P. 1
Teori Chomsky Dan Pengajaran Bahasa Arab

Teori Chomsky Dan Pengajaran Bahasa Arab

3.0

|Views: 3,105|Likes:
Published by milki
TEORI CHOMSKY DAN PENGAJARAN BAHASA ARAB. makalah disusun oleh Agus Solihin, S.Pd.I (Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Konsentrasi Bahasa Arab)
TEORI CHOMSKY DAN PENGAJARAN BAHASA ARAB. makalah disusun oleh Agus Solihin, S.Pd.I (Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Konsentrasi Bahasa Arab)

More info:

Published by: milki on Jun 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

TEORI CHOMSKY DAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Makalah Diajukan Sebagai Tugas Ujian Akhir Semester Pada Mata Kuliah Psikososiolinguistik

Dosen Pembimbing :

Prof. Dr. H. D. Hidayat, M.A.

Disusun oleh :

Agus Solihin 2.209.8.0001

KONSENTRASI STUDI BAHASA ARAB PROGRAM PASCASARJANA/ S2 UIN SGD BANDUNG 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan kehadirat dzat Yang Maha Tinggi yang telah menganugerahkan kemampuan berpikir dan berbahasa kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, yang menjadi kelebihan tersendiri baginya daripada hewan. Seuntai syukur penulis panjatkan keharibaan Allah SWT, yang berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang sangat sederhana ini. Segenggam shalawat dan salam keberkahan senantiasa Allah SWT limpahkan kepada junjungan alam sayyid al-basyar Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya dan sahabatnya hingga kita sebagai umatnya. Selanjutnya, makalah yang disajikan ini – Teori Chomsky dan Pembelajaran Bahasa Arab – merupakan aktualisasi dari penulis dalam memenuhi tugas terstruktur dan sebagai materi seminar pada matakuliah Psikososiolinguistik.

Bandung, Mei 2010

Penulis Agus Solihin

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ....................................................................................................... i Daftar Isi .................................................................................................................. ii Bab I Pendahuluan ................................................................................................. A. Latar Belakang masalah ............................................................................... B. Rumusan Masalah ......................................................................................... C. Tujuan Pembahasan ..................................................................................... Bab II Pembahasan ................................................................................................. A. Chomsky dan Teori Generatif Transformasi ........................................... B. Chomsky dan Teori Genetik Kognitif ....................................................... C. Aplikasi Teori Chomsky dalam Pembelajaran bahasa Arab ................. Bab III Penutup ...................................................................................................... A. Simpulan ...................................................................................................... B. Saran dan Kritik ......................................................................................... Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan ciri utama yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Karena itulah, menjadikan bahasa sebagai objek kajian merupakan pilihan menarik. Sebagai alat interaksi verbal, bahasa dapat dikaji secara internal maupun secara eksternal. Secara internal kajian dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu, mulai dari struktur fonologi, morfologi, sintaksis, dan sebagainya. Kajian secara eksternal berkaitan dengan hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa itu, seperti faktor sosial, psikologi, etnis, seni, dan sebagainya. Berbicara tentang pengajaran bahasa, baik bahasa pertama maupun bahasa kedua atau bahasa asing, maka ada dua grand teori yang menjadi landasan teoritis dalam pengembangan pengajaran bahasa, yaitu teori ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu bahasa (linguistik). Psikologi menguraikan bagaimana orang belajar sesuatu, linguistik memberikan informasi tentang seluk beluk bahasa. Informasi dari keduanya diramu menjadi suatu cara atau metode yang memudahkan proses belajarmengajar bahasa untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, dari disiplin linguistik dan psikologi itu sendiri dapat dicermati adanya berbagai teori (di antaranya teori psikologi kognitif, behavioristik, dan pragmatik) atau aliran (seperti aliran psikologi mentalistik, kognitif dan behavioristik) yang terkadang berbeda, tumpang tindih, maupun bertentangan. Dalam makalah ini, penulis tidak akan membahas semua dari teori atau aliran itu, tetapi memfokuskan pembahasannya pada salah satu teori yang dicetuskan oleh seorang linguis Amerika ternama – berdasarkan pada silabi matakuliah ini – yaitu Noam Chomsky dengan teori linguistik generatif transformasinya dan teori pembelajaran genetik kognitifnya dalam psikologi. Setelah teorinya diketahui, maka penulis mencoba untuk menyinergikan teori tersebut terhadap pembelajaran Bahasa Arab.

B. Rumusan Masalah Berangkat dari latar belakang masalah di atas, maka penulis bermaksud membuat rumusan permasalahannya supaya memudahkan kita (penulis dan pembaca) dalam memahami pembahasan ini sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan teori generatif transformasi dari Chomsky ? 2. Apa yang dimaksud dengan teori genetik kognitif dari Chomsky ? 3. Bagaimana aplikasi dari teori Chomsky dalam pembelajaran Bahasa Arab ? C. Tujuan Pembahasan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan ini ialah : 1. Untuk mengetahui teori generatif transformasi dari Chomsky. 2. Untuk mengetahui teori genetik kognitif dari Chomsky. 3. Untuk mengetahui bagaimana aplikasi dari teori Chomsky dalam

pembelajaran Bahasa Arab.

BAB II PEMBAHASAN

A. Chomsky dan Teori Generatif Transformasi Noam Chomsky adalah linguis Amerika yang dengan teori tata bahasa generatif transformasinya dianggap telah membuat satu sejarah baru dalam psikolinguistik. Dalam sejarah pertumbuhannya teori Chomsky ini dapat dibagi atas empat fase, yaitu ; 1. Fase generatif transformasi klasik yang bertumpu pada buku Syntactic Structure antara tahun 1957-1964. 2. Teori standar yang bertumpu pada buku Aspect of The Theory of Syntac antara 1965-1966. 3. Fase teori standar yang diperluas antara tahun 1967-1972. 4. Fase sesudah teori standar yang diperluas antara tahun 1973 sampai kini, seperti teori penguasaan dan ikatan (government and binding theory). Adanya fase-fase itu adalah karena adanya kritik, reaksi, dan saran dari berbagai pihak, dan lebih untuk menyempurnakan teori itu.1 Teori generatif transformasi yang diletakkan oleh Chomsky adalah teori linguistik modern paling menonjol yang mencerminkan kemampuan akal, membicarakan masalah-masalah kebahasaan dan pemerolehannya, serta

hubungannya dengan akal dan pengetahuan manusia. Chomsky mendasarkan teorinya ini atas dasar asumsi bahwa bahasa menjadi bagian dari komponen manusia dan produk khas akal manusia.2 Chomsky melihat bahwa bahasa adalah kunci untuk mengetahui akal dan pikiran manusia. Manusia berbeda dengan hewan karena kemampuannya berpikir dan kecerdasannya, serta kemampuannya berbahasa. Itulah yang menjadi aspek paling fundamental dalam aktivitas manusia. Karena itu, sangat tidak logis jika
1 2

Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), Cet-I, hal. 76. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab (Bandung : Humaniora, 2009), Cet-I, hal. 71.

bahasa yang sangat vital ini berubah menjadi berbentuk susunan kata yang terstruktur, kosong dari makna, seperti pendapat kaum strukturis dan behavioris.3 Menurut Chomsky untuk dapat menyusun tata bahasa dari suatu bahasa yang masih hidup (masih digunakan dan ada penuturnya) haruslah ada suatu teori umum mengenai apa yang membentuk tata bahasa itu. Teori umum itu adalah teori ilmiah yang disusun berdasarkan satu korpus ujaran yang dihasilkan oleh para bahasawan asli bahasa itu. Dengan korpus ujaran itu dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan umum atau kaidah-kaidah umum tata bahasa yang dapat digunakan untuk memprediksikan semua ujaran (kalimat) yang dapat dihasilkan oleh seorang penutur asli bahasa itu (Chomsky, 1965 : 7). Dalam hal ini, bisa juga dikatakan kalau kita menguasai suatu bahasa dengan baik – karena kita menjadi penutur bahasa itu – maka kita dapat menghasilkan kalimat-kalimat baru yang jumlahnya tidak terbatas. Kalimat-kalimat baru yang jumlahnya tidak terbatas itu tidak mungkin dapat diperoleh dengan teori S-R (stimulus-respon)-nya kaum behaviorisme seperti yang dikemukakan oleh Bloofield karena kita tidak mungkin pernah mendengar kalimat-kalimat baru yang jumlahnya tidak terbatas.4 Tampaknya teori lingusitik Chomsky menyangkut adanya pasangan penuturpendengar yang ideal di dalam sebuah masyarakat tutur yang betul-betul merata dan sama. Keduanya harus mengetahui dan menguasai bahasanya dengan baik. Terjadinya suatu tindak tutur memerlukan adanya interaksi dari berbagai faktor. Dalam hal ini, kompetensi atau kecakapan linguistik dari penutur-penutur yang menyokong terjadinya tuturan tadi hanyalah merupakan satu faktor saja.5 Sehubungan dengan hal di atas, Chomsky membedakan adanya kompetensi dan performansi. Kompetensi adalah kapasitas kreatif dari pemakai bahasa, sedangkan performansi adalah penggunaan bahasa secara aktual yang meliputi mendengarkan, berbicara, berpikir dan menulis.6 Artinya, kemampuan bahasa
3 4

Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab … hal. 71. Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 77. 5 Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 77. 6 Samsunuwiyati Mar’at, Psikolinguistik suatu Pengantar (Bandung : Refika Aditama, 2005), Cet-I, hal. 18.

merupakan esensi akal yang tersembunyi di balik perbuatan bahasa; sedangkan perbuatan bahasa itu sejatinya merupakan cerminannya. Tetapi, ada kalanya perbuatan bahasa itu menyimpang dari pengetahuan ini karena sebab-sebab yang muncul, seperti kelelahan, sakit, salah ucap atau salah tulis.7 Kompetensi merupakan bidang studi para ahli bahasa. Interaksi kompetensi dengan aspek-aspek lain seperti ingatan, motivasi, performansi (berbicara dan mendengarkan) merupakan bidang studi psikologi.8 Kompetensi atau kecakapan adalah suatu proses generatif, dan bukan “gudang” yang berisi kata-kata, frasa-frasa, atau kalimat-kalimat sperti konsep langue dalam teori linguistik De Saussure. Kompetensi merupakan satu system kaidah atau rumus yang dapat kita sebut tata bahasa dari bahasa penutur itu. Dalam linguistik generatif transformasi, struktur system bahasa sama dengan tata bahasa. Tata bahasa maksudnya “pengetahuan” penutur suatu bahasa mengenai bahasanya yang lazim disebut kompetensi. Kompetensi (tata bahasa) meliputi komponen fonologi, komponen sintaksis dan komponen semantik. Kompetensi dimanfaatkan dalam performansi. Linguistik generatif transformasi menyodorkan konsep deep structure (struktur dalam) dan surface structure (struktur luar) dalam memahami ketiga komponen itu.9 Adapun yang dimaskud dengan deep structure adalah struktur kalimat itu secara abstrak yang berada di dalam otak penutur sebelum kalimat itu diucapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan surface structure adalah struktur kalimat itu ketika diucapkan yang dapat kita dengar.10 Dilihat dari segi semantik, tata bahasa suatu bahasa adalah satu system rumus atau kaidah yang menyatakan persamaan atau keterkaitan antara bunyi (bahasa) dan makna (bahasa) dalam bahasa itu. Dilihat dari segi daya kreativitas, tata bahasa adalah sebuah alat perancang yang khusus menerangkan dengan jelas pembentukan kalimat-kalimat gramatikal (yang jumlahnya tidak terbatas) dan menjelaskan struktur
7

Foss, D. J. and D. Hakes, Psycholinguistics : an Introduction to The Psycholgy of Language (New Jersey : Prentice-Hall, 1978), p. 21-51 8 Samsunuwiyati Mar’at, Psikolinguistik suatu Pengantar … hal. 18. 9 D. Hidayat, Makalah Psikolinguistik (Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung), hal. 16. 10 Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 35.

setiap kalimat itu. Alat perancang inilah yang diberi nama tata bahasa generatif oleh Chomsky.11 Hubungan antara struktur dalam bahasa dan struktur luar bahasa menentukan makna suatu kalimat. Hubungan yang teratur dengan perantara kaidah-kaidah transformasi itu berlangsung hingga ke struktur luar bahasa. Hubungan kedua struktur ini dinamakan transformasi; dan karena itu, tata bahasa versi teori ini dinamakan tata bahasa transformasi (transformational grammar). Apa maksudnya? Tata bahasa transformasi ini adalah proses produksi kalimat melalui perantaraan kaidah-kaidah transformasi (transformational rule), yakni mengalihkan struktur dalam bahasa kepada struktur luar bahasa, kemudian struktur luar bahasa tersebut dianalisis.12 B. Chomsky dan Teori Genetik Kognitif
Sama halnya dengan Piaget, Chomsky juga tidak pernah memperkenalkan teori pemerolehan dan pembelajaran bahasa secara khusus. Namun, karena teori linguistik yang diperkenalkannya (1957, 1965, 1968) dan juga artikel ulasannya mengenai buku Skinner “Verbal Behavior” (1957), dalam Language (1959) telah mengubah secara drastis perkembangan psikolinguistik, maka satu teori pemerolehan dan pembelajaran bahasa telah dapat disimpulkan dari teori generatif transformasinya yang kini dikenal dengan nama teori genetik kognitif. Teori ini digolongkan ke dalam kelompok teori kognitif karena teori ini menekankan pada otak (akal, mental) sebagai landasan dalam proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa.13

Dalam bukunya Logical Structure of Linguistic Theory, Chomsky menyanggah teori behavioris. Baginya, kemampuan berbahasa pada diri manusia bukanlah produk (setting) alam, melainkan lebih merupakan potensi bawaan manusia sejak lahir. Teori linguistik Chomsky itu terlihat lebih humanis daripada teori behavioris. Aliran behaviorisme menganggap manusia sebagai patung yang diukir oleh sang arsitek bernama lingkungan, atau bagaikan robot yang sudah diatur sedemikian rupa oleh ilmuwan penciptanya. 14

11 12

Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 78. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab … hal. 76. 13 Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 108. 14 Media Indonesia On-Line, 06 April 2006

Chomsky dengan keras menentang teori pembiasaan operan dalam pemerolehan bahasa yang dikemukakan Skinner. Menurut Chomsky tidaklah ada gunanya sama sekali untuk menjelaskan proses pemerolehan bahasa tanpa mengetahui dengan baik apa sebenarnya bahasa sebagai benda yang sedang diperoleh itu. Untuk dapat menerangkan hakikat proses pemerolehan bahasa, disamping memahami apa sebenarnya bahasa itu, kita tidak boleh menyampingkan pengetahuan mengenai struktur dalam organisme (manusia), yakni bagaimana caracara orang (organisme) memproses masukan (input) informasi, dan bagaimana caracara perilaku berbahasa itu diatur. Semua cara ini ditentukan oleh struktur awal yang dibawa sejak lahir yang sangat rumit, dan proses perkembangannya diatur menurut proses pematangan genetik dan pengalaman-pengalaman yang telah lalu.15 Teori genetik kognitif ini didasarkan pada satu hipotesis yang disebut hipotesis nurani (the innateness hypotesist). Hipotesis ini mengatakan bahwa otak manusia telah dilengkapi dengan struktur bahasa universal dan apa yang disebut Language Acquisition Device (LAD), yaitu piranti pemerolehan bahasa. Struktur bahasa universal ialah himpunan kaidah-kaidah yang bersifat universal, yang pada umumnya semua bahasa memiliki kesamaan padanya, dan tidak ada kekhususan bagi bahasa tertentu. Kaidah universal ini mencakup himpunan masalah-masalah dan gagasan-gagasan yang dimiliki oleh anak, yang tumbuh di dalam diri mereka dalam bentuk yang sama, meskipun berbeda-beda bahasa dan pendidikannya.16 Dalam proses pemerolehan bahasa, LAD menerima “ucapan-ucapan” dan data-data lain yang berkaitan melalui pancaindera sebagai masukan dan membentuk rumus-rumus linguistik berdasarkan masukan itu yang kemudian dinuranikan sebagai keluaran. Menurut Chomsky, teori behaviorisme (S-R) sangat tidak memadai untuk menerangkan proses-proses pemerolehan bahasa, sebab masukan data linguistiknya sangat sedikit untuk dapat membangkitkan rumus-rumus linguistik. Chomsky berpendapat tidak mungkin seorang kanak-kanak mampu menguasai bahasa ibunya dengan begitu mudah yaitu tanpa diajar dan begitu cepat dengan masukan yang sedikit (kalimat-kalimat tidak lengkap, berputus-putus, salah, dan

15 16

Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 108. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab … hal. 87.

sebagainya) tanpa adanya struktur universal dan LAD itu di dalam otaknya secara genetik.17 Dalam proses pemerolehan bahasa, tugas kanak-kanak dengan alat yang dimilikinya (yaitu LAD)18 adalah menentukan bahasa masyarakat manakah masukan kalimat-kalimat yang didengarnya itu dimasukkan. Struktur awal atau skema nurani yang dimiliknya semakin diperkaya setelah “bertemu” dengan masukan dari bahasa masyarakatnya (bahasa ibunya); dan kanak-kanak akan membentuk teori tata bahasanya berdasarkan itu. Tata bahasa itu terus-menerus disempurnakan berdasarkan masukan yang semakin banyak, dan sesuai dengan proses pematangan otaknya. Sesudah mencapai umur tiga atau empat tahun, tata bahasa ini sudah hampir sama baiknya dengan tata bahasa yang dimiliki orang dewasa. Keadaan ini merupakan hal yang luar biasa mengingat betapa rumitnya bahasa yang diperolehnya.19 Untuk lebih memperkuat teorinya atau hipotesisnya Chomsky mengajukan hal-hal berikut : 1. Proses-proses pemerolehan bahasa pada semua kanak-kanak boleh dikatakan sama. 2. Proses pemerolehan bahasa tidak ada kaitannya dengan kecerdasan. Maksudnya, anak yang IQ-nya rendah juga memperoleh bahasa pada waktu dan cara yang hampir sama. 3. Proses pemerolehan bahasa juga tidak dipengaruhi oleh motivasi dan emosi kanak-kanak. 4. Tata bahasa yang dihasilkan oleh semua kanak-kanak boleh dikatakan sama. Semua ini tidak mungkin terjadi apabila kanak-kanak itu tidak dilengkapi dengan LAD dan skema nurani seperti yang disebutkan di atas.20
17 18

Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 108. Alat ini menyerupai layar radar yang hanya menangkap gelombang-gelombang bahasa. Setelah diterima, gelombang-gelombang itu ditata dan dihubung-hubungkan satu sama lain menjadi sebuah system kemudian dikirimkan ke pusat pengolahan kemampuan berbahasa (Language Competence). Pusat ini merumuskan kaidah-kaidah bahasa dari data-data ujaran yang dikirimkan oleh LAD dan menghubungkannya dengan makna yang dikandungnya, sehingga terbentuklah kemampuan berbahasa. Pada tahap selanjutnya, pembelajar bahasa menggunakan kemampuan berbahasanya untuk mengkreasi atau menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa yang dipelajarinya untuk mengungkapkan keinginan atau keperluannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah diketahuinya. 19 Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 109. 20 Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 109.

C. Aplikasi Teori Chomsky dalam Pembelajaran bahasa Arab Dalam beberapa hal, teori kebahasaan dalam aliran generatif-transformatif ini memiliki kesamaan dengan aliran struktural. Pertama, pada dasarnya bahasa itu adalah ujaran (lisan). Kedua, bahasa memiliki system yang utuh dan cukup memadai untuk mengekspresikan maksud dari penuturnya. Oleh karena itu, tidak ada suatu bahasa yang lebih unggul atas bahasa lainnya. Namun demikian, terdapat perbedaan di antara keduanya, antara lain: 1. Menurut aliran struktural, kemampuan berbahasa diperoleh melalui kebiasaan yang ditunjang dengan latihan dan penguatan. Sedangkan aliran

transformatif-generatif menekankan bahwa kemampuan berbahasa adalah sebuah proses kreatif. 2. Aliran struktural menekankan adanya perbedaan system antara satu bahasa dengan bahasa lainnya, sementara aliran transformatif-generatif menegaskan adanya banyak unsur kesamaan di antara bahasa-bahasa, terutama pada tataran struktur dalamnya. 3. Aliran struktural berpandangan bahwa semua bahasa yang hidup berkembang mengikuti perubahan zaman, terutama karena terjadinya kontak dengan bahasa lain, oleh karena itu, kaidah-kaidah bahasa pun bisa mengalami perubahan. Sedangkan aliran transformatif-generatif menyatakan bahwa perubahan itu hanya menyangkut struktur luar, sedangkan struktur dalamnya tidak berubah sepanjang masa dan tetap menjadi dasar bagi setiap perkembangan yang terjadi.21 Berdasarkan teori-teori kebahasaan tersebut, penulis dapat merumuskan prinsip-prinsip mengenai pembelajaran bahasa – dalam hal ini pembelajaran bahasa Arab berdasarkan teori Chomsky – sebagai berikut: 1. Pembelajar tidak mesti diberikan latihan (drill) secara intensif, tetapi hanya dibimbing saja oleh gurunya. 2. Karena kemampuan berbahasa adalah sebuah proses kreatif, maka pembelajar harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam

21

http://fajristainjusi.blogspot.com/2009/12/dasar-dasar-teoritis-pengajaran-bahasa_1441.html

situasi komunikatif yang sebenarnya, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan. 3. Guru memberikan kaidah bahasa dan selanjutnya dikembangkan oleh pembelajar. 4. Pemilihan materi pelajaran tidak ditekankan pada hasil analisis kontrastif, melainkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan fungsi-fungsi bahasa. 5. Kaidah nahwu dapat diberikan sepanjang hal itu diperlukan oleh pembelajar sebagai landasan untuk dapat mengkreasi ujaran-ujaran sesuai dengan kebutuhan komunikasi. 6. Guru harus meyakinkan bahwa siswa mampu menginternalkan (internalized) kaidah-kaidah yang memungkinkan siswa mampu menghasilkan kalimat. 7. Siswa harus diterjunkan dalam situasi komunikasi nyata seperti yang terjadi pada penutur asli. Menurut Chomsky perkembangan teori linguistik dan psikologi yang sangat penting dan perlu diingat dalam pembelajaran bahasa adalah sebagai berikut : 1. Aspek kreatif penggunaan bahasa. Tiap kalimat merupakan karya baru dari kompetensi dan bukan hasil cungkilan oleh rangsangan. 2. Keabstrakan lambang-lambang linguistik. Kaidah-kaidah yang menentukan bentuk-bentuk kalimat dan penafsiran artinya yang rumit bukan merupakan sesuatu yang konkret, melainkan abstrak. 3. Keuniversalan struktur dasar linguistik, yaitu himpunan kaidah-kaidah yang bersifat universal, yang pada umumnya semua bahasa memiliki kesamaan padanya, dan tidak ada kekhususan bagi bahasa tertentu. Keabstrakan lambang-lambang linguistik dan tidak diperoleh melalui pengalaman dan latihan (dibawa sejak lahir) maka prinsip-prinsip ini bersifat universal. 4. Peranan organisasi intelek nurani (deep structure) dalam proses kognitif/ mental. Organisasi intelek nurani yang bersifat universal ini mempunyai peranan sangat penting dalam pemerolehan bahasa.22

22

Abdul Chaer, Psikolinguistik; Kajian Teoritik … hal. 79-80.

BAB III PENUTUP
A. Simpulan Setelah penulis memaparkan content pembahasan dari makalah ini, maka sebagai langkah terakhir dapat dibuat simpulan – berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan pada bab I – sebagai berikut : 1. Teori generatif transformasi Chomsky adalah teori linguistik yang menerangkan dengan jelas pembentukan kalimat-kalimat gramatikal dan menjelaskan struktur setiap kalimat itu, serta mengalihkan struktur dalam bahasa kepada struktur luar bahasa untuk menentukan suatu kalimat. 2. Teori genetik kognitif Chomsky adalah teori yang menekankan pada otak (akal,
mental) sebagai landasan dalam proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa yang dilengkapi dengan struktur bahasa universal dan instrumen pemerolehan bahasa “Language Acquisition Device”.

3. Adapun aplikasi teori Chomsky dalam pembelajaran Bahasa Arab di antaranya ialah pembelajar tidak mesti diberikan latihan secara intensif, tetapi hanya dibimbing saja oleh gurunya; pembelajar harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam situasi komunikatif yang sebenarnya, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan; kaidah bahasa yang diberikan oleh gurunya dikembangkan oleh pembelajar; pemilihan materi pelajaran tidak ditekankan pada hasil analisis kontrastif, melainkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan fungsi-fungsi bahasa; dan sebagainya. B. Saran dan Kritik Penulis menyadari bahwa makalah yang disajikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu besar harapan penulis akan adanya sumbangsih saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca dan pemerhati bahasa, terutama para ahli demi kesempurnaan makalah ini. Penulis menganggap bahwa kritikan dan saran objektif adalah nasihat terbaik. Meskipun berat menerima kritik atas pekerjaan yang telah dilakukan dengan maksimal dan segala keterbatasan yang ada pada diri penulis.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung : Humaniora, Cetakan Pertama, 2009. Chaer, Abdul, Psikolinguistik; Kajian Teoritik, Jakarta : Rineka Cipta, Cetakan Pertama, 2003. Chomsky, Noam, Aspect of The Teory of Syntax, Cambridge : Massachusseth the M.J.T Press, 1965. Hidayat, D., Makalah Psikolinguistik, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, t.t. Foss, D. J., and D. Hakes, Psycholinguistiks : an Introduction to The Psycholgy of Language, New Jersey : Prentice-Hall, 1978. http://fajristainjusi.blogspot.com/2009/12/dasar-dasar-teoritis-pengajaranbahasa_1441.html Mar’at, Samsunuwiyati, Psikolinguistik suatu Pengantar, Bandung : Refika Aditama, Cetakan Pertama, 2005. Media Indonesia On-Line

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->