P. 1
Pemberian Pakan Sapi Perah Laktasi

Pemberian Pakan Sapi Perah Laktasi

|Views: 4,318|Likes:
Published by Hamdan Muhammad

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Hamdan Muhammad on Jun 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

FEEDING THE DAIRY COW DURING LACTATION

M acdonald Campus of M c Gill University Faculty of Agricultural & E nvironmental Science T R A N S L AT E D B Y H A M D A N A N I M A L SC I E N C E B R A W I J AYA U N I V E R S I T Y M A LANG - I N DONES IA

PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH LAKTASI Periode laktasi dibagi menjadi 3
1. 2. 3. 1.

Laktasi awal (14-100 hari) Laktasi pertengahan (100 sampai 200 hari) Laktasi akhir (200-305 hari)

PERIODE AWAL LAKTASI

Masa awal laktasi biasanya adalah pada 100 hari pertama laktasi, pada masa awal laktasi sapi akan mengalami puncak produksi susu (yaitu pada bulan kedua laktasi pada sapi Holstein). Konsumsi pakan menurun, akibatnya sapi akan mengalami penurunan berat badan. Dan pada akhir masa awal laktasi ini sapi akan mengalami puncak konsumsi dry matter yang akan menyebabkan penurunan berat badan (berat badan turun sehingga menjadi paling rendah pada masa laktasi) Pemberian ransum pada sapi laktasi biasanya mengacu pada kebutuhan protein (CP) dan energy (net energy). Akan tetapi untuk mendapatkan produksi maksimal, pemberian ransum harus seimbang effective fiber, non-structural carbohydrates, ruminal undegraded protein, soluble protein-nya. Penyusunan ransum pada sapi laktasi biasanya ditujukan untuk memaksimalkan microbial yield dan untuk memenuhi kebutuhuan asam amino yang tidak tercerna oleh rumen

(ruminal undegraded amino acids). Secara umum kebutuhan nutrisi sapi laktasi pada setiap masa laktai itu berbeda-beda, perunjuknya dapat dilihat di tabel1. Ini adalah petunjuk yang didasarkan pada kenbutuhan nutrisi sapi laktaasi yang dipublikasikan oleh the National Research Council tahun 1989 dan 2001. Kebutuhan secara mendetail untuk karbohidrat dan protein akan di bahas di bab yang lain. Rekomendasi pemberian pakan ini didasarkan pada asumsi total campuran pakan yang diberikan. Pada saat sapi laktasi harus dilakukan pembagian menjadi tiga bagian (berdasarkan level produksi). Hal ini akan menunjukkan perbedaan TMR (total mix ration)/total campuran ransum yang akan diberikan kepada ternak. TMR ini minimal dibagi menjadi 2, satu untuk kelompok produksi rendah dan yang satu untuk golongan sapi yang berproduksi tinggi.

Tabel 1. Grafik kebutuhan nutrisi, produksi susu dan BB pada setiap fase laktasi
a. PENURUNAN BERAT BADAN PADA SAAT AWAL LAKTASI

Pada masa ini produksi susu meningkat lebih cepat dibandingkan konsumsi dry matter (puncak produksi). Permintaan/kebutuhan energi lebih tinggi dari pada enegri yang dikonsumsi, hal ini menyebabkan sapi akan menggunakan seluruh cadangan energi dan mengakibatkan penurunan berat badan (negative energy balance). Perbedaan potensi genetic biasanya akan berpengaruh pada masa awal laktasi, sapi akan menjadi tertekan untuk memproduksi susu yang tinggi. Akan tetapi pada masa ini sapi akan mengalami keterbatasan kapasitas mencerna kebutuhan pakan. Mobilisasi lemak dalam tubuh yang normal terjadi pada saat masa awal laktasi. Tingkakat mobilitasi lemak dalam tubuh akan sangat dipengaruhi oleh potensi genetic

(sapi yang mempunyai potensi genetic lebih tinggi akan mempunyai mobilisasi lebih panjang dari pada sapi yang mempunyai potensi genetic lebih rendah. Pada periode ini sapi akan kehilangan lebih dari 0.7kg/hari.

b.

MONITORING DM INTAKE PADA AWAL MASA LAKTASI Feed intake adalah faktor kunci untuk mempertahankan produksi susu yang

tinggi. Sapi harus didorong untuk meningkatkan feed intake pada awal laktasi. setiap tambahan 1 kg dry matter dapat menghasilkan 2-2.4 kg susu. Dalam Feed intake sapi laktasi banyak hal yang mempengaruhi tingkat produksi : diantaranya kualitas dan kuantitas pakan, kecernaan pakan, pengolahan pakan, frequensi pemberiann pakan, dan konsistensi formulasi ransum dll Bagaimana cara menghitung kebutuhan DM intake pada sapi perah. Berikut ini adalah petunjuk untuk menghitung kebutuhan DM intake pada sapi perah. DMI (% Bobot Badan) = 4.048-0.00387 x Bobot Badan (kg) + 0.0584 x 4% FCM (kg) Perhitungan untuk menghitung 4% FCM 0.4 produksi susu (kg/hari) + 15 x lemak susu kg/hari

Mempertahankan ruminasi yang bagus sangat diperlukan untuk masa awal laktasi. Jadi penting untuk member hijauan minimal 40% dari total DM . dengan panjang partikel hijauan minimal 2.6 cm untuk memksimalkan pengunyahan (produksi saliva). Harus diberikan hijauan yang berkualitas bagus untuk meningkatkan DM intake. Level Neutral detergent fiber (NDF) dan acid detergent (ADF) fiber harus diset berturut-turut 28 dan 19%, untuk memaksimalkan intake. Penambahan konsentrat peda pakan antara 0.5-0.7 kg/hari selama dua minggu pertama laktasi, jangan sampai kebanyakan hal ini Untuk menghindari permasalahan pencernaan seperti asidosis, dan penurunan intake. Protein sangat penting pada awal laktasi. Jadi pada masa awal laktasi rekomendasi pemberian protein 17-19% pada ransum. Sekitar 30-35% dari protein harus proiten yang tidak terdegradasi di rumen (UIP), 30% adalah protein yang dapat tercerna. A guideline is to feed 0.5 kg of a 34 to 50% protein concentrates for every 5 kg of milk produced above 20 kg of milk. STRATEGI PEMBERIAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI SUSU
1. Sapi biasanya makan kemudian menghasilkan susu. Jadi pakan segar harus tetap

tersedia di tempat pakan untuk mendukung konsumsi pakan. Sapi dengan produksi tinggi akan akan mengkonsumsi lebi dari 12 meals dalam rata-rata 23 menit. TMR dry matter terbaik antara 50-75%. Kandungan air dalam ransum akan mempengruhi feed intake.
2. Waktu Pemberian konsentrat dan hijauan harus dipisahkan dalam satu hari. 3. Pakan sapi harus tersedia minimal 20 jam per hari. 4. Pada pagi hari sebelum pemberian rumput kering harus diberi Grain dan atau

suplemen protein.
5. Suplemen Protein harus ada dalam pakan bersamaan dengan sumber energy atau

sumber energy diberikan sebelum pemberian protein supplement.
6. Harus dilakukan pengecekan hijauan apakah mempunyai cukup serat. 7. Apabila ada 2 jenis hijauan yang diberikan lebih baik dicampur dari pada

diberikan secara terpisah.

8. Apabila FI dibawah normal lakukan pengecekan tingkat non-fiber carbohydrate,

ukuran hijauan dan kualitas air.

PEMBERIAN PAKAN SECARA TERPISAH Total Mixed Rations (TMR) harus menjadi perhatian, banyak sapi perah yang diberi pakan konsentrat dan hijauan secara terpisah. Pemberian konsentrat biasanya hanya dilakukan satu atau dua kali dalam sehari. Akibatnya akan terjadi ketidak-seragaman suplly nutrisi dan tidak efisiennya penggunaan nuturisi dalam tubuh. Waktu pemberian yang semakin banyak akan membantu kerja rumen menjadi lebih stabil. Berikut ini beberapa manajemen pemberian pakan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi susu : 1. Hindari variasi kualitas hijauan. 2. Tingkatkan frequensi pemberian pakan, hal ini juga akan membantu menyimpan pakan agar tetap segar. 3. Pada pagi hari, berikanlah sesuatu kepada sapi sebelum diberikan konsentrat (Feed some in the morning before cows have access to concentrates). 4. Jangan memberikan biji-bijian (grain) melebihi 2.5-3.5 kg pada setiap sekali pemberian. Pembatasan pemberian biji-bijian pada satu waktu akan menurunkan kondisi acidosis karena menurunkan aliran karbohidrat dalam rumen. 5. Perhatikan partikel grain. FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN Peningkatan frekuensi pemberian pakan akan mengurangi variasi pH rumen dan akan membuat kerja rumen menjadi lebih stabil. Jumlah pemberian pakan yang sering dan konsistensi pH dalam rumen sangat mempengaruhi pencernaan serat. PEMBERIAN PAKAN CAMPURAN Frekuensi pemberian pakan akan berimbas pada fungsi rumen dan performa sapi apabila dilakukan pencampuran antara hijauan dan konsentrat, hijauan diberikan terlebih dahulu pada saat pagi hari kemudian diikuti dengan campuran tepung (konsentrat)

Pemerian pakan sumber protein (seperti tepung kedelai) dan pakan sumber karbohidrat (seperti jagung) secara secara bersamaan akan menghasilkan susu lebih banyak dibandingkan diberikan secara terpisah, karena mikroba rumen memerlukan kedua hal itu untuk pertumbuhan.

KETELITIAN DALAM PENCAMPURAN TMR atau hujauan makanan ternak harus dikombinasikan dengan tepat untuk menyediakan gizi yang seimbang. Apabila ditambahkan campuran antara vitamin dan mineral lebih baik ditambahkan pre-mix karena akan berperan lebih besar dalam ransum. Analisis kimia pada bahan-bahan yang digunakan harus akurat. Analisis kimia TMR dan perhitungan tiap bahan akan berubah,tapi mereka diberi jarak variasi. Perbandingan antara DM yang sebenarnaya dan perhitungan DM akan memberi indikasi bagaimana campuran bahan-bahan tersebut.
2.

PERIODE PERTENGAHAN LAKTASI Periode pertengahan laktasi adalah periode dari 100 hari sampai 200 setelah

melahirkan anak. Fase Pada periode ini sapi akan mengalami puncak produksi (8-10 minggu setelah kelahiran) sapi juga mengalami puncak DM intake sehingga tidak mengalami penurunan bobot badan. Sapi akan mengalami puncak DM tidak lebih dari 10 minggu setelah melahirkan. Pada posisi ini, sapi akan makan DM tidak kurang 4% dari bobot badan. Pemberian pakan yang baik akan memperpanjang puncak produksi. Pada breed yang bagus setiap 2 kg susu yang dihasilkan akan membutuhkan DM sebanyak 1 kg. Target yang harus dihasilkan pada saat puncak produksi, adalah untuk menghasilkan produksi susu sebanyak-banyaknya. rata-rata sapi pada periode ini menghasilkan susu 200225 kg dari seluruh masa laktasi sebelumya. Kunci dari periode pertengahan laktasi ini adalah memaksimalkan DM intake. Pada periode ini sapi dituntunt untuk diberi pakan dengan kualitas hijauan yang tinggi (minimal 40-45% DM pada ransum) dan tingkat efektifitas serat hamper sama dengan masa awala laktasi. Pemberian konsentrat jangan sampai melebih 2.3 % bobot badan dan sumber non-hijauan lainya. Ampas sisa penyulingan dan dedak dapat mengganti sebagian dari stach untuk memelihara kesehatan rumen.

Kebutuhan protein pada masa pertengahan laktasi lebih rendah dibandingkan dengan masa awal laktasi. Oleh karena itu kandungan protein dalam ransum antara 15-16% (PK) (Tabel 1)
3.

PERIODE AKHIR MASA LAKTASI Periode ini adalah mulai 200 hari setelah melahirkan dan diakhiri pada saat masa

kering sapi.periode ini produksi susu menurun dan feed intake juga menurun. Oleh karena itu feed intake tidak sebanding dengan susu yang dihasilkan. Sapi juga akan mengalami peningkatan bobot badan, hal ini untuk mengganti jaringan yang hilang (BB) pada saat periode awal laktasi. Makanan sumber protein da energy tidak begitu penting dalam periode ini. Ransum yang murah dapat diformulasikan dengan NPN dan sumber dan karbohidrat yang mudah terfermentasi seperti molasses. Tabel kebutuhan nutrisi pada periode awal, pertengahan dan akhir laktasi dapat dilihat di tabel 1.

.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->