P. 1
Skripsi - Wagiman

Skripsi - Wagiman

4.0

|Views: 4,668|Likes:
Published by Indriyanto Sahja
IMPLIKASI MATA PELAJARAN FIQIH TEHADAP PRAKTEK SHALAT MURID MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH PANTIREJO KECAMATAN SUKODONO SRAGEN TAHUN PEL AJARAN 2009/2010
IMPLIKASI MATA PELAJARAN FIQIH TEHADAP PRAKTEK SHALAT MURID MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH PANTIREJO KECAMATAN SUKODONO SRAGEN TAHUN PEL AJARAN 2009/2010

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Indriyanto Sahja on Jun 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2015

pdf

text

original

Penelitian ini menggunakan teknik library research dan teknik field

research.

a. Library research.

Library research ( Penelitian kepustakaan ) adalah pengumpulan data

dengan mencari referensi teori dari berbagai letarur, khususnya yang

berkaitan dengan permasalahan yang di teliti. Dalam penelitian ini penulis

mengadakan kajian mendalam yang berkaitan dengan permasalahan.

Implikasi berarti akibat atau pengaruh baik yang di timbulkan dari suatu

peristiwa atau dalam hal ini adalam mata pelajaran fiqih terhadap praktik

shalat murid Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pantirejo.

Menurut Hasbi Assidiqi Shalat dalam arti bahasa berarti do‟a memohon

kebajikan dan pujian. Adapun menurut syara‟pengertian shalat adalah

beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang di mulai dengan takbir dan

di akiri dengan salam.

Sedangkan shalat khusuk menurut Husain adalah sungguh sungguh sepenuh

hati. Menurut Hembing Wijaya kusuma adalah shalat yang di lakukan

dengan penuh konsentrasi, iklash, pasrah dan tawadhu‟

b. Field research.

Teknik pengumpulan data bersifat Cross-Sectional ( silang ) yang menurut

Arikunto merupakan kompromi dengan one-shot method ( menembak satu

15

kali terhadap satu kasus ) yang di teliti11

. Bodgan dan champion,

menyebutnya sebagai kesatuan social yang lebih luas walaupun hubungan

antara sosial tersebut dengan populasi tidak dapat ditaksir12

. Sebagai

perbandingan di kemukakan penelitian serupa terdahulu yang dapat di

peroleh penulis sebagai berikut :

Satu, Peneliti oleh Ririn lestari (2004) dengan judul “Analisis tes hasil

belajar mata pelajaran fiqih kelas IV MIM. Nogosari, Boyolali tahun 2003”

tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas butir, tingkat

reliabilitas, tes kesukaran dan daya beda tes hasil belajar mata pelajaran

fiqih kelas IV. Dengan menggunakan metode kwantitatif mengambil

populasi kelas IV, teknik sampling total, pengumpulan data dengan metode

dokumentasi, dengan kesimpulan hasil penelitian adalah :

- Tingkat hasil belajar pelajaran fiqih menunjukkan validitas 0,414 (baik).

- Tingkat realibilitas pelajaran fiqih menunjukkan 0,4829 ( cukup ).

- Tingkat kesukaran item tes hasil belajar mayoritas 46,67 % ( cukup )

- Daya beda tes hasil belajar pelajaran fiqih di temukan 53,33% (cukup).

Dua, Penelitian Tri Faidah ( 2006 ) dengan judul “Perbedaan prestasi

belajar fiqih siswa yang di ajarkan menggunakan metode diskusi dengan

yang di ajarkan menggunakan metode Demonstrasi di MTsN Kalijambe,

Sragen tahun 2005 / 2006”. Di ketahui melalui penelitian itu bahwa :

Terdapat perbedaan yang sangat variatif di antara masing masing

penggunaan metode terhadap prestasi belajar siswa, tetapi kedua metode itu

masing masing menghasilkan prestasi yang lebih baik di bandingkan

dengan metode ceramah.

11

Ibid. hal. 35.

12

Ibid. hal. 55.

16

Tiga, Penelitian Nisi Amini ( 2007 ) dengan judul “Prestasi belajar mata

pelajaran fiqih menggunakan metode Koperatif dengan metode ceramah di

kelas IV MIN.Nogosari,Boyolali tahun 2006 / 2007” di ketahui dari

penelitian ini ternyata menggunakan metode koperatif dari pada metode

ceramah.

1) Interview ( wawancara ).

Interview adalah proses memperoleh keterangan atau data penelitian

dengan cara Tanya jawab dengan menggunakan alat interview guide (

panduan wawancara )13

. Dalam proses ini ada dua pihak yang

menempati kedudukan yang berbeda. Pihak yang satu berfungsi

sebagai pengajar informasi atau penanya ( interviewer ), pihak lainnya

berpungsi sebagai pemberi informasi ( informan suplyer ).

Dalam penelitian ini wawancara di lakukan dengan cara wawancara

mendalam ( indept interview ), untuk bertanya tentang implikasi mata

pelajaran fiqih terhadap praktik shalat murid MIM.Pantirejo.

2) Observasi ( pengamatan ).

Observasi adalah studi yang di sengaja dan systematis tentang

fenomena social dan gejala-gejala psikhis dengan jalan pengamatan

dan pencatatan . observasi ini dilakukan secara partisipasi aktif (

participant obserfation ),di mana observer ikut berpartisipasi dalam

kegiatan para subjek dan berstruktur dengan menggunakan panduan

yang telah di siapkan.

13

M. Nazir. 1988. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

17

3) Dokumentasi ( official documentation )

Dokumentasi adalah pengumpulan data yang ada di industry terkait

berupa arsip, peta, maupun data sekunder data yang relevan dengan

penelitian ini. Bila dibandingkan dengan metode yang lain teknik ini

lebih mudah, karena bila terjadi kekeliruan, maka summber data masih

belum berubah14
.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->