P. 1
Skripsi - Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar Pada Pembelajaran Shalat

Skripsi - Efektifitas Pemanfaatan Media Gambar Pada Pembelajaran Shalat

5.0

|Views: 16,204|Likes:
Published by Eka L. Koncara
"Read Online Only". Lebih lanjut hubungi ka_koncara@yahoo.co.id
"Read Online Only". Lebih lanjut hubungi ka_koncara@yahoo.co.id

More info:

Published by: Eka L. Koncara on Jul 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada

penerima pesan. Secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau kejadian

yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,

keterampilan, atau sikap.

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang

secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar

sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang

media pembelajaran.

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dari tidak tahu

menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi tidak bisa.

Winataputra (2005:2.3) menyatakan: ”Belajar merupakan proses mental dan

emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar

apabila pikiran dan perasaannya aktif. Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu:

proses, perilaku, dan pengalaman”.

16

Sikun Pribadi, guru besar IKIP Bandung, yang dikutip oleh Ahmad Tafsir

(2008:7) berpendapat: ”Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut

pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor semata.”12

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari

komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan

belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. Yang menjadi

komponen utama dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, karena semua

komponen lainnya mengacu kepada tujuan pembelajaran. Karena itu, untuk

melaksanakan suatu proses pembelajaran, hal yang harus dirumuskan pertama kali

adalah tujuan pembelajaran. (Sutikno, 2008:37)

Tujuan utama belajar adalah bahwa apa yang dipelajari itu berguna di

kemudian hari, yakni membantu anak didik untuk dapat belajar terus dengan cara

yang lebih mudah. Apa yang dipelajari dalam situasi tertentu harus

memungkinkannya untuk memahami hal-hal lain. Belajar hanya akan terjadi

dengan kegiatan anak didik itu sendiri. Anak didik bukanlah bejana yang harus

diisi oleh guru dengan berbagai pengetahuan.

Proses belajar dapat dibedakan ke dalam tiga fase, yaitu:

a. Fase informasi, yaitu fase dimana anak didik memperoleh informasi yang

menambah, memperhalus dan memperdalam, atau bahkan menentang

pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.

12

Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,

2008), 7.

17

b. Fase transformasi, yaitu fase penganalisaan informasi yang telah didapat

untuk kemudian diubah ke dalam bentuk yang lebih konseptual agar dapat

digunakan untuk hal-hal yang lebih luas.

c. Fase evaluasi, yaitu fase penilaian apakah informasi yang didapat dan telah

ditransformasi itu dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain.

“Dalam aktifitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu

yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang

berlangsung antara pendidik dengan siswa.” (Sutikno, 2008:101)

Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang

dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan

peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri

peserta didik.

Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat

mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media

pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang

digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke–20 usaha

pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah

alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat

bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti

adanya komputer dan internet.

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->