P. 1
Cek Sistem Pelumasan Pada Sssss

Cek Sistem Pelumasan Pada Sssss

|Views: 666|Likes:

More info:

Published by: Shunsuke Suniel Sagara on Jul 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Cek Sistem Pelumasan Pada Mobil Merawat sistem pelumasan berarti menambah awet usia kendaraan.

Sistem pelumasan mobil sangat diperlukan di beberapa bagian kendaraan seperti pelumasan mesin, pelumasan kopling, pelumasan suspensi dan lain-lain. Merawat sistem pelumasan berarti menambah awet usia kendaraan. Berikut ini prosedur pelumasan Mobil Anda sesuai jarak tempuh dan waktu pemakaian :

1. Setiap 750 km atau seminggu sekali
o Periksa pelumasan minyak mesin. Cek permukaan minyak mesin menggunakan tongkat celup.

2. Setiap 5.000 km atau 3 bulan sekali
o Ganti minyak mesin sebanyak 3/4 liter.

3. Setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali
o Periksa permukaan minyak kopling dalam reservoir kopling dan minyak rem. Tinggi permukaan harus 6 mm di bawah lubang tutup pengisi. o 4. Gantilah elemen saringan minyak dan bersihkan.

Setiap 20.000 km atau setahun sekali o o o o Lakukan pelumasan pada generator dan distributor. Periksa permukaan minyak dalam bak roda kemudi. Periksa permukaan minyak dalam bak percepatan. Ganti saringan udara yang menggunakan model kertas. Apabila menggunakan yang model kawat cukup dicuci dan beri minyak. o Bersihkan saringan udara ventilasi lemari engkol

5. Setiap 50.000 km atau 30 bulan sekali.
o Lumasi lengan suspensi roda dan sambungan peluru dengan pistol pelumas yang berisi gemuk khusus. o Lumasi bantalan roda depan.

Sistem pelumasan
Navigation: Main page » Mobil - Fungsi dan Kegunaan Print this page Submit articleComment article Author: Ridwan di dalam mesin terdapat bagian-bagian yang bergerak, Untuk mencegah keausan akibat gesekan pada bagian yang bergerak maka disalurkanlah minyak pelumas (oli) melaluisistem pelumasan.

Minyak pelumas selain berfungsi mencegah keausan akibat gesekan, juga dapat membantu mendinginkan mesin, memperbaiki kerapatan antara ring piston dengan dinding silinder, mencegah karat dan membersihkan bagianp-bagian mesin.

Komponen-komponen sistem pelumasan a) Pompa oli Pompa oli berfungsi mengisap oli dan menyalurkannya ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi.

Saringan oli Saringan oli berfungsi menyaring kotoran yang terdapat dalam oli. Saringan oIi dipasang

di luar mesin, agar mudah melakukan pertiannya.

Katup pengatur tekanan oli Katup pengatur tekanan oli (oil pressure relief valve), berfungsi mengatur tekanan oli yang disalurkan ke sistem pelumasan. Pada tekanan minyak yang tinggi (rpm tinggi, katup akan membuka dan kelebihan oli akan disalurkan ke bak oIi melalui lubang by pass.Sehingga tekanan oli yang masuk ke sistem pelumasan dapat dibatasi besarnya.

Sistem pelumasan mesin
Navigation: Main page » Sepeda Motor - Pemasangan dan Merakit Print this page Submit articleComment article Author: Ridwan

seluruh peralatan yang bergerak didalam suatu motor bakar selalu mengadakan pergesekan, untuk mengatasinya diperlukan minyak pelumas tidak diperhatikan

pada suatu motor bakar, maka akan mengakibatkan : a) bagian peralatan yang bergesekan akan cepat aus b) timbulnya panas yang berlebihan c) tenaga mesin berkurang d)dan timbul karat

pelumasan yang teratur dan selalu memperhatikan mutu minyak pelumas dapat memperpanjang usia motor terhadap kerusakan karena terhindar dari : a) keausan silinder b) terbakarnya bantalan c) pengotoran busi d) kemacetan cincin torak e) pelumpuran f) deposit g) pemborosan bahan bakar

karena itu fungsi pelumasan meliputi pekerjaan sebagai berikut: a) melumas bagian-bagian yang bergerak untuk mengurangi keausan dan kerugian daya gesek. b) meredam kejutan-kejutan antara bantalan dan bidang-bidang lumas lainnya sehingga mengurangi kebisingan suara motor dan memperpanjang usia mesin c) menyumbat baik rongga-rongga yang terdapat diantara cincin-cincin torak dan dinding silinder d) membantu mendinginkan mesin dengan menghanyutkan panas yagn timbul akibat gesekan e) membantu membersihkan bidang-bidang lumas dengan jalan menghanyutkan abu atau pasir-pasir akibat gesekan.

bagian-bagian yang penting dari motor yang memerlukan pelumasan ialah: a) dinding silinder dan torak b) bantalan poros engkol dan batang penggerak c) bantalan poros kam d) mekanisme katup e) pena poros f) kipas angin g) pompa h) mekanisme pengapian

dalam pasaran minyak pelumas kekentalan sering diukur dengan angka SAE(society automotif engineer), misal SAE10 (ENCER SEKALI) SAE20 (lebih kental). makin besar angka SAEnya maka minyak pelumas makin kental. minyak pelumas makin encer bila dipanaskan dan makin kental bila di dinginkan, karena tiu makin rendah temperatur motor makin sukar di start.

Mengenal komponen sistem pelumasan « on: January 17, 2004, 10:25:20 AM » Berikut ini komponen-komponen sistem pelumasan : Sistem pelumasan oli berfungsi untuk mensuplai oli ke permukaan bantalan - bantalan dari semua bagian yang bergerak. Terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait. Ingin tahu lebih lanjut? Berikut ini komponen-komponen sistem pelumasan :

Oli Pelumas Pelumas yang digunakan adalah oli mineral dengan tambahan bahan kimia yang bervariasi. Oli mesin dibuat dalam derajat kualitas, viskositas atau kekentalan yang berbeda. Pompa Oli Pompa oli biasanya ditempatkan pada tutup peti engkol untuk mensuplai oli dalam panci oli digerakkan dari poros engkol atau poros kam melalui perantaraan roda gigi atau sebuah poros penggerak, tergantung dari lokasi dan lay out mesin. Pompa jenis roda gigi dan pompa pemindah positif yang lain juga digunakan. Klep Relief Tekanan Klep relief tekanan oli dipasang pada bodi pompa atau saluran utama oli. Klep ini mencegah tekanan dari suplai yang terlalu besar jika mesin dioperasikan pada kecepatan tinggi atau jika oli dingin dan tipis.

Indikator Tekanan Adalah suatu sakelar tekanan atau unit sender/pengukur dipasang pada saluran utama oli, menutup ke saluran pengeluaran (outlet) pompa yang dioperasikan dengan sebuah lampu peringatan pada panel instrumen jika ada tekanan oli. Sistem Distribusi Oli Merupakan hubungan seri dari saluran oli utama yang dialiri oli ke berbagai mesin guna mensuplai pelumasan dan pendinginan. Panci Oli Berupa tangki untuk menyimpan oli yang diperlukan pada sistem pelumasan dan diletakkan pada dasar mesin. Untuk memompanya diperlukan suatu pompa oli yang dipasang pada panci oli. Batang Pemeriksa Suatu alat yang berbentuk batang dari baja untuk mengetahui ketinggian atau kedalaman cadangan oli di dalam panci. Batang pemeriksa dipasang pada suatu pipa semacam tabung yang dilekatkan pada peti engkol atau panci oli. Tutup Saringan Oli Dipasang untuk memungkinkan pengisian oli dari atas mesin. Terletak pada tube/pipa yang terdapat pada peti engkol atau penci oli, umumnya pada bagian atas pengangkat katup. Saringan Oli Digunakan untuk melepaskan debu, kotoran, karbon, dan partikel lain di luar bahan oli dan menjaga kebersihan elemen. Klep Bypas Dipasang pada sistem saringan aliran penuh. Klep bypas dibuka jika saringan diblok/tertutup kotoran atau tersumbat sehingga oli dapat mengalir dan melumasi bagian-bagian mesin. Sistem Ventilasi Peti Engkol Beberapa mesin termasuk diesel menggunakan sistem ventilasi dimana tabung kecil dialirkan ke bawah mesin dengan aliran tekanan udara yang dimasukkan melalui tutup saringan pengisi oli. Pendingin Oli Pada beberapa kendaraan, menggunakan pendingin oli untuk mengedarkan udara yang mengalir melalui permukaan panci oli ke penyerap panas sederhana yang berfungsi seperti radiator pendingin mesin.

Sumber: Oto.co.id

Banyak Asap Tapi Sistem Pelumasan Oke
Banyak pengendara yang langsung menuduh sistem pelumasan ketika asap knalpot tampak berbeda dari biasanya. Asap terlihat lebih banyak, alias ngebul. Logis memang, sebab masalah pada sistem pelumasan --bocor misalnya-- dapat mengakibatkan oli merembes ke ruang bakar. Lalu, ikut terbakar bersama bahan bakar. Pada kenyataannya, tidak semua asap ngebul disebabkan oleh masalah sistem pelumasan. Seperti yang pernah terjadi pada salah satu customer. Buangan asap dari knalpot mobilnya tampak lebih banyak. Ketika sistem pelumasan dan oli diperiksa, semua baikbaik saja. Ternyata, sumber masalah ada di karet booster rem (membran booster rem), komponen yang berfungsi untuk memperingan injakan pedal rem. Sumber masalah tersebut baru diketahui ketika ia mendeteksi gejala lain yang dirasakan saat berkendara. Yaitu, putaran mesin terasa tidak stabil setiap kali pedal rem diinjak. Seakan-akan mesin hendak mati. Karena robek, maka udara luar bebas masuk ke dalam intake manifold. Akibatnya, campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang (terlalu banyak udara / campuran kurus). Inilah yang kemudian menyebabkan pembakaran di ruang bakar ikut terpengaruh, yaitu: pembakaran menjadi tidak sempurna. Tentu saja, tenaga yang dihasilkan pun tidak maksimal dan putaran mesin menjadi tersendat-sendat (hunting) saat pengendara melakukan pengereman. Selain berpengaruh ke kondisi mesin, karet booster rem yang robek ini juga dapat mengakibatkan sebagian minyak rem masuk ke intake manifold. Dari intake manifold, minyak rem ini kemudian terbakar di ruang bakar. Itulah sebabnya asap knalpot menjadi agak tebal. Cara menanganinya, tentu saja dengan langsung memfokuskan perhatian ke karet booster rem. Komponen ini terdapat di dalam booster rem. Bongkar dan lakukanlah penggantian karet booster. Saran kami, lakukan penggantian di bengkel atau serahkan kepada yang ahli. Sebab, bila pemasangan kembali tidak presisi, masalah serupa justru akan muncul lagi. Sebetulnya, kasus karet yang robek ini kebanyakan dipicu oleh minyak rem. Karena itulah, cara menghindari kasus seperti di atas adalah dengan memperhatikan penggantian minyak rem secara lebih disiplin. Minyak rem harus diganti setiap sekitar 20.000 km. Karena, apabila cairan ini tidak diganti, maka viscositas (kekentalan) akan menurun. Oli semacam ini akan mudah mendidih. Efek didih itulah yang membahayakan karet booster rem. Otomatis, juga mempengaruhi kesempurnaan kerja sistem pengereman. (Source : AstraWorld)

Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan pada sepeda motor dibedakan menjadi dua, yaitu sistem pelumasan sepeda motor 4 tak dan sistem pelumasan sepeda motor 2 tak. a. Sistem Pelumasan Sepeda Motor 4 Tak Sepeda motor 4 tak pelumasan hanya ada satau macam, yaitu dari bak engkol. Minyak pelumas diisikan pada bak engkol. Dari bak engkol minyak pelumas dipercikan ke dinding silinder untuk melumasi dinding silinder motor. Ding oli yang dipasang pada piston bertugas meratakan dan membersihkan oli pada dinding silinder tersebut. Oleh karena itu sepeda motor 4 tak dilengkapi dengan ring oli. b. Sistem Pelumasan Sepeda Motor 2 Tak Sistem pelumasan sepeda motor 2 tak dibedakan menjadi 2, yaitu : 1 Sistem Pelumasan Campur Pada sistem ini oli dicampurkan dengan bahan bakar (bensin) pada tangki. Contohnya adalah pada sepeda motor vespa. 2 Sistem Pelumasan Autolube Pada sistem ini oli ditampung pada tempat tersendiri. Oleh karena itu pada sistem ini digunakan dua jenis minyak pelumas, yaitu pelumasan untuk bak engkol dan pelumasan untuk motornya. Untuk menjalankan tugas tersebut sistem ini dilengkapi dengan pompa oli. Contohnya pada sepeda motor Yamaha. Sistem pelumasan percik umumnya digunakan pada sepeda motor 4 tak seperti Honda. Minyak pelumas yang digunakan pada sepeda motor adalah oli, karena oli mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam pelumasan, yaitu : a. Daya lekatnya baik b. Titik nyala tinggi c. Tidak mudah menguap d. Titik beku rendah e. Mudah memindahkan panas. Kekentalan oli ditandai dengan SAE (The Society of Automotive Engineers). Semakin besar angka SAE-nya berarti semakin kental. Oli SAE 40 lebih kental dari pada oli SAE 20. kekentalan oli tersebut makin lama makin berkurang sehingga daya lumasnya pun menurun. Panas dan proses pembakaran sangat berpengaruh terhadap kualitas oli. Sisa pembakaran seperti H2O yang mengembun masuk kedalam bak oli dan bereaksi akhirnya menghasilkan lumpur yang merusak kualitas oli. Disamping itu karbon yang tidak terbakar akan bercampur dengan oli dan mengendap menjadi kerak. Oli pada sistem pelumasan sepeda motor berfungsi sebagai : a. Mengurangi gesekan b. Menyerap panas c. Mengurangi kehausan d. Menambah kerapatan antara piston dan dinding silinder e. Mencegah karat f. Membersihkan kotoran-kotoran c. Pompa Oli Pompa oli pada sepeda motor berfungsi untuk memyemprotkan oli agar bercampur

dengan gas baru dan masuk kedalam ruang bakar. Jumlah oli yang disemprotkan kedalam ruang bakar harus sesuai dengan ketentuan. Tidak boleh banyak ataupun kurang, jika terlalu banyak mengakibatkan ruang bakar menjadi cepat kotor oleh kerak/karbon dan polusi yang ditimbulkan oleh asap buang gas. Jika kurang mengakibatkan motor menjadi cepat panas dan memungkinkan piston macet didalam silinder. Jumlah oli yang disemprotkan oleh pompa dapat disetel, mekanisme penyetelannya pun tidak sama. Sepeda motor yang dipompa oli adalah sepeda motor 2 tak seperti Yamaha dan Suzuki, vespa termasuk sepeda motor 2 tak tapi oli tidak disemprotkan oleh pompa melainkan dicampur dengan bensin dalam tangki bensin. Sedangkan motor 4 tak seperti Honda tidak menggunakan pompa oli dan bensinnya dicampur dengan oli. Percikan oli dari ruang engkol secara otomatis karena pada pipi engkol terdapat sendok yang berfungsi sebagai pemercik. Pemeriksaan, Penyetelan, dan Perawatan : 1. Periksa tanda penyetelan pada pompa oli. Pada motor Suzuki A-100, waktu gas tangan diputar penuh maka tanda pada tuas pompa dan tanda pada rumah pompa harus segaris. Jika tanda tidak segaris maka perlu penyetelan kabel pompa oli. 2. Pada motor jenis Kawasaki KH-110 penyetelan pompa oli dilakukan setelah motor mencapai temperatur kerja. Setelah motor hidup pada putaran stasioner gas tangan diputar sampai putaran motor mulai naik. Pada posisi ini pompa oli harus segaris. Jika tanda penyetelan tidak segaris maka perlu penyetelan pada kabel pompa oli. 3. Pada motor Yamaha V-75 (E) Deluxe, penyetelan dilakukan dengan menggunakan mur pengunci lalu baut penyetel diputar hingga tanda yang terdapat pada pully lurus dengan baut yang terdapat pada plat penyetel. Setelah lurus mur penyetel diluruskan lagi. Penyetelan dilakukan dalam keadaan katup gas tertutup. 4. Pada Yamaha Alfa penyetelan dilakukan dengan mengendorkan mur pengunci lalu dengan memutar penyetel hingga tanda pully penyetel sejajar di tengah-tengah sekrup Philip head atau terletak pada jarak 1 mm dari sekrup tengah. Selain itu keraskan lagi mur pengunci.

Forum diskusi Engineering, Maintenance, bearing, Machinery

About Us

Sharing pengalaman maintenance
þÿ

Comments RSS Entries RSS

Sekilas , Minyak Pelumas & Grease
Posted on December 22, 2008 Filed Under Maintenance | Jika kita mempunyai mesin (mobil, pompa, turbine , motor listrik dll) mengharuskan kita untuk mengenal pengetahuan soal “lubricating oil” atau “pelumasan”. Paling tidak kita diharuskan mengetahui apa itu pelumas ,fungsinya & sifatnya, caranya bagaimana, bagaimana memilihnya. Hal ini perlu agar kita dapat mendapartkan hasil guna yang sebesar2nya dari mesin tsb. Secara awam pastilah kita tahu, bahwa akibat kekurangan pelumas bearing bisa macet bahkan hangus, mengapa? Dua bagian mesin yang saling bergesek (misal roda thd poros) perlu pelumasan, tujuannya agar licin dan sekaligus mendinginkan panas yang timbul akibat dua benda yang saling bergesek tsb. Elemen mesin yang membutuhkan pelumasan al : Gears,Cylinders,Flexible couplings,Chains,Cams dan mutlak untuk berbagai macam Bearings : Plain, rolling element, slides, guides, ways. Pelumasan yang berada diantara dua benda bergesek tsb, membentuk lapisan pelumas tipis dan disebut “lubricating oil film” . Bentuk2 sbb: Thick Hydrodynamic film, Elastohydrodynamic film, Hydrostatic film, Solid film Thick Hydrodynamic Films : tebal +/- 25 micron utk beban ringan dan area yang agak luas pemakaian pada ; journal & thrust bearings Elastohydrodynamic (EHD) Films “elasto” berarti deformasi elastis pada kedua permukaan harus terjadi sebelum lapisan film terbentuk. Tekanan diantara permukaan pelumas dan logam sangat tinggi, karena pelumas dipaksa masuk kedalam contact area. Lapisan film sangat tipis, 0.25 - 1.25 micron Biasanya terjadi pada ball/roller bearing (kontak antara ball ball & races) & meshing gears . Solid Films Juga disebut boundary lubrication

Dipakai jika pelumas minyak atau grease tidak bisa dipakai karena masalah sealing, masalah lingkungan dsb. Umumnya memakai pelumas padatan seperti PTFE, MoS2, plastic bearings, polyethylene dsb. Contoh : fan kecil, mesin jam tangan/beker/dinding. Komposisi pelumas. Secara prinsip : lubricating oil : terdiri dari base oil + additive Grease : terdiri dari base oil + thickener + additive INDUSTRIAL FLUID Didalam dunia industri telah diproduksi type2 pelumas sbb : Ø Lubricating Oils : pelumas berbentuk cair Ø Lubricating Greases : pelumas berbentu semi cair Ø Synthetic lubricants : pelumas buatan atau rekasa tehnology Hasil dari proses pemurnian/refinery virgin oil, minyak mentah atau crude oil sbb: 1.Light products : gas, gasoline, kerosene, solvents, fuel oil, diesel fuel, chemicals, asphalts 2.Heavy products; Lubricating oil & waxes Minyak mentah Berasal dari : Sisa-sisa binatang & tumbuhan laut yang mengendap dan tertimbun oleh lapisan lumpur dan tanah di dasar laut jutaan tahun yang lalu.Akibat tekanan dan temperatur yang tinggi, mengalami transformasi kimiawi yang menghasilkan hidrokarbon, yang berupa gas, minyak mentah, batubara dll.Minyak mentah ini di proses destilasi menjadi berbagai grade produk; al base oil. Additive definisi : Senyawa kimia yang ditambahkan pada pelumas untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu yang lebih baik. Pada awal sebelum 1920 pelumas belum dicampur additive. Pertama dipakai pada 1920, sekarang semua jenis pelumas mempunyai setidaknya 1 jenis aditive. Aditive dapat mempunyai efek samping yang buruk jika: Dosis berlebih, dan atau berinteraksi dengan aditive lainnya Catatan : oleh sebab itu (praktisi lapangan ) sangat tidak menganjurkan untuk mencapur merk atau type lubrican yang berbeda. Macam2 additive. Pour Point Depressants Menghambat pembentukan struktur kristal wax (lilin), yang bisa menghambat kemampuan alir pelumas pada temperatur rendah Viscosity Index (VI) Improvers Meningkatkan viskositas relatif pada temperatur tinggi Dapat berfungsi sebagai Pour Point Depressant atau dispersant Digunakan pada engine oils, automatic transmission fluids, multipurpose tractor fluids, & hydraulics fluid, juga beberapa jenis gear lubricant Defoamants Membantu untuk menahan pembentukan gelembung busa /foaming Molekul defoamant melekat pada gelembung udara dan membuat titik lemah. Oxidation Inhibitor menghambat oxidasi akibat pelumas yang dipanaskan (dalam mesin) bereaksi dengan udara.

Oksidasi akan menaikkan viskositas dan tingkat konsentrasi asam organic (SOOT formation) Corrosion Inhibitor Dua jenis korosi : korosi akibat asam organik, dan korosi akibat kontaminan Penggunaan material alkali (basa) dapat membantu menetralkan asam, Rust Inhibitor Membentuk lapisan film untuk mencegah air mencapai permukaan logam Detergents & Dispersants Menghambat dan mengurangi pembentukan deposit akibat rusaknya pelumas pada motor bakar internal. Pembentukan deposit dapat mengganggu sirkulasi pelumas, menyebabkan piston ring lengket dan aus, mempengaruhi clearances dan fungsi-fungsi dari critical components. Anti-wear Additives : Mengurangi friksi, keausan dan scuffing pada kondisi boundary lubrication. Terdiri atas : Mild wear & friction reducing additives Extreme Pressure (EP) Additives Catatan: tidak semua produsen pelumas menambahkan semua additive tsb diatas kedalam semua type produknya. Penambahan additive disesuaikan dengan peruntuknya agar mencapai nilai ekonomisnya. Misal hydrolic oil berbeda dengan turbine oil, dstnya. Grease Grease atau gemok adalah produk atau dispersi padatan/solid atau semifluida dari thickening agent dalam pelumas cair. Bahan lain yang dapat mengubah sifat pelumas dengan menambah(aditive). (ASTM D288 “Standard Definitions of Terms Relating to Petroleum”) Dimana gease dipakai Dipakai jika pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah) Dipakai dimana kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal. Dipakai jika pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atau untuk membersihkan sistem Umumnya dipakai pada putaran mesin <5000 RPM Mengapa grease dipakai Menyediakan pelumasan. Mencegah korosi Berfungsi sebagai SEAL untuk mencegah masuknya kotoran dan air Menahan kebocoran, dripping, atau terlempar dari permukaan yang dilumasi Grease yang baik syaratnya Mempunyai sifat fisik yang sesuai untuk aplikasinya Kompatibel dengan seal dan material lainnya yang terkena langsung Dapat mentoleransi sejumlah kecil kontaminasi seperti kelembaban, tanpa kehilangan fungsinya. Dapat menahan perubahan struktur akibat waktu pemakaian yang lama.Komposisi grease : terdiri dari komponen cair + thickener/pengental + additive Komponen cair : umumnya mineral oils Pengental : Metallic soaps : calcium soaps, sodium soaps, aluminum soaps, lithium & barium soaps

Additives & modifiers : memperbaiki sifat2 lub oil sesuai dengan yang diinginkan pada pemakaian tertentu. Molybdenum Disulfide & modified Teflon (PTFE) dipakai untuk heavy loads Synthetic Lubricants Synthetic Material : diproduksi dari kombinasi bahan menjadi bentuk baru. Istilah “Synthetic” pada pelumas dipakai untuk menjelaskan fluida dasar (base fluids), yang dibuat dengan proses sintesa (chemically combining) senyawa-senyawa dengan berat molekul yang rendah dan mempunyai viscositas memadai Synthetic based lubricants adalah rekayasa manusia, agar mendapatkan struktur molekul tertentu dengan sifat-sifat yang dapat diperkirakan Kebaikan Dapat menghasilkan sifat-sifat yang tidak mungkin ditemui pada mineral oils (total nonflammability, tidak dapat tercampur dengan air Service range temperature lebar, dan satabil pada temeprature rendah ataupun tinggi. Klasifikasi lubrikasi sinthetic - Synthesized hydrocarbon - Organic esters - Polyglycols - Phosphate esters - Dll (catatan : secara teknik tidak dianjurkan menambahkan atau mencampur lub.oil atau grease yang berbeda merk atau type, karena lebih banyak efek jeleknya dibanding baiknya.

Oli Pelumas Mesin Diesel KONSTRUKSI sistem pelumasan mesin diesel berbeda dengan mesin bensin. Penyebabnya, karena mesin diesel lebih banyak menghasilkan sisa pembuangan karbon. Ini membuat mesin diesel memerlukan filter oli khusus dan pendingin oli (oil cooler). Peranti ini diperlukan untuk mendinginkan minyak pelumas, karena temperatur kerjanya tinggi. Peranti saringan oli mesin diesel menggunakan filter dua elemen, yaitu, elemen aliran penuh dan element by-pass. Umumnya mesin bensin memakai saringan oli berjenis fullflow type single element. Elemen aliran penuh ditempatkan antara pompa oli dan mesin. Elemen filter by-pass disimpan antara pompa oli dengan oil pan dari mesin. Tugas dari elemen aliran penuh adalah menyaring kotoran-kotoran yang memengaruhi kerja bagian mesin yang berputar. Element by-pass berfungsi menyaring lumpur-lumpur dan kerak karbon yang tercampur menjadi satu di dalam minyak pelumas. Kedua elemen

ini mengalirkan minyak pelumas yang bersih untuk melumasi bagian mesin. Peranti pendingin oli diesel sejenis dengan pendingin air. Tergantung pada tipe mesinnya, pendingin oli ini dapat disimpan di depan mesin, di samping mesin atau di bawah radiator. Secara sederhana, cara kerja sistem pelumas mesin diesel adalah minyak pelumas dipompa oil pump yang masuk ke bagian mesin. Kemudian bersirkulasi melalui oil filter, oil pan , dan oil cooler. Minyak pelumas yang didinginkan oleh air pendingin mesin akan mengalir ke saluran minyak utama pada mesin. Minyak pelumas diesel menggunakan kode C yang merupakan singkatan dari commerce atau compression. Huruf di belakang C menandakan tingkatan mutu sesuai dengan urutan alfabet. Semakin mendekati huruf Z, maka semakin baik mutunya. Spesifikasi minyak pelumas mesin diesel yang beredar di pasaran adalah CI-4 Diesel 4tak. Minyak pelumas ini diperkenalkan tahun 2002, untuk menggantikan CD, CE, CF-4. CG-4 dan CH- 4.

SistEm pLumAsaN pDA moBil..

Sistem pelumasan oli berfungsi untuk mensuplai oli ke permukaan bantalan bantalan dari semua bagian yang bergerak. Terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait. Ingin tahu lebih lanjut? Berikut ini komponen-komponen sistem pelumasan : Oli Pelumas Pelumas yang digunakan adalah oli mineral dengan tambahan bahan kimia yang bervariasi. Oli mesin dibuat dalam derajat kualitas, viskositas atau kekentalan yang berbeda. Pompa Oli Pompa oli biasanya ditempatkan pada tutup peti engkol untuk mensuplai oli dalam panci oli digerakkan dari poros engkol atau poros kam melalui perantaraan roda gigi atau sebuah poros penggerak, tergantung dari lokasi dan lay out mesin. Pompa jenis roda gigi dan pompa pemindah positif yang lain juga digunakan. Klep Relief Tekanan Klep relief tekanan oli dipasang pada bodi pompa atau saluran utama oli. Klep ini

mencegah tekanan dari suplai yang terlalu besar jika mesin dioperasikan pada kecepatan tinggi atau jika oli dingin dan tipis. Indikator Tekanan Adalah suatu sakelar tekanan atau unit sender/pengukur dipasang pada saluran utama oli, menutup ke saluran pengeluaran (outlet) pompa yang dioperasikan dengan sebuah lampu peringatan pada panel instrumen jika ada tekanan oli. Sistem Distribusi Oli Merupakan hubungan seri dari saluran oli utama yang dialiri oli ke berbagai mesin guna mensuplai pelumasan dan pendinginan. Panci Oli Berupa tangki untuk menyimpan oli yang diperlukan pada sistem pelumasan dan diletakkan pada dasar mesin. Untuk memompanya diperlukan suatu pompa oli yang dipasang pada panci oli. Batang Pemeriksa Suatu alat yang berbentuk batang dari baja untuk mengetahui ketinggian atau kedalaman cadangan oli di dalam panci. Batang pemeriksa dipasang pada suatu pipa semacam tabung yang dilekatkan pada peti engkol atau panci oli. Tutup Saringan Oli Dipasang untuk memungkinkan pengisian oli dari atas mesin. Terletak pada tube/pipa yang terdapat pada peti engkol atau penci oli, umumnya pada bagian atas pengangkat katup. Saringan Oli Digunakan untuk melepaskan debu, kotoran, karbon, dan partikel lain di luar bahan oli dan menjaga kebersihan elemen. Klep Bypas Dipasang pada sistem saringan aliran penuh. Klep bypas dibuka jika saringan diblok/tertutup kotoran atau tersumbat sehingga oli dapat mengalir dan melumasi bagianbagian mesin. Sistem Ventilasi Peti Engkol Beberapa mesin termasuk diesel menggunakan sistem ventilasi dimana tabung kecil dialirkan ke bawah mesin dengan aliran tekanan udara yang dimasukkan melalui tutup saringan pengisi oli. Pendingin Oli Pada beberapa kendaraan, menggunakan pendingin oli untuk mengedarkan udara yang mengalir melalui permukaan panci oli ke penyerap panas sederhana yang berfungsi seperti radiator pendingin mesin.

SISTEM PELUMASAN

Apabila terjadi gerakan relatif antara dua benda yang bersentuhan, terjadilah gesekan antara kedua benda. Gesekan (mekanik) tersebut terutama disebabkan oleh permukaan benda yang kasar tetapi mungkin juga oleha dhesi antara kedua permukaan atau oleh reaksi k imia yang terjadi pada permukaan itu. Gesekan tejadi pada motor bakar, misalnya antara poros dan bantalan, antara (cincin) torak dan dinding silinder, antara roda gigi dan sebagainya. Untuk mengatasi gesekan itu, agar benda yang bersentuhan bisa digerakkan, diperlukan gaya. Karena itu besarnya gesekan harus dibatasi agar daya mesin tidak banyak yang hilang pada bantalan, roda gigi, dan sebagainya. Selain itu gesekan mengauskan permukaan sedangkan kerusakan selanjutnya dipercepat oleh panas yang terjadi karena gesekan itu.

Besarnya gesekan dapat dikurangi dengan menggunakanp eluma s yang fungsinya memisahkan dua permukaan yang bersentuhan. Akan tetapi di dalam kenyataaan tidak ada gerakan tanpa gesekan karena tidaklah mudah untuk memperoleh pemisahan yang sempurna. Lagi pula gesekan terjadi juga pada permukaan yang dilumasi itu yang disebabkan oleh adanya tegangan geser pada pelumas sendiri. Pada umumnya motor bakar torak menggunakan pelumas cair yang dinamai minyak
pelumas . Selain mudah disalurkan Minyak pelumas juga berfungsi mencegah keausan akibat gesekan, juga dapat membantu

mendinginkan mesin, memperbaiki kerapatan antara ring piston dengan dinding silinder, mencegah karat dan membersihkan bagianp -bagian mesin.
SISTEM PELUMASAN

1. Sistem Tekanan penuh 2. Sistem Cebur 3. Sistem gabungan atau semi cebur, yaitu gabungan sistem tekanan penuh dan sistem cebur

Minyak pelumas harus dapat mencapai seluruh bagian yang hendak dilumasi serta harus dapat memnuhi tugasnya dengan baik. Sistem pelumasan yang mana yang akan dicapai bergantung pada ko nstruksi mesin dan keutuhan akan pelumasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->