P. 1
Taksonomi Tumbuhan Rendah

Taksonomi Tumbuhan Rendah

|Views: 6,711|Likes:
Published by Biodiversitas, etc
taksonomi tumbuhan [rendah], alga, fungi, bryophyta, pteridophyta
taksonomi tumbuhan [rendah], alga, fungi, bryophyta, pteridophyta

More info:

Published by: Biodiversitas, etc on Jun 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Padina

ORDO CUTLERIALES
FAMILIA CUTLERIACEAE

Familia ini hanya memiliki dua genus, Zanardina dan Cutleria. Daur hidup
Zanardina identik antara sporofit dan gametofit, sedang Cutleria tidak. Keduanya
memiliki hubungan erat karena memiliki pertumbuhan trikotalik, sporangium
unilokuler, gamet jantan dan betina tidak sama ukuran (anisogamet).

GENUS CUTLERIA

Gametofit berbentuk pita, bercabang-cabang menggarpu, ireguler atau
berbentuk kipas. Pola pertumbuhan interkalar, terjadi di tepi talus bagian atas yang
berbulu uniseriate. Gametofit heterotalik. Gametofit jantan mengandung
anteridium yang menghasilkan gamet jantan berbentuk buah pir, berflagela dua.
Gamet betina mirip gamet jantan tetapi lebih kecil dan gerakannya lamban. Pada
saat pembuahan, gamet jantan menuju gamet betina dan menyatu. Dalam waktu
sehari zigot tumbuh menjadi sporofit. Gamet betina yang tidak dibuahi akan
tumbuh menjadi gametofit betina.

BAB I A L G A

51

Bentuk sporofit dan gametofit sangat berbeda. Sporofit berbentuk helai kecil
yang melekat pada substrat dengan perantara rizoid. Semula sporofit ini dikira
talus dari spesies yang berbeda dan dinamai Aglaozonia, hingga sekarang nama ini
tetap digunakan untuk menamai sporofit Cutleria. Nukleus sporangium muda
membelah meiosis diikuti mitosis membentuk 8–32 nukleus haploid. Sitoplasma
terbagi-bagi, hingga masing-masing mengandung satu nukleus yang selanjutnya
mengalami metamorfosis menjadi zoospora berbentuk buah pir dan berflagela dua.
Sekitar 90 menit kemudian zoospora membulat membentuk dinding sel dan
tumbuh menjadi gametofit.

Golongan Heterogeneratae

ORDO LAMINARIALES

Ordo ini memiliki 30 genus dan kurang lebih 100 spesies. Gametofit antar
genus identik, tetapi sporofitnya berbeda-beda. Sporofit memiliki struktur lebih
maju dibanding alga lain. Struktur makrotalus parenkimatis dan terdiferensiasi
menjadi jaringan yang lebih maju. Sporofit terdiri dari alat perlekatan/rizoid,
tangkai dan helai. Pertumbuhan terjadi pada jaringan meristem interkalar, yang
biasanya terletak di antara tangkai dan helai. Sporofit memiliki sporangium
unilokuler dan terkumpul dalam sorus di permukaan helai. Pada genus tertentu,
sporangium terletak di helai khusus yang disebut sporofil. Gametofit berbentuk
filamen, mikroskopik, reproduksi seksual secara oogami.
Alga ini dikenal juga dengan nama kelp, beberapa spesies merupakan giant
klep yang melekat pada kedalaman 10-30 m. Macrocystis pyrifera bercabang-
cabang, panjang 10-50 m, ujung tangkai selalu tumbuh membentuk helai baru.
Nereocystis luetkeana panjang 20-25 m, tangkai tidak bercabang, berujung pada
sebuah kantung udara besar, di atasnya terdapat helai bercabang-cabang dikotom,
panjang 3-4,5 m. Postelsia palmaeformis, merupakan kelp paling kecil, memiliki
tangkai kuat dan fleksibel, panjang 50 cm, ujungnya berupa cabang dikotom
dengan helai kecil.

GENUS LAMINARIA

Talus sporofit dibedakan menjadi helai, tangkai dan rizoid. Helai tumbuh di
ujung tangkai, utuh atau terbagi menjadi segmen-segmen vertikal. Tangkai
berbentuk tabung, seperti batang, agak pipih, tanpa cabang, panjangnya sangat
beragam. Tangkai terdiri dari medula dan korteks yang dikelilingi selapis sel
serupa sel epidermis. Rizoid berbentuk cawan, bercabang-cabang dikotom dan
memiliki jari-jari panjang yang disebut haptera.

Taksonomi Tumbuhan I

52

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->