P. 1
Taksonomi Tumbuhan Rendah

Taksonomi Tumbuhan Rendah

|Views: 6,711|Likes:
Published by Biodiversitas, etc
taksonomi tumbuhan [rendah], alga, fungi, bryophyta, pteridophyta
taksonomi tumbuhan [rendah], alga, fungi, bryophyta, pteridophyta

More info:

Published by: Biodiversitas, etc on Jun 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Azolla pinnata

FAMILIA AZOLLACEAE
GENUS AZOLLA

Tumbuhan ini terapung bebas, ukurannya sangat kecil, lunak dan bercabang-
cabang. Daun hanya berukuran 1 mm dan berseling dalam dua baris. Setiap daun
terbelah dua, daun bagian atas terapung untuk fotosintesis dan didalamnya
terdapat rongga-rongga berisi koloni Anabaena yang dapat mengasimilasi N2 dari
udara. Daun bagian bawah hanya selapis sel, tidak berwarna, serta berfungsi untuk
membantu penyerapan air dan zat makanan. Akar banyak.
Sporokarp dibentuk pada cabang-cabang pendek. Bentuk dan ukuran
makrosporokarp dengan mikrosporokarp berbeda. Makrosporokarp berbentuk
bulat besar, sedang mikrosporokarp bulat memanjang dan kecil. Mikrospora
keluar dari mikrosporangium dalam bentuk 5-8 gumpalan yang diselubungi
periplasmodium berbuih, disebut masula. Setiap gumpalan berisi 8-12 mikrospora.
Pada masula terdapat kait yang disebut glokidium. Bagian atas makrospora
membentuk alat renang yang berisi udara. sehingga terapung. Glokidium dapat
mengkait makrospora sehingga kedua spora saling berdekatan. Apabila kedua
spora telah berkecambah, maka gamet jantan dan betina dapat bersatu.

BAB IV PTERYDOPHYTA 213

Acara 4.1
DIVISI PSILOPHYTA
(Tumbuhan Paku Purba)

A. Tujuan Instruksional

1. Umum

Mahasiswa memahami sifat-sifat umum Divisi Psilophyta.

2. Khusus
a. Mahasiswa dapat mengenali dan mengidentifikasi Psilophyta berdasarkan
sifat-sifat morfologinya.
b. Mahasiswa dapat membedakan Psilotum dengan tumbuhan paku dari divisi
lain berdasarkan struktur morfologi dan anatominya.

B. Bahan dan Alat

1. Herbarium kering dan preparat segar Psilotum
2. Preparat awetan penampang melintang batang Psilotum.
3. Mikroskup cahaya, mikroskop diseksi, lup, pinset, skalpel/silet nampan

plastik.

C. Cara Kerja

1. Amati sediaan tumbuhan paku Psilotum secara langsung. Perhatikan letak
mikrofil dan sporangium. Bila perlu gunakan lup dan mikroskop diseksi.
Gambar bentuk morfologinya, tulis klasifikasi dan beri deskripsi singkat.
2. Amati preparat penampang melintang batang Psilotum. Tentukan bagian-
bagiannya, antara lain epidermis, korteks (parenkim, sklerenkim dan
endodermis) serta stele (floem dan xilem).

D. Pertanyaan Observasi

1. Jelaskan perbedaan mikrofil dan makrofil ?
2. Jelaskan perbedaan tumbuhan paku homospora dan heterospora ?
3. Sebutkan sifat-sifat khas Psilotum ?
4. Mengapa Psilophyta disebut tumbuhan paku purba ?
5. Mengapa Psilophyta dianggap tumbuhan paku paling sederhana ?
6. Dapatkah Psilophyta digolongkan sebagai tumbuhan bertalus ? Apa alasannya
?
7. Jelaskan daur hidup Psilotum ?

Taksonomi Tumbuhan I

214

Acara 4.2
DIVISI LYCOPHYTA

(Tumbuhan Paku Kawat)

A. Tujuan Instruksional

1. Umum

Mahasiswa memahami sifat-sifat umum Divisi Lycophyta.

2. Khusus
a. Mahasiswa dapat mengidentifikasi Lycopodium, Selaginella dan Isoetes
berdasarkan sifat morfologinya.
b. Mahasiswa dapat membedakan Lycopodium, Selaginella dan Isoetes
berdasarkan sifat anatominya.
c. Mahasiswa dapat membedakan kelas Eligulopsida dan Ligulopsida.

B. Bahan dan Alat

1. Herbarium kering dan preparat segar Lycopodium, Selaginella dan Isoetes.
2. Preparat awetan penampang melintang batang Lycopodium dan Selaginella.
3. Preparat awetan penampang membujur sporofil Isoetes.
4. Preparat awetan penampang membujur strobilus Lycopodium dan Selaginella.
5. Mikroskup cahaya, mikroskop diseksi, lup, pinset, skalpel/silet nampan

plastik.

C. Cara Kerja

1. Amati sediaan tumbuhan paku Lycopodium, Selaginella dan Isoetes secara
langsung. Gambar bentuk morfologinya, tulis klasifikasi dan beri deskripsi
singkat. Bila perlu gunakan lup dan mikroskop diseksi.
2. Amati preparat penampang melintang batang Lycopodium dan Selaginella.
Tentukan bagian-bagiannya.
3. Amati preparat penampang membujur strobilus Lycopodium. Perhatikan
sporofil dan sporangiumnya.
4. Amati preparat penampang membujur strobilus Selaginella. Perhatikan
mikrosporangium, makrosporangium dan ligulanya.
5. Amati preparat penampang membujur sporofil Isoetes. Perhatikan ligula,
foveum, velum, trabekula, mikro-sporangium dan makrosporangiumnya.

D. Pertanyaan Observasi

1. Jelaskan perbedaan mikrosporangium dan makrosporangium ?

BAB IV PTERYDOPHYTA 215

2. Jelaskan perbedaan sifat morfologi Lycopodium, Selaginella dan Isoetes ?
3. Jelaskan perbedaan sifat anatomi strobilus Lycopodium dan Selaginella ?
4. Mengapa batang Isoetes tidah bisa membesar, meskipum memiliki kambium?
8. Jelaskan daur hidup Lycopodium dan Selaginella ?
5. Mengapa Lycophyta disebut tumbuhan paku kawat ?
6. Apa yang dimaksud:
a. Ligula.
b. Foveum.
c. Velum.
d. Trabekula
e. Strobilus
f. Rizofora

Acara 4.3
DIVISI SPHENOPHYTA

(Tumbuhan Paku Ekor Kuda)

A. Tujuan Instruksional

1. Umum

Mahasiswa memahami sifat-sifat umum Divisi Sphenophyta.

2. Khusus
a. Mahasiswa dapat mengenali dan mengidentifikasi Equisetum berdasarkan
sifat-sifat morfologinya.
b. Mahasiswa dapat membedakan Equisetum dan tumbuhan paku lain
berdasarkan sifat anatominya.

B. Bahan dan Alat

1. Herbarium kering dan preparat segar Equisetum.
2. Preparat awetan penampang melintang batang Equisetum.
3. Preparat awetan penampang membujur strobilus Equisetum.
4. Mikroskup cahaya, mikroskop diseksi, lup, pinset, skalpel/silet nampan

plastik.

Taksonomi Tumbuhan I

216

C. Cara Kerja

1. Amati sediaan Equisetum secara langsung. Gambar bentuk morfologinya, tulis
klasifikasi dan beri deskripsi singkat. Bila perlu gunakan lup dan mikroskop
diseksi.

2. Amati preparat penampang melintang batang Equisetum. Perhatikan susunan
anatomi batang secara umum, saluran pusat, saluran karinal dan saluran
valekuler.
3. Amati preparat penampang membujur strobilus Equisetum. Perhatikan sporofil,
sporangium dan sporangiofornya.

E. Pertanyaan Observasi

1. Jelaskan sifat-sifat morfologi Equisetum?
2. Jelaskan sifat-sifat anatomi khas batang Equisetum?
3. Jelaskan daur hidup Equisetum ? Termasuk tumbuhan paku homospora atau
heterospora ?
4. Mengapa Sphenophyta disebut tumbuhan paku ekor kuda ?
5. Jelaskan proses pembentukan sporangium Equisetum ?

Acara 4.4
DIVISI PTEROPHYTA
(Tumbuhan Paku Sejati)

A. Tujuan Instruksional

1. Umum

Mahasiswa memahami sifat-sifat umum Divisi Pterophyta.

2. Khusus
a. Mahasiswa dapat mengenali dan mengidentifikasi Pterophyta berdasarkan
sifat-sifat morfologinya.
b. Mahasiswa dapat membedakan Kelas Eusporangiopsida, Protoleptosporangi-
opsida dan Leptosporangiopsida.

B. Bahan dan Alat

1. Herbarium kering dan preparat segar Ophioglossum, Marattia, Osmunda,
Lygodium, Gleichenia, Matonia, Hymenophyllum, Cibotium, Alsophila,
Blechnum, Drymoglossum, Neprolepis, Polypodium, Mersilea, Salvinia dan
Azolla.

BAB IV PTERYDOPHYTA 217

2. Mikroskup cahaya, mikroskop diseksi, lup, pinset, skalpel/silet nampan

plastik.

C. Cara Kerja

1. Amati sediaan yang ada secara langsung.
2. Gambar bentuk morfologinya, tulis klasifikasi dan beri deskripsi singkat.
3. Bila perlu gunakan lup dan mikroskop diseksi.

D. Pertanyaan Observasi

1. Sebutkan tipe-tipe perkembangbiakan Pterophyta secara vegetatif ?
2. Jelaskan daur hidup Polypodium ?
3. Jelaskan perbedaan Kelas Eusporangiopsida, Protoleptosporangiopsida dan
Leptosporangiopsida?
4. Jelaskan cara-cara perkembangan sorus dalam sporangium Pterophyta?
5. Sebutkan bentuk-bentuk adaptasi morfologi Marsilea, Salvinia dan Azolla
untuk hidup di lingkungan akuatik ?
6. Sebutkan perbedaan sporokarpium pada Marsilea, Salvinia dan Azolla ?
7. Apakah yang disebut:
a. Coenosorus
b. Sinangium
c. Indusium
d. Pseudodikotom pada Gleichenia
e. Akar tenggelam pada Salvinia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->