P. 1
Tugas Telaah Buku Teks

Tugas Telaah Buku Teks

|Views: 3,150|Likes:
Published by Dmasday

More info:

Published by: Dmasday on Jun 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

PEMBAHASAN TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA

RAMBU-RAMBU PEMBUATAN BUKU TEKS Berikut ini rambu-rambu penulisan buku teks yang ditetapkan oleh Pusat Perbukuan sejak tahun 2003, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. A. PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ancangan (Pendekatan) Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah Pendekatan Komunikatif. Dalam ancangan pembelajaran komunikatif, pembelajaran bahasa bertumpu pada pengembangan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa sebagai alat ungkap pesan/makna untuk berbagai tujuan berbahasa. Artinya, tujuan pembelajaran bahasa adalah keterampilan berbahasa siswa dalam hal membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Keterampilan itu merupakan wujud khas perilaku manusia yang bertumpu pada KEBERMAKNAAN. Implikasinya dalam pembelajaran bahasa adalah bahwa kebermaknaan merupakan persyaratan mendasar dalam pengembangan dan penyajian materi bahasa dan sastra Indonesia. 1. Ciri Pembelajaran Komunikatif a. Pembelajaran mengarahkan siswa untuk menguasai bahasa dalam konteks komunikasi. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia mengarah pada kegiatan komunikasi nyata dan penugasan yang bermakna serta penggunaan bahasa yang bermakna bagi siswa. b. Pembelajaran mencerminkan kebutuhan siswa, yakni keterampilan menggunakan bahasa secara bermakna, yang bersifat humanis, yakni menempatkan siswa pada posisi aktif. c. Pengembangan kompetensi komunikatif mencakup kemampuan siswa untuk menafsirkan bentukbentuk linguistik, baik bentuk yang eksplisit maupun implisit. 2. Prinsip Pengembangan Kemampuan Komunikasi dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia a. Prinsip Kebermaknaan: disesuaikan dengan kebutuhan siswa, bertumpu pada pemenuhan dorongan bagi siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasaan, perasaan, dan informasi kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis. b. Prinsip Keotentikan bahan dan materi pelatihan berbahasa: dipilih teks/wacana tulis/lisan yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk: mengembangkan kemahiran fungsi berbahasanya, menekankan fungsi komunikatif bahasa, memenuhi kebutuhan berbahasa siswa. Bahan berisi petunjuk/pelatihan/tugas yang memanfaatkan media cetak atau elektronik seoptimal mungkin; didasarkan atas hasil analisis kebutuhan berbahasa siswa; sedapat mungkin bersifat otentik; mengandung pemakaian unsur bahasa yang bersifat selektif dan fungsional; serta mendukung terbentuknya performansi komunikatif siswa yang andal. c. Prinsip Keterpaduan materi. d. Prinsip Keberfungsian dalam pemilihan metode dan teknik pembelajaran e. Prinsip Performansi Komunikatif, berupa kegiatan berbahasa, mengamati, berlatih, dan lain-lain. f. Prinsip Kebertautan (kontekstual) berkaitan dengan pemanfaatan media dan sumber belajar. g. Prinsip Penilaian yang menuntut sistem penilaian yang (a) mengukur kemahiran berbahasa secara menyeluruh dan terpadu, (b) mendorong siswa agar aktif berlatih berbahasa Indonesia secara tulis/lisan, baik produktif maupun reseptif, serta (c) mengarahkan kemampuan siswa dalam menghasilkan wacana lisan maupun tulisan. B. STANDAR BUKU PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Buku pelajaran menurut ahli adalah media pembelajaran yang dominan peranannya di kelas. Oleh karena itu, pelajaran harus dirancang dengan baik dan benar dengan memperhatikan standar-standar tertentu. Standar buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan berkenaan dengan bahasa dan sastra Indonesia; yang berkenaan dengan penulis, pengembangan naskah (yang mencakup isi atau materi, penyajian materi, bahasa dan keterbacaan, serta grafika) dan pemanfaatannya di sekolah; serta disusun berdasarkan consensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. 1. Aspek-Aspek Buku Pelajaran Yang Dinilai a. materi b. penyajian c. bahasa dan keterbacaan d. grafika Keempat aspek ini saling berkait satu sama lain. 1

1.1 Aspek Isi atau Materi Pelajaran • Aspek ini merupakan bahan pembelajaran yang disajikan di dalam buku pelajaran. • Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat, dan mutakhir dari segi penerbitan. • Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias. • Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi siswa. • Rujukan yang digunakan, dicantumkan sumbernya. • Ilustrasi harus sesuai dengan teks. • Peta, tabel, dan grafik harus sesuai dengan teks, harus akurat, dan sederhana. • Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum. • Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi, baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah, pengembangan proses, latihan dan praktik, tes keterampilan maupun pemahaman. 1.2 Aspek Penyajian Materi Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam buku pelajaran. Berkenaan dengan penyajian: • tujuan pembelajaran, • keteraturan urutan dalam penguraian, • kemenarikan minat dan perhatian siswa, • kemudahan dipahami, • keaktifan siswa, • hubungan bahan, serta • latihan dan soal. 1.3 Aspek Bahasa dan Keterbacaan Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan, seperti kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana. Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan, yakni: 1. Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi, ukuran huruf, dan lebar spasi) yang berkaitan dengan aspek grafika; 2. Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca, kepadatan ide bacaan, dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi; 3. Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat, panjang-pendek, frekuensi, bangun kalimat, dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan bahasa dan keterbacaan.

2

DATA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA Dalam kesempatan ini, kami akan mencoba menelaah salah satu dan buku teks berjilid dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang dipergunakan di kelas dua Sekolah Menengah Atas yakni, buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pertama-tama mari kita perhatikan data-data mengenai buku tersebut. Gambaran singkat mengenai telaah buku teks Identitas Buku yang Ditelaah Judul Buku : Bahasa dan Sastra Indonesia; untuk SMA kelas XI Penulis : (1) Dr. Dawud (2) Dr. Nurhadi (3) Dra. Yuni Pratiwi, M. Pd. (4) Drs. Abdul Rani, M. Pd. Penerbit : Erlangga Tahun Terbit : 2004 Jenjang Sekolah : SMA Program Studi : IPA/ IPS Kelas : XI Panjang, lebar, tebal buku : 17. 4 cm, 24. 9 cm, 1 cm. Buku tersebut diatas akan kami telaah dengan menggunakan pedoman Rambu-rambu pembuatan buku teks yaitu : A. PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA 1. Ciri Pembelajaran Komunikatif 2. Prinsip Pengembangan Kemampuan Komunikasi dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia B. STANDAR BUKU PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 1. 2. 3. 4. Aspek-Aspek Buku Pelajaran Yang Dinilai Aspek Isi atau Materi Pelajaran Aspek Penyajian Materi Aspek Bahasa dan Keterbacaan

Selanjutnya kami akan menelaah buku teks ini secara bab – perbab mulai dari bab 1 sampai dengan bab 12 disini kami selaku penyusun telaah buku teks ini sebelumnya minta maaf sebesar-besarnya apabila nanti di dalam telaah kami ada kekurangan yang tidak bisa kami antisipasi dan tidak sengaja kami perbuatkan dalam telaah buku teks kami ini, untuk itu mohon dimaklumi.

3

PEMBAHASAN TELAAH BUKU TEKS SESUAI DENGAN BAB BAB 1
A. Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
1. Kelengkapan materi: Tidak lengkap. Bab 1 tidak memuat standar kompetensi menyimak. 2. Keluasan materi: Tidak luas. - tidak ada contoh paragraf induktif (hlm. 13) - materi tentang ’kalimat luas’ tidak disertai dengan definisi (hlm. 9) 3. Kedalaman materi: Tidak dalam. Setiap materi pada Bab 1 hanya menyediakan satu contoh.

B. Keakuratan Materi
4. Keakuratan konsep dan definisi: Akurat. 5. Keakuratan prinsip: Akurat. 6. Keakuratan prosedur: Prosedur membingungkan. Bukti: Materinya tentang ’mengungkapkan perasaan dengan kalimat puitis’, tetapi perintahnya tentang ’kalimat langsung dan kalimat tak langsung’ (hlm. 8 ) 7. Keakuratan contoh: Ada contoh yang tidak akurat. Bukti: Materinya tentang ’mengungkapkan perasaan dengan kalimat puitis’, tetapi contohnya tentang ’kalimat langsung dan kalimat tak langsung’ (hlm. 8 ) 8. Keakuratan soal: Akurat

C. Materi Pendukung Pembelajaran
9. Penalaran: Sebagian besar materi pada Bab 1 bagus untuk memacu penalaran siswa. Namun, ada beberapa materi yang bisa membingungkan penalaran. Misalnya: a. Materinya tentang ’mengungkapkan perasaan dengan kalimat puitis’, tetapi contohnya tentang ’kalimat langsung dan kalimat tak langsung’ (hlm. 8 ) b. Soal langsung diberikan tanpa contoh pada materi tentang ’mengenali gagasan dalam paragraf induktif ’ (hlm. 13 ) 10. Pemecahan masalah: Soal-soal di Bab 1 dirasa dapat membuat siswa cukup kreatif dalam memecahkan masalah. Soalsoalnya beragam. Ada soal yang berupa pertanyaan tertutup (pilihan ganda [contohnya pada halaman 3]) dan pertanyaan terbuka (perintah untuk mengemukakan pendapat sendiri [contohnya pada halaman 7 bagian E]). 11. Keterkaitan: Contoh-contoh paragraf pada Bab 1 mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain, yaitu pengetahuan tentang musik, sejarah sosial, dan olahraga. Misalnya: - Sejarah plat nomor cantik di Indonesia (hlm. 16) - Profil pembalap wanita, Michele Mouton (hlm. 17) - Ulasan tentang tugas konduktor (hlm. 19) 12. Komunikasi: Contoh-contoh atau latihan pada Bab 1 mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 13. Penerapan: Hanya satu materi yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, yaitu materi tentang ’mengumpulkan informasi tentang suatu topik dari internet’ (hlm. 22). 14. Kemenarikan materi: Materi yang disajikan terasa kurang menarik karena: 1. Sedikit memuat foto; 2. Foto yang dimuat tidak berwarna; 4

3. Gambar yang disajikan kurang menarik; 4. Tidak banyak contoh paragraf tokoh terkenal di bidang musik, film, dan olahraga yang populer di kalangan siswa. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Bab 1 tidak memiliki dorongan untuk mencari informasi lebih jauh lewat aspek menyimak/ mendengarkan. 16. Materi pengayaan: Di dalam Bab 1, tidak ada materi pengayaan untuk meningkatkan kemampuan menyimak/ mendengarkan. II. Kelayakan Bahasa A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual: Sesuai. Konsep dapat diimajinasikan oleh siswa. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Sesuai. Contoh yang disediakan meliputi lingkungan lokal sampai global. Contoh yang meliputi lingkungan global adalah profil pembalap wanita yang berasal dari Prancis (hlm. 17). Contoh yang meliputi lingkungan lokal adalah cuplikan berita Iwan Falls di Jakarta (hlm. 10). Namun, jika yang dimaksud lingkungan lokal adalah kota tempat buku ini digunakan, maka buku ini dapat dikatakan tidak meliputi lingkungan lokal. Buku ini digunakan di SMA 1 Banjarmasin, tetapi contoh-contoh di dalam buku ini tidak ada yang membahas keadaan lingkungan Kota Banjarmasin. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan: Bahasa yang digunakan bersifat sederhana dan jelas. 20. Ketepatan kaidah bahasa: Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kaidah tata bahasa. C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab: Subbab-subbab dalam Bab 1 menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf: Kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraf memiliki hubungan logis. Paragraf- paragraf yang ada dalam satu pembahasan juga memiliki hubungan logis.

BAB 2
A. Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 1. Kelengkapan materi: Tidak lengkap. Tidak memuat standar kompetensi nomor 5, 7, 10, 11, 18, 20, 24, 32, 44, 47, 49, 50, 51, 52. 2. Keluasan materi: Tidak luas. - Materi tentang ”mengenali unsur-unsur surat” tidak disertai penjelasan yang jelas (hlm. 25). - Materi tentang ”memahami makna kata asing berdasarkan konteks” tidak disertai contoh (hlm. 36). 3. Kedalaman materi: Tidak dalam. Setiap materi pada Bab 2 hanya menyediakan satu contoh. B. Keakuratan Materi 1. Keakuratan konsep dan definisi: Akurat 2. Keakuratan prinsip: Akurat 3. Keakuratan prosedur: Prosedur membingungkan Pada materi ”merumuskan garis besar seluruh paragraf”, soal yang diberikan berupa pencarian gagasan dari tiap-tiap paragraf. 1. Keakuratan contoh: Akurat 2. Keakuratan soal: Ada soal yang tidak akurat. Pada materi ”merumuskan garis besar seluruh paragraf”, soal yang diberikan berupa pencarian gagasan dari tiap-tiap paragraf. 5

C. Materi Pendukung Pembelajaran 1. Penalaran: Sebagian besar materi pada Bab 2 bagus untuk memacu penalaran siswa. Namun, ada beberapa materi yang bisa membingungkan penalaran. Misalnya: - Soal langsung diberikan tanpa contoh pada materi tentang ”mengidentifikasi dan menuliskan gagasan yang belum dikemukakan sebagai kelanjutan teks”. - Soal langsung diberikan tanpa contoh pada materi “merumuskan garis besar seluruh paragraf”. 2. Pemecahan masalah: Soal-soal di Bab 2 dirasa dapat membuat siswa kreatif dalam memecahkan masalah. Soal-soalnya beragam. Ada soal yang berupa pertanyaan tertutup (pilihan ganda) dan pertanyaan terbuka (perintah untuk menyimpulkan sendiri). 1. Keterkaitan: Contoh-contoh paragraf pada Bab 2 mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain, yaitu pengetahuan tentang musik dan niaga. Misalnya: - Contoh surat perjanjian jual beli (hlm. 28) - Ulasan tentang kisah hidup Santana sang perintis musik rock Afro-Latin (hlm. 38) 2. Komunikasi: Contoh-contoh atau latihan pada Bab 2 mengomunikasikan gagasan secara lisan dan tertulis. 3. Penerapan: Ada beberapa materi yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, yaitu : 1. Menggunakan ejaan dan tanda baca. 2. Memahami makna kata asing berdasarkan konteks. 3. Memahami bahasa surat. 4. Kemenarikan materi: Materi yang disajikan dirasa kurang menarik karena: 1. Sedikit memuat foto; 2. Foto yang dimuat tidak berwarna; 3. Gambar yang disajikan kurang menarik; 4. ilustrasi terlalu sedikit. 5. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Materi ”Membaca teks rumpang” mendorong peserta didik untuk memperoleh informasi lebih lanjut melalui sumber-sumber informasi tulis lain, seperti: kamus, ensiklopedia,buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan yang mutakhir adalah internet. 6. Materi pengayaan: Di dalam Bab 2, tidak ada materi pengayaan untuk meningkatkan kemampuan menulis. KELAYAKAN BAHASA A. SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual Pada buku ini tidak ditemukan deskripsi yang rumit, semua dijelaskan dengan sederhana. Sesuai dengan intelektual peserta didik. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Sesuai. Contoh yang disediakan meliputi lingkungan lokal sampai global. B. KOMUNIKATIF Keterbacaan pesan Diskripsi yang disampaikan pada bab buku ini sudah cukup jelas, tidak menimbulkan makna ganda. Ketepatan kaidah bahasa Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kaidah tata bahasa. C. KERUNTUTAN DAN KETERPADUAN ALUR PIKIR Keruntutan dan keterpaduan antarbab Keruntutan pada bab buku ini sudah cukup baik dan cukup padu. Serta menunjukkan hubungan yang logis.

6

Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf Kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraf memiliki hubungan logis. Paragraf-paragraf yang ada dalam satu pembahasan memiliki hubungan logis.

BAB 3
A.KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN SK DAN KD 1. Kelengkapan materi : Sudah lengkap karna sudah memuat SK dan KD. 2. Keluasan materi : Tidak luas. karna tidak memperjelas konsep, definisi, dan prosedur. Dapat kita lihat pada halaman 47, Kegiatan ke-4 disana siswa disuruh mengukur kecepatan baca. Namun penjelasan akan kecepatan baca itu sendiri tidak ada. 3. Kedalaman materi : Tidak dalam. Materinya terbilang dangkal, karna siswa hanya diberikan materi yang sedikit contoh, sehingga sangat sulit untuk dikembangkan. Dapat kita lihat pada soal – soal yang ada pada bab buku ini yang terbilang tidak memotifasi siswa dalam mengembangkan teknik membaca cepat. B. KEAKURATAN MATERI 4. Keakuratan konsep dan definisi : Tidak akurat. Keakuratan konsep pada buku ini terbilang tidak akurat, karna tidak adanya penjelasan pada aspekaspeknya, dan kemungkinan akan adanya kesalah pahaman. Pada bab buku ini, tidak saya temukan tentang konsep dan difinisi membaca cepat. 5. Keakuratan prinsip : Tidak akurat. Pendiskripsian pada buku ini terbilang seadanya, karna tidak didukung dengan kehadiran teoriteori. Saya juga tidak menemukan teori- teori tentang membaca cepat pada bab buku ini. 6. Keakuratan prosedur : Prosudernya membingungkan. Pada buku ini terdapat prosedur yang salah. Pada Hal. 47 Kegiatan ke-4, siswa disuruh menghitung kecepatan bacanya tanpa memasukkan aspek pemahaman di dalam perintahnya, dikatakan siswa sudah dapat mengetahui kecepatan bacanya, padahal kegiatan berikutnya menyertakan aspek pemahaman itu sendiri. 7. Keakuratan contoh : Akurat. Contoh-contoh yang tertera pada buku ini sudah terbilang cukup baik. Dapat kita lihat pada Hal. 45 kegiatan ke-2 meningkatkan jangkauan penglihatan mata. 8. Keakuratan soal : Cukup baik. Soal-soal yang telah diberikan sudah cukup baik, namun hanya pada bagian yang dijelaskannya. C. 9. 10. MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN Penalaran (reasoning) : Kurang baik. Materi yang diberikan kurang memacu penalaran siswa, karena soal-soal yang disajikan sangat konstektual. Dapat kita lihat pada halaman 47 kegiatan ke-5 dan halaman 48 kegiatan ke-7 Pemecahan masalah (problem solving) : Tidak baik. Tidak terdapat materi soal yang dapat membuat siswa merancang model, memecahkan model, memeriksa hasil (mencari solusi yang layak), dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Karena semua jawaban telah diarahkan terlebih dahulu. Keterkaitan : Tidak dijelaskan. Dibuku ini tidak disampaikan apa keterkaitan membaca cepat, dan manfaat membaca cepat yang erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari atau kegiatan lain yang dijalani sehari-hari. Komunikasi (write and talk) : Cukup baik. Pada buku ini komunikasinya sudah cukup baik, karna banyak terdapat instrumen yang dapat diselesaikan dengan kegiatan berbicara dan menulis Penerapan (aplikasi) : Tidak dijelaskan. Pada buku ini tidak dijelaskan untuk apa penerapan membaca cepat dalam kehidupan sehari-hari. Kemenarikan materi : Tidak menarik. Pada buku ini uraian materi yang diberikan kurang begitu menarik, karna dapat kita lihat cara penyajiannya sangat sederhana. Dapat kita lihat pada halaman 45 kegiatan ke-2 materi yang diberikan kurang begitu menarik. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh : Sudah memacu siswa. Pada buku ini terdapat perintah untuk membuat siswa supaya bisa memahami materi yang lebih 7

11. 12. 13. 14.

15.

16.

jauh. Hal itu dapat kita lihat pada Hal. 48 kegiatan ke-7 Siswa disuruh untuk meningkatkan kecepatan baca secara mandiri. Materi pengayaan (enrichment) : Terdapat materi pengayaan. Didalam buku ini terdapat materi pengayaan yang dapat kita lihat pada salah satu perintah. Bacalah buku pelajaran misalnya Sains, IPS, atau novel untuk meningkatkan kecepatan baca!.

II. KELAYAKAN BAHASA A. SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual : Cukup baik. Pada Bab buku ini, tidak ditemukan diskripsi yang rumit, semua dijelaskan dengan sederhana. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional : Tidak sesuai. Ilustrasi pada bab buku ini hanya menggambarkan konsep-konsep lingkungan terdekat saja, tidak sampai kelingkungan global Padahal siswa sekarang sudah sangat mahir dalam teknologi sehingga berita-berita yang mereka cari sudah sampai kelingkungan global B. KOMUNIKATIF 19. Keterbacaan pesan : Jelas. Diskripsi yang disampaikan pada bab buku ini sudah cukup jelas, tidak menimbulkan makna ganda. Sehingga akan sangat mudah untuk dipahami oleh siswa. 20. Ketepatan kaidah bahasa : Sesuai dengan kaidah bahasa. Pada bab buku ini sudah tepat penerapan kaidah bahasanya. C. KERUNTUTAN DAN KETERPADUAN ALUR PIKIR 21. Keruntutan dan keterpaduan antar bab : Menunjukkan hubungan yang logis. Keruntutan pada bab buku ini sudah cukup baik dan cukup padu. 22. Keruntutan dan keterpaduan antar paragraf : Cukup baik. Keruntutan antar paragraf pada bab buku ini dinilai sudah cukup baik, serta mencerminkan hubungan logis.

BAB 4
A. Kesesuaian Materi Dengan Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar 1. Kelengkapan materi :Lengkap karena pada bab 4 telah memuat SK dan Kd 2. Keluasan materi : Luas. -Karena dalam Bab 4 sudah dilengkapi semua hal yang memuat kegiatan dalam berwawancara. 3. Kedalaman materi: Dalam. Setiap materi pada Bab 4 sudah diberi banyak contoh. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan definisi: Akurat. 5. Keakuratan prinsip: Akurat. 6. Keakuratan prosedur:Akurat. 7. Keakuratan contoh: Akurat 8. Keakuratan soal: Tidak akurat (hlm 59 soal tentang penggunaan kalimat efektif) C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran: Sebagian besar materi pada Bab 4 sudah bagus karena sudah dijelaskan secara lengkap tentang wawancara,penulisan wawancara serta menyimak kegiatan talk show di televisi. 10. Pemecahan masalah: Tugas-tugas Bab 4 dirasa dapat membuat siswa cukup kreatif dalam memahami tugas dan mengerjakanya.Tugas-tugasnya beragam seperti(Mempersiapkan daftar pertanyaan untuk wawancara hlm60,melakukan wawancara berpasangan hlm 61,melkukan wawancara sebenarnya hlm 62,menyusun rangkuman wawancara hlm 64. 11. Keterkaitan: Contoh-contoh paragraf pada Bab 4 mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan kegiatan lain, yaitu menyimak kegiatan talk show di tv ataupun radio. 12. Komunikasi: Kegiatan-kegiatan atau latihan pada Bab 4 mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 8

13. Penerapan: Banyak kegiatan yang dapat diaplikasikan seperti mendengarkan kegiatan wawancara di televisi.. 14. Kemenarikan materi: Materi yang disajikan terasa kurang menarik karena: 1. Sedikit memuat foto; 2. Foto yang dimuat tidak berwarna; 3. Gambar yang disajikan kurang menarik; 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Bab 4 mendorong para siswa untuk menjadi aktif dalam kegiatan wawancara . 16. Materi pengayaan: Di dalam Bab 4 terdapat semua keterampilan berbahasa.. II. Kelayakan Bahasa A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual: Sesuai.Bahasa yang digunakan dapat dimengerti siswa. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Tidak sesuai, karena tidak memberikan contoh tentang keterkaitan dengan local dan global. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan: Bahasa yang digunakan bersifat sederhana dan jelas. 20. Ketepatan kaidah bahasa: Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kaidah tata bahasa. C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab: Subbab-subbab dalam Bab 1 menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf: Kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraf memiliki hubungan logis. Paragraf- paragraf yang ada dalam satu pembahasan juga memiliki hubungan logis.

BAB 5
A. Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 1. Kelengkapan materi: Lengkap. Materi pada bab ini sudah lengkap karena memuat SK dan KD. 2. Keluasan materi: Tidak luas. - Tidak ada contoh mengidentifikasi penokohan cerpen ( hlm. 81) - Tidak ada contoh memahami unsur-unsur budaya pada cerpen ( hlm. 90) 3. Kedalaman materi: Tidak dalam. Hanya ada satu contoh dan satu definisi pada setiap materinya B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan definisi: Akurat. 5. Keakuratan prinsip: Akurat. 6. Keakuratan prosedur: Prosedur membingungkan. Bukti: Materinya tentang mempersiapan komentar terhadap cerpen, tetapi perintahnya memperhatikan komentar terhadap tokoh cerpen. ( hlm. 83) 7. Keakuratan contoh: Ada contoh yang tidak akurat. Bukti: Materinya tentang mempersiapan komentar terhadap cerpen, tetapi contohnya memperhatikan komentar terhadap tokoh cerpen. ( hlm. 83) 8. Keakuratan soal: Akurat C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran: Pada bab 5, isi materinya sudah bagus bagi penalaran siswa, hanya sebagian kecil materi yang membingungkan bagi penalaran siswa. 9

Misalnya: 1. Soal langsung diberikan tanpa contoh pada materi mengenali ungkapan budaya dalam cerpen ( hlm. 78) 2. Materinya tentang mempersiapan komentar terhadap cerpen, tetapi contohnya memperhatikan komentar terhadap tokoh cerpen. ( hlm. 83) 10. Pemecahan masalah: Soal-soal di Bab 5 sudah dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik untuk memecahkan masalah, baik soal yang berupa pertanyaan tertutup ( pilihan ganda) dan pertanyaan terbuka (perintah untuk menyimpulkan sendiri) 11. Keterkaitan: Dari cerpen pada bab 5 terdapat keterkaitan pelajaran bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain, yaitu pengetahuan tentang kebudayaan sebuah daerah. Misalnya, cerpen Mbok Jah karya Umar Kayam yang berbudaya jawa ( hlm. 79) 12. Komunikasi: Contoh-contoh atau latihan pada Bab 5 mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 13. Penerapan: Tidak ada materi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 14. Kemenarikan materi: Materi kurang menarik karena: 1. Sedikit memuat foto; 2. Foto yang dimuat tidak berwarna; dan 3. Gambar yang disajikan kurang menarik. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Tidak memiliki dorongan untuk mencari informasi lebih jauh lewat aspek membaca. 16. Materi pengayaan: Di dalam Bab 5, tidak ada materi pengayaan untuk meningkatkan kemampuan membaca. II. Kelayakan Bahasa A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual: Sesuai. Konsep dapat diimajinasian oleh siswa. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Sesuai. Contoh yang disediakan meliputi lingkungan lokal sampai global. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan: Bahasa yang digunakan cukup jelas. 20. Ketepatan kaidah bahasa: Kata-kata dan ejaan yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan EYD. C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab: Subbab-subbab dalam Bab 5 telah menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf: Antarkalimat dalam paragraf dan antarparagraf yang berdekatan dalam satu pembahasan sudah memiliki hubungan logis.

BAB 6
A.KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN SK DAN KD 1. Kelengkapan materi : Sudah lengkap karena sudah memuat SK dan KD. 2. Keluasan materi : Materi yang diberikan sudah menjelaskan definisi untuk menunjang SK dan KD yakni definisi dari usulan kegiatan (proposal) itu sendiri. Disamping itu juga memuat contoh dan soal latihan yang menjelaskan sistematika dari proposal. 3. Kedalaman materi : Meteri yang diberikan tidak membahas terlalu dalam tentang proposal. Untuk definisi dari sistematika proposal juga tidak dijelaskan secara mendalam.

10

B. KEAKURATAN MATERI 4. Keakuratan konsep dan definisi : Materi yang diberikan sangat sederhana, tidak memuat contoh yang lebih lengkap, dan tidak membedakan dengan proposal yang lainnya sehingga memungkinkan siswa salah pengertian mengenai definisi proposal ini. 5. Keakuratan prinsip : Dalam buku ini tidak ada menyinggung masalah teori yang rumit jadi tidak ada perumusan prinsip. 6. Keakuratan prosedur : Buku ini memberikan contoh sistematika penulisan proposal yang keliru. Jadi, dapat disimpulkan bahwa prosedur penulisan tidak akurat. 7. Keakuratan contoh : Buku ini mencantumkan contoh proposal walaupun contoh yang diberikan adalah contoh yang salah. 8. Keakuratan soal : Soal-soal yang diberikan dalam buku ini kurang menunjang untuk siswa lebih memahami definisi dari proposal tersebut. C. MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN 9. Penalaran (reasoning) : Dalam buku ini tidak ada aspek yang mendorong siswa untuk membuat kesimpulan sendiri. 10. Pemecahan masalah (problem solving) : Pada bagian terakhir siswa diberi tugas untuk memperbaiki proposal yang telah dibuat dengan menggunakan perintah yang jelas. Hal tersebut memacu siswa untuk memecahkan masalah dalam kesalahan penulisan proposal. 11. Keterkaitan : Materi yang diberikan mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dalam tugas terakhir siswa disuruh untuk mengajukan proposal, hal ini bagus untuk membangun jiwa sosial siswa. 12. Komunikasi (write and talk) : Buku ini memuat contoh soal dan tugas kelompok yang memungkinkan terjadinya komunikasi secara tertulis maupun lisan untuk memperjelas gagasan. 13. Penerapan (aplikasi) : Tidak terdapat tugas maupun contoh yang konkrit yang menjelaskan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari. 14. Kemenarikan materi : Materi yang diberikan sangat sederhana tidak memuat gambar atau foto, sehingga tampak membosankan. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh : Pada hal.103 bagian pertama, terdapat tugas yang menyuruh siswa untuk menghimpun informasi jenis kegiatan yang ada di sekolah. 16. Materi pengayaan (enrichment) : Dalam pembahasan ini tidak memuat uraian, contoh- contoh, atau soal-soal pengayaan (enrichment) yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan (lebih luas atau lebih dalam dari yang dituntut Kompetensi Dasar (KD). II. KELAYAKAN BAHASA A. SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual : Materi dan contoh yang diberikan tidak terlalu rumit. Bahasa yang digunakan sederhana, memudahkan siswa untuk membayangkan konsep yang sederhana. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional : Contoh dan soal sudah sesuai dengan tingkat perkembangan emosional karena memulai dari lingkungan terdekat yakni sekolah. B. KOMUNIKATIF 19. Keterbacaan pesan : Menggunakan bahasa yang sederhana sehingga memungkinkan siswa untuk menerima pesan jelas. 20. Ketepatan kaidah bahasa : Kata dan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan sudah mengacu pada kaidah bahasa Indonesia, ejaan yang digunakan juga mengacu pada pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang 11

Disempurnakan (EYD). C. KERUNTUTAN DAN KETERPADUAN ALUR PIKIR 21. Keruntutan dan keterpaduan antar bab : Pemberian materi terstruktur dengan baik yang membuat siswa memahmi materi sesuai tahapannya. 22. Keruntutan dan keterpaduan antar paragraf : Deskripsi penyampaian pesan antarparagraf yang berdekatan dan antarkalimat dalam paragraf mencerminkan hubungan logis.

BAB 7
Menuju Masyarakat Yang Lebih
Standar kompetensi: Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan sastra dan nonsastra melalui menulis berbagai paragraf (eksposisi, karya tulis ilmiah, dan proposal), menulis surat niaga, dan menulis memo) Kompetesi dasar: Membaca intensif tajuk rencana atau editorial dalam surat kabar 1. Kesesuaian Uraian Materi 2. Kelengkapan Materi Materi lengkap untuk mendukung tercapai SK\KD 2 Keluasan Materi Materi kurang luas/materinya terbatas dan membatasi pemahaman. 3. Kedalaman Materi Materi kurang dalam dan kurang terperinci. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan Konsep dan Definisi Konsep yang disajikan kurang akurat sehingga menimbulkan miskonsepsi terhadap peserta didik. Hal ini dapat dilihat pada hlm. 125. penjelasannya tentang memahami garis besar buku dengan cepat tetapi konsep yang disajikan berupa meramalkan isi sebuah buku melalui judul, pengarang, penerbit, penerjemah, dan daftar isi dari sebuah buku. 5. Keakuratan Prinsip Prinsip yang disajikan kurang akurat. Hal ini dapat dilihat pada hlm. 140 mengenai teori penggunaan imbuhan pe-an yang menimbulkan keambiguan makna. Prinsip yang disajikanterlalu sempit sehingga memungkinkan terjadinya pemahaman multitafsir oleh peserta didik. 6. Keakuratan Prosedur Prosedur kurang akurat hal ini dapat dilihat pada hlm.129. penjelasannya Mengenai kegiatan perencanaan tetapi prosedur yang dirumuskan kurang akurat dan tidak terperinci sehingga memungkinkan terjadinya kekeliruan sistematis yang dilakukan oleh peserta didik. 7. Keakuratan Contoh Contoh yang diberikan kurang akurat, yakni pada hlm. 122. penjelasannya mengenai mendaftarkan pokok-pokok pikiran sebuah buku yang sudah dibaca. Namun, contoh yang diberikan mengenai resensi yang dikutip dari koran 8. Keakuratan Soal Soal yang diberikan kurang akurat terlihat pada hlm. 121. isi materi mengenai menulis kalimat yang berisi pertimbangan atas sebuah buku tetapi soal yang diberikan mengenai melenkapi kalimat yang rumpang. C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran Kurang mengajari peserta didik berpikir benar dan kurang memuat uraian, contoh, tugas, dan membuat kesipilan yang shahih mengenai memahami makna imbuhan yang ambigu pada hlm. 140. 10. Pemecahan Masalah Pada bab ini tidak mendorong peserta didik untuk kreatif. Hal ini tergambar pada hlm. 133. peserta didik seakan didikte untuk menjelaskan proses penelitian dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami seperti harus sesuai dengan contoh yang diberikan di dalam buku dan ditambah lagi dengan strategi yang disajikan tidak beragam. 11. Keterkaitan 12

Materi yang diberikan sebatas pada bidang ilmu Bahasa dan Sastra Indoesia saja tanpa mengaitkan dengan bidang ilmu yang lain. 12. Komunikasi Komunikasi yang dibangum kurang jelas dan masih kabur sehingga menimbulkan pemahaman yang mengambang bagi peserta didik. 13. Penerapan Deskripsi materi yang disajikan kurang menjelaskan penerapan konsep Bahasa dan Sastra Indonesia, lebih untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 14. Kemenarikan Materi Materi yang disajikan kurang karena masih kurangnya ilustrasi. Ilustrasiyang adapun kebanyakan hanya gambar-gambar grafis buka gambar atau foto yang sebenarnya. 15. Mendorong untuk mencari informasi yang lebih jauh Kurang memancing peserta didik untuk mencari informasi yang lebih jauh tentang materi yang diberikan dari sumber yang lain diluar buku pelajaran. 16. Materi Pengayaan Tidak ada materi pengayaan untuk mendukung meningkatkan kompetensi menulis peserta didik. II. KELAYAKAN BAHASA A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Intelektual Dalam penjelasan memahami Garis Besar Buku secara Cepat, penjelasan dan contoh yang diberikan sanagtlah membingungkan. Terutama pada bagian soal yang diberikan mengarahkan peserta didik pada imajinasi yang terlalu luas. (hlm.124) 18. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Sosial-Emosional Mengenai penjelasan Membaca Memahami Ciri-Ciri Resensi Buku, contoh yang diberikan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan sosial-emosional peserta didik, yakni tentang “Buruh di Pusaran ArusKapitalisme”. (hlm.121). B. Komunikatif 19. Keterbacaan Pesan Pada soal mengenai Menullis Kalimat yang Berisi Pertimbangan atas Sebuah Buku, pesan atau perintah untuk mengerjakan soal yang diberikan kurang jelas dan sulit unuk dipahami ditambah lagi soalnya tidak sesuai dengan isi materi yang diajarkan. (hlm.121). 20. Ketepatan Kaidah Bahasa Penggunaan tanda titik dua, kurang kosisten terkadang ditulis dengan satu spasi dan kadang-kadang pula tanpa spasi. (hlm.121). C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan Keterpaduan AntarBab Pada kegiatan sebelumnya menjelaskan mengenai Menulis Tanggapan Terhadap Tajuk. Akan tetapi pada kegiatan lanjutannyamenerangkan tentang Makna Imbuhan yang Ambigu (imbuhan pe-an) dan ini menyebabkan hubungan antarbab tiadak berkaitan. (hlm.139-140). 22. Keruntutan dan Keterpaduan Antar Paragraf Pada penjelasan mengenai Menulis Ringkasan Isi Buku, hubungan antara paragraf pertama dan kedua tidak padu. Di paragraf pertama menerangkan arti dan fungsi buku tetapi pada paragraf kedua menanyakan buku apa yand dibaca.

BAB 8
KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN SK DAN KD 1. Kelengkapan materi. Temuan dan Penjelasan: Lengkap karena sudah memuat SK dan KD 2. Keluasan materi. Temuan dan Penjelasan: Tidak luas, misalnya pada halaman 161 pembahasan mengenai “Menulis Laporan Berdasarkan Notulen Rapat” tidak disertai dengan contoh. 3. Kedalaman materi Temuan dan Penjelasan: Kurang dalam, karena pada bab ini rata-rata hanya terdapat satu contoh, misalnya pada halaman 158 cuma ada satu contoh notulen rapat. 13

KEAKURATAN MATERI 4. Keakuratan konsep dan definisi Temuan dan Penjelasan: Kurang akurat, misalnya pada halaman 161 definisi mengenai bahasa baku tidak begitu jelas. 5. Keakuratan prinsip Temuan dan Penjelasan: Akurat 6. Keakuratan prosedur Temuan dan Penjelasan: Akurat 7. Keakuratan contoh Temuan dan Penjelasan: Contohnya kurang akurat dapat dilihat pada halaman 155. Penjelasannya tentang mengungkapkan halhal menarik dalam buku biografi tetapi contohnya hanya mengutip dari surat kabar. 8. Keakuratan soal Temuan dan Penjelasan: Soal tidak akurat dapat dilihat pada halaman 149. Penjelasannya tentang menceritakan isi novel tetapi soalnya menyuruh memahami kehidupan dalam kutipan novel. MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN 9. Penalaran Temuan dan Penjelasan: Sebagian besar pada bab memacu penalaran siswa. 10. Pemecahan masalah Temuan dan Penjelasan: Tidak terdapat pemecahan masalah, misalnya pada halaman 158 yaitu tipe soal yang tidak berbeda dengan contoh. 11. Keterkaitan Temuan dan Penjelasan: Contoh yang disajikan pada bab ini mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain. Misalnya, pada materi ‘membaca intensif buku biografi’ terdapat contoh biografi seorang artis yang memberikan pengetahuan mengenai dunia hiburan. 12. Komunikasi Temuan dan Penjelasan: Contoh-contoh atau latihan pada Bab ini mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 13. Penerapan Temuan dan Penjelasan: Materi bisa diterapkan dalam kehidupan, misalnya ‘menulis notulen rapat’ yang dapat digunakan jika mengikuti kegiatan rapat. 14. Kemenarikan materi Temuan dan Penjelasan: Materinya kurang menarik karena penjelasan terlalu sedikit dan tidak disertai dengan kualitas gambar yang bagus dan menarik. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh Temuan dan Penjelasan: Tidak mendorong sisiwa untuk mencari iformasi lebih jauh karena materi yang disajikan tidak memancing siswanya untuk aktif. 16. Materi pengayaan Temuan dan Penjelasan: Di dalam Bab ini tidak terdapat materi pengayaan. KELAYAKAN BAHASA SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual Temuan dan Penjelasan: Terdapat istilah kata “monumental” pada halaman 157 yang kurang sesuai dengan tingkat intelektual peserta didik 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional Temuan dan Penjelasan: 14

Tidak sesuai, karena pada bab ini tidak menampilkan unsur budaya lokal KOMUNIKATIF 19. Keterbacaan pesan Temuan dan Penjelasan: Cukup jelas dan tidak menimbulkan makna ganda 20. Ketepatan kaidah bahasa Temuan dan Penjelasan: Pada bab ini kaidah bahasanya sudah tepat KERUNTUTAN DAN KETERPADUAN ALUR PIKIR 21. Keruntutan dan keterpaduan antar bab Temuan dan Penjelasan: Antar bab saling berhubungan 22. Keruntutan dan keterpaduan antar paragraf Temuan dan Penjelasan: Tidak ada keterpaduan, misalnya pada halaman 154 bahasannya mengenai Membaca Intensif Buku Biografi. Akan tetapi, pada bagian pertamanya menjelaskan tentang penggunaan ungkapan.

BAB 9
A. Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 1. Kelengkapan materi: Lengkap. Materi pada bab ini sudah lengkap karena memuat SK dan KD 2. Keluasan materi: Tidak luas.) Materi tentang ’kalimat luas’ tidak disertai dengan definisi (hlm. 9) 3. Kedalaman materi: Tidak dalam. Setiap materi pada Bab 9 hanya menyediakan satu contoh. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan definisi: Akurat. 5. Keakuratan prinsip: Akurat. 6. Keakuratan prosedur: Akurat 7. Keakuratan contoh: Akurat 8. Keakuratan soal: Akurat C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran: Sebagian besar pada bab ini sudah memacu penalaran siswa. 10. Pemecahan masalah: Soal-soal di Bab ini sudah dapat membuat siswa cukup kreatif dalam memecahkan masalah. (hlm. 166). 11. Keterkaitan: Contoh yang disajikan pada bab ini mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain. Misalnya, pada materi ‘menulis karya tulis ilmiah’ terdapat contoh yangberhubungan dengan dunia kesehatan. 12. Komunikasi: Contoh-contoh atau latihan pada Bab 9 mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 13. Penerapan: Materi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ‘mengemukakan gagasan’. 14. Kemenarikan materi: Materi yang disajikan terasa kurang menarik karena: 1. Sedikit memuat foto; 2. Foto yang dimuat tidak berwarna; 3. Gambar yang disajikan kurang menarik. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Sudah bagus, karena diperlukan informasi yang luas untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah. 16. Materi pengayaan: Di dalam Bab ini tidak terdapat materi pengayaan untuk materi kemampuan menulis. II. Kelayakan Bahasa A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 15

17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual: Sesuai, karena konsep dapat diimajinasikan oleh siswa. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Belum sesuai, karena materi ini tidak menyediakan contoh yang terkait lingkungan lokal dan global. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan: Bahasa yang digunakan bersifat sederhana dan jelas. 20. Ketepatan kaidah bahasa: Kata-kata yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab: Subbab-subbab dalam Bab 9 menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf: Tidak ada keterpaduan, misalnya pada halaman 169 bahasannya mengenai Meyampaikan gagasan. Akan tetapi, pada bagian keempat menjelaskan tentang pemahaman puisi (hlm. 173), tidak sesuai seperti yang tertulis diindikator (hlm. 169).

BAB 10
I. KELAYAKAN ISI A. Kesesuaian Uraian Materi dengan SK dan KD 1. Butir Kelengkapan Materi Temuan dan Penjelasan: Tidak lengkap karena Bab 10 tidak memuat materi yang menyangkut kompetensi dasar menyimak. 2. Butir Keluasan Materi Temuan dan Penjelasan: Materi tidak luas karena tidak mempunyai contoh menulis judul yang menarik ( hal 195 ) 3. Butir Kedalaman Materi Temuan dan Penjelasan: Materi tidak dalam karena hanya mempunyai satu contoh saja pada setiap penjelasan. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan Definisi Temuan dan Penjelasan: Pengertian kutipan membinggungkan,terdapat pada halaman 188. 5. Keakuratan Prinsip 6. Keakuratan Prosedur Temuan dan Penjelasan: Prosedur yang disajikan sudah tersusun secara akurat. 7. Keakuratan contoh Temuan dan Penjelasan: Contohnya akurat. 8. Keakuratan Soal Temuan dan Penjelasan: Soal yang diberikan tidak akurat karena pada penjelasan disuruh melengkapi karya ilmiah dengan daftar pustaka sedangkan pertanyaannya disuruh memperbaiki kesalahan penulisan daftar rujukan.(hal 193) C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran ( ressoning) Temuan dan Penjelasan: Materinya kurang nalar karena materi yang ada dalam Bab 10 ini materinya tentang melengkapi karya tulis,membaca resensi,dan menulis resensi. 10. Pemecahan Masalah Temuan dan Penjelasan: Materinya tidak terdapat pemecahan masalah. 11. Keterkaitan Temuan dan Penjelasan: Materinya tidak memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. 12. Komunikasi ( Write and Talk) Temuan dan Penjelasan: Contoh-contoh atau latihan pada Bab 10 mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 16

13. Penerapan ( aplikasi) Temuan dan penjelasan: Materi terdapat penerapan karena materi menulis resensi berguna untuk kehidupan sehari-hari. 14. Kemenarikan Materi Temuan dan Penjelasan: Materi kurang menarik karena penjelasan sedikit,kualitas gambar tidak menarik dan contohnya tidak menarik. 15. Mendorong Untuk Mencari Informasi Lebih Jauh Temuan dan Penjelasan: Kurang mencari bahan karena siswa tidak disuruh menulis resensi dari buku yang pernah mereka baca. 16. Materi Pengayaan ( enrichment) Temuan dan Penjelasan: Dalam bab buku ini ada materi yang meningkatkan kompetensi menulis. II. KELAYAKAN BAHASA 1. Sesuai Dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual Temuan dan Penjelasan: Materi dan contoh yang diberikan sudah sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual peserta didik. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional Temuan dan Penjelasan: Belum sesuai dengan tingkat perkembangan sosial emosional,terdapat pada halaman 199. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan Temuan dan Penjelasan: keterbacaan pesan masih kurang,terdapat pada halaman 188. 20. Ketepatan Kaidah Bahasa Temuan dan Penjelasan: Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kaidah tata bahasa. 1. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab. Temuan dan Penjelasan: Subbab-subbab dalam Bab 10 telah menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf Temuan dan penjelasan: Kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraf memiliki hubungan logis. Paragraf- paragraf yang ada dalam satu pembahasan juga memiliki hubungan logis.

BAB 11
I. KELAYAKAN ISI A. KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN SK DAN KD 1. Butir: Kelengkapan materi Temuan dan Penjelasan: Lengkap tetapi kurang aktual 2. Butir: Keluasan materi Temuan dan Penjelasan: Materi dalam buku ini cukup luas karena memuat banyak contoh dan soal latihan 3. Butir: Kedalaman materi Temuan dan Penjelasan: Materi dalam buku ini kurang dalam karena tidak memuat penjelasan definisi mengenai materi yang dibahas B. KEAKURATAN MATERI 4. Butir: Keakuratan konsep dan definisi Temuan dan Penjelasan: Pada buku ini tidak memuat konsep dan definisi yang jelas sehingga bisa menyebabkan miskonsepsi terhadap peserta didik 5. Butir: Keakuratan prinsip

17

Temuan dan Penjelasan: Buku ini tidak memiliki keakuratan prinsip yang baik karena uraian yang disajikan dalam buku ini kurang dalam, misalnya tidak membuat definisi tentang apa itu diskusi. Siswa hanya disuruh melaksanakan diskusi sehingga pengertian diskusi nantinya mengalami multitafsir 6. Butir: Keakuratan prosedur Temuan dan Penjelasan: Prosedur dan algoritma dalam buku ini sudah terumuskan secara akurat, itu dapat dilihat dari tahapan atau kegiatan awal materi hingga akhir materi 7. Butir: Keakuratan contoh Temuan dan Penjelasan: Contoh kurang akurat dapat dilihat pada halaman 204-205. Penjelasannya tentang cara menghilangkan rasa malu di depan umum tetapi contohnya lebih mirip cara berolahraga 8. Butir: Keakuratan soal Temuan dan Penjelasan: Soal-soal pada buku ini sudah tersaji secara akurat karena sudah sesuai dengan materi yang disajikan C. MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN 9. Butir: Penalaran (reasoning) Temuan dan Penjelasan: Contoh, tugas, pertanyaan atau soal latihan yang terdapat dalam buku ini cukup mampu mendorong peserta didik untuk berpikir mengeluarkan penalaran mereka 10. Butir: Pemecahan masalah (problem solving) Temuan dan Penjelasan: Soal-soal dalam buku ini dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik karena terdapat beberapa tugas yang harus dikerjakan di luar sekolah misalnya mendengarkan diskusi di televisi 11. Butir: Keterkaitan Temuan dan Penjelasan: Keterkaitan antarkonsep Bahasa dan Sastra Indonesia dalam buku ini sudah cukup bagus itu dapat dilihat dari contoh-contoh yang berkaitan dengan materi yang disajikan 12. Butir: Komunikasi (write and talk) Temuan dan Penjelasan: Contoh atau latihan dalam buku ini dapat mengkomunikasikan gagasan peserta didik dalam bentuk tabel 13. Butir: Penerapan (aplikasi) Temuan dan Penjelasan: Materi pada buku ini tidak memuat uraian, contoh, atau soal-soal yang menjelaskan penerapan konsep Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kehidupan sehari-hari atau dalam ilmu lain. 14. Butir: kemenarikan materi Temuan dan Penjelasan: Materi cukup menarik karena banyak terdapat ilustrasi tetapi kurang melibatkan materi menyimak diskusi panel atau seminar dari kaset atau vcd 15. Butir: Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh Temuan dan Penjelasan: Materi mendorong peserta didik untuk mencari informasi lebih jauh mengenai diskusi yang diadakan di televisi 16. Butir: Materi pengayaan (enrichment) Temuan dan Penjelasan: Dalam buku ini materi pengayaan mampu meningkatkan kompetensi menulis II. KELAYAKAN BAHASA A.SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 17. Butir: Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual Temuan dan Penjelasan: Bahasa yang digunakan dalam ilustrasi melaksanakan diskusi panel sudah sesuai dengan tingkat intelektual peserta didik (hlm. 215) 18. Butir: Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional Temuan dan Penjelasan:Sesuai. Contoh yang disediakan hanya meliputi lingkungan lokal. Contoh yang meliputi lingkungan lokal adalah profil Subagio Sastrowardoyo, penyair Indonesia (hlm. 217). Namun, jika yang dimaksud lingkungan lokal adalah kota tempat buku ini digunakan, maka buku ini dapat dikatakan tidak meliputi lingkungan lokal. Buku ini digunakan di SMA 1 Banjarmasin, tetapi contoh-contoh di dalam buku ini tidak ada yang membahas keadaan lingkungan Kota Banjarmasin. B. KOMUNIKATIF 19. Butir: Keterbacaan pesan Temuan dan Penjelasan: Pesan dalam buku ini disajikan dengan bahasa yang jelas, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan makna ganda. Ini dapat dilihat dari tata cara melakukan diskusi dan mencatat dan merangkum pendapat dalam diskusi (hlm. 207 dan hlm. 213 ) 20. Butir: Ketepatan kaidah bahasa

18

Temuan dan Penjelasan: Kata dan kalimat dalam buku ini sudah mengacu pada kaidah bahasa Indonesia. C. KERUNTUTAN DAN KETERPADUAN ALUR PIKIR 21. Butir: Keruntutan dan keterpaduan antarbab Temuan dan Penjelasan: Penyampaian pesan antarsubbab dalam bab mencerminkan hubungan logis. Ini dapat dilihat dari tahapan atau kegiatan awal hingga akhir suatu bab sudah tersusun dengan baik. 22. Butir: Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf Temuan dan Penjelasan: Kalimat-kalimat yang ada dalam satu paragraf memiliki hubungan logis. Paragraf- paragraf yang ada dalam satu pembahasan juga memiliki hubungan logis.

BAB 12
I. KELAYAKAN ISI A. Kesesuaian Uraian Materi dengan SK dan KD 1. Kelengkapan Materi Temuan dan Penjelasan: Lengkap karena materi pada bab ini sudah memuat SK dan KD. 2. Keluasan Materi Temuan dan Penjelasan: Tidak luas karena materi tentang menulis teks drama tidak disertai definisi (hlm.222) 3. Kedalaman Materi Temuan dan Penjelasan: Tidak dalam karena materi dalam bab ini hanya menyediakan satu contoh. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan Definisi Temuan dan Penjelasan: Tidak akurat konsep dan definisinya karena tidak didefinisikan secara mendetail (hlm. 222, pada materi mengenal unsur-unsur naskah drama). 5. Keakuratan Prinsip 6. Keakuratan Prosedur Temuan dan Penjelasan: Prosedurnya akurat. 7. Keakuratan contoh Temuan dan Penjelasan: Contohnya akurat. 8. Keakuratan Soal Temuan dan Penjelasan: Soalnya kurang akurat dapat dilhat pada hlm. 236. Penjelasannya tentang mengamati dan mendengarkan latihan pentas tetapi soalnya disuruh mencatat dengan teliti akting yang diperankan. C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran ( ressoning) Temuan dan Penjelasan: Materinya kurang nalar karena ada materi yang masih membingungkan siswa (hlm. 227, pada materi mengenai mengucapkan dialog dengan lafal yang jelas tidak disertai dengan contoh) 10. Pemecahan Masalah Temuan dan Penjelasan: Materinya tidak terdapat pemecahan masalah 11. Keterkaitan Temuan dan Penjelasan: Contoh dalam materi ini memiliki keterkaitan. Misalnya, materi mengenai menemukan masalah, tokoh, dan urutan peristiwa sebagai bahan penulisan naskah berdasarkan pengalaman menarik pada hlm. 223 memiliki keterkaitan dalam kehidupan sehari-hari karena dalam contoh naskah drama tersebut dapat diambil pesan yang terkandung didalamnya) 12. Komunikasi ( Write and Talk) Temuan dan Penjelasan: Materinya terdapat komunikasi termuat dalam latihan yang diberikan pada materi tersebut. ( Dapat dilhat pada hlm. 226) 13. Penerapan ( aplikasi) 19

Temuan dan Penjelasan: Materinya terdapat penerapan ( aplikasi) karena latihan yang termuat dalam materi tersebut bertujuan untuk menerapkan konsep materi yang didapat. ( Dapat dilhat pada hlm. 240) 14. Kemenarikan Materi Temuan dan Penjelasan: Materi kurang menarik karena ilustrasi terlalu sedikit,kualitas gambar terlalu kecil, dan huruf kurang besar. 15. Mendorong Untuk Mencari Informasi Lebih Jauh Temuan dan Penjelasan: Kurang mencari informasi lebih jauh mengenai aspek-aspek lain dalam materi karena tidak terdapat tugas mencari informasi dari berbagai sumber lain. 16. Materi Pengayaan ( enrichment) Temuan dan Penjelasan: Pada bab di buku ini tidak ada materi pengayaan. II. KELAYAKAN BAHASA Sesuai Dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual Temuan dan Penjelasan: Sesuai. Bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh siswa. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional Temuan dan Penjelasan: Belum sesuai dengan tingkat perkembangan sosial emosional karena materi ini tidak menyediakan contoh yang terkait lingkungan lokal dan global. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan Temuan dan Penjelasan: Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti oleh siswa. 20. Ketepatan Kaidah Bahasa Temuan dan Penjelasan: Kaidah bahasa yang digunakan pada bab ini, materinya masih ada yang belum tepat dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Misalnya, hlm. 237, materi mengenai memahami petunjuk memerankan naskah drama. Di paragraf pertama pada kalimat kedua terdapat kalimat ada 4 hal tentang tokoh yang harus dicermati. Pada kalimat ini kata 4 seharusnya diketik dengan huruf bukan dengan angka. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab Subbab-subbab dalam Bab 12 telah menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf Antarkalimat dalam paragraf dan antarparagraf yang berdekatan dalam satu pembahasan sudah memiliki hubungan logis.

20

PENUTUP KESIMPULAN
A. Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 1. Kelengkapan materi: Ada yang Lengkap dan ada yang kurang lengkap. 2. Keluasan materi: Ada yang Luas dan ada pula yang kurang luas. 3. Kedalaman materi: Ada yang dalam dan ada pula yang kurang dalam. B. Keakuratan Materi 4. Keakuratan konsep dan definisi: Ada yang Akurat dan ada yang kurang akurat 5. Keakuratan prinsip: Ada yang Akurat dan ada yang kurang akurat 6. Keakuratan prosedur: Ada yang Akurat dan ada yang kurang akurat 7. Keakuratan contoh: Ada yang Akurat dan ada yang kurang akurat 8. Keakuratan soal: Ada yang Akurat dan ada yang kurang akurat C. Materi Pendukung Pembelajaran 9. Penalaran: Sebagian besar pada bab – bab sudah memacu penalaran siswa. 10. Pemecahan masalah: Soal-soal di Bab – bab sudah dapat membuat siswa cukup kreatif dalam memecahkan masalah. 11. Keterkaitan: Disajikan pada bab - bab mengaitkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengetahuan lain. 12. Komunikasi: Contoh-contoh atau latihan pada Bab – bab mengomunikasikan gagasan secara tertulis. 13. Penerapan: Materi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ‘mengemukakan gagasan’. 14. Kemenarikan materi: Materi yang disajikan terasa kurang menarik karena: 1. Memuat foto; 2. Foto yang dimuat bermacam-macam 3. Gambar yang disajikan. 15. Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh: Sudah bagus, karena diperlukan informasi yang luas untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah. 16. Materi pengayaan: Di dalam Bab – bab tidak terdapat materi pengayaan untuk materi kemampuan menulis. II. Kelayakan Bahasa A. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik 17. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual: Ada yang sesuai dan ada yang belum sesuai. 18. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial emosional: Ada yang sesuai dan ada yang belum sesuai. B. Komunikatif 19. Keterbacaan pesan: Bahasa yang digunakan bersifat bermacam-macam. 20. Ketepatan kaidah bahasa: Kata-kata yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. C. Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir 21. Keruntutan dan keterpaduan antarbab: Subbab-subbab dalam Bab – bab menunjukkan hubungan yang logis. 22. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf: Ada yang terpadu dan ada yang belum terpadu. SARAN DAN KRITIK Sesuai dengan kata pengantar kami diatas “tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu yang sempurna”. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dansa saran yang bersifat membangun kepada pembaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 21

Daftar Pustaka
Dawud. 2004. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas XI. Malang : Erlangga Keraf, Gorys. 1982. Tata Bahasa Indonesia. Ende – Flores : Nusa Indah Soedjito. 1990. Kosa Kata Bahasa Indoesia. Jakarta : PT Gramedia Hatikah, Tika dan Mulyanis. 2003. Berbahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMU Kelas II Semester 2. Jakarta: Grafindo Media Pratama. Kosasih, E. 2008. Ketatabahasaan dan Kesusatraan. Bandung: CV. Yrama Widya Sulastri, Euis, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI Program ilmu Alam dan Ilmu Sosial. Tarigan, H.G. dan Djago Tarigan. 1986. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Penerbit Angkasa. Tim Penyusun KBBI.2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. http://www.bse.depdiknas.go.id

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->