jika keteta pan KPU mempengaruh~ terpmhnya ca lon a 1Il.g.90ta OPO I penentua n pasalngaln ce Ion yang rnasuk pada p ute relin kedua serte terpi nh nya pase lilIg:a:n ca~ on presiden-wakil presiden, dian percleha rl kursi pa rtal politi k peserte pernjlu di suatu daereh pernilihan. O'leh karena ltu, s:fapa saja

!9' Saat ilii terd'apat 33 tersillPg&;~ t~$l.lS born Bali, 28sUldail (lrjatulili y,onis dam mempunY<lli kekiJatan hukllm tet()p. Lima kaSU5 dalam sudah da,larn proses kasasi dian due di;3llltalraIT't<l, permohonan kasasJ Imam S~mud'ril dan Amro.zi sudah ditolak, lai!lnya menyerOlh ditingkat bcall:lding den pengadilall Mgeri, beberepa dia.l1Ita r.anY,lI t'elah meng01!ljukQUl gr.;lsi ke ,Presiden.. ~mpo, IEdRSi 2-8: AgustLlS 2004. n<li 30.

~ Ul:lat UU No . .23 telnta IiIg Mahk.amah K<mslitusi pasal74· 79'

46

terep®nig

OPlNl

yang blsa rnenjaidi plhak pemohon nva tldak bisa sem ba rangan. Hanya peroranqen caionalOggot.a DPB, pa:sangan .ccdon presidenwakil presiden dan partal po,litik peserta pem,il'u yang bisa mengaju,k:an permohonan persel.isihan peru il u.

Se,r,a in itt:! ditentllka n jangka waktu ,baglt perm.oh·ona n I';i,anya' bisa diajukan paling lambat ]; x 24 jamsej1ak KlP'lJ menqurnernkan penetapan has ~i' pemi I u seca ra nasiona I. Sed!ang kan proses perneriksaan hingga putussn diltentukan jan9k:a waktlJ paling! lam bat :lL4~a rii :I<erja sejak permohonan tercatat bag i pernil u presiden dan wakill preslden, dan 30 hari kerja untuk pemilu anggota [)P'RF CPD, da n DP'.R;D, M K juga melakukan bebera pa hal untuk melaksanakan kewenanqan lni dan menqentlsipasi k;emung.kinan banY(llknya pe,rmononanyang diajukan •. Sepertl membentuk Tim perselisihan sengketa hasil pemilu, tirn aslstensi, rnembuat Pedoman Peinyeresa.~an Perseii'siha,1iII Pemih..l. Untuk memp€rcepat proses pemenksaan, .M,I( membentuk 3 panel hakim, namun pen91am bUan putussn me~a ~ui plena mOtsyawarah 9 hak~m. M,em~rlage aidmilni:strasi dan keparnteraan MK untuk kelancaran proses persidanqan, seperti m:elakukan rekuttmen, rnena mbah sa ronal pendukung, metakukan kerja sama denqan Mabe'$ Polrt untuk m:engada:kan teteccnfrence.

Mella I til i persi apan yang demi klan, pada ,a klh j my a M K da pat melaksa nekan kewenangannya menyelesaJkan perselisiha.n has!1 pemUu de nga n balik. Dat lam perkara pemi IIiJ~egeslat~f~ oa ri 273 perkara yang masuk ke MK, 152 permohonan yang tldak rnemen uh r syarat dan 31 permohona n ya n9 tlda k di rege:stra:s,~. BOlglica lona nggotal DPD, da ri 21 permohoaan yang masek, MK menga bul kan 3 permohonan, menola k 3. permohenan dan 15 perrnohonan tidak dapat diterima.. Sed'angkan untuk permohonen partai' polltik, dlarj 252 perke IiC'l! ya rig maso k:. yang di ka bu! kan 1M K sebanvak 38, dtol:aik 131 perkara dan tida:k dapat dfterima sebanya:k 74 perkara, Ada juga 9 lPerk:a'r(!1 yaflg telah dRtalr~k oleh pemohon, Dari 38 perkara yang dikabun~a Ii MK, di peruntulkka.n 4 kUl'Si di DlI?Rf 5 kursi OPRD Propinsi, dian 29 kUusi DiPRD Kalbupatenif leota. IErnpat kursi di .lDiP'R itu adalah untuk Partai Darnali Sejahtera (PDS), Parta.j Pelopor; Partai Bintang Reformals.i (P'BR) dan,Palrtai Amanat Nasio'i1I,al (PAN) mas~ng-malsing memperoleh 1 kursi~l,. Adapun permohonan yang drajukan oIeh pasang.an calon ,lP.resictenwakU preslden Wi:f.cmto-Wahid, MK :menolalk. selurah permohonan yang d!ja~ul<an.

Melalui persiapan yang d'emrkian, pada akhirnya MK dapat mel a k s a 11 a ka n kewen a f119 a iii nya menye le sa i k an persejlsrban flasH pemi~ IIJ denqan bark..

VOl. In No. to, Agustus 2004

47

OPI:NII

Belium gen a p sa tu toil hun usia M K, gaurlg dan pe~aUlal"l!~ nya te~I.a,h begi1l:u tsrasa da Il;:lim plraU~k penyelengglar(lQJn r:l89:ara dewasa inti

Mem'lat j um ~ah perkara da n p€ rmohenan pers€l:Ts~ ha Ii'I ya Ii'I g d~Gj uka n. ke M K, di satu sisi mem perlihatkan ketidaklberesan yang d'ulakuK,(,n1l penye.~lenggarai pem.illusehingga mentmbu Ilkan ~(et~dakpuals:,m dan para peserta petnllu. :~amun, di slsi l.airli menunjukkan ada iiIIya kesadaran kortstitt.lsionail yang CLJ kup tinggi darT para peserta pemil U untuk mer'lglQlunakan m€kan~ sme n tl kum dalla m proses penyelesaTa nnya d i MK. Kesada ra n ltu juga! depat dllihat darl beberapa kalangan yang memtnta fatwa ke MK berkenaan denglan persoatarr-persoala n pernuu. SepertT m~sa~nya famra yan9 d1mTnta PKB berkeltan dengan SK KPU tentang persyalrataril kesehaital:1 eaton pmsid:e:nl dan wak:i.~ pre:sideii1 .. FabNa yang dim~ntaPatta~ Indonesia Baru (PIB) befkaJi'tan dengan adanva kontradiksi pasa~ 5 (2) dan (3) serta pasa~ 28 (2) UU No. 23/ 2003F ol.r;H3kah nama calon presiden~wakil prsstden na rus drumumkan sebelurn pemHu regesLatir atau tldak .. Serra permohone n perti mbanga n huku m ya og diaju kan ,ol,eh KIPP OOrk€'liiIaail1l deng:an kion:sekwensi t~dak rerpenuhTnya k'etentuicHl10 ~:a ri bagi :I\:€p.er~uan penyediaaln ~ogrstik pem~1 u oleh KPU.

Catata'11l1 Pern ultup

S'eTum genap satu tahun usia MK,glt;lung dian perananli1ya telah begltlU teresa dall a m prakt::~ik penye~eng;g.a raa n negan~ dewasa iin I,. M K teta h :mer1ijad~ sorotan dan perbi;nca,nga.iil pub I!i k, te ruts ma dar~ bebera pa ptLJ1tl]Sannyal yang menghentak dlaflJ membuat k_aget banyalk ka~ail1lgan. Lewat putusan-pl"Iib.liS(llnnya.1 M K berani. rnenerabas sekat-sekat pdl iti k: ya nig s:e~(lma ~n~ tertutu IP deTl'ga r:l mem bong ka r setla p kebija kan ,Cia n prakt~k polTtiJ< yang bertenta;nglal r1 deng,2i r:il :korilstitusL Dan M Ksebagai seol.la,h ~lf'IIst:jtus~ hukum, ternvata mampu 'mengontro~' peran pemeri ntah dan IDPR y.a 1'191 be:gitu clam i rta Ii'I untuk tund IiJ k dan patu ih pada aturan-aturan konsl:itusL Sebuah prestasl yang kira r1Iya pentas drcata!t, diteng'ah sejarah panjang kekuasaen ·YlUdlkam yong selatu dibawah bayang-bal'l{(lng cia n dom il1Qs~ kekuasaan eksekutif da n legeslatif.

Sejauh Inj"apa yang t€~alh dUakul<an oleh MK memberikan harapan ba ru bag~ pa ra pence ri keadll an d i saat rasa pesi m ism€ ya ng rneln!glgeJa liar d~kala ngan masya.rakat terhada p i nsntust perad il an. Dala rn konteks ltu, MK dapat rnernberl ka n perlll nd I:,] ngan bag ~ wa rg:a neqara yali1,gt merasa haik konstitustonalnva dNanggar oleh tlndang~ unda rmg. Seka l!igU5 mel1lglhidupl<ankembal'i suesane k.ofliSti1tusiona~ lsme datam setilap pe:rl'yeleli1gga1raan negaral yalng selama ~ni dirasakan telalh hUang' .. Da n dr dalam penanganan pe:ni<a ra, M K tide k hanva rnarnpu b€rtinQ:a.ik: pro,fess,iona ~ un:tuk menyeselesa ikan setlep perkera sees ral

48

OPIlNI

baik. Akanteta'pi juga te~ah menunjukkan. obyelkl;ifitasnyar se:ningg,a j IiIdependensidan kredi biHtas MK tetap teijaga hi 09921 saat ini.

Mes:kipun dernlklan, masih terd'apat hal-hel yangl kiranya peril!' diperbaiki, diperjelas dan dlperteqas bag.i peliilyelengg'anl('ln MK kedepan;

1. M K perlu mernperjelas dan mempertegas pengertiankenjg:flan k,onstitusional' yang herus dJidali:lkan olleh setiap pemohon dalam perk.a:ra peng'ujian undall1,g-undang. Apa,k:ah penqertien ke,rugi:an ~Qnstit!Us.ionall ltu yang! sudlah terjadi atau bakal 'terja,di d iikemuci ian ha ri. Sehab hal! .in i berpeng'a rum untuk menentukan leg'a,1 standing si pemohon. Dall'am ii)€!berapa perka ra peng ujia n u nd cmg- unda n:g f pa ra halkfm masi h rnenerapkan makna yang berbeda untuk mellhat dan menentekan kerugian Konstitusiona I dan legal stand i n,g s1 pemohon ..

Z. MK masih perlu memanaqe setiap perksra pengujian undiangUln:d~mg yang diajuk-an ag,ar dalam s€tiap per:kara yang masuk,. mdai dari pencatatan, proses pemerlksaan h,in,g!ga putusan terdapart1tenggalt WZllktu ya 1i19 jelas. Hfrlfj'g:a k.in'i masch te.Ii'hat adalny:a perbedaan dan segm waktu dalam :menan!9'aili'lr perk.ar:a pengujian unidang-undang ..

3. M K harus meneg:akk.a n kode etil< da n per]laJ<u ya ng tellah di~buat, jika ada hakim yangl diialnggap melang.ga,r k.odeetil<. dan periila:ku tersebut, Har ini di,perl uk.alo untluk mengang.k.at ciltral Mf< baihwa MK btsa menunj:uikkiln tida~k harlIY3 be:lIV'imbawa k;,eluarl tetapi juga kedlaiam:

4. Untuk se:makiin meng ukuhkan peran oM K sebagai penjaga: tonstitus], tilranya MK perlu mendbrongl perubahan-'jlerubahan padal konstirusi: dan VU MK yang maslh rnemibmasi peran dan wewenang MK.,

'VOL III~ No. lO~ Agusrus 200'4

KEW'ENANGAN PENGADILAN. NEG.E.RI D'ALA.M MEMlE'RIKSA KASUSTIND'AK "IDA.NIA P'ATEN :BERD'.ASARKAN.KAS'US N.O~ ,381 PI.DIB/.2004/ P'N. JA,KARTA TIMUR ,DENGAN! TERDAKWA DRS~ E'RMA.N HAFNI

I. PEN'DAHUlUAN

Hak kekaya,~n i ntel~ektua! (HaKI) adalah M.k yang 'I:~mbuJ etas has~~ ala b pTkiirotak y(lng menghasi~k.an sustu prod!:Jk atau proses yang bergulilCl untuk manusta, Pad'a lnofllya, t"JlaKI adQ!a ~ halk untuk m;eD~kmatl secera €konomis hasi] dan suatu kre,ativitas Intelekt!JaL Objlek: yellng dtatu r da~ a m Ha K! adaJah karya-karya yang I::imbul ateu I!ahir karena kemampua n ~n!t:eiekt:tJQ~ manusta, Secaragairfs J)esar HaK[ dbagi dalam 2 {dual bag.~an, yaH:u:

1. Hak cipta (copyrights);

2,. Hal<. ke:k.ay'aa:n industrl (industriiai property r:Tgihts), yang mencekup:

• Paten

.. uesa ~n i ndustn {~ndustrial dles~,gns);

• Merek;

• Penanggulangan praktik persa~ngan curang (repress:~on of unfair mmpet:~tioln);

• Desain tatateta k s~rkuit terpadu (irrl!:egrated ci rcuitsJ;

.. Ralhasia da:gang (tradesecretj; 1

O:~ ]ndJorl,esiat Ha ~ Ciptaatau ya~g disebut c~ptaan d~atM r dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002. t€iI11:ang Hak Cipta (seiJan]'utnya d'nsebut UU 19/2(00). S>e1rdasarkan Pasal :J. ayat: (3) utJ1 19{2{)DO yang dimaksJ:Jd delingan ciptaan ad1il.!ah \\_""""_ ~,a:si~11 set~ap karya Pencipta

yang menunjukr,;;an I<easi iainnya daiam llapang:an j:lm u penge:tahuan, sen ~r ala u sastra.. ".

Seianjl!Jtr1!ya dalem Pals:al12. U~J 19/2000 dinyatak:a:n:

(Jl) Dalam Unda!i'l,g-undan.g ]nl. Opt:alcn yarilgJ dulirr:Jdurngiad.ala.lHi. Gj)taan dalam budang ilmupenget:ahtJarr:J., seni, dan sastra, yalngl mencakup:

a. buku, Prrogram Komp'uter~ pamflet, perwajahan (layout) kalrya tulls yalng

d iterbitl<a n .da n semua hai$u! Karval te I~ s l a in;

01. ceramal1.r kuluah, pidatro~ dan Optaan lain yang sejienis. dengalil! itu;

c. alat pefa.ga y~ng dibu,at untuk kepentingan pert:did~kan dan ilmu IP'€r:lg,etrahuan; d.. !agualtau musit< dierllg'Cl.rl at:au tanpa teks;

e. drama atau drama mUlsik;a,~, tarl, koreograf~rpewaya.riI9anr dan pantondmj

50

terep®ng

P.ERAiDILAN DA:LAM PANTAUAN

f. senl rupa dal'a m sega lia bentuk sepertt seni ~ til kiSF gamba rF seni uki r, sen i .1<ai ~grafi,

sent pahat. semi pawI'l9, kolase:,d!an s'enj' tera:pan;

g. arsttektur; hi. peta;

i. senl batik;

j. f:rn:ografi;:

k sinemartografi;

I. terjelmahanFtaJfsJr~ saduran, bunga rampal, database, dan karva lair! darl has:il pengaJlhwujudan.

P,ermasa~anan meli1genai HaKI di Indonesia seaksn tidak pemeh ada hsbisnva .. Hal ini teruhat dari ba.nyakllya kasus-kasus HAIKI yang tldak pernah terselesalan secara hukurn, Bereda my a ibeiF'ba'gai CD I veo, DVD serta kaset i legal ka rena' meru pa kan bar·a n9 baja ken di b€rbag.ai areal perda.gangaot semakln menl,lnjukkan lemahnva peneqakkan hukum di Indonesia .. ~

temannva peneqakkan hukum dalam bidali'l9 HaKE ditandai denqan kekurangseJrilUsan apairalt dalam mern berantas pernbala ka n, M usa Iny.i;'!, pada kasus ti ndak p tdena Ha k Pa,len yo ng diadili 011 Peng.adiJan Negeri Jakalrta TimlJl:. P'ada: Kasus tersebut MajeHs Hakim memvonls lepas daiii seqala tuntutan seorang terdakwa tindak pidana paten. Sebelurn mernbahas kasus inii, aka" ditJIraikan seplntas mengenai pengerti.an paten.

Pengert~an Paten

Apa yang' dimaksud Paten? Is'tu!ah paten yang dipa.ka i se1k;arangl dalam perature r:J hukum di Indonesia menqqantikan istilah ocrroot berasal dan bshesa Be.landa. Istilah octrooi Ini berasa Ii da ri behasa lati n ca rl ka1ta auctor ata u euctcrtzare. Na m un diIndonesia, istHah paten d1sefap darl bahase Ing.grrs Yl:litupate.rrt. Istii·ah paten sendiri berrnula dari bahasa latin dari kataauctor yang! beraetidlbuka, bahwa suatu penemuan paten menjadi t€rbukal U ntuk d'i ketahu ~ olel!'n u mum. 3 [)enga 1:1 terbeka tersebut, m.a Ik:a' tlda k berarti Selia p ora I'iIg blsa mempraktekken penernuan tersebut. Penemu.an tersebut hanya blsa didayagunakan dengan seizin penemunva .... aercasarkao Pasal I avat (1) Unldalng~Undang No. 14 Tahun 1001 tentang Paten (selanjiutnya disebut oUU 14/20tH), yarng d~maiksud denqan paten ada'lah:

______ 1'1.211<: eksklusff yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di b,idanQ! te:kinologli, yang untuk setema waktu tertentu rnelaksanakan send~r~ I:r1vemsi rlya tersebut atau membenka I'iI persetujuannya .k.epa:d:a pihak Jaf n untok mel(llksanakannya.

i"3,1I19'<I,1'I .l£ampai Me;re!j;a stop Berlkl.'ll"f',l/'ht!:p;l/W'I'iIW.komp\;Is ... com,diai'::ses 2.1 ]I.lfli 2004.

~Ra;(hmad[ U:>_m~r!'r S.H, HlUwm Hall. atas Kekayaal'l lilte~ektlJal, ceUA;~rtdung;H T A1u'mni, 2(03). haL20S ...

VOL. Ill, No. HJ, Agusws 2004

.51

Apa,yan'9 dimakslIJdl lnvensi? Berdasarkan Pasa:1 1 AY?iJt (2) UU 1.4/.2001, yangdlimaksud dengli!H1, iillVensi adatah

..... ide ,Inventor yang diitmmgkan k.e dalam suatukeqtatan pemecah;3n maselah yang spesifi.k: di b:idang teknoloq ~ da pst b erupa prodllJ kata u proses, atalu penyem pum,aan cia n penqemba riga n prcdu k atoll proses,

Sedl~ngkan yang: dim:aksud dengan Inventor duatur Dada Pasa~ laya1t (3) UU :t4/20Dl, ya,ib.l;

.... ,. s€:Qrang yang secsra sendiri aJtalu beberapa orang yang secara bersamaseme melaksa r'hakantdie ya r1Ig d ~tu<angk.aln ke dalalnll kegiata n yang menghasil kan In'llensl.

Bediasarka:n I(etell'ltuan dl atas, dapalt drsimpl!!llkan bahwa paten adalah suatu penernuen t:ekllilol'ogi yang bersifat baru, Den~an demukuan, paten cJiibe'.iiikan terhadep karvaatau ide penemuen (inlvensIT) dl bTdang tekno!ogiF yang seteiah d~olalrn mell'iighasHkan suatu produk maupunMnya m:erupakan proses &(;1].3, kemudian bila didayagunakan akan mend;artang"-an manfaateko.riIomis puia. '*

ApabHa seseoralng melakukarn peli'ij~p!alkan terhadap suatu hak patent maka oli'ang mrs@b~t dapat digugat ke Pe.II'i'gadiTan N.iaga .. :5elaitii blsa dtguglst ke Penglad rlan Niagall orang! tersebut jugs dapat d ikateglorika.rl me~alkilJlka I'1i tiJiiida k pida na paten,. J ik:a peme:g<9 n.9 paten yang menernukan bahw~invensi y.ang dimikirlyal digunakali1 oleh orang lain yang tidak: berhak, rnakaia dapat mengg u:g1at pengg.una it~ ke PengadiTa n Niaga .. hi a! h11i diatu rcl:al1a m Pas'll i 1i7 ayat (]) UU 14{2001, yang berbu nl~ :

(t) J~M suate Pateli1ldl~beirl!kan ik:epada pihak lai1n selalin da!ri yang berihak berdasarkan P'asa~lO~ Pasa! [it, daln P>asoll 12, pihak YiH~'g berhak atas Pcrte'rli tersebut dapat menggug.at: kepada Pengadi Iia n N iaga,

Pada kasus Tindak Pidana Paten yalrlig d~pu:tus di Perllga:dHan Negelii Jakarta "TI m u rr M.?ije;lfIs Ha,kim memvonis bersa ~aih Terdakwa tersebut, na mu r':l tidak menjatuhkan huku man ke;padia TeJdiakwa atau cm.epasikan .. Hall tersecut disebabkan M.aje~is ben.1·enda'palt bahwa serbifikat Pamen yang ditiru oleh terdakwa dfn~la~ oleh MajeHs 1t~dak mengikat pilhak ketTgai dan tidak mernperoleh pedi.ndungan .hukum.

S2

PE,RADILAN DAlA.M PANTAUAN'

II~ POROKPERM!A:SA.lAHAN

1. Apak.ah Maje~is Hakim PengadUan Negeri Jakarta Tlrnur berwenanq untuk menyatakan suatu sertlfikat paten ddak menglikat pihek ketiga dan tldak rnemperoleh peidindungan hukum?

2. Apakah seoranq Terdakwa yang telah divonis bersalah oleh Majelfs Hakimr dapat

pula dinyatakan lepas darl tuntutan hukum? .

Dr. ANAUSIS KASUS.

Ema Rl!.!Ismawati selaku Dlrektur Utama PT. Orphanindo Tamamulia adaleh pemeglang halk paten artas mesln perforesi sebagai mana disebutkan delern s:er1tufikat paten N,on':1or!Do 0 000 133 S d!e.ngan j'l.ld u ~ "PERA.LA. TAN DAR! SUA TU MESHI! PERFORASI ". Se:rtifi!kat tersebut dikel!Ja.rkan oleh Direktorat Jenderail HaiKI Departemen K,ehakiman Ri pada Tahu.n 1996. Pad'd tanun 2003 dike1tal'lui terdapat pelanggaran hak paten millik Ema' Rusmawati yang ~em~dian ditim:JakilanjW!ii dengan dia~lJI'kanriya pertg'ad'ua:n. ke'Polda Metro Jaya dengan terrapor Du.re:ktur PT. T1runo Br;aivO, Drs, Erman Hafnl, Pihak: terlapo .. terbuktl membuat dan memperbanyak rnesin "Perforasi" dengan sJ:H~si1flkasi yang sarna sepern mil~k Ema Rusmawati., tanpa mendapatksnjim dari pernil!ik:nya.

B" AnaUs~s

.1. l!Cewiena.ngaID Maliellis Hakim Pengadilani Negeri la.kanal TImur 'Datam MienUa'[ Suat'lili Sertifii kat Pate;n.

a. IPeradUan U'mum

Dalam P'as:al: 10 alyoalt. (2) !t}ndal!'lg~Un<lang No.4 tahun 2004 teii1tang Keku:asaan Kehakimanr pada Bl'lb Il tent.ang Badem-Badan P.eradHan Dan Asas-asasnyaf dijsebutkan bahwa Badan peradUl!an yang! berada d~ bawah Mahkama h Agung meUputl badan peradllen dalam lingkungan peradillan tlmum, peraddan G'gama, peradltan mil'itell da.n peTadllall tsta useha. Dalam hal in.u iU'l1dang-und!ang mernbedakanantara empat Iii ngkungan perad cIa n y.a n9 mas! n'1I9- masl n£ll m em i ~i ki ~i ngkungan wewer:Jang perks ra-perka ra tertentu, TeWlpi harus d iketahuf bahwa masing-masrng !ingk!:!ngan peradilal!ll tidak menutuo kemungkinan ada nya pen:gktJ u:susanlspe5'i,aJisasi. P.eradiian umem adalah peradiian bagI rakyat pada umumnya mengenai hak perdata maupun perkara pldana, dalam lingkup petadilan umum ada penqkhususan etau speslalisasl sepertl PengadHan Anak, Pengadilan talu untas, Ptmg,ad'ilan Ni'aga, dan Jain-lain yaln,g klesemuany.a dia1tllr ,o~e:h Undlang~Undang. KlhuSLJS Pengadilan Niag1a berwene t1g rnemenksa sengketa perd,ata dalarn bJdang Kepailitan, HaKI, dan lain-lain. Sedan9kan senqketa pidananya rnasuk dala:m kakuasaan penqadtlan pidana,

iBerkenaaH d!engan hal tersebut, Prof. Sail'ochid Ka rteneqa ra berpenda patbahrwa Hukum P'ida:nal adalah seiumleh peraturan-peraturan ya119 rnerupekan bagja~. dari

VOL III; No, ro, AgU.stU5 20'0'4

503

,P'ERADILA:N DA.lAM PANTA.UA.NI

hukum po:sitif ya 11,9 mengand ung J:arang a l1li dan keha rusan yo:liI'lg "ditentu kan oleh nega:ra" ateu "kekuasaan lain yang berwenang'l I.i ntuk: menentukan peraturan pidana. Laifangan atau keharusan tersebut dlsertel dengan ancarman pidana. Apabila larangan etau ~ehalrisan tersebut ditanggaJ; meka timbull'ah hak dad negara untuk melekukan tuntutan, rnenjalenkan pJdana, dian melaksanakan pldana. Darj uraran sebelumnya, rneka da pat d ~sim pullka n bahwa:

Bahwa Pengad ~I a n Pidana dan P.en ga dli Ian N ia:ga masu k da lam satu Ii n·g kup peradil'an yang sama yakni .I:ingkup Peradjlan Umum

Sa hwa mas;~n9· masiing Pe ngad 01 a n msmpu nvai kekh u susa nj spesla ri $a51 ya n 9 diatur menerut Unoang'·Undlang. dlmena pengcadiJan pldana bertuqas memerlksa cia n mengadiH segala pela nggalran prdana yang telah diatu r oleh nega ra maepun kekuasaan lai:n yang berwenanq, Oleh karena ltu Hukum Pidana m,eliputn "Perbuatan pi dana", "Pertanggulilg'jawaban pidana", dan "Ketentuan acara pldana",

b. P'ertim ba:nga n. M.ajeUs

Menurut fakta hukum yang dlurlgkapkan di perstdencan yaklili menqenal unsur pasal 131 ]0. Pasal 1.6 .ayat (1.) h uruf a UU No. 141 2001 rentangdlenga n sengaji.l melanggar ha;k pemegat1g Paten Sederhanaj dengar1l me!akukansalah satu tindakan sepertl yang dimaksudl dalam Pasal16 ayat (1) hurufa, (jipidiana dengan penjara !;et3ma 2 (dua) tehun dan/atau denda palingl banyak Rp .. 250.000.000 rupiah, dinyata,kan telah terbukti. Hal tersebut diapat di hhat pada n a Ilamain 32 Putusan Pengadi Ian Negerl Ja ka rta Trm LJ II" yarkn i sebaca j berikut:

Menlmrban.g barhwCI denqan dernikien dapat pula d9k€tahuu bahwa mesin perforasi elektrik production gP. 2.34 merek Braivo Perforator men.g.gu:nakan peraTatan yang sama denqan perelatan rnesin penforasJyalEl:QI terah mendapat S tJI rat Paten Sederha na da ri Depa rternen Keha ki man R.I dengan Nomor ID.o..'f:lOO.133.s tang.g.al129 Ag~sb.!s 1996.

Dengan de:Iin'iikian Iillyata bahwa perbuatan terdalkwa tetah memenuhi dak.wa.an yalng di:maksud oleh Jaiksa P,enul:1Itut UnUJim. Namlunl Majelis Ha:klm melakukan be be 1i'31 p31 kekeU'n.l3ln datam pertEmrball11.ga.:n yaln:'Q' dalpat d~ana llisis sebalga·i berikut:

Dafam Pertiimbang'an .Pu,wsannya .M.ejeiHs Hakim meng:gunakan dasarpen.da.p03,t Penasehat: bukuml terda k.waJ; yang pada pokioknya m,elilgatak,;:H"l behwa Surat Paten Sederhanal atasnama Erna Rusmawatr tidc:d", pertu mencapat perHndUiI1gan hukurn, karena diangg.ap busan ternusn beH u da n bukan ternua nnya. SebeJumnya sudan 1terCipta mesin perforas:i merk NEW KON type 112 eh3ctric buatan Jepang. Untuk me.n;Quatkaln da Ii. tersebut penasehat hu !!cum .J:nleliliQrajuka 111 bukti T-l sam pa i deng'a Ii1 bukti T~14;

54

terepeng

PERAD'ILAN DALAM PAN'TAOAN

a" Bukbi T~l : Surat pernvataan yang dibuat dan dltandatangani oleh Haryi.'u:li, dalarn pubusan tersebut 'isinya amara lain,"bahwa ial pernah d'iber.i tuqas oleh P.ak Zainal Arifin setaku pirnplnan PT~ Orphanlndo padasat ltu untuk, au membonakar dan meniru meshll KON buat-an Jepan.g dengali1 sedikit mod:tfii'k:asl dan dijadfkan sebagaf mesin perforasl produks! PT. Orphanindo dengan merk New Orpha",

serdasarkenatas :bukti tersebut seharusnya Majel,is rncllhat pemyataan "Sed~kit M:odifi,kasi". Modifikasj disini mernenuhl unsur kebaruan (novelty) yang menyebabkan kategoril sertmkat Paten yang dibenkanatas teknoloql dlrnaksud kepada ,Ema Rusmawati adalah Paten Sede,lihana. Hal ini juga dapat dibuktikan oJeirl keterangan Salksi Ahli Parraogutan Lubls, S.H.,voitu bshwa ketika perrnohonan paten sederhana terseoet diajukan oleh Ema R:usmawat:i telah dilakukan pemeriksaaiil terhadap rnesln-rnesm pembanding sebanvak rima (5) unit, Hal yang sarna juga dikemuk.akan oleh Saksi Ahli lainnya yakni Ir, Mahruzsryang m,elakukan pemeriksaan permotrortan sebelemnva terJebih dahulu meJ,akukan pemeriksaan data. Data-data y.ang d'rperiksa tersebut bisa datang darl Jepang, Eropa, Amerlka dan neqara r,afrmya yang dikiitim persemester ..

Per.l'u diketahui bahwa da~am pemei'H~5aan ter.sebut tidakterdapat prinsip, ke!ija ~ia,n 9 sa Ina. B,al h wa dika,ta ken P,at;e.rn Sed E'lrha na lea rena me.ru pa ka n perbaik2in ,kec:ilata'u hanya mOldifillkas·i. Jadi kedudukan saksl Ahli ini sesual dlengan kewenanqan yang di9ariskan oleh pasal179 ayat (1.) clan (2.) IKUHAg y.ang berbuny~ :

(l) Setiap orang yang diminta pendapatnva sebagal ahl'i kedokteran kehakrman atau do kter ateu ahli lainnya, wajib mernberikan keteranqan ahli demi :keadilan.

(2) Sernua ketentuan tersebut di eras untuk saksl berlaku juga bagr mereka yang membertkan keteranqan ahliF d:e:l1gan ketentuan banwa mereka menqucapksn sumpah atau jianjliakan membenkan keterangan yang seb;;lik-ibaiknya dan Y'ang sebenarrwa menerut pengetahlU,an dalam bidang ke,ahlTannya.

b. BuktiT~2: SUl"at Pengakuan yang dibuat o,I'eh Harvadi yang rnenqatakan bahwa ukuran dan type mesln KON 112 buatan JepalOg yang ditiru olen Halryadi adalab sama ,dengan ukeren Mesin yang dibu,at untuk mesln Orpha 112.

serdasarkan ibl!lkti terssbut; Majelis tidak mengQal~ I'ebih jauh perthal rnesln dtmeksud. Da lam Paten Sederhana yang: menjad~ objiek Paten ada~a h Produk atau alat .Mel1urut keterang!an yang disampaikan oleh Saksi Ahli Ir~ Mahn.lzalr permohonan P;;Jlten yang d.iajU~an oleh Erna Rusmawati bukan pada pen emu an rnesln Perforasi tetapu terhadap penernuan pe.ralatannya yaitlLl penggunaan pelatuknya sebagali penahalO ge:ra k meka nile. D'~s:ini jelas t,e'rlibat bahwa k.etera ngan da lams:u rat p'engakua.1il1 H'alry'adi adalah Uk:urall1l dan Tipe Mesi:t:l Perfo.rasi, buk:an pengi9'unaan pelaltUlknya. Sedanqkan sepenqetahuan saksi ah!i pada waktu i1ru tidak terdapat mesln pembandiing sepertt yang Penasehat Hukurn terdekwa perlihatl<an '9'ambamya dipersi:dai1golii.

55

PE:RADIlAN DA.:lAMI PAN.T AWliAN

Selain ltu, kuaUta,s bu'k1tisura1t lPe!l1Iga kUla n yang di buat oh;,;~h seo,li'ang sa k:sii hafius dipertanyakan nilali pembuktiallillli1ry,;a mengiili1;gat hukulm aicalral pidJa.na ~eli1iCal:'i. keben:a ran M~t:eri iI. Pa~sallL87 KUHlAP Inemlperluassertal meli1lje~aska 11:1. jenj:s sura! y,ang ,da:pat d~aln9gap, m.emp~n.yall nlil!a'~ sebag3lial!at bu kti dianta ranya adalah:

1) Berita ece ra dan surat la[n ya rng de lam bentuk resmi ya rl!g dibuat oleh pejebat I!J m tl m y.a 1ii19 be,rwenang ata u yaliilg dibuat d~hadapanrly:a, yang memuat ~etera ngan tenta ng kejad ian atalJ ke:adaa n yang dideli:lga 1;.. di !That atau ¥<:ling d ialamlnya sendi rt, d lsertal dengana lasan ya r'lg' jelas da n tegas tentang ketera ngla nnya itu.

2) Sural yang dif;J'uat menurut keooriltua.1'1I peratu ra n perundanq-unds ngalnatausl)I rat yang d~buat ()~ eh peja bat mengenai ha ~ yang terrnasuk dalem tata laksa na yan'Q menjadi tangg llngjawaolllya dan yangl d ~peruntl!Jkan bag ~ pernbu ktian sesuatu hal atau suatu keadaan,

3) Su rat keteranqa n da .:1 sea ra ng a h! i yang memuat cenda pat berdasarkan keah i1a n nya meng·enalsesual1:!u haT ata u sesustu keao Elan yang dim~ nta secara resmi daripadanya"

4) Slna:t la ~ n ya ng ~lcmiya da pat bedakl!l ji ka ace ~ ubu rl gan nva dengan ns~ da ri a ~at pembuk~ia n yang la~n.

c. Bukti T -3: Surat: !Penllyataan yang dlbuat da r:J dlta nidatangani' oleh saksl Stl narvo ya ng pada ~ nti flya meng ata k~1n ba hrwa sa ksl ibekerja d~bagia [1, prod uk:.s.i mesl n perforato~ merek New orpha seda r:Jg:kan pa da saet ttu tell a h bereder dT I ndonesie dengan merk t<O N jenis: manual i;!ane:~ektr~k buatan Je:pa ng.

Majeiis raempertirnbanqkan penqakuan tersebut denqan tJdak berusaha membuktikan apa.kah saksl meng:etahui ~elknoTogrr yang diperguna!kanolehi mesla te:rse!but. A;pakah :sakS:T perneh rneUhat dan mengetahui jenis pelartuk yang digullJ~k.ar1 dalam rnesln Perrorasi KON Manual ata:upul1I El1ectrik. buatan ]epa:ng tersebut UH~a ada) ,. Di:S21mp ~ng itu keteranqan seksl tersebut blsa saja sesua i dengan mesl n pernbandi ng ya Ii'I 9 juga dig una'k~ r:) oleh Saksl AhlU da'l a m me'l akeka rTI pem.eriksa a n substantlf pada mesln perforasi yang dimintakan Paten.

d. Bu kti T- 4, T-13: ada I a h su rat iketerang1H1 ya ng d vterbi1tkan oteh PT. IDjasta ya r:J 9 peda pokoknya menerang ka n ba hwa PT. Djasta adala n dlstri butor mesl n peforasl rnerek KON type U2 produks:~ fi\J:ew KON Industrial co'. Ltd. Dirnana cera kerja mesin terseb'lJjt menggltmaka n pe~atlJlkseoolgai penaha n 91e<r(tknya jarum ca n SOI,enof,d ya I'lIg menerlk pel.atuk untuk mer:J.ggerakan jarumapabi!a kertas yang akan: diperfoir':ilsi menveotu \;1. S\!V11lC~ •.

Keterangan yang dlrnaksud o~eh PT. Djastal tTdak berhubunqan ~angsuliil9 denqan ~eri<;a~ra dimaksud se~ain ment.ll1juka:n cars: bekerja:nya sua:tu mesrn pe.rfora:si ,ell€ctr~k. Keteranga n y·a rng ,d!i berll ka:n tersebut s.~fatnya tida k: mengi kCi't mengi ITlIgat S!lJ bstansi alat peilatuk ytilng dfgunalkan olen KON type 112 Itut!Tdlak dujel;alsk.an dan c!IuraTkan

50.

terepeng

PERA.DILANI DA,tA,M PANTAtJA.N

oleh Penasehat Hiukum., Disamping irtu Majoellis Hakim tidak pernah menghadirkan barang bu kti mesln perforasi merek KON type 112 tersebut,

'e" Buktli T~S,T-'6#T-7~ T-SI T-9'1 T,-,l,O, r-ri, To-12;: AnaHsisatas bukti,-bukti iini dap'3rt dimasukan dala:1'iiIi ,i1u'i,amisis butir' (d) diatas,

Maje'liis Ha kim j ustru mempertt m bangkan s:egala bentuk brosu r ya ngr d iaju ka n olen Penasehat Hukum, P'erbandingan tersebut didasarkan oleh gambar, tulisan dan ukuran me-sin dalarn brosur yang ada dalam buktl T-7 mlflk PT .. Orphanlndo dengan brosur milik New. IKON. Industriel Co. ltd, Hal Inl justru mengaburkan kebenaran matertll yarn9 ingin 'dicari, sebab obyek paten adalah Produk atau slat pelatuknya bu~an brosur yang berTsi kernersialisasl produk, Bahwa majelis yang mernerlksa perkara ]rni tidak rnembektlkan substansi perkara pidana saja tetapl sudah me~a:mpail.ll i kewen,a ngannya denga n meniliai substansl Parten y,a ng j ustru menjad i kewe.nangan darr [)~tjen HalC!!.

[ Bllk,tiT-14: Surat: Pemyataan Bersarna antera HaryadG dan Drs. Erman Hafru yang pada pokoknva rnenvataken bahwa keduanva sepakat untuk rnernbuat mesrn perforasi hasiJI desain Hary'adi,dTmana Drs. Erman Hafniselbagai pernodai dan Hatyadi sebagai pembuat mesin pertorasl tersebut, Dalam kerjaserna tersebut I-Iaryadi bersedia mengalihkan hasil. desainnya kepadadrs, Erman Hafni/untuk did,arta.rkan paca Di1j,en HaKL U ntuk ltu Drs. Erman Hafnl rnern berlka n sabem perusehaa 1"1 5% pada Haryad i da n HCllryad'i bertanggrung j,aw.a b atas mesi IfI yang dl buat berdaserka n hasl I desaInnya.

Pertlm ba nqan un i seharusnya digra Ii Ie b ih ja IJ h denqa n mernba Ii1 di ngka n proses pendaftaran Paten sesual 'DU. No 14 tahun 2001 denqan UU'. Nlo 31 tahun 2000 tentanq Desain Industri, dlmana kedua cndanq-undanq tersebut merupakan hal yang berbeda. Lagi pula Hakir:m tidak ju,ga menggali epakah Desaln lndustri yang sudan did!alftarkarn tersebut telah bersertifikat atau belum, Hal ini di'karenakJ2U'l pengaj u a n perm ohon a n beil urn men erb itk.a n hak dari pemo bon, (I u hat Prosedu:r P.ermoloona n Desai n Industri],

c. faktsl Persidang.anr

Set:elah me~lilhat urelan dan Dahan pertimbenqan Majelis Hakim, akan dllekukananelisis terhadap fakta-fakta persidanqan, seJoagai berikut;

a, IBahwa mesm perforast elektrik merek KON Model :112 menggunakan teknologi yang sama de Iil gan mesl n pertorasl rnerek Orpha prod uks]i PT. Orpha ni nco Tamamu I i,a yailJlJ sama-sama memakaia tat "'pelatuk OIsebagai Dena han 9 erak rnekan ik, clan mengguna kan all at "selenoid" y,a rig aka n m €:li'Ila nk pe liartllJ k tersebut a pabila kertas

VOL In No. 10, Agusl'us 20()4

57

y.a ng akan dip erfora 51 tela h m enyentuh "switch ", kern ud la n gem k m eka n~ k mel:1ld:orol1'1lg jarum yang akan rnempesforasi (melobang~)kertas tersebet, iSahwa mesl n elektri k merek KON MO<deli [12 produ IKsi NEW KON Industria II Co. ltd. Lebih dehulu rnen~glg:unakan tekno~,og iden pe,al,srta Ii':l tersebut,

Falkta persiidangan telil!ta nl91 mesln perio'rasieilek.1trik merk KO N M,orih;~1 ,:112, data-datanya didapat litlielah.lii ala.t bukbi Surat, ti'da,k lliiIe:l:a hlli lila !i!im'g Ibu'kti yang d~lrlIaldlrtan dlidepalmil persidalilgan. 'lliIntlllkm,en~~ai s,ejauh mana keabsahana~at bU.fdi surat seihi,ngga me:mlElUd ke,kuatan pembuktiialn, d!apat dit~njau dalri dua seg~ yakni:

j[) Ditinja 1I dan seQ ~ form ill; Sebuah surat dapat d lkata kan sah seba glai alat bu kti a paoila memenuhi ketenlt!Janrorfl"lil cala m pembua.tannya. serta berisi 'k.el!.eralng~.rll resmi da ri seseorang pej.a bat ya ng be:rwel'llang. Pem'buatan surat tersebut jugii3 di.!ia kukan dibawah sumpa hi ja batan. D:engan derm klan sernua pihak tidal<. dapat rneru ~ai i5~ kebeneran dalli surat utu kecua~ u ,d.i:1 umpuhka n d€lllg,a n alat bukti la in.

2) .. DitinjalUl darl 5€gi materltl niliai 'keR;U('iltan pembuktlan surat samasaja diengan alat bukti ~a.inI1iya ya.kni. bersifat bebas, namun peni~aiall'ii terse-but halirus 'b,erdalsa rka nasas pemeriksaan pidana yang rnenca rikebena ran materi I da IiiI asas minimu m dua alat buktl yang sah dan etasnva h21if.dm mempullIya:i keyakinan.

Ol:e:h karen;al I:lin part!Ut dipelitaf'liyalk:ail~ sej.auh Manal MaljeEis IHI a kirn line:lli Iil at kebenaren materiii da.ri: bulk!tii-buktisurat yalng diajukan o!l:eh Penaseha1t HUikll.Ullterda kwal k:arena dalamJ hal ini syarat pembuktia:n fQrnilU danmateriU darE allat bufdi S1.illrat yang ditunjl:ilk:an didepan persidangan tidak meli1lcapai k'elben;:,u·an l1tiialter~ ~I seperti ya ng diia1t1lll r eleh Undal:il'gl-IUI nda,ng (KU'IHtAIP).

b. MelIilimbang bahwa ketentuan Pasal 2. ayat (1) dan (2) Unda:ng-l!.Iodang No. 14 tahul'ii 2001 tentang Palten Jo. Pa sal: 3ayat (1) oa I:1i (2.) U nda,ng~u ndan'9 No,. 14 ta h1un 2.001 tf:l11I1tang Paten.

c. Menimba n9 bah wa rnes i n perfo ~as:i e I:ektr:ik m erek KON :Model U 2 ~ ebl h da hi ul u mefi'1gglJnak.an teknoloqi dengan per.a~atzun. "pelatuk" dan "solenoid", tersebut dart mesm pesforasl yang diproduksi oleh FIT: Orpnaniindo Tam,amu~ia! yang diplioduksi berdssarkan Hak Paten Sederhena Nomor ID. 0 000 133 S lralflggal 29 AgustLJS 1996, sedang penerbitan Surat Paten Sederha lila ata s nama Erna Rusmawati tersebut bertenta n9'2l Ii':l dengan ketentuan Pasal 2. ayat (1) d!a n (2) Jo, Pasa I :3 avat (l) da n (2) Undang-unda 1:19 No. 14 tahun 2001 t'E':ntang Paten, maka Hak Palten Sedlerhana atas nama Erna Rus:ma:wati tersebut tida k meng~lka1tkepada prh~;klai n dan tfda k; perju me nca p,at per!! no u rmgan huk!iJim;

M ajel is H'ak rm Pengad ~il anN eger~ Ja ka rta Ti m ur tuoa k: rnem punya:i wewena nqu r1Ituk m€nYGiJta kan bahwa Hak lPa:~e(] Sediernana atas nama Ema Rusmawabi yang di keluarkan sertm k~lbnY2l1 oleh Ditjen ria KI tersebut dlnyataka n tid a k rnenqi kQit kepada pi hak ta iin dan tfdak pedu rnendspatpertl rJdu.Ilga rm hukum, hal rna na men unjuka n bahwa j ustru

58

PERA.OILAN [)'A.lA.M PANTAl.tAN

Miajelis Hakim telah menqabaikan pasal 57 avat (1) UU. INn. 14 Tahun 2001, yang berbunvi: \'Sertifi kart Paten rneru lOa ka n .b uktl ha katas Paten ".

Wewernang unwk rnembertke n alt.a t.l rnenota I< perrnohonen Paten tersebut berada pada lillgkup [)itj:en HaKI sendiri dengan mekanlsrne yang telah dtatur olen UU paten berlkut peraturan pelaksananya, Sedangkan jikal ada upaya hukurn lain rnaka perl98juan p€ m batal a n halk d Ii a ku ka n melal'u:i me ka n isrne 'g ugatan ya ng dituj ukan kepe da mtjen HaKI dan pihak yang mendapatkan Hak dan senqketa i~bu dlselesaikan daiem yuridiksi P'engadilan Niaga, bukan pengradi1S11i1 Pldana.

Bahwa apa biia ternyata tetsp :menjadi wewenang Pengad ilan Negeri perlhel perrwataa fI Hak Paten Sederhana atas nama Emal Rus:mawatli yang dikeluarkan sertifikatnva oleh DitjenHaKI terse-but, dl'nyatakantJid!ak m:engrkat kepada pthak lain dan tidak perlu mendapat peilindunga.l1l hukum, meka dap'at dfkatakan keslmpulan Majel'is haldm tersebut malsih pre:matur, mengingat hanryal pasal 2 dan 3 UU No. 14/2001 Soja yang menjadi baban pertirnbanuan, Pada Pasal2 dan 3 UU 14/2001 dlnyatakan bahwa:

PasalZ

(].) Paten d!iberikan untuk Invensi ya ng baru dan mengand u (1,9 LBln'1g:kaih ~nventif serta depat dJterap:ka n da~a m mdustn.

(2) Suatu Invensi menglanduliIg' langka,h lrwentif jika Invensl tersebut bagL seseoranq ya.ng mempunyai keahhan tertentu di b~dang teknit merucakan hal ya rig tldek depat d idugai sebelumnya,

(.3) PeniJ ala UI! ba hwa suatu Invensi merupa kan hia,l va Iii 9 tlda k da pat did uqa sebeh;rmnya hams d.i!al<llkan dengan mempernatiken keahllian yang ada paella saat Pe:rmohonan diajukan atau yang te:ralh ada pade seat diajukan perrnohc mH1 perta m a da lam hal Permo,honan ltu diaju ka n de rl.ga n Ha k Pliioriitas.

Pasa]I),

(1) Suatu 1I1vensi dianggap baru jika pada Tanggal Pe:nerimaanj' Invensil tersebut tidek sarna d!engaUl teknoloql yarl'g diungkapkan sebelumnya.

(2) TeknQilogi yang diunglcapkan sebelumnya, sebagaimana dimakstiG pada aya.t (1) ada.lah teknokiqi yang telah dlumumkan di Indonesia atau eli I~uar Indonesia dalarn suatu tulisan, uralan lisen atau :mella~ui fJ<eragaan, atau deng em ca ra I:ali n v,a n.g me m u ngkin ka n seora nga hi i untuk mel a ksanak.an Invensl tersebut sebelum:

.3 .. Tanigga'! Penerimaan;atau b. tan.ggall prio'ritClS.

VOL IlI~ No. to. Agusws 20'0'4

59

PERADJ:lA,NI ~DA1.AMI IPANT AI!JIAN

(3) Te!k:n1ologi yar19 diulngkapikan sebelumnya sebagaimana drmalks~;[d' p2ld:a ayat (1) mencakup dokumen P.ermononan yan.g diajukal1 di tndonesla yang dipub:l:ikasikan pada atau seteleh Tan.g-gall Pe:ner:imaan yangl peme:riksaan su bstan1tifnya sedanq di laku:kanl tetap 1 Tang.ga.1 Pe:n.eri maan tersebut ilebilh awal oa ri pada "fa r:liggal Pener~maan ateu tanggal p,rior~tas Permohomm.

Bahwa selaiii1ibu m.asih ada pasal13,. 14 dan 15 UU. No 14/2001 dtmsna hal Mrs'ebut perlu diperhetjkan oleh Maje:lis Hakimuralan dalern Bab III mengenai perrnohenan Palterl terutama pasal 27 Jo, Pas(lll 28 ayat (1) UU .. No., 14/2001. PMa Pasol 13, 14, 15, 27 jo 28 ayat (1) U U 14/20i:)1 d~ka1takan bahw(J1 :

Pasal1,3

(1) D€nga:n tunduk k:epadal ketentuan-ke1tentUla'l1lain dalam UnOang-undlangini, p'iha k ya ng mellaksanaka nsuatu Invens] pada saat Invens:i ya ng sarna d irmohon kan Paten teta p berhak meta ksalnakan Inv:ensi te:rsebut seibagai pemakai terdahuh.l sekalipun ternadap Invensi yang samoa tersebut kemudian dibert Paten.

(2) Kete'rnuan seoi:!g!i3imarlJa, ,diim:aksUid pada ayat (:ll) juga bertaku ternadap

p.ermotlo'na.n1 yarig: d~ajukan deogan Hak Prior:itas. .

P'(lJsaI14

Ketent:uan sebcigaimana dimaksud da,lam, Pasall 13 tldek berlaku apabU:a, piihak yang melaksanakan Invensi seba.gai ,pemi1!kai:terQah~;!u melak;.ukannya dengan men:gIQunakanpe:ngetahuan tentang Inven_lSi tersebut darl ur,a Ian, gambar,atau keterangan I'ainnya d:alri Inv,eooi ya.ng dimohonkan Paten.

P·asal15

(1) P1Th.ak yang melaksana!kan suatu I'I1Ivenslsebagalmana d~ma:ksud dalam Pasal 13 hanya dlapat diakui selbagaw pemakai terdahul u apa,Masetelah diberi;la:ln Paten terhadap Invensil yanlQi same, ia mengajukan p€lrmol1;onan untluik iiw kepadia Direktorat: Jendera],

(2) Permohonaln peng',akuan sebal91ClJi pernakal terdahulu w,ajrbdi:sertai' buk~ bahw(I' pelaksa:i'laan lI:nvensf tersebuttidak ditlkukan dengalil rnengg.l.I'nakan uratan, g'amball", conton, ateu ~ete:rangan I,ainnya dart lInvensi yang dlrnohoa kall1 Paten.

(3) PeJrlg:akuan se:ba:gai pemakar teJi'dahulu dibeiliikanole~h Direkmr,at Jlen;d,era!1 dlai'ambentuk surat .kerernngallrl ,pem!CIkai rerdah!uih.il dengan m.embalyar b:~ayai.

(4) Su rat keterangan pelllakaii t,erdahu~u beraikhi r padasaat yang Ibersamaan denga n saet ber:aklhimyal :Paten atas lnvensi yang sama terse-but.

(5) Tatacara uatuk rnemperoleh pengaku:an pemakai terdahuf:u diatur dengallil P,eraturan Pemerintah.

60

terepeng'

PERADILA!N D:A.lA.MI PANT A.Il.lIAN

Pasal27

(1) PermrOhOrnan Clengan menggunal<;arn Ha:k PriorTtas seiba:gafma ria d fatlJr delern Paru s Convention fo r the Protection of Industri a I Property hi'! rus cHaju ka n pa~:ing lama :12 (dua betas) bL;!ian terhitunq sejak tan.gga~ penerimaan permoh ona 11 Paten ya n g' perta ma k:a H d~teti madi negara mana pun ya n'g juga lkut serta dalarn konvensi tersebut atsu yang! menjadi <;lnggota .Agreement EstabHshing the Wo'rid Trade OrganrzatiOITl.

(.2) Dengan temp memperhiCIt~I<an ketentuan da~am Undang:-,und;mg ini mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhio1alam Permononan, Permohonan den91an Flak Prjorjms selbEl:gaimana d~makSiLld pada aVail (:I..) wajilb dn~ngkapil dbkumelfl priortta 5 ya ng disahkan eleh pejiaba1t yang berwenarng d~ n ega ra ya ng bersenqkutan par~ir:Jg: lama 16 (enam betas) bulan terhltlJng sejak tan'ggal priOliltas.

(3) Apabii~a syarat seb\a9aiman~ dimaksll.Jd pada avat (1) dan ayat (2) tidak d i penu ~,i, Permoho na n tidak da pat d ~aj u ken denga I'll mengg unaka n Hak PriorJtas.

Pasal2S

(1) K.etentuan sebagraim.arila dirnaksud dal.am PasaJ 24 bertaku secsra mutatis mutandis terhada p Permohonen yangl mengg una ksn ria k Prio ntas,

Hal :i'ai:11 yang penu dik.€:tahliJu oleh :MajelisaGalah bahwa untuk ~eb~h memahami Paten perfhal pen,egasan Kedf:jdukan NEW KON industrial. Co .. t.td, sebaiknya mel'lujuk pada Pa.sa:I' 45 VU •. No :1.4 Tehun 2001. tersebut, yang berbtmY:f:

P,asa145

(]) Set~ap p ~hak darpdt rneljhat peng urnurna n sebaqa i rna na dimaksllJd da ~arm Pasal 44 dan dapat: mrengajukan secara tertulis pandarilgan d:anj21t<J!u 'k€:berata Iilnyaatas PermolMna n yang beirsa!ngkuta~ dengan mencaotumken a!asannya..

(2) Da lam hal terdapat pandangan d!anjattau keberatsn sebagai mana dh'n!aksucl pada ayat (1), Dillektorat Jendleral seqera mengtr~mkarl salinan SUirat yang berisi k;an pa Iilda rlgla Ill: danJ.atrau keberats n tersebut kepada Pemohon,

(3)PemoInon berhak menga]ukan secera tertelis sanggaha:n clam penJe!lasan tern ada p panda:nga n dan! ata t:I keberata Iii tersebut kepada Oi rektorat Je;rlc!ier21 I.

(4) D~rek.tQrat Jenderal melnggunakan pandancan da.r1I/atar~ :kebe:ratar:l, sangg:ahan, danjatalu penljelasan sebiligla~maIiN:l diffiaksud pada ayat (1) dan aya:t (3) sebaga ~ tambah~ n 'barha n pemm ba Iflg an delam tahap pemen ksaa n s~bstantif_

VOL Ill, No., to, Agustus 2(}()4

61

PERAD:UAN DALAM P,ANTAUAN

:Dengaln demikial'l Majelis jangaln hanya meliihat pasal 2 dan 3!UU 14/2001 saja, mengin:gat ada beberapa tahapan yang harus dilalui 'olel'1 seoralng pemohon 'Paten yakni:

PeI'l9:ajLllan,?erm.ohonan i?eme!iksaan ,Administratif Pengum u man Penmot1!onCtn Paten Pemerrksaan SubstantTif Pemberien atau Penol'akan

Menging;at mekanlsme yan9 oo,girtu ketat sesuai pereturan p<:rundan,g:-l,:I,ndang;:),II yang berlaiku untuk rnendapatkan Sertif:ikat Paten seharusnva Majelis tidak beqitu selja menvatakan bahwa sertifiket tersebut tidak mengikat: pihak k,etIga dan tidak perlu rnendepat perlindungan hekum, melllgingat sertifikat tersebut dikeiuarkan dan dinyataik,;a'r! mendapat perllndunqan Hokum den neqara,

2. Apakah SeoralilQI Yang Te1ahOivonis Bersallah Dapat D'iinyatakan L.epiliSDari'

Segala l'untutan Huk:l!.I:m l'

Dalam peirtimbangarmya Majel~s menyebutkan :

Meni rnbanq bahwa berdasa rkan pertimba D1igan tarsebut diatas r rneskipun sernua unsur hukum dari perbuatan yang dinyata.kan detam pasat 131. Jo Pa;sal t6 ,ayat (1) huruf a UnH.iang-Undang N·o. 14 Tahurn 2001 Tentang Paten terpenuhl, akat1lttetapi karena Hak Paten Sederhana atas nama Erna Rusmawa1titida k. mengi kat kepada pi hek la i n dan ~,dak perlu mendapart per:lindun,gan hukumr maka perbuatan terdekwa selaku direktur PT. Trune Bravo yang teJ:ah memproduksi dan menjual meso n pertorasl tidak meru peken suatu ti ndak pica nat karena itu te:rdakwa haws dipuWs lepas dart segiala tuntuta n hukum.

Meli1urut pasal 191 ayat (2) KUHAPberbuli1yi: jlka pengadilali1. berpendapat bahwa perbuatan yang did,alk:waikan kepada terdakwa terbukn, tetapi: perboatan ltu bdak merupekan suatu tindak pid,ana., rnekaterdakwa diputus lepas dan seqala tuntutan hukum., .Alasan perbuataa ltu tidalk. merupakali1lsuaru tindak. pidana rnenerut Jorlsprudensl terbag] atas:

• PelelPasan da:ri tuntuta n hukum, bUa rna na perbuata n yang! didakwakan tida k merupakan tindek pkl!a lila

• Pelepasan ,d'ari tuntutan, bilamana perbuatan yang dida,lk:wak,an tidak mengi21 r:Idung u nsur ya ng di kehenda ki ,oleh Unda ngr-u ndanq

.' Pelepalsan dar] tuntutan nukum, bllamana perbuatan itu_ ~ehilangan slfat melawan hukurn oerbuaten

.. iPelepasa,i1J dan tuntutan hukJum, w,al,aupun yang didakwa~,an merupakal1 tinda k pidana F tidak dapat d'i p ertangg ungjjawabkan ata u cfiipersai.a,hlw n kepadanva karena ketentuan Unda;ng-lIlildang huk:um pidani:l( seperti pasal 44,48, 49, SO ,51.

62 terep®ng

P'ERADILAN DAL,A.M PANTAUA.N:

• Pem bebasa Ii1 tidalk sebenemve, (pelepasan delema rti sem pit) bilamal'l!a Hakfm ke!iru menafsi rkan unsur pasc!il seh ing'ga sa ~ah setu unsur tida ~ terpen t.l f'1 l,

Me:rnm..Jt perkara d~maksud pertimbangan Majelfs: yang rnemutus lepas ten:lCikwa da.pat: didasarkan pada butlr tigiCi dl atas dlmene tindakan Drs. Erman Hafn~ dianggap Ikehillangan slfat melawan f1u!k:umnya:.. Hal ini disebablk:an Sertifikat Pate'n Sederlh.ana yang dimi~ijkT eleh Ema RUIs:mawati d~anggap t[daik mengfkat pinal< ketig,al sehingga tlda k. perlu rnertdapat per~~ ndungan huklJJ m .. Namu n pertim M.r:lg,2l n te rse out j:elas cacat hukum rnetilgTngat elasan kenillangar'l s1fu1t melawan hukum tersebut bukan dari substanSi pijdananya: :melaiinkan pada sl!.Jbstansi meterill HaKE ya ng j ustru buka n kewena ng:a n da ri Hak:im Pengadilan N€:geri .. De:ngaln d€:mir:::~:a,n Haltkim leTah mernutus mel!ampaUli kewenang,annya. D'engan d!emHdan terbuka kesernpatao bagi Jaksa P@rmntutUmum mengajukan Kasi9:si ke Mahkamatn Agurll'9 g~n;:!1 me;nd(llpa:tikan Keadilan dan Kepastian IHlukum..

IV. Kesimpulan

Dar~ uralan dtatas malka da~am putusanperkara Paten PT: Orphanindo TamamtJlia secara huk:um dapat d~simpUlI.kan sebaga;i benkut:

J[. Barrwa ~eli1:9iad~lal"il Pidana ibemerJl1JIng mrengadiTi perkara-perkare pidana yang~era I!1i diatur cteh negara mClIUpUriI kekuasaan~ainyang berwenang. Yang marla pldana plat€.rIl terrnasuk aturan ya 1i1.g dimaksud dela m".kekuasaa n lain yan.g b'e'.wena f1~t r yakni aturan pidena yang tersebut dalam UU. Paten dibawahi Di1t]en H:alK1-Depart:emen &<eIhCi:kirna:n •.

2.. Ba hlwa ~ i Ii'Jgkup PeradUa Ii1 Nfaga mel iputi p€:nrye~esaia lil S€l1g k.E':ta perdata term~suk d~daTa:mnya pe:ngajuan pembarra~an SerlJTfikat P.ate:n,. dlmana Dutjen HaKl Cq. Dire'Ktmat Paten dapat menjad~ Terguga,t atau Turut Terg'ugat. Balhwa Pt.J'tu<san atas pern bats 103 Ii1I ata 5 sebus h sertifi kat Paten yang d i i:iIyataka n bahwa se:rtifikat paten t,ers,e b·u't ttda Ik: mem punya i I<ekuat:an meng i kat pa da plhak lain cia n t~ dal<. perl L!! rnenda pat pe rl i ndu r:J glan h u ku m adalah merupskan w€wena ng Hakim Pengadj lan rNliaga buka n wewenang Majell is Hakim Pe IiiIgad ~~a n .1P~dana.

3.. Balhwa semua unsur pasel unsur pasal 1:31 Jo. rasal ]6 ayat: (1) huruf a UOINIO. 14/ 200 i tents ngl dengan senga1jClI me~.anggar hak pemegang Paten Sederhana derngan me::laklUk:an salah satu tmdekan s:€pe.rti yang dimalksud dalarn pas~rl 16 "yat: (1) h u ruf 01, d~pldanla deng(l:n penj" ra se!am~1 2. (dUCi) tahtm dar n/ata u denda pali ng banryak Rp .. 250.000.00:0, dfnyatakan telarh 1r:erbtlkti.

4. Bahwa dailam proiS€S pemlbukt:!i.an MajeHs HakimMlah me~akuk.an k:el:al.aian seihringga miengakibCltkan pengkaburan atas kebene ra n materiii dialiiltararilya seb1agai ben IKUit:

~ BahW\l'i31 dalam al'irllar pertimbanganyang: padaakhirnyar mengakihatkan putusan leees, iH;akim meng!abaikan d!engan tudalk mempErtirnbangkan k:etemngan saks~

VOL Ill" No. J.~O, Agusttls 2004

63

P'ERAD'ILA,N DAlAMi PANTAUAN

Ahn dari Diijen Paten ya ng bena r-benar tel ah m erneriksa ,permo nona n Paten dari Pemohon Ema iRusmawati. Sebeliknva Ba ki m ha nyc: berpatekan pada bukti~bukti surat yangk,edudukannya dalam pernbukttan secera fOlimil1 sangi31t lernah mengingalt subyektifitas pembuatnya (hukan otentik), yakni dari terda,kwa dan saksi-saksi yang diajukalll oleh terdakwa,

• Bahwa keduduka f"Dsurat yang menjad~ dasa r pertsnba ragan M~ajeli:s termesuk Alat Bukti Surat ya ngl dima ksud da lam paisa I 187 angka 4 KU HAP ya ng menvatakan bahw(l:"Sl.Irat lain yang! hanva dapat berlaku Jik;a! ada hublH1.gannya dengan isi da:rr aJ'at pernbuknan yali':lg lain". AIat pembuktian Ilain yan91 dimaksud delern pasa:1 tersebut ad,a:l,ah keteranqan saks!T dan AhH. Sehi ngg'a jlka d il ihat hanya car'f ketera nga rrl .Ahli ya ngl d isa mpa ikan didepan sr.dang kebena rennva dspat dipertanggungljawabkan menginQlat ahli tersebut yalng rnenangani langsUr19 proses perrnohonan paten yang dilakukan oleh Pemohon Paten yang akhimya bersertlfiket. Sedifikat Paten sendiri sudeh m.€'.~j<3ldi a~,at buktr otentls yalil'gl mernp lJ rliYai n ula u pembu [(tia n y.a 1"91 sangat kuat.

• :Ba:hwa surat-surat yang dij'adikan alat bukti tersebut keselurunermva rneneranqken buktl rnesin pembandlnq dari rnestn perforasl mmki PT. Orpharundo, Namun buk1!:i pemband!ing tersebuttidak pernah d~had~rkal:1l dalarn s.~dan'9. Hal Tnilah yal1lg menvebabkan kaburnya kebenaran materlll sebeb obvek pemerjksaan adslah sebuah teknollogi bekerienva alst yang disebut"al'at Pelatuk". Sedangkan giambar atau surat yang di:ajukaln terdakwa hanya menu njukka n wuj II.!C rnesm perforasi pern M ncli n 9 tersebut, Dengan demikiar:J Hakim justru 1tld'a!k mieruJetahu~ serta tidak memeriksa sarna sekan wt:lj!tld obyek yang dupatenkan, ata.u yarnglebih mernprthatmkan Ha~im justru tidak rnemlnta dfhadirkannya barang bukbl mesln pembanding yang disebutsebut oleh tel"diillkv\f{l~ dalam persidangan (iMesin NiEW KONFU2 ).

5. Bahwa Hakrm J?idana da~am mernerlksa dan menirar substansi sertlfikart Paten hanyc berdasarkan pasal :2 dan 3 U UNo. 14/2001. se:dang kan d uketili h u i ,ba:f1wa dala m proses menda patkan selrtifik,at P.Clt'!; n ada bebera pa ta 1'18 p ya n g ha rus dHa [ui oleh Pemohon yakni::

a) P'engajuan Permo henan

b) P@merTksaaliil. Adm unlstr.atir

c) Penglumuman Permohonen Paten

d) Pemeriksaa Ii'I substa ntif

e:) Pemberian aita u Pei1o~aka n

Ketik:a tahap Pengumuman P~rmohonan Paten, UU 6/19:89 delarn pa:sa~ 47,48,49, 50151 mernbuka I<esempatan bagi sernua plhak yang rnerasa berkebereten untuk mengajll.l'l«1In keberatannva tersebut barus rneneantumkan alasarmva. Tetapl pada saat itu tida:k ada ksberatan yang disampa:i karl sehl n 99a Direktorat Patten denqen

64

terep®ng

PERADILAN DAlA,M PANT AUANI

kewem:lnglannya :kemudi:an menerbitkan $ertifikat Paten tersebut, Per,aturan yang sama ke:mudi,an diat:lJf kembali delern pasel 45 UU No.14 tabun :2001.

'Balhwa Unid!a ng-Undang juga: menlgatur rnenqena i hak mengajukan 9 u.gatan apa bua terda pat piih.,a k Y;:ling rnemandanq sella rusnva tiGi,a k d iterOftka.n sertif~kat Paten tersebut kepada 'pilnak. pernonon, Ms:lkanisme gugatan yang d~ajUlkan oleh pihak ketiga tersebut diaju k.an ke: Pe:ngadi Ian ~Ij ag adan i3lka In. di putus o~ eh Penga.di lan N!iaga yang diatt.lf pada Pasal9JL UIJ/No., 14 Tan.un 2001, yang 'berbunyi :

~Pasal90

(1) IPaten dapat di batal kan oleh Oi rektoret Jendera] untuk sel uru h ata u , 'sebagian atas permohonan 'Pemega r1Ig Paten yang diajukan secera tertulls ~ .. kepada Dkektolf,at Jenderal,

(2) Pembatalian :I?'aren sebaqelmsna dlmaksud padaavat (1) tidak dapat dlilakuk:an jH::a: penenrna liisensi bidak rnernberlkan persetuluan secara tertul]s ya fl.g dUa mplrkan peda perrnohonen pembatala rl tersebut,

(3) Keputusen pembetelan Paten d]beritahuka:1i1I secara tertuhs oleh DIiektorat Jenderel I<epada penersna tlsensl.

(4) :Keputusanpembatalan Paten karena alasan sebaqaimana dimaksud :pada ayat (1) dicatatdaln dlumumkan.

(5) :Pembata~a~1 f'aten berlaku sejiak tang'gal ditetapkannyal kepetusan Di rektorst Jenderel mengenai pembatalan ter:sebut

6ahwa pada Pasal97 UU' No,. 6 tehun 1989 (undanq-undanq paten yang berlakl!.l oada wal<!tu dulu) memberiksn ke,wenalilgal1 untuk mengajlJkan gugatan pembetalan suatu hak paten :kepada Pengadilan Negeri Jakarta TImur. Hal ini kemudian berru'tn3lh sete:lah berlakunya d!alam Pasal91 ay.at (2) UU. No. 1.4 tehim 2001 yang memberiken kewenanglan mengadi!I'j sengketa HaKlkep1'lda Pengadi!lan Niaga dan lag;i pula hal tersebet d]al:m dalarn bidang hukura perdata bukan pldana. Pasal91 ayat (2) UU 14/2001 diseb:utkan !

(2) Gugatan pembatalan karena elasan sebagl2ilimana dlmaksudpada ayat (1) hurufa diajukan oleh piha:k ketnga kepada Pemegang- Paten melalul Pe:ngadtlan Niaga.

l3ahwa diater menqenai hak mengajl.llkan permohonan denqan Hak Prloritas yang dalam UU No.6 tahun 1989 diatuf dalam pasal 31 sampai dengan paso'l 38 sedangkan dalem UU nomor 14 tahun :2.001 diaju:kan paiil1:g lama 12 bu'l,an terihitillng sejek tang'Q!al penerl maOin permohonan Paten ya ng pe rtama ka~ i ditenima d inegara manapun yang juga i killt serta cia] am a n.g9ota\iVTO ya ng juga meratifikasi hasii putar2l:n Urtliguay tentang, Agreement on Trade Refated Aspects of InteUeTctual

VOL In No. 1 O~ Agu:s:ws: 2'004

65

P'asa134

oeiS<!sq

, (1) Apabil.a untuk satu Inve':l~i yang sama ternyatadiajukan leibih dan satu

tl~,j~, :T:r ~ ~! ~~ )!~Jj ii lPerm01fi0TA:ah;~:ifi~m~ V§iAg;~a;j;l~rm0IiOha'RNa ng d iajukan

"'J , ~-.f> ~ ,~, '--''::''' "'- ,; ';Ii'." ",' . -". " ',,' ~'.~,', ,- A, ''''-',-;''-';;. -l-'. ''''''''':'<~-=,,'''''''';(''-'~''"'''' ;,."." <: ,.'.- ;'v: ,,',.":. IBJ ..• -~'- ~ ~~ .... -~~ ~ ...... A ...... tpertarA'a yatrry '1I"J::O~'"'<l::IIihL-e:n'Ulla~ .. ..r'~ Ii . .!'~1.1 i ........ ~ • .;,: :..-.:J~ ~~~t-r.;J\.;! ~~"O;

. ! ~G"Sbr,~9[ J6~OJ~SL~~(1 B,br:;G~J)j

(2) Apablla b,!E:berapa P'ermonornan untuk Inve'nsi yang serna sebaqaimana ,(.~,; ~r;'; '~I, f,: ~ (l) ;j 5'~ makSlJ,eFp~~a1t~~:Y1ffi~.atJ! ':j}atW!ta:~~~g s3ima, Dnrektorat r; ! b:)::-,;', ,1 ~;.lJ~ LJ j 9c'1<':;~eRdernl~ memt:iefitilffiln(~Sernr~f~1t~ikef.i~EJc3,i>Ma Pe:mohon u ntuk ,~~ .. j 9c15.~ fi 51 ~e~~~-irig=.giJ~afmemIB~W.~fiitl~OOOit'(n'i1,~:';i'.a ng d Haj ukan dan

.~ rv -_J,_ .~ ,~"1''-' :;>';' *_1J:l4~£~a':Jlp~,.~~2,.,Y!::l~f,~!:liJ,·'~"~~~,i~~eada D!,~~~~,~~,f;a,'·,h;JI~,',',nd,.era. ~ P, aliin, g

1_,1(}J",_,,1l ., • !~.:'.' •. !.oJ..I faiitci~'~en ~g: seJa.r..~en~I1j;J·IJam:)emberitahuai1

tersebut. .k.n9Gd 5:nn9n~i 5· )jiS1~LnSl'

'l~ri~di antara para ',9a ~;inganr atau has~:1 ~?II Cialam waktu k (Ian Di rektorat

ra tertulls kepadal

wtep®nQ

.~.J _ I • -:. ...

PER.AD'IlAN DALAM PA,NTAU.AN'

HAP vs KETERANGAN SAKSI ,DALAM PERSIDANGAN (PENE'RAPAN DALA,M KASUS Pr:N'CEM'ARAN N:AMA ,BAlK.)

I. PEN'DAHUWAN

Pe .. kembangan dun:l(il jumaMtik seat lni sanqatteh pes-at; ha.l tersebut dapalt dilihat dari banyaknY21 ~oran-koran dan majal'a h-meja ra h boa IIU dia lam jtil m Ian ya ng signifika.rl. Kiontro:r pemerlnteh etas kebebasan pers hampir t~dak ada lagi, demikian pula lemo.aga profesi yang be:rS!lI'l1gkuta.iilr karena setiiap Or3Jrlg da pet men ul is Cl,papl.lll eli rnedla te npa adany,a pembatasan, Bahkan untuk mengejali op1:ah" sebuah media talk jarang rnenqqunakan caracara yan9 tildakbaik. seperti menullskan rumours yang dikemas sedemlklan ru Pi! seh logga menarik para konsumen untuk mernben. Tidak ja:rang hal tersebet menirnbulkarl maselah karena tidak sernua orang menyuka1i berita yang dimuart dalam med'ialE apalagi jika kemudian berita-benta tersebut sarllg'at menyudtjtkan dian merugikan seseoranq. Hal yang sama juga terjad.1 dalla m kasus d i P,eogaidlla n Negeri Ja kalrta Ba!r,at denga I"l terda kwa Dra, $usianti Hambali.1 denga n Nomor Reg. P€trik. : PDM!.. J!.027/JKT. BRj07/200J.

11 •. POSISll KA9IlJS

Pada tangg·.all :13 September 2001 ssmpal denqan tanggal26 Agustus: 2.002 bertempat. d,i ,PengGildilan .f/lJlegeri Jakarta Barat Jall,an S .. Parman N,o. n Slip,j Jakarta Barat Dr:aI.Susi.anlj Hamball (terdakwa) dlidakwa telah rnelakukae pencerneran-penceraaran tertulis dan dilakukan secara berlanjut, perbuatan mana dilakukan terd'akwa me~OIlui surat kabar ;

H1arian Sentana, terbrtan ta 1'l9'g'a I 13 Septernbe,r 2001, yang m:en'~la1!:akan bahwa korban (Anton Ju.I'iu5 iDarmawan) serin.g berkata kotor berbuat kasar kepada lstri dan rnertua .. Hanan Sinar Pagi, terbltan talng,9all 6 t4e;j 2002Fdenga.n judul "Su.i3mil Anfaya lstri Hil1,g:ga Sa Mk tSelur Bebas Berkellia ran."

Hanan Sentana'~ terbit:a,n tanggal5 Juni 2002, dengan judul "Asuransi AJ61912 Sekong'kol Dengan Nasabah Paisukan PoI:is."

Harlan Sinar P'aigl, 1::erbitan tangga! 27 Juni 20021 denqan judul "Direktur PT: SlM' Meli1ganJaya .Istrl Dituntut 0' Bulan".

Herian Sinar Pagi~, terbltan tal1ggal 26 Agustus 2002, denqan jr;du~ "Hakim N.g'aku Dijanjiik.an Suap",

Adapun perkataan-perketaen rerdak\rila pada surat kabar-surat kaba:1i di atas menurut korban Anton J'ui i us Da rrnawa nada ta il tida k benar dla n korbsn merasa bahwa nama baiknya tercemar (Jltau rnerasa terbma dan ms'mpeng,aruhi korban Anton Julius D;;irmawan dalarn mel~kfl.j ka n pekerjaan ya ng rnembutuh ka Iil kepercavaa I'll dari pima k ~ai 111 ..

Dal,am putusanrwa, rnajetls haklrn PN Jakarta barat menyatakan bahiw;a, teroakwa tiOaik terbukf bersalah melakuican tindak pidana yang diidakwakan, sehingga la dlbebaskan dan segala daklNaan. Adapun ~e;putusan tersebet diambil karena jaksai tidek dapat menghad~rkan

VOL. Ill, .No. 10, Agustu.'S 2004

67

PERADILAN DALAM PA:NTAUAN

saks:i kunei dalam kasus ini yaitUi sakSi Johnit Sumbito dan IMarihot Sitompull yang mengiaku telah mewawancara'j terdekwa dan memuatnya d~ Koran, sedangkan kumpull,a 11 Id ipingsurat kebar-surat '!i::a bar Oi atas telah diajukan Ja ksa Penuntut Urn Ii.l m sebaqa iba rang bukti untuk d~pertlmba.tilg,ka n keberadaannya.

11]. ANAUSA KASUS

Analisa berikut ini didasarkan pada berkas putesan Pengadlilan Jakarta Barat Nomor Reg.Perk •. : PDM,-lO:27/)KT.BR/0712:0113. dan datem anallsa inl jugaakan dicerrnati masalah pembuktii!ln atas nmtucan p'idana yang dikenakan padaterdakwa.

Sistem pernbuktlan yang d ianut oleh Kitab u n.da ng.-undang !Hu'kum Aca ra Pidana (KUHAP) adaXah sis1jm pembuktian menorut ul"ldangl~und'ang secara megabif (negatief wette!~k stelsel) dimana penentuan bersalah atau ttdakl'lya terdakwa diperoleh mel,ah.:li keyakinan hakim yang dtdlasarka i11 padasekurnng-kur,angny.a duaalat bukti yang sat! menUJrut undang~undang.

Dengatn demi klaa terda pat d ua kompo nen ya ng me 1:1 entuka n bersa ta h ata 0 tidaknYiiI seorang terdskwa, y.afuJ keyakinan hakim dan minimal dua alat bukti yang seh, Keputiusa.n yang dtambH ha rusleh berdasarkan kedua kom ponen terse but, sehing ga depat dih u nda ri adanya subyektifltas dalern penglambilan keputusan tanpa rnenquranql kebena .. an materHI daln suatu peristiwa pldana .. Kendatipun demlkien, k,eyaki:nan 'hakiimlah. yang pada akhimya menentukan bersalah at-au ndaknva terdakwa dan haki:'m berkuasa untuk m.enganggap babwa al~at-allat bukti yang' (jiil.'ljlJka'[ll dapat rneyaktnksn dlrinya atas kebenaran suatu perka ra ata u ti dsk.

Ada pun y.ang merupakan alat bukti yang sah menerut undlang-unda n'g a;daiah alat-a,lat bukti sebaqatrnena terseber da~am PQ·s:a'l184 ay-.at 1 KUHAP, ya:rtu::

1. lKeterCingan sa kSi

2.. Ketei;:) ngia n anli

3. Sur-at

5. Ketelf'~mga n te:rdakwGiI

1. Kel:eranga PI seksl

Agar suatu 'keterangan saksi atau kesaksian d:apat dral1g;g'ap sah dan memiUd kek!uatan

pembuktlan, maka harus dJpenuhii(:,etenruan .sebagai berikut:

Merupli?':!:kan keteranqan aras suatu pel'list:iwa pidena yal1l'g' tetah sa:ksi !Iih,at" den'9lar atau alarnf sendlrt, dengan rnenyebut atasen dari pelllgetaht.!tannya tersebut (penqertian "'keteralngan sa kSi r.r berdaserka n pasal ]. Ooutir 27 KUHAiPJ.

58

terepeng

PERADIlAN OALAM PANTAUAN

Keterang.an. seorang saksi seja tf,dak cukup tanpa dlsertat oleh alat bl.lktil yang sah li~i~rlya.

l'I:eterangan tersebut bukan rnerupakan pendepat atau rekaan yang diperoleh sebagaT has:i! dati pernlkiran ..

Keterangan tersebut harus dlberi kan oleh saksi yang telah me f}g uca pkan sumpah. Keterangan tersebut harus dlberiken ,di muka sidang pe:ngadiHan.

Keterat1gan saksl-saksl yang berdln sendiri dapat diguru.akan sebaqai atat oukti hila kete;rangaln tersebut bersesuaian setu somal :10[0 sehingga dapat menggambarkan suatu kejadian tertente ..

Dalam menilal keben(llran etas k:eteranglanbeberapal ssksl sebagai elat buktl, rnaka hekim hams denqan :s_ungguh~.s:lUnggt;li11 memperhattkan dan. mempertlrnbanqkan hal-hal berlkut (pasal 185 ayat 6 IK.U1HAP), yai:t!u :

Kesesuaian antara keteranqan saksi satu denqan yang lalinnya

Kesesuaian amtara keterangan saksi de:ngaln arat bUJIkti Jaln AlasEJn saksi dalam memberikan keterangan tertentu

Carahidup dan kesusuaan serta hal-ha~ leln yang pada umumrwa mempengaruhi dapat tida I<nyak.eteran92l n tersebut di percava

2.. Kete!ran,gan ahlli

Keterangan ahli merupak,an i<.eteralligan yang diberikan oleh seseoranc yang memilkii I<eahlian kbuso s menqena i suatu hal ya ng eli pen ukan gu na rnern buar tera IflgJ suatu perkara p idana demi kepe:nti IfIigan pemerlksaen. IKete~a ngan alhli ha fU!S dinyata kan da.~a m sidangl pengadHan dan diberikan d,ii)awah sumpah (PasalllB6 KUHAP) •. Selaln ltu, kel:erangan ahli dapat juga diber:tkan pada waktu perneriksaen elen p€nyidik atau penuntut umum dan ditu('lngkan delsm suatu bentuk laporan (lPasal133 jo penjelasan pasal186 KUHAP).

3. Surat

SUvat sebagai Glilat buktl y;ang sah harus dibuail:. atassu m pah jebata n dan di kuatkan dengen sumpah .. D'alam pasal 187 KUHAP disebutkall secara luas bentuk-bentuk surat yang bemiiai sebagail alat bukti yalitu:

1. Berita a ca ra atau surat la~nda.lam bentu k resmi ya ng d~blllat olleh atau drhadapan pejaoat yang berv>'enang menqeaal suatu kejadian yang dideng.arjdilihat/diaiami sendiri dtsertal etasan yan9 jelas rnenqenal keteranqan tersebut,

2. Su rat ya.rl9 d i buat men u rut ketentuan peretu ran penrnda r! gan atau yang dU)uat QI:eh pejabat mengenai hal yang! termasuk datam tate laksana )'alng menja:dil tanggung jawabnya ..

VOL IIIF No. to. Agusws 200'4

69

3. 5u~liat keteranuen oari seorang ah'li yang rnemuat keteranqan berdasarkan keahliannya meng'ena i suatu hal ya ng dimi rita ka n seca ra resmi kepada nva,

~. Sural: Lain yan·g berhuDUIngan dengan slat bukti yang lain

Aliat :cu!<Jti surst dinna:u sebagiata.~at bukhi yang sernpurna dan memHiki kekuatan m:engikat bagi hall-dm {voHed~g en beslissende bewijskradlt} .. Namtm kesempurnaan dan kekuatan mengikat tersebut hanyalah secara formal. Pada akhirinyal, keyakinan hakimlah yang menentukan kekuatan pembu ktlan rilya.

4. Petunjuk

Petl!Jlnjuk adal:ah suaOll "'isY,21rali:" yang dapet ditarIkatas suatu perbuatan atau kej,adian atau keadaen yan'gl bersesuaian, sehingga menandakan tel·ah terj.a,di suatu tindak p'idana da Ii'! siapa pelakunya.. Pet~.:rrtljuk M~I da.pat diperoleh secsra terbatas daru ketera ngan sakst, suratj dan keteranganterdl.akw.Q. Padia, u m u mnya, alat bu'kti pelbLJrlWk ba ru dtperl ukan bHa elat oukti yang 1.21in bellum dTanggap h·akim cukup membuknkan kesalahi2lin t:erdakwai.

5. Ketera nglan Terda k.wa

Keterangan terdakwa da.pat diberikan di dlalam dan dnuar sidang. Namun yang depat dijadlkansebagai aJ:at bukti yang sahr menu rut undang--undang ·adal,ah keteranqan tetdalkwa di hadapan sidang. Sedan'9kclirl ket,erangan yang dlberikan dil:uar sidang depet digunakan untu I< mernbantu menem ukan bukti dal am sidang sela ma did ukung oleh suatu etat bukt:i yang sah ~ainnya. Keterangan terdakwa sebaqai atat buktiT tanpa dis:ertai oleh ailat bukti lalinnya, tida:k cuktJI p untuk mem:bukti ka rl kesa la han terdskwa. Hal i ni merupaka:nk'etenttjan beoa n m i If:i i mum pem buktta n .Siebaga irna rna d uatJu r data m pasa I: :1Jl3 KlU HAP, ya itu dua a !at bukti yang sen menurut undang~lU:nda ril'9.

A!lat~alat bukti tersebut, keeual c alet buktl surat, memlll ki kekuatan pembuktlan bebas atau tidal rnerniliki kekuatan pembukttan yang sernpurna (voll'ed1£l1 bewijskrach1t) dan jUg'il tidek diliekati olen kekuataa pembuknan yang mengikal;.,dan menentukan, Memangi pada prll1lsipnya, ,ajaran pernbakttan tldak menqenal alat Ibul<ti yan'g sempurna dan mengikat kecua.li bagi neqera yang menganu1t sistim pembuktian menurut tmdang-undrang secera positif •.

Da!am pemeri ksasn dl sidang penqadllan telah diaj L:I k:a n 3 0 ra ng saksi yang me m beratkan terdakwa dan kete.rang.arli dua orar'l9lsak$,ii datarn senta Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan, serta kiu m pulan kliipi ng surat kabar-surat 'kabar seperti yang telah disebuftkan di atas yaf1g cHajukan Jaksa Penunt:ILl'it tlmumsebagau baranq bl!.:rkltL

Saksi~'sak5i yang mernberatkan terdakwa terdin dar! tiga ora r1 g,. yaTtllAnton Julius Darmawan, Drs .. Peter Setiawan Tandhy dan SugiyO' .. Sedangk.an saksi-saksi liainnya yaitu saksi Johnlt sumbno dan Marihot Sitompul t,idia.k dapat dthadirkan oleh Jaksa Pe:nuntut Umurn yang kemudlan dibacakan keterancannva pada SAP d:i depan persidangan.

D~lam keteranglannya, saksi korban Anton julius Darrnswan dan saksi Drs. Peter $€IJiawari Ta ndhy mengetaih ui bahwa nama ba ilk ko rban d:f cema rka n melal UU pernberitaa n d ~ko ra n yang au Mea o.teh kedua ny·a. NamUIl1 keduanya 1Jidak mengetahui asai .SrJI m tier be:rital tersebut

70

terep@ng

P'ERADll.A.N DA.LAMI PANTAiUAN

dan 1)jdak perna h mel ihat 'Ora .Susla ntl Hambal i diwawancara i ol·eh wa rtawan denqan ijsi wawancara sebaqaunana tertulis di stas. Selanjutnya saksi Sugio (sewaktu :fa hekerja sebegai petuqas keamanan di kantor .Anton JuUus Darma:wan) pernah menerlma telpon Y'a:ng m.e:ngait:a!kan bahwa "Anton adalah mafia dan suka rnernukul tstn," akan tetepl saksi tidak menqetahu: suara slapaltu.

Kemra ng·a 111 Saksi Jo h n it Sumbito da ta m BAP yangdibaca ka r:l dela m sida ng pada pokeknya m:eneranglqm bahwaili3 bekerjia pada Hanan Sentalna. Selanjutnya saksl mengatakan behwa pemberitaan pada harlan Sent-ana terbitan tangg;;J:1 13 September .2001 dan tanggall' 5 Juni 2002. sebaglaimana dimaksud di atas didapat darn hasill: wawancara dengan :Dra.Suisi;:mt] Ham bal i. Selanj tltrlryaJ keteranqansaksi Ma,rih,ot s~tompul dalam BAp yang dibaca ka n dalam sidang pada pok:oklnyamenerangkan bahwa ~a bekerja sebaqai wart:awan. Se!ain .~tIt,l sa.ks~ jUgic rnenqatakan babwa dirinya pernah membaca berita-berita y.(lng terdapat detam kumpulan kliping koran yang d'iJadikan bGl!rang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum dan sakeslI rnena ['lya k.an kepada korba 111 peri ha I! bertta tersebut da 11 korben rnenqataka n tldak perna h di m~nta; lk:onfirma.suoleJll wartawan yang mem eat,

Ak;ibat perbuatannya terdakwa didakwa dengan :

Dakwaan primair Pasal 3U ayat (1) KUHP' jo Pasal 64 (-l) KUHP dengan unsur-unsurnva seba ga u ben kurt::

Barrang siapa

Me:lalkJukan Pe'Ii1Cemarail atau Pencemaran Tertulis

[)ai~am h!a~ drperbo~:eihkan 'l],lllwk ll'L'E'mbuktikan baij;waapa yang d~ruduhkaln ib.r bendi!; t!~dak mem bulktikannya dan tudu ha n dilliaku k:an bertentsnqan dengan apa yang diketahui

Ji ka perbuata n ltu ada Hlu bungannya: sedemi kia Oil rupa sehi ngga harus di pa nda ngl sebagari perbuatan .be:rlanjllit

Dakwaan subsidair Pasal310 ayat (1) K!UHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP den9an unsur-unsur sebaqai berikut:

De.li1!gan seng.aj.a

Menye.rang :k:e:hormatan atau nama. baik seseorangd,engan menudubkansesoetu hal

Yang rneksudnya terarng $upaya ba I ibu diketah ui urnu m

Jika perbuaten itu ada hubungannya' sedemi'ldan rupa seninglga haws dipandalOg sebaoal perbutan berlanjut

VOL tu. .No. .10; Agu:stus 2'004

71

PERADILA.N' D.A.!ILA,iM'PANT AIUAN

Oi ~~ hat dlalrl fakta persida:nga li1I terkCl,it: dengan U Ii'ISIiJ r-unsu r ya U19 dida Ikwaka n rneka da pat d~ uraikarll ha~ -hal s€baga~, beriknt:

Dalam dakwaan pr~meir P,asal, 311 ,ayat (1) KUHP Jo Pasa!. 64 (1) IKUHP;

Bar-ang s~apa

Bahwa. yang! dimaksuddienganlbarai:19 siape ad!alah manusia se:balga~ $ubyek t1ukL!lm yaH':!'£! dapat d i ~Hz:rt"ang9ung:jawabk:an atas perbuata n nya. Da ~Qtm pe rka rat i ni l sete~ah identi:t:aIS teJrdalcNa dubacakan dan diakui kebenaranlilya oleh te:rCakw"at terda ~a memilii!tl kemerrtpuen bertanggung jawab seca fa hukum., tidakada: allasan pernaaf rna upun pe:mbena r yang eJiapat merJ,ghalPu:;iJ,~n ttilnoak pidana yan.g: dilak!Ukannya. Deliilgan dem:iik~an unsur ill1,i tellah terbukti secara :sah da n mey.alti nkan,

6ahwa dari fal<ta-1f.alkta pe,l"sidiangan dan kesaksian ket:i'ga orang! :saksi di depan sidang tidaf::: ada satupl!J nsa ksl ya ng meng,eta Ih ui r rnel lhat at:alu mendenqa r secara ta ngsu n9 1Lerda:kwa dlwawancaral olen wartawan yang kernudlan beritanya d~masukkan dalam. Koran sebagali mana terdapet d~ dalam barang buxtl,

Adapl!.lnk!es(llksialiil dar! saksl John~t Surnblto dan M.arih,o,t sif00mpuil da~alm BAP c!ubalcalkan di depan sidang, lila mun berdasarkan Pasa 1185 WElt 1 KU!HlAP dlsebutkan bahwa keterangl2l Ii!I sak$i sebag a la lat bukt~ ial aha pa ya ngsaks,l nY(llt(llkcin dU$ud ~ng l?eng~dI Han ,. Bahwa~.pa ya IIlg terjiadi datam kasus .a;q uo ternyata I~e'l:erangan sa kSi Jonnit Su mbRo dan Mariho1t Si:tompullJldiak dir:1yaita!kan/drsamlPla~kan disJd!ang perilgadill1:ln me~ainkalil didepan peny~dik, k'!l~u kemll!cUan olelh Jiaksa Penmiltut Umum dibacakan d~ dalamperSfdang,an. Oengarll demukEZ!fl, kecrerangan keduiil saks~ tersebut tidakd!apat d:r~g:D:IDngk;a'li1l .. sebagali alat !i)uklj mela,inkali1l hanya bews:~fat: keteranqa n blasa ya ngsamaookati tidak memplj.nyaini~ai pembukt:~.;m.

Pendapat i n i dTa,do ps.uol eh hak~lm dal a m putusannya, sen I ng.g a Jaksa Pen untut Urn u m dianggap galga.1 dal a m membu ktl ka n unsur i n udian ,den·ga n gagalnya pembu ktlan U IIlS1.1 r In~ rna ka unsu r II arn tt~d~lk pi:ed'll unbuk di bu ktikan, s.eh~ Ii'Igga terdakwa d ~bebaska n darr Da kwaa!n Pri:mer

IDa lam Ida k;waan subsi da i r Pa sal 310 ayat (1) IW HP jo Paisa ~ 64 ayat (1) KtJ'HP.;

Perumusa:n nya sa rna denga n Cia kw~<3n pdmai r

- Denrga n seng:aja

ll!lSllI!r "den,gans€r.gaja" delam hal ini berartl cIHakukan suatu 'l:undakan yang t€rkat~gorikan sebag:ai tmdak pldana terse:but: secera sadar dan penuh kehendak. Kesenqejaan dalam ht:llkum pidanaada tilga macam, yaau:

1. Kesengaja a Ii1 denqan kei.nsyafa ii'l kepa'.stia n

72

ter®p@ng

2. kesen QlajCi:2J n denqan kei r1syafa n tl.lj ua n

1. Kesengajaa,n dengan keinsy-afan kemul1gkinan

Bahw<l dengarn tidak adanya k@saks~an yang rnenyetakan rnengetahul, rnelinat arau mendencar secera langsung bahwa rerdekwa diwawanca rai olen Will rtawa n da n kem udien berttanya dimasukkan dalam surat kabar sebagaimana terdapat didalam barang bukti dan adanya bantahan dari terdakwa yang menyatakan babwa ~a ttdak pernah dfwawancara.i, make unsur deng!cl'n senqaja ini tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. (l,eng:an tidak terbuktmvasateh satu unsur daiarn paso I i nj rna ka terdakwa dtbsbaskan da r~ Da:kwaanSubsidait.

Kami' sepakat deng:an pertimbanqan MajeHs Heklm Pengadi~ali1 Neg€r~ Jakarta Barat, karena memang tugas dan pada Jaksa Penunt:!Jt Umum untuk menghadirkan saksl-saksi yang mem beratkan untu k meli1guatkan pem buUian terbadap seatu kasus, AdaplIJli1I apa bila sa kSi 'tiid'ak hadir Jaksa PenuntlJt Umum mempunyai kewenalngan untllk menggunakan upaya paksa agar sa ksi dapat had it di perslda ngla n.

Sebaga i mana kasus aq U 0, kega 91!S1 la n Jaksa POem untut Um urn men ghadi rika n salksI ya ng rnemberatkan berakihait fatal delarn pembuktian di persldanqan, s.ehTngga terdekwa dapat bebas da ri dakwaan.

Kesimpu:1~Ui'

Dalaffi suatu proses persidangan adanya suatu kesakslan dalam BAP sangatl'ah penong da Ila:m mern bantu suatu proses pembu ktta n djpers~ dlangan. Na mu 11 apa ya ng tercantu m dal'am BA? tersebet dapat: diubzlIi"1!ole:h saksi yang sebeluml1ya rnembenkan kesekslan, karena kesaksian yan9 diakljj sebagai alat buktiadalah kesaksian di depan srdaJ'l9 sebaqalmana diaJtur dalern pasa I 1.85 ayElt 1 !QIHAP~

Ke,hadlran saksi-salk:Si dip.ersidang2l,n rnerupakan suatu keharusan .• karena balk terda'kw2l maupun penaslhat hukum terdakwa d,apat men,gaj:ukarn keberatan terhadap !<;esaKsi1cn di SAP yang di.bacakan dipersidangan s~hingga Iilii,l'ai kesaksian tersebut hanY,Q berslfat keterl;lngan bias-a yang sama sekali tldak mempunyai nilai pembukttan dan tldak dapet dugollongkan sebagai alat bu kti.

vot In No. 10, Agus,tus 2004

73

PE:RADIL,AN DALAM 'PA,NTAU,AN

LAPORAN DAN HAS,Il ANA:lISIS PEMANTAUAN PADA BERBAGA_l WI.LAYAH PENGADlLAN NEGER'I

D:I JAKARTA DAN CIBINON'G

(P,e'riode Juni 2004)

lapOf,an dan ,Qlnalisis ini dibuat berdasarkan hasil pementauan yangl dila:kukcul eleh Tilm Pemantau Peradilian Masy"araika1t i?emantau Peliadilan Indonesia FH-UI selama bulan ll.lni' 2004 eli be:rbagai wil!alYalh Pengad~lan N€9~ri di Jakarta dan Citlinong'., AJn~:li$rts lni dilakuKalndeingan mel:ihat k:eses'l;l,a;~,an antara! p\~a kit-12k y"ang: b~rJadi dipersTdang,a,n d:enga n hukum acara dan peraturan laililnrya.

Pada bulan Juni 2004, ada 10 persidangan yang dipantau" Adap'un perindannya adatahsebagali berikut:

• 1 berkas pema nita;UGiln pembacaan surat oa kwaan.

• 2 ,oertas pemantauan pad-a tathap pembacaen tuntutan .. 3 berkas pernantauaa pada talha,p pembacaan .pledol

'. 3 berkas pemantauan pada tahap pemoacaan puousan

• 1 berkas pema nt:auan pada taha p pernbacaan dup.li k,

II. Taibel Per9idang--anl Tanpa Kesailahan FormU

-----------------~----~-----------------------~

Talh·iIlfl,Pemer[l(sa.,Ull Per.;;id;J!lIIg;ll1ll

,I368IPid'.B/,2.004!P~ JKT .. UT

,_

2,.

rr IPid.B/20041F'N 3KT.UT

3.,

rt I Pid .6/2: 0 04IPN' J KT..'U T

4_.

136'B/Pid ,B/2f'04!iPN JIKT,U'T

s.

77/Pid .. s/2oC1041PV>! JKT.UT

7.

B681Pidl.8120041PN J K1"_iUT

rt IPid.i3:/20004/If'N JKT.tlIT

r-----~-------------------------r------------~-----------~

8.

47011 Pid_ B/2004IPNJKT_UT

9.

7,661 Pid .B/20'O"l/IP"N JiKT.UT

74

m Persidangaln Deng.an A.ncaman Hukuman Lebih Dar:r 5 Tahun Yang Tid,ak Drdampi.ngi Dengan. Penasehat .Hukum

P.i3da pernantauan periode Jund 20'04 ini tidak ditemuken adarwa persidanqan dencan ancaman hukuman lebih d!alli 5 tahun yalng tidak didamping~ dengan penasehat nukum.

,B,. JAI(A,RTA TIMUR

I. Da.ta Pe~r"kara Yang Dipalotau

Fldida I:u.ila,o Jl.Dni 2.004 telah di'panrtau pe.rs:idal'l'gan pidana .. denqan Irlru::T~i'lI 8ebagai berlkut ;

.. 2 berkas pada rnhalp Pe~mbacaan surat dakwaan

.' 5 berka $; padla ta hap Pembacal~n suret cia kWaian dila Il'ljutk.:m dengan PembuktT,a n

• II berkas pada Ita ha p PembaG~a n Su rat da k.waan d rl.;mj utka n derlga n Pem b u!o:tia n & Penuntutan

.. 1 be rkas nada 1ta h ~p Pernbacaan Sm,alt da k.wa an duanjutka n aengarl Pembu ktla 11'1,

Penuntuta n dan i'\rtusan

.. 2: berkas padatahap Pembuk;ti~n

.. 1 berkas pada tahap P'e~IrIU Ii"Itut3~

.. 18 berkas pada tahap Penuotuten dHaqjutkan dengan putusan

.. 1 berkal$ pad!a tahap Putusaa

Pada Taha p PeOlba,caan Su liat Dakw33 n

• Hakim 'tida lie rnenawalrkan ba.nltuan htl kum ke,pada T'errda kwa yalliilgi alncam31n huklllm~ n.ny,.., lebih da .... i 5 tah un"

B;;ll1t\J\~n Hukurn adalah jasa hukum yalng djbe~rikan baik. ol'eh AdlV'o~lt maupun Pam be~a i!Jmum seca fa cu rna -cu rna yang meojad~ hak seora ng '~rdakwa. Persamaal1l di hadaesn hukl.l:m dan hal( IJifllUlk djbela advokat ataupenasehat hukum adalah hallc asasi rnanusla yang per1lJ dijom~n dalam ran.gkai pencapaian k.eadiJansosiall, ju,ga sebag.ali salah satucara mengentaskan masvara kat dar'i kern iskincHl, k!husus.nrya da tam bidang hu kum. ~

[)a ram Pasa II S6 aya1t ::I. KU HAP dlsebutkan bahwa seorang terdakwa ya.n:g did~kwa dell9;;llrn anC~ man pidana mati atau ancemen pida oa Ii mal betas tahun atau lebih atau bagi mereka yang tidak mamou dianC(lIm dengan pidQina. lima tahun atau lebih yang tid ak rnerepu nyai penasihat t:II!,1kU m send lri pejabat yang bersa ng'kuta n pada sern ua tingkat pemenksaan dalam proses peradiral1lw(l,jib rnenunjuk penaslhet huktlm bagi mereka .. Ketentuan tersebut lebih Ilanjut dijelaskan dalam Buku .Il MA di 8a9i<.ln Kedua tentang Bid~ng Tek,h,nis PeradUian .. lDalarn blJk.u tersebut diteg,nisl<sll'I bahwa merupakao I{ewajl ban bag i pejabat u ntuk menu nju k penasihat hukum bag'iterdakwCl ya ng .o;i,a ncsm dengali1 pi dana mati ateu ancaman pldana Uma tahen at'lliu I,ebih, juga ba:gl rnereka y;;!ng tid:alk mampu dalam Paselil 56 KUIHAP d~wajib](alil setlap penasehat hukum yang dirunjul( untuk memoerlkan bantuannya secera curna-cuma. ketenruen tersebut bersifat

I Winarta, Fr~n.s Hendlr,a. Bantual1 Hukum Suaw ,~!a~ Asasi Marll.lsila Bubn Sel'as Katsi'hiiin. Jakarta: PT Elex MeClia, 2DO(l, ,!hal. 71.

VOL 111~ No. 1 O~ Agu:sws 20M

'75

,PERAOILAN DALAM PANTAUAN

~mperative, jadr hari.!J$ dipenuhi, ,apabila tidak dipenuhi mala meruoaken penyimpangan atau kehl~I:a;i(ln d~la lin penera pan h I!,Ikum acsra ,pida ria sebagai ma na y,i1Ingdi maksud da I'am Pasel 240ayat 1 KUHAP.

Sudiah rnenjadl 'kewajil::mn l:"Iakim untuk menanya,kan kepada terdakwa a:pal<ah ia d:idampingi QletJl penasehat hukum atau tida:k. ,Khususnya bagi tlnda kpio1anal yang diancam dengan hukuman p,idana mati atau ancaman pid:a,n<:l li;ma betas tahun atau lebih atau bagi rnereka yang tilda k mamp<LI yaJl'lIg d ilancarn: delflga npidana ~ ima tahul1at:a u .Iebi h yang tidal<. mempunyail penalsehat hu;kum sendiri, hakim wajIb menunju!o:: penasehet h ukum D2Igi mereka, 2

W.:'llaupun pengatlJ,an bantuan huikum dat.i waktu k:e wal<.tliJ terus berkemibal1lg dian semakin dilsempurrmkan, namun ternvata pada prakteknva di I'ap.:'l'nganl penyempumaan tersebut tidak membawa perubshan banya.k: bagi pedakus.n tidalk: adil' yang- menimpa ra.kyat mislkin yang kerap dirugikan hak asasmva, Ti(h~lk ada prosedur yang jelas dalGim peri;;lI(san:aICIJrmyaldan jugal trda:k sanksi yang dapart diberik:a!"l k.epada mereka yang melanggarr hak-hak dari seoralng' tersangkajterdakwal untUk menda'patka.li'l bantuan hokum, ha~ ini rnenrpakan So:lilialh saeu penyebab te:rlhambatnya pelaksanean ba ntuan h 1,Ik:1,.I m bag i masvara kat: l',an9 tidak mampu",

Sei Ii~ng dlengan diatumya proife:si ad'llotat:sebagai prafesi yang juga be!f'perarl d:alam penegakan hu;kum di Indonesia, dalam rasail 22 Undang-Un.dang A.d'iIolcat d'ijelaskan bahwa Advokat yang melilljala nkal1i bida rig J11Isa Hu kuru Litigasi w"aJib membe:nr Bcmtuan hllu:kum secara eurna-cuma kepada pencart keadilal"l! a'laS permintaan Kfi!polisi<ln Negara Rep{.lbi~k Indonesia, kejaksaan,. atau perl9Cltdl~!O.. Namun d~ sisi IIa:in ternyata poJ,i;I oom:uan huik:U:ffi dalam UU mengenai profesi adivok.at inil dip~sti.kan masih k.lI.lrang msmadai karena bebera pa :a 121'531"1.

,~ IPe:rta rna, pela ksa naan b~ntual'l hu kum yang merupa.kQ n jam rna n terhada pequality before the law dan access to !Iegal counsel dalam ila,nglka, I)erc::apaiinya due process ,of law bagi masyara.i<at tidak mampu, tidak: hanyal mel:ibalt~iiI advokart d~ d:alaml1ya melainkan jLlga aparat penegak; hukum yang ada ell' dalarn proses peradilan sepertl hakim, polis:~,. jabi'll,. Miilsjng-m.asing memilHd peran sendfri-sendirr sesuai dengan kapasitas dian kewen2lngan dal'Qim rang'ktl peneqasan bukurn sertaterclptarrya keadllan I; ntuk semua orang (jlu!stTce: for ,ali) •

• , Kedua j mengenal ke~'elasa n dai:a'm hal pendanaen kegiatan bantuan hU kUIiii: PnJbono yang dibujul<an uotuk masyarakat yang tidaJk m.ampu, siape 'lang haru$ memblavat dan melalui mekantsme a!pa pernblavaan te'rsebult di~alkll.lkan ..

• Ketiga, pertu dipikirk,a!1"l teknls pel1yeoar,<ll'Ilpelaksanaan pemberialn ban'tU!an hukum pro-bene se,h,ingg,a dapat secara rnerata dimanfaartkan dell yang membUJtulilkannya,.

• Keempat, dilihat dari si'si perle,rlm,a, bantuan hlJkum pro-bono harus dia1bm secara jetas mengenai s[,ap;a, selja yang berha k ontu « menda patkan ba ntua n h uku nil probono ..

• ' Ke~ i IDa, me'rI!genal k.ewe:n.anglaln pengawasan terh,a.dap pelaksanaen nYfi di la pa:rl9,a Ifl.

• Keenam, pertu pula diatur meiilgenai sankst ba9'i apoGI'r"at penegak hukurn yang meta nglgar hakanggota masyanlkart unt~ik menoapatka n be ntuan tJ u kum 9 ulna kepentin:galfl pernbelaan terhad'.eJp d'irinya.

2 Indonesia" Undang-undlln.9 'ie:rttangl Hukenn Aoatra r;icfaool. UU No 8 tahun 1981 ILN NO 76 Talhunr 19$1, fiN No 320 1, p,;ls~1 S6 <lIY<l't 0)"

76

I--t--- 2

-i---- ----

118IPid. B/2004lPNJT

Simson Sitvmorang

P: 7S(1)b S: 85<1 uu 221fJ7 pe!'ljar3 mats lO tIm'

,Dala m perslidangan yang berhasll dipa ntarU di Pengadli~.a OJ ~e:9ieri Ja ka rta Tlrnur terdapst 1 perkara yang rerdalcw~mya ti'i:iaik dioampingi penasihat huklJm pada seat pembacaen $lJrat dakwa,an, yaitiUl pada perkara:

.. Ha:ki mi 1I:~dak m:eng'ing3ltk;;lntel:'ld:3kwo) untuk meItlJPcrih.a,'t~kan ,apa y,ang 'tetjadi sela;m.3: p'eli'si:dangan.

PadlQl permulaan 5idang, haklrn ketua mengingatkan terdakwa supaya mempeii'hatikan segala sesuatu ya,ng dideogar dan dilihal:llyal dalam si:dang (Pa:sallSS ayat (l) KUHAP).. Perlnqatan tersebut berupa nasehat: dan anjuren k.epada terdakwa agar dta rnemperhatikan segala sesuatu selarna proses persldanqan berlanqsunqdan agar terd'akwa be'rsflGllp t:el1·ang da iii jal'lga~ ta kurt.

1\-1;;11' irni terjadi peda persidang'an denqan identntas perkara:

L tI\Io perkaea : 66S/Pii d. 6/200'4 tpN)T Terdekwa : Ismail Z, Wrnna H, Sumartono

2. N!o perk:aral : 689/pici.IB/20M/PNJT

Terda kwa Mulyadi, Dedi P.

3. No per:kara 7l6/Pid.B/2004/PNJT

Terdakwal SllIJlillima n

4. No pel'kalfa 71S1Pid.B/201J4/PNJIT

Terdakwa Simson Si'tumorang

" HakiillQ t~dlak m,enanlyakan ~.p~ki'l,h terdakwa Hlengerti is,i su:rat dakwaan alau tidak.

"'1eru.mJt Pasa,ll :l.SS KUHAP, ha:klirn harus mena,Ii'lakam haltersebut kepadaterdakwa dan jikal terdakwal tida:k mengerti, petllUnturt umum wajib memberl penje:lasill1n kepada terdakwa ,clell"lga!1i bahalsa yang mudah d[pahami oleh terdakwa, !-l,arl in i dilaku,k:an ~giCIlr terdakwa memperhatii'kan jalannya per$idangan sehil"lgga terdakw<I tidlak ragu-ragu untuk menqesn ul<akan. he ~ yang pentiLlig bagi pem belaan dirinya: •.

Halini terjadi pada persid<'lngall de'i"lgan iclentita$ perkarar:

No, perkara : 668/P~d.8/2004lPN1JrT

Terrdakwa : Isma:il' Z, Winna H, SlJmar~ono

.. Ha;kim tidak. lilUll:nanyakan .kelpad!al ter'dakwa apak31h iak'E::ber;;rta:n atas: suralt d',<I:kw,a,aIQ tel!"sebut.

Padaharl hal ini penting bag! t:erdalkwa Slllpaya ia dapat menvlapkan ~beratannya atas isi surat dlakwaaln. Akibat tidal< dijalaokan prosedur in], maka hakim: teian tidak m~ng ho,rmatl ha k terdak'll'lC! tidia!k memHi:ki waktu menyJap:kan eksepsi sebaga i bagian d,ni pem betaen,

Hal ini terji:lI(j.i pada, pe;rsidalilga i'I dengan :tdenit[tas perkasa;

1. :No' perka1ra : 66{1/Plid.B/2004/PrtJT

Terdak;w.Q : Ali Mashuli

VOL III~ No. 1.D~ Agustus 2004

77

:2 .No ~erl<ara Te.rdakwa 3:. NO' perkara Terdakwa

4. NO perxara Terdskwa

: 54<L/Pid..B/2I104/PNH : A.gus Karmuri

: 6971Pidl.B12~004IPNJ1"' : Herl:on G

: 716/Pid.B/2004/PNJT : Sullaiman

Pa,d;;ll Tahap P·elililbuktiian

• li'lIa:ldm tiidalk mel1i'!:e~iksa apa.kalh :5ll1dah tId'ak adlalsaksi~saksi.,an9all!!;aln R'IIemberikan k,eterang:ald yang malsiih di fuang: .sidangl dan Hakim tidak mempersilahikan sajcslsa ksl ya'lilg lla liD rn,eni ngg<llikan ruang sidang.

De.l1Q<:l n hakim tidak memertksa dan mempeirs:Uah ka 11 para saksi ul'ltuk men ingQj<ll ~kom ruanq s;idang rna ka hakim telatl tidiak menjala nkaJl k.etenrtuan Pasal 159 KiJ HAP, dima na hakim haws rnenceqah agar para s;ak:sfsaUng berhtlbtmga:n sebelurn mernberl keteranqan dr wang .sid,a ng. Hal ~n i d itujuka n slLIp8y,a po ra sa ksi tida It sa ring mern penga ruh i satu sa rna la in.

Il-Ia [ i:ni t:erjadi pada peu5idangan deng,an idenntas perkara:

1. No. Perkara 64,2jPid.BI2:004IPNJT

Ten::iakwa Mamat

2. lIIlo. Pe.k:aral 68 liPid. 13/2004 fPNJ1"

Telrdakwa B.a:dTllah, ErikfBaYi.lJj Sup:~iyadi

3., No. Petkaril 716/Pid.,BI2{104IPNJIT

~erd:QJ k,WQI sula iman

Padal Tahap Penu:n:tutan

• T,e.rd,akwatidak diberikan ke:Slelnp'at.an untuk mei:1iigajP,kan Ipel11ibelaan.

SehanJsllya ltNdak.wa dan/at:a.u Pen·alsih·i3lt Hukumnya di herikan kesempatan un1i:uk mengajukim pernbelaan. Hallini sesuai dellg:a:n ·P·atsal 182 avat (1) b. Tidalk dlbe:rikarmya ke-sempat:an oleh ha ki m bagiterdakwa: den/atalu pen,asiltl,at Ii uku m nya untliJ~ mengaj like 1"1 pembelaa nsangat meruqlkan bagi h::lidalcwa. Ka rena pada talnap i no lali seora ng tarda kwa diberi;kan kesernpatan untuk msmbeta dfri oarituntutan yang' diaj!lIkan oleh WU. Selain itu pembetaen yalng d~,ajukan oleh I:erdakwa ju.ga dapat mernbantu hakiTm ,a:gar dapilt lebih obyekbf datam memberlkan keputu.san karen,a hakim mendenqar dan msltbat eari dua srsi, yaiW da ri sisi JP'IU da n slsl te'rd'alkw'a sen:diliii .. Tidak dii bertkannva kesern pata n bag i terdakwa untuk mel'lgajuk;an pernbelaa n Ooten hakim ad,alal':! suatu tindaJkaln yang sa ng.:rt memg rka n bagi te,n:takwa d'a:f'I jeias Ilakim tidak menghomna!tT hair; yang dimililci i),I'el"! t.crdakwa datarn persldanqa n .

. Hal ini terjadi padal persldanqan dengan idientita,s pelrikara:

1. IND. p~:j;"1ka re ; 577/ Pid. B/2 004 /PNH

Terda kwal: NO,v€:rlil'l P'urba

2. No. Petk.a:ra ;, 80.1/Pid,6j2004/PNJT

Terdakwa :: Abdul Ra2:ak

Pad;:'!1 TiiJh ~ P IP!.\':m bacean pt.=tiU,s:a n

• Ha!k:i m l!:lda k ;ne na:nyak,a n apa bh terdakwa men gert= isi atautida k te rh.adap lsi putus:an. Delilg1'ln tidak ditaoyakannYOII kepada terdakwa apakah ia mengerti is!' putusan hakem mak~ h:akim telah tldak mengho.rmati h~aJk yang ,dimrilki oteh seor;3lng t~lrd.akwalkarel'1a hal ini berkaitan dengan bagaimana mUlngl-:.in seorenq terdakwo! mau menqajukan IJpaya hukum jiilka: nsi putusen seie la tidOlk menqertr,

78

Hal ini terjadi palda persidanqan dengan ldentftas perksra:

1. No. Perkara Te:rd'alQ;vGI 2.. N,j). ,i?erki'llfa Terdakwa

3. No. Perk,a ra Terdakw31

4. No. Perkara TerdQlkwa S, No. Perksra Terdakwa

6. No., P~rkiual Terdakwa

7. No. Perkara Terdalkwa

S No. Perkar;a Tie rda kwa

g. No. Perkara Terdakwa

1 (I. No., Perk.a ra Terdakwa

][ r. No. Perkara 'Ierdakwa 12., No .. Perkara Terdakwa

13. No. Perl<ara Terdl.akwa 14 .. No .. Perk~ni31 Terdakwa

:: 547 {Pid. Bt2004jPNJT

: Rustam, nece Hasen, Nanang Slarnet : 6301 Pi,(J. Bj.2.004!PNJT

: Arthur C:hricsi;a:nsen I?urba ; 496/Pid. B/2004IPN)1

:: Arta I'l~ Sa lamin

:: 525IPidl.Bj2004!PNJT : Wahyono

: 652JPid.B!21lQ4/PNJ1i : !-j,e,iyal<ito& Edwa ~,d A : 697/Pid.B/20041PNJIT : He!on G

: 72 a/PitG .'B{2004/I?NJT ~ Parl'iTltKi:l

: 741/PTd.B/2004/PNJT : Jon athan $, Hasa n R

: 6321 Pid.. B/2004/PNJT

: BaiCIltiar 0, M.ClIl1iJrlgkLm l RaI]<I ;; 677/P~d.Bl2004/PNn

;, NoverJin Puma

:: 727/Pf d. 8120 M1PNJT : Suaebal. El<a

: SOl/Pid.B/2004/PNJT ,: Abdul Raz;a k.

; 633/PTd.BI2004/PNJT : $us!N.ati

: 803/Pid.El/2004/PNJ1i : Iwan HemlOl!wan

'. HakiM tidak menanyalkan terdakwa aipakah aka.", liDenglajukan Ulpaya huklUnl.

Sehan,llsnya •. sesual den:gan P';;ls(lll 19'0 ayat (3) KUHAP bahwa memberltahekan hak-hsk ~e,dakwa setela h p utusa n pemldlal1a,(j n diucapkan adalah kewaju ban hakim.

Hal ini te'rjadi pada p€rsi'dangan deng~n idlentitas perkara:

1. No. Peritaral : 547/Pid'.SI2004jPNJlT

TerdaKwal ,: Rustam, Dedle H~safl, Nanang Slamet

.2.. No. Per:kar'Q :: 63 OIPi:d .8/20.04/ FlNJT

Terd'Qilcwa : Artnur ChristanSlen Purba

3., No. P,erkara : 518/1Pid. B/2004!PNJT

Terdakwa : Tavfiiq Iqbal

4. No. P@rkara, : 652/Pid .. B/20041!l'NJIT

Terd'akwQI ; He6yantQ & ~dward A

5. No. Perkara :' 697/PiO.B/2004/PNJT

'ferdakwa : H,erl()iifl G

6. No. Perkil.al ; 727/Pid.612004'/P.NJIT

Terdiakw(li : Suaeb (lLEka

7. .No'. Perkara : 7681P:id.B/2004/PNJT

Tel'"dakwa : Muchlis'AI' Atas

8. No. PeI'Ika 1'3 : 801/ Pid. Bf2I)O'l/PNJT

Terdakwa : AbdlJl,Raza.k

VOL ut, No. to. Agustus 2()04

79

PERAOIL,AN iOAtA..'" IPANTAUA.N

'9", NQ. Perikara Terdalkwa.

: 803/ Ph:l. 612.0 04/PN]T : IWii!n Hermawellrl

Ti:dak. ada penryinilpaliigaliil

2.

1'/11\0. '

3. Pembacaan Sur.at Dakw;;I;;Irl

4.

-

,~. "'.

. -

6",

.-

7"

u __

Ket~dalk SeS!ll'aiam De,ng'3nHuk1iillm Aea,ra

H:akim tldaik menging:atkan terdak.wa U'nruk mem perh~i!:ik.ao

. ,apCl yang ~.erjadi sei<!nt:ltl persi,d1;lngalJ1

Wa,kiu

66B.lP'id _S!20Q>4jPNJT

P: 78(1)b 5:85:3 UU 22/97 [~m<lil Z, Willna rH., Sumartolf1lQ

SElI<l_rSa,.01-'06-05 --, 13.42 -14_13

6S9!PiIQ'_ B/200l41PNJT3 65 (2) KUHP

MuHy;;ld1i, Dedi Plcrrn~di

71 M;l~d1. S/2004j'PNJT

iF': 82(1}a $: 78(1):b LlU 2.2/97 Sul~iman

S.an:in, N16-04 13A5 - 1.4.0.5

Sernin, 21-06-0>4 H.30 - 14"50

7 Hl./P.id_lB/2Q0>4/PN.JT

P: 78(.1)b:5: 85a UU 22/97 S.i m son, Situmoila'rilg

~~m is, 2+0'6-04 14.30-H.3S:

U.;Ilkim t[d~k men.anyak,an apa~ah rerdlakwa mengerbi isi suret d:aiWIatln <lJtau tidak

668/Pid" B!2004!P:MH

P: 78Cl)b S: S:Sa UU 22/97 Ismail Z, Wiliioa H, SUITIaftolfl.o

5e~as;g" 0.1,00,05 13.42 - 14,.13

I-------------t__ 'r. •

----.-t-----------j

772JPid. B/20Q4fPNH

I.. .368 (2) ke2. n. 365 (2) KtJ HP Andre l, A ntOtliU1S J

Ralbu,.n·06·,04 14.17 - 14.23

RalJu, 02.·Q6· OS 14.30 - 1438

80

H:a~im tid~k 660!Pid.B!2QQ.;J/PNH363 (1)

. menanya:kan :k~3 Kl.:JH PA I i Mast"l ulr

kiep.ad~ terdakv;r~

apakah ia:

I keberaum mas

I ~~~~~kwaarl I

j -.~

terep®ng

~--~- -' __ ------ r-------"-- ---' ----

r----- 9.

f0- Ul.

~

1.2" 1

n·l,

I

H ..

,S41jIPid.B/2.<Q04/:PN]T Serlin, 14-06-04

P: 1'8(1)b S: 8501 UU 22/97 14.'08 -i-r.rs

Agu.s Kairmuru

697/Pid,.S/2no4/PNJr.)72 KUHP Kam.is, 17·'06~04

He-Ion G ; 1.4.J)O - 14.23

~ --.-- -- .. ~

7l6/Pid. B/21004/PNJT Sellin" .21 ~0{H}4

iP:: 82:(1)a S:: 78(1)0 UU 22/97 '14.30-14.50

SUI'.aiman

leii"dakwa tiook diberikall kes.empa.tan unbJik mell9'caj Illk{!in pembelaal'l

__ .

68ljPi:d .6{20MtpIrOT I. 17,()1 U. 41Q6 KiLll HP

Badmafil, Erik., ~U1, Supriyadi

7l6/Pid.6/2:004fPNJT

P:: 82(1.)<1 S: 78(1}b UU 22.f9i Sl.I'laiman

: 61"7/P1id .• BI2004/PNJT 282 (3) KlU1P Noverlln Purba

f-

IG.

. 1Hi00k.irn tidal-;; M2/Pfld.B!2:004/PNJT Selasa., 8~O.(HJ,q

memeriksa ap<akaih I. 3iS H. 372 KUHI?' 14.35 - 15.08

sudah tidlalk ada Mamat

saksi-.s;aiksi yang

aikan memberilcarl keterangan yangl

rnla!>ih di ~u~ng

.sidang [Ian Hakim

tiidiak

memlpers~iahkalll

sakSi-s:aksi yang

l'ain meflin;ggalk.all

rU~lIlg .sid<lng

1.5.

--

17.

Ha,ki.m tf:dak rnelil.Myatkan apakahi wdakwa mei1lgertii iSi atau tiidaikterfnadalP ilsi putusan

Rabu', 16-06-04 J!4.2S ~ 14 .. 47

Senin, .:n.-06~04 H.30 - 114.'50

KamiS, 2'Hi6-(]4 14.18 - 14.25.

Sel~, o 1-0,6-05 13 .33 " 13.39

547/Pid. B/2Q04!fYNJi"fJ63 (1) IKUHP

RustaiI1l, Dede Hasan, lNIanan;g Sillmet

Rabu, 0.2-06-05l4..2.o - 14.2.5

630.lPi:d .iBj20M/PNJT3i65 KUHP Arthur Cl!lristansen Purba

KamiS., 17 ·Q6-'04 , 14.30' - 14 .. 40'

-

496!:Pid, B/2:0i(l4/PNJT P: 374 5: 372 KUHP A rtani sa~<lm illl

VOL m. No.. 1(J~ Agus.tus 2'004

81

PE.R.A,ID,ILAN DALAM PAlIITAUAN

2,1.

S2SjPi~;t 6!2JO(I4fP:NJT

P: 78(1)<1 S; as,a LHJ 2.2/97 wah~!(Hil.Q

64lj'Pi!lj.B/2!004/P:NJlf

P: 78(1)0 S; SSa UU 22/97 A.giUS iKarm uri

IS, ",'el.as:.a,', \, 15-,,0, 6,-{l"l 14.17 -14.27

,~

697/Pid, B/2004!PNJn72 KU H It' H,er:lon G

Sen,~n, 14-06-04 14.08-1~.1 S

Kam~s, 17·06·104 14J)O' .• 14.23

S€la&a, ] 5-06-0<';: 14.05 - 14.13

72Q/Pid.e:120'~H!PNJT363, U)< 004,5 JruHP

,parmadT

Kamis, 17-0'0,·0'4 g;-QQ,. 1!l.07

tU/lPi". B/2004/IPN]T3fi3 (1) ke4 K!U HI PJOl1lailidri S, Hasan R

-

63.2/Pid.Bf2:004/PINU303 (l) KlJHP

~(htiar D, M~nung1<:;un Ii.. Raja

Senin, .21 ~06-04 1.5.20- .15.32

577/P'id .Bf2004/PfNJT282 (3) KlJHP

Nm/@rli:n Purba

Ram ns, 24~OII5. Q4'1~.1,8- 11.25

n7/pid.,B!200'!1IPNJT3,63 (1) 1<e4 KU;HP

SualEib ,a[ Elka

810l/Pi(\l,J3[.<:r;104/PNJT P:S,2(1)a S: 78(1)b U LI 22/97 Abdl.!ll~k

Rabu" 23-06-04 H.3Q - 14.40

SeiasOl, 22-06-(14 nAO • 13.46

633/Pid. B!2M4!PMJT62 tlI U '519'7

5iU5:wati

~bIU, 30~O·6··ljN 14.40 ~ 14.,48

S03/P~d!. Bj2004jiPNH362 I<UH P Sernin, 2.B-(]>6-

[wan HermanNa:n 041,4 . .30 - 14.36

63>O/Pid.Bf2004/IPNiJ!36,5 KUHP ,Rabtl" 02-05-0:5

Arthur ChfFi5l:ainsen PtlrDa 14,.20 ~ 14 • .25

+--~

_. '---I~

5 181Piid.6/20(l4/FNJ!78( l)h UU Se;nill, 7-0.6-04

22}97 13.30·r:'L37

TJUfiq !qbOlI

--

-~"---'--'__-----_'---_~-

Hakim Mat $471Pidl.EY2,004/PNJT3:63 (I) Selasa, 01~O'6-05

mel1lallyak..1'n KUHP EU3 - 13.39

terd!akwa apakllh lRustalm, Deae Hasen, Nanang

<lkan mertgaljlUkall Slame't:

UP'il¥o1ll tU.lku m

li8.. Pem OOt<lallJ Pl:lWs;;I!I1

r----- 20.

,22:.

c- 23.

r--.2:4.

r--- 25.

r-------- 25.

f--- 30-

82

6411P:rd ,.Bn,O 04fPNJ'T S:en in, 14-mH:l<1

P: 78{li)b S: 8Sa tHJI 22/97 1'i.03 ~14,.lS

AgtJS t<arli'l'l!,!id

""'--'-.

6·97/Ph:I.,6/2.QO';[PNlJ1T372 ~lJIH P K:I:lm is, ~ "-06,-

, H~r!lioti ,G 041'1.,00 - H.23

34"

~

"2 7/P'id .6{20 Ch'l/P NJ'H63 (I) R.O!~!l. ~ 3: -06-{l4

ke4 tKt:iI-iPSl.!ae1b at Eka 14.30 - 14.40

r--- 35,

7'';;;S!P'i,;!_S{jlO (H!PNJIT Sel,a.s<l, 22.-06-04

P: S2(])a S: 78(1)0 LS: B5a l:JU l~.OO - !i.OF 22/97

M:uch:sin AI Atas

SOl,IPi,~ .• saQQ4fPNJT 5<::1,,'511, 2:l.~6-0"

p~ 82,( 1)<3 s: 78(1)b U U 22/9') rs A'l) - 13.46-

Alba ull R<li:<lik

I

32.,

33.,

r--- 37.

8(H{Pid.iB12004{pNJIH6,2 KUHP $enirn, :;:;:·8-Q'6-04

Iw,i)!1iI HeTmOlw~n l·t~HI ~ 14.3,6

____ .L ..... ~ ..... , .......... ~-6 ~ . _

No

AI~n

AmcaiN,i'I KetMa.ft::hi!idll'Otti

p,ld;!irna Halo:;im

~-~----------~--~~-~~-+~~~-~~~+---------~-------+-----------

1, SI1l!=,. 0'1-C~·05 5-'l7/Pi(Mi!j2004tf10f PeTI.· .. tl3c33n....... • '""""" I'" ,I}""""

13.,33 - 1:3;39 & ~

I---+----------t----~-~----- -~-~- ------------+--------+-----------l

2:. ~. 0'1-00-05 sr.:lS{Pid,i8/2004fP;N!TI P:embilca:mTuIlUJt3n 1P:. 3Sl!!(2} s.:

14.,55 - l'S-OO 3.$1(1} i'llIli'iP

1.Sef=. 01-(iI5.j)5 66Sfr'idJ3,\'2{I@oV.PN.JT I ~~ Sur.'lt

13,.';2 - 14.13 , 1:.'IaJI';~ &.

Pe1ri1JUk;i!Wli

iF'; 78{1):D s: 85a UU22,fH

7tli1 T~Ma

~~

~ :Sth 5;.2 1I1i0ilk ~

tih, 5 blin .~

P:W!n1 $: '1! tfl

Tildlak~ ~{lngan

r5.T R?b-.·-U-" 23-.-· .• ·0\%---. -Qi<l-' +-772/Pi-.- .. -d--Bf2(l- .. -.-I)4-V.P1'!m"-· -, ,--t-~- •. -,,- •. -, - .. -, ~--.-, --!-I-, .368--. -(2)-' . ke!2- •..• -. ---+1-2-tI'!-·-. ----- 'fTook. a:b

11'1.'1.7 - .14.23 I)akl'li3a~ n, 365 f2}KlJHP ~

6c Solnin,. 21..(16.(14 7.1MPid.~04,/i11"M ~ernOOm3tl Slt'<It

104.';:0-14,50 ~,&

4. f.!.;!bv, 23~04 727tPW-BP~ l?Ern~n li!.l~' 363 0(1) :ke41·f\1.IHP 7 th

14.lI:I - l4.411 .~ ~

:P': S2(1)aS: 7S(l)b P: 20 tnl 'Ull ~ s ~O ttl

TIrJ;;j:.ada ~

7. Sl$asa, :U-OO<14 ~.~mm PernboolJilll~ p~.;fJ~tlaS: 7ij{l)b

l·too - 14.07 L &. ~ LS; &So! IJIJ 22197

~- --._------------ ------~ -

!:ida}:: <t:Ia1 k!:tt~al'l

VOL III" No. 10', Agustus 2()04

1P; 40 th SiI1lngr dl ~

$:' 10 ttl lain

IS~ 4 It!

- -------------'

83

P!ER,ADIlA:Nl DA.!lAM PANT.AlillA,N

r; ,-, ,----.--.-·---:N-O-IR-eg-J-s1:-~-S~I---!p-e-rl!:->a-r-.a-----·1-----l-',a-llI-ila-,pa-.-,n-.-p-e,-r$-.id;;.:~gan

_l

~~Z~.-4--~~~~4-.4~9~J~Pi~d-.,.B~~-iQ-O-4-/P-N-.JT-. -- '---Pe--m-~-'~-'-'-~-T-U~-·-·-m-n-&-·-PU-~-.--~-n--

~-~---------------~~--~~~---F~~~-------------'---

L

3.

4.

6A4fPit;li .. B/.20MlPNJT

5",

536/Pid,B,t2:004/PrN1T

------_ .. _-_ .. __ .. _--_ .. - ... ----.--_--.-

S:03!Pidl.B:!2004jPiNJT

6.

VEl. PeliSidJangan deng3~ a~ca!!:!i1.la III 5 tahl,llnataulebih tap" tidak didalli1i1lpingi Q:le~ P'efJaseh,at Hlillbull'l

r--.--.----~-------

-_- -

P'asal yal~i diid':.a~w ... ka!l

!----l-----------4~~-----1r----~ .. ---·~ .. t-------!--------~

NQ. lR.egistrasi Pellrt<ara

P'emb=an Tlmhi!l:an & Purusan

L 547/Pfd.Bl2004 .. /PNJT

Rl1Jstram, Doo,e Hasai.1lj Nanang Slamm

2. S95/Pidl.e/2004- AS!2P H~n..Jra Pembacaali'l l'lImlJJtan P: 351 (2)

jPfliJJ1i S: 351(,l) KUHP

3. 63!OjPid" Bj20{l4- Ar"JMu~ChriSl<mSQI'! Pe;:'nWca'¥l T~!t"lWt~ill .365 KUUI?

jPNH Purba &. p,U1Wsan

Pernjara male; 7 ti1

per!jarOi makS i?:: .5tll S;. ,2; tf1 8 bin

4, %OlPld.B/2004- AH MaShUf /PNJ]i

PernbdC3<ln Siurat 363 {l) ke3

Dekwa'lI1I, Peltlb~ktia!'l '~UH p

& TIl.mhl.t3'nJ

----L____------~---------------i-

5. 6'5SIP~d. 6i2004" Isrna~l~ ~ W'iriiln<l H~ Pemibamar'l Surat P: 7S{l)b

IPMJIT Sljmarl:oli1o D"'~<! &. 5: as·,;l UU

P"(li:t'I,bukti~f1 22197

F1enjara maks7 th

PCl'ljara maRs P: 10 ttr s: 4 ~h

7. j 449jPid. B/2004- L Dif'lti.l ... Te!1y K f'{:il1 baeaen Tu'l'ItlUtan I 8.2 (t.) LlU j Penj;;lr~ maks 2'0 til

/PNJiT &PurtlJsan j 22197

h 15/"~'NB,lJ.~1 d._~_2_0_04_._.~~_.~_m_q_.I_q_~_~ ~~~_·_;_~_.~_·~-.n--_lu_n_~_.~_n __ ~7_S_(_1»_J'_U_'U_' __ j~._r_'~_j_ra_~~_'_m_.~_b_.l_O __ th

r " & Purn5an, 2'2:197

84

€I. 644j1Pid .1l:/2ml'4o Yoga p. I~a s IPr4JT

Pem ooG3lan Tu:rmJt1n ITO' (I) KU HP I Pel1jacr,al maks 5 tl'l -

&. PurtIJ5<lin

P€mbat::!l!II'1 $4;lt,at ,Oll'l::wa~1'I &. Feil'lb1,J,I::~ial'l

h ~O.

.P'emba~~fl Tmmnan S. ll\lttl:x!1'!

4"9<6/Pid" 612004- IPt'UT

i~--+- .. _ .. __ f--

I U. {j,S:Z/Pid .. 612004- H<lri'yanto, Edwllirdi Ii. IPNIT

6i81/Pid .. 6/20M,· /Prlur

~----------r-------------+----------- .+---------------

• not"iP'id . .B,Il004" P'armadi ,,"-IP~'c_m_'b_aca_' ·_<l_ifl_l'_tI_n_'U_.lta_!'_'1 _-t_3_6_3_(_1_} _ke:4_'_',_s-+_p_,en~j_a_Fij_' _m_~_ks" ttl

/PNlJIT "a _ & Put=n KOHP

14. 74:ljPidi.6j::i!004· I Jo:natt"i!an s, Hasan ;;;:-. P~rn,b~G':lan Tl1n~u,tarl

{,PNJ,T I &. PI!JW~n

II. 659/Plid ... 6l2004- !;tulyadi. Dedi

jPNIT Permadli

Artani S<lJlamin

p ~ .374 5: ::rn Perojara maks p~ .s tit

KlJioIP S: 4 til

I. 354 II. 170 PenjafOi maks I:: 8 ttl

KUIiP H: 5, tn 6 b~n

B;'Idmah, EIi~, 6ayu, Sl,Ipriy,adij

J. 17{1 n, 406 PCfI"j1lra mats I: 5 th

KUHIP 6 bin 11; 2~h S bin

363 -(:1) Ke<I, PGlj~ir.~, meik5 " lh:

KUHP

---

15. 52S/Picl.B/20Mo, Wal'ly(mQ

fPIlUT

--1-'---

I ~6. '64l1Pid.6/2:004·· A.!iil:ls Karmurii !p~;rr

P,emilac'aail T:u'ntut~:ri & .. Plurtusanl

!p, 713(1)<1 5: f>erJji!l r~, m.a.ks P: 10 i:h

a,5~ lIU 22/9'7 S: 'll ttl,

P; 78{ l)b S: p'enjOira ffiaks P: 10 tih

85<1 UU :2.2/97 s: 4 tt;J

·Pemb\!lt::!a.n, Sl;Irat O~l{w:!atn i\!i. Pemllutti:llf'l

n. n7/Pi(!.an;1l04- SlJaeb ai' Eka j'PlNJT

Pem,bii~n TUII"I~l,Itan< &. 1?t1~uS<ln

ia 7nlP~-dI. 6J2004- A:n>d!re L" Ailt"lnius J

/PN]l

P·em Da~1i'I :Sm~t OO!kwa!an

363 (1) ke4 p,enj~ra: m;:lks 7 th

Kf"JH,P

1.368 O} ke2 Penj<l~Ol m<lk'S l2 .t!1

H. 365 (2)

~i1P

19'. il61Pidl.B/2:004· Silliliirn:!iln,

IPNJT

--~-

P'; 82(1)<'1 Penjar<l maks P: 2{) th

$: 7&{l)I;l' ILIU :5: 10 til

22197

p,em OOo:;.,<ln SIU rat 1)00,k"'''i3<l1l &. PooIl:mkti.m

- --_._---+------1--------

20. 7li\l,/iP1id.B{ZQ(JI4o Siim:O:OIi! Sirbulrnorafl.9I iP'embaca~n! .Slltat

IP~JT Oakwa~n

P:: 76(Ub

, so: S:5<'! uu 22/97

21. 7,68/Picl.8/2004- MI,I(:hSin AI Alas: Pemba.caan Tt.ll'l~n

(P'NJ"T &. li'uttJ~n

Penja~ .. 1fI<lk$ i?; :U~ tJ;j $: 4 til

Pienj1lir':!! nnl:llks P; ;w til $: 10 ~l'I loS: 4 ttl

P; S2i(l)a 5: 7&(1)b 1l.S:

S Sa U'U 22f97

1-=--... --.-~~------t------ -+------f---~~---_I

22. ,301jPid ... Sl2004o Abd'UlI Ra!Z"2lk. ,PemI:iaGaOlrl"i"llntut'ln P:5::l:(l.}a :5:

IPIiUT &. PUrusall 7S0)b UIJ 7.7./W

Pen-j<lra milts P: 20 th S~ HI m

2'3·" ®03/Pi"d.B/l0M- IW<Jn HermOl' ..... m ' Pem ~=n j'!JIr!tutll<n,

/piNJT ,&_ PIomJQrI

362 KUHI?

24" 633j1P1d .1V21:i MOl .SIliS'Nati IPNJ"i"

P.emiilaca\}n lilJrrltlltal'l o;z UU 5{9'1

&.PulttlsaJI

,~-4----------~+----------~~+---------_---~~--------~--------------~

'P'elj<lJ,a maks P: HI ttl $:;';;, th

25. 795/P'ld .1l!{2.004- /PNIT

P,emlb<!caafl Sur,at Oilikwa!iln a Pembulk,ti"all

If>: 'SO)b s. &5~ UIJ 22/'97

VOL Ill, No,. 1,0, Ag.(Jstus 2()()4

85

PER.ADILAN DALAM PANTAUAN

c. JIAKARTABARA'T

Laporan iill dibuat: lOerdlaJsarkan haJsil pemalrltauan yang dilakuka,n olen [Hvi5,i.IManui:oring MaPP! 'F'H UiI pads tangga:1 2'9 Mei 2004 hingga 20 Junl 2004 dii Pengadlil!an Negleri Jakarta Barat. Pemantauan dilak.u karli terhadapsidlang perk:ara pidana, Ana~ iisa terhadap hasH pema ['ItauC! n tersebut dilaklJkan secara fo,m'~I, yairu' Ii!i!lelilhat kesesuaian persidlanglan deiil_gao hukum acera pUo,ailil;;!,.

I. Datal Perk(IJr~ Va ngl Dip3nta u

Pad!a pertode ini telah diip.mta;u 14 persldanqan pidiali1ia, dengan klalsif'ik:asu sebagGl~ berlkut: 11 oerkas pementeuan denqan Iklasifi kasi peta n9Q1Cliran !KUHP

3 berkas pemantauan denqan klla:sifikasi peiangg'cuan UU Tipikor

10 berkas pemantau1li1'l deng,afD klas'ifikas:i pelanggaran UU Narkatika can PSikotr,opika

Del'lg'GlIIl tahepan peirsidanga.n seb,(ligClli berlkut:

'. 4 berkas pem2mta uan pada t,ahap pem baeaan dakwaen (1 d itunda) ]. be:r:'kas pemantauan D~d(iJ t:ahap putusaa sela

ii 1 berkas pema ntaua n pada ta.ha p pembulk.tia n

5 berkas pemantauan pada tahap requisiitoi

ii 2 berkas pemantauan padla. tali.1lJp requisltnc-putusan

~. 5 be(;K.diS pem,(lJo~auan pada tah.a p pl€dlooi

,~ 6 berkas pernantauan pads tahap putusan (3 drtu:ndia)

I ., --------------.---M-,'~-.,-.-n--

l I ~~

P .. ~

1*1, . __ "" _' _' _' __ --!!-!"fD_:_:._R'eg_' _'_I'_' 'erl!:iI_'_" _r.I_. 4-_l'a_' '1'!:a_,_,P<!_. n,."""",f----_Da_,_ikwaa_' "_' _n_+-_A_.~_._m;;;-. '_I1I_Pl_'da_" _Ila __ -+- __ l':a_' _'~_:_7,~_

Sotbrrg ~mng di rwRgliain

715!Pid.W 20M/PN~

p:~, ~ d.:r~

]. Sffrin. 33. Me 20M H,OS • 14.l!fl W]S

4,WjPd.'8! 2(!il)4fPN R'eql1lis1~r Jlakoor

[ 7:8 (1) i'lIUU 22197

II. as 11 UU 2219'7

AJncI,Pidal'G~Oll'a !lIaiX. 10 talnUl"l dan dendill ma\'(. RP. 500 jl1talI. Pidtw'lal Pen9:ar~ 11l1lX, 4 ttJ.unTurrrt; :l tal'itln penjQ. d'eOOa, Rp. :3j!,il;a atau subsider :z bulan Iorurur'W:)an.

T6i:I2t:.<I:!aJ keter;mgalil

2.

-----+----------t.- --- -'------r------------+--·--

Seoin,. 31 Mo£i 2DM 3S7/Pid,Of Pile.:looi t, 379 <11 1ialHPI["

;1,4.415 - 14 .. 48 WIB 2004/,PN .11kbaf 378, KIJ ipm~ 372. KUHP

A.oc;t ~ :3 b~I~1 lPenjOS"aII. Mal1~ 4 tahrlJi"l P2fljill'alI. :~tK 4 ta'hurn p!Yf~aran.Jr1It: 2 tafllJ!1 perraar<ll

3. Sei'asa,l Juj;}i 2~ 12.,23 ~ 12.27 WIB

P: 62l1U 5/915: ,00 (5) UiU Sf!Y7

I

li!ncP: Max:. S tttll.!l1 pmjarn,. :Derda Iill3oc. 100 ji:Jta.5;Peojata Milx. 3< tahu~ dan c:Ienda, M1lX. Re. 60 Jl.ltIl

86

terepeng

~ S~I=. 8Jm':li 2004 I }41jPitVEI/ r Plooooi 13.35 - 13.45 w.le: ':l.004jPN

Jilkilar

53SIf>id.61 2004/P~~ Ja~!ml'

5_ ~ SC:l~ilfl, '7 Jiuni :olOO"l 113.2:2. - S . .2.S'INIB !

L 167 (1) KUH PIL 1 Ali';::!.. ,MOlX.9 IJtJ~~n r "",,,."A I

<!: 1 (n jo. 3,6 (4) pcnj~ra

U'U N,o_ 4/91. .!,i, Anc' PC1'lj<lrill ~1~)(. 2: tanun, den,c:ar"ax., Rp,_ 20jutaTtm~; 6 bulan p~:mj~,I'."!l

j--------+------------+----------------~.-

A nc: t Pidan.a pof!flj<lr'a. Tidla~. OIda:

max_ 10 tanuo dan ~ctcr.~ilg"'n

oeMa, max •. RP. 50.(1

j!.llia

IL Pidan" Penj"r~1

m aoc_ ... 'l'<)JhUlniifUlI'lt; lI. t~nun ,pcnjarOl,denda :Iol;p. 3· j'ut~ <!t<!l.I suosider 2: t:mlan Dl:l.lI'!.II\g,an.

497JP\id, 6.1 f>utu~n

2m)4/PNI {d.itundJa)

J3~b.~r

I. :rS (l }aU U' 2.2197[[. 85 II UU 22/97

-

6-

il:<libu, 9 ;!uni 2,004- 1.2A$ ,. 12_50 WII1l

Requisito:r-· 374 WfW puib:l~all

Rabu .• 9 juni 200<1 1.3.~OI - ~:U5 "Y"lIE!

_.

S7B.jPi(Ulj 1 Requisit-or .200"l/PN

J!akb.ar

L :P"s.62 :U UI '5/97 ]10_ P"S_71 LJ U '5;197

7.

Am;:;:Max. s: tal'lufl penj.ar~TI.mt:: 1. ttl ,6, btn penj:at<lPut~ 2 tahu n pemfiara

A fie: 5 lahul'!! ~nJ~I'.a d.m den>d!a RI)" 1 00 jUltaTunt: 2 bll,lJf11 penjara dan 'tlenCl<l Rp. 2 jt subssdcr 2 bin ~iI,J[1I,Jn9'(ln.

3. Senull, 14 ),u,nri .2,004 175/Pld.El/ P'uttus,an r, ps. :;I ,jio. Ps. 1~
,1 S.l2 - 15.13 WIB 200'l/I"N (d.i'tlJndal) UU 31{99 jO IJ;U
Jallb,,!!" 2012'0(n jc, 64
(1) jo. 55 (I} k.e-l
K!UIHIP n. Ps. Zjtl.
Ps.. HIUl'l 3,1/9'9'
je, 'I.H.J1 <::Q/2IJlJO 1
jo. -6';. (1) jO, SS
(1 ~·1 KlJIHIP
I
I
L
9. Sen,in.21 J1uni 2.0{)~, 1,9,; IPi,d_ll! PUIt.qJ~n r, 7S: (1) QI U'LI
134.45 - 13.48 WHl ZOO'l!PN 22J~7IL 8S 01 !Jill
l<likbQ~ 2U97 Ane;: 1. pid~D'la

PeJiljara ,s;eumur hldup llt.atJ pidla'n~ pen~ar.;l pa!i1r19 singkat 1. (S<'ilhl) ti.h'un dan p<l~i{jg lamll 20 (duO! pUnUlh) lahul) d:an orta;u tIl~oa, p~lili)g :set:Ii'kit iRp. SO j uta, (mma dan pa:lillQ ~nyak Rp. l mUyai!". U. penjarill ,mi;n,_ 4! tatlun IMax. 20 t:atmllDellda ,Mln ... Rp. 20[1 [) juta M~ •. ~P. 1

m ~Iy.ar' Tl!.lnt~ P',e1!Ij'.arar 5 tah un, dan dooda

Rp_ .5 juta mu 3: bl.llalil 'kururl\'Iall

Ane: r. Pidana, ~j<'!lfal 1ilib0lX. Hltahun dan d~ntla, max. ,RP.500 jutaU. pldana .PCIljllr'" n;,a!lC;_ 4 tOlh,unTl.lflt;, 1 tailllll penJOlII'."!l, 'dI~da R;p- 3; j'ut'" ataUl subslder 2bu:IO!rlt r.::u1f'un<]<lo. Put: 1. '~hUlO .• dAfrndial R1.P" 2 jluta ~b$f>tJ~ 1 bulan il:.urulngan

10. RaIilIJ,23 Juai 2004 13..28 • 13.35 WII!!

a:s6/Pi~Ull PIA.US<!1iI 2004J'PN

Jakb<lr

362 KUI-IP

Am:: $ 't:Jln,1.I1'I pen}lIil'"a't.anlt: ~-P\Jt: ') Ilul~fl penjarOi

Titlalo:: <I.d~ kcterang~n

Seti(lrltgl 5idaf1,£i eli ~l!.Ialig Ia'ill

Sed~ng sjdallQ on l'u.;iIfl~"JiI UOlliJil

li~ak ad", Io:il2k~~l'iiga[[l

VOL III, No .. lOt. Agustus 2004

87

-

Tjdalk ada ketet'aniQ'an

._--------'

PE:R.ADIILAN DAlAM !PANirAUAN

Hl0"

1.

. ~---+------------------~~,~--.----~---

2.

4.

-

S.

6 .

7.

8.

9.

----:

10.

11.

1,2:.

f----~----------~--------------_r---------------------------------·--

777 JPid. B/20041iPN Jilkbilr

Pem bacaan SU rat dakwaa,1l

requisitor

4Q6/Pid.I:V2004!PN .Iak.balr

f-----+---------------~ ..... ~~~-- ~ --------------

739IPid.Bf20(HII?N Ja,FcMr

[:ii"S/Pid!.IB/2:004/ PH ]lIkbar

Pledooi

1 72./Pid. B/2(1(l4/1PN Jalkb'<llr

490/Plid. 6/20 04/P'N Jakbar

7(HI/Pid .. 1B/20041PN J;;Ikib<l:r

PledloQi

]3. I 90:2/lPjd.Bl2.mH/P~ ,laJkb~r PemOOL<1'oi3in slIratdlakwaa;n {dT;b.mdla)

____ l...___I' ~ __ _.- 'l

14" 75 3fl?~dI.e/2:004IPN ] ~k:b;;lr reqllisitor .

IV. Hal Yang P·a,tu;t Dicermati.

• l'erubahan Ang9Qta, Majelis: Hak.im

-

Mernuru,t SEMA No. :ztahu:n 1961, sidaog dierlg!ad"l haknUl,"l meielis yang y,Ellig di!aJnjutkaJriI oleh hakim iah'!l; dapat dilaklJka:n deng..an syQJr.:lt :ketika hakl'm y,ang lain itu oorsldang, maka hams 'diba;Cd~an berita acara sidang yang sebelumlilya. Da~am HIlt maepun Buku 1IIMA tidaJk ditemubm ,ar1turail:1J ya,ng mengatur b=mt03ng masalliaih penggalntian ha:kim ketik<l per5~danglClln sed£mg berj21llan. I'ilamun Dacia Buku ]I MA,. Bag~n Kedua ten,ta:ng teklilis peradnia:n bab :I: tentang per.adilan ItJmu!m Sub oaJb A mengen:a:ii Peirdatal; halaman H11, disebutkan bahw.a, perg2lflIi.alrl Hakim .GIInggota: harus dirunjuk oleh Ket[Ja PN.. Bl.lku II tld'ak meogcrtur baga:im,ma tata Galianya.

Padi;lJ P"eir5idang,2I1ril cle:ngan N:omorRegistfaiSii Perkara: 490/lPiid. B12004/PN Jakbar pada hari Selasa:, 15 JUl'li 2004, pk .. 13.35-13.58 WIB te;rjiadi peoggantian I<;,omposisi hakim jn:k;a diibandingkan dengan sldang sebeJumnya, sebagaii berik.:ut;

88

,--------.-------- .. ----~-

S~las~, 1 S .~ ill ni 20<04, 13 35- 13L.5 8 WTB

1.

KlIli1:J is, 13 :Mei 2004, ~4.H ~ 1.4.14 W.iB

T:a ba p P·ersida n·ga n

Fern b uktian

I-- -----~--"--

2. 715JPjd,laGlOO4Il'1N .]~

t 405JPi ...•.•... ·d.6I2O(I4/PN ~

.. Pell'$id'a II1g:3i" deng31i11 ,3 ncaman 5 tahun alta III febi h t:ap~ tid3:k d.idam pingi oleh Pe:n,;;I,selil:i'!lt iluk.u:mI

5_ R;b.!,. '3 j~ni 20li.'14 13.20 - 13.35 w:lB

iDefam Pas:a~ 56 (1) KIUHAP diseitmtka'l'l biahwa d1i1lilam hal telrsangik!1l1 atau telfdal<w~ disang.k.<I atau did!akwa melalkukan tmdak pid.a na yang d'iancam dengan pf,dI.a lila m.at~ atau al1lcam:::m pidan!1l! Hma tahun atau ~ebjh ¥Oing t~dak di:d~mpingi ol:eh pe:nasehat hUlkum SiCl1ldilr:i, pejalxrl: yan9 be:rsilF1igkiufta,1'i pad:a setiap tingka:t pernertksasn di.aram proses peradHan wajib menuojuk penasehat hukum Inllgi mereka, Se~elah dI ~k.etahlJi be Iilw(lI teiF"d:a:kwa, tidak m,ernHik;i penasehat hi ukum sendi ru pUin hakim da lam pefk.ara-perkara tersebi.lt juiga tidak m,ena'wa rka,n urwtuk menunjukpenaseh~t hukurn bagi terdakwa •. Tet.ap~ h.a~ te.sebut jug:a tid.ak. dapalt sepen!J!hnY.(l1 kesa ~~h.a n ha!~dm kQ.r€:na pera,1:;uran tersebut diber~akukan untu~( seija p ting kat: pemertksaan Y~l<rl!g berartl j1u:giQ rnencaku ID taha,p penyidiilcaln dan penun~lJItank:erlda ~a :Iaiirl d~5elKlbka:n k.a rena seril1lg tida,k: tersedia r:1Jyal penssehat huk.u m y03 ng mal! memholntu~erd<llw;;jl deng'ln cemacuma, D~bdwah i ni ,a,dai'.ah dataterdakw.a, del'lgan ance man pidailila maitiatau a rica man p~dj;m'QI lima trahun at~lJI lebih yaf:J1g tidiak d:idamp~n9i olieh penasehat hukfJJm di Pengadi~a ifl iNeger,~ Jakarta S;ali"at:se~ama bulan ]unli 2004:

~

_I ,_, R,egi~ ~i'lIl

-------,-----------,,--------------,

f---"-- "~. ,~-----+------~.~.-- ---------.-,~- -

11. 497JPidl.MIl1.'!4JFN ~v~ Angel L 78 m~, IJU,lI22fJ7 Ao;::L. Pidam penj;ra mID:" 10 tl!Jhi!iJ"l ~ I

J~ OO::O,Oil'6l gr ]].35 a U~ :l2/W ~,rt'$:. R,R 500' jlltan .: ~

~ flEnj~ rI1I'EOC.<I t3OOnliurn:: 1 t:ihIJJ["l penj~ .Cb"Id.1 F!p. 3~<tt;lu subSioo- ;:: bul~ kl.i!1.!fi9'I!\,.

~ -----------_._---- -----

VI.i'i~llMi~~ P: 62W sm

~~ifl1l S: Ell) (5) UIL! 5197

4Z758l9~

AncP: ~ 5 ~ P9'1m, ~ m.:v..liOO jutlS: :Pffil.tara Max. 3 1Bh!JI datlde'dl ~.R,p... 60 Jvta

--------------------.~----------+------------------~-----------------------~

3. :53~.EV2004tW'N ~

Rani L T0tin9 als, 374 t::JJHp A1TIDr'I

1- ~ 17(J'~.2 ~2 ~p

~2_.su~i

als, BiYii3. T'CJI<IIl

als. Opang

ArrcMa:<;, 5~u[l ~'<J .. ;aTur.t: 21Jl61Jln perlijaraPUt: 2. thaun ~j<ltal

- _.1

,

Am:: 9~n 00'Ij<s<!ITllr'lt8 t'iI~ peFlij~aP!ut: "1 tahUtil ~i;;I"~ .

1.. Anrm:J R1m!i L Ps,62. Uti S/97jo., ~71

z He1d1i R. UU '5.197

~ungloo.:

~5..ilu \J)5Ugr

'------'------~~----- ~~ ... ,~ ~--~~-~---""--~-----------'

Anc 5t:tJLrI,~i;l M de"Icb RC. 100 jlll<iTlJlt: .2:~ p;:njaradEnderida Pop, 2.~ subsidf!r2 l:iln ~~

VOLm~ No. .1.I)~ Ag'ustu$ 2004

89

PERADILAN,D.A.IILAMPANTAilij:AN

JlirL-; P; 5 t3Murii Pff!il<fil ,d<n d3':ira Rp. lOOjuta

7.. ~~d.I~~1PN ~

178 (1) <lUI!.!! '22f97 Arret Pid<r1a P2f1j11li{ll~!.Onn.m(bl

U.S;!).l), U:~ '2lI9f OOW nw:;,R,P; SCII)j~~ Pid<:v!ai Pe"ljtQJ:~ <11 t£hJn'llJi'lt: 1 tnJri PEfIj~ darda IIp. 3 j~ ,;DJ subsid:r 2: iidi<rl ~ PVt: 1 t:iwro, dffii:fa R,p. .2juta~ 1 b!JI2CI kul'il.lflgi¥l

D,. lAK'ARTA PUiSAT

I" Dalta Pel"k.ara Yan.g:Oiiterilnal

a 7OOtpid.~PNI J~

7S (l)b UllJ 22fW A:rc PichE penjora I:TEOC.W ~ &n dcOOa, I11lll>: RP: SOO j.Ula

Pad,a, bulan Jun~ :Z004,ad~, S5 per:s:iidangalrl' yang dipa'liItau., AdOlplIJn perincJa,rlnya dida~ah s.eib<llgai beri~u1t:

.. 15 berkas ta hap Pembacaan Sural Dalkwa.a n

'" iI!. 7betrka:s:rn:hap PemtJ'n!lktian

ill m3berkas ta.M p PembaCZlIi;! r1I Tl:.Il"lItutan (R.equ~sitor)

• :[ I !be:likas tahap Pem bacaen Putusan

ll. Anallisa KetidakseS:IJ:!:a~an Persidang:an de:ngan Aukum .Aca ra*

'" Pada perkara no •. 816,6/ Plld. Bl2!OI!)4jPN JK1"PST a.n te'lidiakwa1"cnmka nas Ta uti k dli mona Ilak.i m tida k menaiwarkan ba ntuen bukum secera cuma-cu rna kepada terdakwa pada saat pernbacaan surat dOi!\;;W,aian. Memang:, saat menanya IKa napa kah didam pingiioleh pensehat hi uku m terdaxwa rnenqatakan akan rnenqhadap sendlri, NamUrI, berdasarkan Pasa.1 56 KUHAP, dalam hal terdakw(:l diia Ii1,ca m denqa n pida r:lal 5 ta hi un penja;ra eta u lebi hi, h:akim seba'g a i p eja,Mt yang be.rwenang waj i b, menu Irnju Ik: penasehat h uk.um bag! rnereka .. Sein ungg a, sepatutnyaTah bi!la hakim m,e'L1awarka n bantuen bu kurn cuma-cuma kepada terdakw"a.

Ha II .setupa terj;adli pada perka1ra-perkar,a ber~kl.Jt:

PERAD.JLAN DALA.IM PANTAUA.N

Perkalral No.~979fPid.B12004fPN' llKTPST a.n t·erdakwa Ahnlad SU1he~iJ'i; Perk:ara N:o.948/P~d.BI2i()n4,/PN lK1'PSla.n terdakwal Joklo H:eru Sa!nrt,oso; Peli'lcalt'al Nlo~ 917.lPid.8/20041PN lKTPSTa.n terdalk:wa Supliiyadi;

Perkara N,o. 1.009 lPk;I. Bl 2!004lPN l!Kl'PSl" a.,nl iterdakwa YIl:!Isu1i AI~; Perkara .no. 920 I :Pid~BI20041PN,lK1TPSTa~n terdakwa SUiviiron;

Perkara ne, 999'IP:id. B120041 PN .JIOl'ST a a, ntelidakwaAI,imuidin;

Pell'ka:1'3 No. U)1;OIP~d.'BJ.20041PN JKTP'ST iIi.n te1rdakwa Hendriik; P;er-karaNo. 104.3IPid.BI:2l004/PiN lkl'PSTa.n terdabiva Moh. Syaliru'l' Rahman; PerkairaNo. 10281Pid.5 /2004/ PN J K.TPST a~n teroakwa Ag us: Syalhimni,; Perkara !No.l055/Pid.!B/2!004/P,N JKl'PST al.n terdiakwa Wobga Sema Ro~an; Perkara No,.IOS7 f Pl~d. BI2004! FIN! ]Kl'PST a .. 1i'I tel:"da:kwa He:nd'm Suhalnidi; Perka:ra NiO. 9'l2/Piid.IB/20041P'N3KT!PSl" O3I.n terdakwa Maml3,IiI Suki;rmaln.

'!II Pada perkara 11'0., 8851 Pid..SI20041 P.N l KTPST a .. nOOll'dakwa .Daga,rilIQ falrdialm;;yah dar:!i perkarano\og491Pid •. B/2004/PN JKT.PST a.lliI· tetdamal R1I!Iue:nl Haposan So:u'ag,ih, dirnana Hak~m tidak m:e:rlg~ngatka n terdakwa untu k memperhatlka napa yang terjadi selama pers:1dangaln. Berd·asark;a!'li k:etentua n Pasal 155 (1) KlIHA!P~, s€teJ!ah ha kum mena n:yaka n .~dentjtas terda k.wa, ha ki m harus mengi rilgat'k:a n terda kwa u niwk: mempernsttkanseqala hal yangl terjlCldi S€1!a,ma pet'sid:a ngan .. U nituk ffi:e:m.peringatka n terda kwa in i te~ah seca ra teglClls dise!bljtkan menjad~l:ugas hakrm kewa sidaGiiQl. Perrnga.tan untuk meperh:2l!tiki!l.1T1I seqala hal yang terJadi dl muka persTdangaI1l ini JP\sd!al dasarn:ya dimaksudkan untuk k~pentingan telrdakwa di satu p'lha k dan keilla nceran persidanga n di pihak ~a~n.. Jlka rerdakwt3 tidal. memperhartikcllr!l segalaMi yang tewj:acil eli per.srdangan, tentlullya ha~ ini ekan merugik';an dirili1ya s;endlijr~t hail mana ia t!ldak d;;lIP;;lft melakukan pembel.ala~. dengan se:baik-barknya ]uka ada suetu keterarilgan dalam persidangl~lin Yi:log dian.ggapnya kura t1I:gl bena r. Df ~a i r:J p~ha k, ha~ i nla kan menggangu kelan:ca ran Siidang, karenabakim i':!etuCii s:idang herus men,glulalTllgi segalia ketera ngan dela m mang sidanglkepada terdak\¥a agar la benar-banar me·nlg:eribl.

"aha p Peiilillb_u!kt;a n

.. Pa:da perkara no. 88S I Pid .• 8120041 P'N l KTPST 3 ... nte:rdakwa ·Dagang: faJ!I'di:ansyah, dli rna niSI 1121 kim tldak. rnemenksa ape kah sudan t~dak ada sa ksisalksi ya ng alka Ii1I membenkan ketera r:l:glannya ya ng rnaslh di rua 1i1g1 s~dang dan tidak mempers~~ahkarll saks:l ya ng rnaslh ada d i ruang sidang: untuk keluar. Menurut Pasal159 ayat (1) K~JHAP, sa ksi seherusnva memberika r1I l<ieterBlngan di rnuka peng:adilan secara bebas menu rut apa yang~cl k€tahu~ clan al'ami, sehingga sef'larusnya fa tidak mendenqar .apa yang d ~katakan olen saksl lainnya. Halkim pun djwajib~alTl mem:egaha.gar para seksl sai:ing bertn.!Ibung.alnsebelum rnemberl k.eterangan, dli ,uang sidall'lgagar para saksi t~da Ik saling mempsngallL,Jhi setu sa rna 'ilali n. ![)enga n ketentua n [ni diharapkan saksi dapat meng ultaraka IiiI iak,ta ya:lIiIg: sebenamva tanpa penqaru hi dan tekanan d(llrli pi ha k mana pliJ n .

. Hal seru pal terjad:i pada per&::ara~peJk(m'l berakut:

VOL IIl~ No·. 1: 0, Agus.tus .20'0'4

91

P'ERA.DILAN DALAM P'AINT.AUAN

Perkara INo.SSGl Pid..BI20041 PN J I('1'1pST 3.n. terdakwa Ta.ufik.a.Ei3is Tautiik; !Peti'ko;Ui'a th).979/ Piidl. BI2004/ PNlJ KT;PST a.:nteli,d,a kwa! AhRla:d St!! h:eiri; Perkara No.9S41:pid.'8/20MlIPiN, JIK.l'PSTa.11I tema:kw'a,Joko Heru 5antoOso; Pelikara NO. '9'17/ PEdl.BI2!004/PN l:rcrPST a.n teroa,kw'a1 Suplii:yadil;

Perkara No.l009i IPld.BI2004l'P.N JIiI<TPST a:.liliterd:akwa Yus!Uf.Ali.~

Pertara No •. ]L010 I Pid.B/.201!l41 PH lKiliPSTa.n terdakwa Hendrik;

P,erkilraNo. 1043/Piid.B/2i()041PN lKlWSTa.n tercJlakwaMoh. ,Syaifui~ Rahlil1an ; Perkatral No. 102SIPid.,BI2004fPlN J'f<n:ISTiMl teKilakw'aAglll:1!S Syal1lt'(iIl111~ Peritara No.1:05S/Pkf.Bj2004/PN lKTPST a'.IiiI' tema:kWial Wobg!a Sema Rolan; Pe~karnNQ" 1028jPkUJ./2'oo'41PNI JIiCrPSir' a,,11lI terdakwa Anmud;1111.

,III~, ifabe1' Ketida:ksesuaian Persi,danglarli '£)elTIlgan Hukiullil A.cara

2 ...

IPembacaanl S!!,Jrat D0maaill.

HakU~'in Ma:k. mel'1lawarkdf'l kepada teroak'wa uli1ruk didlQ:l'Ilpi.li1g1i, pefla:;ehat Imukuml seeara ,tlMa· ama.

3.

No. RegiS:"ocer

Perkara: 97'9jPud .. B/2004/PN JKTIPST Nama Terd'a'kwai:A hrnad Suihefri,

Rao!J 16, JUirTli .20>!H H.OO-14.0SVtlIS

I No. Reg~swr R_ab~ 16 lunl 2(HH

I PeI"k~r~~8€>6IPidU612(104fF'M 1353- 14.!!lO Wl6

JKTiPs,r Nama Teftd'~KW,<IJ:~iuti k

r>\Io. Register it-er&;;aJl'.a:948 Rabu 11S,)l,J1ni 20Q<;

Ipijd.BI2004/PM JKfPST Nama 14.22· ;Jl':iL30'I.IIiIS

r~~:J!Oko Heru ~li1tooo;

92

4.

s.

----.---

6.

7.

8, ..

I ;No. R.egi5l:er IKdmis ]7 Jultii 20M

I IPerk<l:r<lJ:917JlPid.Bj200<l!lP1N 14A5~ HS2.00iB.

JKfPST Nama. Tetd~kwal~SllpitiyO!ldi

NO:. P!~ilster P€iFkara,: 1009' H.abu 2.3 JUl'li 2!(MH

lPid .• B/.200<lII?N J KTIPST Na:rnai 14.1[5- 14 • .23WIB

TerdakJ.\ra:Yus.uf AU

No,. Reg!i~ster ~karal:9:20 .1 Kamn,is 16 Jenl .2004

Pi!!. Bj2'OOl4j1PI)!J JKTPST .1. Iil 14.00 - 141.13 VII'IEI..

Namca Terd;;iI<:w<.'I:SilvlrQIlJ

No. P.i.egusltet Kamis24 JUl"li 20IH

~erkaral:999/P.id.Bf.2'O~HIPN 14.36 ~ 141.50 VIllE>

lK'fPST N~miJl

Terdakwa:Alimudin

NOI. Register Pe-rk.'ara:: 1010 ,Raibu: 23 J lmi 2004

IPill:i ... B/200'l/PN ]K]"P,5T f!lJarna 14.00 - 14 ... 12. WIB.

Ter.carrv,.a:Hel'1ld'rH!

PE:RADIlAN DALAM PAN:TAUAN

9.

Hakim tidal< mem,eril~ ~Pdk<lh sudlath tid'.m ida :saksisaiksi Ya'ng;;lio';;ll"l memberikan keter{lng'.!lJl'lnya yangi ma5l1h dl ruang Sldang' d~n tid'<l'k memper$ila!hkQn Xlksii yang lil'l'asi'h ada dJ ruang s[d<;l1l9 iUli'ltlJl< k.e11.J~l"

NOI. R,eg~ster Serlin 2.8 J unl 2.004

Per~rl;l:l<l43J1Pid.B/20{l4"PN 1.4.08 - 14.15 'W1B

JKfPST ,<1.1'1 Namal

lerdafo:wa: MDn .. $yaH'!.!'1 Rahman

Sm'1in 2:8 JUri! 2004 14.16 - 14.30 M6

u.

---

Rabu 3,0 Juni 2004 I 14 .. 05 - 14.28 VIllE!

10.

1---+---------:-

12.

---f-------"

13.

NQ. R~nsmr

p.erl!:ara: 1.OlS/Pid .,13j2004[pN JKTPST a.n Nama TerdakJNa':Agus Syahroni

No,. Register

Perkara!~ lOss/pro. BI.2:0(HJPN JKTPs;f an Nama, TerdakWa:lJilb.bga sem~ Rol.il!O

MO. Register

Perkaira: Hl'571Picf .1B/2004f!PN JKTPST a.n N<ima Terda~:Hendlr3 Suhandi

H11I~rn tidal\; memper:ituQOltr..an k.epad1l terda!k.wa, untuk mem p~Fha,tib(l jal'al1lntya peirsidlangal'l.

,15.

--

1.6. Pembukt;ial1l

No. I<e.g'ister

Pui't<lra: 9'22/Pid ... B/2{1()4/PN JKTPSl a\.~ Nama Thrclakwa; ~11lmal'l Suk.i,rman

N:O. ~ lster

Pei'ikam: a:sS/Pid .6/2004[pN JlKTPST <I.n INa,rna

Terdiai.kwal: Dag·a:rtg F'erdiansyall

NO'. Register P.erl«U<i:94i9/ Pid_,8j20041PN JKTPST Nam~ Ter,dama::Ruben l'Iaposan Saragih

R1lbUI 30 Juni 2004 14_30 - 14.38 WIB..

Ra'bu 3'0 Jl.lni 2004 14A5 ~ 14.55 '!NIB

Rabu 2. .JUlni 2~J04 14 .. 5.5 - 15.05 me

Sen~1i1 .ll4 Juni 20M 14.00 - 14,.2.'0 Wile

No. Regnster

Pelft.ara: SSS/Pid .B/2004/PN JKTPSlf a .. n Nama

Tero.a:kwa: DlOlg'OIn,g Fair,diansyah

1'7 ..

ROib:u 16 Juni 2:QM 13.5,3-' .14.00''WIIB

19.

NO'. :R.eg!ister Perkara:S66/Pidl_1BI2004/I'N JKJlPST an N:<lma. Terdak'l'lOl:Tallfik alias Tallfik:

NQ, Register Perll;.acr',~:979fPi-d. EIf.2~J04lP'N ] KTPST <I. III Nami) Terda;:wa:AJllm;ad! Suheiirli

VOL JII,. NQ.UJ~ I!.gfJstus 2004

Rabu 2: ]uni 2004 14.55- 15.005 \VIB

R:abl,l 16 JI.li'ti 2004 14.00- ~'4.0B \IVlB

9.3

PERADIlANI 'DALA:M PANT AUAN

2.0 •.

No,. ft.e9!i:stE:r p'er'h:lr';;l :9'48 /Pid .6/2!){141PN J Kl"PST 'Ml, !Nlama 1ietdakwlI:.)okQ HeN SanlDso

R.Jb~ 16 JI,lnIi 20'O'i .li.4.2:il, - 14,301 W:l:6,

N,O .• Reg:ister Perk~r.a: 1009' /iprd. Bf2()04j1Pf:4 JKTPST <I. n

Nama len:lakwa:1'l;Isuf .A.li

~--~-----------+----------.---------.-----

NO •. Register' Perk::!Ira: W10 fP[d .. BI2:004}PN JKTPST 01.1'1

N:ama ier'd,alkw~,:,Hendrik .

. ~~+-~=-----_'-------------~------------------~~------------~

24 ..

N,O. Register

Peik.ara: lQ43/Pid. 612:004/PN JKTr'PS,T <l.n, Nama, "ierCial(w.'a;M;oI'i. SY<lJifu I R;;ih man,

~--+----- --+--------+----.- ----~+--- ---,--------

Senin, 28 JlJni 2004 14.16 - 14...30. WUll

21.

.22 ..

:23..

2.5.

fl4Q.Regi~r P@rtara::917/Pid .B/2~){1'4IPN J'KT:PST a.n l'IIa~ma T¢rdakw.a: 5t1priyadi

.No. l!l.egiste1"

p'erkaral: l026lPidi.B!2004/PN JKTPST G. n [\lam a Tei"dlakw.a,:A9Ius Syahmni

Mo. Register

perkara: l05S/Pid .1B/2004/PN JKTPSI a.11I Nama Terd!1!IKWil,:WObgO! Sema Rod;;ln

~m is, 16Ju:ni2;0ij4 l~A5-14.52 WIS

R;'!bu 23 Jil,ltli 2'(104 14.15- 14.23 WrB

~btl 23 JunE 2004 14.0'0 • l4.12 WIS.

Sentrl 28 JUI[li 2004 1.4.018 • :L4.1S Me;

27.

No. Register :P~rfajr<l:999/lf>id. 612:004IPili llI(LPST a, n Nama T~rdak."ira:Alim udlil1

____ -L -- __ ~~---- __

,1ta,Du 30 ] uni 2004, I 14,05 & 14,,28 Wl6,

i IKam ns· 1 J".lIi 2004

: .14.:55: - 1:5.:1,8 INUl,

--_._-

~-----------~~-~--~.--------------------------------~

784fPid. B{.20041PNI J [(fPST.

J. f>OS-02.lJKT.PS/02}20(l4

'I, 957!Pid.612004fPN JKTP5T

i _I

s, 92 3!Pld" 612 (i'CH1P'M )KTPST

6. 02/Pid.H'AM/Ad: •. HiOC/2003/PN. JKTPST

17..' 962:./Pid. B/2fl 01liPN J tIT PST

94

PERAOU.AN DALltM PAiNTAUAN

8" ~r

-

963/Pi;d _ B[2004/PN j KTPST

-,

5B4/Pid.,~1200'lIPN JKTPSr

HI.

917!Pid. BjZ004!PN l !KTIPST

ri ..

979/Pi:d.Bf2004WN JKT'PST

12.

HW9/Pid .B12 004fPN Jt::TP'ST

Ps, 78 {l} sub b L1U 1:10.22/1997

~mair: Ps:... 7'8 (1) :sub .~ U IJ No. 22:j1997S!JII:i&idauw: Ps. 35 sub a Utl Nlo. 22/1997

P{ini'la~~::!P:s. 78 {l) sub b lilIlU MoO. 22/l997;:Subslidair:.P.s. 85 WJ No. 22/1997

Ps. 82 el) seba uu NO_ 22/1997

Ps- 8:2 (1) sub ~ u U NO-22/l997

~L I

i----i---------------t--------------------"---l

r 13.

92Q.lPidi,{l12 Q Q~fP N JI~T PST

v. Persidangan iOengan Ancaman rlHluk:l!Ima;n Lebih Dar:i .5 Tahun Yang T~dak Di:dalmpingi Penasehat ifiuk,um

I ~N~. L~~~-i,~---rn-::!iil"-"-p-e-r-k.iI-r-,jJ_+-~N-a-"m-, il_I_-+ Da_'" _k_,wa_"_",_lrI_' __ I-- __ A_"_ca_"m_" _"I<I_n_p_id_';a_n"a_, __ -----l

SGG./Pid._B/200 .. /PiN ]K-':PST

1"<Iulfik. alias liaunk

1,_

PCfl)<lr.J. maksim,al :r.O~a!h;tilm dla!fl d!eJ1da m<l~5imalR;p SOO jiut;":!

--"-------+-------+--------+------------!

2.

979/Pid.912:QI)4IPN JKrPST

P.r~m,air:.PenjOlm m~r.:sirnal 10 tEitmn dian dend~ maksim;;ll. Rp. scm jlJta.SlJooid<iir: Adana [I61jan;! maksurnI;Q! 4 WillUrl.

3.

J1oko E~O'U Sanoo50

19<4a:!Pid.W2004!~ - JK"liPST

I----+-~"---- .

917/Pid.,E/20M/PlN JKlIPST

rrimc<t:lr:Penjat,'l, rI'iIa~simaa 10 tahun dan dendamO!k5~mOiIRp 500 j~taSubsid<lur: P~nj.af<l m<lksi'm~ 4 f,ahulil"

5.

920!Ptd,6/.20(l~/PN ]KliP5T

Penjara mt.lksimOliI 20 ~ht.:JfI dOlt! dienfda ,ntlo)k;simall :milyar

6 ..

. W09/P~d. B/2a04!./PN JKirPS·T

7,.

lOlOjPJ(j.ISJ2004/!PN JlKTIPST

Alim~dln

999JlPld_BJ2.004j1PN Ji!K1"PS1"

:Ps. 78: (f) ~lb <I UU Penj:Ollroa I'nJaks.iima~ io tahUin

No. 22/1997 dan dend!QJ milik.simal Rp SOQ lult~

P'CfIjara m"ksim~1 20 Ultlu~ ,dan demdla I;naksima~ RIP. I ffi'lilyair

SIHfl?~'dI. B,f2:004ilPN JiKTPST

~T3t,:lng I Cnandr<l.

.. _---'----_.-----..__------'---------- __ -""--------------

9.

Ps,. 351 {3} KUHP Penjara maksuma1 7 tahlun

95

PE:RAOILAN DALA.M PANTAUA,N

1:,"'5.52-, UlU NlQ'_ PenJ:a'ral MlilCsim,al Stah'url dan

9/199'2.. d'en.da Rp :2 5 J!,It.;!

DiI-; e:-n-i;l--~.~-, ----!Ii-"-'r-Im-· ~-i;·;-P-S-8-. 2--{1-)-'~-UJ-b-+-p-r:i-m air: PClljarO! m<!fo:.:sim ill .2 n

Suh.!Ildi a IUU No.. tallun. CII<!.11 den!ila!ill):1

:2 2/1997 SI,! b,srdl<li:r:: Ps. M ilyalf..$ u bs:id,er: p'e'nj.na

7'8 O} ~ulb· b UU Nti. m a!o;sim 0111 HI t<ii'lundiand'e~dI~1

,22l1997 'RD' .5 00 liut~.

t-----------------+---------_,-----~~

1 OISSJPic .6120'M/PN J!OPST

WOQ'i!a Sema R,!i)lan

10_

t i r,

1 (15'1 JP:jd .~ij,12'0'Oi/P N .)!(TrSi

1):.

Mama'" sukirman

Prinrnair.::P.~ $.~ (l) sull ~I Ull No.

2.2119 97SlIbsidailr: p~ 71\i. (1) SuD tI tUU .No. 22119'9'7

9221Pid .:8/2004/P N JKTPST

I' rim.;II,r: M·a k;s,lm III :2 [} th peflja~a •. d enda Rp 1 MTIY<I,.SuIOSide:-: Pen]<l r<l

m <I~sim <'lIi 1 (1 ~Iil. (:J.en,(ja RIl' :SO (I

jli.ltll, -

E~ JAJKARTA SEbAIAN

L D'attal Perkall"a Yang DiipalMau

PadQi periede ini teltlln d'ipantalu 16 persida'nga'rb pjdanal~ denga,i:"l kllasifikasi sebagai berl!kut :

1., 7 herbs pemantaJua,n dengen klas~f~~ pe!langg<l,an Ull 'TIp:jlkor

"9 be.kas pemantauan denganldasifikasi pelanggaralil lIU pemberantasan tindak, pklana terortsme

Dfflgan moapa Ilpersrdangal1 sebagai berdlcut:

.1 1 berka'S pemallltauan padatahap pemoacaan sorat diakwaal'1

.' 1 bef'l<.3s pemantauan pada tahap e&.:sepsi

~ ,2; berkas pemantauan pad!,] tahap I:anggapall1 JPU etaseksepsl

• :1 berkas pernanteuan pada tahap putusanSt'!la

,. 2 berlcas pemant;liuan pada tahap pembulctian

1 berkas pemai1t~M)n padatahap tuntutan 5 berbs, lpemalnltauan pa,dl,a taMP pledOOi

• 1 berkas pemantauen pada tahap pled!xlj dan repiii< 2, berkas pemaliiitauan pa:da tahap putuiSan

:no P'er$id' a ng~n Dengan lum,lah Ki.ehadiran Ma,~elli;s, Haldm. Tidak Lenglcap

No. Reg. P,errkar,iI

Tahapan P,asal Dakwaan

Alarsa n Ketiliblk H~dir.llfi Hakim

Waktu

2(i:4/Pid.6/ 2MIP.N JialGe!

Pledov P: p$.,. 1.5 ~O'- iPs- 6- Pe-pou: No. 1j,2002. jCl. UU No- lS/UJO'3 S: Ps. 15 jo. 1>$. ? P'a'pu No. 1/2.oQ2 jo" UU No. 15/2003 l.5, PS. 13 c Perpl.l 1/2l)02 [o. UI) 1512003

.Alto;: P; Pi'danll mati, atID pidamlJ ~a ~ .. setlmllr I:li~up alaI:! pidana' pal~:ilra Min. 4 tai1tm1 Max, 20 ~I.i~

S: Penjarn Mil>::. 5aJmur hidllP

is: Min.:3 tahun". Ma1>;:, 15 tahilfl pernjaraTlIDt: 5 t<lhUr1I pctlj<.:l'i.'J

Tilil~k ade! ;~a[l~r11

Se]'asa.. l )uni 20M 15.i1"ID- 16.00'lNIB

96

PERADn.ANI DA.;lAMI PANTAtlAN

nd,~k.3da ~~t{lraltg.~[1

L ~: ps. 1,4 jO. p<s, Anc:I.P:: ;:>idian~1 m,a~,

7' Per~u Y';:QQ:;: jQ.. ~t~1[I j;li(ltillJa p~n]~r:!l

UIU NO. l5 tl;LL)003 sellin:! U1r lili'l:lUIP'_

S·; IlS. ]:5 jo, ,,~, 7 $: P~j<lr~M;ID;:_

IPetml 1./2:0;012 1(1, 5elJliU ulr hlidu;p'

U'IJ N'o. 1 5.120 03U" n ,M:in. 3 t&ihIUln, M!~~,

P~. lJ <I <:Ian c 15,t<llh~[j :Denj~r<l

P"-e~p!;i l/20Cl2 ~o. '·!"Ilmt: 1S tallt!n

1 , U U1SnOOJ penlQf(l

L_.-2 ~ _L~----~----------~--------------L-----------~

2.

SMif\, 7 )unil 2:01)414.00 " 15"00 WIS

2051r!'1('I.J;,J lOC<4/Ii'N j<li~ool:

I, .~ I). N Q'R, e 9:iSU.3_. $_1 _p_._~._,rlk_a_r_i:l_'1 _~. Ta: ~ ap.a n P e ~sid a' iii g an,

..'; _f-----2-6-'7-'-F'-lcl-, "._:B_I'l._'O_O_4_I_P_N_' _Ja_lk_5_e_.~ 1 __ p_l_edl_. ,O_i ._

2. 244lPid,~12:004fPi'll )a!kse~ r--- ll:.eoquis.itQ,r

l Pemtw :~tia Iti

UI:. Tabe~ Persida:ngan Tanp..a Kesal!ahalil IFo:rmii~

4.

-----~----------------~------------~r_--------------------------~

3.

tEks;epsl

I PtedO'Qi dan IRepm::

~---+------------------------------~~-~--.-------

I

s.

f'utusan

6.

H-

~---+-----------------~

7.

8"

HI.

:2 2: l/Pid,BIZ 0 04/ p ~ ,} .. kse I

I----+--------------------------------i-----------------------------

I Pl:e(!ooi

------------------1

_j fOeti'!:b ~ ~t~1:! rm

1--1-3-_ +----S-]-9-j-P-icl- .. -S-'-2.-0-0-4-JP-N-.· -J-a-k;-se-.I--- '~--~---i'ang9:~IP<llnl JPU atas ~;;epSii

" tewol<lll\:w alP H ny-a

IV. Hall Yalngl P·;l'Itlllt DicermUi

., P·erubab~n .&!!:!!19,~Mruel ~~ !hi 3k~RiI

lMenUlfu1i: SEMA NO. 2 tah un 196 :t,sid~mg dengarJ, h~k:im majelis yang dHanjutlk<;i11l oleh hakirn lain, dap,atdlilakuk,:an dengan sy,l3J,ait ketika hl3Jk~m yang lain itu bersidal1lg. mail;:.a harlJsd~ bacal<an !beil'1ita aea,a s:idang ya 1119 sebe:tumny.a. D.allam HII':. maupun Bul<u H Mil. tida:&::. ditemukan etu ~all1 yang menlgatllJr tefll1r.a:n:g masa:lah peng'ga ntian hal<im ketil<a ~elrsidangaln sedang berjiala n. Na mu n peda 61,;1 k.u n r:.1A~ Bag~a n Ked!J:3 tenta n9 te knis pel'adil.alil bab E 1tentaifll'9 peradllan umum Sub bab A menglend~ Pendlata, Ih<lJlamanl.Ql/ disebutk.alfl bai1wa perg<.'lntil;;lo Hakim a,11l990t,a barus ditlmjli k QJeh K~tu!OI PN .. BullcUi II tida.k r:rH~ngatu:r baga~ mana tata ca r,amY!3 ..

VOL lII~ No.. 1 o, Agustus 2004

97

P':ERAD'ILA:N D'A,LAM PANiTAUAN

Pada persidanqan denqan Nomor Registra,su Perkara: 244/Pid.B/1004/'PN Jaksel, yiilng dilakukan pada hari Senin, 31 Mei 2:0-04 piJkUI 11.20 - 12.50 WIB dan 732/Pid.'Bf2004IPN Jii;liksel, yang dila kukan pada ha ri Senln, 7 3uni 2004 puk!.l~ 13 ,00 -13.30 WIB terja,du penggantiarn komposisi hak~m j ika dibandl ng~ka,n dengansidaog seJb.ehJ m ova; sebag,ai berik,ut:

--

7,32}!Pid .S{2:0MIPN JOlJksc!

Waktlil

1.

244!Pid .B/i004jPN J<liksel

Pemibuktialil

Sel~sa, 4 Mei 2!00>4, 11,,00 • 12.00 WIS,

2.

Senln, 3;1 mei 20<l~, 11.20 - 12.50 WUI

Selllln, 31 Mei 2004, 14.30 = IS.OO WIB

Senin, 7 Ju ni 2004, 13,.O~H3,,301 W[6

I. Dalla Per-tara Yang Dip<lIntau.

Pada bulan Juni 2003; telah dipanta,u per,sida,ngan pidana, d'eogan rin,cia,n sebagai belikiJt ;

• 3 be:rikas padal tahap Pernbacaan Surat Dakwaan

• 7 berkas pada tahap Pembacaan Surat Dakwaal'l &P,embul<tian

• 3 berkas p6ida ta hap Pern b ukJti.a n .8 berkas peda tahap Penuntuta n

.. 7 berkas pada tahaJp Penunt!.:ltan di IlanjlUltkan deng.a n Putusan

.' 3 berkas pada tahap Pembetaan

• 6 berkas pada Ulh;;iP Putus:a n

II. AQaliisa. Ketida k Sesuaiain Plersidangan Denga n H ulklUnl A.cara:« Pad';)1 tahap' Pembaca.m S'UlrOilt D'akwaan

• Halkim 'tid:ak Imenawarkan ba,ntu,an hu'kUIm kepada Terdal!c:wayang anCaman

h uktunannY<l1 ilebi h dOl iiI 5 tahun.

Bal1ltuan Hu kum ,adal:ah jasa, hukum yang diberikaif) bai k olen Advokait rna upun P·embe·la 1lI m urn seca recuma-cuma yafl9 menjadi h.a,k seora ng te:n:fa kwa. Pe'rsa ma:and~ hadapan tJ ukum dan hal( i!.ii"l:tuk dibela advokart atau penasehat hu i<:um ada~ah hak asasij mam .. J!sia yang perlu djjam~n dalarn rangkial peneapatan keadH2I11 soslet, jug(ll set)aga~ sa~ah setu cera m,eog,entaskan m<'l:syarak:a,t ,dati: kemisktlila.n, k:nususnya; d'a lam bio;:llillg hukum. ~

Dalam PalsaJ 56 ayat ] KUH'AP disebutkan be hwa seore ngterda kwa yang didakw'a dengar:l ancarnan pid!ana. matiatsu ancaman pldana !ima betas tahun atau leblh atau bagi rnereka yang tid.8Ik: rnampu diancam den.ganl pidia,na Jima ta,l'lun atau lebih yang tidak mempul'lyaii pena:sihat hukurn sendm pejGlbat yang bersanqkutan pada semua t:ing:kait pemenksaan dalarn proses peradil<!m 'wajib menunjuk. pel'la:sihat hl.lkium bagi mereka, Ketentuan tersebut lebi;h bnjut dijelaskan datarn Buku n M:A di bag:ian ,Kedl.latentang iBklal'lg Tek:hnis Peradi:lan,. Dl1Ilam buku tersebut d itegaska n ba hwa meruoasan kewajiba:i'l .bag! pejaba1t untul< l'IiH~mJllju k.

~ \iViIiOlrta, IFirans Helldra. B:amuan :HJukum Su<'l:u Hlak Asasi M.alrlusia Bukllll BeJas Kasii1a:n. Jakarta:, PT Bex MJe.di'a, 2000" ,ha~. 71.

98

.PERAD'I LAN IDALAM PANlT.AUAN

penasi'hat hukum b1'llg[ te~rdlakwal yang df,anc.a m deng.an plda na mati atau ancaman puda ria iima t1lihuri ateu leb~ h, juga bag ~ mereka ya rig tidek ma m pu da 121m Pasa ~ 56 KU !HAP diwajibk.a n setiap penasehat h uku m y:a n9 d~bunjuk untu k. memberiikiiln ban:tua r1nyaseca ra cu m.al~cu rna. K..ctelltu:aln tersebut oers,ir<llt lmpe:rativE:, ]adi halrus. dipenlJl'1il, . .apabila tidak diperili .. dlli maka mempakan p~:nly~mlJl(l nganata u ke~i1I,alian dala m pener.a pain h L1kum acara pjdana seb<a.g3ima;na yang dima ksud dalam Pasa,1 240 ayat 1 KUHAP.

S:udah menjadi kewaljibaf':l ha !kIm u otuk menal!'lyakali1 kepada terda kwa i3pi3 ka~ ia: dlidam pi ng.! olen penasehalt h ukum ata u tida:k. Khiu:suS:lflyOi balgi tindcilk. piela na ya:ng diQ rilcam den>g(lJn hulb.!lmanpidla!'l<!1 rnatietau :a nca mcGIlfI pid<ll na lirna belas tahun atau le:b~ h atau ba9~ mereka ya ng t:idak: rna m pu yang d~.a nca m dj,EH"lga n pida rli1l1 lima tanun atau ~elbi h ya ng tidak mempunyai penasehat hu kumsendt ,ii, nakim waj ~b me:nunj!U f:;;. penasehat huku m blQigi mereka_ ~

'Wa;laupun pelflgatUlran bantuan hukurn da~i wakt:u ke waktu terus berkemb:;:mg dan $em.a!k~n disempu:rnalkal1,. namun tefllly,i\it~ padia! pra,k1!:eklnY<1l d i ilapang.a n, penye mpu rnaa n tersebut tidak: membawa peru Itlahalll ba nyalk blilgi perla k!Ui!ln tldak adil y~ng menimpa! ra kyat mjsltTn yang! kerap d~rugik.an hakasaslnya. Trdak .adapmsed'ur yang' jeras dailam pelaksali'l('l~nO'la da 1fI julga tid!ak sa nlk$i y<J!ng da,pat ditre,iikClIr! kep.aida me,eka' yang melarl.g.gi2ilf hail-H"lak da!ri seora,n:g tersarug:k:a/terda.k.wa untu k. mell'l,dap.atkal"! bantulan ItlU'kuffi,_ hal ini me:rlLlpakan sOIlah satu penyeba b terham batnr{211 per,aksanaan bantus n h IJl<u m .bagi m~:sya:riQ k-CIt 'lang tidak ma:mpu,.

Sei.~ing deoga I'll dIZl1!:u rl':!ya prQfe!$~ ad vokalt se baga i profe5~ ya rig j ILIga berperan data m penegak~n hukum di Indone'Siia;, da'iam Pasa,1 22 U ru:la rlg-Unda ng .AdvokaJt dije~a$&<;an bahwa Advokat yang m.enja I:anl(an bidang Jasa Ii ukum litigasi wajib memberi sa ntuan Huk:um secara cuma-euma kepada pencari leadi]:an atas pe:rminta,a:il Kepol~sian f\l,egali;;!: RelPub~i~, Inidones~at kejZl.ks:aa ~,. atau pengadula 0.. Na m un di slsi ~a ~n teru"!lYQU po~.a bantusn hukum diOila m LIlli mengena~ profeSi adlvokat in~ dipastika.n matSih ~(I,Jr';H"lg memadai karena beherana slasan ..

• Pe:rtam!al, pela:k$a;na.(:ulI be ntll·:;Iln hukll.un ya 09 me:lf'u:palkan ja rn ~rIian t€rhada!p Elq uail ity before 'the l,;;lw dan .access t.o legi<)llcouns-e,1 d!alCim rang:ka tercapainya due precess 9f I~ bagi masyalfa kat tiidla'k mampru,ttidCllk MnYCII melihatk:an advokat di dal.a,m ny.a melainkan juga aparat peneglak hukum yang ad'a di da r,am proses peiradiHain seperti hakim, po~ ~si! jaksa. Malsi:ng-mals.ing memiHk~ peran sendirH;~ndiri sesuai dengJan kapasitas dail'll Ibl:w~llaligan dalal'Ji r,angka pen~l(likan hakurn serta terdpt2lnya keadilan UAtUk. sernea orang Uusti!ce fiOlr on).

• .Kedua, me'r1g:ena i; k.eje~asan da,lam ha~ pendanaan l<egiatan. bantlUalii huku m pro-bcec yang dituj ukan untuk masyma1k;at y.atng tida,&;: mampu, sJapa yang ha rus mem biayai da n mel.;lIllJ:i m~k;Qln j,sme epa pem'buaYClI(lJn tersebet d~l.:l kukan,

Ii Ket~g,at ,perlu d ipil<irll:.a n tekl"llis penyeb.araln pel~(lIk$ana~n pem ber~an bantuan hu kum prn-beno .se,hingga da pat seca;r,a mereta dlm.a iilfa.(litki3l1l oleh yang mem Dutuhkannya.

.. ICeelinp,i!t. dil~ha1i: ·dar~ siisi pe!"lerima ba!iitlUa,n Iiluk!um pro-bono half!IJs diatlJl r seeara jelas 1']H=:ng:ena~ siapal sa1ja y:a1flg: berhak untulk mendepatkan ban1!:uan hui!::l!.Im pro-bone.

• Il<e~imi!!., m,engenai kewenangan penga.was:a.n te;rhad:ap p€:la ks.armanny.al di tapa nga n,

~ KeenalR'lI perlu pu~a dLaJtl;lr me'ngena,i san:ks~ bagi aparat pene:gak hukurn yan'91 me:i.a.ngg!1lir hal< aOgJg:olta masyarakat untl.lk mendalpat.kan ba,ntuan hukum gluna ke'Pent~ngan pemb¢!aan terhadap dirlnya.

~ Eildones1a, Undia1ng-urldang Tentang H,uli:iulirl Acarn Pkiana. UU No· StalMlIlii :11%1 LIN NO 7,6 lia~il,Jrn Jl9'81., ltN JIilJ(:l3201 .• ~asa~ 56 ayat {l).

VOL Ill, No. :1' 0, Agus.ttls 2()04

99

PERAililflAN DALAM PA,NTAUAN

Oala m persida iilgan ya ng! berhas!H d~lJl~mtalti di Penga:dHlan Neg:eriT ]aka rta Tim IiJIG t~lrd~pat 1 pBrka lid! yang terdakwanya tid,3k duoa mpiln:g~ penasiha.t hukum,ya~tu pada perkaea:

--~-'-~.. r-~'---

~A).. R.egi~siPelfkairn' 'iien:iakwa

--

62UU 5.197

1

538/tPid.B/,;;:OMjPN CSN

Pasa:1 y.a,mg didaJkw,lI:k<i.lll

2.

1 3 61)3jPidl.B/.2!Q04/PN COO M~ :;ani b 11,.'91)5 Et1.to~9l

1_ __ _ --'- ...L. _

'" Hiaki lin fida.k menanlyalk;a n 3pa.kah terdakw3 mengierti. ~s~sulI"at d3 kwaalnatau tid a k. ;M enurut Pasal 1 S5 KU HI,AP, he kim 'hi::! fI..H; rnena nya 1<;;1 n h a i tersebut kepeda terdakwa dan jila terdakwa tid:ak mengelrti, peouotu.t lH"l"IJ.Hl::! waljib memberii pel'ljelasan kepada telid.aIk:ilM'i1li dengan bahasa yang ffiudah dipaha m.i eleh terdalkwa. Hall ini ·dila!ku kan ag:ar terd!akwa memperhatika n ]<l,lannya persidianga nsehi ngg~a terdGl!kwa tidak ra'gurag1u lmtukm,engemuk;11IIkan hail yang penting b~,gi pernibela05l n cHri "'lao

Ha:r~n ~ tetjadi pada pe:irsida:l1Igan dJ€I1IQlan l,de!1ltiTt,as perkara:

1.. No pel"~Elra 502;/Pid.B!20041PNCBN

Terda kwal Iwa,n R.usli

2. No perk:ara SOlIP~d.Bf2004/PNC8N

Terdak.wa Anron SUjarw'Q

3. No. perkara 538/Pid. B/2004/PiNlCBN

Telfdakwa Pnrrmansy~h b .. YUS!Ufr

4. No, pe,kara 601/Pid.B/2004jPNCBN

Terda kWdl YiJlia ii'IIto b Sol/en

• 'lHJa kJmUdiak: ~e~a nya ka!1i1I lkepadatelidak.wit' itlpa kitlt. ia keberata Iii! at!)SSUlralt dalkw;;Iiaini 'II:·erse.but. PadahCiI hall ini perlltiliig bag u t€!rdaio;:wa supaya iadapat menyuapkan Io;ebemtrannya atas is;~ surat dlakwGlan . .A!kibart tidall< dijal!anka!'i pro.sedur ~nT, mak,a bakim telah tid:ak menghormaiti hak terdakwa tid(llk meml likli walo:tu m.enyiiapkt;! n eksepsi sebaga ~ bag:ia IfI dari pembe~Qlan.

Hal ~ ni 1terjadi pada persh:la I1g.(lJ1i! dengalfl ~del'llijtas perkera:

1 .. No perkara so 2:IP'id"Bf20041rmClB!N

lIerdakwa : hvan Rusli

Pada, 1iaha,p Pem bukfi:alH

~ H a ki.'ml t~dal k memer~ k:sai;;l,pa ka h sudah t:ida k a d a sa k:s i- sa ksi ya IiiI g aka IiiI membetrik.an kete~r',all1lgan Y31i11'gl iIiIl3sih di lI'!ulang! sidang dan HakiM tid·:a,k nilernpel"$Hahkan salksi-s3!ks~van.g la~n meninggallkitlli'.l ruan,g! siidamg'• Deng!11I:n halkim t~d.ak: memer~ksa d~n mempers~lahk,a n para saksi Lmru k meni ng:g.a ~ka n ,uang sidang ma.KzI h al'::irm te:1 a h 'tidak menjal ~nka nketeliltua n i?as·ail 159 KUHA.P, d i mana ha~.im narus mencega ha~;I";l1" para $Ciksi sa~.iln9 bBrhu bu ng.a.n flebeh.il m memberi ke1terang.an dl ru.ang sidang. Ha ~ ~n i d~tLljukaJn SUp.ay.a pa ra sa ksi tiaa k. salli ngr mempel"lga ru h i satu sema lair'll. Ha! i.niterjacn pada per.5idiangan dengan iidleotuta$ perk.ar.a;:

L t40.. P·erik:.a fa S{H1Pid. B!20041P NCB~

Te,d.aKwa : ,Ain:lon SUIj\alrwo

100 terep@ng

,PERADI,LA,N DALAM PANTAUAN

Z. No.P·erkara Ter:dakw:a

3. N:o. Perl{ara Terdlakwa

4. No. Perkara ierdakwa

: S3:8{Pid.B/2004/PNCBN : Pirma:nsyah b. YIJS1Urf

; S50!Pid.6{2004jPNCBN ; Mindar b. M~clroi

: 60' lIPi'd. 6/2004IPNCBN : Yulia nto b So,iBh

Pada Taha.p PutUs:3 n

• !Hakim tidlak. liDenanyakan apatah te:r'dakwa mleng:ertJ rsi atCiu tidak terhadlap isi plUtllIsa nI_ Del1'ga 11 tidal< ditanya Iota nnya, kepada terdakwa apalcah ia mengerti is,j putusan ha klm rna ka na kim telah tida k meng norman hal': ya ng dimHilci ,ole.h seoro;lll'lg' te'rd~h'Ja, karena hall ini berkaltan dengan .bQiga'imana munglkiiil. s:eorang terdakwa rnau mengajukM IUlpaya hukurn jika is:i putusan saja ta tida,k mengertL

Hal ,jni terjadi pada pe:rsid<mgan ,dengan jderr~itas perkara:

1.. No. Perlkil ra : 5 03/PTd. 13./20 04IPN CBN

Terdal(,w<ll :: Agus Saliirn

2. No. Perkara: S28IPid.B/2004/PN CBN' Te rda kwa : Winda rto Sf'

3. No. Peii'karQi.: 40B/Pld.6/2004/PN CBIN Terdai':.wal : Agam S

4. NQ. Perik:ara : S04!rid.iB/2004/PtIJ GBN

Terdakwa : HidQlyat

5. No. Perkara : 51UPf,cI.B/2004/PN CHi'll

Terdadk,wa : Aliiya,nsyah

6. !NO'. Perkara :' 5371Pici.Bj2(1041PN aSNi Tetdakwa ; Ari elil Bodi, Omen al Ableh

7. No. Pe,!<aia: 5011/PJid.BI2004/PN CSN Terda kwa ! Anton Siujarwo

- Idefltlitas p.e;rkara I. 'Wil~tu

50'2!,p~d .Bl2()04j91N! CBN P: Sel'lin, 31-0S-1H

62 S: 60(5) UU 5/9'7]wOlIll . 12.45 - .13:.15

RusH

1. Peifl'ltlattaail'l Sur~l; ·0011.:: ........ ".11

Ketid3{k~~i":i11 Dengallil

.... ·~u,k.um A~ra

i'laildm' llid8J1(; m elflanya~,n apakah mm:?lK,w3 mel1igeli'~ iSli surar dl~kwi31atn ~,1;(IWJ tidal(

~--~---------~-~----------------------t------------·------~-------·~----

teamls, 17-06-04 12."0 ~ 1:3.10

2.

5:1I1/Pi~. 6{2004/PN (]!l!NI363 (1) k~5 KUHPAl'ltxm SUij<'!lrwO

VOL 111~ No'. to. Agustu:s 20D4

101

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->